SELEBGRAM INDO DITANGKAP DI MYANMAR ! BELI ORGAN MAN*SIA PADA PEMBERONTAK BERSENJ4TA ?
9BHas4nKFjw • 2025-07-06
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Geng, lagi ramai banget nih pemberitaan
tentang seorang selepgram asal Indonesia
yang kabarnya ditangkap oleh otoritas
Myanmar. Biasanya kan kalau kasus-kasus
yang terjadi di Myanmar atau Kamboja
gitu ya, itu sering sekali dihubungkan
dengan judul ya kan. mengingat Myanmar
ya pertumbuhan judulnya juga cukup besar
dan banyak orang Indonesia yang pergi ke
sana untuk dipekerjakan sebagai e admin
judul atau justru scammer. Mau itu yang
tertipu oleh agen pencari kerja atau
justru memang mereka punya keinginan
sendiri dan tergiur dengan gaji yang
besar untuk bekerja sebagai seorang
scammer atau ya admin judul tadi. Terus
berbeda dengan kasus yang akan kita
bahas ini. Jadi si selebgram yang satu
ini tertangkap bukan karena kasus yang
serupa, bukan karena judul, bukan karena
scammer. Nah, tapi dia ditangkap dengan
tuduhan berkomplot dengan kelompok
pemberontak di Myanmar. Mau ngapain sih
lu? Selepgram di Indonesia tiba-tiba mau
jadi anggota kelompok pemberontak. Buat
apa? Nah, gua disklaimer sedikit nih
buat yang belum tahu. Di saat ini
Myanmar sedang di dalam kondisi yang
enggak aman, Geng. Karena sedang ada
konflik di sana sejak kudeta militer
yang terjadi di tahun 2021. Nah,
konfliknya itu sampai sekarang. Dan
gimana bisa ya ada orang Indonesia yang
tiba-tiba ambil bagian dari kelompok
memberontak Myanmar ini ya. Kalau sampai
ditindak, tuduhannya sudah masuk ke
dalam aksi terorisme yang mana tuntutan
hukumannya bisa lebih parah dibandingkan
kejahatan yang lain. Udah bagus-bagus
jadi selebgram di sini, udah bisa pargoy
ya kan malah ke sana megang senjata.
Ditangkap kan sekarang. Nah, namun
apakah pemberitaannya demikian?
Sebenarnya apa yang terjadi? Selepgram
Indonesia ini apakah benar berperan di
dalam kelompok pemberontak Myanmar
tersebut? Dan yang bikin netizen
Indonesia jadi penasaran adalah siapa
sih orangnya, selebgram yang mana gitu.
Kalau ngomong selepgram di Indonesia
udah banyak banget. Nah, netizen jadi
menebak-nebak dan mencocoklogikan
beberapa nama yang cocok dengan inisial
dari selepgram tersebut yang disebutkan
di berbagai media. Tapi ada satu nama
yang paling sering disebutkan dibanding
yang lain oleh netizen. Siapa dia? Ya,
buat yang mau tahu silakan dengar
pembahasan ini sampai selesai karena ini
cukup seru untuk kita bahas. Oke,
langsung aja nih, Geng. Kita bahas
secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back
to Kamar Jerry,
[Musik]
Geng. Geng, kita langsung masuk ke dalam
pembahasan utamanya nih, Geng. viralnya
kabar tentang selepgram Indonesia yang
ditahan oleh otoritas Myanmar ini.
Sebelumnya gua minta maaf ya, Geng.
Suara gua agak sedikit berbeda hari ini.
