Transcript
QNoVtx9HkqQ • KRU GARUDA INDONESIA CURI IPHONE PENUMPANG ?! KRONOLOGI YANG BIKIN TERCENGANG GENK !
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1458_QNoVtx9HkqQ.txt
Kind: captions Language: id Geng, kalian udah lihat berita yang lagi ramai belum nih? Ada seorang penumpang pesawat ya, pesawat ternama nih. Dia numpang di sebuah pesawat ee atau maskapai yang cukup terkenal, cukup besar di Indonesia. Dia mengaku kehilangan handphone ketika sedang berada di dalam perjalanan. Jadi, lagi terbang ya. Dia naruh handphone-nya di salah satu kursi. tiba-tiba hilang. Dan berita ini jadi ramei, Geng. Karena si penumpang ini membagikan pengalamannya dia ini di sosial media dan viral. Dan belakangan diketahui kalau dia juga bukan orang sembarangan. Dia ya bisa dibilang apa ya kalau dikatakan public figure bisa jadi atau orang penting ya bisa juga. Dan insiden kehilangan barang kayak gini ya kalau di pesawat memang bukan kejadian yang baru. Pasti sering banget. Mau naik transportasi apapun pasti ada kasus kayak gini ya kan? Naik bis ada, kereta ada kapal ada pesawat udah pasti semuanya ada. Nah, biasanya kejadian-kejadian kayak gini nih malingnya itu sama-sama penumpang atau justru memang ada penumpang yang basicnya memang copet atau pencuri nyamar jadi penumpang biasanya kan gitu ya. Tapi gimana jadinya kalau barang tersebut ya dalam konteks ini kan kejadiannya di pesawat dan barangnya tuh handphone ya ternyata handphone ini justru terlacak berada di dekat kru pesawat. Kru pesawat itu siapa ya? Bisa dikatakan dengan sebutan lain pramugari dan pramugaranya. Nah, yang jadi masalahnya dan kenapa berita ini jadi viral? Karena si korban atau si penumpang yang kehilangan handphone ini menaiki pesawat ternama yaitu Garuda Indonesia. Maskapai penerbangan asal Indonesia yang bisa dikatakan nomor satu lah ya pelayanannya, kualitas dari pesawatnya dan tentunya harganya juga paling mahal di antara maskapai yang lain. Kok bisa ada krwya yang jadi maling? Bukan maskapai ecek-ecek. Oke. Nah, kalau udah begini banyak orang yang jadi mikir dua kali untuk ya naik maskapai Garuda lagi karena mereka jadi was-was gitu kan. Dan akibat dari kasus ini ya kita kan jarang banget nih dengar ee masalah kehilangan di Garuda. Biasanya kan di maskapai lain tuh paling sering. Entah itu koper yang dijebol lah atau mungkin tas yang ketinggalan di kursi penumpang tiba-tiba hilang. Nah, di Garuda jarang banget dan ini baru pertama kali yang menghebohkan. Akibat dari kasus ini, Geng, pihak Garuda itu ikut menangani kasus tersebut demi nama baik mereka. Dan bahkan ya, pihak Garuda membebas tugaskan seluruh awak pesawat atau kru pesawat yang berada di dalam pesawat ketika si penumpang itu kehilangan handphone demi bisa mencari tahu kebenaran dari kasus ini. Iya. Ee, awak kabin dibebas tugaskan ini dalam rangka mempermudah penyelidikan. He. Karena kalau tidak dibebas tugaskan awak kabin ini nanti setiap hari akan ada tugas terbang ke mana-mana dan akan sulit untuk ee dilakukan penyelidikan di sana. Nah, di video kali ini gua bakal membahas insiden ini, Geng. Karena ini viral banget. Kalian harus dengar sih, kalian harus dengar kronologinya. Ini cukup seru karena handphone yang hilang itu jenisnya iPhone yang mana ini bisa diracking dengan find my iPhone. Dan gilanya adalah ada part di mana si iPhone ini tiba-tiba berada di tengah sungai. Kok bisa? Gimana cerita selengkapnya? Langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jiri. [Musik] Oke, ini sebelumnya sorry banget nih. Mungkin ini agak di luar konteks. Tapi perlu gua sampaikan. Jujur, Geng, ya, beberapa hari ini atau mungkin beberapa bulan belakangan gua jengah banget dengan komentar-komentar kalian yang membahas soal e perbedaan fisik gua sekarang. Dulu gua gendut kayak gini. Nah, sekarang gua wujudnya kayak gini atau mungkin gua bisa