AI YANG LEBIH PINTAR DARI MANUSIA AKAN DIBANGUN OLEH CRUSOE !
GXDNrLmdRF8 • 2025-06-04
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Geng, AI hari ini jadi semakin canggih
dan makin gila aja kualitasnya. Kita
sekarang udah bisa lihat sendiri ya
kemajuan dari teknologi yang satu ini.
Kita mau bikin apa aja sekarang udah
bisa dikerjakan oleh AI. Mulai dari foto
ee lagu, video, semuanya sudah dengan
sangat gampang dikerjakan oleh AI. Di
masa depan mungkin setahun atau 2 tahun
lagi ya paling dekatnya gitu ya. Bisa
jadi AI ini sudah eh lebih canggih dan
bakal mengganti atau menggeser posisi ee
profesi-profesi manusia sekarang.
Editor, engineer, desainer, desain
grafis, pokoknya semuanya lah yang
berhubungan dengan komputer kayaknya
bakal digantikan oleh AI. Ini semua
dikarenakan pengembang AI itu selalu
melakukan inovasi dan pelatihan terhadap
AI itu juga gila-gilaan. Tujuannya apa?
Tujuannya supaya kecerdasan dari AI itu
bisa setara dengan manusia, Geng.
Sehingga proses developmentnya itu bakal
terus berlanjut sampai bertahun-tahun ke
depan. Kebayang ya kita ini sesama
manusia aja nih. Kita sesama manusia
antara lu sama gue ya, antara lu sama
teman lu itu kecerdasannya aja berbeda.
Ada yang pintar, ada yang lolot, ada
yang pintar banget. Ini kebayang enggak
kalau AI bisa melampaui atau
menyamakanlah ya minimal kecerdasan dari
manusia. kita bicara tentang kecerdasan
yang otomatis orang yang lolot ya bakal
tertinggal oleh AI. AI atau mesin yang
satu ini bakal lebih pintar dari manusia
itu sendiri. Kacau enggak tuh? Dan
sekarang pengembangannya gila-gilaan.
Nah, salah satu developer AI paling
besar dan terkenal yaitu Open AI dan
yang mungkin ya sekarang banyak
dipakailah ya. Nah, mereka itu memiliki
sebuah project untuk mengembangkan AI
lagi yang jauh lebih canggih. Dan
seperti yang kita tahu, eh aturan untuk
AI ini abu-abu ya, enggak ada
batasannya. Jadi setiap orang termasuk
open AI ini ya, eh perusahaannya terus
mengembangkan kecanggihan dari AI ini
tanpa batas. Jadi siap-siap aja, Geng.
Siap-siap aja kalian akan memiliki lawan
yang lebih berat daripada sesama
manusia. Di dalam mereka melakukan
pengembangan AI ya, open AI itu enggak
sendirian. Mereka itu menggandeng eh
investor lah ibaratnya itu orang kaya
gitu ya. Nah, orang ini bernama Chess
Lock Miller. Dia ini merupakan pemilik
perusahaan Cruso namanya. Nah, kalian
sendiri pernah dengar enggak, Geng, nama
perusahaan Cruso ini? Ya, begitu juga
dengan kebanyakan orang. Bahkan Cruso ya
bukanlah sebuah perusahaan yang lama.
Bisa dikatakan statusnya itu masih start
up, masih baru. Yang mana bikin semua
orang tuh jadi penasaran kenapa
perusahaan sebesar Open AI justru
percaya atau mempercayakan project
mereka ya mengembangkan AI kepada Cruso
ini yang mana ya mereka ini kan
perusahaan startup yang belum lama
berkecimpung di dalam bidang teknologi.
Nah, terus siapa sih sebenarnya Chess
Lock Miller ini? apa background-nya dia
sampai bisa buat Cruso yang bertanggung
jawab untuk mengembangkan AI. Nah, semua
pertanyaan itu bakal terjawab di video
kali ini ya. Kalian harus banget nih
dengar informasi ini karena ini
informasi yang baik juga buat kalian di
sini ya. Kita nanti akan mengetahui
perkembangan dari dunia ini. Gimana sih
dunia sekarang berjalan? Kenapa kok
sekarang semuanya tiba-tiba jadi AI gitu
kan. Nah, sekarang langsung aja kita
bahas secara lengkap tentang Chase Lock
Miller, pemilik perusahaan bernama Cruso
yang bakal memegang project dari Open AI
untuk mengembangkan kecanggihan AI di
muka bumi ini. Halo, geng. Welcome back
to Kamar
[Musik]
Jerry Genggeng. Untuk pembahasan
pertama, kita bakal membahas profile
dari Chase Lock Miller ini. Siapa sih
dia? Jadi sebelum gua bahas soal
perusahaannya, gua mau jelasin dulu ke
kalian soal pemiliknya. Ini namanya
Chase Lock Miller. Nah, dia ini lahir
dan dibesarkan di Denver, negara bagian
Colorado, tepatnya di kaki pegunungan
Rocky. Sejak dia masih kecil, dia ini
udah ya suka banget matematika dan
enggak kayak anak-anak sekarang yang
kebanyakan enggak suka sama matematika.
