Transcript
m9ZtXuTZ5so • PESTA LAGIBETE BOGOR DIGREBEK ! SEBAGIAN BESAR MENGIDAP REAKTIF H!V & SILIFIS !
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1471_m9ZtXuTZ5so.txt
Kind: captions Language: id Geng, hari ini kita bakal membahas sebuah kejadian yang cukup menggelikan dan ini terjadi di dalam negeri. Lagi ramai banget nih dibahas ya. bukan karena kejadiannya itu dianggap baru atau jarang terjadi, tapi justru fakta setelah kejadian tersebutlah yang membuat hal ini jadi benar-benar rame. Ya, ini sesuai dengan judul dan thumbnail yaitu penggerebekan sebuah acara yang diselenggarakan oleh komunitas lagi BT di Bogor. Kalau kita berbicara tentang kejadian kayak gini, ini bukan pertama kali di Indonesia. udah sering, udah banyak menggerebekan kayak gini. Tapi yang bikin benar-benar merinding, bikin geli, bikin gua gak habis pikir kejadian kayak gini ada, adalah fakta setelahnya. yaitu ketika orang-orang yang mengikuti party lagi BT ini dicek kesehatannya. Di situlah ditemukan fakta tentang kesehatan mereka yang benar-benar bikin merinding. Yang gue yakin mereka sendiri enggak tahu. Dan ketika mereka tahu setelah kejadian ini, setelah mereka diperiksa, ya gua yakin banget 100% ada di antara mereka yang juga frustasi, mungkin mengalami tekanan batin, mungkin mengalami penyesalan, mungkin setelah mereka mengetahui kalau mereka terkena penyakit menular. gua gak bisa ucapin secara gamblang ya, sorry banget. Mereka-mereka ini menormalisasikan kegiatan mereka yang mereka sebut dengan open minded ya. Open minded pikiran terbuka. Kepa lu lu buka, otak lu lu buka, lu belah lu. Ya. Nah, mereka mengatakan juga kalau mereka ini sama-sama manusia yang berhak untuk ee hidup memilih jalan sendiri dan tidak perlu didiskriminasi katanya. ya kalau enggak mengganggu, tapi kalau udah meresahkan kayak gini gimana? Dan yang lebih mengagetkannya kan ya setelah diperiksa ternyata mereka punya penyakit itu kan dan itu bisa menular ke orang lain gitu. Nah, hal kayak ginilah yang tidak bisa dinormalisasikan ya. Kalau misalkan lu kena penyakit terus lu selesai sendiri ya udah. Tapi gara-gara lu nih menyebar ke mana-mana dan kita gak tahu ya di antara mereka mungkin ada ya suaminya seseorang ya tapi dia menyimpan rahasia di balik istrinya dia mainlah tuh di parti itu kena penyakit dia bawa pulang dia main sama istrinya lagi. Istrinya kena entar istrinya nularin ke anak nularin ke yang lain. Nah ini yang bahaya. Dan akibat kejadian ini terjadi di Bogor itu mulai banyak narasi-narasi yang miring tentang Bogor yang menyebutkan kalau di Bogor memang banyak sekali komunitas lagi BT dan terus meningkat setiap tahunnya. Dan hal ini membuat pemerintah Bogor sendiri harus membuat sebuah peraturan untuk menindak tegas para pelaku penyimpangan ini. Nah, di video kali ini kita bakal membahas mengenai penggerebekan pesta lagi BT ini di Bogor dan bagaimana penanganan yang diberikan oleh pemerintah Bogor untuk mengatasi hal ini. Tapi sebelum gua mulai konten ini, gua disclaimer dulu pembahasan ini tidak bermaksud untuk melanggar aturan atau pedoman YouTube ataupun membuat sesuatu yang dilarang oleh YouTube. Nah, tujuan dari pembahasan ini adalah untuk informasi dan semoga bisa menjadi edukasi untuk kita semua. Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry [Musik] Genggeng. Oke, untuk pembahasan pertama kita akan masuk ke dalam pembahasan kronologi pesta komunitas lagi BT di Bogor. Jadi, geng, pihak kepolisian berhasil menggerebek pesta yang dibuat oleh komunitas ini yang dilakukan di sebuah villa mewah yang terletak di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor pada hari Minggu tanggal 22 Juni ee 2025 sekitar jam .30 dingi hari. Di saat kalian semua sudah sedang tidur ya, mereka semua sedang adu-adu belala itu, Geng. Gila nih bapak-bapak ya. Kalau lu lihat orang-orangnya mukanya bapak-bapak gitu. Dan di saat dunia sedang ee berduka, terus juga was-was dengan perang dunia ketiga yang kabarnya nanti bisa segera menyusul gitu kan, mereka malah bikin perang sendiri, Geng. Adu rudal di mega mendung sana. Cuacanya mendukung sih ya. Nah, terus geng adanya pesta tersebut