2 STAFF ISR4EL DITEMB4K PENDUKUNG PALESTIN4 AMERIKA ! MASYARAKAT ISR4EL MULAI JADI INCARAN
JjIKYhvrTuo • 2025-05-30
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Hari ini kita bakal membahas sebuah
kasus yang lagi heboh banget di Amerika.
Bahkan beritanya sampai ke negara kita,
yaitu sebuah kasus eh doror ya,
penembakan yang terjadi pada dua staf
kedutaan besar Isriwil yang ada di
Amerika. Kedua korban ini didor di luar
museum Yahudi, Geng. Nah, memang kalau
kita berbicara tentang kasus
penghilangan nyawa menggunakan Senp
kayak gini, udah banyak banget terjadi
di Amerika yang mana disebabkan karena
memang di sana SPI itu bebas diperjual
belikan. Warga sipilnya punya SPI. Nah,
jadi enggak cuma aparat aja. Nah, terus
geng apa yang sebenarnya menjadi motif
dari kejadian ini? Dan setelah insiden
ini terjadi diduga pelakunya itu adalah
seorang warga negara Amerika Serikat
yang dikabarkan dia pro kepada
Palestina. Dan kabarnya juga ketika
pelaku ini ditangkap, dia sempat
berteriak kalimat bebaskan Palestina
dalam bahasa Inggris. Ya, sori gua
enggak bisa nyebutin. Nah, insiden ini
pun sudah mendapatkan respon baik dari
Trump ya selaku Presiden Amerika dan
juga Netanyahu selaku perdana menteri
Isriwil. Nah, baik Amerika dan Isriwil
sama-sama menyatakan kalau insiden ini
yang menimpa dua staf kedubes Isriwil
adalah bentuk dari antisemit di Amerika.
Dan dari sini mulai timbul narasi kalau
antisemit seperti yang dilakukan oleh
zaman eh Pak Kumis Nasi Jerman zaman
dulu ya mulai kembali dan kondisi ini
sangat merugikan komunitas Yahudi yang
ada di Amerika karena mereka merasa
enggak aman dan takut akan menjadi
korban selanjutnya. Di video kali ini
gua bakal membahas nih, Geng, mengenai
insiden tersebut. Siapa korban dan
pelakunya dan gimana kronologinya?
Apakah aksi tersebut benar merupakan
bentuk dari antisemit atau enggak?
Langsung aja nih kita bahas secara
lengkap. Halo, Geng. Welcome back to
Kamar
[Musik]
Jerry. Kita langsung masuk ke dalam
pembahasan utamanya. Insiden ketika dua
staf kedues dari Istri Will ini dihabisi
menggunakan
[Musik]
Senpi. Jadi geng insident ini terjadi di
luar Lilian and Albert Small Capital
Jewis Museum yang ada di Amerika Serikat
dan terjadinya tuh di hari Rabu tanggal
21 Mei 2025. Nah, gua jelasin sedikit
nih soal museum tersebut. Soalnya kan
ini bakal relate dengan kasus ini. Jadi
nih geng Lilian and Albert Small Capital
Jewis Museum ini adalah sebuah museum
yang di dalamnya itu ada bangunan asli
dari Ades Isriwel Conradiation yaitu
sinagog tertua yang masih ada di daerah
Washington DC yang diresmikan pada tahun
1876.
Nah, museum ini adalah sebuah pusat
budaya Yahudi yang dibuka sekitar 2
tahun belakangan yang terletak kurang
dari 1 mil dari Capital Hill dan sekitar
2 km dari gedung putih. Nah, museum ini
juga menjadi lokasi konferensi yang
diselenggarakan oleh Komite Yahudi
Amerika yang dalam bahasa Inggrisnya
disebut dengan American Jewis Committe
atau AJC ya untuk para pekerja yang
masih muda. Nah, acara tersebut diberi
nama AJC Access Young Diplomats
Reception yang mana ini bertujuan untuk
mempertemukan para pekerja muda dengan
komunitas diplomatik yang ada di
Washington DC dan mendedikasikan untuk
memperkuat persatuan serta merayakan
warisan dari budaya Yahudi. Nah, jadi
memang acara masyarakat Yahudi lah. Nah,
jadi memang di Mesium itu lagi ada acara
yang dihadiri oleh komunitas Yahudi ya
dalam jumlah yang besar gitu, Geng. Dan
menurut informasinya, si pelaku ini tahu
kalau sedang berlangsung acara komunitas
Yahudi di museum tersebut. Dan dia ya
kelihatan lagi mar-mandir di luar museum
sebelum insiden ini terjadi. Dan
informasi yang didapat dari Ye Shill
Later yaitu duta besar Istri Will untuk
Amerika, pelakunya itu dikatakan sudah
masuk ke dalam museum dan berbaur dengan
peserta di acara tersebut. Dan ketika
dia berada di dalam, pelaku ini sempat
mencari targetnya. Dan setelah dia
memastikan kalau targetnya itu berada di
lokasi, nah baru dia keluar tuh dari
museum dan dia tunggu targetnya itu di
luar. Tapi keterangan tersebut sempat
dibantah nih oleh EGC dari pihak EGC
bantah. Ah pihak EJC ini bilang kalau
pelaku itu memang mendaftarkan diri
untuk hadir di konferensi tersebut cuma
dia ditolak masuk sehingga dia enggak
bisa masuk ke dalam museum. Jadi
bukannya dia sempat ngintip-ngintip
enggak tapi dia mau masuk tapi ditolak
akhirnya keluar. Nah, kalau keterangan
dari EGC ini si pelaku ini sedari awal
memang udah di luar museum karena enggak
diperbolehkan masuk. Terus selagi dia
berada di luar, dia juga menunggu
targetnya yang masih berada di dalam.
