FILM SUPERMAN 2025 BIKIN WARGA ISR4EL MENGAMUK ! KOK BISA?
Lw10ERz01tc • 2025-07-30
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Hari ini kita bakal membahas sesuatu yang enggak cuma seru, tapi juga bikin kita mikir keras. Kenapa? Karena topik yang satu ini menyatukan persoalan dunia hiburan, politik global, dan isu yang sangat sensitif, yaitu mengenai konflik antara Palestina dan isriel. Tapi yang bikin menariknya adalah semuanya itu dibungkus rapi di dalam sebuah film superhero yang seharusnya cuma jadi hiburan keluarga, tontonan untuk kita-kita semua, tapi malah ya ada pesan-pesan tersirat di sana. Yang kita omongin itu adalah film Superman tahun 2025 dan di sana dugaannya diam-diam film ini menyisipkan narasi anti istri Will. Nah, siapa yang udah nonton film ini, Geng? Kalau yang belum ya, gua mau disclaimer dulu kalau apa yang gua sampaikan ini mungkin mengandung spoiler, jadi jangan marah gitu ya. Nah, kalau kalian yang enggak mau kena spoiler ya mungkin bisa nonton filmnya dulu baru nonton penjelasan di video ini. Nah, jadi geng sewaktu film ini dirilis banyak yang mikir, "Ah, paling cuma hal biasa-biasa aja." Tapi ya setelah ditonton penonton mulai menemukan sesuatu yang apa ya menariklah yang beda dari cerita superhero lain yang mana salah satu adegan besar di dalam video ini menampilkan adegan Superman nyelametin sebuah kota fiktif bernama Jarhanpur dari serangan militer negara tetangga yang bernama Boravia. Nah, sekilas e ini mirip banget semacam cerita heroik yang biasa tapi ada simbolis gitu ya di balik nama dan latar budaya dua negara di dalam film itu yang membuat banyak orang langsung nyocoklogiin alias nyambungin ya namanya latar belakangnya ke konflik nyata antara Palestina dan isriwill Boravia itu digambarkan sebagai negara maju teknologi militer canggih dan penduduknya yang berkulit putih sementara Jarhanpur itu adalah kota miskin dengan penduduk minoritas dan cuma bisa melawan pakai batu dan tongkat. Nangkap enggak tuh, Geng, kira-kira arah ee apa ya? Arah filmnya, arah penggambaran dari adegan tersebut. Banyak pengamat yang langsung menyimpulkan bahwa ini memang semacam perumpamaan konflik Palestine is rewi bahkan yang bikin ramai lagi, Superman-nya dianggap berpihak ke Jarhanpur atau berpihak ke Palestina dan menyebut invasi Boravia yang digambarkan sebagai istri Will ini adalah bentuk penjajahan yang harus dihentikan. Nah, ini kan makin mirip ya. Gak selesai sampai di situ yang bikin panasnya bukan cuma isi filmnya, tapi reaksi publik internasional. Komunitas pro terhadap istri Will itu marah besar dan menyebut film ini sebagai propaganda anti Zionis. Nah, banyak di antara mereka yang menyerukan untuk memboikot film ini dan mengkritik sutradaranya yang bernama James Gun karena dianggap menyelipkan pesan politik yang provokatif di dalam sana. Padahal ya yang udah-udah kan malah sebaliknya ya. yang udah-udah tuh mereka paling sering gitu ya bikin film untuk ngebela mereka sendiri, untuk mengagung-agungkan nama mereka yang seolah-olah mereka itu superheronya. Nah, tapi di film kali ini mereka enggak terima karena mereka justru dianggap sebagai musuhnya. Bahkan nih, Geng ya, dari pihak mereka ini ada yang bilang ini adalah film superhero paling berani ya karena secara simbolik menantang narasi dominan yang selama ini dibangun di media mainstream. Nah, tapi di sisi lain banyak penonton yang terutama merupakan dari negara-negara pendukung Palestina mereka malah memuji-muji film ini. Dan mereka bilang ini adalah bentuk perlawanan budaya cara menyuarakan keadilan lewat media populer tanpa harus pakai pidato atau demonstrasi. Nah, tapi tetap aja, Geng, film ini bikin kita bertanya-tanya. Sejauh mana sih media bisa mempengaruhi cara kita melihat konflik dunia dan apa peran kita sebagai penonton di dalam membaca pesan-pesan tersembunyi di balik film-film kayak gini. Terus, Geng, nah ini sorry banget ya, mungkin intronya agak panjang nih