JAPAN! VIOLENCE CRISIS AGAINST WOMEN TO THE EXTREME EXTREME MEN HIDING UNDER HOTEL BEDS!
ELLBNIqr8Rg • 2025-05-10
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Geng, hari ini kita bakal ngebahas tentang sebuah fakta yang menarik tentang negara Jepang, salah satu negara termaju di Asia. Nah, Jepang ini sudah menjadi negara yang sangat terkenal akan perkembangan teknologinya. Dan sebelum Cina bisa seperti sekarang, Jepang itu udah lebih dulu, Geng. Maju dalam segi teknologi. Kalian bisa lihat dari banyaknya vending machine yang menjual berbagai macam jenis barang. Kalau di negara-negara lain biasanya vending machine ini cuma buat beli snack atau minuman aja. Tahu kan? Yang biasanya kayak kita masukin duit ke kulkas terus keluar minumannya. Nah, tapi di Jepang bahkan kalian udah bisa beli makanan-makanan yang eh apa ya? Yang bukan kalengan gitu loh, yang harus diolah terlebih dahulu, cepat saji ya kan disajikan panas-panas. Nah, seperti salah satunya pizza. Nah, pizza di sana udah bisa dibeli pakai vending machine. Nah, terus geng enggak cuma itu. Kalian udah bisa beli payung juga. Terus kalian udah bisa beli telur juga di sana dan masih banyak lagi. Nah, semua kecanggihan ini enggak terlepas dari pemerintah Jepang yang terus melakukan berbagai inovasi ya kan. Mereka men-support generasi-generasi bangsa yang jenius, yang inovatif gitu. Semuanya di-support. Nah, bahkan ya pas mereka kalah di Perang Dunia 2 aja gua udah pernah nyebutin yang pertama kali ditanyakan oleh kaisar mereka adalah berapa banyak guru yang masih hidup. Nah, saking mereka menjunjung tinggi ilmu dan ingin memperbaiki kondisi Jepang yang di saat itu sudah kalah di dalam peperangan. Nah, tapi geng di balik majunya sebuah negara termasuk Jepang juga gitu, udah pasti ada sisi gelapnya. Kalau kalian tanya ke gua ya, sisi gelap Jepang itu apa, Bang? Enggak usah ditanya. Kalian udah tahu jawabannya. Sisi paling gelap dari Jepang adalah Kakek Sugiono. Ya, ya gua tahu itu yang ada di pikiran kalian, kan? Nah, tapi bukan itu yang pengen gua bahas karena enggak mungkin gua bahas tentang Kakek Sugiono di sini, ya. Nah, di sini kita akan membahas tentang sisi gelapnya Jepang yang berkenaan dengan pemikiran kolot dan misoginis terhadap perempuan. Nah, jadi walaupun mereka ini negara maju, walaupun mereka ini negara kaya, negara yang teknologinya gila-gilaan gitu ya, tapi sayangnya mereka terhadap perempuan itu yah masih apa ya, masih kurenglah untuk segi menghargainya. Makanya kalau kalian yang nyari jodoh ya, yang belum e punya pasangan, kalau kalian suka sama orang Jepang, kayaknya cewek Jepang bakal bahagia banget hidup sama orang Indonesia. Iya, karena cowok-cowok Indonesia itu kan perhatian ya, sayang, mengayomi ya kan. Eh, ya gitulah pokoknya enggak perlu gua sebutkan lah entar kepa lupadanya pada gede gitu ya. Ya, intinya cowok Malaysia, cowok Indonesia, cowok Brunei. Nah, itu mirip-mirip tuh kalau ke cewek sayangnya itu luar biasa. Nah, kalau Jepang ini mirip-mirip kayak negara Korea enggak sama yang di drama-drama mereka yang terlihat romantis, enggak. Beda banget. Dan di dalam pembahasan kita kali ini nih ada sebuah cerita ya yang dibagikan oleh seorang tiktokers nih yang mana dia pernah mengalami kejadian mengerikan banget yang berhubungan dengan laki-laki Jepang. Jadi si tiktokers ini ya tiba-tiba itu menemukan seorang laki-laki Jepang yang enggak dia kenal itu bersembunyi di bawah kasurnya dia di sebuah hotel. Gila enggak tuh? Creepy banget kan? Lu nginp di hotel, tiba-tiba di bawah kasur lu ada gue, ada cowok tiba-tiba. Kaget ggak lu? Ya, kalau lu cowok juga lu hantem, tapi kalau lu cewek gitu udah gitu lu bukan warga negara situ lagi. Tiba-tiba bangun, "Wih, ada cowok Jepang nih." Gitu ya kan. Nah, gimana bisa seseorang menyelinap masuk ke dalam kamar hotel orang lain dan hotelnya juga bukan hotel murah gitu, Geng? Nah, kayaknya enggak cuma perempuan aja sih, Geng, yang bakal takut kalau ya dalam kondisi itu. Laki-laki pun juga kalau nemuin orang yang enggak dikenal, tiba-tiba ada di bawah kasur dia pasti merasa ngeri gitu kan. Tahu-tahu ditikam atau diapain gitu. Fenomena seperti ini walaupun enggak boleh dinormalisasi tapi marak terjadi, geng di Jepang. bahkan sudah dari ya sejak lama gitu, sering banget terjadi. Dan di video kali ini kita bakal membahas nih pengalaman dari si wanita yang menemukan orang atau menemukan laki-laki di bawah kasurnya serta kita juga membahas mengenai fenomena seperti ini yang masih marak terjadi di Jepang ya. Di tengah-tengah kemajuan teknologi mereka, di tengah-tengah modernnya negara mereka, ternyata masih ada yang kolot-kolot kayak gini. Nah, langsung aja kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [Musik] King King. Oke, untuk pembahasan pertama kita bakal bahas dulu nih ya kejadian