File TXT tidak ditemukan.
RUSSIA BUILDING A MILITARY BASE IN BIAK, PAPUA?! AUSTRALIA & AMERICA PANIC OVER THIS ISSUE!
aUdeuXY5dRE • 2025-05-22
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Beberapa minggu lalu kita sempat
membahas tentang misteri pulau Diego
Garcia. Nah, buat kalian yang belum
pernah nonton videonya bisa cek langsung
di sini. Nah, kalau kalian kepo mengenai
misteri dan sejarah dari pulau tersebut.
Oke, gua reminder sedikit Diego Garcia
ini ya ini adalah pulau kepunyaan
Inggris tapi dijadikan sebagai pangkalan
militer punya Amerika. Bahkan menjadi
salah satu pangkalan militer Amerika
paling aktif. Dan lokasi dari pulau
Diego Garcia ternyata berdekatan dengan
laut lepas Indonesia. Jadi kalau
perjalanan lurus aja di laut lepas
Indonesia sampai ke Diego Garcia sana
yang mana kita gak pernah tahu kalau ada
pangkalan militer Amerika di sekitar
sana. Nah, tapi memang kalau kita lihat
dari peta jaraknya ya ribuan kilometer
itu cukup jauh juga gitu. Nah, tapi
gimana jadinya kalau ya ada pangkalan
militer dari negara lain? Negara lain
ini adalah negara kuat kayak Amerika
juga. Dan bahkan ini adalah saingannya
Amerika dan rencananya akan dibangun
jelas-jelas di atas pulau Indonesia. Tu
gimana tuh jadinya tuh? Nah, mungkin
kalian sudah tahu dari thumbnail bahwa
ya memang ada isu yang dikatakan kalau
Rusia sebagai musuh Amerika itu punya
rencana akan membangun pangkalan militer
mereka di Papua.
Pulau Biak yang kelihatan sekecil ini
dipeta katanya diincar Rusia buat
pangkalan
militer. Dari dulu biak emang dilirik
sama negara-negara
adidaya. Nah, isu ini awalnya itu enggak
ada yang tahu ini benar atau enggak,
hoax atau nyata. Nah, tapi rumornya
kencang banget, Geng. Karena yang
memberitakan tentang isu ini adalah
media luar. Dan bahkan ya isu ini sampai
membuat pihak Australia itu e memberi
respon karena pihak Australia
ketar-ketir. Kalau kita berbicara
tentang Papua itu jaraknya dengan
Australia dekat banget. Kalau sampai ada
Rusia di sana ya pangkalan militer Rusia
di sana maka Australia bisa terancam.
Makanya mereka sampai respon. Nah, jadi
isu ini enggak main-main, Geng. Nah,
tapi berbeda dengan orang Indonesia ya.
Malah banyak orang Indonesia yang
antusias karena menganggap dengan
keberadaan pangkalan militer Rusia di
Indonesia bakal memperkuat militer dan
pertahanan negara. Bahkan bisa
bersama-sama memerangi Amerika. Nah,
jadi orang Indonesia itu kebanyakan ya
condong ke Rusia gitu, Geng. Namun ada
juga yang merasa khawatir mengenai
kedaulatan Indonesia. Karena dengan
adanya keberadaan pangkalan militer
asing di sana, maka Indonesia bakal
mudah dipengaruhi oleh negara lain. Ya,
sekarang kita enggak usah ngomong soal
pangkalan militer deh. Itu lihat tuh
bule-bully Rusia di Bali yang naik motor
enggak pakai baju, enggak pakai helm,
itu aja udah bikin pusing gitu ya.
Bahkan mereka bikin kampung sendiri
gitu. Nah, ini gimana ceritanya kalau
sampai negara mereka bikin pangkalan
militer di sini? Makin pusing kita ya
kan? Nah, saking kencangnya isu ini dan
membuat Australia panik, nah baru-baru
ini dikabarkan pemerintah Australia itu
baru saja menandatangani perjanjian
pertahanan dengan pemerintah Indonesia.
Buru-buru mereka tanda tangan. Dan
apakah ini menjadi manuver politik dari
Indonesia untuk pelan-pelan mengurangi
ketergantungan dengan negara berat dan
mempererat hubungan dengan Rusia? Nah,
mengingatkan Indonesia udah masuk ke
dalam bridge gitu ya. Nah, nanti di
video ini kita bakal rangkum semuanya,
kita bakal bahas semuanya. Apakah ini
isu yang nyata atau cuma hoa? Dan kalau
memang ini nyata, kira-kira apa
keuntungannya bagi negara kita? Langsung
aja nih kita bahas secara lengkap. Halo,
Geng. Welcome back to Kamar
[Musik]
Jerry Genggeng. Kita langsung masuk ke
dalam pembahasan pertama yaitu isu
didirikannya pangkalan militer Rusia di
Indonesia.
