File TXT tidak ditemukan.
Transcript
QysvXHT8bNQ • IRAN vs ISR4EL GAGAL DAMAI ! RUSIA KIRIM BANTUAN RUDAL CANGGIH 🥶
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1468_QysvXHT8bNQ.txt
Kind: captions
Language: id
Geng. Haduh, gimana nih? Udah video
ketujuh nih, rangkuman pembahasan
tentang perang Hry melawan Palestina.
Ya, udah termasuk Amerika di dalamnya.
Di video kemarin gua udah mention ya,
pada akhirnya Donald Trump memutuskan
untuk ikut perang bersama dengan istri
Will untuk menyerang Iran. Sebenarnya
udah banyak yang memprediksi hal ini,
Geng. cepat atau lambat Amerika di bawah
perintah Donald Trump pasti bakal segera
ikut campur. Nah, cuma keputusan dari
Donald Trump ini lebih cepat dari dugaan
karena beberapa hari yang lalu Donald
Trump bilang akan mengumumkan apakah dia
akan membantu Isri Will atau enggak itu
dalam 2 minggu ya kan. Nah, hal ini yang
menjadi ketakutan negara-negara lain
yang mana kalau sampai Amerika membantu
Eriwel, maka aliansi Iran seperti Rusia
dan Cina juga enggak akan tinggal diam
dan sangat besar kemungkinan akan
menimbulkan perang yang lebih besar
lagi. Sebelumnya ya, Vladimir Putin juga
udah memperingatkan Amerika untuk tidak
membantu Isryw dalam konflik ini. Nah,
namun ternyata Donald Trump malah
bertindak sesuka hati ya terkesan
sepihak dan bahkan mendapatkan protes
dari masyarakat ee Amerika sendiri. Nah,
banyak polemik yang akhirnya muncul
setelah Amerika masuk ke dalam perang
ini dan menyerang Iran. Nah, kemarin ya
Iran dengan kekuatan penuh meluncurkan
serangan lagi ke isriwil menggunakan
rudal yang namanya Kaibar Sheekan yang
mana ini adalah pertama kalinya Iran
menggunakan rudal tersebut. Nah, terus
update terbarunya lagi karena Amerika
sudah ikut campur di dalam perang ini,
Iran pun enggak tinggal diam. Mereka
melakukan serangan ke pangkalan militer
Amerika yang ada di Qatar, Geng. Nah,
biasanya ya kalau udah ada serangan
kayak gini akan ada serangan balasan
lagi. Tapi entah kenapa ya ketika Iran
menyerang pangkalan militer Amerika di
Qatar, Amerika justru kayak enggak
berani membalas lagi. Malah Donald Trump
tiba-tiba menyuarakan untuk gencatan
senjata atau ya angkat bendera putih
gitu. Dan dia minta kepada istri Will
segera berdamai dengan Iran. Ada apa nih
dengan Donald Trump? Kok tiba-tiba jadi
ya agak gimana gitu ya kan? melempem.
Apa mereka takut pangkalan militer
lainnya juga bakal dibombardir oleh Iren
atau gimana nih? Karena Iran enggak
main-main. Nah, di video kali ini kita
bakal memberikan update-update terbaru
mengenai situasi perang yang terjadi di
hari ini, Geng. Nah, nanti kita juga
bakal bahas nih, ya Donald Trump
menyatakan kalau sebenarnya sudah
terjadi genjatan senjata antara Istri
Will dengan Iran. Tapi pada kenyataannya
Iran membantah itu. Kok bisa nih ya
Donald Trump seblunder itu? Apakah
benar-benar ya Donald Trump ini dengan
embel-embel Amerikanya ini udah enggak
didengarkan lagi oleh negara-negara
lain? Yang mana kan biasanya nih kalau
Amerika udah angkat bicara udah pasti
itu ya begitu adanya. Misalkan dikatakan
udah gencatan senjata, ya udah gencatan
senjata. Tapi ini enggak. Udah kayak
ngada-ngada gitu. Udah kayak berita halu
yang keluar dari mulut Donald Trump. Dia
bilang kenyataan senjata sementara Iran
membantah. Dia bilang enggak ada
kenyataan senjata. Orang sampai detik
ini kita masih menembakkan rudal ke
isriwel. Nah. Jadi ini seru banget
pembahasannya. Semoga kalian belum bosan
mendengar rangkuman pembahasan kejadian
ini. Oke. Nah, tapi sebelumnya lagi-lagi
gua ingatkan ya, gua disclaimer dulu nih
kalau pembahasan ini tidak bermaksud
untuk melanggar aturan YouTube atau
membuat hal-hal yang dilarang oleh
YouTube. Jadi, tujuan pembuatan video
ini murni sebagai informasi dan semoga
bisa menjadi edukasi untuk kita semua.
Langsung aja kita bahas secara lengkap.
Halo, geng. Welcome back to Kamar Jerry.
[Musik]
Geng, geng. Oke, Geng. Langsung aja nih
untuk pembahasan pertama kita akan masuk
ke dalam pembahasan ketika Iran untuk
pertama kali meluncurkan rudal Kaibar
Sheekan.
Jadi, Geng, di hari Minggu tanggal 22
Juni tahun 2025, Iran mengumumkan bahwa
secara perdana mereka menggunakan rudal
ganas yang bernama Kaibar Sheekan di
dalam serangan ke-20 ke wilayah Isriwil.
Serangan tersebut cuma beberapa saat
setelah Amerika menyerang ketiga
fasilitas nuklir milik Iran. Namun,
seperti apa sih ya kekuatan dari rudal
Kaibar Sheekan ini? Nah, jadi geng rudal
tersebut pertama kali diluncurkan pada
tahun 2022. Nama Kaibar Syekan itu
diambil dari nama pertempuran pada abad
keet7 ketika pasukan Muslim mengalahkan
suku-suku Yahudi. Jangkauan dan akurasi
ee dari rudal ini ya sampai mencuri
perhatian dari para pejabat keamanan
nasional di Eropa dan juga isriwel serta
para ahli yang memantau kemajuan
teknologi militer milik Iran. Soalnya,
Geng, selama ini rudal-rudal Iran itu
diragukan kekuatannya. Amerika dan
negara-negara Barat cenderung lebih
memperhitungkan ancaman dari Cina dan
juga Rusia. Nah, barulah kemudian Iran.