Anak-anak sekarang kan bingung, pusing
buat hitung-hitungan gitu ya. Kalau dia
nih dari kecil udah suka banget
hitung-hitungan, Geng. Hitung-hitungan
tuh maksudnya bukan pelit kayak lu pada
ya. Maksudnya suka menghitung gitu.
Bukan apa-apa tuh dihitung kayak eh
kembaliannya berapa nih gitu. Enggak.
Nah, dia ini saat berusia 5 tahun saking
dia sukanya sama matematika, dia itu
terobsesi banget, Geng, untuk bisa
menyelesaikan lembar-lembar soal
perkalian. Chas ini bahkan sampai minta
ke mamanya, ke ibunya tuh untuk
menghitung waktunya dia ketika dia
menyelesaikan soal-soal tersebut
sehingga dia terus berusaha untuk bisa
mengalahkan rekor waktu yang udah pernah
dia capai sebelum-sebelumnya. Nah,
ambisi dia ini benar-benar besar untuk
bisa menyelesaikan semua soal perkalian
secepat mungkin dan lebih cepat
dibandingkan yang sebelumnya dia
lakukan. Tuh, gini nih. Kalau anak
cerdas nih paling apa ya? Berusaha
mengalahkan ego, mengalahkan limit waktu
yang sebelumnya. Penasaran terus,
secepat mungkin mengerjakan soal. Lah,
kalau lu semua secepat mungkin nembakin
Free Fire. Beda, beda emang kalau calon
orang kaya ya. Jadi memang Chase ini
memiliki minat yang sangat besar dalam
bidang matematika dan sudah menunjukkan
kalau dia bakal mendalami bidang
tersebut. Dan itu terbukti dari berbagai
prestasi yang sudah dia dapatkan ketika
dia duduk di bangku sekolah. Jess ini
selalu dapat nilai sempurna dalam
pelajaran matematika
khususnya. Nah, tapi emang berbeda ya,
Geng. Kalau dunia pendidikan di luar
negeri sana mereka itu kejuruan gitu
loh. Kayak mereka tuh sudah jelas
orang-orangnya tuh diarahkan ke mana.
Siswa-siswanya itu misalkan nih
ketertarikannya jadi musisi. Ya udah
fokusnya di musisi atau ketertarikannya
di matematika ya udah nih yang
berhubungan dengan matematika seperti
misalkan coding, algoritma dan segala
macam. Nah difokuskan ke situ biasanya
siswa-siswanya jadi lebih cerdas di satu
bidang, jadi lebih ahli di satu bidang.
Nah berbeda dengan di negara kita.
Negara kita mah semua harus dipelajari.
Matematika, bahasa Indonesia, bahasa
Arab, bahasa planet, manjat kelapa,
berenang, menyelam, semuanya harus
pintar. Tapi ujung-ujungnya
tawuran ya gitulah. Nah, terus Geng
selain dia ini ya si Chess ini menyukai
matematika, Ches juga sangat suka
mendaki gunung. Nah, ini entah kenapa ya
gua sering menemukan orang-orang yang
cerdas, yang pintar itu senang banget ee
naik gunung untuk menenangkan diri.
Salah satunya adalah ee Bung Rocky
Gerung. Nah, beliau juga suka naik
gunung tuh untuk menenangkan diri, nyari
kedamaian. Nah, sama dengan Chess ini
dia suka banget naik gunung, daki
gunung. Mungkin di saat itu dia melihat
ya mendaki gunung itu memiliki adrenalin
tersendiri buat dia. Dan ketika dia
sudah mencapai puncak, dia bakal merasa
puas atas usaha yang dia dapatkan. Ya,
seperti semua usaha dia ketika dia
mendaki itu terbayar dengan melihat
pemandangan yang indah di puncak gunung.
Dan saat dia mendaki gunung itu menjadi
momen chase untuk bisa beristirahat
sejenak dan mempertimbangkan apa yang
benar-benar ingin dia lakukan ke
depannya. Jadi dia enggak mau salah
langkah dan buang-buang waktu. Dan bagi
Chase, mendaki gunung itu menjadi salah
satu cara untuk bisa melepas penat saat
sudah lelah untuk mengerjakan soal-soal
matematika. Dan saat dia masih duduk di
bangku sekolah menengah, e suami dari
salah satu gurunya ya itu pernah mendaki
eh Seven Summit. Istilah yang merujuk
kepada tujuh gunung tertinggi yang ada
di setiap benua. Nah, Chase ini jadi
kagum tuh dengan suami dari si gurunya
ini. Gimana bisa ada orang yang sanggup
mendaki tujuh gunung tertinggi di dunia
dan membayangkan kalau ya seandainya itu
dia gimana ya kalau dia bisa mengikuti
jejak dari suami gurunya tersebut. Dan
pengalaman dari suami gurunya yang
mendaki seven summits ini juga selalu
dijadikan inspirasi oleh si eh Chase
agar suatu saat dia bisa melakukan hal
yang sama. Nah, sampai pada akhirnya dia
berencana mewujudkan impiannya tersebut.