Enggak tahu tiba-tiba tuh suara gua
habis. Entah karena olahraga yang
terlalu berat tiba-tiba jadi kayak gini
atau justru kemarin sempat teriak-teriak
kali ya. Tapi gua lupa gua teriak
ngapain ya. Enggak apa-apa deh, kita
lanjutkan aja. Oke, jadi geng kabar
mengenai adanya selepgram asal Indonesia
yang ditahan di Myanmar itu pertama kali
diungkap oleh anggota Komisi 1 DPR yang
bernama Abraham Sirajaya pada saat rapat
bersama dengan Kementerian Luar Negeri
di gedung DPR di hari Senin tanggal 30
Juni tahun 2025. Nah, di dalam rapat
tersebut Pak Abraham ini menyampaikan
informasi secara langsung kepada Pak
Sugiono selaku Menteri Luar Negeri
Indonesia. Disebutkan kalau selebgram
yang berinisial AP usianya 33 tahun dan
merupakan seorang selebgram yang sering
membuat konten di sosial media. Nah,
awalnya dari data ke Menl itu enggak
ditemukan adanya warga negara Indonesia
yang terancam hukuman di Myanmar. Tapi
setelah melakukan koordinasi dengan
Kedutaan Besar Republik Indonesia atau
KBRI yang ada di Yangon ya di Myanmar,
Kemen lu mendapatkan informasi mengenai
WNI yang dimaksud yaitu si inisial AP
tadi. Penangkapan dia juga bukan
baru-baru ini, Geng. Tapi sudah di akhir
tahun kemarin. Namun putusan vonisnya
baru keluar beberapa hari yang lalu. Dan
setelah mendapatkan informasi ini, pihak
Kemenlu berusaha untuk menjembatani ke
otoritas Myanmar langsung. Di saat itu,
Direktur Jenderal Perlindungan Warga
Negara Indonesia Kemenlu yang bernama
Pak Juda Nugraha itu menyebutkan kalau
penangkapan terhadap AP ini bisa terjadi
disebabkan karena si AP ini dituduh
masuk secara ilegal ke Myanmar. Udah dia
masuk secara ilegal, terus dia ketemu
dengan kelompok yang bersenjata yang
dianggap sebagai organisasi terlarang
oleh otoritas Myanmar. Jadi kalau
misalkan di Indonesia tuh kayak lu
ketemu sama Gam yang ada di Aceh atau
ketemu sama OPM yang ada di Papua. Nah,
kurang lebih kayak gitu, Geng. Karena
dituduh berhubungan dengan kelompok
pemberontak, inilah hukuman yang
diberikan kepada si AP ini enggak
main-main. Dia langsung dijerat dengan
Undang-Undang Antiterorisme,
Undang-Undang Keimigrasian 1947, dan
Undang-Undang Perkumpulan yang melanggar
hukum atau yang lebih dikenal dengan
sebutan Unlawful Association Act yang
mana AP ini bisa dihukum selama 7 tahun
penjara. Vonis tersebut dijatuhkan
setelah proses pengadilan berjalan di
bawah sistem peradilan yang dikendalikan
penuh oleh militer Myanmar. Dan
diketahui juga kalau saat ini si AP ini
sudah mendekam di dalam penjara yang
bernama Insign Prison yang ada di
Yangon, Myanmar. Nah, Insin Prison ini
bukan sebuah fasilitas penahanan biasa,
Geng. Jadi, ini kalau gua bilang kayak
Nusakambangan kayaknya mirip-mirip tapi
mungkin beda style dari lokasinya. Kalau
misalkan Nusa Kambangan itu kan di
tengah-tengah pulau, di tengah-tengah
laut gitu kan. Nah, jadi Insent Prison
ini adalah salah satu fasilitas
penahanan dengan pengamanan tinggi yang
berada di bawah otoritas junta militer
Myanmar dan benar-benar menjadi tempat
bagi para teroris ditahan di sana. Dan
walaupun status vonis yang menjerat AP
itu berkekuatan hukum tetap di Myanmar,
namun pihak KBRI itu enggak membiarkan
begitu aja, Geng. KBRI itu melakukan
berbagai upaya untuk bisa membebaskan
dan membawa pulang kembali si AP ke
Indonesia. Ya, kita kan gak tahu ya
apakah benar dia berhubungan langsung
dengan kelompok terlarang tersebut atau
justru dia cuma kejebak. Satu-satunya
cara untuk bisa mengetahui ya
diselamatkan dulu, ya kan? Nah, lalu
geng menurut keterangan dari Pak Juda,
pihak KBRI Yangon itu sudah melakukan
berbagai upaya perlindungan sejak AP
ditangkap pada tanggal 20 Desember tahun
2024. Hal tersebut dilakukan dengan
mengirimkan nota diplomatik dan
melakukan akses ke konsuleran serta
pendampingan langsung pada saat
dilakukan pemeriksaan terhadap si AP
ini. Dan selain itu, KBRI Yangon juga
memastikan pembelaan pengacara untuk dia
dan permohonan pengampunan untuk si AP
ini dari pihak keluarga dan juga akan
difasilitasi komunikasi antara si AP
dengan keluarganya. Nah, dikabarkan juga
orang tua AP sudah menemui AP di penjara
tempat dia ditahan. Ke depannya
Kementerian Luar Negeri serta KBRI
yangon akan terus memonitor kondisi AP
selama menjalani hukuman penjara. Namun
juga tetap mengupayakan agar AP bisa
bebas dari sana.
