Discotheque Collapses Killing Hundreds of People & Artists in the Dominican Republic | JET SET NI...
5oo8OE3vllw • 2025-04-28
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Geng, hari ini gua mau cerita nih sebuah tragedi yang membuat satu negara jadi berduka. Negara yang sedang bergabung ini adalah Republik Dominika. Nah, mungkin kalian familiar dengan nama dari negara ini karena sempat muncul di salah satu series Fast for ya kan pernah nih syutingnya di sana. Nah, ini adalah sebuah negara yang eksotis, negara orang-orang Latin. Kejadian ini di awal bulan April. Jadi di saat itu ada sebuah insiden yang sangat menggemparkan negara tersebut yaitu runtuhnya atap sebuah klub malam alias tempat dugem. Namanya itu adalah Jetset nama klubnya. Dan klub malam ini sangat terkenal, Geng, di negara tersebut. Dan pada hari kejadian itu sedang ada acara di jetset itu sehingga kondisinya di saat itu ramai banget. Tiba-tiba aja di tengah-tengah perayaan yang seharusnya penuh dengan sukacita, seketika langsung berubah menjadi sebuah tragedi yang enggak akan pernah terlupakan bagi masyarakat. Karena banyaknya orang yang menjadi korban jiwa yang jumlahnya mencapai ratusan orang. Lagi asik-asyik dugem, lagi tinggi-tinggi ketimpa bangunan. Tuh kejadiannya. Di antara para korban jiwa ini salah satunya adalah seorang penyanyi terkenal asal Republik Dominika yang bernama Ruby Perez. Dia di saat itu lagi tampil di perayaan yang diselenggarakan di jetset ini. Dan atas kejadian ini ya, bahkan mendiang Paus Fransiskus yang baru aja meninggal dunia kemarin juga menyampaikan bela sungkawa atas insiden ini, Geng. Nah, jadi ini sebuah kejadian yang cukup viral di saat itu karena ini adalah kejadian yang enggak biasa ya. Orang lagi asik-asyik joget tiba-tiba menemui ajalnya. Di video kali ini gua bakal membahas insiden ini, Geng. bagaimana kronologi kejadiannya sampai dengan detik-detik ketika atap dari Jetset ini akhirnya runtuh dan nanti kalian bisa bayangkan bagaimana mengerikannya. Dan buat kalian yang misalkan nih ya suka komen-komen, "Ei, mampus lu masuk neraka." gitu-gitu ya itu tahan-tahan ya itu tahan-tahan. Tapi kalau udah enggak tahan itu urusan kalian gua enggak mau ikut campur. Oke, nanti gua juga bakal membahas proses evakuasi dari para korban. Mau itu yang sudah meninggal ataupun yang berhasil diselamatkan dari sana. Dan yang gak kalah pentingnya nih, Geng, apa penyebab dari atap jetset ini bisa runtuh? Apa karena ada bencana alam seperti tornado atau karena bangunan yang sudah tua dan gak kunjung direnovasi? Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, gua bakal langsung masuk ke dalam pembahasannya. Nah, langsung aja nih kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry. [Musik] Geng-geng, kita akan masuk ke dalam kronologi utamanya ketika atap Jetset atau e klub malam di Republik Dominika ini runtuh. Jadi, Geng, insiden ini terjadi di sebuah klub malam yang bernama Jetset yang lokasinya itu di Ibu kota Republik Dominika, San Domingo. Ketika awal pembangunan, jetset ini enggak langsung difungsikan sebagai klub malam, nah tapi terlebih dahulu dibuka sebagai bioskop pada tahun 1973. Bertahun-tahun kemudian, tepatnya di tahun 1994, bangunan tersebut baru dirubah fungsikan atau dialih fungsikan menjadi klub malam dan diberi nama Jetset. Nah, tercatat nih kalau bangunan yang saat ini sudah menjadi jetset ini mengalami renovasi sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 2010 dan 2015. Nah, gedung tersebut memiliki langit-langit setinggi dua lantai di atas lantai dansa yang terbuka luas. Kalau di klub malam itu kan pasti ada pengunjung yang berdiri sama duduk tuh, Geng. Ya, enggak semuanya e mampu beli sofa gitu ya. Adik aja yang Kismin gitu yang datang ke sana gayanya mentereng tapi pulangnya ke kos-kosan kamar mandi luar tuh banyak tuh yang kayak gitu tuh. Jetset ini bisa menampung sebanyak 1000 orang pengunjung