Transcript
Tg0HkiNZNvw • GROUP FANTASI SED*R4H ! FAKTA-FAKTA MENGGELIKAN !
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1438_Tg0HkiNZNvw.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, makin aneh-aneh aja kelakuan
manusia zaman sekarang, terkhususnya di
negara kita Indonesia. Di pembahasan
kali ini, gua sangat berharap dan
bermohon banget kepada pihak YouTube
untuk tidak membatasi umur penonton yang
akan melihat video ini. Karena tujuan
dari video ini adalah untuk mengedukasi
teman-teman semua, terkhususnya di
Indonesia, mungkin juga bisa sampai ke
Malaysia, Singapura, dan juga Brunei
yang menonton video ini. Karena kalau
misalkan sampai mendapatkan pembatasan
umur, maka pesannya enggak nyampai untuk
semua kalangan, untuk semua umur. Nah,
jadi ini udah benar-benar dalam kondisi
yang kritis ya, kondisi yang benar-benar
kepepet banget nih soal moral manusia
Indonesia saat ini. Dan enggak tertutup
kemungkinan ini bisa merambah sampai ke
Malaysia, Brunei, dan negara-negara
tetangga kita ya. Karena kita masih satu
rumpun ya, kesamaan dan kemiripan
bahasanya juga ada gitu. Nah, takutnya
nih ya hal-hal kayak gini malah merambah
ke mana-mana. Nah, semoga konten ini
bisa menjadi acuan atau ya menyadarkan
kalian yang mungkin ya yang sedang
menonton sekarang ini adalah bagian dari
apa yang kita bahas ya, kalian bagian
dari grup itu. Kalian bisa sadar, Geng,
kalau apa yang kalian lakukan, kalau apa
yang sedang kalian ee terapkan di dalam
hidup kalian, kalian bergabung ke dalam
grup yang menyimpang ini, itu adalah
sebuah kesalahan yang besar. Oke. Nah,
dan sebelum gua mulai juga di sini, gua
mau disclaimer dulu ke kalian bahwa
mungkin bakal banyak kata kata atau
kalimat-kalimat yang gua plesetkan. Oke,
nanti kalian jangan protes nih. Nih, ada
aja yang protes kayak enggak enak nih
ngedengarnya, kata-katanya dirubah-rubah
kayak pusing gitu. Nah, kalian harus
paham, Geng, di dalam membahas sesuatu
yang sensitif, tujuan kita itu baik,
tujuan kita itu udah benar. Tapi
sayangnya platformnya ya di sini kan
kita berbicara YouTube tidak mengizinkan
yang namanya kata-kata yang eksplisit
dan frontal. Jadi supaya pesannya tetap
nyampai ya supaya videonya tetap
mendapatkan izin tayang. Nah gua mohon
banget pengertiannya di sini gua bakal
banyak memplesetkan kata-kata. Oke apa
sih yang menjadi hal yang sangat heboh
saat sekarang ini? Ya, mungkin kalian
udah lihat ya di thumbnail dan juga
judul dari video ini ya kan yang mana
semakin hari semakin ada aja tingkah
laku orang-orang yang enggak punya nalar
atau bisa dikatakan yang di luar nalar,
di luar norma adab manusia. Kita tahu
ya, Geng, di dunia ini kita dilahirkan
berpasang-pasangan. Kita saling menyukai
ya ee menyukai lawan jenis kita,
menyukai pasangan kita, ya kan. Nah,
kalau misalkan ada yang menyimpang, nah,
itu urusan lu. Ya, yang jelas gua di
sini menjelaskan yang sesuai dengan
kodratnya. Nah, ketika kita mencintai
seseorang, kita menyukai seseorang,
haruslah ya kalau misalkan hubungan
tersebut adalah hubungan yang ibaratnya
tuh ya pada akhirnya menjadi sakral,
boleh menikah gitu ya, yang sah gitu,
hubungan tersebut haruslah berbeda
antara keluarga yang satu dengan
keluarga yang lainnya. Enggak boleh nih
di dalam satu keluarga tiba-tiba ya
jatuh cinta, berhubungan atau menikah
gitu, itu enggak boleh. Ini bukan soal
menyimpangnya aja, tapi juga soal
nantinya kelahiran dari keturunan orang
yang melakukan hubungan satu keluarga
kayak gini itu keturunannya bakal
mengalami
kecacatan. Nah, secara medis juga
berbahaya banget. Jadi bukan cuma soal
dilarang oleh agama atau dilarang oleh
lingkungan, enggak. Tapi secara
kodratnya, secara medis juga ini
berbahaya. Ini udah banyak nih contoh
yang terjadi ya di dunia ini yang di
mana misalkan ayah, abang, atau kakek
tiba-tiba ya melakukan pemaksaan kepada
cucu, anak atau adik sendiri ya menikah
gitu. Nah, ini banyak kejadiannya ya.