Terus, Geng, Kementerian Luar Negeri itu
menyebutkan bahwa memang AP ini bertemu
dengan kelompok bersenjata di Myanmar.
Namun, dia enggak mendanai kelompok
tersebut. Nah, dia udah ngaku tuh dia
ketemu sama kelompok bersenjata itu,
tapi dia gak ada tuh embel-embel buat
ngasih duit katanya. Dan dia benar-benar
gak ada ngebantu apapun dalam setiap
operasi yang dilakukan oleh si kelompok
tersebut. Tapi yang masih menjadi
pertanyaannya adalah untuk apa AP ini
bertemu dengan kelompok pemberontak di
Myanmar? Ngapain mau ngonten kayak
enggak ada tempat lain? Ke Intan Jaya
aja sono sama OPM ketimbang ke Myanmar.
Dan apakah dia enggak tahu ya kalau
kondisi di Myanmar itu masih dilanda
konflik dengan kelompok bersenjata dan
otoritas Myanmar sendiri sangat ketat
untuk menindak siapapun yang berhubungan
dengan kelompok bersenjata. Lalu, geng,
ada keterangan dari anggota Komisi
Pertahanan DPR yang bernama Pak Tuagus
Hasanudin yang mana beliau mengatakan
bahwa saat ini otoritas Myanmar itu
masih melakukan penyelidikan terhadap
dugaan kriminal yang dilakukan oleh si
AP ini. Dan Pak Hasanudin itu mengatakan
saat ini DPR masih terus melakukan
koordinasi dengan Kementerian Luar
Negeri untuk mengetahui perkembangan
situasi di sana. Beliau juga menyebutkan
kalau Myanmar adalah negara yang
bergejolak karena saat ini sedang
terjadi konflik bersenjata dengan
penduduk setempat. Dan oleh karena itu
apa yang terjadi dengan AP ini menurut
beliau itu tidak terlepas dari
geopolitik yang sedang terjadi di
Myanmar. Apalagi secara kondisi fisik
warga negara Indonesia itu kan mirip
dengan orang Myanmar. Sehingga Pak
Hasanudin menduga kalau bisa saja AP ini
jadi korban salah tangkap oleh otoritas
Myanmar. Cuma Pak Hasanudin menghimbau
agar publik tidak berspekulasi
berlebihan dan meminta untuk menunggu
kabar yang resmi dari pemerintah karena
Kementerian Luar Negeri masih terus
berkomunikasi dengan Duta Besar
Indonesia untuk Myanmar.
Sementara itu, Sugiono selaku Menteri
Luar Negeri Indonesia belum menanggapi
kasus ini ya secara spesifik. Tapi Pak
Sugiono tetap memberikan himbauan kepada
seluruh WNI yang ingin pergi ke luar
negeri, termasuk ke Myanmar untuk
mengumpulkan informasi yang cukup
terlebih dahulu sebelum pergi ke sana.
