Transcript
MzbEkOLkUJA • A MYSTERIOUS ISLAND NEAR INDONESIA! BECAME A PLACE FOR AMERICAN TERRORIST MASSACRE | DIEGO GARCIA
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1412_MzbEkOLkUJA.txt
Kind: captions
Language: id
Geng, kalian pernah dengar enggak ada
sebuah pulau namanya itu Diego Garcia?
Ya, mungkin sebagian besar di antara
kalian belum pernah mendengar, bahkan ya
belum pernah tahulah tentang hal ini. Ya
memang cerita mengenai pulau ini tuh
banyak disembunyikan. Soalnya Diego
Garcia ini bukanlah sebuah pulau seperti
Maldiv atau Bali atau Lombok, enggak
yang kayak gitu. Padahal nih, Geng, ya.
Padahal nih, ini pulau letaknya dekat
banget dari negara kita. dari Indonesia,
terus dari Malaysia juga dekat, tapi
kayak asing banget apalagi penamaan dari
pulau ini tuh terlalu Spanyol gitu ya,
Diego Garcia ya kan, padahal dekat
banget sama negara
kita. Diego Garcia ini geng, merupakan
pangkalan militer rahasia milik Inggris
dan juga Amerika. Kalau pangkalan
militer ya pasti kalian bakal
ngebayangin kayak Area 51 atau area 51
yang di mana banyak operasi-operasi
rahasia di sana dan disembunyikan untuk
alasan ya pertahanan negara mereka. Nah,
namun berbeda dengan Diego Garcia ini
mulai banyak terdengar cerita-cerita
tentang yang terjadi di pulau tersebut
gara-gara udah banyak apa ya kayak
korbannya gitu. Udah banyak orang-orang
yang mulai mengungkap misteri di balik
pulau ini. Seperti salah satunya pulau
ini menjadi tempat untuk menampung
orang-orang yang diculik dan ditahan di
sana. Terus juga penduduk asli pulau
tersebut juga diusir dari tanah mereka
sendiri oleh Inggris. Dan setelah itu
Inggris menguasai ee tanah tersebut. Dan
masih banyak lagilah isu-isu tentang
pulau
ini. Karena pendudukan Inggris di pulau
tersebut. Saat ini Inggris itu sedang
menghadapi tekanan karena diminta untuk
melepaskan pulau Diego Garcia ini ke
negara Mauritius. Karena sebelumnya
pulau tersebut adalah bagian dari
Mauritius. Nah, nama Mauritius aja
jarang banget kita dengar ya, tapi
ada. Dan di video kali ini gua bakal
membahas nih mengenai selukbeluk dari
pulau Diego Garcia ini. Dan kita akan
menguraikan satu persatu mengenai
misteri di pulau tersebut. Nah, yang
mana di pulau ini banyak sekali
tersimpan misteri-misteri yang belum
terungkap. Dan salah satu nih yang
paling heboh di saat itu adalah e pernah
ada isu tentang hilangnya sebuah pesawat
yaitu MH370 Malaysian Airlines. Dan ada
sebuah teori konspirasi yang
menghubungkan pulau Diego Garcia ini
dengan hilangnya pesawat tersebut. Itu
pernah e dibahas. Nah, tapi apakah
memang demikian semisterius itu Pulau
Diego Garcia ini? Sekarang kita bakal
bahas. Oke, halo geng. Welcome back to
Kamar
[Musik]
Jerry. Oke, untuk mengawali pembahasan
ini, kita enggak langsung membahas
tentang sejarah Diego Garcia dulu. Kita
akan bahas dulu dari angle misteri di
pulau ini supaya kalian paham dulu nih
kenapa gua tertarik untuk membahas pulau
ini. Nanti baru sejarahnya di belakang.
Jadi kalian bakal paham juga kenapa
pulau yang letaknya dekat dari Indonesia
ini justru dimiliki oleh Inggris dan ya
berada di bawah tangan Amerika saat ini.
Oke, nah sekarang kita akan masuk ke
dalam misteri Pulau Diego Garcia yang
dikatakan sebagai pangkalan militer
Amerika yang sangat menyeramkan. kita
bahas. Jadi, Gengs, sebagai sebuah
tempat yang dijadikan sebagai pangkalan
militer, akses untuk menuju ke Diego
Garcia ini enggak dibuka buat umum atau
komersil. Sehingga enggak sembarangan
orang yang bisa masuk ke sana. yang mau
masuk ke sana harus punya izin yang
hanya diberikan kepada orang-orang
terkait fasilitas militer aja atau
otoritas Inggris yang mengelola wilayah
itu. Bahkan wartawan aja nih enggak
boleh meliput ke sana, Geng. Apalagi e
nerbangin drone, ya. Enggak boleh tuh.
Takutnya nanti kayak di Bromo tiba-tiba
ada pohon ganjo yang dibawa oleh
burung gitu maksudnya. Oke. Nah, di saat
itu ada salah satu media yang paling
berani yang kita kenal dengan nama BBC.
