File TXT tidak ditemukan.
KASUS KELUARGA ROTHSCHILD DIBUAT TAK BERKUTIK OLEH KELUARGA KONGLO INDONESIA !
G7bZ3HmP2Kw • 2025-05-31
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Geng, kalian semua pasti tahu ya
keluarga
Roschilding through.
Siapa yang gak tahu tentang keluarga ini
untuk di zaman sekarang? sedari awal
munculnya konten-konten yang berbicara
tentang konspirasi, udah pasti ini
keluarga itu masuk ke dalam salah satu
tema konten. Gua sendiri udah pernah
ngebahas beberapa kali dan bahkan
beberapa konten gua tentang keluarga ini
tuh sampai di-take down sama YouTube
karena memang seberpengaruh dan berkuasa
itu ya. Ini keluarga adalah bagian dari
elit global yang mengontrol cara
berjalannya sistem di muka bumi ini.
Mereka ini sudah pasti termasuk ke dalam
salah satu keluarga terkaya di dunia dan
memiliki pengaruh yang besar ya di Eropa
serta bahkan sampai ke dunia. Terutama
pada abad ke-18 sampai awal abad ke-20.
Setiap anggota keluarga Roschild itu
menguasai perbankan atau sistem
keuangan. Jadi kalau kalian bertanya nih
ya, ini siapa sih yang nguasain duit
kertas atau uang kertas di muka bumi ini
dan sistem perbankan ini punya siapa sih
sebenarnya? Benar enggak ini punya
negara? Jawabannya tidak 100% punya
negara. Ah, keluarga Roschard inilah
yang mengontrol semuanya dan merekalah
yang punya. Sehingga bisa dikatakan
keluarga Roschal ini menjadi keluarga
yang memiliki jaringan perbankan yang
sangat besar dalam skala internasional.
Nah, karena punya kekayaan yang besar
banget dan pengaruh yang besar banget,
keluarga Roscheld ini juga dipercaya
untuk membiayai negara-negara. Bayangin
tuh kalau di keluarga lu, lu ngebiayain
satu anak kayak udah ngeluh. Nah,
bayangin keluarga Roschelt nih
ngebiayain negara, Geng. Dan negara yang
dibiayai juga enggak tanggung-tanggung.
Kita ambil salah satu contohnya,
Inggris. Inggris itu pernah dibiayai
oleh keluarga Roschild yang mana Inggris
pernah mendapatkan bantuan dana dari
Roschild selama berperang melawan
Prancis. Gila enggak tuh? kita ngasih
makan kucing aja ngeluh ya kan ini malah
ngebiayain perang Inggris lawan Prancis.
Uang milik keluarga Roschild ini
mengalir juga di infrastruktur dan
proyek besar milik banyak negara. Dan
enggak cuma di sektor perbankan,
keluarga ini ya juga pastinya
berinvestasi di dalam sektor
pertambangan, kereta api, real estate,
energy, dan masih banyak lagi. Jadi
kalau dari sini kalian bisa membayangkan
ya bagaimana berpower-nya keluarga ini
yang istilahnya kalau berurusan sama dia
nih, ya udahlah angkat tangan aja udah
pasti kalah. Ya enggak sih? Berurusan
hukum apalagi ya kan kalau sudah duit
yang berbicara sama power kekuasaan yang
berbicara kayaknya ngelawan keluarga
Roselt enggak mungkin banget. Nah, tapi
kalian tahu enggak, Geng? Kalau ternyata
salah satu anggota keluarga Roschild ini
pernah berurusan dengan salah satu
konglomerat atau keluarga kaya raya dari
negara kita yang mana mereka di saat itu
ingin membuka investasi di sektor energi
di Indonesia tapi malah harus berhadapan
dengan keluarga yang satu ini yang
enggak kalah super power-nya. Tapi untuk
Indonesia, untuk Asia mereka kuat. Tapi
gilanya adalah mereka bisa berurusan
dengan keluarga Roschild ya, salah satu
anak dari Roschild dan ini masalahnya
bukan kaleng-kaleng. Anak dari Roschild
yang berurusan dengan keluarga kaya raya
Indonesia ini bernama Nathaniel Roschild
atau yang lebih dikenal dengan Nut
Roschild. Nah, di dalam perjalanan
investasi dia di Indonesia, NAT ini
ternyata berselisih, Geng, dengan
keluarga konglomerat Indonesia, yaitu
keluarga Bakri.