Laporan dari media New York Times itu
menyebutkan kalau kaibar Sheekan itu
berbahan bakar padat dan dilengkapi
dengan sistem panduan canggih untuk
mengenai target. Dan rudal itu memiliki
jangkauan sampai dengan 1450
km yang mana itu artinya rudal tersebut
bisa menjangkau isri wil. Namun yang
membuatnya lebih menonjol dibandingkan
dengan persenjataan Iran lain karena ya
hulu ledaknya itu bisa gesit bermanuver
berkat sirip aerodinamis kecil untuk
menghindari setidaknya beberapa sistem
pertahanan udara tradisional yang
biasa-biasa. Jadi ini udah canggih
banget. Terus geng, Corps Garda revolusi
Iran yang disingkat dengan IRGC itu
mengkonfirmasi bahwa dalam serangan pada
hari Minggu kemarin, Iran itu
menggunakan rudal Kaibar Sheekan
generasi ketiga yang memiliki multi
ledak dengan menggunakan taktik untuk
mencapai presisi titiknya, daya rusaknya
juga, dan efektivitas yang lebih tinggi.
Rudal jenis ini itu bisa mempertahankan
arah sampai memiliki daya presisi tinggi
untuk menghantam sasaran dan menghujani
muatan proyektil rudal berhulu ledak
tinggi yang sangat merusak target. Ada
sebanyak 40 rudal yang terdiri dari
mesin pendorong bahan bakar padat dan
juga cair yang diluncurkan ke
target-target penting di seluruh wilayah
Isriwil. Jadi rudalnya aja itu udah
banyak banget dan semuanya adalah
rudal-rudal canggih. Nah, salah satu
target utama rudal Kaibar seekan adalah
bandara internasional Burion yang
terletak di Tel Afif terus ke arah pusat
riset biologis dan juga pusat kendali
serta komando alternatif Isriwil. Di
Isriwel, Sirene meraung dengan kencang
setelah rudal-rudal Kaibersekan milik
Iran ini menghantam sejumlah target dan
meledak. Keganasan dari rudal ini
membuat warga Isriwil jadi panik karena
daya hancurnya yang begitu besar. Media
lokal Isriwil itu melaporkan serangan
Iran menggunakan rudal terbaru tersebut
ya menyebabkan ada sekitar 27 orang ee
luka-luka dan dua orang di antaranya di
dalam kondisi kritis. Dan selain itu ada
sebanyak 20 orang yang dilaporkan masih
terjebak di bawah runtuhan lokasi
serangan di kawasan Neziona sebelah
selatan Tel Afif. Menurut informasi lain
nih, Geng, dikatakan juga di hari Minggu
itu, Iran juga meluncurkan sebanyak 27
rudal balistik di dalam 20 gelombang
yang menargetkan 10 lokasi yang berbeda.
Gelombang pertama, proyektif pelak
mencakup 22 rudal dan yang kedua terdiri
dari lima bom. Di saat itu petugas medis
itu langsung diterjunkan ke lokasi untuk
melakukan evakuasi di Istriwil Utara dan
tengah sebelum jam 8.00 pagi waktu
setempat ketika seluruh warga diminta
untuk mencari tempat berlindung.
[Musik]
Terdengar adanya suara sirene yang
meraung-raung karena serangan rudal dari
Iran ini. Dan perintah perlindungan
untuk warga Isriwil juga dicabut tepat
sebelum jam 0820 pagi. Kementerian
Kesehatan Isriwil itu bilang ada
sebanyak 86 orang yang luka-luka dan di
antaranya ada dua orang yang masih di
bawah umur dan mereka berdua dibawa ke
daerah Ichilov Medical Center di Tel
Afif. Dan ada juga seorang pria yang
berusia 30 tahunan yang menderita luka
bakar. Nah, jadi sekarang warga Isriwel
jadi merasakan gitu ya apa yang dialami
oleh warga Palestina akibat dari
tindakan tentara mereka.
Gila, benar-benar instan karma. Di hari
Senin dini hari tanggal 23 Juni tahun
2025, istri Will itu melakukan serangan
balasan nih ke Iran yang mana mereka
menargetkan beberapa lokasi peluncuran
rudal dan juga bandara yang ada di Iran.
Militer Istri Will itu menyebutkan lebih
dari 15 jet tempur dari angkatan udara
mereka itu udah menyerang area
Kermansyah yang ada di bagian Iran
Barat. Nah, militer Istriwel juga
menyebutkan pasukan mereka sudah
menyerang setidaknya enam buah bandara
dan Isriwil mengklaim bahwa ada sebanyak
15 jet tempur dan juga helikopter milik
Iran yang berhasil mereka hancurkan
dalam serangan tersebut. Zet tempur dan
helikopternya itu hancur karena
drone-nya istri Will. Jadi serangannya
pakai drone dan istri Will meyakini
serangannya tersebut akan mengganggu
kemampuan lepas landas dari
bandara-bandara tersebut dan operasi
kekuatan udara militer Iran dari sana.
Nah, Iran di saat itu membalas langsung
serangan ini dengan hujan rudal yang
berlangsung selama 30 menit. Gila, 30
menit tuh lama ya, Geng. 30 menit hujan
rudal. Hujan loh bahasanya. Jadi banyak
banget. Dan sirena peringatan kembali
meraung-raung di daerah Isriwil terutama
Yerusalem. Nah, serangan rudal Iran ini
mengenai wilayah Ashdot yang berlokasi
di Isriwil Selatan. Namun ada juga
laporan tentang kerusakan di daerah
Lacis yang terletak di sebelah selatan
Yerusalem.
Ada satu orang saksi yang menyebutkan
terdengar beberapa kali suara ledakan di
wilayah yang dekat dengan Yerusalem.
