2 STAFF ISR4EL DITEMB4K PENDUKUNG PALESTIN4 AMERIKA ! MASYARAKAT ISR4EL MULAI JADI INCARAN
JjIKYhvrTuo • 2025-05-30
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Hari ini kita bakal membahas sebuah kasus yang lagi heboh banget di Amerika. Bahkan beritanya sampai ke negara kita, yaitu sebuah kasus eh doror ya, penembakan yang terjadi pada dua staf kedutaan besar Isriwil yang ada di Amerika. Kedua korban ini didor di luar museum Yahudi, Geng. Nah, memang kalau kita berbicara tentang kasus penghilangan nyawa menggunakan Senp kayak gini, udah banyak banget terjadi di Amerika yang mana disebabkan karena memang di sana SPI itu bebas diperjual belikan. Warga sipilnya punya SPI. Nah, jadi enggak cuma aparat aja. Nah, terus geng apa yang sebenarnya menjadi motif dari kejadian ini? Dan setelah insiden ini terjadi diduga pelakunya itu adalah seorang warga negara Amerika Serikat yang dikabarkan dia pro kepada Palestina. Dan kabarnya juga ketika pelaku ini ditangkap, dia sempat berteriak kalimat bebaskan Palestina dalam bahasa Inggris. Ya, sori gua enggak bisa nyebutin. Nah, insiden ini pun sudah mendapatkan respon baik dari Trump ya selaku Presiden Amerika dan juga Netanyahu selaku perdana menteri Isriwil. Nah, baik Amerika dan Isriwil sama-sama menyatakan kalau insiden ini yang menimpa dua staf kedubes Isriwil adalah bentuk dari antisemit di Amerika. Dan dari sini mulai timbul narasi kalau antisemit seperti yang dilakukan oleh zaman eh Pak Kumis Nasi Jerman zaman dulu ya mulai kembali dan kondisi ini sangat merugikan komunitas Yahudi yang ada di Amerika karena mereka merasa enggak aman dan takut akan menjadi korban selanjutnya. Di video kali ini gua bakal membahas nih, Geng, mengenai insiden tersebut. Siapa korban dan pelakunya dan gimana kronologinya? Apakah aksi tersebut benar merupakan bentuk dari antisemit atau enggak? Langsung aja nih kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar [Musik] Jerry. Kita langsung masuk ke dalam pembahasan utamanya. Insiden ketika dua staf kedues dari Istri Will ini dihabisi menggunakan [Musik] Senpi. Jadi geng insident ini terjadi di luar Lilian and Albert Small Capital Jewis Museum yang ada di Amerika Serikat dan terjadinya tuh di hari Rabu tanggal 21 Mei 2025. Nah, gua jelasin sedikit nih soal museum tersebut. Soalnya kan ini bakal relate dengan kasus ini. Jadi nih geng Lilian and Albert Small Capital Jewis Museum ini adalah sebuah museum yang di dalamnya itu ada bangunan asli dari Ades Isriwel Conradiation yaitu sinagog tertua yang masih ada di daerah Washington DC yang diresmikan pada tahun 1876. Nah, museum ini adalah sebuah pusat budaya Yahudi yang dibuka sekitar 2 tahun belakangan yang terletak kurang dari 1 mil dari Capital Hill dan sekitar 2 km dari gedung putih. Nah, museum ini juga menjadi lokasi konferensi yang diselenggarakan oleh Komite Yahudi Amerika yang dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan American Jewis Committe atau AJC ya untuk para pekerja yang masih muda. Nah, acara tersebut diberi nama AJC Access Young Diplomats Reception yang mana ini bertujuan untuk mempertemukan para pekerja muda dengan komunitas diplomatik yang ada di Washington DC dan mendedikasikan untuk memperkuat persatuan serta merayakan warisan dari budaya Yahudi. Nah, jadi memang acara masyarakat Yahudi lah. Nah, jadi memang di Mesium itu lagi ada acara yang dihadiri oleh komunitas Yahudi ya dalam jumlah yang besar gitu, Geng. Dan menurut informasinya, si pelaku ini tahu kalau sedang berlangsung acara komunitas Yahudi di museum tersebut. Dan dia ya kelihatan lagi mar-mandir di luar museum sebelum insiden ini terjadi. Dan informasi yang didapat dari Ye Shill Later yaitu duta besar Istri Will untuk Amerika, pelakunya itu dikatakan sudah masuk