Transcript
Tg0HkiNZNvw • GROUP FANTASI SED*R4H ! FAKTA-FAKTA MENGGELIKAN !
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1438_Tg0HkiNZNvw.txt
Kind: captions Language: id Geng, makin aneh-aneh aja kelakuan manusia zaman sekarang, terkhususnya di negara kita Indonesia. Di pembahasan kali ini, gua sangat berharap dan bermohon banget kepada pihak YouTube untuk tidak membatasi umur penonton yang akan melihat video ini. Karena tujuan dari video ini adalah untuk mengedukasi teman-teman semua, terkhususnya di Indonesia, mungkin juga bisa sampai ke Malaysia, Singapura, dan juga Brunei yang menonton video ini. Karena kalau misalkan sampai mendapatkan pembatasan umur, maka pesannya enggak nyampai untuk semua kalangan, untuk semua umur. Nah, jadi ini udah benar-benar dalam kondisi yang kritis ya, kondisi yang benar-benar kepepet banget nih soal moral manusia Indonesia saat ini. Dan enggak tertutup kemungkinan ini bisa merambah sampai ke Malaysia, Brunei, dan negara-negara tetangga kita ya. Karena kita masih satu rumpun ya, kesamaan dan kemiripan bahasanya juga ada gitu. Nah, takutnya nih ya hal-hal kayak gini malah merambah ke mana-mana. Nah, semoga konten ini bisa menjadi acuan atau ya menyadarkan kalian yang mungkin ya yang sedang menonton sekarang ini adalah bagian dari apa yang kita bahas ya, kalian bagian dari grup itu. Kalian bisa sadar, Geng, kalau apa yang kalian lakukan, kalau apa yang sedang kalian ee terapkan di dalam hidup kalian, kalian bergabung ke dalam grup yang menyimpang ini, itu adalah sebuah kesalahan yang besar. Oke. Nah, dan sebelum gua mulai juga di sini, gua mau disclaimer dulu ke kalian bahwa mungkin bakal banyak kata kata atau kalimat-kalimat yang gua plesetkan. Oke, nanti kalian jangan protes nih. Nih, ada aja yang protes kayak enggak enak nih ngedengarnya, kata-katanya dirubah-rubah kayak pusing gitu. Nah, kalian harus paham, Geng, di dalam membahas sesuatu yang sensitif, tujuan kita itu baik, tujuan kita itu udah benar. Tapi sayangnya platformnya ya di sini kan kita berbicara YouTube tidak mengizinkan yang namanya kata-kata yang eksplisit dan frontal. Jadi supaya pesannya tetap nyampai ya supaya videonya tetap mendapatkan izin tayang. Nah gua mohon banget pengertiannya di sini gua bakal banyak memplesetkan kata-kata. Oke apa sih yang menjadi hal yang sangat heboh saat sekarang ini? Ya, mungkin kalian udah lihat ya di thumbnail dan juga judul dari video ini ya kan yang mana semakin hari semakin ada aja tingkah laku orang-orang yang enggak punya nalar atau bisa dikatakan yang di luar nalar, di luar norma adab manusia. Kita tahu ya, Geng, di dunia ini kita dilahirkan berpasang-pasangan. Kita saling menyukai ya ee menyukai lawan jenis kita, menyukai pasangan kita, ya kan. Nah, kalau misalkan ada yang menyimpang, nah, itu urusan lu. Ya, yang jelas gua di sini menjelaskan yang sesuai dengan kodratnya. Nah, ketika kita mencintai seseorang, kita menyukai seseorang, haruslah ya kalau misalkan hubungan tersebut adalah hubungan yang ibaratnya tuh ya pada akhirnya menjadi sakral, boleh menikah gitu ya, yang sah gitu, hubungan tersebut haruslah berbeda antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lainnya. Enggak boleh nih di dalam satu keluarga tiba-tiba ya jatuh cinta, berhubungan atau menikah gitu, itu enggak boleh. Ini bukan soal menyimpangnya aja, tapi juga soal nantinya kelahiran dari keturunan orang yang melakukan hubungan satu keluarga kayak gini itu keturunannya bakal mengalami kecacatan. Nah, secara medis juga berbahaya banget. Jadi bukan cuma soal dilarang oleh agama atau dilarang oleh lingkungan, enggak. Tapi secara kodratnya, secara medis juga ini berbahaya. Ini udah banyak nih contoh yang terjadi ya di dunia ini yang di mana misalkan ayah, abang, atau kakek tiba-tiba ya melakukan pemaksaan kepada cucu, anak atau adik sendiri ya menikah gitu. Nah, ini banyak kejadiannya ya. Tapi mungkin bisa dikatakan