ASIAN BOYZ ! GENGSTER PENGUASA AMERIKA YANG DIDOMINASI ORANG VIETNAM, PHILIPPINA HINGGA INDONESIA
lp9qQpNBEbk • 2025-05-12
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Beberapa bulan yang lalu kita pernah
membahas soal dunia gangster dan
ternyata banyak dari kalian yang suka
dengan pembahasan itu. Nah, ada beberapa
dari kalian yang minta gua untuk
ngebahas persoalan gangster lagi. Nah,
jadi hari ini gua bakal ngajak kalian
buat ngebahas seputar dunia lagi. Tetapi
gangster kali ini bakal membuat kalian
itu jadi merasa kayak anjir gua bagian
dari ini nih. Gitu ya. Tapi untuk
sekedar keren-kerenan ya. bukan berarti
kalian benar-benar harus jadi gengster
juga. Enggak. Karena biasanya kalau kita
bercerita tentang gangster pastinya
selalu berasal dari negara yang sama ya
atau negara yang ee berbau-bau latin
gitu kan. Nah, misalnya kayak gangster
atau kartel dari Mexico seperti Sinaloa,
Losetas dan lain-lain yang mana mereka
memang berasal dari Amerika Latin. Nah,
atau kayak keluarga mafia yang ada di
Italia yang anggotanya adalah ya
orang-orang dari Italia sendiri. Cuma,
Geng, hari ini pembahasannya beda.
Pembahasannya ini adalah
gangster-gangster yang muka-mukanya itu
mirip sama orang-orang kita. Ya, mereka
berasal dari Asia dan mereka cukup
berkuasa di luar negeri sana, terutama
di Amerika. Mereka ini besar banget di
Amerika. Anggotanya itu tergabung dari e
beberapa orang Asia seperti Filipina,
Vietnam, bahkan sampai orang Indonesia
pun ada. Nama gangsternya itu adalah
Asian Boys. Sesuai dengan asal muasal
mereka yang mana pada awalnya bisa gua
katakan terbentuknya gangster Asian Boys
ini sebenarnya bertujuan baik yang mana
mereka ini ingin melindungi sesama
orang-orang Asia yang ada di Amerika.
Karena kita tahu sendiri ya di Amerika
itu bagi orang-orang Asia kayak kita itu
benar-benar dirasisin gitu. Mereka itu
benar-benar mengucilkan orang-orang Asia
ya. Pertama karena perbedaan warna
kulit. Terus juga kita matanya cenderung
sipit gitu ya. Karena walaupun bukan
Chinese misalkan, tapi kalau di Amerika
itu kita tetap dianggap orang sipit oleh
mereka dan juga perawakan kita atau
bentuk badan kita orang Asia itu lebih
kecil daripada mereka. Nah, sering
sekali dikucilkan. Keberadaan dari Asian
Boys ini adalah untuk melindungi sesama
orang-orang Asia yang ada di Amerika
yang terdiskriminasi.
Nah, tapi seiring berjalannya waktu,
tujuan yang awalnya itu baik gitu ya
untuk melindungi sesama, tapi tiba-tiba
malah berubah arah. Asian Boys ini bukan
lagi menjadi pelindung bagi sesama, tapi
justru berubah menjadi gengster yang
marak melakukan aksi kriminal yang mana
di antaranya ada aksi penghilangan
nyawa, terus aksi penjualan
barang-barang terlarang, dan juga
aksi-aksi kekerasan yang
lain. Nah, Asian Boys ini menjadi salah
satu gangster yang paling ditakuti di
Amerika. Wah, gokil ya. Ini bukan
gangster yang kayak di Pondok Cabe atau
di Pasar Rebo. Nah, itu beda gangster
tuh ya. Kalau gengster yang di daerah
sini nih ya, itu rata-rata pakai celurit
gitu kan, pakai BR gitu-gitu ya. Nah,
ini beda. Ini gangsternya ya pakai
senjata senjatanya senjata beneran gitu.
Dan semula kelompok gangster ini adalah
orang-orang atau masyarakat yang
terpinggirkan. di Amerika, lambat laun
malah berubah menjadi kelompok yang
berbahaya dan ditakuti. Di video kali
ini gua bakal membahas eksistensi dari
Asian Boys di Amerika ini, Geng.
Bagaimana mereka terbentuk, bagaimana
kondisi mereka, terus juga bagaimana
pergerakan mereka selama berkuasa di
Amerika Serikat. Nah, ini seru banget
untuk kita bahas. Oke, langsung aja kita
bahas secara lengkap. Hello geng.
Welcome back to Kamar Jerry.