Tapi mungkin bisa dikatakan ya tidak
lumrah. Masih belum lumrah di sekitar
kita. Masih tabu banget. Tapi geng,
baru-baru ini, nah ini benar-benar
enggak habis pikir muncul sebuah grup
yang bernama, maaf nih gua plesetin,
namanya itu adalah Fantasi Seradah ya,
yang mana ini sangat menggegerkan sosial
media. Kenapa bisa? Nah, soalnya sesuai
dengan namanya grup tersebut menjadi
wadah bagi orang-orang yang merasa
tertarik dengan anggota keluarganya
sendiri. Gila gak tuh?
Kementerian Komdiji pun telah melakukan
pemblokiran atas grup komunitas itu.
Jumlah anggotanya bahkan mencapai 32.000
orang. Unggahan-unggahan pada lini masa
grup ini sangat menjijikan.
Dan yang bikin mirisnya lagi adalah yang
membagikan fantasi-fantasi mereka yang
mana mereka lakukan ke orang-orang yang
masih belum sampai umurnya, belum layak
untuk mengetahui hal tersebut yang mana
mereka enggak tahu apa-apa. Nah, itu
mereka share, mereka bagikan, mereka
ceritakan. Dan pelaku-pelaku ini gak
terbatas kepada orang-orang dewasa yang
tarafnya masih remaja. Bahkan ada
seorang ayah, seorang ayah yang
melakukan kepada buah hatinya sendiri.
Ada. Dan ini sakit banget sih, Geng.
Keluarga yang seharusnya menjadi apa ya?
Ya, sesuatu yang harus dilindungi gitu
ya. Sosok yang harusnya menjadi
pelindung dan dilindungi tapi malah
menjadi tempat yang mengerikan. Dan ini
tentunya mengancam moral dari
orang-orang terkhususnya orang Indonesia
karena grup ini punya orang Indonesia.
Nah, dengan adanya grup ini menandakan
sudah ada banyak orang-orang yang mulai
mempraktikkan hal-hal kayak gini karena
fantasi mereka sudah ada, wadahnya juga
udah ada sehingga fenomena ini tentunya
harus menjadi perhatian kita semua ya,
tidak terkecuali mulai dari pemerintah
sampai ke masyarakat karena ini bahaya.
Di video kali ini kita bakal membahas
secara lengkap mengenai grup fantasi
seradah ini dan bagaimana penindakan
terhadap grup tersebut. Ini udah sangat
menyimpang. Oke, langsung aja nih kita
bahas secara lengkap. Halo, Geng.
Welcome back to Kamar
[Musik]
Jiri Genggeng. Kita langsung masuk aja
nih ke pembahasan yang pertama yaitu
ketika mencuatnya kabar keberadaan dari
grup Fantasi Seradah
[Musik]
ini. Jadi, Geng, grup Fantasi Seradah
ini ada di Facebook ya. Lagi-lagi
Facebook nih. Tapi e gua juga aneh sih,
biasanya hal-hal kayak gini tuh kalau
enggak di Facebook, di Telegram
biasanya. Tapi kalau kita berbicara
Facebook ini artinya lebih
terang-terangan. Karena kalau Telegram
itu kan dia lebih terselubung gitu ya.
Dan yang pertama kali menyuarakan
tentang keberadaan grup tersebut adalah
sebuah akun yang bernama Rihan Siska
Tambunan pada tanggal 14 Mei tahun 2025.
Dikatakan jumlah member dari grup
tersebut juga banyak banget, Geng.
Totalnya mencapai 32.000 orang tuh.
32.000 orang yang sakne tapi menyimpang.
Di dalam postingannya, Rihanna ini
bilang kalau di grup tersebut tersebar
banyak foto yang kemungkinan itu adalah
foto dari ya buah hati-buah hati mereka
sendiri atau bisa jadi foto yang mereka
ambil di internet terus diposting
menggunakan kalimat-kalimat yang
mengarah kepada hal yang tidak etis.
Jorok-jorok. Kebayang tuh ya? Misalkan
lu punya adik, terus lu mengutarakan
kalimat-kalimat yang eh gitu ya,
vulgar-vulgar buat adik lu sendiri
rasanya gimana gitu. Geli banget ya.
lebih menggelikan daripada PDB. Oke.