tampilkan ke kalian foto badan gua yang sekarang. Oke, banyak banget komentar-komentar yang bilang, "Wah, gua kurus banget karena sakit. Bahkan ada yang nuduh gua pakai narkoy. Ada yang bilang gua lagi stres atau apa. Aduh, geng, kayaknya gua harus menjelaskan ini. Tapi please banget untuk kali ini supaya tidak terjadi suuzon berkelanjutan, ada baiknya kalian buat follow Instagram gua supaya kita lebih intens berkomunikasi, berinteraksi, dan kalau kalian punya e pertanyaan juga seputar konten, kalian bisa DM gua di sana. Kalau memang pertanyaan kalian atau saran kalian menarik, biasanya gua bakal balas ya. Gua bakal balas. Karena kalau misalkan komen di YouTube kan banyak banget sampai hampir ribuan kadang enggak kebaca. Nah, ada baiknya kalian cek Instagram gua dan kalian bisa lihat sendiri progres gua kurus itu bukan karena sakit. Nih gua tampilin videonya. Nah, di sini kalian bisa lihat ya kegiatan gua itu adalah olahraga dan bahkan gua itu bukan kurus tapi lebih tepatnya udah enggak gendut lagi ya. Tapi badannya tuh enggak kurus, malah jadi lebih fit gitu, Geng. Oke, gua udah cukup menjelaskan buat kalian. Jangan nanya lagi kenapa gua bisa sekurus sekarang? Ya, ini bukan sakit, tapi gua justru berolahraga. Hidup gua jauh lebih ee insyaallah ya, insyaallah jauh lebih baik, lebih sehat dari sebelumnya. Oke, jangan lupa difollow Instagram gua supaya kalian tidak bertanya-tanya lagi. Oke, sekarang kita langsung mulai ke pembahasannya. Kita awali dengan kronologi hilangnya handphone jenis iPhone di pesawat Garuda Indonesia yang sangat viral ini. Jadi, geng, insiden ini diceritakan oleh penumpangnya langsung atau si korbannya langsung yang bernama Michael Chendra. Nah, dia ini bukan orang sembarangan, Geng. Dia adalah CEO dari Puritific Vitamin, Australia. Dia juga aktif di Instagram pribadinya saat ini yang sudah memiliki sekitar 10.000an followers. Di Instagram dia inilah Michael ini membagikan ceritanya tersebut. Semuanya berawal dari tanggal 6 Juni tahun 2025 yang mana si Michael ini sempat beli tiket pesawat Garuda untuk perjalanan Jakarta, Melbourne bersama dengan istri dan juga dua orang anaknya yang masih kecil. Nah, di saat itu dia naik pesawat Garuda dengan nomor penerbangan G atau G716. Awalnya dia ini naruh handphone-nya di kantong kursi. Kantong kursi ee di tempat duduk yang nomor 30D ketika itu lagi boarding. Nah, enggak lama kemudian dia pindah ke kursi bernomor 32E. Tujuannya dia mau istirahat di sana selama penerbangan ke Melbourne. Nah, Michael ini di saat itu sebenarnya bukan lupa naruh handphone. Dia ngejelasin, dia bilang seat 30D itu adalah kursi dari anaknya. Jadi, anaknya duduk di situ bukan semerta-merta dia datang ke sana suka-suka terus naruh handphone terus lupa. Enggak, itu kursi anaknya. Jadi memang dia meletakkan handphone di seat tempat anaknya tersebut dan selama penerbangan anaknya tidur. Singkat cerita, pesawat akhirnya mendarat nih dengan selamat di Melbourne di jam 1055 pagi. Terus kenapa Michael ini ke baris 32 sementara anaknya duduk di baris atau bangku 30? Pasti kalian bakal nanya nih, kok bisa kepisah gitu? Nah, kenapa enggak di baris 31 yang tepat di belakang anaknya? ya karena alasannya ya di baris 31 itu udah diisi oleh orang lain. Jadi udah apa ya udah kelangkah gitu. Nah, sehingga dia terpaksa untuk memilih tempat duduk di baris selanjutnya kan. Kalau anak saya di 30, saya di 31 kan. Tapi ternyata ada satu orang yang tidur di ee empat baris itu di 31. Jadi saya harus di baris 32 sekitar jam 6an. Dan singkat cerita nih, sebelum mendarat ya, Michael ini sempat terbangun untuk sarapan terlebih dahulu. Tapi dia enggak langsung ngecek handphone-nya yang dia tinggal di C30. Dia baru ngecek handphone-nya justru ketika udah mendarat di Australia. Michael di saat itu balik ke kursi awal, tempat di mana dia meletakkan handphone-nya