ya. Di sini gua pengen nyampein poin-poinnya ke kalian karena memang pembahasan ini cukup seru nih. Jadi nanti ada juga nih kita bahas soal perbedaan antara film Superman garapan James Gun ini dengan garapannya Zack Snyider. Yaitu diketahui ya bahwa Snyider itu yang menyuturadarai Man of Steel tahun 2013 dan Batman versus Superman tahun 2016. Dia ini dikenal punya kedekatan yang lebih proabilisme atau mendukung seseorang atau golongan yang mapan dan kaya. Ya, banyak pengamat menilai bahwa film-filmnya cenderung menampilkan Superman sebagai simbol kekuatan militer dan moral Amerika yang notabnya adalah sekutu utama Istri Will. Nah, jadi berbeda banget dengan film yang tahun 2025 e yang dibikin oleh James Gun ini bertolak belakang. Bahkan ya di film yang dibuat oleh Snyider ya filmnya yang Man of Steel itu ada adegan di mana Superman secara eksplisit bekerja sama dengan militer AS. Seolah-olah dia adalah alat negara bukan simbol perlawanan terhadap penindasan. Nah, sedangkan kalau James Gun ini bikin Superman yang justru membela rakyat kecil dan melawan infansi negara kuat, ya itu seperti tamparan halus buat pendekatan Sneider sebelumnya. Jadi kalau Sneider sebelumnya konsepnya itu kayak ya superhero yang membela negara kaya, yang membela militer Amerika. Nah, sementara James Gun membuat superhero yang benar-benar membela rakyat kecil. Dan kalau kita lihat reaksi komunitas Zionis yang menyerukan boikot ini, bisa dikatakan James Gun ini berhasil bikin Superman kembali ke akar idealismenya. Bukan sekedar ikon kekuatan, tapi simbol keadilan yang membela kaum lemah. Dan lebih gilanya lagi ya, film ini tayang juga di Indonesia loh, Geng. Negara yang jelas-jelas enggak punya hubungan diplomatik sama istri Will dan secara politik berdiri di sisi Palestina. Tapi film yang diduga nyentil konflik ini bisa masuk ke bioskop, ditonton jutaan orang, dan jadi bahan diskusi di media sosial. Nah, apakah kita sebagai penonton udah cukup sadar nih buat baca simbolis yang tersembunyi di sana atau kita terlalu sibuk menikmati CGI yang keren atau adegan aksi di film tersebut sampai kita lupa kalau film ini bisa punya agenda yang lebih dalam. Nah, di video kali ini gua bakal ajak kalian buat ngulik lebih jauh gimana sih narasi filmnya bisa jadi alat perang opini. Gimana Hollywood kadang menyisipkan pesan politik lewat karakter superhero mereka di film mereka. Dan kenapa untuk saat ini kita enggak bisa hanya menganggap sebuah hiburan atau sebuah tontonan cuma sebatas tontonan atau sebatas hiburan aja? Karena ya ternyata terselip banyak propaganda di sana. Apalagi kalau kita nonton film-film bule ya kan film-film Hollywood ya. Kalau kita nonton film negara kita sih yah gimana ya. Yang keren-keren sih udah banyak tapi yang enggak kerennya juga enggak kalah banyak. Nah, tapi kalau film-film Hollywood nih ya itu banyak sekali pesan-pesan yang tersirat. Langsung aja nih kita bahas secara lengkap tentang propaganda film Superman ini. Halo geng, welcome back to Kamar Jerry [Musik] Genggeng. Jadi geng sebelum kita masuk ke inti videonya, kita bakal membahas dulu kenapa film Superman ini sekarang itu bisa dikatakan sebagai kelahiran kembali dari sosok Superman. Oke, jadi sebelumnya kita bahas dulu nih tentang sistem Universe DC. Jadi, semua ini bermula ketika Marvel Cinematic Universe atau MCU itu mulai menguasai box office dunia dengan narasi yang terstruktur dan karakter yang saling terhubung. Di saat itu, Warner Bros itu merasa perlu melakukan hal serupa di komics yang sudah lama menjadi rumah bagi icon superhero seperti Batman, Superman, Wonder Woman. mereka itu ya merasa gak bisa hanya menonton dari pinggir arena aja. Maka akhirnya lahirlah proyek besar yaitu DC Extend Universe atau DCEU. DCEU ini diluncurkan secara resmi melalui film Man of Steel tahun 2013 yang disutradarai langsung oleh Zack Snyider. Tapi cara pendekatan mereka ini beda banget. Jadi pendekatan tuh maksudnya kayak cara