diketahui oleh polisi setelah mendapatkan laporan dari warga setempat. Jadi, awalnya warga sekitar tuh menduga acara ini adalah family gathering gitu. Tapi, ada yang enggak wajar dari acara itu, Geng. Acaranya bukan kayak acara family gathering pada umumnya, ya kan? Kan kalau family gathering itu kan kelihatan ya, ada bapak-bapak, ada ibu-ibu, ada anak-anak. Kalau ini enggak. Ada bapak-bapak, bapak-bapak, bapak-bapak, bapak-bapak lagi gitu. Jadi, wah acara family gathering macam apa ini ya kan. Nah, atas dasar informasi tersebut, Polres Bogor bersama dengan Polsek Megamendung itu datang ke vila yang dijadikan sebagai lokasi tempat acara tersebut berlangsung. Di sana pihak kepolisian menemukan ada sebanyak 75 orang yang terdiri dari 74 orang pria dan satu wanita. Nah, ini aneh nih. Ada satu orang wanita nih. Itu siapa ya? Kayaknya wasit kali ya. Wasit kali mungkin. Terus dikatakan ya kalau mereka ini ya baru aja selesai menyelenggarakan sebuah pentas atau kontes pemilihan yang diberi nama The Big Star. Wei bintang besar. Panitia acara menyebarkan undangan dengan membuat kalau acara tersebut seolah-olah seperti family gathering dengan penampilan pentas dan pertunjukan lomba menyanyi serta menari. Para peserta yang hadir di sana mendaftar dengan membayar uang sebesar Rp200.000 per orang. Dan mereka semua mengaku kalau datang ke acara tersebut melalui undangan yang mereka lihat di sosial media. Dan mereka ini berasal dari daerah Jaborodabek, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi yang mana 10% dari mereka ini berasal dari Kabupaten Bogor. Jadi kebanyakannya adalah warga Bogor. Nah, halo warga Bogor. Gimana nih? Banyak juga ya pecinta lubang donat. Astagfirullah. Dan umur dari setiap orang yang datang di sana itu campur-campur, Geng. Ya, kenapa gua bilang tadi bapak-bapak gitu ya? Karena memang ada yang umurnya sampai 50 tahunan. Memang yang paling mudanya ya umur 21 tahun. Nah, ketika digerebek ya polisi itu tidak menemukan adanya perbuatan asusila di sana yang dilakukan di dalam villa tersebut. Jadi digerebek itu mereka belum sempat hehoh-hehoh gitu ya, masih persiapan gitu. Siapa mau lepas tapi bukan. Nah, meskipun begitu polisi menyita sejumlah barang bukti berupa empat alat pengaman yang masih terbungkus, belum sempat dipakai, dan sebilah pedang yang digunakan sebagai pertunjukan tari yang ditampilkan oleh peserta. Polisi mulai menduga dan curiga pesta ini benar-benar bukan family gathering biasa, melainkan adalah sebuah pesta menyimpang yang berkedok family gathering untuk mengelabuhi warga sekitar yang berada di dekat villa serta mengelabuhi petugas polisi. Enggak tanggung-tanggung ya, Geng. 75 orang yang ditangkap dan ke-75 orang ini kemudian dibawa oleh petugas polisi untuk mendapatkan keterangan mengenai aktivitas apa yang mereka lakukan selama di sana serta mengetahui apakah mereka benar merupakan bagian dari komunitas lagi atau bukan gitu. Nah, pada hari Minggu tanggal 22 Juni 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor itu langsung melakukan pemeriksaan kesehatan nih terhadap para peserta. Karena kan dicurigai ya, kalau memang mereka suka memasuki lubang-lubang yang tidak benar ya kan biasanya ya itu akan berpenyakit ya kan. Nah, akhirnya diperiksalah tuh e dicurigai ini jangan-jangan ada penyakit nih. Dan dari 75 orang ya yang menjalani pemeriksaan sebagiannya dinyatakan reaktif H1V ya. H garis V H tanda seru V. Gua gak bisa ngucapin nih seru. Eh seru sor nih geng. Gua enggak bisa ngucapin nih. Pokoknya ya reaktif itu dan reaktis silfish. Penyakit silfish dibalik ya tulisannya penyakit silfish. 