ya tidak lumrah. Masih belum lumrah di sekitar kita. Masih tabu banget. Tapi geng, baru-baru ini, nah ini benar-benar enggak habis pikir muncul sebuah grup yang bernama, maaf nih gua plesetin, namanya itu adalah Fantasi Seradah ya, yang mana ini sangat menggegerkan sosial media. Kenapa bisa? Nah, soalnya sesuai dengan namanya grup tersebut menjadi wadah bagi orang-orang yang merasa tertarik dengan anggota keluarganya sendiri. Gila gak tuh? Kementerian Komdiji pun telah melakukan pemblokiran atas grup komunitas itu. Jumlah anggotanya bahkan mencapai 32.000 orang. Unggahan-unggahan pada lini masa grup ini sangat menjijikan. Dan yang bikin mirisnya lagi adalah yang membagikan fantasi-fantasi mereka yang mana mereka lakukan ke orang-orang yang masih belum sampai umurnya, belum layak untuk mengetahui hal tersebut yang mana mereka enggak tahu apa-apa. Nah, itu mereka share, mereka bagikan, mereka ceritakan. Dan pelaku-pelaku ini gak terbatas kepada orang-orang dewasa yang tarafnya masih remaja. Bahkan ada seorang ayah, seorang ayah yang melakukan kepada buah hatinya sendiri. Ada. Dan ini sakit banget sih, Geng. Keluarga yang seharusnya menjadi apa ya? Ya, sesuatu yang harus dilindungi gitu ya. Sosok yang harusnya menjadi pelindung dan dilindungi tapi malah menjadi tempat yang mengerikan. Dan ini tentunya mengancam moral dari orang-orang terkhususnya orang Indonesia karena grup ini punya orang Indonesia. Nah, dengan adanya grup ini menandakan sudah ada banyak orang-orang yang mulai mempraktikkan hal-hal kayak gini karena fantasi mereka sudah ada, wadahnya juga udah ada sehingga fenomena ini tentunya harus menjadi perhatian kita semua ya, tidak terkecuali mulai dari pemerintah sampai ke masyarakat karena ini bahaya. Di video kali ini kita bakal membahas secara lengkap mengenai grup fantasi seradah ini dan bagaimana penindakan terhadap grup tersebut. Ini udah sangat menyimpang. Oke, langsung aja nih kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar [Musik] Jiri Genggeng. Kita langsung masuk aja nih ke pembahasan yang pertama yaitu ketika mencuatnya kabar keberadaan dari grup Fantasi Seradah [Musik] ini. Jadi, Geng, grup Fantasi Seradah ini ada di Facebook ya. Lagi-lagi Facebook nih. Tapi e gua juga aneh sih, biasanya hal-hal kayak gini tuh kalau enggak di Facebook, di Telegram biasanya. Tapi kalau kita berbicara Facebook ini artinya lebih terang-terangan. Karena kalau Telegram itu kan dia lebih terselubung gitu ya. Dan yang pertama kali menyuarakan tentang keberadaan grup tersebut adalah sebuah akun yang bernama Rihan Siska Tambunan pada tanggal 14 Mei tahun 2025. Dikatakan jumlah member dari grup tersebut juga banyak banget, Geng. Totalnya mencapai 32.000 orang tuh. 32.000 orang yang sakne tapi menyimpang. Di dalam postingannya, Rihanna ini bilang kalau di grup tersebut tersebar banyak foto yang kemungkinan itu adalah foto dari ya buah hati-buah hati mereka sendiri atau bisa jadi foto yang mereka ambil di internet terus diposting menggunakan kalimat-kalimat yang mengarah kepada hal yang tidak etis. Jorok-jorok. Kebayang tuh ya? Misalkan lu punya adik, terus lu mengutarakan kalimat-kalimat yang eh gitu ya, vulgar-vulgar buat adik lu sendiri rasanya gimana gitu. Geli banget ya. lebih menggelikan daripada PDB. Oke. Nah, menurut Rihanna, grup fantasi seradah ini enggak cuma ada di Facebook, Geng, tapi juga ada di Telegram. Yang mana memang ya kita enggak heran gitu, ya. Yang namanya Telegram ini memang banyak sekali grup-grup aneh seperti ini. Dan dikatakan grup yang ada di Telegram itu dijadikan sebagai tempat membernya membagi-bagikan video fantasi mereka dengan genre-genre yang ya berhubungan seradah. Dan cuma geng ketika itu kabar ini belum begitu rameai. Baru ramai setelah berita soal grup fantasi ini sampai ke X. Jadi disebarkan melalui X alias Twitter. Nah, di X lebih banyak screenshot yang berisikan postingan-postingan yang