yang dialami si wanita tiktoker study. Karena di sini sebelum kita membahas tentang fakta-fakta yang gelap soal Jepang ini, alangkah baiknya kita ya membahas kejadian nyatanya dulu supaya kalian paham gitu arahnya ke mana. Oke, sekarang kita bahas. Jadi, Gengs, si TikTokers ini namanya itu adalah Natalie Komenko. Dia ini adalah warga negara Ukraina. Di akun TikTok-nya dia, dia itu membagikan cerita tentang pengalaman mengerikannya dia ketika dia pergi ke Jepang. Dia ini pergi ke Jepang sendirian, Geng. Jadi kayak travel atau backpacker gitulah. Dia nekad untuk pergi sendirian ke Jepang karena dia pikir Jepang adalah negara yang aman bagi turis yang melakukan solo trip. Nah, mungkin dia lupa kali ya. Dia kan warga Ukraina ya. Yang gua tahu nih ya cewek-cewek Ukraina itu emang cakep-cakep banget gitu. Taraf cantiknya bule itu ya. Ya biasanya nih ada orang yang bilang kayak bule itu cantik gitu. Nah, yang paling cantik itu biasanya ya Eropa Timur ya kayak Ukraina, Rusia ee terus Kazakhstan, KKhstan gitu. Nah, itu mereka cantik-cantik banget. Nah, jangankan kita orang Asia, bahkan orang bule sekalipun suka sama mereka. Nah, itu orang Ukraina. Nah, bayangkan aja tuh dia melakukan solo trip ya. Solo trip ya, bukan dia ke Solo. Itu beda tuh. Itu rumahnya Wapres Gibran ya. Ini solo trip maksudnya dia jalan-jalan sendiri gitu ke Jepang. Jadi selama dia berada di Jepang, dia ini menginap di sebuah hotel yaitu Apa Hotel. Emang aneh namanya Apa Hotel ya? Hotel apa gitu enggak namanya memang Apa Hotel. APA Hotel yang berada di dekat Rio Goku Tower Tokyo. Tokyo ini kan ibukota, Geng. Pastinya banyak banget fasilitas mewah yang disediakan di sana dan harganya juga enggak bisa dibilang murah. Nah, apa hotel ini jadi pilihan buat natal tadi? Karena hotel tersebut menggunakan key card untuk security lock-nya. Paham ya? Key card yang pakai kartu ya. Pakai kartu kalau mau naik e lift-nya pakai kartu. Kalau mau masuk kamarnya pakai kartu. Jadi safety banget. Dengan keyard tersebut, Natal ini bisa mengakses lift menuju lantai di mana kamarnya berada serta membuka pintu kamar. Terus pada hari pertama Natal ini nginp di sana, semuanya baik-baik aja, enggak ada yang aneh. Dia juga merasa nyaman di hotel tersebut. Namun tiba-tiba ya keesokan harinya kejadian mengerikan menimpa si Natal ini. Card that allowed me access only to my floor and to my room. On the first day, everything was fine. The next day, after a day of sid seeing, I came back around 7:30 pm, unlocked my room like usually took off my clothes, lay down on the bed. Jadi cerita awalnya tuh, Geng, dia tuh lagi jalan-jalan dan dia memutuskan untuk kembali ke hotel sekitar jam 30 malam, jadi 0.30 malam. Dia tiba-tiba ngebuka kunci pintu kamarnya. Dia pakai lucky card itu. Terus dia ganti pakaian. Dia sempat baring-baring sebentar di tempat tidur. Enggak lama kemudian, Natalie ini sadar kalau ada bau yang aneh di dalam kamar hotelnya. Yang mana satu hari sebelumnya itu enggak ada nih bau nih, bau yang enggak pernah dia cium sama sekali. Dan awalnya dia pikir kalau bau itu berasal dari rambutnya dia atau mungkin dari spray tempat tidurnya. Tapi setelah dia coba mencium-cium gitu ya, cium rambutnya, cium spray tempat tidur, baunya enggak ada, bukan berasal dari sana. Dan Natalsi ini masih berusaha buat mencari dari mana bau itu berasal. Dan sampai pada akhirnya dia sadar sumber dari bau itu berasal dari bawah tempat tidur. Aduh, aduh, aduh. Nah, sini nih yang seramnya nih. Jadi sempat nih dia berpikir dengan konteks bercanda ya, gimana kalau ternyata ada jasad di bawah kasurnya. Jadi dia mikir nih, hm, baunya dari bawah apa jangan-jangan ada jasad ya? Gitu. Nah, akhirnya Natalia ini meriksa nih ke bawah kasurnya dan di saat itu apa yang ada di pikirannya dia langsung terwujud. Dia kaget banget ketika dia melihat ada sepasang mata. Nih misalnya nih gua praktikin ya ini bawa tempat tidur nih ada mata nih ting gitu. Ih. Dan menurut ceritanya dia, Natalia ini ngelihat orang tersebut itu adalah seorang pria Asia. Ya, siapa lagi kalau bukan orang Jepang. that person laying under the bed. But when I leaned over to check, I saw a pair of eyes staring at me. I saw Asian man under my bed. Dia kaget bukan main dan Natalici ini teriak lompat saking takutnya. Sementara pria yang di bawah kasur tersebut keluar dari kolong kasur dan dia menatap Natalisi selama kurang lebih 3 detik. Setelah itu pria itu langsung berteriak juga dan langsung lari keluar dari kamar Natalisi. Ini adegannya kayak adegan film kocak gitu ya. Tapi ini benar-benar nyata, Geng. Tanpa pikir panjang, Natalia ini langsung minta bantuan ke pihak hotel dan pihak hotel langsung datang ke kamar Natali. Nah, pihak hotel langsung nelepon polisi karena di Jepang itu, Geng, ya, tindakan-tindakan kecil pun itu diurusin sama