Siapa yang tidak kenal nama besar
keluarga Bakri? Tidak hanya tersohor di
dunia usaha, nama Bakri pun juga dikenal
di kanca politik tanah air. Gurita
bisnis Bakri membawa keberuntungan bagi
keluarga ini hingga turun-temurun. Dan
bahkan memasuki generasi ketiga, nama
keluarga Bakri tetap cemerlangs.
Nah, kalian bayangkan tuh ya keluarga
Bakri. Kalau kalian gak tahu keluarga
Bakri siapa, ya kalian ingat-ingat aja e
kasus lumpur Lapindo. Nah, itulah
dia. Dan kalian tahu enggak, Geng?
Ketika Nat Roschild yang keluarganya
berpengaruh di dunia ini melawan
keluarga konglomerat dari Indonesia,
ternyata dia kalah, Geng. Nat Roschild
ini gagal untuk berinvestasi di
Indonesia. perselisihannya ini sampai
membuat Nat Rosch dan anggota keluarga
Bakri itu saling sindir di Twitter dan
hubungan mereka pun sampai sekarang gak
akur. Nah, di video kali ini gua bakal
membahas bagaimana awal mula perseteruan
antara Nat Roschild dengan keluarga
Bakri yang sampai membuat Nat Roschild
sebagai keluarga kaya raya di muka bumi
ini itu mundur enggak mau berurusan ya
ibaratnya tuh kalahlah di dalam urusan
perselisihan ini. Kita langsung bahas
secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back
to Kamar Jerry.
[Musik]
Geng, geng. Oke, kita sebelum ngebahas
perselisihannya kayaknya seru untuk kita
bahas ee profile dari Nat Rosel dulu ya,
biar kalian nih bisa berfantasi gitu.
Wah, gila jadi anak orang kaya gimana
ya? Gitu kan ya. Berfantasi menjadi anak
orang kaya. Sementara kalian hidup di
negara yang melarat tapi memaksa kita
untuk tetap sehat. Waduh, langsung aja
kita bahas profile dari Not Ros
Chel. Jadi, geng walaupun dari namanya
aja kita udah tahu ya, Nat ini adalah
bagian dari keluarga Rosechild, tapi gua
mau ngajak kalian buat mengetahui lebih
jauh lah siapa dia ini. Nah, kita bahas
profil singkatnya. Jadi, Nat Roschild
ini memiliki nama lengkap Nathaniel
Philip Victor James Roschild. Dia ini
lahir di Peddington Greiter London,
Inggris pada tanggal 12 Juli tahun 1971.
Nah, Nat ini adalah seorang anak bungsu
ya dari pasangan Jacob Roschild yang
merupakan Baron Rosschild keempat dan
istrinya yang bernama Serena Roschild.
Nah, sebelumnya gua jelasin sedikit
Baron Roschild itu apa. Nah, Baron
Roschild ini adalah gelar bangsawan yang
diberikan kepada anggota keluarga
Roschild. Nah, jadi bapaknya Sinat
Roschild yang bernama Jacob ini adalah
Baron Roschild keempat alias bangsawan
dari keluarga Roschild yang keempat atau
generasi keempat. Nah, terus dari nama
ibunya ada Roschild-nya juga. Kalian
pasti bakal bertanya-tanya, kok bisa ada
nama Roschild? Apakah ikut nama ayahnya?
Jadi, geng keluarga Roschild ini mereka
itu punya garis keturunan yang menikah
satu sama lain sesama saudara. Jadi,
antara satu anak dengan sepupunya
menikah atau anak dengan saudara jauhnya
yang masih keluarga Rossel menikah.
Tujuan mereka melakukan hal itu,
perkawinan silang antar saudara ini
untuk menjaga kekayaan mereka, untuk
menjaga garis keturunan mereka saking
mereka kayanya. Terus kalian pasti
bertanya, apakah itu enggak bikin
penyakit? Apakah itu enggak melahirkan
anak yang cacat gitu? Jawabannya enggak.
Karena mereka itu bukan menikah sedarah,
tapi melainkan menikah ee sepupu. Jadi
agak lumayan jauh misalkan dari generasi
1 ke generasi 4 atau generasi 4 ke
generasi du gitu, Geng. Jadi tidak
menyebabkan perkawinan sedarah. Nah,
kurang lebih kayak gitu. Nah, terus geng
karena ayahnya si Nat Roschild yang
bernama Jacob ini adalah Baron atau
Baron Roschild keempat, jadi nat ini
menjadi Baron Roschild selanjutnya.