ada di dalam grup fantasi ini. Mereka dengan enggak tahu malunya mereka tuh nulis cerita-cerita mereka yang udah melakukan apa aja. Yang gilanya dengan buah hati mereka sendiri. Mereka ceritain kayak, "Gua udah ngelakuin ini loh sama itu gue, putri gue, gadis gue. Gua udah ngelakuin ini loh sama putra gue." Aduh, enggak habis pikir gua makin edan ya zaman sekarang. Inilah butuhnya adab tuh kayak gitu tuh. Ilmu agama itu ya fungsinya kayak gini nih. Kalau misalkan ilmu agama udah dianggap sepele ya udah banyak orang yang ngomong kayak, "Ah, mabok agama, lihat noh Amerika maju negara." Ah, gini nih ujung-ujungnya banyak orang sengklek karena udah enggak punya lagi tiang pedoman dalam menjalani hidup. Terus, Geng, ya kita lanjutkan nih. Ada juga yang menceritakan mengenai fantasi mereka. Jadi, mereka ini masih berangan-angan belum mereka lakukan ya. Tapi mereka tuh udah pengen gua tuh pengin kayak gini loh, pengin ngelakuin ini loh. Bahkan ada yang sampai memposting wajah dari anggota keluarganya sendiri. Lalu dia bercerita, "Tuh, gua pengen banget ngelakuin ini sama si ini loh, sama adik gue yang ini, sama kakak gue yang ini." Tapi di grup ini, Geng, enggak cuma antara orang tua ke buah hati mereka. Ada juga yang sesama saudara, ada juga yang ee justru kebalikan nih dari buah hatinya ke orang tuanya, ada yang kayak gitu. intinya masih tergolong anggota keluarga dan fantasi seradah ini dijadikan sebagai sebuah grup di mana mereka bisa saling membagikan pengalaman fantasi serta foto-foto anggota keluarga mereka sendiri satu sama lain dan di situ mereka ya udah menciptakan ee apa ya memanjakan fantasi mereka itu. Otak mereka itu akan terus terus terus mencerna fantasi orang lain ya kan. Terus dia mencoba untuk membayangkan hal itu. Kayak gimana kalau suatu hari gua beneran ngelakuin itu kayak yang diceritain sama orang yang ada di grup gua. Atau sebaliknya, orang yang di grup gua akan melakukan semua hal yang gua ceritakan, mempraktikkan, wah itu penyakitnya semakin gila sih. Yang lebih mengejutkannya lagi, grup seperti ini enggak cuma satu, enggak cuma fantasi seradah doang, tapi ada juga grup-grup lain. Ada grup yang namanya suka duka, ada grup yang namanya Seradah. tadi ada mertua versus menantu, ada ibu rumah tangga dan lain-lain. Di salah satu postingan dari grup yang bernama Suka Duka, ada di antara mereka yang justru menormalisasikan aksi ee yang mengerikan ini dengan bilang, "Ya, hubungan seradah itu adalah hubungan yang tabu tapi asik. Jadi, enggak perlu diusik apalagi munafik selagi asik." Waduh, ngerime ya. Sengaja dibikin kayak eh bukan pantun sih ya, kayak e ada rime, ada rimanya gitu ya. Dan terus ada lagi postingan lain yang menuliskan hubungan seradah itu tidak akan pernah menyakiti hati karena ada ikatan radahnya. Ada ikatan radahnya. Jadi enggak pernah menyakiti hati. Ya, lu sekandung sama gua, ya mau ngapain aja lu enggak perlu marah gitu. Nah, terus ada juga grup lain yang bernama Cerita Dewasa Seradah yang mana grup ini memiliki anggota jauh lebih banyak dibandingkan Fantasi Seradah yang viral. Dua kali lipatnya, Geng, anggotanya sampai 60.000 anggota. Gila enggak tuh? Kalau fantasi seradah tadi ya 30.000-an ini 60.000 anggota. Berarti ada sebegitu banyak orang-orang yang menyimpang. Nah, ini udah gila banget. Orang-orang yang join grup ini mewajarkan semua penyimpangan yang mereka fantasikan dan bahkan saling sharing satu sama lain. Mencuatnya kabar ini tentunya mengundang kemarahan dari netizen. Banyak netizen yang menyuarakan kabar ini dengan merepost kabar tersebut sampai ada template-nya, Geng, di Instagram agar netizen-netizen di Instagram ikut mengangkat kasus ini dan mendapatkan perhatian dari pemerintah untuk segera ditindaklanjuti. Udah ada juga seruan untuk me-report semua grup menyimpang ini ramai-ramai. Namun, ada ketakutan kalau satu grup direport maka mereka masih bisa membuat grup lain atau bahkan