Nah, mereka ini berhasil mendapatkan
akses dan datang ke Diego Garcia.
Pengacara pemerintah Inggris sempat
mengajukan gugatan hukum untuk mencoba
memblokir si BBC ini supaya mereka
enggak bisa datang ke sana. Nah, bahkan
setelah putusan Mahkamah Agung
memberikan akses ke BBC, Amerika menolak
kehadiran BBC ini di sana. Saking
takutnya mereka ya, rahasia mereka
terbongkarlah di dalam itu. Pihak
Amerika bilang kalau ggak akan
menyediakan makanan, transportasi atau
akomodasi bagi setiap orang yang mencoba
datang ke Diego Garcia. Jadi ancamannya
itu enggak bukan ancaman bakal gua
habisin lu, gua bunuh lu. Enggak. Tapi
gua enggak kasih makan lu ya, enggak
kasih transportasi ya, akomodasi lu
enggak ada gitu. Nah, buat seorang
wartawan ya, apalagi media BBC mereka
tuh kayak, "Oh, no worry jalan kaki gua
juga hajar, enggak makan 2 hari juga gua
hajar." Karena para wartawan ini kan
memang mereka tuh haus akan berita, ya
kan? Jurnalis-jurnalis BBC ini haus akan
berita. Mereka enggak perlu ee
diiming-imingkan dapat makan atau
transportasi. Mereka maksa. Bahkan kalau
di medan perang mereka berani bertaruh
nyawa buat ngeliput. Nah, apalagi kalau
cuma ancaman kayak gitu doang. Terlepas
dari betapa sulitnya jurnalis BBC masuk
ke dalam pulau tersebut, tapi akhirnya
mereka berhasil. Mereka berhasil
menjelaskan dan membagikan gambar
mengenai kondisi yang ada di Diego
Garcia
ini. Ini seru nih, Geng. Jadi, Geng,
ketika mereka memasuki landasan pacu di
samping pesawat itu terdapat hanggar
dengan papan bergambar bendera Amerika
dan juga Inggris dengan slogan Diego
Garcia jejak kebebasan. Wah, dalam nih
kalimatnya nih. Nah, itu adalah satu
dari banyaknya papan penanda dengan
slogan kebebasan di pulau tersebut yang
menjadi jejak kehadiran pangkalan
militer Inggris Amerika yang ada di
sana. Dan ketika melewati pemeriksaan
keamanan bandara dan sepanjang jalan itu
pengaruh Amerika dan Inggris tuh ada di
mana-mana. Jadi kayak apa ya?
Slogan-slogan Amerika dan Inggris tuh
banyak banget. Udah kayak negara
sendirilah mereka buat di sana. Mata
uang yang digunakan di sana itu adalah
dolar Amerika. Bahkan colokan listriknya
pun nih ya sehal yang kecil gitu ya itu
menggunakan model dari colokan listrik
Amerika ya. Walaupun wilayah ini masih
dikelola oleh Inggris, namun sebagian
besar personil dan sumber daya di sana
berada di bawah kendali Amerika Serikat.
Karena kan ya nanti gua akan cerita nih
kenapa kok ee pengaruh Amerika besar
banget di sana. Terus geng fasilitas di
sana cukup lengkap seperti ada lapangan
tenis. Terus banyak juga yang sampai
berselancar atau surfing. Terus ada
bioskop juga. Tempat main bowling juga
ada. Dan museum juga lengkap dengan toko
souvenir yang ada di dalamnya. Tapi
kalau kalian berpikir di mana letak
seramnya? Karena kan semua fasilitas itu
kan mewah, enak tuh kayak di kota-kota
ya. Jangan salah, fasilitas itu tidak
diperuntukkan untuk orang yang menjadi
apa ya kayak ee pesakitannya gitu atau
korban-korban yang ya gitulah. Tapi itu
untuk e para anggota militernya ya kan
mereka juga punya keluarga ya kan.
Anggota-anggota militernya ini pasti
bawa keluarganya ke sana dan mereka
butuh hiburan dan itulah yang bisa
mereka nikmati. Terus gak yang berlanjut
nih ada toko-toko yang menjual
pernak-pernik seperti kaos bermerek
Diego Garcia yang dijual di sana dan di
sana juga ada restoran fast food seperti
Jack's Place dan lain-lain lah yang
berbau Amerika. Namun geng walaupun yang
dilihat oleh para jurnalis ini kayaknya
tuh mirip banget sama Amerika enggak ada
seram-seramnya. Nah, tapi eksplorasi
yang mereka lakukan ini juga menjadi
tidak tenang buat mereka karena mereka
ini selalu diingetin kalau mereka berada
di tempat yang sangat rahasia. Pangkalan
militer Amerika yang sangat rahasia dan
ya jangan
sembarangan. Diego Garcia sendiri itu
menjadi pangkalan militer yang
benar-benar penting, terutama karena
posisinya yang berada di Samudera Hindia
dan fasilitas-fasilitas yang ada di sana
yang mencakup pelabuhan, gudang, serta
lapangan terbang. Nah, pangkalan
tersebut merupakan salah satu dari
sangat sedikit tempat di dunia yang bisa
memuat ulang kapal selam dengan senjata
seperti rudal haw dan juga
peralatan-peralatan lain atau perbekalan
militer Amerika untuk kondisi darurat.