[Musik]
Genggeng. Oke, untuk pembahasan pertama
kita langsung masuk ke dalam pembahasan
awal mula terbentuknya Asian
Boys. Nah, jadi geng bacanya itu Asian
boys. Cuman karena kita lavalnya
Indonesia, kita bacanya Asian boys aja
ya biar gampang. Jadi untuk ngebahas
mengenai bagaimana Asian Boys ini
terbentuk, kita harus mundur dulu ke
puluhan tahun lalu sekitar tahun 1970-an
sampai dengan
1980-an. Nah, pada saat itu salah satu
negara di kawasan Asia Tenggara sedang
berada di dalam kondisi yang carut-marut
yang kalau kalian tahu ada pergerakan
yang namanya Kmer merah ya, red kammer.
Nah, di dalam sejarahnya kamar merah ini
berkuasa di Kamboja dan seperti enggak
ada masa depan yang bisa diberikan untuk
warga Kamboja di saat itu ya. ketika
kamar merah ini berkuasa. Nah, oleh
karena itu orang-orang Kamboja itu
memutuskan untuk pergi meninggalkan
negara mereka ya mencari swaka di negara
lain demi kehidupan yang lebih baik dan
salah satu negara yang menjadi tujuan
mereka di saat itu adalah Amerika
Serikat. Nah, di dalam kurun waktu
tersebut terdapat gelombang besar migran
Kamboja yang datang ke Amerika Serikat.
Dan ketika berada di Amerika migran
Kamboja ini berpusat di sebuah wilayah
yang terletak di negara bagian
California yaitu di Long Beach. Dan
seperti yang kita tahu ya memang Amerika
itu ya masyarakatnya bukan masyarakat
asli lagi. Kalau kita berbicara
masyarakat aslinya adalah suku Astek
alias suku Indian. Semua orang di
Amerika itu adalah imigran. Nah,
termasuk dengan orang Kamboja
ini. Perpindahan mereka ke Amerika itu
enggak langsung membuat mereka tenang.
Sebab di sana mereka justru berhadapan
dengan gengster-gengster yang berkuasa
di wilayah tersebut. ya,
gengster-gengster kulit putih,
gengster-gengster latin. Nama
gengsternya itu adalah Iside Longos.
Nah, Iside Longos atau disingkat dengan
ISL. Ini adalah geng jalanan Mexico
Amerika yang didirikan pada tahun
1960-an di Long Beach, California. Nah,
mereka ini adalah salah satu geng bagian
dari Surenyos, sebutan untuk jaringan
geng jalanan Mexico Amerika yang berasal
dari California bagian selatan. Surenyos
ini sendiri berarti ee orang selatan
yang mana di dalam bahasa Spanyol
artinya kayak gitu. ISL itu menjadi
salah satu geng surenyos terbesar di
wilayah tersebut dan memiliki hubungan
dengan gengster-gengster yang ada di
Mexiko. Nah, jadi mereka asalnya memang
dari Meksiko terus tinggal di Amerika.
Nah, mereka berkuasalah di sana,
beranak-pinaklah di sana. Nah, jadinya
mereka tuh masih punya hubungan dengan
orang-orang di kampung halamannya,
orang-orang yang ada di Meksiko
langsung. Dan selama itulah mereka
berkuasa di Amerika Serikat. Keberadaan
migran Kamboja di Long Beach itu hidup
mereka gak pernah tenang karena selalu
diganggu oleh gangster ISL ini. Ya,
mungkin karena ISL ini merasa Long Beach
itu adalah daerah e teritori mereka,
tapi tiba-tiba kok banyak orang asing
yang datang ke sana ya kan. Nah, mereka
juga enggak mau daerah teritorial mereka
itu ya nanti lama-kelamaan diserobot
oleh ee migran-migran dari Asia ini.
Nah, hal ini membuat para migran Kamboja
merasa semakin enggak nyaman dan apa ya,
setiap harinya mendapat diskriminasi lah
sampai akhirnya mereka berpikir untuk
membuat sebuah kelompok yang bertujuan
untuk mempertahankan diri dari serangan
yang dilakukan oleh gangster ISL ini.
Karena di saat itu mereka mikir, geng,
kayak gini, kayak ini kita diam-diam
aja, kita diserang, kita dipukulin, kita
dipalakin. Tapi kalau kita bikin
kelompok, ya sama aja kita bakal
dipukulin, diserang juga. Tapi
setidaknya kita ada perlawanan, kita ada
kebersamaan, kita masih bisa
mengupayakan ee serangan demi serangan
mereka itu ya diredam gitu ya kan.
