KOREA SELATAN DARURAT RASlSME DAN SARA TERHADAP MUSLIM ! PEMERINTAH SAMPAI TURUN TANGAN
d4P_ksWfEe8 • 2025-04-26
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Di antara kalian ada enggak yang suka
nonton drama Korea atau dengerin
lagu-lagu K-pop? Ya, pokoknya segala
sesuatu yang berhubungan dengan
entertainment Korea Selatan ya. Gua
yakin banget nih di antara kalian pasti
banyak yang suka lihat idol atau aktor
atau aktris asal Korea Selatan. Selain
karena suka karyanya, tapi juga karena
suka ngelihat mereka yang punya visual
cantik dan ganteng. Ya kan? Ya, kalau
boleh curhat sedikit nih, bahkan gua
pernah, Geng, diputusin
gara-gara enggak canda gua. Oke, lanjut
nih. Image yang mereka tampilkan seperti
public figure-nya ya pada umumnya gitu
ya. Mereka itu terlihat baik, ramah sama
penggemar, dan intinya hampir enggak
terlihatlah kejelekan-kejelekan dari
diri mereka. Dan ya seperti itulah
seharusnya seorang public figure. Tapi
kalian tahu enggak, Geng, kalau ternyata
di balik ramahnya para idol-idol ini ya
masyarakat Korea Selatan sendiri itu
masih banyak yang pemikirannya kolot dan
cenderung bersikap rasis terhadap
orang-orang yang berbeda dari mereka. ya
walaupun kita udah sempat membahas
beberapa kali ya tentang
kelakuan-kelakuan mereka ini gua udah
sempat bahas lah gitu ya ee kalian bisa
lihat sendiri. Nah, tapi eh kali ini
menurut gua berbeda dengan yang
udah-udah kita bahas baru-baru ini nih
geng terjadi tapi bukan ke orang
Indonesia. Kalau sebelumnya kita
bercerita rasisnya mereka ke orang
Indonesia yang sesama Asia gitu kan.
Nah, tapi kali ini justru lebih spesifik
lagi mereka ini rasis terhadap turis
muslim yang berkunjung ke negara
tersebut. Turis muslim ini mendapatkan
perlakuan yang tidak mengenakkan di sana
ketika ada seorang warga korsel yang
datang ke mereka dan memaki-maki turis
tersebut menggunakan bahasa Korea dan
kemudian mencoba untuk ya melakukan
tindakan kekerasan.
Sikap yang arogan ini dilakukan di ruang
publik dan seolah si orang korsel ini
enggak takut untuk melakukan hal itu.
Bahkan ada petugas juga di sana. Nah,
kejadian seperti ini sebenarnya ternyata
bukan sebuah hal yang baru. Gua tadinya
mikir nih, ah jangan-jangan oknum doang
nih. Ya kan oknum kalau dikumpulin
sekebon tuh. Tapi ternyata ya
oknum-oknum ini banyak di sana. sudah
beredar isu kalau memang ternyata di
Korsel banyak orang yang rasis terutama
terhadap agama. Enggak cuma warna kulit,
enggak cuma tentang ras yang berbeda
dari negara mereka. Nah, terus geng
ternyata di Corsell itu sudah banyak
juga nih campaign-kampaign yang
mengutarakan tentang islamofobia. Bahkan
pernah juga sampai ada yang meletakkan
kepala babi ya sebagai aksi protes
mereka ketika pembangunan sebuah masjid
di sana.
대구북구주택의
이슬람사원공사장입니다 주민들이 기도음의 이로 사원공사의
거발치단체인북은 Isu rasisme ini menjadi salah
satu yang cukup dibicarakan yang
merupakan sisi gelap dari korsel dan
bahkan membuat masyarakat muslim dunia
jadi geram gitu. Nah, di video kali ini
kita bakal membahas nih, Geng. Namun gua
harap nih dari pembahasan gue ini bisa
dijadikan informasi tambahan buat
kalian. Terutama kalau kalian ada
rencana untuk ee pergi ke Korsel. Jadi
ee enggak cuma memikirkan yang
indah-indahnya aja. Ada bagian-bagian
yang harus kalian waspadai. Walaupun
korsel ya enggak seburuk itulah ya.
Masih banyak juga yang e jalan-jalan ke
sana tenang-tenang aja tapi ada yang
mendapatkan perlakuan seperti yang akan
kita bahas ini. Jadi langsung aja nih
kita bakal masuk ke dalam pembahasannya.
Halo geng, welcome back to kamar
[Musik]
ceri. Oke, kita langsung masuk ke dalam
inti pembahasan, yaitu aksi ee warga
Korsel yang rasis terhadap turis
muslim. Jadi, geng kenapa gua akhirnya
pengin banget ngebahas isu ini? Karena
waktu itu ada video yang viral banget di
TikTok yang merekam kejadian ini. Di
video tersebut salah satu perempuan yang
berada di dalam rombongan ya
menceritakan kronologi kejadian. Menurut
ceritanya rombongan turis perempuan
muslim ini berada di Korsel selama 4
hari. Mereka ini berjumlah en orang dan
semuanya perempuan tuh, Geng. Pada saat
video tersebut direkam, mereka ini lagi
dalam perjalanan menuju ke Busan
menggunakan kereta sekitar jam 0.30
sampai jam . pagi waktu setempat.
Sewaktu mereka ini ngantri buat cari
tiket kereta ke Busan ini, tiba-tiba ada
salah satu perempuan di dalam rombongan
turis tersebut. Bahunya sampai kedorong.
Ketika dicek, "Ini siapa sih yang
ngedorong?" Nah, ternyata ada seorang
pria Korea Selatan seperti yang terekam
di video tersebut berjalan melewati
mereka dan sengaja mendorong bahu salah
satu perempuan itu. Nah, setelah dia
lakuin itu, Geng, pria itu langsung
masuk ke dalam baris berikutnya dan
menatap ke arah mereka dengan tajam
kayak sinis gitu. Padahal si turis-turis
perempuan muslim ini ya sedang sibuk
melakukan urusan mereka gitu. Mereka
sama sekali enggak ngeganggu siapa-siapa
di situ termasuk pria itu. Jadi
seharusnya pria Korsel itu ya enggak
punya alasan lah buat ngeganggu turis
muslim ini. Si pria Korsel di video
tersebut itu selama berada di stasiun
dia tuh benar-benar enggak berhenti
natap si turis-turis muslim ini. Sampai
pada akhirnya nah dia dapat tiket tuh.
Nah setelah dia dapat tiket harusnya tuh
dia langsung menuju ke peron. Tapi dia
malah justru ngedatangin ya si
turis-turis ini. Dan tiba-tiba tanpa
alasan enggak ada angin, enggak ada
hujan, langsung diserang tuh, langsung
dimaki-maki tuh turis muslim tadi. Nah,
dia maki-maki pakai bahasa Korea. Dan si
turis-turis muslim yang bukan orang
Korea ini jelas enggak paham perkataan
dari pria ini. Sehingga ya mereka
menanggapi makian tersebut dengan bahasa
Inggris karena enggak paham. Nah, cuma
pria itu tetap enggak berhenti, Geng,
dan terus maki-maki mereka.
Nah, hampir aja si turis perempuan
muslim itu mau ambil sikap karena dia
udah ngerasa emosi banget. Akhirnya
mereka coba untuk minta tolong dan
memanggil seorang ya perempuan yang ada
di situ untuk nelepon petugas. Cuma di
saat itu ketika petugas keamanan datang,
mereka enggak langsung ngusir si pria
yang marah-marah ini. Petugas keamanan
cuma menahan dia di sana agar enggak
mendekat ke arah si turis perempuan
muslim tadi. Ya, otomatis pria itu ya
bisa dekat lagi dong. Bahkan lebih
parahnya dia nyoba buat melakukan
kekerasan dengan memukul dua perempuan
di dalam rombongan itu. Nah, jadi banyak
orang yang mempertanyakan nih si
petugasnya gunanya apa? Cuma ditahan
doang bukannya diseret dibawa keluar.
kan itu sudah membuat kegaduhan. Nah,
gua enggak tahu juga nih, Geng. Mungkin
ya, mungkin di Korea Selatan itu ada
aturan di mana setiap passenger atau
customer kayak gitu enggak boleh diseret
atau enggak boleh diperlakukan kasar
oleh pihak stasiunnya. Mungkin ya ada
aturan kayak gitu kita juga enggak tahu.
Nah, tapi kan di dalam kondisi ini nih
udah darurat nih karena si pria tersebut
marah-marah dan membuat kegaduhan.
Terus, Geng, Usut punya usut. Dari
cerita ini, ternyata salah satu
perempuan muslim yang ada di kelompok
ini bilang orang-orang Korea itu kalau
ngelihat ee teman-teman kita atau
saudara-saudara kita kata dia yang
enggak pakai hijab itu bakal baik
banget. Nah, tapi mereka cuma
marah-marah dan rasis terhadap yang
pakai hijab doang. Itu anehnya. Nah,
sementara yang enggak pakai jilbab tuh
kayak udah dibiarin aja. Nah, salah satu
kejadiannya ketika mereka ngunjungin
beberapa toko yang mengenakan hijab itu
justru diusir dari toko sembari
mengeluarkan kalimat kalimat yang rasis.
Ketika mereka sedang jalan-jalan itu
banyak yang berteriak-teriak ke mereka
tanpa sebab. Dan orang-orang Korsel ini
ya memang agak gimana gitu ngelihat yang
pakai hijab ya. Dan di balik itu kita
juga tahu ya orang-orang Korsel ini
cenderung pro terhadap istri Will.
Contoh kejadiannya, nah ketika si
perempuan-perempuan ini e naik Uber atau
naik kayak grab car gitu ya, tiba-tiba
tuh gak ada angin, gak ada hujan nih si
e drivernya nih, suirnya. Karena
ngelihat cewek-cewek muslim atau
turis-turis muslim ini, tiba-tiba dia
langsung cerita hal-hal yang buruklah
mengenai Islam dan juga Muslim. Serta
dia mencoba untuk membuktikan seberapa
salah mereka menjadi seorang muslim dan
seolah-olah tuh hal-hal buruk tuh banyak
banget tentang Islam. dan si driver itu
juga bakal ngebaik-baikin istri Will.
Nah, namun geng, karena mayoritas
penduduk Korsel ini menganut agama
Kristen, jadi si turis-turis muslim ini
berinisiatif mereka tuh nyoba buat
cairin suasana gitu. Mereka coba bilang
kalau ya mereka juga percaya terhadap
Yesus. Dan di dalam agama Islam kata
mereka, Yesus itu adalah nabi, yaitu
Nabi Isa kata si ya perempuan-perempuan
muslim ini. Nah, namun hal itu tetap
tidak mengubah pemikiran dan tindakan
yang dilakukan oleh si driver atau
orang-orang Korsel ini yang mana mereka
itu masih aja rasis terhadap turis-turis
muslim tersebut. Dan menurut ceritanya
yang menyerang mereka kebanyakan adalah
orang-orang tua yang benar-benar mungkin
pemahaman di dalam otak mereka itu ya
membenci Islam. Nah, akibat dari
pengalaman yang tidak menyenangkan ini,
Geng, mereka gak merekomendasikan Korea
Selatan sebagai destinasi untuk liburan.
