Transcript
pfDUyT4WZcg • INDONESIA DARURAT PENCURIAN BESI ! DUDUKI PERINGKAT 2 RAKYAT MISKIN TERBANYAK ? JADI MIRIP INDIA
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1446_pfDUyT4WZcg.txt
Kind: captions Language: id Geng, Indonesia lagi darurat pencurian besi. Waduh, ini siapa sih pelopor pencurian besi ni? Yang pertama nih dari mana sih? Mungkin kalian tahu ya. Ya, kalian tahu mungkin ada daerah-daerah mana gitu yang memang terkenal dengan aksi pencurian besinya. Boleh nih kalian komen. Nah, tapi di sini gua gak pengin ngebahas tentang aksi pencurian besi yang e terjadi di satu daerah doang atau mungkin stereotyp-nya daerah ini memang banyak pencuri besinya atau daerah itu karena banyak pelaku pompa-pompanya jadi banyak yang nyuri besi gitu kan. Enggak. Ini gua pengen bahas benar-benar universal, luas banget. Bahkan ya ada aksi pencurian besi yang dilakukan oleh karyawan perusahaan. Bahkan ya ada aksi pencurian besi yang dilakukan oleh calon DPR, calon pejabat. Lu bayangin tuh. Ini di cerita kali ini emang kacau banget. Di dalam hal ini gua enggak tahu ya, apakah ini adalah sebuah bentuk kemunduran dari kondisi Indonesia saat ini atau justru ini memang fenomena yang selama ini memang banyak terjadi tapi baru viralnya sekarang karena era digital. Nah, itu kalian bisa menilai sendiri nanti, Geng. Dan fenomena kayak gini justru benar-benar bikin kita miris ya. karena ya menggambarkan bagaimana kondisi negara kita saat ini sampai-sampai banyak orang menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan rupiah ya kan. Nah, ini sangat-sangat menyedihkan dan yang parahnya adalah aksi pencurian ini biasanya menargetkan fasilitas-fasilitas umum atau infrastruktur-infrastruktur milik negara yang mana itu sangat berbahaya ya. Gua contohin aja kayak pencurian besi rel kereta itu bahaya banget. Pencurian kabel listrik itu bahaya banget. Pencurian besi-besi jembatan itu bahaya banget ya kan? Bisa menyebabkan kecelakaan besar dan menghilangkan nyawa orang. Nah, di video kali ini kita bakal membahas secara lengkap aksi pencurian besi yang mana Indonesia dikatakan darurat pencuri besi ya saat ini gila banget. Untuk tujuan apapunlah mereka yang jelas sekarang ya fasilitas-fasilitas umum yang mengandung besi itu bisa dicuri, bisa hilang dan para pencurinya niat-niat banget. Langsung aja nih kita bahas kejadian-kejadiannya secara lengkap. Halo geng. Welcome back to Kamar [Musik] Jerry Geng Geng. Oke kelakuan yang pertama yang mirip banget dengan apa yang terjadi di India yaitu pencurian plat besi yang terjadi di Jakarta. Ibu kota loh ini. Jadi, Geng, kelakuan orang-orang Indonesia yang agak mirip-mirip dengan orang India itu kebanyakan sih terjadi di daerah-daerah. Nah, tapi jangan salah di kota besar seperti Jakarta yang merupakan ibu kota dari Indonesia juga ada ternyata kelakuan yang mirip dengan ya cring-crings-nya India gitu. Jadi salah satunya itu adalah terjadi di kolong tol dalam kota di Pelumpang Pluit yang terletak di dekat Jakarta International Stadium atau Jeis yang biasanya digunakan untuk menonton bola atau konser. Nah, tol ini dikelola oleh PT Citra Marga Nusapala Persada atau disingkat dengan CMNP. Diketahui ada sebanyak 400 plat besi yang berada di kolong tol itu ludes dicuri oleh maling. Ya. Dan hal ini diketahui dari pengamatan warga sekitar yang tinggal di dekat kolong tol tersebut. Pemasangan plat besi di sana bukan tanpa alasan, Geng. Bukan cuma buat hias-hiasan, itu fungsinya untuk melapisi beton tol yang berada di atas pemukiman penduduk supaya enggak rubuh dan menimpa ya penduduk di sana ya. Karena ratusan plat tersebut udah dicuri, warga sekitar yang rumahnya hanya berjarak 100 m dari kolong tol merasa sangat khawatir. Kalau tiba-tiba beton tol tersebut enggak lagi kokoh, ya kapan aja bisa runtuh menimpa warga. Nah, di sini nih gua enggak paham ya ini yang nyuri siapa? Warga situ apa bukan. Kalau bukan warga situ kok berani, tapi ya enggak masuk di akal ya. Kalau misalkan bukan warga situ kayak enggak mungkin banget gitu pasti dikejar sama warga lain. Nah, yang jadi