Nah, menurut Rihanna, grup fantasi
seradah ini enggak cuma ada di Facebook,
Geng, tapi juga ada di Telegram. Yang
mana memang ya kita enggak heran gitu,
ya. Yang namanya Telegram ini memang
banyak sekali grup-grup aneh seperti
ini. Dan dikatakan grup yang ada di
Telegram itu dijadikan sebagai tempat
membernya membagi-bagikan video fantasi
mereka dengan genre-genre yang ya
berhubungan seradah. Dan cuma geng
ketika itu kabar ini belum begitu
rameai. Baru ramai setelah berita soal
grup fantasi ini sampai ke X. Jadi
disebarkan melalui X alias Twitter. Nah,
di X lebih banyak screenshot yang
berisikan postingan-postingan yang ada
di dalam grup fantasi ini. Mereka dengan
enggak tahu malunya mereka tuh nulis
cerita-cerita mereka yang udah melakukan
apa aja. Yang gilanya dengan buah hati
mereka sendiri. Mereka ceritain kayak,
"Gua udah ngelakuin ini loh sama itu
gue, putri gue, gadis gue. Gua udah
ngelakuin ini loh sama putra
gue." Aduh, enggak habis pikir gua makin
edan ya zaman sekarang. Inilah butuhnya
adab tuh kayak gitu tuh. Ilmu agama itu
ya fungsinya kayak gini nih. Kalau
misalkan ilmu agama udah dianggap sepele
ya udah banyak orang yang ngomong kayak,
"Ah, mabok agama, lihat noh Amerika maju
negara." Ah, gini nih ujung-ujungnya
banyak orang sengklek karena udah enggak
punya lagi tiang pedoman dalam menjalani
hidup. Terus, Geng, ya kita lanjutkan
nih. Ada juga yang menceritakan mengenai
fantasi mereka. Jadi, mereka ini masih
berangan-angan belum mereka lakukan ya.
Tapi mereka tuh udah pengen gua tuh
pengin kayak gini loh, pengin ngelakuin
ini loh. Bahkan ada yang sampai
memposting wajah dari anggota
keluarganya sendiri. Lalu dia bercerita,
"Tuh, gua pengen banget ngelakuin ini
sama si ini loh, sama adik gue yang ini,
sama kakak gue yang ini." Tapi di grup
ini, Geng, enggak cuma antara orang tua
ke buah hati mereka. Ada juga yang
sesama saudara, ada juga yang ee justru
kebalikan nih dari buah hatinya ke orang
tuanya, ada yang kayak gitu. intinya
masih tergolong anggota keluarga dan
fantasi seradah ini dijadikan sebagai
sebuah grup di mana mereka bisa saling
membagikan pengalaman fantasi serta
foto-foto anggota keluarga mereka
sendiri satu sama lain dan di situ
mereka ya udah menciptakan ee apa ya
memanjakan fantasi mereka itu. Otak
mereka itu akan terus terus terus
mencerna fantasi orang lain ya kan.
Terus dia mencoba untuk membayangkan hal
itu. Kayak gimana kalau suatu hari gua
beneran ngelakuin itu kayak yang
diceritain sama orang yang ada di grup
gua. Atau sebaliknya, orang yang di grup
gua akan melakukan semua hal yang gua
ceritakan, mempraktikkan, wah itu
penyakitnya semakin gila sih. Yang lebih
mengejutkannya lagi, grup seperti ini
enggak cuma satu, enggak cuma fantasi
seradah doang, tapi ada juga grup-grup
lain. Ada grup yang namanya suka duka,
ada grup yang namanya Seradah. tadi ada
mertua versus menantu, ada ibu rumah
tangga dan lain-lain. Di salah satu
postingan dari grup yang bernama Suka
Duka, ada di antara mereka yang justru
menormalisasikan aksi ee yang mengerikan
ini dengan bilang, "Ya, hubungan seradah
itu adalah hubungan yang tabu tapi asik.
Jadi, enggak perlu diusik apalagi
munafik selagi asik." Waduh, ngerime ya.
Sengaja dibikin kayak eh bukan pantun
sih ya, kayak e ada rime, ada rimanya
gitu ya. Dan terus ada lagi postingan
lain yang menuliskan hubungan seradah
itu tidak akan pernah menyakiti hati
karena ada ikatan radahnya. Ada ikatan
radahnya. Jadi enggak pernah menyakiti
hati. Ya, lu sekandung sama gua, ya mau
ngapain aja lu enggak perlu marah gitu.
Nah, terus ada juga grup lain yang
bernama Cerita Dewasa Seradah yang mana
grup ini memiliki anggota jauh lebih
banyak dibandingkan Fantasi Seradah yang
viral. Dua kali lipatnya, Geng,
anggotanya sampai 60.000 anggota. Gila
enggak tuh? Kalau fantasi seradah tadi
ya 30.000-an ini 60.000 anggota. Berarti
ada sebegitu banyak orang-orang yang
menyimpang. Nah, ini udah gila banget.
