VALERIA MARQUEZ ! MODEL CANTIK MEXICO TEW4S DIT*MBAK SAAT LIVE TIKTOK
TEMQmR2HxSY • 2025-05-21
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Oke, sesuai dengan request kalian nih,
Geng. Hari ini kita bakal membahas
tentang sebuah kasus yang cukup viral
dari luar negeri, tepatnya di Mexico.
Biasanya kalau gua membahas tentang
Mexiko, pasti kalian ngiranya kasusnya
adalah tentang gangster lagi nih. Nah,
cuma kali ini ternyata berbeda, Geng.
Kita bakal membahas sebuah kasus yang
menimpa seorang model, ya. E namanya itu
adalah Valeria Marquez yang mana dia ini
e pas lagi nge-live TikTok tiba-tiba
didoor oleh seseorang. Oke. Nah, di sini
lagi-lagi gua minta maaf gua disclaimer
dulu. mungkin bakal banyak kata-kata
yang gua plesetkan ya supaya tetap ramah
kepada pendengar dari semua umur karena
itu adalah peraturan dari YouTube. Oke,
kita lanjutkan nih. Nah, jadi geng
cuplikan dari live TikTok-nya ini
berseleweran di media sosial. Di saat
itu ya Valeria ini enggak menyangka
bakal ada tragedi yang mengerikan yang
menimpa dia dan itu bakal ditonton oleh
banyak orang dan bakal viral serta
fenomenal banget. Ya, ini adalah
kejadian yang sangat-sangat mengerikan
dan disaksikan secara tidak sengaja oleh
banyak orang di dalam hal ini. Ya,
enggak cuma detik-detik ketika si pelaku
ini melakukan aksi dan terekam di
live-nya doang yang membuat orang-orang
jadi heboh. Nah, tapi juga ada beberapa
teori-teori serta isu yang dipercaya
mengenai sosok dari pelaku dan motif
dari aksinya tersebut. Nah, ini yang
menjadi misterinya nih, Geng. Ada yang
mengatakan bahwa dalang di balik
kejadian ini itu adalah teman-temannya
Valeria sendiri. Nah, tapi di cerita
yang lain ada juga yang mengatakan bahwa
pelakunya adalah mantan dari Valeria.
Nah, ini hati-hati banget nih buat
kalian nih. Jangan deh kalian
musuh-musuhan sama orang tuh sampai
keterlaluan. Nih, ada dua kemungkinan
ya. Yang pertama teman-temannya sendiri
yang mungkin lagi selek sama dia
gara-gara gosip-gosip gitu ya. Nah,
terus ada juga kemungkinan ini dari
mantan pacarnya. Nah, hati-hati kalian
kalau mutusin pacar tuh yang adem-adem
aja lah. Jangan sampai berantem
berantem. Nah, ujung-ujungnya bisa kayak
gini nih. Bahaya. Nanti bisa masuk
channel kata pena ya. Hati-hati terus,
Geng. Kecurigaan ini ya bukan tanpa
alasan karena dikatakan kalau si mantan
pacarnya dia itu memiliki hubungan
dengan kartel yang ada di Meksiko yang
kalian tahu sendiri ya gimana brutalnya
mereka dalam melakukan aksi apabila
mereka tidak senang dengan seseorang
atau tidak senang dengan ya sesuatulah.
Mau itu pemerintah, mau itu gengster
yang lain. Pokoknya mereka bakal
melakukan tindakan yang brutal. Nah,
selain itu ada rumor juga yang
mengatakan Valeria ini dihabisi secara
mengenaskan kayak gitu. Bukan karena
satu motif aja, tapi melainkan karena
ada sebuah aksi yang memang lagi tren di
sana yang disebut dengan femisida. Di
Meksiko ini lagi ramai banget. Nah,
femisida ini lagi marak-maraknya. Apa
itu femisida? Nanti gua bakal jelaskan
ke kalian ya. Ini tren yang mengerikan
sebenarnya yang mana ya targetnya itu
adalah para perempuan. Nah, di video
kali ini kita bakal membahas semua e
kronologi dari insiden ini yang menimpa
Valeria dan nanti kita juga bakal
bercerita siapa dalang di baliknya dan
apa motifnya. Apakah ini karena motif
personal atau justru karena femisida
tadi? Sekarang langsung aja kita bahas
secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back
to Kamar Jiri.
[Musik]
Geng, geng, kita langsung masuk ke dalam
kronologi insidennya dulu nih, Geng.
Sebelum nanti kita bercerita e motif di
baliknya dan siapa
pelakunya. Jadi, Geng, kasus ini menimpa
seorang model cantik asal Mexico namanya
Valeria Marquez. Nah, usianya itu muda
banget. Dia masih 23 tahun. Dia udah
terkenal dari tahun 2021. Setelah
memenangkan kontes kecantikan, Miss
Rostro namanya yang mana dalam bahasa
Indonesia artinya wajah nona atau nona
wajah gitu karena memang cantik banget.