Jadi, Geng, ada sebuah isu yang
dibicarakan oleh orang-orang mengenai
rencana Rusia yang mau membangun
pangkalan militer di Indonesia, tepatnya
di Pulau Biak, Papua. Itu eh lokasinya
itu ya kalau yang gua dengar nih itu
tepat di pangkalan TNI Angkatan Udara
atau Lanut Manuhua. Tapi dari mana nih
sebenarnya isu ini bermula? Benarkah
kayak gitu? Ada media internasional yang
berfokus di bidang pertahanan yang
bernama James atau Janis tulisannya ya.
Di sini gua baca James aja gitu ya. Nah,
media James ini menulis sebuah artikel
yang berjudul Indonesia MS Option After
Rusia Six Access to Air Force Base yang
kalau diartikan ya judulnya itu
Indonesia mempertimbangkan sejumlah opsi
setelah Rusia meminta akses ke pangkalan
angkatan udara. Wah, berat nih
bahasannya. Nah, di dalam artikel
tersebut nih, Geng ya, tertulis kalau
Rusia ingin mengincar pangkalan angkatan
udara Manuhua yang mana ini memiliki
landasan yang sama dengan bandara
Frankypo. Media James itu juga
menuliskan bahwa ada sejumlah sumber di
pemerintahan Indonesia yang
mengkonfirmasi permintaan Rusia yang
diterima langsung oleh kantor Menteri
Pertahanan yaitu Syafri Shamsudin.
Setelah Pak Syafri ini bertemu dengan
sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia
yang bernama Sergej Soigu pada bulan
Februari kemarin. Nah, isunya tuh serius
banget nih, Geng. Nah, kenapa bandara
Franz Kei Sepo yang diincar berdasarkan
isu tersebut? Nah, sebagai tempat yang
komersil, bandara ini menjadi pintu
masuk wisatawan mancanegara dari
Kepulauan Pasifik dan juga Eropa ya ke
Indonesia tepatnya ke Papua gitu ya.
Sebab jalur tersebut lebih dekat bagi
mereka untuk mendarat di sana
dibandingkan melalui Soekarno Hatta.
Jadi benar-benar ujung Indonesia gitu.
Keberadaan bandara Fran Kaisepo di Biak
ini menjadi bandara strategis secara
internasional karena berada di bibir
lautan Pasifik. Bahkan nih Geng, ke
depannya bandara Fran Kaisepo ini sudah
dipersiapkan untuk menjadi bandara
antariksa dunia.
Pernah dengar kan kalau nantinya ya ee
di Biak Papua itu penerbangan
pesawat-pesawat ruang angkasa katanya
bakal bermula dari sana karena setelah
dicek gitu ya itu sangat efisien, sangat
bagus itu lokasi untuk menerbangkan ya
Apollo, menerbangkan pesawat SpaceX dan
lain-lain. Pokoknya udah banyak isunya
soal itu. Nah, ini semua dikarenakan ya
biak daratannya tersebut berada di
Katulistiwa sehingga secara posisi bagus
untuk peluncuran satelit dan juga
pesawat ruang angkasa. Nah, letak
katulistiwa sering dikaitkan dengan
kemudahan dalam peluncuran roket karena
bisa memanfaatkan kecepatan secara
optimal akibat dari rotasi bumi yang
berdampak positif bagi peluncuran, yaitu
menghemat bahan bakar. Salah satunya
sebelumnya lembaga penerbangan dan
antariksa nasional atau yang sekarang
berada di bawah Brin itu juga
merencanakan pembangunan peluncuran
roket. Di tahun 2021 pihak 8 menjelaskan
rencana pembangunan akan rampung antara
tahun 2023 sampai dengan 2024. Meskipun
sampai sekarang ya belum diketahui
kelanjutannya. Udah 2025 belum jelas
juga tapi rencananya ya udah ada.
Seperti yang gua katakan sebelumnya ya,
Space X ya milik Elon Marx itu juga
sebelumnya sempat dikaitkan, Geng,
dengan proyek peluncuran satelit di biak
ini. Dan isu ini pernah mencuat setelah
Pak Jokowi yang di saat itu masih
menjabat sebagai presiden sempat
menawarkan SpaceX untuk membangun pusat
peluncuran roket mereka di Biak. Jadi
ini benar-benar nyata bukan isu hoax
belaka. Dan Biak sendiri menjadi daratan
yang strategis di kawasan Pasifik.