mereka memperkenalkan ke masyarakat tuh beda banget. Mereka itu enggak menggunakan pendekatan ringan atau penuh humor ala Marvel. Snyider itu lebih memilih jalur yang lebih kelam. dark gitu, berat pembahasannya dan filosofis. Jadi sebenarnya tuh kalau untuk ditonton oleh apa ya bocil-bocil yang suka superhero itu sebenarnya agak berat untuk otak mereka. Tapi begitulah cara Snyider ini memperkenalkan dunia tersebut, dunia superhero ini. Di saat itu Superman tuh enggak lagi digambarkan sebagai pahlawan yang sempurna kayak di dalam komiksnya, tapi justru sebagai sosok alien yang bergulat dengan identitas dan tanggung jawabnya di tengah dunia yang penuh ambigu, moral dan pertanyaan tentang jati diri gitu. Mereka menggunakan tone yang serius, sinematografinya yang gelap, suram, dan konflik yang reflektif gitu, Geng. Nah, namun sayangnya di geng ketika Justic League dirilis pada tahun 2017, proyek ini ternyata gagal karena si Snyider ini malah mundur dari produksi dengan alasan ada tragedi dengan keluarganya dan akhirnya dia digantikan oleh Josh Wedon yang datang dengan eh apa ya konsep dan gaya yang berbeda lah. Nah, film ini jadi campuran tone yang kacau lah. Narasi yang dipangkas maksudnya tuh dipotong beberapa narasinya dan karakternya jadi kehilangan arah. Karena kan dari awal yang udah ngarahin itu adalah Snyider. Semenjak dia keluar ya jadi berubah semua dan publik pun jadi kecewa di saat itu. Nah, akhirnya di CEU itu terlihat seperti kapal raksasa yang enggak ada nahkodanya. Mereka perusahaan besar tapi enggak tahu arahnya ke mana. Dan dengan ini di CU pun akhirnya resmi dibubarkan, dihentikan. Bukan karena gagal total, tapi karena ini adalah eksperimen besar yang penuh pelajaran bahwa membangun sebuah ee apa ya? semesta sinematik. Tidak hanya soal karakter yang kuat, tapi juga konsistensi visi, penyusunan narasi, dan keberanian untuk menyelaraskan ideologi. Nah, tapi sayangnya ya kaptennya alias si Snyider-nya malah cabut di tengah-tengah jalan. Terus, Geng, walaupun ada banyak film dari DCEU ini, kita bakal fokus ke film Superman-nya aja karena memang e pembahasan kita soal Superman ya di tahun 2025 ini. Nah, jadi di dalam film Man of Steel tahun 2013 itu terlihat bahwa Superman buatan Zack Snyider itu lebih kayak penggambaran dewa karena memiliki kekuatan super. Nah, kekuatan dari Superman ini digunakan untuk berperang bersama militer AS dan ditonjolkan sebagai senjata milik militer AS. Walaupun dia superhero, tapi dia enggak dianggap kayak independen gitu loh. Kayak manusia super doang yang bisa nolong umat manusia. Enggak. Tapi justru kayak dia ini apa ya? Kayak ee tentaranya AS gitu, tapi yang pasukan khususnya atau manusia khususnya. Nah, jadi dia berada di bawah kaki militer AS. Kurang lebih kayak gitulah penggambaran Superman pada awal-awal dibuat. Dia juga menggambarkan Superman itu sebagai karakter yang penuh pengorbanan, kesendirian, dan dilema moral. Dunia di dalamnya juga beda banget. di mana di dalam film garapan Zack Snyider ini, dunia itu bereaksi terhadap Superman lebih ke dewa atau seseorang yang super duper kuat banget. Jadi, orang-orang jadinya terlalu mendewa-dewakan e si Superman ini. Bukan lagi kagum sebagai superhero, enggak. Tapi justru kayak udah mentuhankan dia gitu. Begitulah gambaran Superman di awal pembuatannya. Nah, terus visual dan alurnya juga sangat dark di mana sangat banyak simbol religius dan narasi-narasi gelap yang seolah-olah membuat Superman ini sebagai karakter yang harus diwaspadai. dan dihindari. Nah, jadi kalian udah dapat gambaran tuh ya gimana Superman pada zaman dulu. Sedangkan untuk saat ini ketika Superman ini terlahir kembali, ya digarap kembali, dibuat filmnya oleh James Gun yaitu Superman 2025 yang rilis pada 9 Juli 2025, itu terlihat bahwa karakter dari Superman ini ya berubah lebih ke orang baik, melindungi rakyat sipil, bukan sebagai alat militer. Dan di sini terlihat perbedaan dari kedua karakter