FILM SUPERMAN 2025 BIKIN WARGA ISR4EL MENGAMUK ! KOK BISA?
Lw10ERz01tc • 2025-07-30
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Hari ini kita bakal membahas sesuatu
yang enggak cuma seru, tapi juga bikin
kita mikir keras. Kenapa? Karena topik
yang satu ini menyatukan persoalan dunia
hiburan, politik global, dan isu yang
sangat sensitif, yaitu mengenai konflik
antara Palestina dan isriel. Tapi yang
bikin menariknya adalah semuanya itu
dibungkus rapi di dalam sebuah film
superhero yang seharusnya cuma jadi
hiburan keluarga, tontonan untuk
kita-kita semua, tapi malah ya ada
pesan-pesan tersirat di sana. Yang kita
omongin itu adalah film Superman tahun
2025 dan di sana dugaannya diam-diam
film ini menyisipkan narasi anti istri
Will. Nah, siapa yang udah nonton film
ini, Geng? Kalau yang belum ya, gua mau
disclaimer dulu kalau apa yang gua
sampaikan ini mungkin mengandung
spoiler, jadi jangan marah gitu ya. Nah,
kalau kalian yang enggak mau kena
spoiler ya mungkin bisa nonton filmnya
dulu baru nonton penjelasan di video
ini. Nah, jadi geng sewaktu film ini
dirilis banyak yang mikir, "Ah, paling
cuma hal biasa-biasa aja." Tapi ya
setelah ditonton penonton mulai
menemukan sesuatu yang apa ya menariklah
yang beda dari cerita superhero lain
yang mana salah satu adegan besar di
dalam video ini menampilkan adegan
Superman nyelametin sebuah kota fiktif
bernama Jarhanpur dari serangan militer
negara tetangga yang bernama Boravia.
Nah, sekilas e ini mirip banget semacam
cerita heroik yang biasa tapi ada
simbolis gitu ya di balik nama dan latar
budaya dua negara di dalam film itu yang
membuat banyak orang langsung
nyocoklogiin alias nyambungin ya namanya
latar belakangnya ke konflik nyata
antara Palestina dan isriwill Boravia
itu digambarkan sebagai negara maju
teknologi militer canggih dan
penduduknya yang berkulit putih
sementara Jarhanpur itu adalah kota
miskin dengan penduduk minoritas dan
cuma bisa melawan pakai batu dan
tongkat. Nangkap enggak tuh, Geng,
kira-kira arah ee apa ya? Arah filmnya,
arah penggambaran dari adegan tersebut.
Banyak pengamat yang langsung
menyimpulkan bahwa ini memang semacam
perumpamaan konflik Palestine is rewi
bahkan yang bikin ramai lagi,
Superman-nya dianggap berpihak ke
Jarhanpur atau berpihak ke Palestina dan
menyebut invasi Boravia yang digambarkan
sebagai istri Will ini adalah bentuk
penjajahan yang harus dihentikan. Nah,
ini kan makin mirip ya.
Gak selesai sampai di situ yang bikin
panasnya bukan cuma isi filmnya, tapi
reaksi publik internasional. Komunitas
pro terhadap istri Will itu marah besar
dan menyebut film ini sebagai propaganda
anti Zionis. Nah, banyak di antara
mereka yang menyerukan untuk memboikot
film ini dan mengkritik sutradaranya
yang bernama James Gun karena dianggap
menyelipkan pesan politik yang
provokatif di dalam sana. Padahal ya
yang udah-udah kan malah sebaliknya ya.
yang udah-udah tuh mereka paling sering
gitu ya bikin film untuk ngebela mereka
sendiri, untuk mengagung-agungkan nama
mereka yang seolah-olah mereka itu
superheronya. Nah, tapi di film kali ini
mereka enggak terima karena mereka
justru dianggap sebagai musuhnya. Bahkan
nih, Geng ya, dari pihak mereka ini ada
yang bilang ini adalah film superhero
paling berani ya karena secara simbolik
menantang narasi dominan yang selama ini
dibangun di media mainstream. Nah, tapi
di sisi lain banyak penonton yang
terutama merupakan dari negara-negara
pendukung Palestina mereka malah
memuji-muji film ini. Dan mereka bilang
ini adalah bentuk perlawanan budaya cara
menyuarakan keadilan lewat media populer
tanpa harus pakai pidato atau
demonstrasi. Nah, tapi tetap aja, Geng,
film ini bikin kita bertanya-tanya.
Sejauh mana sih media bisa mempengaruhi
cara kita melihat konflik dunia dan apa
peran kita sebagai penonton di dalam
membaca pesan-pesan tersembunyi di balik
film-film kayak gini.