Orang-orang yang join grup ini
mewajarkan semua penyimpangan yang
mereka fantasikan dan bahkan saling
sharing satu sama lain. Mencuatnya kabar
ini tentunya mengundang kemarahan dari
netizen. Banyak netizen yang menyuarakan
kabar ini dengan merepost kabar tersebut
sampai ada template-nya, Geng, di
Instagram agar netizen-netizen di
Instagram ikut mengangkat kasus ini dan
mendapatkan perhatian dari pemerintah
untuk segera ditindaklanjuti. Udah ada
juga seruan untuk me-report semua grup
menyimpang ini ramai-ramai. Namun, ada
ketakutan kalau satu grup direport maka
mereka masih bisa membuat grup lain atau
bahkan memindahkan platform mereka
sepenuhnya ke Telegram agar tidak ada
informasi yang bocor ke sosial media
lagi. Nah, ini kan makin terselubung,
agak susah nanti dibasmi dan ya bisa
dikatakan mereka semakin leluasa lah
membagikan aktivitas mereka di sana
tanpa terdeteksi orang-orang di luar
grup. Makanya nih, Geng. Netizen meminta
agar pemerintah kita untuk segera
menindaklanjuti grup ini. Bahkan gak
cuma dengan menghapus akses grup
tersebut, tapi juga mencari tahu siapa
aja yang menjadi membernya agar bisa
diberikan hukuman yang setimpal. Jadi,
apa yang mereka lakukan di dalam grup
ini ya sudah termasuk ke dalam tindakan
kriminal yang mana mereka ini sudah
melanggar pasal perlindungan anak dan
tindak pidana kekerasan atau TPKS. Dan
beberapa bulan sebelum mencuatnya kabar
mengenai grup-grup hubungan seradah ini
di Facebook, sempat ada grup serupa juga
yang ramai dibicarakan di Xgeng. Bedanya
yang sebelumnya itu bukan terjadi di
Indonesia, tapi di Korea Selatan. Negara
tersebut memang udah marak banget
kejahatan-kejahatan kayak gini. Pernah
juga gua bahas di konten tentang deep
fake kemarin ya. Ternyata ada grup yang
sama seperti Fantasi Seradah ini dan
kabar ini ramai banget di bulan Agustus
tahun kemarin. Nah, ketika itu ada akun
X dengan username Queen Archive One yang
menemukan adanya grup chat di Telegram
yang bernama humilation room yang
artinya ruang penghinaan. Dan di grup
tersebut juga ada grup chat lain yang
diberi nama sister room dan mother room.
Nah, seperti namanya grup tersebut
dijadikan sebagai tempat mereka untuk
membagikan foto ketika mereka memegang
tubuh anggota keluarga mereka sendiri.
Mau itu ibunya atau kakaknya atau adik
perempuannya. Dan itu semua mereka
lakukan di saat orang-orang ini
tertidur. Dan menurut akun tersebut,
orang-orang yang tergabung di dalam
grup-grup kayak gini juga membagikan
gimana cara mereka membius dan melakukan
ruda paksa kepada ya keluarga mereka
sendiri. Nah, jadi udah gila banget.
Namun enggak dijelaskan oleh akun Queen
Archive tadi, apakah mereka hanya
berhalusinasi atau justru mereka memang
sudah melakukannya dan apakah aksi
mereka itu sudah mereka dokumentasikan
atau hanya sekedar mereka tulis aja,
mereka ceritakan aja. Nah, ini enggak
diketahui. Yang jelas mereka ya
mengucapkan hal-hal tersebut. Dan Queen
Arc tadi enggak membagikan postingan itu
sebab isinya terlalu parah kata dia.
Jadi si Queen Archive ini cuman
membagikan treit-nya aja diceritain lah
gitu. Istilah dari humilation room
menjadi hal yang umum di Korea Selatan.
Kalau ada yang menyebutkan kalimat
tersebut, ya orang-orang Corsel bakal
tahu maksud dari humilation room ini,
Geng. Yaitu sebuah grup yang menargetkan
ya kaum perempuan di setiap lapisan. Mau
itu keluarga sendiri, siswa SD, SMP,
SMA, mahasiswi, rekan kerja, dan juga
berbagai tempat mulai dari desa, kota,
sampai provinsi. Intinya semua perempuan
korsel bisa menjadi korban dari mereka
yang tergabung ke dalam humilation room
ini. Keberadaan perempuan di korsel itu
enggak aman, Geng. Karena selalu
dibayang-bayangi oleh ancaman kalau
mereka bisa menjadi korban. Dan
humilation room ini ya juga termasuk ke
dalam grup yang menyebarkan deep fake.
Jadi intinya grup ini tuh isinya untuk
merendahkan perempuan dan fantasi mereka
sudah terlalu jauh sampai ditargetkan ke
anggota keluarga mereka sendiri. Ya,
kalian bisa bayangkan lah, Geng, ya.
Gimana seramnya tinggal di satu rumah
bersama predator kayak gini? Kalau lu
punya anggota keluarga yang tergabung ke
dalam ya humilation room tadi yang terus
memikirkan hal-hal kotor, jorok, jahat,
menyimpang kepada kalian sebagai anggota
keluarganya. Serem. Oke, selanjutnya
kita bakal membahas nih, Geng, mengenai
aksi serupa, tapi bukan lagi sebuah grup
di sosial media, melainkan sudah
dilakukan. Penyimpangan ini dilakukan
oleh kakak beradik yang sampai memiliki
buah hati, namun ya berakhir mengerikan.