bahwa karakter Superman dari James Gun lebih manusiawi dan realistis ketimbang yang dibuat oleh Zack Snyider. Dan Superman ini juga digambarkan sebagai superhero yang dekat dengan masyarakat sehingga banyak orang-orang yang mengagumi dia, bukan mendewa dewakan atau memuja dia kayak Tuhan. Dan ini benar-benar berbanding terbalik dari filmnya Zack Snyider. Nah, kalau Zack Sneider kan bikinnya tuh seolah-olah Superman itu tidak tersentuh ya, tidak bisa digapai oleh manusia karena dia punya kekuatan dewa. James Gun juga membuat ee kesan dengan visual yang cerah, enggak terlalu tegang, bernuansa komik klasik. Nah, tapi banyak juga pro dan kontra nih dari film Superman baru ini. Karena kan ya gak semua orang bisa menerima perubahan ya. Ada yang suka kalau karakternya ini digambarkan kuat dan didewa-dewakan kayak si Snyider dulu. Ada juga yang suka kalau karakternya lebih realistis dan manusiawi meskipun dia tetap dianggap sebagai alien seperti digambarkan dalam film yang sebelumnya. Nah, beberapa orang itu gak suka, Geng, sama karakter Superman dari James Gun ini. Karena mereka merasa kalau karakternya itu terlalu lembut, enggak menggambarkan orang yang super power sehingga kurang berwibawa, katanya. Nah, terus Geng persoalan rating nih, Geng. Entah kenapa rating-ratingnya itu berbeda-beda ya. Di IMDb itu ratingnya menyentuh angka 7,6. Sedangkan di Roten Tomatous itu audiens memberikan rating 84% di tomatoer dan sementara di popcorn meter itu diberikan 92%. Nah, kalau kita lihat di sini berarti walaupun ada pro dan kontra dan ya yang enggak suka juga banyak gitu ya, tapi ratingnya cenderung besar. Kenapa bisa film Superman 2025 ini mendapatkan rating yang gede banget kayak gitu? Padahal ya banyak yang enggak suka juga gitu. Nah, jadi langsung kita akan bahas nih alasan film ini mendapatkan rating yang sangat tinggi. Walaupun sebenarnya yang gak suka juga banyak. Kita masuk ke dalam pembahasan interpretasi konflik Palestine dan isil di dalam film Superman yang baru ini. Jadi, geng ya rating yang cukup bagus ini ternyata terletak pada beberapa hal yang diangkat dan disinggung di dalam film Superman karya James Gun ini. Hal ini juga berkaitan dengan penggambaran sosok Superman di film yang humanis sehingga lebih peka sama apa yang terjadi di kehidupan manusia yang nyata saat ini. termasuk isu sosial dan politik dengan bahasa ringannya tuh kayak relate gitu sama kehidupan kita sehari-hari. Nah, jadi orang-orang tuh jadi suka ya kan. Nah, yang pertama ini ya ada interpretasi antara konflik Palestina dan isriw yang menyinggung tentang imigran dan penjajahan wilayah. Nah, di dalam film ini disebutkan bahwa ada dua negara fiktif yang berperang, yaitu yang gua sebutkan sebelumnya yang bernama Boravia dan Jarhanpur. Nah, di dalam video ini dijelaskan bahwa motif di balik penjajahan Boravia terhadap Jarhanpur itu adalah karena Fasil Gurkos yang merupakan presiden Boravia yang berniat ingin mengambil alih tanah di negara tersebut. Nah, diketahui bahwa Boravia ini ingin melakukan penjajahan di Jarhanpur karena Boravia itu dapat pasokan senjata dari Amerika. Sementara Jarhanpur adalah negara tanpa adanya dukungan militer sama sekali. Jadi ketika Boravia ini menginvasi Jarhanpur, yang jadi garda terdepannya adalah warga sipil yang tanpa persenjataan. Namun pada akhirnya mulai terkuak nih sosok di balik sang pemasuk senjata itu bernama Lex Luthor yang merupakan musuh bebuyutan dari Superman. Nah, dia berencana ingin mengambil separuh wilayah Jarhanpur yang lain untuk dikuasai dan dibangun menjadi negara baru. Dan Lex Lutor ini juga memiliki skenario lain, yaitu ingin menjual banyak senjata dengan harga murah dan memasuknya ke tentara Boravia. Wah, benar-benar penggambaran apa ya? Kayak yang ngejual senjatanya Amerika yang ingin menjarah negaranya itu adalah istri Will ya kan? Dan ya ini relate banget sebenarnya. Dan akhirnya nih, Geng, ya, banyak orang-orang di saat itu yang