Setidaknya tuh bisa memukul mundur
sedikitlah. Gitulah kurang lebih e
pikiran dari mamang-mamang Kamboja ini
gitu ya. Bikin kelompoklah mereka dengan
istilah kata nih. Istilah kata nih ya.
Mereka bikin ormas lah, organisasi
masyarakat Kamboja. Ah, gitulah kurang
lebih namanya. Di saat itu belum Asian
Boys ya, tapi mereka bikin nama kelompok
atau nama ormas Kamboja ini di Amerika
dengan sebutan Tini Rascal Geng. Wah,
dari awal tuh udah bikinnya geng lah
namanya. Terbentuknya sekitar
pertengahan tahun 1980-an. Nah, namun di
akhir tahun 1980-an terjadilah konflik
internal di dalam tini Rascal Geng ini.
Jadi sesama orang-orang Asia ini malah
berantem yang menyebabkan beberapa
anggota mereka akhirnya keluar dan malah
membentuk geng yang baru disebut dengan
Long Beach Asian Boys. Nah, jadi
pecahannya lah di saat itu. Nah,
pembentukan Long Beach Asian Boys ini
menjadi awal mula atau cikal bakal dari
banyaknya cabang atau kelompok dari
ASEAN Boys yang lain yang muncul di
berbagai tempat. Karena udah muncul
satu, ada lagi nih yang enggak mau
gabung ke Long Beach Asian Boys. Nah,
mereka malah membentuk Asian Boys mereka
sendiri, kelompok geng Asia mereka
sendiri, gitu. Salah satu geng yang
anggotanya adalah orang-orang Asia yang
kemudian bergabung dengan Asian Boys itu
ada di Long Beach yang bernama Asian
Boys Insanity atau disingkat dengan Aby
yang mana ini berdiri pada tahun
1990-an. Eby ini awalnya adalah geng
independen yang beroperasi di Chinatown,
Los Angeles, dan beberapa bagian wilayah
San Gabriel Valley pada akhir tahun
1980-an. Anggota dari Eby ini sebagian
besarnya berasal dari orang-orang Cina
dan juga orang Vietnam, bukan orang
Kamboja nih. Jadi orang Cina, orang
Vietnam gabunglah mereka. Yang mana kan
secara perawakan orang Vietnam dan Cina
ini mirip-mirip gitu, Geng, ya. Dan juga
ya memang negaranya enggak terlalu jauh.
Jadi di saat itu mulai beragamlah
geng-geng anggota ASEAN Boys yang
awalnya hanya dari orang-orang Kamboja
sejak Abby bergabung mulai masuk orang
Cina dan Vietnam. Nah, setelah Eby
bergabung dengan Asian Boys, mereka
mulai membentuk kelompok baru lagi yang
namanya Montery Park Asian Boys atau MPZ
pada awal tahun 1990-an. Terus di
pertengahan tahun EB dan MPZ ini
bergabung nih menjadi satu kelompok ya.
mereka tuh kayak ya ayo kita gabung aja
deh semuanya anggota kita. Yang kemudian
mereka dikenal dengan nama Weside Asian
Boys atau WSABZ. Berlanjut lagi nih
dengan masuknya kelompok lain ke dalam
Asian Boys yaitu geng yang bernama Funis
Asian Boys atau Asian Boy Style atau
disingkat dengan ABS. Nah, mereka ini
berasal dari daerah Vanuis. Geng
tersebut dibentuk pada akhir tahun
1980-an oleh Soti mengang dan juga
Mercado Bersaudara dan beberapa orang
lainnya. ABS ini menetap di sebuah
apartemen yang bernama Valerio Garden
dan memiliki anggota yang tersebar di
berbagai wilayah lain di Los Angeles
Conti. Nah, lalu di pertengahan tahun
1990-an, Vanuis Asian Boy Style ini
bergabung dengan Vanis Asian Boys yang
merupakan cabang dari ASEAN Boys yang
berada di Long Beach lalu melebur
menjadi satu geng. Nah, bergabunglah
geng-geng lain ke dalam Asian Boys
tersebut yang membuat kelompok ini
berkembang dengan cepat yang mana
membawa dampak yang begitu besar bagi
ASEAN boys di dalam komunitas tersebut.
Nah, cuma Geng ada permasalahan lain
yang ditimbulkan karena di dalam
kelompok geng ini bukan cuma terdiri
satu etnis aja ya. Kalau dulu kan satu
etnis ke Kamboja doang. Nah, tapi kan
ini udah mulai ada etnis-etnis lain
kayak Cina, Vietnam dan lain-lain. Nah,
hal ini membuat ketegangan di dalam
Asian Boys itu sendiri. Karena
masing-masing etnis atau masing-masing
ras itu pengin ya unggul, pengin
berkuasa gitu. Nah, pada akhirnya
terbentuklah dua kubu di geng tersebut.