Sekarang kita bahas yaitu sebuah kasus
yang gue yakin kalian juga tahu sempat
ramai kemarin ya di Medan. Oke, kita
bahas. Jadi, geng, kasus ini terjadi di
Medan pada hari Kamis pagi tanggal 8 Mei
tahun 2025 ketika seorang driver ojol
bernama Muhammad Yusuf itu tiba-tiba
menerima pesanan pengantaran paket dari
sepasang muda-mudi. Ini enggak bisa
dibilang suami istri, enggak bisa
dibilang pacaran. Yang jelas di saat itu
ada sepasang muda-mudi. Nah, mereka e
berada di sekitar SPBU di Jalan Bilal
Medan. Nah, pesanan tersebut tertera
atas nama Rudi sebagai pengirim dan
Putri sebagai penerima paket yang
dimasukkan ke dalam tas. Ya, paketnya
itu dimasukin ke dalam tas. Nah, di
aplikasi tertera kalau paket yang akan
dikirimkan itu berupa makanan dan juga
pakaian. Dan Yusuf ini sebagai ojol
mikirnya itu cuma paket biasa. Apalagi
udah tertera di aplikasi kalau itu cuma
makanan dan pakaian. Jadi, dia enggak
menaruh kecurigaan apapun. Nah, Rudi
sepengirim juga memberikan uang sebagai
biaya pengantaran sebesar Rp15.000. Lalu
diantarkanlah paket tersebut ke alamat
yang diketahui menjadi alamat dari yang
namanya putri, orang yang akan menerima
paket. Singkat cerita, sampailah di
lokasi tujuan nih yang pada saat itu
berada di dekat area pemakaman yang mana
Yusuf ternyata mengirimkan pesan ke
Putri kalau paketnya udah sampai. Tapi
anehnya Putri meminta supaya paket
tersebut dititipkan ke marbot masjid
yang berada enggak jauh dari alamat
tertera di aplikasi. Dan Yusuf berusaha
memastikan hal ini ke Putri dengan
membalas chatnya. Cuma e setelah dia
minta Yusuf untuk ngeletakin paket itu
di teras masjid, putri ini enggak
balas-balas chat lagi. Jadi kayak
misalkan si Bapak Ojol ini yang namanya
Yusuf, dia tanya kayak, "Ini seriusan
taruh di sini ini makanan sama baju lu
entar hilang atau apa gitu kan." Nah,
cuman Putri ini enggak balas sama
sekali. Nah, ini yang anehnya. Dan si
Pak Yusuf Ojol ini merasa ada yang
enggak beres dan dia berinisiatif
menanyakan kepada ibu-ibu yang berada di
sekitar lokasi. Ya, perihal orang yang
namanya putri ada enggak? Karena dia
harus menerima paket yang membuat dia
semakin bingung. Ibu-ibu di sana bilang
enggak ada yang namanya putri. Ini putri
siapa? Gitu. Dan mulai dari sini nih,
Geng. Kecurigaan Pak Yusuf Ojol ini
semakin besar. Nah, kenapa paket ini
malah diminta untuk dititipkan dan
ibu-ibu di sekitar lokasi di sana enggak
ada yang pernah kenal atau yang tahu
namanya Putri yang tinggal di sekitar
sana. Dan oleh karena itu, Pak Yusuf ini
berinisiatif untuk membuka isi paket itu
yang karena dia merasa curiga apa sih
yang dia bawa. Dan ketika dia buka, dia
melihat adanya tumpukan paling atas itu.
Pertama ada sajadah yang dilipat. Terus
dia keluarkan sejadah itu dari dalam
tas. Dan ketika dia mengeluarkan
sajadahnya, dia kaget bukan main.
Ternyata di dalam tas tersebut bukan
pakaian, bukan makanan seperti yang
tertera di aplikasi, tapi melainkan yang
dia lihat adalah wajah Dedek ya, Debai
di dalam situ ya. Sori gua plesetin lagi
wajah Debai. Nah, Pak Yusuf ini
menyadari kalau Debai tersebut sudah
dalam keadaan yang tidak bernyawa alias
tidak bernafas dan ya berarti dia
mengirimkan jasad Debai. Nah, setelah
itu Pak Yusuf ini yang kaget serta debai
yang masih berada di dalam paket itu
langsung dia bawa ke Polsek Medan Timur.
Dia laporkan ke sana kejadian ini dan ya
langsung diperiksa. Di saat itu, Geng,
di dalam pemeriksaan pihak kepolisian ya
pelaku pun dicari dan pelaku atas
tindakan ini adalah yang bernama
Reyaldi. Usianya 24 tahun. Dan yang
gilanya adalah dia bersama adik
kandungnya sendiri yang bernama Na
Hamidah. Usianya 21 tahun. Nah, ini
ketahuanlah prosesnya tuh panjang
sebenarnya tapi di sini gua persingkat.
Intinya mereka ketahuan dan pada hari
Jumat tanggal 9 Mei tahun 2025 mereka
berdua nih kakak beradik ini akhirnya
berhasil ditangkap di sebuah kos yang
berada di kawasan Medan Belawan. Debai
yang sudah tidak bernyawa ini langsung
dilakukan proses autopsi dan dari hasil
autopsi luar dikatakan ada resapan
cairan radah di dalam kepala deba itu.