yaitu di bangku anaknya. Namun di saat itu dia justru enggak menemukan handphone-nya dia di sana. Hilang kayak gitu aja. Dan ya seperti yang kita tahu ya di pesawat itu enggak ada CCTV gitu, Geng. Di saat itu dia sempat curiga terhadap seorang penumpang yang berada di baris 31Epat di belakang kursi anaknya. Menurut Michael di saat itu ya penumpang tersebut menggunakan kaos dan celana jeans. Dia gak sempat nanya nama dari penumpang itu karena di saat itu dia udah gelisah sendiri, udah panik sendiri nyari handphone-nya dia. Dan Michael minta penumpang tersebut untuk membuka tasnya agar dia bisa memeriksa apakah handphone-nya ada di dalam tas atau enggak. Nah, tapi ternyata di saat itu dia tidak menemukan handphone-nya di tas milik penumpang tersebut. Ya, penumpang itu juga enggak tersinggung sih, cuma kayak apa ya? ya supaya sama-sama enak gitu kan karena memang posisi duduknya dia berada di belakang titik hilangnya handphone yaitu kursi anaknya Michael ya. Dia bersedia untuk diperiksa. Nah, Michael di saat itu enggak buang-buang waktu. Dia langsung melaporkan insiden kehilangan handphone ini ke kru pesawat. Nah, di saat itu dia belum kepikiran untuk ngecek e find my iPhone atau mungkin udah ngecek tapi ya iPhone-nya mati gitu. sayangnya dia di saat itu ya ketika dia ngelapor ke kru pesawat dia itu terlambat Geng karena kru pesawat sudah mengeluarkan penumpang di saat itu ya udah diizinkan untuk keluar dari pesawat karena kru harus segera membersihkan pesawat sehingga akan semakin sulit untuk mencari tahu siapa yang mencuri handphone-nya. Jadi kan Azas pradanya di saat itu kan penumpang nih yang nyuri ya. Nah, penumpangnya udah dipersilakan keluar di saat itu juga. Dan Michael ya di saat itu ya enggak punya pilihan, tapi dia juga enggak pasrah begitu aja. Dia masih berusaha untuk mencari keberadaan handphone-nya yang entah di mana. Nah, di saat itu baru kepikiran dia menggunakan aplikasi pelacak handphone. Dia menggunakan iPhone jadinya dia melacak melalui aplikasi Find My iPhone. Ketika dia lacak, dia ceklah tuh di situlah dia tahu kalau handphone-nya ternyata udah keluar dari pesawat. Jadi benar-benar dibawa oleh orang dan masih berada di terminal 2 di bagian kedatangan atau ketibaan bandara Melbourne. Tepat pada jam 1126 sampai jam 11.48 pagi. Dan setelah itu Michael kembali melaporkan handphone-nya yang hilang ke kantor Garuda Indonesia. Dia mau bertemu dengan station manager yang bernama Samuel serta staff lost and found yang ada di Bandara Melbourne. Ini sebenarnya jadi informasi yang bagus juga buat kita ya. Mungkin ee buat kita-kita yang belum pernah mengalami hal kayak gini enggak tahu kalau ada yang namanya staff lost and found ya kan jadi tahu gitu. Jadi dari kasusnya Michael ini kita jadi belajar ya proses atau prosedur apa aja yang harus kita lakukan ketika kita kehilangan barang saat menaiki pesawat apalagi di luar negeri kayak gini ya kan. Oke kita lanjutkan nih. Di saat itu sembari mereka terus melacak handphone-nya di aplikasi Find My I terjadi perpindahan lokasi. Dilihatlah tuh handphone-nya tuh mulai gerak tuh, mulai gerak gitu. Nah, di jam 02 siang waktu Melbourne, HP-nya udah pindah lokasi ke nine Riverside Key yang ada di Shotbank. Jadi, udah bergerak tuh, udah jalan tuh yang ngambil handphone-nya. Ketika dia mendapatkan informasi itu, Michael serta keluarganya yang seharusnya setelah mendarat bisa langsung pulang ke rumah istirahat, ya kan? Nah, gara-gara kejadian HP-nya hilang ini jadinya mereka langsung berjalan menuju ke titik di mana handphone itu berada sesuai yang tertera di lokasi yang ditunjukkan di aplikasi Find My iPhone. Michael itu menuju ke lokasi tersebut bersama dengan supirnya. Di dalam perjalanan Michael ini sempat mencari di Google terkait Nine Riverside Key yang mana Michael baru tahu kalau tempat tersebut adalah hotel