ke dalam museum dan berbaur dengan peserta di acara tersebut. Dan ketika dia berada di dalam, pelaku ini sempat mencari targetnya. Dan setelah dia memastikan kalau targetnya itu berada di lokasi, nah baru dia keluar tuh dari museum dan dia tunggu targetnya itu di luar. Tapi keterangan tersebut sempat dibantah nih oleh EGC dari pihak EGC bantah. Ah pihak EJC ini bilang kalau pelaku itu memang mendaftarkan diri untuk hadir di konferensi tersebut cuma dia ditolak masuk sehingga dia enggak bisa masuk ke dalam museum. Jadi bukannya dia sempat ngintip-ngintip enggak tapi dia mau masuk tapi ditolak akhirnya keluar. Nah, kalau keterangan dari EGC ini si pelaku ini sedari awal memang udah di luar museum karena enggak diperbolehkan masuk. Terus selagi dia berada di luar, dia juga menunggu targetnya yang masih berada di dalam. Nah, sekitar jam 098 menit pada malam hari, si pelaku ini melepaskan timah panas dari senjatanya ke empat orang di saat itu. Dua di antaranya adalah staf dari kedubes Isriwil yang bernama Yaron Lisinski dan juga Sarah Milgrim. Ketika pertama kali tersangka ini menembak, Sarah ini berhasil merangkak pergi menjauh ya, menjauh dari si pelaku karena pelurunya di saat itu habis. Nah, tapi si pelaku ini sempat mengisi kembali pelurunya dan langsung menembakkan lagi ke arah Sarah sampai beberapa kali. Dan di dalam rekaman CCTV, pelaku sempat melepaskan beberapa peluru ke arah Yaron dan juga Sarah dan dia mencondongkan tubuh dan kembali ng-edoor mereka ya ketika mereka berusaha untuk merangkak menjauh. Saat itu ya enggak dikasih ampun lah. Singkat cerita nih, Geng. Enggak lama dari kejadian itu polisi akhirnya mendapatkan panggilan mengenai adanya aksi penembakan di luar Lilian and Albert Sm capital Jewis Museum ini. Nah, dengan cepat polisi langsung datang tuh dengan tim medis menuju ke lokasi itu. Tapi sayangnya ketika mereka sampai di sana si target yaitu Yaron dan juga Sarah udah dalam kondisi yang enggak bernyawa sehingga mereka dinyatakan tewas di tempat. Nah, polisi di saat itu menemukan 21 butir peluru 9 mm atau 9 mm di tempat kejadian dan sebuah pistol dengan selonsongnya yang dalam posisi terbuka yang mana ini menunjukkan kalau pelurunya itu udah habis atau dalam kondisi yang sudah kosong. Nah, polisi juga menemukan tempat peluru atau magazin yang udah kosong di sana. Dan di sisi lain ketika pelaku selesai melakukan aksi mereka, mereka itu masuk ke dalam museum. Dan mereka ini bisa masuk ke dalam museum itu gara-gara mengelabui security. Security mikir nih ya, karena kan itu kacau banget kan, habis didor-dor gitu kan orang gak bisa bedain mana pelaku mana korban nih. Nah, si security-nya di tengah-tengah kekacauan itu mikirnya si pelaku ini adalah salah satu korban dan dia pun diberikan atau diizinkan masuk ke dalam museum ya rencananya biar bisa menyelamatkan diri atau berlindung gitu. Nah, si security-nya enggak tahu itu pelakunya dan akhirnya mereka pun masuk ke dalam museum. Terus ada satu orang saksi mata yang berada di dalam museum yang bernama Yoni Kalin. Nah, dia ini bilang ketika si pelaku ini masuk ke dalam museum, orang-orang yang udah terlebih dahulu berada di dalam museum ya nyamperin mereka, nyamperin si pelaku ini dan mencoba untuk menenangkan si pelaku. Ini konyol banget nih kejadiannya. Pelaku malah diberi simpati oleh orang-orang di dalam museum karena mengira mereka korban. Dan bahkan para pelaku ini sampai diberikan air minum dan si pelaku ini dirawat gitu loh. Nah, belum ada yang sadar kalau mereka adalah pelakunya. Di saat itu pelaku pun dikejar oleh polisi sampai ke dalam museum dan ditemukanlah pelaku berada di sana dan mereka pun langsung diamankan, ditarik keluar museum dan di saat itulah orang-orang pada bingung, loh yang tadi kita tolong