KASUS PENGUSAHA SURABAYA TAHAN IJAZAH KARYAWAN & POTONG GAJI JIKA SHOLA JUMAT ! SENTOSO SEAL
d9B8DK85YEE • 2025-04-24
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Aduh, Geng. Hari gini nyari kerjaan
susah. Banyak orang yang masih belum
dapat kerja. Belum lagi banyak
perusahaan yang melakukan PHK, ya kan?
Nah, bisa kebayang tuh, Geng,
orang-orang yang belum dapat kerja aja
udah banyak ditambah dengan orang yang
kena PHK lagi. Pengangguran semakin
menyala di negara kita Indonesia. Jadi,
makin banyak saingan juga nih untuk bisa
mendapatkan lapangan pekerjaan. Terus
ini sesuai dengan judul yang bakal kita
bahas ya. Di tengah-tengah kondisi
ekonomi negara kita lagi carut-marut,
PHK di mana-mana, pengangguran semakin
banyak, kok bisa-bisanya tiba-tiba ada
perusahaan yang sengaja memanfaatkan
kesempatan ini ya semacam ingin
mengeksploitasi karyawan. Ya emang sih
nyari kerja sekarang susah ya kan banyak
yang kena PHK. Tapi enggak juga.
Karyawan tuh diperlakukan semena-mena.
Nah, ini kayak yang akan kita bahas nih.
Beneran terjadi dengan teman-teman kita
atau saudara-saudara kita yang ada di
Surabaya, Jawa Timur. Mereka mengeluhkan
kalau ijazah mereka sengaja ditahan oleh
pihak perusahaan, Geng. Sampai ada yang
udah keluar dari perusahaan tersebut pun
ijazahnya tetap enggak dikembalikan,
masih ditahan. Ini kan benar-benar kacau
ya. Namanya orang udah gak mau kerja di
perusahaan itu. Kalau dia keluar ya itu
hak dia. Kalau misalkan kena penalti ya
tinggal diomongin. Tapi gak bisa tuh
ngehukum dengan cara menahan dokumen
penting kayak gitu. KTP itu enggak boleh
ditahan, ijazah juga enggak boleh.
Karena secara logikanya kalau itu
ditahan terus gimana dia cari kerja. Ya,
ini adalah sebuah keegoisan kelas iblis
lah. Bisa gua bilang kayak gitu ya.
Iblis aja malu kayaknya. Nah, terus geng
yang gilanya ini perusahaan membuat
sebuah peraturan tuh ya laki-laki muslim
setiap hari Jumat itu dipersulit ketika
dia mau beribadah salat Jumat. Yang mana
biasanya ya perusahaan itu kan
memperbolehkan salat Jumat bagi
laki-laki karena itu wajib dan
memberikan jam istirahat yang ya bisa
dikatakan cukup panjanglah dibanding
hari-hari yang lain. Ini benar-benar
perusahaan yang beda banget. Bedanya
tapi dalam konotasi negatif gitu ya.
yang mana karyawan yang mau melakukan
salat Jumat itu malah dikenakan denda
oleh mereka. Nah, yang bikin enggak
habis pikirnya lagi, Geng, ketika kasus
ini akhirnya diadukan kepada pihak
terkait seperti wakil walikota, terus
ada wakil menaker gitu. Bukannya pihak
perusahaan ini eh menghormati atau
mengikuti arahan, tapi malah mereka
ngelaporin si wakil walikota ke polisi.
Gila ya, udah benar-benar apa ya? Gua
jadi mikir kayak ini tingkat kejahatan
di Indonesia makin tinggi apa karena hal
ini ya? Karena orang-orang tuh
menganggap remeh hukum gitu. Bisa
kebayang ya, Geng? Pemerintah aja
sekelas wakil walikota yang memimpin
daerah tempat di mana perusahaan itu
berdiri itu bisa dilawan sama dia.
Apalagi orang-orang kayak kita nih cuman
selevel-level taiah ayam cair begini.
Iya kan? Buka bisnis di tempat orang ya
di tanah yang mana dipimpin oleh si
wakil walikota tersebut. Tapi bukannya
nurut dengan aturan yang berlaku, malah
dia ngajak ngadu power. Ini enggak habis
pikir banget gua. Nah, di video kali ini
kita bakal membahas rangkuman tentang
kasus ini, Geng. Sebelumnya ya gua mau
disclaimer dulu nih, Geng. Kalau gua di
sini cuma orang yang ingin menyampaikan
informasi aja, ya. Jadi, apa yang gua
lihat di pemberitaan, gua rangkum, gua
sampaikan ke kalian. Dan semua informasi
yang gua ambil juga bisa kalian cari di
internet kalau kalian mau memastikan
lagi. Nah, jadi semua yang gua ceritakan
ini bukan berdasarkan opini pribadi gua.
Oke, kita langsung bahas. Welcome back
to Kamar Jerry.
[Musik]
Oke, kita awali kasus ini eh dengan
peristiwa ketika adanya seorang karyawan
dari perusahaan tersebut melaporkan
adanya tindakan eksploitasi kecurangan
dari perusahaan itu kepada wakil
walikota sampai kejadian ini jadi
viral. Jadi, geng, kasus ini menjadi
viral. ketika Wakil Walikota Surabaya
yang bernama Pak Armuji. Nah, beliau ini
mengunggah sebuah video di channel
YouTube-nya yang mana di dalam video itu
Pak Armuji ini terlihat bersama dengan
mantan karyawan perusahaan yang mengaku
kepada dia kalau ijazahnya dia ini masih
ditahan oleh pihak perusahaan tempat dia
bekerja sebelumnya walaupun dia udah
mengajukan pengunduran diri dari
perusahaan tersebut. Pernah ijazah? Hah?
Pernah ijazah? Ijazah apa? Ijazah SMA.
Ah. Halo, sudah saya laporkan kecerta
tidak bisa menyelesaikan malah saya
dibimpung, Pak. Dipermainkan. Oh, itu
ditahan di perusahaan. Iya. Nah,
diketahui nih, Geng, nama karyawan
tersebut adalah Nila. Nah, Nila ini
datang, Geng, ke rumah dinas wakil
walikota pada tanggal 25 Maret tahun
2025 untuk mengadukan langsung. Nah,
akhirnya Pak Armuji sebagai wakil
walikota langsung nyamperin perusahaan
tersebut. Jadi, geng, ketika Pak Armuji
ini bertemu dengan Nila, Nila itu cerita
kalau ijazah SMA-nya dia itu udah
ditahan oleh perusahaan selama 3 bulan.
Dan menurut pengakuan Nila, dia
kesulitan untuk mengambil dokumen yang
akan dipakai untuk mencari pekerjaan
selanjutnya. Sebab hampir di semua
perusahaan itu pasti meminta ijazah
terakhir calon si pekerjanya. Nah,
karena ijazahnya masih ditahan, Nila ini
enggak bisa untuk cari kerja di tempat
baru. Nila sempat melaporkan masalah
yang dia alami tersebut ke Dinas
Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota
Surabaya. Tapi menurut pengakuannya ya
belum ada perkembangan atas kasus yang
dia laporkan ini. Nah, dia udah lapor
tapi sama sekali belum ada tanggapan.