yang berdiri nih kebayang tuh ya yang berdiri 1000 orang, 700 yang duduk. Bangunannya juga udah dilengkapi dengan AC yang super besar dan generator listrik di bagian atap. Sebagai sebuah klub enggak lengkap rasanya nih kalau enggak banyak lampu dan sound system kan ya itu emang daya tariknya di sana gitu. Nah, hal itu semua ada di jetset dan semua kemewahan dunia gemerlap ya, tempat dugem itu bisa kalian temukan di jetset ini saking mewahnya. Sejauh informasi yang gua temukan nih, sebelum atapnya rubuh, jetset ini cuma pernah mengalami insiden sekali, tepatnya pada tahun 2023 yang mana ketika itu terjadi kebakaran yang disebabkan karena petir yang menyambar generator atap. Cuma pada saat itu insidennya enggak begitu serius, Geng. Enggak ada kerusakan bangunan yang terjadi dan itu semua sudah diperiksa oleh petugas pemadam kebakaran. Nah, namun geng hal yang berbeda diungkapkan oleh insinyur sipil dan arsitek yang mengatakan kalau atap jetset ini gak ditopang dengan baik karena hanya ditopang oleh tiang-tiang sempit yang berada di sisi-sisinya dan enggak ada e tiang penyangga di bagian tengahnya. Insinyur sipil dan arsitek itu merasa khawatir kalau atap ini bisa saja roboh cepat atau lambat suatu hari nanti. Nah, apalagi karena insiden kebakaran tadi yang menyebabkan betonnya tuh jadi lemah karena udah kebakar gitu kan akibat panas api dari kebakaran tersebut serta adanya mesin-mesin yang berat di bagian atap. Ya, Republik Dominika ini bukan yang kayak kota maju-maju bangetlah, tapi orang-orang di sana itu memang secara style-nya kelas lah gitu ya. dan Republik Dominika ini menjadi salah satu tujuan destinasi wisata para bule ya kayak Bali atau Thailand gitu, Geng. Tapi sayangnya ya mereka itu secara bangunannya arsitektur bangunan di klub malam yang namanya Jetset ini enggak diperhitungkan. Nah, jadi ditaruhlah ada sound system alat-alat yang berat banget tapi enggak pernah diukur tuh kekuatan dari bangunannya ya. Ditambah dengan ribuan orang yang masuk ke sana. Terus kan terjadi getaran dari sound system juga. itu kan bisa membuat struktur bangunan juga ikut bergetar sehingga menambah resiko atapnya jadi runtuh. Ya, kita contohin aja kayak sound Horek nih. Sound Horex di Indonesia ya, di apa, Jawa Timur sana. Kita bisa lihat ketika sound tersebut menggelegar ya, rumah orang itu bisa rontok, kaca bisa pecah, kaca mobilnya bisa pecah. Nah, itu adalah salah satu efeknya, dampaknya. Dan siapa sangka, Geng, kekhawatiran tersebut ternyata benar-benar terjadi. Insidennya semuanya berawal pada tanggal 7 April tahun 2025 di Jetset. di saat itu sedang ada sebuah acara musik atau lebih tepatnya ya bisa dikatakan konser. Musiknya itu adalah musik merengge. Ee tulisannya tuh merengue, bacanya tuh merengge. Nah, musik merengge ini adalah salah satu genre musik yang berasal dari Republik Dominika ini, Geng. Dan di Jetset sendiri ada sebuah perayaan yang disebut dengan Jetset Monday, yaitu hari di mana para musisi merengge akan bermain di jetset setiap minggunya. Dan pada saat itu ada seorang penyanyi yang bernama Ruby Perez. Dialah yang bakal naik panggung. Dan sedikit cerita tentang background si Ruby Perez ini, Geng. Jadi, dia ini adalah seorang penyanyi yang memulai karirnya itu di tahun 1987. Lagu-lagu dia di saat itu langsung populer dan ketika itu bahkan ada lagu dia yang sampai masuk ke tangga lagu Billboard. Nah, atas karya-karyanya dia ini, Robi itu sampai menang Cassandra Award di dalam kategori orkestra of the year dan merenge of the Year. Di Venezuela, dia ini menang album emas dan platinum pada tahun 1988 dengan album solo pertamanya yang berjudul Buscando Tusbos. Jadi memang bisa dikatakan kalau di negaranya Ruby Perz ini sangat terkenal, gila banget. Dan pada saat itu banyak orang yang rela datang ke jetset untuk nonton performance-nya dia. Nah, jadi kebayang ya di jetset itu bisa menampung ribuan orang kan. Di saat