Transcript
yUxWYFdjlNw • MISTERI DI BALIK GEMPA THAILAND YANG MENGERIKAN TERNYATA BERPUSAT DI MYANMAR ! KORB4N TAK TERTOLONG
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1422_yUxWYFdjlNw.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, hari ini kita bakal membahas
mengenai gempa yang terjadi di Thailand
beberapa minggu yang
lalu. Area gedung yang roboh. Pihak
berwenang di krungtep Mahanakahon atau
Bangkok mengatakan en orang 22 terluka.
Bencana ini sempat diberitakan di
mana-mana dengan berbagai dokumentasi
yang memperlihatkan berbagai bangunan
yang ada di Bangkok. Ibu kota Thailand
itu runtuh dan benar-benar mengerikan.
Kayaknya gua sendiri tuh enggak pernah
ngelihat Thailand dilanda gempa sebesar
ini sebelumnya. Ini baru pertama kali
gua lihat semyeramkan ini. Dan semua
orang mengira pada saat itu dengan
kekuatan gempa yang sebesar itu,
Thailand lah yang menjadi pusat
gempanya. Ya kan? Orang-orang tuh mikir,
"Wah, ini jangan-jangan memang gempa
Thailand ini berpusat di tengah-tengah
kota. Kalau enggak, enggak mungkin
reruntuhannya sampai sebesar itu."
Banyak orang yang berpikir kayak gitu.
Tapi pada kenyataannya ini benar-benar
bikin merinding. Gua pas tahu cerita
ini, Geng. Gak habis pikir gitu. Gak
habis pikir kenapa? Karena ya nanti
kalian akan melihat bagaimana kejamnya
dunia ini berjalan terhadap orang-orang
yang tidak bersalah. Jadi, geng
ceritanya gini. Gempa di Thailand itu ya
ternyata pusatnya itu ada di negara
tetangga mereka yaitu Myanmar. sebuah
negara yang sekarang sedang berkonflik
alias sedang berperang di dalam negara
mereka sendiri. Kalian bisa membayangkan
negaranya lagi perang, tiba-tiba ada
bencana alam, tiba-tiba ada gempa.
Biasanya kalau di sebuah negara terjadi
bencana alam, udah pasti pemerintah
pusat bakal turun untuk membantu. Ya,
katakanlah misalkan gini, ada gempa atau
bencana alam di daerah Bogor. Udah pasti
pemerintah dari Jakarta, dari daerah
lain bakal datang buat menolong. Tapi
ini gimana ceritanya kalau satu negara
lagi perang terus ada bencana alam,
siapa yang mau nolong? Pemerintahnya
lagi sibuk perang. Dan coba kalian
bayangkan juga ya, Geng. Thailand aja
dari pemberitaan yang berseleweran di
media sosial, kita ngelihat bagaimana
mengerikannya gempa tersebut. Padahal
pusatnya bukan di negara mereka.
Pusatnya ada di Myanmar. Jadi di Myanmar
itu sebesar apa? Kalau Thailand aja udah
kayak gitu hancurnya, terus Myanmar itu
sehancur apa? Dan kenapa sejauh ini
tidak ada yang memberitakan soal
Myanmar? Ya, jawabannya adalah karena di
sana sedang berperang. Jadi, media tidak
meliput apa yang sedang terjadi di pusat
gempa tersebut. Makanya Thailand yang
lebih terekspos sampai orang-orang
mengira Thailand adalah negara yang
paling parah terdampak atas bencana ini.
Nah, padahal Myanmar jauh lebih
mengerikan. Semengerikan apa nih gua
kasih gambarannya sedikit ke kalian ya.
Di tengah-tengah peperangan tersebut,
tiba-tiba terjadi gempa, banyak orang
yang tertimpa bangunan yang runtuh. Dan
kalian tahu apa? Jenazah-jenazah mereka,
jenazah para korban ini berhari-hari
enggak ada yang nolongin di bawah
reruntuhan itu karena lagi sibuk perang.
Kacau enggak tuh? Berhari-hari sampai
bau, men. Di video kali ini gua bakal
merangkum kejadian ini, Geng. Mulai dari
kronologi gempa yang melanda dua negara
ini. Terus gua juga bakal membahas
mengapa berita di Myanmar itu tidak
terekspos. Dan bagaimana kondisi
sebenarnya di negara tersebut setelah
mengalami gempa semengerikan apa. Oke,
langsung aja. Halo, Geng. Welcome back
to Kamar
[Musik]
Jerry Geng. Geng. Sebelum kita bahas
yang Myanmar, kita bahas Thailand dulu
nih ya. Kita bahas sedikit tentang
Thailand karena memang ini yang paling
terekspos.
Jadi, Geng, gempa di Thailand ini
terjadi beberapa bulan lalu, tepatnya di
tanggal 28 Maret tahun 2025. Terjadinya
tuh sebanyak dua kali. Jadi, ada gempa
susulannya. Gempa pertama itu
kekuatannya gila banget, yaitu 7,7
skalarister. Dan sementara gempa
susulannya terjadi beberapa menit
setelahnya berkekuatan 6,7 skala rister.
Nah, berita gempa inilah yang pertama
kali menggemparkan publik. Gimana
enggak, pada saat gempa terjadi,
gedung-gedung tinggi yang berada di ibu
kota Thailand yaitu Bangkok sampai
goyang. Ini teman-teman yang mungkin
ninggal di Jakarta atau daerah-daerah
metropolitan lah ya ee kota besar.
Kalian pasti sering kan lewat terus
ngelihat ada apartemen tinggi menjulang
ke atas langit. Kalian pernah
ngebayangin enggak tuh apartemen sampai
goyang-goyang, geng? Apa enggak seram?