Yang satu disebut dengan kubu S,
sementara yang satunya lagi disebut
dengan kubu Z. Terus apa nih perbedaan
dari kubu-kubu tersebut? Padahal mereka
di dalam satu geng gitu. Nah, jadi kubu
S ini adalah kubu yang merujuk kepada
orang-orang yang berasal dari etnis
Vietnam. Sementara kubu Z itu sebagian
besar terdiri dari anggota yang berasal
dari Kamboja. Walaupun pada awalnya
ASEAN Boys ini dibentuk oleh orang-orang
Kamboja yang nanabnya berada di kubu Z,
kubu S juga memiliki pengaruh yang besar
di ASEAN Boys karena anggota dari kubu S
itu mendominasi beberapa area di dalam
kegiatan geng tersebut. Jadi kayak ada
titik-titik wilayah yang dikuasai oleh
kubu es gitu. Orang-orangnya banyak di
sana. Nah, makanya mereka itu ya cukup
punya power lah. Terus selain karena
perbedaan etnis, kedua kubu ini juga
terlibat persaingan kekuasaan untuk
mengontrol wilayah tertentu. Dan
keberadaan kubu ini juga menciptakan
ketegangan internal yang cukup besar di
dalam Asian Boys itu sendiri. Dan
meskipun terdapat anomali dengan adanya
kubu yang saling berlawanan satu sama
lain, tapi di dalam menjalankan
operasional geng mereka, mereka ini
tetap kompak dan terorganisir dengan
baik terlepas dari perbedaan etnis dan
masing-masing anggota atau kubunya. Nah,
mungkin karena berasal dari wilayah yang
sama yaitu Asia yang mana mereka ini
sama-sama mengalami diskriminasi di
Amerika serta ee apa ya? Mereka itu
ditekanlah diserang oleh
gengster-gengster besar yang lain yang
berasal dari suku lain atau ras lain
gitu ya. Nah, jadinya mereka enggak
punya pilihan. Lebih baik bersatu.
Walaupun banyak perbedaan pemikiran di
antara mereka, lebih baik bersatu. Kalau
mereka terpecah belah, yang ada mereka
mati satu-satu dihabisi oleh
gangster-gangster yang lain. Sampai di
sini kalian udah paham ya, Geng,
bagaimana berkuasanya ya, bagaimana
besarnya gangster Asia ini. Nah,
kekompakan dari Asian Boys ini bisa
terlihat dari keanggotaan mereka itu
yang terus bertambah dan terus meluaskan
wilayah kekuasaan mereka. Pada tahun
1980-an, Asian Boys mulai menyebar ke
seluruh Amerika. Banyak kelompok mereka
yang tetap berada di California dan
sampai saat ini wilayah tersebut menjadi
pusat terbesar dari aktivitas gangster.
Nah, namun ada kelompok dari Asian Boys
yang juga menyebar ke wilayah Amerika
bagian tengah atau Midwest sampai dengan
ke New England yang berada di bagian
timur laut Amerika Serikat. Berdasarkan
laporan dari FBI pada tahun 2009 nih,
Geng, mengenai ancaman geng nasional,
jumlah anggota ASEAN Boys diperkirakan
berkisar antara 5.000 sampai 10.000
orang. Banyak banget. Dan di West Coast,
anggota Asian Boys ini menggunakan warna
biru dan biru navy sebagai warna
identitas mereka. Warna-warna ini mirip
dengan yang digunakan oleh geng Crips
yang disebut-sebut memang sangat
mempengaruhi dan menjadi panutan bagi
Asian Boys. Nah, jadi ASEAN Boys ini
niru geng creps lah dari
attitude-atitude-nya. Nah, cuma bedanya
mereka ini orang-orang sipit. Bedanya
mereka adalah orang-orang Asia. Nah, dan
ini enggak cuma dari warna yang
menggambarkan identitas mereka doang,
Geng. Tapi juga gaya bicara sampai
gerak-gerak mereka itu mirip banget sama
anggota creps. Ada creps walk ya kan,
ada cara apa e geng sign-geng sign-nya
gitu. Nah, padahal mereka ini adalah
orang Asia. Nah, cuma untuk style
berpakaian, mereka lebih condong
mengikuti fashion kh yang memang sedang
populer di era tahun 1980-an dan
1990-an. Sementara untuk anggota-anggota
yang lebih muda cenderung untuk
mengikuti trend fashion yang lebih
modern dan kekinian. Jadi mereka enggak
school lah, enggak ngikutin
pendahulu-pendahulu mereka. Terus
sementara itu, Geng, di wilayah Midwest
dan East Coast, selain mengenakan warna
biru dan biru navy, anggota dari ASEAN
Boys ini juga mengenakan warna hijau
tua, hitam, dan juga putih sebagai
bagian dari identitas mereka. Style
pakaian mereka ini lebih condong ke gaya
kasual hip hop. Nah, di Midwest anggota
geng ini banyak yang berasal dari latar
belakang etnis seperti Mong, Burma,
Karen, dan juga Kareni. Nah, sementara
di East Coast dari Virginia sampai
Georgia lebih banyak anggota yang
berasal dari etnis Korea dan juga Cina.