ternyata ini nih penembaknya gitu. Nah, namun saat akan digiring keluar si pelaku ini sempat berteriak, "Bebaskan, bebaskan Palestina dalam bahasa Inggris." Nah, di sinilah semua orang jadi tahu motif dari pelaku melakukan aksi tersebut yaitu karena motif ya masalah perang. Oke. Nah, pelaku membela Palestina dan dia menargetkan staff dari kedubes istri Will. Tapi siapa sebenarnya pelaku ini? Apa hubungannya gitu ya dengan kejadian ini? Kenapa dia bisa seberani itu? Nah, dan juga bagaimana background dari Yaron dan Sarah sebagai korban di dalam kasus ini. Dan sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan mengenai background dari Yaron dan Sarah dan juga background dari si pelakunya. Oke, kita bahas dulu background dari korbannya nih ya, yaitu Yaron dan juga Sarah. Jadi, Geng, mereka ini sama-sama bekerja di kedubes East Rewill yang berada di Washington DC. Nah, Yaron ini tumbuh besar di kota New Remberg, Jerman. Nah, dia pindah ke Isriwel ketika usia 16 tahun dan menjadi warga negara Isriwil. Yaron ini adalah orang Kristen, Geng. Tapi dia sangat mencintai Isriwel. Dan saking cintanya dia, dia pernah bertugas di IDF, pasukan pertahanan Isriwil. Nah, dia dikenal atas dedikasinya dia terhadap Istri Will dan juga gerakan Zionis. Dan Yaron itu mendapatkan gelar sarjana dari Hebrew University pada tahun 2021 dalam hubungan internasional dan studi Asia. Nah, dia juga berhasil meraih eh master dalam bidang pemerintahan, diplomasi, dan strategi di Isriwil. Yaron juga pernah bekerja sebagai asisten penelitian di kedutaan yang berfokus pada isu Timur Tengah. Dia menjadi contoh bagi kaum muda Yahudi di seluruh dunia karena mewujudkan nilai-nilai Yahudi dan kekristenan. Nah, teman dari Yaron itu bernama David Bosky. Dia ini bercerita tentang Yaron ini, Geng. Dia bilang dia sempat bertemu Yaron pada tahun 2017 di Yerusalem di sebuah perkumpulan jemaat Yahudi mesianik tempat mereka sering mendiskusikan tentang kehidupan dan iman. Dan menurut dia, Yaron ini adalah sosok yang menjunjung tinggi spiritualitas. Walaupun dia sebenarnya orang Kristen, bukan orang Yahudi. Dan dia ini sering mengajukan pertanyaan ke dirinya sendiri untuk menguji keimanannya dia. Nah, dari sini kita bisa lihat ya, bahwa sosoknya dia ini adalah sosok yang religius, agama lah ya. Nah, terus sementara yang satunya lagi yaitu Sarah itu berasal dari Overland Park, Kansas, Amerika Serikat. Berbeda dengan Yaron, Sarah ini memang beragama Yahudi. Dia ini bekerja di departemen diplomasi publik kedutaan Sriwil. Ayahnya si Sarah ini namanya Robert. Si ayahnya ini bercerita kalau Sarah sangat mencintai istri Will dan mencintai semua orang yang tinggal di Timur Tengah. Walaupun dia mencintai istri Will, dia juga punya banyak teman dekat di Palestina. Sarah juga dikenal dengan seseorang yang baik, penuh kasih sayang, dan berkomitmen pada perdamaian dan hubungan antar masyarakat. Dia lulus dari University of Kansas pada musim semi tahun 2021 dengan gelar sarjana seni dalam studi lingkungan dan minor dalam antropologi. Sarah kemudian mendapatkan gelar master dalam hubungan internasional dari American University dan Sarah juga merupakan anggota dari komunitas AGC Mimona Michael Such Fellowship for Emerging Leaders yang mana ini bersama dengan para pemimpin Amerika Prancis Maroko, dan pemimpin dari negara lain yang memang berfokus pada peningkatan hubungan di Timur Tengah dan Afrika Utara. Nah, jadi ya termasuk orang yang mempunyai jenjang karir yang bagus gitu. Nah, tapi geng Yaron dan Sarah ini gak cuma rekan kerja karena mereka merupakan sepasang kekasih. Jadi, ada hubungan nih. Dan sebenarnya geng Yaron itu udah berencana mau ngelamar Sarah mau nikah. Rencananya tuh di minggu-minggu ini sebelum kejadian tersebut. Nah, lamarannya itu