Seperti itulah kondisi di Thailand dan
sampai rubuh itu bangunan-bangunan
tingginya. Banyak banget video yang
memperlihatkan detik-detik ketika ada
gedung yang sepertinya difungsikan
sebagai apartemen dan memiliki kolam
renang di lantai atasnya. Airnya itu
sampai tumpah keluar gedung, Geng. Kayak
air terjun. Dan enggak kebayang kalau
ada yang tinggal di lantai paling atas,
seberapa deg-degannya di saat itu. Dan
terus ada juga video dari salah satu
gedung tinggi di Thailand yang sampai
rubuh. Gedung yang rubuh atau yang
runtuh tersebut adalah kantor pusat
auditor jenderal yang belum selesai
dibangun yang terletak di Distrik
Catuak, Bangkok. Dan dari sini kita bisa
lihat seberapa besarnya kekuatan gempa
tersebut. Nah, sontak ketika itu
orang-orang di Thailand langsung panik
dan mereka yang tadinya berada di dalam
rumah atau gedung-gedung tinggi seperti
perkantoran, apartemen, atau mall itu
langsung berhamburan keluar untuk
mencari tempat yang jauh dari bangunan
agar mereka tidak tertimpa reruntuhan.
Para pasien juga nih yang ada di rumah
sakit yang sedang dalam perawatan, ada
juga yang sedang menjalani tindakan
operasi. Bahkan mereka semua terpaksa
dievakuasi keluar dari rumah sakit dan
dirawat di luar bangunan. Gila, lagi
dibelek nih ya. Lagi dibel sap gitu ya.
Tiba-tiba gempa langsung didorong sama
tempat-tempat tidurnya gitu ya. Itu luka
cuma ditutupin pakai kain langsung
keluar. Daripada ketiban reruntuhan gitu
kan. Beberapa jam setelah gempa terjadi
banyak tempat-tempat di Bangkok yang
ditutup geng. Salah satunya adalah pusat
pasar peratunam yang ditutup total.
Warga Thailand di saat itu juga takut
untuk masuk ke dalam rumah mereka atau
bangunan-bangunan yang tinggi sebab
ditakutkan bakal terjadi gempa lagi.
Menurut informasi yang gua dapatkan, ada
sebanyak 3.375 bangunan pemerintah
Thailand yang terdampak. Itu bangunan
pemerintah loh,
3.375. Belum yang sama punya sipilnya,
punya rakyatnya gitu. Departemen
Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Desa dan
Negara atau DPT melaporkan di antaranya
ada sebanyak 34 bangunan yang rusak
berat berisiko bakal runtuh. Jadi ini 34
bangunan yang tinggi-tinggi udah rusak
parah gitu ya. Karena memang kan di awal
pembangunannya tuh mereka tuh sudah
memperhitungkan bakal apa ya kekuatan ee
terhadap gempanya seberapa, kekuatan
terhadap banjirnya seberapa. Nah, di
saat itu kondisinya memang masih berdiri
tuh 34 bangunan itu. Tapi karena udah
rusak parah itu hampir runtuh, hampir
rubuh ada 34 bangunan. Nah, pusat
penilaian kerusakan bangunan yang
terkena gempa sudah bekerja sama dengan
Dewan Insinyur Thailand, Institut Teknik
Thailand, dan Asosiasi Inspektur
Bangunan. Sebanyak 110 insinyur
sukarelawan dari sektor swasta itu
langsung memeriksa gedung-gedung
pemerintah yang dilaporkan rusak akibat
gempa bumi, namun belum sempat roboh
gitu. Nah, terdapat 367 bangunan sudah
diperiksa di kawasan metropolitan
Bangkok dan dari angka itu 334 di
antaranya berada di dalam kondisi yang
aman. Jadi, masih berdiri kokoh. Nah,
kemudian 30 bangunan yang lain sudah
mengalami kerusakan. Namun ya masih
layak pakai, tapi ee was-was itu bakal
runtuh. Nah, sementara itu ada tiga
bangunan dan satu jembatan yang
mengalami kerusakan berat sehingga
dilarang untuk digunakan karena
berpotensi benar-benar bakal rubuh. Nah,
di kawasan provinsi di Thailand itu
bahkan ada sebanyak 3008 bangunan yang
diperiksa dan hasilnya 2.796 bangunan
berada di dalam kondisi aman dan 181
bangunannya mengalami kerusakan sedang
dan masih layak pakai. Lalu sebanyak 31
bangunannya rusak parah dan enggak boleh
digunakan lagi. Terus, Geng, pasca gempa
terjadi, para warga di saat itu akhirnya
mau enggak mau baliklah ke rumah mereka.
Mereka itu balik untuk memeriksa
kerusakan tempat tinggal mereka
masing-masing. Salah satunya nih ada
seorang warga yang bernama Patsakon
Kawkla. Nah, dia ini pas sampai ke
apartemennya, dia ngelihat sendiri
apartemennya yang ada di lantai 22 itu
sudah dalam kondisi yang mengalami pecah
retak menganga gitu, Geng. Nah, melihat
retakan tersebut apalagi apartemennya
dia itu berada di lantai tinggi, Pak
Sakon ini langsung ketakutan. Dia udah
enggak mau tinggal di sana. dia
nyelamatin barang-barang yang penting
dan dia langsung cabut dari tempat itu
karena ya was-was itu bakal runtuh.
Walaupun katanya sih ya para ahli di
saat itu e mengatakan bangunan tersebut
aman untuk ditinggalin. Nah, tapi dia
enggak mau ngambil resiko. Di saat itu
banyak warga Bangkok yang bertanya-tanya
apakah mereka harus mencari perumahan
yang lebih aman dibandingkan dengan
tempat tinggal mereka sekarang atau
gimana gitu.
Lalu, Geng, apakah ada korban jiwa atas
kejadian yang mengerikan ini? Jadi,
menurut keterangan dari otoritas
penanggulangan bencana di Thailand,
korban jiwanya itu ada sebanyak 17
orang, sementara ada sebanyak 32 orang
yang mengalami luka-luka serta 83 orang
lainnya menghilang alias belum ditemukan
di saat itu. Namun informasi lain
mengatakan korban jiwanya malah
bertambah menjadi 18 orang dan jumlah
korban diperkirakan terus bertambah
seiring operasi pencarian dilakukan.