memindahkan platform mereka sepenuhnya ke Telegram agar tidak ada informasi yang bocor ke sosial media lagi. Nah, ini kan makin terselubung, agak susah nanti dibasmi dan ya bisa dikatakan mereka semakin leluasa lah membagikan aktivitas mereka di sana tanpa terdeteksi orang-orang di luar grup. Makanya nih, Geng. Netizen meminta agar pemerintah kita untuk segera menindaklanjuti grup ini. Bahkan gak cuma dengan menghapus akses grup tersebut, tapi juga mencari tahu siapa aja yang menjadi membernya agar bisa diberikan hukuman yang setimpal. Jadi, apa yang mereka lakukan di dalam grup ini ya sudah termasuk ke dalam tindakan kriminal yang mana mereka ini sudah melanggar pasal perlindungan anak dan tindak pidana kekerasan atau TPKS. Dan beberapa bulan sebelum mencuatnya kabar mengenai grup-grup hubungan seradah ini di Facebook, sempat ada grup serupa juga yang ramai dibicarakan di Xgeng. Bedanya yang sebelumnya itu bukan terjadi di Indonesia, tapi di Korea Selatan. Negara tersebut memang udah marak banget kejahatan-kejahatan kayak gini. Pernah juga gua bahas di konten tentang deep fake kemarin ya. Ternyata ada grup yang sama seperti Fantasi Seradah ini dan kabar ini ramai banget di bulan Agustus tahun kemarin. Nah, ketika itu ada akun X dengan username Queen Archive One yang menemukan adanya grup chat di Telegram yang bernama humilation room yang artinya ruang penghinaan. Dan di grup tersebut juga ada grup chat lain yang diberi nama sister room dan mother room. Nah, seperti namanya grup tersebut dijadikan sebagai tempat mereka untuk membagikan foto ketika mereka memegang tubuh anggota keluarga mereka sendiri. Mau itu ibunya atau kakaknya atau adik perempuannya. Dan itu semua mereka lakukan di saat orang-orang ini tertidur. Dan menurut akun tersebut, orang-orang yang tergabung di dalam grup-grup kayak gini juga membagikan gimana cara mereka membius dan melakukan ruda paksa kepada ya keluarga mereka sendiri. Nah, jadi udah gila banget. Namun enggak dijelaskan oleh akun Queen Archive tadi, apakah mereka hanya berhalusinasi atau justru mereka memang sudah melakukannya dan apakah aksi mereka itu sudah mereka dokumentasikan atau hanya sekedar mereka tulis aja, mereka ceritakan aja. Nah, ini enggak diketahui. Yang jelas mereka ya mengucapkan hal-hal tersebut. Dan Queen Arc tadi enggak membagikan postingan itu sebab isinya terlalu parah kata dia. Jadi si Queen Archive ini cuman membagikan treit-nya aja diceritain lah gitu. Istilah dari humilation room menjadi hal yang umum di Korea Selatan. Kalau ada yang menyebutkan kalimat tersebut, ya orang-orang Corsel bakal tahu maksud dari humilation room ini, Geng. Yaitu sebuah grup yang menargetkan ya kaum perempuan di setiap lapisan. Mau itu keluarga sendiri, siswa SD, SMP, SMA, mahasiswi, rekan kerja, dan juga berbagai tempat mulai dari desa, kota, sampai provinsi. Intinya semua perempuan korsel bisa menjadi korban dari mereka yang tergabung ke dalam humilation room ini. Keberadaan perempuan di korsel itu enggak aman, Geng. Karena selalu dibayang-bayangi oleh ancaman kalau mereka bisa menjadi korban. Dan humilation room ini ya juga termasuk ke dalam grup yang menyebarkan deep fake. Jadi intinya grup ini tuh isinya untuk merendahkan perempuan dan fantasi mereka sudah terlalu jauh sampai ditargetkan ke anggota keluarga mereka sendiri. Ya, kalian bisa bayangkan lah, Geng, ya. Gimana seramnya tinggal di satu rumah bersama predator kayak gini? Kalau lu punya anggota keluarga yang tergabung ke dalam ya humilation room tadi yang terus memikirkan hal-hal kotor, jorok, jahat, menyimpang kepada kalian sebagai anggota keluarganya. Serem. Oke, selanjutnya kita bakal membahas nih, Geng, mengenai aksi serupa, tapi bukan lagi sebuah grup di sosial media, melainkan sudah dilakukan. Penyimpangan ini dilakukan oleh kakak beradik yang sampai memiliki buah hati, namun ya berakhir mengerikan. Sekarang kita bahas yaitu sebuah