Nah, IRGC itu sudah mengkonfirmasi
serangan tersebut. Di dalam keterangan
IRGC, serangan kali ini dilakukan dengan
operasi gabungan antara rudal dengan
drone. Jadi, rudalnya terbang, drone-nya
juga ikut terbang. Nah, drone yang
digunakan ini memakai bahan bakar padat
dan cair serta memiliki taktik khusus
untuk bisa menembus lapisan perisai
pertahanan udara milik Isriwil. Jadi
setiap kali rudal pertahanan udara Istri
Will itu terbang, itu drone-nya mencari
cara supaya bisa lolos dari itu. Sejauh
ini serangan roket itu tercatat di lima
lokasi, yaitu di kota Safat, Tel Afif,
Askelon, Ashdot, Basan, dan juga
beberapa kota lain. Ini adalah klaim
dari IRGC dan mereka punya data itu dan
mereka sudah yakin sekali rudal-rudal
mereka mendarat di sana karena ya
video-videonya juga banyak tersebar.
Nah, jadi kalau isu yang mengatakan eh
mereka sudah gencatan senjata yang
diklaim oleh Donald Trump ya buktinya
sampai detik ini masih banyak
serangannya. Jadi ini sebenarnya Donald
Trump bohong, halu apalagi ngapain gitu
kan. Oke, itu pembahasan yang pertama.
Nah, sekarang kita bakal membahas part
yang paling seru ya. Ketika untuk
pertama kali ya ada sebuah negara yang
sama sekali tidak takut dengan gertakan
dari Amerika ya, itu Iran. Nah, kita
bakal membahas ketika Iran membalas
serangan dari Amerika Serikat dengan
cara membombardir pangkalan militer
Amerika Serikat yang ada di Qatar.
Jadi, Geng, setelah Amerika menyerang
tiga fasilitas nuklir milik Iran,
sekarang gantian nih Iran yang melakukan
serangan. Mereka menargetkan pangkalan
militer Al-UDIT milik Amerika yang
terletak di Qatar. Al-UDIT ini adalah
pangkalan militer milik Amerika yang
terbesar, Geng, di Timur Tengah. Al-Udit
sendiri itu terletak sekitar 32 km dari
Doha, ibu kota Qatar. Dan pangkalan ini
memiliki luas sekitar 24 hektar yang
dibangun sejak tahun 1996.
Udah lama banget ya, 1996. Lenyap dalam
sekejap mata. Tapi sejak tahun 2003 ya,
Qatar itu secara rutin mendukung
pengembangan pangkalan tersebut. Dan
berdasarkan catatan dari Kemenl, Qatar
ini sudah menginvestasikan sampai miliar
dolar Amerika untuk Al-Udate ini. Dan
investasi ini bahkan bisa membuat
pengeluaran Amerika untuk militer di
Timur Tengah jadi berkurang drastis.
Jadi benar-benar disokong banget nih
dana militer Amerika oleh Qatar.
Serangan Iran ke Qatar pertama kali ini
dikonfirmasi oleh media pemerintah Iran
dan kemudian oleh militer Iran. Nah,
sebuah pernyataan dari Corps Garda
revolusi Iran atau IRGC itu bilang kalau
Iran tidak akan membiarkan serangan
apapun terhadap kedaulatan negara
mereka. Ya, dan mereka akan menjawab
semuanya. Pangkalan Amerika di wilayah
Qatar tersebut itu bukan dianggap sebuah
kekuatan, tapi justru kerentanan.
Amerika sebelumnya sudah memperingatkan
Iran agar tidak menanggapi serangannya
terhadap fasilitas nuklir dan ya
mendesak para pemimpin Iran untuk
menyetujui penghentian diplomatik
permusuhan di kawasan tersebut. Nah, ini
adalah keterangan yang paling konyol
yang pernah gua dengar ya. Kayak kayak
kalian bayangkan nih, Geng. Amerika ya
memperingatkan Iran untuk enggak usah
tanggapi serangan kami terhadap
fasilitas nuklir kalian.
Ada orang begitu nih. Misal nih el nih
muka lu gua tonjok nih pup gua tonjok
habis itu gua bilang udah lu gak usah
tanggapin. Udah lu gak usah balas gak
usah lu tonjok gua balik. Udah lu diam
aja. Lebih baik lu damai sama adik gua
sama siapa. Itu kan orang lolot. Bisa
begitu ya Amerika berpikirnya ya. Ketika
dia udah nyerang Iran, dia minta Iran
untuk enggak nanggepin itu. Jangan
dibalas. Ya mana bisa. Iran juga enggak
lolot gitu ya. Dibalaslah sama Iran.
Nah, di situlah mulai ketar-ketir.
Bahkan di internal Amerika mereka udah
ya saling berantem. Dan ada laporan yang
mengatakan sejak serangan Iran ke Qatar
ya, ke wilayah pangkalan militer milik
Amerika di Qatar itu Donald Trump hampir
ribut sama Netanyahu. Dia merasa
dikhianatilah, merasa kayak terbodohi
lah. Wah, gila banget.
Ada berbagai laporan mengenai jumlah
rudal yang ditembakkan oleh Iran ini.
Iran sendiri mengklaim mereka
menembakkan en buah rudal. Amerika
bilang 14 rudal. Nah, sementara Qatar
melaporkan ada 19 rudal. Entah mana yang
benar. Tapi dari tiga informasi tersebut
diklaim kalau rudal-rudal tersebut
berhasil dicegat katanya. Tapi
beruntungnya enggak ada seorang pun yang
dilaporkan tewas atau terluka di dalam
insiden ini. Nah, kok bisa nih? Enggak
ada korban yang tewas. Jadi menurut
informasi yang gua dapatkan dari BBC,
ada tiga pejabat Iran yang mengatakan
bahwa Iran sudah memberitahu Qatar
terlebih dahulu. Jadi dilaporkan dulu
dikasih tahu, "Eh, kami mau nyerang
nih." Nah, jadi rencana mereka itu
dikasih tahulah. Jadi tujuan mereka itu
bukan untuk membunuh orang. Jadi mereka
itu cuman pengen nunjukin ke Amerika.