Nah, gempa ini menyebabkan kerusakan
infrastruktur di 18 dari 76 provinsi
yang ada di Thailand sehingga berdampak
pada 420 rumah, 48 kuil, dan 76 rumah
sakit, serta puluhan sekolah dan kantor
pemerintah. Atas kejadian ini, Geng,
pemerintah Thailand di saat itu
memberikan kompensasi sampai dengan 2
juta bat atau sekitar Rp973 juta ke
korban gempa. Banyak banget ya, Geng,
bantuan pemerintahnya sampai Rp900 juta
loh. Berbeda banget dengan e sebuah
negara yang masih hobi dengar sound
system gede-gede ya sambil gini-gini tuh
ya biasanya dikasihnya itu adalah
sembako yang isinya Indomie ya kan, gula
sama beras beberapa liter. Ini
bantuannya sampai
R73 juta loh. Gila banget. Kementerian
Ketenagakerjaan menyatakan warga yang
terdampak akibat kantor audit negara
yang runtuh akan diberikan kompensasi
hingga 2 juta bat. Nah, keluarga dari
korban meninggal bisa mengajukan
permintaan kompensasi yang akan diproses
dalam waktu 15 hari. Nah, cuma Geng ini
berdampak terhadap perekonomian Thailand
di sektor wisata, Geng. Sebab banyak
turis yang membatalkan perjalanan mereka
ke Thailand untuk merayakan festival
Songkran di saat itu yang mana
seharusnya diadakan pada bulan April
2025. Nah, dikarenakan mereka khawatir
dengan keselamatan mereka, akhirnya
setelah gempa terjadi ya mereka
membatalkan semuanya.
Dari sini kalian udah bisa membayangkan
ya betapa mengerikannya gempa di
Thailand ini. Korban jiwanya juga
lumayan walaupun masih bisa terhitung
dengan jari. Tapi seperti yang udah gua
sebutkan sebelumnya di awal meskipun
Thailand mengalami gempa yang besar
sebenarnya Thailand bukanlah yang
menjadi pusat dari gempa tersebut. Dan
kengerian yang kita lihat di Thailand
ini belum ada apa-apanya. Banyak orang
yang kaget. Banyak orang yang mengira
pada awalnya Thailand adalah pusat dari
gempa. Ternyata diketahui sebenarnya
pusat gempa itu justru berada di
Myanmar. Nah, bagaimana kondisi di sana
dan mengapa berita gempa Myanmar ini
enggak begitu ramai diberitakan seperti
Thailand? Sekarang kita bakal masuk ke
dalam pembahasan selanjutnya mengenai
kondisi Myanmar di saat gempa ini dan
Myanmar yang merupakan pusat dari gempa
itu sendiri.
Jadi, Geng, gempa yang dari tadi kita
bicarakan mengguncang Thailand
sebenarnya adalah gempa yang berpusat di
Myanmar dan bisa dikatakan ini adalah
gempa Myanmar seharusnya. Nah, titik
gempanya itu terletak di 16 km dari
barat laut kota Sagaing. Lokasi tersebut
sangat dekat dengan kota terbesar kedua
di Myanmar, yaitu Mandalai yang memiliki
populasi sekitar 1,5 juta manusia serta
berjarak sekitar 200 m di utara ibu kota
Myanmar yaitu Naipidau atau Naipitau.
Gempa pertama ini terjadi sekitar pukul
12.50 waktu setempat. Gempa susulan
terjadi 12 menit kemudian dan sejak saat
itu gempa susulan terus terjadi. Jadi
ada gempa-gempa kecil lagi gitu. Yang
terbaru terjadi di tanggal 30 Maret
tahun 2025 dengan kekuatan sebesar 5,1
skala rister di barat laut Mandalai.
Rasa getaran dari gempa tersebut
dirasakan oleh warga-warga Myanmar yang
sangat kuat dan membuat jalanan-jalanan
utama di kota tersebut sampai
melengkung. Jembatannya rusak serta
banyak bangunan yang ambruk dan di saat
itu rata dengan tanah. Jadi mirip
seperti kejadian di Thailand,
video-video yang tersebar di Thailand.
Tapi bedanya ini lebih gila lagi, lebih
ngeri lagi. Daerah Mandalai itu dianggap
sebagai salah satu daerah yang secara
geologis paling aktif di dunia. Keadaan
darurat sudah diumumkan di enam wilayah
yang paling terkena dampak, yaitu
Sagaing, Mandalai, Makwei, dan Bago,
Shan, serta Naipitau tadi. Getaran ini
juga sampai ke negara tetangganya yaitu
Thailand dan juga Cina Barat Daya. Tapi
Thailand yang lebih parah daripada Cina
Barat daya. Karena Thailand itu lumayan
dekat dari
Myanmar. Gempa di Myanmar ini dikatakan
benar-benar mematikan, Geng. Sangat
mematikan. Kalian juga bisa lihat
sendiri bagaimana kondisi di Thailand
yang bukan merupakan pusatnya. Bisa
separah itu. Nah, lalu apa kabar dengan
Myanmar? Tentunya lebih gila lagi
kondisi di sana. Ini gua jelasin sedikit
nih, Geng. Alasan mengapa gempa Myanmar
ini bisa dianggap sangat mematikan. Yang
pertama nih, karena gempa besar di
areanya yang luas. Gempa yang terjadi
kemarin itu mungkin adalah gempa
terbesar yang pernah terjadi di Myanmar
dalam kurun waktu 3 1/4at abad. Dan
gempa ini bisa terjadi akibat pergeseran
lempeng Caesar Sagaing di sepanjang
batas lempeng India dan Yurasia. Nah,
analisis menunjukkan terjadi patahan
literal kanan yang mengarah ke utara
atau patahan literal kiri yang mengarah
ke barat. Padahal lateral ini adalah
retakan besar di permukaan bumi tempat
dua bagian tanah bergeser ke arah
samping, Geng, antara ke kanan atau ke
kiri. Gempa dengan kekuatan sebesar ini
terjadi di atas area patahan yang luas
berukuran panjang sekitar 200 km dan
lebar 20 km. Menurut para ahli, Caesar
Sagaing yang bergeser membentang sejauh
1200 km. Dan hal ini memungkinkan gempa
Myanmar terjadi di area yang sangat
luas. Dan semakin besar area patahan
dikatakan semakin kuat gempa bumi yang
bakal ditimbulkan. Makanya menyeramkan
banget. Nah, itu baru alasan pertama.