Karena bahaya banget kondisinya dan
informasinya enggak cuma destinasinya
aja yang bakal kalian kunjungi atau
makanan apa yang harus kalian coba, tapi
juga harus mencari tahu mengenai
bagaimana tradisi di negara tersebut dan
bagaimana situasi negara ini saat kalian
akan berpergian. Nah, apakah sedang
baik-baik aja atau justru sedang terjadi
konflik? Misalnya kalian tetap kekeh mau
ke negara yang lagi konflik, ya riset
kalian tentang negara itu juga harus
lebih dalam untuk menghindari hal-hal
yang tidak memungkinkan. Ya kan? Selama
berada di sana itu ya banyak banget hal
yang bahaya ya. Contohnya kayak si AP
ini. Di Myanmar sendiri seperti yang
udah gue sebutkan sebelumnya kalau
Myanmar sedang terjadi konflik yang
berawal dari kudeta militer dari tanggal
1 Februari tahun 2021. Jadi di
tengah-tengah pandemi di saat itu dan
ketika itu pihak militer mereka
menggulingkan pemerintahan sipil yang
dipimpin oleh partai yang bernama NLD.
Nah, akibatnya muncul perlawanan dari
ratusan kelompok bersenjata termasuk
aliansi tiga persaudaraan yang terdiri
dari tentara Arakan, Aliansi Demokratik
Nasional Myanmar, dan Tentara Pembebasan
Nasional Taang. Untuk itu, Pak Sugiono
menyarankan warga negara Indonesia untuk
bisa menggunakan platform safe travel
untuk informasi negara tujuan dan
melaporkan keberadaan diri melalui
peduli WNI. Berita ini, Geng, cukup
menggemparkan Indonesia sebab profesi AP
yang disebut-sebut sebagai selepgram.
Nah, dari sinilah netizen mulai mencari
tahu siapa si AP ini, Geng. nama
lengkapnya siapa, orangnya yang mana,
karena di media mainstream itu gak
disebutkan dengan jelas nama lengkapnya
dia. Dan dari postingan di media e Tirto
yang ada di Instagram, ya, netizen itu
banyak yang komen. Biasalah ya kan
netizen kita kan suka nebak-nebak tuh si
A, si B kadang-kadang suka nyebut
hal-hal yang nyeleneh-nyeleneh gitu kan.
Tapi dari semua komen netizen banyak
banget yang menyebutkan nama dari Arnold
Putra. Nah, terus juga di salah satu
artikel di media kumparan disebutkan
juga kalau AP ini dikaitkan dengan
seorang influencer yang bernama Arnold
Putra tersebut. Yang jadi pertanyaannya,
siapakah Arnold Putra ini? Sekarang kita
bakal bahas sosok dari Arnold Putra.
Benarkah dia orangnya? Ya, tapi sebelum
kita menebak-nebak, kita bahas dulu nih
background dari Arnold Putra ini.
Jadi, Gengizen Indonesia itu menduga
kalau inisial AP ini itu adalah
selepgram yang ditangkap bernama lengkap
Arnold Putra. Memang cocok ya kalau kita
lihat dari inisialnya. Nah, mungkin di
antara kalian ada yang belum tahu siapa
Arnold Putra ini. Nah, gua bakal
menjelaskan profile-nya dulu yang mana
sebenarnya ini orang memang agak banyak
kontroversinya. Jadi, dari berbagai
sumber yang gua dapatkan, Arnold ini
berusia 27 tahun ya di tahun 2022 nih.
Itu artinya dia ini kelahiran 1995 dan
di tahun ini 2025 dia sudah ee genap 30
tahun.
Sebenarnya, Geng. umurnya dia itu
selisih 3 tahun dari keterangan mengenai
AP ini. Karena di keterangan pemberitaan
inisial AP ini dikatakan usianya 33
tahun. Nah, tapi ya memang agak sedikit
ada perbedaan ya. Ya, tapi kita lanjut
dulu nih, Geng. Nah, terus Geng Arnold
Putra ini lahir di Jakarta dan memang
merupakan warga negara Indonesia. Namun
di saat ini dia itu udah menetap di Los
Angeles, Amerika Serikat karena
pekerjaannya sebagai seorang desainer.