Sebab ya mereka merasa dirasisin banget.
Kecuali kalau ada keperluan seperti
ingin melakukan perawatan atau berobat
kayak perawatan kulit atau mau oplas
gitu, ya udah itu bisa dipertimbangkan.
Tapi untuk liburan jalan-jalan, para
perempuan turis muslim ini tidak
merekomendasikan. Mereka juga
menyarankan kalau pergi ke Korea Selatan
lebih baik didampingi oleh seorang
laki-laki yang bisa melawan atau yang
lebih kuatlah kalau terjadi sesuatu
seperti yang dialami oleh mereka ini
supaya bisa ya ngelawan orang-orang yang
rasis ini. Dan perlu kalian ketahui
geng, rasisme di Corsel ini bukan sebuah
fenomena baru. Dan cerita kayak gini tuh
udah sering banget terjadi ya. Cuma
mungkin kejadiannya enggak mirip, Geng.
Tapi masih berkaitan dengan Islam ya
kan. yaitu salah satunya nih yang pernah
terjadi aksi protes yang dilakukan oleh
warga Korsel terhadap pembangunan masjid
sampai mereka melempar kepala babi ke
masjid tersebut. Nah, sekarang gua bakal
membahas tentang aksi pelemparan kepala
babi sebagai bentuk protes terhadap
pembangunan masjid di Korea Selatan
ini. Jadi, Geng, pembangunan masjid ini
bukanlah inisiatif pemerintah, melainkan
ini berawal dari sebuah komunitas
mahasiswa muslim yang belajar di Kangwon
National University atau KNU yang
sebagian besar dari mereka terdiri dari
mahasiswa asal Pakistan, Nigeria,
Bangladesh, dan negara-negara lain yang
populasi muslimnya besar. Jumlah
mahasiswa yang tergabung di dalam
universitas tersebut antara 80 sampai
150 orang, Geng. Sementara total dari
mahasiswa di KNU sendiri itu jumlahnya
hampir ya 27.000 orang. Nah, di tahun
2014 para mahasiswa muslim itu mereka
patungan ngumpulin uang bareng-bareng
untuk bisa membangun sebuah tempat yang
nantinya akan mereka pergunakan untuk
berkumpul, beribadah, dan apa ya kayak
ya berkomunitas lah. Mereka itu membeli
sebuah rumah yang berada di dekat
universitas mereka dan menamai rumah
tersebut dengan Darul Iman Kuyungpuk
Islamic Center. Rumah tersebut hanya
berjarak beberapa menit dari gerbang
barat kampus. Nah, cuma geng rumah itu
udah tua dan terlalu kecil untuk
menampung komunitas yang terus
bertambah. Makin banyak nih warga muslim
di sana. Sehingga di saat itu mereka
pikir akan lebih baik untuk mencari
tempat yang lebih besar dan mereka
terpikirkan untuk sekalian aja membangun
sebuah masjid. Nah, sampai pada akhirnya
nih, Geng, di bulan September tahun
2020, komunitas tersebut pun akhirnya
mendapatkan izin dari kantor kecamatan
setempat untuk bisa membangun masjid di
sebuah lokasi yang ada di wilayah Daigu.
Nah, jadi pemerintah daerahnya udah
ngizinin, tapi warganya yang tidak mau.
Upaya komunitas ini ternyata benar-benar
enggak berjalan mulus, Geng. Karena
beberapa bulan setelah pembangunan
masjid itu dimulai, warga yang berada di
sekitar lokasi pembangunan itu tiba-tiba
mengajukan petisi ke kantor distrik.
Alasan para warga ini karena pembangunan
masjid tersebut bakal membuat lingkungan
mereka menjadi pemukiman kumuh, katanya.
Nah, adanya pengaduan tersebut akhirnya
kantor distrik itu memerintahkan untuk
segera menghentikan pembangunan dengan
mengeluarkan pernyataan bahwa
pembangunan masjid tersebut menciptakan
ketidakstabilan emosi, pelanggaran hak
milik, dan adanya kekhawatiran dari para
warga. sekitar yang mengeluhkan tentang
kemungkinan besar bakal terbentuknya
pemukiman kumuh. Ya mungkin ya warga
muslim yang di sana kan asalnya dari
Bangladesh, terus negara-negara kecil
lain lah ya yang mana emang terkenal ya
di negara mereka itu kawasan dan
lingkungannya kumuh gitu geng. Nah cuma
kayaknya enggak make sense banget ya
membangun masjid dikatakan bakal menjadi
wilayah kumuh di mana-mana tuh masjid
rata-rata bersih banget gitu kan namanya
juga tempat ibadah. So initially the
first complaint that we received from
the district office was like the bait
smell of food and the second thing was
like the noise that we make during the
prayer. So in the new building we will
address this issue by placing long
chimneies. The noise was is not
something related to the prayer because
you will see that when we Muslims
pray. Pemberitahuan itu tentunya
mengejutkan komunitas muslim yang ada di
sana geng. Karena mereka enggak habis
pikir dengan anggapan dari warga
setempat. Maksud untuk didirikannya
masjid di sana hanya untuk komunitas
berkumpul sekaligus untuk melaksanakan
salat lima waktu. Enggak ada pikiran
mereka untuk menimbulkan konflik dengan
para warga yang ada di sana. Tapi ya mau
gimana, kehadiran mereka di sana justru
ditolak oleh warga. Dan permasalahan ini
pun sampai ke Mahkamah Agung, Geng. Dan
Mahkamah Agung akhirnya di saat itu
membatalkan perintah kantor distrik yang
menginginkan penghentian pembangunan
masjid itu sehingga proyek ini ya bisa
dilanjutkan. Nah, putusan tersebut
keluar pada September tahun 2022 dan
akhirnya pembangunan itu pun dilakukan
kembali. Tapi, Geng, jangan salah. Kalau
kalian berpikir setelah Mahkamah Agung
mengizinkan pembangunan itu untuk
dilanjutkan, masalahnya jadi selesai
gitu, enggak juga. Karena faktanya
penolakan tersebut masih terus
berlangsung mulai dari banyak
berita-berita yang menyebarkan kebencian
terhadap Islam yang ada di sana yang
mana ini tersebar di banyak daerah
bahkan sampai ada yang unjuk rasa untuk
menargetkan warga muslim yang ada di
Korea Selatan.