Nah, terus ada di kota Yutika banyak
anggota yang berasal dari suku Karen.
Lalu di negara bagian Massachuset banyak
anggota yang berasal dari Kamboja,
Vietnam dan juga Laos. Nah, ciri khas
lain dari para gangster ini juga bisa
terlihat dari tato-tato mereka, Geng.
Dan anggota Asian Boys juga memiliki
tato yang menunjukkan kalau mereka
adalah bagian dari Asian Boys, yaitu
sebuah tato gambar kepala naga dengan
bola kristal yang menjadi simbol dari
pangkat tinggi. Terus ada juga yang
menggunakan tato Syan, yaitu tato
tradisional yang diyakini bisa
memberikan kekuatan dan perlindungan
serta keberuntungan, karisma, dan
manfaat lain bagi siapa saja yang
memiliki tato tersebut. Nah, itu
ciri-ciri identitas mereka. Terus, geng,
Azian Boys yang semulanya terbentuk
untuk melindungi komunitas imigran Asia
yang berada di Long Beach. Karena
semakin banyak anggota mereka, semakin
besar pengaruh mereka juga di sana.
Mereka akhirnya merubah kelompok
tersebut menjadi sebuah gangster
berbahaya. Tadi gua udah jelasin nih ke
kalian mengenai bagaimana terbentuknya
ASEAN Boys dan perkembangan dari
kelompok tersebut hingga memiliki banyak
anggota yang enggak cuma di Long Beach,
tapi juga di beberapa wilayah lain dan
enggak hanya berasal dari Kamboja, tapi
juga ada orang Cina, Vietnam sampai
Korea. Bahkan kabarnya ada orang
Indonesia juga. Nah, sekarang kita bakal
membahas nih, Geng. Bagaimana sih track
records dari Asian Boys di dalam
tindakan kejahatan yang mereka lakukan
ya, hingga menjadi salah satu gangster
yang paling ditakuti di Amerika Serikat.
Sekarang kita
bahas. Jadi, Geng, struktur organisasi
Azian Boys ini itu enggak diketahui
secara pasti karena pas gua cari
sumber-sumbernya enggak ada yang
menjelaskan secara detail. Namun, di
sini ada beberapa nama yang diketahui
termasuk ke dalam pemimpin tertinggi
dari Asian Boys. Yang pertama itu ada
Marvin. Nah, terus ada Pier Mercado.
Terus ada Sotimeng. Nah, pemimpin
kelompok Vanuis Asian Boys Marvin itu
memiliki julukan yaitu Shy Boy karena
dia memiliki gaya kepemimpinan yang
tenang. Jadi enggak apa ya, enggak
gerasak grusuk gitu. Pada pertengahan
tahun 1990-an, Asian Boys melakukan aksi
kejahatan di seluruh wilayah California
Selatan. Mereka menewaskan sedikitnya 12
orang di saat itu. Terus selain itu
mereka juga melakukan ratusan kejahatan
lain termasuk melakukan penyerangan,
terus penembakan saat berkendara, terus
pemerasan juga serta perampokan dan
penyerbuan sebuah rumah. Nah, anggota
dari ASEAN Boys itu bisa melakukan
kejahatan seperti itu karena mereka itu
dilengkapi dengan senjata yang sangat
canggih yang mengindikasikan kalau
mereka ini juga melakukan penyelundupan
senjata. Jadi, enggak main-main ya. Jadi
bukan kayak gengster-gangster di e
jembatan cililitan gitu ya yang
pakai-pakai BR. Enggak. Ini gangster
beneran pakai senjata canggih. Nah, dari
tahun 1990 sampai dengan 1991 Pier itu
bertanggung jawab atas empat aksi
penghilangan nyawa. Aksi tersebut
merupakan bagian dari bentuk intimidasi
yang dilakukan oleh Azian Boys terhadap
geng-geng lain. Jadi kayak peringatan
gitu loh. Kayak ngasih tahu bahwa jangan
macam-macam sama kita. Nah, bisa kita
habisin. Dan untuk menghindari
penangkapan oleh otoritas Amerika, Pier
berserta dengan saudaranya yang bernama
Marvin itu melarikan diri ke Filipina.