Jadi, Baron Roschild kelima, generasi
kelima. Nah, nat ini memiliki tiga
saudara perempuan. Yang pertama itu
namanya Hannah Mary Roschild lahirnya
tahun 1962. Terus ada Bet Matilda
Roschild, lahirnya pada 1964. Dan yang
terakhir adalah Emily Magda Roschild
yang lahir pada 1967. Nah, jadi dia anak
yang terakhir nih si Nat Roschild ini.
Terus geng, Nat Roschild ini bersekolah
di Calit Court yang sekarang sudah
berganti nama menjadi Saint Pauls
Junior, yaitu sekolah dasar di London
yang sangat bergengsi di Inggris.
Dan ketika dia sekolah di Cet Court ini,
Nat ini satu angkatan dengan mantan
Menteri Keuangan Inggris Raya yang
bernama George Osborne. Dan NAT ini
kemudian melanjutkan pendidikannya di
Eon College, sebuah sekolah menengah
yang menerapkan sistem boarding school
atau asrama yang benar-benar terkenal
banget dan elite banget di daerah Baker,
Inggris. Jadi memang dari awal dia
bersekolah udah di sekolah terpilih
gitu. Nah, lalu Nut ini mengenyam
pendidikan tinggi di Wedem College di
Oxford. Dan Nat juga diketahui aktif
sebagai anggota dari Balingden Club.
Klub ini bukan klub olahraga, tapi
melainkan sebuah klub makan yang semua
anggotanya adalah laki-laki. Baling Club
ini terkenal karena anggotanya yang
super kaya, anak-anak orang berada yang
mana kalian enggak bisa bergabung.
Intinya gitu ya. Kalian yang masih
pinjol, kreditnya masih cicilan
Rp200.000 per bulan, enggak bisa
bergabung di sini. Oke. Dan mereka
biasanya itu bakal pesta makan-makan
yang mewah, megah, ya. Enggak ada tuh
makan ngabisin enggak ada. Pasti ada
sisanya dua biji, tiga biji gitu. Enggak
ada kokop-kokop pakai tangan, enggak
ada. Semuanya tuh mewah tertata, gitu.
Namun mereka ini dikenal dengan reputasi
yang buruk karena beberapa kali pernah
melakukan vandalisme di
restoran-restoran dan kamar mahasiswa di
Oxford. Jadi saking kayanya bandel ya
sesuka hati, semena-men semua tempat
karena merasa kayak, "Ah, gua rusakin,
entar juga bisa gua bayar gitu." duit
Papi kalau kata anak-anak PIK ya duit
Papi e aman. Dan NAT ini mendapatkan
gelar Magister sains dalam bidang studi
adiksi di Institute of Psichiatri Kings
College London pada tahun 2013. Nah,
walaupun bundle tapi untuk apa ya eh
pendidikan ya enggak main-main ini
orang. Dan dia kemudian terpilih sebagai
foundation Fillow atau anggota
kehormatan di Yayasan Wedam College
Oxford pada tahun 2018. Terus setelah
lulus, net ini bergabung dengan manajer
Dana Lazard yang kemudian dia bekerja di
Glisher and Co, yaitu sebuah firma
keuangan
korporat. Nah, jadi memang dari
keluarganya ini mengharuskan mereka itu
ya untuk bekerja di bidang keuangan
karena memang otak kakeknya duit doang.
Enggak, enggak, enggak. Maksudnya tuh
memang mereka jalurnya di sini, penguasa
uang dunia gitu. Nah, NAT ini bekerja di
sebuah firma keuangan korporat pada
tahun 2000 dan dia di saat itu memegang
posisi dan memiliki saham sebesar 50% di
NR Eticus, Etikus manajemen dan juga
Etikus Capital, sebuah perusahaan dana
lindung nilai pada tahun 2000 dan dia
mengelola dana mendekati 312 juta poon
sterling. Gila. Nah, kalau dikonversi ke
rupiah nih ya, uang yang dia kelola itu
mencapai Rp6,8 triliun. Gokil gak tuh?
