File TXT tidak ditemukan.
Transcript
zw991Qrv754 • INDIA vs PAKISTAN MEMANAS ! AKIBAT PEN*MB4KAN PEMBERONT4K EKSTRlMlS ISLAM
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1423_zw991Qrv754.txt
Kind: captions
Language: id
Perpolitikan dunia lagi memanas, Geng.
Negara-negara saling berkonflik satu
sama lain dengan kepentingan mereka
masing-masing. Baru-baru ini, negara
favorit kita, ya yang paling senang kita
bahas, paling sering kita bahas
dulu-dulunya nih. Nah, biasanya kita
react ya tentang bagaimana kehidupan
mereka yang suka ngobok-ngomok makanan
gitu ya. E alias mereka mempunyai salah
satu ciri khas paling nikmat di dunia
yaitu street food. Tapi untuk kali ini
pembahasannya tidak seasik itu. Oke,
negara yang satu ini, negara yang sering
kita bahas di channel kita ini yaitu
India sekarang sedang memanas dengan
saudara sepermoyangannya mereka yaitu
Pakistan. Nah, India dan Pakistan
sekarang sedang berperang. Kalau kita
berbicara mengenai dua negara ini memang
sejak dulu ya mereka ini bersih tegang.
Dan kalau yang belum tahu ya India dan
Pakistan ini dulunya adalah satu negara.
Namun Pakistan memisahkan diri dan
mendirikan negara sendiri yang
mengadopsi sistem negara Islam. Dan
konfliknya selain konflik politik juga
berdasarkan pada konflik agama. Jadi
India ini sangat sensitif kalau
berbicara mengenai Pakistan. Begitu juga
sebaliknya Pakistan itu sangat sensitif
kalau berbicara mengenai India. Nah,
belum lama ini, Geng, terjadi sebuah
insiden mengerikan, yaitu ada yang didor
di wilayah India yang mana korbannya
lebih daripada 20 orang. Pihak yang
mengaku bertanggung jawab atas serangan
tersebut adalah sekelompok pemberontak
yang menurut pihak India ini adalah
bagian dari teroris yang bermarkas di
Pakistan. Dan negara tersebut diklaim
oleh India ikut mendukung aksi
mengerikan itu. Nah, ini diklaim ya
diklaim oleh India bahwa teroris itu
didukung oleh si Pakistan, didukung oleh
negaranya gitu. Jadi buktinya itu belum
konkret tapi India sudah mengklaim hal
itu. Karena sudah menuduh bahwa Pakistan
adalah dalang di balik semuanya. India
pun mulai melakukan aksi balasan dengan
memblokir akses Pakistan untuk bisa
mendapatkan sumber daya air. Wah, berat
nih. Kalau udah sumber daya air yang
ditahan itu, maka yang sengsara bukan
cuma 20 orang kayak korban yang tadi,
tapi bisa satu negara gitu. Terjadilah
aksi saling membalas gitu, Geng. seperti
Amerika dengan Cina lah ketika perang
tarif kemarin. Yang mana intinya
gara-gara serangan teroris terhadap 20
orang ini dua negara jadi saling perang
terbuka. Nah, nanti gua juga bakal
jelasin nih akses sumber air yang
dimaksud itu kayak gimana sih? Kok bisa
India memiliki kendali atas akses sumber
daya air di Pakistan? Nah, nanti kita
bakal bahas dan ini ee benar-benar
sensitif
isunya. Oke, kita bakal bahas
sedetail-detailnya. Langsung aja. Hello
geng, welcome back to Kamar
[Musik]
Jerry Genggeng. Oke, sebelum kita bahas
ee yang jauh lebih panjang, kita bahas
dulu awal mula kejadian ini bisa timbul
dan akhirnya memantik api peperangan,
yaitu insiden di wilayah Kashmir, India.
Jadi, Geng, aksi bersenjata ini terjadi
di Distrik Ananak Kashmir, India,
tepatnya di daerah Pahalam yang berarti
Lembah Para penggembala, yaitu sebuah
tempat wisata yang paling banyak
dikunjungi di daerah Kashmir. Lokasinya
itu berada di sekitar 50 km dari kota
utama, Srinagar. Dan pada hari Selasa
tanggal 22 April kemarin, Pahal Gam ini
sedang ramai dikunjungi oleh banyak
wisatawan yang mana mereka di saat itu
sedang menikmati fasilitas serta wahana
hiburan yang tersedia di sana. Nah,
kebanyakan dari wisatawan ini datang
bersama dengan keluarga. Nah, namun
sekitar jam 2.45 siang hari waktu
setempat, tiba-tiba ada sekelompok pria
bersenjata datang yang diketahui
jumlahnya sekitar empat orang. Mereka
ini menggunakan pakaian kamuflase yang
tiba-tiba muncul dari hutan yang berada
di dalam area pahal gam ini. Seketika
para pria yang bersenjata ini langsung
melepaskan tembakan dengan membabi buta
tanpa arah di padang rumput Baisaran,
yaitu area perbukitan yang hanya bisa
diakses dengan berjalan kaki atau
menaiki kuda. Para wisatawan yang sedang
asyik menikmati waktu luang mereka sama
keluarga yang enggak ada salah gitu ya,
yang enggak ada dosa, tiba-tiba langsung
terkejut karena mendengar suara tembakan
tersebut yang diletuskan sebanyak
beberapa kali. Di saat itu ada seorang
turis asal India yang sedang main Flying
Fox. Pada saat itu dia merekam ketika
dia menaiki wahana tersebut. Yang gak
dia sangka-sangka adalah dia cuma
merekam ketika dia sedang main Flying
Fox doang, tapi juga dia merekam dengan
jelas detik-detik ketika pria bersenjata
keluar dari area hutan dan menuju ke
arah padang rumput tempat banyaknya
wisatawan berada. Nah, tapi videonya itu
hanya fokus ke turis itu. Dari rekaman
video itu kalian bisa lihat, Geng,
turis-turis lain yang berada di bawahnya
itu berlarian jauh ke area hutan. Nah,
mereka tuh menyelamatkan diri
masing-masing. Dan kalian juga bisa
lihat ada seorang turis yang terekam
jatuh ke rumput dan mungkin karena ya
udah terkena timah panas. Nah,
sebenarnya di video itu juga terdengar
suara tembakan, tapi ya karena videonya
direkam lagi main Flying Fox, jadi suara
tembakannya itu enggak begitu kedengaran
karena tertutup suara angin. Nah,
menurut informasi yang beredar, kelompok
tersebut membawa senjata jenis M4 dan
juga EK47.