polisinya. Misalkan ya, ada nih lu sesama tetangga nih ya, tiba-tiba ada anak tetangga lagi main, lu ngasih permen. Nah, kalau si ibunya gak senang dengan perbuatan lu, dia lapor polisi, polisi datang. Enggak ada tuh istilahnya disuruh tunggu satu kali 24 jam atau ya gitu-gitulah. Gua enggak mau, gua enggak mau inilah intinya begitu. Tidak ada tuh istilah-istilah begitu. Langsung datang tuh polisinya. Di saat itu ya ketika pihak hotel sudah menelepon polisi, enggak lama kemudian polisi pun datang lalu langsung diperiksalah kamar hotel tersebut dan di saat itulah ee apa polisi menemukan adanya power bank serta kabel USB di kolong kasur. Nah, Natal yang masih dalam keadaan syok nanya nih ke pihak hotel, kok bisa kejadiannya kayak gini? Kok bisa ada orang asing yang masuk ke dalam kamar hotel tanpa sepengetahuan dia yang mana itu seharusnya menjadi tanggung jawab pihak hotel untuk bisa menjamin keamanan dan keselamatan tiap e tamunya gitu. Apalagi yang pegang key card-nya cuma Natali. Kalaupun ada cadangannya itu cuma bisa pihak hotel yang punya. Yang mana ini seharusnya gak ada yang bisa masuk ke dalam kamar hotel itu selain dia dan pihak hotel. Kalau pihak hotel yang mau masuk juga pasti harus izin dulu ke tamu kamar dan pihak hotel enggak bisa ngejawab pertanyaan itu. Mereka sendiri bingung. Nah, yang lebih gilanya lagi ternyata di hotel tersebut enggak ada CCTV-nya. Kebayang tuh di Jepang negara yang semaju itu, sebuah hotel mewah enggak punya CCTV. Ini gua enggak paham lagi lah. Padahal fasilitas key card-nya udah dikasih ya ke tamu ya. Seharusnya fasilitas yang disediakan juga proper dan tanpa adanya CCTV pastinya polisi enggak bisa tahu penampilan dari fisik orang tersebut yang udah keburu kabur. Nah, karena udah merasa enggak nyaman dan ketakutan kalau terus berada di sana, Natal ini akhirnya memutuskan buat pindah dari hotel itu ke hotel lain. Nah, tapi Natal juga ya minta full refund lah sama pihak hotel sebagai kompensasi atas pengalaman buruk itu. Nah, akhirnya entah gimana tuh ya. Yang jelas setelah dia minta ganti rugi itu dia langsung cabutlah dia langsung pergi dari hotel tersebut. Terus singkat cerita, keesokan harinya setelah si Natalie ini pindah ke hotel lain, hotel sebelumnya yaitu Apa Hotel sama sekali enggak menghubungi dia atau mengirimkan email untuk memberitahu mengenai proses refund yang diminta oleh Natali. Kemudian Natalia ini nyoba untuk menghubungi pihak Agoda aplikasi yang dia pakai untuk nge-booking hotel. Nah, pihak Agoda menawarkan kupon senilai 178 sebagai kompensasi. Dan menurut Natalisi, solusi yang ditawarkan oleh Agoda sama sekali bukanlah solusi karena kupon yang ditawarkan itu enggak sebanding dengan uang dia yang udah dia keluarkan untuk booking hotel selama 3 malam yang totalnya mencapai 600. Nah, karena dia udah sebal banget ya, ini udah gak ada solusi nih. Aplikasinya juga gak jelas gitu. Akhirnya Natal ini langsung menghubungi pihak hotel lagi untuk minta full refund dan sore harinya pihak hotel setuju untuk refund yang mana uang Natalisi langsung dikembalikan melalui sebuah pemberitahuan yang dikirim melalui email. Nah, di dalam email tersebut juga tertulis mengenai perkembangan kasus yang dialami oleh Natal dari pihak Apa Hotel yang mana tertulis kalau polisi sudah menyelidiki kasus ini termasuk dengan mengambil sidik jari dari kolong kasur. Namun polisi enggak bisa mengetahui ya identitas dari pria itu. Nah, kasusnya ya udah hilang begitu aja, selesai begitu aja tanpa ada kelanjutan dan siapa pria tersebut tuh enggak pernah diketahui identitasnya dan natalinya jadi trauma gitu. Nah, tapi Geng terlepas dari kejadian tersebut, Natal ini ngelanjutin liburannya, Geng, di Jepang. Namun ya semuanya udah enggak menyenangkan lah. Mood dia udah beda, ya kan? Dan dia benar-benar enggak bisa tidur. Jarinya itu gemetar dan dia sampai tremor gitu ya. Dia setiap berada di kamar hotel selalu duduk di ujung ruangan tempat dia tidur. Dia ee ngecek setiap sudut ruangan kamar. Dia periksa untuk memastikan enggak ada orang asing di kamarnya. atau juga meriksa gak ada kamera-kamera tersembunyi gitu. Nah, jadi Natalici ini mengalami trauma yang apa ya yang bikin dia tuh enggak nyaman. Nah, tapi entah kenapa yang gua bingung ya dia itu enggak milih buat cabut aja dari Jepang. Entah mungkin ya dia udah terlanjur ke sana dan udah terlanjur beli tiket pulang di hari-hari tertentu mungkin ya. Tapi gak tahu juga nih. Nah, di saat itu karena dia udah takut pasca kejadian di apa hotel, Natalia ini akhirnya menulis sebuah pernyataan ke pihak hotel yang isinya adalah meminta pertanggungjawaban dengan memberikan kompensasi sebesar 16.600 yang disebabkan emosinya yang sekarang menjadi terganggu. Nah, di sini nih agak gimana gitu ya. Jadi dia nuntut pihak hotel lah jatuhnya. Nah, tapi pihak