Masih muda, udah mengelola uang sebanyak
itu. Dan NAT ini pernah menjadi ketua
Vivarte, yaitu sebuah perusahaan ril
seopa dan memiliki brand pakaian Cukei
namanya. Dan dia diangkat menjadi ketua
Vivi pada tahun eh 2000 setelah NR
Eticus mengakui sisi 32,9% saham dan NAT
di saat itu memimpin perusahaan tersebut
melalui proses restrukturisasi. Setelah
restrukturisasi ini berhasil, perusahaan
tersebut dijual lagi sama dia kepada PAI
Partners, yaitu sebuah perusahaan
ekuitas swasta yang berasal dari
Prancis. Karirnya dia ini enggak
main-main di saat itu terus berlanjut
tuh ketika dia menjadi direktur
pengganti di RIT Capital Partners PLC
pada bulan Maret tahun 2000. Lalu dia
menjabat sebagai direktur noneksekutif
pada tahun 2004 sampai 2010. Nah, karena
di saat itu dia memilih mengundurkan
diri dari dewan direksi RIT. Nah, namun
dia tetap menjadi pemegang saham
langsung di perusahaan itu, yaitu di
perusahaan RIT tadi. Dan juga dia
pemegang saham manfaat sebesar 35% di
Five A limited, sebuah perusahaan induk
milik Roschild yang aset utamanya adalah
saham yang ada di RIT. Nah, jadi
ibaratnya nih ya nih orang kerja di
sebuah perusahaan padahal tuh perusahaan
punya keluarga dia juga gitu. Padahal
kalau dia enggak datang absen tetap aja
gajinya besar. enggak usah gaji e
deviden per tahunnya tetap ke dia gitu.
Nah, dia ini juga merupakan mantan
anggota dewan internasional Bver Center
di sekolah pemerintahan John F. Kennedy,
Harvard University, serta anggota dewan
penasehat internasional dari Brookings
Institution. Nat ini juga pernah menjadi
anggota dewan penasehat internasional
dari Baric Gold Corporation sampai tahun
2013. Dan kemudian NAT menjadi ketua di
perusahaan Voex PLC sejak bulan November
2015. Dan vox ini sendiri adalah
perusahaan yang terdaftar di Inggris,
Geng. Nah, di perusahaan tersebut NAT
memiliki berbagai kepentingan bisnis
internasional. Jadi, kebayang ya duitnya
seberapa banyak ini orang. Di dalam
bidang investasi, NAT ini mendirikan
sebuah perusahaan yang bernama
Valculi tahun 2010 di jersey, Inggris.
Nah, dia sampai mengumpulkan uang hingga
707,2 juta pon sterling yang setara
dengan 15,5 triliun dalam penawaran umum
perdana di Bursa Efek London dan Valin
oleh Nut sendiri serta James Campbell
yang merupakan mantan kepala bidang
batubara dan logam dasar di Englo
American PLC. Beberapa bulan kemudian,
Feller mengumumkan kalau sudah membeli
saham senilai 3 miliar dolar Amerika
atau yang setara dengan 48,9 triliun,
kedua produsen batu bara termal yang
digunakan untuk membangkit listrik di
Indonesia. 25% uang tersebut dipakai
untuk membeli saham di PT Bumi Resourch
milik keluarga Bakri. Nah, sementara
75%-nya untuk kepemilikan di PT Biro Col
Energy dari perusahaan milik Rosan
Roslani yaitu PT Bukit Mutiara. Nah,
jadi mulai dari sini nih. Pertama kali
dia berurusan dengan Indonesia. Tujuan
NAT di saat itu melakukan ekspansi
bisnis sampai ke Indonesia bersama dua
dengan konglomerat ini yaitu untuk
menciptakan eksportir batu bara termal
terbesar ke Cina, India, dan negara
berkembang lain yang ada di Asia. Jadi
tujuannya bagus sebenarnya. Dan
transaksi investasi ini berjalan sesuai
dengan rencana pada tanggal 8 April 2011
dan Valer perusahaan milik NAT kemudian
berganti nama menjadi Bumi PLC. Wah,
Indonesia banget ya namanya ya. Tadinya
Val atau Vel gitu ya. Nah, tiba-tiba
menjadi Bumi PLC. Nah, kesepakatannya
pun dilakukan antara Nat dengan keluarga
Bakri dan juga Rosan dan di mana dalam
usaha patungan tersebut keluarga Bakri
mendapatkan bagian sebesar 43% dari
saham bumi dan Rosan itu hanya
mendapatkan 25%. Sisanya dimiliki oleh
publik dan pihak lain termasuk NAT
sendiri. Berarti sahamnya keluarga Bakri
gede banget di sini. Nah, Nat Ros Child
itu berharap banyak dari ekspansi bisnis
dan menaruh investasi di dua perusahaan
milik Klomerat asal Indonesia tersebut.