Nah, namun polisi masih harus
menyelidiki lebih dalam apakah resapan
radah tadi mengindikasikan adanya
tindakan yang kasar atau tindakan apa
yang terjadi kepada sibai ini sebelum
akhirnya dia ya wafat gitu. Nah, atau
enggak ada gitu atau mungkin memang ya
ketika dikirim mungkin ya ada kebentur
atau apa gitu enggak diketahui juga.
Tapi sementara itu fakta yang
mengejutkan terungkap nih ketika
ternyata yang namanya Renaldi si pelaku
dan juga adiknya Najema ternyata
memiliki hubungan lebih dari sekedar
adik kakak ya. Debai itu adalah buah
hati mereka dan mereka menjalani
hubungan percintaan
ya serada dan mereka berdua sudah enggak
tinggal serumah tapi masih sering
bertemu. Berdasarkan informasi dari
polisi ya yang mana ini diungkapkan oleh
si Najma. Dia itu mengetahui kalau dia
sedang mengandung sejak bulan Februari
2025. Nah, cuma ya debai tersebut ya
akhirnya lahir prematur atau belum genap
9 bulan pada tanggal 3 Mei 2025 di Barak
Tambunan, Sicanang, Medan Belawan.
Proses persalinannya dilakukan tanpa
bantuan medis. Dan setelah 5 hari usai
dilahirkan di tanggal 8 Mei, Najema
langsung membawa Debai tadi ke rumah
sakit Del5 Martubung karena kondisinya
lemah. Dan dokter yang menangani debai
ini mengatakan kalau debai tersebut
mengalami kurang gizi karena selama
dirawat ya Najema ini tidak memiliki
finansial yang cukup ya enggak punya
uang. Dan karena kondisi debnya tersebut
dokter menyarankan agar Najema merujuk
buah hatinya ini ke rumah sakit Pir
Ngadi. Tapi di saat itu mungkin karena
dia ketakutan gitu ya, karena kan ini
semua tidak wajar gitu. Nah, Najma ini
malah mengurungkan niat. Alasannya
karena debai tersebut tidak memiliki
data-data lengkap, dokumen lengkap
seperti akta kelahiran atau juga belum
tercantum di KK. Nah, akhirnya karena
enggak kunjung dibawa ke rumah sakit
pada malam hari sekitar jam 11.00 malam,
Debai ini pun akhirnya meninggal dunia
dan Najema di saat itu panik dan enggak
tahu harus berbuat apa dengan ya buah
hatinya tersebut. Lalu dia menghubungi
abang kandungnya yaitu Reinaldi yang
membantu dia untuk bisa mengurusi
jenazah dari Debai ini yang sudah ya
enggak tahu harus di ke manakan. Dan
enggak lama kemudian Renaldi pun datang
ke tempat Najema dan ikut membawa Debai
tadi ke Hotel Abadi Bryan pada dini hari
subuh-subuh. Dan singkat cerita di pagi
harinya tepat di jam 6.00 Pagi, Renaldi
dan Najema ini punya inisiatif memesan
layanan pengantaran barang di aplikasi
Ojol menggunakan akun palsu. Nah,
makanya pengirimnya tadi Rudi,
penerimanya Putri. Nah, itu sebenarnya
mereka-mereka berdua juga. Dan Renaldi
menggunakan nama Rudi sebagai pengirim
tadi. Sementara putri itu adalah si
Najeman sebagai penerima dan tujuannya
adalah Masjid Jamik yang berdekatan
dengan kompleks pemakaman. Kenapa mereka
berpikir untuk mengirimkannya ke sana?
ya, karena mereka berharap kalau nanti
akan ditemukan oleh marbot masjid dan
bisa segera dimakamkan. Jadi mereka
enggak perlu repot repot dan enggak
ketahuan. Nah, ini pemikiran yang pendek
dan bodoh banget menurut gue. Si Renald
ini juga mengaku dia mencari lokasi
masjid yang dekat dengan area pemakaman
secara acak melalui Google dan
dipilihlah masjid Jamik ini. Nah, terus
kenapa enggak mereka kuburkan sendiri
aja? Ya, karena mereka takut orang-orang
akan curiga dan jadi ketahuan kalau
mereka selama ini menjalin hubungan
serada.
menjijikan banget ya. Gak habis mikir
gua kok ada yang mau. Eh, kandung lu.
Gak kebayang gue. Tapi geng ada satu hal
yang ee apa ya yang mengejutkan juga nih
ya. Ini masih jadi pertanyaan orang
banyak sih. Dari pemberitaan yang
beredar kan semua orang tuh sudah yakin
kalau ini adalah deby dari hasil
hubungan serada antara si Najma dengan
Reinaldi abangnya. Tapi ketika
ditanyakan nih kepada si Najema nih, ini
benar hasil hubunganmu dengan abangmu?
