SEREM ! MALPRAKTIK KLINIK KECANTIKAN PASIEN SAMPAI KEJANG DAN LUMPUH MALAH DIKIRA KESURUPAN
-Mli8zbWvaM • 2025-05-16
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Geng, kalian sempat lihat enggak, Geng?
Satu video yang sempat viral banget
beberapa minggu yang lalu lah atau
beberapa hari yang lalu, yaitu mengenai
seorang pasien yang sedang melakukan apa
ya, semacam treatment di klinik
kecantikan. Namun dia tiba-tiba
mengalami kejang-kejang atau eh apa ya
gejala yang aneh banget. Kejadian ini
itu sempat heboh banget. Orang-orang tuh
jadi bertanya-tanya ini sebenarnya
kenapa? Nah, tapi enggak ada narasi yang
benar-benar lengkap yang menjelaskan
perihal kasus ini. Nah, mungkin kalian
bisa lihat dulu yang ini ya kejadiannya.
Nah, hal ini dialami oleh salah satu
tiktoker asal Indonesia yang mana dia
melakukan tindakan perawatan di sebuah
klinik kecantikan. Namun dia malah jadi
kejang-kejang kayak gitu. Nah, terus
kalian tahu nih yang paling hebohnya
lagi ya di dalam kasus itu pihak
kliniknya itu malah mengira dia
kerasukan. Padahal itu bukan kerasukan,
tapi itu adalah dampak atau efek dari
perawatan tersebut, dari treatment
tersebut yang kabarnya sih mengganggu
sistem saraf yang ada di tubuh si pasien
tersebut atau di tubuh si wanita
tersebut. Nah, ini kan aneh banget ya,
Geng. Di depan orang-orang yang mungkin
ya diduga ini adalah tenaga medis gitu.
Tapi gua gak tahu pasti nih apakah
orang-orang yang ada di sana yang
melakukan atau menangani treatmen
tersebut benar tenaga medis atau cuma
tenaga ahli kecantikan doang yang
nekat-nekatan karena paham cara nyuntik,
cara infus, tiba-tiba bikin praktik kita
enggak tahu juga. Nah, tapi yang mana
mereka di saat itu malah mengira si
pasiennya tersebut ya mengalami
kerasukan. Padahal bukan itu ya yang
terjadi di saat itu. Bukan itu. Video
dari tiktokers ini sempat ramai banget
dan dibicarakan oleh netizen yang mana
banyak netizen yang ingin menuntut pihak
klinik agar bertanggung jawab terhadap
kondisi dari si pasien tersebut atau si
tiktoker tadi. Nah, dari kasus itu
kalian bisa lihat ya, Geng, betapa
mengerikannya ya, treatmen-treatmen yang
menjurus kepada aksi malpraktik kayak
gini. Dan yang perlu kalian tahu geng,
di Indonesia kasus yang berkaitan dengan
perawatan kecantikan yang mengarah
kepada mal praktik kayak gini gak cuma
terjadi satu dua kali aja. Pernah juga
kejadian ada dokter kecantikan abal-abal
yang menjalankan praktik kecantikan yang
ilegal. Terus ketika si dokter ini
menjalani proses hukum, dia bukannya
mengaku sebagai dokter kecantikan, tapi
dia malah ngaku sebagai tabib kecantikan
dan dia enggak punya lisensi untuk
melakukan tindakan medis. Gila enggak
tuh? Nah, terus ada lagi kasus mengenai
seorang owner skinc yang menjual skinc
berbahan mercury yang mana ini berbahaya
banget bagi kulit. Nah, di video kali
ini kita bakal membahas nih kasus-kasus
tersebut ya. Dan gua harap dengan adanya
pembahasan ini bisa mengedukasi kalian
semua untuk berhati-hati dan jangan
sembarangan membeli produk atau memakai
jasa dari ee klinik-klinik yang
abal-abal kayak gini, yang enggak punya
lisensi kayak gini. Langsung aja nih
kita bahas secara lengkap. Halo geng,
welcome back to Kamar
[Musik]
Jerry Ging Geng. Oke, untuk kasus yang
pertama kita bahas dulu nih kasus
tiktokers yang kejang-kejang setelah
perawatan di klinik kecantikan yang mana
ini heboh banget.
Jadi, geng, ada seorang tiktoker serta
model ya, namanya itu adalah Meme Flome.
Dia ini punya sekitar 100an rib
followers lah di akun TikTok-nya dia.
Wajahnya itu cantik, Geng. Emang bawaan
lahir tuh udah cantik dan style-nya juga
kekinian banget. Dan gak heran dia
memiliki banyak followers di akunnya
karena ya banyak orang yang suka dengan
personality-nya dia. Karena
penampilannya dia itu juga dia ini jadi
sering mendapatkan endorse dari
produk-produk fashion terkenal atau
mungkin endorse dari produk-produk
skincare dan lain-lain. Lalu seperti
kebanyakan influencer atau public
figure, meme flow ini itu tetap harus
menjaga penampilannya dia tuh. Nah,
karena kan memang fashion itu adalah
bidangnya dia. Jadi, cara dia untuk bisa
tetap mempertahankan penampilan adalah
salah satunya dengan melakukan perawatan
kecantikan seperti operasi plastik. Nah,
treatmennya itu operasi plastik OPL.