Mereka sembunyi di sana, tinggal di sana
selama 10 tahun lamanya. Dan aksi Asian
Boys di saat itu masih terus
berlangsung. Nah, mereka mengontrol
Asian Boys dari jarak jauh pasca
kepergian mereka ke Filipina untuk
bersembunyi di Filipina. Pihak otoritas
Amerika bahkan di saat itu sampai
berusaha untuk menindak tegas geng ini.
Tapi terus berlanjut kejahatannya. Pada
tahun 1995, Soti itu melakukan aksi
penghilangan nyawa terhadap lima orang
yang berhubungan dengan geng di San
Fernando Valley. Nah, Sotimeng ini
langsung menjadi target otoritas Amerika
Serikat pada saat itu. Nah, tapi di
bulan Januari tahun 1997, Sotimeng ini
langsung cabut atau kabur dari Amerika
yang membuat pihak Amerika juga merasa
kewalahan untuk mencari keberadaannya
dia. Jadi, dia ini dilindungi sama anak
buahnya, terus lama-kelamaan dia bisa
kabur dari Amerika. Nah, tapi
beruntungnya di bulan Agustus tahun
1997, Sotimeng ini berhasil terlacak dan
langsung ditangkap di Kamboja tepatnya
di Penompen. Lalu pada bulan September
tahun 1998 dia dibawa ke Amerika lagi
untuk diadili di sana. Nah, enggak cukup
sampai di situ nih para tetua-tetuanya
udah pada ditangkap nih. Pada bulan
September tahun 1998, anggota Azian Bos
yang lain itu didakwa karena melakukan
tiga aksi penghilangan nyawa dan lima
percobaan eksekusi. Nah, terus singkat
cerita nih. Pada tahun 1996, anggota
Azian Boys yang bernama Sopal Pon yang
pada saat itu masih berusia 17 tahun itu
menghabisi atau mengeksekusi satu
keluarga di Kentaki dengan cara
menggiring suami istri ke kamar mandi
dan mendor kepala mereka. Kebayang tuh
17 tahun umurnya udah sekejam itu. Nah,
keluarga tersebut ditemukan tidak
bernyawa beberapa jam kemudian bersama
dengan putri mereka yang masih berusia
12 tahun yang juga didoor di bagian
kepala. Nah, namun seperti sebuah
keajaiban, putri mereka itu masih bisa
diselamatkan. Nam dia masih hiduplah.
Nah, akhirnya si pelakunya ditangkap
yaitu si Sopalpon tadi dan dia
dijatuhkan hukuman penjara seumur hidup
tanpa adanya kemungkinan pembebasan
bersyarat. Nah, karena kejam banget.
masih kecil udah sekejam itu. Terus
masih berlanjut lagi, Geng. 10 tahun
kemudian, tepatnya di tanggal 12 Agustus
tahun 2006, terjadi perkelahian antara
anggota ASEAN Bloods dengan Asian Boys
di sebuah rumah yang berlokasi di
Lowell, Massachusett di mana pada saat
itu sedang diadakan sebuah party. Nah,
sesama mereka nih, Asean Bloods dan
Asean Boys sesama ASEAN. Nah, semuanya
berawal dari anggota ASEAN Boys yang
meninggalkan partti atau pesta lebih
dahulu. Terus diduga mereka mulai
melakukan pelemparan botol serta
benda-benda lain ke arah rumah tersebut.
Nah, salah satu anggota dari ASEAN
Bloods yang namanya Bilompan yang di
saat itu usianya masih 14 tahun, muda
banget. Nah, dia langsung ngeluarin
senjata dan nembak anggota ASEAN Boys
yang ngelempar botol. Nah, salah satu
tembakannya mengenai seorang anggota
ASEAN Boys yang namanya Samnang OD. Dan
si Samnang OD ini langsung tewas di
tempat. Nah, akibatnya PAN pun akhirnya
ditangkap oleh polisi dan dijatuhi
hukuman penjara hingga usia dia 21 tahun
dengan persyaratan tambahan untuk
menjalani masa percobaan selama 5 tahun
setelah dia dibebaskan. Terus, Geng,
beberapa bulan kemudian, tepatnya di
bulan Desember tahun 2006, ada tiga
anggota ASEAN Boys yang didakwa karena
memukuli seorang anak laki-laki yang
berusia 15 tahun yang bernama Chinfu.