Nah, jadi itu ibaratnya gini, kalau
Amerika mau perang nih misalnya ke Irak
atau perang ngebantu Isriwel gitu, nah
bahan dari senjata mereka itu disimpan
tuh di pulau Diego Garcia, banyak di
sana. Dan kalian bisa lihat aja untuk
memuat ulang atau mengisi ulang
persenjataan kapal selam aja bisa di
Diego Garcia. Berarti ya ini memang
pulau andalannya Amerika yang bahkan
letaknya dekat banget dari negara kita
ya kan. Diego Garcia itu juga dijadikan
sebagai lokasi penting untuk pelacakan
dan observasi ruang angkasa kayak Area
51, area 51. Nah, terus kapan nih
semenjak kapan pangkalan Diego Garcia
ini benar-benar difungsikan? Ya, salah
satunya nih pernah ketika terjadi
revolusi Islam Iran pada tahun 1979 yang
menggulingkan Syah dan mengubah peta
dari aliansi global dan membuat Diego
Garcia mengalami perluasan terbesar dari
semua lokasi militer Amerika sejak
perang Vietnam. Nah, kemudian ketika
peristiwa 911 pada tahun 2011, pangkalan
tersebut juga menjadi yang tersibuk.
Jadi walaupun jauh dari Amerika tapi ini
benar-benar diandalkan oleh Amerika. Di
dalam beberapa minggu setelah serangan
911, pangkalan tersebut diperluas hingga
menampung 2000 personil angkatan udara
tambahan dikumpulin di sana. Dan menurut
isu yang beredar, Diego Garcia ini
dijadikan sebagai tempat atau fasilitas
yang digunakan oleh Amerika untuk
menampung dan menginterogasi pasukan
dari Al-Qaeda yang berhasil mereka
tangkap.
Ya, orang-orang yang berjuang yang
mereka anggap teroris itu enggak mereka
siksa, enggak mereka eksekusi di negara
mereka, enggak dieksekusi juga dari
negara asal si orang yang ditangkap itu,
tapi justru diterbangkan di bawa ke
Diego Garcia dulu. Di situlah baru
dihajar habis-habisan. Pernah kebayang
enggak tuh, Geng, pulaunya, tempat
mereka mengeksekusi Alqaeda ini letaknya
ada di dekat negara kita ini. Gua rasa
nih pasti ada nih nelayan-nelayan yang
pernah nyasar ke daerah pulau itu nih.
Karena saking dekatnya gitu. Tapi geng,
selama bertahun-tahun baik dari pejabat
Amerika dan juga Inggris sama-sama
menyangkal, sama-sama menutupi kalau
Diego Garcia ini mereka pakai untuk
menampung para tahanan teroris dan
orang-orang yang mereka siksa, gitu.
Terus di tahun 2004, menteri luar negeri
Inggris yang di saat itu bernama Jack
Stra menyatakan bahwa otoritas Amerika
sudah berulang kali meyakinkan Inggris
kalau enggak ada tahanan yang pernah
datang ke Diego Garcia, katanya. Nah,
tapi di tahun 2007 Dicky Marty yang
merupakan mantan jaksa Swiss yang
ditunjuk sebagai ahli oleh Dewan Eropa
itu melaporkan kalau dia sudah menerima
konfirmasi yang sama dari berbagai pihak
kalau lembaga-lembaga yang ada di
Amerika sudah menggunakan Diego Garcia
untuk dijadikan tempat menampung
tahanan-tahanan dan diperlakukan dengan
kejam di sana. Nah, beberapa bulan
kemudian pelapor khusus PBB untuk
penyiksaan yang bernama Manfreg Novak
itu mengungkap bahwa dia juga sudah
mendapatkan bukti kalau Diego Garcia
memang digunakan untuk menahan para
tersangka teroris dan banyak dari mereka
yang sudah dihajar habis-habisan.
Mukanya bahkan ada yang enggak mirip
lagi dengan manusia gitu karena setiap
hari mendapatkan penyiksaan.