menyama-nyamakan kasus ini dengan apa yang terjadi antara Isriwil dan Palestina. Di mana Palestina adalah Jarhanpurnya, sementara Isriwel adalah Boravia yang mana sama-sama dapat senjata dari Amerika juga. Dan untuk Jarhanpur adalah negara tetangga yang lebih miskin yang warga sipilnya menghadapi serangan udara berkali-kali yang dilakukan oleh Boravia. Di film ini juga disebutkan kalau Amerika itu atau di sini Luthor gitu ya, itu ikut agar mendapatkan sebagian wilayah Jarhanpur. Nah, mungkin ini juga yang menjadi motif kenapa Amerika terus-terusan membela istri Will agar bisa mendapatkan wilayah di Palestina nih disamainnya kayak gitu. Dan oleh karena itulah geng, banyak yang menduga film ini yang dibuat oleh James Gun merupakan film yang menyuarakan anti is rewel. Akhirnya banyak media is rewel yang mulai mengomentari film Superman karya James Gun ini. Padahal di situ enggak secara terang-terangan menyebut Isri Will, tapi media-media isil malah kelabakan. Mereka ikut berkomentar tentang seorang kritikus film amatir yang bernama Evan yang memberi rating film Superman terbaru ini dengan lima bintang yang whiches itu adalah bintang tertinggi. Nah, mereka juga menyoroti aksi Evan yang menulis di platform leatherbx. Evan ini memuji identitas visual unik dari film tersebut dan menyebutkan kalau sutradara sekaligus penulis skenarionya yaitu James Gun sebagai sutradara komik terbaik. Dan Evan juga menambahkan sangat anti istri Will dan dia mengatakan sungguh luar biasa melihat film blockbuster dari studio besar seperti ini. Hal tersebut membuat media dan rakyat istri langsung geram, Geng. Dan diedit, beberapa pendukung Istri Will itu mengkritik James Gun dan juga DC Studios karena memasukkan pesan anti Istri Will ke dalam film tersebut. Nah, para pendukung istri Will ini itu merasa apa yang dilakukan sangat tidak sopan dan menyedihkan bahwa seorang pahlawan super yang diciptakan oleh dua seniman Yahudi kini justru digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan antiriwel dan ini disebarkan ke seluruh dunia ya, termasuk kepada para pendukung istri Will sendiri katanya gitu. Jadi, Superman ini awalnya itu diciptakan oleh ee seorang seniman Yahudi. Nah, tapi justru sekarang dipakai untuk jadi alat anti Israwiil. Dan diskusi panjang pun terjadi setelah itu, Geng. Membahas niat dari James Gun menyisipkan adegan atau pesan tersebut. Dan dipertanyakan juga apakah dugaan Bias Pro Palestine di dalam video tersebut hanya bergantung pada pandangan orang yang melihatnya atau memang sengaja nih dibuat oleh si James Gun ini gitu. Tapi geng, ada juga nih yang pro film Superman atau yang pro dengan film ini dan mereka mendukung apa yang dilakukan oleh James Gun. Mereka juga mengkritik apa yang dilakukan oleh para pro Isriwil ya, serta mengkritik agresi yang masih dilakukan oleh Isriwil ke Palestina. Jadi dengan adanya film ini justru sangat baik menurut mereka karena menyisipkan pesan-pesan moral ya terhadap orang-orang di seluruh dunia bahwa ya menjajah negara lain, mengambil atau mencaplok tanah orang lain dengan pertumpahan darah itu adalah sesuatu yang mengerikan, memalukan, dan tidak layak gitu, Geng. Nah, oke sekarang kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan tentang kehadiran buzzer-buzzer di dalam film Superman ini. Gimana sih? Ya, untuk era sekarang kan salah satu senjata yang paling ampuh itu ya, pasukan yang paling ampuh gitu ya, itu adalah buzer. Dan ternyata ketika film Superman ini muncul ada buzernya juga. kita bahas. Jadi, geng, gua juga mau bahas nih tentang Lex Lutor yang merupakan musuh Superman. Dia ini bukan superhero, melainkan cuma manusia biasa. Karena dia cuma manusia biasa, dia itu harus cari cara buat bisa ngalahin Superman pakai akalnya dia. Selain membuat konflik antara Boravia dan juga Jarhanpur, Lex Lutor di dalam film ini juga menggunakan strategi yang lagi ramai dipakai sama politisi-politisi, yaitu menjadi buzernya Superman dan