Tapi sayangnya perawatan yang seharusnya
bisa membuat dia tetap atau mungkin jadi
lebih cantik, tapi justru menjadi awal
mula di mana hidupnya dia berubah 180
derajat. benar-benar dia terjun bebas
ng-down semuanya. Jadi kejadian itu pada
bulan Mei tahun 2024 dia ini memilih
sebuah klinik di mana dia bakal
menjalani operasi plastik. Jadi kejadian
ini memang udah setahun yang lalu
sebenarnya. Jadi ketika dia menjalankan
operasi plastik tersebut, tiba-tiba meme
flome ini mengalami kejang-kejang yang
di saat itu enggak diketahui entah
kenapa. Tiba-tiba aja. Bahkan dikatakan
kalau kejang-kejang ini cukup parah. Dan
untuk bisa meredakan kejangnya tersebut,
dokter serta perawat yang menangani
tindakan operasi ini menambahkan obat
bius atau anestesi ke tubuh si memeflome
ini. Bisa kebayang tuh ya di dalam
kejadian tersebut setelah dibius malah
kejang-kejang mau menjalankan operasi
besarnya itu malah kejang-kejang
langsung ditambah obat bius lagi karo
keeman kok sayang to tak jaga ngar aku
ya mbah ya. Heeh. Ya,
kejangnya di saat itu memang agak
berhenti setelah ditambah obat bius.
Tapi si dokter-dokter ini enggak tahu
sebenarnya kondisi dia ini benar-benar
sudah tenang, bisa dilakukan tindakan
operasi atau enggak, atau justru
sebenarnya harus dihentikan. Nah, tapi
di saat itu si dokter-dokter tersebut
memutuskan untuk melanjutkan tindakan
operasinya. Nah, tapi efeknya nih dari
pemberian anestesi itu baru terlihat
setelah operasi selesai. Meme Flome
kembali mengalami kejang-kejang hebat
dengan durasi yang gak sebentar. Dia
kejang-kejang dengan kondisi yang
benar-benar ggak normal sampai 12
jam. Kebayang tuh, Geng. 12 jam
kejang-kejang, sakit banget. Dan di
sebuah video yang dibagikan oleh Meme
Flome ini di akun TikTok-nya dia, kita
bisa lihat sendiri, Geng. Gimana
kondisinya dia ketika mengalami kejang
tersebut, ya. Gua ngelihatnya tuh agak
merinding. Waduh, antara hidup dan mati
kan ya. Ibaratnya gini, lu masih punya
nyawa tapi lu enggak bisa nguasain tubuh
lu, gitu. Tubuh lu tuh mati gitu, enggak
bisa gerak. Dan kita juga bisa lihat
tindakan yang dilakukan oleh pihak
klinik, mau itu dokter dan perawatnya,
mereka enggak langsung melakukan
penanganan medis yang memadai kepada si
meme flome ini. Malah bisa-bisanya ada
yang ngajak si meme flome ini buat
ngobrol ketika dia ngalamin kejang. Yang
bikin enggak habis pikirnya adalah ada
cuplikan video yang memperlihatkan ada
seorang wanita. Gua gak tahu ini dia
staff di situ atau justru keluarga dari
si Meme Flome. Yang jelas si orang ini
mengajak ngobrol si Meme Flome
seolah-olah Meme Flome ini seperti
sedang kesurupan.
Iya, kita baik-baik ya biar Noni bisa
bisa minum obat sayangku
ya. He eh. Tuh sampai keringetan L
kasihan. He eh.
Dia meminta yang merasuki tubuh si meme
Flome ini agar segera keluar dari sana.
Karena kasihan ya, kasihan si meme
flomenya udah keringetan katanya.
Bisa-bisanya, bisa-bisanya tenaga medis.
Gua enggak tahu ya ini tenaga medis atau
mungkin keluarganya, tapi yang jelas ini
kan praktiknya tuh apa ya operasi di
dunia modern gitu. Masih aja percaya
dengan hal-hal kayak gitu. Dan kenapa
enggak sempat berpikir kalau itu adalah
benar-benar ya efek efek pasca operasi
yang mungkin ada kesalahan di dalam ee
dosis biusnya atau ada kesalahan ketika
menangani ee ya potong-memotong mungkin
ada yang kepotong. Jujur gua enggak
paham nih bahasa medisnya kayak gimana.
Tapi yang jelas ya gua yakin kalian juga
paham. Kemungkinan besar ada kesalahan
dari si dokternya gitu. Kenapa dia
enggak mikir sampai ke sana? malah
mikirnya
kesurupan. Huh, ya Allah. Lu kalau
misalkan ya masih kayak gini gitu,
better jangan buka klinik kecantikan,
buka perdukunan padepokan. Tuh Haji
Shamsudin. Eh, kok Haji Samsudin?
Gusudin. Nah, kayak Gusamsudin tuh buka
sekalian nanti berantem dah sama pesulap
merah sekalian. Aduh, ada-ada aja. Nah,
ini aneh banget. Kok bisa orang yang
bekerja di bidang medis menganggap
kejadian tersebut adalah kerasukan?
