JAPAN! VIOLENCE CRISIS AGAINST WOMEN TO THE EXTREME EXTREME MEN HIDING UNDER HOTEL BEDS!
ELLBNIqr8Rg • 2025-05-10
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Geng, hari ini kita bakal ngebahas
tentang sebuah fakta yang menarik
tentang negara Jepang, salah satu negara
termaju di Asia. Nah, Jepang ini sudah
menjadi negara yang sangat terkenal akan
perkembangan teknologinya. Dan sebelum
Cina bisa seperti sekarang, Jepang itu
udah lebih dulu, Geng. Maju dalam segi
teknologi. Kalian bisa lihat dari
banyaknya vending machine yang menjual
berbagai macam jenis barang. Kalau di
negara-negara lain biasanya vending
machine ini cuma buat beli snack atau
minuman aja. Tahu kan? Yang biasanya
kayak kita masukin duit ke kulkas terus
keluar minumannya. Nah, tapi di Jepang
bahkan kalian udah bisa beli
makanan-makanan yang eh apa ya? Yang
bukan kalengan gitu loh, yang harus
diolah terlebih dahulu, cepat saji ya
kan disajikan panas-panas. Nah, seperti
salah satunya pizza. Nah, pizza di sana
udah bisa dibeli pakai vending machine.
Nah, terus geng enggak cuma itu. Kalian
udah bisa beli payung juga. Terus kalian
udah bisa beli telur juga di sana dan
masih banyak lagi. Nah, semua
kecanggihan ini enggak terlepas dari
pemerintah Jepang yang terus melakukan
berbagai inovasi ya kan. Mereka
men-support generasi-generasi bangsa
yang jenius, yang inovatif gitu.
Semuanya di-support. Nah, bahkan ya pas
mereka kalah di Perang Dunia 2 aja gua
udah pernah nyebutin yang pertama kali
ditanyakan oleh kaisar mereka adalah
berapa banyak guru yang masih hidup.
Nah, saking mereka menjunjung tinggi
ilmu dan ingin memperbaiki kondisi
Jepang yang di saat itu sudah kalah di
dalam peperangan. Nah, tapi geng di
balik majunya sebuah negara termasuk
Jepang juga gitu, udah pasti ada sisi
gelapnya. Kalau kalian tanya ke gua ya,
sisi gelap Jepang itu apa, Bang? Enggak
usah ditanya. Kalian udah tahu
jawabannya. Sisi paling gelap dari
Jepang adalah Kakek Sugiono. Ya, ya gua
tahu itu yang ada di pikiran kalian,
kan? Nah, tapi bukan itu yang pengen gua
bahas karena enggak mungkin gua bahas
tentang Kakek Sugiono di sini, ya. Nah,
di sini kita akan membahas tentang sisi
gelapnya Jepang yang berkenaan dengan
pemikiran kolot dan misoginis terhadap
perempuan. Nah, jadi walaupun mereka ini
negara maju, walaupun mereka ini negara
kaya, negara yang teknologinya
gila-gilaan gitu ya, tapi sayangnya
mereka terhadap perempuan itu yah masih
apa ya, masih kurenglah untuk segi
menghargainya. Makanya kalau kalian yang
nyari jodoh ya, yang belum e punya
pasangan, kalau kalian suka sama orang
Jepang, kayaknya cewek Jepang bakal
bahagia banget hidup sama orang
Indonesia. Iya, karena cowok-cowok
Indonesia itu kan perhatian ya, sayang,
mengayomi ya kan. Eh, ya gitulah
pokoknya enggak perlu gua sebutkan lah
entar kepa lupadanya pada gede gitu ya.
Ya, intinya cowok Malaysia, cowok
Indonesia, cowok Brunei. Nah, itu
mirip-mirip tuh kalau ke cewek sayangnya
itu luar biasa. Nah, kalau Jepang ini
mirip-mirip kayak negara Korea enggak
sama yang di drama-drama mereka yang
terlihat romantis, enggak. Beda banget.
Dan di dalam pembahasan kita kali ini
nih ada sebuah cerita ya yang dibagikan
oleh seorang tiktokers nih yang mana dia
pernah mengalami kejadian mengerikan
banget yang berhubungan dengan laki-laki
Jepang. Jadi si tiktokers ini ya
tiba-tiba itu menemukan seorang
laki-laki Jepang yang enggak dia kenal
itu bersembunyi di bawah kasurnya dia di
sebuah hotel. Gila enggak tuh? Creepy
banget kan? Lu nginp di hotel, tiba-tiba
di bawah kasur lu ada gue, ada cowok
tiba-tiba. Kaget ggak lu? Ya, kalau lu
cowok juga lu hantem, tapi kalau lu
cewek gitu udah gitu lu bukan warga
negara situ lagi. Tiba-tiba bangun,
"Wih, ada cowok Jepang nih." Gitu ya
kan. Nah, gimana bisa seseorang
menyelinap masuk ke dalam kamar hotel
orang lain dan hotelnya juga bukan hotel
murah gitu, Geng? Nah, kayaknya enggak
cuma perempuan aja sih, Geng, yang bakal
takut kalau ya dalam kondisi itu.
Laki-laki pun juga kalau nemuin orang
yang enggak dikenal, tiba-tiba ada di
bawah kasur dia pasti merasa ngeri gitu
kan. Tahu-tahu ditikam atau diapain
gitu. Fenomena seperti ini walaupun
enggak boleh dinormalisasi tapi marak
terjadi, geng di Jepang. bahkan sudah
dari ya sejak lama gitu, sering banget
terjadi. Dan di video kali ini kita
bakal membahas nih pengalaman dari si
wanita yang menemukan orang atau
menemukan laki-laki di bawah kasurnya
serta kita juga membahas mengenai
fenomena seperti ini yang masih marak
terjadi di Jepang ya. Di tengah-tengah
kemajuan teknologi mereka, di
tengah-tengah modernnya negara mereka,
ternyata masih ada yang kolot-kolot
kayak gini. Nah, langsung aja kita bahas
secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back
to Kamar Jerry.