[Musik]
Di bulan Oktober tahun 2022, warga yang
masih enggak setuju nih dengan
pembangunan masjid di sana tiba-tiba
memanggang babi di gang yang menuju ke
lokasi pembangunan. Nah, di sini mereka
tahu ya kalau babi itu haram di dalam
Islam. Jadi, mereka gunakan babi ini.
Dan aksi tersebut terus berlanjut di
bulan Desember tahun 2022. Di saat itu
warga masih memanggang babi di sana.
Ditambah dengan meletakkan tiga kepala
babi di atas bangku yang berada di dekat
proyek pembangunan masjid. Babi ini
dipakai sebagai simbol kebencian anti
muslim di beberapa negara. Contoh salah
satunya adalah Amerika. Nah, kenapa
demikian? Karena babi ini adalah hewan
yang haram dikonsumsi oleh umat Islam.
Jadi mereka ya menonjolkan hal itu. Nih
ada babi nih. K gitu. Nah, selain itu
ada juga spanduk yang ditulis di dalam
bahasa Korea yang kalau diartikan ke
dalam bahasa Indonesia tulisannya adalah
muslim yang mengeksekusi orang secara
brutal dan memenggal kepala mereka.
Keluarlah dari area ini sekarang juga.
Wah, gila banget ya propagandanya tuh
luar biasa. Ini adalah fitnah yang
sangat besar. Lalu ada juga spanduk lain
yang bertulis, "Enggak semua muslim
adalah teroris, tapi semua teroris
adalah muslim," katanya. Gila, kalau
kayak kartel-kartel narkoba itu apa ya?
Bukankah itu bisa juga disebut teroris?
Mereka kan pakai senjata, meneror juga
ya. Tapi mau gimana dari agama yang
berbeda enggak mungkin disebut teroris.
Tapi kalau udah dari agama Islam ya
kalau orang itu muslim ya mau dia ada
senjata atau enggak teroris aja. Kacau
banget anggapan kayak gini.
And then they like called as terrorists
and they hang banners around this place
like this place will become some hub of
terrorists.
[Musik]
Terus, geng, ada seorang pria yang
bernama Kim Jeong A yang menjadi wakil
ketua komite warga. Dia ini berdali
kalau pesta memanggang babi tersebut
bukan ditunjukkan sebagai bentuk
penolakan warga mereka terhadap
pembangunan masjid di sana atau ungkapan
kebencian terhadap umat muslim. Tapi
dikatakan itu adalah acara
kumpul-kumpulnya mereka untuk membangun
keakraban warga sekitar. Tapi agak aneh
gitu ya, kayak sarkas banget gitu.
Kenapa harus di lingkungan di dekat
masjid itu mau dibangun dan kenapa harus
babi gitu kan ya berkenaan banget dengan
hewan yang dilarang di dalam agama Islam
gitu. Dia juga bilang, si Kim ini bilang
ya kalau yang menjadi masalah itu buat
mereka sebenarnya bukan pembangunan
masjidnya tapi yang jadi masalah itu
adalah ee lokasi yang diprotes itu
adalah lokasi pembangunannya yang
dikatakan tidak sesuai pada tempatnya.
Karena menurut mereka lokasi tersebut
adalah wilayah pemukiman yang tidak
memiliki jalan umum atau jalan besar.
Sementara masjid ini kan fasilitas umum
katanya. Jadi kayak apa ya? Mereka
enggak rela ada orang-orang random,
orang-orang yang entah dari mana. Yang
jelas ee kebanyakan ya muslim di sana
itu kan para imigran gitu. Nah, masuk ke
wilayah mereka dan menurut mereka itu
enggak bisa kayak gitu karena itu bukan
fasilitas umum. Dia juga bilang harusnya
fasilitas umum itu harus mudah diakses
melalui jalan umum. Nah, bukan malah
masuk ke apa ya, kayak lingkungan warga
gitu. Nah, di sisi lain warga sekitar
sudah merasa jenuh dengan kebisingan dan
kepadatan dari jalanan sempit di
pemukiman mereka. Kalian bisa lihat
sendirilah dari gambarnya nih, lokasinya
kayak gimana. Nah, oleh karena itu warga
ini jadi khawatir dengan didirikannya
masjid di sana justru bakal menambah
ketidaknyamanan mereka. Dan menurut
seorang pengacara yang mewakili
komunitas muslim itu yang bernama Kim
Jirim, dia mengatakan sistem hukum di
Korsel itu tidak memiliki undang-undang
yang melarang ujaran kebencian dan tidak
bisa memutuskan kalau kepala babi yang
digunakan oleh warga sekitar sebagai
aksi penolakan mereka sehingga enggak
bisa dikatakan sebagai pelanggaran
apalagi ya diproses secara hukum. Jadi
di Korsel itu bisa dikatakan kebebasan
berpendapatnya agak tinggi gitu, Geng.
Singkat cerita nih, karena terus-menerus
diganggu dengan menggunakan kepala babi
oleh warga, para mahasiswa yang
tergabung di dalam komunitas muslim
akhirnya meminta bantuan kepada polisi
serta kantor distrik untuk menyingkirkan
kepala babi tersebut. Nah, masalahnya
nih, Geng, pihak berwenang pun kayak
enggak mau membantu mereka dengan alasan
mereka enggak bisa melakukan apapun
karena enggak ada hukum yang dilanggar
oleh warga tersebut. Ya, kayak yang gua
bilang tadi, mau protesnya kayak gimana,
mau mereka mengkritik sehina apa gitu.
Nah, di Korsel itu kebebasan berpendapat
sangat dijunjung tinggi. Di saat itu,
Kantor Distrik Bukgu Daigu juga
mengatakan kepada media kalau mereka
enggak bisa membuang kepala babi
tersebut karena dianggap sebagai milik
pribadi warga dan diletakkan di depan
rumah mereka sendiri yang mana itu
adalah properti pribadi. Nah, sementara
itu Komisi HAM Nasional Korea yang
disingkat dengan NHRCK sudah
mengeluarkan pernyataan kalau menaruh
kepala babi di depan sebuah masjid yang
sedang dibangun itu termasuk ke dalam
tindakan yang merendahkan martabat umat
Islam. Ya, karena balik lagi basicnya
babi itu haram untuk Islam dan kenapa
harus ditaruh di depan area pembangunan
masjid itu kan kayak semacam menghina
banget gitu. Dan ini juga dianggap oleh
Komisi HAM Korea ini sebagai bentuk
ujaran kebencian dan enggak boleh
ditoleransi. Nah, Komnas HAM Negara
tersebut berupaya untuk memperjuangkan
hak-hak para warga muslim di sana. Nah,
namun peran mereka terbatas untuk bisa
membuat rekomendasi kepada otoritas
terkait. Di sisi lain, para mahasiswa di
komunitas tersebut udah mengajukan
petisi kepada pelapor khusus PBB
mengenai apa yang mereka alami sebagai
bentuk pelanggaran terhadap hak-hak
migran dan juga kebebasan beragama.
주택 이슬람공사장입니다.
기도소음의 이유로 사원공사의 거세게
반발하자치단체인 대구청은 지난 2월부터
[Musik]
공사중 kasus mengenai rasisme yang
dilakukan oleh orang Korea Selatan
terhadap warga muslim yang berkunjung ke
sana ataupun yang menjadi migran ke sana
atau justru rakyat Koreanya sendiri yang
sudah masuk Islam. Nah, sebenarnya Geng
masih banyak lagi kasus kayak gini.
Seperti salah satu contohnya seorang
penulis webtun yang berjudul Mary My
Husband yang ditulis oleh Song Sojak itu
sempat menuai kontroversi di tahun 2021
khususnya dari netizen asal Indonesia.
Nah, karena cerita di Webtun itu dinilai
sangat rasis terhadap umat muslim yang
mana ini ee dibumbuhi dengan islamofobia
dengan menggambarkan agama Islam secara
negatif di dalam cerita di webtun
tersebut. Dan hal ini bisa dilihat di
episode 18 webtun tersebut dengan
menyebut orang muslim sebagai teroris
dan kelompok Islam radikal yang
mengeksekusi orang Korea Selatan. Jadi
bayangin tuh di WebTun aja ada yang
kayak gitu, Geng. Nah, webtun tersebut
juga diadaptasi ke dalam drama. Tapi
netizen menyerukan untuk memboikot drama
tersebut. Akhirnya karena banyaknya
kecaman dan boikot, pihak dari LO
tulisannya Li yang menggambar atau
memvisualisasikan webtune tersebut
merevisi bagian itu. Nah, pihak Liko ini
juga membuat permintaan maaf melalui
akun Instagram mereka dan berjanji akan
lebih berhati-hati untuk ke depannya.
Nah, sementara si penulisnya yaitu Song
Sojak tadi itu enggak melakukan hal yang
sama dengan apa yang dilakukan oleh
pihak Liko. Nah, jadi ibaratnya nih
seharusnya si Song Sojak ini harus
bertanggung jawab juga nih, tapi dia
memilih untuk bungkam. Dia benar-benar
enggak memberikan permintaan maaf
sedikit pun atau penjelasan apapun
mengenai masalah itu. Dari sinilah
netizen menilai kalau Song Sojak adalah
orang yang islamofobia dan juga
egois. Terus, Geng, kita beranjak ke
contoh lainnya. Di contoh lainnya itu
adalah ketika ada lebih dari 550 warga
negara Yaman yang tiba di Pulau Jeju,
Korea Selatan di tahun 2018 untuk
mencari swaka di sana. Nah, kedatangan
mereka ini enggak disambut baik oleh
warga Korea Selatan. Bahkan banyak
banget yang menyatakan protes lewat
internet. Ada sebuah petisi yang sudah
disetujui oleh lebih dari 700.000 warga
Korea Selatan yang mendesak pemerintah
untuk menghentikan kebijakan bebas visa
bagi negara Yaman. Lalu diadakan aksi
yang menuntut agar pemerintah menolak
Suaka dan mendeportasi warga Yaman ini
dari negara Korea Selatan. Nah, bahkan
ada beberapa warga Korea Selatan yang
diwawancarai oleh media Aljazirah.
Kebanyakan itu dianggap bahwa pengungsi
dari Yaman tersebut akan menciptakan
ketidakamanan di negara mereka dengan
mengatakan mereka bisa saja berbuat
kejahatan, mengambil pekerjaan ee warga
lokal, bahkan sampai mengambil alih
negara. Nah, di saat itu akhirnya ya
mereka benar-benar ketakutan. Contoh
lain lagi nih, Geng. Ada atlet cabang
olahraga penembak jitu asal Korea
Selatan yang bernama Jing Jong Oh ketika
Olimpiade Tokyo tahun 2020. Mungkin
kalian pernah ingat nih, Geng. Nah, jadi
di saat itu Olimpiade tersebut itu yang
mendapatkan medali emas adalah yang
bernama Jovat Forugi, atlet penembak
jitu asal Iran. Ketika si Jin Jong O,
yaitu penembak jitu asal Korea Selatan
ini diwawancarai, dia mengeluarkan
kata-kata atau kalimat rasis yang
ditujukan kepada Jaafat dengan
mengatakan bagaimana seorang teroris
bisa memenangkan emas. Kacau banget.
Nah, itu adalah hal yang paling konyol
dan membingungkan pernyataannya ini
kemudian menuai kontroversi dari
masyarakat luas. Bahkan di saat itu ada
tagar yang tulisannya itu South Korea
rasis yang menjadi training topik di X.
Dan setelah itu Jin Jong menyampaikan
permintaan maafnya lewat akun sosial
media
miliknya. Jadi dia enggak bisa ngelawan
netizen dunia yang mana di saat itu dia
diprotes habis-habisan oleh masyarakat
muslim. Nah, lalu geng berlanjut nih.
Rasisme juga terlihat ketika KTO,
Organisasi Pariwisata Korsel di saat itu
mereka berencana ingin menyediakan ruang
salat di Gangnung selama Olimpiade musim
dingin tahun 2018 yang mana pada saat
itu Korsel adalah ya pihak yang menjadi
tuan rumahnya. Ruang salatnya ini bisa
berpindah-pindah gitu, Geng. Dan
keberadaan dari ruang salat ini
sekaligus untuk mempromosikan kalau
negara tersebut ramah terhadap muslim.
Nah, tapi rencana tersebut akhirnya
batal terealisasikan karena mendapatkan
penentangan keras dari para aktivis anti
muslim, Geng. Dan pihak KTO juga sudah
melakukan upaya berupa ya mediasi kepada
aktivis tersebut. Namun, si aktivis anti
muslim ini tetap menantang. Nah,
kelompok tersebut juga sudah
mengumpulkan lebih dari 56.000 tanda
tangan petisi yang melalui daring atau
online yang menentang penyediaan ruang
salat. Ya udah, Geng. Gara-gara itu
akhirnya KTO benar-benar membatalkan
rencana mereka. Kacau ya. Serasis itu
loh terhadap warga muslim. Terus masih
ada lagi nih kejadian lain yang
merupakan rasisme yang terjadi di Korea
Selatan. Nah, jadi geng kasus ini
bermula ketika Corsell gagal terpilih
untuk menjadi tuan rumah World Expo 2030
dan malah yang menjadi tuan rumahnya
adalah Arab Saudi. Gagalnya Corsel
menjadi tuan rumah ini sebenarnya kalau
dilihat secara objektif disebabkan
karena strategi promosi yang dilakukan
oleh pemerintah Korsel ee enggak tepat
karena mereka justru mempromosikan
pameran Busan yang cuma berfokus kepada
K-pop dan juga menampilkan lagu Gang
Style. Promosi ini dianggap gak sesuai
gitu loh, Geng. Karena gang 6 itu berada
di Soul. Sementara yang dipromosikan
adalah Busan yang berjarak
320 km yang mana letaknya di ujung
paling selatan Semenanjung. Sementara
kalau kita lihat Arab Saudi, negara
tersebut memfokuskan promosi negaranya
dengan menunjukkan perkembangan kota di
sana yang terus berubah dan betapa
multikulturalnya negara tersebut. Nah,
gagalnya Korsel untuk menjadi tuan rumah
enggak cuma mengecewakan pemerintah,
tapi juga warganya. Nah, namun geng,
KTV, media resmi pemerintahan Korea
membuat sebuah klip video yang
memperlihatkan adanya seorang pria yang
mengenakan penutup kepala yang dianggap
merepresentasikan orang Arab Saudi. Nah,
dia duduk bersama pria lain yang
mengenakan handbox yaitu pakaian khas
Korea Selatan. Nah, lalu ada pertanyaan
yang ditanyakan kepada kedua pria
tersebut, yaitu mengapa mereka berpikir
setiap negara harus menjadi tuan rumah
untuk pameran tersebut? Dan perwakilan
dari Korea Selatan di video itu menyebut
beberapa alasan sementara perwakilan
Arab Saudi hanya mengulangi kata dalam
bahasa Arab dengan cara mengejek dan
dianggap sebagai bentuk penghinaan
terhadap Arab Saudi. Tapi sayangnya
video tersebut udah dihapus duluan,
Geng. Tapi geng yang jadi pertanyaannya
ya, mengapa Islam mendapatkan rasisme
sebegitu besarnya di Korsel? Apakah
pernah ada gitu aksi teror yang
dilakukan oleh kelompok ekstremis di
negara mereka sendiri sampai adanya
stigma negatif terhadap orang Islam di
sana? Nah, sekarang kita akan masuk ke
dalam pembahasan mengenai faktor orang
Korea Selatan rasis dan memiliki
pemahaman islamofobia.
Jadi, Geng, dari berbagai bentuk aksi
rasisme dan juga diskriminasi yang
dilakukan oleh orang Korea Selatan
terhadap ee turis-turis muslim dan juga
orang-orang Islam yang ada di sana. Nah,
pertanyaannya mengapa mereka melakukan
hal tersebut? Apakah pernah ada insiden
teror di sana yang dilakukan oleh orang
Islam? Ya kan seperti yang apa ya? Ya,
sekarang kan banyak tuh tuduhan-tuduhan
yang mengarah kepada ekstremis-ekstremis
yang membuat citra Islam itu tercoreng.
Ya, ekstremis-ekstremis yang punya paham
berbeda dari Islam yang sebenarnya yang
melakukan misalkan nih ee bom mengakhiri
diri sendiri gitu kan sampai rumah-rumah
ibadah dari agama lain juga di ya
dirusak gitu. Apakah pernah ada yang
seperti itu di Korea Selatan? Nah,
jawabannya adalah ini sejauh gua mencari
ya, sejauh pencarian gua di internet
gitu, gak ada catatan aksi ekstremis
yang signifikan di Korea Selatan. Nah,
terus kalau enggak ada, kenapa mereka
jadi melakukan diskriminasi kepada orang
Islam yang ada di sana? Nah, jadi geng
berdasarkan laporan dari US News dan
juga World Report dari tahun 2023, Korea
Selatan ini menempati urutan kees9 dari
79 negara di dalam hal isu
rasisme. Tinggi banget isu rasisme di
sana. Dari 79 negara mereka posisi lalu
geng ada survei yang dibuat oleh Seji
Ilbo di tahun 2020 yang mengungkapkan
bahwa sekitar
69,1% dari warga negara asing di Korea
Selatan itu merasa mengalami
diskriminasi atau menjadi target dari
kebencian orang Korea Selatan. Nah, dari
hal ini hanya ada 3,4% yang melaporkan
mengalami serangan fisik. Sementara
32,9%-nya mengalami diskriminasi secara
enggak langsung seperti melalui isyarat
kayak dipelotin atau ee verbal gitu ya
yang kayak ya diomongin lah terus juga
ada yang meludah ke lantai di depan
mereka. Pokoknya perbuatan-perbuatan
yang ya mengarah kepada ketidaksukaan
gitu. Kemudian geng, ada 16,4% yang
menghadapi penghinaan verbal dan
10,6% yang merasakan perlakuan enggak
adil termasuk di dalam pemberian gaji.
Jadi kalau bukan orang Korea atau Korea
Selatan, gajinya bakal lebih e kecil.
Nah, hal kayak gini juga terjadi di
Indonesia loh, Geng. Kalau kalian
perhatikan perusahaan-perusahaan yang
dimiliki oleh orang Korea Selatan di
Indonesia, pasti orang-orang Korea
Selatannya gajinya lebih besar
dibandingkan ee warga negara Indonesia
yang bekerja bersama mereka. Aneh banget
memang. Dan gua adalah salah satu yang
pernah bekerja di perusahaan Corsel.
Pernah bekerja dulu ya di industri musik
kayak gitu. Nah, tapi untungnya bosnya
gue itu tidak apa ya tidak rasis.
maksudnya gak ada diskriminasi
aneh-aneh. Gaji juga ya cukup-cukup aja,
tapi tetap gaji gua jauh lebih kecil
dibandingkan yang
Korsel-Korsel walaupun mungkin
jabatannya sama. Terus geng kalau
menurut NHRCK Komisi HAM Nasional Korea
Selatan nih diskriminasi rasial di Korea
Selatan itu berkaitan dengan status
ekonomi negara asal mereka. Contohnya
nih, warga Korea Selatan ini cenderung
bakal mendiskriminasi orang kulit hitam
dari negara berkembang dibandingkan
orang kulit hitam dari Amerika. Karena
kan orang-orang kulit hitam ini ya
banyak tersebar ya, bahkan di
negara-negara latin juga ada orang kulit
hitam. Mereka akan membedakan tuh kalau
orang kulit hitam dari Afrika seperti
misalkan Nigeria gitu. Nah, itu bakal di
ee rendahin lah. Nah, tapi kalau orang
kulit hitam dari Amrik ya dianggap
sebagai African-American, nah itu bakal
disanjung-sanjung. Nah, di dalam laporan
NHRCK tahun 2019, ada
56,8% responden imigran yang menyatakan
kalau mereka didiskriminasi berdasarkan
negara mereka dan
36,9% merasa didiskriminasi berdasarkan
tingkat ekonomi mereka. Laporan dari
NHRCK ini juga menyoroti kalau para
imigran dan orang-orang asing itu enggak
cuma merasakan diskriminasi oleh para
warga Korea aja. Nah, tapi juga bahkan
mereka mendapatkan hal itu di institusi
publik. Dalam survei yang dilakukan
lembaga tersebut di tahun 2019 ada 41%
responden yang didiskriminasi di
pengadilan dan 35,2% di kantor imigrasi.
Diskriminasi ini enggak hanya didasari
oleh imigran aja, Geng. Bahkan beberapa
warga Korea Selatan juga menyadari hal
itu. Pasti kalian bertanya nih, apa yang
melandasi orang-orang Korea ini
cenderung untuk melakukan diskriminasi
kepada imigran. Jadi kolonialisme Jepang
yang pada saat itu yang dulu ya
menguasai Korea itu memiliki peran yang
sangat besar dalam hal ini. Jadi kayak
trauma masa lalu gitu. Nah, ditambah
lagi Korsel ini dikelilingi oleh
negara-negara besar seperti Cina, terus
ee Jepang dan juga Rusia. Nah, karena
pengalaman mereka pernah dijajah oleh
bangsa lain, rasa ketakutan dan
kekhawatiran akan adanya ancaman dari
bangsa lain masih mereka rasakan. Dan
orang Korea Selatan hingga saat ini itu
masih was-was dengan hal itu. Nah,
walaupun saat ini Korea sudah terbagi
menjadi dua, nah masih ada ras persatuan
etnis di antara mereka. Mereka percaya
kalau mereka adalah satu bangsa etnis
dan ras yang turun dari Dangun, leluhur
mitologis dan pendiri dari bangsa Korea.
Sosok Dangun inilah yang dianggap telah
mendorong munculnya ideologi
superioritas darah murni Korea sehingga
menilai kalau ras-ras lain selain ras
mereka itu adalah ras inferior atau
bahasa kasarnya adalah ras yang lebih
rendah dari mereka. Nah, secara enggak
langsung mereka ini ada kasta tapi
kastanya enggak berlaku untuk ras mereka
berlaku untuk ras lain. Kasta mereka
jauh lebih tinggi daripada ras lain itu
menurut orang Korea. Nah, di era
globalisasi kayak sekarang, Corsel jadi
mudah terpapar oleh media-media Barat
yang sering memberitakan isu yang enggak
benar terhadap Islam. Nah, bagaimana
media Barat mem-framing orang-orang
Islam itu adalah sebagai ya ekstremis,
teroris, dan lain-lain ya. Contohnya
kayak Al-Qeda, ISIS gitu. Nah, mereka
itu dianggap benar-benar basisnya Islam
banget. Padahal ya, padahal enggak
semuanya kayak gitu. Contoh aja ISIS.
ISIS itu kalau kalian cari lebih dalam
informasinya, padahal itu adalah
bentukan dari negeri Pamansam sendiri.
Tapi ya tujuannya adalah untuk
propaganda anti Islam. Jadi yang udah
memiliki ideologi superior rasa terancam
dengan bangsa lain ditambah dengan
termakan oleh propaganda media Barat
membuat orang Korea itu semakin
memandang orang Islam dengan ya hal-hal
negatif. Menurut orang Korea, orang
Islam, orang Arab dan agama Islam itu
adalah ya teroris atau pemberontak. Nah,
penyebab perang terus konflik dan juga
dianggap berbahaya. Nah, meskipun
kondisinya yang benar-benar
memprihatinkan ya, enggak ada yang
memihak kepada para komunitas muslim di
Korsel. Nah, namun mereka terus
melakukan berbagai upaya untuk
menghilangkan sentimen negatif tersebut
yaitu salah satunya dengan mengadakan
seminar untuk membantu orang Korea
menghilangkan kesalahpahaman tentang
Islam dan agar terjalin hubungan yang
jauh lebih baik e dengan agama minoritas
yang ada di negara tersebut. Seminar
tersebut diadakan oleh Korean Religious
Peace Conference atau disingkat dengan
KCRP. Nah, mereka ini adalah sebuah
komunitas yang didirikan pada tahun 1965
oleh para pemimpin dari enam kelompok
agama, yaitu Protestan, Buddha,
Konfusianisme, terus ada Won Buddha,
Chendigio, dan juga Katolik dengan
tujuan untuk berdialog dan menjalin
keharmonisan antara pemeluk dari
berbagai agama. Nah, namun geng dengan
adanya video dari turis perempuan muslim
yang tadi itu, ini menandakan bahwa
masih ada orang Korea Selatan yang rasis
terhadap orang-orang Islam. Dan sebagai
sebuah negara yang menganut sistem
demokrasi, pemerintah Korsel seharusnya
nih ya bisa memberikan rasa aman bagi
semua orang yang berada di Korsel. Takah
itu statusnya adalah warga negara atau
mereka imigran serta turis gitu,
semuanya harus aman. Nah, karena
diskriminasi terhadap agama dan juga ras
adalah sesuatu yang bertentangan dengan
konsep demokrasi itu sendiri. Dan ini
merupakan bentuk dari pelanggaran HAM
sehingga isu ini harus menjadi perhatian
serius bagi pemerintah Korsel. Terlebih
lagi kalau sampai pada akhirnya ya
turis-turis muslim itu enggak mau datang
lagi ke Korsel dampaknya bakal
menurunkan sektor pariwisata di negara
tersebut. Padahal salah satu yang
diandalkan oleh negara yang satu ini
adalah sektor wisatanya juga selain
entertainment mereka. Nah, makanya
sayang banget gitu, Geng. Oke, Geng. Itu
dia pembahasan kita hari ini mengenai
rasisme yang dilakukan oleh orang Korsel
terhadap turis muslim atau orang-orang
Islam yang ada di sana. Ternyata di
balik majunya negara tersebut masih ada
pemikiran yang kolot seperti ini.
Gimana, Geng, menurut kalian? Coba
tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:16:36 UTC
Categories
Manage