Ruby Peres ini datang, otomatis banyak yang datang di saat itu. Pada ngumpul semua di sana. Pengin party, pengin mabuk, pengin ketemu teman-teman, have gitu. Nah, menurut informasi dari media lokal, ada sekitar 500 sampai 1000 orang yang datang ke sana. Dan yang datang bukan cuma orang biasa, Geng. Tapi ada banyak musisi, atlet, sampai pejabat pemerintah. Dia naik panggung sekitar jam 09.00 malam. Namun, dia baru nyanyi atau perform sekitar jam 11.50 malam waktu setempat. Di saat itu, Geng, di tengah-tengah pertunjukannya dia, kira-kira sejam setelah konser dimulai, atap jetset di saat itu enggak langsung roboh. Awalnya baru debu dari langit-langit yang mulai jatuh ke dalam minuman para penonton. Jadi, kayak gimana sih? Kalau di TV itu kayak adegan gempa gitu. Orang-orang tiba-tiba kayak ngelihat gelasnya goyang terus, "Loh, kok banyak debu nih turun gitu." Dan di saat itu belum ada yang sadar kalau itu debu berasal dari material bagian atap yang jatuh karena retak. Mereka pikir itu cuma debu biasa karena kan kotor atau segala macam lah. Jadi enggak ada yang menghiraukan debu itu di minuman mereka dan enggak menganggap hal tersebut adalah hal yang serius yang mana itu harusnya menjadi kesempatan buat mereka bisa menyelamatkan diri. Beberapa menit kemudian setelah itu debu-debu material yang jatuh itu semakin banyak dan udah mulai ada beberapa orang yang aware kalau ada yang gak beres dengan gedung tersebut dan mereka langsung menjauhi ruangan itu. Nah, tapi sayangnya terlambat secara tiba-tiba dan mendadak bagian langit-langit ruangan tersebut rubuh seketika dan menimpa penonton yang berada tepat di bawahnya. Sempat ada pengunjung yang memvideokan detik-detik ketika langit-langit bangunan tersebut rubuh. Kalian bisa lihat sendiri betapa mengerikannya momen di saat itu. [Musik] Dan pasca insiden tersebut di jam 1244 dini hari waktu setempat sistem emergency call dari negara tersebut yaitu 911 menerima panggilan dari 102 panggilan. Gila enggak tuh? 102 orang yang nelepon 911 untuk mengirimkan bantuan ke jetset. 2 menit kemudian di jam 12.46 dini hari waktu setempat Gubernur Monte Christi namanya itu adalah Nelsy Cruz. Nah, dia menelepon Presiden Republik Dominika yang bernama Louis Abineder. Dia di saat itu di dalam telepon cruise ini bilang tolong kirimkan semua orang serta ambulans ke klub malam Jetset karena memang klub malam ini terkenal gitu. Dan ternyata cruise ini berada di lokasi kejadian ketika insiden tersebut terjadi. Dia lagi party. Dan 90 detik setelah panggilan pertama ke 911 diterima, polisi langsung tiba di jetset dan dilanjutkan dengan kedatangan unit penyelamat yang datang 8 menit setelah 911 menerima panggilan. Pihak berwenang menerjunkan sebanyak 25 personil tentara, 7uh tim pemadam kebakaran, serta 77 ambulans. Dan untuk menunjang proses evakuasi, tim penyelamat juga mengerahkan anjing pelacak, kamera termal, dan juga puluhan peralatan khusus. Nah, jadi aduh merinding deh. Ngelihat kasusnya, gua jadi ingat kasus kebakaran Glodok Plaza enggak sih? Orang-orang lagi tinggi, lagi joget, lagi ah lagi pokoknya gak sadar deh, pokoknya lupa dunia gitu. Tiba-tiba dihantem sama batu, pang dihantem sama semen. Kalau yang ini kan kebakar, kalau ini kan kehantem gitu. Sebegitu mengerikannya, Geng. Kebayanglah. Nah, jadi itu dia kronologi ketika atap di jetset itu runtuh, Geng. Nah, terus, Geng, bagaimana nasib dari para pengunjung yang berada di sana? Sekarang kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan evakuasi mereka serta pengakuan dari korban yang selamat. Nah, jadi geng setelah menerima panggilan, tim penyelamat langsung bergerak cepat tuh untuk bisa masuk ke dalam jetset dan mengevakuasi para pengunjung yang terjebak di dalam. Nah, ketika proses evakuasi pertama, tim evakuasi itu bilang kalau sedikitnya ada 13 orang yang tewas dan lebih dari 70 orang itu mengalami luka sangat parah. Ada yang