Terus, Geng, nah ini sorry banget ya,
mungkin intronya agak panjang nih ya. Di
sini gua pengen nyampein poin-poinnya ke
kalian karena memang pembahasan ini
cukup seru nih. Jadi nanti ada juga nih
kita bahas soal perbedaan antara film
Superman garapan James Gun ini dengan
garapannya Zack Snyider. Yaitu diketahui
ya bahwa Snyider itu yang menyuturadarai
Man of Steel tahun 2013 dan Batman
versus Superman tahun 2016. Dia ini
dikenal punya kedekatan yang lebih
proabilisme atau mendukung seseorang
atau golongan yang mapan dan kaya. Ya,
banyak pengamat menilai bahwa
film-filmnya cenderung menampilkan
Superman sebagai simbol kekuatan militer
dan moral Amerika yang notabnya adalah
sekutu utama Istri Will. Nah, jadi
berbeda banget dengan film yang tahun
2025 e yang dibikin oleh James Gun ini
bertolak belakang. Bahkan ya di film
yang dibuat oleh Snyider ya filmnya yang
Man of Steel itu ada adegan di mana
Superman secara eksplisit bekerja sama
dengan militer AS. Seolah-olah dia
adalah alat negara bukan simbol
perlawanan terhadap penindasan. Nah,
sedangkan kalau James Gun ini bikin
Superman yang justru membela rakyat
kecil dan melawan infansi negara kuat,
ya itu seperti tamparan halus buat
pendekatan Sneider sebelumnya. Jadi
kalau Sneider sebelumnya konsepnya itu
kayak ya superhero yang membela negara
kaya, yang membela militer Amerika. Nah,
sementara James Gun membuat superhero
yang benar-benar membela rakyat kecil.
Dan kalau kita lihat reaksi komunitas
Zionis yang menyerukan boikot ini, bisa
dikatakan James Gun ini berhasil bikin
Superman kembali ke akar idealismenya.
Bukan sekedar ikon kekuatan, tapi simbol
keadilan yang membela kaum lemah. Dan
lebih gilanya lagi ya, film ini tayang
juga di Indonesia loh, Geng. Negara yang
jelas-jelas enggak punya hubungan
diplomatik sama istri Will dan secara
politik berdiri di sisi Palestina. Tapi
film yang diduga nyentil konflik ini
bisa masuk ke bioskop, ditonton jutaan
orang, dan jadi bahan diskusi di media
sosial. Nah, apakah kita sebagai
penonton udah cukup sadar nih buat baca
simbolis yang tersembunyi di sana atau
kita terlalu sibuk menikmati CGI yang
keren atau adegan aksi di film tersebut
sampai kita lupa kalau film ini bisa
punya agenda yang lebih dalam. Nah, di
video kali ini gua bakal ajak kalian
buat ngulik lebih jauh gimana sih narasi
filmnya bisa jadi alat perang opini.
Gimana Hollywood kadang menyisipkan
pesan politik lewat karakter superhero
mereka di film mereka. Dan kenapa untuk
saat ini kita enggak bisa hanya
menganggap sebuah hiburan atau sebuah
tontonan cuma sebatas tontonan atau
sebatas hiburan aja? Karena ya ternyata
terselip banyak propaganda di sana.
Apalagi kalau kita nonton film-film bule
ya kan film-film Hollywood ya. Kalau
kita nonton film negara kita sih yah
gimana ya. Yang keren-keren sih udah
banyak tapi yang enggak kerennya juga
enggak kalah banyak. Nah, tapi kalau
film-film Hollywood nih ya itu banyak
sekali pesan-pesan yang tersirat.
Langsung aja nih kita bahas secara
lengkap tentang propaganda film Superman
ini. Halo geng, welcome back to Kamar
Jerry
[Musik]
Genggeng. Jadi geng sebelum kita masuk
ke inti videonya, kita bakal membahas
dulu kenapa film Superman ini sekarang
itu bisa dikatakan sebagai kelahiran
kembali dari sosok Superman.