Harusnya nih, Geng, ya. Penanganan yang
paling tepat adalah ketika terjadi
seperti itu ya, si pasiennya itu
langsung harus dilarikan ke rumah sakit,
bukan tetap di klinik kecantikan
tersebut. Nah, ini malah justru
dibiarkan kayak gitu aja dan diajak
ngobrol ketika mengalami kejang-kejang.
Dan setelah 12 jam dalam kondisi yang
kayak gitu barulah meme flome ini
dilarikan ke rumah sakit agar bisa
mendapatkan penanganan yang lebih baik.
Nah, terus ngapain dari tadi? Dari tadi
ngajak ngobrol arwah kesurupan. Ngapain?
Kenapa enggak langsung dibawa? setelah
12 jam yang mana seharusnya ya mungkin
lebih bisa ditangani apabila cepat-cepat
dibawa ke rumah sakit sebelumnya atau ya
ini juga termasuk syukur alhamdulillah
si pasiennya masih selamat kalau
misalkan lewat koid gimana? Nah, di
rumah sakit dia akhirnya dinyatakan koma
selama hampir 1 bulan. Nah, dia baru
terbangun dari komanya itu ya. Nah, si
meme Flome ini kaget ketika dia
diberitahu kalau puluhan saraf di
tubuhnya sudah terputus gara-gara
treatmen di klinik kecantikan tersebut.
Sehingga dia ini kesulitan untuk
menjalani aktivitas dengan normal.
Banyak ya indra-indra penggerak di
tubuhnya gitu ya yang kayak tangan, kaki
itu enggak bisa digerakkan ya. Jadi di
saat itu bisa dikatakan ya salah satu
yang putus adalah saraf motoriknya. Jadi
dia enggak bisa menguasai tangan,
menguasai kaki, ngomong juga susah.
Kalau meme flome dibawa ke rumah sakit
lebih lama lagi, lebih telat lagi,
mungkin kondisinya akan lebih parah dan
bahkan bisa mengancam nyawanya bisa
meninggal dia ya. Masih diberikan umur
panjang. Terus, Geng, karena kondisinya
yang kayak gitu, meme flome ini harus
menjalani fisioterapi dan pemulihan
jangka panjang sebab dia mengalami
kesulitan bicara serta kelumpuhan. Efek
trauma dan kerusakan saraf di tubuhnya
dia itu masih dia rasakan sampai
sekarang. Nah, setahun kemudian,
tepatnya di bulan Mei tahun lalu, Meme
Flome ini memberanikan diri buat
membagikan kisahnya dia atas insiden
yang menimpa dia ini di sosial media,
terutama di TikTok-nya dia. Ya,
alasannya karena dia kecewa terhadap
pihak klinik maupun tenaga medis yang
menangani dia karena tidak bertanggung
jawab terhadap kondisinya dia yang kayak
sekarang. Nah, mereka tidak menunjukkan
itikat baik sama sekali, bahkan
menghilang dari sosial media. Kan
kasihan si meme flomenya. video ketika
si Meme Flome ini mengalami
kejang-kejang sampai dirawat di rumah
sakit dan dinyatakan koma itu langsung
viral di TikTok karena udah ya
ditahan-tahan sama dia selama ini enggak
mau dia viralkan. Dia berharap itikat
baik dari si klinik kecantikan tersebut
dan tenaga medisnya tapi enggak ada ya
udah diviralkan dan bahkan ya udah
ditonton 20 juta kali geng itu video.
Dan ya tujuan dari si Meme Flome ini
salah satunya adalah untuk menyadarkan
orang-orang agar lebih berhati-hati
memilih klinik kecantikan. Ini ibaratnya
nih ya, ini maaf-maaf nih ya, bukan
berarti gua meremehkan atau pengin e
menghalangi rezeki orang nih. Kalian
tahu enggak tukang gigi itu juga gimana
ya gua ngomongnya ya? kayaknya cuma di
Indonesia nih ada tukang gigi. Enggak
tahu deh di negara lain. Nah, seharusnya
ya yang berhubungan dengan gigi itu yang
pantas dan punya hak untuk menanganinya
adalah para dentis, adalah dokter gigi.
Kalau tukang gigi biasanya kalau kalian
tanya nih, "Bang, ya atau Kak kok bisa
jadi tukang gigi?" Jawabannya apa? Ya,
saya punya pengalaman jadi asisten
dokter atau saya punya pengalaman jadi
perawatnya dokter. Pasti kayak gitu.
Bukannya mereka yang sudah menjalani
sekolah, enggak. Tapi mereka menyatakan
mereka pernah belajar otodidak. Nah, ini
yang kayak gini-gini bahaya nih, Geng.
Ini sama halnya seperti yang terjadi ya
di dalam dunia kecantikan. Harusnya nih
kalau kalian ee apa ya merasa kurang
yakin gitu dengan klinik-klinik yang
takutnya mereka cuma ngurus lisensinya,
cuma ngambil lisensi dari dokter, tapi
sebenarnya dokternya enggak bekerja di
situ. Ya, yang ngerjain itu adalah si
apa namanya? Si apa ya sebutannya ya?
Yang ngelakuin treatment itu adalah
orang-orang yang enggak punya background
sebagai tenaga medis. Misalkan dia cuma
paham aja cara nyuntik gimana, cara
masukin jarum infus gimana. Tapi
kliniknya bisa berjalan karena dia
ngurus lisensi untuk membuka klinik.