Dan setelah dia memenangkan kontes
tersebut, Valeria ini mulai membuat
konten di sosial media. Kontennya
seputar tips make up, skincare,
perawatan diri, fashion, sampai
mendokumentasikan perjalanan ketika dia
sedang liburan alias nge-vlog. ya
wajarlah ya kalau udah terkenal cantik
udah pasti pengikutnya banyak dan
gampang untuk bikin konten-konten eh
lifestyle kayak gitu. Di akun
Instagram-nya dia itu yang followers-nya
udah sampai 500-an.000 gitu ya, dia ini
sempat ngpost foto-foto ketika dia
sedang berada di private jet terus kapal
pesiar. Ini benar-benar gambaran
kehidupan yang glamor mewah sebagai
seorang model dan akun TikTok-nya juga
udah sampai punya 100.000 R000 followers
cukup banyak sebelum akhirnya ke band.
Nah, Valeria ini juga punya usaha
kecantikan yaitu dia ee buka salon yang
melayani perawatan rambut, kuku, hingga
bulu mata. Jadi khusus buat cewek.
Salonnya ini namanya Blasem the Beauty
Lunge yang berlokasi di daerah Zapopan,
sebuah kota yang berada di sisi barat
laut negara bagian Halisco. Nah, kita
ngedengar nama dari negara bagiannya aja
udah seram ya. negara Halisco tulisannya
tuh Jalisco yang mana Halisco ini
seperti yang kita tahu ini adalah e
daerah base-nya kartel-kartel yang
mengerikan. Terus, Geng singkat cerita
nih pada tanggal 13 Mei tahun 2025,
beberapa jam sebelum penyerangan
terhadap Valeria ini, Valeria ini sempat
mengunggah konten di TikTok yang
berisikan pertanyaan yang artinya dalam
bahasa Indonesia nih kurang lebih kayak
gini. Gimana mereka bertiga
meninggalkanu di saat yang bersamaan?
Mereka benar-benar enggak punya hati.
Nah, itu sempat dia post tuh. Nah, tapi
enggak dijelaskan nih siapa tiga orang
yang dimaksud oleh Valeria ini. Dan
singkat cerita, selang beberapa saat
sebelum penyerangan terjadi, Valeria ini
lagi nyantai-nyantai menikmati waktu
luang di salonnya dia. Dan bersamaan
dengan temannya yang bernama Vivian
Delore yang pada saat itu juga sedang
ada di salon. Valeria akhirnya live
TikTok nih. Live lah dia di TikTok-nya
sambil meluk-meluk boneka. Valeria juga
menyebutkan nama Vivian beberapa kali di
live tersebut dan dia sempat cerita nih,
Geng, kalau Vivian ini pernah
mengirimkan kopi untuk dia. Nah, terus
boneka yang dia pegang selama live
kemungkinan besar juga merupakan hadiah
dari si Vivian. Baik hadiah kopi maupun
boneka sama-sama dikirimkan ke Valeria
di hari yang sama, cuma dalam bentuk
kiriman yang berbeda. Nah, yang pertama
dikirimkan oleh Vivian ini adalah kopi.
Barulah yang kedua boneka. Nah, Valeria
berceritalah di saat itu dia bilang
kalau Vivian ini seperti jatuh cinta
sama dia dengan konteks yang bercanda.
Nah, terus geng Vivian itu minta ke
Valeria jangan pergi dulu dari salon
karena bakal ada paket yang bakal sampai
ke salon dan khusus untuk dia supaya dia
bisa terima paket tersebut secara
langsung. Jadi kayak benar-benar Vivian
ini pengin ngasih surprise gitulah ke
temannya yaitu Valeria ini. Nah, sembari
menunggu paket itulah Valeria ini sempat
cerita geng di dalam live tersebut kalau
dia mempertimbangkan diri untuk pensiun
dari pekerjaan sebagai model serta
influencer. Nah, Valeria entah kenapa di
saat itu pengin berhenti. Mungkin karena
pengin bisnis atau hal lain. Nah,
tiba-tiba nih di saat dia sedang asik
live, Valeria ini dikabarkan oleh
karyawan salonnya kalau ada sebuah paket
yang akhirnya sampai nih ditujukan
kepada dia. Awalnya dia ngira itu adalah
paket yang dikirimkan oleh Vivian tadi
karena kan memang lagi nunggu paket
selanjutnya nih. Nah, tapi masalahnya
Valeria ini sempat bilang nih ke
penonton live-nya kalau dia agak
khawatir sebab Vivian sendiri enggak
melihat wajah kurir yang membawa paket
tersebut. Nah, biasanya kan kalau ada
kurir yang mau datang bawa paket ya,
kita pasti lihat wajah mereka. Nah,
sementara kurir yang membawa hadiah
untuk Valeria ini enggak sama sekali.
Nah, entah dia menutupi wajah
menggunakan masker atau semacam penutup
wajah lain atau gimana gitu. Mungkin
pakai helm juga gitu ya. Nah, tapi bagi
Valeria ini agak sedikit aneh ya. Si
kurirnya tidak mau memperlihatkan
mukanya atau wajahnya. Terus di saat
itu, Geng, keanehan semakin terasa
ketika si kurir ini gak mau memberikan
paket tersebut ke orang lain atau
diletakkan aja paketnya di depan rumah.
Dia maunya itu langsung diberikan kepada
Valeria karena alasannya paket tersebut
berisi barang yang mahal. Nah, oleh
karena itu si kurir cuma mau Valeria
yang menerima paket tersebut. Terus geng
merasa ada yang janggal nih. Akhirnya
Valeria ini bilang ke penonton di
live-nya itu yang mana dalam bahasa
Indonesia kira-kira artinya kayak gini.