Nah, cuman dia gak bisa jawab soalnya
dia mengaku kalau dia ini adalah sebagai
seorang penghibur. Nah, jadinya dia juga
enggak tahu siapa yang menjadi ayah
biologis dari Debai tersebut karena dia
ya sudah melayani banyak orang dan
enggak cuma abangnya aja. Nah, untuk
mengetahui secara pasti siapa ayah
biologisnya, apakah si Reenaldi abangnya
atau bukan, polisi masih menunggu hasil
DNA yang belum keluar. Meskipun begitu,
Renaldi dan Najma ini ya sudah
ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat
dengan pasal 80 Undang-Undang
Perlindungan. Selain itu, hubungan
mereka yang seradah ya yang mereka
lakukan juga memungkinkan mereka akan
mendapatkan hukuman yang lebih berat
nantinya karena di Indonesia itu
dilarang. Nah, jadi nanti kita tunggu
aja, Geng, ya, perkembangan dari kasus
ini. Oke, itu dia, Geng, beberapa
fenomena soal hubungan seradah yang
terjadi di Indonesia. Nah, emang
beritanya enggak begitu banyak soal
hubungan seradah ini, tapi enggak bisa
kita bilang kalau kasus ini sedikit.
Sedikitnya kasus yang kita ketahui dan
muncul ke publik itu dikarenakan memang
enggak banyak yang mencuat dan
dilaporkan, ya kan? Nah, kenapa begitu?
Ya, sekarang gua bakal mengajak kalian
untuk menggali lebih jauh terkait
fenomena kayak gini. khususnya di negara
kita. Kok bisa ada orang yang tertarik
dengan keluarga sendiri dan melakukan
hubungan serada dengan anggota keluarga
sendiri. Di Indonesia, Geng, aksi masih
marak terjadi dan mungkin masih banyak
juga yang belum dikonfirmasi karena
belum dilaporkan. Di antara aksi-aksi
menjajikan ini, ada yang sebagian besar
terjadi di lingkungan keluarga. ada
sebuah kasus ya tindakan yang dilakukan
dalam hubungan seradah khususnya terjadi
kepada ya putri perempuan yang terjadi
dalam kurun waktu dari tahun 2010 sampai
2017. Dari hasil penelitian tersebut
menunjukkan di Indonesia pelaku paling
banyak terjadinya hubungan seradah yang
berakhir dengan ruda itu biasanya
dilakukan oleh seorang ayah kandung atau
ayah tiri ya kepada putrinya dan hampir
semua kasus selalu diawali dengan
ancaman. Nah, pelaku biasanya
menggunakan berbagai cara untuk bisa
memperdaya korban dan menekan para
korban dengan ancaman-ancaman. Salah
satunya adalah ya enggak dikasih duit
atau ya enggak dikasih dukungan
finansial dan ya intinya dibikin
sengsara lah ya. Padahal itu kan ya
putri kandungnya sendiri. Nah, sementara
di sisi lain si korban yang merasa dia
sebagai putri kandung memiliki
ketergantungan secara ekonomi dan
finansial terhadap si pelaku yang
merupakan ayah kandungnya dan akhirnya
dia tidak bisa berbuat banyak karena
harus menghadapi ancaman tersebut. Dalam
berbagai kasus, korban biasanya enggak
berdaya karena mereka ketakutan dan
tidak memiliki kekuatan untuk melawan
sehingga enggak bisa mengelak dari
situasi tersebut. Bahkan terkadang
aksi-aksi tersebut terjadi dengan
sepengetahuan ya, ibu kandung yang sama
sekali gak bisa juga ngapain ya karena
enggak berdaya juga di hadapan si pelaku
yang biasanya suaminya. Nah, berbeda
dengan tindakan R yang biasanya terjadi
dalam satu kesempatan. Kalau yang
terjadi di dalam konteks hubungan
seradah ini biasanya bakal berlangsung
secara berulang-ulang dalam kurun waktu
yang lebih lama dan panjang bahkan
hingga bertahun-tahun. Dari 137 kasus
yang diteliti, setengahnya terjadi lebih
dari 1 tahun. Jadi, kasihan banget ya
korbannya. Dan sebanyak 22% kasus itu
berlangsung selama 1 sampai 2 tahun.