yaitu Hotel Mercure Shotbank. Oke, ini lokasinya. Di saat itu jam udah menunjukkan pukul lewat 26 siang dan dari aplikasi Find My iPhone, HP-nya itu netap di sana, enggak bergerak dari lokasi tersebut. Dan Michael yang masih dalam perjalanan berharap handphone-nya enggak bergerak lagi atau enggak dibawa lagi karena dia masih membutuhkan 3 menit lagi untuk bisa sampai ke sana. Dan sesampainya dia di Hotel Mercure Shotbank, Michael menuju ke resepsionis langsung untuk melaporkan kondisinya tersebut dan dia mau menemui manajer hotel. Nah, karena dugaan Michael, ada penumpang yang mengambil handphone-nya dan penumpang itu menginap di Hotel Mercure tersebut. Jadi, harus minta izin dulu nih. Enggak bisa langsung ngegerebek, ngedobrak pintu. Enggak bisa. Di saat itu memang Michael ini udah mikir yang ngambil HP-nya itu pasti sama-sama penumpang. Nah, dan penumpang ini mungkin pelancong atau ya wisatawan lah yang datang ke Australia dan kebetulan menginap di Hotel Mercure. Ya, kalau kita jadi Michael pastinya ngira pelakunya ya kayak gitu juga ya, sesama penumpang gitu kan. Nah, cuma geng di saat itu Michael kaget banget ketika dia mendapatkan informasi dari manajer hotel kalau ternyata yang menginap di Hotel Mercure tersebut enggak ada wisatawan, enggak ada penumpang. Melainkan di hotel tersebut ya memang sudah bekerja sama dengan maskapai dan kru pesawat dari maskapai tersebut khusus menginap di sana. Nah, jadi kru pesawat dari Garuda GA716 itu menginap di sana ya, kru dari pesawat yang Michael tumpangi yang berjumlah 20 orang yang mana pesawat inilah yang menjadi tempat di mana Michael kehilangan handphone. Dan ya dijelaskan sekali lagi, ditekankan sekali lagi, di hotel tersebut enggak ada penumpang yang menginap. semuanya kru pesawat official. Kagetlah tuh. Wah gila. Berarti secara enggak langsung yang membawa handphone-nya Michael adalah kru pesawat. Ketika dia mendapatkan informasi tersebut, Michael ini langsung nelepon Samuel selaku station manager Garuda Melbourne untuk melaporkan mengenai fakta ini. Dia bilang keberadaan kru Garuda yang menginap di Hotel Mercure Shotbank dan bersamaan dengan handphone-nya yang berada di titik hotel tersebut. Jadi dugaannya apalagi kalau bukan handphone-nya itu dibawa atau dicuri oleh kru. Samuel pun di saat itu ngerespon dengan mengatakan dia bakal mendatangi Hotel Mercure untuk sesegera mungkin demi memastikan itu. Dan pada jam 2626 siang waktu setempat berdasarkan pelacakan dari aplikasi Find My iPhone, handphone Michael masih ada di hotel tersebut dan dia masih menunggu Samuel sampai di hotel. Lalu enggak lama kemudian dicek lagi di jam 3354 sore waktu setempat. HP-nya memang masih berada di hotel itu. Lalu si Samuel serta general manajer Garuda Melbourne yang bernama Rido itu datang ke hotel untuk melakukan pengecekan di kamar-kamar yang disewa oleh kru Garuda. Namun menurut pengakuan Michael, pengecekan itu enggak dilakukan di semua kamar, Geng. Tapi cuma di beberapa kamar aja. Terus sekitar jam .00 sore waktu setempat setelah melakukan pengecekan, tiba-tiba aja pihak dari Garuda memutuskan untuk membiarkan kru keluar dari hotel. Nah, ini aneh banget nih. Bukannya ditahan malah dibiarkan keluar. Entah apa alasan dari pihak Garuda yang malah membiarkan krwya untuk keluar dari hotel. Padahal jelas-jelas handphone-nya Michael hilang dan terlacak berada di sana. Michael sendiri juga mengaku enggak mengetahui alasannya kok. Semacam ada kong kalikong atau ya hal-hal yang mencurigakan. Semacam ada apa ya unsur ingin melindungi si malingnya itu loh. Ini kan aneh banget. Sikkat cerita, kurang dari 10 menit setelah pihak Garuda memperbolehkan kru mereka keluar dari hotel. Ya, kru yang dicurigai salah satu dari mereka ini adalah maling handphone-nya Michael. Nah, terus si Michael kembali mencoba untuk ngecek find my iPhone-nya