Alasan kedua adalah dikarenakan retakan
terjadi pada kedalaman yang dangkal. Dan
ini berarti energi seismik dari gempa
itu mengakibatkan guncangan tanah yang
hebat karena hanya menghilang sedikit
sebelum akhirnya mencapai permukaan bumi
dari titik pusatnya. Menurut ahli,
kedalaman gempa di Myanmar cuma sedalam
10 km. Dan inilah yang membuat parahnya
kerusakan yang terjadi. Karena tuh
terlalu dekat sama permukaan tanah,
terlalu dekat sama bangunan-bangunan
gitu. Energi sesmik yang besar dari
gempa hilang sedikit sebelum sampai ke
permukaan bumi. Sementara
bangunan-bangunan yang berada di atas
permukaan itu harus menahan kekuatan
penuh dari gempa ini. Jadi ibaratnya
tuh, Geng, ya, getarannya itu ya
seharusnya kalau titik gempa itu jauh di
dalam tanah, ketika dia akan mencapai
permukaan, dia bakal berkurang,
berkurang, berkurang, dan hilang. Nah,
tapi sayangnya ya apesnya nih pusatnya
itu terlalu dangkal, dekat banget sama
lapisan bumi. Jadi sekalinya getar emang
hilang sedikit getarnya tapi masih
banyak yang tersisa dan akhirnya
mencapai permukaan. Nah, gempanya juga
enggak cuma berdampak pada episentrum
atau titik permukaan bumi yang tepat
berada di atas pusat segempa itu, Geng.
Jadi, enggak cuma titik lurus ke atas
gitu, enggak. Tapi juga berpotensi
menyebabkan area gempa Myanmar menjadi
sangat luas. Titiknya di sini getarannya
meluas ke samping makanya sampai ke
Thailand. Terus ada alasan ketiga nih,
Geng, yang sebenarnya bukan dari faktor
gempanya, tapi justru faktor bangunannya
yang secara langsung berhubungan dengan
parahnya dampak yang ditimbulkan di
Myanmar. Itu, Geng. Kondisi bangunan
gedung-gedung tinggi di sana berperan
menimbulkan kondisi serius ketika gempa
terjadi. Sebab gedung-gedung tinggi di
sana itu dibangun dari beton bertulang.
Nah, beton bertulang ini adalah istilah
dari konstruksi beton yang ada di
dalamnya itu dipasang tulang besi yang
biasanya terbuat dari baja untuk
memperkuat beton tersebut. Gedung tinggi
yang terbuat dari beton bertulang ini
sebenarnya bisa tahan terhadap gempa
asalkan dirancang khusus agar
strukturnya bisa tahan terhadap gempa
itu sendiri dan dibangun dengan standar
yang baik. Nah, kalau dibangun dengan
beton bertulang tapi enggak sesuai
standar, enggak akan membuat gedung
tersebut jadi tahan gempa. Yang ada
malah semakin mengerikan karena kan
tulangnya itu dari baja berat banget.
kena goyangan sedikit langsung ambruk.
Kemudian banyak bangunan yang ada di
Myanmar sebenarnya tidak tahan gempa.
Bisa dikatakan Myanmar ini relatif belum
berkembang secara konstruksi bangunan.
Sebagian besar berupa bangunan rendah,
berbingkai kayu, dan monumen keagamaan
yang masih terbuat dari batu bata. Dan
ada sedikitnya 2,8 juta warga Myanmar
yang tinggal di gedung yang masih
terbuat dari kayu dan batu bata tanpa
tulangan yang membuat mereka beresiko
terhadap guncangan gempa seperti yang
terjadi kemarin. Goyang dikit aja rumah
mereka ambruk. Dari penjelasan gua ini,
kalian bisa nilai sendiri separah apa
gempanya, separah apa yang terjadi di
Myanmar dan separah apa yang terjadi di
Thailand.
Tapi di sini ada hal yang membuat gua
tuh agak tertarik sedikit untuk ee
menarik konspirasi gitu ya. Ini aneh
banget enggak sih, Geng? Kok gempa di
Myanmar ini mirip-mirip seperti gempa
Aceh, gempa tsunami Aceh. Cuma bedanya
di Myanmar ini enggak sampai tsunami
besar lah gitu ya. Nah, di Aceh itu ya
ketika terjadi gempa dan tsunami,
kondisi Aceh itu sedang konflik, sedang
berperang di internalnya. Tiba-tiba
datanglah bencana alam. gempa dan
tsunami. Nah, sama dengan Myanmar lagi
berkonflik tiba-tiba dilanda gempa yang
mana itu sebenarnya berpotensi bakal
tsunami gitu. Ini ada apa konspirasinya
apa nih? Sebenarnya gua udah pernah
membahas tentang hal ini ya, tentang
gempa Aceh nih. Kalian coba lihat nih,
gua pernah membahas soal dugaan rekayasa
gempa atau bencana alam di Aceh itu. Ada
yang mengatakan kalau itu adalah uji
coba bom nuklir bawah laut. Nah, ini
bukan gue yang ngomong ya, tapi ini gua
menceritakan isu dan informasinya kepada
kalian. Kenapa demikian? Kenapa ada yang
berniat ingin mencoba bom nuklir bawah
laut sehingga ya terjadi tsunami dan
memakan ribuan korban? Dikatakan ini
semua gara-gara konflik yang
berkelanjutan dan tidak usai-usai di
Aceh di saat itu antara pasukan gerakan
Aceh Merdeka dengan pasukan dari
pemerintah Indonesia. Dan ini efektif
ternyata terbukti setelah tsunami,
setelah gempa dan tsunami di Banda Aceh,
Aceh akhirnya damai. Semua pergerakan
serta pemberontakan dari gerakan Aceh
Merdeka itu berakhir di saat itu dengan
damai setelah ya itu Aceh dilanda
bencana dan ya sudah banyak rakyatnya
yang meninggal dunia. Nah, apakah gempa
yang terjadi di Myanmar dan Thailand ini
ada hubungannya nih sama konflik di
Myanmar? Coba deh menurut kalian apa ini
cuma cocok logi nih? Ya, coba tinggalkan
komentar di bawah nih, Geng.
Nah, namun geng di sini selanjutnya kita
bakal ngebahas nih tentang kenapa gempa
yang terjadi di Myanmar ini enggak ramai
diberitakan, enggak ramai ee diekspos di
media, tapi justru Thailand lah yang
paling banyak diekspos padahal pusatnya
di Myanmar. Dan yang lebih seramnya ya
gempa tersebut ada di Myanmar. Ternyata,
Geng. Ya, jawabannya adalah hal ini
berkaitan dengan situasi dan kondisi
Myanmar yang saat ini dikuasai oleh
junta militer. Dan ini juga menjadi
alasan parahnya dampak gempa yang
terjadi di sana. Nah, parahnya dampak
gempa ya. Dampak gempa itu artinya ya
setelah gempa itu negara enggak keur.