hotel di saat itu nolak, Geng, dengan mengatakan itu bukan bagian dari kebijakan mereka. Nah, memberikan kompensasi atas emosi yang menjadi terganggu itu bukan tanggung jawab orang hotel. Dan sampai saat ini Natalie ini masih bertanya-tanya gimana bisa ada seseorang yang masuk ke dalam kamar hotelnya dia dan gimana orang tersebut tahu kalau dia sendirian ketika menyewa hotel itu dan gimana pihak hotel enggak bisa bertanggung jawab atas pelanggaran keselamatan terhadap customernya sendiri. Nah, ini masih menjadi pertanyaan dan terus dituntut oleh si Natalisi. Nah, coba deh, Geng. Kalau kalian yang jadi natalisi ya gue yakin mau cowok ataupun cewek pasti langsung takut ya kalau ada orang yang enggak dikenal masuk ke dalam kamar kalian atau ngumpet di bawah kasur. Ya beda halnya kalau kalian bisa bela dirilah bisa kalian gebukin tuh orang tapi kalau misalkan dia bawa senjata gimana? Di Jepang geng memang banyak banget kasus orang-orang yang nguntit gitu ya ngikutin orang gitulah atau istilahnya itu adalah stalker dan korbannya memang mayoritas adalah perempuan. Nah, walaupun stalker ini termasuk ke dalam aksi yang dikatakan enggak bisa dibenarkan atau hitungannya sudah parah, stalker ini ternyata masih belum apa-apanya karena masih banyak kejahatan yang mengarah kepada tindakan yang tidak etis kepada perempuan yang terjadi di Jepang. Nah, sekarang kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan mengenai tingginya kasus yang tidak etis terhadap perempuan di Jepang yang mana perempuan di sana merasa tidak dihargai hidupnya. Kita mulai dulu nih, Geng, dari yang lebih ringan walaupun enggak bisa dibilang benar-benar ringan, yaitu mengenai stalker. Oke, jadi geng Jepang sendiri orang-orangnya itu sangat menyunjung tinggi privacy. Orang-orang Jepang itu enggak secara sembarangan membagikan identitas pribadi mereka ke orang lain, apalagi bukan orang terdekat. Ya, contohnya kayak ngpost tentang kehidupan pribadi di sosial media. Nah, mereka tuh paling anti. Nah, jadi cuma ngasih ke orang-orang tertentu aja. Tapi di sisi lain, Jepang ini ternyata menjadi salah satu negara yang kasus stalker atau orang-orang yang nguntit ya itu cukup tinggi. Dan di Jepang stalker ini punya sebutan sendiri yaitu Sutoka. Nah, gua bacanya apa? Eh, Sutokaa atau Sutoka nih. Tapi gua sebutnya Sutoka aja ya. Koreksi gua kalau salah. Nah, orang-orang Sutoka ini ya mereka bakal ngikutin korban atau targetnya tanpa sepengetahuan si target dan mencari-cari informasi tentang si target. Jadi seobsesi itu dia bakal ngikuti sampai ke tempat tinggal si targetnya ini. Bahkan di beberapa kasus enggak jarang nih si Sker ini sampai bisa masuk ke dalam rumah si targetnya atau apartemen si targetnya. Nah, seperti yang dialami oleh Natalisi ini. Terus menurut laporan dari Departemen Polisi Jepang pada tahun 2022 itu bahkan tercatat ada 1207 konsultasi mengenai kasus stalker di Jepang ini. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang jumlahnya itu sekitar 1102 kasus. Nah, berbagai macam tindakan sudah dilakukan seperti memberikan surat peringatan. Ada yang sampai ditangkap, bahkan sampai dipenjara si orang-orang stalker ini. Dan di dalam laporan tersebut juga tertulis persentase dari jenis kelamin para pelapornya yang di mana korban paling banyak dialami oleh perempuan. sebanyak 963 orang yang ngelapor. Nah, sementara ada juga yang laki-laki yang merasa diikuti oleh perempuan atau diikuti oleh laki-laki lain itu ada sebanyak 244 orang yang ngelapor. Persentase ini terus berulang dari 4 tahun sebelumnya dan banyaknya kasus stalker di Jepang itu bikin pemerintah mereka sampai harus turun tangan. Harus dibuat undang-undang yang mengatur serta melarang aksi ini, Geng. Dan karena setiap tahunnya masih ada aja kasus yang bermunculan, pemerintah Jepang tuh sampai harus melakukan revisi terhadap peraturan tersebut setiap tahun. Jadi kalau gua lihat ya ini semacam fantasi gara-gara ya di negara mereka juga marak banget film-film dewasa yang kayak kayak gini nih. Jadinya mungkin ya orang-orang yang hobi nonton gitu tuh jadi berfantasi pengin merealisasikan di dunia nyata kali. Ngikut-ngikutin cewek ya kan nanti dalam pikiran dia wih kenalan sama tuh cewek tiba-tiba terjadilah skid papap atau apa gitu. Nah, benar-benar niru apa yang ada di film. Terus, Geng, pada tahun 2021, hukum yang mengatur tentang penguntit ini udah direvisi oleh pemerintah. Di dalam hukum ini terdapat beberapa modus yang dilakukan oleh stalker kepada para korbannya. Yang pertama nih, si stalkernya itu bakal ngikutin terus nyergap, terus datang secara tiba-tiba dan jalan di area sekitar di mana korbannya berada. Misalnya nih, ngikutin ke mana pun si korban pergi, selalu dia tunggu tuh di rute perjalanan yang biasa dilewati oleh si korban atau dia jalan di sekitar rumah