Nah, anak tersebut tewas dan kejadiannya
di daerah Yutika, New York.
Dua di antara pelaku yaitu Richi Nguyen
namanya yang di saat itu berusia 16
tahun. Dia sampai dijatuhi hukuman 5
sampai 15 tahun penjara. Dan yang satu
lagi namanya Samnang Chou itu dijatuhi
hukuman 10 tahun penjara karena
melakukan penyerangan tingkat du. Dan di
bulan Maret tahun 2008 ada empat orang
anggota ASEAN boys yang bernama Quentin
Russell, terus ada Sarit Prag dan juga
David Prak serta Preston Kone. Nah,
mereka mengikuti seseorang yang bernama
Futaau Au yang sedang melakukan
perjalanan dari Santa Rosa. Di saat itu
si Futaau ini sempat berhenti di sebuah
pom bensin yang berada di dekat Jenner,
California. Terus mereka berempat
memanfaatkan kesempatan ini untuk
melakukan aksi kejahatan terhadap
Futaauaw ini. Nah, yang pertama kali
melepaskan tembakan ke arah Futaau
adalah anggota yang bernama Quentin
Russell. Nah, dia yang pertama kali
nembak dan langsung membuat Futaau tewas
di tempat. Terus atas kejadian ini,
mereka berempat tadi dinyatakan bersalah
dan ditangkap oleh polisi dengan hukuman
penjara seumur hidup tanpa pembebasan
bersyarat. Jadi mereka gak peduli tuh
sekejam itu geng Asia yang satu ini.
Nah, terus geng masih di tahun yang sama
pada tahun 2008 otoritas Amerika
berhasil menemukan keberadaan dari
Pierre dan juga Marvin yang ternyata
selama ini berada di Filipina. Nah,
akhirnya ketangkaplah mereka. Informasi
mengenai keberadaan mereka ini diketahui
setelah Pier dan Marvin tertangkap di
bulan September karena melakukan
pelanggaran imigrasi di Filipina. Nah,
di saat itulah mulai ketahuan nih
ternyata nih orang nih yang dicari-cari
oleh pihak otoritas Amerika. Nah, lalu
yang jadi pertanyaannya gimana bisa
mereka selama ini menetap lama di
Filipina dengan cara ilegal? Nah,
diketahui kalau mereka ini ternyata
memalsukan nama mereka, Geng. Jadi,
ketika pihak Amerika mengetahui
keberadaan mereka dan ingin
mengekstradisi mereka untuk menjalani
hukuman di Amerika, upaya tersebut
sempat mengalami kendala. Sebab Pier dan
Marvin mengelak kalau mereka ini
bukanlah merkado bersaudara yang selama
ini dicari. Nah, dia enggak ngaku kalau
merkado bersaudara yang merupakan
pemimpin dari ASEAN Boys itu mereka
berdua. Mereka tuh nyangkal semuanya.
Nah, cuma di saat itu otoritas Amerika
yaitu pihak Los Angeles Police
Department atau disingkat dengan LAPD
serta pihak FBI itu punya sidik jari dan
bukti foto yang menguatkan kalau mereka
berdua memang adalah ya merkado
bersaudara tadi yaitu pemimpin dari
ASEAN Boys yang selama ini kabur ke
Filipina. Dengan bukti tersebut mereka
udah enggak bisa mengelak lagi dan
akhirnya mereka mengakui semuanya dan
langsung diekstradisi ke Amerika
Serikat.
Pada tahun 2011, hakim akhirnya
menjatuhkan hukuman seumur hidup tanpa
adanya kemungkinan pembebasan bersyarat
kepada Marvin atas semua kejahatan yang
pernah dia lakukan. Dan belum sampai di
situ hukumannya. Karena dia juga
akhirnya dijatuhi 10 hukuman penjara
berturut-turut masing-masing 15 tahun
sampai seumur hidup karena melakukan 10
percobaan eksekusi serta hukuman
tambahan selama 50 tahun atas
pelanggaran senjata dan tuduhan-tuduhan
lain. Nah, semua hukuman ini harus
Marvin jalani secara berturut-turut
sehingga tidak boleh dijalankan
sekaligus. Dengan ditangkapnya Marvin
dan juga Pier ini enggak semerta-merta
menghapus eksistensi Asian Boys. Mereka
masih bergerak. Nah, namun ditangkapnya
mereka berdua ini ya agak sedikit
mengurangi aktivitas ASEAN Boys secara
signifikan, tapi pergerakannya tetap
besar dan upaya dari otoritas Amerika
itu masih terus berlanjut untuk membasmi
mereka di saat itu. Nah, pada bulan
Desember tahun 2018, ada seorang anggota
yang memiliki pangkat tinggi di Asian
Boys yang namanya itu adalah Derek Pires
itu sampai ditangkap di Fall River
Massachusett setelah melakukan aksi
penembakan kejam. Beruntungnya enggak
ada korban jiwa, enggak ada korban luka
di dalam aksi tersebut. Nah, lalu di
tanggal 28 Juli tahun 2023 ada 9 anggota
ASEAN Boys yang akhirnya didakwa. Mereka
adalah Enel Reyes alias Attack yang
berasal dari Laurz. Nah, dia diberikan
dua dakwaan. Satu dakwaannya atas dugaan
distribusi dan kepemilikan 100 gr atau
lebih yang namanya pifurofentanil atau
zat yang mirip dengan fentanil yang
merupakan obat penghilang rasa sakit.