Nah, oleh karena itu akhirnya Nila
memutuskan untuk mengadukan ini ke Pak
Armuji yaitu Wakil Walikota Surabaya
untuk bisa menangani permasalahan ini.
Nah, Pak Armuji akhirnya merespon nih,
Geng. Karena aduan nila ini dianggap
sangat serius oleh Pak Armuji. Nah,
beliau melakukan inspeksi mendadak ke
tempat di mana Nila bekerja, yaitu ke
usaha dagang atau UD yang bernama
Sentoso Seal pergudangan Margom Mulyo
Surulia Permai di Blok H4 Surabaya pada
tanggal 9 April tahun 2025. Cuma geng,
di saat itu Pak Armuji ini sampai di
lokasi nih, pintu besi perusahaan
tersebut tertutup rapat kayak gak ada
orang gitu. Dan Pak Armuji kemudian
mencoba untuk menelepon seorang pria
yang diketahui bernama Handy. Nah, Handy
ini dikatakan pemilik perusahaan
tersebut. Nah, di dalam telepon tersebut
Pak Armuji ini minta supaya pintu pabrik
itu dibuka supaya beliau bisa berdialog
dengan pihak perusahaan di dalam
ruangan. Tapi permintaan Pak Armuji itu
ditolak oleh Handy dan teleponnya itu
dimatikan tiba-tiba.
Tolong dibukain ngomong ngomongnya di
dalam ada
orang mana ada C buka.
Halo T.
Nah, karena Pak Armuji ini merasa kayak
dia enggak dihargai. Nah, enggak
kehabisan akal Pak Armuji mencoba untuk
menghubungi pihak lain yang mana itu
adalah orang tersebut juga yang
merupakan pemilik dari perusahaan ini,
Geng. Nah, kali ini pemilik yang
ditelepon itu adalah eh perempuan
namanya Diana. Dan ketika Pak Armuji ini
terhubung dengan Diana ini, lagi-lagi
beliau tidak mendapatkan sambutan yang
ramah. Diana ini malah mengeluarkan
kalimat yang menurut gua gokil juga itu
ya. eh untuk berdialog dengan seorang
pejabat daerah gitu. Dia ngomong kayak
gini, "Mau wakil walikota mau apa,
sampean kalau ada keluhan ke polisi aja.
Dan saya enggak kenal sampean, sampean
penipuan." Buset gila wakil walikota L
digituin loh. Padahal Pak Armuji ini
sudah menjelaskan kalau dia adalah wakil
walikota tapi malah disebut sama orang
yang bernama Diana ini kalau dia adalah
seorang penipu. Mau wakil walikota mau
apa sampean kalau ada keluar ke polisi
ajautan.
He hei kamu warga Surabaya apa warga
luar negeri ngomong gitu-gitu itu. Saya
enggak kenal sampean. Saya enggak kenal
sampean. Sampean punya perusahaan ya.
Iya. Heh, sampean penipuan. Saya enggak
kenal sampean ya, sorry ya. Kok kayak
berani banget gitu, Geng ya ini orang.
Padahal ya
sebelum menyatakan kayak gitu, tanya
dulu baik-baik lah. Benar enggak sih
pastiin wakil walikota apa bukan gitu
kan. Karena enggak mungkin gitu kalau
dia mau nipu dia ngakunya wakil balik.
Orang kalau mau nipu itu paling enggak
ngakunya tuh apa ya, ormas mungkin atau
hal-hal yang menyeramkan gitu yang pakai
senjata kek, ngaku tentara gitu kan agak
seram gitu. Atau ngaku saya polisi nih,
saya anggota bisa gitu. Nih wakil
walikota ya. Siapa orang yang mau nipu
tapi kepikiran ngaku sebagai wakil
walikota gitu? Kenapa enggak sekalian
walikotanya aja bukan wakil kan aneh
gitu ya. Nah, tapi karena Pak Armuji ini
yang gak dipersilakan untuk masuk,
beliau menduga kalau jangan-jangan
memang ada sesuatu nih di dalam e gudang
tersebut. Pak Armuji jadi curiga apa
mungkin-mungkin ini bisa mengarah ke
narkoboy atau mungkin barang-barang
ilegal lain gitu. Bahkan, Geng, video
ketika Pak Armuji ini datang ke
perusahaan itu viral. Di akun
channel-nya, video sidak Pak Armuji
sudah ditonton sebanyak 400-an lebih
views. Nah, cuplikan dari video tersebut
juga sudah diposting oleh netizen di
sosial media dan eh ini sebagai bentuk
apa ya dukungan netizen untuk mengangkat
kasus ini agar diketahui oleh publik.
Setelah video tersebut viral, bukannya
permasalahan jadi selesai, tapi malah
tambah panjang. Permasalahan baru jadi
nambah. Karena Pak Armuji membuat sebuah
video TikTok pribadinya dia dengan
menggambarkan kalau beliau dilaporkan ke
Polda Jatim pada tanggal 10 April tahun
2025 gara-gara kasus ini. Pelaporan ini
dilakukan oleh kedua pemilik perusahaan
tadi, Geng, yaitu yang bernama Handy dan
juga Diana dengan alasan mereka merasa
tidak terima dengan video yang diunggah
oleh Pak Armuji ke media sosial ketika
melakukan sidak di perusahaan Sentosil
mereka. sehingga ya mereka ngelaporin ee
beliau ini atas tuduhan pencemaran nama
baik dan melanggar UTE. Waduh, takut
banget ya, Geng. Ni kita nih berdiskusi
begini, merangkum begini gimana ya nasib
kita ya? Tapi enggak apa-apalah kan yang
kita bicarakan adalah ee kenyataan yang
ada di pemberitaan. Nah, jadi Uite itu
selama yang dibicarakan itu sesuai
dengan apa yang ada di pemberitaan,
sesuai fakta, itu tidak termasuk ke
dalam pelanggaran UITE. Jadi ingat tuh
ya buat kalian ya jangan takut juga
bersuara, jangan takut juga menyampaikan
informasi ya yang kalian ketahui. Oke
kita lanjut lagi. Nah di saat itu geng
Pak Armuji menyayangkan nih sikap dan
tindakan yang diambil oleh Handy ini
serta Diana. Padahal beliau itu sedang
memperjuangkan nasib dari para karyawan
yang mau resign namun ijazahnya masih
ditahan. Dan sebenarnya hal tersebut
tidak diperbolehkan. ya manusiawi lah.
Masa begitu. Udah si karyawannya pernah
mengabdi ke dia, sebaliknya dia sudah
membayar hak gitu. Kalau putus hubungan
kerja ya sudah berarti belum jodohnya
atau perjodohannya sampai di situ aja
kan tinggal cari karyawan baru. Kenapa
membuat orang lain jadi teraniaya kayak
gitu.
Nah, tapi di saat itu bukannya menerima
masukan dan mengakui kesalahan, malah
kedua pemilik perusahaan ini melaporkan
beliau ke polisi. Nah, jadi urusannya
jadi panjang nih. Tapi di saat itu,
Geng, meskipun dilaporkan di dalam
videonya, beliau mengucapkan terima
kasih atas laporan terhadap dia. Wah,
gua kalau jadi Pak Armuji juga sama sih.