patah-patah, ada yang sampai ininya robek. Wah, seram banget. Hingga pada sore hari, pada tanggal 8 April jumlah korban itu meningkat menjadi 59 orang yang tewas. Awalnya kan 13 tuh. Nah, banyak korban yang berjatuhan ketika itu membuat ratusan orang di berbagai pusat di S domingo berinisiatif buat datang ke pusat donor. Mereka di saat itu ya simpatilah sama para korban. Nah, di sana mereka kompak banget. Mereka beramai-ramai itu untuk mendonorkan darah supaya bisa membantu proses pemulihan para korban. Keren banget ya negara orang ya. Kayaknya kalau di negara kita enggak seperti itu yang terjadi ya. Yang ada tuh dijulitin kalau enggak direkam-rekam terus disebar-sebarin. Nah, terus Geng kabar mengenai insiden ini pun menyebar dengan cepat dan orang-orang yang khawatir terhadap keselamatan orang terdekat mereka atau yang takut gitu ada keluarganya yang jadi korban di sana. yang diketahui di saat itu kan eh banyak orang yang sedang mengunjungi jetset ini ya gara-gara ada si penyanyi terkenal tersebut dan akhirnya hal tersebut membuat ya warga di sana berbondong-bondong untuk datang dan saking padatnya menghalangi akses ambulans untuk bisa masuk ke jetset itu. Sempat terganggu lah sehingga pihak berwenang itu harus menertibkan mereka ya mau nolong keluarga mereka pakai ambulans malah merekanya yang menghalangi. Bukan menghalangi sih secara otomatis ya terhalang gitu karena mereka ramai banget. di akhir pencarian ya karena terlambat nih untuk dievakuasi gara-gara macet, gara-gara padat banget. Nah, pihak berwenang mengumumkan bahwa jumlah korban yang meninggal dunia sudah mencapai 98 orang. Yang mana itu sampai jam 3.00 sore tim evakuasi enggak menemukan lagi korban yang selamat. Jadi, korban yang selamat tuh udah diungsikan. Nah, sisanya itu yang meninggal. Ada yang meninggal baru ditemukan di sana, ada yang meninggal setelah diselamatkan terus di rumah sakit tewas gitu. Tapi menurut informasi dari media lain yang gua temukan nih, tim evakuasi sempat menemukan korban terakhir yang selamat itu pada sore hari. Dia tertimbun gitu. Kabarnya sih kayak gitu, tapi e enggak jelas gitu ya namanya siapa, ditemukannya kayak gimana, itu enggak jelas. Tapi dikatakan ada korban terakhir satu orang. Setelah itu, Geng, proses evakuasi dilanjutkan besoknya di tanggal 9 April. Dan di saat itu didatangkanlah tim penyelamat dari Purto Rico dan juga Isriwel. Nah, jadi pihak Isriwil juga datang terbang ke sana untuk ngebantu karena memang kan ini negara yang ya cukup pro lah ke mereka. Nah, di saat itu dicarilah korban yang selamat dan terluka karena tertimbun e reruntuhan dan agak susah untuk dicari. Dan di hari itu jumlah korban yang ditemukan bertambah lagi. Dari 98 orang yang tadi gua bilang, kalian bayangkan, geng. Bertambah hampir dua kali lipat, yaitu menjadi 184 orang. Gila enggak tuh? Di sisi lain semakin banyak orang yang datang ke rumah sakit dan juga lembaga forensik karena mereka ingin mencari kerabat mereka baik yang masih hidup maupun sudah meninggal. Nah, singkat cerita pada malam harinya pemerintah itu mengumumkan akan beralih ke fase pemulihan yang difokuskan kepada penemuan jenazah. Jadi tim evakuasi enggak akan mencari korban yang selamat lagi, Geng. Karena menurut pemerintah dalam kondisi kayak gini seharusnya enggak mungkin lagi ada yang selamat. Walaupun tertimbun ya enggak mungkin selama itu dia bisa selamat ya tertimbun masih hidup masih bisa bernafas tapi karena udah kelamaan kayaknya udah tewas gitu. Pernyataan tersebut sempat menuai kritikan bagi banyak pihak terutama dari pihak keluarga yang di saat ini masih mencari kabar dari kerabat mereka yang mana kondisinya enggak tahu tuh masih hidup atau enggak. Nah, permasalahannya tuh gini, Geng. Kalau sistem pencariannya itu masih memfokuskan pada korban yang kemungkinan selamat, otomatis itu akan memperlambat proses evakuasi. Karena kenapa? ya karena cara kerjanya itu harus pelan-pelan ngangkat satu batu, ngangkat dua batu gitu siapa tahu masih ada yang selamat cuma patah badannya atau apa gitu. Nah, itu akan memperlambat. Tapi kalau misalkan nih proses evakuasinya tidak berfokus pada yang selamat lagi karena udah dianggap udahlah ini udah meninggal semua, nah maka proses evakuasinya tuh bakal pakai beko ya kan dikerok gitu diangkat pakai alat berat yang otomatis kalau masih ada yang hidup maka bakal meninggoi di saat dievakuasi itu ada yang kegencet ada yang kena itu pahamlah ya maksud gue ya bahasa simpelnya kayak gitu. Nah, itu perbedaan SOP dari pemerintahnya. Kalau udah dikatakan udah sistem pencariannya, pencarian korban yang tidak selamat, anggaplah mereka sudah meninggal semua. Nah, itu bakal lebih cepat evakuasinya. Kurang lebih kayak gitu. Tapi justru ya pihak keluarga dari korban-korban ini enggak setuju. Siapa tahu masih ada harapan buat keluarga mereka masih hidup gitu kan. Nah, dan mereka pun di saat itu masih berharap kalau kerabat mereka bisa ditemukan dalam keadaan yang selamat dan mereka yakin kalau masih ada harapan atau masih ada yang berjuang untuk bisa tetap hidup di bawah reruntuhan itu. Nah, walaupun ada juga yang pasrah ya karena mengingat kondisi berhari-hari sudah tertimpa reruntuhan kecil kemungkinan mereka untuk bisa bertahan hidup di bawah itu. Nah, kalau kalian nih geng kalian nih ya misalkan ini adalah anggota keluarga kalian, kalian lebih yakin mana? Yakin keluarga kalian itu sudah tewas atau masih hidup? Coba deh tinggalkan komentar di bawah. Terus, Geng, keesokan harinya tim evakuasi kembali melakukan evakuasi lagi. Menjelang siang hari, Direktur Operasi darurat yang bernama Juan Manuel Mendengumkan bahwa kru sudah selesai dalam proses mencari korban dan kemungkinan orang yang selamat. Nah, mereka menjalankan evakuasi itu terus-menerus selama 53 jam. Nah, dianggap selesai itu cash close gitu. Nah, ketika mengumumkan hal itu, Mendz ini sampai nangis, Geng. menyebutkan bahwa ini adalah tugas paling sulit yang pernah dialami selama 20 tahun terakhir. Concluimos lafil que he tenido durante 20 años al frente del centro de mi culpa. Otoritas setempat memindahkan mesin berat, mengemas peralatan mereka, dan meminta warga yang tinggal di sekitar sana untuk dipindahkan sementara waktu saat tim evakuasi melakukan pengasapan pada bangunan jetset. Di hari itu tim evakuasi itu berhasil nyelamatin sebanyak 189 orang dari reruntuhan dalam kondisi masih hidup. Yang mana ini berbeda dari perkiraan pemerintah kalau enggak mungkin ada korban yang selamat. Nah, jadi ternyata masih ada yang ditemukan selamat dan pada tanggal 11 April orang-orang masih berkumpul di rumah sakit dan lembaga forensik untuk mengetahui keberadaan dari kerabat mereka atau sanak famili mereka yang masih belum diketahui. Nah, mereka di saat itu nuntut supaya pemerintah segera menemukan keberadaan dari kerabatnya ini. Dan di lembaga forensik disediakan sebuah layar yang menunjukkan nama-nama korban dalam berbagai warna. Jadi, kan orang-orang berkerumunan tuh ini udah kayak bencana alam kayak tsunami atau apa ya, air bah gitulah, Geng. Padahal ini adalah musibah runtuhnya sebuah klub malam atau tempat dugem. Nah, mereka tuh ngelihat tuh di layar TV nama-namanya dicek sudah meninggal apa belum, selamat atau enggak gitu. Jadi, ya begitulah cara mereka memastikan sanak famili mereka masih hidup atau enggak. Nah, di saat itu perbedaan warna dari nama-nama korban ini itu ee ada penjelasannya. Yang berwarna hitam itu berarti jenazah sudah siap tapi belum ada yang mengambil. Sementara yang berwarna hijau berarti keluarga korban sudah mengidentifikasi mereka. Untuk bisa mengembalikan jenazah itu kepada keluarga, pejabat pemerintah meminta supaya anggota keluarga menyerahkan dokumen resmi dari korban sebagai data pemerintah. Misalkan kayak kakak gitu. Bukti kalau itu emang keluarga mereka itu harus diserahkan. Berdasarkan keterangan dari sejumlah pejabat korban tewas di dalam insiden ini, itu bertambah lagi naik ya. Setelah tadi itu sekitar 180 sekian, tiba-tiba dapat info lagi naik menjadi 221 orang yang salah satunya adalah Nelsy Cruz, gubernur provinsi Monte Christi dan adik dari Nelson Cruz yaitu mantan bintang baseball. Dia berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Tapi sayangnya sesampainya di rumah sakit, Cruz ini meninggal dunia. Kemudian ada juga atlet baseball yang bernama Octavio Dotel. Nah, dia bermain untuk 13 tim baseball termasuk match klub baseball asal New York dengan posisi sebagai pitcher. Nah, piter itu yang ngelempar bola, Geng. Nah, dotel ini ditemukan tertimpa reruntuhan dan ditarik dari reruntuhan tersebut oleh tim penyelamat. Namun ketika dia dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, Dotel ini meninggal dunia. Nah, klubnya dia yaitu Mat itu mengheningkan cipta untuk Dotel sebelum pertandingan mereka dilangsungkan. Selain Dotel, di saat itu ada lagi atlet baseball lain yang juga menjadi korban, yaitu yang bernama Tony Blanco. Nah, Tony Blanco ini main untuk Washington Nationals dan juga bermain untuk Jepang dan Republik Dominika. Nah, jenazah Dotel dan Blanco ini ditemukan pada tanggal 8 April dalam kondisi yang mengenaskan, Geng. Terus kalian pasti penasaran gimana nasib si artis. Dia yang membuat klub ini jadi ramai kan. Dia datang ke sana karena penampilan dia yang spektakuler orang-orang berkumpul yaitu si Robi Perez. Nasibnya dia sama geng. Dia juga meninggal dunia di dalam insiden tersebut. Selain Peres, ada pemain saksofon dari grupnya ikut menjadi korban. Putri dari Peres juga yang bernama Zulinka yang juga berada di Jetset itu tertimpa reruntuhan. Tapi untungnya dia selamat dari kejadian itu karena dia sadar ada yang enggak beres dengan bangunan jetset ini. Sehingga dia memutuskan untuk menjauh dari sana. Nah, jenazah Peres itu baru ditemukan pada tanggal 9 April. Pemerintah di saat itu sampai mengadakan peringatan belah sungkawa untuk peres di teater nasional Eduardo Brito San Domingo yang dihadiri oleh ratusan orang ketika itu termasuk dengan presiden yaitu Louis Abinadir dan juga bintang merengge yaitu Juan Louis Guera. Ketika peti jenazah dibawa ke mobil jenazah, orang-orang yang hadir di dalam pemakaman tersebut melepas balon yang berwarna putih dan menyanyikan lagu yang berjudul Fol Ferry, yaitu lagu dari si peres tadi. Penghormatan terakhir juga diunggah di akun Instagram miliknya dia ya. Di saat itu komenannya banyak banget sampai hampai ribuan lah. Korban tewas lainnya adalah desainer yang bernama Martin Palanko. Dia ini dikenal merancang desain untuk Dedy Yankee dan juga Sergio Vargas serta Presiden Republik Dominika yaitu Louis Abinader. Nah, jadi banyak orang-orang penting yang tewas di dalam kejadian ini. Nah, terus ada silan warga negara Amerika Serikat yang ikut menjadi korban. Dan menurut informasi dari Departemen luar negeri Amerika Serikat, di saat itu ya korban-korban sudah dibawa pulang. Dan ada juga penduduk tetap Amerika atau yang memiliki green card yang menjadi korban namun enggak disebutkan identitasnya secara spesifik ee dan jumlahnya ada berapa. Terus, Geng, di dalam kejadian ini ada kesaksian yang diberikan oleh salah satu korban yang berhasil selamat. namanya itu adalah Patricia Ovayes. Nah, dia ini cerita apa yang dia alami ketika dia terjebak di dalam reruntuhan bersama dengan jasad-jasad selama hampir 6 jam. Kebayang tuh ya, misalkan kayak daps kalian terjebak di dalam runtuhan, kalian lihat kiri kanan mayat mayat gimana k dia menghadap ke muka kalian gitu. Eh, gua enggak kebayang. Seram banget. Dan di saat itu dia sempat ngedengar ada handphone yang bunyi. Dan handphone tersebut adalah milik seseorang yang udah tewas di sebelahnya. Iya, itu kayaknya keluarganya yang nelponelular son mu dan tangan mayat itu tergeletak di atas tangannya Patricia dan dia bisa tahu orang tersebut udah meninggal karena cahaya dari handphone-nya dia itu langsung kena ke wajah tuh orang jadi langsung kelihatan itu orang udah enggak bernyawa lagi. Nah, singkat cerita Patriia ini coba nih cari tuh handphone di bawah reruntuhan itu kan. Akhirnya dia dapat tuh handphone yang masih nyala dan dia langsung pakai itu handphone untuk nelepon pasangannya atau pacarnya. Dia berpesan untuk tolong lindungi anaknya dan jangan beritahu apapun mengenai kondisi dia karena dia enggak mau anaknya tahu. Dia juga minta tolong lindungi ayah saya dan ibu saya. Katanya benar-benar dramatis, Geng. Dan bahkan ketika itu Patriia mengaku sudah pasrah kalau dia harus meninggal di sana. Sebab dia enggak mau anaknya ngelihat dia meninggal dunia. Selain itu, Patriia juga ingat kalau dia mendengar banyak orang yang menangis minta tolong yang masih selamat dan terjebak di bawah sana. Terus, geng, si Patria ini juga ingat. Jadi sempat ada momen ya sebelum itu semua runtuh itu tiba-tiba ada air hujan yang turun terus langsung ngebasahin lantai sebelum atap itu runtuh. Dan dia sempat ngelihat Ruby Pes nih, Geng. Peres ini bilang kalau air hujan yang turun itu pasir katanya. dan peres menutupi wajahnya dia untuk ngelindungi diri. Nah, putrinya si peres atau anaknya si peres yang namanya Zulinka itu bilang ke ayahnya untuk, "Dudah, pergi aja, ini ada yang aneh gitu." Nah, tapi si peresnya itu enggak mau pergi, Geng. Dan dia tetap pengen nyanyi dan ya kita sudah tahu ya bagaimana akhirnya atap jetset itu pun rubuh padahal udah ada tanda-tandanya. Dan gak cuma Patriia di saat itu ada seorang presenter berita dari media noticias telemikro yang bernama Elianta Quintero. Dia termasuk salah satu di antara korban yang selamat. Namun dia ini menderita banyak luka di sekujur tubuhnya sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Terus, Geng, di tengah-tengah insiden kayak gini nih, masih ada aja, Geng, yang mencoba untuk mendapatkan keuntungan, mencari kesempatan di dalam kesempitan. Nah, orang ini bernama Rafael Rosario. Dia ini ngaku ikut membantu tim evakuasi untuk menyelamatkan para korban termasuk dengan Kento tadi. Nah, serta 11 orang lainnya. Dia ngaku-ngaku nih. Karena aksi heroiknya tersebut, Rosario ini sampai diundang ke Noticias Telemikro dengan kondisi tangan kirinya yang mengenakan perban dan berinteraksi dengan Quentero yang masih di dalam perawatan. Quintero di sana itu sampai terharu tuh ngucapin terima kasih kepada si Rosario ini karena tanpa dia mungkin Quintero ini ya gak selamat gitu. Setiap diwawancara Rosario ini bilang tangan kirinya itu mengalami cedera ketika menyelamatkan banyak orang yang terjebak di dalam reruntuhan jetset. Karena inilah Rosario dianggap sebagai pahlawan gitu bagi banyak orang di sana serta keluarga dari para korban. Tapi pada akhirnya ini ada hal konyol yang terungkap ketika pihak berwenang mengincar pihak-pihak yang berupaya untuk mendapatkan keuntungan dari insiden ini. Termasuk dengan Rosario ini. Dia ditangkap. Nah, barulah di situ ketahuan kalau keberadaan dia di jetset karena dia dibayar oleh pihak tertentu. Nah, dia mau-mau aja karena dia enggak punya kerjaan. Nah, lalu tangan kirinya itu diperban. Itu bukan disebabkan karena dia cedera setelah menolong para korban, tapi itu luka dikarenakan luka tembak yang dia derita sejak bulan Februari. Jadi dia itu apa ya? Bohong supaya dapat untung, supaya dapat popularitas gitu. Ada-ada aja gitu, Geng ya. [Musik] Terus, Geng, yang menjadi pertanyaan bagi banyak orang, gimana bisa sebuah klub malam yang sering didatangi oleh banyak orang, termasuk orang-orang penting nih, itu bisa mengalami insiden semengerikan ini. Harusnya kan ada apa ya, kayak quality control-nya, dicek dulu tuh bangunannya, pasti ada renovasi-renovasi kecil. kok bisa seasal-asalan ini gitu. Nah, sekarang kita bakal masuk nih, Geng, ke dalam pembahasan mengenai penyebab runtuhnya atap Jetset. Jadi saat ini, Geng, memang pemerintah Republik Dominika udah membentuk komisi yang terdiri dari para ahli untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab runtuhnya atap jetset ini. Sementara penyelidikan berlangsung, pemilik jetset ini yaitu Antonio Esilat itu memberikan eh informasi atau klarifikasi mengenai kondisi dari bangunan jetset ini dalam wawancara dia di salah satu program media Telesistema Dominicano namanya. Di wawancara tersebut, Es Pilot ini bilang kalau keluarganya udah mengoperasikan gedung ini sejak sekitar 30 tahun lamanya. Jadi usaha turun-temurun. Nah, sejak saat itu kata dia enggak pernah ada insinyur atau arsitek atau otoritas yang berasal dari negaranya yang pernah melakukan peninjauan struktural. Dia bisa ngaku kayak gitu dengan jujur. Padahal ya kalau dipikir-pikir itu kan salah satu kewajiban dia tuh dan dia mengakui kesalahannya ada di sana. Nah, tapi Es Pilat ini bilang petugas pemadam kebakaran dan pejabat kota sebenarnya udah periksa masalah keselamatan dasar dan perizinan usahanya dia itu gedung tersebut. Dan Esat ini juga bilang ee bukan hal yang biasa gitu ya bagi bisnis-bisnis di daerah tersebut untuk menjalani inspeksi struktural. Jadi memang enggak banyak adanya pemeriksaan struktural ee apa terutama untuk gedung-gedung di sana karena memang ya balik lagi untuk membangun izin ya untuk membuat izin buka usaha di sana pakai duit juga. Jadi banyak juga yang korup-korupnya. Dicek mah enggak gitu. Ya udah dikasih aja izinnya yang penting bayar. Makanya terjadi hal kayak gini. Nah, Spilet juga bilang ada enam pendingin udara yang berada di atap bangunan tersebut. Dan selama puluhan tahun pendingin udara atau AC ini sering bocor ke panel langit-langit yang kadang menyebabkan hal itu jadi rapuh sampai jatuh gitu. Nah, kalau udah begitu maka karyawan jetset lah yang bakal mengganti bagian yang rusak. Jadi dibenerin sama karyawannya aja. Dan itu juga dilakukan ketika malam terjadinya insiden. Bukan dicek pasi hari sebelum beroperasi. Enggak. Pas sudah kejadian baru dikerjain. S Pilot juga udah menyewa perusahaan untuk bisa menangani pendingin udara ini yang bocor. Nah, namun kayaknya belum ada perubahan. Nah, masih belum jelas apakah pendingin udara yang bocor ini ada hubungannya dengan atap yang roboh. Ya, siapa tahu ini yang bikin rapuh. Nah, Espilat ini bilang dia bakal bekerja sama kalau ada yang membutuhkan informasi mengenai gedung tersebut. Dan keterangan Spilat di dalam wawancara tersebut justru menuai kritikan. Ya jelaslah kenapa bisa karyawan jetset yang disuruh untuk perbaikan bukan langsung memanggil ee ahli yang memang benar-benar di bidangnya. Apalagi setelah tahu kalau ternyata gedung itu enggak pernah dilakukan pemeriksaan karena sudah seharusnya udah berpuluh-puluh tahun sebagai pemilik gedung Espilat ini periksa tuh struktur bangunannya walaupun itu ya mungkin agak sedikit ngabisin uang. Nah, karena hal ini sebagai upaya untuk menjamin keselamatan orang-orang yang berada di dalam bangunan dan spekulasi pun akhirnya bermunculan kalau memang bangunan jetset ini udah rapuh dan enggak pernah ada inisiatif dari si pemiliknya untuk merenovasi. Nah, meskipun begitu pihak berwenang bilang masih terlalu dini untuk menentukan penyebab runtuhnya atap itu. Ya, lagi-lagi geng pemilik Jacket kan duitnya banyak. Jadi gimana ya? Penegak hukumnya juga enggak bisa berpihak kepada masyarakat sepenuhnya. jadi kayak dilindungi gitu. Dan sejauh ini informasi yang gua dapatkan pemeriksaan masih berlangsung. Jadi kita tunggu aja nanti bagaimana perkembangan selanjutnya. Nah, itu dia geng pembahasan kita hari ini mengenai runtuhnya atap dari sebuah klub malam atau tempat dugem yang bernama Jetset di Republik Dominika yang korbannya udah kayak korban bencana alam. Gimana, Geng, menurut kalian? Apa opini yang bisa kalian utarakan di kolom komentar?
Resume
Categories