ASIAN BOYZ ! GENGSTER PENGUASA AMERIKA YANG DIDOMINASI ORANG VIETNAM, PHILIPPINA HINGGA INDONESIA
lp9qQpNBEbk • 2025-05-12
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Beberapa bulan yang lalu kita pernah membahas soal dunia gangster dan ternyata banyak dari kalian yang suka dengan pembahasan itu. Nah, ada beberapa dari kalian yang minta gua untuk ngebahas persoalan gangster lagi. Nah, jadi hari ini gua bakal ngajak kalian buat ngebahas seputar dunia lagi. Tetapi gangster kali ini bakal membuat kalian itu jadi merasa kayak anjir gua bagian dari ini nih. Gitu ya. Tapi untuk sekedar keren-kerenan ya. bukan berarti kalian benar-benar harus jadi gengster juga. Enggak. Karena biasanya kalau kita bercerita tentang gangster pastinya selalu berasal dari negara yang sama ya atau negara yang ee berbau-bau latin gitu kan. Nah, misalnya kayak gangster atau kartel dari Mexico seperti Sinaloa, Losetas dan lain-lain yang mana mereka memang berasal dari Amerika Latin. Nah, atau kayak keluarga mafia yang ada di Italia yang anggotanya adalah ya orang-orang dari Italia sendiri. Cuma, Geng, hari ini pembahasannya beda. Pembahasannya ini adalah gangster-gangster yang muka-mukanya itu mirip sama orang-orang kita. Ya, mereka berasal dari Asia dan mereka cukup berkuasa di luar negeri sana, terutama di Amerika. Mereka ini besar banget di Amerika. Anggotanya itu tergabung dari e beberapa orang Asia seperti Filipina, Vietnam, bahkan sampai orang Indonesia pun ada. Nama gangsternya itu adalah Asian Boys. Sesuai dengan asal muasal mereka yang mana pada awalnya bisa gua katakan terbentuknya gangster Asian Boys ini sebenarnya bertujuan baik yang mana mereka ini ingin melindungi sesama orang-orang Asia yang ada di Amerika. Karena kita tahu sendiri ya di Amerika itu bagi orang-orang Asia kayak kita itu benar-benar dirasisin gitu. Mereka itu benar-benar mengucilkan orang-orang Asia ya. Pertama karena perbedaan warna kulit. Terus juga kita matanya cenderung sipit gitu ya. Karena walaupun bukan Chinese misalkan, tapi kalau di Amerika itu kita tetap dianggap orang sipit oleh mereka dan juga perawakan kita atau bentuk badan kita orang Asia itu lebih kecil daripada mereka. Nah, sering sekali dikucilkan. Keberadaan dari Asian Boys ini adalah untuk melindungi sesama orang-orang Asia yang ada di Amerika yang terdiskriminasi. Nah, tapi seiring berjalannya waktu, tujuan yang awalnya itu baik gitu ya untuk melindungi sesama, tapi tiba-tiba malah berubah arah. Asian Boys ini bukan lagi menjadi pelindung bagi sesama, tapi justru berubah menjadi gengster yang marak melakukan aksi kriminal yang mana di antaranya ada aksi penghilangan nyawa, terus aksi penjualan barang-barang terlarang, dan juga aksi-aksi kekerasan yang lain. Nah, Asian Boys ini menjadi salah satu gangster yang paling ditakuti di Amerika. Wah, gokil ya. Ini bukan gangster yang kayak di Pondok Cabe atau di Pasar Rebo. Nah, itu beda gangster tuh ya. Kalau gengster yang di daerah sini nih ya, itu rata-rata pakai celurit gitu kan, pakai BR gitu-gitu ya. Nah, ini beda. Ini gangsternya ya pakai senjata senjatanya senjata beneran gitu. Dan semula kelompok gangster ini adalah orang-orang atau masyarakat yang terpinggirkan. di Amerika, lambat laun malah berubah menjadi kelompok yang berbahaya dan ditakuti. Di video kali ini gua bakal membahas eksistensi dari Asian Boys di Amerika ini, Geng. Bagaimana mereka terbentuk, bagaimana kondisi mereka, terus juga bagaimana pergerakan mereka selama berkuasa di Amerika Serikat. Nah, ini seru banget untuk kita bahas. Oke, langsung aja kita bahas secara lengkap. Hello geng. Welcome back to Kamar