Kesukaan Arnold ini terhadap dunia
fashion itu udah terlihat dari ketika
dia kecil lah. Dan hal tersebut tidak
lepas dari pengaruh dan dorongan ibunya
dia yang selalu mendukung cita-citanya
Arnold. Dan sejak dia duduk di bangku
SD, Arnold ini sudah menunjukkan kalau
dia sangat stylish dalam berpakaian.
Bahkan dikatakan dia termasuk ke dalam
siswa yang paling rapi di antara
teman-teman yang lain. Terus, Geng, di
usianya yang masih terbilang muda di
saat itu, dia mulai melakukan berbagai
eksperimen fashion. Mulai dari memakai
topi sekolah menyamping dan juga
menumpuk topi lain di atas terus miring
ke sisi lain gitu ya yang pada akhirnya
membentuk seperti topi bajak laut.
Pokoknya nih orang tuh suka banget mix
and match e fashion gitu. Dan Arnold ini
pernah bercerita ketika itu teman-teman
sekolahnya dia udah pakai Nike Airforce
Ones dan LeBron yang mana di saat itu
dia enggak mau ikut-ikutan menggunakan
sepatu yang sama. Uniknya Arnold malah
memilih untuk menggunakan sepatu selam.
Aneh banget memang, tapi ya itu fashion.
Nah, jadi memang dari kecil Arnold ini
udah punya gaya yang nyentrik dan unik.
Dan berbagai sumber juga menyebutkan
kalau dia ini bukanlah berasal dari
keluarga sembarangan. Dia adalah anak
dari keluarga yang kaya raya atau crazy
rich yang ada di Indonesia. Nah, makanya
dia bisa mendapatkan berbagai
keistimewaan sampai dia dewasa.
Nah, sebagai orang Indonesia yang
menetap di Amerika, Arnold ini tetap
berusaha untuk mendalami fashion yang
sedang ngetren di Indonesia. Dia sangat
tertarik dengan komunitas remaja
hardcore pun dan karena menurut dia ya
mereka bisa mengekspresikan diri dengan
cara yang unik seperti tato eh piercing
ya, menusuk-menusuk badan dan
menyesuaikan pakaian mereka sendiri.
Gaya nyentriknya itu juga ditemukan dari
hobinya yang sering traveling ke
berbagai penjuru dunia. di akun
Instagram pribadinya dia, dia itu
terlihat memiliki minat terhadap
berbagai suku dan budaya yang ada di
setiap penjuru dunia, Geng. Bahkan
Arnold sendiri mengaku dia bisa
mendapatkan ide fashion dari suku-suku
konservatif yang dia temui ketika
traveling ke berbagai negara. Bahkan
dikatakan kalau Arnold ini rela menukar
barang mewahnya dengan barang milik
suku-suku tersebut yang dianggap sakral
oleh dia. Kayak cendramata lah gitu,
buah tangan. Nah, Arnold ini terbilang
sudah sukses meraih cita-citanya dia di
bidang fashion desain dan karyanya dia
udah beberapa kali ditampilkan di dalam
galeri fashion Week yang diselenggarakan
di berbagai negara.
Selain aktif sebagai desainer, Arnold
juga pernah jadi model majalah lokal. Di
bulan Maret tahun 2020, dia sempat
muncul di cover majalah Tetler Indonesia
sebagai bagian dari 116 influencer di
Asia yang bisa membawa perubahan.
Kemudian di tahun 2022, Arnold sempat
menghebohkan dunia khususnya Indonesia.
Karena pada tahun itu Arnold ini
mengikuti ajang internasional yaitu
Paris Fashion Week 2022 di mana dia
mengenakan seragam dari ormas Pemuda
Pancasila. Dan ketika itu Arnold yang
menggunakan seragam Pemuda Pancasila
menimbulkan pro dan kontra bagi netizen
Indonesia. Namun ya pemuda Pancasila
sendiri mengaku bangga dengan apa yang
dilakukan oleh Arnold karena bisa
mempopulerkan seragam mereka di kanca
internasional. Nah, itu dia geng sedikit
profil singkat dari Arnold Putra. Namun,
namanya enggak cuma ramai
diperbincangkan karena berita mengenai
selepgram yang ditangkap di Myanmar.