tadi. Dia ngelacak handphone-nya tadi. Benar aja, Geng. Setelah si para kru ini keluar, handphone-nya terlacak berpindah tempat di jam 42 sore waktu setempat, handphone-nya udah berada di pinggir Yara River, tepatnya di Southbank Promenete. Yara River ini itu sungai ya, yang berlokasi 100 m dari hotel jaraknya. Lalu sekitar 6 menit kemudian, Michael ini dengan Samuel dan juga Rido selaku perwakilan dari Garuda untuk mencari keberadaan handphone-nya, mereka langsung jalan lagi nih buat cari handphone itu. Nah, karena sebelumnya para kru yang sudah diperbolehkan untuk meninggalkan hotel itu enggak ada satuun yang datang ke si Michael, datang ke mereka ketika si Michael dan ya dua orang ini mencari handphone-nya Michael. Ini aneh banget gitu. Dan mereka bertiga mencari di berbagai tempat yang ada di Sobank Promenet tadi. Mulai dari merogoh tempat sampah, mencari di semak-semak, got dan berbagai tempat yang memungkinkan dijadikan sebagai tempat dari pelaku untuk membuang handphone dari Michael. Sayangnya mereka masih enggak menemukan handphone tersebut. Kami sudah mencari sekarang HP-nya bergerak di sekarang kita sampai ke tempat sampah juga. HP-nya sudah bergerak. Tadinya di hotel di Mercure. Di Mercure Melbon Salpeng ya. It's ok. Nah, thank you so much. It's all empty here. Sambil terus memantau keberadaan handphone-nya, Michael kembali memeriksa aplikasi Find My Iphone dan mengetahui di jam 23 sore waktu setempat, handphone-nya masih berada di tepi Sungai Yara River yang mana belum berpindah dari sana sama sekali. Dan oleh karena itu, mereka masih terus berupaya untuk mencari handphone itu di sana. Terus, Geng, tiba-tiba ya ketika Michael ini ngecek aplikasi Find My iPhone lagi di jam .30 malam waktu setempat, posisi handphone yang tadinya berada di tepi sungai tiba-tiba semakin bergerak maju ke tengah sungai. Ya memang kalau kita lihat di maps yang terlihat di aplikasi ini ya, seperti ada jalan atau jembatan yang membentang melintasi Yara River. Karena gue juga enggak pernah ke sana nih ya. Jadi gua enggak tahu nih apakah jembatan itu bisa dilalui oleh mobil atau hanya ya orang aja yang bisa jalan di sana. Cuma pas dicek ya, di sekitar sana handphone-nya masih enggak ditemukan. Sehingga Michael menyimpulkan kalau kemungkinan besar handphone-nya itu udah dibuang ke dalam sungai Yara River itu. Dan untuk itu Michael memutuskan untuk membagikan pengalamannya ini ke sosial media agar mendapatkan keadilan. Karena dia kesal banget. Gila, bukannya dibalikin ya. Jadi semacam ada yang melindungi para kru yang terindikasi maling ini. Sekarang handphone-nya udah di tengah sungai. Mungkin bagi orang kayak Michael ini untuk ngebeli handphone baru tuh bukan hal yang sulit, duitnya banyak. Tapi enggak semuanya tentang uang, Geng. Tapi di sini adalah bentuk ketidakjujuran yang dilakukan oleh krew. Dan ya Michael ini rugi mungkin secara datanya dia yang hilang, memori dia yang hilang. Dan kalau memang benar oknum dari krew yang mengambil handphone-nya, ini benar-benar keterlaluan, tidak profesional dan bahkan sangat-sangat tercela. Dan yang paling bikin geramnya ya orang-orang tuh ya netizen ketika kasus ini jadi viral itu bertanya-tanya kenapa pihak Garuda kok kayak enggak profesional banget atau enggak kompeten banget ketika mereka memeriksa seluruh kamar kru dan memilih untuk memperbolehkan krunya keluar dari hotel. Padahal jelas-jelas ya, handphone Michael terlacak di hotel tersebut bersama para kru ini. Dan seandainya aja di saat dilakukan pengecekan secara menyeluruh itu ee tidak memperbolehkan siapapun untuk keluar dari hotel, pastinya handphone-nya bisa langsung ketemu dan enggak akan terjadi kejadian yang lebih buruk, yaitu handphone-nya malah dibuang ke dalam sungai. Terus singkat cerita nih, Geng. Setelah Michael memviralkan pengalamannya ini, ya seperti biasa netizen