bakal dilangsungkan di Yerusalem. Bahkan Yaron itu udah beli cincin untuk Sarah. Nah, ketika insiden ini terjadi, Robert, ayahnya Sarah itu sempat merasa khawatir, gelisah mengenai kondisi Sarah dan Yaron setelah dia mendapatkan kabar kalau terjadi penembakan di sekitar area museum. Nah, pikiran dia tuh udah ke anak dia aja nih. Dan ibunya si Sarah yang bernama Nancy itu udah mencoba untuk membuka aplikasi pelacak untuk mengetahui di mana Sarah berada di saat itu. Dan di saat itulah Robert dan Nancy ya ayah dan ibunya si Sarah ini sadar kalau ternyata ya Sarah dan juga Yaron itu sama-sama berada di museum. Di situlah mereka udah enggak enak hati. Enggak lama dari itu ya, Yes selaku dubes is rewill menelepon ibunya Sarah yaitu Nancy dan memberitahu kabar kalau Sarah tewas di dalam insiden tersebut. Kebayang tuh jadi orang tuanya. Mereka berdua ini dikenal sangat baik oleh kerabat serta rekan-rekan mereka. Banyak kesaksian yang menyatakan kalau mereka adalah orang yang baik dan yang bersemangat di dalam menjalin diplomasi serta perdamaian. Dan juga mereka ini berdedikasi untuk istri Will. Ketub bes istriwill pun merasa berduka atas peristiwa yang merenggut nyawa Yaron dan juga Sarah ini. Ketubus istriwill memutuskan untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai penghormatan dan ucapan dukacita terhadap mereka. Nah, dari sini kita sudah mengetahui nih, Geng, ya, identitas dari kedua korban. Nah, sekarang kita bahas identitas dari pelakunya. Jadi, Geng, pelakunya itu setelah tertangkap, petugas kemudian mengidentifikasi nih pelakunya ini bernama Ilias Rodriguez. Nah, dia ini lahir dan dibesarkan di Chicago. Nah, diketahui dia ini tinggal di sebuah apartemen di Albany Park, lingkungan kelas menengah di Northside bersama dengan teman-teman dan juga keluarga-keluarga dekatnya. Nah, kawasan tersebut dikenal memang sebagai tempat komunitas yang sudah lama terbuka dengan imigran. Nah, satu abad lalu kawasan ini menjadi rumah bagi banyak keluarga Yahudi dari Eropa dan saat ini kawasan tersebut menjadi tempat bagi banyak orang latin, orang kulit putih, ataupun orang-orang keturunan Asia. Ayahnya si Elias ini itu namanya Erik yang merupakan anggota dari serikat pekerja. Erik ini adalah pegawai federal di Departemen Urusan Veteran dan merupakan veteran dari perang Irak yang ditugaskan dari bulan Oktober 2006 sampai bulan September 2007. Ibunya Ilias ini udah berpisah nih dengan Erik ya. sekarang ibunya itu udah enggak lagi tinggal sama mereka, enggak lagi tinggal sama ayahnya. Dan Ilias ini sendiri adalah lulusan dari University of Illinois, Chicago yang mana dia lulus pada tahun 2018 dengan gelar sarjana seni. Nah, jadi ini orang S1. Nah, terus geng ketika si Elias ini umurnya 20 tahunan, dia ini sempat pindah-pindah pekerjaan lah. Dia pernah bekerja sebagai penulis untuk Wiki Hoiaitu penerbit artikel tentang berbagai topik gitu. Nah, terus Ilias ini juga pernah menjadi senior content associate di Kupon Kebabin, sebuah perusahaan yang berbasis di Indiana dan menyediakan kupon serta penawaran belanja online. Terus kemudian dia juga pernah bekerja sebagai peneliti sejarah lisan dan koordinator produksi. Di situ sejarah kulit hitam. Lalu ya bekerja di American Osteopatic Information Association, sebuah kelompok perdagangan untuk dokter osteopat. Nah, osteopati sendiri adalah cabang pengobatan alternatif yang berfokus pada diagnosis pengobatan, serta pencegahan gangguan otot, sendi, dan tulang, Geng. Nah, jadi dia ini pernah bekerja di sana dan menurut informasi yang beredar, Ilias ini hobi banget membaca dan menulis fiksi. Jadi, bukan berarti dia ini orang yang enggak punya background pendidikan yang bagus gitu. Dia orang pintar nih sebenarnya, banyak membaca dan bahkan dia juga memiliki