Kenapa ini orang ya? Maksudnya tuh kurir
itu enggak langsung ngasih ke
karyawannya aja itu paket. Apa mungkin
si kurir ini mau menjemput aku atau
menculik aku atau gimana? Mungkin aja
mereka memang berniat ingin menghabisi
nyawaku. Kata dia kayak gitu ke
penontonnya. Enggak lama kemudian
Valeria ini ya kelihatan sedang
bincang-bincang dengan orang yang diduga
adalah kurir tadi ya. dia samperin tuh
kurir. Nah, di cuplikan video di
live-nya itu sempat terdengar kalau
kurirnya itu adalah seorang pria dari
nada bicaranya. Dan orang tersebut
menyapa Valeria dengan kata halo
katanya. Nah, lalu dijawab oleh Valeria,
"Halo juga." Dan kemudian orang yang
diduga kurir ini nanya, "Kamu Valeria
Marquez bukan?" Jadi ditanya langsung
tuh. Setelah dia mengucapkan sepatah dua
patah kata dengan orang yang diduga
sebagai kurir ini, Valeria mengarahkan
tangannya ke arah handphone untuk
mematikan mic atau nge-mute lah gitu
nge-mute live-nya tadi. Enggak tahu apa
alasan Valeria melakukan itu. Semisalkan
dia merasa khawatir, bukannya seharusnya
dia tetap menyalakan mic gitu ya.
Sehingga kalau terjadi apa-apa suaranya
bisa direkam dengan jelas. Kalau dugaan
netizen sih ya, kenapa dia mematikan mic
atau nge-mute handphone-nya? Karena
Valeria ini mengira itu adalah paket
dari Vivian yang dia tunggu sejak tadi.
Nah, jadi dia mematikan mic itu biar
alamatnya Vivian gak ketahuan ketika
disebutkan oleh si kurir. Nah, intinya
Valeria ini mau menjaga privacy dari
Vivian. Nah, tapi yang terjadi malah
sebaliknya. Yang datang ke dia ini
ternyata enggak cuma mau mengantarkan
paket, melainkan orang ini ya orang yang
akan mengeksekusi dia, menghabisi nyawa
dia di saat itu juga. Nah, sesaat
setelah dia mematikan mic di siaran
live-nya tadi, terjadilah dari cuplikan
live TikTok tersebut ya, yang mana
Valeria memegang bagian dada dan
perutnya yang kemungkinan besar itu
karena dia menahan rasa sakit akibat
timah panas yang bersarang atau
ditargetkan di tubuhnya ya, udah
bersarang di dadanya dan di perutnya.
Terus, Geng, karena mendapatkan serangan
tersebut, Valeria langsung terjatuh dari
kursi. Nah, lalu ada seorang perempuan
yang kemungkinan besar merupakan
karyawan yang bekerja di salon milik
Valeria yang dengan cepat langsung
ngambil handphone Valeria yang tadinya
dipakai buat nge-live dan dia langsung
ng-stop live tersebut. Dan tanpa
buang-buang waktu, karyawan salon ini
melaporkan insiden penembakan itu kepada
pihak kepolisian. Dan singkat cerita,
polisi pun tiba di lokasi kejadian
sekitar jam .30 malam. Nah, namun
sayangnya petugas medis di saat itu
memastikan Valeria udah enggak
menunjukkan tanda-tanda yang vital.
tanda-tanda yang ya dia sekarat gitu,
yang mana artinya sudah tidak tertolong
alias dia tewas. Nah, karena sosok
penyerangan ini enggak terekam ketika di
live, insiden yang menimpa Valeria ini
menimbulkan spekulasi. Spekulasi yang
liar. Siapakah yang berada di balik
serangan tersebut. Nah, sekarang kita
bakal masuk ke dalam pembahasan
orang-orang yang diduga sebagai
tersangka atas insiden yang mengerikan
ini terhadap Valeria.
Jadi, Geng, kejadian ini benar-benar
menggemparkan sosial media terkhususnya
di Mexico. Karena nih ya, Valeria ini
merupakan salah satu influencer yang
cukup terkenal. Ya, gimana enggak,
selain cantik dia juga berprestasi ya
kan udah pernah memenangkan sebuah ajang
kecantikan. Karena insiden ini terjadi
ketika Valeria lagi nge-live dan
semuanya terekam dengan jelas, ya. Akun
TikTok Valeria akhirnya di-ban. Nah,
diband karena ya ini benar-benar
menggemparkan ya kan. TikTok itu sangat
sensitif ya dengan hal-hal kayak gini ya
pasti bakal langsung ditangani dengan
cepat. Dan netizen sendiri udah mulai
berspekulasi nih Geng terkait orang yang
menjadi dalang di balik ini semua. Dan
orang pertama yang dicurigai adalah yang
bernama Vivian. Ya, gue yakin juga nih
kalian pasti kayak terpikir ke arah dia
juga kan. Nah, karena kan Vivian ini
minta kepada Valeria untuk menunggu kado
atau kejutan yang terakhir. Nah, kok
tiba-tiba malah yang datang bukan
kejutan, tapi justru ya nyawa Valeria
melayang. Nah, karena kan memang dari
informasi yang beredar dan dipercaya
saat ini pelakunya itu berpura-pura
sebagai kurir pengantar paket. Semisal
pelakunya itu berinisiatif untuk
berpura-pura sebagai kurir, nah itu kan
terlalu kebetulan. Kok bisa Vivian yang
meminta Valeria untuk tetap berada di
salon? ya, menunggu paket. Nah, terus
Valeria dihabisi oleh kurir. Nah,
apalagi kalau bukan ini ada hubungannya
dengan Vivian gitu kan. Nah, begitulah
pikiran orang-orang. Udah gitu, Geng,
yang mencurigakan banget ya. Biasanya
kan kalau kita mau mengirim barang lebih
dari satu, itu bakal dijadikan satu
paket biar enggak dikirim berkali-kali.
