PERANG DUNIA DIMULAI ! PELABUHAN IRAN MELEDAK DAN CURIGAI ISR4EL SEBAGAI PELAKU
e5PL6S2tNPM • 2025-05-06
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Geng, terjadi sebuah ledakan yang
benar-benar gila di Iran tepatnya di
Kota Bandar Abbas. Ledakannya itu
benar-benar luar biasa banget. Kalian
mungkin bisa lihat dari ee beberapa
dokumentasi
ini. Buat kalian yang belum tahu, kota
Bandar Abbas ini, kota ini adalah salah
satu pelabuhan terbesar dan paling
strategis di Iran. yang terletak di
pinggir selat Hormus, jalur yang sangat
sibuk buat lalu lintas dunia. Jadi,
banyak kapal-kapal dari seluruh dunia
itu lalu-lalang di sana. Nah, bayangin
aja, Geng. Waktu ada berita soal ledakan
besar di sana, orang-orang langsung
waspada. Soalnya pelabuhan di Bandar
Abbas ini bukan sekedar kota pelabuhan
biasa. Segala sesuatu yang terjadi di
sana bisa memberikan efek ke banyak
negara. Jadi, Geng, di saat kejadian
laporan awalnya masih simpang siur. Ada
yang bilang kalau itu cuma kecelakaan
biasa. kayak kebakaran di salah satu
kapal atau gudang. Nah, tapi enggak
sedikit juga yang mulai curiga kalau
ledakan tersebut adalah bagian dari
sabotase atau
serangan. Ini nih kenapa gua bahas
karena seru nih. Ledakan tersebut adalah
bentuk sabotase. Ledakan tersebut adalah
bentuk serangan diam-diam dari salah
satu pihak. Kalian mau tebak dari pihak
mana? Nah, ini memang masih dicurigai
atau bisa dikatakan ini masih tuduhan
gitu. Nah, karena hubungan Iran ini
dengan beberapa negara lain lagi
panas-panasnya dan insiden ini juga
bertepatan dengan agenda Iran yang
sedang bertemu dengan Amerika di negara
Oman untuk membahas perundingan nuklir
putaran ketiga. Nah, apakah ini
berkaitan dengan Amerika atau enggak?
Nah, tapi banyak yang mencurigai pelaku
sabotasenya adalah Isriwil yang memang
sudah dikenal sebagai musuh bebuyutan
dari Iran. Iran benci banget sama isri
Will. Dan di video kali ini gua bakal
ngajak kalian untuk mengungkap gimana
sih kronologi ledakan yang terjadi di
Bandar Abbas ini. Kira-kira penyebabnya
apa dan bagaimana dampaknya bagi Iran.
Terus berpengaruh enggak sih dengan
geopolitik dunia? Nah, jadi di sini
langsung aja kita bahas secara lengkap.
Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry.
[Musik]
Ginging. Oke, jadi ledakan ini tepat di
kota Bandar Abbas ya, kota pelabuhan di
Iran. Dan untuk persisnya ledakannya itu
berada di pelabuhan syahid raja E yang
terletak di pesisir utara Selat Hormus,
tepatnya di Teluk Persia yang bertemu
dengan Teluk Oman yang dibangun pada
tahun 2005. Ini berdiri di atas lahan
seluas 4.800 hektar dengan kapasitas
pelabuhan yang bisa menampung 100 juta
ton kargo per tahunnya. Jadi enggak
salah ya, ini merupakan salah satu
pelabuhan penting bagi dunia. Dan
pelabuhan syahid raja E ini adalah salah
satu pelabuhan paling sibuk di dunia
karena merupakan jalur perdagangan
minyak dan gas alam yang paling utama di
dunia. Dan pelabuhan tersebut adalah
aset terbesar dan paling strategisnya
Iran. Jadi mungkin ya bisa dikatakan
salah satu pendapatan besar Iran kenapa
Iran menjadi salah satu negara kuat,
banyak duitnya, kaya gitu ya. Nah, itu
gara-gara pelabuhan ini juga. Dan
pelabuhan ini menangani sebanyak 85%
lalu lintas peti kemas Iran. Dan lokasi
dari pelabuhan ini juga dilalui oleh 20%
perdagangan minyak internasional.