Dengan cara apa? Dia pakai ya surat izin
praktiknya dokter-dokter yang dia bayar
murah. Si dokternya enggak perlu datang
ke klinik itu untuk praktik langsung,
tapi cuma surat izin praktiknya doang
yang dibayar, disewa gitu. Nah, ini yang
bahaya banget. Jadi hati-hati banget
kalian,
Geng. Di dalam video yang disebarkan
oleh Meme Flome ini, itu memberikan
informasi di mana klinik tempat dia
melakukan operasi. Kliniknya itu bernama
Klinik Swiss. Ini tulisannya kliniku
cllinq gitu ya, suis yang mana lokasinya
itu juga enggak main-main. Lokasinya itu
di tengah-tengah pusat ibuota yaitu di
Sudirman. Di biososial medianya, klinik
tersebut memang secara khusus menangani
atau memberikan pelayanan berupa body
detox, terus terapi ozon, dan juga
anti-aging atau ya merawat muka
seseorang atau tubuh seseorang menjadi
anti tua gitu, muda. Terus. Nah, di akun
sosial medianya baik yang ada di TikTok
maupun Instagram, postingan terakhirnya
itu di-upload pada tanggal 14 Maret
tahun 2025. Nah, ada kabar yang beredar
kalau saat ini kliniknya sudah tutup,
Geng. permanen kayaknya ya mau gimana
lagi gitu kan. Udah ada kasus kayak gini
ya enggak mungkin lagi beroperasi,
enggak mungkin lagi praktik. Dan ketika
viral selain membocorkan nama klinik ini
Meme Flome juga nge-spill nama dari
seseorang yang mengajak dia ngobrol
ketika dia sedang kejang-kejang.
Seolah-olah dia sedang kesurupan.
namanya itu adalah Ayin. Nah, tapi dari
informasi mengenai Ayin ini masih
terbatas banget karena akunnya si Ain
yang ada di TikTok dan Instagram itu
udah dipriv dan kita enggak bisa
silaturahmi ke akunnya lagi. Ain ini
juga enggak menggunakan foto aslinya
sebagai profilnya dia. Nah, jadi sampai
sekarang netizen masih enggak tahu nih
yang mana wajah si Ain ini dan netizen
berasumsi kalau Ain ini adalah staf dari
klinik tersebut. Nah, namun ada
informasi lain yang mengatakan kalau Ain
bukan staf, melainkan agensi yang
menawarkan perawatan kecantikan kepada
si Meme Flome gitu, Geng. Terus, Geng,
selain itu masih di video yang sama nih,
Meme Flome ini menulis beberapa fakta
mengenai Ain ini, Geng. Dikatakan kalau
si Ain ini mengubah kronologi kejadian
yang menimpa Meme Flome. Ain ini
mengklaim kalau dia membawa Meme Flome
ke rumah sakit jam .00. Padahal
sebenarnya si Meme Flome ini baru dibawa
ke rumah sakit itu di jam 11.00. Nah, di
sini gua gak bisa mastiin nih, Geng.
Maksudnya jam 7 tuh jam 7. berapa?
Apakah jam . malam atau jam 7. pagi
karena gak dijelasin lebih lanjut nih.
Terus, Geng, si Ain ini juga bilang
kalau dia dengan si Meme Flome adalah
sahabat dekat. Ya, bukan seperti rumor
yang beredar kata dia yang katanya itu
ee hanya antara agensi dan ya si
kliennya atau customernya gitu. Nah, dia
ngaku sahabat dekat. Nah, sementara Meme
Flome ini bilang dia ngaku nih kalau dia
baru kenal sama si Ain ini. Nah, jadi
enggak bisa dibilang kalau mereka itu
sahabatan. Dan terus ketika si Meme
Flome ini mau MRI, ya, Ain ini bukannya
menanyakan gimana kondisi dari Meme
Flome, malah dia e bilang kayak gini.
Dia sibuk nanya ke teman-temannya Meme
Flome, apakah mereka kaya atau enggak,
aneh banget ya, berduit atau enggak,
pacarnya siapa malah di profiling gitu.
Dan kayak gak ada empatinya gitu loh,
Geng, sama si Meme Flome ini. Udah tahu
kondisinya lagi gak baik-baik aja.