Gua bisa nyerang pangkalan lu. Gua
hancurin pangkalan lu yang sudah berdiri
dari 1996 dan gua enggak perlu ada nyawa
yang hilang. Dan Iran melaporkan itu ke
Qatar. Makanya tidak ada korban jiwa
karena orang-orang di sana langsung
dievakuasi. Hal ini adalah upaya dari
Iran untuk meminimalisir korban. Karena
mereka tahu tidak semua orang yang ada
di pangkalan militer milik Amerika itu
adalah orang yang bersalah. Pastikan ada
orang Qatar juga yang kerja di sana.
Donald Trump yang mengetahui bahwa
pangkalan militer Amerika diserang
memberikan respon pertamanya setelah
insiden ini. Yang kocaknya ya Donald
Trump di sini justru tidak menunjukkan
arogansinya. Dia enggak nunjukin kalau
dia marah. Lucunya dia malah ngucapin
terima kasih. Jadi kayak lu pernah
enggak sih kayak berantem sama orang
tapi orang itu tiba-tiba udah ngerasain
pukulan lu. Dia tahu ini keras dan dia
takut terus dia kayak apa ya? Kayak e
bukan salting sih, kayak tensin gitu pas
dipukul kayak makasih ya lu mukulnya
asyik banget bro gitulah. Di dalam hal
ini, Donald Trump justru mengucapkan
terima kasih kepada Iran setelah
serangan tersebut. Karena dia bilang
dengan adanya pemberitahuan awal
sehingga memungkinkan tidak adanya nyawa
yang melayang dan enggak ada seorang pun
yang terluka. Kata Donald Trump, "Mane
ad orang diserang malah terima kasih.
Gue yakin dia marah cuman campur takut
gitu." Tapi di dalam hal ini dengan
gengsinya Donald Trump juga bilang kalau
serangan Iran terhadap pangkalan militer
di sana itu sangat lemah katanya ya.
Kayak ibaratnya tuh enggak kerasa nih
woi. Lagi dong gitu. Kurang lebih kayak
gitulah. Dan dia bilang, "Ya, untung ada
pemberitahuan. Jadi orang-orang di sana
ya bisa dievakuasi terlebih dahulu."
Nah, hal ini terlihat dari foto-foto
satelit yang menunjukkan pesawat militer
Amerika yang ada di sana udah
diterbangkan keluar dari pangkalan udara
tersebut. Nah, sebelumnya ketika Amerika
menyerang Iran, mereka menggunakan
pesawat yang ada di situ, yaitu pesawat
pengebom B2 Amerika. Nah, disebutkan
juga bahwa baterai rudal Patriot yang
ada di kompleks militer tersebut juga
bisa menembak jatuh semua rudal Iran.
kecuali ada satu yang gagal katanya.
Jadi ada satu yang mengenai pangkalan
udara tersebut. Proyektilnya masuk dan
meledak.
Tapi meskipun begitu geng, juru bicara
Kementerian Luar Negeri Qatar itu bilang
serangan ini adalah sebuah kejutan dan
merupakan pelanggaran yang mencolok bagi
kedaulatan negara Qatar. Walaupun yang
diserang adalah pangkalan Amerika, Qatar
menjadi salah satu negara pertama yang
memperingatkan bahayanya dari eskalasi
isriwil di kawasan tersebut. Tapi di
sisi lain, Ayatullah Ali Kamueni selaku
pemimpin tertinggi Iran itu bilang kalau
Iran tidak melukai siapapun dalam
serangan itu, tapi negaranya tidak akan
tunduk pada pelanggaran atau diinjak
oleh negara barat manapun. Memang, Geng,
ya, ada indikasi yang memperlihatkan
bahwa Amerika mencurigai Iran sedang
bersiap untuk meluncurkan rudal ke
Qatar. Nah, ini entah sebagai bentuk adu
domba dari Amerika antara Qatar dengan
Iran atau gimana. Tapi yang jelas mereka
mencurigai nih, jangan-jangan Iran mau
ngebom Qatar nih. Kayak gitu. Nah,
soalnya beberapa jam sebelum serangan
Qatar itu mengatakan pihak mereka akan
menutup wilayah udara mereka untuk
sementara. Dan enggak lama setelah itu,
Amerika dan Inggris meminta warga mereka
yang ada di Qatar untuk mencari tempat
berlindung. Nah, namun peringatan ini
enggak memberikan kejelasan bahwa
serangan ini akan segera terjadi.
Amerika bilang pihak mereka mengeluarkan
perintah tersebut atas dasar kewaspadaan
yang tinggi. Sementara Inggris
mengatakan kalau mereka cuma mengikuti
arahan dari Amerika dan tiba-tiba boom
beneran. Rudal-rudal milik Iran
menyerang Qatar, terutama di pangkalan
militer milik Amerika.
Nah, namun geng diketahui nih 1 jam
sebelum serangan Iran ke Qatar, di
situlah semua orang itu baru tahu bahwa
Iran sedang mempersiapkan rudal menuju
ke Qatar tersebut. Dan secara terpisah
juga ada berbagai media milik Amerika
yang mengutip dari pejabat Amerika yang
mengatakan peluncuran rudal Iran sudah
diposisikan untuk peluncuran menuju ke
Qatar. Memang dan situs pelacakan
penerbangan itu menunjukkan pesawat
mereka sudah mulai dialihkan ke bandara
lain sebelum serangan tersebut. Dan
menurut Flight Radar 24, ada 100
penerbangan menuju ke Doha sesaat
sebelum peluncuran rudal terdeteksi.
Nah, di saat Iran menyerang pangkalan
militer Amerika di Qatar, di saat itu
juga negara-negara lain ya yang ada di
kawasan itu seperti Bahrain, Kuwait itu
juga menutup wilayah udara mereka untuk
sementara waktu. Nah, namun setelah
serangan itu terjadi dikabarkan Qatar
sudah kembali membuka wilayah udara
mereka dan saat ini sudah beroperasi
dengan normal. Karena mereka tahu bahwa
mereka sebenarnya enggak diserang. Ya,
walaupun Amerika tuh kayak mengeluarkan
pernyataan ya nih eh Iran mau nyerang
Qatar. Padahal mah yang diserang adalah
pangkalan udara milik Amerika. Tapi yang
ada di Qatar. Nah, Qatar percaya bahwa
Iran tidak akan menyerang Qatar. Jadinya
Qatar akhirnya membuka kembali wilayah
udara mereka. Atas serangan ini, geng,
Arab Saudi dan sejumlah negara Arab lain
itu memberikan respon setelah Iran
menyerang Qatar. Arab Saudi di saat itu
yang mana awalnya ya melalui Pangeran
Muhammad bin Salman ya, MBS bilang tuh
negara-negara Islam akan mendukung Iran.