kasus yang gue yakin kalian juga tahu sempat ramai kemarin ya di Medan. Oke, kita bahas. Jadi, geng, kasus ini terjadi di Medan pada hari Kamis pagi tanggal 8 Mei tahun 2025 ketika seorang driver ojol bernama Muhammad Yusuf itu tiba-tiba menerima pesanan pengantaran paket dari sepasang muda-mudi. Ini enggak bisa dibilang suami istri, enggak bisa dibilang pacaran. Yang jelas di saat itu ada sepasang muda-mudi. Nah, mereka e berada di sekitar SPBU di Jalan Bilal Medan. Nah, pesanan tersebut tertera atas nama Rudi sebagai pengirim dan Putri sebagai penerima paket yang dimasukkan ke dalam tas. Ya, paketnya itu dimasukin ke dalam tas. Nah, di aplikasi tertera kalau paket yang akan dikirimkan itu berupa makanan dan juga pakaian. Dan Yusuf ini sebagai ojol mikirnya itu cuma paket biasa. Apalagi udah tertera di aplikasi kalau itu cuma makanan dan pakaian. Jadi, dia enggak menaruh kecurigaan apapun. Nah, Rudi sepengirim juga memberikan uang sebagai biaya pengantaran sebesar Rp15.000. Lalu diantarkanlah paket tersebut ke alamat yang diketahui menjadi alamat dari yang namanya putri, orang yang akan menerima paket. Singkat cerita, sampailah di lokasi tujuan nih yang pada saat itu berada di dekat area pemakaman yang mana Yusuf ternyata mengirimkan pesan ke Putri kalau paketnya udah sampai. Tapi anehnya Putri meminta supaya paket tersebut dititipkan ke marbot masjid yang berada enggak jauh dari alamat tertera di aplikasi. Dan Yusuf berusaha memastikan hal ini ke Putri dengan membalas chatnya. Cuma e setelah dia minta Yusuf untuk ngeletakin paket itu di teras masjid, putri ini enggak balas-balas chat lagi. Jadi kayak misalkan si Bapak Ojol ini yang namanya Yusuf, dia tanya kayak, "Ini seriusan taruh di sini ini makanan sama baju lu entar hilang atau apa gitu kan." Nah, cuman Putri ini enggak balas sama sekali. Nah, ini yang anehnya. Dan si Pak Yusuf Ojol ini merasa ada yang enggak beres dan dia berinisiatif menanyakan kepada ibu-ibu yang berada di sekitar lokasi. Ya, perihal orang yang namanya putri ada enggak? Karena dia harus menerima paket yang membuat dia semakin bingung. Ibu-ibu di sana bilang enggak ada yang namanya putri. Ini putri siapa? Gitu. Dan mulai dari sini nih, Geng. Kecurigaan Pak Yusuf Ojol ini semakin besar. Nah, kenapa paket ini malah diminta untuk dititipkan dan ibu-ibu di sekitar lokasi di sana enggak ada yang pernah kenal atau yang tahu namanya Putri yang tinggal di sekitar sana. Dan oleh karena itu, Pak Yusuf ini berinisiatif untuk membuka isi paket itu yang karena dia merasa curiga apa sih yang dia bawa. Dan ketika dia buka, dia melihat adanya tumpukan paling atas itu. Pertama ada sajadah yang dilipat. Terus dia keluarkan sejadah itu dari dalam tas. Dan ketika dia mengeluarkan sajadahnya, dia kaget bukan main. Ternyata di dalam tas tersebut bukan pakaian, bukan makanan seperti yang tertera di aplikasi, tapi melainkan yang dia lihat adalah wajah Dedek ya, Debai di dalam situ ya. Sori gua plesetin lagi wajah Debai. Nah, Pak Yusuf ini menyadari kalau Debai tersebut sudah dalam keadaan yang tidak bernyawa alias tidak bernafas dan ya berarti dia mengirimkan jasad Debai. Nah, setelah itu Pak Yusuf ini yang kaget serta debai yang masih berada di dalam paket itu langsung dia bawa ke Polsek Medan Timur. Dia laporkan ke sana kejadian ini dan ya langsung diperiksa. Di saat itu, Geng, di dalam pemeriksaan pihak kepolisian ya pelaku pun dicari dan pelaku atas tindakan ini adalah yang bernama Reyaldi. Usianya 24 tahun. Dan yang gilanya adalah dia bersama adik kandungnya sendiri yang bernama Na Hamidah. Usianya 21 tahun. Nah, ini ketahuanlah prosesnya tuh panjang sebenarnya tapi di sini gua persingkat. Intinya mereka ketahuan dan pada hari Jumat tanggal 9 Mei tahun 2025 mereka berdua nih kakak beradik ini akhirnya berhasil ditangkap di sebuah kos yang berada di kawasan Medan Belawan. Debai yang sudah tidak bernyawa ini langsung dilakukan