Cuma di saat itu ternyata harapannya dia
harus pupus, Geng. Yang disebabkan
karena perselisihan yang dia alami
dengan mitra bisnisnya ini, yaitu
keluarga Bakri asal Indonesia. Nah,
sekarang kita bakal masuk nih, Geng, ke
dalam pembahasan mengenai awal mula
persetuan antara Nat Ros Child dengan
keluarga Bakri. Kok bisa sih sampai
berantem? Gimana ceritanya? kita
bahas. Nah, ini pembahasan menariknya
nih, Geng. Ya, awal mula perseteruan
mereka. Jadi, Geng, ini semua terjadi di
bulan November tahun 2011. Jadi,
dikabarkan di saat itu Nat Rosell ini
sempat menulis surat kepada Ari Hudaya
yang di saat itu menjabat sebagai CEO
dari PT Bumi Resourch. Nah, surat
tersebut berisi kurang lebih ungkapan
NAT yang mempertanyakan penempatan dana
investasi bumi resource anak perusahaan
dari bumi PLC di sejumlah pihak yaitu
Recapital, Buket Mutiara, dan juga SATU
senilai kurang lebih 67 juta Do Amerika
atau yang setara dengan Rp14 triliun.
Sebab NAT lebih menginginkan agar dana
itu dicairkan untuk membayar sejumlah
kewajiban bumi resource kepada para
krediturnya. Jadi ada perbedaan
pandangan dalam tata kelola keuangan
yang menurut Nat seharusnya uang
tersebut dipakai untuk melunasi hutang
kepada kreditur bukannya dipakai untuk
investasi. Lalu di bulan Desember 2011
keluarga Bakri justru menggandeng
konglomerat Indonesia lain yaitu
Samintan, pemilik perusahaan Borneo
Lumbung Energi untuk masuk bergabung ke
Bumi PLC. Nah, saat itu Samintan ini
membeli sekitar
23,8% saham bumi senilai 1 miliar dolar
Amerika dengan meminjam dana kepada
standar charter dengan bunga 5,6% yang
ditambah dengan dana dari London
Interbank Overrate yang disingkat dengan
Libor, yaitu suku bunga acuan global
yang sebelumnya digunakan sebagai
patokan untuk suku bunga jangka pendek
dalam pasar keuangan internasional. Nah,
jadi ada yang bergabung nih dan jangka
waktu pinjamannya dia itu adalah 5 tahun
lamanya. Sampai pada akhirnya Samintan
ini diangkat menjadi chairman di bumi
PLC menggantikan posisi Indra Bakri ya,
anak dari salah satu keluarga Bakri yang
kemudian Indra Bakri menjadi coirman.
Nah, sementara itu Nat ini yang
sebelumnya menjadi cochairman jadi
didepak, ditendang gitu aja dari jabatan
tersebut karena digantikan oleh Indra
Bakri sehingga NAT hanya menjabat
sebagai direktur noneksekutif. Nah,
karena hal inilah Nat ini merasa sakit
hati gitu, Geng, atas perlakuan dari
keluarga Bakri yang ditambah dengan Nat
ini merasa kalau jajaran direksi itu
lebih memihak kepada keluarga Bakri.
Jadi, udah kayak gila banget nih tadinya
usahanya bareng-bareng, tadinya
bisnisnya bareng-bareng, kok dia kayak
ditendang sendiri gitu. This is Boomy
Shareholder's gear up for a February
21st vote on a proposal by that Roth
Child that would result in the outing of
almost all of the group's directors. My
understanding is that that shareholding
gift was about
million. Sam is chairman of Boomie PLC.
Di saat itu NAT mencoba untuk mengubah
tata kelola perusahaan. Namun sayangnya
upaya tersebut ditentang keras hingga
Nut yang berakhir didepak dari jajaran
direksi eksekutif. Nah, pandangan ini
atau cerita ini dari versinya Nat nih.