Negara-negara lain udah menyadari hal
ini dan menaruh perhatian terhadap biak
seperti Australia dan juga sekutunya
Amerika. Jarak dari biak ke Darwin yaitu
salah satu kota di Australia itu cuma
sejauh 1300 km dan di Darwin ini ada
satuan tugas marinir Amerika yang
bertugas di sana dan biasa menggelar
latihan bersama dengan pasukan
Australia. Dan selain itu di sebelah
utara Biak ada Guam yaitu sebuah daerah
yang berada di bawah teritori Amerika.
Jarak antara Biak dengan guam itu
sekitar 1800 km. Dan di Guam, Amerika
juga memiliki pangkalan militer yang
diperkuat sekitar 9.700 personil militer
mereka. Jadi benar-benar aset penting
buat negara kita. Jadi biak ini adalah
aset penting Indonesia. Penjelasan gua
tadi itu kalau kita lihat secara alasan
geografisnya gitu ya, geografisnya tuh
benar-benar strategis. Ternyata di luar
itu ada alasan lain lagi, Geng, dari
segi historisnya. Jadi ketika era Orde
Lama saat Indonesia dipimpin oleh
Presiden Soekarno ya sudah menjadi
rahasia umum kalau di saat itu Indonesia
menjalin hubungan yang erat dengan Uni
Soviet dengan Rusia. Kalian boleh cek
sendiri sejarahnya. Nah, isu rencana
pembangunan pangkalan militer Rusia
dibiak ya seperti mengingatkan saat-saat
Orde Lama dulu. Jadi kayak kenangan masa
lalu, CLBK, cinta lama bersemi kembali
antara Indonesia dengan Rusia gitu ya.
Dan hal ini juga dikonfirmasi oleh
peneliti kajian Rusia di Brin yang
bernama Albert Muhammad yang mana dia
mengatakan Rusia memang ingin sekali
membangun kembali hubungan erat dengan
Indonesia seperti masa orde lama ketika
dipimpin oleh Presiden Soekarno.
Keharmonisan Indonesia dengan Rusia
sempat terganggu ketika Presiden
Soeharto berkuasa selama lebih dari 30
tahun. Sebab di saat itu kan sudah
berganti menjadi Orde Baru tuh. Nah, itu
dinilai lebih condong memihak ke
Amerika. Makanya jangan heran kenapa
Freeport sekarang dikuasai oleh Amerika,
yaitu di era kepemimpinan Presiden
Soeharto karena beliau memang dekat
banget sama Amerika. Nah, jadinya
hubungan Indonesia dengan Rusia di saat
itu udah enggak hangat lagi, udah enggak
romantis lagi dan mulai menjauh semenjak
dipimpin oleh Presiden Soeharto. Terus,
Geng, setelah Orde Baru berakhir dan
Indonesia berada di masa reformasi,
Albert itu mengatakan hubungan antara
Indonesia dengan Rusia itu udah mulai
berangsur membaik. Walaupun kalau
dibandingkan dengan kondisi ketika orde
lama ya enggak apa ya, enggak seerat
dululah, enggak seerat ketika itulah
hubungannya. Nah, terus di bulan
November 2024, Pak Prabowo sudah
berupaya untuk mempererat kembali
hubungan militer dengan Rusia. Jadi,
beliau ini pengin lagi nih sama Rusia
tuh tetap gimana ya, romantis lagi gitu.