Nah, biar hemat biaya kirimnya juga.
Nah, tapi anehnya si Vivian ini sampai
ngirim tiga barang dalam tiga
pengantaran yang berbeda-beda. Ini
kenapa bisa? Apakah beda-beda toko atau
gimana? Nah, bisa jadi sebenarnya ya dia
ini meminta seseorang untuk menjadi
kurir berpura-pura sebagai alibi ya.
Mengirim paket dan lalu menghabisi nyawa
Valeria. Kalau enggak kenapa bisa sampai
tiga kali? Ya kan ya mungkin aja upaya
sebelumnya gagal. Misalkan gini ya, bisa
jadi kayak upaya pertama nih, paket yang
pertama gagal ya, karena Valeria gak
ngambil langsung barangnya tapi tetap
diterima. Paket yang kedua gagal lagi
karena Valeria juga enggak mengambil
langsung. Nah, akhirnya terjadilah di
paket yang ketiga. Karena memang aneh
banget di paket yang ketiga ini semacam
Vivian ini minta Valeria buat nunggu di
salon dan ambil sendiri. Di situlah
kecurigaannya. Terus geng, ada orang
lain lagi yang dicurigai sebagai dalang
di balik insiden ini, yaitu seorang
perempuan yang bernama Erika. Kalau dari
informasi yang beredar nih ya, Erika ini
adalah karyawan di salonnya Valeria dan
dia adalah orang yang mengambil
handphone-nya Valeria dan mengakhiri
live-nya itu ya. Langsung diambil
handphone-nya, langsung diop live-nya.
Nah, kenapa jadi Erika yang dituduh nih?
Ya, padahal Vivian tadi itu udah kayak
masuk akal banget ya. Tapi di sini ada
kecurigaan terhadap Erika juga. Nah,
dikatakan ketika dia ngambil handphone
Valeria yang masih dalam keadaan live
tadi ya, sempat terlihat wajah Erika itu
enggak ada ekspresi panik sama sekali.
Kayak orang biasa aja, kayak orang yang
mau nyelesaiin live aja gitu diambil,
dimatiin. Padahal sesaat sebelumnya
sudah terjadi insiden mengerikan di
sana. Nah, seperti dia itu ya dari
wajahnya itu kayak udah tahu apa yang
bakal terjadi. Jadi kayak biasa aja
gitu, mukanya lempeng gitu aja. Wajar
enggak sih, Geng? Nah, kalian sendiri
kalau melihat sesuatu entah itu
penembakan atau penghilangan nyawa atau
kejadian yang mengerikan lainnya itu
enggak mungkin sesantai itu kan
ekspresinya. Entah kalian panik, takut
atau nangis. Nah, karena itulah netizen
jadi berasumsi kalau Erika ini mengambil
dan menghentikan live-nya Valeria agar
penontonnya Valeria tidak mengetahui apa
yang sebenarnya terjadi dengan Valeria
di balik kamera dan siapa yang berada di
balik penyerangan itu. Yang mana Erika
lah yang merencanakan semuanya. Nah,
itulah yang dicurigai. Terus, Geng di
balik itu semua, Vivian sebenarnya udah
tahu nih narasi yang beredar di sosial
media yang menyedutkan dia, yang
akhirnya dia pun buka suara dan
membantah semuanya dengan meminta kepada
semua orang yang menyerang dia untuk
berhenti menyebarkan kabar yang enggak
benar. Selama ini dia dan Valeria itu
punya hubungan pertemanan yang sangat
dekat. Bahkan Vivian udah menganggap
Valeria seperti saudaranya sendiri
sehingga dia sama sekali gak akan pernah
kepikiran untuk melakukan apapun yang
menyakiti Valeria itu menurut dia. Baik
Valeria atau Vivian itu enggak pernah
membayangkan kejadian seperti ini bakal
e menimpa mereka. Dan sebelum insiden
ini terjadi, Valeria itu udah sering
menerima paket mau itu hadiah ataupun ee
dari kerja sama dengan salon miliknya
dia kayak endorse mungkin atau ada
barang-barang support mungkin. Nah,
selain itu Vivian juga membela Erika
nih. Karena kan yang dituduh tuh enggak
cuma Vivian doang, Erika juga ketuduh
nih. Nah, yang mana menurut netizen
Erika ini mematikan life untuk menutupi
kejahatan mereka ya kan. Nah, Vivian di
saat itu membantah hal tersebut. Dia
bilang kalau apa yang dilakukan oleh
Erika itu untuk menghormati Valeria dan
enggak pengin insiden mengerikan yang
terjadi kepada Valeria ini ditonton oleh
banyak orang secara eksplisit. Nah, oleh
karena itu Vivian ini minta agar
orang-orang itu berempati sedikit
terhadap kondisi ini. Sebab menurut dia,
peristiwa yang menimpa temannya Valeria
itu adalah sesuatu yang membuat dia saat
ini sangat terpuruk, sedih, dan ya ini
bukan hal yang mudah buat dia. Nah, itu
pembelaan dari Vivian ya terhadap diri
dia sendiri, terus terhadap Erika.