Sememprihatinkan itu, koma di rumah
sakit dan harus menjalani perawatan
intensif, si Ain malah sibuk nanyain
hal-hal yang enggak penting alias
nge-profiling background orang. Terus
dia malah ngarang-ngarang kronologi
kejadian dan beralasan kalau dia dan
Meme Flome adalah sahabat. Nah, ini
menurut ketenangannya Meme Flome ya,
bukan keterangan gua. Gua cuma
menyampaikan. Nah, mungkin ya di dalam
kasus ini ya disangkakan nih kalau si
Ain ini mau cuci tangan ya biar enggak
disalahkan atas kejadian
tersebut. Terus yang jadi pertanyaannya
nih ya itu kan kronologinya. Nah, pasti
kalian penasaran ini apa yang
menyebabkan atau membuat si meme flome
ini berakhir kayak gitu berakhir
kejang-kejang. Apa yang sebenarnya
terjadi pada saat tindakan operasi
hingga dia mengalami kejang selama 12
jam? Kuat dugaan ya kalau memflome ini
mengalami overdosis anestesi, Geng. Nah,
overdosis obat bius. Dan ini adalah
sebuah kondisi ketika jumlah obat
anestesi yang diberikan kepada pasien
melebihi dosis yang aman atau yang
dibutuhkan sama tubuhnya. Jadi, tubuhnya
itu enggak sanggup nampung. Kalau
terjadi kondisi seperti itu bisa
menimbulkan efek berbahaya bagi si
pasien seperti yang dialami oleh si
memeflome yaitu kejang-kejang. Ya,
ibaratnya kayak kalian pakai narkoboy
sama kan kejang-kejang juga keluar busa
kalau overdosis. Nah, yang paling
parahnya ini bisa mengancam nyawanya dia
dan enggak langsung ditangani dengan
cepat di saat itu. Dan ketika kasus dari
Meme Flome ini viral, enggak cuma
netizen aja yang menyoroti kasus ini,
tapi juga membuat para dokter sampai
angkat bicara. Salah satunya adalah
dokter detektif, yaitu seorang dokter
yang suka membongkar-bongkar skincare
abal-abal yang mana dia ikut prihatin
atas apa yang menimpa meme flome ini.
Dan banyak orang yang memberikan
dukungan moral kepada si meme flome.
Bahkan siap membantu kalau meme flome
mau membawa kasus ini ke jalur hukum.
Nah, udah banyak yang nawarin diri dan
sampai gua reset konten ini, Geng. Belum
ada perkembangan dari kasusnya. Jadi
kayak mandek gitu, Geng. Jadi kita
tunggu aja nanti update terbarunya dari
kasus ini tuh sampai mana gitu. Dan kita
sama-sama berdoa ya agar si meme flome
ini bisa sembuh kembali dari
penyakitnya, bisa normal lagi ya kan.
Dan pihak klinik bisa bertanggung jawab
atas masalah ini gitu geng. Nah, kasihan
banget gua ngelihatnya. Kasihan banget.
Mana cantik lagi ya kan ya. Bukan
berarti kalau misalkan dia enggak cantik
harus kayak gitu juga enggak. Enggak
harus dikasih Hani juga enggak.
Maksudnya tuh ya sayang aja gitu. Sayang
aja seharusnya bisa hidup normal.
seharusnya bisa punya masa depan yang
cerah malah jadi kayak gini. Sekarang
nih, Geng, kita bakal berlanjut ke kasus
yang lain. Nah, kasus yang satu ini
melibatkan seseorang yang menjalani
praktik kecantikan padahal dia sama
sekali bukanlah seorang dokter. Malah
dia sendiri yang mengaku kalau dia bukan
dokter saat ya problem ini jadi mencuat
dan dia ditangkap polisi. Di saat itu
dia memberikan keterangan kalau dia
adalah seorang tabib kecantikan. ada
gitu. Di mana-mana setahu gua tabib itu
kan pengobatan alternatif gitu ya, kayak
mantri sunat tuh kayak gitu. Oke,
sekarang kita
bahas. Jadi, Geng, kasus ini menyeret
seorang perempuan yang bernama Ria
Agustina. Katanya sih dia adalah seorang
influencer nih. Nah, dia ini memiliki
sebuah klinik kecantikan yang bernama
Ria Beauty Care yang berlokasi di Jalan
Graha Kencana Raya Nomor 51, Karang L,
Kelurahan Balearjosari, Kecamatan
Singosari, Kota Malang yang mana dia
sudah buka sejak tahun 2017. Nah, klinik
tersebut menyediakan layanan perawatan
kecantikan dan dermaroller wajah. Nah,
Dermaroller ini sebuah alat yang
dilengkapi dengan jarum-jarum kecil yang
berfungsi untuk merangsang produksi
kolagen dan mengatasi berbagai masalah
kulit seperti kerutan, ada bekas
jerawat, bopeng-bopeng di wajah tuh yang
biasanya disebabkan karena dulunya
pernah jerawatan parah gitu ya, yang
mana jerawatnya besar-besar sampai
bolong-bolong gitu. Nah, suka
dipencet-pencet juga. Nah, itu bisa
diobati di situ pakai alat itu tadi.