curiganya kan jangan-jangan apa warga situ juga gitu yang ngambil. Tapi kalau warga situ yang ngambil apa enggak peduli sama keselamatan sendiri gitu? Demi bisa mendapatkan uang tapi enggak mikir jangka panjangnya. Nah, ini masih jadi pertanyaan. Ada salah seorang warga yang namanya disamarkan menjadi muin yang bercerita nih, Geng, sebelum terungkapnya pencurian plat besi di kolong tol tersebut itu sempat terjadi kebakaran di sana. Moin ini menduga kalau kebakaran itu terjadi karena plat besi yang udah enggak lagi terpasang. Ya, apa hubungannya tuh antara pencuri plat besi dengan kebakaran? Nah, jadi menurut si Muin ini pemasangan plat besi itu menggunakan lem ya. Dan ketika para pencuri ini mencoba mengambil plat besi itu, udah pastikan dia menggunakan alat untuk memotong besi ya dan alatnya itu mengeluarkan api. Udah pasti tuh atau sesuatu yang panas lah. Sehingga ya ketika terkena lem itu bisa memicu kobaran api yang besar dan timbullah kebakaran. Nah, itu tuh awal mulanya. Dan terus, Geng, biasanya maling itu kan beraksi kalau malam hari ketika kondisi udah sepi dan enggak banyak orang yang lalu-lalang di sana, ya kan. Nah, mereka melancarkan aksinya tersebut. Namun maling yang mengambil plat besi ini agak beda nih ya karena mereka melakukan aksi justru pada siang hari. Gila gak tuh? Nah, Muin ini pernah memergoki mereka di saat itu yang mana pada saat itu ya mendekati waktu zuhur. Nah, entah karena memang malingnya itu seberani itu, Geng. Atau merasa kalau ya warga yang ada di sana enggak bakal peduli, enggak akan mengganggu mereka. Makanya mereka nekad melakukan itu di siang hari. Jadi benar-benar seberani itu. Dan karena plat besi ini menjadi salah satu komponen penting dalam struktur bangunan, apalagi yang dicuri itu sekitar 400 plat besi. Ya, pihak CMNP selaku pengelola tol itu melaporkan aksi pencurian ini di tanggal 21 April 2025 ke Polres Metro Jakarta Utara. Nah, sekitar 2 hari kemudian pihak kepolisian akhirnya berhasil nih menangkap si pelakunya yaitu seorang pencuri berinisial SW usianya udah toku ya, 43 tahun masih nyuri. Ya ampun, kayak kerjaan bocil. Aduh. Nah, jadi ini dia ditangkap di sekitar Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Ya, pada saat penangkapan itu, polisi menyita dua buah palu, satu pahat yang dipakai oleh si SW ini untuk melancarkan aksinya dia. Nah, tapi kasus pencurian plat besi di kolong tol ini ternyata enggak berhenti dengan tertangkapnya si SW ini, Geng. Karena di saat itu polisi lagi-lagi mengantongi informasi dari si SW setelah pengembangan kasus. Nah, si SW ini bilang aksi dia tersebut juga melibatkan beberapa orang lain dan bakal terus dikejar tuh keberadaan orang-orang ini, tersangka-sangka lain ini. Dan selain itu, polisi juga bakal mencari penadah dari hasil curian tersebut. Dan singkat cerita, polisi kembali menangkap empat tersangka lain yang di mana polisi berhasil meringkus mereka di tanggal 28 April 2025. Nah, yang ditangkap ini ada yang usianya 51 tahun udah kakek-kakek, inisialnya RT. Nah, terus ada M sama tuh umurnya 51 tahun dan yang satu lagi AK usianya 45 tahun dan yang satu lagi yang paling muda yaitu ML usia 41 tahun. Dan mereka ini ditangkap di lokasi yang berbeda-beda di sekitar wilayah Tanjung Priuk dan juga di daerah Cilincing. Nah, polisi di saat itu juga menyita sejumlah barang bukti yang mana di antaranya ada tujuh keping plat besi, dua timbangan, satu tabung gas las besi, dan dua buah palu, satu pahat. dan juga ada rekaman CCTV yang memperlihatkan ketika mereka semua melakukan aksi pencurian tersebut. Wah, gila gila benar-benar akal-akalan Prinda Fun ya kan. Kacau banget. Nah, hasil dari pencurian mereka ini akhirnya diserahkan kepada penad ya dijual kepada si RT, si M dan AK. Nah, mereka bertigalah yang bakal menampung hasil curian dari SW dan juga ML ini. Dan setelah mereka mendapatkan pelat-pelat besi tersebut, nah mereka bertiga ini bakal memberikan uang kepada si pelaku yaitu SW dan juga ML. Dan pencurian ini dilakukan secara bertahap dengan menggunakan palu dan pahat doang. Alatnya cukup sederhana. Dan