Nah, tapi pas Qatar diserang sama Iran
ya pangkalan militer Amerika di Qatar
dibom oleh Iran, tiba-tiba mereka malah
mengecam tindakan Iran dan menyebutkan
kalau Iran melanggar prinsip negara
tetangga. Padahal, geng, Iran itu
melancarkan serangan ke pangkalan
militer Amerika di Qatar sebagai balasan
atas serangan dari Amerika yang terlebih
dahulu. Ya kan? Amerika yang lebih dulu
yang menyerang tapi enggak dikecam. Nah,
ini juga terjadi ketika Iran sedang
berperang melawan Istriwil. Jadi, kan
Iran kan ngerasa kayak dikeroyok gitu.
Nah, Kementerian Luar Negeri Uni Emirat
Arab juga menyebutkan tindakan itu
sebagai pelanggaran mencolok terhadap
kedaulatan Qatar dan wilayah udaranya
Qatar. Sementara itu, Kementerian Luar
Negeri Kuwait itu bilang tindakan Iran
merupakan eskalasi yang berbahaya dan
menyampaikan dukungannya terhadap Qatar.
Nah, jadi diserang rameai-ramai nih Iran
gara-gara ngebom pangkalan militer milik
Amerika yang ada di Qatar. Kuwait juga
memuji pertahanan udara Qatar yang bisa
mencegat serangan ini. Dan gak cuma
mereka, negara-negara Arab lain seperti
Oman juga ikut mengecam Iran di saat
itu. Negara di Timur Tengah lain yaitu
Yordania sama seperti negara-negara
lainnya juga ikut mengecam Iran dengan
menyebutkan serangan ini adalah agresi
yang dilancarkan oleh Iran terhadap
negara saudara yaitu Qatar. Padahal
jelas-jelas yang dibom adalah pangkalan
militer Amerika. Wah, bisa ketawa-ketawa
nih Amerika di belakang sana. Tapi kalau
Yordania kita enggak heran ya, Geng.
Karena mereka memang menjalin hubungan
diplomatik dengan Will dan dianggap
sangat pro terhadap. Makanya di dalam
hal ini ya Yordania menyalah-nyalahkan
Iran. Nah, mereka juga sempat membantu
isri Will ketika Iran meluncurkan
serangan balasan tahun lalu. Ya, jadi
bisa kita wajarkan. Nah, terus geng
negara Bahrain juga buka suara nih soal
serangan Iran. Mereka menegaskan mereka
mendukung penuh dan solidaritas terhadap
Qatar. Mereka menyalahkan Iran atas
serangan tersebut. Waduh, standar ganda
nih ya kalau dilihat-lihat ya. Hah. Oke,
sekarang kita akan masuk ke dalam
pembahasan mengenai Donald Trump yang
tiba-tiba mengumumkan gencatan senjata
antara Isriwel dan Iran. Apakah ini akan
menjadi akhir dari peperangan yang
terjadi ataukah ini cuma halu-hal Donald
Trump? Kita bahas sekarang.
Jadi, Geng, pasca serangan yang
dilakukan oleh Iran ke pangkalan militer
Isriwil yang ada di Qatar, Donald Trump
mengumumkan bahwa gencatan senjata
antara Isriwil dan Iran sudah disetujui.
Proses gencatan senjatanya bakal
berlangsung selama 24 jam. Nah, Donald
Trump menyampaikan hal ini di dalam
postingannya di Trut Sosial. Dikatakan
sebelum kesepakatan diambil, proses
negosiasinya berjalan dengan alot. di
mana Donald Trump di saat ini
berkomunikasi secara langsung dengan
Netanyahu. Enggak cuma itu, Geng. JD F
selaku Wakil Presiden Amerika Serikat
serta Menteri Luar Negeri dan Penasehat
Keamanan Nasional Marco Rubio serta
Steve Wkov selaku utusan khusus itu
menegosiasikan persyaratan tersebut
melalui saluran langsung dan juga yang
enggak langsung dengan Iran. Nah,
Amerika mengklaim kesepakatan tersebut
hanya mungkin terjadi karena serangan
Amerika terhadap tiga fasilitas Iran
kemarin. Jadi, secara enggak langsung ya
mereka tuh nyebut kayak gini. Nah, ini
gencatan senjata terjadi gara-gara kita
nih. Kita nyerang tiga fasilitas nuklir
Iran. Makanya Iran mau gencatan senjata
mau damai sama kita. Itu klaim mereka.
Padahal pada kenyataannya sampai detik
ini Iran masih nyerang. Bisa-bisa, Mak.
Aduh, ngadi-ngadi inil lah ya. kayak apa
ya? Mereka tuh kayak belum bisa menerima
bahwa mereka sudah tidak ditakuti saat
ini. Gila banget. Dikabarkan juga kalau
Perdana Menteri Qatar yang bernama Syekh
Muhammad bin Abdurrahman Altani itu
memiliki peran penting di dalam
kesepakatan gencatan senjata antara
Isriwil dengan Iran. Nah, dikatakan juga
kalau Altani ditelepon oleh Donald Trump
yang memberitahukan kalau istri Will
sudah setuju dengan gencatan senjata dan
meminta bantuan Qatar agar bisa membujuk
Iran agar menyetujui kesepakatan
tersebut. Ya, kalau dari pihak Isri Will
mah dari awal juga udah kelihatan
setuju-setuju aja. Bahkan warganya aja
nih ya, ada sebuah video nih yang
memperlihatkan warga istri Will yang
mengatakan kepada pihak Iran bahwa kami
ingin berdamai. Maafkan kami Iran.
people are not we just want our safety
and we wish you all the best wish you a
free future. We are not enemed
from the regen
will
be
ya iya lawannya kuat
kalau Irannya sendiri belum tentu mau
dan di saat itulah peran Amerika meminta
Qatar untuk membujuk Iran. Gencatan
senjata yang diklaim oleh Donald Trump
ini pada akhirnya ya dianggap bisa
tercapai setelah Iran menyerang
pangkalan Al-Udeit milik Amerika di
Qatar. Dan ketika Donald Trump
mengunggah pernyataan ini, belum ada
konfirmasi lebih lanjut dari pihak
manapun, termasuk dari istri Will
apalagi dari Iran. Apa benar mereka
melakukan gencatan senjata dan apakah
mereka sudah menyetujui hal itu atau
belum? Nah, namun gak yang dikabarkan
ketika Donald Trump mengumumkan itu di
trut sosial, berbagai media justru
melaporkan. Ya, ini ada yang aneh.