Termasuk dengan melakukan latihan
angkatan laut gabungan. Jadi, latihan
bareng nih tentara kita ya angkatan
lautnya dengan angkatan laut Rusia. Dan
selain itu Rusia itu memang familiar
banget dengan wilayah Papua. Sebab ya
ada sejarahnya nih di tahun 1960-an nih
geng. ketika Rusia masih tergabung di
dalam Uni Soviet. Nah, Uni Soviet itu
membantu Indonesia dalam menghadapi
Belanda untuk merebut Papua Barat. Ada
sejarahnya tuh. Jadi enggak salah kalau
Rusia saat ini ya diisukan menginginkan
biak Papua karena memang mereka sudah
mengenal dengan baik daerah biak ini
sehingga tidak perlu adaptasi terlalu
banyak. Di sisi lain, peneliti militer
yang bernama Made Suprima itu menduga
Rusia sedang mengincar biak sebagai
pangkalan udara militer kalau ada
situasi yang mengancam perang. Jadi ya
sengaja biak ini dijadikan tempat
pangkalan militer mereka ya. Nanti
ketika ada situasi yang mengancam
peperangan ya seperti sekarang mereka
kan diserang sama Barat terus ya
semenjak mereka menginvasi ee Ukraina
gitu. Nah, mereka tuh sangat-sangat
menginginkan biak ya karena tempatnya
strategis untuk melakukan serangan
balik. Dan Made itu menilai biak ini
berguna bagi Rusia untuk menghadapi
basis-basis militer Amerika yang berada
di wilayah Pasifik dan India. Ya,
seperti yang gua katakan tadi di daerah
Guam yang berbatasan langsung berhadapan
langsung dengan Papua nih. Nah, itu ada
Amerika di sana. Nah, kalau sampai biak
ini didapatkan oleh Rusia, maka Rusia
bisa langsung tuh perang terbuka sama
Amerika hadap-hadapan face to face.
Seram ya. Tapi itulah yang terjadi,
Geng. Enggak kebayang tuh ya, pas kalian
lagi bikin TikTok Tam Monika, tiba-tiba
ada rudal ya kan. We bam we bam Tia
Monikanya mati, ya kan? Ya, enggak ada
yang tahu gitu. Tapi jadi keren aja gitu
ya kalau Rusia ada di negara kita
pangkalan militernya kayaknya jadi kuat
banget gitu. Nah, ini pemikiran bodoh
gua doang sih. Menurut kalian gimana
tuh? Terus, Geng, gua gak bakal membahas
dulu nih apakah isu ini benar atau
sekedar hoa gitu ya, atau sekedar humor
doang. Nah, karena kan yang
memberitakannya itu adalah media
internasional dan ini termasuk media
yang terpercaya gitu. Nah, tapi sebelum
itu gua mau ngajak kalian dulu untuk
melihat dari segi untung ruginya nih.
Apakah dengan keberadaan pangkalan
militer Rusia di negara kita bakal
membuat kita diuntungkan, bakal membuat
kita jadi gagah gitu? Atau justru
sebaliknya, kita bakal sengsara, kita
bakal dirugikan. Nah, sekarang kita
masuk ke dalam pembahasannya. dampak
dari pangkalan militer Rusia yang ada di
Indonesia kalau benar-benar
[Musik]
terjadi. Nah, mungkin di antara kalian
ya, Geng, banyak yang senang mendengar
isu ini ya, karena mengingat Rusia
negara yang besar dan kuat. Soalnya
banyak orang Indonesia yang menganggap
Rusia adalah sahabat juga di masa lalu.
Lihat aja gimana orang Indonesia memuji
Presiden Putin ya kan? Dan oleh karena
itu kebanyakan orang menanggapi isu
tersebut dengan positif. menilai dengan
adanya pangkalan militer Rusia itu bakal
berdampak pada ketahanan militer
Indonesia yang nantinya semakin kuat
bahkan bisa bersama-sama berperang
melawan Amerika. Cuma apakah Rusia bakal
membantu Indonesia untuk meningkatkan
ketahanan militer seperti yang dilakukan
Amerika dengan Australia? Nah, gua
mengambil data dari media Bulgarian
militery, yaitu semisalnya nih ya, Rusia
mendapatkan izin dari Indonesia untuk
menjadikan biak sebagai pangkalan
militer mereka, maka ini akan sejalan
dengan sejarah masa lalu Rusia. ketika
menggunakan biak dalam misi mereka
seperti yang terjadi pada tahun 2017.
Nah, pada tahun 2017 tersebut nih, Geng,
Rusia itu sempat melakukan misi patroli
di Biaksana dengan menerbangkan dua
pesawat
pembomnah tuh. Pesawat tersebut bahkan
diterbangkan dari Lanut Manuhua.
aktivitas itu bukan ditujukan sebagai
serangan, tapi sebagai bagian dari
intelijen. Nah, apa yang dilakukan oleh
Rusia ketika itu dinilai untuk
menunjukkan kekuatan militer serta
pertahanan milik mereka kepada
sekutu-sekutu barat yang berada di dekat
biak seperti Australia. Jadi mereka
terbang di saat itu bukan pengin ngancam
Indonesia, tapi mereka pengin nunjukin
nih ke tetangga-tetangga kita seperti
Australia nih, salah satunya yang
berpihak kepada Berat. Kalau ya Rusia
sekuat itu, tapi dari atas langit
Indonesia mereka menunjukkannya. Terus
masih di dalam artikel yang sama nih,
Geng. Ada berbagai spekulasi nih
mengenai jenis pesawat apa yang bakal
dibawa oleh Rusia ke Manuhua Biak.