di tahun 2014 ketika dia memutuskan
untuk mendaki gunung Everest, gunung
tertinggi di dunia. Nah, namun rencana
tersebut jadi gagal karena di saat itu
ada musibah longsoran salju di dekat air
terjun Es kumbu yang menewaskan 15 orang
sherpa. Sherpa itu adalah pendaki lokal
yang biasanya membantu para pendaki lain
dari mancanegara untuk mendaki gunung
Everes. Nah, 15 orang sherpa itu tewas
di dalam kejadian tersebut. Terus, Geng,
prestasi dan semua yang didapatkan oleh
Chase itu dari hasil berlatih soal
matematika membuat dia akhirnya diterima
masuk ke Massachuset Institute of
Technology. Di sana Chase memaksimalkan
diri untuk mempelajari fisika dan
matematika. Dan karena untuk mempelajari
fisika dan matematika itu dibutuhkan
kemampuan memecahkan masalah yang
tinggi, dia kemudian akhirnya memasuki
bidang ilmu lain yaitu keuangan
kuantitatif. Dan untuk mempelajari
keuangan kuantitatif, CES ini
mempelajari studi matematika lanjutan,
statistik, pemrograman komputer, dan
teori ekonomi. Sekaligus untuk
menganalisis pasar keuangan. Keuangan
kuantitatif ini berfokus pada penggunaan
model matematis dan algoritma, Geng. Dan
oleh karena inilah CES ini akhirnya
menghabiskan beberapa tahun untuk
membangun algoritma pembelajaran mesin
skala besar. Dan algoritma ini dirancang
untuk bisa mempelajari pola atau membuat
prediksi dari data dalam jumlah yang
besar. mau itu jutaan contoh data,
fitur-fitur yang kompleks atau data-data
yang terus bertambah secara real time.
Nah, itu bisa ditampung di sana. Terus
karena dia ini selalu berambisi untuk
bisa terus mempelajari banyak hal dan
mengembangkan keterampilannya dia.
Karena nih orang nih enggak pernah puas
nih saking cerdasnya, saking laparnya
sama ilmu gitu. Cheese akhirnya mulai
kuliah secara paruh waktu di Stanford
dan kuliahnya itu online untuk
mempelajari ilmu komputer. Dia juga
memutuskan untuk melanjutkan pendidikan
S2-nya di Stanford. Dan di salah satu
mata kuliahnya ada dosennya dia yang
bernama Profesor Andrew Ng yang
menyebutkan kalau AI adalah sebuah
inovasi teknologi baru yang
keberadaannya sudah seperti listrik yang
langsung bisa dipakai oleh manusia. Nah,
Profesor Andrew Eng ini mengibaratkan AI
sudah seperti listrik yang langsung
menyebar ke seluruh dunia enggak lama
setelah ditemukan. Menurut Profesor
Andrew ini, AI nantinya bakal sangat
diandalkan oleh peradaban manusia. Dan
karena Stanford terletak di Silicon
Valley ya, yang mana ini merupakan pusat
dari pengembangan teknologi dunia,
banyak profesor-profesor Stanford yang
memiliki perusahaan startup di bidang
teknologi. Nah, jadi di satu sisi si
profesor ini tuh mengajar tapi mereka
juga punya profesi sampingan, yaitu
pemilik startup, Geng. Jadi ibaratnya
nih dia ngajarin orang, sharing ilmu.
Nah, duitnya dia yang paling besar itu
adalah di perusahaan yang dia bangun.
Karena kan sayang ya, dia cuma berbagi
ilmu kepada mahasiswa-mahasiswanya, tapi
ilmunya enggak dia manfaatkan untuk
keuntungan dia sendiri. Ya, sayang
banget. Nah, akhirnya ilmunya dia itu
dia terapkan tuh dia bikin perusahaan
startup-nya sendiri. Sering juga
profesor-profesor tersebut memberikan
proyek kepada para mahasiswanya dia yang
mana proyek tersebut akhirnya diakuisisi
dan dikembangkan oleh Google.
Jadi ibaratnya tuh si profesor ini
sembari membangun e perusahaan, dia
ngelihat juga tuh mahasiswa-mahasiswa
dan mahasiswi yang pintar ya, yang
berpotensi untuk dia tarik atau dia
pekerjakan. Nah, terus Geng ada salah
satu contoh nih ya ee proyek-proyek
besar yang sudah diakuisisi dan
dikembangkan oleh Google nih. Contohnya
seperti development teknologi mobil
tanpa pengemudi atau self driving car
serta Google Brain. Nah, itu udah banyak
tuh proyek-proyek yang diakuisisi oleh
pihak Google. Nah, terus geng ya kembali
ke si Chase nih. Singkat cerita kan dia
akhirnya lulus nih dari Stanford. Chase
ini akhirnya memutuskan untuk terjun ke
dunia crypto yang bekerja sama dengan
perusahaan startup yang mengembangkan
crypto yang bernama Poly Chain. Nah,
alasan dia tertarik untuk masuk ke
crypto karena dia tertarik dengan ide
menciptakan bentuk mata uang baru dan
kemampuan menggunakan teknologi
blockchain untuk menciptakan aset
digital. Yang mana menurut dia ini
sangat berbeda dengan file-file biasa
seperti PDF. CHES ini bekerja di sana
dari yang awalnya. Polin ini cuma
bernilai 25 juta dolar Amerika. Sekarang
ya tiba-tiba menjadi meledak senilai 1
miliar dolar Amerika. Berarti nilainya
itu sudah meningkat sebesar 975 juta Do
Amerika. Nah, akhirnya nih di tahun 2018
Jess ini memutuskan untuk memiliki
perusahaannya sendiri. Setelah dia
lalu-lalang jadi mahasiswa bekerja di
perusahaan ini, membantu perusahaan
orang, ya dia akhirnya oke memantapkan
hati bikin perusahaan sendiri karena dia
sudah merasa siap untuk mengejar sesuatu
yang berbeda dari poly chain yang mana
menurut dia itu cuma berfokus kepada
uang doang, pengelolaan uang dan hanya
mencari keuntungan semata. dia pengin
membuat sesuatu yang bermanfaat,
canggih, dan apa ya? Suatu hari itu bisa
menjadi e warisan yang hebat lah buat
dunia menurut dia. Chase akhirnya
membuat sebuah perusahaan sendiri yang
bernama Cruso.
Oke, sekarang kita bakal masuk nih ke
dalam pembahasan selanjutnya, Geng.
mengenai pendirian perusahaan Cruso yang
akhirnya menjadi pengelola proyek besar
AI. Jadi setelah Chase memutuskan untuk
keluar dari poly chain, dia itu bertemu
dengan seorang teman sekolahnya di
Denver. Temannya ini bernama Kali
Cavnes. Mereka berdua sebenarnya itu
udah dekat sejak mereka masih di
sekolah, tapi saat dewasa mereka memilih
jalan yang berbeda. Jadi jarang ketemu
gitu, udah enggak pernah main bareng.
Danse ini berkecimpung di bidang
teknologi dan keuangan. Sementara kali
itu dia bekerja di industri minyak dan
gas. Nah, Kali ini tertarik untuk
mengambil bidang tersebut karena sedari
dulu keluarganya memang sudah lama
berkecimpung di industri tersebut bahkan
sudah dari beberapa generasi. Nah,
jadinya karena turun-temurun dia memilih
industri itu. Nah, kali ini sangat
antusias nih untuk bisa menemukan sumber
energi termurah dan teramah lingkungan
di dunia. Dia sampai rela mengunjungi 25
negara seperti Chili. di Argentina dan
bahkan melihat panas bumi di Islandia.
Nah, kali ini bekerja di sebuah
perusahaan yang di saat itu baru saja
mengebor sumur baru dan sumur yang
berisikan minyak dan menghasilkan gas
alam yang benar-benar melimpah. Dan saat
dia bekerja di perusahaan tersebut, Kali
ini menceritakan salah satu pekerjaannya
ketika dia mendaki pegunungan Rocky. Dia
baru mengetahui nih ketika dia mengebor
untuk mencari minyak, bisa saja kita
menemukan gas alam dalam jumlah yang
banyak. Kalau di situasi ini kita gak
punya jaringan pipa di dekat lokasi,
maka biasanya kita harus membakar semua
gas tersebut atau istilahnya flaring.
Gas tersebut pada akhirnya terbuang
dengan percuma. Nah, sementara ada
sekitar
4,41 miliar m³ gas dibakar setiap
harinya di seluruh dunia. Untuk di
Amerika itu lebih dari 304 juta m³.
Jumlah tersebut cukup untuk menyuplai
energi ke seluruh benua Afrika. Nah,
jadi dia merasa kasihan aja kayak,
"Aduh, sayang banget ya dibakar kayak
gitu aja, terbuang kayak gitu aja."
Padahal gas alam adalah sumber energi
yang jauh lebih ramah e di lingkungan
dibandingkan sumber lainnya. Masalahnya
nih, Geng, sampai saat ini kalau enggak
ada jaringan pipa yang enggak akan ada
orang yang bisa membeli gas tersebut.
Enggak ada juga yang mau memberikan
secara cuma-cuma. Kalaupun kita mau
membayar orang untuk bisa mengambil gas
tersebut, tetap aja enggak ada yang mau.
Dari penjelasan inilah ya, Chase dan
Kali itu berpikir nih ketika mereka
bertemu ya, Ces ini udah mulai bosan
dengan mencari uang doang. kali e punya
ambisi yang kayak pengin nolong dunia,
pengin apa ya bumi ini semuanya bisa
kenyang, bisa menikmati ee energi, gas
alam, ya kan. Nah, di saat itu mereka
satu visi dan mereka mulai berpikir
dibandingkan gas tersebut tadi pada
akhirnya terbuang sia-sia, kenapa enggak
dipakai aja oleh mereka? Meskipun mereka
berasal dari background yang
berbeda-beda, tapi ya faktanya perbedaan
background inilah yang menjadikan mereka
bisa menjalin kerja sama. Ya, jadi kayak
apa ya? cross profesi tapi dengan tujuan
yang satu gitu ya. Jadi saling mengisi
satu sama lain dan mereka memiliki ide
untuk memanfaatkan gas tersebut yang
nantinya bakal dipergunakan untuk
menambang Bitcoin. Wah, gimana tuh
caranya
tuh? Di satu sisi nih, Geng, Chas ini
kan udah lebih dulu terjun ke crypto dan
bahkan udah sukses banget di sana. Dia
paham bagaimana cara menambang Bitcoin
dan sistem komputer. Sementara kali itu
yang bakal melakukan pencarian terhadap
gas alam tersebut. Nah, ini mulai
menarik nih. Apa hubungannya gas alam
dengan Bitcoin ya kan? Ini kayaknya jauh
banget gitu. Nah, nanti kalian bakal
paham. Jadi singkat ceritanya akhirnya
di tahun 2017 nih ya saat Chase dan Kali
itu mendaki bersama mereka memutuskan
untuk bekerja sama dalam memanfaatkan
energi yang terbuang itu tadi yaitu gas
yang dibakar cuma-cuma itu. Dan ini
mereka ingin jadikan menjadi energi
listrik yang nantinya dipergunakan untuk
menambang Bitcoin. Tuh, seperti yang
kita tahu ya, penambangan Bitcoin itu
kan biasanya tuh pakai apa tuh? VGA tuh
ya, VGA yang banyak terus listriknya
juga gila-gilaan. Nah, kebanyakan
penambang-penambang Bitcoin itu
bermasalah sama PLN kan. Nah, di dalam
hal ini mereka mau memanfaatkan bagian
itunya bagian energi listriknya yang
berasal dari gas. Jadi, enggak perlu tuh
mereka ke PLN Amerika. Enggak perlu
enggak perlu bayar listrik lagi. Nah,
Ches dan Kali akhirnya menamai
perusahaan mereka dengan nama Cruso yang
mereka ambil dari tokoh fiksi yang
populer di abad ke-18 yang bernama
Robinson Cruso yang mana dia terdampar
di sebuah pulau Karibia dan menggunakan
kecerdasannya untuk bertahan hidup. Nah,
itu filosofi dari nama Cruso itu diambil
dari tokoh fiksi tadi. Sebenarnya nih,
Geng ya. Visi yang dilakukan oleh Chase
dan Kali ini menjadi sebuah inovasi yang
sangat bagus. memanfaatkan energi
sebaik-baiknya supaya tidak terbuang
sia-sia dan mencemari lingkungan. Nah,
namun seperti inovasi-inovasi lainnya,
di saat awal-awal menjalankan perusahaan
Cruso, banyak yang skeptis dengan apa
yang digagas oleh Chase dan kali ini
salah satu contohnya adalah Stephen
Cohen dari band Capital yang mana dia
memimpin pendanaan awal bagi Cruso
sebesar 4,5 juta dolar Amerika pada
tahun 2019. Nah, dia bilang kalau model
bisnis yang dijalankan oleh Cruso ini
enggak sepenuhnya jelas sebenarnya. Nah,
dia meragukan kemampuan dari Chase dan
Kali ini. Nah, karena banyak yang
skeptis dengan perusahaan tersebut,
Chase akhirnya menginvestasikan 600.000
Amerika dari uang pribadinya sendiri
untuk membangun Rick penambangan crypto
dalam kontainer pengiriman dan
pemasangannya di ladang gas yang berada
di dekat Denver. Nah, Rick ini sendiri
ya sebuah komputer khusus yang dirancang
dan dibangun untuk melakukan proses
penambangan mata uang kripto. Nah, jadi
kayak ketika orang-orang enggak percaya
sama dia, dia enggak mau apa ya, enggak
mau kecewa gitu aja, dia akhirnya
ngeluarin dananya sendiri karena dia
yakin dengan kemampuan dia bersama si
sahabatnya tadi. Dan seiring berjalannya
waktu nih, Geng. Perusahaan Cruso ini
mulai membangun infrastruktur komputasi
di medan yang lebih keras. Di saat itu
ada yang namanya Antonio Gracias dari
Valor Equity Partners. Dia yang pertama
kali bertemu dengan Chase dan Kali pada
tahun 2018 ketika mereka memasang
kontainer pertama mereka di ladang
minyak bacon di North Dakota. Antonio
ini merasa bahwa apa yang dilakukan oleh
Chase dan Kali adalah sesuatu yang gila.
Mempertaruhkan segalanya untuk
membuktikan apa yang mereka inginkan ini
bisa berhasil. Ya, karena merasa
tertarik dengan tekad mereka, Antonio
pun menaruh investasinya di kruso.
Investor lainnya seperti Lee Jacob dari
e Long Journey itu mengatakan kalau
Cruso ini memiliki visi ke depan dan
memprediksikan kalau Cruso bakal menjadi
perusahaan yang sukses ke depannya.
Jadi, di antara yang skeptis tuh ada
juga yang yakin ke mereka, ada juga yang
percaya. Namun, sebuah masalah terjadi
di waktu pandemi Covid kemarin, Geng.
Tepatnya di tahun 2020. Tiba-tiba adanya
pembatasan wilayah yang diberlakukan
selama pandemi membuat pengurangan
terhadap permintaan bensin. Nah, karena
kan enggak boleh tuh pergi ke mana yang
akibatnya perusahaan minyak menghentikan
pengoboran sehingga otomatis nih kalau
pengeboran dihentikan ya menghentikan
juga pasokan gas yang bakal dibakar.
Yang mana hal tersebut adalah sumber
energi yang dibutuhkan oleh perusahaan
Cruso untuk menambang Bitcoin tadi. Hal
inilah yang membuat Cruso hampir
berhenti beroperasi. Serba salah di saat
itu. Nah, Chis dan Kali berusaha keras
tuh untuk menemukan lokasi baru dan
menemukan solusi agar bisa mencari
sumber energi yang lebih ramah
lingkungan lagi supaya perusahaan mereka
tetap bisa berjalan. Namun, Geng, siapa
yang sangka ya, Geng? Karena kesulitan
mereka yang mereka hadapi ini justru
membawa mereka ke ekspansi bisnis lain,
yaitu ke AI. Karena di tahun tersebut
tiba-tiba ya AI sedang berkembang dengan
masif. orang-orang sudah mulai apa ya
melihat ke arah AI gitu. Nah, di tahun
itulah mereka mulai berpikir gila ya
kita lagi berusaha nambang Bitcoin udah
banyak dapatnya nih. Udah oke nih.
Tiba-tiba pandemi berhenti usaha kita
gara-gara gasnya enggak ada, tiba-tiba
ada AI. Mereka melihat adanya
kesempatan. Nah, inilah disebut dengan
orang sukses nih. Orang sukses itu akan
melihat kesempatan tapi dia memiliki
kesiapan. Ketika kesiapan bertemu dengan
kesempatan, maka sukses udah pasti di
tangan lu, Geng. Nah, singkat cerita ya
di tahun 2023 Cruso ya perusahaan milik
Chase dan Kali meminjam uang sebesar 200
juta dolar Amerika untuk membeli GPU
dari Nvidia Age 100 untuk memperluas
layanan komputasi awan atau cloud dan
merekrut orang-orang yang ahli dan
berpengalaman dari perusahaan-perusahaan
besar seperti 365 Main dan Digital
Realty. Nah, Cruso kemudian bekerja sama
dengan pengembang pusat data North dari
Islandia untuk menyiapkan layanan cruso
cloud mereka di negara yang memiliki
iklim yang dingin. Nah, agar memudahkan
mereka untuk menjaga GPU tetap dingin.
Di tahun 2024, Chas mengetahui ada
beberapa perusahaan besar teknologi
yaitu Open AI dan Microsoft yang sedang
mencari kontraktor untuk membangun pusat
data berskala besar untuk mengembangkan
AI yang disebut dengan Starget dan
diharapkan untuk bisa mengerjakannya
dengan cepat yaitu kurang dari 2 tahun.
Nah, di sinilah mereka melihat ada
kesempatan. Wah, gila nih kesempatan
kita nih ya kan daripada perusahaan kita
mangkrak gara-gara gas enggak bekerja
gara-gara COVID gitu ya, mending ini nih
mending ini kita gas gitu kata mereka.
Nah, sebenarnya ada beberapa perusahaan
lain yang tertarik di saat itu untuk
mengerjakan Stargate ini. Tapi ya pada
akhirnya mereka semua menolak karena
deadline-nya ya terlalu enggak masuk
akal karena harus selesai kurang dari 2
tahun. Sementara yang harus dikerjakan
banyak mulai dari mencari lahan, membuat
izin pembangunan, ya sampai waktu tunggu
pasukan barang yang mungkin bisa lebih
lama. Belum lagi kalau dibangunnya di
Indonesia ada ormas. Enggak, enggak
ccanda gua ormasnya enggak ada di sana.
Ya, intinya kayak gitu. Terlalu singkat.
Jadi menurut mereka itu semua tampak
mustahil untuk bisa diselesaikan dalam
waktu yang singkat. Nah, jadi akhirnya
nih geng ya di saat itu berbeda dengan
perusahaan-perusahaan lain yang ragu,
ya. Mereka merasa itu enggak realistis.
berpikir 2 tahun itu terlalu sebentar
singkat ya. Akhirnya Chess dan Kali
justru mengambil resiko take risk gitu
ya menyetujui projek tersebut. Merekalah
yang mengambil. Mereka mempertimbangkan
kalau Cruso sudah memiliki pusat
manufacture di Denver dan juga Tulsa
serta memiliki hubungan dengan pemasuk
penting seperti Gernova. Sehingga Ches
dan Kali percaya kalau Cruso bisa
membangun proyek tersebut. Dan untuk
lokasinya, Kruso langsung menyewa lahan
seluas 1000 hektar di Abyin dari
pengembang Lencium yang sebelumnya sudah
mendapatkan izin untuk lokasi tersebut
dan berencana membangun pusat
penambangan kripto di sana. Nah, yang
tadinya rencana untuk membangun kripto,
sekarang tempat tersebut mereka ingin
jadikan untuk eh apa ya? mengerjakan
project AI
[Musik]
ini. Terus, Geng, di bulan Juni tahun
2024, Open AI dan Oracle itu mengumumkan
kerja sama yang mana kedua perusahaan AI
terbesar tersebut menggunakan Oracle
Cloud Infrastruktur untuk
mengintegrasikan AI ke platform Azure
milik Microsoft. Ini bakal menjadi model
AI generasi pertama yang sepenuhnya
melampaui kecerdasan manusia. Huh, loh.
Lolot semua, Geng. AI lebih pintar dari
lu. Melampaui kecerdasan manusia gitu.
Nah, AI yang bakal dikembangkan oleh
Cruso ini akan menjadi AI yang melatih
AI lain. Ganas enggak tuh? AI aja udah
pintar. Ini pelatihnya AI biangnya. Dan
pusat dari segala AI itulah yang bakal
dikembangkan oleh Cruso. Dan Cruso
mengoperasikan pusat data yang akan
disewa oleh Oracle. Nah, kemudian Oracle
akan menempatkan GPU di fasilitas yang
dimiliki oleh Cruso dan menyewakan
server kepada Microsoft. Lalu Microsoft
bakal memberikan chip tersebut kepada
Open AI. Wah, kerja sama yang luar
binasa. Terus di saat itu perusahaan
Blue Ow Capital merasa tertarik nih
dengan kesepakatan bisnis antara Cruso
dengan Open AI ini. E ada Oracle juga di
dalam dan juga Microsoft gitu ya. Nah,
sehingga Blue Ow Capital itu memutuskan
untuk mengikuti penggalangan dana Cruso
sebesar 600 juta dolar Amerika di tahun
2024 dan membantu mengatur pembiayaan
proyek sebesar 2,3 miliar dolar Amerika
dari GP Morgan untuk dua gedung serta
komputasi sebesar 200 MW. Cruso udah
mengumpulkan sebesar 3,4 miliar dolar
Amerika dalam pendanaan usaha patungan
dengan Blue Ow Capital dan perusahaan
investasi lainnya yang berfokus pada
pusat data primary digital
infrastructure untuk membangun dua
gedung pertama mereka. Namun itu cuma
sebagian kecil dari total 500 miliar
dolar Amerika yang dijanjikan oleh Larry
Ellison selaku pendiri Oracle. Terus ada
Masayosi Sonu CEO Softbank dan juga Sam
Altman selaku CEO Open AI di bulan
Januari tahun ini. Dana tersebut
rencananya bakal diinvestasikan dalam 5
tahun ke depan untuk membangun masa
depan AI dan menjaga dominasi global
bagi Amerika Serikat. Jadi ada agenda
politiknya juga nih, Geng. Agar bisa
membuat Amerika terus mendominasi dunia.
Karena kan kita tahu ya sekarang Amerika
lagi ketar-ketir tuh sama Cina. Nah,
mereka enggak mau kalah. Tapi ternyata
enggak mau kalahnya juga enggak
main-main. Mereka lagi mempersiapkan
sesuatu yang benar-benar gila. Nih di
akun X-nya Sam Altman, dia itu
membagikan foto yang diambil dari udara
ya, kayak dari drone gitu, dari satelit
gitu ya, yang menunjukkan lokasi
pembangunan dari tempat AI ini bakal
dikerjakan, yang bakal dikembangkan dan
dia memujinya kalau bangunan tersebut
sangat besar dan indah, megah
parah. Gila.
Namun yang bikin orang-orang jadi
bingung, kenapa perusahaan besar seperti
Open AI, Oracle, dan Microsoft memilih
Cruso yang masih baru merintis dan belum
banyak pengalaman untuk menjalankan
bisnis lain ya kan ya. Sebenarnya sih
jawaban simpelnya tadi ya karena mereka
yang berani kan dari awal ceritanya tadi
perusahaan lain tuh dikasih deadline 2
tahun kurang tuh pada nolak. Nah, tapi
ada Cruso nih, perusahaan baru yang
gambling pengen nyoba dan dari ketiga
perusahaan besar tadi yaitu Open AI,
Oracle, dan Microsoft ya memang belum
ada yang memberikan tanggapan mereka
sampai sekarang, Geng. Tapi menurut para
investor dan mitranya Cruso, Chas dan
kali ini memiliki semangat dan tekad
untuk membangun pusat data yang lebih
besar dan lebih cepat dari sebelumnya.
memang tekadnya gila nih orang berdua
dan mereka juga yakin kalau mereka bakal
bisa menemukan cukup energi untuk
mengoperasikan hal itu. Nah, karena
mereka PD ketiga perusahaan tersebut ya
ee ketiga perusahaan besar tadi percaya
kalau Cruso bisa mewujudkan apa yang
mereka inginkan dan meskipun begitu
hasilnya ya masih ee jauh dari pasti
gitu, Geng. Belum tahu nih sukses apa
enggak. Nah, menurut informasi yang gua
dapatkan dari media Forbes, beberapa
klien Cruso ini bahkan merasa frustasi
karena layanan komputasi cloud atau
komputasi awan mereka yang ada sekarang
dinilai agak kurang canggih gitu.