menyerang dia lewat media sosial. Relate banget ya sama kehidupan sekarang, kan? Nah, jadi dia ini menginginkan agresi untuk memancing Superman supaya ikut campur dalam geopolitik negara lain. Karena diketahui bahwa dia adalah musuh bebuyutan dari Superman. Dan skenario itu ternyata berhasil ketika Superman masuk perangkap Lex Luthor dan dia menghentikan agresi tersebut tanpa menyadari efeknya terhadap pemerintahan Amerika Serikat. Nah, di situasi inilah kemudian dimanfaatkan oleh Lex Luthor untuk mengubah citra Superman sebagai ancaman yang harus dihentikan oleh pemerintah. Nah, dia juga membuat serangkaian pembunuhan karakter terhadap Superman di media sosial hingga namanya dipenuhi kritik dan kecaman. Dan citra Superman sebagai superhero itu dipertanyakan. Dan kondisi ini ya mirip banget sama dunia nyata yang terjadi sekarang di mana para politisi-politisi dan orang-orang yang berkuasa menggunakan alat yaitu media sosial dengan buzernya untuk menjatuhkan kompetitor mereka serta membangun citra positif bagi diri mereka sendiri atau perusahaan mereka sendiri. Mirip banget ya sekarang udah ada loh di film udah ada di film superhero pembazer-pembazernya ini ya. Terus geng, Lex Luthor sebagai tokoh antagonis yang bukan hanya jenius dan manipulatif gitu ya, tapi juga sangat relevan dengan zaman. Diperankan oleh Nicholas Hol. Luthor ini tampil sebagai miliarder teknologi yang memiliki kontrak besar dengan pemerintah. Nah, dia menguasai media dan memanipulasi opini publik. Wah, ini dari sini kalian nih harus paham ya. Sekarang tuh cara dunia berjalan tuh kayak gini, Geng. Mau sebusuk apapun seseorang, kalau dia udah pegang media, punya banyak duit, hm dia bisa memperbaiki citranya dia dalam sat detik tuh. Nah, jadi geng bagi banyak penonton, karakter ini bukan sekedar musuh Superman. Dia ini adalah refleksi langsung dari beberapa orang yang dianggap sebagai orang kaya yang dekat dengan pemerintah. Kira-kira siapa? Coba tebak ya. Kalau ada yang jawab Elon Musk atau CEO dari Tesla SpaceX dan pemilik platform X yang dulunya Twitter, kalian benar. Jadi penggambarannya mirip banget sama Elon Max ya kan kaya iya ya kan banyak duit. Punya perusahaan atau platform media yang bisa merubah cara berpikir dunia. Iya yaitu dia punya Twitter alias X. Dan ini benar-benar mirip. Kemiripan ini bukan cuma kebetulan karena di dalam wawancara Hold mengaku mendengarkan audio book biografi Elon Marx saat dia mempersiapkan peran. Meski dia menyangkal bahwa karakter Luthor ini didasarkan langsung pada Elon Marx, tapi ketika dia belajar untuk menjadi karakter dari Luthor, dia malah mendengarkan audio book biografi Elon Max. Berarti kan ngarah ke sana cuma enggak mau ngaku aja. Nah, namun geng gestur gaya bicara dan aura savior complex yang ditampilkan Luthor itu mirip banget dengan citra publiknya Elon Marx sebagai seorang miliarder yang merasa dia adalah solusi bagi umat manusia tapi sering sekali justru memicu kontroversi global. Dan menariknya ya, Elon Max itu dulu justru dianggap sebagai inspirasi bagi karakter heroik seperti Tony Stark dan Iron Man. Di dalam Iron Man 2008, Tony Stark itu digambarkan sebagai miliarder yang menggunakan teknologi untuk menyelamatkan dunia. Dan Elon Max bahkan muncul sebagai kameo di dalam adegan Iron Man 2. Nah, tapi seiring berjalannya waktu, persepsi publik itu berubah ketika Elon Max ini mulai terlibat di dalam urusan geopolitik, mengontrol platform media sosial, membuat pernyataan kontroversial eh dekat sama Donald Trump, citranya bergeser dari visioner menjadi arsit villain. Nah, di sinilah akhirnya orang-orang tidak lagi memuja-muja miliarder teknologi ini sebagai pahlawan, tapi justru sebaliknya mereka menjadi inspirasi bagi karakter antagonis ya untuk hal-hal yang berlawanan dengan hal yang menyenangkan lah. Mulai dari karakter Miles Brown di Glass Onion hingga Chat Hammer di komik Thor dan juga tentu saja Lutor di Superman 2025 ini. Jadi karakter