Kemudian ada kesaksian turis yang
berhasil selamat bernama Simran Candani.
Nah, dia ini berasal dari Nakpur di
negara bagian Maharastra India Barat.
Dia bilang kalau di saat itu dia lagi
sama keluarganya, dia lagi siap-siap
buat minum teh dan makan. Ya,
benar-benar suasana rekreasi gitu. Nah,
tiba-tiba aja dia lihat banyak orang
yang pergi dari sana dan saling dorong
melarikan diri. Cuma di saat itu dia
kira nih ya mungkin ada balon udara yang
meledak gitu. Jadi orang-orang panik
berlarian. Nah, jadi dia enggak
kepikiran sama sekali kalau sudah
terjadi serangan mematikan di sana yang
dilakukan oleh sekelompok pria
bersenjata. Simran ini baru sadar ketika
ada turis yang berteriak dengan
mengatakan kalau sudah terjadi serangan
di sana. Barulah ketika mendengar hal
tersebut, Simran akhirnya bergabung
dengan turis lainnya untuk sama-sama
melarikan diri.
Menurut laporan dari berbagai sumber
nih, Geng. Sedikitnya ada sekitar 26
orang turis yang menjadi korban dan
semuanya adalah laki-laki. Korban yang
terluka ada lebih dari 12 orang dan
hampir semua dari mereka yang meninggal
dunia adalah warga sipil. Sementara satu
orangnya adalah prajurit angkatan laut
India dari negara bagian utara Haryana
yang mana di saat itu dia sedang
honeimon sama istrinya. Di antara warga
sipil yang menjadi korban tewas, ada
yang merupakan mantan bangkir berusia 68
tahun dari Pandurang, Puram di negara
bagian selatan Andra Pradesh yang mana
dia sedang mengunjungi Pahal Gam bersama
dengan istrinya. Lalu ada lagi nih,
Geng, yang merupakan seorang makelar
properti dari negara bagian selatan
Karnataka. Kemudian ada seorang
angkuntan dari negara bagian timur
Odisa, dan seorang pedagang semen dari
Utar Pradesh di bagian utara. serta
seorang warga teluk yang baru kembali
dari negara bagian selatan Kerala. Nah,
lalu enggak cuma warga India, juga ada
seorang pria asal Nepal. Nah, dan satu
orang lagi yaitu seorang pekerja di
Pahal Gam namanya itu adalah Syed Adil
Husein Syah. Dia ini adalah operator
kuda poni di sana. Nah, yang mana dia di
saat itu mencoba melindungi para
wisatawan dan merebut senjata dari salah
satu penyerang. Namun dia malah berakhir
di door sampai tewas. Dari informasi
yang beredar ya, ternyata sebagian besar
korbannya ini adalah penganut agama
Hindu. Ada beberapa laporan yang
mengatakan kalau para penyerang sempat
menanyakan nama dan agama mereka, agama
dari para korban sebelum akhirnya
didoor. Beberapa turis mengatakan kalau
mereka diminta untuk melafalkan ayat
suci Al-Qur'an sebelum akhirnya dihabisi
sehingga para penyerang bisa memisahkan
mana yang muslim dan yang mana yang
nonmuslim. Ada juga yang dipaksa untuk
melepas celana mereka untuk memeriksa
apakah mereka sudah disunat atau belum.
Aneh banget. Dan kalau ternyata mereka
belum disunat, maka akan didoor dari
jarak dekat. Ada seseorang yang menganut
agama Hindu. Dia ini selamat dari
insiden tersebut setelah dia membaca
kalma. Sejauh yang gua tahu nih, Geng,
ya. Kalma ini adalah istilah dalam
bahasa Arab yang berarti perkataan atau
ucapan. Kalau dalam konteks agama Islam,
kalma ini merujuk kepada pernyataan
keimanan berupa kalimat-kalimat tauhid
yang diucapkan oleh umat muslim sebagai
bentuk pengakuan terhadap keesaan Allah
dan juga ajaran Islam. Nah, di antara
mereka juga ada seorang penganut agama
Kristen dari Madia Pradesh yang dihabisi
karena dia tidak bisa membaca kalma.