Nah, itu adalah dampak dari peperangan
yang ada di tengah-tengah negara mereka.
Nah, sedikit gua jelaskan nih, Geng, apa
itu junta militer biar kalian ee relate
dengan situasi yang terjadi di Myanmar.
Jadi, junta militer ini sendiri berasal
dari bahasa Spanyol yang berarti rapat.
Kalau diterjemahkan junta ini berarti
diartikan sebagai komite atau dewan
administratif, terutama yang memerintah
suatu negara setelah terjadinya kudeta
dan sebelum pemerintahan yang sah
didirikan. Jadi, kurang lebih gini, di
Myanmar itu ya presidennya itu baru saja
diturunkan secara paksa alias di kudeta
diturunkan dengan senjata oleh anggota
militer di sana. Nah, jadi kondisinya
memang sedang carut-marut. pemerintahnya
aja sedang berada di bawah kokangan
senjata alias ya di ancam gitu. Terus
kalau kita berbalik nih, Geng ya ke masa
lalu tentang Myanmar ketika merdeka dari
Inggris pada tahun
1948. Myanmar ini sudah mengalami
beberapa kali pemberontakan. Kudeta
pertama kali itu ya terjadi pada tanggal
2 Maret tahun 1962. Ketika itu Tatmada
sebutan untuk angkatan bersenjata
Myanmar di bawah perintah Jenderal Newin
itu menggulingkan atau menurunkan
pemerintahan sipil kemudian memasang
rezim otoriter. Inilah awal mula konflik
yang berkepanjangan di Myanmar, Geng.
Dan di bulan Februari tahun 2021,
Jenderal Senior Min Aung Hilaing dan
para pemimpin militer lain melakukan
kudeta yang disebabkan karena partai
proxi militer, yaitu Partai Persatuan
Solidaritas dan Pembangunan atau USDP
mengalami kekalahan di Pemilu 2020. Nah,
ketika itu partai yang dipimpin oleh Aum
Sanuki yaitu yang bernama Partai Liga
Nasional untuk Demokrasi atau NLD itu
mendapatkan 396 dari total 476 kursi
parlemen untuk majelis yang rendah
sekaligus majelis yang paling tinggi.
Junta militer secara resmi menahan dan
mendakwa si pemimpin yang bernama Aung
Sansuki ini dengan tuduhan dia
dinyatakan korupsi dan
kejahatan-kejahatan lain selama dia
memerintah. kemudian menggulingkan
pemerintah yang dipilih secara
demokratis dengan menangkap presiden
Myanmar yang bernama Win Min dan
beberapa tokoh senior partai NLD. Sesuai
dengan namanya, seharusnya junta militer
hanya mengambil Ali hingga pemerintahan
yang sah terbentuk. Nah, cuma di saat
itu, Geng, sampai saat ini Myanmar masih
berada di bawah kendali junta militer
dan masih terjadi konflik saudara di
sana. Mereka lagi saling dar dar, ya
kan? Lagi saling sikat-sikatan pakai
senjata tiba-tiba dikasih bencana. Siapa
yang mau nolong
korban-korbannya? Terus mengapa
pemberitaan mengenai gempa di Myanmar
informasinya itu enggak sebanyak gempa
yang ada di Thailand? Nah, hal ini
disebabkan karena junta militer
menerapkan sejumlah kebijakan yang
mempersulit penanganan korban bencana
sampai proses penyebaran informasi
kepada publik. Pernah kalian bayangkan
enggak tuh, Geng? Ya, dipersulit
evakuasinya, jasad-jasadnya itu
dipersulit untuk diangkat, dipersulit
untuk di selamatkan. gitu. Dan bahkan
pemberitaan untuk kasus ini itu
dibatasi. Wartawan-wartawan itu mendapat
pembatasan ketat untuk meliput peristiwa
gempa bumi yang terjadi di sana. Baik
wartawan lokal Myanmar maupun wartawan
asing. Penolakan masuknya media asing
hingga pembatasan pers lokal itu
menimbulkan kekhawatiran mengenai
transparansi tanggapan junta terhadap
bencana gempa tersebut. Jadi orang-orang
tuh jadi ragu gitu. Ini orang peduli
enggak ya? Karena kan balik lagi mereka
ini junta militer. Mereka itu kan apa ya
udah terbiasa ngelihat mayat-mayat gitu,
udah terbiasa ngelihat nyawa-nyawa
melayang. Jadi kayak kejam gitu
hidupnya. Inilah yang menjadi alasan
mengapa yang lebih heboh itu justru di
Thailand karena memang ada pembatasan
media yang diberlakukan oleh junta
militer Myanmar. Jadinya enggak keekpos
meskipun ada peraturan tersebut. pihak
dari media BBC nih yang kita tahu ya
media yang satu ini emang agak nekad
nih. Nah, mereka akhirnya berhasil
meliput kondisi Myanmar setelah gempa
terjadi dengan cara menyamar. Di saat
itu mereka meliput dengan hati-hati
karena di Myanmar penuh dengan informan
dan polisi rahasia alias intel yang
memata-matai masyarakat. Nah, tim BBC
pergi ke Mandalai di mana mereka bisa
melihat kerusakan yang parah karena
gempa yang terjadi. Di hampir setiap
jalan yang dilalui, terutama di bagian
utara dan di tengah kota. Sedikitnya ada
satu bangunan yang runtuh total. Hanya
tersisa tumpukan-tumpukan puing. Bahkan
di beberapa jalan enggak cuma satu, tapi
beberapa bangunan roboh sekaligus.
Hampir setiap bangunan yang tim BBC
lihat itu memiliki retakan yang menembus
ke dinding. Yang membuat bangunan
tersebut yang jelas sudah enggak aman
untuk dimasuki. Jadi berbahaya. Nah, di
rumah sakit utama yang ada di kota, para
pasien terpaksa harus mendapatkan
perawatan di luar gedung. Sedih banget.