Jerry. [Musik] Genggeng. Oke, untuk pembahasan pertama kita langsung masuk ke dalam pembahasan awal mula terbentuknya Asian Boys. Nah, jadi geng bacanya itu Asian boys. Cuman karena kita lavalnya Indonesia, kita bacanya Asian boys aja ya biar gampang. Jadi untuk ngebahas mengenai bagaimana Asian Boys ini terbentuk, kita harus mundur dulu ke puluhan tahun lalu sekitar tahun 1970-an sampai dengan 1980-an. Nah, pada saat itu salah satu negara di kawasan Asia Tenggara sedang berada di dalam kondisi yang carut-marut yang kalau kalian tahu ada pergerakan yang namanya Kmer merah ya, red kammer. Nah, di dalam sejarahnya kamar merah ini berkuasa di Kamboja dan seperti enggak ada masa depan yang bisa diberikan untuk warga Kamboja di saat itu ya. ketika kamar merah ini berkuasa. Nah, oleh karena itu orang-orang Kamboja itu memutuskan untuk pergi meninggalkan negara mereka ya mencari swaka di negara lain demi kehidupan yang lebih baik dan salah satu negara yang menjadi tujuan mereka di saat itu adalah Amerika Serikat. Nah, di dalam kurun waktu tersebut terdapat gelombang besar migran Kamboja yang datang ke Amerika Serikat. Dan ketika berada di Amerika migran Kamboja ini berpusat di sebuah wilayah yang terletak di negara bagian California yaitu di Long Beach. Dan seperti yang kita tahu ya memang Amerika itu ya masyarakatnya bukan masyarakat asli lagi. Kalau kita berbicara masyarakat aslinya adalah suku Astek alias suku Indian. Semua orang di Amerika itu adalah imigran. Nah, termasuk dengan orang Kamboja ini. Perpindahan mereka ke Amerika itu enggak langsung membuat mereka tenang. Sebab di sana mereka justru berhadapan dengan gengster-gengster yang berkuasa di wilayah tersebut. ya, gengster-gengster kulit putih, gengster-gengster latin. Nama gengsternya itu adalah Iside Longos. Nah, Iside Longos atau disingkat dengan ISL. Ini adalah geng jalanan Mexico Amerika yang didirikan pada tahun 1960-an di Long Beach, California. Nah, mereka ini adalah salah satu geng bagian dari Surenyos, sebutan untuk jaringan geng jalanan Mexico Amerika yang berasal dari California bagian selatan. Surenyos ini sendiri berarti ee orang selatan yang mana di dalam bahasa Spanyol artinya kayak gitu. ISL itu menjadi salah satu geng surenyos terbesar di wilayah tersebut dan memiliki hubungan dengan gengster-gengster yang ada di Mexiko. Nah, jadi mereka asalnya memang dari Meksiko terus tinggal di Amerika. Nah, mereka berkuasalah di sana, beranak-pinaklah di sana. Nah, jadinya mereka tuh masih punya hubungan dengan orang-orang di kampung halamannya, orang-orang yang ada di Meksiko langsung. Dan selama itulah mereka berkuasa di Amerika Serikat. Keberadaan migran Kamboja di Long Beach itu hidup mereka gak pernah tenang karena selalu diganggu oleh gangster ISL ini. Ya, mungkin karena ISL ini merasa Long Beach itu adalah daerah e teritori mereka, tapi tiba-tiba kok banyak orang asing yang datang ke sana ya kan. Nah, mereka juga enggak mau daerah teritorial mereka itu ya nanti lama-kelamaan diserobot oleh ee migran-migran dari Asia ini. Nah, hal ini membuat para migran Kamboja merasa semakin enggak nyaman dan apa ya, setiap harinya mendapat diskriminasi lah sampai akhirnya mereka berpikir untuk membuat sebuah kelompok yang bertujuan untuk mempertahankan diri dari serangan yang dilakukan oleh gangster ISL ini. Karena di saat itu mereka mikir, geng, kayak gini, kayak ini kita diam-diam aja, kita diserang, kita dipukulin, kita dipalakin. Tapi kalau kita bikin kelompok, ya sama aja kita bakal dipukulin, diserang juga. Tapi setidaknya kita ada perlawanan, kita ada kebersamaan, kita masih bisa mengupayakan ee serangan