Oke, jadi sebelumnya kita bahas dulu nih
tentang sistem Universe DC. Jadi, semua
ini bermula ketika Marvel Cinematic
Universe atau MCU itu mulai menguasai
box office dunia dengan narasi yang
terstruktur dan karakter yang saling
terhubung. Di saat itu, Warner Bros itu
merasa perlu melakukan hal serupa di
komics yang sudah lama menjadi rumah
bagi icon superhero seperti Batman,
Superman, Wonder Woman. mereka itu ya
merasa gak bisa hanya menonton dari
pinggir arena aja. Maka akhirnya
lahirlah proyek besar yaitu DC Extend
Universe atau DCEU. DCEU ini diluncurkan
secara resmi melalui film Man of Steel
tahun 2013 yang disutradarai langsung
oleh Zack Snyider. Tapi cara pendekatan
mereka ini beda banget. Jadi pendekatan
tuh maksudnya kayak cara mereka
memperkenalkan ke masyarakat tuh beda
banget. Mereka itu enggak menggunakan
pendekatan ringan atau penuh humor ala
Marvel. Snyider itu lebih memilih jalur
yang lebih kelam. dark gitu, berat
pembahasannya dan filosofis. Jadi
sebenarnya tuh kalau untuk ditonton oleh
apa ya bocil-bocil yang suka superhero
itu sebenarnya agak berat untuk otak
mereka. Tapi begitulah cara Snyider ini
memperkenalkan dunia tersebut, dunia
superhero ini. Di saat itu Superman tuh
enggak lagi digambarkan sebagai pahlawan
yang sempurna kayak di dalam komiksnya,
tapi justru sebagai sosok alien yang
bergulat dengan identitas dan tanggung
jawabnya di tengah dunia yang penuh
ambigu, moral dan pertanyaan tentang
jati diri gitu. Mereka menggunakan tone
yang serius, sinematografinya yang
gelap, suram, dan konflik yang reflektif
gitu, Geng. Nah, namun sayangnya di geng
ketika Justic League dirilis pada tahun
2017, proyek ini ternyata gagal karena
si Snyider ini malah mundur dari
produksi dengan alasan ada tragedi
dengan keluarganya dan akhirnya dia
digantikan oleh Josh Wedon yang datang
dengan eh apa ya konsep dan gaya yang
berbeda lah. Nah, film ini jadi campuran
tone yang kacau lah. Narasi yang
dipangkas maksudnya tuh dipotong
beberapa narasinya dan karakternya jadi
kehilangan arah. Karena kan dari awal
yang udah ngarahin itu adalah Snyider.
Semenjak dia keluar ya jadi berubah
semua dan publik pun jadi kecewa di saat
itu. Nah, akhirnya di CEU itu terlihat
seperti kapal raksasa yang enggak ada
nahkodanya. Mereka perusahaan besar tapi
enggak tahu arahnya ke mana. Dan dengan
ini di CU pun akhirnya resmi dibubarkan,
dihentikan. Bukan karena gagal total,
tapi karena ini adalah eksperimen besar
yang penuh pelajaran bahwa membangun
sebuah ee apa ya? semesta sinematik.
Tidak hanya soal karakter yang kuat,
tapi juga konsistensi visi, penyusunan
narasi, dan keberanian untuk
menyelaraskan ideologi. Nah, tapi
sayangnya ya kaptennya alias si
Snyider-nya malah cabut di tengah-tengah
jalan.
Terus, Geng, walaupun ada banyak film
dari DCEU ini, kita bakal fokus ke film
Superman-nya aja karena memang e
pembahasan kita soal Superman ya di
tahun 2025 ini. Nah, jadi di dalam film
Man of Steel tahun 2013 itu terlihat
bahwa Superman buatan Zack Snyider itu
lebih kayak penggambaran dewa karena
memiliki kekuatan super. Nah, kekuatan
dari Superman ini digunakan untuk
berperang bersama militer AS dan
ditonjolkan sebagai senjata milik
militer AS. Walaupun dia superhero, tapi
dia enggak dianggap kayak independen
gitu loh. Kayak manusia super doang yang
bisa nolong umat manusia. Enggak. Tapi
justru kayak dia ini apa ya? Kayak ee
tentaranya AS gitu, tapi yang pasukan
khususnya atau manusia khususnya. Nah,
jadi dia berada di bawah kaki militer
AS. Kurang lebih kayak gitulah
penggambaran Superman pada awal-awal
dibuat. Dia juga menggambarkan Superman
itu sebagai karakter yang penuh
pengorbanan, kesendirian, dan dilema
moral. Dunia di dalamnya juga beda
banget. di mana di dalam film garapan
Zack Snyider ini, dunia itu bereaksi
terhadap Superman lebih ke dewa atau
seseorang yang super duper kuat banget.
Jadi, orang-orang jadinya terlalu
mendewa-dewakan e si Superman ini. Bukan
lagi kagum sebagai superhero, enggak.