Kebayang ya di sini kalian sudah bisa
nebak kalau ini pelabuhan lumpuh mati
dalam beberapa hari, bisa jadi harga BBM
bakal naik. Makanya apapun berita
mengenai pelabuhan ini bisa berdampak
enggak cuma ke Iran, tapi juga ke negara
lain. Karena negara-negara yang
melakukan perdagangan pasti melalui
jalur ini dan pasti singgah di pelabuhan
syahid raja E ini. Pada hari Sabtu
tanggal 26 April 2025 sekitar jam 12.00
siang waktu setempat, ledakan besar
terjadi di pelabuhan tersebut dan api
dengan cepat menyambar ke banyak
kontainer yang berada di sana. Ya,
bayangin aja, Geng. Yang meledak itu
adalah pelabuhan tempat pengangkutan
minyak. ketika meledak itu enggak ada
ampun ya kan bahan bakarnya udah ada
gitu. Ada sebuah video yang merekam
bagaimana kondisi pasca ledakan tersebut
terjadi. Kalian bisa lihat dari video
yang gua tampilkan ini. Banyak banget
kontainer penyok saking panasnya dan
besarnya api yang berkobar ya meleleh
gitu ya. Sehingga membuat kontainer
tersebut meledak. Bahkan, Geng kabarnya
saking besarnya ledakan api, apinya
masih ada yang berkobar dan baru bisa
dikendalikan selama 2 hari. Nyala terus.
benar-benar menyala abangku ya. 2 hari
abangku nyalanya. Enggak lama setelah
terdengar ledakan, pemerintah langsung
mengirimkan bantuan untuk memadamkan api
dengan menerjunkan 20 tim tanggap
bencana dan lima helikopter serta
pesawat untuk memadamkan. Nah,
helikopter dan pesawat ini mengangkut
air lalu dituangkan di atas gumpalan
asap tebal tersebut. Sementara petugas
tangkap darurat itu sibuk mengevakuasi
para korban di antara puing-puing yang
menutupi jalan.
Kebayang mengerikannya tuh, Geng. Nah,
mereka bekerja sepanjang malam sampai
keesokan harinya masih belum padam juga.
Asap hitam di saat itu mengepul di udara
yang membuat banyak orang itu sampai
sesak nafas, Geng. Polusi udara menyebar
ke seluruh wilayah gara-gara kebakaran
di ee pelabuhan itu ya itu hampir
sekotanya tuh gelap. Hampir sekotanya
itu polusinya gila-gilaan. Di saat itu
untuk menjaga keamanan semua sekolah dan
kantor yang berada di daerah Bandar
Abbas itu diperintahkan untuk ditutup
sementara supaya pihak berwenang bisa
fokus untuk melakukan pemadaman api dan
mengevakuasi orang-orang yang
kemungkinan jadi korban. Nah, pihak
berwenang di saat itu sampai menghimbau
agar warga yang ada di sana untuk enggak
keluar rumah sampai pemberitahuan lebih
lanjut dan kalau bisa menggunakan masker
pelindung karena memang ya polusinya
cukup berbahaya, Geng. Terus, geng, pada
hari Minggu apinya udah bisa
dikendalikan. Namun, ada informasi kalau
apinya itu belum sepenuhnya padam. Tapi
sebagian besar dari api itu udah bisa
dikendalikan lah ya. Walaupun di
beberapa titik tuh ya hampir tidak
mungkin untuk dipadamkan. Menurut
keterangan dari Farzaneh Sade selaku
Menteri Jalan Raya dan Pembangunan Kota
dikatakan hanya ada satu zona pelabuhan
saja yang terkena dampak, selebihnya
masih aman kata dia. Luas dari wilayah
yang terkena dampak itu enggak
main-main, tapi walaupun satu titik
doang, yaitu sekitar 1500 hektar. Hampir
2/3 lokasi dan menjadi wilayah yang
terkena dampak paling parah. proses
evakuasi terhadap korban-korban di sana
itu dilakukan dan media pemerintah Iran
itu sampai ngelaporin ada sedikitnya 70
orang yang meninggal dunia dan lebih
dari 1000 orang itu luka-luka. Dan
luka-lukanya juga enggak main-main,
Geng. Luka bakar gimana sih sampai eh
seram banget. Dan menurut keterangan
dari Iskandar Momeni selaku Menteri
Dalam Negeri Iran, di saat itu 120
korban yang mengalami luka-luka masih
dirawat di rumah sakit. Nah, presiden
mereka yaitu Mas Sot Pezeskian itu
mengunjungi rumah sakit yang merawat
korban luka di Bandar Abbas. Nah, di
situ terlihatlah, Geng, seram banget,
Geng, korban-korbannya. Ya Allah, korban
luka bakar kena minyak gimana sih? Uh,
dan pihak berwenang di saat itu
menyatakan di hari Senin tanggal 28
April sebagai hari berkabung nasional.