Di sisinya Nat dia melihatnya seperti
itu. Tapi dari pandangan atau sisi
keluarga Bakri beda lagi. Mereka
mengatakan mereka memiliki alasan
sendiri kenapa Nat ini didebak. Nah,
keluarga Bakri secara resmi mengajukan
keluhan kepada Nat dengan alasan bahwa
NAT ini tidak memberitahu semuanya
mengenai hubungan bisnis mereka. Jadi,
keluarga Bakri menyalahkan NAT yang
tidak transparan gitu tentang siapa aja
yang benar-benar terlibat di dalam
pembelian saham di waktu itu. Jadi,
keluarga Bakri merasa kecewa sama Sinat
Roschild ini. Dan menurut keluarga
Bakri, kalau saja pihak pengawas yaitu
take panel mengetahui semua informasi
tersebut sejak bulan November tahun
2010, Takeover Panel pasti mengetahui
kalau ada concert party. Istilah yang
merujuk kepada kelompok investor yang
bekerja sama yaitu NAT, keluarga Bakri,
serta Rosan Roslani. Maka keluarga Bakri
bakal mengajukan permintaan izin khusus
kepada NAT untuk bisa melanjutkan
kesepakatan bisnis mereka. Jadi intinya
nih, Geng ya. Keluarga Bakri ini merasa
NAT ini enggak transparan, ya. Kayak ada
main belakang gitu dan mereka jadi
mengambil strategi yang enggak tepat dan
merasa dirugikan. Nah, semisalkan NAT
ini transparan sejak awal, maka strategi
bisnis yang dilakukan oleh keluarga
Bakri bakal berbeda dan mungkin akan
lebih fair pembagiannya dibandingkan
yang saat itu sudah berjalan. Nah, itu
menurut pihak keluarga Bakri. Nah,
karena perselisihan inilah yang
menyebabkan saham Bumi PLC sampai anjlok
hingga 80% dari nilai awalnya. dan bumi
PLC itu sebagai perusahaan induk mencoba
untuk mencari tahu mengapa hal tersebut
bisa terjadi dan mereka menemukan adanya
keanehan finansial di Bumi Resource anak
perusahaan dari Bumi PLC yang ternyata
bersumber dari perbedaan tata kelola
keuangan antara NAT Ros dengan tata
kelola keuangan pihak keluarga Bakri. Di
saat itu keluarga Bakri enggak terima.
Terus ada isu juga nih, Geng. dikatakan
kalau ternyata Samintan sebenarnya juga
kesal sama keluarga Bakri karena
investasinya di bumi yang awalnya 1
miliar dolar Amerika malah jadi anjlok
sampai 140 jutaan hanya dalam waktu 9
bulan. Ya, siapa yang enggak kesal,
Geng? Asetnya merosot jauh cuma dalam
waktu yang singkat enggak sampai
setahun. Dan di sisi lain, keluarga
Bakri malah khawatir sama Samintan
karena jangan-jangan ya mereka
mencurigai Samintan ini bersekongkol
dengan Nut Ros Chout untuk bisa
menjatuhkan keluarga Bakri. Nah, ada
kecurigaan itu. Jadi di sini keluarga
Bakri menghadapi Nat Rosal sekaligus
konglomerat sekelas Hintan dalam polemik
perusahaan bumi ini. Dan sementara itu,
karena terjadi penurunan saham,
manajemen bumi menyelidiki keuangan dari
dua anak perusahaan mereka yaitu Bumi
Resource dan juga Biro Call Energy pada
tanggal 24 September 2012 karena ada
dugaan penyelewengan keuangan di dua
anak perusahaan tersebut. Nah, jadi
saling curiga nih ya. Jadi saling
tuduh-menuduh nih. Pihak dari Bumi PLC,
perusahaan yang juga dibentuk oleh NAT
Roschild ternyata juga menyalahkan NAT
ini, Geng. Jadi agak aneh nih ya. Jadi
perusahaan yang dibentuk oleh NAT
sendiri malah menyalahkan NAT Roschild
ya. Nah, pihak bumi PLC menegaskan kalau
ide pembentukan perusahaan bumi itu
berawal dari NAT Roschelt dan dia juga
menerima sekitar 14 juta lembar saham
sebagai hadiah atau imbalan karena sudah
berhasil membawa dua perusahaan tambang
besar. milik keluarga Bakri dan juga
Rosan Rosleni untuk diakuisisi oleh dia.