demi serangan mereka itu ya diredam gitu ya kan. Setidaknya tuh bisa memukul mundur sedikitlah. Gitulah kurang lebih e pikiran dari mamang-mamang Kamboja ini gitu ya. Bikin kelompoklah mereka dengan istilah kata nih. Istilah kata nih ya. Mereka bikin ormas lah, organisasi masyarakat Kamboja. Ah, gitulah kurang lebih namanya. Di saat itu belum Asian Boys ya, tapi mereka bikin nama kelompok atau nama ormas Kamboja ini di Amerika dengan sebutan Tini Rascal Geng. Wah, dari awal tuh udah bikinnya geng lah namanya. Terbentuknya sekitar pertengahan tahun 1980-an. Nah, namun di akhir tahun 1980-an terjadilah konflik internal di dalam tini Rascal Geng ini. Jadi sesama orang-orang Asia ini malah berantem yang menyebabkan beberapa anggota mereka akhirnya keluar dan malah membentuk geng yang baru disebut dengan Long Beach Asian Boys. Nah, jadi pecahannya lah di saat itu. Nah, pembentukan Long Beach Asian Boys ini menjadi awal mula atau cikal bakal dari banyaknya cabang atau kelompok dari ASEAN Boys yang lain yang muncul di berbagai tempat. Karena udah muncul satu, ada lagi nih yang enggak mau gabung ke Long Beach Asian Boys. Nah, mereka malah membentuk Asian Boys mereka sendiri, kelompok geng Asia mereka sendiri, gitu. Salah satu geng yang anggotanya adalah orang-orang Asia yang kemudian bergabung dengan Asian Boys itu ada di Long Beach yang bernama Asian Boys Insanity atau disingkat dengan Aby yang mana ini berdiri pada tahun 1990-an. Eby ini awalnya adalah geng independen yang beroperasi di Chinatown, Los Angeles, dan beberapa bagian wilayah San Gabriel Valley pada akhir tahun 1980-an. Anggota dari Eby ini sebagian besarnya berasal dari orang-orang Cina dan juga orang Vietnam, bukan orang Kamboja nih. Jadi orang Cina, orang Vietnam gabunglah mereka. Yang mana kan secara perawakan orang Vietnam dan Cina ini mirip-mirip gitu, Geng, ya. Dan juga ya memang negaranya enggak terlalu jauh. Jadi di saat itu mulai beragamlah geng-geng anggota ASEAN Boys yang awalnya hanya dari orang-orang Kamboja sejak Abby bergabung mulai masuk orang Cina dan Vietnam. Nah, setelah Eby bergabung dengan Asian Boys, mereka mulai membentuk kelompok baru lagi yang namanya Montery Park Asian Boys atau MPZ pada awal tahun 1990-an. Terus di pertengahan tahun EB dan MPZ ini bergabung nih menjadi satu kelompok ya. mereka tuh kayak ya ayo kita gabung aja deh semuanya anggota kita. Yang kemudian mereka dikenal dengan nama Weside Asian Boys atau WSABZ. Berlanjut lagi nih dengan masuknya kelompok lain ke dalam Asian Boys yaitu geng yang bernama Funis Asian Boys atau Asian Boy Style atau disingkat dengan ABS. Nah, mereka ini berasal dari daerah Vanuis. Geng tersebut dibentuk pada akhir tahun 1980-an oleh Soti mengang dan juga Mercado Bersaudara dan beberapa orang lainnya. ABS ini menetap di sebuah apartemen yang bernama Valerio Garden dan memiliki anggota yang tersebar di berbagai wilayah lain di Los Angeles Conti. Nah, lalu di pertengahan tahun 1990-an, Vanuis Asian Boy Style ini bergabung dengan Vanis Asian Boys yang merupakan cabang dari ASEAN Boys yang berada di Long Beach lalu melebur menjadi satu geng. Nah, bergabunglah geng-geng lain ke dalam Asian Boys tersebut yang membuat kelompok ini berkembang dengan cepat yang mana membawa dampak yang begitu besar bagi ASEAN boys di dalam komunitas tersebut. Nah, cuma Geng ada permasalahan lain yang ditimbulkan karena di dalam kelompok geng ini bukan cuma terdiri satu etnis aja ya. Kalau dulu kan satu etnis ke Kamboja doang. Nah, tapi kan ini udah mulai ada etnis-etnis lain kayak Cina, Vietnam dan lain-lain. Nah, hal ini membuat ketegangan di dalam Asian Boys