proses autopsi dan dari hasil autopsi luar dikatakan ada resapan cairan radah di dalam kepala deba itu. Nah, namun polisi masih harus menyelidiki lebih dalam apakah resapan radah tadi mengindikasikan adanya tindakan yang kasar atau tindakan apa yang terjadi kepada sibai ini sebelum akhirnya dia ya wafat gitu. Nah, atau enggak ada gitu atau mungkin memang ya ketika dikirim mungkin ya ada kebentur atau apa gitu enggak diketahui juga. Tapi sementara itu fakta yang mengejutkan terungkap nih ketika ternyata yang namanya Renaldi si pelaku dan juga adiknya Najema ternyata memiliki hubungan lebih dari sekedar adik kakak ya. Debai itu adalah buah hati mereka dan mereka menjalani hubungan percintaan ya serada dan mereka berdua sudah enggak tinggal serumah tapi masih sering bertemu. Berdasarkan informasi dari polisi ya yang mana ini diungkapkan oleh si Najma. Dia itu mengetahui kalau dia sedang mengandung sejak bulan Februari 2025. Nah, cuma ya debai tersebut ya akhirnya lahir prematur atau belum genap 9 bulan pada tanggal 3 Mei 2025 di Barak Tambunan, Sicanang, Medan Belawan. Proses persalinannya dilakukan tanpa bantuan medis. Dan setelah 5 hari usai dilahirkan di tanggal 8 Mei, Najema langsung membawa Debai tadi ke rumah sakit Del5 Martubung karena kondisinya lemah. Dan dokter yang menangani debai ini mengatakan kalau debai tersebut mengalami kurang gizi karena selama dirawat ya Najema ini tidak memiliki finansial yang cukup ya enggak punya uang. Dan karena kondisi debnya tersebut dokter menyarankan agar Najema merujuk buah hatinya ini ke rumah sakit Pir Ngadi. Tapi di saat itu mungkin karena dia ketakutan gitu ya, karena kan ini semua tidak wajar gitu. Nah, Najma ini malah mengurungkan niat. Alasannya karena debai tersebut tidak memiliki data-data lengkap, dokumen lengkap seperti akta kelahiran atau juga belum tercantum di KK. Nah, akhirnya karena enggak kunjung dibawa ke rumah sakit pada malam hari sekitar jam 11.00 malam, Debai ini pun akhirnya meninggal dunia dan Najema di saat itu panik dan enggak tahu harus berbuat apa dengan ya buah hatinya tersebut. Lalu dia menghubungi abang kandungnya yaitu Reinaldi yang membantu dia untuk bisa mengurusi jenazah dari Debai ini yang sudah ya enggak tahu harus di ke manakan. Dan enggak lama kemudian Renaldi pun datang ke tempat Najema dan ikut membawa Debai tadi ke Hotel Abadi Bryan pada dini hari subuh-subuh. Dan singkat cerita di pagi harinya tepat di jam 6.00 Pagi, Renaldi dan Najema ini punya inisiatif memesan layanan pengantaran barang di aplikasi Ojol menggunakan akun palsu. Nah, makanya pengirimnya tadi Rudi, penerimanya Putri. Nah, itu sebenarnya mereka-mereka berdua juga. Dan Renaldi menggunakan nama Rudi sebagai pengirim tadi. Sementara putri itu adalah si Najeman sebagai penerima dan tujuannya adalah Masjid Jamik yang berdekatan dengan kompleks pemakaman. Kenapa mereka berpikir untuk mengirimkannya ke sana? ya, karena mereka berharap kalau nanti akan ditemukan oleh marbot masjid dan bisa segera dimakamkan. Jadi mereka enggak perlu repot repot dan enggak ketahuan. Nah, ini pemikiran yang pendek dan bodoh banget menurut gue. Si Renald ini juga mengaku dia mencari lokasi masjid yang dekat dengan area pemakaman secara acak melalui Google dan dipilihlah masjid Jamik ini. Nah, terus kenapa enggak mereka kuburkan sendiri aja? Ya, karena mereka takut orang-orang akan curiga dan jadi ketahuan kalau mereka selama ini menjalin hubungan serada. menjijikan banget ya. Gak habis mikir gua kok ada yang mau. Eh, kandung lu. Gak kebayang gue. Tapi geng ada satu hal yang ee apa ya yang mengejutkan juga nih ya. Ini masih jadi pertanyaan orang banyak sih. Dari pemberitaan yang beredar kan semua orang tuh sudah yakin kalau ini adalah deby dari hasil hubungan serada antara si Najma dengan Reinaldi abangnya. Tapi ketika ditanyakan nih kepada si Najema nih, ini benar hasil hubunganmu dengan abangmu? Nah, cuman dia