Sementara 3 hari bergabung dimulai pada
hari Minggu di Provinsi Hormos Gun ya.
Karena ini adalah bencana yang
sangat-sangat luar biasa yang pernah
terjadi di Iran. Terus, Geng, setelah
terjadinya insiden ini, Iran kembali
mengalami masalah karena serangan cyber
besar-besaran menyerbu infrastruktur
Iran. Kebayang ya? Lagi bencana ya, lagi
sibuk ngurusin korban-korban kebakaran,
tiba-tiba ada serangan cyber. Serangan
cyber ini ya, serangan hacker gitu,
Geng. Secara besar-besaran. Di saat itu
Bezad Akbari selaku Kepala Perusahaan
Infrastruktur Komunikasi Iran itu
berhasil ya mengendalikan serangan
tersebut. Bahkan menurut dia ini adalah
salah satu serangan cyber paling luas
dan kompleks yang pernah dihadapi oleh
Iran. Lagi repot-repotnya ngurusin
masalah bencana ya kan kebakaran, mereka
juga harus direpotkan dengan para hacker
ini. Tapi beruntungnya Iran masih bisa
menghalau segala serangan cyber
tersebut. Nah, sebenarnya nih, Geng, ya,
ketika gua meriset konten ini, banyak
media, mau itu media lokal maupun media
internasional yang melaporkan tentang
hal ini. Tapi semua media tidak
menjelaskan secara detail apa yang
sebenarnya terjadi ketika itu. Jadi, apa
ya? Semacam berita Iran ini, berita
kebakaran di Iran ini ada yang
menutup-nutupi atau ada yang apa ya,
enggak menjelaskannya secara gamblang
gitu. Entah ini karena akibat dari
serangan cyber atau memang ini udah
diset sama Iran sendiri. Gua enggak tahu
nih, enggak dijelaskan dari mana api itu
berasal. Intinya minim banget informasi
yang menjelaskan secara detail perihal
kejadian ini. Tapi diduga pemerintah
Iran memang sengaja membungkam media
agar tidak ada yang memberitakan apa
yang terjadi pada saat ledakan tersebut.
Nah, hal ini disuarakan oleh para
jurnalis Iran yang memperingatkan adanya
pengetatan terhadap media setelah
serangkaian insiden yang terjadi di
Iran. Jadi ya apa ya, pemerintah Iran
itu kayak menutup semua informasi
tersebut ya karena mereka berpikir
mereka ini kan punya banyak musuh gitu.
Jangan sampai ya pergerakan mereka
dibaca oleh musuh, kekurangan mereka
diketahui oleh musuh. Jadi mereka
menutup diri untuk hal itu. Lagian juga
negara sebesar Iran nih ya mereka enggak
perlu koar-koar di media e menjual
kesedihan dari bencana mereka untuk
dapat bala bantuan, untuk dapat sembakau
yang isinya Indomie. beras, gula, kopi,
Nescafe. Enggak, enggak perlu ya. Iran
negara besar, negara kuat. Mereka bisa
bertahan sendiri. Di saat itu, Geng, ada
seorang wartawan yang bekerja di Teheran
yang berbicara kepada media The Guardian
dengan identitas yang dia rahasiakan.