itu sendiri. Karena masing-masing etnis atau masing-masing ras itu pengin ya unggul, pengin berkuasa gitu. Nah, pada akhirnya terbentuklah dua kubu di geng tersebut. Yang satu disebut dengan kubu S, sementara yang satunya lagi disebut dengan kubu Z. Terus apa nih perbedaan dari kubu-kubu tersebut? Padahal mereka di dalam satu geng gitu. Nah, jadi kubu S ini adalah kubu yang merujuk kepada orang-orang yang berasal dari etnis Vietnam. Sementara kubu Z itu sebagian besar terdiri dari anggota yang berasal dari Kamboja. Walaupun pada awalnya ASEAN Boys ini dibentuk oleh orang-orang Kamboja yang nanabnya berada di kubu Z, kubu S juga memiliki pengaruh yang besar di ASEAN Boys karena anggota dari kubu S itu mendominasi beberapa area di dalam kegiatan geng tersebut. Jadi kayak ada titik-titik wilayah yang dikuasai oleh kubu es gitu. Orang-orangnya banyak di sana. Nah, makanya mereka itu ya cukup punya power lah. Terus selain karena perbedaan etnis, kedua kubu ini juga terlibat persaingan kekuasaan untuk mengontrol wilayah tertentu. Dan keberadaan kubu ini juga menciptakan ketegangan internal yang cukup besar di dalam Asian Boys itu sendiri. Dan meskipun terdapat anomali dengan adanya kubu yang saling berlawanan satu sama lain, tapi di dalam menjalankan operasional geng mereka, mereka ini tetap kompak dan terorganisir dengan baik terlepas dari perbedaan etnis dan masing-masing anggota atau kubunya. Nah, mungkin karena berasal dari wilayah yang sama yaitu Asia yang mana mereka ini sama-sama mengalami diskriminasi di Amerika serta ee apa ya? Mereka itu ditekanlah diserang oleh gengster-gengster besar yang lain yang berasal dari suku lain atau ras lain gitu ya. Nah, jadinya mereka enggak punya pilihan. Lebih baik bersatu. Walaupun banyak perbedaan pemikiran di antara mereka, lebih baik bersatu. Kalau mereka terpecah belah, yang ada mereka mati satu-satu dihabisi oleh gangster-gangster yang lain. Sampai di sini kalian udah paham ya, Geng, bagaimana berkuasanya ya, bagaimana besarnya gangster Asia ini. Nah, kekompakan dari Asian Boys ini bisa terlihat dari keanggotaan mereka itu yang terus bertambah dan terus meluaskan wilayah kekuasaan mereka. Pada tahun 1980-an, Asian Boys mulai menyebar ke seluruh Amerika. Banyak kelompok mereka yang tetap berada di California dan sampai saat ini wilayah tersebut menjadi pusat terbesar dari aktivitas gangster. Nah, namun ada kelompok dari Asian Boys yang juga menyebar ke wilayah Amerika bagian tengah atau Midwest sampai dengan ke New England yang berada di bagian timur laut Amerika Serikat. Berdasarkan laporan dari FBI pada tahun 2009 nih, Geng, mengenai ancaman geng nasional, jumlah anggota ASEAN Boys diperkirakan berkisar antara 5.000 sampai 10.000 orang. Banyak banget. Dan di West Coast, anggota Asian Boys ini menggunakan warna biru dan biru navy sebagai warna identitas mereka. Warna-warna ini mirip dengan yang digunakan oleh geng Crips yang disebut-sebut memang sangat mempengaruhi dan menjadi panutan bagi Asian Boys. Nah, jadi ASEAN Boys ini niru geng creps lah dari attitude-atitude-nya. Nah, cuma bedanya mereka ini orang-orang sipit. Bedanya mereka adalah orang-orang Asia. Nah, dan ini enggak cuma dari warna yang menggambarkan identitas mereka doang, Geng. Tapi juga gaya bicara sampai gerak-gerak mereka itu mirip banget sama anggota creps. Ada creps walk ya kan, ada cara apa e geng sign-geng sign-nya gitu. Nah, padahal mereka ini adalah orang Asia. Nah, cuma untuk style berpakaian, mereka lebih condong mengikuti fashion kh yang memang sedang populer di era tahun 1980-an dan 1990-an. Sementara untuk anggota-anggota yang lebih muda