selera musik yang baik. Dia sering menonton live music, film, dan menjelajahi tempat-tempat baru. Jadi bukan orang gabut yang gak punya kerjaan tiba-tiba nembak orang. Enggak. Nah, di saat yang berbarengan ketika dia berpindah-pindah kerja, Elias ini menunjukkan minatnya dia terhadap politik. Media dekan Herald itu sempat menulis di tahun 2017 kalau Ilias ini pernah tertangkap kamera sedang berdemo di luar rumah walikota Chicago Northside yang bernama Rammanuel. Nah, demonstrasi tersebut diselenggarakan oleh W Coalition, yaitu sebuah kelompok yang menentang perang serta rasisme. Dia pernah tuh gabung ke kelompok ini dan kelompok tersebut memprotes upaya pejabat Chicago untuk membujuk perusahaan Amazon agar membangun kantor pusat kedua di kota tersebut. Nah, namun Amazon kan akhirnya itu memilih untuk membangun kantor di pinggiran kota Washington tepatnya di Virginia Utara. enggak jadi di tempat itu. Nah, mereka demo-demo lah di saat itu. Terus, Geng, di tahun 2017 juga Elias ini pernah memprotes penembakan yang dilakukan oleh polisi terhadap seorang remaja di Chicago. Nah, di halaman yang tertera di Govanmi di tahun yang sama, Elias ini pernah mencari sumbangan untuk membantu dia demi bisa menghadiri kongres rakyat perlawanan yang dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan People's Congress of Resistance. Sebuah acara protes anti Donald Trump. Nah, ini orang banyak nih ternyata TRK record-nya. Dan dia juga diduga e beraliansi dengan Party for Socialism and Liberation atau disingkat dengan PSL, sebuah partai sayap kiri di Amerika dan dia terlibat dalam gerakan Black Life Matters atau eh PLM. Nah, namun PLM sendiri ya, yaitu Party for Socialism and Liberation tadi itu sudah mengklarifikasi keterkaitan Ilias dengan pihak mereka melalui pemberitahuan yang diposting di PSL menolak segala sesuatu yang mengaitkan PSL dengan insiden penembakan yang terjadi kepada Yaron dan juga Sarah. Jadi kayak ibaratnya gini, okelah ya si Elias ini mungkin tergabung dengan mereka tapi mereka tidak pernah ya ada hubungannya dengan penembakan tersebut. Nah, kata PSL gitu. Dan PSL juga menegaskan bahwa Ilias sebenarnya bukan anggota resmi dari PSL. Namun di satu sisi PSL mengakui Ilia sempat terlibat dengan salah satu cabang PSL dan itu semua sudah berakhir di tahun 2017 katanya. Dan PSL itu enggak pernah menjalin kontak apapun dengan Elias lebih dari 7 tahun. Dan sekali lagi PSL juga menegaskan bahwa mereka enggak terlibat di dalam penembakan yang dilakukan oleh si Elias ini dan enggak mendukung aksi tersebut. Ya, ibaratnya tuh mereka cuci tangan juga gitu, enggak mau dituduh kalau mereka terlibat. Gerakan Ilias yang membela Palestina ini juga terlihat di tempat tinggalnya dia, Geng. Jadi, ada seorang tetangganya dia di apartemen e bernama John Winefry yang mana dia udah tinggal di apartemen yang sama dengan Ilias sekitar 1 tahun lamanya. Nah, John ini bilang kalau Ilias ini memajang foto seorang anak Palestina Amerika yang dieksekusi di Chicago pada tahun 2023 di luar apartemennya dia. Di situ tuh udah kelihat tuh tanda-tanda kalau dia memang men-support Palestina. Nah, terus geng ketika dia melakukan aksi penembakan, beberapa jam setelah dia melakukan itu ya beredar sebuah tulisan di X dari sebuah akun dengan username Kyoto Leader yang mana akun tersebut dibuat pada tahun 2013 tapi tweet pertamanya itu dibuat pada tanggal 21 Oktober 2023 sekitar 2 minggu setelah penyerangan terhadap istri Will yang dilakukan oleh pasukan Mamas yaitu tanggal 7 Oktober 2023. Mulai dari situ, akun ini sering memposting tulisan yang menunjukkan dukungannya terhadap Palestina. Dan balik lagi ke tulisan yang diunggah beberapa jam setelah penembakan, akun ini menuliskan sebuah tweet Escalate for Gaza: Bring the