Sebab sebelumnya ternyata Arnold Putra
ini sempat terseret di dalam beberapa
skandal yang cukup kontroversial, yaitu
mengenai desain-desainnya dia yang
ternyata bahannya menggunakan organ
manusia.
Kok bisa ya? Waktu itu sempat ramai nih,
Geng, ya, beritanya. Namun mungkin ya
ada di antara kalian yang ketinggalan
infonya. Gua bakal menjelaskan skandal
ini yang sempat heboh, ya. Dan sekarang
kita bakal masuk ke dalam pembahasan
selanjutnya mengenai skandal organ tubuh
manusia yang digunakan sebagai bahan
oleh Arnold untuk karya-karyanya.
Nah, jadi geng skandalnya ini terungkap
pada tanggal 22 Februari tahun 2022 di
Brazil yang mana pada saat itu
kepolisian Federal Brazil mengusut
pengiriman paket yang berisikan potongan
tubuh manusia yang sudah diawetkan di
sebuah laboratorium. Paket tersebut
berisikan potongan tangan serta tiga
plasenta. Seram enggak tuh? Sayangnya
ya, paket ini udah terlanjur dikirim.
Jadi, udah enggak berada di Brazil lagi
ketika polisi menyelidiki kasus itu. Dan
berdasarkan informasi yang didapatkan
oleh polisi, paket tersebut dikirim ke
Singapura. Pihak kepolisian kemudian
melakukan pengembangan kasus dan
berhasil melacak di mana organ-organ
tersebut berasal. Yaitu ternyata dari
sebuah laboratorium di Amazona State
University yang terletak di kota Manaus.
Nah, Divisi Anti Perdagangan Manusia
Kepolisian Brazil berhasil menangkap
beberapa orang yang terlibat di dalam
pengiriman paket ini. Pekerja yang ada
di laboratorium tersebut terlibat di
dalam operasi pengawetan organ untuk
kepentingan komersial. Kebayang ya,
Geng? Tubuh manusia udah masuk ke dalam
kategori kepentingan komersial. Okelah
kalau misalkan kita katakanlah ya kayak
prostitusi gitu. Itu kan ya tubuh
manusia untuk kepentingan komersial
juga. Tapi kalau ini dipisahin tubuhnya,
dijual set gila banget. Berdasarkan
keterangan dari polisi Brazil,
organ-organ tersebut diawetkan oleh
salah satu profesor di kampus
menggunakan teknik plastinasi yang mana
organ tersebut asli milik seseorang yang
diisi dengan silikon serta epoksi agar
tidak membusuk. Dikarenakan terbukti
menjadi tempat penjualan organ manusia
secara ilegal, beberapa karyawan yang
bekerja di lab yang disingkat dengan UEA
ini itu diberhentikan. Menurut hukum di
Brazil, penjualan organ untuk tujuan
komersial tanpa izin itu berpotensi
melanggar undang-undang perdagangan
manusia dengan ancaman hukuman maksimal
8 tahun penjara kalau di sana. Dan
ketika kasus ini terungkap, pihak
rektorat UEA itu merilis sebuah
pernyataan tertulis melalui sosial media
yang menyatakan mereka siap bekerja sama
dengan pihak kepolisian. Praktik yang
dilakukan para pekerja lab di Brazil ini
diibaratkan seperti gunung es ya dari
jaringan penjualan organ manusia di
pasar gelap internasional melalui
pantauan lembaga hak asasi serta PBB.
Sindikat penyediaan organ manusia ini
itu sulit banget untuk bisa diberantas.