30 orang yang dinyatakan berpenyakit itu. Jadi kalau 70 oh 45 ya 45 orangnya aman. Nah 45 orang lain itu dinyatakan nonreaktif. Tapi seandainya ya di malam itu mereka jadi hehoh hehoh atau skid papap, otomatis 45 orang itu akan tertular. Menurut gua kayak mereka pasti enggak tahu gitu ya kan acara begitu tuh siapa sih yang yang yang tahu kalau lu bakal berpasangan sama orang berpenyakit? Kan enggak mungkin diperiksa dulu. Kalau misalkan diminta diperiksa pasti salah satunya tersinggung gitu kan. Akhirnya 45 orang terselamatkan, cucok. Nah, tapi di sini gua pengin ngejelasin sedikit apa sih perbedaan antara reaktif H garis V dengan posi H garis V? Nah, jadi reaktif ini sendiri menandakan kemungkinan besar orang tersebut positif ya, positif H garis V, positif silivis. Jadi reaktif itu ada cikalbakalnya, tunasnya udah ada. Nah, namun untuk memastikan apakah positif atau tidak diperlukan tes lanjutan untuk bisa mendapatkan informasi tersebut. Nah, H garis V reaktif itu ya bisa terlihat dari screening, rapid test, namun belum tentu juga bisa 100% positif. Bisa aja itu hanya bibitnya, cikalbakalnya, tapi ya belum tentu jadi gitu. Nah, untuk bisa memastikan perlu pemeriksaan lanjutan seperti western blood test yang lebih canggih gitu, Geng. Nah, jadi geng bagi peserta yang bukan dari Bogor, pihak Dinkes Kabupaten Bogor itu akan berkoordinasi dengan Dinkes di wilayah asal peserta di wilayah masing-masing. Sebagai bagian dari langkah lanjutan, Dinas Kesehatan bakal memperkuat koordinasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS atau disingkat dengan KPA di Kabupaten Bogor serta meningkatkan program promotif dan preventif untuk menekan potensi penularan H garis V di masyarakat. Nah, khususnya pada kelompok yang beresiko tinggi dan memang, Geng, H garg garis V ini enggak cuma dialami oleh orang-orang yang lagi BT aja, orang yang menyukai lawan jenis juga yang normal-normal kayak kita gini juga bisa terkena kok ya. Namun orang-orang lagi BT itu memang memiliki resiko yang berkali-kali lipat atau lebih tinggi untuk bisa tertular H garis V dibandingkan dengan yang normal-normal gitu. Karena kan mereka itu berhubungan pada tempat yang salah, pada tempat yang bukan difungsikan untuk berhubungan gitu kan. Nah, jadi kenapa disebut menyimpang? Ya, karena mereka melakukan hubungan di tempat yang salah, kotor, penuh bakteri gitu dan udah pasti 100 1000% ya 100 1000% atau 1100% bakal mengundang penyakit. Nah, kalau pembelaannya karena sudah mencuci atau membersihkan pertanyaannya emang udah pasti semuanya bersih ya kan? Kalau ada yang enggak cuci gimana? Yang brutal banget. Dan memang sudah dikatakan apabila melakukan penyimpangan seperti itu ya itu udah pasti bakal mendekati banget dengan virus H1V dan juga si Livis tadi. Nah dan biasanya nih ya ini sedikit gua jelaskan ya mungkin agak agak gimana gitu ya. Jadi yang paling cepat nih menularkan H garis V atau silfis itu apabila antara kulit mereka itu mengalami luka. Nah, biasanya bakterinya akan masuk melalui daruh ya, melalui radah ya, masuk menyebar itu cepat banget. Nah, makanya hati-hati tuh main-main brutal-brutal sampai keluar-keluar cairan merah sampai radah-radahnya keluar. Nah, cepat banget tuh kena itu. Hagaris V sendiri itu jarang menunjukkan gejala di tahap awal, Geng. Jadi, mungkin pada awalnya bisa jadi orang enggak tahu kalau dia menderita virus itu, ya, penyakit itu karena memang tidak menunjukkan gejala apapun. Nah, ini sekalian gua edukasi nih ke kalian. Kalau gejala H garis V itu ya ada tiga tahapan. Yang pertama itu infeksi H garis V akut yang terjadi beberapa bulan pertama setelah seseorang terinfeksi atau selepas seseorang melewati masa inkubasi virus. Pada tahap ini, sistem kekebalan tubuh orang tersebut membentuk antibodi untuk melewati virus itu. Nah, tahap kedua yaitu infeksi H garis V kronis. Nah, setelah beberapa bulan infeksi ini memasuki tahap laten. Dan infeksi tahap laten ini bisa berlangsung sampai beberapa tahun atau dekade. Nah, pada tahap ini virus H garis V tetap aktif merusak daya tahan tubuh tetapi berkembang biak dalam jumlah yang lebih sedikit. Gejala infeksi H garis V pada tahap laten ini bervariasi, Geng. Beberapa penderitanya bahkan tidak merasakan gejala apapun pada tahap ini. Nah, infeksi tahap laten ini yang terlambat ditangani itu bakal membuat H garis V jadi semakin berkembang. Dan kondisi ini membuat infeksi H garis V memasuki tahap ketiga yaitu AIDS. Nah, di tahap ini sistem kekebalan tubuh sudah rusak parah sehingga penderita bakal lebih mudah terserang dengan infeksi penyakit lain. Jadi yang ngebunuh itu ya bukan si H garis V-nya, bukan AID-nya. yang ngebunuh itu