cenderung untuk mengikuti trend fashion yang lebih modern dan kekinian. Jadi mereka enggak school lah, enggak ngikutin pendahulu-pendahulu mereka. Terus sementara itu, Geng, di wilayah Midwest dan East Coast, selain mengenakan warna biru dan biru navy, anggota dari ASEAN Boys ini juga mengenakan warna hijau tua, hitam, dan juga putih sebagai bagian dari identitas mereka. Style pakaian mereka ini lebih condong ke gaya kasual hip hop. Nah, di Midwest anggota geng ini banyak yang berasal dari latar belakang etnis seperti Mong, Burma, Karen, dan juga Kareni. Nah, sementara di East Coast dari Virginia sampai Georgia lebih banyak anggota yang berasal dari etnis Korea dan juga Cina. Nah, terus ada di kota Yutika banyak anggota yang berasal dari suku Karen. Lalu di negara bagian Massachuset banyak anggota yang berasal dari Kamboja, Vietnam dan juga Laos. Nah, ciri khas lain dari para gangster ini juga bisa terlihat dari tato-tato mereka, Geng. Dan anggota Asian Boys juga memiliki tato yang menunjukkan kalau mereka adalah bagian dari Asian Boys, yaitu sebuah tato gambar kepala naga dengan bola kristal yang menjadi simbol dari pangkat tinggi. Terus ada juga yang menggunakan tato Syan, yaitu tato tradisional yang diyakini bisa memberikan kekuatan dan perlindungan serta keberuntungan, karisma, dan manfaat lain bagi siapa saja yang memiliki tato tersebut. Nah, itu ciri-ciri identitas mereka. Terus, geng, Azian Boys yang semulanya terbentuk untuk melindungi komunitas imigran Asia yang berada di Long Beach. Karena semakin banyak anggota mereka, semakin besar pengaruh mereka juga di sana. Mereka akhirnya merubah kelompok tersebut menjadi sebuah gangster berbahaya. Tadi gua udah jelasin nih ke kalian mengenai bagaimana terbentuknya ASEAN Boys dan perkembangan dari kelompok tersebut hingga memiliki banyak anggota yang enggak cuma di Long Beach, tapi juga di beberapa wilayah lain dan enggak hanya berasal dari Kamboja, tapi juga ada orang Cina, Vietnam sampai Korea. Bahkan kabarnya ada orang Indonesia juga. Nah, sekarang kita bakal membahas nih, Geng. Bagaimana sih track records dari Asian Boys di dalam tindakan kejahatan yang mereka lakukan ya, hingga menjadi salah satu gangster yang paling ditakuti di Amerika Serikat. Sekarang kita bahas. Jadi, Geng, struktur organisasi Azian Boys ini itu enggak diketahui secara pasti karena pas gua cari sumber-sumbernya enggak ada yang menjelaskan secara detail. Namun, di sini ada beberapa nama yang diketahui termasuk ke dalam pemimpin tertinggi dari Asian Boys. Yang pertama itu ada Marvin. Nah, terus ada Pier Mercado. Terus ada Sotimeng. Nah, pemimpin kelompok Vanuis Asian Boys Marvin itu memiliki julukan yaitu Shy Boy karena dia memiliki gaya kepemimpinan yang tenang. Jadi enggak apa ya, enggak gerasak grusuk gitu. Pada pertengahan tahun 1990-an, Asian Boys melakukan aksi kejahatan di seluruh wilayah California Selatan. Mereka menewaskan sedikitnya 12 orang di saat itu. Terus selain itu mereka juga melakukan ratusan kejahatan lain termasuk melakukan penyerangan, terus penembakan saat berkendara, terus pemerasan juga serta perampokan dan penyerbuan sebuah rumah. Nah, anggota dari ASEAN Boys itu bisa melakukan kejahatan seperti itu karena mereka itu dilengkapi dengan senjata yang sangat canggih yang mengindikasikan kalau mereka ini juga melakukan penyelundupan senjata. Jadi, enggak main-main ya. Jadi bukan kayak gengster-gangster di e jembatan cililitan gitu ya yang pakai-pakai BR. Enggak. Ini gangster beneran pakai senjata canggih. Nah, dari tahun 1990 sampai dengan 1991 Pier itu bertanggung jawab atas empat aksi penghilangan nyawa. Aksi tersebut merupakan bagian dari bentuk intimidasi yang dilakukan oleh Azian Boys terhadap geng-geng lain. Jadi kayak peringatan gitu loh. Kayak ngasih tahu bahwa jangan macam-macam sama kita. Nah, bisa kita habisin. Dan untuk menghindari penangkapan oleh otoritas Amerika, Pier berserta dengan saudaranya yang bernama Marvin itu melarikan diri ke Filipina. Mereka sembunyi di sana, tinggal di sana selama 10 tahun lamanya. Dan aksi Asian Boys di saat itu masih terus berlangsung. Nah, mereka mengontrol Asian Boys dari jarak jauh pasca kepergian mereka ke Filipina untuk bersembunyi di Filipina. Pihak otoritas Amerika bahkan di saat itu sampai berusaha untuk menindak tegas geng ini. Tapi terus berlanjut kejahatannya. Pada tahun 1995, Soti itu melakukan aksi penghilangan nyawa terhadap lima orang yang berhubungan dengan geng di San Fernando Valley. Nah, Sotimeng ini langsung menjadi target otoritas Amerika Serikat pada saat itu. Nah, tapi di bulan Januari tahun 1997, Sotimeng ini langsung cabut atau kabur dari Amerika yang membuat pihak Amerika juga merasa kewalahan untuk mencari keberadaannya dia. Jadi, dia ini dilindungi sama anak buahnya, terus lama-kelamaan dia bisa kabur dari Amerika. Nah, tapi beruntungnya di bulan Agustus tahun 1997, Sotimeng ini berhasil terlacak dan langsung ditangkap di Kamboja tepatnya di Penompen. Lalu pada bulan September tahun 1998 dia dibawa ke Amerika lagi untuk diadili di sana. Nah, enggak cukup sampai di situ nih para tetua-tetuanya udah pada ditangkap nih. Pada bulan September tahun 1998, anggota Azian Bos yang lain itu didakwa karena melakukan tiga aksi penghilangan nyawa dan lima percobaan eksekusi. Nah, terus singkat cerita nih. Pada tahun 1996, anggota Azian Boys yang bernama Sopal Pon yang pada saat itu masih berusia 17 tahun itu menghabisi atau mengeksekusi satu keluarga di Kentaki dengan cara menggiring suami istri ke kamar mandi dan mendor kepala mereka. Kebayang tuh 17 tahun umurnya udah sekejam itu. Nah, keluarga tersebut ditemukan tidak bernyawa beberapa jam kemudian bersama dengan putri mereka yang masih berusia 12 tahun yang juga didoor di bagian kepala. Nah, namun seperti sebuah keajaiban, putri mereka itu masih bisa diselamatkan. Nam dia masih hiduplah. Nah, akhirnya si pelakunya ditangkap yaitu si Sopalpon tadi dan dia dijatuhkan hukuman penjara seumur hidup tanpa adanya kemungkinan pembebasan bersyarat. Nah, karena kejam banget. masih kecil udah sekejam itu. Terus masih berlanjut lagi, Geng. 10 tahun kemudian, tepatnya di tanggal 12 Agustus tahun 2006, terjadi perkelahian antara anggota ASEAN Bloods dengan Asian Boys di sebuah rumah yang berlokasi di Lowell, Massachusett di mana pada saat itu sedang diadakan sebuah party. Nah, sesama mereka nih, Asean Bloods dan Asean Boys sesama ASEAN. Nah, semuanya berawal dari anggota ASEAN Boys yang meninggalkan partti atau pesta lebih dahulu. Terus diduga mereka mulai melakukan pelemparan botol serta benda-benda lain ke arah rumah tersebut. Nah, salah satu anggota dari ASEAN Bloods yang namanya Bilompan yang di saat itu usianya masih 14 tahun, muda banget. Nah, dia langsung ngeluarin senjata dan nembak anggota ASEAN Boys yang ngelempar botol. Nah, salah satu tembakannya mengenai seorang anggota ASEAN Boys yang namanya Samnang OD. Dan si Samnang OD ini langsung tewas di tempat. Nah, akibatnya PAN pun akhirnya ditangkap oleh polisi dan dijatuhi hukuman penjara hingga usia dia 21 tahun dengan persyaratan tambahan untuk menjalani masa percobaan selama 5 tahun setelah dia dibebaskan. Terus, Geng, beberapa bulan kemudian, tepatnya di bulan Desember tahun 2006, ada tiga anggota ASEAN