Nah, istri dari korban yang merupakan
orang Kristen ini juga memberikan
kesaksian kalau para penyerang bertanya
mengenai Palestina kepada suaminya yang
dihabisi ini. Dan di situlah akhirnya
penyerang tahu kalau suaminya adalah
orang Kristen. Dan enggak cuma menembak
para turis ini, Geng. Dikatakan kalau
penyerang juga sampai selfie dengan
jasad-jasad dari turis yang sudah mereka
habisi. Wah, kejam banget ya, Geng. Ya,
ini apa ya? Definisi ekstremis nih,
orang-orang yang memiliki paham agama
tapi salah gitu. Salah jalan. Padahal di
dalam agama mana pun tidak diajarkan
untuk menghabisi nyawa orang lain atau
melakukan tindakan kekerasan. Nah,
biasanya hal-hal begini nih ee adalah
orang-orang yang sudah dibandinwat ya ee
pemikirannya itu sudah tersesat dan ya
tidak lagi berdasarkan kepada Al-Qur'an
dan hadis. Jadi tega banget. Gua aja
sebagai seorang muslim gitu ya, eh apa
ya merasa kayak kok bisa ada orang yang
berpikiran untuk e membela agama.
Padahal agama itu tidak perlu dibela.
Adanya agama itu ya kita menjalankan
perintahnya, menjalankan tuntutannya
untuk beribadah dan berbuat baik. Bukan
malah menghabisi nyawa orang lain itu
sama sekali enggak ada. Di rukun iman,
rukun Islam enggak ada. Enggak ada yang
diminta seperti itu. Di dalam Al-Qur'an
dan hadis juga enggak ada. Jadi, dari
mana mereka dapat pemahaman ini? Ya, nih
kadang-kadang apa ya, salah satu hal
yang bisa dikatakan tuh salah makna,
salah ee pengertian soal jihad, soal
syahid. Nah, ini gini-gini nih
tersesat. Oke, kita lanjutkan lagi. Pada
malam harinya, Geng, para korban yang
sudah meninggal dunia dan luka-luka
langsung diangkut menggunakan kuda dan
kendaraan militer untuk dievakuasi.
polisi sudah menutup Pak Halgam di saat
itu agar enggak ada insiden lanjutan di
sana, agar enggak ada orang yang menjadi
korban lagi. Nah, beberapa daerah di
Kashmir termasuk Srinagar juga mengalami
penutupan setelah insiden itu terjadi.
Dan ada pihak yang mengaku bertanggung
jawab atas serangan di Kashmir tersebut
yaitu kelompok yang disebut dengan the
resistance Front atau disingkat dengan
TRF. Nah, TRF inilah yang dianggap
sebagai teroris dan ekstremis Islam asal
Pakistan ini. Apa sebenarnya mereka ini?
Kelompok apa? Nah, sekarang kita akan
masuk ke dalam pembahasan mengenai TRF
ini. Siapa mereka? The resistant Front.
Jadi, Geng, TRF ini adalah kelompok
pemberontak yang berbasis di Kashmir.
Sebelum mereka ada, sudah ada kelompok
pemberontak tradisional di daerah
Kashmir, Geng. Yang sebagian besar
menggunakan nama Islam. Nah, dulu, Geng,
ketika belum ada TRF, para ketua
pemberontak Kashmir ini sejak tahun 2014
sudah bisa membuat citra diri mereka
terlihat bukan seperti pemberontak. Nah,
mereka ini ya berkamuflase gitu. Nah,
kelompoknya akan mengunggah video di
media sosial yang memperlihatkan para
pemimpin mereka berjalan santai di
perkebunan Apple, main kriket, atau
bermain sepeda di Srinagar. Mereka ini
dikatakan cukup aktif dalam menggunakan
sosial media. Jadi untuk personal
branding mereka nih, mereka aktif
banget. Dan ini berdampak positif, Geng.
Karena semakin banyak orang yang mau
menjadi bagian dari kelompok pemberontak
ini karena dilihat kehidupannya tuh
santai, ee tidak berat gitu. Nah, salah
satu pemimpin yang memakai cara ini
adalah Burhan Wani yang mana dia
dieksekusi pada bulan Juli 2016 dan
berakhir pada terjadinya pemberontakan
hingga menewaskan lebih dari 100 warga
sipil ketika mengadakan protes. Nah,
lalu akhirnya pemberontak yang ada di
Kashmir ini merubah nama mereka menjadi
TRF. sudah enggak lagi menggunakan
nama-nama yang islami. Badan intelijen
India percaya kalau nama tersebut
ditunjukkan untuk membuat Citra
seolah-olah TRF ini adalah sebuah
kelompok perlawanan yang berfokus untuk
memperjuangkan wilayah Kashmir dan
enggak sebatas hanya dari golongan orang
Islam aja. Jadi, semua agama boleh
bergabung gitu. Nah, itu citra yang
mereka bangun. Pemerintah India
sebenarnya percaya kalau TRF ini
bukanlah kelompok yang bergerak sendiri,
tapi sebagai cabang atau kedok lain yang
bernama Laskar E Taiiba, yaitu sebuah
kelompok bersenjata yang bermarkas di
Pakistan. Nah, jadi menurut pemerintah
India ini kayak apa ya cabangnya gitu,
anak kelompoknya. Dan TRF sendiri
terbentuk di tahun 2019 setelah
pemerintah India menghapus status semi
otonomi khusus dari dua wilayah yaitu
Jamu dan juga Kashmir. Nah, jadi mereka
tuh enggak terima karena dihapus tuh
status semi otonomi khusus tadi. Mereka
akhirnya memberontak membentuklah
kelompok tadi TRF. Dan selain itu,
pemerintah India juga menurunkan status
administrasi wilayah tersebut dari yang
semulanya adalah negara bagian menjadi
dua wilayah persatuan, yaitu wilayah
persatuan Jamu dan juga Kashmir serta
wilayah persatuan Ladak yang diperintah
langsung oleh pemerintah India. Nah,
mereka enggak terima. Dari keputusan
tersebutlah terjadi banyak pertentangan,
Geng. Sebab karena Kashmir yang sudah
tidak lagi memiliki otonominya sendiri,
itu akan memungkinkan orang-orang non
Kashmir untuk bisa menetap di sana serta
berpartisipasi di dalam pemerintahan.
Nah, orang Kashmirnya enggak mau. Hal
ini bakal mengancam kehidupan mayoritas
masyarakat muslim Kashmir yang ada di
sana karena takut akan terpinggirkan
oleh agenda nasionalis Hindu di bawah
Partai Baratia Janata atau BJP, partai
yang dipimpin oleh Narendra Modi alias
ya pemimpin nomor satu di India. Nah,
sementara pemerintah India mengatakan
tujuan dari keputusan untuk menghapus
status semi otonomi khusus di daerah
Kashmir ini yaitu untuk membawa
perubahan di kedua wilayah agar bisa ee
lebih terintegrasi dengan wilayah India
yang lain secara keseluruhan dan membawa
manfaat ekonomi serta keamanan. Nah, itu
menurut ee pemimpin India. Mereka
mengatakan kayak gitu untuk arah yang
lebih baik. Nah, tapi pihak TRF sebagai
pejuang dari Kashmir merasa kalau
keputusan itu ya justru akan menjadi
jalan bagi pemerintah India untuk
semakin menekan kebebasan dari warga
muslim yang ada di Kashmir. Dan ada
sebuah pesan dari Telegram yang beredar
di mana tertulis kalau TRF menentang
pemberian izin tinggal kepada orang non
Kashmir dan kalau masih ada yang tinggal
di Kashmir maka TRF bakal melakukan
kekerasan kepada mereka. Jadi, TRF ini
udah ancam kayak lu semua yang bukan
orang Kashmir, terutama yang nonmuslim,
jangan tinggal di daerah Kashmir.
Biarkanlah Kashmir ini adalah sisa dari
daratan bagi orang-orang muslim India
gitu. Jangan diganggu. Nah, kalau ada
yang ganggu ya mereka enggak segan-segan
untuk menghabisi. Dan itulah yang
dijanjikan oleh TRF kepada pemerintah
India.
Terus pada akhirnya ya serangan di
tanggal 22 April bukanlah aksi pertama
yang sebenarnya dilakukan oleh TRF. Di
tahun 2020 itu TRF sudah mulai melakukan
serangan-serangan kecil yang mana di
antaranya melakukan eksekusi yang
ditargetkan kepada beberapa orang. Nah,
para anggotanya terdiri dari para
pejuang dari gabungan kelompok kecil
yang sudah memisahkan diri dari kelompok
utama mereka. Nah, ini gua kasih contoh
nih ya, Geng. Misalkan nih ada kelompok
Al-Qeda punya beberapa kelompok kecil
yang terafiliasi dengan mereka. Nah,
salah satu dari kelompok kecil ini
akhirnya keluar dari afiliasi Alqaida
nih. Nah, kurang lebih kayak gitu. Jadi
mereka tuh bergerak secara independen
tapi masih dengan pemahaman dan tujuan
yang sama. Nah, mereka-mereka yang
membelot ini akhirnya gabung ke TRF.
Nah, sejak saat itu Badan Keamanan India
sudah menangkap beberapa kelompok
pejuang TRF ini. Tapi kelompok tersebut
masih bisa bertahan dan malah semakin
berkembang. anggotanya malah semakin
banyak, skill mereka menembak juga makin
gila. Dan TRF di bawah kepemimpinan
Muhammad Abbas Sik itu salah satu
pejuang Kashmir tertua ya di sana. Nah,
mereka ini memfokuskan serangan ke
daerah Srinagar. Nah, namun setelah
Muhammad Abbas Syekh ini dieksekusi pada
tahun 2021 dan dilanjutkan dengan aksi
eksekusi pemberontak bersenjata lain,
TRF akhirnya ketakutan. Mereka mundur ke
area hutan yang lebih tinggi di
pegunungan. Karena ya itu tadi beberapa
dari orang-orang penting mereka
dieksekusi. Berdasarkan catatan dari
pemerintah India, pada tahun 2022
mayoritas pejuang bersenjata yang tewas
di dalam baku tembak di Kashmir itu
berafiliasi dengan TRF. Semuanya ada
hubungannya sama TRF dan anggota TRF di
saat itu semakin banyak. Mereka bahkan
sudah rata-rata menggunakan senjata
ringan seperti pistol dan ya pokoknya
senjata-senjata kecil yang bisa praktis
untuk mengeksekusi. Pada bulan Januari
tahun 2023, pemerintah India itu sudah
menyatakan TRF ini adalah organisasi
teroris dengan alasan perekrutan
pemberontak dan penyelundupan senjata
dari Pakistan ke Kashmir. Ya, kalau
kalian nonton di YouTube tuh banyak ya
orang Pakistan itu jago bikin senjata
tiruan, Geng. yang mana itu 100% mirip.
Perbedaannya di mana? Perbedaannya cuma
di bahan. Semua bentuk cara kinerjanya
juga sama. Nah, jadi makanya kalau India
perang sama Pakistan ya Pakistan itu
enggak lemah-lemah amat karena mereka
jago untuk bikin senjata. Kalian bisa
lihat kok di YouTube-YouTube tuh banyak
banget. Nah, jadi saat itu senjata dari
Pakistan ini diselundupkan ke Kashmir
untuk para pemberontak di sana.
Terus singkat cerita, di bulan Juni
tahun 2024, TRF juga mengklaim
bertanggung jawab atas serangan terhadap
bus yang membawa peziarah beragama Hindu
yang mana ini menewaskan sedikitnya
orang dan melukai sebanyak 33 orang di
wilayah Reasi Jamu. Nah, bis tersebut
jatuh ke jurang saat serangan terjadi ya
karena si sopirnya panik saat
diberondong dengan senjata. Akhirnya ya
kecelakaanlah mereka. Terus yang
terakhir nih, Geng, adalah sebuah
serangan yang menyerang turis di
Kashmir. Beberapa pejabat India meyakini
serangan tersebut sebenarnya adalah
serangan yang direncanakan oleh Laskar
Etaiba. Namun yang melaksanakannya
adalah TRF. Jadi yang ditugaskan oleh e
laskar Etaiba ini adalah pihak TRF.
Terus geng jadi pihak TRF ini kan sudah
mengaku ya kejadian yang di awal kita
ceritakan tadi itu adalah tanggung jawab
mereka. mereka yang menghabisi para
wisatawan di saat itu. Nah, setelah
mereka mengaku bertanggung jawab dan
pemerintah India juga yakin TRF ini
menjadi dalang di balik serangan
tersebut, tiba-tiba aja TRF ini membuat
statement baru. Nah, statement barunya
ini dia menarik kata-kata pengakuannya.
Mereka tiba-tiba membantah ya. Tiba-tiba
membantah kalau merekalah pelakunya. Ini
aneh banget. Mereka juga mengklaim kalau
serangan cyber lah yang menjadi penyebab
klaim palsu yang beredar yang berisi
pernyataan kalau TRF yang bertanggung
jawab atas aksi tersebut. Nah, jadi TRF
ini ee mengaku kayak gini. Awalnya kan
ada pengakuan kalau merekalah yang
bertanggung jawab. Nah, setelah itu
heboh TRF ini bikin pengakuan baru.
Mereka bilang kalau ada serangan cyber
nih kayak di-hack gitu loh. Ini kami
dibajak atau di-hack yang mengaku kalau
dia adalah TRF yang bertanggung jawab
atas penembakan itu. Nah, itu si hacker
kata dia, kata pihak TRF. Nah, jadi
mereka enggak terima. Lalu menurut
keterangan dari polisi India, dua di
antara para tersangka adalah warga
negara Pakistan dan satu orangnya lagi
adalah warga lokal Kashmir. Nah, yang
sudah ditangkap ini mereka ya dicurigai
adalah bagian dari TRF tadi. Dan ini
semakin menguatkan India kalau memang
aksi di Kashmir adalah perbuatan
Pakistan ya. Karena dua orang yang
ditangkap ya itu adalah orang Pakistan
dan Pakistan yang dituduh sebagai
penyokong aksi tersebut dan menjadi
penggerak utamanya. Nah, jadi pemerintah
Pakistan dituduh membela orang-orang
ini, mengutus orang-orang ini untuk
memperkeruh keadaan. Nah, tapi Pakistan
yang dituduh langsung membantah tuduhan
tersebut. Mereka bilang mereka enggak
pernah mengutuskan siapapun untuk
melakukan aksi sekejam itu karena enggak
masuk akal banget. Untuk apa? Apa
gunanya memancing atau mematik ee
peperangan dengan mengutuskan empat
orang lalu menembak dengan membabi buta
ke arah orang-orang yang enggak
bersalah? Nah, makanya Pakistan di saat
itu membantah tuduhan
India. Nah, tapi apa boleh buat ini?
Udah carut-marut ya, sudah ada pengakuan
dari TRF. India juga yakin itu benar TRF
yang merupakan ee utusan dari Pakistan.
Nah, insiden di Kashmir ini menjadi awal
ketegangan yang semakin memanas,
ketegangan baru antara negara India
dengan Pakistan yang membuat kedua
negara ini saling defensif sama lain dan
melakukan serangan bersenjata. Nah, ini
sekarang kita bakal masuk nih ke dalam
peperangan yang sedang terjadi di kedua
negara. Kondisi pasca serangan di
Kashmir. Oke, India dan Pakistan, dua
negara yang awalnya satu sekarang
terpecah dan saling berkonflik. Nah,
khususnya di Kashmir sendiri, wilayah
ini terbagi menjadi dua, geng. Yang satu
dikuasai India dan satunya lagi dikuasai
oleh Pakistan. Nah, hal ini sudah
terjadi sejak kemerdekaan Pakistan pada
tahun 1947. Tapi, Geng, kedua negara
tersebut sama-sama mengklaim wilayah
Kashmir secara penuh. Nah, hal inilah
yang menyebabkan ketegangan yang
berkepanjangan hingga berubah menjadi
kekerasan selama bertahun-tahun. Menurut
informasi yang gua kutip dari Aljazirah
yang diambil dari kesaksian pasukan
militer India, di hari Jumat tanggal 25
April 2025 kemarin, Pakistan itu memulai
penembakan di wilayah perbatasan atau
yang dikenal dengan garis kontrol yang
di dalam bahasa Inggris disebut dengan
line of control atau LOC. Nah, pejabat
pemerintahan di Kashmir yang dikelola
oleh Pakistan juga mengkonfirmasi kalau
di hari Jumat ada pasukan yang saling
melakukan penembakan. Cuma enggak
dijelaskan siapa yang memulai duluan,
India apakah Pakistan. Nah, penembakan
itu cuma terjadi antar pasukan militer
aja, Geng. Enggak menargetkan warga
sipil, tapi enggak diketahui secara
pasti lokasi yang ee apa ya titik
sebenarnya itu di mana. Dari perbatasan
di mana, baku tembaknya ya di mana
awalnya itu enggak ada penjelasannya.
pihak dari Pakistan yang terus
disalahkan atas kejadian ini. Mereka
akhirnya membela diri dengan mengatakan
tuduhan terhadap Pakistan itu enggak
akan menyelesaikan pendudukan India di
wilayah Kashmir dan Pakistan enggak
mungkin menyusupkan beberapa kelompok
bersenjata di wilayah Kashmir. Komite
keamanan Nasional Pakistan juga bilang
enggak ada penyelidikan yang kredibel
atau bukti yang bisa memverifikasi bahwa
Pakistan memang terbukti terlibat atas
penembakan di Kashmir. Berapa hari
setelah insiden itu, dikerahkanlah
banyak personil ke Pahagam untuk
meningkatkan keamanan di sana. Badan
keamanan juga memfilter media-media yang
mau meliput di sana supaya enggak
terjadi fitnah lah gitu. Ratusan orang
ditahan dan diinterogasi mengenai
serangan tersebut dan disebutkan ada
sekitar 1500 orang yang ditahan di
Kashmir. Warga sekitar yang tinggal di
dekat Palhagam merasa sangat khawatir
kalau mereka akan terjebak di dalam baku
tembak lanjutan. Nah, di saat itu ada
yang namanya Sfcat Alikan. selaku juru
bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan.
Beliau menyatakan kalau Pakistan siap
untuk melakukan pembalasan kalau India
melanggar hak-haknya. Jadi semisalkan
India melakukan serangan, maka Pakistan
enggak akan segan-segan untuk ngebalas.
Jadi enggak ada takut-takutnya nih
negara walaupun mereka negara yang jauh
lebih muda atau jauh lebih baru
dibandingkan India. Kan mereka itu hanya
negara pecahan gitu ya. Dan hal tersebut
ternyata benar terjadi sebab pemerintah
India akhirnya menutup perbatasan Atari
wagah yang menjadi penghubung antara
kedua negara serta membatalkan layanan
visa bagi warga negara Pakistan. Hal ini
ditanggapi oleh Pakistan dengan ikut
menangguhkan semua visa yang dikeluarkan
negara tersebut untuk warga negara
India. Di saat itu, Pakistan juga
mengurangi jumlah diplomat di Komisi
Tinggi India yang ada di Islam Abad
menjadi 30 orang dan meminta penasehat
pertahanan angkatan laut dan udara India
untuk meninggalkan Pakistan sebelum
tanggal 30 April. Kalau enggak, ah
dihabisin tuh Pakistan langsung
ngingatin kayak gitu. Nah, India juga
kabarnya menangguhkan perjanjian air
sungai Indus atau Indus Water Treaty
yang sudah berlangsung sejak tahun 1960.
Nah, ini yang paling mengerikan
sebenarnya. Karena kalau air sungai
Indus ini diop sama India ke Pakistan,
habislah Pakistan. Sawah-sawah mereka
enggak ada pengairan. Mereka bakal
kekurangan air, bakal kekeringan. Karena
hulu sungai Indus ini itu dikuasai oleh
India dan Pakistan enggak akan kebagian
kalau ini sampai ditutup. Nah, tujuan
dari perjanjian soal air sungai Indus
ini dari awal ya itu untuk mengatur
pembagian air dari sungai Indus dan
anak-anak sungai lainnya yang menjadi
sumber air penting bagi kedua negara.
Ya, penting bagi kedua negara, tapi
kuasanya atau kontrolnya itu ada di
India. Nah, bayangin geng, kalau India
menangguhkan perjanjian itu, maka India
bisa memblokadir jalur sungai dan
membuat Pakistan benar-benar kekeringan.
Tentunya ancaman ini membuat warga
Pakistan jadi ketar-ketir karena
masyarakat Pakistan sangat bergantung
terhadap pasok air dari sungai itu.