Sebab seringnya hukum di tiap negara itu
beda-beda untuk menyikapi kasus
penjualan organ kayak gini. Kalau di
Brazil, pemerintah itu sepenuhnya
melarang bagi seseorang atau lembaga
untuk menjual organ manusia. Contohnya
aja ya, ada kasus yang sebelumnya
terungkap tepatnya di tahun 2011 ketika
kepolisian Brazil berhasil memenjarakan
tiga dokter di kota Sao Paulo yang
terlibat kasus penghilangan nyawa
pasiennya sendiri demi bisa nyuri
organnya dan dijual ee ginjalnya ke
pasar gelap. Nah, makanya tuh gara-gara
apa ya? Okelah kalau misalkan diperjual
belikan dianggap e ada yang legal gitu
ya. Misalkan kayak untuk kebutuhan ee
ilmu kedokteran gitu. Nah, tapi ketika
hal ini sudah menjadi ladang duit, nah,
kayak gitu tuh jadinya tuh ada dokter
yang seharusnya menyembuhkan orang, tapi
dia udah memikirkan uang. Dia malah
bukan menyembuhkan, tapi justru orangnya
dimatikan. Terus diam-diam diambil tuh
bagian organnya. Untuk apa? Ya, untuk
dijual. Seram, ya. Yang membuat kasus
ini heboh ya bukan cuma karena ditemukan
paket berisikan organ manusia, Geng.
Karena berdasarkan informasi dari
kepolisian Brazil, organ manusia
tersebut dipesan oleh seseorang yang
merupakan desainer fashyion terkenal
asal Indonesia. Nah, di sinilah nih
mulai mengarah kepada si Arnold Putra
tadi. Media VI itu mendapatkan informasi
dari salah satu sumber dari pihak
kepolisian Brazil yang menyebutkan paket
dari Manaus itu dipesan oleh seseorang
yang merupakan desainer berinisial AP
yang mana kemudian diketahui nama
lengkapnya adalah Arnold Putra.
Jadi nyambung ya, jadi nyambung sama
kasus yang pertama. Kalau kita lihat ya,
Arnold ini pernah berhubungan dengan ya
sesuatu yang ekstrm, pasar gelap,
penjualan organ. Ketika ada kasus di
Myanmar yang berhubungan dengan para
angkatan bersenjata pemberontak di
Myanmar, terus inisial orangnya itu
adalah selepgram berinisial AP. Jadi
orang tuh ketika mencocok logikan kayak
nyambung-nyambung aja walaupun ya
walaupun yang dianggap itu adalah e dia
itu influencer bukan desainer ya
disebutkan di sana tapi ya sama-sama
public figure lah dan inisialnya AP ya
kan terus juga suka dengan hal-hal
seekstrem ini. Jadi makanya enggak salah
netizen mencocok logikan atau
nyambung-nyambungin ke Arnold Putra.
Memang ya, Geng, penggunaan organ tubuh
untuk dijadikan sebagai karya seni
bukanlah suatu hal yang baru. Pada
masanya ada seseorang yang bernama
Anthony Noel Kelly yang merupakan
seniman asal Inggris yang terpaksa harus
berurusan dengan aparat dikarenakan dia
terbukti menyelundupkan jasad manusia
secara ilegal demi salah satu karya di
dalam pamerannya dia. Kelly ini akhirnya
divonis 9 bulan penjara. Dan terus juga
di tahun 2007 ada seniman asal Inggris
yang bernama Damian Hirs itu membuat
karya seni menggunakan tengkorak kepala
manusia yang dilengkapi dengan permata.
Karya seninya itu dijuluki sebagai For
the Love of God. Terus, geng, di dalam
kasus ini kenapa justru eh semuanya
mengarah ke Arnold Putra? Ya, soalnya ya
sebelum kasus ini terungkap di tahun
2016, Arnold ini udah pernah menuai
kontroversi dengan membuat sebuah tas
yang terbuat dari tulang belakang
manusia dan juga lidah buaya. Lidah
buaya tuh bukan ini ya, bukan tumbuhan
lidah buaya, tapi lidah buaya beneran.