[Musik]
King King. Oke, untuk pembahasan pertama
kita bakal bahas dulu nih ya kejadian
yang dialami si wanita tiktoker study.
Karena di sini sebelum kita membahas
tentang fakta-fakta yang gelap soal
Jepang ini, alangkah baiknya kita ya
membahas kejadian nyatanya dulu supaya
kalian paham gitu arahnya ke mana. Oke,
sekarang kita
bahas. Jadi, Gengs, si TikTokers ini
namanya itu adalah Natalie Komenko. Dia
ini adalah warga negara Ukraina. Di akun
TikTok-nya dia, dia itu membagikan
cerita tentang pengalaman mengerikannya
dia ketika dia pergi ke Jepang. Dia ini
pergi ke Jepang sendirian, Geng. Jadi
kayak travel atau backpacker gitulah.
Dia nekad untuk pergi sendirian ke
Jepang karena dia pikir Jepang adalah
negara yang aman bagi turis yang
melakukan solo trip. Nah, mungkin dia
lupa kali ya. Dia kan warga Ukraina ya.
Yang gua tahu nih ya cewek-cewek Ukraina
itu emang cakep-cakep banget gitu. Taraf
cantiknya bule itu ya. Ya biasanya nih
ada orang yang bilang kayak bule itu
cantik gitu. Nah, yang paling cantik itu
biasanya ya Eropa Timur ya kayak
Ukraina, Rusia ee terus Kazakhstan,
KKhstan gitu. Nah, itu mereka
cantik-cantik banget. Nah, jangankan
kita orang Asia, bahkan orang bule
sekalipun suka sama mereka. Nah, itu
orang Ukraina. Nah, bayangkan aja tuh
dia melakukan solo trip ya. Solo trip
ya, bukan dia ke Solo. Itu beda tuh. Itu
rumahnya Wapres Gibran ya. Ini solo trip
maksudnya dia jalan-jalan sendiri gitu
ke Jepang. Jadi selama dia berada di
Jepang, dia ini menginap di sebuah hotel
yaitu Apa Hotel. Emang aneh namanya Apa
Hotel ya? Hotel apa gitu enggak namanya
memang Apa Hotel. APA Hotel yang berada
di dekat Rio Goku Tower Tokyo. Tokyo ini
kan ibukota, Geng. Pastinya banyak
banget fasilitas mewah yang disediakan
di sana dan harganya juga enggak bisa
dibilang murah. Nah, apa hotel ini jadi
pilihan buat natal tadi? Karena hotel
tersebut menggunakan key card untuk
security lock-nya. Paham ya? Key card
yang pakai kartu ya. Pakai kartu kalau
mau naik e lift-nya pakai kartu. Kalau
mau masuk kamarnya pakai kartu. Jadi
safety banget. Dengan keyard tersebut,
Natal ini bisa mengakses lift menuju
lantai di mana kamarnya berada serta
membuka pintu kamar. Terus pada hari
pertama Natal ini nginp di sana,
semuanya baik-baik aja, enggak ada yang
aneh. Dia juga merasa nyaman di hotel
tersebut. Namun tiba-tiba ya keesokan
harinya kejadian mengerikan menimpa si
Natal ini. Card that allowed me access
only to my floor and to my room. On the
first day, everything was fine. The next
day, after a day of sid seeing, I came
back around 7:30 pm, unlocked my room
like usually took off my clothes, lay
down on the bed.
Jadi cerita awalnya tuh, Geng, dia tuh
lagi jalan-jalan dan dia memutuskan
untuk kembali ke hotel sekitar jam 30
malam, jadi 0.30 malam. Dia tiba-tiba
ngebuka kunci pintu kamarnya. Dia pakai
lucky card itu. Terus dia ganti pakaian.
Dia sempat baring-baring sebentar di
tempat tidur. Enggak lama kemudian,
Natalie ini sadar kalau ada bau yang
aneh di dalam kamar hotelnya. Yang mana
satu hari sebelumnya itu enggak ada nih
bau nih, bau yang enggak pernah dia cium
sama sekali. Dan awalnya dia pikir kalau
bau itu berasal dari rambutnya dia atau
mungkin dari spray tempat tidurnya. Tapi
setelah dia coba mencium-cium gitu ya,
cium rambutnya, cium spray tempat tidur,
baunya enggak ada, bukan berasal dari
sana. Dan Natalsi ini masih berusaha
buat mencari dari mana bau itu berasal.
Dan sampai pada akhirnya dia sadar
sumber dari bau itu berasal dari bawah
tempat tidur. Aduh, aduh, aduh. Nah,
sini nih yang seramnya nih. Jadi sempat
nih dia berpikir dengan konteks bercanda
ya, gimana kalau ternyata ada jasad di
bawah kasurnya. Jadi dia mikir nih, hm,
baunya dari bawah apa jangan-jangan ada
jasad ya? Gitu. Nah, akhirnya Natalia
ini meriksa nih ke bawah kasurnya dan di
saat itu apa yang ada di pikirannya dia
langsung terwujud. Dia kaget banget
ketika dia melihat ada sepasang mata.
Nih misalnya nih gua praktikin ya ini
bawa tempat tidur nih ada mata nih ting
gitu. Ih. Dan menurut ceritanya dia,
Natalia ini ngelihat orang tersebut itu
adalah seorang pria Asia. Ya, siapa lagi
kalau bukan orang Jepang. that person
laying under the bed. But when I leaned
over to check, I saw a pair of eyes
staring at me. I saw Asian man under my
bed.
Dia kaget bukan main dan Natalici ini
teriak lompat saking takutnya. Sementara
pria yang di bawah kasur tersebut keluar
dari kolong kasur dan dia menatap
Natalisi selama kurang lebih 3 detik.
Setelah itu pria itu langsung berteriak
juga dan langsung lari keluar dari kamar
Natalisi. Ini adegannya kayak adegan
film kocak gitu ya. Tapi ini benar-benar
nyata, Geng. Tanpa pikir panjang,
Natalia ini langsung minta bantuan ke
pihak hotel dan pihak hotel langsung
datang ke kamar Natali. Nah, pihak hotel
langsung nelepon polisi karena di Jepang
itu, Geng, ya, tindakan-tindakan kecil
pun itu diurusin sama polisinya.