gak bisa jawab soalnya dia mengaku kalau dia ini adalah sebagai seorang penghibur. Nah, jadinya dia juga enggak tahu siapa yang menjadi ayah biologis dari Debai tersebut karena dia ya sudah melayani banyak orang dan enggak cuma abangnya aja. Nah, untuk mengetahui secara pasti siapa ayah biologisnya, apakah si Reenaldi abangnya atau bukan, polisi masih menunggu hasil DNA yang belum keluar. Meskipun begitu, Renaldi dan Najma ini ya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 80 Undang-Undang Perlindungan. Selain itu, hubungan mereka yang seradah ya yang mereka lakukan juga memungkinkan mereka akan mendapatkan hukuman yang lebih berat nantinya karena di Indonesia itu dilarang. Nah, jadi nanti kita tunggu aja, Geng, ya, perkembangan dari kasus ini. Oke, itu dia, Geng, beberapa fenomena soal hubungan seradah yang terjadi di Indonesia. Nah, emang beritanya enggak begitu banyak soal hubungan seradah ini, tapi enggak bisa kita bilang kalau kasus ini sedikit. Sedikitnya kasus yang kita ketahui dan muncul ke publik itu dikarenakan memang enggak banyak yang mencuat dan dilaporkan, ya kan? Nah, kenapa begitu? Ya, sekarang gua bakal mengajak kalian untuk menggali lebih jauh terkait fenomena kayak gini. khususnya di negara kita. Kok bisa ada orang yang tertarik dengan keluarga sendiri dan melakukan hubungan serada dengan anggota keluarga sendiri. Di Indonesia, Geng, aksi masih marak terjadi dan mungkin masih banyak juga yang belum dikonfirmasi karena belum dilaporkan. Di antara aksi-aksi menjajikan ini, ada yang sebagian besar terjadi di lingkungan keluarga. ada sebuah kasus ya tindakan yang dilakukan dalam hubungan seradah khususnya terjadi kepada ya putri perempuan yang terjadi dalam kurun waktu dari tahun 2010 sampai 2017. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan di Indonesia pelaku paling banyak terjadinya hubungan seradah yang berakhir dengan ruda itu biasanya dilakukan oleh seorang ayah kandung atau ayah tiri ya kepada putrinya dan hampir semua kasus selalu diawali dengan ancaman. Nah, pelaku biasanya menggunakan berbagai cara untuk bisa memperdaya korban dan menekan para korban dengan ancaman-ancaman. Salah satunya adalah ya enggak dikasih duit atau ya enggak dikasih dukungan finansial dan ya intinya dibikin sengsara lah ya. Padahal itu kan ya putri kandungnya sendiri. Nah, sementara di sisi lain si korban yang merasa dia sebagai putri kandung memiliki ketergantungan secara ekonomi dan finansial terhadap si pelaku yang merupakan ayah kandungnya dan akhirnya dia tidak bisa berbuat banyak karena harus menghadapi ancaman tersebut. Dalam berbagai kasus, korban biasanya enggak berdaya karena mereka ketakutan dan tidak memiliki kekuatan untuk melawan sehingga enggak bisa mengelak dari situasi tersebut. Bahkan terkadang aksi-aksi tersebut terjadi dengan sepengetahuan ya, ibu kandung yang sama sekali gak bisa juga ngapain ya karena enggak berdaya juga di hadapan si pelaku yang biasanya suaminya. Nah, berbeda dengan tindakan R yang biasanya terjadi dalam satu kesempatan. Kalau yang terjadi di dalam konteks hubungan seradah ini biasanya bakal berlangsung secara berulang-ulang dalam kurun waktu yang lebih lama dan panjang bahkan hingga bertahun-tahun. Dari 137 kasus yang diteliti, setengahnya terjadi lebih dari 1 tahun. Jadi, kasihan banget ya korbannya. Dan sebanyak 22% kasus itu berlangsung selama 1 sampai 2 tahun. 