Menurut kalian gimana, Geng? Kalian
yakin enggak tuh kira-kira si Vivian ini
bukan pelakunya dari jalan cerita yang
ada. Coba deh tinggalkan komentar di
bawah. Terus geng, ada lagi nih yang
dicurigai yaitu mantan pacarnya Valeria.
Nah, kok bisa nih ke mantan pacarnya?
Soalnya nih ya, sebelum insiden ini
terjadi, Valeria ini sempat memposting
story di Instagram mengenai mantannya
ini dan dia bilang kalau seandainya ada
sesuatu yang terjadi kepada dia, nah ini
jaga-jaga aja. Ini udah pasti karena
ulah dari mantannya ini. Dan ini
pernyataan langsung dari Valerianya,
Geng. Dia udah warning gitu. Jadi enggak
salah kalau netizen jadi berasumsi kalau
mantan pacarnya ini adalah salah satu
orang yang patut dicurigai bertanggung
jawab atas kejadian tersebut. Nah, cuma
nih Geng Valeria itu enggak ngasih
informasi siapa nama dari mantannya. Ya,
kita mana tahu ya mantannya yang mana.
Siapa tahu banyak gitu mantannya. Tapi
yang jelas dia bilang itu mantannya.
Cuma yang dicurigai ya mantannya ini
kemungkinan besar ya yang bernama
Ricardo Rui Velasco yang berpacaran
dengan dia beberapa bulan yang lalu.
Nah, netizen berasumsi kalau Valeria ini
tinggal di wilayah yang sama dengan
Ricardo. Tapi Ricardo bukan orang yang
sembarangan. Dia adalah seseorang yang
diidentifikasi oleh Otoritas Federal
Mexico sebagai salah satu pemimpin
regional dari Halisco New Generation
Cartel. Gila, kartel yang pernah kita
bahas CJNG, sebuah kartel yang dulunya
dikenal sebagai Los Zas dan ini seram
banget ya. Anggotanya terlatih ya.
Terdiri dari mantan anggota angkatan
bersenjata Mexico yang membelot terus
jadi kartel. Seram enggak tuh? Jadi
Ricardo ini juga dikaitkan dengan
kasus-kasus besar seperti pengeksekusian
terhadap seorang YouTuber yang bernama
Juan Louis Lagunas Rosales yang dikenal
sebagai El Pirata dikuliakan pada tahun
2017. di Halisco. Nah, serta dia pernah
mengeksekusi seorang model perempuan
yang bernama Daisy Ferrer Arenas pada
tahun 2012. Nah, jadi kemungkinan besar
banget nih kalau dia dalang di balik
ini. Tapi dua orang tadi, Erika Vivian,
apakah mereka tidak terlibat ya tidak
patut dicurigai? Ya enggak juga. Yang
namanya kartel ya kita kan enggak tahu.
Siapa tahu aja Vivian ini dan Erika udah
bekerja sama si mantan pacarnya ini sama
si Ricardo ini. Kan enggak ada yang
tahu, Geng. Bisa jadi kerja samanya
karena dibayar atau bisa jadi kerja
samanya karena mereka juga terancam
daripada mereka yang modar ya kan
daripada mereka yang koid mendingan
mereka ngorbanin temannya bisa jadi
kayak gitu enggak ada yang tahu dari
kecurigaannya nih geng ya dikatakan
kemungkinan besar Ricardo ini merasa
kesal karena Valeria diduga menerima
hadiah mahal dari fansnya makanya dia
sampai nekad melakukan aksi tersebut
jadi kayak cemburulah ada fans, ada
penggemarnya yang ngasih hadiah ke
Valeria. Nah, Ricardo ini enggak terima.
Tapi juga mungkin ya karena memiliki
latar belakang sebagai pemimpin kartel
ya, mengeksekusi orang tuh bukan hal
yang sulit buat si Ricardo. Semua
kecurigaan netizen ini mengarah ke
orang-orang terdekat dari Valeria
termasuk dia karena memungkinkan banget.
Nah, sehingga masyarakat Meksiko itu
meminta kepada otoritas berwenang untuk
menyelidiki lebih dalam terkait
orang-orang yang dekat dengan Valeria.
Yang sudah pasti ya kalau Ricardo ini
kayaknya agak susah tersentuh kalau
memang dia adalah pemimpin kartel gitu.
Nah, gua mau dengar pendapat dari kalian
nih, Geng. Kalau dari kalian sendiri
gimana? Lebih percaya yang mana, Geng?
Apakah Vivian ataukah Erika ataukah
Ricardo atau justru tiga-tiganya?