Tapi justru kayak udah mentuhankan dia
gitu. Begitulah gambaran Superman di
awal pembuatannya. Nah, terus visual dan
alurnya juga sangat dark di mana sangat
banyak simbol religius dan narasi-narasi
gelap yang seolah-olah membuat Superman
ini sebagai karakter yang harus
diwaspadai. dan dihindari. Nah, jadi
kalian udah dapat gambaran tuh ya gimana
Superman pada zaman dulu. Sedangkan
untuk saat ini ketika Superman ini
terlahir kembali, ya digarap kembali,
dibuat filmnya oleh James Gun yaitu
Superman 2025 yang rilis pada 9 Juli
2025, itu terlihat bahwa karakter dari
Superman ini ya berubah lebih ke orang
baik, melindungi rakyat sipil, bukan
sebagai alat militer. Dan di sini
terlihat perbedaan dari kedua karakter
bahwa karakter Superman dari James Gun
lebih manusiawi dan realistis ketimbang
yang dibuat oleh Zack Snyider. Dan
Superman ini juga digambarkan sebagai
superhero yang dekat dengan masyarakat
sehingga banyak orang-orang yang
mengagumi dia, bukan mendewa dewakan
atau memuja dia kayak Tuhan. Dan ini
benar-benar berbanding terbalik dari
filmnya Zack Snyider. Nah, kalau Zack
Sneider kan bikinnya tuh seolah-olah
Superman itu tidak tersentuh ya, tidak
bisa digapai oleh manusia karena dia
punya kekuatan dewa. James Gun juga
membuat ee kesan dengan visual yang
cerah, enggak terlalu tegang, bernuansa
komik klasik. Nah, tapi banyak juga pro
dan kontra nih dari film Superman baru
ini. Karena kan ya gak semua orang bisa
menerima perubahan ya. Ada yang suka
kalau karakternya ini digambarkan kuat
dan didewa-dewakan kayak si Snyider
dulu. Ada juga yang suka kalau
karakternya lebih realistis dan
manusiawi meskipun dia tetap dianggap
sebagai alien seperti digambarkan dalam
film yang sebelumnya. Nah, beberapa
orang itu gak suka, Geng, sama karakter
Superman dari James Gun ini. Karena
mereka merasa kalau karakternya itu
terlalu lembut, enggak menggambarkan
orang yang super power sehingga kurang
berwibawa, katanya.
Nah, terus Geng persoalan rating nih,
Geng. Entah kenapa rating-ratingnya itu
berbeda-beda ya. Di IMDb itu ratingnya
menyentuh angka 7,6. Sedangkan di Roten
Tomatous itu audiens memberikan rating
84% di tomatoer dan sementara di popcorn
meter itu diberikan 92%. Nah, kalau kita
lihat di sini berarti walaupun ada pro
dan kontra dan ya yang enggak suka juga
banyak gitu ya, tapi ratingnya cenderung
besar. Kenapa bisa film Superman 2025
ini mendapatkan rating yang gede banget
kayak gitu? Padahal ya banyak yang
enggak suka juga gitu. Nah, jadi
langsung kita akan bahas nih alasan film
ini mendapatkan rating yang sangat
tinggi. Walaupun sebenarnya yang gak
suka juga banyak. Kita masuk ke dalam
pembahasan interpretasi konflik
Palestine dan isil di dalam film
Superman yang baru ini.
Jadi, geng ya rating yang cukup bagus
ini ternyata terletak pada beberapa hal
yang diangkat dan disinggung di dalam
film Superman karya James Gun ini. Hal
ini juga berkaitan dengan penggambaran
sosok Superman di film yang humanis
sehingga lebih peka sama apa yang
terjadi di kehidupan manusia yang nyata
saat ini. termasuk isu sosial dan
politik dengan bahasa ringannya tuh
kayak relate gitu sama kehidupan kita
sehari-hari. Nah, jadi orang-orang tuh
jadi suka ya kan. Nah, yang pertama ini
ya ada interpretasi antara konflik
Palestina dan isriw yang menyinggung
tentang imigran dan penjajahan wilayah.
Nah, di dalam film ini disebutkan bahwa
ada dua negara fiktif yang berperang,
yaitu yang gua sebutkan sebelumnya yang
bernama Boravia dan Jarhanpur. Nah, di
dalam video ini dijelaskan bahwa motif
di balik penjajahan Boravia terhadap
Jarhanpur itu adalah karena Fasil Gurkos
yang merupakan presiden Boravia yang
berniat ingin mengambil alih tanah di
negara tersebut. Nah, diketahui bahwa
Boravia ini ingin melakukan penjajahan
di Jarhanpur karena Boravia itu dapat
pasokan senjata dari Amerika. Sementara
Jarhanpur adalah negara tanpa adanya
dukungan militer sama sekali. Jadi
ketika Boravia ini menginvasi Jarhanpur,
yang jadi garda terdepannya adalah warga
sipil yang tanpa persenjataan. Namun
pada akhirnya mulai terkuak nih sosok di
balik sang pemasuk senjata itu bernama
Lex Luthor yang merupakan musuh
bebuyutan dari Superman. Nah, dia
berencana ingin mengambil separuh
wilayah Jarhanpur yang lain untuk
dikuasai dan dibangun menjadi negara
baru. Dan Lex Lutor ini juga memiliki
skenario lain, yaitu ingin menjual
banyak senjata dengan harga murah dan
memasuknya ke tentara Boravia. Wah,
benar-benar penggambaran apa ya? Kayak
yang ngejual senjatanya Amerika yang
ingin menjarah negaranya itu adalah
istri Will ya kan? Dan ya ini relate
banget sebenarnya. Dan akhirnya nih,
Geng, ya, banyak orang-orang di saat itu
yang menyama-nyamakan kasus ini dengan
apa yang terjadi antara Isriwil dan
Palestina. Di mana Palestina adalah
Jarhanpurnya, sementara Isriwel adalah
Boravia yang mana sama-sama dapat
senjata dari Amerika juga. Dan untuk
Jarhanpur adalah negara tetangga yang
lebih miskin yang warga sipilnya
menghadapi serangan udara berkali-kali
yang dilakukan oleh Boravia. Di film ini
juga disebutkan kalau Amerika itu atau
di sini Luthor gitu ya, itu ikut agar
mendapatkan sebagian wilayah Jarhanpur.