Kalau kita enggak merasa bersalah,
tiba-tiba kita dilaporkan ke polisi itu
asik banget. Kenapa? itu artinya
seseorang tersebut sedang menggali
kuburannya sendiri. Gini loh, Geng.
Indonesia itu ya memang kalau kita lihat
banyak kecurangan-kecurangan yang
dilakukan oleh oknum. Ya, terserah
kalian mau bilang oknumnya itu
sekompleks sekompi atau apa, ya kan?
Kecurangan itu ada di mana-mana. Enggak
cuma di Indonesia. Di seluruh negara,
polisi, tentara, atau instansi manaun
pasti ada oknum yang nakal, curang, dan
lain-lain. Nah, tapi ingat Geng, ingat
ya. Kalau kesalahannya itu fatal banget
ini kayak gini kan fatal banget, viral
lagi ada atensi. Kalian harus ingat ya.
Fatal, viral, hati-hati, hati-hati.
Jangan mencoba bermain api. Jangan coba
playing victim. Ya, kalau udah salah,
mending ngakuin kesalahan. Tapi kalau
misalkan kalian mencoba
membalik-balikkan hukum, merasa punya
power dan segala macam, ya nanti
endingnya malah habisnya lebih banyak
itu. Jadi enggak semua hal ya enggak
semua hal yang salah itu bisa
diselesaikan dengan uang atau dengan
power. Ya, mungkin sebagian besar ada
yang berhasil tapi endingnya atau
ujung-ujungnya pasti bakal jatuh juga,
bakal ketahuan juga. Jadi jangan
coba-coba memulai kecurangan. Nah, jadi
kalau di dalam kasusnya Pak Armuji ini
kita bisa lihat ya, Pak Armuji malah
berterima kasih. Dia kayak merasa oke
kalau memang mau diselesaikan secara
hukum kenapa tidak gitu kan. Malah lebih
baik dia enggak repot-repot untuk
membuat kasus ini akhirnya melibatkan ya
instansi kepolisian atau para penegak
hukum ya kan. Pak Armuji enggak
capek-capek bikin laporan. Tinggal nanti
ketemu aja di kantor polisi. Ketika
mediasi di situlah bakal terbuka. Ya,
yang salah bakal tetap salah. Apalagi
yang dilaporin wakil walikota. Lu mau
pakai power semana sih? I kan wakil
walikota, Boy. Lu oke lu pengusaha kaya
nih. Yang lu hadapi tuh pejabat daerah.
Kalau mau guna-gunain power, dua-duanya
punya power. Akhirnya apa? Akhirnya di
tengah-tengah akan diambil siapa yang
salah, siapa yang benar. Seru enggak
tuh? Nah, kita lanjut nih, Geng. Pak
Armuji di saat itu berharap agar
masyarakat bisa menyikapi hal ini secara
objektif kalau apa yang dia lakukan
untuk membela kebenaran. Setuju banget
ya kan? Pak Armuji di saat itu juga
berjanji dia bakal hadir di dalam
pemeriksaan atas laporan tersebut kalau
dia mendapatkan panggilan dari Polda
Jatim. Nah, namun upaya dari Pak Armuji
enggak cuma itu aja, Geng. Beliau
menyatakan kalau beliau siap untuk
melaporkan balik si Diana atau si bos
dari perusahaan tersebut yang sudah
melaporkan dia atas dugaan pencemaran
nambah baik karena sudah menuduh dia
sebagai penipu. Rekamannya ada. Nah,
karena itu nih Pak Armuji ini mengaku
sudah siap melaporkan balik karena
beliau sendiri mengaku dia merasa
jengkel dan tidak terima dituduh kayak
gitu. Ya, gimana enggak. Dia merasa
sudah datang baik-baik ke sana, pengin
mediasi baik-baik, berbicara baik-baik,
tapi justru mendapatkan perlakuan yang
tidak mengenakkan ketika dia sampai di
perusahaan tersebut. Kebayang tuh, Geng,
ya. Beliau wakil walikota, dicap penipu.
Sakit enggak tuh? Sakit banget. Kita aja
yang orang biasa dikatain penipu sakit
banget. Ini wakil walikota dia punya
jabatan, dia punya harga diri atas
dirinya sendiri dan jabatannya. Dia
dihormati, dihargai, dia punya anak
buah. Buset, kacau, Boys. Di dalam
kesempatan yang berbeda, Diana ini
ternyata akhirnya ya mengklarifikasi.
Dia menjelaskan mengapa dia memutuskan
untuk melaporkan Pak Armuji, si wakil
Walikota Surabaya ini. Nah, Diana ini
bilang kalau dia merasa dirugikan dengan
video yang disebarkan oleh Pak Armuji
yang menampilkan fotonya dia dan
suaminya yaitu Handy tanpa seizin dia
katanya. Dan hal ini menurut dia bisa
menggiring opini publik serta
menyebabkan kerugian materi dan non
materi. Dan selain itu Diana ini mengaku
tersinggung ketika Pak Armuji menuduh
dia adalah bandar narkoboy di dalam
video tersebut. Wah, panjang nih. Yang
satu enggak terima ditutup penipu. Yang
satu enggak terima dibahas-bahas
narkoboy dan dia menganggap kalau dia
dituduh sebagai bandar narkoboy. Nah,
tapi kayaknya kita bisa menilai sih,
Geng, ya. Dari video yang diviralkan
oleh Pak Armuji sendiri, ya. Itu kan
tertera jelas di sana ya, semua
kejadiannya jelas banget. Kalian sendiri
bisa menilai. Ini coba lihat. Heh,
sampean penipuan. Saya enggak kenal
sampean ya, sorry ya. Setiap ada
pemeriksaan dari desain pun mereka
terbuk. Seolah-olah perusahaan ini juga
mungkin nyimpan narkoba ya di di dalam
ini ya mungkin ya. Itu dugaan saya. Nah,
gimana tuh menurut kalian? Nah, menurut
Diana gara-gara tuduhan tersebut ini
bisa berdampak buruk kepada keluarganya
dia serta bisnisnya dia. Sebab Diana ini
mengaku kalau anaknya sampai ketakutan
karena Diana jadi bulan-bulanan
masyarakat ya akibat viral itu. Nah,
para pelanggannya pun jadi ikut
menanyakan perihal masalah ini kepada
dia. Pernyataan Diana yang menyebut
bahwa Pak Armuji adalah seorang penipu
menurut dia itu kalimat yang bisa
terucap karena Diana merasa ditelepon
oleh Pak Armuji dan dia memang merasa
itu penipuan. Sebab Diana ya di saat itu
menerima telepon, dia merasa si
penelepon ini tidak menggunakan
identitas yang jelas. Menurut dia kayak
gitu. Jadi itu spontanitas dia kayak
menganggap ah ini penipuan gitu. Dia
khawatir terhadap nomor telepon yang
tidak dikenal katanya. Nah, ini make
sense juga nih, Geng. Ini masuk akal.
Gua pribadi juga sama tuh kalau ada
orang nelepon yang nomornya enggak gua
save, biasanya gua enggak akan angkat.
Kecuali dia nge-chat dulu, dia ngasih
tahu namanya siapa, baru gua angkat.
Biasanya gitu. Tapi kan itu
masing-masing orang ya, masing-masing
orang punya prinsipnya. Nah, terus geng
di dalam sambungan telepon tersebut kata
Diana, Pak Armuji ini langsung menuduh
dia menahan ijazah para karyawannya.