Tulang belakang manusianya dijadikan
sebagai pegangan tas, sementara susunan
lidah dari buaya dijadikan sebagai
kantong tas. Tulang belakang manusia ini
juga diambil dari seseorang yang masih
di bawah umur yang semasa hidupnya
menderita osteoporosis. Sementara lidah
buayanya diambil langsung dari buaya
yang sudah disembelih. Dan tas ini
diklaim sebagai satu-satunya tas di
dunia. Dan karena memiliki unsur organ
manusia, tas itu dibandrol dengan harga
yang cukup tinggi, yaitu sebesar.000
Amerika atau sekitar 71,7 juta di saat
itu. Itu di zaman itu ya. Jadi cukup
mahal lah. Di saat itu Arnold mengaku
kalau dia cuma berkontribusi dalam
pembuatan tasnya dan mengklaim kalau
bahan baku tas itu yaitu tulang manusia
serta lidah buayanya diambil dari sumber
yang etis katanya. Enggak ilegal. Dan
Arnold menyebutkan kalau perusahaan di
Kanada yang bergerak di bidang ini
memang menerima spesimen manusia dan
akan menjualnya kalau perusahaan
tersebut mengalami surplus. Dan dari
sinilah Arnold ini mengklaim bisa
mendapatkan tulang manusia tersebut.
Jadi bukan dari pasar gelap atau dari
kasus-kasus perdagangan ilegal. Nah,
tapi diambil dari sumber resmi yang
pastinya legal. itu menurut keterangan
dia. Dan selain karena pernah
menggunakan organ manusia di dalam
karyanya, berdasarkan informasi yang gua
dapat dari Media VI, pada saat
terungkapnya pengiriman organ dari
Brazil ke Singapura tadi, Arnold ini
sempat berkomunikasi dengan Vice World
News pada bulan Januari tahun 2022 yang
berjarak sebulan sebelum kasusnya
terungkap. Dia menyebutkan kalau dia
berencana ingin berkunjung ke Singapura.
Nah, dari dua hal tersebutlah ya dicocok
logika. pernah menggunakan organ manusia
dan pernah berujar ingin ke Singapura.
Jadi alasan kuat kalau desainer yang
dimaksud memesan organ dari Brazil ini
adalah Arnold. Nah, jadi memang cocok
banget kayaknya memang dia di saat itu
dan ya terhitung dia aman-aman aja sih
karena mungkin buktinya enggak begitu
kuat gitu ya.
Terus, Geng, berbicara tentang larangan
penjualan organ tubuh manusia, ya itu
enggak cuma di Brazil, di negara kita
juga dilarang dan itu diatur di dalam
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009
tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman
paling lama 10 tahun dengan denda
maksimal Rp1 miliar. Oleh karena itu, di
Indonesia enggak ada alasan apapun yang
bisa membenarkan praktik jual beli organ
sehingga perbuatan tersebut jelas
melanggar hukum. Karena pernah memiliki
sederet kontroversi inilah, Geng.
Akhirnya netizen di saat ini
menghubung-hubungkan kalau selebgram
yang ditahan di Myanmar ini adalah
Arnold Putra. Meskipun sampai gua
syuting video ini belum ada keterangan
lebih lanjut mengenai nama lengkap dari
selepgram berinisial AP ini. Semuanya
cuma berdasarkan asumsi dari netizen
yang ramai menyebutkan kalau AP adalah
Arnold Putra. Mungkin juga karena
netizen mencocok logikan dari
postingannya Arnold ya di Instagram-nya
dia yang terakhir kali diposting pada
tanggal 14 September 2024, 2 bulan
sebelum inisial AP ditangkap oleh
otoritas Myanmar. Dan setelah berita ini
mencuat, sudah banyak netizen yang
mengunjungi akunnya untuk meninggalkan
komentar mengenai kabar penangkapan dan
vonisnya di Myanmar. Dan ya Arnold Putra
belum muncul ke permukaan juga. Jadi
orang semakin curiga kalau itu memang
dia.
Itu dia geng pembahasan kita kali ini
mengenai seorang selebgram asal
Indonesia yang dikabarkan sedang ditahan
dan menjalani hukuman di Myanmar. Gua
mau dengar pendapat kalian nih geng.
Apakah selepgram yang dimaksud adalah
Arnold Putra atau siapa? Coba deh
tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:33 UTC
Categories
Manage