korban. Nah, perilaku kayak gini yang paling banyak dilakukan oleh si stalker ini, Geng. Jadi, benar-benar mengganggu sekali dan mereka tuh terobsesi sekali. Nah, terus yang kedua, ya si stalker ini bakal mengikuti si korban dan berkomunikasi dengan korban seolah-olah dia itu kenal sama korban dan dia tahu korban lagi di mana, pakai baju apa, sama siapa, dan sebagainya. Nah, bisa jadi tuh lewat chat atau lewat telepon gitu. Pokoknya diteror gitu. Misalkan ya, korban lagi baju warna hitam gitu. Nah, dia bakal ngirimin pesan atau telepon tuh dengan bilang, "Hari ini kamu cantik ya, pakai baju hitam." gitu. Kurang lebih kayak gitu tuh. Nah, atau ketika orang tersebut sampai di rumah, sier ini bakal mengucapkan selamat datang di rumah, selamat istirahat. Nah, itu benar-benar mengganggu sekali. Seperti seolah-olah mereka tahu apa yang sedang dilakukan oleh para korbannya dan ya setiap harinya mereka ngikutin terus. Nah, tapi si korbannya gak pernah tahu si stalker ini ada di mana. Nah, terus yang ketiga, mereka meminta kepada korban untuk bertemu atau ngajak kencan dan lain-lain. Nah, ini lebih berani lagi, Geng. Lebih frontal lagi dibandingkan yang sebelum-sebelumnya. Mereka secara terang-terangan mengajak korban untuk bertemu sekalipun korban enggak kenal dengan mereka, dengan si stalker ini. Kalau korban nolak, enggak jarang si stalker ini bakal meneror terus atau ngancam terus dengan ya segala hal lah ancamannya. pokoknya sampai bisa bertemu. Dan yang keempat, melakukan panggilan telepon atau pesan dengan identitas anonim sehingga sulit dilacak. Terus yang kelima, udah mulai mengganggu kenyamanan dengan melakukan aksi yang lebih nyata seperti sering ee lempar-lempar rumah korban pakai batu, teriak-teriak di depan rumah, klakson-klakson yang gede gitu dan lain-lain lah. Nah, terus yang keenam. Stalker ini mengirimkan berbagai barang yang menjijikan kepada korbannya. Dan ini sering banget terjadi seperti misalkan ngirim bangkai hewan, kotoran ya, terus alat-alat yang ee dewasa-dewasa gitu. Nah, terus yang ketujuh mereka sering menghina dan membuat ujaran kebencian yang ditujukan kepada korban. Tujuannya apa? Tujuannya caper. Dan hal ini sangat mudah dilakukan zaman sekarang karena stalker bisa melakukan dengan menulis di sosial media. Padahal yang ditulis oleh stalker ini adalah bentuknya fitnah. tujuannya adalah caper. Nah, terus yang kedelapan. Si stalker ini bakal menyebarkan foto-foto korban tanpa mengenakan busana dan menyebarkannya di sosial media. Nah, foto-foto tersebut bisa jadi tuh bukan foto asli, hasil editan biasanya pakai AI, pakai apalah gitu. Nah, tindakan lainnya itu juga biasanya dengan mengatakan kata-kata kotor melalui chat atau telepon sehingga korban enggak merasa nyaman ya. Makin diblok misalkan ya, nomornya diblok. Nah, mereka bakal ganti nomor terus ya neror lagi, neror lagi. Dan dari aksi-aksi stalker ini kita bisa lihat, Geng, kalau motif dari seseorang yang mau jadi stalker itu enggak selalu berdasarkan pada rasa suka. Ee tapi bisa juga karena benci gitu. Si Salker ini benci dengan korbannya. Kadang dia memutuskan untuk nguntit si korbannya agar si korbannya ini merasa terteror. Nah, bikin was-was. Itu adalah aksi yang ringan ya kan stalker gitu ya meneror. Orang-orang mungkin masih bisa milih buat ngeblok atau cuek aja masih bisa. Nah, namun ada aksi yang lebih parah di Jepang yang mana ini menargetkan perempuan yang juga banyak banget terjadi di Jepang. Seperti yang baru-baru ini terungkap, ada seorang mantan anggota boy band Smap yang bernama Masahir Nakakai. Dia yang kemudian menjadi presenter di stasiun TV, yaitu Fuji TV. Dia ini dituduh melakukan tindakan yang enggak etis kepada seorang perempuan di sebuah pesta makan malam tahun 2023. Nah, kebayang tuh ya public figure yang ngelakuinnya. Pengakuan ini muncul di bulan Desember tahun kemarin di sebuah majalah yang bernama Jose Seven dan diangkat oleh majalah lain yaitu Shukan Bushun. Ketika mendapatkan tuduhan kayak gitu, Naka ini membantah. Tapi enggak lama setelah itu dia mengeluarkan pernyataan yang berisikan permintaan maaf kalau dia ya sudah menimbulkan masalah. Jadi awalnya dia membantah tapi ya setelah itu dia kayak tertekan. Akhirnya dia mengaku dan meminta maaf atau membuat klarifikasi. Dan di dalam pernyataan tersebut, Nakai juga sudah menjelaskan kalau dia sudah menyelesaikan masalah tersebut dengan membayar uang senilai 1,5 juta. Dolar. Nah, tapi geng upaya itu tetap enggak membuat kemarahan publik jadi redam sehingga dia terpaksa mengumumkan untuk mengundurkan diri dari industri hiburan pada bulan Januari tahun ini. Dan yang terkena dampaknya enggak cuma nakai aja, tapi sampai stasiun TV yaitu Fuji TV yang reputasinya jadi hancur karena terus dikaitkan dengan skandal yang dilakukan oleh Sinakai ini. Fuji TV sendiri