Soalnya ketika Donald Trump menyatakan
sudah gencatan senjata, sedang ada
ancaman serangan Istri Will ke Iran yang
diawali oleh peringatan agar penduduk
segera dievakuasi atau mengevakuasi
diri. Nih, gimana sih ini Donald Trump
ini? Dan Iran kemudian merespon hal itu
dengan mengeluarkan peringatan evakuasi
bagi penduduk distrik Ramat Gan yang ada
di Istriwil yang berada dekat dengan
kota Tel Afif. Sebab Iran juga bakal
melakukan serangan balasan. Sementara
Donald Trump bilang udah damai, udah
gencatan senjata. Enggak lama setelah
klaim Donald Trump tersebut, Detanyahu
mengumumkan bahwa Isri Will sepakat
untuk melakukan gencatan senjata dengan
Iran. Nah, di sini nih jadi kayak di
saat mereka bilang, "Eh, gua serang lu."
Ya, kata Isel. Terus Iran bilang, "Iya,
gua juga serang lu." Nah, itu si Donald
Trump lagi pidato. Eh, udah kenyatan
senjata nih. Nah, terus didengar nih
sama Rewil. Emang iya, Trum? Ya udah
deh. Iya, gue mau. Nah, kayak gitu
kurang lebih. Nah, tapi di dalam hal ini
Iran belum menyetujui hal itu.
Pernyataan setujunya Isriwil untuk
genyatan senjata ini dirilis melalui
kantor Netanyahu sendiri dengan sebuah
tulisan yang menyatakan dengan
mempertimbangkan tercapainya tujuan
operasi dan dalam koordinasi penuh
dengan Presiden Trump, Isriwill sudah
menyetujui usulan presiden tersebut
untuk gencatan senjata bilateral. Dan
untuk itu, Istriwel akan merespon dengan
keras setiap pelanggaran gencatan
senjata. Wah, si aja pengen damai,
pengen genjatan- senjata, tapi ada
ancam-ancam dikit. Padahal mereka yang
memulai, terus mereka juga yang pertama
kali setuju untuk nyataan senjata. Kan
aneh ya di saat orang yang udah lu colek
udah ngebalas balik gitu. Dan Netanyahu
memberikan alasan mengapa pada akhirnya
Isri Will sepakat dengan gencatan
senjata ini. Nah, dia bilang
disepakatinya gencatan senjata ini
karena tujuan utama Istri Will adalah
memusnahkan ancaman nuklir dan rudal
balistik Iran dan mereka menganggap ini
sudah berhasil.
Kan aneh ya, dia bilang kayak, "Ya, kita
udah berhasil kok memusnahkan fasilitas
nuklir kalian." Udah kita gencatan
senjata ya. Sementara dari pihak Iran
sendiri tidak mengakui kalau mereka
sudah apa ya, sudah merasa hancur, sudah
merasa fasilitas nuklir mereka ditembak.
Yang mengklaim malah istri rewel-nya.
Dan bahkan Iran masih ayo gitu, ayo mau
perang, ayo gitu. Dan inilah aneh
banget. Kantor Perdana Menteri ISRI Will
menyatakan gencatan senjata ini
disepakati setelah Netanyahu mengadakan
pertemuan dengan kabinetnya bersama
dengan Menteri Pertahanan dan Kepala
Mosat pada malam sebelumnya untuk
melaporkan bahwa Isriwel sudah mencapai
seluruh tujuan operasi Rising Lion.
Bahkan lebih dari itu, klaim Isriwel.
Nah, disebutkan juga kalau Isriwel sudah
menghilangkan dua ancaman eksistensial
yang langsung sekaligus baik di bidang
nuklir maupun rudal balistik. Padahal ya
dari awal ya kalau misalkan mereka ngaku
udah tercapai tujuan mereka yaitu
nuklirnya udah dihancurin, rudal
balistiknya udah dihancurin, ada satu
hal yang selalu mereka gaung-gaungkan,
yaitu ingin menghabisi nyawa komeini.
Mana buktinya? Sampai sekarang masih
hidup tuh si kakek-kakek ya kan? Terus
ngaku kalau tujuannya udah tercapai
bahkan melebihi. Ini namanya tuh kayak
orang udah mulai lemah ya. Orang udah
mulai kalah tapi tetap pengin jaga
wibawa gitu. tetap pengin enggak
kelihatan kalau dia kalah. Begitulah.
Itu Tengsin namanya. Terus dari sisi
Iran sendiri gimana, Geng? Apakah Iran
juga ikut setuju dengan gencatan
senjata? Nah, berdasarkan keterangan
dari Abbas Araksyi selaku Menteri Luar
Negeri Iran, dia menegaskan enggak ada
itu kesepakatan apapun mengenai gencatan
senjata maupun penghentian operasi
militer antara Iran dan Isriwil. Klaim
Donald Trump itu kayak suka-suka dia,
kayak dia kepala sekolah gitu loh yang
mengeluarkan pernyataan damai ya.
gencatan senjata. Padahal
Irannya enggak ngomong apa-apa. Nah,
tetapi di dalam hal ini Araksi
menegaskan kalau Istri Will menghentikan
agresi ilegalnya atas Iran
selamat-lamatnya jam .00 waktu Iran,
Iran enggak akan berniat untuk
melanjutkan serangan balasannya ke
Isriwel. Ya, masih dikasih kelonggaran.