Dan enggak cuma itu, NAT juga menjabat
sebagai direktur nonksekutif sejak
perusahaan didirikan. Nah, NAT ini
memiliki peran yang sangat besar bagi
perusahaan bumi sehingga dia pun ikut
bertanggung jawab atas permasalahan yang
terjadi. Dan bumi juga enggak sepenuhnya
menyalahkan Nat Ros Child karena
perusahaan bumi di saat itu ee
dikabarkan memotong akses keluarga Bakri
untuk mencari dana lewat pasar modal
sehingga kondisi tersebut bakal memaksa
keluarga Bakri untuk menjual aset-aset
mereka untuk bisa memangkas
hutang-hutangnya. Nah, di hari yang sama
ketika dimulainya penyelidikan oleh
manajemen bumi, Ari Hudaya itu mundur
dari posisi noneksekutif direktor bumi
PLC. Dan berlanjut lagi di tanggal 11
Oktober tahun 2012, keluarga Bakri pun
memutuskan untuk keluar dari perusahaan
bumi. Keluarga Bakri di saat itu menukar
saham yang mereka punya di perusahaan
bumi dengan saham dari anak
perusahaannya yaitu Bumi Resourch. Dan
saat itu keluarga Bakri memiliki 23,8%
saham di bumi dan ingin menukarkan
dengan 10,3% saham yang ada di Bumi
Resource. Sisanya dari
18,7% saham di Bumi Resource bakal
dibeli dengan uang tunai oleh keluarga
Bakri. Tukar saham ini harus selesai
sebelum perayaan Natal tahun 2012 di
saat itu. Dan keluarga Bakri juga mau
memiliki saham dari Biro Call Energy
yang ada di perusahaan bumi sebanyak
84,7% yang targetnya bakal selesai
sebelum 30 Juni 2013. Dan keluarga Bakri
tetap ingin mengambil kembali kendali
penuh atas semua aset tambang mereka
baik yang ada di Bumi Resource maupun
yang ada di Biro Call. Nah, di saat itu
di tanggal 15 Oktober tahun 2012, Nat
Roschild memutuskan untuk keluar juga
dari jajaran direksi perusahaan bumi.
Nah, dia memilih untuk cabut sama
seperti keluarga Bakri. Dan bahkan di
saat itu dia enggak keluar, Geng. Enggak
cuma keluar. Natrostel juga bersumpah
bakal terus melawan keluarga Bakri dari
luar perusahaan, katanya. Dia memberikan
surat pengunduran diri kepada Samintan
yang mengatakan kalau dia sudah
kehilangan kepercayaan pada kemampuan
jajaran direksi perusahaan bumi. Para
pemegang saham sudah diperlakukan dengan
cara yang tidak adil," kata Nat
Roschild. Nah, di situlah perseturuan
sengit dimulai antara Nat Roschl dengan
keluarga Bakri ini. Dan kita bisa lihat
jejak digitalnya, Geng. Ada di Twitter
yang sekarang menjadi X ketika Nat Ros
saling mention-mentionan dengan salah
satu anggota keluarga Bakri yang bernama
Aga Bakri yang merupakan putra dari
Nirwan Bakri. Nat Ros di saat itu
mention Aga dengan kalimat yang
konotasinya kasar banget dan
merendahkan. Di saat itu Nat menulis
dalam bahasa e Inggris yang kalau kita
artikan kayak gini, "Terima kasih karena
sudah membeli kembali tumpukan sampah
yang tidak berharga." Nah, ini
dimaksudkan oleh Sinat ini nyebut apa
ya? Perusahaan bumi seperti tumpukan
sampah yang enggak berharga. Nah, terus
geng dia bilang lagi, "Saya menantikan
saat melihat saham Bumi Resourch unjlok
ke angka nol seperti BNBR serta BTL dan
juga perusahaan-perusahaan lain." Nah,
di tweetnya yang lain lagi, Nat ini
menulis tweet lagi dengan juga m-mention
Aga kalimatnya kayak gini. "Sementara
ayah Anda jenius yang jahat dan saya
memuji nirwan, orang-orang di jalan
menjuluki Anda sangat bodoh," katanya
gitu dalam bahasa Inggris. Nah, sindiran
ini kan kasar banget nih ya. Terus
menanggapi sindiran tersebut, Aga pun
membalas. Jadi Aga Bakri di saat itu
balas dengan kata-kata bodoh. Nah, saya