terus mengalami kerugian dan beberapa pemimpin eksekutifnya juga dipaksa untuk mengundurkan diri gara-gara kasus salah satu Thailand mereka. Rasanya enggak adil banget ya. Tapi segitunya lah di Jepang. Karena kasus dari stalker, kasus dari orang-orang yang tidak menghargai perempuan, melecehkan perempuan di Jepang itu sangat-sangat parah. Tinggi banget angkanya termasuk dilakukan oleh seorang public figure女. Terus geng, ada juga kasus yang mencuat di tahun 2023. Ini enggak kalah epiknya nih. Ini dialami oleh seorang wanita. Bahkan dia adalah anggota militer. Namanya itu adalah Rai Gonoi. Dia adalah anggota militer Jepang yang memberikan kesaksian yang mengaitkan tiga mantan tentara Jepang. Nah, di dalam kesaksiannya dia, dia ini cerita kalau ada tiga mantan tentara Jepang yang di saat itu melakukan tindakan yang enggak senonoh. Dia dijepit ke tempat tidur dan kakinya direntangkan. Terus secara bergantian berulang kali orang-orang tersebut ya melakukan hal itulah kepada dia. Nah, kejadian ini terjadi di bulan Agustus tahun 2021 yang membuat mirisnya adalah pada saat itu ada sekitar 12 orang temannya yang juga hadir pada saat itu. Tapi enggak ada yang menghentikan tiga pria tersebut. Yang ada mereka cuma ketawa-ketawa ngelihat si Rina ini digituin. Jadi dianggap semacam lelucon gitu, Geng. Dan si Rina ini di saat itu memutuskan buat ngelaporin kejadian tersebut. Karena dia sebagai perempuan walaupun itu di barak militer dia benar-benar ngerasa gak dihargai. Dia ngelapor itu kepada atasannya tapi pengaduannya itu ditolak dengan alasan enggak ada saksi yang bisa memberikan keterangan atas kejadian tersebut. Nah, separah itu, Geng. Dan enggak lama dari itu, ketiga pria ini pun dipanggil ke kejaksaan atas dugaan penyerangan terhadap Rinai ini oleh unit polisi Ground Selfde Defense Force atau disingkat dengan GSDF. Namun, kasusnya malah dibatalkan karena kurangnya bukti. Lagi-lagi kayak gitu padahal saksinya jelas ada. Nah, karena enggak kunjung mendapatkan keadilan, akhirnya Rinai ini memutuskan untuk keluar dari militer Jepang. Dan Rinai memutuskan buat memviralkan kasus ini dengan membuat video di YouTube dan membuat petisi dengan lebih dari 100.000 tanda tangan. Dan petisi itu diserahkan ke Kementerian Pertahanan agar pemerintah bisa memberikan keadilan kepada Rinai. Tapi akhirnya kementerian pun meluncurkan penyelidikan dan ini menjadi sebuah langkah besar untuk Rini agar bisa menyelesaikan kasus yang menimpa dia. Tapi di sisi lain, berbagai ancaman mulai datang dengan berbagai macam bentuk kepada dia. Ada yang menghina dia dengan kalimat yang enggak pantas sampai memberikan ancaman untuk menghilangkan nyawa dia. Jadi separah itu, Geng. Kalau ini terjadi di Indonesia, gua yakin banget bakal banyak simpati masyarakat, ya kan? Perempuan diperlakukan kayak gitu terus viral. Udah pasti ya kekuatan netizen Indonesia tuh seram banget. Tapi di Jepang orangnya cuek-cuek banget ya. Kasus Rinai ini dianggap kayak biasa aja karena udah banyak terjadi. Dan oleh karena itu di saat itu Rai mengajukan gugatan secara perdata terhadap lima orang yang mana tiga di antaranya ada pria yang melakukan aksi bejat kepada dia dan serta pemerintah Jepang. Nah, Rina di saat itu menuntut ganti rugi sebesar 5,5 juta yen dari mereka semua karena sudah menyebabkan dia menghadapi tekanan mental dan menuntut 2 juta yen kepada pemerintah Jepang karena gagal mencegah aksi kejahatan ini. Dia merasa enggak dilindungi sebagai warga negara dan sebagai wanita Jepang. Cobalah kalian bayangkan, Geng. Setara tentara gitu, ya. Wanita yang profesinya sebagai militer juga sama diperlakukan. Apalagi wanita-wanita biasa. Terus geng beranjak nih di tahun yang sama terungkap juga aksi serupa yang dilakukan oleh seseorang yang bernama Jonny Kitagawa. Nah, ini lebih gila nih. Ini adalah seorang pengusaha dan manajer bakat di Jepang. Jadi kalian bisa bayangkan seberapa berkuasanya dia. Di balik kekuasaannya dia di Jepang, ternyata dia ini adalah seorang predator. Dia ini mirip kayak PDD. Nah, tapi dia ini versi Jepang. Dikatakan kalau orang-orang yang mau terkenal, mereka harus menuruti semua keinginan kita gawa. termasuk dengan memuaskan hasratnya dia. Korbannya enggak cuma cewek, Geng. Yaitu cowok juga jadi korban. Jadi, ni orang nih bisa dua-duanya dan kebanyakan dari mereka menjadi korban ketika masih di bawah umur. Sebenarnya isu ini udah beredar sejak bertahun-tahun yang lalu. Tapi setiap yang mau speak up dibungkam terus. Dan enggak heran karena kita gawa sendiri punya banyak uang dan punya kekuasaan yang besar. Bagi dia membungkam banyak orang adalah hal yang mudah. Makanya gak pernah ada penyelidikan yang serius untuk bisa mengadili si Joni kita gawa ini. Bahkan untuk menjatuhkan hukuman kepada dia aja tuh sulit banget. Sampai pada akhirnya nih