Nah, klinik tersebut juga mengklaim
mereka memiliki tim profesional
kecantikan yang berpengalaman untuk
menangani setiap permasalahan kulit dari
para pasiennya. Dan siia ini ya sering
membagikan hasil dari treatment para
pasiennya di sosial media. Follower di
akun TikTok-nya itu juga udah mencapai
77.000, geng, yang artinya banyak orang
yang percaya sama dia. Dan Ria juga
dikatakan menyediakan layanan panggilan
sesuai dengan kota, tempat tinggal para
pasiennya. Jadi kalau ada pasien yang
berada di kota lain, dia bersedia tuh
buat datang ke tempat pasiennya
tersebut. Dan Ria diketahui sudah
memiliki banyak pasien langganan dan
treatmennya dia yang mana ini dia cukup
dikenal oleh
orang-orang. Terus singkat cerita nih,
Geng. Sampailah pada akhirnya di tanggal
14 November tahun 2024, anggota unit 1
Subdit 5 Dit Krimum Polda Metro Jaya
menyamar menjadi pasiennya Syria ini,
Geng. Nah, mau dijebaklah. Anggota
polisi ini mengirim pesan lewat WhatsApp
untuk menanyakan layanan treatment
klinik tersebut. Dan pihak admin klinik
membalas dengan meminta identitas dan
foto wajah dan kemudian memberitahukan
kalau biaya treatmentnya senilai Rp15
juta satu kali treatment. Gokil enggak
tuh harganya? Demi cantik tuh. Dan kalau
memang berminat untuk melakukan
treatmen, diminta untuk segera melakukan
pembayaran DP sebesar Rp1 juta terlebih
dahulu. Dan keesokan harinya, admin
klinik akan menginvite atau meng-ad
kepada si polisi yang sedang menyamar
itu. Nah, lalu keesokan harinya si admin
klinik bakal memasukkan si polisi yang
menyamar tadi ke sebuah grup yang diberi
nama Derma Roller Jakarta Desember. Nah,
disebutkan kalau di dalam grup tersebut
sudah ada sembilan anggota yang mana
singkat ceritanya di tanggal 28 November
polisi mendapatkan informasi dari grup
tersebut mengenai jadwal derma roller
yang ada di Jakarta yaitu tanggal 1
Desember 2024 di sebuah hotel yang
bernama Hotel Somerset Grand Citra
Jakarta Ciputra World Jakarta di Jalan
Prof. Dr. Satrio Kuningan Timur
Setiabudi, Jakarta Selatan. Sesuai
dengan jadwal yang sudah tertera di grup
itu, anggota polisi mendatangi nih kamar
nomor 2028 di Hotel Somerset tersebut.
Dan itu kejadiannya jam .00 Sore. Saat
anggota polisi datang, Ria sedang
melakukan treatmen Derma roller dengan
didampingi oleh seseorang yang
berinisial DNJ serta ada pasien ri yang
lain yang terdiri dari enam perempuan
dan satu orang
laki-laki. Terus, Geng, Ria ini
ditangkap ketika dia sedang akan
melakukan treatmen Derma roller tadi
terhadap seorang perempuan. Ria serta
DNJ langsung diringkus di saat itu juga
dan polisi langsung menggeledah kamar
2028 itu dan menemukan roller bekas
pakai, serum, serta krim anestesi. Dan
berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan
oleh polisi, semua produk yang digunakan
oleh Ria dalam treatment-treatmennya itu
tidak memiliki izin resmi dan semua
produk tersebut diketahui diproduksi di
Korea dan juga Jerman. Krim anestesi dan
juga serum yang digunakan juga tidak
terdaftar di BPOM. Dan gak cuma itu aja,
ternyata si Ria dan DNJ ini juga bukan
merupakan tenaga kesehatan. Ria bahkan
sama sekali bukan lulusan dokter, tapi
merupakan sarjana perikanan. Sementara
treatmen yang dilakukan oleh Ria ini
sudah termasuk ke dalam tindakan medis
yang mana seharusnya hanya boleh
dilakukan oleh seorang dokter. Nah,
lulusan dokter dan juga sudah punya
sertifikasi sebagai dokter spesialis.
Sementara Ria ini cuma mengandalkan
sejumlah sertifikat ahli kecantikan yang
dia miliki dan dia tidak boleh melakukan
praktik tersebut harusnya. Dan terus
geng singkat cerita pasca ditangkapnya
Ria ini, pengacara Ria yang bernama
Raden Arya yaitu sampai angkat bicara.
Menurut Raden kliennya tersebut enggak
salah-salah banget gitu. Ria ini enggak
salah-salah banget menurut si Raden ya,
pengacaraannya tadi. Sebab menurut dia,
Ria ini sudah mengikuti berbagai
pelatihan dan sudah mendapatkan 33
sertifikat pelatihan yang dia lakukan di
dalam dan di luar negeri. Terlepas dari
adanya penggunaan dari produk yang tidak
memiliki izin resmi dan juga tidak
terdaftar dari BPOM, Raden ini bilang
kalau ada banyak obat yang sudah
terdaftar di BPOM. Ya, ada banyak obat
yang digunakan sebenarnya ya sudah
terdaftar di BPOM. Sementara obat-obat
lain ya memang berasal dari luar negeri
gitu. Nah, selain itu dia juga
menyebutkan kalau memang Ria ini
bukanlah seorang dokter atau tenaga
medis. Karena Ria sendiri enggak pernah
menyatakan kalau dia adalah dokter. Dia
enggak pernah ngaku-ngaku dokter. Dan
yang lucunya ya, Ria ini menyebut
dirinya sendiri sebagai tabib. Ya, tabib
kecantikan. Nah, atau ahli kecantikan.
Dan hal ini juga kabarnya sudah
disampaikan oleh Ria kepada
pasien-pasiennya katanya. Jadi setiap
ada pasien yang mau treatment ke dia,
dia ngasih tahu, "Saya bukan dokter ya,
saya tabib." gitu. Tabib Nurmagomedov.