adalah penyakit lain. Penyakit lain kayak gatal-gatal, batuk-batuk, atau apalah. Karena lebih mudah masuk ke tubuh kita karena imun kita, sistem kekebalan tubuh kita udah lemah. Kita balik lagi ke kasus penangkapan atau penggerebekan pesta LGBT tadi. Di saat hasil pemeriksaan kesehatan mereka keluar dan menunjukkan hampir setengah dari peserta tersebut reaktif terhadap Hagaris V dan juga Silvis. Jadi gemparlah masyarakat karena HagarisV ini adalah salah satu virus yang berbahaya yang apa ya bisa dikatakan obatnya sampai sekarang enggak ada gitu. Pencegahannya sih ada. Yang membuat si penderitanya panjang umur ya ada, tapi apa ya? Itu kan cuman buat ngundurin aja. ngundur jadwal dia metong aja gitu. Selebihnya ya udah enggak bisa disembuhkan sejauh ini. Jadilah di saat itu semuanya gempar, semuanya enggak bisa berkata-kata. Masyarakat di saat itu ya menerima kabar ini enggak cuma geli, tapi juga ikut jadi ngeri. Nah, jadi kurang lebih kronologi penggerebekannya seperti itu, Geng. Sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan selanjutnya nih, Geng. Mengenai tanggapan dari berbagai pihak. Karena di dalam fenomena ini ada pihak yang ternyata mendukung, ada pula yang mengecam penggerebekan yang dilakukan oleh polisi terhadap komunitas lagi BT. Ini kok bisa ya ada yang ngedukung komunitas penyakit kayak gini. Oke, untuk pembahasan yang pertama ya kita bahas dulu orang-orang yang mengecam aksi kepolisian ketika menggerebek pesta komunitas lagi BT ini. Kok bisa mereka mengecam polisi? Hah? Apakah mereka memberikan support kepada komunitas lagi BT atau justru ada hal lain? Kita bahas. [Musik] Nah, pihak yang mengecam ini adalah dari Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat atau LBH yang mana menurut pihak LBH tindakan polisi menggerebek pesta tersebut dinilai masuk ke dalam kategori penggeledahan secara sewenang-wenang yang sangat berpotensi akan dialami juga oleh banyak orang katanya. Nah, pengacara publik dari LBH Masyarakat yang bernama Nixon Rendy Sinaga itu menyampaikan aparat penegak hukum Indonesia sering sekali menggunakan istilah-istilah yang tidak resmi untuk membentuk stigma publik terhadap peristiwa atau kasus tertentu, katanya gitu. Nah, jujur di sini gua enggak paham ya yang dikritik oleh Pak Nikson ini apakah penggerebekannya doang atau justru dia memberikan hak luas secara bebas juga kepada para pelaku menyimpang. Tapi yang jelas di sini kalau gua perhatikan ya, dia itu eh mengkritik cara polisi menggerebek sih yang secara tiba-tiba gitu, yang tanpa surat perintah mungkin menurut dia ya itu mungkin ya arah ee dari kritikannya dia. Sebenarnya nih, Geng. Kata Pak Nixon ini ya, di dalam kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau KUHP tidak mengenal istilah penggerebekan yang biasa digunakan oleh polisi. Upaya paksa dengan memasuki suatu tempat atau lokasi tertentu seperti yang dilakukan oleh polisi di dalam kasus komunitas LGBT di puncak ini menurut beliau itu merupakan penggeledahan. Nah, jadi malah enggak boleh tuh katanya. Dan oleh karena itu menurut Pak Nixon tindakan tersebut harus dilakukan secara terbatas untuk kepentingan penyidikan. Lalu aturan ini berdasarkan ketentuan dalam pasal 32 sampai 37 KUHP. Bagi beliau, dalam konteks kepentingan penyidikan, perlu dipastikan bahwa penyidik memang sudah menemukan adanya dugaan peristiwa atau tindak pidana. Polisi juga perlu memastikan penggeledahan tersebut benar-benar dibutuhkan untuk bisa menemukan tersangka. Nah, di dalam pelaksanaannya penyidik wajib memiliki izin dari pengadilan dan harus disaksikan oleh setidaknya dua orang saksi ketika melakukan penggeledahan. Ribet juga ya kalau tuh acara udah kelar terus orang-orang yang pada kabur duluan, surat perintah pengadilan atau surat izin pengadilannya belum dapat, gimana tuh, Pak? Tapi ya udahlah memang aturan yang tertulis seperti itu gitu. Namun nih geng dikatakan juga di dalam praktiknya ya dikatakan oleh Pak Nickon ini pihak kepolisian sering sekali mengkonstruksi kondisi atau keadaan seolah sangat mendesak sehingga tidak membutuhkan izin dari pengadilan dan disaksikan oleh dua orang tadi. Jadi