Nah, jadi di sini nih Diana ini merasa,
"Eh, saya enggak menahan ijazah para
karyawan kok gitu. Kok saya langsung
dituduh gitu?" Sebelum Pak Armuji
menelepon dia, Diana ini bilang juga,
Geng, kalau dia sering ditelepon oleh
orang-orang yang mungkin apa ya, kayak
Nah, jadi dia ini kayak merasa ada
beberapa telepon ke dia yang tujuannya
itu untuk apa ya, memeras lah, gitu.
Nah, makanya dia agak aware, agak
khawatir ketika Pak Armuji ini nelepon,
sementara nomor Pak Armuji enggak ada di
dia, dia merasa itu penipu, gitu
penjelasan dia. Yang saya pertanyakan
harusnya itu kalau kita diundang
instansi kan
adanya, ini aja enggak terpenuhi. Terus
saya ditelepon dari nomor tidak dikenal,
memaki-maki saya. Kalau Mas diituin
reaksi bakal.
Bahkan menurut Diana dia sering sekali
setiap harinya mendapatkan telepon
sehari itu dua kali dari orang-orang
yang mengaku pegawai pajak lah atau
apalah. Nah, oleh karena itu Diana ini
enggak langsung bisa percaya ketika
dapat panggilan telepon dari Pak Armuji.
Nah, dia pikir ya memang penipu kata
dia. Nah, terus geng mengenai tuduhan
Diana yang menahan ijazah karyawannya,
Diana ini memberikan klarifikasi. Kan
dia bilang tadi saya langsung dituduh
nih. Nah, dia jelasin gini loh. Gitu.
Dia ini menegaskan bahwa tuduhan
tersebut enggak benar. Semisal dia
dipanggil untuk berdiskusi perihal ini,
dia menyatakan akan sangat terbuka,
katanya. Bahkan dia juga menyarankan
agar karyawannya itu melapor ke Dinas
Tenaga Kerja jika memiliki bukti kalau
Diana menahan ijazah mereka. Nah,
walaupun Diana disebut-sebut sebagai
pemilik perusahaan, namun menurut
pengakuannya dia, dia bukanlah pemilik
utama dari perusahaan Sentos Sosil ini.
Dia mengatakan kalau perusahaan tersebut
adalah milik keluarga yang gudangnya
berada di kawasan Margom Mulyo,
Surabaya. Cuma, Geng, gudang yang
disamperin sama Pak Armuji ini ketika
itu bukan milik perusahaan Sentoso Seal,
melainkan statusnya pinjam pakai. Jadi
itu kayak nitip gitu, Geng. Kayak disewa
gitu. Di dalam keterangan tersebut,
Diana tidak menjelaskan dengan detail
mengenai profil perusahaannya dia. Sebab
dia ingin menjaga e privacy perusahaan
milik keluarganya ini. Pada akhirnya
nih, gara-gara dia udah ngelaporin Pak
Armuji ke polisi dan akhirnya dia tahu
Pak Armuji itu siapa. Nah, dia pun
berbesar hati untuk meminta maaf
mengenai perkataannya dia yang dianggap
menyinggung beliau Wakil Walikota
Surabaya yang bernama Pak Armuji.
Ya, saya mohon maaf sekali kalau itu
memang benar-benar Pak Wawali ya. Saya
sudah ngomong sendiri permintaan maafnya
sama Cak Ji dan alhamdulillah diterima.
Dan pada saat itu Diana ini mengaku
sedang berada di luar kota. Semisal dia
ada di Surabaya, mungkin Diana ini
bilang ya dia bakal bersedia untuk
langsung ketemu. Enggak perlu ditelepon,
enggak perlu nuduh Pak Armuji sebagai
penipu. Dia bakal samperin pengen lihat
langsung, "Bener enggak Pak Armuji?"
Kayak gitu katanya. Nah, jadi enggak
seperti anggapan publik, Diana mengaku
kalau dia sangat menghormati Pak Armuji
sebagai wakil Walikota Surabaya. Waduh,
blunder rek, blunder rek. Kalau kata
orang Surabaya ya, Surabaya tuh blunder
rek.
Sampai pada akhirnya nih, Geng. Diana
ini mendatangi rumah dinas Pak Armuji
secara mandiri ya, yang berada di Jalan
Ambengan dekat kompleks Balai Kota
Surabaya pada tanggal 14 April tahun
2025 sekitar jam 12.00 siang. Nah, dia
ya berinisiatif ingin menyelesaikan
masalah dan meminta maaf atas kegaduhan
yang sudah terjadi. Pertemuan antara
Diana ini dengan Pak Armuji juga
didampingi oleh suaminya langsung yaitu
Handy dan pertemuan itu dilakukan secara
tertutup selama kurang lebih 1 jam. Nah,
dalam kesempatan itu, Geng, Diana ini
langsung meminta maaf nih karena udah
salah paham dengan kedatangan Pak Armuji
untuk menginspeksi perusahaan Sentoso
Seal di pergudangan Margom Mulyo. Itu
enggak diketahui juga ya di saat itu
gimana tuh proses permintaan maafnya,
apakah diterima, apakah gimana gua
enggak paham. Tapi yang jelas di saat
itu Pak Armuji langsung menanyakan
kepada inti permasalahannya yaitu
mengenai masalah penahanan ijazah
karyawan serta mantan karyawan yang
sebelumnya dia terima di perusahaannya.
Nah, di saat itulah akhirnya Diana ini
mengakui kalau ada mantan karyawan yang
mempermasalahkan penahanan ijazah
tersebut. Geng, dari pertemuan tersebut
Diana juga udah sepakat untuk mencabut
laporan atas e Pak Armuji di Polda Jawa
Timur. Nah, cuma geng Pak Armuji
menegaskan kalau pertemuan tersebut
bertujuan untuk menyelesaikan masalah
pribadi antara beliau dengan kedua
pemilik perusahaan Sentos Sosil ini,
Geng. Sehingga enggak perlu dilanjutkan
ke proses hukum. Nah, jadi gara-gara
yang satu ngomong penipu, yang satu
bilang apa? mungkin ada narkoboy di
dalam. Nah, itu sudah terselesaikan lah.
Nah, tapi sementara itu untuk masalah
antara perusahaan dengan mantan karyawan
yang ijazahnya ditahan itu bukanlah
merupakan ranah pribadi. Sehingga harus
tetap diproses secara hukum kalau
terbukti ada pelanggaran. Waduh, jadi
deg-degan nih ya kan? Jadi wah, yang
satu kelar ternyata yang satu masih
nyangkut gitu. Nah, seperti yang sudah
dijelaskan oleh Pak Armuji, Geng, kasus
mengenai dugaan penahanan ijazah yang
dilakukan oleh perusahaan Sento Sosial
ini tetap bakal dilanjutkan. Pak Armuji
sudah menyerahkan kasus ini ke Dnaker
Surabaya untuk diusut serta ya sudah
memerintahkan pihak Dnaker agar
memfasilitasi para karyawan Sentoso Seil
yang menjadi korban. Lalu dilakukan juga
pengecekan di lokasi tersebut ya pada
tanggal 17 April 2025 di jam 11.30 1130
siang oleh Wakil Menteri Tenaga Kerja
yang bernama Pak Imanuel Ebinezer. Tapi
kedatangan itu tetap didampingi oleh Pak
Armuji. Sempat ada kendala nih, Geng,
ketika sidak dilakukan karena pada
awalnya rombongan tertahan di depan
gerbang karena pintunya digembok yang
sampai pada akhirnya mereka terpaksa
masuk melalui pintu kecil yang berada di
samping gerbang utama. Dan beruntungnya
kedatangan kali ini Pak Armuji serta Pak
Noel itu bisa bertemu dengan Diana
langsung si pemilik perusahaan. Dan
ketika mereka berbincang-bincang,
berdiskusi dengan Diana di sebuah
ruangan, Pak Noel ini serta Pak Armuji
menanyakan sejumlah hal yang terkait
dengan karyawan serta ijazah yang
kabarnya masih ditahan oleh perusahaan.
Nah, jawabannya Diana itu masih sama
seperti sebelumnya. Dia membantah kalau
pihaknya ee menahan ijazah para
karyawan. Dia bilang itu enggak ada.
Bahkan Diana ini beberapa kali enggak
mengakui identitas dari karyawannya itu.
Pak, ini kan konteksnya tahan ijazah.
Iya. Saya enggak pernah bilang Mbak
Putri ini enggak pernah kerja ke saya.
Kacau enggak tuh? Jadi kayak aduh nambah
lagi aja nih ceritanya. Nah, bantahan
Diana ini sampai membuat Pak Noel
menjadi emosi karena beliau merasa Diana
ini ngomongnya berbelit-belit dan banyak
yang ditutup-tutupi. Nah, ini menurut
Pak Noel loh ya, Pak. Saya kok
dibentak-bentak sih? Bukan Anda bohong
tadi. Enggak, Pak. Pak, saya jadi takut
loh. Kok takut sih? Banyak orang emang
preman semua isinya.
Dan Pak Eri Cahyadi selaku Walikota
Surabaya mengkonfirmasi kalau memang
pemilik perusahaan yang kemungkinan
adalah Diana tidak mengakui kalau korban
yang menuntutnya itu adalah karyawannya.
Pemiliknya itu ngomong,
"Ini bukan pegawai saya.
sing pegawai ngomong saya adalah pegawai
di tempat perusahaan ini.
Panjang kacau masalahnya. Dan Pak Eri
Cahyadi bahkan sudah berkomunikasi
dengan kedua belah pihak baik dari pihak
korban maupun dari pemilik perusahaan
ini, yaitu Diana dan Handy. Dan pemilik
perusahaan ini memang mengaku kalau
korban bukanlah pegawainya. Sementara
korban mengatakan kalau dia adalah
pegawai dari perusahaan tersebut. Waduh.
Waduh. Ini gimana sih ya? bisa-bisanya
sama walikota bohong gitu. Bahkan nih,
Geng ya, si korban ini punya tanda bukti
yang menyatakan kalau ijazahnya dipegang
oleh perusahaan. Jadi, enggak bisa
ngelak lagi itu
perusahaan. Pak Noel di saat itu udah
mulai curiga nih, jangan-jangan jumlah
pekerja yang menjadi korban penahanan
ijazah ini oleh si perusahaan Sentoso
Seal ini kemungkinan besar lebih banyak.
Diperkirakan ada sekitar 31 orang.
Bahkan setelah kasus dugaan penahanan
ijazah yang dilakukan oleh Sentoso Steel
ini jadi viral, ada karyawan-karyawan
lain yang akhirnya mengungkap perbuatan
dari pihak perusahaan yang dianggap oleh
mereka merugikan para karyawan. Oke,
sekarang kita bakal masuk nih, Geng, ke
dalam pembahasan mengenai pengakuan para
karyawan Sentoso Sil mengenai apa yang
mereka alami selama bekerja di sana.
Apakah e pengakuan mereka sesuai dengan
apa yang diakui oleh Diana juga sebagai
pemilik perusahaan? Kita coba cek.
Oke, jadi geng seusai kasus ini viral,
mulai banyak mantan karyawan dari
Sentoso Seal yang akhirnya angkat
bicara. Salah satunya adalah Faizur Asad
yang akrab dipanggil dengan nama Faiz.
Dia ini sampai diundang, Geng, oleh Pak
Armuji di channel YouTube-nya untuk
menceritakan apa yang dialami oleh si
Faiz ini selama bekerja di sana. Fai ini
cerita, Geng, kalau dia kerja di
perusahaan tersebut selama 7 bulan dan
sebelum bekerja pastinya calon karyawan
kan harus ikut beberapa tahap seleksi
tuh termasuk dengan tahap interview. Si
Faiz ini bilang interview yang dilakukan
oleh Sento Sosil ini agak aneh katanya
karena biasanya ketika interview pasti
pihak perusahaan mau itu HRD atau user
itu bakal menanyakan sesuatu yang
berkaitan dengan berkas-berkas milik
pelamar. Tapi ketika Faiz interview
dengan pihak perusahaan yang menurut
Faiz namanya itu adalah Putri gitu ya,
ini aneh, enggak seperti itu, enggak
seperti biasanya. Dan sekedar informasi,
Geng, kalau yang namanya Putri ini di
saat ini juga ya menjadi korban dan
sudah keluar dari Sentoso Seil. Walaupun
di saat itu Putri ya menjadi orang yang
menginterview karyawan-karyawan baru
atau dengan istilah lain tuh kayak
HRD-nya mungkin, tapi dia juga korban
ternyata dia udah keluar. Dan pada saat
itu Faiz langsung ditanyakan untuk
memilih di antara dua pilihan nih ketika
dia diinterview mau penahanan ijazah
atau diberikan uang pengganti sebagai
jasa sebesar Rp2 juta. Aneh banget ya
malah karyawan yang harus ee apa ya?
Bayar uang gitu. Ini kan semacam apa ya?
Kayak deposit gitu loh, Geng. Di situ
Faiz tuh ngerasa aneh sekaligus bingung
ketika dia mendapatkan pertanyaan kayak
gitu. Maksudnya apa nih menanyakan hal
itu? Faiz ini nanya lebih lanjut nih
untuk mengetahui gimana sih mekanisme
dari pembayaran R2 juta itu? Nah,
dikatakan kalau Faiz memilih uang R2
juta tersebut, Faiz harus menyerahkan
KTP-nya dulu sebagai tanda bukti kalau
Faiz memilih uang pengganti jasa,
bukannya memilih penahanan ijazah. Nah,
pada akhirnya Faiz pun memilih untuk
menyerahkan KTP-nya dan KTP yang
diserahkan adalah KTP asli, Geng, bukan
fotokopi. Perjanjian ini juga enggak
tertulis, jadi cuma secara lisan
aja. Selama 2 bulan Faiz bekerja di
sana, gaji Faiz itu langsung dipotong
sebesar R1 juta, Geng. Yang kalau di
tootal selama 2 bulan itu ya dia udah
dipotong sejumlah R2 juta. 2 juta yang
dimaksud ini adalah untuk membayar uang
pengganti jasa yang sebelumnya Faiz
pilih ketika interview. Nah, sebenarnya
uang juta tersebut bisa dibayarkan oleh
Faiz sendiri menggunakan uang pribadi
sehingga gaji yang dia terima itu bisa
full. Nah, tapi karena Faiz ini milih
agar uang tersebut dipotong dari
gajinya, ya udah dipotong dari gajinya.
Jadi benar-benar kayak deposit ya.
Benar-benar kayak deposit nih. Lu enggak
mau ditahan ijazah, ya udah lu harus
bayar uang jasa ini gitu.
Menerima jasa dia harus nebus uang R
juta, Pak. Oh, nebus uang R juta. Iya.
Kalau dia punya uang juta 2 juta privati
bisa di bisa diambil. Oh gitu. Itu
perihal gaji Faiz ini menjelaskan kalau
sistem gaji di perusahaan tersebut
dibayarkan selama 2 minggu sekali. Kalau
di tootal selama 1 bulan gajinya itu ya
cuma Rp2 juta. Dan itu enggak setara
dengan upah minimum kabupaten kota atau
UMK Surabaya. Di tahun 2025 UMK Surabaya
itu sebesar 4,9. Enggak sampai
setengahnya, Geng. Apalagi selama 2
bulan gajinya Faiz ini dipotong sejuta.
Itu artinya selama 2 bulan itu Faiz cuma
menerima gaji yang benar-benar kecil
banget juta doang. Dan uang yang
diterima oleh Faiz ini hanya gaji aja,
Geng. Enggak ada uang makan, enggak ada
uang transport. Jadi enggak ada
samping-sampingan yang lain. Gua enggak
tahu nih, Geng, apa dengan R juta itu
bisa hidup di Surabaya atau enggak.
Karena kan gua domisilinya Jakarta, ya.
Enggak tahu kehidupan Surabaya kayak
gimana. Nah, mungkin teman-teman di
rumah tahu perihal tentang ini. Boleh
nih coba kalian tinggalkan komentar di
bawah. Bisa enggak sih R juta hidup di
Surabaya? Terus singkat cerita, Geng.
Kemudian Faiz menanyakan kapan uang R
juta tersebut bisa cair dan bagaimana
cara mencairkannya. Katanya uang
tersebut bisa cair kalau dia bekerja
selama 5 tahun. Katanya bisa kebayang
ya, Geng? 5 tahun kerja uang R juta itu
bisa cair. Jadi udah kayak apa ya? kayak
tabungan atau uang jaminan gitu. Tapi 5
tahun ke depan, apakah nilai uang R2
juta itu bakal sama? Kalau misalkan
tetap flat aja R juta ya enggak ada
gunanya. Bisa-bisa 5 tahun ke depan R
juta itu udah setara kayak Rp500.000
kali ya. Kita kan enggak tahu inflasi
gitu kan. Terus geng Faiz ini kan milih
buat bayar tuh uang jasa itu. Nah,
sementara bagi pekerja yang lain yang
memilih untuk menahan ijazah karena kan
buat mereka tuh kadang lumayan banget
nih R1 juta dikasih cuma-cuma ke
perusahaan uang gajinya ya. mereka lebih
milih untuk ditahan ijazah aja. Di saat
itu mungkin pengetahuan mereka juga
minim menyepelekan hal tersebut akhirnya
ya ijazahnya diserahkan ke perusahaan.
Sistemnya juga mirip nih. Ijazah mereka
baru bisa dikembalikan apabila mereka
sudah bekerja selama 5 tahun di Sentoso
Seal ini. Aneh banget. Ketika
mendapatkan jawaban tersebut, Faiz
akhirnya mikir, bekerja selama 5 tahun
cuma mendapatkan Rp2 juta. Buat apa
kerja capek-capek diupah di bawah UMK?
Dan Faiz juga menyebutkan kalau ada
karyawan yang ijazahnya ditahan dan
ingin agar ijazahnya dikembalikan, maka
si karyawan itu harus menebus sebesar R2
juta kepada perusahaan baru ijazahnya
bisa dikembalikan. Kacau banget ya
kelasnya. Perusahaan, kelasnya PT, tapi
duit receh aja R2 juta kayak ditagih
juga ke karyawan. Ya, bagi karyawan itu
besar banget. Bagi PT kan receh banget R
juta, Geng. Ya elah, wah gila banget.
Menurut pengakuan Faiz, perlakuan yang
tidak menyenangkan dari kedua mantan
bosnya ini yaitu Handy dan juga Diana
itu hanya berlaku untuk karyawan junior.
Sementara perlakuan untuk yang senior
itu beda banget, 180 derajat berbeda.
Karena yang senior-senior katanya itu
malah dibaikin. Kalau karyawan junior
enggak bisa mencapai target kerja dalam
1 minggu, maka gaji mereka bakal
ditahan. Padahal menurut pengakuan Faiz
nih, selama 1 hari aja dia harus
mengerjakan sebanyak kurang lebih 360
barang. Sebanyak 1 hari 360 kurang
lebih. Heeh. Heeh. Begitu.
Nah, itu kan kalau enggak mencapai
target. Kalau yang melebihi target
gimana? Kan harusnya kalau enggak
mencapai ya dapat ganjaran dan kalau
lebih harusnya dapat bonus dong. Nah,
apakah dikasih bonus nih atau enggak?
Kalau kata Faiz gak akan dikasih bonus
sama aja. Nah, makanya pekerjaan yang
dilakukan itu udah gak wajar dan ya dia
seperti dieksploitasi selama bekerja di
sana. Terus geng Faiz ini juga
ngejelasin kalau Sentoso Silal ini
enggak pernah didatangi oleh petugas
terkait untuk dilakukan pemeriksaan dan
memang perusahaan tersebut tertutup
banget. Kalau ada karyawan yang datang
pintu dibuka tapi langsung ditutup lagi.
Nah, kalau pulang pun juga sama. Bahkan
ketika jam istirahat aja kalau karyawan
mau keluar itu harus izin terlebih
dahulu. Nah, di dalam podcast tersebut
ya si Pak Armuji ini mendapatkan
informasi yang terbaru kalau
karyawan-karyawan di sana mayoritas
berasal dari luar kota atau luar Pulau
Jawa.
Korban karyawan yang di situ itu memang
banyak diambil dari luar pulau atau luar
Jawa atau luar kota
yang mungkin ya informasi mereka tentang
bagaimana birokrasi di daerah tersebut
atau bagaimana nih sistem bekerja di
daerah tersebut tuh agak minim gitu.
Nah, kan lebih gampang untuk di ya apa
ya disetirlah. Dan kemungkinan juga ya
kenapa diambil dari luar kota ya agar
supaya kalau terjadi apa-apa mereka
enggak punya kewenangan karena mereka
bukanlah warga asli Surabaya. Nah, terus
Faiz juga melanjutkan cerita. Dia bilang
ketika itu dia pernah mengalami
kecelakaan ketika dia mengantar barang
ya saat bekerja di perusahaan itu. Pihak
perusahaan ketika mendapatkan kabar
kalau Faiz kecelakaan di saat itu si
bosnya yang bernama Diana langsung
nelepon dia. Tapi bukan untuk menanyakan
kondisi Faiz. Dia justru lebih peduli ya
menanyakan apakah Faiz sudah mengirim
barang atau belum. Jadi enggak manusiawi
banget. Dan pihak perusahaan tersebut
meminta pertanggungjawaban Faiz atas
insiden kecelakaan tersebut. Padahal
seharusnya kan sebagai karyawan dia
berhak mendapatkan kompensasi atau
asuransi karena mengalami kecelakaan
kerja. Tapi justru sebaliknya kecelakaan
yang enggak diharapkan ini malah justru
diminta pertanggungjawaban kepada Faiz.