Waduh, Kabib itu ya? Atau tabib ini yang
joget-joget. Eh, jangan deh. Aduh,
takut-takut. Lanjutlanjut. Nah, di saat
itu katanya pasien-pasiennya itulah yang
memanggil Ria ini dokter. Dan menurut
Raden yaitu terserah dari si
pasien-pasiennya hak dari pasien
memanggil dia apa. Dan kabarnya juga Ria
ini enggak cuma melakukan perawatan atau
treatmen ke pasien-pasiennya, tapi juga
bahkan treatment itu dia lakukan ke
dirinya sendiri, khususnya di bagian
kepala. ya, bagian wajah dengan tujuan
untuk menumbuhkan rambut. Nah, Raden
mengaku kalau sampai saat ini belum ada
pihak yang merasa dirugikan setelah
melakukan treatmen di kliniknya Ria
Beauty ini. Jadi, kenapa dia ditangkap?
Katanya gitu ya. Belum ada kasus kan
ngapain ditangkap? Tunggu ada yang mati
dulu gitu. Enggak, enggak. Maksudnya tuh
kayak sejauh ini tuh enggak ada yang
komplain gitu dan malah katanya pasien
dari kliniknya tersebut sudah banyak
hingga ke luar negeri. Jadi banyak yang
memakai jasanya Ria
ini. Nah, menurut kalian gimana tuh,
Geng? Apakah itu bisa dibenarkan tuh
kalau pasiennya udah banyak yang merasa
terbantu oleh ria, merasakan manfaatnya.
Apakah sebenarnya ya ria ini enggak
salah? Menurut kalian gimana? Coba
tinggalkan komentar di bawah. Oke, kita
lanjut. Sementara menurut kuasa hukum
ria yang lain yaitu yang bernama Arjuna
Febrianto, kasus ria ini bukanlah
disebabkan karena treatment yang dia
lakukan ilegal, tetapi melainkan katanya
ya ada indikasi persaingan bisnis. Nah,
ada yang pengin jatuhin dia, ada yang
iri sama dia. Dan alasannya ya karena
Arjuna sempat melihat adanya haters atau
buzer yang mendukung agar Ria segera
ditangkap. Dan dari sinilah Arjuna ini
menilai kalau ada kompetitor Ria yang
menyewa haters atau buzer tersebut
supaya bisa memenjarakan Ria gitu. Dan
oleh karena itu, tim kuasa hukum Ria
berupaya untuk mengambil langkah hukum
terkait ditangkapnya Ria dengan meminta
agar penahanan Ria ditangguhkan. Jadi
jangan sampai di penjara. Dan faktor
pengajuan tersebut juga dikarenakan Ria
ini masih memiliki anak yang berusia 1
tahun dan Ria sendiri merupakan tulang
punggung keluarga sehingga dia harus
tetap menghidupi keluarganya yang
terdiri dari orang tuanya sampai dengan
iparnya. Dan dikatakan juga kalau
suaminya Ria ini enggak kerja, Geng.
Jadi benar-benar Ria ini yang menjadi
tulang punggung keluarga. Nah, namun
status ri itu sudah ditetapkan sebagai
tersangka dan ditahan di Rutan Polda
Mitro Jaya dengan jeratan kasus pada
pasal 435 jungtuh pasal 138 ayat 2 dan
atau ayat 3 dan atau pasal 439 JTO pasal
441 ayat 2 Undang-Undang Nomor 17 tahun
2023 tentang
kesehatan. Nah, jadi kasusnya Ria ini
panjang, Geng. sampai memenjarakan dia.
Walaupun belum ada yang merasa menjadi
korban, tapi dia dianggap ya melakukan
ya praktik yang ilegal. Gimana tuh
menurut kalian? Oke. Nah, sekarang kita
bakal masuk ke dalam kasus yang terakhir
nih, Geng. Mengenai owner skincare yang
menjual skincare dengan bahan mercury
yang berbahaya bagi kulit. Sekarang kita
bahas. Jadi, geng, owner skincare ini
bernama Mira Hayati. Dia ini berasal
dari Makassar dan sebelum menjadi owner
skincare, dia mengawali karirnya sebagai
penyanyi dangdut dulu mengikuti jejak
ayahnya yang merupakan seorang pemain
organ tunggal. Sejak dia kecil, dia ini
udah sering tampil di berbagai panggung.
Tapi di tahun 2018 dia mengambil sebuah
keputusan untuk berhenti menjadi seorang
penyanyi dan dia mencoba mencari profesi
lain. Nah, Mira di saat itu mencoba
berbagai usaha kecil seperti membuka
salon, menjual kosmetik secara keliling,
dan dia bahkan pernah berjualan bensin
untuk bisa mencukupi kebutuhan hidupnya
sehari-hari. Nah, lumayan struggle
hidupnya. Nah, sampai pada akhirnya nih
pandemi menjadi titik balik bagi dia
dengan memulai bisnis skincare yang dia
beri nama dengan MH Miracle Whitening
Skin. Cuma di saat itu dia modalnya
kecil. Dia melakukan pemasaran di sosial
media. Mira ini ya benar-benar struggle
banget dan akhirnya berhasil menarik
perhatian banyak orang untuk mau membeli
produknya dia. Dan seiring berjalannya
waktu, produk skincare-nya dia jadi
terkenal. Dan saking suksesnya bisnis
skincare-nya dia tersebut ya itu membuat
perekonomiannya dia langsung meroket,
meningkat pesat. Dia bahkan sampai bisa
bangun pabrik dan dia menjalankan semua
ya usahanya ini di bawah PT yang bernama
PT Agus Mira Mandiri Utama. Dan dari
penjualan skincare-nya ini dia bisa
mendapatkan banyak uang dan menikmati
gaya hidup yang glamor. Dia sering
memamerkan berbagai koleksi perhiasan
emas di akun sosial medianya. Dan ciri
khas penampilannya itu memang selalu
mengenakan kalung besar, gelang besar,
dan tas berbahan emas. Nah, karena
itulah Mira ini punya julukan sebagai
ratu emas, bukan ratu entok ya. Kalau
ratu entok yang dipamerin beda tuh.