Nah, sekitar jam
098 menit pada malam hari, si pelaku ini
melepaskan timah panas dari senjatanya
ke empat orang di saat itu. Dua di
antaranya adalah staf dari kedubes
Isriwil yang bernama Yaron Lisinski dan
juga Sarah Milgrim. Ketika pertama kali
tersangka ini menembak, Sarah ini
berhasil merangkak pergi menjauh ya,
menjauh dari si pelaku karena pelurunya
di saat itu habis. Nah, tapi si pelaku
ini sempat mengisi kembali pelurunya dan
langsung menembakkan lagi ke arah Sarah
sampai beberapa kali. Dan di dalam
rekaman CCTV, pelaku sempat melepaskan
beberapa peluru ke arah Yaron dan juga
Sarah dan dia mencondongkan tubuh dan
kembali ng-edoor mereka ya ketika mereka
berusaha untuk merangkak menjauh. Saat
itu ya enggak dikasih ampun lah. Singkat
cerita nih, Geng. Enggak lama dari
kejadian itu polisi akhirnya mendapatkan
panggilan mengenai adanya aksi
penembakan di luar Lilian and Albert Sm
capital Jewis Museum ini. Nah, dengan
cepat polisi langsung datang tuh dengan
tim medis menuju ke lokasi itu. Tapi
sayangnya ketika mereka sampai di sana
si target yaitu Yaron dan juga Sarah
udah dalam kondisi yang enggak bernyawa
sehingga mereka dinyatakan tewas di
tempat. Nah, polisi di saat itu
menemukan 21 butir peluru 9 mm atau 9 mm
di tempat kejadian dan sebuah pistol
dengan selonsongnya yang dalam posisi
terbuka yang mana ini menunjukkan kalau
pelurunya itu udah habis atau dalam
kondisi yang sudah kosong. Nah, polisi
juga menemukan tempat peluru atau
magazin yang udah kosong di sana. Dan di
sisi lain ketika pelaku selesai
melakukan aksi mereka, mereka itu masuk
ke dalam museum. Dan mereka ini bisa
masuk ke dalam museum itu gara-gara
mengelabui security. Security mikir nih
ya, karena kan itu kacau banget kan,
habis didor-dor gitu kan orang gak bisa
bedain mana pelaku mana korban nih. Nah,
si security-nya di tengah-tengah
kekacauan itu mikirnya si pelaku ini
adalah salah satu korban dan dia pun
diberikan atau diizinkan masuk ke dalam
museum ya rencananya biar bisa
menyelamatkan diri atau berlindung gitu.
Nah, si security-nya enggak tahu itu
pelakunya dan akhirnya mereka pun masuk
ke dalam museum. Terus ada satu orang
saksi mata yang berada di dalam museum
yang bernama Yoni Kalin. Nah, dia ini
bilang ketika si pelaku ini masuk ke
dalam museum, orang-orang yang udah
terlebih dahulu berada di dalam museum
ya nyamperin mereka, nyamperin si pelaku
ini dan mencoba untuk menenangkan si
pelaku. Ini konyol banget nih
kejadiannya. Pelaku malah diberi simpati
oleh orang-orang di dalam museum karena
mengira mereka korban. Dan bahkan para
pelaku ini sampai diberikan air minum
dan si pelaku ini dirawat gitu loh. Nah,
belum ada yang sadar kalau mereka adalah
pelakunya. Di saat itu pelaku pun
dikejar oleh polisi sampai ke dalam
museum dan ditemukanlah pelaku berada di
sana dan mereka pun langsung diamankan,
ditarik keluar museum dan di saat itulah
orang-orang pada bingung, loh yang tadi
kita tolong ternyata ini nih penembaknya
gitu. Nah, namun saat akan digiring
keluar si pelaku ini sempat berteriak,
"Bebaskan, bebaskan Palestina dalam
bahasa Inggris." Nah, di sinilah semua
orang jadi tahu motif dari pelaku
melakukan aksi tersebut yaitu karena
motif ya masalah perang. Oke. Nah,
pelaku membela Palestina dan dia
menargetkan staff dari kedubes istri
Will. Tapi siapa sebenarnya pelaku ini?