percaya itu adalah kata yang dihubungkan
dengan Anda oleh sejumlah orang yang
saya temui, katanya. Jadi Aga ini justru
bilang orang-orang yang dia temui justru
mengatakan kalau NAT adalah orang yang
bodoh. Nah, terlepas dari apa masalah
mereka nih, tapi gua salut banget ya
sama keluarga Bakri yang berani banget
ngelawan anggota elit global, anggota
Rosech gitu. anggota keluarga Roscat
yang memiliki pengaruh besar bagi
perekonomian dunia ini kan enggak
main-main
lawannya. Terus, Geng, gimana nih dengan
Roslan Rusleni, mitra dagang Nat
Roschild dan juga keluarga Bakri yang
sama-sama membangun bumi PLC. Di saat
itu setelah takeover panel menganggap
Bukit Mutiara, perusahaan keluarga Bakri
serta Samintan sebagai konser party pada
akhir tahun 2012, Rosan Ruslani
memutuskan untuk mundur dari direksi
bumi PLC. Dan lalu tidak lama kemudian
di bulan Februari tahun 2013, Rosan itu
menjual sekitar 10% sahamnya di Bumi PLC
kepada tiga entitas, yaitu Avenue
Luxemburg SI yang bersedia membeli
sebesar
R1.668.250 saham bumi PLC. Nah, lalu ada
lagi Argel Street Management Limited
yang membeli sekitar R7.536.202
2 saham dan Flaming Luck Investment
Limited sebanyak 3 juta saham. Kabarnya
nih, Geng, perusahaan yang terakhir ini
dikendalikan oleh salah satu orang
terkaya di Indonesia yaitu Hari Tanu
Sudipjo. Nah, jadi di saat itu ya mulai
mencar-mencarlah mereka. Dan semenjak
itu Nat Ros Child benar-benar terlihat
enggak berkutik kayak enggak bisa
ngelawan keluarga Bakri. Tapi coba
bayangkan ya, Geng. Kok lawannya kita
gitu? Udah habis kali kita nih lawannya
tuh gila not Ros Child gitu. Nah, tapi
karena dia berhadapan dengan keluarga
Bakri yang background-nya adalah
keluarga terkaya di Indonesia dan Asia
ya, konglomerat Indonesia. Nah, jadinya
permasalahan ini ya berakhir cuma lewat
sindir-sindiran di Twitter. Nah, atas
kejadian ini apakah Nat Ros Child akan
kembali berinvestasi di Indonesia atau
enggak? Nah, kemungkinan geng belum
banyak yang tahu nih kalau sebenarnya
Natos Cell itu memang sudah berinvestasi
lagi di Indonesia dengan mendirikan
sebuah pabrik dari perusahaannya dia
yaitu Vox di Batam. Dan Volex ini
sendiri adalah sebuah perusahaan yang
fokus pada pembuatan produk kelistrikan.
Dan katanya nih, Geng, Nat ini adalah
sahabat dekat dari Pak Prabowo, presiden
kita sekarang. Dan di bulan Agustus
tahun 2024 kemarin, Pak Prabowo sempat
datang ke pabrik Flex yang ada di Batam.
Dan di sana Pak Prabowo bertemu dengan
Nat Ros Child. Tapi enggak ada yang tahu
ya kan. Dan kedekatan antara Pak Prabowo
dengan Nat Rostel ini menimbulkan
spekulasi apakah di antara mereka
memiliki hubungan bisnis. Nah, namun isu
tersebut dibantah oleh adiknya Pak
Prabowo yaitu Hasyim Joyo Hadi Kusumo di
tahun 2018 yang mana beliau bilang kalau
Pak Prabowo dan Nat Ros Child itu tidak
memiliki hubungan bisnis. Jadi
pertemanan mereka bukan karena bisnis
ya. Mereka berteman aja geng. Mungkin
karena sama-sama dari latar belakang
keluarga pengusaha, enggak lebih
daripada itu. Nah, jadi geng itu dia
pembahasan kita kali ini mengenai
perselisihan antara Nat Roschild dengan
anggota keluarga Bakri. Ya, padahal
Nathal ini adalah anggota keluarga yang
sangat berpengaruh di dunia ini, yaitu
anak dari elit global dunia. Nah, gimana
tuh menurut kalian tentang pembahasan
kita kali ini? Coba tinggalkan komentar
di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:52 UTC
Categories
Manage