[Musik]
Terus kemudian geng, di tahun 2008,
seorang mantan direktur CIA yang bernama
Michael Hidden itu eh mengatakan kalau
awalnya pemerintah Amerika itu ngasih
informasi yang salah ke Inggris mengenai
penggunaan Diego Garcia dalam program
rahasia mereka. Jadi, dilal-dealan awal
tuh enggak kayak gini. Nah, ini sedikit
gua bocorkan ya. Diego Garcia ini punya
Inggris, Geng, ya. Dicaplok oleh Inggris
dari negara jajahan mereka namanya
Mauritius. Nanti gua akan ceritakan deh
di bawah kenapa ada Amerika. Karena
Amerika nyewa nih ke Inggris dan di saat
itu deal-dealan Amerika ke Inggris
enggak untuk penyiksaan, enggak untuk
pangkalan militer yang benar-benar
difokuskan segila itu, gitu. Nah, mereka
awalnya mengklaim kalau enggak ada
tahanan yang dibawa ke pulau itu. Tapi
kemudian ya akhirnya mereka mengakui
kalau memang ada penerbangan Rendisi
yang membawa tersangka teroris sempat
mendarat di Diego Garcia pada tahun
2002. Ya, awalnya cuma pengin pangkalan
militer, tempat latihan, tempat nyimpan
senjata, tapi justru dijadikan tempat
eksekusi. Nah, sedikit gua jelaskan nih
penerbangan Rendisi itu ya itu adalah
penerbangan rahasia yang digunakan oleh
pemerintah terutama oleh badan intelijen
seperti CIA untuk memindahkan tersangka
teroris atau individu tertentu secara
diam-diam ke negara lain tanpa adanya
proses hukum yang transparan. Kalau
dibilang jahat, ya jahat. Hak hidup
orang nih disikat habis sama mereka.
Katanya teroris tapi belum tentu
terbukti ya. Yang penting udah ketangkap
di bawah dulu. Nah, kenapa Diego Garcia?
Ya, penerbangan Rendisi ini kenapa ke
Diego Garcia? Alasan ngelesnya Amerika
bilang waktu itu pesawatnya mau ngisi
bensin dulu, ngisi bahan bakar. Nah,
tapi kemudian ada bukti nih yang
menunjukkan kalau peran dari Diego
Garcia jauh lebih besar daripada yang
diakui oleh Amerika ini. Bukan cuma
tempat untuk ngisi bensin, tapi justru
dijadikan penjara terkejam oleh Amerika.
Dan Inggris sebenarnya udah tahu hal
tersebut karena udah ada buktinya.
Terus, Geng, ketua komite intelligence
Senat Amerika itu mencoba untuk
menyelidiki lebih lanjut mengenai
keterlibatan pangkalan militer tersebut
dalam pemindahan tahanan mereka. Pada
saat itu dikabarkan kalau diplomat
Inggris mengadakan lebih dari 20
pertemuan dengan anggota senat untuk
melobi agar peran Inggris di dalam hal
ini enggak dibocorin. Namun, berdasarkan
laporan rahasia Senat tersebut menemukan
kalau program penculikan dan penyiksaan
yang dilakukan oleh Amerika adalah kerja
sama yang penuh dari pihak Inggris.
Jadi, Inggris sendiri tuh sebenarnya
imposter. Jadi, sebenarnya mereka tuh
tahu tapi pura-pura enggak tahu. Nah,
jadi Amerika tuh, Geng, kayak jadi
cepunya gitu, Geng. Padahal sebenarnya
ya Amerika sendiri yang turut andil,
tapi dia yang jadi cepu sekaligus cuci
tangan. Nah, karena hal ini Inggris
terus-menerus dicecar oleh banyak pihak.
Kantor Luar Negeri Inggris mengklaim
kalau dokumen-dokumen yang mengungkap
keterlibatan Inggris dengan segala
sesuatu yang terjadi di Diego Garcia ini
udah hilang. Alasannya apa coba? Karena
ketumpahan air makanya rusak dokumennya.
Paling bisa pakai gaya-gaya pemerintah
kami dong di Konoha. Dibakar gedungnya
biar dokumennya tuh kebakar gara-gara
ada pekerja
ngerokok. Keng nih. Masa cuma ketumpahan
air? Gimana, Geng? Menurut kalian tuh
dokumen penting aja alasannya sampai
ketumpahan air, ya kan? Nah, fakta
berbeda diungkap nih oleh Partai
Demokrat Liberal, Partai Oposisi
Inggris. Mereka bilang kalau mereka tuh
udah menemukan bukti kalau pemerintah
Inggris sendiri yang secara sistematis
menghancurkan catatan penerbangan untuk
Diego Garcia. Ya, tujuannya apa? Untuk
eh menyamarkan kejahatan kemanusiaan
yang mereka lakukan bersama Amerika.
Tapi, Geng, walaupun sudah banyak pihak
yang membocorkan mengenai Diego Garcia
yang dijadikan sebagai tempat penahan
seperti kesaksian dari Kolonel Wilkerson
membantah segala klaim yang mengatakan
kalau enggak ada tahanan di Diego
Garcia. Sehingga kalau ada yang
membantah berarti pihak tersebut
berbohong atau telah dibohongi dengan
informasi yang salah. Nah, Wilkerson ini
bahkan meminta agar pemerintah Inggris
untuk berkata yang sejujurnya berterus
terang mengenai peran Inggris di dalam
program penyiksaan yang dilakukan oleh
CIA kepada para tersangka di Diego
Garcia ini. Nah, kemudian ada lagi nih
Barry McCfrey seorang pensiunan jenderal
Amerika Serikat berbintang empat. Dia
ini sudah dua kali berbicara mengenai
penggunaan Diego Garcia sebagai
fasilitas penahanan bagi para tersangka.