Apa hubungannya gitu ya dengan kejadian
ini? Kenapa dia bisa seberani itu? Nah,
dan juga bagaimana background dari Yaron
dan Sarah sebagai korban di dalam kasus
ini. Dan sekarang kita bakal masuk ke
dalam pembahasan mengenai background
dari Yaron dan Sarah dan juga background
dari si pelakunya.
Oke, kita bahas dulu background dari
korbannya nih ya, yaitu Yaron dan juga
Sarah. Jadi, Geng, mereka ini sama-sama
bekerja di kedubes East Rewill yang
berada di Washington DC. Nah, Yaron ini
tumbuh besar di kota New Remberg,
Jerman. Nah, dia pindah ke Isriwel
ketika usia 16 tahun dan menjadi warga
negara Isriwil. Yaron ini adalah orang
Kristen, Geng. Tapi dia sangat mencintai
Isriwel. Dan saking cintanya dia, dia
pernah bertugas di IDF, pasukan
pertahanan Isriwil. Nah, dia dikenal
atas dedikasinya dia terhadap Istri Will
dan juga gerakan Zionis. Dan Yaron itu
mendapatkan gelar sarjana dari Hebrew
University pada tahun 2021 dalam
hubungan internasional dan studi Asia.
Nah, dia juga berhasil meraih eh master
dalam bidang pemerintahan, diplomasi,
dan strategi di Isriwil. Yaron juga
pernah bekerja sebagai asisten
penelitian di kedutaan yang berfokus
pada isu Timur Tengah. Dia menjadi
contoh bagi kaum muda Yahudi di seluruh
dunia karena mewujudkan nilai-nilai
Yahudi dan kekristenan. Nah, teman dari
Yaron itu bernama David Bosky. Dia ini
bercerita tentang Yaron ini, Geng. Dia
bilang dia sempat bertemu Yaron pada
tahun 2017 di Yerusalem di sebuah
perkumpulan jemaat Yahudi mesianik
tempat mereka sering mendiskusikan
tentang kehidupan dan iman. Dan menurut
dia, Yaron ini adalah sosok yang
menjunjung tinggi spiritualitas.
Walaupun dia sebenarnya orang Kristen,
bukan orang Yahudi. Dan dia ini sering
mengajukan pertanyaan ke dirinya sendiri
untuk menguji keimanannya
dia. Nah, dari sini kita bisa lihat ya,
bahwa sosoknya dia ini adalah sosok yang
religius, agama lah ya. Nah, terus
sementara yang satunya lagi yaitu Sarah
itu berasal dari Overland Park, Kansas,
Amerika Serikat. Berbeda dengan Yaron,
Sarah ini memang beragama Yahudi. Dia
ini bekerja di departemen diplomasi
publik kedutaan Sriwil. Ayahnya si Sarah
ini namanya Robert. Si ayahnya ini
bercerita kalau Sarah sangat mencintai
istri Will dan mencintai semua orang
yang tinggal di Timur Tengah. Walaupun
dia mencintai istri Will, dia juga punya
banyak teman dekat di Palestina. Sarah
juga dikenal dengan seseorang yang baik,
penuh kasih sayang, dan berkomitmen pada
perdamaian dan hubungan antar
masyarakat. Dia lulus dari University of
Kansas pada musim semi tahun 2021 dengan
gelar sarjana seni dalam studi
lingkungan dan minor dalam antropologi.
Sarah kemudian mendapatkan gelar master
dalam hubungan internasional dari
American University dan Sarah juga
merupakan anggota dari komunitas AGC
Mimona Michael Such Fellowship for
Emerging Leaders yang mana ini bersama
dengan para pemimpin Amerika Prancis
Maroko, dan pemimpin dari negara lain
yang memang berfokus pada peningkatan
hubungan di Timur Tengah dan Afrika
Utara. Nah, jadi ya termasuk orang yang
mempunyai jenjang karir yang bagus gitu.
Nah, tapi geng Yaron dan Sarah ini gak
cuma rekan kerja karena mereka merupakan
sepasang kekasih. Jadi, ada hubungan
nih. Dan sebenarnya geng Yaron itu udah
berencana mau ngelamar Sarah mau nikah.