aksi ini sudah berjalan sejak beberapa tahun yang lalu. Mereka juga saling mengenal satu sama lain karena masih memiliki hubungan keluarga atau kerabat. Gila, satu keluarga maling ya nih definisi nih. Satu keluarga maling nih. Dan cuma ya masih ada dua orang lain, Geng, yang belum tertangkap sehingga masih dalam pengejaran polisi. Nah, si SW dan juga ML itu mengaku nekad mencuri plat besi di kolong tol demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan kondisi ekonomi di negara kita yang makin carut-marut kayak gini. Nah, CMNP sendiri mengaku mereka rugi ratusan juta rupiah akibat plat besi yang dicuri dari struktur bangunan kolong tol. Dan di saat ini CMNP sudah mengganti plat besi yang hilang dengan bahan alternatif lain yaitu berupa fiber reinforce polymer atau FRP. Dan FRP ini sendiri dinilai memiliki fungsi yang sama dengan plat besi untuk menambah kekuatan beton tol. Nah, cuma geng di sisi lain RFP ini memiliki nilai ekonomis yang lebih rendah kalau sudah terpasang. Nah, maksudnya tuh ya itu enggak bakal semahal plat besi kalau dijual lagi. Dengan begitu diharapkan bisa mencegah pencurian terulang kembali di kemudian hari. Untuk kekuatannya mungkin masih sama, tapi enggak bikin orang-orang yang otak sengklek ini tertarik untuk mencuri lagi gitu kan, karena tidak bisa ditimbang seperti besi gitu. Dan para pelaku yang sudah tertangkap ini akhirnya dikenakan pasal 363 KUHP atau Pasal 480 KUHP dengan penjara maksimal 7 tahun. Karena aksi pencurian ini cuma merugikan warga sekitar yang berada di kolong tol, tapi juga pengelola bahkan pemerintah. Nah, pihak DPRD sampai minta kepada Pempr DKI Jakarta untuk segera melakukan tindakan yang tegas terhadap para pencuri ini, Geng. Apalagi sebelum pencurian di kolong tolumpang fluit ini ramai di media. Nah, sempat ada juga berita pencurian plat besi dari jembatan penyeberangan orang di daan Mogot. Nah, jadi aksi-aksi pencurian besi ini udah sering dan udah marak terjadi. Dari dua kejadian ini jelas-jelas menunjukkan kalau permasalahan pencurian terhadap infrastruktur publik itu menjadi masalah yang serius. Sehingga Pemprov DKI Jakarta sudah harus mengusut dengan tuntas kasus-kasus kayak gini dan memberikan hukuman yang berat bagi para pelaku agar mereka jerah. Nah, sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta yaitu Rano Karno ya juga buka suara geng terkait kasus ini. Beliau bilang kalau kolong jembatan termasuk dengan tolumpang Peluit itu merupakan wilayah atau aset yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat bukan pemerintah daerah. Meskipun begitu, Pak Rano Karno menyampaikan terima kasih banyak kepada masyarakat yang sudah memberikan informasi mengenai kondisi terkait kolong tol ini. Nah, Pak Ranokarno mengakui kalau aparat termasuk Satpol PP itu tidak bisa mengawasi terus-menerus area kolong tol atau area lain yang berisiko dicuri materialnya. Dan oleh karena itu perlu adanya pemasangan CCTV dan meminta kepada masyarakat sekitar untuk ikut mengawasi dan menjaga infrastruktur di wilayah mereka masing-masing. Nah, jadi itu baru satu kasus tuh, Geng, ya. Yang mana kasus ini ya itulah sebuah kemunduran ya, yang dianggap kok mirip banget kayak di Prindavan. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam kasus selanjutnya mengenai pencurian rel kereta api di Bandung Barat, Jawa Barat. Langsung aja nih kita bahas. Jadi geng, aksi pencurian ini terjadi di tahun lalu, tepatnya tanggal 11 Oktober tahun 2024 sekitar jam 10.00 malam di lokasi jalur perlintasan kereta api di Desa Rende, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat sekitar 50 km dari pusat kota Bandung, Jawa Barat. Nah, para pencuri ini dengan mengendap-ngendap di sana dan bergerak cepat menuju lokasi rel kereta cadangan yang berada di kiri dan kanan jalur perlintasan. Kebayang tuh ya seringkat itu. Dan untuk melakukan aksi pencurian mereka ini, mereka itu sampai bawa alat las bertenaga gas yang biasa digunakan untuk memotong logam seniat itu. Dan dengan las itu, Geng, mereka itu memotong relan yang setiap potongan relnya itu panjangnya 2,8 m dengan berat mencapai 5,2 ton. Wah, gila duit tuh semua. Nah, aksi mereka tersebut itu selesai dalam hitungan jam. Nah, mereka lalu mengumpulkan 35 potongan rel dan dinaikkan ke sebuah truk yang terparkir di pinggir jalan yang mana rencananya bakal dibawa ke Bekasi. Nah, di sanalah ada penadah yang sudah menunggu besi-besi dari rel yang berhasil mereka curi itu. Dan beruntungnya niat buruk mereka ini enggak berjalan dengan mulus. Sebab aksi mereka diketahui oleh warga yang kemudian melaporkan mereka ke polisi pada tanggal 12 Oktober 2024 sekitar jam . dini hari. Nah, pihak kepolisian yaitu tim reserse Mobile Polda Jaber dengan cepat langsung datang ke lokasi pencurian. Dan setelah melakukan pemeriksaan di kamera pemantau atau CCTV, pengajaran pun dilakukan hingga akhirnya berhasil menghentikan truk yang membawa 35 potongan rel di salah satu ruas jalan yang berada di Kabupaten Karawang pada pagi harinya. Jadi, di hari itu juga langsung dikejar. Polisi di saat itu berhasil membekuk tiga orang pencuri yang bernama Edi Supriadi alias Edo. Terus ada Jajang Karmana alias Ujang. dan juga Jejen Jainal aliasen. Nah, mereka semua ditangkap ya. Mereka bertiga ini langsung mengakuilah perbuatan mereka karena memang sudah tertangkap basah dengan barang bukti di sana. Dari hasil pemeriksaan mereka ternyata merupakan bagian dari komplotan yang berpengalaman yang mencuri rel kereta yang memang udah profesional gitu. Dan bahkan mereka mengaku sudah melakukan aksi kayak gini itu udah sebanyak tujuh kali. Nah, daerah operasi mereka pun meliputi perlintasan wilayah Bandung Raya dan sudah melakukan pencurian sejak bulan September tahun 2024. Nah, karena mereka bertiga ini berperan sebagai eksekutornya, polisi masih berupaya untuk mengejar para penadahnya yang bakal menampung barang rel yang dicuri ini. Ya, dan ya meskipun sudah melakukan aksi sampai tujuh kali, Edi Supriadi si pelaku masih aja mengaku khilaf. Katanya kalau cuma sekali ya bisa dibilang khilaf, tapi kalau udah tujuh kali kayaknya doyan gitu ya. Beda nih demen nyuri gitu. Nah, kayak gak percaya gitu ya. Dan kalau kalian sendiri gimana geng? Kalian kira-kira kalau masih dia bilang hilo love ya, hilaf tujuh kali gimana? Hah? Kira-kira gimana tuh? Hah? Iya hilaf. Coba tinggalkan komentar di bawah. Terus, Geng. Pencurian yang dilakukan ketiga orang ini membuat pihak KAI sampai rugi sebesar Rp513 juta. Enggak tanggung-tanggung, ya. satu Pajero ruginya. Dan kalau menurut manajer humas daerah operasi atau DAOP 2 Bandung eh dari PTKAI itu yang namanya Ayep Hanapi, nah dia bilang kalau rel cadangan ini disimpan di area terbuka ya memang rawan untuk dicuri. Di tahun 2024 aja polisi dan DOOP2 itu sudah dua kali menggagalkan aksi pencurian rel cadangan. Dan seperti namanya yang dicuri itu adalah rel cadangan, bukan besi dari rel yang sudah dipakai atau sudah terpasang. Ya, karena cadangan kayak ban serep aja gitu, Geng. Semisalnya terjadi apa-apa dengan ban kita, ya kita kan bakal menggantinya dengan ban serep gitu kan, ban cadangan ya. Begitu juga dengan rel cadangan ini ya. Walaupun enggak dipakai, tapi suatu hari itu bakal dibutuhkan dan itu masih digunakan untuk kondisi-kondisi tertentu di perlintasan. semisalkan ada rel yang patah atau terjadi e longsoran sehingga rel cadangan itu bisa dipergunakan untuk menggantikan rel utama ya kan. Dan memang rel cadangan ini disimpan di ruang terbuka dan itu bukan tanpa alasan, Geng. Jadi ada alasannya. Hal itu agar petugas bisa segera menggunakan ketika ada kerusakan. Jadi enggak perlu disimpan di gudang. Ketika ada rusak langsung ambil langsung dipasang. Nah, oleh karena itu pihak DOP2 PTKI itu udah melakukan berbagai pencegahan atas pencurian rel ini. Salah satunya mereka melakukan patroli rutin di jalur perlintasan ya. Ee beberapa petugas keamanan tuh selalu berkeliling di sana. Terus, Geng, sementara itu menurut wakil ketua masyarakat Transportasi Indonesia atau MTI yang bernama Pak Joko Sutijowarno. Nah, beliau ini menilai rawan terjadi pencurian itu karena banyak area perlintasan yang belum diawasi dengan optimal. Dan hal ini karena jumlah petugas keamanannya belum memadai. Contohnya nih di jalur kereta api di DOOP2 itu melewati 11 stasiun dengan panjang lintasan 411 km. Total petugas keamanan yang disiagakan Interpol DOOP2 terutama ketika mudik Lebaran ya pada April 2024 itu cuma 640 orang yang bertugas. Nah dengan kondisi seperti itu diperlukan pendekatan untuk bisa mengantisipasi pencurian rel geng. Karena kan enggak cukup personilnya. Ada dua hal nih yang perlu dilakukan. itu yang pertama menggunakan teknologi canggih untuk bisa memantau kondisi rel salah satunya mungkin CCTV ya kan dan yang kedua melibatkan masyarakat yang tinggal di sekitar area jalur dengan memberikan bantuan CSR yang merupakan singkatan dari corporate social responsibility atau dalam bahasa Indonesianya dikenal dengan tanggung jawab sosial perusahaan. Hal ini dianggap perlu untuk dilakukan karena biasanya para pelaku itu bukan berasal dari lokasi tempat itu, Geng. Ya, bukan warga setempat, biasanya dari luar. Nah, warga setempat perlu tuh diedukasi, dirangkul untuk ya jaga-jaga. Kalau ada orang yang nyuri, "Pak, tolong ya, Pak, dilempar batu atau sikat aja, Pak." gitu. Nah, jadi dari sini kita bisa lihat ya, Geng, kemunduran-kemunduran di negara kita yang makin terlihat dan buset, enggak bisa lihat besi ya. Ada besi dikit sikat gitu. Hancur banget. Oke, itu kasus kedua. Sekarang kita bakal masuk ke dalam kasus yang ketiga dan ini lebih gila lagi soalnya ya biasanya para pelaku dari pencurian besi seperti ini adalah orang-orang dari kalangan menengah ke bawah kan. Nah, tapi apa jadinya nih kalau ternyata ada pejabat pemerintah yang berada di dalam sindikat pencurian kayak gini. Kacau enggak tuh? Sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan pejabat pemerintah terlibat sindikat pencurian rel kereta api. Jadi, geng, kasus ini terjadi di Sumatera Utara, tepatnya di jalur kereta api yang berlokasi di Jalan Sofyan Zakaria, Kecamatan Padang Hilir. Nah, awal mulanya nih ya kasusnya itu terjadi pada tanggal 26 September 2021. Dan singkat cerita, ditetapkanlah delan orang tersangka yaitu inial KT alias Endo. Terus ada MSH alias Sarif dan MSIH alias Surya. Terus ada ESS dan juga S alias bedak dan juga H alias Usup. Terus ada JJP alias Puput dan MN alias Ujang. Nah, mereka ini diduga melakukan pencurian rel kereta api dan menjual hasil curiannya kepada pihak tertentu. Nah, dari hasil penyelidikan lebih lanjut nih, Geng ya, dikatakan ee polisi itu menemukan bahwa ada seseorang yang bernama Christopher Munte yang diduga sebagai dalang dari aksi ini. Nah, perannya dia di dalam aksi pencurian itu cukup penting. Sebab dia ini disebut-sebut memberikan dana untuk membeli mata gergaji besi yang digunakan untuk memotong rel dan menjanjikan upah kepada para pelaku. Nah, perhatikan ini otaknya nih ya, donaturnya, investornya gitu. Nah, setelah berhasil mencuri, barang-barang tersebut kemudian dijual kembali kepada si Christop ini. Nah, berdasarkan bukti yang ada, polisi menetapkan si Christop ini sebagai tersangka pada tanggal 2 Oktober 2021. Nah, cuma nih, Geng, dia ini enggak berhasil ditemukan. Ya, kebayang tuh ya, lu melarikan diri dari polisi masuk daftar DPO gara-gara nyuri besi. Enggak ada yang lebih keren apa? Nah, terus geng beberapa tahun kemudian si Christop ini gak pernah kunjung ada kabar ya. Tiba-tiba aja 3 tahun kemudian tepatnya di tahun 2024 ada sebuah informasi terbaru mengenai si Kristop ini. Anehnya dia tahu kalau dia sedang berurusan dengan hukum tapi malah dia PD PD mendaftar sebagai calon anggota DPRD di dalam Pemilu 2024. Buset Lao kan lagi dikejar polisi nih gara-gara nyuri besi. Kok nyalonin diri jadi dewan perwakilan rakyat gitu kan ya. Enggak tahu diri banget rakyat mana yang mewakili rakyat-rakyat pencuri besi. Gara-gara dia menjadi peserta pemilu, pemeriksaan terhadap dia akhirnya sempat tertunda nih. Ya, ini berdasarkan dari arahan Kapolri yang mana mengatur penundaan proses hukum terhadap para peserta pemilu. Nah, sempat terjadi isu di saat itu, Geng, yang mana orang-orang mikir, "Apa jangan-jangan polisi ngelindungin si Kristop ini supaya dia tetap bisa maju di pemilu meskipun sedang tersandung hukum." Nah, banyak yang mikir gitu. Terus orang-orang juga mikir, "Apa jangan-jangan dana kampanyenya dari hasil nyuri besi nih? itu kan aneh banget gitu kan. Nah, cuma di saat itu pihak Polda Sumatera Utara ya mengatakan menegaskan kalau kasus Christop ini ditangani secara profesional dan Polda Sumatera Utara enggak akan mentolerir kejahatan ataupun memberikan perlindungan terhadap pihak manapun. Nah, jadi ini murni karena dia mau mencalonkan diri dan ya dari ee apa ya dari mandatnya Kapolri memang mengatakan kalau orang yang mengikuti pemilu jangan sampai diganggu dulu gitu ya, ditunggu aja dulu. Dan klarifikasi tersebut tidak sepenuhnya ternyata dipercaya oleh publik. Sehingga tim biru Paminal Mabes Polri akhirnya mencoba melakukan pemeriksaan langsung terhadap Polres Tebing Tinggi pada tanggal 11 Desember 2024. Hasilnya tidak menunjukkan adanya pelanggaran prosedur ataupun kode etik di dalam menangani kasus ini. Karena kasus ini memang masih dijalani, masih ditangani tapi ditunda bentar aja gitu. Tunggu sampai pemilu selesai baru dihap itu si Christop tadi. Setelah pemilu selesai, polisi sempat memanggil si Christop ini tepat di tanggal 7 Februari 2025. Tapi dia enggak hadir. Dia mangkir, geng, dengan alasan sedang bertugas di Provinsi Riau. Dan dia baru menghadiri panggilan penyidik dan diperiksa pada tanggal 17 Februari 10 hari kemudian ya, pas ee jam .00 siang di saat itu. Berkas perkara dari si Christop ini sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi dan masih menunggu petunjuk dari Jaksa untuk tahapan proses selanjutnya. Namun sampai saat ini si Christop ini ya masih belum ditahan. Nah, jadi memang kasus ini emang agak gila ya, Geng ya. Yang ketiga ini nih kasusnya gimana bisa orang yang sedang berurusan dengan hukum bisa-bisanya mencalonkan diri sebagai anggota DPRD. Dan mungkin kalian yang dari Sumatera Utara nih ya, khususnya yang tinggal di Tebing Tinggi, gua mau tanya ke kalian, apakah si Kristop ini benar-benar terpilih atau ee kalau terpilih gimana kinerjanya? Bagus atau enggak? Atau banyak besi yang hilang di sana? Oke, selanjutnya nih kita bakal membahas kasus pencurian yang lain. Kasus yang keempat ini adalah pencurian besi yang dilakukan oleh karyawan perusahaan. Gila enggak tuh? Oke, di kasus kali ini nih, Geng, ya. Ini terjadi di sebuah proyek ee yaitu perusahaan Waskita Karya yang berlokasi di Damping 2 Dermaga Timur Pelabuhan Benoa periode Oktober 2022 sampai April 2023 yang berlokasi di Denpasar Selatan di Bali. Nah, aksi ini terungkap dari pemeriksaan barang proyek dinding penahan tanah berupa besi ulir yang dibuat atau dilakukan pengerjaannya oleh PT Waskita Karya pada tanggal 7 April 2023 sekitar jam 08.00 pagi. Nah, dari pemeriksaan tersebut diketahui kalau ternyata ada 301 besi yang beratnya totalnya itu hingga 62 ton hilang. Gila enggak tuh? 62 ton loh. Dan hal ini menyebabkan perusahaan mengalami kerugian hingga Rp675,8 juta. Dan di saat itu PT Waskita Karya selaku pengelola itu melaporkan aksi pencurian ini ke polsek kawasan Pelabuhan Benoa dan polisi langsung menuju ke TKP dan mendapatkan informasi kalau besi-besi tersebut ternyata sudah dijual kiloan. Ya, polisi akhirnya menelusuri keberadaan para pelaku yang menjual besi ke pengepul. Ternyata, Geng, kacau banget. Tidak membutuhkan waktu yang lama, polisi pun berhasil mengungkap identitas sekaligus menangkap para pelaku yang jumlahnya itu ada tujuh orang. Mereka ini bernama Alwiyono, terus ada Iwayan deerta, terus ada Iomang Adiputra, terus ada Iketut Puja, terus ada Mas Rruri dan M. Wahyudi serta Saiful Adriansyah. Yang lebih mengagetkannya adalah ya mereka semua adalah karyawan ya. Ingat tuh karyawan di PT Waskita Karya. nyuri besi. Oke. Nah, Alwiono ini bekerja sebagai asisten mekanik. Terus Iwayan De Martha dan Ikomang Adiputra serta Ietut Puja itu bekerja sebagai security. Sementara Mas Ruri, M. Wahyudi, dan Saiful itu bekerja sebagai buru proyek. Nah, ada barang bukti yang disita yaitu besi ulir sisa penjualan mereka sebanyak 287 batang seberat sekitar 1,3 ton. rekening koran bank milik pelaku dan uang tunai senilai Rp28,7 juta. Nah, dari pengakuan ketujuh orang ini, mereka ini bilang mereka melakukan aksi di malam hari. Setelah mengambil besi tersebut, mereka menjualnya. Jadi, sesimpel itu. Dan hasil dari penjualan besi, mereka bagi-bagi untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Nah, atas perbuatannya ini para pelaku dijerat dengan pasal 363 tentang pencurian dengan ancaman penjara selama 7 tahun. Hah? Nyuri besi buat pompa. Asik kaliah, Bray. Bray. Oke, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan selanjutnya. Ini masih terkait pencurian besi dan kali ini terjadi di proyek kereta cepat Jakarta Bandung atau yang dikenal dengan Wush. Nah, sekarang kita bakal bahas. Jadi, geng, kejadian ini terjadi di proyek kereta cepat Jakarta Bandung atau Wush ya, yang berada di wilayah Cipinang Melayu, Makassar, Jakarta Timur yang dikelola oleh PT Kereta Cepat Indonesia, Cina atau KCIC. Nah, jadi waktu itu proyeknya itu belum selesai, Geng ceritanya ya kan karena kan wus itu baru beroperasi tahun 2023. Nah, tiba-tiba ada komplotan maling yang berusaha mencuri besi dari proyek tersebut di tanggal 30 November 2021. Mereka sudah mengambil beberapa besi dan diletakkan di sebuah mobil pick up yang mereka bawa untuk mengangkut besi-besi tersebut. Namun, aksi pencuriannya ini kepergok sama warga sekitar. Nah, karena ketahuan mereka langsung kabur dari sana sehingga mobil mereka pun ditinggal di sana. Warga dengan cepat langsung melaporkan aksi tersebut ke polisi. Dan karena besinya tertinggal, polisi bisa melihat ada tujuh besi habim namanya. Terus ada delan besi kanal, dua besi pipa CSL, dan satu besi skrup. Semua besi-besi itu sudah diamankan oleh polisi dan perkiraan polisi di saat itu jumlah dari pencurinya itu ada 9 orang. Dan pihak Polres Jakarta Timur dikatakan sudah mengantongi nama dari penadahnya. Dan si penadahnya ini bukanlah perusahaan tapi perorangan yang berlokasi di Jakarta. Terus singkat cerita, polisi akhirnya berhasil menangkap lima orang pelaku. Mereka ini berinisial DR, S, SU, AR, dan juga LR. Lalu ada lagi tujuh pelaku lain yang berhasil diidentifikasi oleh polisi, yaitu GN, FR, GB, RM, DR, dan juga H. Nah, namun mereka bertujuh ini masih buron ketika itu. Nah, menurut informasi yang didapatkan oleh polisi dari para tersangka, mereka menurunkan besi yang ada di atas corcoran. Bisi itu kemudian dimasukkan ke dalam mobil pickup lewat pagar seng yang dijebol oleh mereka dan persis di sebelah pagar seng tersebut ada mobil pickup yang siap menampung besi-besi tersebut. Nah, komplotan ini sudah mencuri besi proyek KCIC ya. Mereka sudah melakukan aksi ini dalam 6 bulan terakhir dan selama itu mereka sudah berhasil menjual sekitar 111 kg besi. Kalau di tootal nih geng kerugiannya itu mencapai Rp1 miliar lebih. Nah, karena banyaknya besi yang dicuri, ada dugaan kalau aksi ini dibantu oleh orang dalam atau pegawai dari PT Wijaya Karya atau Wika. Nah, KCIC juga buka suara terkait kasus ini. Dalam keterangannya, pihak KCIC bilang kalau besi yang dicuri itu bukanlah komponen konstruksi utama, melainkan itu adalah untuk keperluan sementara. Dan mengenai dugaan orang dalam, pihak KCIC itu menyebutkan sampai sejauh ini belum menemukan adanya indikasi keterlibatan orang dalam para tersangka juga dijerat dengan pasal 363 tentang pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara. Gila. KCIC menegaskan besi yang dicuri bukan bagian dari komponen konstruksi utama lintasan kereta cepat Jakarta Bandung, melainkan besi untuk kebutuhan temporary support. Gokil banget ya negara kita ya. Buset, ini sebenarnya menjadi kekhawatiran juga ya. Ee harusnya sih enggak bisa sepenuhnya disalahkan mental masyarakatnya atau watak masyarakatnya, tapi juga ya kita lihatlah kondisi negara kita kayak gimana ya kan. Untuk urusan perut, perekonomian kayaknya sulit banget sampai akhirnya orang-orang tuh mengincar infrastruktur negara karena merasa kayak ya mungkin uang mereka tuh dilarikan ke sana semua gitu kan. Jadi apa yang bisa mereka jarah ya kan selain infrastruktur atau ya fasilitas-fasilitas umum itu. Oke, dari tadi kita membahas ya tentang pencurian besi. Di kasus yang terakhir ini gua pengin ngajak kalian untuk membahas kasus pencurian kabel nih ya. Sebenarnya masih sama-sama aja yang dicari itu adalah komponen tembaganya gitu kan kalau kita berbicara tentang kabel. Dan kejadian ini terjadi di Tuban. Jadi, geng kabel yang berada di lingkungan perusahaan pabrik semen Indonesia yang berlokasi di Tuban, Jawa Timur itu dicuri. Komplotan pencurinya berhasil mengambil kabel sepanjang 1200 m di Galeri Batubara PT Semen Indonesia, Pabrik Tuban yang membuat kerugian perusahaan itu sampai Rp225 juta. Wuh, satu mobil. Ada lima orang nih yang ditetapkan sebagai tersangka yang mana dua di antaranya adalah karyawan mereka sendiri dari PT Semen Indonesia. Mereka adalah Ahmad Irawan, salah satu karyawan dari PT Nawakara Indonesia yang bekerja sebagai security. Dia berasal dari Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Tuban. Terus yang kedua ada Derjo yang juga bekerja sebagai security di perusahaan tersebut. Dan dalam menjalankan aksi mereka ini, mereka berdua juga dibantu oleh tiga orang warga yang bernama Nurkolis. Dia merupakan warga Desa Temandang. Terus ada Tarmidin asal Desa Karang. Terus ada lagi satu orang yang berinisial R yang masih melarikan diri DPO dia. Mereka berlima sudah merencanakan aksi pencurian kabel ini di sana. Dan komplotan pelaku itu bisa dengan leluasa masuk ke dalam kawasan pabrik ya karena melibatkan orang dalam yaitu si security tadi yang ternyata adalah Irawan dan juga Derjo. Mereka datang ke lokasi menggunakan sepeda motor tanpa menggunakan plat kendaraan supaya enggak kedetect sama CCTV gitu. Dan setelah sampai di lokasi, satpam ini beraksi dengan memanjat tiang conveyor, terus memotong kabel menggunakan gergaji besi dan langsung mengangkut potongan-potongan tersebut. Nah, setelah itu kabel ini dibawa ke ladang untuk dibakar supaya menghilangkan lapisan pelindung kabelnya kan kan itu kan rubber tuh diambillah bagian tembaga murninya dan usai mendapatkan tembaga tersebut mereka langsung menjual ke pengepul di daerah sekitar dan setelah ditimbang total berat tembaga itu mencapai 224 kg dan bisa menghasilkan uang sebesar Rp20 juta. Dan 1 kg tembaganya dijual seharga Rp85.000. Nah, di saat itu pihak perusahaan kemudian mendapatkan informasi adanya kabel yang hilang dan melaporkan ke polisi. Nah, mendapatkan laporan tersebut anggota Satres Krim Polres Tuban datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP menggali keterangan sejumlah saksi dan yang lain-lain lah. Nah, dari hasil penyelidikan diketahuilah kalau ada salah satu pelaku yaitu security Ahmad Irawan. Dia ditangkap di rumahnya langsung tanpa melakukan perlawanan di saat itu. Nah, dia langsung mengakui perbuatannya karena udah jelas itu ada dia di sana. Selanjutnya polisi melakukan penangkapan terhadap Nurkolis di rumahnya. Sementara Derjo ditangkap ketika sedang bekerja di kantor K3 PT Semen Indonesia Pabrik Tuban. Dan dari hasil pemeriksaan mereka diketahui kalau mereka ini sudah melakukan pencurian lebih dari satu kali. Nah, jadi yang tadi sekitar 224 kilo itu memang hasilnya ya segitu kecil ya. Tapi mereka sudah melakukannya berkali-kali dan total kerugian sampai ratusan juta. Wah, gila. Gila. Huh. Itu dia, Geng, kelakuan orang-orang kita Indonesia yang dikatakan saat sekarang ini menyebabkan Indonesia darurat pencurian besi. Ya, dan ini dikait-kaitkan seolah-olah mirip dengan Prindavan katanya. Tapi menurut kalian gimana, Geng? Mirip enggak dengan perindapan atau emang ini watak orang kita aja nih? Kalau di Sumatera Utara ya hal-hal kayak gini dikenal dengan ya para pelaku-pelaku pompa gitu ya. Nyuri besi-besi kecil bahkan yang penting bisa beli pompa. Pompa itu apa? Kalian tanya sendiri sama teman-teman kalian yang berasal dari Medan. Oke. Atau kalian yang dari Medan mau menjelaskan di kolom komentar, silakan jelaskan apa itu pompa.