Elon Marx digambarkan sebagai orang yang kaya raya dan tidak menyenangkan. Dan di dalam komik Superman House of Brainiac spesial yang pertama dii bahkan menyisipkan sindiran langsung terhadap Elon Marx di platform fiktif yang bernama Lex Sema ya parodi dari X atau Twitter akun free Lex Lutor gitu ya itu membalas teori konspirasi dengan satu kata yaitu interesting gaya khas Elon Marx saat memperkuat postingan politik tanpa penjelasan. Nah, ini bukan hanya lelucon tapi kritik terhadap cara Elon Marx mempengaruhi opini publik. Dia kan sering banget tuh ngepost-ngepost sesuatu ya kan. Misalkan capture run ya, caption-nya interesting. Wah, jadi orang-orang kayak, "Wih, apaan nih?" gitu. Nah, sebenarnya nih geng, aksi buzer kayak gini emang udah marak banget bahkan di negara kita sendiri. Dan menurut artikel yang gua dapat, peran buzer di dalam membangun persepsi publik saat kampanye politik itu udah menjadi sorotan dunia. Brat Shaw and Howard di 2019 sudah merilis hasil penelitian mereka mengenai penggunaan buzzer di berbagai negara. Penggunaan buzer di dalam konteks berpolitik sudah hampir dilakukan di seluruh belahan dunia. Sebanyak 89% dari 70 negara yang menjadi subjek penelitian mereka itu menggunakan buzer untuk menyerang lawan politiknya. Nah, di Indonesia sendiri buzer digunakan oleh politisi dan partai politik di dalam membangun opini dan dukungan publik terhadap seorang calon pemimpin. Dan kecenderungan Bzer Indonesia adalah membangun topik menggunakan akun-akun palsu yang dikendalikan oleh manusia ataupun robot dalam jumlah yang besar untuk menciptakan konten yang bersifat misinasi dan disinformasi. Nah, masifnya pesan yang diproduksi oleh buzer itu membuat topik pembicaraan akan menjadi training topik di media sosial. Ya, jadi kayak apa ya bisa dikatakan mm isu-isu yang sebenarnya enggak heboh enggak ada gara-gara buzer tuh jadi heboh, isu-isu palsu jadi ada, isu-isu hoa jadi nyata gitu, Geng. Itu kerjaan buzer. Nah, jadi itu dia, Geng, ya, persamaan antara Luthor dan Elon Max. Gimana menurut kalian? Apakah mirip atau memang ya malah terinspirasi? Dan banyak pesan-pesan moral dari film Superman ini ya, Geng. Dan erat kaitannya sama isu yang sekarang sedang terjadi. Tapi ada satu hal nih yang cukup mengganjal. Nah, kalian ingat enggak, Geng? Ya, di DC EU, ya, ada film Wonder Woman yang dulu pernah kontroversi banget. Yang mana Wonder Woman ini diperankan oleh aktris terkenal asal Istri Will yang bernama Galgadot. Nah, itu kan film sempat diboikot tuh karena Galgadot di sana benar-benar kayak apa ya? Pro is rewiel banget. Nah, gimana tuh nasibnya sekarang? Apakah dia ini masih akan tetap menjadi wonder di film selanjutnya di bawah naungan James Gun? Karena kan James Gun yang bakal memproduksi ini. Nah, jika benar kayak gitu, gimana bisa nih James Gun sekarang sudah pro Palestina? Sementara si bintangnya Galgadot pro is rewill. Ini kan bertabrakan kontradiktif. Nah, terus apakah eh yang dilakukan oleh James Gun ini jangan-jangan hanya untuk menarik simpati orang-orang yang pro Palestina untuk mau nonton film Superman? Karena dia tahu yang pro Palestina di muka bumi ini udah semakin banyak sekarang, ya kan? Nah, atau ini benar-benar tulus dari hatinya dia. Nah, sekarang kita akan masuk nih ke dalam pembahasan nasib Galgadot dan keberlanjutan film Wonder Woman. Apakah akan diboikot lagi atau justru akan lebih meledak atau mungkin diganti gitu Galgadotnya dengan orang lain. Kita bahas. Jadi, Geng faktanya ya sebelum James Gun ini ambil alih project dari DCEU ya, Galgadot itu menjadi aktris yang dipilih untuk memerankan Wonder Woman dan udah ada dua film Wonder Woman sebelumnya. Dan Galgadot sendiri adalah orang istri Will yang sangat mendukung agenda Zionis. Nah, akhirnya dari sinilah banyak haters-hatters dia ya yang enggak suka dengan dia dan tidak mau menonton film Wonder Woman karena dia sangat pro dengan Istri Will. Nah, tapi di satu sisi ada yang