orang meninggal dunia pada tahun 2019 dan enggak pernah dihukum. Jadi itu salah satunya. Nah, kalau itu kan kita bisa bilang mafia lah ya. Nah, terus apakah kayak pemerintah atau politisinya di sana juga sama ya sebagai politisi laki-laki juga sama memperlakukan perempuan? Jawabannya iya. Nah, ada satu kasus nih, Geng, yang dialami oleh politisi di Jepang yang bernama Hideo Kojima yang menjabat sebagai walikota Ginan di wilayah Gifu yang mana dia dituduh melakukan 99 aksi pelecehan kepada perempuan. Mencuatnya kabar tersebut ya, Hideo ini langsung mengumumkan pengunduran diri ya di saat itu. Cuma dia tetap menyangkal sejumlah tuduhan tersebut. Dia ee apa ya? Kayak enggak mengakui. Tapi karena ini sudah heboh, dia memilih untuk mengundurkan diri. Nah, ini semua dikarenakan ya orang Jepang itu rasa tingkat malunya itu tinggi banget gitu. Jadi mereka walaupun membantah tapi mereka lebih memilih untuk mengundurkan diri. Nah, akhirnya si Hideo ini langsung mengundurkan diri dari [Musik] pemerintahan. Oke, sampai di sini ya dari kasus-kasus yang gua sebutkan tadi, itu adalah sedikit dari sekian banyak kasus serupa yang terjadi di Jepang. Hal seperti ini menjadi salah satu sisi buruk dari negara ini, Geng. Dan ada sebuah survei yang dilakukan di tahun 2020 yang mengklaim kalau lebih dari 70% aksi seperti itu enggak dilaporkan di Jepang alias didiamin aja. Nah, menurut sebuah studi pada tahun 2024 yang diterbitkan di dalam International Journal of Asian Studies, untuk setiap 1000 kasus ruda paksa di Jepang, hanya 10 sampai 20 kasus yang berujung pada hukuman pidana. Kalau di Indonesia enggak. Indonesia lu ruda paksa orang habis ya kan dilaporin masuk kantor polisi di dalam penjara dihabisin sama orang-orang dalam penjara. Nah, kalau untuk urusan ini negara kita menang nih jangan urusan korupsi ya. Tapi kalau urusan yang ya ruda paksa, permerkaosan gitu ya. Nah, negara kita menang cepat banget nih kalau urusan ini. Kalau di Jepang kurang dari setengah pelaku ya, misalkan dari 1.000 itu cuma ada 10 yang pelakunya dihukum penjara. Dan di Jepang perempuan jarang dipercaya dan enggak memiliki mekanisme yang tepat untuk bisa melaporkan kejadian kayak gitu. Sedih ya? Jadi kayak cewek Jepang nih kayak ngelapor aku tadi diitu-ituin sama si anu. Nah, banyak yang enggak percaya dengan laporan itu. Dan hal ini juga enggak terlepas dari budaya misoginis yang masih kuat di Jepang. Kejahatan seperti ini ya dapat terjadi di banyak sektor, mau itu di perkantoran maupun industri hiburan yang mana sering melanggengkan pembungkaman bagi perempuan agar bisa mempertahankan pekerjaan mereka. Ya, mereka tetap bungkam supaya mereka itu ya enggak kehilangan pekerjaan, mereka enggak kehilangan posisi gitu. Jadi mereka enggak berani. Di dalam beberapa kasus ya, para perempuan Jepang itu merasa kayak pemerintah Jepang kayak enggak peduli gitu, Geng, dengan keselamatan para perempuan. Hal ini bisa dilihat dengan kebijakan umur di Jepang. Di dalam hukum Jepang nih, Geng, ya, seseorang sudah dikatakan dewasa kalau sudah menginjak 13 tahun. Lu bayangin tuh 13 tahun udah bisa di ya gitu yang mana penetapan umur dewasa tersebut lebih rendah dibandingkan negara lain. Di tahun 2023 parlemen Jepang ingin membuat RUU yang mengatur mengenai kasus ruda paksa dan penetapan usia dewasa ini. Tapi RUU ini justru menimbulkan banyak kritikan karena di dalamnya parlemen mencoba untuk mendefinisikan ulang mengenai ruda paksa yang semula berarti hubungan seksual secara paksa seperti dengan melakukan kekerasan atau ancaman. Nah, itu artinya kalau enggak ada kekerasan meskipun tanpa persetujuan atau e si ceweknya enggak mau tapi tetap disikat gitu. Itu artinya kalau enggak ada kekerasan meskipun tanpa persetujuan atau konsen maka itu dianggap tidak termasuk ke dalam roda paksa. Jadi contohnya kayak gini nih, Geng. Misalkan ya, misalkan nih ada cewek lu pacaran misalkan, ya. Cewek lu itu gak mau nih diajak gitu-gituan. Tapi lu paksa, tapi lu paksa, lu ancam putus atau ya pokoknya intinya lu paksa atau lu bius gitu. Hal tersebut dianggap bukan merudah paksa selama enggak ada kekerasan seperti memukul atau mencekik atau yang lain-lain. Tapi kalau ngebius gua enggak tahu ya. Ya, mungkin mungkin nih ya. E selama itu enggak ketahuan ngebius mungkin dianggap enggak meruda paksa. Nah, jadi begitulah di sana itu masalah gitu-gituan tuh kayak dianggap biasa aja. Nah, padahal banyak yang kejadiannya itu aksinya dilakukan ketika korban dalam kondisi yang gak sadar dan mungkin sedang dalam keadaan mabuk atau diberikan obat menenang agar enggak sadarkan diri. Nah, itu kan termasuk luda paksa sebenarnya, tapi di sana enggak termasuk, enggak dihitung. Nah, definisi tersebut mau diubah nih menjadi hubungan seksual tanpa persetujuan atau non konsen. Sehingga kalaupun enggak ada