Jadi, dia takut nih si wartawan ini.
Jadi, dirahasiakanlah identitasnya. Dia
bilang kalau para jurnalis itu
diperingatkan untuk tidak membuat
laporan apa yang terjadi di lapangan.
Mereka juga dilarang untuk membagikan
berita di media sosial. Nah, tapi dengan
korban yang sebanyak ini udah gak
mungkin lagi ada yang bisa
ditutup-tutupi, ya kan? Ya gimana sih?
Gatal juga medianya pengin menyebarkan
beritanya gitu. Ditambah lagi ada
diskriminasi yang dirasakan oleh para
jurnalis Iran karena adanya pengajuan
tuntutan pidana terhadap media dan
aktivis oleh kantor Kejaksaan Teheran
sehingga menyebabkan wartawan yang ada
di Iran jadi khawatir mengenai kebebasan
pers yang ada di sana. Nah, kantor
berita yang bernama Mizan yang merupakan
kantor berita resmi pengadilan
mengatakan siapa saja yang melanggar
akan menghadapi konsekuensi hukum karena
berupaya untuk menerbitkan berita ilegal
mengenai ledakan di Iran ini. Jadi,
benar-benar ditutup-tutupi. Nah, kenapa
berita penting kayak gini enggak boleh
diberitakan bahkan sampai mengancam
jurnalis dan mempidanakan mereka? Ya,
kemungkinan besar nih, Geng. Pelarangan
tersebut disebabkan karena ledakan
terjadi di pelabuhan penting strategis
milik Iran. sehingga ya kalau terjadi
apa-apa di sana akan menggoyahkan
stabilitas politik dan perekonomian
Iran. Apalagi saat ini Iran sedang
berkonflik dengan banyak negara ya.
Kayak yang gua bilang tadi, mereka
enggak mau memperlihatkan titik
kelemahan mereka ya. Apalagi salah satu
ee di antara musuh mereka paling kuat
itu adalah Isriwil. Nah, bisa aja ini
jadi peluang bagi Isriwil untuk
menyerang Iran karena lagi repot
mengurus permasalahan ya bagian vital
mereka yang sedang ya cacat ini, yang
sedang sakit ini. Makanya negara orang
gila banget ya, Geng ya. Enggak ada tuh
minta-minta belas kasihan bertahan
sendiri. Pemberitaan enggak perlu ada.
Wah, gila banget ini Iran. Meskipun
begitu, sebenarnya pihak Iran sendiri
belum mengetahui apa penyebab dari
terjadinya ledakan di pelabuhan syahid
raja ini. Pemimpin tertinggi Iran yaitu
Ayatullah Komeini sampai meminta pejabat
keamanan dan peradilan untuk menyelidiki
penyebabnya. Menurut Ayatullah Kaumini
ini yang harus bertanggung jawab adalah
pejabat keamanan dan peradilan yang mana
ya mereka ini harus benar-benar mencari
tahu siapa pelaku di balik ini semua.
Nah, mereka diharuskan untuk melakukan
penyelidikan
penyeluruh. Oke, sekarang kita bakal
masuk nih, Geng, ke dalam pembahasan
menguak penyebab dari ledakan di
pelabuhan syahid Raja E
ini. Apa sebenarnya penyebab dari
ledakan besar yang terjadi di sana?
Berdasarkan laporan dari media CNN,
sebelum insiden ini terjadi, ada ratusan
bahan kimia yang dipergunakan untuk
bahan bakar program rudal balistik Iran
yang sudah tiba di pelabuhan syahid Raja
E pada bulan Februari. Nah, jadi ada
bahan bakar program rudal balistik ya,
bahan buat nuklir-nukliran. Waduh gila
nih ya. Negara orang tuh udah sampai apa
ya yang masuk ke pelabuhannya itu bahan
nuklir, bahan ledak gitu buat perang ya.