Nah, ini salah satu jenis narkoba. Nah,
terus sementara satu dakwaannya lagi
yaitu atas dugaan distribusi dan
kepemilikan dengan tujuan untuk
mendistribusikan 400 gr atau lebih
fentanil tadi. Nah, terus ada anggota
lainnya yang bernama Samnang Son alias
Miley yang berasal dari Lowell. Samnang
ini dijatuhi beberapa tuduhan yaitu
kepemilikan senjata api, amunisi, dan
menjalankan bisnis jual beli senjata api
tanpa memiliki lisensi resmi. Nah, dia
juga memiliki serta mendistribusikan
metamfetamin dan memindahkan serta
memiliki senjata otomatis atau machine
gun. Jadi, ya apa ya mereka ini memiliki
barang-barang ilegal lah gitu, Geng.
Terus setelah itu ada lagi yang namanya
Billy Chan alias Juju. Dia ini berasal
dari Lowell yang menghadapi tuduhan
menjalankan bisnis senjata api tanpa
lisensi resmi. Dia mendistribusikan dan
memiliki metamfetamin dan kepemilikan
senjata otomatis. Nah, pergerakan mereka
itu itu-itu aja, Geng. Senjata narkoba,
gitu. Terus ada lagi yang namanya Bill
Pim alias Bones dari acton yang didakwa
dengan mendistribusikan dan memiliki 50
gram serta 500 gr metamfetamin. Kemudian
ada lagi yang namanya Ericson Dao alias
Silent dari Lowel yang didakwa karena
memiliki dan mendistribusikan 500 gr
metamfetamin serta cocain. Selanjutnya
ada Brian Gingr alias
Chowell yang didakwa karena memiliki dan
mendistribusikan 50 gr dan 500 gr
metamfetamin juga. Terus ada yang
namanya Marcus Holder alias Heartless
dari Newton Newampshire dan juga Joseph
Bagrovski asal Chamsford yang didakwa
karena memiliki dan mendistribusikan 50
gr metamfetamin. Terus yang terakhir ada
seri Red yang dikenal dengan nama BG
atau bad guy atau Baby Gangsta yang
didakwa karena mendistribusikan hal yang
sama yaitu memiliki 500 gr metamfetamin
dan 500 fentanil.
Nah, jadi pergerakan mereka yang awalnya
adalah kelompok yang baik tiba-tiba
menjadi penjahat kelas kakap. Dan bahkan
di tahun ini tahun 2025 ya juga ada lima
anggota ASEAN Boys yang mendapatkan
dakwaan geng di bulan Januari kemarin.
Mereka berlima, yaitu Sofat Yarn alias
Triky. Terus ada Owen Landry alias OSki.
Terus ada Scott Fournier alias SG dan
Richard Nguyen alias Cheese. Nah, mereka
ini semua didakwa karena menjadi bagian
di dalam jaringan distribusi pil
metamfetamin yang mereka produksi
sendiri dan diberi merek Ediral. Sampai
saat ini, otoritas Amerika masih terus
melakukan berbagai upaya untuk menangkap
anggota-anggota dari ASEAN Boys yang
lain karena sudah sangat mengkhawatirkan
dan mengganggu masyarakat di sana.
Nah, jadi itu dia, Geng pembahasan kita
hari ini mengenai Asian Boys. Mulai dari
awal terbentuknya mereka sampai aksi
kejahatan yang mereka lakukan. Nah, ini
bocah-bocah Asia di Amerika yang menjadi
gengster berbahaya. Gimana, Geng,
menurut kalian tentang pembahasan kita
hari ini? Coba tinggalkan komentar di
bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:16:15 UTC
Categories
Manage