Rencananya tuh di minggu-minggu ini
sebelum kejadian tersebut. Nah,
lamarannya itu bakal dilangsungkan di
Yerusalem. Bahkan Yaron itu udah beli
cincin untuk Sarah. Nah, ketika insiden
ini terjadi, Robert, ayahnya Sarah itu
sempat merasa khawatir, gelisah mengenai
kondisi Sarah dan Yaron setelah dia
mendapatkan kabar kalau terjadi
penembakan di sekitar area museum. Nah,
pikiran dia tuh udah ke anak dia aja
nih. Dan ibunya si Sarah yang bernama
Nancy itu udah mencoba untuk membuka
aplikasi pelacak untuk mengetahui di
mana Sarah berada di saat itu. Dan di
saat itulah Robert dan Nancy ya ayah dan
ibunya si Sarah ini sadar kalau ternyata
ya Sarah dan juga Yaron itu sama-sama
berada di museum. Di situlah mereka udah
enggak enak hati. Enggak lama dari itu
ya, Yes selaku dubes is rewill menelepon
ibunya Sarah yaitu Nancy dan memberitahu
kabar kalau Sarah tewas di dalam insiden
tersebut. Kebayang tuh jadi orang
tuanya. Mereka berdua ini dikenal sangat
baik oleh kerabat serta rekan-rekan
mereka. Banyak kesaksian yang menyatakan
kalau mereka adalah orang yang baik dan
yang bersemangat di dalam menjalin
diplomasi serta perdamaian. Dan juga
mereka ini berdedikasi untuk istri Will.
Ketub bes istriwill pun merasa berduka
atas peristiwa yang merenggut nyawa
Yaron dan juga Sarah ini. Ketubus
istriwill memutuskan untuk mengibarkan
bendera setengah tiang sebagai
penghormatan dan ucapan dukacita
terhadap
mereka. Nah, dari sini kita sudah
mengetahui nih, Geng, ya, identitas dari
kedua korban. Nah, sekarang kita bahas
identitas dari pelakunya.
Jadi, Geng, pelakunya itu setelah
tertangkap, petugas kemudian
mengidentifikasi nih pelakunya ini
bernama Ilias Rodriguez. Nah, dia ini
lahir dan dibesarkan di Chicago. Nah,
diketahui dia ini tinggal di sebuah
apartemen di Albany Park, lingkungan
kelas menengah di Northside bersama
dengan teman-teman dan juga
keluarga-keluarga dekatnya. Nah, kawasan
tersebut dikenal memang sebagai tempat
komunitas yang sudah lama terbuka dengan
imigran. Nah, satu abad lalu kawasan ini
menjadi rumah bagi banyak keluarga
Yahudi dari Eropa dan saat ini kawasan
tersebut menjadi tempat bagi banyak
orang latin, orang kulit putih, ataupun
orang-orang keturunan Asia. Ayahnya si
Elias ini itu namanya Erik yang
merupakan anggota dari serikat pekerja.
Erik ini adalah pegawai federal di
Departemen Urusan Veteran dan merupakan
veteran dari perang Irak yang ditugaskan
dari bulan Oktober 2006 sampai bulan
September 2007. Ibunya Ilias ini udah
berpisah nih dengan Erik ya. sekarang
ibunya itu udah enggak lagi tinggal sama
mereka, enggak lagi tinggal sama
ayahnya. Dan Ilias ini sendiri adalah
lulusan dari University of Illinois,
Chicago yang mana dia lulus pada tahun
2018 dengan gelar sarjana seni. Nah,
jadi ini orang S1. Nah, terus geng
ketika si Elias ini umurnya 20 tahunan,
dia ini sempat pindah-pindah pekerjaan
lah. Dia pernah bekerja sebagai penulis
untuk Wiki Hoiaitu penerbit artikel
tentang berbagai topik gitu. Nah, terus
Ilias ini juga pernah menjadi senior
content associate di Kupon Kebabin,
sebuah perusahaan yang berbasis di
Indiana dan menyediakan kupon serta
penawaran belanja online. Terus kemudian
dia juga pernah bekerja sebagai peneliti
sejarah lisan dan koordinator produksi.
Di situ sejarah kulit hitam. Lalu ya
bekerja di American Osteopatic
Information Association, sebuah kelompok
perdagangan untuk dokter osteopat. Nah,
osteopati sendiri adalah cabang
pengobatan alternatif yang berfokus pada
diagnosis pengobatan, serta pencegahan
gangguan otot, sendi, dan tulang, Geng.
Nah, jadi dia ini pernah bekerja di sana
dan menurut informasi yang beredar,
Ilias ini hobi banget membaca dan
menulis fiksi. Jadi, bukan berarti dia
ini orang yang enggak punya background
pendidikan yang bagus gitu. Dia orang
pintar nih sebenarnya, banyak membaca
dan bahkan dia juga memiliki selera
musik yang baik. Dia sering menonton
live music, film, dan menjelajahi
tempat-tempat baru. Jadi bukan orang
gabut yang gak punya kerjaan tiba-tiba
nembak orang. Enggak. Nah, di saat yang
berbarengan ketika dia berpindah-pindah
kerja, Elias ini menunjukkan minatnya
dia terhadap politik. Media dekan Herald
itu sempat menulis di tahun 2017 kalau
Ilias ini pernah tertangkap kamera
sedang berdemo di luar rumah walikota
Chicago Northside yang bernama
Rammanuel. Nah, demonstrasi tersebut
diselenggarakan oleh W Coalition, yaitu
sebuah kelompok yang menentang perang
serta rasisme. Dia pernah tuh gabung ke
kelompok ini dan kelompok tersebut
memprotes upaya pejabat Chicago untuk
membujuk perusahaan Amazon agar
membangun kantor pusat kedua di kota
tersebut. Nah, namun Amazon kan akhirnya
itu memilih untuk membangun kantor di
pinggiran kota Washington tepatnya di
Virginia Utara. enggak jadi di tempat
itu. Nah, mereka demo-demo lah di saat
itu. Terus, Geng, di tahun 2017 juga
Elias ini pernah memprotes penembakan
yang dilakukan oleh polisi terhadap
seorang remaja di Chicago. Nah, di
halaman yang tertera di Govanmi di tahun
yang sama, Elias ini pernah mencari
sumbangan untuk membantu dia demi bisa
menghadiri kongres rakyat perlawanan
yang dalam bahasa Inggrisnya disebut
dengan People's Congress of Resistance.
Sebuah acara protes anti Donald Trump.
Nah, ini orang banyak nih ternyata TRK
record-nya. Dan dia juga diduga e
beraliansi dengan Party for Socialism
and Liberation atau disingkat dengan
PSL, sebuah partai sayap kiri di Amerika
dan dia terlibat dalam gerakan Black
Life Matters atau eh PLM. Nah, namun PLM
sendiri ya, yaitu Party for Socialism
and Liberation tadi itu sudah
mengklarifikasi keterkaitan Ilias dengan
pihak mereka melalui pemberitahuan yang
diposting di PSL menolak segala sesuatu
yang mengaitkan PSL dengan insiden
penembakan yang terjadi kepada Yaron dan
juga Sarah. Jadi kayak ibaratnya gini,
okelah ya si Elias ini mungkin tergabung
dengan mereka tapi mereka tidak pernah
ya ada hubungannya dengan penembakan
tersebut. Nah, kata PSL gitu. Dan PSL
juga menegaskan bahwa Ilias sebenarnya
bukan anggota resmi dari PSL. Namun di
satu sisi PSL mengakui Ilia sempat
terlibat dengan salah satu cabang PSL
dan itu semua sudah berakhir di tahun
2017 katanya. Dan PSL itu enggak pernah
menjalin kontak apapun dengan Elias
lebih dari 7 tahun. Dan sekali lagi PSL
juga menegaskan bahwa mereka enggak
terlibat di dalam penembakan yang
dilakukan oleh si Elias ini dan enggak
mendukung aksi tersebut. Ya, ibaratnya
tuh mereka cuci tangan juga gitu, enggak
mau dituduh kalau mereka terlibat.
Gerakan Ilias yang membela Palestina ini
juga terlihat di tempat tinggalnya dia,
Geng. Jadi, ada seorang tetangganya dia
di apartemen e bernama John Winefry yang
mana dia udah tinggal di apartemen yang
sama dengan Ilias sekitar 1 tahun
lamanya. Nah, John ini bilang kalau
Ilias ini memajang foto seorang anak
Palestina Amerika yang dieksekusi di
Chicago pada tahun 2023 di luar
apartemennya dia. Di situ tuh udah
kelihat tuh tanda-tanda kalau dia memang
men-support Palestina. Nah, terus geng
ketika dia melakukan aksi penembakan,
beberapa jam setelah dia melakukan itu
ya beredar sebuah tulisan di X dari
sebuah akun dengan username Kyoto Leader
yang mana akun tersebut dibuat pada
tahun 2013 tapi tweet pertamanya itu
dibuat pada tanggal 21 Oktober 2023
sekitar 2 minggu setelah penyerangan
terhadap istri Will yang dilakukan oleh
pasukan Mamas yaitu tanggal 7 Oktober
2023. Mulai dari situ, akun ini sering
memposting tulisan yang menunjukkan
dukungannya terhadap Palestina. Dan
balik lagi ke tulisan yang diunggah
beberapa jam setelah penembakan, akun
ini menuliskan sebuah tweet Escalate for
Gaza: Bring the World Home yang mana
dalam bahasa Indonesia berarti perbesar
aksi untuk Gaza bawa perang ke rumah
sendiri. Kalau diartikan secara bahasa
memang kayak gitu. Namun kalau diartikan
secara konteks, maksud dari kalimat itu
diartikan sebagai seruan untuk
meningkatkan tekanan atau aksi protes
atas konflik di Gaza dan melakukan aksi
atau protes di dalam negeri. Nah,
misalnya nih Ilias ini kan di Chicago
berarti dia bakal melakukan aksi membela
Palestina di Chicago. Nah, di dalam
tweet tersebut ada tiga screenshot yang
berisikan tulisan mengenai kekejaman
yang dilakukan oleh Isriwil terhadap
Palestina dan membenarkan aksi
bersenjata sebagai protes terhadap
Isriwil yang selama ini dianggap sudah
menjajah
Palestina. Nah, jadi intinya tulisan
tersebut membenarkan segala aksi
bersenjata yang menargetkan orang-orang
Yahudi atau terkhususnya istri Will yang
mana dalam hal tersebut tidak
bertentangan secara moral menurut
mereka. Yang mana menariknya lagi adalah
ada nama Ilias yang tertulis di akhir
tulisan tersebut yang menunjukkan kalau
Iliaslah yang menulis tweet itu. Nah,
jadi emang udah sejak lama nih orang ee
sudah apa ya berencana e atau
menargetkan orang-orang istri Will untuk
dia habisi. Saat dia ditangkap, geng,
Elias ini mengatakan kalau dia melakukan
aksinya untuk Palestina dan Gaza. Dan
terus Elias juga mengatakan kalau dia
mengagumi seorang anggota angkatan udara
Amerika yang masih aktif. bernama Aaron
Bushnell dari San Antonio, Texas yang
mana dia melakukan aksi membakar He eh
ya membakar ininya sendiri gitu ya
hingga dia meninggoi di luar kantor
kedubos Istriel di Washington DC pada
tahun 2024. Eron ini merupakan spesialis
operasi pertahanan cyber di squadron
dukungan intelijen ke-531 di pangkalan
gabungan San Antonio. Dan memang dia
sudah aktif bertugas sejak bulan Mei
2020. Nah, sesaat sebelum dia melakukan
aksi bakar itu ya, nah Aon ini sempat
mengatakan kalau dia enggak mau lagi
terlibat dalam genosida yang dilakukan
oleh Isriwil yang dibantu oleh Amerika
negaranya sendiri ya. Nah, Ilias
menyebutkan kalau sosok Eren itu adalah
sosok yang pemberani yang merupakan
seorang martir. Sebutan untuk seseorang
yang rela menderita atau mati demi
mempertahankan keyakinan, agama,
prinsip, dan juga perjuangan
tertentulah. Nah, para penyidik juga
mengatakan kalau mereka masih berupaya
untuk membuktikan keaslian tulisan yang
beredar di X tadi, apakah benar itu
tulisannya Ilias atau bukan? dan FBI
dikabarkan sudah menghubungi orang-orang
terdekat dari Ilias, termasuk
keluarganya dan rekan kerjanya untuk
menyelidiki lebih jauh mengenai sosok si
Elias ini. Di dalam artikel berita yang
ditulis oleh EP News, Elias ini muncul
di Pengadilan Federal Washington dengan
mengenakan pakaian tahanan yang berwarna
putih dan dia mendengarkan dakwaan serta
kemungkinan hukum yang bakal dikenakan
kepada dia, termasuk kemungkinan
diberikan hukuman mati, Geng. Nah, namun
berdasarkan informasi dari BBC yang
diambil dari keterangan jaksa sementara
Washington DC yang bernama Jenny Piro
masih terlalu dini untuk mengatakan
apakah jaksa akan menjatuhkan hukuman
mati atau enggak untuk Elias. Nah, cuma
apa yang dilakukan oleh Ilies ini ya
sudah memenuhi syarat untuk dijatuhi
hukuman mati meskipun motifnya masih
terus diselidiki oleh kejaksaan saat
ini. Dan untuk sekarang ya Elias ini
sudah ditahan dan akan menghadiri
pengadilan untuk sidang pendahuluan yang
dijadwalkan pada tanggal 18 Juni
nantinya. Jadi kita tunggu aja e
hasilnya kayak gimana. Dan insiden ini,
Geng, dipandang sebagai aksi anti semit.
Oleh sebab itu, banyak orang-orang
Yahudi Amerika yang merasa terancam
untuk keselamatan mereka. Nah, di dalam
hal ini ya banyak orang-orang Yahudi di
seluruh dunia mulai enggak tenang
hidupnya. Mereka takut mereka
diapa-apain dan narasi tersebut sedang
beredar luas di kalangan komunitas
Yahudi yang ada di Amerika. Nah, namun
apakah demikian ya? Apakah yang
dilakukan oleh Ilias ini bisa
dikategorikan antisemit yang juga
dilakukan oleh e apa ya e pak kumis nasi
jerman zaman dulu? Nah, sekarang kita
bakal masuk nih ke dalam pembahasan
mengenai mencuatnya narasi antisemit di
kasus penembakan terhadap Yaron dan juga
Sarah. Ini kita
bahas. Jadi, Geng, pasca insiden
penembakan yang menimpa Yaron dan Sarah,
Donald Trump itu selaku Presiden Amerika
Serikat mengecam dengan keras serta
menyuarakan solidaritas terhadap Yaron
dan Sarah ini. Nah, Donald Trump
menyebut aksi penembakan tersebut
sebagai bagian dari antisemit. Dia juga
menekankan kalau kebencian dan
radikalisme tidak memiliki tempat di
Amerika. Pejabat-pejabat Amerika lain
seperti Kristin Num selaku Menteri
Keamanan Dalam Negeri dan Pambondi
selaku jaksa Agung sudah berjanji untuk
mengadili Ilias seberat-beratnya sesuai
hukum. Nah, terus ada lagi Chumer selaku
pemimpin minoritas senat. Terus ada Mike
Johnson selaku ketua DPR dan Muril Bower
selaku Walikota Washington DC. Nah,
mereka ini mengecam serangan tersebut.
Johnson juga bilang serangan itu sangat
mengerikan dan jelas-jelas merupakan
serangan yang menunjukkan kalau ini
adalah fenomena antisemit. Nah, kabar
ini juga udah sampai ke Isriwel, Geng.
Benyamin Netanyahu selaku perdana
menteri Isriwil itu mengecam serangan
tersebut dan memerintahkan peningkatan
keamanan di seluruh kedutaan besar
Isriwil yang ada di seluruh negara.
Presiden Istri Will yaitu Isak Herzog
itu mengatakan kalau dia merasa hancur
mendengar berita penembakan tersebut dan
menyebutkan aksi ini sebagai tindakan
kebencian dan bentuk dari antisemit yang
sudah merenggut nyawa orang lain. Nah,
dia menganggap bahwa apa yang dilakukan
oleh Ilias ini sebagai bentuk dari
antisemit tentunya membuat komunitas
Yahudi Amerika merasa sangat resah
karena seperti mengulang sejarah ketika
kaum tersebut mendapatkan penyiksaan
yang dulu dilakukan oleh Nazi Jerman
kepada mereka. Nah, tapi kan kalau dulu
terkhusus kepada orang-orang Yahudi ya.
Kalau kita lihat dari si korbannya nih
ya, yaitu Yaron itu kan dia orang
Kristen tapi kebetulan aja dia orang
Israel gitu kan. Nah, tapi memang geng
ya ada sebuah laporan mengenai kondisi
antisemit di Amerika Serikat tahun 2024
yang dibuat oleh AGC yang mana di dalam
laporan tersebut menunjukkan bahwa
kebencian terhadap Yahudi mulai marak
terjadi di akhir tahun 2023 ketika
perang antara Mamas dan istri Will
dimulai. Nah, di dalam laporan tersebut
dikatakan sebagian besar orang Yahudi
Amerika sebanyak 77%-nya mengatakan
kalau mereka merasa kurang aman sebagai
orang Yahudi di Amerika. Karena ya
setelah perang dimulai di tanggal 7
Oktober banyak pergerakan yang membenci
mereka. Terus 90% orang Yahudi Amerika
bilang antisemit di Amerika sudah
meningkat sejak Mamas melancarkan
serangan ke Istri Will dari tanggal 7
Oktober 2023. Namun enggak dijelaskan
lebih detail tuh apakah laporan tersebut
cuma mengambil responden dari Yahudi
yang Zionis doang atau semua Yahudi?
Nah, itu beda tuh. Kalau yang Zionis itu
udah pasti mengakui Isriwil. Sementara
Yahudi yang lain mereka malah tidak
mengakui Isriwil karena Yahudi itu belum
tentu Zionis. Nah, Yahudi itu keturunan
dan agama. Sementara Zionis adalah
sebuah pergerakan. Nah, itulah Isriwil.
Negara Isriwil itu ya digerakkan oleh
Zionis. Dan karena kalau kita lihat
banyak orang Yahudi yang justru sekarang
mendukung Palestina. Dan apakah anti ini
menyasar ke semua orang Yahudi di
Amerika atau justru hanya ke Yahudi e
Zionis doang gitu. Nah, ini masih jadi
pertanyaan. Terus, Geng berbicara
tentang antiemit ya gua juga penasaran
kenapa narasi ini dikaitkan dengan anti.
Apa sih sebenarnya e Smith itu? Nah,
kalau dari informasi yang gua ambil dari
Britanika ya, Smit ini adalah istilah
yang awalnya merujuk kepada seseorang
atau kelompok yang berbicara salah satu
bahasa semit rumpun bahasa yang mencakup
bahasa Arab, Ibrani, ee amharik, Aram,
dan juga tigrinya. Nah, itu maksud dari
semit itu. Dan istilah ini kemudian
digunakan untuk merujuk kepada etnis
yang sering sekali merujuk secara khusus
kepada orang-orang Yahudi terlepas dari
bahasa apa yang mereka gunakan. Nah,
jadi kan Yahudi itu kan kebanyakan pakai
bahasa Ibrani. Nah, makanya masuk ke
dalam kelompok rumpun bahasa Smith tadi.
Dan sementara itu, dulu orang-orang
Yahudi melakukan diaspora ke berbagai
negara dan akhirnya etnis mereka itu
sudah bukan lagi murni Yahudi, melainkan
sudah bercampur dengan ras Eropa. Tapi
hanya saja mereka masih beragama Yahudi.
Dan apakah mereka masih bisa dibilang
semit juga? Ya, kalau berbicara mengenai
segala sesuatu yang menargetkan orang
Yahudi itu disebut sebagai antisemit. Ya
memang ya pada dasarnya seperti itu dan
merujuk ke istilah semit tadi kenapa
ketika istri Will melakukan genosida ke
Palestina tidak disebut dengan anti
Smith. Padahal di Palestina juga ada
orang-orang yang menggunakan bahasa Arab
ya kan. Ada juga orang-orang yang
menggunakan bahasa Ibrani. Orang Yahudi
juga ada di sana. Terlebih lagi di
Palestina itu ya orang Yahudinya banyak
gitu. Nah, kenapa aksi dari istri Will
ini kepada orang-orang Palestina tidak
disebut dengan antisemit? Jadi udah
bergeser maknanya. Kalau membenci istri
Will itu anti sekarang. Padahal makna
antisemit itu membenci Yahudi gitu di
mana pun Yahudi berada. Tidak terkhusus
Yahudi Isriwil atau Yahudi Zionis doang.
Nah, jadi seolah-olah hanya Isriwil yang
boleh menggunakan kata antisemit ketika
mereka dibenci. Kemudian geng, ada juga
narasi yang berkembang di Amerika kalau
slogan bebaskan Palestina dalam bahasa
Inggris yang biasanya disebutkan ketika
aksi protes dan solidaritas untuk
pembela Palestina. Nah, saat ini sudah
berkembang bukan hanya sekedar aksi
protes atau pernyataan sikap aja, Geng.
Tapi udah meluas ke aksi kekerasan
politik. Orang Yahudi Zionis menganggap
slogan ini disebut oleh para pelaku
sebagai pembenaran atas aksi yang sudah
mereka lakukan seperti sias tadi. Dan
selain itu, slogan bebaskan Palestina ya
dalam bahasa Inggris juga diucapkan
ketika melakukan pengerusakan di
bangunan-bangunan milik lembaga Yahudi,
sinagog, tempat ibadahnya Yahudi, dan
barang-barang ritual milik umat Yahudi.
Lalu banyak cemoohan yang mereka
dapatkan dari para pendukung Palestina
ini di sosial media yang juga menuliskan
ya bebaskan Palestina. Ada juga memes
atau meme ya kalau kita sebut di
Indonesia yang antisemit yang mana
beredar di sosial media sampai ada
slogan lain seperti globalis intifada
yang merujuk kepada sebuah gagasan untuk
memperluas perjuangan atau perlawanan
rakyat Palestina yang dikenal sebagai
intifada ke skala global. Orang Yahudi
Amerika di sebuah artikel yang
diterbitkan oleh EC mengungkap slogan
bebaskan Palestina dalam bahasa Inggris
saat ini dianggap sebagai sebuah kalimat
yang provokatif dan memicu kebencian.
Nah, itu dia geng pembahasan kita kali
ini mengenai insiden penembakan dua staf
kedua besri yaitu Yaron dan juga Sarah
serta pelakunya yang bernama Ilias
Rodriguez. Nah, gua mau tanya nih ke
kalian, Geng. Apakah kalian mendukung
aksi ini yang mengatasnamakan membela
Palestina atau justru kalian menganggap
kalau Ilias ini melakukan aksi tersebut
dia enggak ada bedanya dengan Isriwel?
Ya kan? Sama-sama menghabisi nyawa orang
lain, mengeksekusi orang lain. Ya,
gimana tuh menurut kalian? Coba kalian
tuliskan pendapat kalian di kolom
komentar.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:17:00 UTC
Categories
Manage