Kalau akses sungainya diblokir oleh
India, maka mereka enggak bisa memenuhi
kebutuhan hidup mereka sehari-hari
seperti minum, mandi, mencuci, dan juga
yang udah pasti ya untuk mengairi
sawah-sawah mereka. Makanya sempat
terjadi aksi protes yang dilakukan oleh
warga Pakistan dari berbagai kalangan.
Apalagi bagi mereka yang sangat
terdampak seperti petani. Mereka ee
meminta pemerintah mereka, "Udahlah
damai aja sama India. kacau nanti kalau
misalkan sampai ditahan tuh sungai Indus
lapar nanti. Nah, ancaman ini diperparah
dengan minimnya curah hujan di Pakistan
saat ini selama beberapa tahun terakhir.
Jadi, bakal kering banget kalau sampai
itu
ditahan. Nah, di saat itu pemerintah
Pakistan juga akhirnya menanggapi nih
kepanikan warganya. Mereka
memperingatkan India. Kalau India sampai
menghentikan aliran air sungai Indus,
maka itu akan dianggap sebagai sebuah
tindakan perang atau ya genderang perang
sudah ditabuh. Meskipun India enggak
bisa menghentikan aliran air secara
cepat karena keterbatasan infrastruktur
ya sesuai dengan perjanjian gitu. Nah,
pasti kan akan ada tahapnya untuk
ditahan. Tapi para pejabat India
mengungkapkan kalau dalam beberapa bulan
ke depan India bisa mulai mengalihkan
aliran air itu untuk pertanian domestik
mereka aja melalui pembangunan kanal dan
proyek pembangunan bendungan yang
membutuhkan waktu antara 4 sampai 7
tahun. Tapi berproses, berproses tuh
selama dibangun kanal-kanal itu ya air
itu udah bisa ditahan pelan-pelan kayak
beberapa bulan udah kering tuh Pakistan
dalam waktu dekat. Ditakutkan nih India
juga akan memberhentikan pembagian data
hidrologi dan menghentikan peringatan
banjir dan enggak lagi menghadiri
pertemuan tahunan Komisi tetap Indus.
Dan hal ini akan menghambat Pakistan
untuk bisa membaca pergerakan dan volume
dari aliran sungai. Ini berbahaya. Dan
selain berdampak pada masyarakat,
kekurangan air bisa berdampak terhadap
pembangkit listrik dan ekonomi Pakistan
secara keseluruhan. Nah, karena Pakistan
ini pembangkit listriknya ada yang dari
aliran sungai tersebut. Terus yang
terbaru nih, Geng ya, ada informasi yang
didapatkan oleh Atauah Tarar selaku
Menteri Informasi Pakistan yang
mengatakan bahwa India diduga sedang
merencanakan serangan militer dalam 24
sampai 36 jam ke depan. Informasi
tersebut didapatkan dari sumber
intelijen yang terpercaya. Dan kabar ini
beredar setelah Narendra Modi selaku
Perdana Menteri India dilaporkan sudah
memberikan izin penuh kepada militer
India untuk merespon serangan yang
terjadi di wilayah Kashmir. Siap-siap
buat perang. Modi di saat itu
disebut-sebut membebaskan militer untuk
menentukan sendiri bagaimana cara mereka
menghadapi, kapan waktu yang tepat
mereka untuk melakukan balasan serangan.
Pokoknya atur aja. Nah, oleh karena itu
sebagai bentuk perlawanan diri Pakistan
menyatakan akan siap bekerja sama dalam
penyelidikan internasional yang netral,
transparan, dan kredibel untuk bisa
mengungkap siapa yang sebenarnya
bertanggung jawab atas serangan yang
terjadi di Kashmir. Nah, jadi di saat
itu Pakistan masih kayak aduh daripada
perang nih repot-repot ya udah deh kita
netral aja gitu. kita sama-sama cek aja
itu pemberontak asalnya dari mana.
Karena yang menuduh kalau pemberontak
itu di-support oleh Pakistan itu adalah
India sendiri dan Pakistan tidak merasa
men-support si teroris tersebut. Nah,
jadi Pakistan menawarkan nih, "Ya udah
ayo kita cek sama-sama." Dan sampai
sekarang Pakistan tidak mengakui bahwa
para pelaku ini adalah bagian dari
mereka dan terus membantah segala
tuduhan India kepada mereka. Tapi di
sisi lain, Pakistan juga tidak menampik
kalau India menyerang mereka, mereka
siap melawan. Nah, tapi Pakistan
memberikan tawaran, "Ayo kita periksa
bareng-bareng gitu. Kalau emang gak mau,
kalau kalian tetap maksa ya sudah apa
boleh buat. Lu jual gua beli, ya kan? Lu
siram, gua tampung, gitu. Memanasnya
konflik ini semakin memungkinkan potensi
untuk terjadinya perang dunia ketiga,
Geng. Karena kedua negara memiliki
persenjataan nuklir. Serem enggak tuh?
India punya nuklir, Pakistan juga punya.
Dan semisalkan konflik semakin enggak
bisa terbendung lagi, ditakutkan, malah
mereka bakal menggunakan nuklir sebagai
senjata. Ini bisa berdampak nih sampai
ke negara kita. Kalau ini benar, maka
perang dunia ketiga gak bisa dihindari.
Masing-masing punya support,
masing-masing punya negara aliansi dan
seminim minimnya ya pasti terjadi perang
yang kemungkinan besar akan jadi jauh
lebih besar antara India dan Pakistan.
Sebab setiap langkah yang akan mereka
ambil ya akan penuh dengan resiko.
Sekali saja salah mengambil keputusan
maka ya menimbulkan perang yang jauh
lebih besar dan bakal banyak
negara-negara yang terlibat. sudah ada
upaya untuk mendamaikan kedua negara
ini. Contohnya ya Iran gitu ya yang
mengatakan siap untuk membantu India dan
Pakistan untuk menjadi penengah
menyelesaikan ketegangan tersebut. Terus
juga ada Cina yang kabarnya sekarang
berada di pihak Pakistan. Mereka
mendukung argumen dari Pakistan kalau
mereka enggak terlibat di dalam serangan
Kashmir. Selain itu dikabarkan Cina juga
memberikan bantuan berupa persenjataan
yaitu rudal jarak jauh PL15 ke Pakistan.
Jadi kalau Iran pengen jalur damai, Cina
tuh enggak. Cina tuh malah belain
Pakistan. Mereka justru dukung Pakistan.
Padahal ya Cina dan India nih itu kan
tergabung di dalam aliansi yang sama
yaitu Bridge gitu ya. Tapi mereka malah
bela Pakistan. Ternyata ini ada
sejarahnya, Geng. Jadi sejarah yang jauh
lebih panjang daripada Bridge. Jadi
ibaratnya tuh ya antara Cina dan India
itu sahabat baru yang baru kenal. Tapi
antara Cina dengan Pakistan itu adalah
sahabat lama. Nah, sejarahnya itu adalah
Pakistan dan Cina ini memiliki hubungan
yang sangat erat dan semua dimulai pada
tahun 1950 ketika Pakistan menjadi
negara pertama yang mengakhiri hubungan
diplomatik resmi dengan Republik Cina
atau yang lebih dikenal dengan Taiwan.
Kalian paham sendiri ya, sensitif banget
kalau ngebahas Taiwan di hadapan Cina,
di hadapan Tiongkok. Mereka sangat ya
berseberanganlah. Nah, di saat itu
Pakistan malah membela Tiongkok, membela
Cina. Mereka tidak membela Taiwan dan
Pakistan malah mengakui republik rakyat
Cina atau RRC atau Tiongkok. Nah,
makanya Cina sangat respectek dengan
Pakistan ya. Karena antara Taiwan dan
Cina ya mereka itu berkonflik karena
Cina mengklaim bahwa Taiwan adalah
bagian dari wilayah mereka tapi Taiwan
enggak mau. Pakistan di saat itu malah
menolak Taiwan dan malah justru menjalin
hubungan dengan Cina. Nah, sebagai
imbalannya Cina memberikan bantuan
ekonomi, militer dan berbagai hal kepada
Pakistan. Lalu 2 tahun kemudian Cina
justru berkonflik geng dengan India
karena sengketa di perbatasan kedua
negara. Nah, makin-makin nih Cina cinta
sama Pakistan karena Cina udah punya
alasan nih untuk membela Pakistan. Ada
dua hal. Yang pertama, Pakistan dulunya
membela Cina ketika Cina berseberangan
dengan Taiwan. Terus ditambah lagi Cina
dan India memang ada konflik perbatasan.
Ya udah, full support, full love lah
pokoknya love-nya full gitu buat
Pakistan. Nah, permasalahan India dengan
Cina adalah India ini mengklaim dataran
tinggi aksai Cin yang dikuasai oleh Cina
di bagian barat perbatasan mereka itu
adalah punya India. Sementara Cina juga
mengklaim sebuah tempat ya bahwa itu
adalah hak mereka yaitu daerah yang
bernama Arunachal Pradesh. Dari namanya
aja udah nama India tapi Cina mengklaim
tempat tersebut. Nah, sebaliknya juga
India mengklaim salah satu daerah yang
dikuasai Cina sebagai tempat mereka. Itu
geng alasannya. Jadi walaupun India dan
Cina sama-sama tergabung di dalam
bridge, tapi Cina pastinya lebih memilih
Pakistan karena merekalah yang membela
Cina ketika membutuhkan dukungan untuk
pengakuan Cina atas Taiwan. Makanya
ketika terjadi konflik, Cina benar-benar
berpihak sepenuhnya kepada Pakistan.
Nah, jadi di dalam kasus ini, ini bakal
mengerikan banget ya. Tunggu aja. Kalau
misalkan enggak damai hancur, Geng.
Kalian lihat aja di balik Pakistan ada
Cina, di balik India ada siapa nanti?
Gue yakin sih is rewel ya. Karena India
tuh ngebela Easter Wheel banget. Nah,
ini bahaya banget kalau sampai perang
negara kita bisa
terdampak. Nah, itu dia, Geng,
pembahasan kita kali ini mengenai
insiden penembakan yang terjadi di
Kashmir dan menciptakan konflik yang
sangat besar antara India dan Pakistan.
Menurut kalian, kira-kira apakah konflik
kedua negara ini bisa berpotensi
terjadinya perang dunia ketiga atau ya
bisa damai? Coba deh, tuliskan opini
kalian di kolom komentar.