17%-nya berlangsung 3 sampai 4 tahun dan
11%-nya berlangsung di atas 5 tahun. Ya
Allah, enggak kebayang gue sedihnya jadi
korban. Dan ancaman yang diberikan oleh
para pelaku ini bermacam-macam. mulai
dari mengancam, enggak akan
disekolahkan, ya, enggak diberikan
pendidikan, melakukan kekerasan, melukai
atau bahkan menghilangkan nyawa eh ibu
dari si korban ya. Dan ya bahkan kadang
juga ya si korbannya sendiri bakal
dihilangkan nyawanya kalau sampai
mengadu. Nah, di satu sisi mereka ini
terpaksa hidup di dalam lingkungan
sosial dengan ancaman seperti itu. Namun
di sisi lain mereka memiliki pemahaman
bahwa hubungan seradah adalah aib yang
memalukan hingga mereka tidak bisa
mengadu ke siapa-siapa dan mereka
menyimpannya sendiri. Di dalam
penelitian ini juga diketahui kalau
sebagian besar kasus sebanyak 89%-nya
hanya diketahui oleh pelaku dan korban
aja. Sisanya kasus kayak gini sebenarnya
diketahui oleh pihak lain. Nah, tapi ya
enggak bisa berbuat apa-apa. Dan untuk
kasus yang dipergoki oleh ibu kandung,
kakek, nenek, atau anggota keluarga yang
lain gitu ya, biasanya bakal
mengakibatkan reaksi yang besar dan
enggak perlu waktu lama bagi pihak
keluarga untuk melaporkan si pelakunya.
Nah, beruntung nih bagi korban yang
mungkin punya keluarga yang berani untuk
melaporkan. Dan penelitian ini juga
menemukan ada beberapa ibu yang
mengetahui anaknya menjadi korban, tapi
mereka enggak bisa melakukan apa-apa,
Geng. Nah, selain takut dengan ancaman
si suami, mereka juga enggak pengin aib
keluarga mereka dibongkar ke publik
dengan menyimpan rapat-rapat perlakuan
suaminya tersebut terhadap ya buah hati
mereka sendiri. Dan sering sekali ibu
kandung yang memilih untuk melakukan hal
tersebut berada di bawah pemahaman
patriarki atau ya apa ya yang takut sama
suami diperintahin patuh banget enggak
berani apa-apa. Nah, sebab bagi ibu yang
lebih berdaya nih ya, yang lebih berani
gitu ya dan memiliki porsi yang kuat
dibandingkan suaminya, mereka enggak
bakal segan untuk bertindak ketika buah
hati mereka menjadi korban kayak gini.
Dan hal ini terbukti dengan pelapor
kejadian Serada itu sebagian besar
adalah ibu korban yaitu sebesar
63%. Nah, pelakunya banyak ayah ya. Dan
banyak ibu dari para korban ini yang
memilih untuk melaporkan kasus yang
dialami oleh buah hati mereka kemudian
memilih untuk bercerai dengan si
suaminya. Dan sisanya dari 137 kasus
sebanyak 23%-nya dilaporkan oleh saudara
mereka. Jadi si ibunya enggak berani
bertindak dan 4% dilaporkan oleh kakek
atau nenek korban dan 10%-nya dilaporkan
oleh korban sendiri. Jadi sedikit banget
yang berani untuk speak up. Lalu kita
balik lagi nih, Geng, ke grup fantasi
seradah yang kita bahas tadi. Apakah
sudah ada penanganan dari pemerintah?
Sejauh ini Kementerian Komunikasi dan
Digital atau Komdigi sudah melakukan
penanganan serius terhadap grup fantasi
seradah tersebut dan beberapa grup lain
yang terindikasi mengandung konten
serupa. Dan selain melakukan
pemblokiran, Komdigi juga sudah
melakukan koordinasi dengan platform
meta sebagai induk Facebook atas
penyebaran konten-konten yang melanggar
norma di grup-grup tadi. Tapi yang gua
bingung ya, Geng, kenapa ya kayak apa
ya, pemerintah kita ya, terutama kayak
Komdigi ini ya, Kementerian Komunikasi
dan Digital.
Kenapa sih enggak pernah ada pencegahan?
Ya, maksudnya pencegahan tuh gini,
selalu setelah viral baru
ditangani. Kayak ibaratnya sakit nih ya,
kayak kita kita punya tubuh supaya kita
mencegah sakit ya kita olahraga ya kan
akhirnya enggak perlu berobat. Nah, tapi
kebalikannya nih kalau pemerintah kita
udah sakit baru berobat enggak olahraga
dulu biar mencegah sakit itu datang
selalu begitu. Jadi fungsinya badan ini
tuh buat apa sebenarnya? Kalau bukan
dari kalian yang mendeteksi hal-hal yang
kayak gini, malah netizen yang pertama
kali memviralkan mencari tahu. Gila
banget gua enggak enggak habis pikir
gitu ya kayak ih sebesar itu loh
pendanaannya, biayanya ya kan untuk
menggaji orang-orang ini. Tapi sedih
kadang-kadang ya. Ya, semoga ke depannya
bisa lebih baiklah negara kita. Amin ya
rabbal alamin. Oke, Geng. Itu dia
pembahasan kita hari ini mengenai sebuah
grup yang bernama Fantasi Serada yang
menghebohkan publik karena menyebarkan
konten-konten yang melanggar norma ya,
tidak sesuai dengan norma kehidupan
manusia dan ini terjadi di Indonesia.
Gimana menurut kalian, Geng, tentang
pembahasan kita kali ini? Coba
tinggalkan komentar di bawah.