menilai bahwa memang akting dan dialog yang dilakukan oleh Galgadot itu buruk juga, enggak bagus. Bahkan ada yang menyebut kalau Galgadot dicap sebagai salah satu aktris terburuk dengan beberapa dialog filmnya yang terkenal paling buruk. Dan bahkan geng, dia sempat bermasalah dengan salah satu teman mainnya yang di saat itu sedang memainkan film Snow White yaitu Rachelle Zegler. Nah, si Rachel ini kan bukan orang Yahudi dan dia ini berasal dari Polandia dan juga campuran Colombia. Nah, dia ini malah mendukung Palestina sejak tahun 2021. Ketika trailer Snow White yang tayang perdana pada Agustus 2024, dia mengunggah postingan di X untuk merayakan 120 juta penayangan dalam 24 jam pertama. dan dia bilang selalu ingat bebaskan Palestine dalam bahasa Inggris dan itu dia taruh di akhir postingannya selalu ada dan hal ini dianggap sebagai bentuk sikap dari Russell yang menyerang Galgadot karena Galgadot yang pro terhadap istri Will. Nah, namun pada akhirnya film Snow White di-cancel oleh banyak orang dan enggak cuma karena Galgadotnya yang Zionis, tapi juga dari segi ceritanya yang enggak mirip sama cerita Snow White yang asli. Bahkan ada yang enggak suka juga sama sikapnya Russell. Ya, intinya yang pro Isriwel gak suka sama Rachel, yang pro Palestina gak suka sama Galgadot. [Musik] Terlepas dari segala konflik terkait film Snow White yang jadi pertanyaannya gimana nasib Galgadot sebagai Wonder Woman nih? Jadi, geng Galgadot ini awalnya kan masih bakal kembali jadi Wonder Woman ya di film ketiga yang disutradarai oleh Patty Jenkis. Nah, itu juga tertulis di postingan Instagram-nya Galgadot yang mengaku enggak sabar akan memainkan karakter Wonder Woman di film selanjutnya. Galgadot juga bilang hal yang sama di sebuah interview di bulan Agustus tahun 2023. Tapi Patty Jenkins itu bilang di bulan Desember 2023 dia bilang, "Ya, kemungkinan proyek Wonder Woman itu enggak akan terjadi." Dari sinilah mulai beredar isu kalau Galgadot sengaja didepak dari proyeknya DC. Tapi beberapa minggu kemudian, tiba-tiba James Gun membantah kalau mereka sengaja mengeluarkan Galgadot. Dia bilang, "Enggak ada tuh Galgadot enggak dikeluarkan dari project Wonder Woman." Tapi kalau emang benar Galgadot akan kembali jadi Wonder Woman, ini bakal kontradiktif sama pesan yang sudah diangkat di film Superman oleh James Gun ya kan. Nah, karena di dalam film Superman ya di saat itu James Gun itu seolah menolak penindasan tapi kalau dia sampai memainkan Galgadot sebagai aktris selanjutnya itu enggak masuk banget karena aktris yang satu ini kan pro terhadap penindasan gitu. Apa itu artinya? James Gun cuma menarik simpati orang yang pro Palestine untuk bisa nonton Superman di film Superman itu. Nah, tapi geng beruntungnya prasangka itu terjawab beberapa hari yang lalu. James Gun memberikan pernyataan. Dia mengatakan kalau dia sedang menggarap Wonder Woman tapi bukan film lanjutan dari sequel yang sebelumnya yang dimainkan oleh Galgadot, melainkan ini adalah film terbaru dan Galgadot tidak akan kembali memerankan Wonder Woman. Sebab James Gun bilang kalau pemainnya belum ditentukan. Ada kabar kalau ya pengganti Galgadot adalah Adria Arjona. Jadi opsi dari aktris yang bakal memerankan Wonder Woman. Namun masih belum dikonfirmasi apakah itu udah fix atau belum. Jadi kita tunggu aja nih berarti ya targetnya James Gun ini untuk membela Palestina emang tulus kayaknya ya. Kita tunggu nanti update lanjutannya dari pemeran Wonder Woman ini siapa karena Galgadot enggak dipakai lagi. Nah, jadi itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini tentang film Superman yang mendapat kecaman dari orang-orang yang pro Istri Will dan mendapat dukungan dari orang-orang yang pro Palestina dan beberapa isu di dalamnya. Gimana geng, menurut kalian tentang film Superman yang baru ini? Benar enggak ada keterkaitannya dengan Palestina East Rewiel dan Amerika? Coba deh tinggalkan komentar di bawah. [Musik]
Resume
Categories