Nah, mungkin ini juga yang menjadi motif
kenapa Amerika terus-terusan membela
istri Will agar bisa mendapatkan wilayah
di Palestina nih disamainnya kayak gitu.
Dan oleh karena itulah geng, banyak yang
menduga film ini yang dibuat oleh James
Gun merupakan film yang menyuarakan anti
is rewel. Akhirnya banyak media is rewel
yang mulai mengomentari film Superman
karya James Gun ini. Padahal di situ
enggak secara terang-terangan menyebut
Isri Will, tapi media-media isil malah
kelabakan. Mereka ikut berkomentar
tentang seorang kritikus film amatir
yang bernama Evan yang memberi rating
film Superman terbaru ini dengan lima
bintang yang whiches itu adalah bintang
tertinggi. Nah, mereka juga menyoroti
aksi Evan yang menulis di platform
leatherbx. Evan ini memuji identitas
visual unik dari film tersebut dan
menyebutkan kalau sutradara sekaligus
penulis skenarionya yaitu James Gun
sebagai sutradara komik terbaik. Dan
Evan juga menambahkan sangat anti istri
Will dan dia mengatakan sungguh luar
biasa melihat film blockbuster dari
studio besar seperti ini. Hal tersebut
membuat media dan rakyat istri langsung
geram, Geng. Dan diedit, beberapa
pendukung Istri Will itu mengkritik
James Gun dan juga DC Studios karena
memasukkan pesan anti Istri Will ke
dalam film tersebut.
Nah, para pendukung istri Will ini itu
merasa apa yang dilakukan sangat tidak
sopan dan menyedihkan bahwa seorang
pahlawan super yang diciptakan oleh dua
seniman Yahudi kini justru digunakan
untuk menyebarkan pesan-pesan antiriwel
dan ini disebarkan ke seluruh dunia ya,
termasuk kepada para pendukung istri
Will sendiri katanya gitu. Jadi,
Superman ini awalnya itu diciptakan oleh
ee seorang seniman Yahudi. Nah, tapi
justru sekarang dipakai untuk jadi alat
anti Israwiil. Dan diskusi panjang pun
terjadi setelah itu, Geng. Membahas niat
dari James Gun menyisipkan adegan atau
pesan tersebut. Dan dipertanyakan juga
apakah dugaan Bias Pro Palestine di
dalam video tersebut hanya bergantung
pada pandangan orang yang melihatnya
atau memang sengaja nih dibuat oleh si
James Gun ini gitu. Tapi geng, ada juga
nih yang pro film Superman atau yang pro
dengan film ini dan mereka mendukung apa
yang dilakukan oleh James Gun. Mereka
juga mengkritik apa yang dilakukan oleh
para pro Isriwil ya, serta mengkritik
agresi yang masih dilakukan oleh Isriwil
ke Palestina. Jadi dengan adanya film
ini justru sangat baik menurut mereka
karena menyisipkan pesan-pesan moral ya
terhadap orang-orang di seluruh dunia
bahwa ya menjajah negara lain, mengambil
atau mencaplok tanah orang lain dengan
pertumpahan darah itu adalah sesuatu
yang mengerikan, memalukan, dan tidak
layak gitu, Geng. Nah, oke sekarang kita
bakal masuk nih ke dalam pembahasan
tentang kehadiran buzzer-buzzer di dalam
film Superman ini. Gimana sih? Ya, untuk
era sekarang kan salah satu senjata yang
paling ampuh itu ya, pasukan yang paling
ampuh gitu ya, itu adalah buzer. Dan
ternyata ketika film Superman ini muncul
ada buzernya juga. kita bahas.
Jadi, geng, gua juga mau bahas nih
tentang Lex Lutor yang merupakan musuh
Superman. Dia ini bukan superhero,
melainkan cuma manusia biasa. Karena dia
cuma manusia biasa, dia itu harus cari
cara buat bisa ngalahin Superman pakai
akalnya dia. Selain membuat konflik
antara Boravia dan juga Jarhanpur, Lex
Lutor di dalam film ini juga menggunakan
strategi yang lagi ramai dipakai sama
politisi-politisi, yaitu menjadi
buzernya Superman dan menyerang dia
lewat media sosial.