langsung memberikan respon mereka yang menyayangkan pihak Garuda kenapa melakukan hal ini. Mulai dari krunya sampai manajemen Garudanya sendiri yang dinilai tidak kompeten dalam menyelesaikan kasus yang dialami oleh Michael. Yang disayangkan lagi Garuda ini kan jadi salah satu maskapai terbaik, Geng, di Indonesia. Nah, dibandingkan dengan maskapai lain, Garuda Indonesia bisa dikatakan harga tiketnya ya jauh lebih mahal. pelayanannya biasanya jauh lebih baik gitu. Nah, enggak salah kenapa banyak orang yang rela mengeluarkan uang lebih untuk naik Garuda, ya kan untuk mendapatkan pengalaman dan kenyamanan selama perjalanan mereka. Jadi intinya Garuda Indonesia ini punya value lah yang membuat konsumen jadi percaya sehingga memilih menggunakan maskapai mereka walaupun mahal. Nah, tapi dengan adanya kejadian kayak gini, kepercayaan masyarakat langsung ambruk. yang udah dibangun bertahun-tahun langsung hancur ya gara-gara kru pesawatnya yang ya terindikasi maling gitu. Nah, dengan begini kan gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga gitu ya. Gara-gara kru yang sebenarnya ya enggak perlu dipertahankan banget gitu bisa cari kru lain tapi nama baik Garuda malah jadi ee hancur dan viral. Nah, zaman sekarang tuh enggak bisa culas-culas banget ya, Geng. Enggak bisa kita berbuat curang habis-habisan kepada orang. hal yang kecil kayak gini aja. Ini sebenarnya kecil gitu ya untuk Garuda ya. Paling berapa sih harga iPhone gitu? Tapi gara-gara ya ketidakpesionalan terus juga ngeselin banget kasusnya akhirnya nama baik Garuda jadi dipertaruhkan. Bahkan, Geng, insiden kehilangan handphone di pesawat Garuda juga diberitakan oleh media luar negeri. Kacau enggak tuh? yaitu Aviation Ausi. Ya, kayaknya di dunia penerbangan berita ini lagi heboh banget. Emang kabarnya juga Michael udah memberikan semua bukti, lokasi, kronologi, dan pelaporan resmi yang dikirim ke Australian Federal Polish atau AFP dan juga Victoria Polce untuk bisa menemukan handphone-nya yang hilang di Melbourne. Nah, sekarang ya kita bakal masuk ke dalam pembahasan bagaimana tanggapan dari pihak Garuda Indonesia setelah insiden yang dialami oleh Michael Cendara ini ya. Apakah mereka panik ataukah mereka biasa aja? Klarifikasi atau gimana? Sekarang kita bahas. [Musik] Jadi, Geng, setelah Michael ini membagikan ceritanya di Instagram, ya, Instagram pribadinya dia dan jadi viral, pihak dari Garuda Indonesia pun akhirnya memberikan tanggapan. Nah, melalui ADR Susardi selaku direktur Niaga Garuda Indonesia itu dia mengatakan mereka menyesalkan kejadian tersebut dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh Michael dalam penerbangan ke Melbourne. Dan menurut pengakuan AD di saat ini Garuda Indonesia sudah melakukan investigasi secara menyeluruh bersama dengan otoritas yang berwenang untuk mendukung proses pelaporan yang mana hal ini termasuk dengan melakukan identifikasi kronologi kejadian terhadap awak kabin yang bertugas. Namun AD menyebutkan dan memastikan ketika mendapatkan laporan kehilangan dari Michael, seluruh awak pesawat yang bertugas sudah menjalankan SOP dan keamanan penerbangan seperti ya merespon laporan kehilangan, berkoordinasi dengan otoritas bandara setempat yang dilanjutkan dengan proses pencarian yang melibatkan petugas terkait di Bandara Melbourne. Nah, ini kan menurut pengakuan mereka nih, Geng. Tapi pada kenyataannya ya ketika handphone itu terlacak di hotel yang ditempati para kru, para krwya bukan malah dikumpulin ya kan? Bukan malah diperiksa satu persatu bersama si Michael tapi malah disuruh pulang. Gimana kita mau percaya gitu ya Geng. Dan selain itu ya menurut pihak maskapai sebagai bentuk komitmen mereka yaitu Garuda Indonesia terhadap kenyamanan penumpang. Perwakilan dari Garuda Indonesia di Melbourne ikut mendampingi Michael dalam menangani kejadian ini, termasuk ketika