yang kayak maksudnya dia tuh ee polisi kayak mendramatisir lah kayak ah tiba-tiba ini mendesak gitu. Seolah-olah ini ee mendesak banget dan urgen banget harus digeledah gitu menurut Pak Nissan tuh gitu. Nah, tapi kalau kita lihat dari kondisi kejadian ini menurut kalian gimana, Geng? Apa yang dilakukan oleh polisi udah benar apa belum tuh? Ini cukup mendesak atau enggak? Ataukah polisi perlu izin pengadilan dulu baru ngegerebek pesta ini? Karena kan di saat digerebek kan udah jam .00 ya. Yang mana itu artinya itu pesta sudah mau selesai ya kan. E coba deh kalian deh yang bisa menilai. Pak Nissan juga bilang apa yang dilakukan oleh polisi ini mengakibatkan pasal 34 KUHP sering digunakan sebagai dali untuk penggeledahan tanpa harus mendapatkan izin ketua pengadilan terlebih dahulu. Nah, kalau semuanya dianggap kondisinya mendesak seperti kejadian ini, nah, Pak Nixon ini mengatakan ya semua masyarakat harus mempertanyakan kinerja kepolisian dalam konteks manajemen penyidikan. Begitu, Geng kata Pak Nikson. Gimana tuh? Setuju enggak kalian? Terus geng, ada juga dari pihak e Amnesti Internasional melalui Wirya Adiwena selaku wakil direktur amnesti yang menyebutkan penggerebekan yang dilakukan di villa yang berlokasi di Bogor ini sebagai tindakan yang diskriminatif gitu. Nah, karena itulah menurut Wirya polisi diminta untuk harus segera membebaskan semua orang yang ditangkap dari penggerebekan tersebut. Kata Wiriya, pemerintah Indonesia juga harus mengambil langkah-langkah mendesak untuk memastikan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pihak kepolisian serta berupaya untuk menciptakan lingkungan di mana individu dari LGBT ini bisa hidup bebas dari rasa takut dan pelecehan. Hm, gitu ya. Duh, ini kalau besok-besok di sebelah rumah gua ada pesta lagi bet gimana nih? Gua harus gimana ini? Bapak Wirya biarin gitu kayaknya enggak bisa deh. Harus dilempar molotof enggak sih? Biar meledak sekalian. Nah, tadi kita sudah membahas ya orang-orang yang mengecam ya. Ada yang mengecam karena ya tindakan dari pihak kepolisian. Caranya katanya tidak sesuai dengan KUHP. Ada juga yang mengecam karena mereka menganggap ya apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian dengan menangkap para peserta pesta lagi BT ini adalah sebuah diskriminasi ya. Nah, kira-kira menurut kalian gimana? Kalian setuju enggak dengan mereka? Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan pihak-pihak yang justru mendukung aksi dari kepolisian ketika menggerebek pesta ini. Jadi, Geng, kasus ini menghebohkan banyak pihak. Berbagai macam reaksi timbul atas penggerebekan ini. Ada yang mendukung, namun ada pula yang mengecam. Nah, salah satu yang mendukung adalah Majelis Ulama Indonesia atau MUI Jawa Barat. Ya, kalau MUI ya sudah pastilah mendukung penggerebekan dan pembasmian terhadap ya manusia-manusia macam itu ya kan. Karena apa yang dilakukan oleh mereka itu bertentangan dengan syariat Islam gitu. Nah, MUI Jawa Barat itu menunggu tindakan tegas yang diambil oleh Pak Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat. Dan MUI Jawa Barat menilai dengan Pak Dedi Mulyadi yang sering tampil di sosial media itu bakal lebih mudah untuk menyuarakan fenomena ini agar tidak dicontoh sekaligus bisa memberikan efek jera bagi orang-orang yang tergabung di dalam komunitas tersebut. Nah, tapi kalau misalkan efek jera gua rada enggak setuju ya karena ini kan apa ya hasrat masing-masing orang tersebut. Kalau cuman nurunin Pak Dedi Mulyadi terus mereka bisa sembuh ya enggak mungkin gitu ya. Mungkin lebih tepatnya ya tujuannya untuk membuat komunitas-komunitas menyimpang kayak gini untuk tidak membuat lagi pesta-pesta seperti itu kali ya. Tapi kalau misalkan membuat mereka berubah menjadi laki-laki tulen lagi ya ke arah yang benar lagi kayaknya enggak cukup dengan Kang Dedi Mulyadi doang. Mereka harus diobati, harus direhap kayaknya. Ya, jujur aja gua gak ada masalah ya dengan orang-orang seperti ini. Tapi di satu sisi tuh kayak kalau malah menularkan kepada lingkungan gitu ya, enggak cuma sifatnya, enggak cuma kelakuannya, tapi juga sampai penyakitnya. Ya jelas kita tidak setuju dengan hal itu, ya kan? Nah, diharapkan juga oleh MUI kalau Kang Dedi Mulyadi berani untuk menindak tegas, tindakan yang sama juga akan diikuti oleh masyarakat sekitar agar saling memantau satu sama lain kalau terjadi kegiatan menyimpang kayak gini lagi. Dan MUI Jawa Barat itu juga mendorong agar polisi bisa melanjutkan proses hukum kepada para anggota LGBT ini. Karena keberadaan mereka dianggap sudah termasuk pelanggaran terhadap nilai-nilai moral dan berpotensi akan merusak moral bangsa. Dan selain itu, MUI Jawa Barat itu juga berharap pakar hukum khususnya ulama-ulama yang ada di Jawa Barat bisa menjerat pelaku lagi BT ini dengan pasal perzinahan. Dan kenapa jadi perzinahan? Ya sebab mereka tidak menutup kemungkinan ya ini di antara anggota komunitas LGBT ini bisa aja udah punya istri ya kan dan mereka mungkin bohong sama istrinya dan ketika mereka melakukan itu di belakang istrinya konteksnya sudah masuk ke dalam delik dari pasal perzinahan. Karena jauh lebih parah daripada itu ya, bukan cuma perzinahannya doang, tapi juga kita memikirkan gimana nasib istrinya. Dia enggak salah apa-apa, tiba-tiba suaminya menyimpang. Pulang-pulang mereka melakukan hubungan suami istri dan istrinya tertular. Kan itu bahaya banget. Terus, Geng, enggak cuma MUI Jawa Barat, kasus ini juga sudah sampai ke MUI pusat dan menjadi fenomena yang juga diperhatikan oleh lembaga tersebut. Yang menyebutkan kegiatan ini adalah sesuatu aktivitas yang menyimpang dan memalukan. Nah, melalui Anwar Abbas selaku wakil ketua MUI, pihaknya berharap agar peserta dari pesta Lagi BT di Bogor ini bisa sadar dan memahami kalau apa yang mereka lakukan adalah salah dan menyalahi kodrat yang sudah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Jika kegiatan tersebut tidak dihentikan, maka hal ini bakal berpotensi membawa dampak yang jauh lebih besar, membuat penyebaran penyakit dan dalam jangka panjang itu bisa berdampak terhadap punahnya populasi manusia. Jauh ya pemikirannya memang ya maksudnya kayak ya kalau misalkan cowok sama cowok main terus kapan punya anak gitu kan bahaya juga ya kan kita udah bisa lihat sendiri di Jepang sekarang udah krisis manusia ya kan krisis kelahiran jangan sampai Indonesia juga mengalami hal yang sama. Nah, kalian bayangin aja tuh, Geng. Semisalkan perilaku ini dinormalisasikan, banyak orang yang akan melakukan pernikahan sesama. Sehingga bisa dipastikan dalam rentang waktu sekitar 20 50 atau 100 tahun ke depan, maka seluruh umat manusia ya jumlahnya bakal kalah banyak daripada jumlah ayam ya. Gila, kita udah bisa lihat ya, Geng, di negara-negara lain ya seperti yang gua sebutkan tadi kayak Jepang gitu, itu udah mulai turun, udah mulai punah. Korea Selatan juga sama. Ya memang fenomena di sana itu bukan karena lagi bete sih. Kalau di sana itu karena mereka itu berpikir kalau menikah itu akan menambah pengeluaran dan beban hidup mereka. Karena memang beban hidup di negara-negara semaju itu emang berat banget. Mereka dituntut untuk bekerja terus sehingga hasrat mereka untuk melakukan hubungan suami istri itu udah enggak ada gitu. Tapi ya di balik itu semua di negara kita ya dengan menormalisasikan perilaku menyimpang itu bakal membuat ya kondisinya mungkin jauh lebih parah. Udah ekonomi kita sulit ya kan. Beban hidup kita banyak, korupsi di negara kita juga enggak habis-habis. Giliran ada bansos tidak tepat sasaran. Tidak tidak seperti rudal Iran gitu ya. Tidak tepat sasaran gitu. Nah, ditambah lagi ini pada menyimpang-menyimpang makin hancur negara kita ya kan. Lalu geng pihak MUI Kecamatan Megamendung sudah meminta kepada pemilik villa agar lebih selektif lagi dalam memilih tamu yang akan menginap di penginapan mereka. Jangan sampai karena tergiur dengan nilai sewa yang mahal gitu. Lantas pemilik villa mengabaikan apa yang akan dilakukan oleh para tamu di sana. Ya kan? Ditambah lagi MUI dengan tegas sudah melarang aktivitas yang berkaitan dengan lagi BT dengan mengeluarkan fatwa mengenai hal itu. Meskipun secara hukum negara fatwa yang dikeluarkan MUI ini tidak mengikat ya sebab bukan merupakan produk hukum negara tapi kegiatan yang dilakukan oleh komunitas lagi BT di Bogor ini menjadi sebuah kegiatan yang diharamkan oleh ee masyarakat dan tergolong ke dalam ya dosa besar gitu. Nah, jadi benar-benar dikecam oleh masyarakat sana. Dan oleh karena itu, MUI Mega Mendung berharap kegiatan seperti ini tidak terjadi lagi di sana. Dan terus, Geng, ada keterangan juga dari ee Kepala Desa Megamendung, ya. kepala desa di lokasi tersebut yang bernama Pak Duduh Mandu. Beliau ini mengaku pihaknya tidak mengetahui adanya kegiatan menyimpang ini di vila yang ada di desa mereka ini. Bahkan ketika digerebek ya pihak mereka juga enggak mendapatkan informasi apapun dari ee pihak polisi atau mungkin masyarakatnya. Jadi mungkin masyarakat di sana yang di area tersebut lapor ke polisi langsung, tidak lapor ke kepala desanya, gitu. Jadi, sepertinya enggak ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak desa, baik acara tersebut, penggerebekannya. Jadi, itu terjadi begitu aja. Dan Pak Duduh ini juga menegaskan bahwa pemerintah desa sudah memiliki aturan mengenai penyewaan villa di daerah mereka, Geng. Jadi, setiap pihak yang ingin menyewa villa itu wajib memahami dan mematuhi aturan yang berlaku di sana. Di dalam aturan tersebut ada beberapa poin penting. Seperti larangan membawa minuman keras, enggak boleh ada senjata tajam, kemudian ada pembatasan terhadap suara musik yang diperbolehkan yang mana ini cuma sampai jam 10. malam doang. Lebih dari itu ya udah enggak boleh jadi enggak boleh berisik. Nah, misalnya penyawa villa melanggar peraturan tersebut maka pemerintah desa berhak untuk mengambil tindakan sesuai dengan kewenangannya dan aturan ini sudah lama berlaku. Sementara ya penggerebekan ini dilakukan di jam .30 tengah satu dini hari dan dikatakan acara tersebut baru selesai. Nah, terlepas dari apakah mereka sudah melakukan kegiatan menyimpang atau enggak, tapi apa yang mereka lakukan sudah menyalahi aturan sebab mereka berpesta lewat dari waktu yang ditetapkan yaitu jam 10. malam. Nah, jadi kurang lebih kayak gitu, Geng. Dan Pak Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat itu sudah memberikan respon nih, Geng, mengenai penggerebekan tersebut. Beliau bilang hal ini harus segera ditangani. Menurut beliau, kawasan puncak Bogor sebenarnya adalah area yang sangat indah dan hijau. Orang-orang rela menempuh perjalanan jauh untuk liburan ke sana demi bisa menikmati alam yang asri di sana. Cuma dalam perkembangannya justru pariwisata di sana itu mengarah ke hal-hal yang enggak sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia. Untuk itu, Pak Dedi Mulyadi itu udah berjanji bakal turun tangan untuk menata dan membenahi kawasan puncak Bogor ini. Dan enggak cuma secara fisik dan penampilan aja yang harus diperbaiki, namun juga dari sisi nilai-nilai sosial dan budayanya. Nah, apa mungkin nih ya Kang Deddy bakal ngebawa orang-orang lagi BT yang ketangkap ini ke barak militer? Ya, cocok tuh, Pak. Suruh hajar-hajarin aja, Pak, sama bapak-bapak TNI, ya. Nah, aduh. Tapi apa mereka malah senang ya ketemu TNI kan badannya tegap-tegap, bagus-bagus gitu kan malah makin sakne mereka nanti. Dari kasus ini gua melihat beberapa respon dari netizen juga nih Geng ya. Ada yang mendukung penggerebekan ini, tapi ada juga yang mengecam. Tapi gua lebih tertarik dengan respon yang mengatakan kalau di Bogor sudah tidak heran lagi sama fenomena seperti ini. Katanya karena kabarnya kasusnya udah banyak. Apakah benar kayak gitu, Teman-teman dari Bogor? Oke, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai banyaknya komunitas lagi BT yang ada di Bogor. [Musik] Jadi, Geng, orang-orang bilang kalau fenomena penggerebekan pesta LGBT di sana sudah tidak mengherankan lagi karena memang sudah sering terjadi. Dan penggerebekan ini memang terjadi di Mega Mendung yang mana itu masuk ke dalam wilayah Kabupaten Bogor. Tapi ternyata di Kota Bogor sendiri banyak juga yang seperti ini, Geng. Kota Bogor juga jadi salah satu tempat yang sering terdengar di kalangan masyarakat sebagai kota dengan penyebaran paham lagi bete yang cukup kencang. Hal tersebut jadi menimbulkan stigma dan julukan kepada kota Bogor di kalangan anak