Relate banget ya sama kehidupan
sekarang, kan? Nah, jadi dia ini
menginginkan agresi untuk memancing
Superman supaya ikut campur dalam
geopolitik negara lain. Karena diketahui
bahwa dia adalah musuh bebuyutan dari
Superman. Dan skenario itu ternyata
berhasil ketika Superman masuk perangkap
Lex Luthor dan dia menghentikan agresi
tersebut tanpa menyadari efeknya
terhadap pemerintahan Amerika Serikat.
Nah, di situasi inilah kemudian
dimanfaatkan oleh Lex Luthor untuk
mengubah citra Superman sebagai ancaman
yang harus dihentikan oleh pemerintah.
Nah, dia juga membuat serangkaian
pembunuhan karakter terhadap Superman di
media sosial hingga namanya dipenuhi
kritik dan kecaman. Dan citra Superman
sebagai superhero itu dipertanyakan. Dan
kondisi ini ya mirip banget sama dunia
nyata yang terjadi sekarang di mana para
politisi-politisi dan orang-orang yang
berkuasa menggunakan alat yaitu media
sosial dengan buzernya untuk menjatuhkan
kompetitor mereka serta membangun citra
positif bagi diri mereka sendiri atau
perusahaan mereka sendiri. Mirip banget
ya sekarang udah ada loh di film udah
ada di film superhero
pembazer-pembazernya ini ya.
Terus geng, Lex Luthor sebagai tokoh
antagonis yang bukan hanya jenius dan
manipulatif gitu ya, tapi juga sangat
relevan dengan zaman. Diperankan oleh
Nicholas Hol. Luthor ini tampil sebagai
miliarder teknologi yang memiliki
kontrak besar dengan pemerintah. Nah,
dia menguasai media dan memanipulasi
opini publik. Wah, ini dari sini kalian
nih harus paham ya. Sekarang tuh cara
dunia berjalan tuh kayak gini, Geng. Mau
sebusuk apapun seseorang, kalau dia udah
pegang media, punya banyak duit, hm dia
bisa memperbaiki citranya dia dalam sat
detik tuh. Nah, jadi geng bagi banyak
penonton, karakter ini bukan sekedar
musuh Superman. Dia ini adalah refleksi
langsung dari beberapa orang yang
dianggap sebagai orang kaya yang dekat
dengan pemerintah. Kira-kira siapa? Coba
tebak ya. Kalau ada yang jawab Elon Musk
atau CEO dari Tesla SpaceX dan pemilik
platform X yang dulunya Twitter, kalian
benar. Jadi penggambarannya mirip banget
sama Elon Max ya kan kaya iya ya kan
banyak duit. Punya perusahaan atau
platform media yang bisa merubah cara
berpikir dunia. Iya yaitu dia punya
Twitter alias X. Dan ini benar-benar
mirip. Kemiripan ini bukan cuma
kebetulan karena di dalam wawancara Hold
mengaku mendengarkan audio book biografi
Elon Marx saat dia mempersiapkan peran.
Meski dia menyangkal bahwa karakter
Luthor ini didasarkan langsung pada Elon
Marx, tapi ketika dia belajar untuk
menjadi karakter dari Luthor, dia malah
mendengarkan audio book biografi Elon
Max. Berarti kan ngarah ke sana cuma
enggak mau ngaku aja. Nah, namun geng
gestur gaya bicara dan aura savior
complex yang ditampilkan Luthor itu
mirip banget dengan citra publiknya Elon
Marx sebagai seorang miliarder yang
merasa dia adalah solusi bagi umat
manusia tapi sering sekali justru memicu
kontroversi global. Dan menariknya ya,
Elon Max itu dulu justru dianggap
sebagai inspirasi bagi karakter heroik
seperti Tony Stark dan Iron Man. Di
dalam Iron Man 2008, Tony Stark itu
digambarkan sebagai miliarder yang
menggunakan teknologi untuk
menyelamatkan dunia. Dan Elon Max bahkan
muncul sebagai kameo di dalam adegan
Iron Man 2. Nah, tapi seiring
berjalannya waktu, persepsi publik itu
berubah ketika Elon Max ini mulai
terlibat di dalam urusan geopolitik,
mengontrol platform media sosial,
membuat pernyataan kontroversial eh
dekat sama Donald Trump, citranya
bergeser dari visioner menjadi arsit
villain. Nah, di sinilah akhirnya
orang-orang tidak lagi memuja-muja
miliarder teknologi ini sebagai
pahlawan, tapi justru sebaliknya mereka
menjadi inspirasi bagi karakter
antagonis ya untuk hal-hal yang
berlawanan dengan hal yang menyenangkan
lah. Mulai dari karakter Miles Brown di
Glass Onion hingga Chat Hammer di komik
Thor dan juga tentu saja Lutor di
Superman 2025 ini. Jadi karakter Elon
Marx digambarkan sebagai orang yang kaya
raya dan tidak menyenangkan. Dan di
dalam komik Superman House of Brainiac
spesial yang pertama dii bahkan
menyisipkan sindiran langsung terhadap
Elon Marx di platform fiktif yang
bernama Lex Sema ya parodi dari X atau
Twitter akun free Lex Lutor gitu ya itu
membalas teori konspirasi dengan satu
kata yaitu interesting gaya khas Elon
Marx saat memperkuat postingan politik
tanpa penjelasan. Nah, ini bukan hanya
lelucon tapi kritik terhadap cara Elon
Marx mempengaruhi opini publik. Dia kan
sering banget tuh ngepost-ngepost
sesuatu ya kan. Misalkan capture run ya,
caption-nya interesting. Wah, jadi
orang-orang kayak, "Wih, apaan nih?"