Mana malam kedinginan. Kalau hujan udah
pasti kehujanan tuh. Nah, apa yang tim
BBC lihat ini sangat membuat mereka
menjadi prihatin sebab mereka melihat
masyarakat Myanmar yang terdampak dari
gempa ini mendapatkan sedikit sekali
bantuan. Padahal gempa yang terjadi bisa
dikatakan sangat besar. Ini bencana
bukan bencana biasa-biasa. Nah, ada
seorang ibu yang bernama Nansin yang
menunggu anaknya untuk pulang sebab
anaknya berprofesi sebagai seorang
pekerja konstruksi yang merenovasi
bagian dalam gedung. Jadi ada salah satu
gedung yang dia renovasi di saat itu.
Nah, gedung tempat anaknya ini kerja itu
amblas ke dalam tanah. Bukan dari atas
turun ke bawah. Enggak. Ini tanah nih.
Amblas masuk tuh gedung ke dalam dan
membuat anaknya si ibu ini serta empat
pekerja lain terjebak di dalam runtuhan
bangunan tersebut. Enggak diketahui
apakah meninggal atau masih hidup.
Ketika tim BBC berkunjung ke sana, upaya
penyelamatan belum dimulai sama sekali
di gedung tempat anak dari Nansinhein
ini. Dan gak ada tanda-tanda kalau
penyelamatan bakal segera dilakukan.
Jadi, benar-benar diabaikan kayak gitu.
Enggak ada cukup bantuan yang tersedia
di lapangan dengan alasan situasi
politik di negara tersebut. Jadi, harga
dari sebuah nyawa benar-benar ya semurah
itu. Dan ada banyak jenazah yang pada
akhirnya dievakuasi tapi bukan oleh tim
penyelamat, melainkan oleh penduduk
setempat yang udah enggak tega. udah
enggak tega ngelihat ya warga di sana ee
orang-orang di lingkungan mereka,
saudara-saudara mereka tergeletak kayak
gitu aja. Nah, mereka menolong dengan
peralatan seadanya. Pemerintahnya cuek
banget. Dan karena konflik saudara yang
masih terjadi di Myanmar, junta militer
sudah mengumumkan gencatan senjata
sementara dalam operasi melawan kelompok
oposisi bersenjata untuk membantu upaya
pemulihan setelah gempa yang terjadi di
sana. Walaupun sudah mengumumkan adanya
gencatan senjata sementara, pertempuran
dilaporkan tetap terjadi di Myanmar.
Sampai tanggal 4 April tahun 2025
kemarin, militer sudah melakukan
setidaknya 114 serangan sejak gencatan
senjata diumumkan. Menurut laporan yang
diterima oleh kantor HAM PBB, di saat
itu, pihak militer menuduh ada dua
kelompok pemberontak di dalam aliansi
yang mengumumkan gencatan senjata tapi
melakukan serangan. Nah, satu kelompok
mengatakan pertempuran pecah sebagai
respon terhadap serangan oleh militer.
Nah, jadi saling tuduh nih. Negaranya
lagi dilanda krisis akibat bencana
gempa, tapi para penguasanya sibuk untuk
berperang. Dan karena masih terjadi
konflik di sana, otomatis jumlah pasukan
keamanan yang dikerahkan untuk operasi
pertolongan dan penyelamatan terhadap
para korban gempa jadi enggak maksimal.
Kecuali ya ada di beberapa lokasi
penting yang memang menguntungkan
pemerintah gitu kayak keluarga-keluarga
dari pejabat-pejabatnya. Nah, itu
dibantu tuh. Tapi masyarakat biasa
benar-benar diabaikan, dibiarkan
terkubur di bawah puing-puing sampai
membusuk. Di Mandalai sendiri, tim
penyelamatnya juga enggak dalam jumlah
besar. Ada bantuan yang datang untuk
para korban yang terlihat dari kendaraan
berupa mobil van kecil yang membawa
persediaan bantuan. Sumbangan tersebut
berasal dari perorangan atau organisasi
lokal kecil. Jadi bukan dari pemerintah.
Nah, dan di saat itu jumlahnya enggak
cukup untuk orang-orang yang di saat itu
membutuhkan bantuan sehingga
mengakibatkan terjadinya perebutan. Jadi
masyarakatnya rebut-rebutan makanan di
saat itu dan juga ya beberapa peralatan
yang bisa mereka gunakan dan wah sedih
banget udah kayak maaf ya udah kayak
hewan berebut makan tahu enggak geng
gimana? Sedih banget ngelihatnya. Tenaga
medis seperti dokter dan perawat juga
sedikit dan enggak bisa untuk menangani
seluruh korban. Hal ini memaksa keluarga
jadi turun tangan untuk merawat anggota
keluarga mereka yang menjadi korban yang
mana seharusnya itu merupakan tugas dari
tenaga medis. Tapi mereka enggak punya
pilihan, harus memberanikan diri, gitu.
Belum lagi di sana terjadi hujan dan
badai yang menghambat proses evakuasi
para korban. Coba kalian bayangkan para
korban yang terjebak di bawah
reruntuhan. Bahkan ada yang meninggal
karena genangan air karena kan hujan di
saat itu. Ke banget, Geng. Benar-benar
kondisi Myanmar ini udah enggak
manusiawi. Pihak dari junta militer
sudah mengeluarkan permohonan untuk
mendapatkan bantuan internasional.