World Home yang mana dalam bahasa Indonesia berarti perbesar aksi untuk Gaza bawa perang ke rumah sendiri. Kalau diartikan secara bahasa memang kayak gitu. Namun kalau diartikan secara konteks, maksud dari kalimat itu diartikan sebagai seruan untuk meningkatkan tekanan atau aksi protes atas konflik di Gaza dan melakukan aksi atau protes di dalam negeri. Nah, misalnya nih Ilias ini kan di Chicago berarti dia bakal melakukan aksi membela Palestina di Chicago. Nah, di dalam tweet tersebut ada tiga screenshot yang berisikan tulisan mengenai kekejaman yang dilakukan oleh Isriwil terhadap Palestina dan membenarkan aksi bersenjata sebagai protes terhadap Isriwil yang selama ini dianggap sudah menjajah Palestina. Nah, jadi intinya tulisan tersebut membenarkan segala aksi bersenjata yang menargetkan orang-orang Yahudi atau terkhususnya istri Will yang mana dalam hal tersebut tidak bertentangan secara moral menurut mereka. Yang mana menariknya lagi adalah ada nama Ilias yang tertulis di akhir tulisan tersebut yang menunjukkan kalau Iliaslah yang menulis tweet itu. Nah, jadi emang udah sejak lama nih orang ee sudah apa ya berencana e atau menargetkan orang-orang istri Will untuk dia habisi. Saat dia ditangkap, geng, Elias ini mengatakan kalau dia melakukan aksinya untuk Palestina dan Gaza. Dan terus Elias juga mengatakan kalau dia mengagumi seorang anggota angkatan udara Amerika yang masih aktif. bernama Aaron Bushnell dari San Antonio, Texas yang mana dia melakukan aksi membakar He eh ya membakar ininya sendiri gitu ya hingga dia meninggoi di luar kantor kedubos Istriel di Washington DC pada tahun 2024. Eron ini merupakan spesialis operasi pertahanan cyber di squadron dukungan intelijen ke-531 di pangkalan gabungan San Antonio. Dan memang dia sudah aktif bertugas sejak bulan Mei 2020. Nah, sesaat sebelum dia melakukan aksi bakar itu ya, nah Aon ini sempat mengatakan kalau dia enggak mau lagi terlibat dalam genosida yang dilakukan oleh Isriwil yang dibantu oleh Amerika negaranya sendiri ya. Nah, Ilias menyebutkan kalau sosok Eren itu adalah sosok yang pemberani yang merupakan seorang martir. Sebutan untuk seseorang yang rela menderita atau mati demi mempertahankan keyakinan, agama, prinsip, dan juga perjuangan tertentulah. Nah, para penyidik juga mengatakan kalau mereka masih berupaya untuk membuktikan keaslian tulisan yang beredar di X tadi, apakah benar itu tulisannya Ilias atau bukan? dan FBI dikabarkan sudah menghubungi orang-orang terdekat dari Ilias, termasuk keluarganya dan rekan kerjanya untuk menyelidiki lebih jauh mengenai sosok si Elias ini. Di dalam artikel berita yang ditulis oleh EP News, Elias ini muncul di Pengadilan Federal Washington dengan mengenakan pakaian tahanan yang berwarna putih dan dia mendengarkan dakwaan serta kemungkinan hukum yang bakal dikenakan kepada dia, termasuk kemungkinan diberikan hukuman mati, Geng. Nah, namun berdasarkan informasi dari BBC yang diambil dari keterangan jaksa sementara Washington DC yang bernama Jenny Piro masih terlalu dini untuk mengatakan apakah jaksa akan menjatuhkan hukuman mati atau enggak untuk Elias. Nah, cuma apa yang dilakukan oleh Ilies ini ya sudah memenuhi syarat untuk dijatuhi hukuman mati meskipun motifnya masih terus diselidiki oleh kejaksaan saat ini. Dan untuk sekarang ya Elias ini sudah ditahan dan akan menghadiri pengadilan untuk sidang pendahuluan yang dijadwalkan pada tanggal 18 Juni nantinya. Jadi kita tunggu aja e hasilnya kayak gimana. Dan insiden ini, Geng, dipandang sebagai aksi anti semit. Oleh sebab itu, banyak orang-orang Yahudi Amerika yang merasa terancam untuk keselamatan mereka. Nah, di dalam hal ini ya banyak orang-orang Yahudi di seluruh dunia mulai enggak tenang hidupnya. Mereka takut mereka diapa-apain