Tiga-tiganya bekerja sama. Coba deh,
tinggalkan komentar di bawah. Dan sampai
saat sekarang ini, tiga orang yang
dicurigai tadi itu belum ditetapkan
sebagai tersangka, Geng. Jadi, polisi
masih harus mengkonfirmasi kebenaran
dari hubungan mereka dengan Valeria. Dan
sejauh ini polisi juga belum punya bukti
akurat apakah Ricardo yang sudah sejak
lama berada dalam pantauan polisi karena
memang dia adalah seorang kriminal ya
benar-benar sebagai pelaku ya atau
justru dua temannya tadi. Nah, terus
geng anehnya nih ya mengenai keberadaan
handphone yang digunakan oleh Valeria
untuk live itu enggak ada laporan dari
polisi yang mengatakan kalau mereka
sudah menyimpan atau mengamankan
handphone tersebut. Ini kan aneh ya,
padahal itu barang bukti loh. Nah, jadi
publik sekarang masih belum tahu, Geng,
apakah polisi sudah mendapatkan
informasi dari handphone-nya Valeria
atau belum. Tapi netizen menyimpulkan
kalau handphone-nya itu kemungkinan
besar belum berada di tangan polisi.
Sehingga kemungkinan besar handphone-nya
diambil oleh orang yang berusaha untuk
menghilangkan jejak dari segala bukti
yang mengarah kepada penyerangan
terhadap Valeria atau bukti terhadap
pelaku. Dan sangat mungkin kalau orang
tersebut terlibat di dalam penyerangan
ini. Nah, berarti kalau di dalam hal ini
yang patut dicurigai itu adalah Erika ya
kan. Dia yang terakhir kali yang matiin
handphone itu. Terus handphone-nya ke
mana? Nah, ini aneh banget. Nah,
berdasarkan informasi yang didapat oleh
Kantor Kejaksaan Negara bagian Halisco
itu ada dua orang geng yang datang ke
salonnya Valeria itu pakai motor. Satu
orangnya itu pura-pura sebagai kurir dan
satunya lagi yang bawa motornya. Dengan
orang yang berpura-pura sebagai kurir
ini, itu dia nanya sama Valeria apakah
dia Valeria Marquez atau bukan. Jadi
kayak paket ini buat Valeria Marquez,
kamu Valeria atau bukan gitulah kurang
lebih. Nah, itu artinya si pelaku ini
enggak tahu sebenarnya Valeria itu yang
mana. Dan dari informasi ini, otoritas
berwenang memiliki kesimpulan kalau
pelaku adalah seorang eksekutor bayaran,
bukan ya orang yang apa ya yang
berhubungan langsung. Kalau memang
pelakunya Ricardo, berarti bukan Ricardo
yang nghabisin, bisa jadi anak buahnya.
Nah, karena belum ada daftar nama yang
kemungkinan dicurigai sebagai tersangka
dan motif yang jelas atas kasus ini,
kantor kejaksaan akhirnya menyelidiki.
Mereka menyatakan kemungkinan besar ini
ada potensi femisida ya, sebuah ee apa
ya, kasus yang lagi tren dan lagi marak
banget di Meksiko dan korbannya itu
perempuan. Nah, ini adalah sebuah aksi
penghilangan nyawa terhadap kaum
perempuan karena urusan gender, urusan
jenis kelamin. Jadi, bukan karena dendam
atau maksud lain, tapi memang ya apa ya,
ada kelompok tertentu yang memang
membenci perempuan. Kenapa kasus Valeria
ini malah dikaitkan dengan femisida?
Nah, hal ini disebabkan karena memang di
Meksiko kasus femisida ini lagi banyak
banget, Geng. Kalau polisi enggak
menemukan pelaku dan motif dari
kejahatan tersebut, biasanya langsung
dikategorikan sebagai femida. Nah, gua
mau membahas ini juga nih terkait kasus
femida di Meksiko ya. Ini seberapa parah
sih kasusnya dan apakah femida ini
memang lazim terjadi di sana saking
seringnya atau gimana gitu. Nah,
sampai-sampai kasusnya Valeria ini
membingungkan polisi untuk menangkap
siapa pelakunya dan motifnya. Sekarang
kita
bahas. Jadi, Geng, Mexiko sudah
menghadapi krisis keamanan yang
berkelanjutan selama beberapa dekade dan
beberapa tahun terakhir yang mana
tingkat kekerasan di sana tuh makin
tinggi. Badan Statistik Geografi
Nasional Mexico yang disingkat dengan
INEGI itu melaporkan ada sebanyak
36.579 kasus penghilangan nyawa yang
terjadi pada tahun 2020. Di tahun yang
sama, Enegi ini melaporkan ada sebanyak
2.876 kasus penghilangan nyawa terhadap
perempuan. Dan kekerasan yang berbasis
gender sendiri meningkat di Meksiko. Di
mana banyak kasus seperti eksekusi
terhadap perempuan, perilaku yang enggak
etis terhadap perempuan, dan
meningkatnya penculikan. Selama 10 tahun
terakhir, peningkatan atas jumlah
penghilangan nyawa dan kekerasan
terhadap perempuan itu terus meningkat,
geng, di Mexico. Hal ini membuat Mexico
sebagai salah satu negara dengan tingkat
kekerasan gender tertinggi di dunia.