Boys yang didakwa karena memukuli seorang anak laki-laki yang berusia 15 tahun yang bernama Chinfu. Nah, anak tersebut tewas dan kejadiannya di daerah Yutika, New York. Dua di antara pelaku yaitu Richi Nguyen namanya yang di saat itu berusia 16 tahun. Dia sampai dijatuhi hukuman 5 sampai 15 tahun penjara. Dan yang satu lagi namanya Samnang Chou itu dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena melakukan penyerangan tingkat du. Dan di bulan Maret tahun 2008 ada empat orang anggota ASEAN boys yang bernama Quentin Russell, terus ada Sarit Prag dan juga David Prak serta Preston Kone. Nah, mereka mengikuti seseorang yang bernama Futaau Au yang sedang melakukan perjalanan dari Santa Rosa. Di saat itu si Futaau ini sempat berhenti di sebuah pom bensin yang berada di dekat Jenner, California. Terus mereka berempat memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan aksi kejahatan terhadap Futaauaw ini. Nah, yang pertama kali melepaskan tembakan ke arah Futaau adalah anggota yang bernama Quentin Russell. Nah, dia yang pertama kali nembak dan langsung membuat Futaau tewas di tempat. Terus atas kejadian ini, mereka berempat tadi dinyatakan bersalah dan ditangkap oleh polisi dengan hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat. Jadi mereka gak peduli tuh sekejam itu geng Asia yang satu ini. Nah, terus geng masih di tahun yang sama pada tahun 2008 otoritas Amerika berhasil menemukan keberadaan dari Pierre dan juga Marvin yang ternyata selama ini berada di Filipina. Nah, akhirnya ketangkaplah mereka. Informasi mengenai keberadaan mereka ini diketahui setelah Pier dan Marvin tertangkap di bulan September karena melakukan pelanggaran imigrasi di Filipina. Nah, di saat itulah mulai ketahuan nih ternyata nih orang nih yang dicari-cari oleh pihak otoritas Amerika. Nah, lalu yang jadi pertanyaannya gimana bisa mereka selama ini menetap lama di Filipina dengan cara ilegal? Nah, diketahui kalau mereka ini ternyata memalsukan nama mereka, Geng. Jadi, ketika pihak Amerika mengetahui keberadaan mereka dan ingin mengekstradisi mereka untuk menjalani hukuman di Amerika, upaya tersebut sempat mengalami kendala. Sebab Pier dan Marvin mengelak kalau mereka ini bukanlah merkado bersaudara yang selama ini dicari. Nah, dia enggak ngaku kalau merkado bersaudara yang merupakan pemimpin dari ASEAN Boys itu mereka berdua. Mereka tuh nyangkal semuanya. Nah, cuma di saat itu otoritas Amerika yaitu pihak Los Angeles Police Department atau disingkat dengan LAPD serta pihak FBI itu punya sidik jari dan bukti foto yang menguatkan kalau mereka berdua memang adalah ya merkado bersaudara tadi yaitu pemimpin dari ASEAN Boys yang selama ini kabur ke Filipina. Dengan bukti tersebut mereka udah enggak bisa mengelak lagi dan akhirnya mereka mengakui semuanya dan langsung diekstradisi ke Amerika Serikat. Pada tahun 2011, hakim akhirnya menjatuhkan hukuman seumur hidup tanpa adanya kemungkinan pembebasan bersyarat kepada Marvin atas semua kejahatan yang pernah dia lakukan. Dan belum sampai di situ hukumannya. Karena dia juga akhirnya dijatuhi 10 hukuman penjara berturut-turut masing-masing 15 tahun sampai seumur hidup karena melakukan 10 percobaan eksekusi serta hukuman tambahan selama 50 tahun atas pelanggaran senjata dan tuduhan-tuduhan lain. Nah, semua hukuman ini harus Marvin jalani secara berturut-turut sehingga tidak boleh dijalankan sekaligus. Dengan ditangkapnya Marvin dan juga Pier ini enggak semerta-merta menghapus eksistensi Asian Boys. Mereka masih bergerak. Nah, namun ditangkapnya mereka berdua ini ya agak sedikit mengurangi aktivitas ASEAN Boys secara signifikan, tapi pergerakannya tetap besar dan upaya dari otoritas Amerika itu masih terus berlanjut untuk membasmi mereka di saat itu. Nah, pada bulan Desember tahun 2018, ada seorang anggota yang memiliki pangkat tinggi di Asian Boys yang namanya itu adalah Derek Pires itu sampai ditangkap di Fall River Massachusett setelah melakukan aksi penembakan kejam. Beruntungnya enggak ada korban jiwa, enggak ada korban luka di dalam aksi tersebut. Nah, lalu di tanggal 28 Juli tahun 2023 ada 9 anggota ASEAN Boys yang akhirnya didakwa. Mereka adalah Enel Reyes alias Attack yang berasal dari Laurz. Nah, dia diberikan dua dakwaan. Satu dakwaannya atas dugaan distribusi dan kepemilikan 100 gr atau lebih yang namanya pifurofentanil atau zat yang mirip dengan fentanil yang merupakan obat penghilang rasa sakit. Nah, ini salah satu jenis narkoba. Nah, terus sementara satu dakwaannya lagi yaitu atas dugaan distribusi dan kepemilikan dengan tujuan untuk mendistribusikan 400 gr atau lebih fentanil tadi. Nah, terus ada anggota lainnya yang bernama Samnang Son alias Miley yang berasal dari Lowell. Samnang ini dijatuhi beberapa tuduhan yaitu kepemilikan senjata api, amunisi, dan menjalankan bisnis jual beli senjata api tanpa memiliki lisensi resmi. Nah, dia juga memiliki serta mendistribusikan metamfetamin dan memindahkan serta memiliki senjata otomatis atau machine gun. Jadi, ya apa ya mereka ini memiliki barang-barang ilegal lah gitu, Geng. Terus setelah itu ada lagi yang namanya Billy Chan alias Juju. Dia ini berasal dari Lowell yang menghadapi tuduhan menjalankan bisnis senjata api tanpa lisensi resmi. Dia mendistribusikan dan memiliki metamfetamin dan kepemilikan senjata otomatis. Nah, pergerakan mereka itu itu-itu aja, Geng. Senjata narkoba, gitu. Terus ada lagi yang namanya Bill Pim alias Bones dari acton yang didakwa dengan mendistribusikan dan memiliki 50 gram serta 500 gr metamfetamin. Kemudian ada lagi yang namanya Ericson Dao alias Silent dari Lowel yang didakwa karena memiliki dan mendistribusikan 500 gr metamfetamin serta cocain. Selanjutnya ada Brian Gingr alias Chowell yang didakwa karena memiliki dan mendistribusikan 50 gr dan 500 gr metamfetamin juga. Terus ada yang namanya Marcus Holder alias Heartless dari Newton Newampshire dan juga Joseph Bagrovski asal Chamsford yang didakwa karena memiliki dan mendistribusikan 50 gr metamfetamin. Terus yang terakhir ada seri Red yang dikenal dengan nama BG atau bad guy atau Baby Gangsta yang didakwa karena mendistribusikan hal yang sama yaitu memiliki 500 gr metamfetamin dan 500 fentanil. Nah, jadi pergerakan mereka yang awalnya adalah kelompok yang baik tiba-tiba menjadi penjahat kelas kakap. Dan bahkan di tahun ini tahun 2025 ya juga ada lima anggota ASEAN Boys yang mendapatkan dakwaan geng di bulan Januari kemarin. Mereka berlima, yaitu Sofat Yarn alias Triky. Terus ada Owen Landry alias OSki. Terus ada Scott Fournier alias SG dan Richard Nguyen alias Cheese. Nah, mereka ini semua didakwa karena menjadi bagian di dalam jaringan distribusi pil metamfetamin yang mereka produksi sendiri dan diberi merek Ediral. Sampai saat ini, otoritas Amerika masih terus melakukan berbagai upaya untuk menangkap anggota-anggota dari ASEAN Boys yang lain karena sudah sangat mengkhawatirkan dan mengganggu masyarakat di sana. Nah, jadi itu dia, Geng pembahasan kita hari ini mengenai Asian Boys. Mulai dari awal terbentuknya mereka sampai aksi kejahatan yang mereka lakukan. Nah, ini bocah-bocah Asia di Amerika yang menjadi gengster berbahaya. Gimana, Geng, menurut kalian tentang pembahasan kita hari ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories