Kind: captions Language: id Di antara kalian ada enggak yang suka nonton drama Korea atau dengerin lagu-lagu K-pop? Ya, pokoknya segala sesuatu yang berhubungan dengan entertainment Korea Selatan ya. Gua yakin banget nih di antara kalian pasti banyak yang suka lihat idol atau aktor atau aktris asal Korea Selatan. Selain karena suka karyanya, tapi juga karena suka ngelihat mereka yang punya visual cantik dan ganteng. Ya kan? Ya, kalau boleh curhat sedikit nih, bahkan gua pernah, Geng, diputusin gara-gara enggak canda gua. Oke, lanjut nih. Image yang mereka tampilkan seperti public figure-nya ya pada umumnya gitu ya. Mereka itu terlihat baik, ramah sama penggemar, dan intinya hampir enggak terlihatlah kejelekan-kejelekan dari diri mereka. Dan ya seperti itulah seharusnya seorang public figure. Tapi kalian tahu enggak, Geng, kalau ternyata di balik ramahnya para idol-idol ini ya masyarakat Korea Selatan sendiri itu masih banyak yang pemikirannya kolot dan cenderung bersikap rasis terhadap orang-orang yang berbeda dari mereka. ya walaupun kita udah sempat membahas beberapa kali ya tentang kelakuan-kelakuan mereka ini gua udah sempat bahas lah gitu ya ee kalian bisa lihat sendiri. Nah, tapi eh kali ini menurut gua berbeda dengan yang udah-udah kita bahas baru-baru ini nih geng terjadi tapi bukan ke orang Indonesia. Kalau sebelumnya kita bercerita rasisnya mereka ke orang Indonesia yang sesama Asia gitu kan. Nah, tapi kali ini justru lebih spesifik lagi mereka ini rasis terhadap turis muslim yang berkunjung ke negara tersebut. Turis muslim ini mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan di sana ketika ada seorang warga korsel yang datang ke mereka dan memaki-maki turis tersebut menggunakan bahasa Korea dan kemudian mencoba untuk ya melakukan tindakan kekerasan. Sikap yang arogan ini dilakukan di ruang publik dan seolah si orang korsel ini enggak takut untuk melakukan hal itu. Bahkan ada petugas juga di sana. Nah, kejadian seperti ini sebenarnya ternyata bukan sebuah hal yang baru. Gua tadinya mikir nih, ah jangan-jangan oknum doang nih. Ya kan oknum kalau dikumpulin sekebon tuh. Tapi ternyata ya oknum-oknum ini banyak di sana. sudah beredar isu kalau memang ternyata di Korsel banyak orang yang rasis terutama terhadap agama. Enggak cuma warna kulit, enggak cuma tentang ras yang berbeda dari negara mereka. Nah, terus geng ternyata di Corsell itu sudah banyak juga nih campaign-kampaign yang mengutarakan tentang islamofobia. Bahkan pernah juga sampai ada yang meletakkan kepala babi ya sebagai aksi protes mereka ketika pembangunan sebuah masjid di sana. 대구북구주택의 이슬람사원공사장입니다 주민들이 기도음의 이로 사원공사의 거발치단체인북은 Isu rasisme ini menjadi salah satu yang cukup dibicarakan yang merupakan sisi gelap dari korsel dan bahkan membuat masyarakat muslim dunia jadi geram gitu. Nah, di video kali ini kita bakal membahas nih, Geng. Namun gua harap nih dari pembahasan gue ini bisa dijadikan informasi tambahan buat kalian. Terutama kalau kalian ada rencana untuk ee pergi ke Korsel. Jadi ee enggak cuma memikirkan yang indah-indahnya aja. Ada bagian-bagian yang harus kalian waspadai. Walaupun korsel ya enggak seburuk itulah ya. Masih banyak juga yang e jalan-jalan ke sana tenang-tenang aja tapi ada yang mendapatkan perlakuan seperti yang akan kita bahas ini. Jadi langsung aja nih kita bakal masuk ke dalam pembahasannya. Halo geng, welcome back to kamar [Musik] ceri. Oke, kita langsung masuk ke dalam inti pembahasan, yaitu aksi ee warga Korsel yang rasis terhadap turis muslim. Jadi, geng kenapa gua akhirnya pengin banget ngebahas isu ini? Karena waktu itu ada video yang viral banget di TikTok yang merekam kejadian ini. Di video tersebut salah satu perempuan yang berada di dalam rombongan ya menceritakan kronologi kejadian. Menurut ceritanya rombongan turis perempuan muslim ini berada di Korsel selama 4 hari. Mereka ini berjumlah en orang dan semuanya perempuan tuh, Geng. Pada saat video tersebut direkam, mereka ini lagi dalam perjalanan menuju ke Busan menggunakan kereta sekitar jam 0.30 sampai jam . pagi waktu setempat. Sewaktu mereka ini ngantri buat cari tiket kereta ke Busan ini, tiba-tiba ada salah satu perempuan di dalam rombongan turis tersebut. Bahunya sampai kedorong. Ketika dicek, "Ini siapa sih yang ngedorong?" Nah, ternyata ada seorang pria Korea Selatan seperti yang terekam di video tersebut berjalan melewati mereka dan sengaja mendorong bahu salah satu perempuan itu. Nah, setelah dia lakuin itu, Geng, pria itu langsung masuk ke dalam baris berikutnya dan menatap ke arah mereka dengan tajam kayak sinis gitu. Padahal si turis-turis perempuan muslim ini ya sedang sibuk melakukan urusan mereka gitu. Mereka sama sekali enggak ngeganggu siapa-siapa di situ termasuk pria itu. Jadi seharusnya pria Korsel itu ya enggak punya alasan lah buat ngeganggu turis muslim ini. Si pria Korsel di video tersebut itu selama berada di stasiun dia tuh benar-benar enggak berhenti natap si turis-turis muslim ini. Sampai pada akhirnya nah dia dapat tiket tuh. Nah setelah dia dapat tiket harusnya tuh dia langsung menuju ke peron. Tapi dia malah justru ngedatangin ya si turis-turis ini. Dan tiba-tiba tanpa alasan enggak ada angin, enggak ada hujan, langsung diserang tuh, langsung dimaki-maki tuh turis muslim tadi. Nah, dia maki-maki pakai bahasa Korea. Dan si turis-turis muslim yang bukan orang Korea ini jelas enggak paham perkataan dari pria ini. Sehingga ya mereka menanggapi makian tersebut dengan bahasa Inggris karena enggak paham. Nah, cuma pria itu tetap enggak berhenti, Geng, dan terus maki-maki mereka. Nah, hampir aja si turis perempuan muslim itu mau ambil sikap karena dia udah ngerasa emosi banget. Akhirnya mereka coba untuk minta tolong dan memanggil seorang ya perempuan yang ada di situ untuk nelepon petugas. Cuma di saat itu ketika petugas keamanan datang, mereka enggak langsung ngusir si pria yang marah-marah ini. Petugas keamanan cuma menahan dia di sana agar enggak mendekat ke arah si turis perempuan muslim tadi. Ya, otomatis pria itu ya bisa dekat lagi dong. Bahkan lebih parahnya dia nyoba buat melakukan kekerasan dengan memukul dua perempuan di dalam rombongan itu. Nah, jadi banyak orang yang mempertanyakan nih si petugasnya gunanya apa? Cuma ditahan doang bukannya diseret dibawa keluar. kan itu sudah membuat kegaduhan. Nah, gua enggak tahu juga nih, Geng. Mungkin ya, mungkin di Korea Selatan itu ada aturan di mana setiap passenger atau customer kayak gitu enggak boleh diseret atau enggak boleh diperlakukan kasar oleh pihak stasiunnya. Mungkin ya ada aturan kayak gitu kita juga enggak tahu. Nah, tapi kan di dalam kondisi ini nih udah darurat nih karena si pria tersebut marah-marah dan membuat kegaduhan. Terus, Geng, Usut punya usut. Dari cerita ini, ternyata salah satu perempuan muslim yang ada di kelompok ini bilang orang-orang Korea itu kalau ngelihat ee teman-teman kita atau saudara-saudara kita kata dia yang enggak pakai hijab itu bakal baik banget. Nah, tapi mereka cuma marah-marah dan rasis terhadap yang pakai hijab doang. Itu anehnya. Nah, sementara yang enggak pakai jilbab tuh kayak udah dibiarin aja. Nah, salah satu kejadiannya ketika mereka ngunjungin beberapa toko yang mengenakan hijab itu justru diusir dari toko sembari mengeluarkan kalimat kalimat yang rasis. Ketika mereka sedang jalan-jalan itu banyak yang berteriak-teriak ke mereka tanpa sebab. Dan orang-orang Korsel ini ya memang agak gimana gitu ngelihat yang pakai hijab ya. Dan di balik itu kita juga tahu ya orang-orang Korsel ini cenderung pro terhadap istri Will. Contoh kejadiannya, nah ketika si perempuan-perempuan ini e naik Uber atau naik kayak grab car gitu ya, tiba-tiba tuh gak ada angin, gak ada hujan nih si e drivernya nih, suirnya. Karena ngelihat cewek-cewek muslim atau turis-turis muslim ini, tiba-tiba dia langsung cerita hal-hal yang buruklah mengenai Islam dan juga Muslim. Serta dia mencoba untuk membuktikan seberapa salah mereka menjadi seorang muslim dan seolah-olah tuh hal-hal buruk tuh banyak banget tentang Islam. dan si driver itu juga bakal ngebaik-baikin istri Will. Nah, namun geng, karena mayoritas penduduk Korsel ini menganut agama Kristen, jadi si turis-turis muslim ini berinisiatif mereka tuh nyoba buat cairin suasana gitu. Mereka coba bilang kalau ya mereka juga percaya terhadap Yesus. Dan di dalam agama Islam kata mereka, Yesus itu adalah nabi, yaitu Nabi Isa kata si ya perempuan-perempuan muslim ini. Nah, namun hal itu tetap tidak mengubah pemikiran dan tindakan yang dilakukan oleh si driver atau orang-orang Korsel ini yang mana mereka itu masih aja rasis terhadap turis-turis muslim tersebut. Dan menurut ceritanya yang menyerang mereka kebanyakan adalah orang-orang tua yang benar-benar mungkin pemahaman di dalam otak mereka itu ya membenci Islam. Nah, akibat dari pengalaman yang tidak menyenangkan ini, Geng, mereka gak merekomendasikan Korea Selatan sebagai destinasi untuk liburan. Sebab ya mereka merasa dirasisin banget. Kecuali kalau ada keperluan seperti ingin melakukan perawatan atau berobat kayak perawatan kulit atau mau oplas gitu, ya udah itu bisa dipertimbangkan. Tapi untuk liburan jalan-jalan, para perempuan turis muslim ini tidak merekomendasikan. Mereka juga menyarankan kalau pergi ke Korea Selatan lebih baik didampingi oleh seorang laki-laki yang bisa melawan atau yang lebih kuatlah kalau terjadi sesuatu seperti yang dialami oleh mereka ini supaya bisa ya ngelawan orang-orang yang rasis ini. Dan perlu kalian ketahui geng, rasisme di Corsel ini bukan sebuah fenomena baru. Dan cerita kayak gini tuh udah sering banget terjadi ya. Cuma mungkin kejadiannya enggak mirip, Geng. Tapi masih berkaitan dengan Islam ya kan. yaitu salah satunya nih yang pernah terjadi aksi protes yang dilakukan oleh warga Korsel terhadap pembangunan masjid sampai mereka melempar kepala babi ke masjid tersebut. Nah, sekarang gua bakal membahas tentang aksi pelemparan kepala babi sebagai bentuk protes terhadap pembangunan masjid di Korea Selatan ini. Jadi, Geng, pembangunan masjid ini bukanlah inisiatif pemerintah, melainkan ini berawal dari sebuah komunitas mahasiswa muslim yang belajar di Kangwon National University atau KNU yang sebagian besar dari mereka terdiri dari mahasiswa asal Pakistan, Nigeria, Bangladesh, dan negara-negara lain yang populasi muslimnya besar. Jumlah mahasiswa yang tergabung di dalam universitas tersebut antara 80 sampai 150 orang, Geng. Sementara total dari mahasiswa di KNU sendiri itu jumlahnya hampir ya 27.000 orang. Nah, di tahun 2014 para mahasiswa muslim itu mereka patungan ngumpulin uang bareng-bareng untuk bisa membangun sebuah tempat yang nantinya akan mereka pergunakan untuk berkumpul, beribadah, dan apa ya kayak ya berkomunitas lah. Mereka itu membeli sebuah rumah yang berada di dekat universitas mereka dan menamai rumah tersebut dengan Darul Iman Kuyungpuk Islamic Center. Rumah tersebut hanya berjarak beberapa menit dari gerbang barat kampus. Nah, cuma geng rumah itu udah tua dan terlalu kecil untuk menampung komunitas yang terus bertambah. Makin banyak nih warga muslim di sana. Sehingga di saat itu mereka pikir akan lebih baik untuk mencari tempat yang lebih besar dan mereka terpikirkan untuk sekalian aja membangun sebuah masjid. Nah, sampai pada akhirnya nih, Geng, di bulan September tahun 2020, komunitas tersebut pun akhirnya mendapatkan izin dari kantor kecamatan setempat untuk bisa membangun masjid di sebuah lokasi yang ada di wilayah Daigu. Nah, jadi pemerintah daerahnya udah ngizinin, tapi warganya yang tidak mau. Upaya komunitas ini ternyata benar-benar enggak berjalan mulus, Geng. Karena beberapa bulan setelah pembangunan masjid itu dimulai, warga yang berada di sekitar lokasi pembangunan itu tiba-tiba mengajukan petisi ke kantor distrik. Alasan para warga ini karena pembangunan masjid tersebut bakal membuat lingkungan mereka menjadi pemukiman kumuh, katanya. Nah, adanya pengaduan tersebut akhirnya kantor distrik itu memerintahkan untuk segera menghentikan pembangunan dengan mengeluarkan pernyataan bahwa pembangunan masjid tersebut menciptakan ketidakstabilan emosi, pelanggaran hak milik, dan adanya kekhawatiran dari para warga. sekitar yang mengeluhkan tentang kemungkinan besar bakal terbentuknya pemukiman kumuh. Ya mungkin ya warga muslim yang di sana kan asalnya dari Bangladesh, terus negara-negara kecil lain lah ya yang mana emang terkenal ya di negara mereka itu kawasan dan lingkungannya kumuh gitu geng. Nah cuma kayaknya enggak make sense banget ya membangun masjid dikatakan bakal menjadi wilayah kumuh di mana-mana tuh masjid rata-rata bersih banget gitu kan namanya juga tempat ibadah. So initially the first complaint that we received from the district office was like the bait smell of food and the second thing was like the noise that we make during the prayer. So in the new building we will address this issue by placing long chimneies. The noise was is not something related to the prayer because you will see that when we Muslims pray. Pemberitahuan itu tentunya mengejutkan komunitas muslim yang ada di sana geng. Karena mereka enggak habis pikir dengan anggapan dari warga setempat. Maksud untuk didirikannya masjid di sana hanya untuk komunitas berkumpul sekaligus untuk melaksanakan salat lima waktu. Enggak ada pikiran mereka untuk menimbulkan konflik dengan para warga yang ada di sana. Tapi ya mau gimana, kehadiran mereka di sana justru ditolak oleh warga. Dan permasalahan ini pun sampai ke Mahkamah Agung, Geng. Dan Mahkamah Agung akhirnya di saat itu membatalkan perintah kantor distrik yang menginginkan penghentian pembangunan masjid itu sehingga proyek ini ya bisa dilanjutkan. Nah, putusan tersebut keluar pada September tahun 2022 dan akhirnya pembangunan itu pun dilakukan kembali. Tapi, Geng, jangan salah. Kalau kalian berpikir setelah Mahkamah Agung mengizinkan pembangunan itu untuk dilanjutkan, masalahnya jadi selesai gitu, enggak juga. Karena faktanya penolakan tersebut masih terus berlangsung mulai dari banyak berita-berita yang menyebarkan kebencian terhadap Islam yang ada di sana yang mana ini tersebar di banyak daerah bahkan sampai ada yang unjuk rasa untuk menargetkan warga muslim yang ada di Korea Selatan. [Musik] Di bulan Oktober tahun 2022, warga yang masih enggak setuju nih dengan pembangunan masjid di sana tiba-tiba memanggang babi di gang yang menuju ke lokasi pembangunan. Nah, di sini mereka tahu ya kalau babi itu haram di dalam Islam. Jadi, mereka gunakan babi ini. Dan aksi tersebut terus berlanjut di bulan Desember tahun 2022. Di saat itu warga masih memanggang babi di sana. Ditambah dengan meletakkan tiga kepala babi di atas bangku yang berada di dekat proyek pembangunan masjid. Babi ini dipakai sebagai simbol kebencian anti muslim di beberapa negara. Contoh salah satunya adalah Amerika. Nah, kenapa demikian? Karena babi ini adalah hewan yang haram dikonsumsi oleh umat Islam. Jadi mereka ya menonjolkan hal itu. Nih ada babi nih. K gitu. Nah, selain itu ada juga spanduk yang ditulis di dalam bahasa Korea yang kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia tulisannya adalah muslim yang mengeksekusi orang secara brutal dan memenggal kepala mereka. Keluarlah dari area ini sekarang juga. Wah, gila banget ya propagandanya tuh luar biasa. Ini adalah fitnah yang sangat besar. Lalu ada juga spanduk lain yang bertulis, "Enggak semua muslim adalah teroris, tapi semua teroris adalah muslim," katanya. Gila, kalau kayak kartel-kartel narkoba itu apa ya? Bukankah itu bisa juga disebut teroris? Mereka kan pakai senjata, meneror juga ya. Tapi mau gimana dari agama yang berbeda enggak mungkin disebut teroris. Tapi kalau udah dari agama Islam ya kalau orang itu muslim ya mau dia ada senjata atau enggak teroris aja. Kacau banget anggapan kayak gini. And then they like called as terrorists and they hang banners around this place like this place will become some hub of terrorists. [Musik] Terus, geng, ada seorang pria yang bernama Kim Jeong A yang menjadi wakil ketua komite warga. Dia ini berdali kalau pesta memanggang babi tersebut bukan ditunjukkan sebagai bentuk penolakan warga mereka terhadap pembangunan masjid di sana atau ungkapan kebencian terhadap umat muslim. Tapi dikatakan itu adalah acara kumpul-kumpulnya mereka untuk membangun keakraban warga sekitar. Tapi agak aneh gitu ya, kayak sarkas banget gitu. Kenapa harus di lingkungan di dekat masjid itu mau dibangun dan kenapa harus babi gitu kan ya berkenaan banget dengan hewan yang dilarang di dalam agama Islam gitu. Dia juga bilang, si Kim ini bilang ya kalau yang menjadi masalah itu buat mereka sebenarnya bukan pembangunan masjidnya tapi yang jadi masalah itu adalah ee lokasi yang diprotes itu adalah lokasi pembangunannya yang dikatakan tidak sesuai pada tempatnya. Karena menurut mereka lokasi tersebut adalah wilayah pemukiman yang tidak memiliki jalan umum atau jalan besar. Sementara masjid ini kan fasilitas umum katanya. Jadi kayak apa ya? Mereka enggak rela ada orang-orang random, orang-orang yang entah dari mana. Yang jelas ee kebanyakan ya muslim di sana itu kan para imigran gitu. Nah, masuk ke wilayah mereka dan menurut mereka itu enggak bisa kayak gitu karena itu bukan fasilitas umum. Dia juga bilang harusnya fasilitas umum itu harus mudah diakses melalui jalan umum. Nah, bukan malah masuk ke apa ya, kayak lingkungan warga gitu. Nah, di sisi lain warga sekitar sudah merasa jenuh dengan kebisingan dan kepadatan dari jalanan sempit di pemukiman mereka. Kalian bisa lihat sendirilah dari gambarnya nih, lokasinya kayak gimana. Nah, oleh karena itu warga ini jadi khawatir dengan didirikannya masjid di sana justru bakal menambah ketidaknyamanan mereka. Dan menurut seorang pengacara yang mewakili komunitas muslim itu yang bernama Kim Jirim, dia mengatakan sistem hukum di Korsel itu tidak memiliki undang-undang yang melarang ujaran kebencian dan tidak bisa memutuskan kalau kepala babi yang digunakan oleh warga sekitar sebagai aksi penolakan mereka sehingga enggak bisa dikatakan sebagai pelanggaran apalagi ya diproses secara hukum. Jadi di Korsel itu bisa dikatakan kebebasan berpendapatnya agak tinggi gitu, Geng. Singkat cerita nih, karena terus-menerus diganggu dengan menggunakan kepala babi oleh warga, para mahasiswa yang tergabung di dalam komunitas muslim akhirnya meminta bantuan kepada polisi serta kantor distrik untuk menyingkirkan kepala babi tersebut. Nah, masalahnya nih, Geng, pihak berwenang pun kayak enggak mau membantu mereka dengan alasan mereka enggak bisa melakukan apapun karena enggak ada hukum yang dilanggar oleh warga tersebut. Ya, kayak yang gua bilang tadi, mau protesnya kayak gimana, mau mereka mengkritik sehina apa gitu. Nah, di Korsel itu kebebasan berpendapat sangat dijunjung tinggi. Di saat itu, Kantor Distrik Bukgu Daigu juga mengatakan kepada media kalau mereka enggak bisa membuang kepala babi tersebut karena dianggap sebagai milik pribadi warga dan diletakkan di depan rumah mereka sendiri yang mana itu adalah properti pribadi. Nah, sementara itu Komisi HAM Nasional Korea yang disingkat dengan NHRCK sudah mengeluarkan pernyataan kalau menaruh kepala babi di depan sebuah masjid yang sedang dibangun itu termasuk ke dalam tindakan yang merendahkan martabat umat Islam. Ya, karena balik lagi basicnya babi itu haram untuk Islam dan kenapa harus ditaruh di depan area pembangunan masjid itu kan kayak semacam menghina banget gitu. Dan ini juga dianggap oleh Komisi HAM Korea ini sebagai bentuk ujaran kebencian dan enggak boleh ditoleransi. Nah, Komnas HAM Negara tersebut berupaya untuk memperjuangkan hak-hak para warga muslim di sana. Nah, namun peran mereka terbatas untuk bisa membuat rekomendasi kepada otoritas terkait. Di sisi lain, para mahasiswa di komunitas tersebut udah mengajukan petisi kepada pelapor khusus PBB mengenai apa yang mereka alami sebagai bentuk pelanggaran terhadap hak-hak migran dan juga kebebasan beragama. 주택 이슬람공사장입니다. 기도소음의 이유로 사원공사의 거세게 반발하자치단체인 대구청은 지난 2월부터 [Musik] 공사중 kasus mengenai rasisme yang dilakukan oleh orang Korea Selatan terhadap warga muslim yang berkunjung ke sana ataupun yang menjadi migran ke sana atau justru rakyat Koreanya sendiri yang sudah masuk Islam. Nah, sebenarnya Geng masih banyak lagi kasus kayak gini. Seperti salah satu contohnya seorang penulis webtun yang berjudul Mary My Husband yang ditulis oleh Song Sojak itu sempat menuai kontroversi di tahun 2021 khususnya dari netizen asal Indonesia. Nah, karena cerita di Webtun itu dinilai sangat rasis terhadap umat muslim yang mana ini ee dibumbuhi dengan islamofobia dengan menggambarkan agama Islam secara negatif di dalam cerita di webtun tersebut. Dan hal ini bisa dilihat di episode 18 webtun tersebut dengan menyebut orang muslim sebagai teroris dan kelompok Islam radikal yang mengeksekusi orang Korea Selatan. Jadi bayangin tuh di WebTun aja ada yang kayak gitu, Geng. Nah, webtun tersebut juga diadaptasi ke dalam drama. Tapi netizen menyerukan untuk memboikot drama tersebut. Akhirnya karena banyaknya kecaman dan boikot, pihak dari LO tulisannya Li yang menggambar atau memvisualisasikan webtune tersebut merevisi bagian itu. Nah, pihak Liko ini juga membuat permintaan maaf melalui akun Instagram mereka dan berjanji akan lebih berhati-hati untuk ke depannya. Nah, sementara si penulisnya yaitu Song Sojak tadi itu enggak melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh pihak Liko. Nah, jadi ibaratnya nih seharusnya si Song Sojak ini harus bertanggung jawab juga nih, tapi dia memilih untuk bungkam. Dia benar-benar enggak memberikan permintaan maaf sedikit pun atau penjelasan apapun mengenai masalah itu. Dari sinilah netizen menilai kalau Song Sojak adalah orang yang islamofobia dan juga egois. Terus, Geng, kita beranjak ke contoh lainnya. Di contoh lainnya itu adalah ketika ada lebih dari 550 warga negara Yaman yang tiba di Pulau Jeju, Korea Selatan di tahun 2018 untuk mencari swaka di sana. Nah, kedatangan mereka ini enggak disambut baik oleh warga Korea Selatan. Bahkan banyak banget yang menyatakan protes lewat internet. Ada sebuah petisi yang sudah disetujui oleh lebih dari 