Nah, setelah Iran mengeluarkan
pernyataan kalau tidak ada kesepakatan
genjatan senjata yang dicapai, Iran
kembali tiba-tiba meluncurkan beberapa
rudal ke Isrewil sebagai jawabannya.
Yang kayak apa lu? Hah? min senjata
siapa yang bilang ditembak
gitulah kurang lebih. Media lokal
Isriwel menyebutkan ada dua roket yang
diluncurkan ke arah Isriwil Utara dan
keduanya berhasil dicegat oleh sistem
pertahanan udara Isriwil karena ya cuma
dua mungkin ya kan karena jumlahnya cuma
dua jadi berhasil dicegat. Nah, sirene
peringatan serangan udara itu berbunyi
di beberapa wilayah di Isriwil setelah
militer Isriwil melaporkan peluncuran
rudal di wilayah Iran. Dan berdasarkan
informasi yang dilaporkan oleh media
lokal isriwil, sedikitnya ada tiga orang
yang tewas di kota selatan Birseba
setelah rudal Iran diluncurkan. Wah.
Namun, Lin Resev selaku juru bicara
Badan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
Distrik Selatan ya dia bilang kalau
jumlah orang yang meninggal akibat
serangan Iran ini di daerah Birseba itu
sementara berjumlah empat orang. Bisa
jadi bertambah karena ada beberapa orang
yang belum ditemukan dan luka-luka. Dan
empat orang yang sudah dinyatakan tewas
itu adalah seorang wanita umurnya 40
tahun, ada seorang pria umur 40 tahun
dan seorang pria muda berumur 20 tahun.
Dan selain itu petugas darurat
mengevakuasi dua orang lainnya berusia
50 tahun. Beberapa orang lain juga
mengalami luka ringan dirawat di tempat
kejadian dan juga rumah sakit. Nah, lalu
ada keterangan dari Elibin selaku Kepala
Badan Tanggap Darurat Isriwil yang
bilang bahwa ada kekhawatiran beberapa
orang yang mungkin terjebak di tiga
gedung yang mengalami kerusakan serius
setelah Iran menembak Rudal ke Isriwil.
Jadi di dalam hal ini geng, walaupun
istri Will yang menyatakan kalau mereka
setuju terhadap gencatan senjata, tapi
Menteri Pertahanan Istri Will yang
bernama Israel Kat itu menginstruksikan
militer mereka untuk melancarkan
serangan ke ibu kota Iran yaitu Teheran
di hari Selasa tanggal 24 Juni ini,
tepat di hari di mana gua syuting video
ini. Perintah ini dikeluarkan setelah
Isri Will menuduh Iran melanggar
gencatan senjata yang diumumkan oleh
Trump. Ini aneh banget ya. Ini Trump
mengumumkan gencatan senjata sementara
tidak ada kesepakatan apapun di antara
kedua belah pihak. Kok tiba-tiba dituduh
melanggar gencatan senjata? Emang Trump
siapa? Kok bisa-bisanya Trump ketika
mengeluarkan pernyataan Iran harus
tunduk sama pernyataan dia? Kan aneh
banget gitu. Nah, jadi istri Will ini
menganggap kalau gencatan senjata ini
sudah disepakati oleh Iran. Padahal Iran
sebelumnya menyebut kalau tidak ada
kesepakatan apapun dan apa yang
dilakukan oleh Istri Will dianggap
sebagai penegasan atas setiap
pelanggaran. Dan pernyataan tersebut
keluar tidak lama setelah militer Iswil
melaporkan kalau sudah mendeteksi
peluncuran sejumlah rudal dari Iran dan
sedang melakukan upaya intersepsi. Dan
sampai saat ini belum ada laporan resmi
mengenai keberhasilan atau kegagalan
sistem pertahanan Istriwel dalam menahan
rudal-rudal tersebut. Dan juga belum ada
tanggapan resmi dari pemerintah Iran
mengenai tuduhan pelanggaran gencatan
senjata maupun serangan Isriwel yang
diperintahkan setelahnya. Kementerian
Luar Negeri Iran juga belum mengeluarkan
pernyataan terbaru mengenai status
gencatan senjata yang mereka nyatakan
bersedia dipatuhi jika Isriwil
menghentikan agresinya. Nah, setelah
Isriwil menyerang Iran hari ini, geng,
media Iran melaporkan militer mereka
menembakkan gelombang rudal kelima ke
Isriwil. Sementara itu, Sirene
dilaporkan berbunyi di Isriwil Utara
saat militer mengatakan sedang berupaya
untuk mencegat rentetan rudal Iran
terbaru dan warga diminta untuk
melindungi diri. Jadi Donald Trump di
dalam hal ini udah kayak badut aja gitu
ya, ngomong suka-suka dia ngeluarin
pernyataan sementara orang yang
diomongin masih perang gil. Nah, kita
bakal lanjutkan ke pembahasan lainnya
nih, Geng. Mengenai Abbas Araksyi yang
bertemu dengan Vladimir Putin di Rusia
dan pihak Rusia yang mengklaim bahwa
negara-negara lain siap untuk men-suplai
senjata nuklir ke Iran untuk menyerang
Israwiil dan Amerika. Wah, gila. Perang
Dunia Ketiga udah dekat nih. Sekarang
kita bahas.
[Musik]
Jadi, pasca serangan Amerika ketiga
fasilitas nuklir milik Iran pada hari
Minggu, Abas Araksi selaku Menteri Luar
Negeri Iran itu datang ke Moskow, Rusia
di hari Senin kemarin untuk bertemu
dengan Putin. Pertemuan tersebut
dimaksudkan untuk membahas mengenai
serangan terbaru Isriwel dan Amerika
terhadap situs nuklir di Iran. Kantor
berita Rusia yaitu TASS juga melaporkan
kedatangan Araksi ke Moskow serta
menyebutkan Rusia dan Iran akan
mengkoordinasikan posisi kedua negara
terkait eskalasi terkini di Timur
Tengah. Sebelum Araksi ini datang ke
Moskow, Araksi ini menekankan mengenai
kemitraan strategis antara Iran serta
Rusia. Araksi menekankan bahwa Iran dan
Rusia selalu berkonsultasi satu sama
lain dan mengkoordinasikan posisi
mereka. Di dalam pertemuan tersebut,
Putin menegaskan serangan Amerika ke
Iran adalah agresi yang tidak beralasan.