Kalau ini emas, geng, tuh emas-emas
tukang bakso. Nah, namun perjalanan
karirnya dia harus berakhir di bulan
November tahun 2024 ketika polisi
mengungkap kalau produk skincare-nya dia
ini mengandung bahan berbahaya yaitu
Mercury yang sudah diuji di
laboratorium. Produk lain dari
skincare-nya Mira yaitu night cream yang
juga ternyata mengandung Mercury dan gak
memiliki izin edar. Dan sebenarnya isu
mengenai kandungan Mercury di dalam
skincare milik Mira ini udah ramai
banget dibicarakan 2 bulan sebelumnya,
tepatnya dari bulan September 2024. Nah,
cuma geng pada saat itu Mira masih bebas
berkeliaran bahkan terus memasarkan
produknya dia di sosial media sambil dia
pamerkan gaya hidup mewahnya. Dan Mira
akhirnya ditahan bersama dengan dua
owner skincare lain, yaitu yang bernama
Agus Salim selaku owner Raja Glow dan
juga Mustadir Daeng Sila selaku owner
skincare yang bernama FF yang juga
merupakan suami dari Fenny FR. Meskipun
skincare FF ini adalah milik Fenny FR
tapi semua perizinannya itu atas nama
Mustadir suaminya. Dan pada saat
penangkapan Mira, pihak kepolisian
sempat mengalami kendala yang disebabkan
karena kondisi kesehatan Mira yang di
saat itu sempat muntah darah dan bahkan
dalam keadaan hamil. Dan Mira serta Agus
serta Mustadir dijerat dengan sejumlah
pasal dalam Undang-Undang Perlindungan
Konsumen dan Undang-Undang Kesehatan
dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun
penjara. Sedikit gua jelaskan Mercury
sendiri ya yang dianggap sangat
berbahaya nih di dalam kandungan
skincare yang mereka punya itu adalah
salah satu bahan yang sebenarnya ya
harus banget dihindari dari tubuh
manusia. Mercury ini adalah unsur logam
yang secara alami terdapat di tanah,
air, dan juga udara. Dan senyawa ini
juga bisa ditemui di produk sehari-hari
seperti makanan dan kosmetik. Tapi
biasanya kadarnya itu enggak berbahaya.
Kadarnya itu ya aman bagi tubuh. Nah,
tapi ada produsen skincare yang nakal
yang menggunakan Mercury ini menjadi
bahan skincare mereka ya. Karena Mercury
bisa menghambat pembentukan melanin atau
pigmen kulit sehingga kulit tampak lebih
cerah dalam waktu yang singkat. Nah,
tapi dampaknya buat kesehatan enggak
bisa dianggap remeh. Orang yang
menggunakan skincare berbahan Mercury
bisa membuat lapisan kulitnya jadi tipis
lama-lama ya. Lama-lama tuh keluar tuh
daging, tulang, ya kan? Baru di dalam
tuh ada gigi. Aduh, seram. Dan enggak
cuma berdampak pada kulit aja, tapi juga
bisa menyebabkan kerusakan pada saluran
pencernaan dan sistem syaraf. Dan selain
itu, Mercury juga beresiko mengganggu
fungsi berbagai organ tubuh seperti
otak, jantung, paru-paru, ginjal sampai
dengan ya kekebalan tubuh. Sistem imun
ee manusia itu bisa diganggu oleh dia
dan penggunaannya dalam jangka panjang
bisa memicu kanker, Geng. Terutama
kanker kulit. Makanya seram banget. Nah,
jadi makanya nih kalian yang pengen
kulit putih ya, apalagi kalau kalian
pakai krim yang diklaim bisa memutihkan
kulit dengan cepat. Nah, itu hati-hati
karena bisa jadi produk skincare
tersebut menggunakan Mercury dan kita
sebagai konsumen juga harus memastikan
legalitas dari produk skincare tersebut
dengan memeriksanya di BPOM. Dan yang
terpenting jangan termakan standar
kecantikan yang dinilai dari kulit putih
doang. Karena kulit yang sehat itu jauh
lebih penting daripada warnanya gitu.
Nah, dengan pola hidup yang sehat
seperti makan makanan yang bergizi,
minum air putih yang cukup, olahraga,
menggunakan sunscreen yang aman setiap
pagi dan siang, ya, semoga kulit kalian
terjaga. Nah, dengan adanya konten ini
ya, gua harap banget kalian harus lebih
hati-hati lagi, lebih teliti lagi dalam
membeli dan melakukan perawatan di
manapun ya agar enggak berdampak
terhadap kesehatan kalian, Geng.
Hati-hati banget. Oke, itu dia, Geng,
pembahasan kita kali ini. Gimana menurut
kalian setelah mendengar kasus-kasus
tadi? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:16:15 UTC
Categories
Manage