Dan Faiz mengaku sepeda motornya sampai
ditahan oleh perusahaan sampai motor
milik perusahaan yang dipakai oleh Faiz
itu
dibenerin.
Kacau. Cerita yang sama juga diungkap
oleh mantan karyawan lainnya yang
berinisial DSP. Nah, DSB ini ijazahnya
dia ditahan oleh perusahaan dan enggak
kunjung dikembalikan sampai saat ini.
Sesuai dengan ceritanya Faiz, DSB ini
mengatakan kalau ijazahnya ditahan dalam
perjanjian lisan dengan HRD perusahaan
tersebut sehingga enggak ada bukti
secara tertulis. Nah, menurut dia dalam
informasi lowongan pekerjaan ketika dia
melamar di perusahaan itu enggak ada tuh
kata-kata yang disebutkan kalau adanya
persyaratan mengenai penahanan ijazah.
Namun, peraturan tersebut dibahas secara
lisan ketika interview. Nah, ketika
proses interview udah ketemu baru di
situ dikasih tahu alasan perusahaan
melakukan penahanan ijazah menurut DSP
sebagai jaminan akan takutnya ada
masalah keuangan atau ada yang mencuri
gitu, Geng. Jadi, kalau ada apa-apa nih,
jaminannya ijazah lu nih, kayak gitu.
Tapi sampai pada akhirnya DSP ini keluar
dari perusahaan tersebut pada tahun 2020
ijazahnya tuh masih ditahan. Dia juga
udah berusaha tuh buat dapetin kembali
ijazahnya dengan cara menagih ke pihak
perusahaan ini. Pernah juga DSP sampai
datang nih ke perusahaan sama orang
tuanya, tapi tetap ditahan dan masih
belum membuahkan hasil. DSP ini sampai
berusaha menelepon Diana si bosnya, tapi
lagi-lagi keadaan masih enggak berubah.
Ijazahnya masih ditahan. Dan ketika itu
alasan Diana menahan ijazah DSP juga
enggak jelas. Akibatnya DSP jadi
kesulitan mencari pekerjaan karena
enggak punya ijazah asli. Dan saat ini
dia cuma bisa membantu usaha sampingan
orang tuanya. Kasihan banget. Udah ada
beberapa yang mengaku masa ia si bosnya
yang bernama Diana ini belum mengakui
hal tersebut. Ya enggak mungkinlah ada
beberapa orang yang berbeda merasa ya
mengalami hal yang sama. Berarti kan ini
emang ada sesuatu gitu kan. Apa yang
mereka akui tentang penahanan ijazah ini
ya berarti bukan kebohongan belaka.
Terus, Geng. Kemudian ada lagi cerita
dari salah satu mantan karyawan yang
bernama Peter Eil Sitorus. Peter ini
bilang kalau perusahaan tersebut
menetapkan peraturan yang aneh, Geng.
Yaitu melakukan pemotongan gaji dari
karyawan muslim kalau mereka
melaksanakan salat Jumat. Nah,
pemotongannya itu dikatakan sebesar
Rp10.000. Uset, lumayan banget nih buat
para pekerja gitu kan. Meskipun begitu,
banyak karyawan muslim yang tetap
menjalankan salat Jumat meskipun
penghasilannya dipangkas oleh
perusahaan. mereka udah enggak peduli
lah. Dan akibatnya gaji mereka yang
sebelumnya sudah di bawah UMR terpaksa
dipotong sebanyak 4 kali Jumat. Ya kan
dalam 1 bulan 4 minggu nih. Nah, ada
empat kali hari Jumat berarti dipotong
Rp40.000. Kalau sampai ada 5 kali hari
Jumatnya dalam sebulan Rp50.000. Lumayan
banget. Bisa kebayang tuh, Geng ya,
orang ibadah aja terkesan kayak dilarang
gitu. Dan ini kan udah pelanggaran ya,
sebagai negara yang memang mayoritas
masyarakatnya beragama Islam harusnya
ini enggak boleh, enggak boleh dilakukan
kayak gini. Nah, terus enggak cuma itu.
Kalau karyawannya enggak masuk kerja
misalnya gara-gara sakit nih, karyawan
itu harus membayar kompensasi kepada
perusahaan sebesar Rp150.000 per hari.
Sementara kalau para pekerja bekerja
lembur, mereka enggak dapat upah apapun,
enggak dapat upah tambahan, enggak ada
uang lembur. Dan Peter mengaku kalau dia
sengaja bersikap buruk selama bekerja di
sana. supaya ya si perusahaannya yang
ngeluarin dia dibikin gak nyaman gitu.
Karena dia tahu kalau dia yang
mengundurkan diri pasti jadi masalah
nih. Ada penalti lah, ada apalah gitu.
Nah, tapi sayangnya geng ketika dia
keluar gajinya serta ijazahnya malah
ditahan oleh perusahaan tersebut
sehingga dia harus menyiapkan uang
sebesar Rp2 juta untuk bisa menebus ya
ijazahnya tersebut. Dan ini konyol
banget ya. Gajinya enggak seberapa,
ditebus pakai uang R2 juta baru gajinya
dia cair baru ijazahnya dikasih. kan itu
sama aja ya kayak yang enggak digaji
gitu. Lalu enggak cukup sampai di situ.
Ada lagi pengakuan lain nih, Geng, dari
seorang karyawan perempuan ee di Sentos
Sosial ini yang mengaku kalau dia
diminta bekerja untuk waktu yang enggak
wajar. Seolah-olah dia ini kayak
disekaplah, dipaksalah untuk lembur, dan
kerjanya sampai larut malam karena
pekerjaannya yang terus ditambah oleh si
perusahaan ini. Nah, ini menurut
pengakuan si perempuan itu dan
sampai-sampai dia harus lembur selama 3
hari. Jadi, udah benar-benar gak
manusiawi, Geng, kerja di sana dan para
pekerjanya itu malah dipaksa untuk kerja
terus-menerus. Kalaupun mereka udah
mencapai atau melebihi target, enggak
ada bonus yang diberikan perusahaan
kepada mereka. Apalagi di saat itu si
bosnya yang bernama Diana itu
bisa-bisanya ngelak dengan mengatakan
kalau korban yang melaporkan itu
bukanlah karyawannya dia. Kacau. Dari
tadi ya kita membahas mengenai duduk
permasalahan serta pengakuan dari para
korban. Tapi kita kayaknya belum
membahas siapa sebenarnya sosok dari dua
bosnya ini yaitu Diana dan juga Handy
serta perusahaan Sentosil ini yang
bergerak di bidang apa sih sebenarnya.
Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam
pembahasan mengenai profil dari
mereka. Jadi, Geng Sentos Sosilal ini
adalah perusahaan yang berdiri sejak ee
bulan Agustus tahun 2002 yang merupakan
perusahaan di bidang oil seal. Nah,
mereka itu adalah eh perusahaan yang
dipercaya sebagai autoris distributor
Knock Oil Seal di Indonesia. Nah, karena
sudah lama bergelut di bidang ini,
perusahaan tersebut mengklaim kalau
Sentoso Seal ini adalah pelaku usaha di
bidang oil seal terbesar di Indonesia
loh, Geng. Jadi, bukan sembarangan nih.
Mulai dari tahun 2007 sampai terakhir
tahun 2014 secara berturut-turut Sentoso
Seal ini dinobatkan sebagai
distinguished distributor di wilayah
Asia Tenggara oleh principal mereka. Itu
artinya Sentos Sosial ini menjadi
distributor yang berprestasi dan
berdedikasi. Jadi dari sini kita bisa
lihat kalau Indie bukan perusahaan
bodong, bukan perusahaan abal-abal. Ini
adalah perusahaan resmi yang besar.
Terus, Geng, sejauh pencarian gua nih,
Geng, ya. Ee si pemiliknya atau si
bosnya ini yang bernama Handy itu punya
Facebook, Geng. Nah, Facebook-nya kalian
bisa lihat. Nah, sementara istrinya
Diana itu punya Facebook juga. Dan di
postingan akun Facebook tersebut,
ternyata Diana pernah memposting laporan
terhadap Pak Armuji di sana. Terus
selain itu, Diana juga punya akun TikTok
dan saat ini akun TikTok-nya udah
digembok. Nah, namun menurut informasi
yang gua dapatkan sebelum akunnya
digembok, kita bisa melihat berbagai
konten Diana yang memperlihatkan gaya
hidupnya yang glamor dan mewah banget.
Nah, dia menggunakan berbagai koleksi
outfit bermerek sampai dengan datang ke
acara-acara mewah non eksklusif. Untuk
kehidupan pribadi mereka seperti
pendidikan mereka dan segala macam itu
ya enggak diketahui secara pasti karena
memang mereka sangat menjaga privasi
mereka dari sorotan publik. Nah, namanya
pun baru mencuat ketika kasus yang
menyangkut perusahaannya menjadi viral
di mana-mana. Nah, kasus ini saat ini
udah terdengar sampai tingkat DPRD
Surabaya. Dan untuk bisa menyelesaikan
kasus ini, DPRD Surabaya akhirnya
mengadakan rapat dengar. Nah, rapat itu
dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk
puluhan korban, Dinas Perindustrian dan
Tenaga Kerja atau Disperinaker Surabaya
dan Provinsi Jawa Timur. Dan Diana pun
juga hadir di dalam rapat dengar
tersebut. Nah, rapat dengar ini
berlangsung selama kurang lebih 2 jam.
Dan di dalam rapat dengar, Diana ini
membantah semua kalau dia menahan
ijazah, terus juga ee apa ya? Ya, segala
tuduhan itulah. Walaupun para pegawainya
memiliki bukti secara tertulis mengenai
penyerahan ijazah tersebut. Dan selama
rapat itu Diana juga bersikap tertutup.
Nah, misalnya ketika dia ditanya nih
kayak alamat perusahaan serta aduan
mengenai tekanan terhadap pegawainya dia
ketika korban menunjukkan bukti kalau
bukti penahanan ijazah itu ada, Diana
bilang kalau pihak perusahaan enggak
pernah menandatangani surat tersebut.
Bahkan geng Diana justru menantang balik
para karyawan yang mau ngelapor ke
polisi. Nah, namun dia mengancam kalau
Diana terbukti enggak bersalah, maka
mantan karyawannyaalah yang bakal
dilaporkan ke polisi. Waduh. Dan karena
persoalan ini masih kunjung tidak
terselesaikan, akhirnya Gubernur Jawa
Timur yaitu Ibu Kofifah Indar Parawansa
sampai turun tangan jadi panjang. Dan
menurut beliau, Diana ini bersi keras
tidak mengetahui keberadaan dari
ijazah-ijazah para mantan karyawannya
tersebut karena hal itu menjadi urusan
bagi HRD. Nah, sementara itu, staf HRD
yang bertanggung jawab atas perekrutan
karyawan tersebut saat ini udah
mengundurkan diri. Dan sebagai
penyelesaiannya, BUKO FIFA akhirnya
memerintahkan untuk mengurus penerbitan
kembali ijazah dari 31 karyawan yang
sudah terlanjur ditahan oleh perusahaan.
Gila. Dan sebagai tindak lanjutnya di
snaker Jawa Timur sudah berkoordinasi
dengan POSCO Pengaduan Kota Surabaya dan
memanggil pihak perusahaan ini ke kantor
Disnaker Jawa Timur pada tanggal 21
April tahun 2025 untuk mendapatkan
keterangan yang dibutuhkan agar ijazah
bisa diproses
penerbitannya. Gila, hilang loh ijazah
orang sampai diterbitkan baru loh. Dan
untuk saat ini pemerintah Kota Surabaya
udah menyegel gudang dari Sentoso Seil
ini. Gudang yang berlokasi di komplek
pergudangan Suri Mulia Permai. Margo
Mulyo, Surabaya itu udah mulai didatangi
oleh polisi dan Satpol PP pada jam 0.30
pagi di tanggal 22 April tahun 2025.
Petugas menempelkan stiker penyegelan
dan garis polisi di sana. Dan pada saat
disegel terlihat seorang karyawan yang
berjaga di sana. Dan karyawan tersebut
mengatakan enggak ada orang atau
karyawan selain dia di dalam gudang ini.
Dan gudang juga enggak bisa dibuka
secara diam-diam karena gudang tersebut
digembok dengan rantai. Nah, lalu
berdasarkan informasi yang didapatkan
oleh pihak pemerintah Kota Surabaya,
ternyata Sentos Sosil ini enggak punya
izin dan tanda daftar gudang atau TDG
dan juga nomor induk berusaha atau NIB.
Padahal TDG dan NIB ini wajib dimiliki
sesuai dengan ketentuan Kementerian
Perdagangan atau Kemendak. Sementara
Sentos Sosil cuma punya surat keterangan
rencana kota atau SKRK pada tahun 2012
dan juga di saat itu mereka memiliki
izin mendirikan bangunan atau IMB tahun
2013. Nah, agar bisa beroperasi kembali
Sentos ini terlebih dahulu harus
mengurus perizinan ya baru setelah itu
bisa
beroperasi. Di sisi lain, pihak
kepolisian menyebutkan sudah menerima
konsultasi dari pengacara korban untuk
mengirim somasi ke perusahaan. Jadi
kasus ini masih berjalan, Geng. dan kita
tunggu aja perkembangannya. Nah,
kebayang ya, Geng? Disegal sebentar
terus ngurus izin bisa jalan lagi. Kayak
rasanya kan enggak adil banget.
Seharusnya ya ada hukuman nih yang
terjadi di sini nih kepada si pelaku dan
para korban mendapatkan
keadilan. Nah, itu dia geng pembahasan
kita kali ini mengenai kasus dari
Sentoso Seal, perusahaan yang menahan
ijazah para karyawan dan kelakuan dari
pemiliknya yang dikatakan tidak
menghormati pejabat setempat. Apakah di
antara kalian ada yang pernah bekerja di
sana atau mungkin mengenal para pekerja
ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:02 UTC
Categories
Manage