dan narasi tersebut sedang beredar luas di kalangan komunitas Yahudi yang ada di Amerika. Nah, namun apakah demikian ya? Apakah yang dilakukan oleh Ilias ini bisa dikategorikan antisemit yang juga dilakukan oleh e apa ya e pak kumis nasi jerman zaman dulu? Nah, sekarang kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan mengenai mencuatnya narasi antisemit di kasus penembakan terhadap Yaron dan juga Sarah. Ini kita bahas. Jadi, Geng, pasca insiden penembakan yang menimpa Yaron dan Sarah, Donald Trump itu selaku Presiden Amerika Serikat mengecam dengan keras serta menyuarakan solidaritas terhadap Yaron dan Sarah ini. Nah, Donald Trump menyebut aksi penembakan tersebut sebagai bagian dari antisemit. Dia juga menekankan kalau kebencian dan radikalisme tidak memiliki tempat di Amerika. Pejabat-pejabat Amerika lain seperti Kristin Num selaku Menteri Keamanan Dalam Negeri dan Pambondi selaku jaksa Agung sudah berjanji untuk mengadili Ilias seberat-beratnya sesuai hukum. Nah, terus ada lagi Chumer selaku pemimpin minoritas senat. Terus ada Mike Johnson selaku ketua DPR dan Muril Bower selaku Walikota Washington DC. Nah, mereka ini mengecam serangan tersebut. Johnson juga bilang serangan itu sangat mengerikan dan jelas-jelas merupakan serangan yang menunjukkan kalau ini adalah fenomena antisemit. Nah, kabar ini juga udah sampai ke Isriwel, Geng. Benyamin Netanyahu selaku perdana menteri Isriwil itu mengecam serangan tersebut dan memerintahkan peningkatan keamanan di seluruh kedutaan besar Isriwil yang ada di seluruh negara. Presiden Istri Will yaitu Isak Herzog itu mengatakan kalau dia merasa hancur mendengar berita penembakan tersebut dan menyebutkan aksi ini sebagai tindakan kebencian dan bentuk dari antisemit yang sudah merenggut nyawa orang lain. Nah, dia menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh Ilias ini sebagai bentuk dari antisemit tentunya membuat komunitas Yahudi Amerika merasa sangat resah karena seperti mengulang sejarah ketika kaum tersebut mendapatkan penyiksaan yang dulu dilakukan oleh Nazi Jerman kepada mereka. Nah, tapi kan kalau dulu terkhusus kepada orang-orang Yahudi ya. Kalau kita lihat dari si korbannya nih ya, yaitu Yaron itu kan dia orang Kristen tapi kebetulan aja dia orang Israel gitu kan. Nah, tapi memang geng ya ada sebuah laporan mengenai kondisi antisemit di Amerika Serikat tahun 2024 yang dibuat oleh AGC yang mana di dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa kebencian terhadap Yahudi mulai marak terjadi di akhir tahun 2023 ketika perang antara Mamas dan istri Will dimulai. Nah, di dalam laporan tersebut dikatakan sebagian besar orang Yahudi Amerika sebanyak 77%-nya mengatakan kalau mereka merasa kurang aman sebagai orang Yahudi di Amerika. Karena ya setelah perang dimulai di tanggal 7 Oktober banyak pergerakan yang membenci mereka. Terus 90% orang Yahudi Amerika bilang antisemit di Amerika sudah meningkat sejak Mamas melancarkan serangan ke Istri Will dari tanggal 7 Oktober 2023. Namun enggak dijelaskan lebih detail tuh apakah laporan tersebut cuma mengambil responden dari Yahudi yang Zionis doang atau semua Yahudi? Nah, itu beda tuh. Kalau yang Zionis itu udah pasti mengakui Isriwil. Sementara Yahudi yang lain mereka malah tidak mengakui Isriwil karena Yahudi itu belum tentu Zionis. Nah, Yahudi itu keturunan dan agama. Sementara Zionis adalah sebuah pergerakan. Nah, itulah Isriwil. Negara Isriwil itu ya digerakkan oleh Zionis. Dan karena kalau kita lihat banyak orang Yahudi yang justru sekarang mendukung Palestina. Dan apakah anti ini menyasar ke semua orang Yahudi di Amerika atau justru hanya ke Yahudi e Zionis doang gitu. Nah, ini masih jadi pertanyaan. Terus, Geng berbicara tentang antiemit ya gua juga penasaran kenapa