Meskipun Pengadilan HAM Eropa udah
menghukum beberapa negara anggotanya
karena sudah bekerja sama dengan program
penahanan dan penyiksaan ini, tapi belum
ada orang-orang yang terlibat di dalam
pemindahan penahan serta penyiksaan para
tahanan di Diego Garcia yang diadili
atas tindakan mereka. Nah, kebayang tuh,
Geng, ada sebuah pulau di dekat negara
kita yang ternyata selama ini dijadikan
e sebagai tempat
pembantaian. Ini hati-hati nih buat
kalian nih yang mungkin orang tuanya
atau kalian sendiri yang ee apa bekerja
sebagai nelayan gitu ya. Itu takutnya
nanti kesasar ke sana. Seram banget.
Jangan sampai. Oke. Nah, itu adalah
misterinya dan juga beberapa ee kasusnya
lah ya yang sampai sekarang tuh belum
mendapatkan keadilan. Tapi menurut gua
juga ya siapa sih yang mau ngadili
Amerika dan Inggris negara kuat ini ya
kan ya ngarep aja kita. Sekarang gua
pengen ngajak kalian untuk bercerita
mengenai kependudukan Inggris atas pulau
Diego Garcia ini ya. Karena mereka
menjajah sebuah negara yang bernama
Mauritius. Dan setelah mereka jajah
Mauritius, mereka kosongkan pulau Diego
Garcia ini terus mereka sewain ke
Amerika. Gila banget enggak tuh? Nah,
sekarang kita
bahas. Jadi geng Diego Garzia ini adalah
sebuah pulau yang masuk ke dalam daftar
pulau paling terkecil di dunia. Letaknya
berada di Samudra Hindia persis di
antara negara kita dengan Afrika. Nah,
jadi dari Indonesia itu dekat banget ke
sana. Padahal dekat dengan negara kita,
tapi sedikit banget orang Indonesia yang
tahu keberadaan dari pulau ini. Pulau
ini memiliki keindahan alam yang cantik
banget karena banyak tumbuhan yang
tumbuh subur di sana. Pasir pantainya
juga berwarna putih bersih dan gak ada
sampah yang berserakan di sana karena
memang ya bisa dikatakan belum terjamah
oleh orang-orang yang pengin berwisata
lah. Dan Diego Garcia juga menjadi rumah
bagi kepiting kelapa yang dikenal
sebagai antropoda darat terbesar di
dunia. Di balik keindahan alamnya, pulau
ini memiliki cerita kelam di balik ya
sejarahnya, Geng. Jadi, geng, Pulau
Diego Garcia ini pertama kali itu
ditemukan oleh bangsa Portugis di awal
abad ke-16. Jadi, makanya kenapa namanya
Diego Garcia, Spanish banget, Portugis
banget gitu. Dari perjalanan panjang
sejarah Pulau Diego Garcia ini, pulau
ini adalah bagian dari wilayah negara
yang bernama Mauritius. Di Mauritius ini
ada sebuah kepulauan lagi yang bernama
Kepulauan Cagos yang kemudian diambil
alih oleh Inggris. Pada saat itu,
Inggris ini setelah mencaplok nih bagian
dari negara Mauritius tadi, mereka
segera melakukan pengusiran terhadap
penduduk-penduduk setempat yang
jumlahnya lebih dari 1000 orang. Ya,
kalian bayangkan aja tuh orang punya
pulau gitu ya, warga pulau tersebut itu
diusir. Ke mana mereka harus pergi
enggak tahu. Yang jelas mereka diusir.
Enggak boleh berada di tanah mereka
sendiri. Alasan Inggris di saat itu
mereka itu ingin membangun pangkalan
militer di pulau tersebut. Dan penghuni
Kepulauan Cagos ini sendiri adalah
orang-orang yang sebelumnya dibawa dari
Madagaskar dan juga Mozambik untuk
bekerja sebagai budak di perkebunan
kelapa di bawah kekuasaan Prancis dan
juga Inggris. Para budak tersebut
kemudian hidup dan memiliki budayanya
sendiri di sana dan memiliki bahasa yang
baru. Nah, setelah diperbudak udah
beranak pinak barulah diusir oleh
Inggris. Nah, jadi ceritanya ya mereka
ini bukan keturunan asli tanah tersebut
juga.
Dan Diego Garcia ini adalah satu dari
sekitar 60 pulau yang ada di Kepulauan
Cagos, Geng. Nah, jadi ada sebuah memo
kantor urusan luar negeri Inggris dari
tahun 1966. Di situ ee dinyatakan nih
dengan jelas gitu ya, tujuan Inggris di
pulau itu adalah untuk mengumpulkan
batu-batu yang akan seterusnya menjadi
milik kita. Wah, tulisannya kayak gitu
tuh. Dan ada lagi tulisannya, enggak
akan ada penghuni asli yang tersisa
kecuali burung camar. Jadi di kantor
memo milik Inggris ini ya udah jelas
gitu ya bahwa mereka pernah punya misi
tersebut di Pulau Diego Garcia ini. Dan
dari tulisan itu kita bisa lihat geng
kalau memang maksud dari Inggris adalah
untuk menguasai Kepulauan Cagos tanpa
menyisakan penghuni. Jadi enggak ada
satuun manusia lain di sana. Kemudian
orang-orang Inggris ini juga rasis
banget ke penghuni asli. Seperti yang
dikatakan oleh diplomat Inggris yang
mengatakan kalau pulau-pulau Cagos itu
hanya dihuni oleh beberapa Tarzan atau
pekerja pria yang asal-usulnya enggak
jelas. katanya. Jadi kayak enggak
dianggap sebagai setara dengan mereka.
