Transcript
fGJRKTkeQCA • TERNYATA IRAN & ISRIWIL BERSAHABAT ?! KITA BAHAS FAKTANYA !!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1473_fGJRKTkeQCA.txt
Kind: captions
Language: id
Oke, sebelum kita mulai video ini, gua
mau disclaimer dulu ke kalian kalau
video ini tidak dibuat untuk melanggar
aturan YouTube atau melakukan hal-hal
yang dilarang oleh YouTube. Tujuan dari
video ini dibuat adalah untuk informasi
dan semoga bisa menjadi edukasi untuk
kita semua. Oke, geng. Hari ini kita
akan update lagi tentang perang Iran dan
isri. Tapi mungkin ini agak berbeda dari
yang sebelum-sebelumnya ya. Karena ya
banyak banget komentar di channel gua
ada yang ngebela Iran, tapi ada juga
yang justru tidak membela Iran alias
menuduh kalau Iran ini tidak pantas
dibela. Nah, kok bisa nih? Pertama,
karena banyak yang masih menganggap jika
Iran sebagai e masyarakat yang memeluk
atau memilih jalan atau kepercayaan
sebagai orang-orang Syiah yang mana
mereka juga mengaku sebagai orang Islam.
Nah, tapi banyak orang Islam yang tidak
mau mengakui Syiah sebagai Islam. Ya
kan? Dan bahkan Syiah disebut sebagai
musuhnya Islam. Dan hal ini yang
kemudian menjadi salah satu alasan bagi
orang-orang untuk tidak berpihak kepada
Iran. Tetapi mereka juga terkadang tidak
berpihak kepada Isriwil. Dan bahkan ada
yang menyamakan Iran dan istri Will yang
mengatakan kalau mereka ini sebenarnya
bersaudara atau bersahabat. Nah, orang
Persia yang mana ini merupakan nenek
moyang dari orang-orang Iran itu
dikatakan bersahabat dekat dengan
orang-orang Yahudi. Apakah benar seperti
itu? Nah, memang geng sejarah mencatat
ada beberapa kejadian yang menunjukkan
betapa eratnya hubungan antara Iran dan
isteri Will. Tapi tidak e dengan Persia
dan Yahudi, tapi lebih kepada negaranya
nih, Iran dan isri Will. Salah satunya
adalah ketika pemimpin Iran di masa itu,
ketika Iran tuh masih kerajaan, dipimpin
oleh Syah Rreeza Pahlafi yang masih
berkuasa di masa itu. Dan kita sempat
bahas juga ya di video go yang ini. Nah,
yang mana di dalam cerita itu kita
membahas tentang runtuhnya kekuasaan
dari keluarga Pahlavi ini. Yang mana
keluarga daripada Pahlavi ini merupakan
keluarga yang sangat erat hubungannya
dengan istri Will. Nah, itulah yang
membuat Iran di saat itu seolah-olah
bersaudara dengan pihak Isriwil. Terus
lebih jauh lagi nih, ada seorang raja
dari Kekaisaran Persia di zaman dulu
yang membantu orang Yahudi ketika mereka
diusir dari Yerusalem. Nah, raja Persia
ini membantu memulangkan kembali
orang-orang Yahudi ke Yerusalem. bahkan
membantu pembangunan kembali bait Tuhan
yang sudah hancur milik orang Yahudi.
Nah, di video kali ini gua bakal
membahas nih bagaimana sih hubungan
antara Iran dan istri Will sebelum
terjadinya revolusi Islam di Iran
sehingga mengubah hubungan baik antara
Iran dan istri Will menjadi musuh
bebuyutan.
Nah, jadi di dalam hal ini gua pengin
tekankan eh setiap orang yang
berkomentar kalau Iran ini adalah
saudaranya istri Will pada zaman dahulu
itu tidak sepenuhnya salah. Benar. Benar
kok. Ada benarnya kalian mengatakan
seperti itu. Tapi ada yang namanya
revolusi Islam. Pernah terjadi masa
revolusi Islam yang sekarang Iran itu
tidak lagi sama seperti dulu. Kalau
sebelum revolusi Islam ya memang Iran
dan Israwiil bersaudara tapi untuk saat
ini sudah enggak sama sekali. Nah,
gimana ceritanya? Kita akan bahas secara
lengkap. Halo, Geng. Welcome back to
Kamar Jerry.
[Musik]
Genggeng. Oke, untuk pembahasan pertama
kita masuk dulu nih ke dalam pembahasan
ketika Syah Reza Pahlevi menjalin
hubungan baik dengan istri Will yang
membuat Iran seolah-olah bersaudara
dengan istri Willu.
Jadi, geng Reza Pahlafi ini menjadi
seorang syah ya, pemimpin negara Iran di
tahun 1925 sampai dengan 1979. Dan
ketika itu Iran adalah salah satu dari
11 anggota komite khusus PBB yang
dibentuk pada tahun 1947 untuk membuat
solusi bagi Palestina setelah kendali
Inggris atas wilayah tersebut berakhir.
Iran itu adalah salah satu dari tiga
negara bersama dengan India dan juga
Yugoslavia yang memberikan suara
menentang rencana pembagian Palestina
oleh PBB yang berpendapat bahwa rencana
tersebut akan meningkatkan kekerasan di
wilayah itu untuk generasi mendatang.