narasi ini dikaitkan dengan anti. Apa sih sebenarnya e Smith itu? Nah, kalau dari informasi yang gua ambil dari Britanika ya, Smit ini adalah istilah yang awalnya merujuk kepada seseorang atau kelompok yang berbicara salah satu bahasa semit rumpun bahasa yang mencakup bahasa Arab, Ibrani, ee amharik, Aram, dan juga tigrinya. Nah, itu maksud dari semit itu. Dan istilah ini kemudian digunakan untuk merujuk kepada etnis yang sering sekali merujuk secara khusus kepada orang-orang Yahudi terlepas dari bahasa apa yang mereka gunakan. Nah, jadi kan Yahudi itu kan kebanyakan pakai bahasa Ibrani. Nah, makanya masuk ke dalam kelompok rumpun bahasa Smith tadi. Dan sementara itu, dulu orang-orang Yahudi melakukan diaspora ke berbagai negara dan akhirnya etnis mereka itu sudah bukan lagi murni Yahudi, melainkan sudah bercampur dengan ras Eropa. Tapi hanya saja mereka masih beragama Yahudi. Dan apakah mereka masih bisa dibilang semit juga? Ya, kalau berbicara mengenai segala sesuatu yang menargetkan orang Yahudi itu disebut sebagai antisemit. Ya memang ya pada dasarnya seperti itu dan merujuk ke istilah semit tadi kenapa ketika istri Will melakukan genosida ke Palestina tidak disebut dengan anti Smith. Padahal di Palestina juga ada orang-orang yang menggunakan bahasa Arab ya kan. Ada juga orang-orang yang menggunakan bahasa Ibrani. Orang Yahudi juga ada di sana. Terlebih lagi di Palestina itu ya orang Yahudinya banyak gitu. Nah, kenapa aksi dari istri Will ini kepada orang-orang Palestina tidak disebut dengan antisemit? Jadi udah bergeser maknanya. Kalau membenci istri Will itu anti sekarang. Padahal makna antisemit itu membenci Yahudi gitu di mana pun Yahudi berada. Tidak terkhusus Yahudi Isriwil atau Yahudi Zionis doang. Nah, jadi seolah-olah hanya Isriwil yang boleh menggunakan kata antisemit ketika mereka dibenci. Kemudian geng, ada juga narasi yang berkembang di Amerika kalau slogan bebaskan Palestina dalam bahasa Inggris yang biasanya disebutkan ketika aksi protes dan solidaritas untuk pembela Palestina. Nah, saat ini sudah berkembang bukan hanya sekedar aksi protes atau pernyataan sikap aja, Geng. Tapi udah meluas ke aksi kekerasan politik. Orang Yahudi Zionis menganggap slogan ini disebut oleh para pelaku sebagai pembenaran atas aksi yang sudah mereka lakukan seperti sias tadi. Dan selain itu, slogan bebaskan Palestina ya dalam bahasa Inggris juga diucapkan ketika melakukan pengerusakan di bangunan-bangunan milik lembaga Yahudi, sinagog, tempat ibadahnya Yahudi, dan barang-barang ritual milik umat Yahudi. Lalu banyak cemoohan yang mereka dapatkan dari para pendukung Palestina ini di sosial media yang juga menuliskan ya bebaskan Palestina. Ada juga memes atau meme ya kalau kita sebut di Indonesia yang antisemit yang mana beredar di sosial media sampai ada slogan lain seperti globalis intifada yang merujuk kepada sebuah gagasan untuk memperluas perjuangan atau perlawanan rakyat Palestina yang dikenal sebagai intifada ke skala global. Orang Yahudi Amerika di sebuah artikel yang diterbitkan oleh EC mengungkap slogan bebaskan Palestina dalam bahasa Inggris saat ini dianggap sebagai sebuah kalimat yang provokatif dan memicu kebencian. Nah, itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai insiden penembakan dua staf kedua besri yaitu Yaron dan juga Sarah serta pelakunya yang bernama Ilias Rodriguez. Nah, gua mau tanya nih ke kalian, Geng. Apakah kalian mendukung aksi ini yang mengatasnamakan membela Palestina atau justru kalian menganggap kalau Ilias ini melakukan aksi tersebut dia enggak ada bedanya dengan Isriwel? Ya kan? Sama-sama menghabisi nyawa orang lain, mengeksekusi orang lain. Ya, gimana tuh menurut kalian? Coba kalian tuliskan pendapat kalian di kolom komentar.
Resume
Categories