Nah, femisida ini sendiri merupakan
salah satu bentuk pelanggaran terhadap
beberapa hak asasi manusia yang sangat
mendasar, yaitu untuk hidup, kebebasan,
dan keamanan diri. Nah, jadi istilah ini
merujuk terhadap tindakan penghilangan
nyawa terhadap perempuan berbasis gender
oleh laki-laki tuh. Beruntunglah kalian,
Geng, ya, tinggal di negara kita nih
yang perempuan-perempuan masih dihargai
gitu. Kalian-kalian nih yang masih
joget-joget TikTok, statuch-stetchu
enggak diapa-apain sama cowok-cowok.
Kalau di Mexico stay dar meninggo ya
kalian. Oke. Nah, kayak kemarin Mbak
Dewi Persik nyanyi nona Ambon pica pica
pica. Benar-benar dipicain tuh kepalanya
tuh pakai door kalau di Mexico. Kalau di
Indonesia enggak dijadiin parodi sama
komika. Nah, seram banget geng Mexico.
Tingginya tingkat kekerasan gender di
Mexico itu bermula ketika penjajahan
bangsa Eropa seperti Spanyol ke benua
Amerika. Jadi banyak para penjajah yang
melakukan tindakan yang enggak etis nih
terhadap perempuan pribumi di sana. Dan
hal tersebut menciptakan istilah mestizo
yang berarti orang keturunan Spanyol dan
pribumi. Nah, cuma banyak dari
orang-orang keturunan ini yang justru
membenci ibu kandungnya yang merupakan
seorang pribumi, suku asli yang
menempati benua Amerika. Aneh banget
kan? Selain itu, sebagian besar hukum
pertama di Meksiko itu mengadaptasi
hukum dari Prancis di mana perempuan di
masa itu dicantumkan sebagai tanggungan
dari laki-laki dalam segala aspek
kehidupan. mulai dari hukum sampai
keuangan. Hal ini yang menyebabkan
perempuan dianggap lemah dan rendah
kedudukannya dari laki-laki di sana. Dan
semakin hari situasi ini semakin
memperburuk bagi perempuan Meksiko. Di
tahun 1990-an awal sampai tahun 2000-an
itu terjadi ya kasus-kasus penghilangan
nyawa terhadap perempuan di bawah umur
dan perempuan dewasa di salah satu kota
yang terletak di perbatasan Sungai Rio
Grande yaitu kota Siudat Huares. Nah,
aksi tersebut menyebabkan ada sekitar
400 perempuan yang terdiri dari
perempuan di bawah umur sampai perempuan
dewasa itu dihabisi. Jadi banyak dari
korban ini yang dilaporkan hilang dan
ditemukan dalam kondisi yang mengerikan
banget dan memang di wilayah tersebut
angka femisidanya tinggi banget, Geng.
Terus, Geng, pada tahun 1979 PBB ini
sempat membuat convention of the
elimination of all forms of
discrimination against woman atau
disingkat dengan C D a W, tulisannya
ceda gitu ya. Dan ini semua mulai
berlaku di tahun 1981. Dan semua negara
Amerika Latin sudah meratifikasikan sido
ini pada tahun 2001 termasuk Mexico
juga. Dan sidau ini menjadi upaya PBB
untuk bisa mengatasi femisida dan
mengkategorikan femisida sebagai
tindakan kriminal yang berbeda dari
bentuk penghilangan nyawa lain. Jadi
ibarata nih terkhusus untuk kasus-kasus
yang terjadi terhadap perempuan itu
disebut femisida. Tapi kalau kasus-kasus
yang melibatkan laki-laki dengan
laki-laki dihabisi gitu ya. Nah, itu ya
kayak kasus penghilangan nyawa biasa.
Terkhusus perempuan korbannya disebut
dengan femisida di Meksiko. Dan kasus
femida di Meksiko mendapat perhatian
khusus dikarenakan adanya budaya
machismo yang terbentuk sejak penjajahan
Spanyol yang gua bahas tadi ya.
Kebencian terhadap perempuan sudah
dibentuk sejak zaman penjajahan bahkan
antara anak ke ibunya yang pribumi.
Macismo ini itu adalah istilah yang
berasal dari bahasa Spanyol yang merujuk
kepada sikap atau pandangan yang
menempatkan laki-laki sebagai superior,
orang paling kuat dan kedudukannya lebih
tinggi dan dominan dibandingkan
perempuan dan sering disertai dengan
sifat maskulin yang berlebihan, kontrol,
bahkan seksis. Nah, kalau di Indonesia
nih kita nyuruh istri zaman sekarang aja
ngambil nasi nih ya. Sayang, tolong
ambil nasi atau ibu tolong ambil nasi.