gitu. Nah, sebenarnya nih geng, aksi
buzer kayak gini emang udah marak banget
bahkan di negara kita sendiri. Dan
menurut artikel yang gua dapat, peran
buzer di dalam membangun persepsi publik
saat kampanye politik itu udah menjadi
sorotan dunia. Brat Shaw and Howard di
2019 sudah merilis hasil penelitian
mereka mengenai penggunaan buzzer di
berbagai negara. Penggunaan buzer di
dalam konteks berpolitik sudah hampir
dilakukan di seluruh belahan dunia.
Sebanyak 89% dari 70 negara yang menjadi
subjek penelitian mereka itu menggunakan
buzer untuk menyerang lawan politiknya.
Nah, di Indonesia sendiri buzer
digunakan oleh politisi dan partai
politik di dalam membangun opini dan
dukungan publik terhadap seorang calon
pemimpin. Dan kecenderungan Bzer
Indonesia adalah membangun topik
menggunakan akun-akun palsu yang
dikendalikan oleh manusia ataupun robot
dalam jumlah yang besar untuk
menciptakan konten yang bersifat
misinasi dan disinformasi. Nah, masifnya
pesan yang diproduksi oleh buzer itu
membuat topik pembicaraan akan menjadi
training topik di media sosial. Ya, jadi
kayak apa ya bisa dikatakan mm isu-isu
yang sebenarnya enggak heboh enggak ada
gara-gara buzer tuh jadi heboh, isu-isu
palsu jadi ada, isu-isu hoa jadi nyata
gitu, Geng. Itu kerjaan buzer. Nah, jadi
itu dia, Geng, ya, persamaan antara
Luthor dan Elon Max. Gimana menurut
kalian? Apakah mirip atau memang ya
malah terinspirasi? Dan banyak
pesan-pesan moral dari film Superman ini
ya, Geng. Dan erat kaitannya sama isu
yang sekarang sedang terjadi. Tapi ada
satu hal nih yang cukup mengganjal. Nah,
kalian ingat enggak, Geng? Ya, di DC EU,
ya, ada film Wonder Woman yang dulu
pernah kontroversi banget. Yang mana
Wonder Woman ini diperankan oleh aktris
terkenal asal Istri Will yang bernama
Galgadot. Nah, itu kan film sempat
diboikot tuh karena Galgadot di sana
benar-benar kayak apa ya? Pro is rewiel
banget. Nah, gimana tuh nasibnya
sekarang? Apakah dia ini masih akan
tetap menjadi wonder di film selanjutnya
di bawah naungan James Gun? Karena kan
James Gun yang bakal memproduksi ini.
Nah, jika benar kayak gitu, gimana bisa
nih James Gun sekarang sudah pro
Palestina? Sementara si bintangnya
Galgadot pro is rewill. Ini kan
bertabrakan kontradiktif. Nah, terus
apakah eh yang dilakukan oleh James Gun
ini jangan-jangan hanya untuk menarik
simpati orang-orang yang pro Palestina
untuk mau nonton film Superman? Karena
dia tahu yang pro Palestina di muka bumi
ini udah semakin banyak sekarang, ya
kan? Nah, atau ini benar-benar tulus
dari hatinya dia. Nah, sekarang kita
akan masuk nih ke dalam pembahasan nasib
Galgadot dan keberlanjutan film Wonder
Woman. Apakah akan diboikot lagi atau
justru akan lebih meledak atau mungkin
diganti gitu Galgadotnya dengan orang
lain. Kita bahas.
Jadi, Geng faktanya ya sebelum James Gun
ini ambil alih project dari DCEU ya,
Galgadot itu menjadi aktris yang dipilih
untuk memerankan Wonder Woman dan udah
ada dua film Wonder Woman sebelumnya.
Dan Galgadot sendiri adalah orang istri
Will yang sangat mendukung agenda
Zionis. Nah, akhirnya dari sinilah
banyak haters-hatters dia ya yang enggak
suka dengan dia dan tidak mau menonton
film Wonder Woman karena dia sangat pro
dengan Istri Will. Nah, tapi di satu
sisi ada yang menilai bahwa memang
akting dan dialog yang dilakukan oleh
Galgadot itu buruk juga, enggak bagus.