17%-nya berlangsung 3 sampai 4 tahun dan 11%-nya berlangsung di atas 5 tahun. Ya Allah, enggak kebayang gue sedihnya jadi korban. Dan ancaman yang diberikan oleh para pelaku ini bermacam-macam. mulai dari mengancam, enggak akan disekolahkan, ya, enggak diberikan pendidikan, melakukan kekerasan, melukai atau bahkan menghilangkan nyawa eh ibu dari si korban ya. Dan ya bahkan kadang juga ya si korbannya sendiri bakal dihilangkan nyawanya kalau sampai mengadu. Nah, di satu sisi mereka ini terpaksa hidup di dalam lingkungan sosial dengan ancaman seperti itu. Namun di sisi lain mereka memiliki pemahaman bahwa hubungan seradah adalah aib yang memalukan hingga mereka tidak bisa mengadu ke siapa-siapa dan mereka menyimpannya sendiri. Di dalam penelitian ini juga diketahui kalau sebagian besar kasus sebanyak 89%-nya hanya diketahui oleh pelaku dan korban aja. Sisanya kasus kayak gini sebenarnya diketahui oleh pihak lain. Nah, tapi ya enggak bisa berbuat apa-apa. Dan untuk kasus yang dipergoki oleh ibu kandung, kakek, nenek, atau anggota keluarga yang lain gitu ya, biasanya bakal mengakibatkan reaksi yang besar dan enggak perlu waktu lama bagi pihak keluarga untuk melaporkan si pelakunya. Nah, beruntung nih bagi korban yang mungkin punya keluarga yang berani untuk melaporkan. Dan penelitian ini juga menemukan ada beberapa ibu yang mengetahui anaknya menjadi korban, tapi mereka enggak bisa melakukan apa-apa, Geng. Nah, selain takut dengan ancaman si suami, mereka juga enggak pengin aib keluarga mereka dibongkar ke publik dengan menyimpan rapat-rapat perlakuan suaminya tersebut terhadap ya buah hati mereka sendiri. Dan sering sekali ibu kandung yang memilih untuk melakukan hal tersebut berada di bawah pemahaman patriarki atau ya apa ya yang takut sama suami diperintahin patuh banget enggak berani apa-apa. Nah, sebab bagi ibu yang lebih berdaya nih ya, yang lebih berani gitu ya dan memiliki porsi yang kuat dibandingkan suaminya, mereka enggak bakal segan untuk bertindak ketika buah hati mereka menjadi korban kayak gini. Dan hal ini terbukti dengan pelapor kejadian Serada itu sebagian besar adalah ibu korban yaitu sebesar 63%. Nah, pelakunya banyak ayah ya. Dan banyak ibu dari para korban ini yang memilih untuk melaporkan kasus yang dialami oleh buah hati mereka kemudian memilih untuk bercerai dengan si suaminya. Dan sisanya dari 137 kasus sebanyak 23%-nya dilaporkan oleh saudara mereka. Jadi si ibunya enggak berani bertindak dan 4% dilaporkan oleh kakek atau nenek korban dan 10%-nya dilaporkan oleh korban sendiri. Jadi sedikit banget yang berani untuk speak up. Lalu kita balik lagi nih, Geng, ke grup fantasi seradah yang kita bahas tadi. Apakah sudah ada penanganan dari pemerintah? Sejauh ini Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi sudah melakukan penanganan serius terhadap grup fantasi seradah tersebut dan beberapa grup lain yang terindikasi mengandung konten serupa. Dan selain melakukan pemblokiran, Komdigi juga sudah melakukan koordinasi dengan platform meta sebagai induk Facebook atas penyebaran konten-konten yang melanggar norma di grup-grup tadi. Tapi yang gua bingung ya, Geng, kenapa ya kayak apa ya, pemerintah kita ya, terutama kayak Komdigi ini ya, Kementerian Komunikasi dan Digital. Kenapa sih enggak pernah ada pencegahan? Ya, maksudnya pencegahan tuh gini, selalu setelah viral baru ditangani. Kayak ibaratnya sakit nih ya, kayak kita kita punya tubuh supaya kita mencegah sakit ya kita olahraga ya kan akhirnya enggak perlu berobat. Nah, tapi kebalikannya nih kalau pemerintah kita udah sakit baru berobat enggak olahraga dulu biar mencegah sakit itu datang selalu begitu. Jadi fungsinya badan ini tuh buat apa sebenarnya? Kalau bukan dari kalian yang mendeteksi hal-hal yang kayak gini, malah netizen yang pertama kali memviralkan mencari tahu. Gila banget gua enggak enggak habis pikir gitu ya kayak ih sebesar itu loh pendanaannya, biayanya ya kan untuk menggaji orang-orang ini. Tapi sedih kadang-kadang ya. Ya, semoga ke depannya bisa lebih baiklah negara kita. Amin ya rabbal alamin. Oke, Geng. Itu dia pembahasan kita hari ini mengenai sebuah grup yang bernama Fantasi Serada yang menghebohkan publik karena menyebarkan konten-konten yang melanggar norma ya, tidak sesuai dengan norma kehidupan manusia dan ini terjadi di Indonesia. Gimana menurut kalian, Geng, tentang pembahasan kita kali ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.