muda dengan sebutan bogai. Nah, paham ya? Bogai kalau dipanjangin apa tuh? Bukan sebuah hal yang aneh kenapa kota Bogor memiliki julukan seperti itu ya. Karena di sana ternyata tercatat cukup banyak kasus yang berkaitan dengan penyimpangan perilaku WAL. Ini data yang diambil dari tahun 2017 sampai 2019 itu mencatat pada tahun 2017 aja ada sekitar 4.164 kasus lagi BT ya. Kemudian bertambah menjadi ee sebanyak 4.610 kasus ya pada tahun 2018 dan jumlahnya semakin meningkat di tahun 2019 menjadi 4.928. Huh, banyak banget. Nah, dan dari fakta di lapangan inilah akhirnya Pemerintah Bogor memutuskan untuk mengeluarkan peraturan yaitu melalui Peraturan Daerah Kota Bogor nomor 10 tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan perilaku menyimpang yang ee dengan harapan ya akan menjadi solusi bagi semakin masifnya orang-orang lagi BT di kota-kota Bogor dan menanggulangi penularan H garis V di Jawa Barat. Rencana penerbitan aturan ini sudah muncul sejak beberapa tahun sebelumnya dan selama kurang lebih setahun anggota DPRD Kota Bogor merencanakan akan menyusun Perda tersebut. Dan saat itu Bima Arya selaku Walikota Bogor mengatakan awalnya Pemda Kota Bogor menolak usulan Perda dari DPRD ini dikarenakan terlalu jauh masuk ke ruang privasi masyarakat katanya. Nah, namun kemudian pembahasan ini tetap dilakukan dan yang paling penting Pemerintah Kota Bogor memastikan Perda ini tidak boleh masuk ke wilayah privasi dan kemudian Pemkot Bogor memastikan Perda ini tidak mendiskriminasi terhadap siapapun. Nah, dan dua hal inilah yang akan dijaga bersama oleh Pemda Kota Bogor dan pihak DPRD. Masyarakat Kota Bogor sendiri itu menjadi dua kubu, Geng. Sebagian warga mempertanyakan kebijakan tersebut, namun sebagian yang lainnya justru mendukung penuh. yang mendukung itu menilai kalau pemerintah bisa bertindak aktif dalam mengontrol dan melakukan sidak untuk menciduk orang-orang yang dicurigai berperilaku menyimpang agar bisa diberikan edukasi atau dibina ya di sebuah panti khusus kek atau di dinas sosial gitu untuk melakukan terapi atau upaya yang lain yang bisa membuat mereka kembali ke jalan yang benar. Namun orang-orang yang mempertanyakan ini ya yang enggak suka dengan hal ini sebenarnya enggak sepenuhnya menolak geng. Tapi lebih kebingung aja mereka. Di satu sisi, perda tersebut dinilai baik, tapi di sisi lain perda tersebut ditakutkan akan mendiskriminasi kelompok lagi BT itu sendiri secara personalnya. Untuk di Kabupaten Bogor sendiri belum ada peraturan yang sudah sampai ke produk hukum seperti di Kota Bogor. Namun pada tahun 2022 MUI Kabupaten Bogor menggelar ijtima ulama di Cibinong yang mana salah satu dari lima poinnya yaitu menolak keras perilaku lagi BT. Dan hal tersebut dilandaskan karena bertolak belakang dengan ajaran agama. Enggak cuma dalam ajaran agama Islam aja, tapi dari agama-agama lain juga sama gitu. Dan MUI meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bogor serta aparat penegak hukum agar tegas di dalam mengawasi perilaku masyarakat yang mengarah kepada sifat-sifat lagi BT ini. Nah, perilaku ini harus menjadi perhatian bersama. Sebab perilaku menyimpang seperti ini bakal dianggap remeh jika terus dibiarkan. Masyarakat serta orang tua memiliki peran penting dalam pengawasan perilaku lagi BT agar generasi kita nantinya enggak terjerumus ke dalam perilaku tersebut. Nah, untuk update terbarunya nih, Geng, ya. Dari kasus penggerebekan ini ada sebanyak 10 orang yang akan diperiksa oleh penyidik. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami peran dari masing-masing pihak dalam kegiatan tersebut. Dan empat orang di antara mereka itu merupakan panitia acara. Meskipun begitu, polisi menegaskan bahwa pihaknya sampai saat ini belum menetapkan tersangka dan masih akan terus melakukan penyelidikan. Sementara sisanya udah dipulangkan sembari menunggu perkembangan selanjutnya dari kasus ini. Itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini mengenai penggerebekan pesta yang diselenggarakan oleh komunitas lagi BT di Bogor. Gimana tuh, Geng, tanggapan kalian mengenai hal ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.