Nah, terus geng ada dokumen pemerintah
lainnya dari Inggris itu mengatakan
kalau pulau-pulau tersebut dipilih bukan
karena lokasinya yang strategis, tapi
justru karena penduduknya sedikit. Jadi
gampang untuk diusir. Nah, bukan karena
strategis. Kalau strategis dari mana
strategisnya? Jauh banget dari Inggris
gitu. Tapi karena terpencil pulaunya,
penghuninya sedikit bisa diusir. Nah,
mereka menjadikan itu sebagai tempat
untuk eksekusi tempat rahasia
mereka. Terus, Geng, tadi di awal gua
bercerita bahwa tempat ini akhirnya
dicaplok juga oleh Amerika. Nah, kapan
nih Amerika masuk ke Diego Garcia ini?
Bukankah ini punya Portugis selalu jatuh
ke tangan Inggris? Nah, dikatakan nih,
Geng, di dalam sebuah buku yang berjudul
Island of Shame, Amerika datang karena
Inggris menyewakan pulau-pulau yang ada
di Kepulauan Cagos kepada mereka. Kacau
enggak tuh, Inggris nih? Siapa nih yang
suka ngomong-ngomong ee teroris gini,
tanah orang dicaplok nih. Mencaplok
tanah sebenarnya Inggris. Amerika bukan
tanah mereka, tapi bisa jadi tanah
mereka karena dicaplok. Australia bukan
tanah mereka, tapi bisa jadi tanah
mereka untuk dicaplok. Terus Diego
Garcia ini punya Mauritius. Nama negara
tuh Mauritius. Dicaplok juga sama mereka
dan mereka bisa-bisanya menyewakan
pulau-pulau tersebut ke negara lain
yaitu ke Amerika. Jadi Inggris ini
mengambil keuntungan di atas penderitaan
si pemilik asli pulau tersebut. Nah,
terus Geng rencana penyewaan pulau itu
dikarenakan ada gerakan dekolonisasi
yang sedang berlangsung dan berkembang
pesat sehingga mengkhawatirkan Inggris.
Nah, namun di sisi lain Amerika juga
khawatir bakal kehilangan akses ke
berbagai pangkalan militer di seluruh
dunia. Makanya Amerika mau nih nyewa
pulau itu ke Inggris supaya mereka bisa
bikin pangkalan militer mereka di sana.
Dari banyaknya pilihan Amerika untuk
membangun ee pangkalan militer mereka,
nah Diego Garcia ini adalah salah satu
dari banyaknya pulau yang mereka
pertimbangkan untuk jadi e pangkalan
militernya. Dan pulau tersebut jadi
pilihan utama karena populasi di sana
relatif sedikit dan lokasinya yang
memang di tengah-tengah Samudera Hindia.
Jadi menurut mereka nih cocok nih untuk
menguasai daerah tersebut dan membuat
program-program mereka ya ke
negara-negara tetangganya yang termasuk
ke negara kita juga. Makanya pernah ada
isu bahwa di zaman pemerintahan Presiden
Soekarno sebenarnya negara kita itu
pernah disisipi oleh CIA. Dari mana CIA
kok bisa masuk ke negara kita? Dari mana
mereka mengintai? Jawabannya adalah dari
pangkalan militer mereka yang dekat
dengan negara kita. Salah satunya adalah
Pulau Diego Garcia ini, geng. Tanpa kita
ketahui selama
ini. Sementara bagi Inggris, selain
karena alasan finansial, penyewaan Diego
Garcia ini membuat mereka bisa
mempertahankan hubungan erat mereka
dengan Amerika. Jadi ada apa ya
keterkaitan lah. Ini kan gua udah
nyewain ke el, lu jangan macam-macam ya
ke gua gitu. Padahal ya dulunya tuh
Inggris kan gede banget. Semenjak
Amerika berdiri ya Inggris ini rada-rada
memperhitungkan Amerika juga karena ya
itu merupakan warga mereka sendiri yang
memberontak dan membentuk negara
sendiri. Dan ya, Inggris gak bisa
macam-macam sama Amerika. Makanya mereka
berusaha buat ngejaga hubungan itu.
Sebagai bagian dari perjanjian
penyewaan, Amerika ini setuju untuk
menjual rudal nuklir Polaris ke Inggris
dengan potongan harga sampai dengan 14
juta dolar di masa itu di tahun 1966.
Nah, kalau saat ini mungkin setara
dengan 135,6 juta dolar atau setara
dengan 2,1 triliun lah potongannya. Nah,
jadi Inggris ini tergiur nih. Oh, boleh
nih kita bisa dapat senjata. Dan setelah
itu pada tahun 1967 pengusiran penduduk
di Kepulauan Cagos ini dimulai.
Hewan-hewan peliharaan termasuk anjing
ditangkap serta dieksekusi oleh Inggris
supaya apa? Ya, supaya itu pulau bersih.
Dan menurut kesaksian dari sejumlah
penduduk Cagos, saat itu mereka digiring
ke kapal kargo dan dibawa ke bagian
negara Mauritius yang lain atau juga ke
daerah Seels. Dan mulai sejak itu, Geng,
Diego Garcia resmi disewakan oleh
Inggris kepada Amerika untuk dijadikan
pangkalan militer rahasia. Nah, supaya
Amerika bisa mengintip ee negara-negara
di sekitarnya, salah satunya Afrika dan
juga Indonesia. Nah, terus geng
penyewaannya itu durasinya cukup lama
yaitu 50 tahun dengan opsi perpanjangan
selama 20 tahun. Perpanjangan tersebut
sudah dilakukan hingga masa sewa itu
bakal berakhir di 2036. Jadi kalau
kalian berpikir ini adalah cerita lama,
kalian salah sampai sekarang ini masih
ada. Jadi kalau kalian bertanya-tanya
gimana ya kalau suatu hari Amerika
nyerang negara kita, bisa enggak ya?
Jawabannya bisa. karena mereka ada di
pulau yang dekat banget dengan negara
kita, yaitu Diego Garcia
tadi. Tapi geng, di dalam perjalanannya,
negara Mauritius yang tadinya itu
dijajah oleh Inggris, akhirnya mereka
merdeka dari Inggris tepatnya pada tahun
1968. Yang mana itu setelah mereka
melepaskan klaim kedaulatan mereka atas
Kepulauan Cagos. Kemudian Mauritius ini
sendiri yang mengizinkan pangkalan
militer Amerika untuk terus beroperasi
di sana. yang awalnya kan pulau itu ya
punya Inggris nih disewakan ke Amrik.
Terus kepemilikan Inggris atas pulau
tersebut udah selesai, udah ggak ada
lagi karena Mauritius udah bukan di
bawah jajahan mereka lagi. Akhirnya
pulau ini kembali ke pihak Mauritius dan
pihak Mauritius mengizinkan Amerika
untuk ya udah lu pakai aja terus. Toh lu
udah bayar sewa ke Inggris sampai 2036
kan pakai dulu aja. Nah kurang lebih
kayak gitu. Dan di dalam kesepakatan
antara penyewaan Diego Garcia terdapat
poin yang menyatakan kalau warga Cagos
yang diasingkan dari kepulauan tersebut
diizinkan untuk kembali ke pulau-pulau
Cagos yang lebih kecil, namun tidak keo
Garcia. Jadi mereka enggak boleh balik
ke Diego Garcia karena Diego Garcia ini
masih belum diizinkan untuk diakses
secara bebas atau enggak boleh bermukim
di sana. Dan kesepakatan ini tentu
enggak akan disepakati oleh PBB yang
sudah sejak lama menyerukan untuk
melakukan dekolonisasi secara utuh di
kepulauan tersebut. Banyak warga Cagos
yang sebenarnya ee mau balik lagi ke
tanah mereka, Geng. Tapi di sisi lain,
Amerika pastinya merasa lega karena
kesepakatan antara Inggris dengan
Mauritius sebagai jalan bagi mereka buat
mendirikan dan mempertahankan fasilitas
militer mereka di sana. Dan mereka
enggak bisa diganggu sama sekali. kacau
ya. Kalau giliran ada orang lain gitu
ya, mempertahankan tanahnya sendiri
dikatain teroris, dikatain ee apa ya ee
pemberontak gitu ya. Kalian pahamlah
yang mana yang gua maksud ya kan.
Giliran mereka nih nyaplok tanah orang
katanya untuk kepentingan keamanan
dunia. Huh emang Amerika nih paling bisa
gitu geng. Tapi singkat ceritanya, Geng,
Mauritius yang tadinya sudah melepaskan
klaim kedolatan mereka malah menyatakan
pulau-pulau di Cagos adalah milik
mereka. Di sisi lain, pemerintah Inggris
menyatakan kalau enggak ada keraguan
atas klaim di pulau-pulau tersebut yang
mana ya memang sudah berada di bawah
kedaulatan Inggris sejak tahun
1814. Dan memang hal tersebut udah
sesuai dengan apa yang diinginkan oleh
PBB. Nah, pengadilan tertinggi PBB pun
sudah memutuskan kalau administrasi
Inggris atas wilayah tersebut melanggar
hukum dan harus diakhiri. Jadi,
dikembalikan kepada si Mauritius ini.
Jadi, Inggris tuh enggak bisa ngeklaim
kayak gitu doang walaupun udah dari
tahun 1800-an kalian ngeklaim enggak
bisa kata PBB. Dan PBB mengatakan
Kepulauan Cagos harus diserahkan kembali
ke negara Mauritius untuk diselesaikan
proses dekolonisasi Inggris ini. Nah,
lalu menurut penasihat hukum senior di
Human Rights Watch yang bernama Clive
Baltwin, pengusiran paksa orang-orang
cagos oleh Inggris di masa itu supaya
bisa menyewakan pulau itu ke Amerika itu
termasuk ke dalam penganiayaan atas ras
dan upaya untuk mengusir warga asli dari
tanah mereka. Dan bahkan di saat itu
Inggris mencegah kepulangan mereka ke
tanah mereka sendiri. Itu adalah bagian
dari kejahatan terhadap kemanusiaan.
Nah, sementara orang-orang di Cagos udah
berjuang selama bertahun-tahun untuk
bisa balik lagi ke tanah mereka dan
mengambil lagi hak mereka. Lalu singkat
ceritanya nih, Geng, di tahun 2022,
Inggris akhirnya memberikan
kewarganegaraan kepada sejumlah orang
Cagos dan banyak dari mereka yang
kemudian akhirnya memilih untuk tinggal
di Inggris. Nah, jadi istilahnya tuh
gini. Ketika banyak orang yang ingin
kembali ke tanah mereka, Inggris ini
menawarkan kayak, "Lu gak usah minta
pulau lu lagi deh, lu mau enggak jadi
warganegara gua aja? Gua kasih nih
kewarganegaraan lu tinggal di Inggris.
Nah, ternyata banyak tuh yang mau ya
mereka berpikir kapan lagi gitu dengan
cuma-cuma diberikan kewarganegaraan
Inggris. Nah, akhirnya begitulah cara
Inggris tuh bisa meredam orang-orang
yang berusaha untuk mengambil kembali
pulau Diego Garcia ini dari mereka. Nah,
terus pada akhirnya nih setelah puluhan
tahun di tahun 2022, Inggris akhirnya ya
mau tidak mau setuju untuk membuka
negosiasi dengan Mauritius mengenai masa
depan dari Kepulauan Cagos ini. Menteri
luar negeri Inggris di saat itu yang
bernama James Cliverly itu bilang kalau
dia ya mau menyelesaikan semua masalah
ini yang belum terselesaikan puluhan
tahun karena mereka sudah terdesak juga.
2 tahun kemudian, tepatnya di awal bulan
September tahun 2024 kemarin, geng,
pemerintah Inggris mengumumkan kalau
Jonathan Powell yang sebelumnya sempat
menjadi kepala staf mantan perdana
menteri Tony Blair sudah ditunjuk untuk
bernegosiasi dengan Mauritius mengenai
Kepulauan Cagos ini. Nah, mereka udah
mau nih berunding gitu. Nah, di saat itu
Menteri Luar Negeri yang bernama David
Lemy itu mengatakan kalau Inggris sedang
berusaha untuk mencapai kesepakatan yang
bisa melindungi kepentingan Inggris dan
juga mitra-mitranya. termasuk juga
dengan Amerika. Sehingga dia menekankan
perlunya untuk melindungi operasi
pangkalan militer gabungan Inggris
Amerika yang aman serta efektif dalam
jangka panjang. Jadi intinya tuh gini,
mereka tuh mau balikin itu pulau ke
Mauritius, tapi dengan catatan ya
pangkalan militer mereka enggak
diganggu. Ya, ini ibaratnya nih kayak lu
punya kontrakan. Kontrakan lu emang
suratnya atas nama lu, tapi orang yang
tinggal di dalam kontrakan lu itu enggak
boleh lu enggak bayar, walaupun dia
teriak-teriak setiap hari mengganggu,
tapi lunya enggak boleh ngusir dia,
gitulah kurang lebih. Nah, emang
terdengar agak sedikit egois ya, Inggris
ya. Tapi ya begitulah yang terjadi. Dan
sebelum menjabat sebagai menteri luar
negeri yang namanya Lemi tadi sudah
berkali-kali mengkritik pemerintahan
sebelumnya karena selama bertahun-tahun
mengabaikan pendapat berbagai badan PBB
mengenai Kepulauan Cagos ini. Dan
diskusi perihal bagaimana nasib
pangkalan militer yang ada di Diego
Garcia ini belum jelas. Namun, masih ada
upaya untuk mengembalikan semua penduduk
asli Cagos untuk bisa kembali ke tanah
mereka sendiri. Oke, Geng. Itu dia,
Geng. Pembahasan kita mengenai Diego
Garcia, sebuah pulau yang dekat dengan
Indonesia yang bahkan kita enggak pernah
tahu pulau tersebut, tapi ternyata
menyimpan penuh
misteri. Gimana, Geng, menurut kalian
tentang pembahasan kita kali ini, ya?
Apakah Diego Garcia benar menjadi tempat
bagi penampungan dan penyiksaan para
tersangka atau ada hal yang lebih
mengerikan lagi? Coba tinggalkan
komentar di bawah.