Misalkan ya, ada nih lu sesama tetangga
nih ya, tiba-tiba ada anak tetangga lagi
main, lu ngasih permen. Nah, kalau si
ibunya gak senang dengan perbuatan lu,
dia lapor polisi, polisi datang. Enggak
ada tuh istilahnya disuruh tunggu satu
kali 24 jam atau ya gitu-gitulah. Gua
enggak mau, gua enggak mau inilah
intinya begitu. Tidak ada tuh
istilah-istilah begitu. Langsung datang
tuh polisinya. Di saat itu ya ketika
pihak hotel sudah menelepon polisi,
enggak lama kemudian polisi pun datang
lalu langsung diperiksalah kamar hotel
tersebut dan di saat itulah ee apa
polisi menemukan adanya power bank serta
kabel USB di kolong kasur. Nah, Natal
yang masih dalam keadaan syok nanya nih
ke pihak hotel, kok bisa kejadiannya
kayak gini? Kok bisa ada orang asing
yang masuk ke dalam kamar hotel tanpa
sepengetahuan dia yang mana itu
seharusnya menjadi tanggung jawab pihak
hotel untuk bisa menjamin keamanan dan
keselamatan tiap e tamunya gitu. Apalagi
yang pegang key card-nya cuma Natali.
Kalaupun ada cadangannya itu cuma bisa
pihak hotel yang punya. Yang mana ini
seharusnya gak ada yang bisa masuk ke
dalam kamar hotel itu selain dia dan
pihak hotel. Kalau pihak hotel yang mau
masuk juga pasti harus izin dulu ke tamu
kamar dan pihak hotel enggak bisa
ngejawab pertanyaan itu. Mereka sendiri
bingung. Nah, yang lebih gilanya lagi
ternyata di hotel tersebut enggak ada
CCTV-nya. Kebayang tuh di Jepang negara
yang semaju itu, sebuah hotel mewah
enggak punya CCTV. Ini gua enggak paham
lagi lah. Padahal fasilitas key card-nya
udah dikasih ya ke tamu ya. Seharusnya
fasilitas yang disediakan juga proper
dan tanpa adanya CCTV pastinya polisi
enggak bisa tahu penampilan dari fisik
orang tersebut yang udah keburu kabur.
Nah, karena udah merasa enggak nyaman
dan ketakutan kalau terus berada di
sana, Natal ini akhirnya memutuskan buat
pindah dari hotel itu ke hotel lain.
Nah, tapi Natal juga ya minta full
refund lah sama pihak hotel sebagai
kompensasi atas pengalaman buruk itu.
Nah, akhirnya entah gimana tuh ya. Yang
jelas setelah dia minta ganti rugi itu
dia langsung cabutlah dia langsung pergi
dari hotel tersebut.
Terus singkat cerita, keesokan harinya
setelah si Natalie ini pindah ke hotel
lain, hotel sebelumnya yaitu Apa Hotel
sama sekali enggak menghubungi dia atau
mengirimkan email untuk memberitahu
mengenai proses refund yang diminta oleh
Natali. Kemudian Natalia ini nyoba untuk
menghubungi pihak Agoda aplikasi yang
dia pakai untuk nge-booking hotel. Nah,
pihak Agoda menawarkan kupon senilai 178
sebagai kompensasi. Dan menurut
Natalisi, solusi yang ditawarkan oleh
Agoda sama sekali bukanlah solusi karena
kupon yang ditawarkan itu enggak
sebanding dengan uang dia yang udah dia
keluarkan untuk booking hotel selama 3
malam yang totalnya mencapai 600. Nah,
karena dia udah sebal banget ya, ini
udah gak ada solusi nih. Aplikasinya
juga gak jelas gitu. Akhirnya Natal ini
langsung menghubungi pihak hotel lagi
untuk minta full refund dan sore harinya
pihak hotel setuju untuk refund yang
mana uang Natalisi langsung dikembalikan
melalui sebuah pemberitahuan yang
dikirim melalui email. Nah, di dalam
email tersebut juga tertulis mengenai
perkembangan kasus yang dialami oleh
Natal dari pihak Apa Hotel yang mana
tertulis kalau polisi sudah menyelidiki
kasus ini termasuk dengan mengambil
sidik jari dari kolong kasur. Namun
polisi enggak bisa mengetahui ya
identitas dari pria itu. Nah, kasusnya
ya udah hilang begitu aja, selesai
begitu aja tanpa ada kelanjutan dan
siapa pria tersebut tuh enggak pernah
diketahui identitasnya dan natalinya
jadi trauma gitu. Nah, tapi Geng
terlepas dari kejadian tersebut, Natal
ini ngelanjutin liburannya, Geng, di
Jepang. Namun ya semuanya udah enggak
menyenangkan lah. Mood dia udah beda, ya
kan? Dan dia benar-benar enggak bisa
tidur. Jarinya itu gemetar dan dia
sampai tremor gitu ya. Dia setiap berada
di kamar hotel selalu duduk di ujung
ruangan tempat dia tidur. Dia ee ngecek
setiap sudut ruangan kamar. Dia periksa
untuk memastikan enggak ada orang asing
di kamarnya. atau juga meriksa gak ada
kamera-kamera tersembunyi gitu. Nah,
jadi Natalici ini mengalami trauma yang
apa ya yang bikin dia tuh enggak nyaman.
Nah, tapi entah kenapa yang gua bingung
ya dia itu enggak milih buat cabut aja
dari Jepang. Entah mungkin ya dia udah
terlanjur ke sana dan udah terlanjur
beli tiket pulang di hari-hari tertentu
mungkin ya. Tapi gak tahu juga nih. Nah,
di saat itu karena dia udah takut pasca
kejadian di apa hotel, Natalia ini
akhirnya menulis sebuah pernyataan ke
pihak hotel yang isinya adalah meminta
pertanggungjawaban dengan memberikan
kompensasi sebesar 16.600 yang
disebabkan emosinya yang sekarang
menjadi terganggu. Nah, di sini nih agak
gimana gitu ya. Jadi dia nuntut pihak
hotel lah jatuhnya. Nah, tapi pihak
hotel di saat itu nolak, Geng, dengan
mengatakan itu bukan bagian dari
kebijakan mereka. Nah, memberikan
kompensasi atas emosi yang menjadi
terganggu itu bukan tanggung jawab orang
hotel. Dan sampai saat ini Natalie ini
masih bertanya-tanya gimana bisa ada
seseorang yang masuk ke dalam kamar
hotelnya dia dan gimana orang tersebut
tahu kalau dia sendirian ketika menyewa
hotel itu dan gimana pihak hotel enggak
bisa bertanggung jawab atas pelanggaran
keselamatan terhadap customernya
sendiri. Nah, ini masih menjadi
pertanyaan dan terus dituntut oleh si
Natalisi. Nah, coba deh, Geng. Kalau
kalian yang jadi natalisi ya gue yakin
mau cowok ataupun cewek pasti langsung
takut ya kalau ada orang yang enggak
dikenal masuk ke dalam kamar kalian atau
ngumpet di bawah kasur. Ya beda halnya
kalau kalian bisa bela dirilah bisa
kalian gebukin tuh orang tapi kalau
misalkan dia bawa senjata gimana? Di
Jepang geng memang banyak banget kasus
orang-orang yang nguntit gitu ya
ngikutin orang gitulah atau istilahnya
itu adalah stalker dan korbannya memang
mayoritas adalah perempuan. Nah,
walaupun stalker ini termasuk ke dalam
aksi yang dikatakan enggak bisa
dibenarkan atau hitungannya sudah parah,
stalker ini ternyata masih belum
apa-apanya karena masih banyak kejahatan
yang mengarah kepada tindakan yang tidak
etis kepada perempuan yang terjadi di
Jepang. Nah, sekarang kita bakal masuk
nih ke dalam pembahasan mengenai
tingginya kasus yang tidak etis terhadap
perempuan di Jepang yang mana perempuan
di sana merasa tidak dihargai hidupnya.
Kita mulai dulu nih, Geng, dari yang
lebih ringan walaupun enggak bisa
dibilang benar-benar ringan, yaitu
mengenai stalker. Oke, jadi geng Jepang
sendiri orang-orangnya itu sangat
menyunjung tinggi privacy. Orang-orang
Jepang itu enggak secara sembarangan
membagikan identitas pribadi mereka ke
orang lain, apalagi bukan orang
terdekat. Ya, contohnya kayak ngpost
tentang kehidupan pribadi di sosial
media. Nah, mereka tuh paling anti. Nah,
jadi cuma ngasih ke orang-orang tertentu
aja. Tapi di sisi lain, Jepang ini
ternyata menjadi salah satu negara yang
kasus stalker atau orang-orang yang
nguntit ya itu cukup tinggi. Dan di
Jepang stalker ini punya sebutan sendiri
yaitu Sutoka. Nah, gua bacanya apa? Eh,
Sutokaa atau Sutoka nih. Tapi gua
sebutnya Sutoka aja ya. Koreksi gua
kalau salah. Nah, orang-orang Sutoka ini
ya mereka bakal ngikutin korban atau
targetnya tanpa sepengetahuan si target
dan mencari-cari informasi tentang si
target. Jadi seobsesi itu dia bakal
ngikuti sampai ke tempat tinggal si
targetnya ini. Bahkan di beberapa kasus
enggak jarang nih si Sker ini sampai
bisa masuk ke dalam rumah si targetnya
atau apartemen si targetnya. Nah,
seperti yang dialami oleh Natalisi ini.
Terus menurut laporan dari Departemen
Polisi Jepang pada tahun 2022 itu bahkan
tercatat ada 1207 konsultasi mengenai
kasus stalker di Jepang ini. Jumlah ini
meningkat dibandingkan tahun sebelumnya
yang jumlahnya itu sekitar 1102 kasus.
Nah, berbagai macam tindakan sudah
dilakukan seperti memberikan surat
peringatan. Ada yang sampai ditangkap,
bahkan sampai dipenjara si orang-orang
stalker ini. Dan di dalam laporan
tersebut juga tertulis persentase dari
jenis kelamin para pelapornya yang di
mana korban paling banyak dialami oleh
perempuan. sebanyak 963 orang yang
ngelapor. Nah, sementara ada juga yang
laki-laki yang merasa diikuti oleh
perempuan atau diikuti oleh laki-laki
lain itu ada sebanyak 244 orang yang
ngelapor. Persentase ini terus berulang
dari 4 tahun sebelumnya dan banyaknya
kasus stalker di Jepang itu bikin
pemerintah mereka sampai harus turun
tangan. Harus dibuat undang-undang yang
mengatur serta melarang aksi ini, Geng.
Dan karena setiap tahunnya masih ada aja
kasus yang bermunculan, pemerintah
Jepang tuh sampai harus melakukan revisi
terhadap peraturan tersebut setiap
tahun. Jadi kalau gua lihat ya ini
semacam fantasi gara-gara ya di negara
mereka juga marak banget film-film
dewasa yang kayak kayak gini nih.
Jadinya mungkin ya orang-orang yang hobi
nonton gitu tuh jadi berfantasi pengin
merealisasikan di dunia nyata kali.
Ngikut-ngikutin cewek ya kan nanti dalam
pikiran dia wih kenalan sama tuh cewek
tiba-tiba terjadilah skid papap atau apa
gitu. Nah, benar-benar niru apa yang ada
di film. Terus, Geng, pada tahun 2021,
hukum yang mengatur tentang penguntit
ini udah direvisi oleh pemerintah. Di
dalam hukum ini terdapat beberapa modus
yang dilakukan oleh stalker kepada para
korbannya. Yang pertama nih, si
stalkernya itu bakal ngikutin terus
nyergap, terus datang secara tiba-tiba
dan jalan di area sekitar di mana
korbannya berada. Misalnya nih, ngikutin
ke mana pun si korban pergi, selalu dia
tunggu tuh di rute perjalanan yang biasa
dilewati oleh si korban atau dia jalan
di sekitar rumah korban. Nah, perilaku
kayak gini yang paling banyak dilakukan
oleh si stalker ini, Geng. Jadi,
benar-benar mengganggu sekali dan mereka
tuh terobsesi sekali. Nah, terus yang
kedua, ya si stalker ini bakal mengikuti
si korban dan berkomunikasi dengan
korban seolah-olah dia itu kenal sama
korban dan dia tahu korban lagi di mana,
pakai baju apa, sama siapa, dan
sebagainya. Nah, bisa jadi tuh lewat
chat atau lewat telepon gitu. Pokoknya
diteror gitu. Misalkan ya, korban lagi
baju warna hitam gitu. Nah, dia bakal
ngirimin pesan atau telepon tuh dengan
bilang, "Hari ini kamu cantik ya, pakai
baju hitam." gitu. Kurang lebih kayak
gitu tuh. Nah, atau ketika orang
tersebut sampai di rumah, sier ini bakal
mengucapkan selamat datang di rumah,
selamat istirahat. Nah, itu benar-benar
mengganggu sekali. Seperti seolah-olah
mereka tahu apa yang sedang dilakukan
oleh para korbannya dan ya setiap
harinya mereka ngikutin terus. Nah, tapi
si korbannya gak pernah tahu si stalker
ini ada di mana. Nah, terus yang ketiga,
mereka meminta kepada korban untuk
bertemu atau ngajak kencan dan
lain-lain. Nah, ini lebih berani lagi,
Geng. Lebih frontal lagi dibandingkan
yang sebelum-sebelumnya. Mereka secara
terang-terangan mengajak korban untuk
bertemu sekalipun korban enggak kenal
dengan mereka, dengan si stalker ini.
Kalau korban nolak, enggak jarang si
stalker ini bakal meneror terus atau
ngancam terus dengan ya segala hal lah
ancamannya. pokoknya sampai bisa
bertemu. Dan yang keempat, melakukan
panggilan telepon atau pesan dengan
identitas anonim sehingga sulit dilacak.
Terus yang kelima, udah mulai mengganggu
kenyamanan dengan melakukan aksi yang
lebih nyata seperti sering ee
lempar-lempar rumah korban pakai batu,
teriak-teriak di depan rumah,
klakson-klakson yang gede gitu dan
lain-lain lah. Nah, terus yang keenam.
Stalker ini mengirimkan berbagai barang
yang menjijikan kepada korbannya. Dan
ini sering banget terjadi seperti
misalkan ngirim bangkai hewan, kotoran
ya, terus alat-alat yang ee
dewasa-dewasa gitu. Nah, terus yang
ketujuh mereka sering menghina dan
membuat ujaran kebencian yang ditujukan
kepada korban. Tujuannya apa? Tujuannya
caper. Dan hal ini sangat mudah
dilakukan zaman sekarang karena stalker
bisa melakukan dengan menulis di sosial
media. Padahal yang ditulis oleh stalker
ini adalah bentuknya fitnah. tujuannya
adalah caper. Nah, terus yang kedelapan.
Si stalker ini bakal menyebarkan
foto-foto korban tanpa mengenakan busana
dan menyebarkannya di sosial media. Nah,
foto-foto tersebut bisa jadi tuh bukan
foto asli, hasil editan biasanya pakai
AI, pakai apalah gitu. Nah, tindakan
lainnya itu juga biasanya dengan
mengatakan kata-kata kotor melalui chat
atau telepon sehingga korban enggak
merasa nyaman ya. Makin diblok misalkan
ya, nomornya diblok. Nah, mereka bakal
ganti nomor terus ya neror lagi, neror
lagi. Dan dari aksi-aksi stalker ini
kita bisa lihat, Geng, kalau motif dari
seseorang yang mau jadi stalker itu
enggak selalu berdasarkan pada rasa
suka. Ee tapi bisa juga karena benci
gitu. Si Salker ini benci dengan
korbannya. Kadang dia memutuskan untuk
nguntit si korbannya agar si korbannya
ini merasa terteror. Nah, bikin was-was.
Itu adalah aksi yang ringan ya kan
stalker gitu ya meneror. Orang-orang
mungkin masih bisa milih buat ngeblok
atau cuek aja masih bisa. Nah, namun ada
aksi yang lebih parah di Jepang yang
mana ini menargetkan perempuan yang juga
banyak banget terjadi di Jepang. Seperti
yang baru-baru ini terungkap, ada
seorang mantan anggota boy band Smap
yang bernama Masahir Nakakai. Dia yang
kemudian menjadi presenter di stasiun
TV, yaitu Fuji TV. Dia ini dituduh
melakukan tindakan yang enggak etis
kepada seorang perempuan di sebuah pesta
makan malam tahun 2023. Nah, kebayang
tuh ya public figure yang ngelakuinnya.
Pengakuan ini muncul di bulan Desember
tahun kemarin di sebuah majalah yang
bernama Jose Seven dan diangkat oleh
majalah lain yaitu Shukan Bushun. Ketika
mendapatkan tuduhan kayak gitu, Naka ini
membantah. Tapi enggak lama setelah itu
dia mengeluarkan pernyataan yang
berisikan permintaan maaf kalau dia ya
sudah menimbulkan masalah. Jadi awalnya
dia membantah tapi ya setelah itu dia
kayak tertekan. Akhirnya dia mengaku dan
meminta maaf atau membuat klarifikasi.
Dan di dalam pernyataan tersebut, Nakai
juga sudah menjelaskan kalau dia sudah
menyelesaikan masalah tersebut dengan
membayar uang senilai 1,5 juta. Dolar.
Nah, tapi geng upaya itu tetap enggak
membuat kemarahan publik jadi redam
sehingga dia terpaksa mengumumkan untuk
mengundurkan diri dari industri hiburan
pada bulan Januari tahun ini. Dan yang
terkena dampaknya enggak cuma nakai aja,
tapi sampai stasiun TV yaitu Fuji TV
yang reputasinya jadi hancur karena
terus dikaitkan dengan skandal yang
dilakukan oleh Sinakai ini. Fuji TV
sendiri terus mengalami kerugian dan
beberapa pemimpin eksekutifnya juga
dipaksa untuk mengundurkan diri
gara-gara kasus salah satu Thailand
mereka. Rasanya enggak adil banget ya.
Tapi segitunya lah di Jepang. Karena
kasus dari stalker, kasus dari
orang-orang yang tidak menghargai
perempuan, melecehkan perempuan di
Jepang itu sangat-sangat parah. Tinggi
banget angkanya termasuk dilakukan oleh
seorang public
figure女. Terus geng, ada juga kasus yang
mencuat di tahun 2023. Ini enggak kalah
epiknya nih. Ini dialami oleh seorang
wanita. Bahkan dia adalah anggota
militer. Namanya itu adalah Rai Gonoi.
Dia adalah anggota militer Jepang yang
memberikan kesaksian yang mengaitkan
tiga mantan tentara Jepang. Nah, di
dalam kesaksiannya dia, dia ini cerita
kalau ada tiga mantan tentara Jepang
yang di saat itu melakukan tindakan yang
enggak senonoh. Dia dijepit ke tempat
tidur dan kakinya direntangkan. Terus
secara bergantian berulang kali
orang-orang tersebut ya melakukan hal
itulah kepada dia. Nah, kejadian ini
terjadi di bulan Agustus tahun 2021 yang
membuat mirisnya adalah pada saat itu
ada sekitar 12 orang temannya yang juga
hadir pada saat itu. Tapi enggak ada
yang menghentikan tiga pria tersebut.
Yang ada mereka cuma ketawa-ketawa
ngelihat si Rina ini digituin. Jadi
dianggap semacam lelucon gitu, Geng. Dan
si Rina ini di saat itu memutuskan buat
ngelaporin kejadian tersebut. Karena dia
sebagai perempuan walaupun itu di barak
militer dia benar-benar ngerasa gak
dihargai. Dia ngelapor itu kepada
atasannya tapi pengaduannya itu ditolak
dengan alasan enggak ada saksi yang bisa
memberikan keterangan atas kejadian
tersebut. Nah, separah itu, Geng. Dan
enggak lama dari itu, ketiga pria ini
pun dipanggil ke kejaksaan atas dugaan
penyerangan terhadap Rinai ini oleh unit
polisi Ground Selfde Defense Force atau
disingkat dengan GSDF. Namun, kasusnya
malah dibatalkan karena kurangnya bukti.
Lagi-lagi kayak gitu padahal saksinya
jelas ada. Nah, karena enggak kunjung
mendapatkan keadilan, akhirnya Rinai ini
memutuskan untuk keluar dari militer
Jepang. Dan Rinai memutuskan buat
memviralkan kasus ini dengan membuat
video di YouTube dan membuat petisi
dengan lebih dari 100.000 tanda tangan.
Dan petisi itu diserahkan ke Kementerian
Pertahanan agar pemerintah bisa
memberikan keadilan kepada Rinai. Tapi
akhirnya kementerian pun meluncurkan
penyelidikan dan ini menjadi sebuah
langkah besar untuk Rini agar bisa
menyelesaikan kasus yang menimpa dia.
Tapi di sisi lain, berbagai ancaman
mulai datang dengan berbagai macam
bentuk kepada dia. Ada yang menghina dia
dengan kalimat yang enggak pantas sampai
memberikan ancaman untuk menghilangkan
nyawa dia. Jadi separah itu, Geng. Kalau
ini terjadi di Indonesia, gua yakin
banget bakal banyak simpati masyarakat,
ya kan? Perempuan diperlakukan kayak
gitu terus viral. Udah pasti ya kekuatan
netizen Indonesia tuh seram banget. Tapi
di Jepang orangnya cuek-cuek banget ya.
Kasus Rinai ini dianggap kayak biasa aja
karena udah banyak terjadi. Dan oleh
karena itu di saat itu Rai mengajukan
gugatan secara perdata terhadap lima
orang yang mana tiga di antaranya ada
pria yang melakukan aksi bejat kepada
dia dan serta pemerintah Jepang. Nah,
Rina di saat itu menuntut ganti rugi
sebesar 5,5 juta yen dari mereka semua
karena sudah menyebabkan dia menghadapi
tekanan mental dan menuntut 2 juta yen
kepada pemerintah Jepang karena gagal
mencegah aksi kejahatan ini. Dia merasa
enggak dilindungi sebagai warga negara
dan sebagai wanita Jepang. Cobalah
kalian bayangkan, Geng. Setara tentara
gitu, ya. Wanita yang profesinya sebagai
militer juga sama diperlakukan. Apalagi
wanita-wanita biasa. Terus geng beranjak
nih di tahun yang sama terungkap juga
aksi serupa yang dilakukan oleh
seseorang yang bernama Jonny Kitagawa.
Nah, ini lebih gila nih. Ini adalah
seorang pengusaha dan manajer bakat di
Jepang. Jadi kalian bisa bayangkan
seberapa berkuasanya dia. Di balik
kekuasaannya dia di Jepang, ternyata dia
ini adalah seorang predator. Dia ini
mirip kayak PDD. Nah, tapi dia ini versi
Jepang. Dikatakan kalau orang-orang yang
mau terkenal, mereka harus menuruti
semua keinginan kita gawa. termasuk
dengan memuaskan hasratnya dia.
Korbannya enggak cuma cewek, Geng. Yaitu
cowok juga jadi korban. Jadi, ni orang
nih bisa dua-duanya dan kebanyakan dari
mereka menjadi korban ketika masih di
bawah umur. Sebenarnya isu ini udah
beredar sejak bertahun-tahun yang lalu.
Tapi setiap yang mau speak up dibungkam
terus. Dan enggak heran karena kita gawa
sendiri punya banyak uang dan punya
kekuasaan yang besar. Bagi dia
membungkam banyak orang adalah hal yang
mudah. Makanya gak pernah ada
penyelidikan yang serius untuk bisa
mengadili si Joni kita gawa ini. Bahkan
untuk menjatuhkan hukuman kepada dia aja
tuh sulit banget. Sampai pada akhirnya
nih orang meninggal dunia pada tahun
2019 dan enggak pernah dihukum. Jadi itu
salah satunya. Nah, kalau itu kan kita
bisa bilang mafia lah ya. Nah, terus
apakah kayak pemerintah atau politisinya
di sana juga sama ya sebagai politisi
laki-laki juga sama memperlakukan
perempuan? Jawabannya iya. Nah, ada satu
kasus nih, Geng, yang dialami oleh
politisi di Jepang yang bernama Hideo
Kojima yang menjabat sebagai walikota
Ginan di wilayah Gifu yang mana dia
dituduh melakukan 99 aksi pelecehan
kepada perempuan. Mencuatnya kabar
tersebut ya, Hideo ini langsung
mengumumkan pengunduran diri ya di saat
itu. Cuma dia tetap menyangkal sejumlah
tuduhan tersebut. Dia ee apa ya? Kayak
enggak mengakui. Tapi karena ini sudah
heboh, dia memilih untuk mengundurkan
diri. Nah, ini semua dikarenakan ya
orang Jepang itu rasa tingkat malunya
itu tinggi banget gitu. Jadi mereka
walaupun membantah tapi mereka lebih
memilih untuk mengundurkan diri. Nah,
akhirnya si Hideo ini langsung
mengundurkan diri dari
[Musik]
pemerintahan. Oke, sampai di sini ya
dari kasus-kasus yang gua sebutkan tadi,
itu adalah sedikit dari sekian banyak
kasus serupa yang terjadi di Jepang. Hal
seperti ini menjadi salah satu sisi
buruk dari negara ini, Geng. Dan ada
sebuah survei yang dilakukan di tahun
2020 yang mengklaim kalau lebih dari 70%
aksi seperti itu enggak dilaporkan di
Jepang alias didiamin aja. Nah, menurut
sebuah studi pada tahun 2024 yang
diterbitkan di dalam International
Journal of Asian Studies, untuk setiap
1000 kasus ruda paksa di Jepang, hanya
10 sampai 20 kasus yang berujung pada
hukuman pidana. Kalau di Indonesia
enggak. Indonesia lu ruda paksa orang
habis ya kan dilaporin masuk kantor
polisi di dalam penjara dihabisin sama
orang-orang dalam penjara. Nah, kalau
untuk urusan ini negara kita menang nih
jangan urusan korupsi ya. Tapi kalau
urusan yang ya ruda paksa, permerkaosan
gitu ya. Nah, negara kita menang cepat
banget nih kalau urusan ini. Kalau di
Jepang kurang dari setengah pelaku ya,
misalkan dari 1.000 itu cuma ada 10 yang
pelakunya dihukum penjara. Dan di Jepang
perempuan jarang dipercaya dan enggak
memiliki mekanisme yang tepat untuk bisa
melaporkan kejadian kayak gitu. Sedih
ya? Jadi kayak cewek Jepang nih kayak
ngelapor aku tadi diitu-ituin sama si
anu. Nah, banyak yang enggak percaya
dengan laporan itu. Dan hal ini juga
enggak terlepas dari budaya misoginis
yang masih kuat di Jepang. Kejahatan
seperti ini ya dapat terjadi di banyak
sektor, mau itu di perkantoran maupun
industri hiburan yang mana sering
melanggengkan pembungkaman bagi
perempuan agar bisa mempertahankan
pekerjaan mereka. Ya, mereka tetap
bungkam supaya mereka itu ya enggak
kehilangan pekerjaan, mereka enggak
kehilangan posisi gitu. Jadi mereka
enggak berani. Di dalam beberapa kasus
ya, para perempuan Jepang itu merasa
kayak pemerintah Jepang kayak enggak
peduli gitu, Geng, dengan keselamatan
para perempuan. Hal ini bisa dilihat
dengan kebijakan umur di Jepang. Di
dalam hukum Jepang nih, Geng, ya,
seseorang sudah dikatakan dewasa kalau
sudah menginjak 13 tahun. Lu bayangin
tuh 13 tahun udah bisa di ya gitu yang
mana penetapan umur dewasa tersebut
lebih rendah dibandingkan negara lain.
Di tahun 2023 parlemen Jepang ingin
membuat RUU yang mengatur mengenai kasus
ruda paksa dan penetapan usia dewasa
ini. Tapi RUU ini justru menimbulkan
banyak kritikan karena di dalamnya
parlemen mencoba untuk mendefinisikan
ulang mengenai ruda paksa yang semula
berarti hubungan seksual secara paksa
seperti dengan melakukan kekerasan atau
ancaman. Nah, itu artinya kalau enggak
ada kekerasan meskipun tanpa persetujuan
atau e si ceweknya enggak mau tapi tetap
disikat gitu. Itu artinya kalau enggak
ada kekerasan meskipun tanpa persetujuan
atau konsen maka itu dianggap tidak
termasuk ke dalam roda paksa. Jadi
contohnya kayak gini nih, Geng. Misalkan
ya, misalkan nih ada cewek lu pacaran
misalkan, ya. Cewek lu itu gak mau nih
diajak gitu-gituan. Tapi lu paksa, tapi
lu paksa, lu ancam putus atau ya
pokoknya intinya lu paksa atau lu bius
gitu. Hal tersebut dianggap bukan
merudah paksa selama enggak ada
kekerasan seperti memukul atau mencekik
atau yang lain-lain. Tapi kalau ngebius
gua enggak tahu ya. Ya, mungkin mungkin
nih ya. E selama itu enggak ketahuan
ngebius mungkin dianggap enggak meruda
paksa. Nah, jadi begitulah di sana itu
masalah gitu-gituan tuh kayak dianggap
biasa aja. Nah, padahal banyak yang
kejadiannya itu aksinya dilakukan ketika
korban dalam kondisi yang gak sadar dan
mungkin sedang dalam keadaan mabuk atau
diberikan obat menenang agar enggak
sadarkan diri. Nah, itu kan termasuk
luda paksa sebenarnya, tapi di sana
enggak termasuk, enggak dihitung. Nah,
definisi tersebut mau diubah nih menjadi
hubungan seksual tanpa persetujuan atau
non konsen. Sehingga kalaupun enggak ada
perlawanan tapi posisinya korban enggak
konsen atau ee hubungan tersebut enggak
disetujui oleh salah satu pihak, maka
bakal dianggap sebagai sebuah ruda
paksa. Nah, sekarang tuh baru mau
dirubah sama pemerintahnya. Selain itu,
Geng, Parlemen Jepang itu mau mengubah
batas usia dewasa. Awalnya kan yang
sudah gua sebutkan tadi, yaitu 13 tahun
sudah dianggap dewasa di sana. Padahal
di negara lain 13 tahun itu masih masuk
ke dalam kategori di bawah umur. Nah,
penetapan umur dewasa di Jepang itu juga
menjadi yang paling rendah di antara
negara-negara demokrasi yang sudah maju
di sana. Usia dewasa yang awalnya 13
tahun katanya sih bakal dirubah, bakal
dinaikin menjadi 16 tahun. Nah, tetap
lebih rendah nih dibandingkan negara
lain. Gua heran gitu ya, kenapa pada
sakne-sakne banget sih? 16 tahun bocah
udah dianggap dewasa gitu ya. Kita
contohin aja negara kita di Indonesia
seseorang itu udah dianggap dewasa
ketika berusia 18 tahun. Makanya kasus
seperti ini ya seperti gunung es di
Jepang karena udah sangat struktural.
Dan dari pembahasan ini kita bisa
ngelihat sendiri, Geng, betapa parahnya
Jepang dengan banyaknya kasus-kasus ruda
paksa. Dan kasus seperti ini enggak cuma
terjadi di zaman modern aja, bahkan dari
dulu di Jepang udah banyak banget nih ee
tindakan-tindakan yang jahat kepada
perempuan. Dan selama pendudukan Jepang
di berbagai negara saat Perang Dunia
Kedua, salah satunya di negara kita ya,
ketika Jepang ngejajah negara kita,
banyak perempuan-perempuan yang
dijadikan alat pemuas mereka dan
perempuan ini disebut dengan jugun
Ianfu. Nah, nasib mereka juga
memprihatinkan, Geng, sampai saat ini
bahkan.
Nah, sekarang kita bakal masuk nih ke
dalam pembahasan sejarah nih.
Nasib-nasib dari Jugun Ianfu, perempuan
yang dijadikan korban atas kekejaman
Jepang untuk pemuas tentara-tentara
mereka. Oke, jadi ketika Perang Dunia
Kedua, Jepang itu menduduki sebagian
besar negara-negara yang berada di Asia,
termasuk dengan negara kita Indonesia.
Kita pasti sudah tahu ya, Geng, kalau
penjajahan Jepang di Indonesia itu
adalah yang paling parah. jauh lebih
parah dibandingkan dengan Belanda yang
mana ya kalau dari ceritanya sih gua
enggak tahu pastinya nih. Eh Belanda itu
katanya 3 seteng abad ya e menjajah
negara kita ya. Tapi penjajahan Belanda
itu enggak separah Jepang walaupun
Jepang yang singkat tapi gila banget
penjajahan Jepang itu kabarnya kayak
gitu dan para korbannya enggak cuma para
pejuang Indonesia atau orang-orang yang
menjadi pekerja Rom Musa, tapi juga para
perempuan yang dijadikan sebagai pemuas
mereka pemuas dari tentara-tentara
Jepang yang ada di Indonesia. Mereka
disebut dengan jugun Ianfu yang berarti
adalah wanita penghibur. Jugun Ianfu ini
enggak cuma ada di Indonesia, tapi di
semua negara yang dijajah oleh Jepang
juga ada. Dan praktik ini dilakukan di
bawah kontrol militer. Dan para
perempuan dibawa dengan cara diculik
dari anggota keluarganya dan ditempatkan
di sebuah tempat yang bernama Yanjo yang
dibangun oleh tentara Jepang dan
tersebar di beberapa daerah. Nah, mereka
mengalami trauma yang mendalam atas
perlakuan keji yang mereka terima dari
para tentara Jepang. Dan selain
mengalami trauma psikologis, mereka juga
mengalami kerusakan di bagian rahim
mereka sehingga mereka ggak bisa
memiliki anak disebabkan alat reproduksi
mereka sudah hancur karena terus dipaksa
untuk berhubungan dan memuaskan
tentara-tentara tersebut. Pasca perang
berakhir, mereka juga mendapatkan stigma
yang buruk di masyarakat yang disebut
sebagai bekas Jepang. Nah, karena Jepang
di saat itu menjajah banyak negara, bisa
kalian bayangkan seberapa banyak jugun
Ianfu di muka bumi ini. Meskipun begitu
dikatakan kalau pemerintah Jepang
berusaha untuk menutup-nutupi fakta
sejarah mengenai hal ini. Bahkan
kabarnya sampai sekarang para korban
yang menjadi jugun Ianfu belum
mendapatkan permintaan maaf sama sekali
dari pihak Jepang atas perlakuan tentara
mereka di masa lalu. Nah, jadi enggak
usah heran ya dari kakek nenek moyangnya
aja udah begitu. Jadi ketika mereka
sudah tidak lagi menjajah, mereka
kembali ke negara mereka ya
kelakuan-kelakuan yang berbau eh
sakne-sakne itu ya akhirnya mereka
praktikkan di negara sendiri. Makanya
perempuan-perempuan di sana kasihan
nasibnya. Ee bisa dikatakan semacam
tidak mendapatkan keadilan dan ee rasa
aman yang kurang di negara mereka
sendiri. Nah, makanya wajar ya kalau
kalian lihat nih e beberapa
wanita-wanita Jepang yang menikah dengan
laki-laki Indonesia tuh kayak senang
banget gitu, bahagia banget gitu ya. Dan
perihal informasi inilah yang gua
dapatkan dari cerita-cerita mengenai
bagaimana sisi gelap Jepang terhadap
perempuan. Oke, itu dia geng pembahasan
kita kali ini. Kira-kira menurut kalian
pembahasan ini gimana? Coba tinggalkan
komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:17:11 UTC
Categories
Manage