Langkah ini adalah suatu langkah yang
jarang dilakukan oleh junta militer
sebab mereka enggak memiliki hubungan
yang baik dengan banyak negara asing
seperti Inggris dan juga Amerika
Serikat. Nah, walaupun negara-negara
yang tidak memiliki hubungan baik dengan
junta militer sudah menjanjikan akan
mengirimkan bantuan. Tapi bantuan dalam
bentuk tenaga manusia di lapangan untuk
membantu para korban itu hanya datang
dari negara-negara ya seperti India,
Cina, Rusia, serta beberapa negara
lainnya. Itu juga ya agak sulit mereka
masuk ke sana. Sejauh ini upaya
penyelamatan itu hanya difokuskan pada
bangunan-bangunan yang dikhawatirkan
dapat mengakibatkan banyak orang
terjebak seperti komplek kondominium
Skyvilla yang menjadi tempat tinggal
bagi ratusan orang serta tempat yang
bernama Akademi Buddha Uhlatain yang
menjadi tempat sejumlah biksu yang
sedang mengikuti ujian ketika gempa
terjadi. Pihak PBB sendiri mengatakan
kalau warga di Kota Mandalai, salah satu
daerah yang paling parah gitu ya, ini
benar-benar terputus dari ee segala
fasilitas seperti listrik dan juga air
bersih. Kalau sampai masyarakat
kekurangan air bersih, hal tersebut bisa
berpotensi menimbulkan penyakit dan
parahnya bisa menimbulkan endemik di
Myanmar nantinya. Jadi kayak misalkan
nih ada jasad-jasad yang enggak
tertolong, membusuk, nah itu bisa jadi
virus. Pihak PBB di saat itu mengatakan
kasus diare akut dan penyakit akibat
panas semakin meningkat di lokasi
pengungsian dan upaya kemanusiaan
terhambat yang disebabkan karena gempa
susulan yang sempat terjadi dan
kurangnya sumber daya yang ada di sana.
Terus, Geng, jauh sebelum gempa ini
melanda Myanmar, sebenarnya
infrastruktur kesehatan di Myanmar udah
terlebih dahulu hancur gara-gara perang,
gara-gara konflik yang membuat negara
tersebut benar-benar enggak siap untuk
menghadapi bencana alam sebesar ini.
Tapi yang anehnya, Geng, pihak dari
junta militernya sendiri yang meminta
bantuan kepada negara lain dengan
membuka semua jalur untuk bantuan asing.
Tapi faktanya di lapangan enggak seperti
itu. Sebab si junta militer ini
memberlakukan jam malam sehingga banyak
jalan yang ditutup. Jadi, seolah-olah
tuh kayak cuma mancing doang ke
negara-negara lain, ayo kirim bantuan
kalian. Tapi sampai di sana malah kayak
dikerjain. Pintu-pintunya ditutup semua.
Jadi bantuannya enggak bisa lewat. Dan
ada pos pemeriksaan yang sangat panjang
dan juga pemeriksaan barang dan jasa
yang masuk secara besar-besaran. Jadi
kayak ada kecurangan dari pihak-pihak
militer ini yang kayak ya bantuan itu
enggak sampai ke para korban. Jadi
dinikmati oleh mereka-mereka. Nah, belum
lagi banyak interogasi yang dilakukan
oleh para junta militer ini terhadap
para relawan yang membawa bantuan
tersebut. Nah, hal ini akhirnya
menghambat masuknya bantuan itu sampai
ke para korban. Dan gilanya ya, ada
dugaan para junta militer ini menjadikan
bantuan-bantuan dari negara lain ini
sebagai alat politik. Jadi, ee pernah
terjadi nih sebelumnya mereka itu
melakukan pertolongan hanya ke
daerah-daerah yang berada di bawah
kendali mereka doang. Jadi kayak bikin
orang-orang tuh terhipnotis dan
mendukung para junta militer ini.
Padahal bantuan tersebut ya untuk
seluruh korban yang ada di Myanmar dan
untuk orang-orang yang enggak mendukung
mereka, mereka enggak bantu sama sekali
dan mereka biarkan ya meninggal dunia
begitu aja. Oleh karena itu, pihak ASEAN
mendesak Myanmar untuk memberikan
bantuan secara adil kepada para korban.
Korban yang rentan dan juga
terpinggirkan itu harus menjadi
prioritas utama. Tapi yang paling
menyedihkan nih, Geng ya, karena adanya
pembatasan akses informasi terhadap
media, update mengenai bagaimana situasi
di sana itu benar-benar simpang siur.
Gak ada yang tahu. Orang pikir di sana
tuh baik-baik aja. Nah, namun menurut
klaim dari junta militernya sendiri pada
hari pertama gempa itu terjadi ada
sebanyak 144 orang yang tewas dan 732
orang lainnya luka-luka. 144 loh. Itu
informasi yang mereka kasih. Gua sih
rada enggak percaya ya dengan ini aja
tuh udah banyak banget ya 144. Kalau
mereka bohong, berarti ini lebih banyak
lagi loh. Bisa ribuan kali ya. Ya lihat
aja tuh pas tsunami Aceh korbannya
ribuan gitu. Ini gempa dan gak ditolong
ya kan. Ada orang yang mungkin selamat
sementara karena enggak ditolong terus
meninggal dunia. Jadi angkanya sudah
pasti bertambah. Dikatakan juga oleh
para junta militer ini ada kuil dan
banyak bangunan yang ambruk karena gempa
tersebut. Dan seminggu setelahnya, junta
militer ini membuat sebuah laporan yang
mengungkap kalau jumlah korban jiwa yang
ditemukan bahkan sudah mencapai lebih
dari 3.000 orang dengan korban luka-luka
lebih dari 4.700 orang. Nah, kan kacau
kan? Awalnya mereka memberikan informasi
ratusan orang, akhirnya ribuan orang
mereka temukan. Masalahnya mereka
menyatakan itu sendiri. Mereka enggak
mengizinkan para wartawan dan jurnalis
masuk buat ngecek sendiri, tapi mereka
malah menyampaikan. Jadi kayak seketat
itu, Geng. Dan bahkan dikatakan ada 341
orang yang masih belum diketahui
keberadaannya atau hilang. Nah, mungkin
aja nih ya korbannya bisa lebih banyak
lagi dibandingkan yang dilaporkan oleh
si junta militer ini. Banyaknya korban
yang berjatuhan itu mencapai angka
ribuan. Tapi di satu sisi junta
militernya masih sibuk perang saudara.
Membuat penanganan atau pertolongan
terhadap para korban itu tidak bisa
dilakukan. Jadi dari sini kalian sudah
tahu ya kondisinya mengerikan banget.
Kalau kalian berpikir apa yang terjadi
di Thailand itu udah seram banget,
Myanmar lebih gila lagi. Mereka yang
paling parah. Bahkan korbannya enggak
ditolongin. Oke, sekarang kita bakal
masuk ke dalam pembahasan yang terakhir
yaitu bantuan dari negara-negara untuk
Myanmar dan Thailand setelah bencana
gempa. Banyaknya krisis kemanusiaan yang
terjadi di Myanmar yang disebabkan
karena konflik berkepanjangan di sana
ditambah dengan gempa yang terjadi
kemarin membuat banyak negara akhirnya
memutuskan untuk mengirimkan bantuan ke
sana. Salah satunya adalah Singapura
yang mengirimkan 10 kecoa cyborg untuk
membantu operasi pencarian dan
penyelamatan. Ini emang agak unik ya.