700.000 warga Korea Selatan yang mendesak pemerintah untuk menghentikan kebijakan bebas visa bagi negara Yaman. Lalu diadakan aksi yang menuntut agar pemerintah menolak Suaka dan mendeportasi warga Yaman ini dari negara Korea Selatan. Nah, bahkan ada beberapa warga Korea Selatan yang diwawancarai oleh media Aljazirah. Kebanyakan itu dianggap bahwa pengungsi dari Yaman tersebut akan menciptakan ketidakamanan di negara mereka dengan mengatakan mereka bisa saja berbuat kejahatan, mengambil pekerjaan ee warga lokal, bahkan sampai mengambil alih negara. Nah, di saat itu akhirnya ya mereka benar-benar ketakutan. Contoh lain lagi nih, Geng. Ada atlet cabang olahraga penembak jitu asal Korea Selatan yang bernama Jing Jong Oh ketika Olimpiade Tokyo tahun 2020. Mungkin kalian pernah ingat nih, Geng. Nah, jadi di saat itu Olimpiade tersebut itu yang mendapatkan medali emas adalah yang bernama Jovat Forugi, atlet penembak jitu asal Iran. Ketika si Jin Jong O, yaitu penembak jitu asal Korea Selatan ini diwawancarai, dia mengeluarkan kata-kata atau kalimat rasis yang ditujukan kepada Jaafat dengan mengatakan bagaimana seorang teroris bisa memenangkan emas. Kacau banget. Nah, itu adalah hal yang paling konyol dan membingungkan pernyataannya ini kemudian menuai kontroversi dari masyarakat luas. Bahkan di saat itu ada tagar yang tulisannya itu South Korea rasis yang menjadi training topik di X. Dan setelah itu Jin Jong menyampaikan permintaan maafnya lewat akun sosial media miliknya. Jadi dia enggak bisa ngelawan netizen dunia yang mana di saat itu dia diprotes habis-habisan oleh masyarakat muslim. Nah, lalu geng berlanjut nih. Rasisme juga terlihat ketika KTO, Organisasi Pariwisata Korsel di saat itu mereka berencana ingin menyediakan ruang salat di Gangnung selama Olimpiade musim dingin tahun 2018 yang mana pada saat itu Korsel adalah ya pihak yang menjadi tuan rumahnya. Ruang salatnya ini bisa berpindah-pindah gitu, Geng. Dan keberadaan dari ruang salat ini sekaligus untuk mempromosikan kalau negara tersebut ramah terhadap muslim. Nah, tapi rencana tersebut akhirnya batal terealisasikan karena mendapatkan penentangan keras dari para aktivis anti muslim, Geng. Dan pihak KTO juga sudah melakukan upaya berupa ya mediasi kepada aktivis tersebut. Namun, si aktivis anti muslim ini tetap menantang. Nah, kelompok tersebut juga sudah mengumpulkan lebih dari 56.000 tanda tangan petisi yang melalui daring atau online yang menentang penyediaan ruang salat. Ya udah, Geng. Gara-gara itu akhirnya KTO benar-benar membatalkan rencana mereka. Kacau ya. Serasis itu loh terhadap warga muslim. Terus masih ada lagi nih kejadian lain yang merupakan rasisme yang terjadi di Korea Selatan. Nah, jadi geng kasus ini bermula ketika Corsell gagal terpilih untuk menjadi tuan rumah World Expo 2030 dan malah yang menjadi tuan rumahnya adalah Arab Saudi. Gagalnya Corsel menjadi tuan rumah ini sebenarnya kalau dilihat secara objektif disebabkan karena strategi promosi yang dilakukan oleh pemerintah Korsel ee enggak tepat karena mereka justru mempromosikan pameran Busan yang cuma berfokus kepada K-pop dan juga menampilkan lagu Gang Style. Promosi ini dianggap gak sesuai gitu loh, Geng. Karena gang 6 itu berada di Soul. Sementara yang dipromosikan adalah Busan yang berjarak 320 km yang mana letaknya di ujung paling selatan Semenanjung. Sementara kalau kita lihat Arab Saudi, negara tersebut memfokuskan promosi negaranya dengan menunjukkan perkembangan kota di sana yang terus berubah dan betapa multikulturalnya negara tersebut. Nah, gagalnya Korsel untuk menjadi tuan rumah enggak cuma mengecewakan pemerintah, tapi juga warganya. Nah, namun geng, KTV, media resmi pemerintahan Korea membuat sebuah klip video yang memperlihatkan adanya seorang pria yang mengenakan penutup kepala yang dianggap merepresentasikan orang Arab Saudi. Nah, dia duduk bersama pria lain yang mengenakan handbox yaitu pakaian khas Korea Selatan. Nah, lalu ada pertanyaan yang ditanyakan kepada kedua pria tersebut, yaitu mengapa mereka berpikir setiap negara harus menjadi tuan rumah untuk pameran tersebut? Dan perwakilan dari Korea Selatan di video itu menyebut beberapa alasan sementara perwakilan Arab Saudi hanya mengulangi kata dalam bahasa Arab dengan cara mengejek dan dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap Arab Saudi. Tapi sayangnya video tersebut udah dihapus duluan, Geng. Tapi geng yang jadi pertanyaannya ya, mengapa Islam mendapatkan rasisme sebegitu besarnya di Korsel? Apakah pernah ada gitu aksi teror yang dilakukan oleh kelompok ekstremis di negara mereka sendiri sampai adanya stigma negatif terhadap orang Islam di sana? Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai faktor orang Korea Selatan rasis dan memiliki pemahaman islamofobia. Jadi, Geng, dari berbagai bentuk aksi rasisme dan juga diskriminasi yang dilakukan oleh orang Korea Selatan terhadap ee turis-turis muslim dan juga orang-orang Islam yang ada di sana. Nah, pertanyaannya mengapa mereka melakukan hal tersebut? Apakah pernah ada insiden teror di sana yang dilakukan oleh orang Islam? Ya kan seperti yang apa ya? Ya, sekarang kan banyak tuh tuduhan-tuduhan yang mengarah kepada ekstremis-ekstremis yang membuat citra Islam itu tercoreng. Ya, ekstremis-ekstremis yang punya paham berbeda dari Islam yang sebenarnya yang melakukan misalkan nih ee bom mengakhiri diri sendiri gitu kan sampai rumah-rumah ibadah dari agama lain juga di ya dirusak gitu. Apakah pernah ada yang seperti itu di Korea Selatan? Nah, jawabannya adalah ini sejauh gua mencari ya, sejauh pencarian gua di internet gitu, gak ada catatan aksi ekstremis yang signifikan di Korea Selatan. Nah, terus kalau enggak ada, kenapa mereka jadi melakukan diskriminasi kepada orang Islam yang ada di sana? Nah, jadi geng berdasarkan laporan dari US News dan juga World Report dari tahun 2023, Korea Selatan ini menempati urutan kees9 dari 79 negara di dalam hal isu rasisme. Tinggi banget isu rasisme di sana. Dari 79 negara mereka posisi lalu geng ada survei yang dibuat oleh Seji Ilbo di tahun 2020 yang mengungkapkan bahwa sekitar 69,1% dari warga negara asing di Korea Selatan itu merasa mengalami diskriminasi atau menjadi target dari kebencian orang Korea Selatan. Nah, dari hal ini hanya ada 3,4% yang melaporkan mengalami serangan fisik. Sementara 32,9%-nya mengalami diskriminasi secara enggak langsung seperti melalui isyarat kayak dipelotin atau ee verbal gitu ya yang kayak ya diomongin lah terus juga ada yang meludah ke lantai di depan mereka. Pokoknya perbuatan-perbuatan yang ya mengarah kepada ketidaksukaan gitu. Kemudian geng, ada 16,4% yang menghadapi penghinaan verbal dan 10,6% yang merasakan perlakuan enggak adil termasuk di dalam pemberian gaji. Jadi kalau bukan orang Korea atau Korea Selatan, gajinya bakal lebih e kecil. Nah, hal kayak gini juga terjadi di Indonesia loh, Geng. Kalau kalian perhatikan perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh orang Korea Selatan di Indonesia, pasti orang-orang Korea Selatannya gajinya lebih besar dibandingkan ee warga negara Indonesia yang bekerja bersama mereka. Aneh banget memang. Dan gua adalah salah satu yang pernah bekerja di perusahaan Corsel. Pernah bekerja dulu ya di industri musik kayak gitu. Nah, tapi untungnya bosnya gue itu tidak apa ya tidak rasis. maksudnya gak ada diskriminasi aneh-aneh. Gaji juga ya cukup-cukup aja, tapi tetap gaji gua jauh lebih kecil dibandingkan yang Korsel-Korsel walaupun mungkin jabatannya sama. Terus geng kalau menurut NHRCK Komisi HAM Nasional Korea Selatan nih diskriminasi rasial di Korea Selatan itu berkaitan dengan status ekonomi negara asal mereka. Contohnya nih, warga Korea Selatan ini cenderung bakal mendiskriminasi orang kulit hitam dari negara berkembang dibandingkan orang kulit hitam dari Amerika. Karena kan orang-orang kulit hitam ini ya banyak tersebar ya, bahkan di negara-negara latin juga ada orang kulit hitam. Mereka akan membedakan tuh kalau orang kulit hitam dari Afrika seperti misalkan Nigeria gitu. Nah, itu bakal di ee rendahin lah. Nah, tapi kalau orang kulit hitam dari Amrik ya dianggap sebagai African-American, nah itu bakal disanjung-sanjung. Nah, di dalam laporan NHRCK tahun 2019, ada 56,8% responden imigran yang menyatakan kalau mereka didiskriminasi berdasarkan negara mereka dan 36,9% merasa didiskriminasi berdasarkan tingkat ekonomi mereka. Laporan dari NHRCK ini juga menyoroti kalau para imigran dan orang-orang asing itu enggak cuma merasakan diskriminasi oleh para warga Korea aja. Nah, tapi juga bahkan mereka mendapatkan hal itu di institusi publik. Dalam survei yang dilakukan lembaga tersebut di tahun 2019 ada 41% responden yang didiskriminasi di pengadilan dan 35,2% di kantor imigrasi. Diskriminasi ini enggak hanya didasari oleh imigran aja, Geng. Bahkan beberapa warga Korea Selatan juga menyadari hal itu. Pasti kalian bertanya nih, apa yang melandasi orang-orang Korea ini cenderung untuk melakukan diskriminasi kepada imigran. Jadi kolonialisme Jepang yang pada saat itu yang dulu ya menguasai Korea itu memiliki peran yang sangat besar dalam hal ini. Jadi kayak trauma masa lalu gitu. Nah, ditambah lagi Korsel ini dikelilingi oleh negara-negara besar seperti Cina, terus ee Jepang dan juga Rusia. Nah, karena pengalaman mereka pernah dijajah oleh bangsa lain, rasa ketakutan dan kekhawatiran akan adanya ancaman dari bangsa lain masih mereka rasakan. Dan orang Korea Selatan hingga saat ini itu masih was-was dengan hal itu. Nah, walaupun saat ini Korea sudah terbagi menjadi dua, nah masih ada ras persatuan etnis di antara mereka. Mereka percaya kalau mereka adalah satu bangsa etnis dan ras yang turun dari Dangun, leluhur mitologis dan pendiri dari bangsa Korea. Sosok Dangun inilah yang dianggap telah mendorong munculnya ideologi superioritas darah murni Korea sehingga menilai kalau ras-ras lain selain ras mereka itu adalah ras inferior atau bahasa kasarnya adalah ras yang lebih rendah dari mereka. Nah, secara enggak langsung mereka ini ada kasta tapi kastanya enggak berlaku untuk ras mereka berlaku untuk ras lain. Kasta mereka jauh lebih tinggi daripada ras lain itu menurut orang Korea. Nah, di era globalisasi kayak sekarang, Corsel jadi mudah terpapar oleh media-media Barat yang sering memberitakan isu yang enggak benar terhadap Islam. Nah, bagaimana media Barat mem-framing orang-orang Islam itu adalah sebagai ya ekstremis, teroris, dan lain-lain ya. Contohnya kayak Al-Qeda, ISIS gitu. Nah, mereka itu dianggap benar-benar basisnya Islam banget. Padahal ya, padahal enggak semuanya kayak gitu. Contoh aja ISIS. ISIS itu kalau kalian cari lebih dalam informasinya, padahal itu adalah bentukan dari negeri Pamansam sendiri. Tapi ya tujuannya adalah untuk propaganda anti Islam. Jadi yang udah memiliki ideologi superior rasa terancam dengan bangsa lain ditambah dengan termakan oleh propaganda media Barat membuat orang Korea itu semakin memandang orang Islam dengan ya hal-hal negatif. Menurut orang Korea, orang Islam, orang Arab dan agama Islam itu adalah ya teroris atau pemberontak. Nah, penyebab perang terus konflik dan juga dianggap berbahaya. Nah, meskipun kondisinya yang benar-benar memprihatinkan ya, enggak ada yang memihak kepada para komunitas muslim di Korsel. Nah, namun mereka terus melakukan berbagai upaya untuk menghilangkan sentimen negatif tersebut yaitu salah satunya dengan mengadakan seminar untuk membantu orang Korea menghilangkan kesalahpahaman tentang Islam dan agar terjalin hubungan yang jauh lebih baik e dengan agama minoritas yang ada di negara tersebut. Seminar tersebut diadakan oleh Korean Religious Peace Conference atau disingkat dengan KCRP. Nah, mereka ini adalah sebuah komunitas yang didirikan pada tahun 1965 oleh para pemimpin dari enam kelompok agama, yaitu Protestan, Buddha, Konfusianisme, terus ada Won Buddha, Chendigio, dan juga Katolik dengan tujuan untuk berdialog dan menjalin keharmonisan antara pemeluk dari berbagai agama. Nah, namun geng dengan adanya video dari turis perempuan muslim yang tadi itu, ini menandakan bahwa masih ada orang Korea Selatan yang rasis terhadap orang-orang Islam. Dan sebagai sebuah negara yang menganut sistem demokrasi, pemerintah Korsel seharusnya nih ya bisa memberikan rasa aman bagi semua orang yang berada di Korsel. Takah itu statusnya adalah warga negara atau mereka imigran serta turis gitu, semuanya harus aman. Nah, karena diskriminasi terhadap agama dan juga ras adalah sesuatu yang bertentangan dengan konsep demokrasi itu sendiri. Dan ini merupakan bentuk dari pelanggaran HAM sehingga isu ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah Korsel. Terlebih lagi kalau sampai pada akhirnya ya turis-turis muslim itu enggak mau datang lagi ke Korsel dampaknya bakal menurunkan sektor pariwisata di negara tersebut. Padahal salah satu yang diandalkan oleh negara yang satu ini adalah sektor wisatanya juga selain entertainment mereka. Nah, makanya sayang banget gitu, Geng. Oke, Geng. Itu dia pembahasan kita hari ini mengenai rasisme yang dilakukan oleh orang Korsel terhadap turis muslim atau orang-orang Islam yang ada di sana. Ternyata di balik majunya negara tersebut masih ada pemikiran yang kolot seperti ini. Gimana, Geng, menurut kalian? Coba tinggalkan komentar di bawah.