Kalaupun fase pertama dari Starjet ini
berjalan lancar, pasti ada
keraguan-keraguan lain. Nah, masih
banyak yang mempertanyakan gimana cara
Cruso bisa terus mempertahankan ini
semua dan mempertahankan rantai pasokan
untuk memenuhi kebutuhan AI yang terus
meningkat terhadap daya komputasi dan
energi. Nah, lalu geng kendalanya itu
enggak cuma di situ. Ada kendala lain
lagi yang mana ini berkaitan dengan
tarif yang dibuat oleh Donald Trump ee
kepada sekitar 90 negara yang bakal
berdampak terhadap bahan-bahan utama
seperti aluminium dan juga baja itu
bakal jadi lebih mahal dan nantinya
bakal menambah biaya bagi pengembang
pusat data seperti Cruso ini. Nah, namun
lagi-lagi Ches dan Kali tidak melihat
itu sebagai sebuah masalah. Malah mereka
berpikir kalau itu bisa menjadi
challenge tersendiri, tantangan
tersendiri bagi mereka untuk bisa
memproduksi komponen listrik sendiri
tanpa perlu mengandalkan rantai pasokan
dari negara lain. Mereka enggak peduli
dengan ee keunikan Donald Trump ya yang
bikin negara lain jadi ee jual mahal ke
Amerika. Nah, di saat itu Cruso bakal
melengkapi setiap gedung Starget dengan
100 MW listrik yang cukup untuk
mengaliri listrik untuk satu kota yang
memiliki penduduk sebanyak 100.000
orang. Nah, sebagian besar dayanya bakal
berasal dari ratusan turbin angin
setinggi 91 m yang berpusat di wilayah
barat Texas. Turbin angin tersebut
menghasilkan lebih banyak listrik
dibandingkan yang dibutuhkan di wilayah
tersebut. Dan oleh karena itu, para
pemilik turbin angin yang kelebihan
pasokan ya terkadang menjual listrik
mereka ke jaringan listrik umum agar
bisa digunakan ke orang lain. Walaupun
harga jualnya sangat murah atau bahkan
lebih rendah dibandingkan biaya
produksinya alias rugi gitu. Nah, alasan
mereka tetap menjual meskipun rugi
karena pemerintah federal di sana
memberikan insentif pajak untuk setiap
energi ramah lingkungan yang dihasilkan.
Nah, jadi walaupun mereka rugi dari
penjualan listrik, ya mereka bakal tetap
untung karena dapat uang tambahan dari
insentif pemerintah federal. Cruso lah
yang bakal memanfaatkan kelebihan sumber
daya listrik tersebut, Geng. Nantinya
untuk Starget mereka. Semisalkan angin
berhenti bertiup atau jaringan listrik
padam, Cruso sudah menyiapkan antisipasi
dengan menyiapkan lima turbin gas dari
general elektrik Fernova sebagai
cadangannya. Nah, di akhir tahun 2025,
Cruso berharap ya dapat memasang 100.000
unit GPU Nvidia yang akan diletakkan di
dua bangunan di lahan seluas 152 m² di
sana. Dan di pertengahan tahun 2026,
kapasitas listrik juga diharapkan
meningkat sampai 1,2 GW. Nah, jadi Cruso
ini sangat serius untuk membangun pusat
data mengembangkan AI dan semisalkan
proyek Starget ini berhasil ya kita akan
bisa merasakan AI yang kepintarannya
sudah setara bahkan melebihi
manusia. Seram
banget. Dan karena saat ini Cruso sudah
berfokus pada pengembangan AI, di awal
tahun ini Cruso sudah mengumumkan keluar
dari penambangan Bitcoin. Nah, jadi
kalian pasti penasaran kan nih gimana
nih yang Bitcoinnya udah sukses apa
belum? Nah, mereka tuh cabut tuh dari
usaha itu dan mereka sudah melepaskan
operasi tersebut ke
NYG. Bacanya gimana tuh? Nidik. Pokoknya
gitu deh. Ini adalah sebuah perusahaan
jasa keuangan dan tenaga yang berfokus
kepada Bitcoin. Dan perusahaan NYDIG ini
bakal mengambil alih sekitar 135
karyawan Cruso yang bakal terus
menjalankan bisnis di bawah kepemilikan
baru yang merupakan unit bisnis gabungan
antara NYDIG dan sebagian bisnis Cruso.
Cruso menjadi pemegang saham utama di
unit bisnis tersebut dengan presentase
saham terbesar kedua setelah Stone Rich.
Nah, jadi ibaratnya gini walaupun itu
perusahaan dijual atau di apa ya ditake
over sama orang tapi krusu tetap
mendapat bagian. Nah, jadi enggak
sepenuhnya dijual gitu. Dan Stone Rich
itu merupakan perusahaan induknya NY di
IG. Dan kesepakatan tersebut juga
mencakup teknologi yang dikembangkan
Cruso yang menangkap dan mengubah gas
buang atau flir gas dari ladang minyak
serta lebih dari 425 pusat data yang
tersebar di tujuh negara bagian di
Amerika Serikat dan beberapa wilayah di
Argentina. Nah, secara keseluruhan
operasi ini menyumbang sekitar 1% dari
aktivitas penambangan Bitcoin di seluruh
dunia, Geng.
Nah, itu dia geng pembahasan kita hari
ini mengenai Chase Lock Miller dan
perusahaannya yang bernama Cruso yang
menjalankan proyek besar pengembangan AI
bersama dengan tiga perusahaan besar
teknologi dan dia ini bisa dikatakan ya
macam Elon Max gitu tapi versi yang low
key-nya low apa ya low profile-nya
enggak terlalu terdengar gitu. Nah,
gimana geng menurut kalian semisalkan
proyek Stubjet ini berhasil? Apakah ini
merupakan sebuah kemajuan bagi peradaban
umat manusia yang bakal membantu kita
atau justru sebaliknya bakal menjadi
awal kehancuran, ancaman karena bisa
jadi AI bisa mengambil segala aspek
kehidupan manusia. Salah satunya adalah
pekerjaan. Coba deh tuliskan pendapat
kalian di kolom komentar.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:15:37 UTC
Categories
Manage