Bahkan ada yang menyebut kalau Galgadot
dicap sebagai salah satu aktris terburuk
dengan beberapa dialog filmnya yang
terkenal paling buruk. Dan bahkan geng,
dia sempat bermasalah dengan salah satu
teman mainnya yang di saat itu sedang
memainkan film Snow White yaitu Rachelle
Zegler. Nah, si Rachel ini kan bukan
orang Yahudi dan dia ini berasal dari
Polandia dan juga campuran Colombia.
Nah, dia ini malah mendukung Palestina
sejak tahun 2021. Ketika trailer Snow
White yang tayang perdana pada Agustus
2024, dia mengunggah postingan di X
untuk merayakan 120 juta penayangan
dalam 24 jam pertama. dan dia bilang
selalu ingat bebaskan Palestine dalam
bahasa Inggris dan itu dia taruh di
akhir postingannya selalu ada dan hal
ini dianggap sebagai bentuk sikap dari
Russell yang menyerang Galgadot karena
Galgadot yang pro terhadap istri Will.
Nah, namun pada akhirnya film Snow White
di-cancel oleh banyak orang dan enggak
cuma karena Galgadotnya yang Zionis,
tapi juga dari segi ceritanya yang
enggak mirip sama cerita Snow White yang
asli. Bahkan ada yang enggak suka juga
sama sikapnya Russell. Ya, intinya yang
pro Isriwel gak suka sama Rachel, yang
pro Palestina gak suka sama Galgadot.
[Musik]
Terlepas dari segala konflik terkait
film Snow White yang jadi pertanyaannya
gimana nasib Galgadot sebagai Wonder
Woman nih? Jadi, geng Galgadot ini
awalnya kan masih bakal kembali jadi
Wonder Woman ya di film ketiga yang
disutradarai oleh Patty Jenkis. Nah, itu
juga tertulis di postingan Instagram-nya
Galgadot yang mengaku enggak sabar akan
memainkan karakter Wonder Woman di film
selanjutnya. Galgadot juga bilang hal
yang sama di sebuah interview di bulan
Agustus tahun 2023. Tapi Patty Jenkins
itu bilang di bulan Desember 2023 dia
bilang, "Ya, kemungkinan proyek Wonder
Woman itu enggak akan terjadi." Dari
sinilah mulai beredar isu kalau Galgadot
sengaja didepak dari proyeknya DC. Tapi
beberapa minggu kemudian, tiba-tiba
James Gun membantah kalau mereka sengaja
mengeluarkan Galgadot. Dia bilang,
"Enggak ada tuh Galgadot enggak
dikeluarkan dari project Wonder Woman."
Tapi kalau emang benar Galgadot akan
kembali jadi Wonder Woman, ini bakal
kontradiktif sama pesan yang sudah
diangkat di film Superman oleh James Gun
ya kan. Nah, karena di dalam film
Superman ya di saat itu James Gun itu
seolah menolak penindasan tapi kalau dia
sampai memainkan Galgadot sebagai aktris
selanjutnya itu enggak masuk banget
karena aktris yang satu ini kan pro
terhadap penindasan gitu. Apa itu
artinya? James Gun cuma menarik simpati
orang yang pro Palestine untuk bisa
nonton Superman di film Superman itu.
Nah, tapi geng beruntungnya prasangka
itu terjawab beberapa hari yang lalu.
James Gun memberikan pernyataan. Dia
mengatakan kalau dia sedang menggarap
Wonder Woman tapi bukan film lanjutan
dari sequel yang sebelumnya yang
dimainkan oleh Galgadot, melainkan ini
adalah film terbaru dan Galgadot tidak
akan kembali memerankan Wonder Woman.
Sebab James Gun bilang kalau pemainnya
belum ditentukan. Ada kabar kalau ya
pengganti Galgadot adalah Adria Arjona.
Jadi opsi dari aktris yang bakal
memerankan Wonder Woman. Namun masih
belum dikonfirmasi apakah itu udah fix
atau belum. Jadi kita tunggu aja nih
berarti ya targetnya James Gun ini untuk
membela Palestina emang tulus kayaknya
ya. Kita tunggu nanti update lanjutannya
dari pemeran Wonder Woman ini siapa
karena Galgadot enggak dipakai lagi.
Nah, jadi itu dia, Geng, pembahasan kita
kali ini tentang film Superman yang
mendapat kecaman dari orang-orang yang
pro Istri Will dan mendapat dukungan
dari orang-orang yang pro Palestina dan
beberapa isu di dalamnya. Gimana geng,
menurut kalian tentang film Superman
yang baru ini? Benar enggak ada
keterkaitannya dengan Palestina East
Rewiel dan Amerika? Coba deh tinggalkan
komentar di bawah.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:58 UTC
Categories
Manage