melakukan pelaporan resmi kepada pihak kepolisian setempat. Dan meskipun begitu, agar investigasi bisa berjalan dengan lancar, Garuda Indonesia mengambil keputusan untuk membebas tugaskan seluruh awak kabin sementara waktu dari tugas penerbangan. Dan sampai saat ini pihak Garuda Indonesia masih terus berkomunikasi dengan Michael untuk tetap mendampingi dia dalam menindaklanjuti kejadian ini. Huh, gila ya. dibebas tugaskan alias dirumahkan. Jadi ya enggak perlu masuk kerja. Soal gaji gua enggak tahu nih. Enggak ada pernyataan apakah gajinya dipotong atau gimana. Enggak ada. Yang jelas mereka dibebas tugaskan gitu. Dan ya sekelas Michael Chandra aja bisa kayak gini apalagi kita yang orang-orang cepirit kayak gini ya orang-orang kecil nih. Waduh gila banget. Nah, pernyataan dari pihak Garuda ini juga sudah dipublikasikan di website Garuda Indonesia. dan mengetahui kalau seluruh kru saat ini sudah dibebas tugaskan oleh manajemen dari Garuda Indonesia, Michael selaku korban itu mengunggah sebuah tulisan di Instagramnya dia yang mana dia justru bersimpati dengan kru itu. Padahal saat ini Michael kan jadi korban nih dan pelakunya mungkin salah satu di antara para kru tapi dia tetap menunjukkan simpati kepada semua kru yang mungkin ya menurut Michael itu ya gara-gara satu orang atau dua orang jadinya yang enggak bersalah atau kru-kru yang lain ikut terkena dampak. Nah, bahkan di postingannya Michael tersebut, Michael bilang kalau dia menghormati semua kru karena krwah yang bertugas untuk menjaga penumpang selama perjalanan. Dan crew sering enggak punya waktu istirahat yang cukup dan jasa-jasa mereka juga enggak dihargai sebegitunya, kata Michael. Michael menekankan bahwa apa yang dia alami di pesawat Garuda itu adalah ulah dari oknum alias ya segelintir orang aja. jadi oknum doang sehingga enggak bisa digeneralisasi kalau semua kru berkelakuan seperti itu. Nah, dari sini kita bisa lihat ya, itu artinya Michael ini orangnya bijaksana ya, berbesar hati memaafkan tapi ya apa ya bisa dikatakan dia ini melihat sebuah permasalahan tuh tidak mengenenalisasi atau ya menstereotypan semua kru. Wah parah nih, jahat atau curang gitu. Enggak. Tapi dia tetap mengatakan ya pasti ada salah satu dari mereka dan dia tahu kalau dia dirugikan tapi dia masih tetap menunjukkan respect kepada kru pesawat. Nah, enggak banyak orang yang berbesar hati seperti Michael ini. Jarang banget, Geng. Biasanya ya. Apalagi kalau ibu-ibu nih, misalkan yang mengalami kejadian kayak gini, udah pasti teriak-teriak, mencak-mencak sampai keluar kata-kata kebun binatang. Ya enggak sih? Terus, Geng, sekitar 1 hari yang lalu, Michael ini mendapatkan kabar kalau ada seseorang yang diduga menjadi pelaku yang menyerahkan diri ke polisi, katanya. Namun Michael memberikan disclaimer nih kalau informasi tersebut dia dapatkan bukan dari pihak Garuda Indonesia, Geng. Tapi dia masih menunggu konfirmasi dari pihak Garuda Indonesia nih. Nah, meskipun begitu Michael ini merasa bersyukur kalau memang pelakunya sudah menyerahkan diri ke polisi. Karena jujur bagi Michael apa yang dialami oleh dia ini terasa sangat melelahkan. Dia capek banget ngikutin titik handphone-nya, mencari tahu siapa pelakunya, dan belum lagi dengan drama-drama yang lain yang pasti membuat Michael ini enggak enak hati ya kan? Gara-gara kasus handphone-nya hilang, banyak kru yang dibebas tugaskan, dirumahkan, dan ya jadi discorse gitu, enggak punya pekerjaan. Dia memikirkan kasus ini sampai mengganggu ketenangannya dia dan mengganggu tidurnya dia karena terus bertanya-tanya siapa yang bertanggung jawab atas hal ini. Nah, namun di hari ketika gue syuting video ini yaitu di tanggal 12 Juni 2025, Michael sudah kembali bertemu dengan Rido dan juga Samuel ya, pihak dari Garuda Indonesia untuk mengkonfirmasi informasi yang Michael miliki terkait ee kabar adanya seseorang yang sudah menyerahkan diri. Nah, cuma di saat itu antara Rido dan juga Samuel mengatakan kalau penyelidikan masih berlangsung di internal Garuda Indonesia dan sampai saat ini belum ada siapapun yang secara resmi menyerahkan diri seperti ee informasi yang dikatakan oleh Michael. Nah, itu menurut orang Garuda. Dan jujur, Geng, Michael saat ini mengatakan kalau dia udah capek, dia lelah banget. Emosinya udah campur aduk antara bingung, berharap, sekaligus terharu. Oleh karena itu, Michael memutuskan untuk menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian dan Garuda Indonesia sepenuhnya. Dan isu ini sudah diketahui atau sudah sampai ke telinga pihak DPR RI. Nah, DPR menilai Garuda Indonesia sudah gagal dalam menjaga kepercayaan dan menjamin keamanan dari para penumpangnya. Karena para penumpangnya itu bukan cuma kehilangan barang, tapi juga kehilangan rasa aman dan kepercayaan di tempat yang seharusnya menjaga ee keamanan dan kecamanan si penumpang. Karena kan udah bayar mahal gitu. Dan gimana ya emang kurang gitu gaji menjadi kru pesawat? Kok sampai iPhone yang harganya ya maaf-maaf nih ya masih tercapailah untuk gaji sekelas kru penerbangan gitu untuk beli yang baru pasti tercapai tapi kok sampai hati gitu ngambil punya penumpang. Nah menurut pihak DPR insiden seperti ini enggak terlepas dari masalah integritas sumber daya manusia yang ada di maskapai Garuda Indonesia dikarenakan handphone Michael diduga hilang di tengah penerbangan dan sempat terlacak di lokasi penginapan para kru pesawat. Lalu DPR juga menyinggung mengenai persoalan keuangan Garuda Indonesia yang masih harus menerima bantuan dana dari pemerintah melalui penyertaan modal negara atau PMN maupun dari holding danantara yang nominalnya mencapai triliunan. Jadi merempet ke mana-mana nih ya kan gara-gara hilang malah disenggol-senggol masalah ya pendanaan Garuda Indonesia yang mana seperti yang kita tahu ya Garuda Indonesia dikatakan masih disokong oleh negara tapi beberapa kali malah mengalami kerugian gitu kan jadi merembet ke sana dan hal tersebut ya disinggung oleh DPR karena menurut pihak DPR pihak Garuda ini masih belum berhasil melakukan perbaikan yang signifikan untuk hal-hal yang mendasar meskipun sudah mendapatkan bantuan pendanaan. Nah, ini menjadi sesuatu yang serius. Gimana masyarakat bisa percaya sama Garuda e bisa bangkit lagi kalau integritas dari SDM-nya sendiri masih dipertanyakan? Dengan bantuan dana dari pemerintah aja, Garuda gagal untuk menjaga keamanan barang milik penumpang yang merupakan warga negaranya sendiri. Ditambah lagi insiden kehilangan barang seperti ini enggak cuma sekali dua kali terjadi, tapi justru sering. Ya, mungkin enggak ramai tapi ya enggak diviralkan aja gitu seperti Michael. Dan untuk itu DPR berharap agar kejadian ini bisa menjadi momen sekaligus bahan evaluasi untuk Kementerian BUMN dan jajaran Direksi Garuda Indonesia sehingga Garuda Indonesia bisa memperbaiki kualitas pelayanannya mereka dan integritas mereka serta mencegah kejadian serupa bisa terulang lagi di kemudian hari. Nah, jadi kurang lebih begitu, Geng, e cerita atau kronologi mengenai hilangnya handphone seorang penumpang Garuda Indonesia saat e berangkat ke Melbourne. Namanya Michael. Dan sampai hari ini Michael ini masih menunggu update selanjutnya dari pihak Garuda serta pihak berwenang untuk menemukan siapa yang menjadi pelakunya yang mengambil handphone-nya tersebut. Nah, kita tunggu aja, Geng, gimana perkembangan dari kasusnya. Semoga kasus ini ya bisa mendapatkan jawaban. Michael bisa mendapatkan keadilan dan penyelesaiannya. terhadap kasus tersebut bisa tersegerakan. Oke, gimana geng menurut kalian tentang insiden ini? Tentang pembahasan kita kali ini, apakah di antara kalian pernah mengalami hal yang sama? Boleh geng. Kalian bagikan cerita kalian di kolom komentar.