Kalau di negara kita tuh masih ini apa
namanya? Pertal light. Pert dioplos jadi
Pertamax gitu ya. Ya begitulah. Nah, di
saat itu ada pengiriman lainnya yang
dilaporkan juga tiba pada bulan Maret,
Geng. Lalu ada laporan dari perusahaan
keamanan swasta yaitu Ambri Intelligence
yang mengatakan pelabuhan tersebut
menerima bahan bakar kimia rudal di
bulan Maret yang merupakan bagian dari
pengiriman amonium perklorat dari Cina
oleh dua kapal Iran yang pertama kali
dilaporkan di bulan Januari. oleh
Financial Times. Nah, jadi langsung tuh
diimpor dari Cina. Nah, bahan tersebut
bakal digunakan untuk mengisi kembali
persediaan rudal Iran yang sudah habis
akibat serangan langsung Iran terhadap
istriwil selama perang di Gaza. Nah,
jadi kemungkinan besar nih gara-gara ini
nih enggak mau di apa sebaruaskan di
media nih. Karena yang meledak itu
kemungkinan besar bahan-bahan untuk
perang yang sudah menipis, yang sudah
habis. Ya, otomatis kalau sampai
ketahuan berarti ya Iran lagi lemah nih,
bisa-bisa diserang sama Isriwel. Nah,
terus ada juga laporan lain dari The New
York Times yang mendapatkan sumber dari
seseorang yang memiliki hubungan dengan
Garda Revolusi Iran yang mengatakan
kalau penyebabnya gara-gara natrium
perklorat yang meledak. Dan saat itu
Iran belum mengakui kalau sudah menerima
kiriman tersebut dan masih enggak jelas
juga kenapa Iran tidak memindahkan bahan
kimia tersebut dari pelabuhan. Sebab ya
di tahun 2020 di pelabuhan Beirut
Lebanon pernah terjadi ledakan juga yang
seharusnya bisa menjadi contoh bagi
banyak negara untuk tidak menyimpan
bahan kimia peledak di pelabuhan. Kenapa
Iran tidak belajar dari kejadian
tersebut? Jadi apakah ada kemungkinan
besar kalau penyebab dari ledakan
tersebut ya karena bahan kimia? Coba deh
kalian tinggalkan komentar di bawah
menurut opini kalian. Namun di saat itu,
Geng, Kementerian Pertahanan membantah
adanya laporan CNN serta laporan dari
media asing lainnya yang mengatakan
kalau kargo yang tiba di Iran merupakan
bahan bakar rudal kimia yang biasanya
mengandung natrium perklorat. Nah,
mereka enggak ngaku tuh. Dan hal
tersebut dikonfirmasi oleh Reza Talainik
selaku juru bicara yang mengatakan
enggak ada impor atau ekspor pengiriman
bahan bakar atau kargo untuk keperluan
militer di sekitar lokasi kejadian.
sehingga dia menuduh kalau media asing
atau media Barat itu udah menyebarkan
berita hoa atas insiden tersebut.
Angkatan Laut Garda Revolusi Iran juga
menegaskan kalau pelabuhan tersebut
murni untuk kegiatan komersial. Enggak
ada barang militer yang lewat di sana.
Nah, lalu Iskandar Momeni selaku Menteri
Dalam Negeri juga bilang kalau penyebab
dari ledakan tersebut ya karena
kekurangan serta ketidakpatuhan terhadap
tindakan pencegahan keselamatan dan
kelalaian. Tapi apa sebenarnya barang
yang menyebabkan ledakan sebesar itu?
Apa murni itu cuma gara-gara bahan bakar
yang dibawa di dalam kargo-kargo itu.
Nah, sayangnya, Geng, para pejabat Iran
cuma mengkonfirmasi kalau barang yang
meledak itu kemungkinan tidak memiliki
kode referensi digital seperti yang
menjadi persyaratan hukum Bea Cukai
Iran. Jadi, dengan kata lain mereka ini
ee menuduh ada yang menyelewengkan, ada
yang menyelundupkan, alias ada yang
ilegal lah masuk di sana. Jadi, ada
banyak banget kontainer di sana, Geng.
Ada sekitar 130.000 Rib kontainer yang
disimpan di pelabuhan. Dan hal tersebut
disebabkan kurangnya infrastruktur yang
menyebabkan otoritas Bea Cukai dan
Kementerian Pemerintah itu tidak
memproses barang untuk ekspor selama
berminggu-minggu. Pejabat Iran juga
menyalahkan adanya kesalahan pelabelan
yang seharusnya mengandung muatan
berbahaya malah diberi label tidak
berbahaya dan bahkan ada yang enggak
diberi label sama sekali. Nah, jadi
masih banyak yang nakal nih yang ada di
sana
itu. Terus, Gengs, sementara itu
administrasi Bea Cukai Iran mengatakan
kalau penyebab ledakan disebabkan karena
adanya tumpukan barang berbahaya dan
bahan kimia yang disimpan di area
pelabuhan. Nah, terkait perusahaan apa
yang diduga mengimpor bahan tersebut?
Masih belum diketahui nih. Namun diduga
perusahaan itu enggak memberitahu kalau
barang yang ada di kargo adalah bahan
kimia yang mudah terbakar sehingga
dikategorikan sebagai barang biasa. Nah,
tujuan mereka apa? tujuan mereka untuk
memangkas biaya cukai. Nah, jadi ini
adalah pemain-pemain nakal gitu, Geng.
Mereka ingin berbuat curang. Tapi ada
kelalaian pihak Bea Cukai di sini karena
seharusnya mereka memeriksa dengan baik
setiap barang yang masuk ke pelabuhan.
Oleh karena itu, sudah ada beberapa
orang yang dianggap bertanggung jawab
dan sudah dipanggil untuk diinterogasi.
Lalu, apa nih persisnya barang-barang
yang mudah terbakar tersebut? Ya kalau
bukan dari bahan kimia pembuat rudal,
terus apa gitu. Nah, sampai sekarang itu
masih terjadi perdebatan, Geng, di
kalangan para ahli. Menurut seorang
profesor kimia dari University College
London yang bernama Andrea Selam, nah
ledakan tersebut dia katakan kemungkinan
disebabkan oleh bahan kimia biasa
seperti amonium nitrat. Dan saat
terjadinya ledakan ciri khasnya seperti
ledakan amonium nitrat. Nah, amonium
nitrat ini merupakan bahan kimia
komoditas yang banyak digunakan sebagai
pupuk dan bahan peledak industri. Kalau
bahan tersebut disimpan dengan
penyimpanan yang buruk bisa meningkatkan
resiko ledakan secara signifikan sampai
membuat kebakaran besar kayak gitu. Nah,
cuma geng ada seorang ahli senjata kimia
yang bernama Dan Kazeta. Dia bilang
kalau adanya laporan mengenai natrium
perklorat di pelabuhan itu bisa
memberikan penjelasan logis mengenai
gimana ledakan tersebut berasal. yang
mengingat perklorat itu digunakan dalam
bahan-bahan seperti propelan roket dan
kembang api. Nah, memang jadi ini adalah
salah satu bahan untuk membuat ee apa ya
benda-benda peledak gitu. Dan
keyakinannya ini juga didasarkan pada
sulitnya amonium nitrat bisa meledak
dengan sendirinya tanpa adanya bahan
kimia lain yang menimbulkan reaksi. Jadi
memang si ahli yang sebelumnya bilang
itu amonium nitrat karena ledakannya itu
mirip banget gitu ya. Nah, tapi si ahli
yang kedua ini bilang amonium nitrat itu
dia gak mungkin gampang meledak kalau
ggak ada reaksi dari campuran kimia lain
gitu. Jadi gini, Geng. Misalkan itu
bahan kimia benar-benar amonium nitrat,
harus ada pemicunya. Misalkan ada
percikan api atau sebagainya, baru
amonium nitrat ini bisa meledak. Tapi
kalau enggak ada, amonium nitratnya
enggak akan bisa
meledak. Nah, terus geng muncul dugaan.
Apakah insiden ini kemungkinan
disebabkan karena adanya serangan atau
sabotase yang dilakukan oleh negara lain
yang merupakan musuh-musuh dari Iran
seperti Amerika atau isriwil. Nah,
sekarang kita bakal masuk ke dalam
pembahasan mengenai dugaan keterlibatan
negara lain di dalam ledakan yang
benar-benar mengerikan
[Musik]
ini. Seperti yang sempat gua mention
sebelumnya ya, Geng. Kalau ledakan di
pelabuhan syahid raja e ini tepat ketika
berlangsungnya putaran ketiga
perundingan nuklir Iran antara Iran dan
Amerika Serikat. Perundingan ini
dilangsungkan di Muskat Oman dan sedikit
gua jelaskan nih, Geng, soal perundingan
nuklir ini. Jadi, intinya itu Iran bersi
keras agar mereka bisa mengembangkan
teknologi nuklir untuk membantu
kehidupan masyarakat sipil seperti di
antaranya untuk terapi kanker dan juga
penyinaran bibit unggul di bidang
pertanian. Nah, sementara Amerika
bersama dengan istri Will khawatir kalau
nuklir itu gak akan dipergunakan oleh
Iran hanya untuk kepentingan rakyatnya
aja, tapi justru untuk digunakan sebagai
senjata perang. Nah, ini aneh nih ya.
Amerika is rewiel kalau bikin nuklir
suka-suka mereka. Mereka boleh bikin apa
aja. Tapi kalau negara lain nih mau
bikin hal-hal yang kayak gitu ya mereka
bikin perundingan lah, mereka ketakutan
lah, mereka khawatirlah, nuduhnya
aneh-aneh gitu. Di dalam dialog pertama
mengenai perundingan nuklir ini terjadi
pada tahun 2018 ketika Donald Trump
secara sepihak mengeluarkan Amerika dari
perjanjian nuklir Iran. Di dalam
perjanjian tersebut dikatakan
negara-negara Barat secara bertahap
meringankan sanksi ekonomi atas Iran
dengan syarat Iran mengembangkan nuklir
hanya di ambang rendah untuk kesehatan
ataupun pertanian. Jadi enggak boleh
gede-gede nih, enggak boleh e yang luar
biasa banget nih eh nuklir buatan Iran
itu syaratnya.
Nah, di saat itu karena Amerika keluar
inilah Iran kembali diembargo secara
ekonomi. Akibatnya muncul berbagai
laporan kalau Iran itu langsung ngebut
untuk pengembangan nuklir mereka sampai
ke tahap bisa membuat senjata nuklir.
Iran enggak mau mengakhiri secara total
program nuklir mereka karena Iran enggak
mau bernasib sama seperti Libya dan
Ukraina. Sebab sebelumnya dua negara
tersebut kan dijanjikan nih berbagai hal
yang indah-indah dan surga-surga kalau
mereka mau mengakhiri program nuklirnya.
Nah, tapi ternyata janji tersebut enggak
dipenuhi oleh Barat, oleh Amerika ya.
Amerika dan Barat ini cuma enggak pengin
negara lain tuh lebih kuat dari negara
mereka gitu. Nah, mereka ini semua
diberikan harapan palsu tersebut. Nah,
lalu di tanggal 26 itulah geng terjadi
perundingan ketiga. Pada saat itu
Amerika diwakili oleh Steve Wkov dan
juga Michael Anton. Witkov ini adalah
utusan khusus presiden Amerika untuk
Timur Tengah. Sementara Anton saat ini
menjabat sebagai direktur kebijakan pada
departemen luar negeri Amerika. Dan
Anton sendiri sudah dikenal sebagai
pendukung setia Donald Trump setidaknya
selama 10 tahun terakhir. Nah, dari sini
kita bisa lihat ya bahwa ada sesuatu nih
antara Amerika dengan Iran. Nah, apakah
Amerika berperan di dalam ledakan di
pelabuhan Iran tersebut? Nah, informasi
yang diperoleh dari Abas Araksyi selaku
Menteri Luar Negeri Iran, masing-masing
pihak merasa optimis mengenai kelanjutan
dari perundingan bersama Amerika. Dan
baik Amerika maupun Iran sama-sama
setuju untuk melanjutkan perundingan ke
tahap perincian teknis. Dan hal ini
menandakan kedua belah pihak sepakat
untuk terus mencari solusi. Nah, cuma,
Geng, mereka belum bisa memastikan apa
solusi yang bisa disepakati oleh
keduanya. Nah, kalau dari informasi ini
seharusnya ya kayaknya bukan Amerika
pelakunya karena enggak punya motif
untuk melakukan serangan itu karena
perundingannya kan baik-baik aja nih.