Ketiga negara tersebut mengajukan
rencana lain, yaitu sebuah solusi agar
Palestina dijadikan sebagai satu negara
dengan satu parlemen, tapi membagi
wilayah tersebut jadi dua, yaitu untuk
Arab dan yang satu lagi untuk Yahudi.
Nah, Iran mengambil solusi ini agar
mereka bisa mempertahankan hubungan
mereka dengan Barat yang pro Zionis dan
gerakan Zionis sendiri, tapi juga
menjaga hubungan dengan negara-negara
tetangga seperti Arab dan negara-negara
muslim lainnya. Karena kalau kita
berbicara tentang Iran, mereka ini bukan
Arab. Mereka ini adalah Persia. Nah,
kebetulan ya mereka juga Islam. Mereka
itu mengaku sebagai Islam, Muslim. Tapi
mereka alirannya bukan Sunni melainkan
Syiah. Bagi yang belum tahu nih, Geng,
Reza Pahlavi itu memang dikenal dekat
dengan negara-negara barat. Amerika
melihat Iran di bawah kepemimpinan Reza
Pahlevi itu sebagai sekutu strategis
dalam perang dingin melawan Uni Soviet.
Oleh karena itu, Amerika memberikan
bantuan ekonomi dan militer kepada Iran
yang semakin memperkuat posisi Pahlavi
dan mempererat hubungannya dengan Barat.
Amerika Serikat itu melihat Iran di
bawah kepemimpinan Reza Fahlavi itu
sebagai sekutu strategis dalam perang
dingin melawan Uni Soviet. Oleh karena
itu, Amerika memberikan bantuan ekonomi
dan militer kepada Iran yang semakin
memperkuat posisi Pahlavi dan mempererat
hubungannya dengan Barat. Nah, dulu tuh
Iran itu enggak musuhan sama Amerika,
enggak mushan sama Barat, malah temenan.
Makanya gak heran kalau Iran ketika
dipimpin oleh Palavi sangat berbeda
dengan Iran yang sekarang yang kita
kenal yang sudah dipimpin oleh Ayatullah
Komini.
Terus, geng, singkat cerita setelah 2
tahun Istri Will merebut lebih banyak
wilayah di Palestina dibandingkan dengan
yang sudah disetujui oleh PBB setelah
dimulainya perang Arab Isriwil pertama
pada tahun 1948, nah Iran ini menjadi
negara berpenduduk mayoritas muslim
kedua setelah Turki yang secara resmi
mengakui istri Will secara de facto.
Nah, mereka negara Islam, negara muslim,
tapi mereka justru mengakui Isriwel.
Mereka pro banget sama Rewill. Namun,
ada juga yang menilai bahwa langkah PAVI
di saat itu gak cuma karena mengikuti
keinginan Amerika yang membela istri
Will Gang, tapi juga untuk mengelola
aset Iran yang ada di Palestina. Jadi,
diketahui ada sekitar 2.000 warga Iran
yang tinggal di Palestina dan properti
mereka disita oleh IDF selama perang.
Agar bisa mendapatkan kembali properti
tersebut, maka Iran harus mengakui
Isriwil sebagai sebuah negara. Jadi,
nanti properti mereka tuh cincai lah
sama Isriwil, enggak akan disita. Jadi,
Isil nanti bakal ngancurin atau bakal
nyerang warga-warga Palestina aja.
Sementara warga Iran yang ada di
Palestina semua harta bendanya
dikembalikan. Jadi tujuannya itu supaya
hubungannya tetap baik aja sama Isri
Willel. Dan hal ini juga terjadi di
dalam sebuah konteks yang disebut dengan
doktrin pinggiran Istriwill. Apa itu?
Jadi, geng ya, David Ben Gurion itu
selaku perdana menteri Istri Will di
saat itu menjalin hubungan dengan
negara-negara non Arab yang ada di
pinggiran Timur Tengah. Dari sinilah
sebutan untuk doktrin tersebut berasal.
Sejauh usaha yang dilakukan oleh Ben
Jurion ini ya cuma negara Iran dan Turki
yang berhasil mereka dekati. Jadi kalau
kalian lihat Turki, kenapa negara
Islamnya kok liberal banget ya di sana
itu cara berpakaiannya udah berat banget
ya. Sejarahnya kayak gini. Jadi dari
zaman dulu Iran dan Turki ini adalah
negara Islam yang kebarat-baratan karena
memang dekat sama Barat dan juga isriwil
di saat itu, Geng, ada ketakutan lain
yang dirasakan oleh Pahlafi. Dia merasa
terancam dengan negara-negara Arab di
sekitar Iran yang e berpengaruh komunis.
Dengan merangkul Istri Will sebagai
sekutu mereka, Pah Levi berpikir Amerika
pasti akan berpihak kepada Iran yang
hasilnya Iran bisa dengan mudah
mendapatkan bantuan militer dari Amerika
serta menjalin aliansi strategi secara
militer dan intelijen dengan istri Will.
Sebab pada tahun 1951 Muhammad Musadek
itu menjadi perdana menteri Iran dan
membuat situasi di Iran menjadi berubah.
Mosadek ini mempelopori nasionalisasi
industri minyak di Iran yang mana
minyak-minyak yang ada di Iran itu
dikuasai oleh Inggris, Geng. Nah, upaya
Mosadek di saat itu didukung oleh
parlemen nasional Iran sehingga
minyak-minyak di Iran berhasil jadi
milik Iran sepenuhnya tanpa ada campur
tangan dari Inggris lagi. Mosadek ini
juga memutuskan hubungan dengan istri
Will yang menurut Mosadek keberadaan
istri di Timur Tengah ini hanya untuk
melayani kepentingan Amerika di Timur
Tengah. Dan karena Pahlavi yang terlalu
mementingkan hubungan dengan Barat, dia
jadi enggak peduli lagi dengan
kesejahteraan masyarakat Iran itu
sendiri. Sibuk ngejilat sama Barat,
sibuk melayani Barat, masyarakatnya
enggak terurusi. Kalau dia sendiri
secara pribadi ya makin kaya, gitu. Nah,
upaya Mosadek untuk menasionalisasi
minyak itu mengusir kekuasaan Inggris
dari Iran dan melemahkan monarki yang
merupakan agenda utama Iran di saat itu.
Nah, hubungan Iran dengan isriwil
menurut dia merupakan kerusakan tambahan
yang dibuat oleh Reza Pahlafi dalam
kepemimpinannya. Dan upaya ini juga
didukung dengan adanya beberapa
mobilisasi anti Zionis di dalam Iran.
Ada ulama Syiah yang cukup berpengaruh
di Iran di saat itu yang bernama Nafab
Safafi. Nah, dia adalah salah satu tokoh
paling terkenal yang menentang keras
zionisme dan pendirian istri Will. Tapi
bagi Mosade, tujuan utamanya adalah
untuk mendapatkan dukungan dari
negara-negara Arab di sekitarnya untuk
bisa melawan kendali Inggris atas
industri minyak di Iran. Pahlavi di saat
itu tahu upaya Mosadeh ini dan Pahlavi
berusaha memecat Mosadh. Namun hal
tersebut gagal karena pada saat itu
Mosadeh banyak yang mendukung. Nah, jadi
kurang suara, kurang power nih Pahlaffi.
Dan karena tekanan kepada dia yang
semakin meningkat, Pahlavi terpaksa
harus meninggalkan negaranya sendiri
karena dia sudah mulai dibenci. Nah,
namun kondisi Iran yang lepas dari
pengaruh Barat serta Pahlafi di saat itu
seperti keinginan dari Mosadeh tidak
berlangsung lama karena jabatan Mosade
sebagai perdana menteri juga tidak
bertahan lama karena Mosade ini
digulingkan dalam kudeta tahun 1953.
Jadi di saat itu udah terlepaslah ya
Iran dari ee Barat dari kekuasaannya
Pahlafi. Nah, Mosadeh lah yang naik jadi
pemimpin. Tapi Mosadeh juga dijatuhin
setelah itu geng pada tahun 1953 tadi.
Dan kudeta ini bukanlah kudeta yang
digerakkan oleh masyarakat Iran, tapi
justru ini adalah kudeta yang
terorganisir. Ya, dan ya kudeta ini
dijalankan oleh Badan Intelijen Inggris
serta Amerika tahun 1953. Jadi dijatuhin
sama e musuhnya lagi. Dan akibat kudeta
inilah Mosadeh berhasil disingkirkan dan
membuat Pahlavi kembali ke kursi
kepemimpinan ya kembali menjadi sekutu
setia barat di kawasan tersebut. Nah,
ini ceritanya mirip-mirip hampir mirip
lah ya. Hampir mirip kayak kondisi
sekarang. Sekarang kalian lihat ya
anaknya Pahlafi sedang ee berkoar-koar
pengin mengganti rezim Ayatullah Ali
Kamaini ya kan. Nah, ini kalau sampai
dia bisa menggulingkan kepemimpinan
Ayatullah Alqama ini, maka ya kisahnya
sama seperti bapaknya yang berhasil
menggulingkan Mosade dan memimpin
kembali. Nah, kalau udah berhasil
memimpin kembali maka ya Iran akan
kembali dekat sama Isriwil, Iran akan
kembali dekat sama Barat. Nah, pasca
kudeta terhadap Musade inilah ya atas
izin Pahlaf istri mendirikan kedutaan
besar de facto di teheran dan akhirnya
Iran dan Isriwil bertukar duta besar
pada tahun 1970-an. Hubungan dagang
antar kedua negara ini pun tumbuh dengan
membangun jaringan pipa pada kedua
negara yang bertujuan untuk mengirim
minyak dari Iran ke Isriwil serta
negara-negara yang ada di wilayah Eropa.
Jadi, Iran dan Isriwil juga memiliki
kerja sama militer dan keamanan yang
luas. Tapi ya sebagian besar itu
dirahasiakan untuk menghindari provokasi
dari negara-negara Arab lain di kawasan
Timur Tengah. Nah, Dinas Keamanan dan
Intelijen Iran yaitu Safak itu
sebagiannya dilatih oleh Mossad, dilatih
oleh pihak Isriwil, lembaga intelijen
dari Isriwil. Dan secara objektif ya
Isriwil lebih membutuhkan Iran ya,
dibandingkan Iran membutuhkan Isriwel di
saat itu. Apa yang Isriwil dapat dari
Iran tuh banyak banget sampai ke hasil
bumi, minyak bumi. Sementara Iran yang
mereka dapatkan dari istri Will ya cuma
pelatihan perang, pelatihan intelijen
gitu. Istri Will selalu menjadi pihak
yang aktif dalam hubungan ini. Namun di
satu sisi, Pahlavi juga menginginkan
cara untuk memperbaiki hubungan Iran
dengan Amerika. Dan pada saat itu istri
dipandang sebagai cara yang baik untuk
mencapai tujuan tersebut. Jadi pengin
banget nih si Pahlavi ini ngejilat
Amerika ya. Perantaranya adalah si
Isriwil. Nah, hubungan baik yang
tercipta antara Iran dengan Amerika dan
juga Isriel semata-mata hanya untuk
kebutuhan akan aliansi keamanan bagi
Iran dan perdagangan tanpa pernah sama
sekali menunjukkan bahwa mereka
perhatian terhadap Palestina atas apa
yang terjadi selama istri Will
semena-mena terhadap Palestina. enggak
ada sama sekali. Di saat itu ya, Iran
enggak peduli sama Palestina selama
kepemimpinan dari si Pahlavi ini. Terus,
Geng, di saat itu walaupun Pahlavi ini
berhasil berkuasa kembali, namun
industri minyak di Iran tetap
dinasionalisasi.
Jadi, di tahun 1954, Pahlavi itu
menandatangani perjanjian untuk membagi
pendapatan minyak dengan perusahaan
minyak asal Inggris dan Amerika yang
mengelola produksinya. Nah, ini akibat
dari menjilat-menjilat ini nih. Mau
enggak mau harta sendiri harus dibagi
dua. Dengan bantuan Amerika di dalam
kekuasaannya, Pahlavi memulai program
pembangunan nasional secara
besar-besaran yang disebut dengan
revolusi putih. Program ini mencakup
pembangunan jaringan jalan darat dan
kereta api, bandara, dan berbagai proyek
bendungan serta irigasi. Segala
permasalahan di Iran itu dicoba untuk
diberantas dan diselesaikan. Selama
tahun 1960-an sampai 1970-an, Pahlavi
itu berusaha menerapkan kebijakan luar
negeri yang lebih independen dari Barat
dan mencoba menjalin hubungan kerja
dengan Uni Soviet serta negara-negara
Eropa Timur. Dampak dari revolusi putih
itu memperkuat popularitas pahlavi di
dalam negeri ya, di Iran. Tapi apa yang
dia lakukan itu mendapatkan pertentangan
oleh berbagai kalangan yang menganggap
reformasi yang dia lakukan ini enggak
cukup, Geng. yang mana bahkan kebijakan
yang dibuat oleh Palavi itu juga
ditentang oleh para ulama yang melihat
bahwa reformasi putih ini membuat negara
mengikuti jejak barat dan tidak sesuai
dengan syariat Islam. Jadi, udah
kebarat-baratan. Cuma, Geng di saat itu
di sisi lain pemerintahan Palavi e itu
menghadapi berbagai tantangan karena
sifat pemerintahannya yang otoriter,
terus korupsi ya distribusi kekayaan
minyak yang enggak merata, dan penerapan
nilai-nilai modernis serta penindasan
yang dilakukan oleh Safaq. Keburukan
dari pemerintahannya ini semakin
terlihat setelah Iran mulai memperoleh
pendapatan lebih besar dari ekspor
minyaknya pada awal tahun 1973.
Ketidakpuasan di saat itu meluas di
kalangan masyarakat miskin, para
tokoh-tokoh Syiah, investor, dan juga
para pelajar di tahun 1978 yang
menyebabkan semakin populernya Ayatullah
Rohullah Komini. Nah, jadi di saat itu
pemimpin revolusi Islam ini yang selalu
menggaung-gaungkan revolusi Islam,
Ayatullah Rohullah Komini di saat itu
semakin populer, semakin terkenal.
orang-orang lebih respect ke dia
daripada Pahlafi. Komini pada saat itu
tidak lagi berada di Iran, Geng.
Melainkan dia ditempatkan di pengasingan
di daerah Paris, Prancis. Nah, kenapa
kome ini pada saat itu menjadi semakin
populer? Ya, sebab kome ini memberikan
pandangan dunia baru yang sebagian besar
mendukung Islam dan memperjuangkan
perlawanan terhadap kekuatan dunia yang
arogan serta sekutu regional mereka
yaitu negara barat serta isriwil yang
ingin menindas pihak negara lain
termasuk Palestina. Nah, itu semua
dilakukan demi kepentingan negara atau
aliansi mereka doang. Nah, di tanggal 16
Januari tahun 1979, Pahlafi di saat itu
langsung meninggalkan Iran karena
lagi-lagi dia udah mulai dibenci oleh
masyarakat. Ditambah dengan ada komeini
yang semakin menyuarakan anti Pahlafi.
Sehingga di saat itu setelah Pahlavi
meninggalkan Iran memudahkan Komeini
untuk menggantikan kedudukan Pahlavi di
sana. dia langsung balik ke Iran dan
menjadi pemimpin dari Iran di saat itu.
Akhirnya ya Iran kembali dengan
kepemimpinan yang baru yaitu
kepemimpinan Komeini. Dengan
kepemimpinan yang baru ini, Komeini
memutuskan semua hubungan Iran dengan
isriwil yang sudah dibangun erat oleh
Pahlafi. Jadi semua hubungan sama
Amerika sama Barat diputus gitu aja.
Orang Iran gak bisa lagi berpergian ke
Isriwil dan rute penerbangan ke Isriwil
juga semua di-cancel dibatalkan.
Kedutaan Isriwil yang sebelumnya udah
ada di Teheran diganti menjadi kedutaan
Palestina. Dan selain itu, komeni juga
mendeklarasikan bahwa setiap hari Jumat
terakhir bulan suci Ramadan sebagai hari
qus, yaitu sebuah hari solidaritas
internasional untuk Palestina. Nah, jadi
benar-benar sayang banget nih kome ini
ya dengan ee masyarakat Iran terhadap
Palestina. Nah, dari sini kalian sudah
bisa lihat nih, Geng. Buat kalian-kalian
yang suka komen, "Ngapain bela Iran?"
Ya, Iran itu saudaranya e istriw yang
bela Iran itu bodoh. Katanya Iran itu
enggak benar-benar ee sayang sama
Palestina. Nah, nih lu lihat sejarahnya.
Jadi bukan persoalan agama, tapi
benar-benar soal kemanusiaan. Karena di
Iran sendiri enggak semuanya Islam,
walaupun sebagian besar Islam. Dan di
Palestina sendiri enggak semuanya Islam.
Iran ya berpihak kepada Palestina itu
murni karena kemanusiaan
sesama orang di tanah Timur Tengah itu
yang mana Palestina diinjak oleh orang
kulit putih Eropa yaitu Isriwil yang
mana mereka ini menguasai tanah Palestin
ya tanah nenek moyang Palestina dengan
embel-embel ya sebagai tanah perjanjian
lah. Makanya di saat itu Iran
benar-benar berusaha untuk melindungi
Palestina. Dan semenjak adanya
peringatan hari, sejak saat itu diadakan
unjuk rasa besar-besaran di seluruh Iran
pada hari itu untuk mendukung Palestina.
Kenapa diberi nama hari Kuduts? Ya,
karena Yerusalem dikenal dengan Al-Quds
dalam bahasa Arab. Nah, koma ini
membantah kalau isu Palestina adalah
narasi dari perjuangan nasionalis Arab.
Bagi koma ini, membela Palestina adalah
bagian dari perjuangan Islam karena Arab
hanya berfokus kepada etnis, ya. Nah,
kom ini ingin agar isu Palestina bisa
diperjuangkan lebih luas lagi dengan
membawa narasi perjuangan Islam. Jadi,
orang-orang yang bukan Arab tapi
beragama Islam pun bisa menunjukkan
dukungannya kepada Palestina. Iran
mengambil posisi sentral di dalam isu
Palestina ini, Geng. Jadi, bukan cuma
karena Iran memang mendukung Palestina,
namun juga untuk mengatasi perpecahan
antara etnis Arab dan Persia serta
perpecahan antara Sunni dan Syiah. Tuh,
dari awal tuh. Nah, dengan Iran yang
berada di posisi sentral di dalam isu
ini, Iran menunjukkan kepemimpinannya di
dunia Islam dan menempatkan rezim Arab
yang bersekutu dengan Amerika pada
posisi pihak yang membela kezaliman.
Jadi, negara-negara Arab yang e
bersekutu dengan isriwil Amerika, nah
itu dianggap sebagai lawan. Bukan musuh
ya, tapi lawan gitu. Apabila mereka ikut
campur, ya, Iran berhak atau punya hak
untuk menyerang mereka juga. Jadi
mindsetnya kayak gitu. Nah, kalau kalian
masih belum percaya nih bahwa Iran
benar-benar tulus membela Palestina, ya
kalian dengar sendiri dari sejarahnya.
Dari dulu mereka sudah memperjuangkan.
Ketika Iran berusaha untuk terus
menyuarakan dukungannya kepada
Palestina, beberapa negara Arab di Timur
Tengah justru sebaliknya. Mereka malah
memilih untuk menormalisasi hubungan
mereka dengan istri Will karena mereka
mencari lebih banyak dukungan Barat. Ya,
lagi-lagi cari aman. Di sisi lain, Arab
Saudi serta beberapa negara besar di
Timur Tengah pada tahun 2023 memulihkan
hubungan diplomatiknya dengan Iran
setelah hubungan mereka itu renggang
selama 7 tahun menyusul adanya
perjanjian yang ditengahi oleh China.
Nah, tapi di dalam hal ini walaupun
mereka memperbaiki hubungan dengan Iran,
tapi mereka tuh tetap berhubungan baik
dengan Isriwel. Hubungan mereka dengan
Isriwel tuh masih mesra. Amerika pun di
saat itu mencoba untuk melakukan mediasi
kesepakatan yang sama antara Arab dengan
Isriwil. Sementara bagi pemerintah Iran
di saat ini, pemulihan hubungan apapun
dengan istri will adalah hal yang
mustahil. Isu keamanan bersama atas
negara-negara nasionalis Arab dan
pengaruh komunis yang menjadi alasan
mengapa Iran dan istri Will menjadi
sekutu dekat di zaman Pahlafi. Semuanya
sudah lenyap. Pada awal tahun 1990-an,
Iran menentang hegemoni Amerika di Timur
Tengah. Sementara Isriwel secara
konsisten menolak segala upaya Amerika
untuk menarik pasukan mereka dari Timur
Tengah. Nah, makanya
pokoknya Iran ini benar-benar apa ya,
sebenci itulah sama istri Will.
Nah, lalu berkaca dari sejarahnya,
kalian jangan heran kenapa ketika perang
Iran dan istri Will, mantan putra
mahkota Iran yaitu anak dari Syah
Pahlavi yang bernama Reza Pahlavi itu
memberikan statement kalau dia mendukung
pergantian rezim di Iran dengan
menggulingkan komini dari posisi
pemimpin Iran. Ya, dia pengin balik lagi
berkuasa. Ya, setelah bapaknya
digulingkan, dia yang pengin berkuasa.
Enak banget ya. Udah enak-enak hidup di
barat sana, menikmati dunia Barat, hidup
dengan jalan yang tidak sesuai dengan
syariat dan aturan Iran. Tiba-tiba minta
pengin memimpin ngegantiin kome ini.
Lagian kalau dia ke Iran lagi emang dia
paham kondisi Iran sekarang. Kan dia
udah hidup di Barat udah lama banget
gitu kan. Jadi karena ayahnya dulu
adalah sahabat dekat Amerika dan Isriwil
yang selalu membuat kebijakan di Iran
yang menguntungkan negara-negara barat
serta isriwil. Dan saking dekatnya
dengan Amerika, Reza Pahlavi si mantan
putra mahkota ini menghabiskan puluhan
tahun di Amerika, negara yang menjadi
tempat pengasingan buat dia. Nah, di
tahun 2023, Reza Pahlavi ini diketahui
melakukan kunjungan ke istri Willgeng
yang mana di dalam kunjungan tersebut
dia menyempatkan diri untuk mengunjungi
Tembok Ratapan berdoa beribadah ala
Yahudi. Nah, begini-begini nih yang mau
mimpin Iran nih. Coba deh, Geng, tulis
komentar di bawah, ya. Orang Islam itu
sebenarnya boleh enggak sih ke Tembok
Ratapan? Gua nih minim ilmu ya. Ya,
mungkin kalian yang lebih tahu. Soalnya
kan ya, Tembok Ratapan ini adalah situs
milik agama Yahudi dan yang beribadah ke
sana ya orang-orang Yahudi. Tapi yang
juga jadi pertanyaannya apakah Reza
Pahlavi masih memeluk Islam atau enggak?
Atau karena ayahnya adalah tokoh
schooler, jadinya dia juga mengikuti
kehidupan schooler dari ayahnya. Coba,
Geng, tuliskan informasinya kalau kalian
tahu.
Reza Pahlavi ini, Geng, selalu
menyuarakan ketidaksepakatannya dia
mengenai konsep negara yang sekarang
dijalankan oleh Komea ini di dalam
memimpin Iran, yaitu konsep negara
Islam. Menurut Reza Pahlafi, republik
Islam enggak merepresentasikan rakyat
Iran, kata dia. Dan memang Reza Pahlavi
ini termasuk ke dalam pihak yang
menentang rezim kome ini. Di bulan
Februari tahun 2023, dia bergabung
dengan oposisi Iran yang aktif di luar
negeri untuk mendukung pembubaran rezim
di Iran. Di bulan tersebut, Reza Pahlavi
mendapatkan kesempatan berbicara di
konferensi keamanan yang berlangsung di
Munchen, Jerman. Dan dia menekankan
kalau dia tidak berusaha untuk
mendirikan dinasti monarki di Iran
seperti ayahnya dulu, tapi dia bersedia
memimpin negaranya dalam masa transisi
semisalkan terjadinya pergantian rezim.
Ngarap banget nih orang ya. Ngarep
banget. Kalian apa ya pernah pikir
enggak sih, Geng? Kayak kalau dia nih di
posisi Iran sekarang kayaknya Iran
enggak bakal bisa ngebalas atau ngelawan
ee istri Will enggak sih? Amerika juga
enggak akan bisa enggak sih? Ya, kalau
dia yang jadi pemimpin paling ketika
diserang pakai rudal ngejilat,
minta-minta maaf, minta-minta ampun,
beda dengan apa yang dilakukan oleh Kome
ini ya kan. Dilawan sampai titik darah
penghabisan. Nah, ini tipikal-tipikal
apa ya? Kalau gua lihat nih orang tuh
kayak Zalenski tahu enggak sih?
Presidennya Ukraina. Mirip banget ya.
Ya, bentukannya sama nih, ngejilat-jilat
barat nih. Dan walaupun Reza Pahlevi ini
udah berusaha untuk menjadi penghubung
untuk perbedaan di dalam tubuh oposisi
Iran. Perannya sendiri dinilai
kontroversial, Geng. Banyak orang Iran
yang tinggal di pengasingan, terutama
yang memiliki pemahaman kiri dan sudah
menentang monarki di Iran sebelum
revolusi di negara tersebut. Mereka
menilai peran dari Pahlavi ini yang
sangat kritis karena ada kecenderungan
ya kalau Reza Pahlavi ini kayaknya punya
niat lain gitu. Dia ingin mengembalikan
kekuasaan ayahnya yang sudah runtuh
akibat revolusi. Makanya masih banyak
orang yang skeptis akan upaya yang
dilakukan oleh Reza Pahlaavi. Walaupun
dia bilang, "Oh, Iran tuh enggak boleh
gini, enggak boleh gitu. Cocoknya
begini, orang-orang udah enggak percaya
karena dulu pas ayahnya memimpin enggak
lebih baik daripada kome ini sekarang.
Ya walaupun mungkin banyak hal yang agak
mengekang dengan peraturan syariat
sekarang, tapi jauh lebih baik Iran jauh
lebih gagah, jauh lebih kuat.
Persia
politics
terus, geng, kalau kita berbicara
hubungan erat antara Iran dengan Isriwil
dan Amerika, ternyata kita enggak cuma
bisa melihat dari perpolitikan di saat
Iran dipimpin oleh Palavi aja. Namun
jauh sebelum itu ya ketika Raja Persia
membantu orang Yahudi ya, itu mereka
sudah ber apa ya? Bersahabatlah.
Sekarang kita bakal masuk ke dalam
pembahasan mengenai raja Persia yang
pernah membantu Yahudi. Sedekat apa
mereka?
Jadi, Geng, ketika Iran dan istri Will
sedang panas-panasnya, Netanyahu sempat
bilang kalau orang Persia dan Yahudi
sudah menjalin persahabatan sejak lama.
Dan oleh karena itu, Netanyahu
menyerukan kepada orang-orang Iran agar
mau berpihak kepada Isriwil. Nah, kalau
persahabatan ini bukan cuma dikarenakan
keberpihakan Pahlavi kepada negara barat
serta isriwil, tetapi juga dilakukan
oleh Raja Persia di zaman dulu. Kata
dia, raja Persia tersebut yang dimaksud
bernama Qores agung atau Cyrus the
Great. Nah, kita sebutnya Qores aja.
Nah, Quraisy ini naik takhta pada tahun
559 sebelum Masehi setelah kematian
ayahnya. Dia berkuasa sampai tahun 530
sebelum Masehi. Oke, tahun sebelum
masehi itu gue infokan ya, itu mundur
tahunnya. Jadi dari 559 sebelum Masehi
ke 530 sebelum Masehi. Qore ini adalah
anggota dari dinasti Akemeniah yang
sehingga kekaisaran yang dia pimpin itu
disebut dengan kekaisaran Akemenia. Nah,
pada masa kekuasaannya dia, dia itu
menyatukan berbagai peradaban timur
dekat kuno yang merujuk pada sebuah
peradaban awal di dalam daerah Timur
Tengah modern saat ini. Termasuk
menaklukkan Media, Lidia, dan Babilonia.
Kekaisarannya dia membentang dari laut
tengah di barat sampai sungai Indus di
timur. Dan atas pengaruhnya tersebut
membuat kekaisaran Akemenia bisa
mempertahankan eksistensi mereka bahkan
setelah meninggalnya si Quraisy ini.
Nah, meskipun menaklukkan banyak
wilayah, Quraisy agung ini tetap
menghormati adat istiadat dan agama di
wilayah yang berhasil dia taklukkan.
Misalkan nih, dia menaklukkan wilayah
Islam, ya dia menghormati adat istiadat
dan agama di sana. atau wilayah Yahudi,
dia tetap menghormati adat istiadat dan
agama di wilayah Yahudi juga. Enggak
seperti pemimpin kerajaan lain, Quraisy
Agung ini enggak pernah memaksakan
rakyat yang ada di wilayah yang dia
rebut untuk pindah agama atau mengikuti
budayanya dia, tapi memberikan kebebasan
bagi masyarakat di sana untuk hidup
beriringan di tengah perbedaan. Dan
Quraisy Agung itu menciptakan sistem
pemerintahan yang terpusat dan efisien.
Namun di satu sisi tetap mengutamakan
kepentingan rakyat sehingga Quraisy
Agung menjadi contoh bagi
kekaisaran-kekaisaran lain dalam
menjalankan pemerintahannya. Selain itu,
popularitasnya dia semakin memuncak
ketika Qaris Agung ini berhasil dalam
menjaga hak asasi manusia, politik, dan
menerapkan strategi militer yang baik
serta memiliki pengaruh yang kuat
terhadap peradaban di timur seperti
Persia dan juga India maupun di Barat
seperti Yunani. Terus kapan nih hubungan
baik antara orang Yahudi dengan orang
Persia ini dimulai? Nah, semuanya itu
dimulai ketika si Quraisy agung ini
menaklukkan Babilonia pada tahun 539
sebelum Masehi. Yang mana di saat itu
banyak orang Yahudi yang ditangkap dan
menjadi tahanan di Babilonia. Dan ketika
menaklukkan Babilonia dengan prinsipnya
yang menghormati setiap wilayah yang dia
taklukkan dan menjaga hak asasi manusia,
Quraisy Agung ini membebaskan dan
mengizinkan ribuan orang Yahudi yang
sebelumnya ditahan di Babilonia untuk
kembali ke Yerusalem. Nah, tempat di
mana asalnya orang-orang Yahudi di saat
itu. Mengapa bisa orang Yahudi dibawa ke
Babilonia? Di saat itu terjadi
penaklukan Yerusalem oleh Raja
Nebukatnezar I dari Babilonia sekitar
tahun 586 sebelum Masehi. Nah,
Nebukadnezar 2 ini datang ke Yerusalem
untuk menjarah kota tersebut, membakar
berbagai bangunan penting bagi umat
Yahudi, serta menghancurkan bait suci
pertama di Yerusalem. Bait suci ini
dibangun oleh Raja Salomo atau di dalam
Islam itu namanya Nabi Sulaiman pada
abad ke-10 sebelum Masehi di Yerusalem.
Nah, setelah itu Nebukadnezar ini
menangkap ribuan orang Yahudi terutama
yang kaum elit, imam-imamnya serta
bangsawannya lalu dipenjara atau dibawa
ke Babilonia. Itu sejarahnya. Dan yang
membebaskan mereka dari penjara tersebut
adalah Quraisy Agung. Nah, ketika
Quraisy Agung menaklukkan Babilonia, dia
enggak cuma membebaskan orang Yahudi aja
dari tawanan Nebukadnezar tadi, tapi
juga dia ikut membantu membangun kembali
bait suci yang sudah dihancurkan oleh
Nebukadnezar. Nah, disebutkan kalau
Quraisy itu mengeluarkan sebuah dekrit
yang berisikan mengizinkan orang Yahudi
pulang ke Yerusalem dan memerintahkan
pembangunan kembali Bait Suci,
mengembalikan berbagai barang dari Bait
Suci yang sebelumnya dijarah oleh
Nebukannezar, serta mendukung secara
logistik dan politik pembangunan
tersebut. Sekitar tahun 538 sebelum
Masehi, rombongan pertama orang Yahudi
kembali ke Yerusalem. Dan pembangunan
pun dimulai, namun menghadapi banyak
rintangan dari musuh politik lokal dan
kondisi ekonomi yang sulit. Proyek
pembangunannya sempat tertunda selama
beberapa tahun, namun dilanjutkan lagi
dan akhirnya diselesaikan pada tahun 516
sebelum Masehi, tepat 70 tahun setelah
kehancuran Bait Suci pertama. Oleh
karena itu, Geng, Qaris Agung ini
memiliki peran penting di dalam
perkembangan spiritualitas orang-orang
Yahudi. Sampai-sampai namanya tertulis
di dalam ayat Alkitab Yesaya 45.21
yang berbicara tentang Raja Qores dari
Persia yang dipilih oleh Tuhan untuk
membebaskan bangsa Isriwil dari
pembuangan di Bible. Dan dituliskan juga
Tuhan berjanji akan membantu Qoris dalam
menaklukkan bangsa-bangsa dan membuka
pintu-pintu gerbang yang tertutup.
Bahkan di dalam ayat Alkitab tersebut
disebutkan kalau si raja Quraisy agung
ini adalah orang yang diurapi oleh Tuhan
padahal dia bukanlah orang Yahudi. Nah,
ini berarti peran si Quraisy agung ini
sangat penting bagi orang Yahudi
sampai-sampai disebut sebagai orang yang
diurapi dan masuk ke dalam ayat Alkitab.
Sekalipun dia bukan orang Yahudi ya,
tapi ya namanya dia ada di dalam kitab.
Nah, karena kontribusi Quraisy Agung
inilah orang-orang menilai kalau di saat
itu orang Persia bersedia membantu orang
Yahudi. Ditambah lagi dengan gimana
dekatnya Pahlavi dengan Isriwil. Dan
inilah narasi yang dibuat oleh Netanyahu
untuk menarik simpati orang Iran dengan
menyuarakan bagaimana hubungan baik
antara Persia dan Yahudi serta Iran
Isriwil di masa lalu. Nah, jadi apa ya
bisa dikatakan tuh kalimatnya itu
dicocok-cocok logiin sama Netanyahu
untuk bisa menarik hati masyarakat Iran.
Padahal ya itu kan hubungan baik di
zaman dulu. Kalau kita lihat Kak
Netanyahu ini antara dia memanfaatkan
kejayaan lama, cerita sejarah di masa
lalu atau mungkin belum bisa move on ya
kan? Soalnya kan hubungan baiknya
terjadi di zaman dulu ya. Sekarang
kondisinya sudah berubah apalagi semakin
kelihatan ya hal-hal yang dilakukan oleh
Istri Will sering sekali ya membuat
sakit hati masyarakat dunia. Nah,
sekarang aja juga udah banyak negara
yang enggak mau berpihak lagi sama Istri
Will karena kelakuannya dan narasi dari
Netanyahu yang mencoba untuk memecah
belah ya orang-orang di muka bumi ini
dan bahkan memecah belah Iran agar
masyarakat Iran memusuhi pemerintah
Iran. Untungnya Iran tidak goyah dan
terus menunjukkan kalau mereka mampu
untuk membalas istri Will dan Amerika.
Nah, jadi itu dia geng pembahasan kita
kali ini mengenai hubungan Iran dan
istri Will di zaman dulu dan betapa
harmonisnya mereka ketika itu. Tapi itu
semua tinggal cerita ya karena sekarang
Iran dan Isri Will adalah musuh
bebuyutan dan gua rasa agak mustahil
untuk mereka bisa berdamai apalagi untuk
akur seperti dulu. Kira-kira kalau
menurut kalian gimana, Geng? Apakah Iran
dan Istri Will bisa seperti dulu lagi
atau justru enggak? Coba tinggalkan
komentar di bawah.