Kemungkinan besar mereka bakal membawa
kembali pesawat TU95 tadi ya, pesawat
pengebom yang sudah dioperasikan sejak
perang dingin yang dikenal dengan BE.
Nah, pesawat ini memiliki jangkauan
sekitar 15.000 1000 km tanpa perlu
mengisi bahan bakar sehingga
memungkinkan untuk melakukan misi jarak
jauh melintasi Samudra Pasifik. Nah,
TU95 ini bisa membawa hingga 15.000 kg
persenjataan termasuk rudal jelajah KH55
dan KH101 yang memiliki jangkauan
melebihi 2.500 km dan bisa dilengkapi
dengan hulu ledak nuklir. Seram banget
nih pesawat. Memang kecepatan TU95 ini
cenderung lebih lambat dan suara khasnya
yang masih terlalu terdengar sehingga
enggak optimal untuk dipakai sebagai
pesawat pengintai. Ya, namanya juga
pesawat jadul tapi masih kuat banget
dari era perang dingin gitu kan. Tapi
secara daya tahan dan kapasitas
muatannya itu menjadikan pesawat ini
sebagai alat intelijen yang sangat
menguntungkan bagi Rusia. Ketika Rusia
menerbangkan TU95 ini, Australia dan
Amerika tuh sampai kaget karena gak
pernah menyangka Rusia bisa mencapai
Pasifik menggunakan pesawat itu. Enggak
perlu turun-turun, Geng. Langsung trow
sampai ke Pasifik. Karena saking apa,
ya? Gua enggak bisa bilang hemat, ya.
Mungkin karena emang tangkinya besar
gitu. Nah, selain itu Rusia juga
kemungkinan akan membawa pesawat TU 160
atau yang dikenal dengan Blackjack. Nah,
pesawat ini lebih modern, Geng.
Dibandingkan dengan 95, TU 160 ini ya
jangkauannya 12.300 km dengan kapasitas
muatan 45.000 kg seperti rudal jelajah.
Lebih gila lagi. Kecepatan TU 160 itu
membuat pesawat ini agak lebih sulit
dipahami dibandingkan dengan TU95. Biaya
perawatannya juga cenderung mahal gitu.
Nah, jadi ini pesawat yang lebih modern
dan lebih canggih jauh daripada TU95.
Produksinya juga terbatas, Geng. Karena
diketahui ya cuma ada 36 unit aja. Dan
Rusia sebenarnya udah berupaya untuk
melakukan modernisasi ke beberapa unit
TU 160 punya mereka ini sejak tahun 2015
dengan menambahkan beberapa fitur
canggih. Nah, cuma unit yang udah
dimodernisasi ini masih sedikit
jumlahnya. Tapi tetap aja mengerikan
banget nih pesawat. Nah, selain pesawat
pengebom, Rusia juga kemungkinan bakal
mempertimbangkan untuk mengerahkan
pesawat pengintai seperti IL 20M dan
juga I Yushin I1 yang dimodifikasi dan
digunakan untuk pengawasan militer
dengan jangkauan 6.500 km yang sudah
dilengkapi dengan radar, sensor
infrared, dan fitur-fitur canggih
lainnya. Meskipun jika dibandingkan
dengan aset Amerika seperti P8 Poseidon
memang gak secanggih itu, tapi IL2M ini
tetap bakal efektif untuk tujuan Rusia.