Ini adalah kemajuan teknologi nih.
Memang kalian mendengarnya tuh agak
apaan sih? Ada kecoa segala. Jadi geng
kecoa cyborg ini benar-benar digunakan
oleh Singapura. Kecoa ini bergabung
dengan kontingen operasi Lion Heart
milik pasukan pertahanan sipil Singapura
atau SCDF pada tanggal 30 Maret tahun
2025. Dan ini merupakan pertama kali di
dunia kecoa cyborg ini digunakan dalam
operasi kemanusiaan sekaligus pertama
kali penggunaan robot hibrida serangga
di lapangan. Jadi benar-benar kayak apa
ya? Kayak kecoa masuk ke dalam
lubang-lubang gitu. Kecoa cyborg ini
dikembangkan oleh Home Team Science and
Technology Agency atau disingkat dengan
HTX yang bekerja sama dengan Universitas
Teknologi Nanyang atau NTU dan Class
Engineering and Solution. Kecowa jenis
Madagascar Hising ini dilengkapi dengan
kamera infrared dan sensor serta
memiliki panjang sekitar 6 cm. Ukurannya
yang kecil memungkinkan mereka bisa
menelusuri celah-celah sempit di bawah
reruntuhan dan dikendalikan secara jarak
jauh. Meskipun belum menemukan korban
yang selamat di saat itu, kecuali cyborg
ini sudah menjangkau beberapa wilayah
yang terdampak paling parah. Mereka
pertama kali digunakan pada tanggal 31
Maret dan pada tanggal 3 April di
Naipita. Nah, misi pertama dari kecoa
cyborg ini adalah di area rumah sakit
yang runtuh seluas dua lapangan sepak
bola. Setelah SCDF menyisir sebagian
besar area dengan anjing pelacak, mereka
akan meminta HTX untuk melakukan
pemeriksaan lanjutan menggunakan kecoa
cyborg ini selama 45 menit. Dia bakal
cari-cari
tuh. Terus gimana dengan negara kita
Indonesia? Apakah ikut membantu? Ya
jelas negara kita juga mengirimkan
bantuan ke Myanmar. Bantuan dari negara
kita itu berupa barang-barang yang
paling dibutuhkan oleh korban sesuai
dengan hasil koordinasi dengan ASEAN.
Barang-barang tersebut kurang lebih ada
120 ton barang yang nilainya mencapai
sebesar 1,2 juta Doar Amerika. Dan tim
tanggap darurat dari Indonesia sudah
lebih dulu dikirim ke Myanmar yaitu pada
tanggal 31 Maret 2025 yang terdiri dari
unsur BNPB dan Inasar. Kementerian Luar
Negeri Indonesia juga mengadakan rapat
darurat dengan menteri luar negeri dari
negara-negara ASEAN untuk membahas
bantuan yang dibutuhkan oleh Myanmar.
Dan barang-barang yang sangat dibutuhkan
itu adalah shelter dan juga alat-alat
serta obat-obatan. Kalau kalian tanya
apakah ada warga negara Indonesia yang
menjadi korban atas tragedi ini, nah
sampai gue syuting video ini belum ada
laporan mengenai WNI yang menjadi
korban. Ya, kita berdoa aja semoga
enggak ada ya warga negara kita yang
jadi korban di sana ya kan? karena seram
banget enggak ditolongin. Terus ada lagi
nih negara lain yaitu Turki yang
mengirimkan makanan kering dan makanan
hangat enggak cuma ke Myanmar tapi juga
ke Thailand. Makanan hangat akan
dikirimkan ke Thailand dan cukup untuk
diberikan kepada 800 orang. Sementara
makanan kering akan dibagikan ke
masyarakat Myanmar. Turki juga
memastikan bahwa upaya bantuan yang
dikirim dari Turki ke Myanmar tetap
terus berlanjut, terkhususnya di wilayah
Mandalai. Tim mereka secara aktif
bekerja di lapangan untuk memastikan
koordinasi di wilayah tersebut untuk
memberikan bantuan kemanusiaan. Kalau
kita berbicara tentang Turki ya, ketika
mereka masuk ke dalam wilayah Myanmar
mungkin ya, tentara-tentara Myanmar ini
agak mikir gitu kalau mau ngelawan
Turki, kalau mau ngghalangin bantuan
dari Turki ya bisa-bisa mereka dilawan
nanti kan nanti yang ada ya kalah power
gitu. Di saat itu bahkan Turki berniat
untuk memperluas bantuan mereka dalam
beberapa hari ke depan agar bisa
menjangkau lebih banyak korban supaya
bisa dibantu. Nah, jadi Turki tuh apa ya
ngejebolinnya berani lah gitu. Nah, jadi
pihak junta militernya juga mikir-mikir
mau nghalangi Turki dan bahkan
ngahalangi TNI juga mereka mikir-mikir.
Karena kalau misalkan sampai perang ya
bisa-bisa mereka yang modar. Karena
kenapa? Mereka tentaranya sudah
terpecah, jumlahnya sedikit dan juga
kekuatannya enggak sekuat TNI karena kan
udah capek perenang saudara gitu. TNI
masih fresh, siap berperang dari awal
sampai titik darah penghabisan. Nah,
makanya kenapa ketika TNI dan bala
bantuan dari Turki masuk itu ya
penghalangnya cuma sedikit gitu, Geng.
Jadi bisa ditembus.
Oke, itu dia, Geng, pembahasan kita kali
ini mengenai parahnya gempa yang terjadi
di Myanmar yang disebut-sebut sebagai
gempa terparah yang pernah ada. Dan
saking besarnya, gempa tersebut bisa
mengguncang Thailand. Dan part yang
menyedihkannya adalah ya para
jenazah-jenahnya tidak ditolong oleh
pemerintahnya karena sibuk berperang.
Gimana, Geng? Tanggapan kalian tentang
kasus yang satu ini? Coba tinggalkan
komentar di bawah.