Nah, tapi kita enggak tahu ya, Geng,
gimana strategi Amerika di balik ini
semua. Bisa jadi dengan melakukan
serangan itu, mereka bisa menekan Iran
agar membuat perundingan nuklir lebih
menguntungkan Amerika dan bisa
mengendalikan Iran seperti apa yang
mereka inginkan. Nah, jadi bisa
dikatakan ya jangan tertipu dengan
kebaikan yang diberikan oleh Barat
bersama Amerika ini yang mereka
tampilkan di media. Padahal di belakang
mereka ya bisa saja melakukan
permainan-permainan yang tidak
diketahui. Lalu geng, selain Amerika,
negara mana lagi yang dicurigai
melakukan penyerangan atau sabotase ini?
Ya, jelas istri Will, musuh bebuyutan
dari Iran. Gua enggak perlu jelasin
panjang lebar lah soal permusuhan mereka
sejak perang terjadi di Timur Tengah.
Jadi bukan sesuatu yang aneh kalau
memang benar istri Will yang menjadi
dalang di balik insiden ini. Dan pihak
Iran juga sebelumnya menuduh kalau istri
Will lah yang berada di balik serangan
itu. Karena yang punya motif jelas untuk
menyerang Iran ya cuma mereka dan enggak
ada lagi. Apalagi sebelumnya Iswill
pernah menargetkan pelabuhan syahid raja
i ini dan tepatnya itu di tahun 2020
sampai mereka merusak sistem komputer di
sana sehingga menyebabkan kekacauan
distribusi. Nah, selain itu istri juga
menargetkan lokasi rudal Iran tempat
pemerintahnya menggunakan mixer industri
untuk membuat bahan bakar padat. Nah,
namun, geng, atas semua tuduhan
tersebut, pemerintah Iran ya sudah
mengatakan kalau enggak ada keterlibatan
asing dalam ledakan ini. Dan mereka juga
menegaskan bahwa ini semua murni karena
kelalaian dari pihak Bea Cukai. Nah,
oleh karena ledakan ini Iran menghadapi
kerugian ekonomi sebesar 25 juta Do atau
yang kalau dirupiahkan itu sekitar 41,4
miliar. Sajat Mohamadi selaku mantan
deputi bidang teknik dan pengembangan
infrastruktur organisasi pelabuhan dan
maritim yang ada di Iran, kerugian
harian di saat itu terus bertambah, kata
beliau. Sementara fasilitas penting
enggak bisa dioperasikan lagi. Nah, hal
lain yang disoroti dari kabar ini juga
berkaitan dengan pers yang ditekan oleh
Iran yang mana amnesti menyerukan adanya
penyelidikan independen untuk memastikan
apa yang sebenarnya terjadi serta
menekan para pejabat manapun untuk tidak
mengintimidasi pers. Jadi supaya
pemberitaan ini bisa terang menderang.
Nah, itu dia geng pembahasan kita kali
ini mengenai ledakan besar yang terjadi
di Pelabuhan Syahid Rajei, sebuah aset
berharga milik Iran. Gimana, Geng?
Menurut kalian kira-kira siapa yang
bertanggung jawab atas hal tersebut?
Apakah Amerika iswi atau justru murni
ini karena kelalaian seperti yang
dikatakan oleh pihak Iran? Coba
tinggalkan komentar di bawah.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:15:41 UTC
Categories
Manage