Kalau Rusia berniat mau mengerahkan
pesawat ini ke Biak, itu bakal
menunjukkan kalau Rusia benar-benar
berniat ingin menantang Amerika dan
Australia di kawasan kita. Pengen perang
lawan negara tersebut, tapi dari negara
kita. Terus gimana nih, Geng, dengan
Indonesia? Apakah sesuai dengan harapan
yang kalian mau nih yang mana kalian
mendukung Rusia banget gitu yang menilai
dengan adanya pangkalan militer Rusia di
Indonesia bisa membantu militer dan
pertahanan Indonesia. Ya, mungkin
sebenarnya penilaian kalian enggak 100%
salah, tapi kita juga enggak bisa
mengenyampingkan fakta lain kalau ada
dampak negatif dari keberadaan pangkalan
militer Rusia di Indonesia. Indonesia
bisa dinilai membuka celah bagi konflik
kalau membiarkan wilayah kita dipakai
untuk pangkalan militer asing. Dan ini
bertentangan dengan prinsip kebijakan
luar negeri Indonesia yang bebas dan
aktif yang mencerminkan dalam konteks
geopolitik Indonesia itu tidak memihak
kepada siapapun baik itu Amerika maupun
Rusia ya. Jadi kita enggak ada tuh
memihak negara manapun. Nah, kalau
misalkan sampai terjadi nih pangkalan
militer untuk satu negara asing di
Indonesia, nah itu bisa dipandang oleh
dunia internasional kalau Indonesia
sudah mulai memihak kepada satu
kekuatan. Apalagi itu Rusia, ya kan,
musuhnya Amerika. Dan itu artinya sama
aja Indonesia mencari musuh dengan
membiarkan orang lain masuk ke dalam
rumah sendiri. Dampak negatifnya enggak
cuman itu, Geng. Indonesia juga
berpotensi menghadapi sanksi ekonomi
terutama dari negara-negara barat kalau
sampai mengizinkan Rusia membuka
pangkalan militer mereka dibiak. Ancaman
dari Barat terhadap upaya Indonesia
untuk membangun hubungan dengan Rusia
sudah terlihat dari berbagai hal.
Contohnya nih ya, ketika Indonesia mau
kerja sama dengan Rusia tapi gagal terus
dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Mau
itu kayak beli kapal selam sampai
pesawat perang itu gagal mulu. Nah,
belum lama ini juga Indonesia memang
pernah diberitakan mau beli kapal selam
kilo kelas buatan Rusia. Tapi entah
gimana kelanjutannya, apakah Indonesia
jadi beli atau enggak. Karena informasi
terakhirnya itu ya cuma pengin doang
sebatas pengin gitu. K ya. Hm. Bagus nih
kapal. Pengen beli. Ah, terus hilang.
Enggak jadi. Ya, mungkin duitnya
dikorupsi kali ya. Kita enggak ada yang
tahu gitu. Nah, penilaian kalau
Indonesia bakal bisa dikenakan sanksi
bukan tanpa alasan. Karena ada sebuah
kebijakan yang dikenal dengan Countering
America's Advisory Trut Sanction Act
atau yang disingkat dengan CA TSA. Nah,
kebijakan ini mengatur kepada negara
atau pihak manapun yang menjalin kerja
sama militer atau ekonomi dengan
negara-negara musuh Amerika seperti
Rusia, Iran, Korea Utara, dan
negara-negara lain ya maka bakal
mendapatkan sanksi berdasarkan kebijakan
tersebut. Nah, terus geng di dalam hal
ini maka banyak negara-negara kecil
kayak negara kita tuh jadi takut gitu
menjalin kerja sama militer dengan
negara-negara musuhnya Amerika. Nah, itu
dia kurang lebih gambaran mengenai
dampak kalau memang benar akan adanya
pangkalan militer Rusia di Indonesia.
Ya, cuma balik lagi, Geng. Isu ini benar
atau enggak? Nah, lalu apakah pernyataan
dari pemerintah Indonesia serta
pihak-pihak lain nih? Nah, sekarang kita
bakal masuk ke dalam pembahasan
selanjutnya mengenai tanggapan dari
berbagai pihak mengenai isu tersebut.
[Musik]
Jadi, Geng, setelah ramainya isu ini
diberitakan, pemerintah melalui
Kementerian Luar Negeri akhirnya buka
suara. Pihak Kementerian Luar Negeri itu
menyatakan kalau Indonesia enggak pernah
memberikan izin kepada negara manapun,
termasuk Rusia untuk membangun atau
memiliki pangkalan militer di wilayah
Indonesia. Alasannya selalu berlandaskan
pada kebijakan luar negeri Indonesia
yang bebas dan aktif. Yang mana
kebijakan ini ya dipakai untuk menyikapi
tawaran kerja sama militer dari negara
manapun. Jadi Indonesia itu netral.
Walaupun begitu, Indonesia ini tetap
membuka diri terhadap kunjungan kapal
atau pesawat militer asing yang datang
dengan misi damai. Ya, serupa dengan
pernyataan Kementerian Luar Negeri,
Kepala Biro Informasi Pertahanan
Kementerian Pertahanan yang bernama
Brigadir Jenderal TNI, Frega Wenas
Ingkiriwang. Nah, beliau ini bilang
Indonesia memang pernah mendapatkan
tawaran untuk penggunaan pangkalan
militer asing, tapi itu bukan sebuah
misi militer, tapi cuma sekedar
perawatan aja, pemeliharaan dan
kebutuhan logistik gitu. Jadi enggak
untuk pangkalan militer berperang gitu.
Jadi cuman kayak apa ya semacam
kapal-kapalnya alista mereka tuh ditaruh
di sini, dititipkan di sini kayak nyewa
parkirlah ibaratnya. Kalau keputusan di
dalam kerja sama pertahanan diambil itu
enggak tepat. bisa berdampak kepada
hubungan Indonesia dan negara-negara
lain ya. Jadi rusak gitu ya sehingga ya
dari pemerintah sendiri berupaya untuk
menjaga keseimbangan antara menjalin
hubungan strategis dan melindungi
kepentingan nasional. Jadi enggak mau
sembarangan. Pak Frega juga bilang kalau
Menteri Pertahanan ya, yaitu Sfri
Syamsudin itu udah mengkonfirmasi bahwa
isu tersebut tidak benar setelah
berkomunikasi dengan Wakil Perdana
Menteri Australia yaitu Richard Marles.
Nah, jadi berita ini bisa dikatakan cuma
rumor tapi diberitakan sama media asing
internasional yang besar. Ini kan seram
banget gitu ya. Sampai-sampai Australia
tuh ya bereaksi gitu. Dan isu mengenai
rencana pembangunan pangkalan militer
Rusia di Biak, Papua itu enggak cuma
ramai diberitakan di Indonesia, Geng.
Tapi juga udah terdengar ke luar negeri,
ya, terutama di Australia. Media
Australia yaitu ABC News itu membuat
sebuah artikel yang berjudul Why on
Earth World Rusia W military base in
Indonesia atau bahasa Indonesianya,
mengapa Rusia menginginkan pangkalan
militer di Indonesia? Dikabarkan ya
kalau banyak warga Australia yang merasa
terkejut sekaligus bingung ketika
mendengar kabar tersebut. Kenapa Rusia
malah memilih biak Papua yang lokasinya
benar-benar jauh di Indonesia untuk
dijadikan sebagai pangkalan militer
mereka? Bukannya mereka sedang terlibat
perang dengan Ukraina. Nah, terus gimana
dengan Indonesia yang merupakan mitra
strategisnya Australia? Karena
dikabarkan juga, Geng, kalau pemerintah
Australia baru saja tanda tangan
perjanjian pertahanan besar dengan
Indonesia. Nah, apa nih alasan Indonesia
untuk mempertimbangkan usulan Rusia
tersebut? Ya kan? Artikel ABC News
memang udah ditulis juga kalau
pemerintah Indonesia dengan jelas
menyatakan kalau isu tersebut hoa,
enggak benar gitu. Nah, tapi ada hal
lain yang disoroti oleh ABC News yaitu
mengenai pernyataan dari duta besar
Rusia untuk Indonesia yaitu Serj
Telchenov. Dikatakan nih, Geng, Serj ini
menanggapi isu tersebut dengan
mengatakan kalau kerja sama militer
merupakan bagian integral dari hubungan
antara pemerintah Rusia dan Indonesia.
Serj ini tidak membenarkan isu tersebut,
tapi juga enggak membantah hal itu.
Dibikin mengawang-ngawang nih. Dibikin
kayak Australia jadi bertanya-tanya
terus nih, benar enggak ya Rusia sama
Indonesia kerja sama bikin pangkalan di
biak gitu. Emang jago banget mainin
sikis orang ya kalau Rusia
ini. Nah, pernyataan tersebut jadi
menimbulkan spekulasi liar bagi
Australia ya kan karena memicu kecemasan
dalam pertahanan negara. Dalam laporan
ABC News, kalau sampai Rusia mendapatkan
izin membangun pangkalan militer di
Indonesia, nah Rusia bisa dengan mudah
mendapatkan akses untuk melakukan misi
intelijen dan pengawasan serta
pengintaian selama latihan militer
Australia dan mengumpulkan data mengenai
instalasi militer di wilayah utara yang
juga menampung para personil militer
Amerika. Nah, bahkan melakukan
pengawasan terhadap aktivitas militer
Amerika di Guam karena kan dekat banget
jaraknya. Nah, informasi yang didapatkan
oleh Rusia ini juga memungkinkan gak
cuma disimpan sendiri, tapi dibagikan ke
Cina sekutunya mereka. Jadi, kalau
kondisinya sampai begini, tentu membuat
Australia menjadi tersudutkan dan
terancam. Dan berhubung Amerika dan Cina
saat ini sedang perang dagang, ini
menjadi kesempatan juga bagi Cina untuk
menyerang Amerika bukan hanya dari segi
ekonomi, tapi juga bisa dengan cara
mengintai aktivitas militer Amerika di
kawasan Pasifik yang tentunya bakal
mempersulit perencanaan militer negara
tersebut di sana. Australia itu gak
punya waktu banyak untuk bertindak. Jadi
kalau memang kondisinya kayak gini ya,
Australia tahu sekalipun membujuk
Indonesia untuk menolak tawaran Rusia,
sepertinya upaya tersebut bakal sia-sia.
Mengingat keinginan Pak Prabowo sendiri
yang memang ingin mendapatkan mitra bagi
Indonesia sehingga menjadikan kondisi
tersebut ya sebagai peluang bagi Rusia
untuk masuk ke Indonesia ya. Karena
presiden kita sekarang sangat terbuka
gitu ya untuk bekerja sama dengan negara
manapun demi kemajuan negara kita.
Makanya Australia agak deg-degan dan
kondisi hubungan yang semakin erat ini
juga dilihat oleh Australia ketika
Indonesia dan Rusia melakukan latihan
bersama di bulan November 2024 lalu.
Nah, beberapa pejabat Australia bahkan
berspekulasi kalau Rusia mungkin aja
lagi ee merencanakan kesepakatan baru
dengan Indonesia. Nah, oleh karena itu
Australia sekarang sedang menunggu
konfirmasi resmi dari pemerintah
Indonesia kalau pesawat Rusia enggak
akan ada di pangkalan Indonesia dan
Indonesia juga enggak akan memiliki
pengaturan kunjungan atau akses apapun
terhadap Rusia. Sebab Indonesia adalah
mitra keamanan nasional yang sangat
penting bagi Australia. Sedeg-degan itu
Australia. Terus geng pihak Rusia
melalui Sergi Telkenov itu juga angkat
bicara. Nah, dia menegaskan kalau
rencana kerja sama Rusia di Pulau Biak
bukanlah berkaitan dengan pembangunan
pangkalan militer, katanya. Namun ini
adalah eksplorasi antariksa. Rencana ini
sudah dibahas sekitar 10 sampai 15 tahun
yang lalu. Dan saat itu sebuah
perusahaan Rusia mengajukan program Air
Launch Aerospace, yaitu peluncuran roket
dari pesawat Kago Ruslan. Jadi bukan
dari darat. Nah, bandara Biak ini
memiliki landasan besar dan sempat
direncanakan sebagai lokasi pendukung.
Tapi program ini enggak pernah
terealisasikan, Geng. karena ya berbagai
kendala lah. Nah, sekarang Rusia kembali
membuka peluang kerja sama baru. Namun
itu semua tergantung pada rencana dan
kebutuhan Indonesia. Dan menurut dia,
isu pembangunan pangkalan militer di
Indonesia ini bertentangan dengan
prinsip Rusia yang selalu menghormati
hukum internasional dan peraturan
domestik termasuk dengan konstitusi
Indonesia yang melarang keberadaan
pangkalan asing. Nah, Serj juga
menyinggung reaksi Australia yang
dinilai terlalu berlebihan dalam
menanggapi isu ini dan lebih
mencerminkan politik di dalam negeri
menjelang pemilu Australia yang bakal
dilaksanakan bulan depan. Menurut dia,
narasi ancaman Rusia kembali diangkat
dalam perdebatan politik internal
Australia yang memperburuk ketegangan
tanpa alasan yang jelas. Nas Serj ini
menegaskan kalau Rusia enggak mau
terlibat di dalam permainan domestik
negara lain. Nah, jadi kurang lebih
begitulah, Geng, ya. Pintar banget Rusia
ini di saat isu ini berkembang dan
sebenarnya enggak ada itu ya kerja sama
pembuatan ee pangkalan militer Rusia di
Biak itu cuman e isu belaka. Tapi Rusia
membuat hal ini jadi ngambang sehingga
Australia Amerika tuh jadi
ketar-ketir. Nah, itu dia geng
pembahasan kita kali ini soal isu
rencana pangkalan militer Rusia di
Papua. Dan isu ini sudah dibantah oleh
pemerintah kita dan juga Rusia sendiri
dengan cara yang ngambang. Kerja
samamanya itu bukan perihal militer tapi
justru antariksa. Nah, tapi seandainya
benar bakal ada pangkalan militer,
kira-kira kalian setuju enggak, Geng?
Kalau setuju alasannya kenapa dan kalau
enggak setuju alasannya juga kenapa.
Coba tinggalkan komentar di bawah.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:47 UTC
Categories
Manage