Lu tuh udah dicap
patriarki. Udah langsung wah suami
patriarki nih tukang perintah ngebosi
segala macam Indonesia. Tapi kalau di
Mexico lu enggak disuruh ambil nasi,
dipotong leher lu. Nah, jadi enggak ada
istilah patriarki di sana. Adanya
femisida. Seram banget ya. Dan faktor
lainnya mengapa bisa femisida ini marak
terjadi di Meksiko? Itu sebabnya karena
perdagangan narkoboy. Pemerintah
berusaha untuk mengatasi hal tersebut
dengan menyatakan perang terhadap
perdagangan narkoboy yang dilakukan oleh
kartel. Dan memang maksudnya baik, namun
di satu sisi perang antara pemerintah
dengan kartel membuat kekerasan jadi
meningkat. Pelanggaran HAM, penyiksaan,
penghilangan nyawa, dan penghilangan
paksa itu jadi marak banget. Dan tiket
femida di kurun waktu ini juga meningkat
dua kali lipat dalam 3 tahun setelah
Presiden Felipe Calderon meluncurkan
kebijakan untuk memerangi kartel. Dan
banyaknya kelompok kriminal dan kartel
Meksiko itu membuat banyak perempuan di
sepanjang perbatasan Meksiko dan Amerika
jadi enggak aman dan adanya pemaksaan
terhadap perempuan untuk menjadi seorang
penghibur. Nah, jadi enggak amanlah
hidup perempuan di Meksiko. Terus, Geng,
faktor selanjutnya adalah karena
Makuadora sebutan untuk pabrik-pabrik
yang menggaji karyawan dengan upah
rendah di Meksiko. Namun perusahaannya
biasanya milik asing. Nah, pabrik ini
memproduksi barang yang nantinya bakal
diekspor ke negara asal dari pabrik itu.
Misalkan nih pabriknya dari Prancis,
punya Prancis gitu. Nah, barangnya
dibuat di Mexico, dicetak di Mexico,
dipabrik di Mexico, ya. Nanti bakal
dijual di Prancis. Maku Dora ini
beroperasi di wilayah perbatasan Meksiko
dan Amerika. Contohnya di Huar. Salah
satu dampak positifnya dari Makuadora
itu bisa menciptakan lapangan kerja bagi
banyak orang. Tapi di sisi lain,
Makuadora ini melakukan eksploitasi
kerja yang mana kondisi kerja mereka di
bawah standar dengan upah harian yang ya
sangat sedikit dan jam kerjanya yang
enggak wajar di mana mereka bekerja
hampir 24 jam sehari. Selain itu, banyak
pekerja perempuan di pabrik yang
mendapatkan perlakuan yang enggak etis.
Terdapat beberapa kejadian pekerja
perempuan mendapatkan perlakuan yang
enggak etis oleh atasannya dan banyak
juga kejadian mereka sampai diculik di
jalan ketika pulang kerja ataupun ketika
mereka berada di transportasi umum saat
mereka pulang dari pabrik. Nah, memang
udah ada beberapa upaya ya yang
dilakukan oleh pemerintah Meksiko untuk
menangani femida ini. Salah satunya
dengan meningkatkan pelaporan dan
pengumpulan data femida. Nah, banyak
dari kasus femida di Mexico yang enggak
terlapor secara resmi ke pemerintah.
Selain itu, pemerintah Mexiko juga
membuat undang-undang terkait kehidupan
perempuan yang bebas dari kekerasan,
yaitu alerta, de viiolencia, de Genero
kontra las Mueres atau disingkat dengan
AVGM. Nah, terus juga mereka mendirikan
kantor kejaksaan yang dikhususkan untuk
menangani masalah gender seperti
femisida dan mengeluarkan peringatan
yang berisikan kewajiban bagi otoritas
lokal, negara bagian, serta federal
untuk mengambil tindakan langsung
terhadap kasus femisida. Nah, cuma Geng
apapun usaha yang dilakukan oleh
pemerintah untuk bisa menanggulangi
serta mencegah femisida tetap aja
kasusnya ya terjadi bahkan bertambah
meningkat. Dan oleh karena itu banyak
yang menilai kalau pemerintah Mexico
cenderung menyepelikan femisida di
negara tersebut dan terus didesak oleh
Komnas HAM dan pihak internasional untuk
bisa menangani kasus femisida di negara
mereka. Karena udah mengerikan banget.
Yang jadi pertanyaan buat kita nih,
apakah insiden yang dialami oleh Valeria
termasuk ke dalam femida atau ada motif
personal yang lain di balik itu semua?
Sampai saat sekarang ini penyelidikannya
masih berlangsung di Mexico. Untuk
mengetahui hal itu, jadi kita tunggu aja
update selanjutnya.
Nah, itu dia, Geng, pembahasan kita kali
ini tentang aksi penghilangan nyawa
terhadap Valeria Marquez, seorang model
Mexico yang mana dia dihabisi ketika
sedang live TikTok. Ada kecurigaan kalau
ini adalah bagian dari sebuah ee apa ya?
Hal yang sedang marak terjadi di sana,
yaitu femisida. Kalian kebayang enggak,
Geng? Ini kan terjadinya di Mexico, ya.
Gua tuh jadi apa, ya? berkaca gitu dari
konten-konten gue yang sebelumnya itu
banyak banget orang-orang yang komen nih
kalau seandainya kasus ini terjadi di
Timur Tengah yang disalahin tuh agama ya
enggak sih? Iya enggak ya kan? Kalau ini
terjadi misalkan di Suriah oh langsung
tuh wah Islam begini begini begini
begini. Nah, kira-kira nih ya karena ini
kejadiannya di Mexico, kita lihat apakah
ada komen yang menyangkut-nyangkut agama
lagi. Apakah kejadian tabiat buruk yaitu
kata femisida kayak gini yang benci
terhadap perempuan, perempuan dihabisi
di negara tersebut bakal dikait-kaitkan
dengan agama juga. Kira-kira gimana
menurut kalian? Gua penasaran. Mari kita
lihat sama-sama di kolom komentar.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:02 UTC
Categories
Manage