Ini adalah komentar pertama Putin
mengenai serangan militer Amerika ketiga
fasilitas nuklir milik Iran. Pihak Rusia
pun mengecam dan menyesalkan serangan
Amerika terhadap Iran. Putin menegaskan
bahwa Rusia akan berusaha untuk membantu
rakyat Iran, Geng.
Ganas nih. Rusia adalah pendukung utama
Iran, Geng. Meskipun belum sepenuhnya
memberikan dukungan sejak Isriwil
menyerang pada tanggal 13 Juni kemarin,
pemerintah Rusia itu melaporkan
pernyataan Araksyi setelah mendarat di
Moskow dengan mengatakan di dalam
situasi berbahaya yang baru ini,
konsultasi kami dengan Rusia tentu saja
sangat penting," katanya. Putin awalnya
menyatakan mereka sebagai mediator
potensial antara Iran dan Isriwil.
Namun, Jumat kemarin berbeda lagi nih ya
berubah semuanya. Putin malah menyatakan
hanya menyarankan ide saja karena Trump
sebelumnya menolak saran dari Putin
tersebut. Jadi Putin pun memberikan
klarifikasi kalau Rusia sama sekali
tidak berusaha bertindak sebagai
mediator lagi, tapi cuma menyarankan ide
perdamaian aja. Jika ternyata ide-ide
yang diajukan oleh Rusia menarik bagi
Iran dan Isriwil, maka Rusia bakal
senang. Tapi dalam sebuah pernyataan
Rusia setelah Iran diserang oleh
Amerika, Rusia malah berubah pikiran dan
mengatakan siap membantu Iran dengan
berbagai cara di tengah eskalasi yang
sedang berlangsung di Timur Tengah.
Tadinya mau jadi penengah gara-gara
Amerika ikut campur. Oh ya udah sekalian
aja kita ikut bela Iran. Amerika silakan
sebelah Isriwel. Wah gila. Namun ini
semua tergantung dari kebutuhan Iran
sendiri geng. Jadi Iran maunya gimana
gitu. Jadi kayak Rusia nanya, "Dedek,
Iran maunya gimana, Dek?" Hah? lawan
damai. Apa nih? Abang Rusia siap bantu
dari belakang. Gitulah kira-kira. Jika
Iran merasa perlu bantuan dari Rusia,
Rusia akan memberikan bantuan. Kalau
Iran enggak minta bantuan, maka Rusia
enggak akan memberikan bantuan. Jadi
Rusia di sini hanya melihat kira-kira
nih Iran maunya gimana gitu. Karena
menurut Rusia, Iran kalau enggak minta
bantuan itu artinya mereka masih sangat
mampu melawan kedua negara yang sedang
mereka hadapi ini. Tapi kalau sudah
minta bantu, itu artinya memang mereka
sudah dalam kondisi yang krisis. Ya,
beda sama Isri Will. Isriwil dari
beberapa hari baru mulai perang sudah
merasa krisis dan harus dibantu oleh
Amerika Usara, ya kan? Nah, terus geng
ada komentar lain dari Dimitri Medvedev
selaku wakil ketua Dewan Keamanan Rusia
setelah Amerika ngebom tiga fasilitas
nuklir milik Iran yang menyatakan kalau
sejumlah negara siap untuk memasuk Iran
dengan senjata nuklir mereka. Menurut
Medvedev, pengayaan uranium dan
pengembangan senjata nuklir potensial
Iran mungkin akan terus berlanjut di
tiga fasilitas tersebut. Dia juga
memperingatkan bahwa Amerika sudah
terseret ke dalam konflik besar lainnya
dan berpendapat bahwa kepemimpinan Iran
secara politik justru muncul lebih kuat
sebagai akibat dari serangan tersebut.
Medvedev juga mengkritik Donald Trump
karena kembali mengobarkan perang.
Padahal kampanyenya di saat itu ketika
mencalonkan diri sebagai Presiden
Amerika ya dia bakal membawa perdamaian.
Kita kita semua ingat ya, seolah-olah
tuh yang pas apa ya? Pas e turunnya Joe
Biden diganti oleh Donald Trump. Kita
yakin banget nih eh bakal berhenti gitu
serangan Istri Will ke Gaza. Tapi
ternyata enggak. Sama aja nih
kakek-kakek malah nambah masalah gitu.
Malah dia ngurusin masalah ya imigran di
Amrik. Yang mana hal ini membuat
masyarakat Amerika tuh jadi pada marah
sama dia. Nah ditambah lagi dengan
keputusan dia menyerang Iran ini. Jah
pokoknya ada-ada aja. Dan Medvedev
menilai kalau Donald Trump itu tidak
akan memenangkan hadiah Nobel perdamaian
karena mayoritas negara di dunia
menentang tindakan Amerika dan isiwil ke
Iran. Nah, kita tunggu aja nih ya
tinggal tunggu waktu apakah Iran akan
meminta bantuan ke Rusia atau enggak.
Kalau begitu ya maka kemungkinan besar
Rusia dan Amerika secara head to head
bakal perang. Apalagi kalau
pernyataannya Medvedev ini benar.
Negara-negara lain siap memasuk senjata
nuklir ke Iran. Bisa-bisa eskalasi yang
lebih besar akan segera terjadi.
Nah, aduh gila ya. Belum juga kawin gua
udah mau perang dunia ketiga aja nih. Ya
Allah. Ya Allah. Oke untuk sementara itu
dulu, Geng update hari ini ya tentang
perkembangan perang antara Isriwil
melawan Iran yang sudah dicampuri oleh
Amerika dan segera bergabung. Ada Rusia
di sana. Gimana Geng menurut pendapat
kalian sejauh ini terkait perang ini,
Geng? Coba tinggalkan komentar di bawah.