perlawanan tapi posisinya korban enggak konsen atau ee hubungan tersebut enggak disetujui oleh salah satu pihak, maka bakal dianggap sebagai sebuah ruda paksa. Nah, sekarang tuh baru mau dirubah sama pemerintahnya. Selain itu, Geng, Parlemen Jepang itu mau mengubah batas usia dewasa. Awalnya kan yang sudah gua sebutkan tadi, yaitu 13 tahun sudah dianggap dewasa di sana. Padahal di negara lain 13 tahun itu masih masuk ke dalam kategori di bawah umur. Nah, penetapan umur dewasa di Jepang itu juga menjadi yang paling rendah di antara negara-negara demokrasi yang sudah maju di sana. Usia dewasa yang awalnya 13 tahun katanya sih bakal dirubah, bakal dinaikin menjadi 16 tahun. Nah, tetap lebih rendah nih dibandingkan negara lain. Gua heran gitu ya, kenapa pada sakne-sakne banget sih? 16 tahun bocah udah dianggap dewasa gitu ya. Kita contohin aja negara kita di Indonesia seseorang itu udah dianggap dewasa ketika berusia 18 tahun. Makanya kasus seperti ini ya seperti gunung es di Jepang karena udah sangat struktural. Dan dari pembahasan ini kita bisa ngelihat sendiri, Geng, betapa parahnya Jepang dengan banyaknya kasus-kasus ruda paksa. Dan kasus seperti ini enggak cuma terjadi di zaman modern aja, bahkan dari dulu di Jepang udah banyak banget nih ee tindakan-tindakan yang jahat kepada perempuan. Dan selama pendudukan Jepang di berbagai negara saat Perang Dunia Kedua, salah satunya di negara kita ya, ketika Jepang ngejajah negara kita, banyak perempuan-perempuan yang dijadikan alat pemuas mereka dan perempuan ini disebut dengan jugun Ianfu. Nah, nasib mereka juga memprihatinkan, Geng, sampai saat ini bahkan. Nah, sekarang kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan sejarah nih. Nasib-nasib dari Jugun Ianfu, perempuan yang dijadikan korban atas kekejaman Jepang untuk pemuas tentara-tentara mereka. Oke, jadi ketika Perang Dunia Kedua, Jepang itu menduduki sebagian besar negara-negara yang berada di Asia, termasuk dengan negara kita Indonesia. Kita pasti sudah tahu ya, Geng, kalau penjajahan Jepang di Indonesia itu adalah yang paling parah. jauh lebih parah dibandingkan dengan Belanda yang mana ya kalau dari ceritanya sih gua enggak tahu pastinya nih. Eh Belanda itu katanya 3 seteng abad ya e menjajah negara kita ya. Tapi penjajahan Belanda itu enggak separah Jepang walaupun Jepang yang singkat tapi gila banget penjajahan Jepang itu kabarnya kayak gitu dan para korbannya enggak cuma para pejuang Indonesia atau orang-orang yang menjadi pekerja Rom Musa, tapi juga para perempuan yang dijadikan sebagai pemuas mereka pemuas dari tentara-tentara Jepang yang ada di Indonesia. Mereka disebut dengan jugun Ianfu yang berarti adalah wanita penghibur. Jugun Ianfu ini enggak cuma ada di Indonesia, tapi di semua negara yang dijajah oleh Jepang juga ada. Dan praktik ini dilakukan di bawah kontrol militer. Dan para perempuan dibawa dengan cara diculik dari anggota keluarganya dan ditempatkan di sebuah tempat yang bernama Yanjo yang dibangun oleh tentara Jepang dan tersebar di beberapa daerah. Nah, mereka mengalami trauma yang mendalam atas perlakuan keji yang mereka terima dari para tentara Jepang. Dan selain mengalami trauma psikologis, mereka juga mengalami kerusakan di bagian rahim mereka sehingga mereka ggak bisa memiliki anak disebabkan alat reproduksi mereka sudah hancur karena terus dipaksa untuk berhubungan dan memuaskan tentara-tentara tersebut. Pasca perang berakhir, mereka juga mendapatkan stigma yang buruk di masyarakat yang disebut sebagai bekas Jepang. Nah, karena Jepang di saat itu menjajah banyak negara, bisa kalian bayangkan seberapa banyak jugun Ianfu di muka bumi ini. Meskipun begitu dikatakan kalau pemerintah Jepang berusaha untuk menutup-nutupi fakta sejarah mengenai hal ini. Bahkan kabarnya sampai sekarang para korban yang menjadi jugun Ianfu belum mendapatkan permintaan maaf sama sekali dari pihak Jepang atas perlakuan tentara mereka di masa lalu. Nah, jadi enggak usah heran ya dari kakek nenek moyangnya aja udah begitu. Jadi ketika mereka sudah tidak lagi menjajah, mereka kembali ke negara mereka ya kelakuan-kelakuan yang berbau eh sakne-sakne itu ya akhirnya mereka praktikkan di negara sendiri. Makanya perempuan-perempuan di sana kasihan nasibnya. Ee bisa dikatakan semacam tidak mendapatkan keadilan dan ee rasa aman yang kurang di negara mereka sendiri. Nah, makanya wajar ya kalau kalian lihat nih e beberapa wanita-wanita Jepang yang menikah dengan laki-laki Indonesia tuh kayak senang banget gitu, bahagia banget gitu ya. Dan perihal informasi inilah yang gua dapatkan dari cerita-cerita mengenai bagaimana sisi gelap Jepang terhadap perempuan. Oke, itu dia geng pembahasan kita kali ini. Kira-kira menurut kalian pembahasan ini gimana? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories