Transcript
0Iqj1pndo1U • SEJARAH KELAM TEFLON ANTI LENGKET ! RIBUAN KORBAN TERKONTAMINASI RACUN DALAM DAR4H
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1453_0Iqj1pndo1U.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, sadar enggak sekarang itu kita
hidup di sebuah era di mana segala yang
kita butuhkan itu e mudah alias gampang
banget. Kita mau apa aja tuh ya tinggal
sebut ya tinggal cari langsung dapat.
Contohnya aja ya dulu kalau kita mau
masak itu kan orang tua-orang tua zaman
dahulu tuh harus cari kayu bakar dulu.
Dibakar baru bisa masak. Tapi sekarang
semuanya udah serba simpel dan gampang.
kompor udah ada kompor gas ya dari
sebelumnya mulai dari kompor minyak dulu
terus ada kompor gas terus sekarang ada
kompor listrik makin canggih semuanya
jadi enggak perlu lagi e repot-repot.
Nah, terus kalau mau air panas enggak
perlu lagi masak air dulu. Tinggal ambil
aja di dispenser yang udah ada fitur air
panasnya. Dan masih banyak lagilah
segala kemudahan di dalam kehidupan
sekarang. Itu semua berkat dari kemajuan
teknologi. Yang jadi masalahnya adalah
terkadang ya kemajuan teknologi terutama
dari barang-barang yang kita gunakan
sehari-hari ya itu enggak semuanya baik
untuk kesehatan dan justru ada yang
mencemari lingkungan bahkan bisa
berdampak buruk bagi kehidupan manusia.
Nah, jadi bisa dikatakan ya dengan
istilah nih kemudahan itu biasanya
mendekati pada penyakit. Justru
kepahitan itu mendekati kepada obatnya.
Ya kan? Banyak orang bilang gitu. Ah,
itu terlalu manis penyakit. Wah, ini
pahit justru obat. Gitu. Sebelumnya gua
pernah membahas nih fenomena kayak gini,
Geng. Yaitu ketika ratusan orang Korea
Selatan itu meninggal dunia dikarenakan
menghirup cairan disinfektan dari sebuah
brand terkenal yang ada di negara
mereka. Kalau kalian penasaran dengan e
videonya yang mana, kalian bisa nonton
video yang ini. Dan ternyata kasus kayak
gini itu juga terjadi di negara lain.
Dan yang hari ini mau gua bahas itu
adalah salah satu negara di bagian
Amerika Serikat yaitu West Virginia.
Kejadian ini mungkin bakal dekat banget
dengan kegiatan sehari-hari para ibu-ibu
rumah tangga di rumah atau orang-orang
yang senang masak. Nah, ini berhubungan
dengan alat masak. Jadi ceritanya di
West Virginia ada sebuah kota yang
menjadi e rusak tiba-tiba lingkungannya
hancur gara-gara tercemar oleh limbah
yang dihasilkan oleh sebuah pabrik yang
memproduksi teflon anti
lengket. Nah, kalian udah lihat dari
videonya? Mungkin di rumah kalian aja
ada ya, teflon anti lengket gini yang
biasa dipakai oleh ibu-ibu kita di rumah
yang mana air yang dipakai untuk minum
oleh warga sekitar, dipakai untuk mandi
dan juga memasak jadi tercemar gara-gara
limbah dari pabrik pembuatan teflon
tersebut. Nah, terus ternak-ternak pada
mati akibat dari limbah yang dihasilkan
oleh pabrik itu juga. Dan perusahaan
yang mengoperasikan pabrik tersebut pun
akhirnya dituntut secara hukum dan
prosesnya memakan waktu sampai
bertahun-tahun, Geng. Lama banget. Nah,
di video kali ini gua bakal menjelaskan
nih mengenai kasus ini dan merangkumnya
untuk kalian. Dan semoga ini bisa
menjadi edukasi buat kita, menambah
pemahaman kita bahwa ternyata ya ee
sebuah alat yang memudahkan ibu kita
untuk masak ternyata memiliki apa ya
sisi kelamnya, sisi berbahayanya dan ini
juga menyangkut dengan kesehatan kita di
rumah. Jadi, semoga ini bisa menjadi
pelajaran. Langsung aja nih kita bahas
secara lengkap kasus yang satu ini.
Halo, Geng. Welcome back to Kamar
[Musik]
Jerry Gengging. Oke, untuk memulai kasus
ini ya, pembahasannya kita awali dengan
membahas background dari perusahaan yang
menjadi tersangkanya dulu. Oke, kita
bahas. Jadi, Gengs, sebelum gua masuk ke
kasusnya, kita jelaskan dulu, ya
background dari perusahaannya ini.
Soalnya perusahaannya ini bukan
perusahaan kaleng-kaleng, tapi merupakan
perusahaan yang cukup terkenal. Jadi, ya
enggak habis pikir aja gitu gara-gara
perusahaan sebesar ini bisa menyebabkan
kerusakan lingkungan. Jadi,
perusahaannya itu bernama Dupong Demur
ya, tulisannya sih Dupon Demous gitu.
Tapi bacanya dupong demur yang biasa
disingkat dengan dupong atau dupong ya.
Perusahaan ini adalah perusahaan kimia
multinasional Amerika yang pertama kali
dibentuk pada tahun
1802 oleh ahli kimia dan industrialis
berdarah Prancis Amerika yang bernama
Iluter Irene Dupong de Nemur. Wah,
namanya sulit banget bahasa Prancis.
Soalnya namanya ini dijadikan sebagai
nama perusahaan itu sendiri dan dia
memulai perusahaannya ini di daerah
Mills yang ada di brand Wine Creek dekat
dengan Will Mington yang ada di
Delaware. Setelah 2 tahun dupong ini
serta keluarganya meninggalkan Prancis
untuk pindah ke Amerika. Nah,
keluarganya itu pindah ke Amerika karena
melarikan diri dari revolusi Prancis,
Geng. Nah, tapi awalnya perusahaan ini
bukan langsung menjadi produsen teflon
kayak gitu enggak. Tapi dupong ini
menjadi produsen Messiu dulu. Karena kan
di era itu tuh era perang ya. Hal yang
paling laku dan paling cuan untuk dijual
adalah bahan baku senjata. Nah, mereka
memproduksi Mesiu. Perusahaan tersebut
kemudian lama-kelamaan mulai berkembang
dengan pesat dan di pertengahan abad
ke-19, Dupong sudah menjadi pemasuk
Mesiu terbesar untuk militer Amerika.
memasuk sepertiga sampai setengah bubuk
yang digunakan oleh Union Army selama
perang saudara di
Amerika. Terus singkat ceritanya, dupong
menjadi semakin berkembang di bidang
produksi dinamit dan juga bubuk tanpa
asap. Nah, perusahaan tersebut membeli
beberapa perusahaan kimia yang lebih
kecil di tahun 1912. Namun hal ini
mendapatkan perhatian pemerintah Amerika
dan melaporkan Dupong ke pengadilan
karena ekspansi yang dilakukan oleh
Dupong ini dianggap sebagai monopoli
dagang. Jadi ibaratnya gini, Geng. Di
zaman itu ya mereka ini saking
berkembang pesatnya gitu ya, kayak
mereka yang jadi penguasanya gitu. Nah,
sampai-sampai pemerintah Amerika itu
enggak terima dan melaporkan perusahaan
ini ke pengadilan karena dianggap ya
kayak semuanya dimonopoli mereka.
Kayaknya semuanya tuh ya mereka yang
pegang gitu. sampai akhirnya putusan
pengadilan itu memerintahkan agar
dilakukan pemecahan perusahaan dan
akhirnya terbentuklah Hercules Powder
Company yang kemudian menjadi Hercules
Ink Incorporate ya. Nah, lalu perusahaan
keduanya adalah Atlas Powder Company
yang saat pemisahan dan dibentuknya
perusahaan baru inilah Dupong masih
mempertahankan produk dari bubuk satu
basis atau yang dikenal dengan mitro
selulosa ya. Sementara perusahaan yang
satunya yaitu Hercules mendapatkan bubuk
dua basis yang merupakan gabungan dari
nitroelulosa dan juga
nitrogliserin. Nah, di saat itu apa ya?
Kayak enggak diizinkan mereka terlalu
berkuasa di dalam satu perusahaan.
Akhirnya dipecahlah. Nah, setelah itu
dupong ini mengembangkan bubuk tanpa
asap untuk senjata militer yang bernama
Improve Military Rivel atau disingkat
dengan IMR. Nah, perusahaan tersebut
juga mendirikan dua laboratorium
industri pertama mereka di Amerika
Serikat. tempat mereka memulai berbagai
penelitian dan uji coba kimia seperti
kimia selulosa, pernis, dan juga produk
non peledak lain. Jadi yang tadinya
mereka itu memproduksi barang-barang
untuk perang ya untuk senjata api,
sekarang mereka mulai memproduksi
barang-barang yang lebih ramah terhadap
masyarakat lah, enggak harus dipakai
oleh militer gitu. Dan Dupong Central
Research itu didirikan di Dupong
Experimental Station di seberang Brandy
Wine Creek dari lokasi pabrik MU pertama
mereka. Nah, mereka semakin berkembang
pesat di saat itu. Terus pada tahun
1914, Pier S. Dupong itu mulai
berinvestasi di industri mobil yang saat
itu sektor otomotif masih menjadi sektor
yang baru berkembang. Jadi, belum kayak
sekarang nih ya, mobil-mobil di saat itu
tuh baru aja muncul tuh. Nah, dia
membeli saham di General Motors atau GM.
Dan setahun kemudian PIR bergabung
dengan dewan direksi GM dan diangkat
menjadi ketua perusahaan. Nah, karena
udah menjadi bagian dari GM, Dupong pun
kemudian membantu GM yang sedang
kesulitan keuangan dengan membeli saham
GM senilai 25 juta Do Amerika yang
mungkin di saat ini nilainya itu sekitar
777 juta dolar yang mana ya akhirnya
berlanjut di tahun 1920 PI jadinya
terpilih menjadi presiden GM dan di
bawah kepemimpinannya dia GM menjadi
perusahaan mobil terbesar di dunia di
saat itu. Perusahaan Dupong jadi
memiliki pengaruh yang sangat besar bagi
GM. Di tahun yang sama, dupong ini
membentuk usaha patungan dengan
perusahaan tekstil asal Prancis yang
bernama Komtoa the textile Artificial
atau yang disingkat dengan CTA. Mereka
memproduksi sutra buatan atau viscos di
pabrik yang bernama Yerkes yang
berlokasi di buffalo New York. Karena
semakin berkembang, di tahun 1923,
Dupong dan CTA membentuk usaha patungan
kedua mereka yang mana mereka mulai
merambah ke produksi selopen, bahan
plastik bening yang biasanya digunakan
sebagai pembungkus makanan atau barang
dan diproduksinya di lokasi yang sama
yaitu di pabrik Yer Cas
tadi. Dan singkat cerita, di bulan Maret
tahun 1928, Dupong membeli seluruh
kepemilikan CTA di kedua perusahaan
patungan tersebut sehingga Dupong
menjadi pemilik penuh atas produksi
Visco Study dan juga celopen yang ada di
sana. Sepanjang tahun 1920-an, Dupong
melanjutkan penelitian dan
pengembangannya di ilmu material
terkhususnya bahan-bahan kimia baru.
Pada tahun 1928, perusahaan tersebut
merekrut wireless Caroters, yaitu
seorang ahli kimia yang sangat terkenal
dan berpengaruh untuk melakukan riset
mengenai polimer, sebuah zat kimia yang
menjadi dasar pembuatan plastik, karet
sintetis, dan juga serat. Welles ini
menemukan neopren, yaitu karet sintetis
pertama yang tahan terhadap minyak,
panas, dan juga cuaca. Nah, di ini
awal-awal mula nih. Lalu menemukan lagi
nih yang namanya polyester super polymer
yang pertama kali di dunia yang menjadi
cikal bakal dari berbagai jenis plastik
dan serat sintetis modern dan dia juga
menemukan nilon. Seiring berjalannya
waktu, dupong juga menemukan dan
memproduksi teflon yang menjadi inti
dari pembahasan kita hari ini. Nah, ini
nih awal ceritanya penemuan teflon.
Kalau kalian bertanya nih, kapan sih
ditemukan nih ya teflon anti lengket
ini? kapan? Nah, di saat inilah ternyata
penemuannya juga bermasalah menyebabkan
apa ya kerusakan lingkungan pertama kali
ditemukan. Sebenarnya nih, Geng. Ya, nih
perlu gua informasikan juga sebutan
teflon itu bukan nama dari barangnya
tapi itu mereknya, Geng. Teflon itu
merek dari si barang itu. Nah, namun
karena merek teflon inilah yang pertama
kali di dunia yang dibuat dan langsung
terkenal, jadi semua orang tahunya nama
barang tersebut teflon. Padahal mah
aslinya bukan teflon ya, mungkin panci
kali ya atau apalah gitu. Nah, tapi
karena dia khusus gak lengket ya dan
diberi merek teflon, akhirnya semuanya
jadi teflon. Ini sama kayak misalkan
kalau kalian ke Sumatera nih ya, kalau
orang di Sumatera nih nyebut ya, sepeda
motor semuanya Honda. Di Aceh itu kadang
masih nyebut Honda. Mau beli apa? Mau
beli Honda Yamaha, Honda Kawasaki gitu.
Karena kenapa? yang pertama kali masuk
ke sana itu adalah brand Honda. Jadinya
sepeda motor itu disebut dengan Honda.
Jadi kurang lebih kayak gitulah. Nah,
sama satu lagi contohnya kayak pasta
gigi. Banyak orang yang menyebut pasta
gigi itu dengan sebutan odol. Padahal
odol itu adalah mereknya. Jadi bukan
nama dari barang tersebut. Nah, karena
pertama kali yang masuk mereknya odol,
akhirnya pasta gigi disebut dengan odol.
Nah, terus geng ya karena berbagai
penemuan dan inovasi yang terus
dilakukan oleh Dupong dari tahun ke
tahun, perusahaan ini akhirnya
mendapatkan National Medal of Technology
sebanyak empat kali. Penemuan mereka ini
juga pada akhirnya bisa berguna dalam
kehidupan sehari-hari ya, seperti
plastiknya sampai dengan penemuan
teflonnya. Tapi geng, di sisi lain
segala inovasi yang dibuat oleh dupong
itu justru memiliki sisi gelapnya
tersendiri. Ya, kita tahu kan kalau
plastik itu adalah material yang enggak
ramah lingkungan karena plastik juga
enggak bisa terurai di dalam waktu yang
singkat, bahkan memakan waktu sampai
ratusan hingga ribuan tahun. Ya, jadi
benar-benar mencemari lingkungan.
Makanya waktu itu sempat ada campaign
untuk mengurangi plastik. Kalau kalian
tanya siapa yang berdosa atas plastik
ini? Ya, bisa jadi dosa jariahnya itu
adalah keluarganya Dupong ini. Merekalah
yang pertama kali membuat plastik untuk
bahan bungkusan. Nah, kalau kita belanja
udah enggak disediakan lagi sekarang ya
kantong plastik dan udah diganti dengan
tas belanja atau e apa ya kita bisa bawa
sendiri atau juga bisa pakai kantong
kertas sekarang. Nah, tapi karena udah
ratusan dan ribuan tahun semenjak dupong
berdiri plastik ini digunakan jadi
pencemaran lingkungan di muka bumi ini
ya masih ada. Dan hari ini koncern kita
enggak pada plastik tapi teflon yang
masih sama-sama ya diciptakan atau
ditemukan oleh perusahaannya Dupong ini.
Nah, sekarang kita bakal masuk nih ke
dalam pembahasan mengenai pencemaran
lingkungan yang disebabkan dari limbah
teflon yang dibuang di Parkersburg, West
Virginia yang mana ini sampai menjadi
pencemaran air minum terbesar dalam
sejarah Amerika, Geng. Dan menyebabkan
keracunan. Sekarang kita
bahas. Jadi, Geng, Dupong ini menjadi
perusahaan yang pertama kali
mengembangkan dan memproduksi teflon,
alat dapur yang sering dipakai oleh
ibu-ibu untuk masak sehari-hari. Tapi
apakah selama ini kalian tahu kalau
untuk membuat teflon itu ada bahan kimia
yang berbahaya bagi tubuh kita dan
lingkungan? Nah, jadi sejak tahun
1950-an ya, perusahaan Dupong itu
menggunakan bahan kimia yang bernama
perfluorocttanoic acid atau yang dikenal
dan disingkat dengan PFOE yang merupakan
salah satu jenis dari bahan kimia PFAS.
PFOE ini ya itu eh sering disebut dengan
C8 atau C8 yang mana ya PFOE inilah yang
menjadi bahan untuk membuat teflon itu
supaya teflonnya itu enggak lengket.
PFOE juga disebut sebagai bahan kimia
abadi. Seram enggak tuh? Bahan kimia
abadi sebutannya. Sebab bahan kimia ini
enggak akan pernah terurai di muka bumi
ini. Dia akan tetap ada sepanjang hayat.
Dan menurut beberapa penelitian, paparan
dari PFOE diduga bisa menimbulkan
beberapa gangguan seperti menimbulkan
kanker termasuk kanker testis, kanker
prostat, kanker ginjal, kanker kemih ya
kanker payudara, serta kanker ovarium.
[Musik]
Lalu meningkatkan resiko bayi lahir
dengan berat badan yang rendah, merusak
organ hati dan ginjal, dan terus
melemahkan sistem kekebalan tubuh serta
meningkatkan risiko terkena penyakit
tiroid termasuk kanker tiroid. Seram
banget ya. Tapi inilah yang digunakan
sebagai bahan pembuatan teflon. Di dalam
perjalanannya sebagai perusahaan yang
mengembangkan dan memproduksi teflon,
apakah selama ini Dupong tidak
mengetahui kalau PFOE yang mereka pakai
untuk pembuatan teflon mereka ini
sebenarnya beracun dan berbahaya? Tahu
enggak mereka tuh? Sayangnya ya,
sayangnya nih mereka telat mengetahui
hal itu ya. Kenapa ya? Kita ini kan kita
berbicara tentang zaman dulu ya, Geng.
Mereka emang orang pintar. Asal
muasalnya dari para ilmuwan kimia gitu
yang mana mereka bisa menciptakan bahan
apapun dengan pengetahuan kimia mereka.
Tapi sayangnya mereka memperjual belikan
semua itu ya dengan istilah learning by
doing. Jadi dibikin dulu, dijual lalu
baru mereka pelajari efek atau dampaknya
setelah masyarakat memakai itu. Kan gila
banget tuh. Seram banget. Dan akhirnya
mereka telat tahu kalau bahan PFOE yang
mereka gunakan ini beracun setelah
orang-orang udah pakai. Jadi, geng,
Dupong ini baru tahu kalau PFOE yang
mereka gunakan itu beracun itu di tahun
1961. Kebayang enggak tuh? Dari tahun
1950 mereka memproduksi, 1961 baru
mereka tahu kurang lebih itu 11 tahun
sejak perusahaan tersebut mulai
memproduksi teflon dalam jumlah besar.
Dan efeknya memang enggak langsung
diresakan, Geng. Tapi itu mulai terlihat
beberapa tahun setelahnya. Karena gini,
kebanyakan ya hal-hal di muka bumi ini
ya itu biasanya akan berdampak setelah 5
sampai 10 tahun semua itu berawal.
Contoh aja kayak orang yang suka
bergonta-ganti pasangan. Biasanya 10
tahun kemudian bakal terlihat
penyakitnya, ya kan? Nah, terus kayak
orang yang apa ya ee suka enggak jaga
badannya 5 sampai 10 tahun ke depan
penyakitnya juga bakal terlihat. Nah,
kurang lebih kayak gitu sama dengan hal
ini. Jadi, geng, di tahun 1981, Dupong
baru menemukan adanya kasus pertama yang
terjadi kepada seorang karyawan
perempuan yang bekerja di salah satu
pabriknya Dupong yang berada di
Puckersburg, West Virginia yang khusus
untuk memproduksi teflon ini. Karyawan
tersebut melahirkan bayi yang cacat. Dan
berlanjut lagi, pada tahun 1984, Dupong
melakukan pemantauan air minum yang
mengkonfirmasi kalau terdapat kadar PFOE
yang sangat tinggi di sekitar pabrik
Washington Works. Dari hasil pemantauan
ini aja harusnya dupong sudah mengurangi
atau bahkan tidak lagi boleh menggunakan
PFOE. Karena mereka tahu bahwa seluruh
air yang ada di tanah di daerah pabrik
mereka itu sudah mengandung kimia
berbahaya ini. Tapi mereka malah enggak
melakukan hal tersebut, Geng. karena
menganggap kalau mengurangi PFOE enggak
bakal membawa keuntungan. Lagi-lagi ya
bisnis. Karena PFOE ini berfungsi untuk
membentuk lapisan anti lengketnya teflon
dan itu yang mereka andalkan supaya
produk mereka itu ya apa ya? Ya menjadi
daya tarik tersendirilah. Karena ibu-ibu
kan enggak pengin tuh alat masaknya
lengket, rusak, kotor, hangus gitu. Nah,
dengan adanya anti lengket ini kan jadi
membuat daya tarik orang-orang untuk
membeli. Terus geng selanjutnya pada
tahun 1985 karyawan dari perusahaan
Dupong itu menemukan adanya kasus
kematian yang disebabkan oleh penyakit
lewi kimia dan kasus itu tinggi di area
pabrik West Virginia. Beberapa bulan
kemudian, dupong juga mencatat adanya
jumlah kasus kanker ginjal yang sangat
tinggi di antara pekerja laki-laki.
Peningkatan ini terjadi di seluruh area
pabrik. Dan enggak cuma karyawan yang
bekerja di bagian pengolahan PFOE aja
yang terkena itu, tapi hampir semua
karyawan di bagian divisi. Tapi semuanya
ini disimpan dengan rapat oleh
perusahaan. Jadi kayak ditutup-tutupi
karena enggak mau informasi tersebut
bocor ke publik. Sampai pada akhirnya
direntang tahun 1980-an, perusahaan
Dupong membeli sebidang tanah dari
seorang peternak sapi bernama Willbur
Tenan. Nah, tanah tersebut digunakan
sebagai tempat pembuangan limbah. Tanah
itu memiliki aliran sungai kecil yang
langsung mengalir ke sungai Ohayo.
Namun, dupong ini mengklaim kalau limbah
yang mereka buang di sana adalah limbah
yang enggak berbahaya bagi lingkungan
dan manusia. Jahat banget, ya. Jadi,
benar-benar dibuang ke pemukiman warga
yang mana ini dikonsumsi oleh warga.
Nah, awalnya Willbur ini merasa senang
karena mendapatkan uang dari hasil
pembelian tanah oleh dupong. Cuma
Willbur mulai merasa ada sesuatu yang
aneh. Sebab ratusan sapi ternak dia itu
mati secara misterius mendadak. Padahal
Willbur ini enggak pernah memberikan
makanan sapi-sapinya dengan sembarangan.
Atau sebagai seorang peternak tentunya
ya dia mengupayakan yang terbaiklah
untuk ternaknya. Dan tentunya kematian
mendadak yang dialami oleh sapi-sapi
ternaknya ini menjadi sesuatu yang aneh
buat dia. Selain dia rugi, dia juga
penasaran dan sampai akhirnya dia mulai
curiga dengan perusahaan dupong yang
mana dia curiga yang mencemari
lingkungan di sekitar tanah yang mereka
beli dari Willbur itu adalah Dupong
sendiri. Situlah dia agak menyesal ya
gara-gara jual tanahnya dia ya malah
rugi ternaknya pada mati.
Singkat cerita, Geng merasa enggak
terima dengan apa yang dia alami yang
mana dia menganggap tindakan e dupong
ini menyebabkan ternaknya mati. Willbur
ini memutuskan untuk menggugat Dupong
dengan bantuan pengacaranya yang bernama
Robert Bilot pada tahun 1998. Setahun
kemudian Robert ini mengajukan gugatan
federal terhadap Dupong di Pengadilan
United State District Court for the
Southern District of West Virginia.
Dupong di saat itu memberikan
tanggapannya atas gugatan tersebut
dengan menyarankan Perusahaan dan Badan
Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat
agar meneliti peternakan milik Willbur,
termasuk dengan memeriksa sapi-sapinya
yang sudah mati. Jadi menurut mereka ya
jangan asal nuduhlah. Jangan gara-gara
sapi lo mati kita yang dituduh sudah
mencemari lingkungan, mending itu
diperiksa aja kurang lebih kayak gitu.
Jadi pihak dari dupong ini masih denial
gitu. Dia masih mencoba untuk membela
diri dengan cara apapun. Ada tiga dokter
hewan yang dipilih oleh pihak dupong.
Ini aneh banget yang menyuruh periksa
mereka, tapi mereka juga yang ngasih
dokternya. Di saat itu, tiga dokter
hewan ini dipilih oleh dupong dan tiga
dokter lain baru dipilih oleh Badan
Perlindungan Lingkungan atau EPA. Nah,
dari hasil laporan tersebut menyatakan
bahwa kematian ratusan sapi milik
Willbur disebabkan karena kesalahan
Willbur sendiri dengan mengklaim kalau
Willbur mengelola peternakannya yang
buruk sehingga menyebabkan sapi-sapinya
enggak mendapatkan nutrisi yang baik.
perawatan yang enggak memadai dan
kurangnya pengendalian terhadap lalat.
Gila ya lawannya orang berduit. Jadi
Willbur ini kalah sama perusahaan
dupong. Di saat itu Willbur dan
pengacaranya yang bernama Robert itu
enggak langsung nerima klaim dari pihak
Dupong dan juga Epa. Oleh karena itu,
Robert ini berupaya mencari tahu
mengenai potensi pencemaran lingkungan
yang dilakukan oleh Dupong ini. Benar
aja, Geng. Robert menemukan adanya
ribuan ton PFOE yang sudah dibuang oleh
pihak dupong ke tempat pembuangan yang
berada di sebelah peternakan Welbur.
Nah, di sinilah nih bukti-bukti
akuratnya mulai ditemukan. Limbah PFOE
ini enggak cuma berdampak terhadap
kematian sapi-sapinya Willbur, tetapi
juga mencemari pasokan air milik
masyarakat. Kebayang tuh masyarakat
minum racun. Dari temuan ini akhirnya
Dupong yang udah kep palang ketahuan
menyelesaikan kasus ini dengan Willbur
saat itu memang PFOE itu belum diatur
oleh IPA dan ditambah perusahaan yang
membuang PFOE ini juga belum pernah
melaporkan hasil studi internal mereka
yang menunjukkan kalau PFOE ini
berbahaya bagi manusia, hewan, serta
lingkungan. Walaupun dupong ini
memutuskan untuk menyelesaikan kasusnya
dengan Willbur, namun si pengacara yang
bernama Robert itu kembali menggugat
dupong di bulan Agustus 2001 dengan
gugatan class action atau gugatan
kelompok atas nama sekitar 70.000 orang
di West Virginia dan Ohio yang air
minumnya sudah terkontaminasi oleh PFOE.
Nah, pintar nih si Robert ini yang mana
e dia membiarkan dulu nih pihak Dupong
ini e membayar ganti rugi kepada Willbur
tadi supaya Willbur ini mendapatkan
haknya terlebih dahulu. Nah, setelah dia
damai diam-diam dengan Willbur ya, pihak
Dupon ini, barulah si Robert ini
bergerak nih. Dia mintalah tanda tangan
dari 70.000 orang warga di West Virginia
untuk menggugat atau menuntut pihak
dupong ini. Nah, gugatan ini akhirnya
diselesaikan pada bulan September tahun
2005 dengan nilai manfaat gugatan yang
mencapai lebih dari 300 juta dollar
Amerika, Geng. Penyelesaian tersebut
berupa kesepakatan Dupong untuk memasang
instalasi penyaringan air di enam
distrik air yang terdampak dan puluhan
sumur pribadi. Terus Dupong juga
membayar tunai sebesar 70 juta Do
Amerika serta pemantauan kesehatan yang
akan dibiayai oleh dupong sampai 235
juta dolar Amerika terhadap warga yang
terdampak. Semuanya bakal dilakukan oleh
Dupong kalau ternyata memang dupong ini
benar-benar melakukan pencemaran
lingkungan karena limbah PFOE mereka.
Tapi ini udah pasti kebukti lah ya kan
karena memang udah jelas banget
gitu. Dan di saat itu untuk bisa
membuktikan hal tersebut puluhan ribu
orang yang tinggal di sekitar West
Virginia dan Ohio setuju untuk menjalani
tes darah untuk mendeteksi keberadaan
PFOE di tubuh mereka. Serem ya. Tes
darah langsung loh. Kayak coba cek dulu,
periksa dulu nih tubuh orang-orang di
West Virginia ini benar enggak ada PFOE.
Kalau ternyata benar ada kan. Buset,
siapa yang enggak pusing, Geng?
Menyadari diri mereka sudah mengandung
racun gitu. Dan di saat itu, lembaga
penelitian independen dibentuk oleh
kedua belah pihak dari Robert dan juga
Dupong. Namun, sesuai dengan
perjanjiannya, duponglah yang akan
membayar tes tersebut. Lembaga tersebut
diberi nama dengan C8 Science Panel. Dan
untuk mengetahui hasilnya juga enggak
sebentar, Geng. Mengingat banyaknya
orang yang melakukan tes sehingga
membutuhkan waktu sampai bertahun-tahun
untuk bisa menganalisis dan memproses
itu semua. Nah, dari hasil tesnya
ditemukanlah adanya hubungan yang
mungkin terjadi antara konsumsi air
minum yang mengandung PFOE dengan
berbagai penyakit seperti kanker ginjal,
kanker testis, kanker tiroid, kolesterol
tinggi, dan berbagai penyakit lainnya.
Dan ini menjadi bukti kalau dupong tidak
pernah memasang sistem penyaringan yang
bisa mencegah pencemaran air dari PFOE
yang mereka hasilkan. Dan dupong juga
harus memulihkan air minum yang sudah
tercemar dengan PFOE ini secara bertahap
dan paling lambat itu tahun 2015.
Gila, dari tahun -an ya ini kasus sampai
2015 loh. Dan setelah penemuan ini
diumumkan, Dupong secara tiba-tiba
mundur dari perjanjian tersebut. Jadinya
Dupong enggak mau bertanggung jawab,
Geng. Tapi itu enggak menghentikan upaya
pengacara yang bernama Robert ini untuk
menuntut perusahaan tersebut. Dia
mengajukan gugatan hukum lainnya, yaitu
gugatan cedera pribadi atas nama
orang-orang yang menggunakan pasokan air
di Ohio dan juga West Virginia yang mana
menjadi terdampak karena air yang
tercemar. Gila ya. Pada tahun 2015,
jumlah orang-orang yang menjadi korban
itu bahkan sudah mencapai lebih dari
3.500 orang. Kebayang enggak tuh? Dan
pabrik teflon yang ada di Puckersburg
yang semula dimiliki oleh Dupong itu
memutuskan untuk memisahkan divisi
kimianya menjadi sebuah perusahaan baru
yang bernama Semors. Karena mereka
enggak mau diseret-seret terlibat dengan
dupong lagi. Karena 3.500 orang yang
nuntut. Gokil enggak tuh? Dan di saat
itu dupong ini mendapatkan berbagai
macam gugatan dan dupong kalah dalam
tiga gugatan pertama sehingga mereka
harus membayar ganti rugi sebesar 19,7
juta dolar Amerika. Di sisi lain masih
ada gugatan lain yang bertubi-tubi yang
belum selesai sampai pada tahun 2017.
Dan barulah dupong ini setuju untuk
menyelesaikan sisa kasusnya dengan
membayar
671,7 juta Do Amerika. Setelah tahun
2017, Dupong ini masih saja mendapatkan
puluhan gugatan, Geng. Dan semua gugatan
itu diselesaikan oleh Dupong pada tahun
2017 dengan nilai tambahan sebesar 3
juta Do Amerika. Ya, ibaratnya gini,
Geng. Mereka tuh puluhan hingga ratusan
tahun mengumpulkan uang. Uang perusahaan
yang mereka kumpulkan itu ya
ujung-ujungnya harus mereka bayarkan
kepada orang-orang yang ya sudah menjadi
korban mereka akibat tercemarnya
lingkungan dari limbah PFOE yang dibuang
oleh Dupong secara sembarangan.
Capek-capek ngumpul duit, habis juga
akhirnya. Dupong serta SEORS juga harus
membayar penyelesaian hukum dalam bentuk
ganti rugi senilai 4 miliar dolar
Amerika. Jadi perusahaan seors yang
sudah memisahkan diri dari dupong ini
tetap kena imbasnya. Dan Robert si
pengacara itu kembali mengajukan gugatan
pada tahun 2018 yang meminta untuk
dilakukannya studi dan pengujian lebih
lanjut terhadap kelompok bahan kimia
PFES agar dampaknya bisa diketahui oleh
masyarakat. Dan gugatan ini diajukan
atas nama seluruh masyarakat Amerika
Serikat yang mana di dalam darah mereka
sudah mengandung bahan kimia PFES tadi.
Jadi mereka sudah terkontaminasi oleh
racun. Gugatan tersebut ditujukan kepada
beberapa perusahaan yang menggunakan
PFES dalam produk mereka seperti TriM,
dupong, serta
Simors. Terus, Geng, masih berlanjut di
tahun yang sama, Robert itu ditunjuk
oleh Pengadilan Federal di South
Carolina sebagai penasehat nasional bagi
komite eksekutif penggugat untuk
mengawasi semua kasus di Amerika
mengenai kerugian akibat PFES dalam busa
pemadam kebakaran atau EFF.
Ternyata PFES ini selain dipakai untuk
teflon, ternyata juga dipakai untuk alat
pemadam kebakaran karena PFES efektif
untuk memadamkan api. Gugatan ini pun
disebut dengan
EFFMDL. Di tahun 2021, Robert nih ya
masih getol terus nyerang nih. Kayaknya
si pengacara ini dapat duit banyak dari
hasil menggugat ini. Nah, Robert ini
menjadi penasihat utama dalam gugatan
action pertama di dalam kasus EFF MDL.
Nah, untuk mereka yang terdampak
kontaminasi dari sumur air pribadi oleh
BFES dari fasilitas pemadam kebakaran
milik Taiko yang ada di Wisconsin,
sebuah perusahaan yang bergerak di
bidang layanan keamanan yang
menghasilkan pembayaran ganti rugi lebih
dari 15 juta Do Amerika. Nah, karena
Dupong menjadi salah satu perusahaan
selain 3M yang memproduksi PFES, jadinya
mereka ikut bertanggung jawab dalam
kasus
EFFMDL ini, Geng. Jadi ibaratnya gini
ya, misalkan nih e dupong ini yang bikin
PFES tadi ya, tiba-tiba ada perusahaan
lain yang pakai nih produk mereka dan
perusahaan lain ini nih yang menyebabkan
ee tercemarnya lingkungan. Nah, mereka
ya perusahaan lain ini berurusan dengan
hukum tapi merembet perusahaan dupong
juga harus bertanggung jawab. Jadi
istilah kasarnya gini nih. Misalkan gua
bikin pisau ya, gua jual pisau ke orang,
pisau itu harusnya diperuntukkan untuk
motong-motong di dapur, tapi malah
digunakan untuk matiin orang lain. Nah,
setelah ada yang mati itu orang yang
ngelakuin aksi itu ketangkap. Gua
sebagai pembuat pisau juga ikut
ketangkap. Gitulah kurang lebih kasus
PFIS ini. Gara-gara yang membuat PFIS
itu ya pihak dupong dan yang
menggunakannya ketangkap. yang
memproduksi yaitu Dupong juga ketangkap.
Nah, sampai pada akhirnya nih di tahun
2023 penyelesaian terkait kontaminasi
air minum terbesar dalam sejarah Amerika
tercapailah di dalam EFF MDL dengan
perusahaan 3M serta dupong yang terbukti
bersalah atas pembuangan PFES yang
berdampak terhadap sistem air publik di
Amerika dan mereka harus membayar ganti
rugi lebih dari 13 miliar dolar. Nah,
ganti rugi lainnya juga dibayarkan oleh
Taik dan BF, sebuah perusahaan kimia
asal Jerman yang merupakan salah satu
produsen bahan kimia terbesar di dunia.
Ganti ruginya senilai 1 miliar dolar
Amerika. Dan Dupong juga menyelesaikan
gugatan atas pencemaran lingkungan di
Ohio dengan membayar ganti rugi kepada
pemerintah sebesar 110 juta Do Amerika
di tahun 2024.
[Musik]
Meskipun upaya penyelesaian kasus dan
pemulihan lingkungan sudah dilakukan,
pencemaran terhadap PFOE yang merupakan
bagian dari PFES ini itu akhirnya masih
menjadi masalah yang serius di
Pckersburg sampai saat ini. Nah, masih
ada kandungan PFOE yang terdeteksi di
air minum yang berasal dari berbagai
distrik meskipun sudah ada sistem
penyaringan yang dipasang oleh pihak
perusahaan Dupong. Nah, perusahaan ini
enggak bangkrut, Geng. Duitnya banyak
banget. Mereka tuh sanggup mengganti
rugi. Dan kasus yang terjadi di
Pckersburg ini menjadi contoh penting,
Geng, dalam melawan pencemaran
lingkungan yang disebabkan karena
pencemaran industri dan perlunya
regulasi yang lebih ketat bagi
pemerintah Amerika terhadap bahan kimia
yang berbahaya agar kejadian kayak gini
tidak terulang kembali di kemudian hari.
Nah, untuk kita yang di Indonesia
hati-hati juga, Geng. Kita industri
kimia di negara kita juga besar gitu.
Ada di beberapa titik wilayah. Dan buat
kalian yang merasa tinggal di wilayah
tersebut, kalian harus aware, kalian
harus perhatikan apakah lingkungan
kalian tercemar atau enggak. Kalau
tercemar, segera lakukan gugatan. Tuntut
itu perusahaan supaya tidak semena-mena
terhadap
masyarakat. Oke, itu dia geng pembahasan
kita kali ini mengenai pencemaran
lingkungan di Puckersburg, sebuah kota
di West Virginia yang disebabkan oleh
limbah yang dihasilkan dari pembuatan
teflon. Gimana tuh, Geng, menurut kalian
tentang pembahasan kita kali ini? Coba
tinggalkan komentar di bawah.