File TXT tidak ditemukan.
DULU DITERTAWAKAN ELON MUSK ! SEKARANG MOBIL CHINA BIKIN PENJUALAN MOBIL BARAT ANJLOK !
rbI7lu8HSMw • 2025-04-22
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Cina yang selama ini selalu menjual barang-barang mereka dengan harga yang murah tentu bisa menjadi ancaman yang baru di dunia otomotif. Ya, kalau mobil Jepang dinilai lebih murah dari mobil Barat, nah mobil Cina malah jauh lebih murah dibandingkan mobil Jepang. Elon Max itu sempat ngetawain BYD, sempat ngetawain produsen mobil listrik asal China ini. Dia bilang, "Ya, BYD enggak akan bisa menyaingi Tesla." Tapi lihat sekarang. Yo geng. Tekan tombol subscribe geng. E yo. What's good? Welcome back to Kamar [Musik] Jerry gengg. Pembahasan kita hari ini ya ini berkenaan dengan dunia otomotif. Nah, mungkin selama ini kita banyak mendengar kemajuan teknologi, salah satunya otomotif itu e selalu berasal dari negara barat atau kalau enggak Jepang. Nah, tapi untuk saat ini semua itu udah enggak berlaku lagi, Geng. Semenjak negara raksasa Cina mulai menguasai sektor teknologi, sektor ekonomi, dan sektor-sektor lainnya, ya, Cina sudah diperhitungkan. Bahkan bisa dikatakan sebagai ancaman besar. Memang gak ada habis-habisnya kalau kita membahas topik tentang Cina. Karena dari negara yang satu ini seharusnya ya negara kita banyak belajar gitu ya. Mulai dari sisi gelapnya sampai sisi kemajuannya atau sisi terangnya tuh harus dipelajari semua karena memang Cina tuh paling unik gitu. Beberapa hari yang lalu gua udah sempat membahas bagaimana Cina sudah bisa membuat AI versi mereka sendiri dan ini menggemparkan dunia yaitu dengan merilis yang namanya deep si. Nah, sampai membuat Amerika jadi ketar-ketir. Sempat juga kita bahas tentang penipuan kripto yang lagi-lagi dilakukan oleh orang Cina dan juga isunya aset-aset dari penipuan tersebut malah dijual oleh pemerintah Cina. Nah, sekarang hari ini kita akan membahas lagi nih tentang Cina dan semoga kalian enggak bosan gitu ya ketika gua membahas tentang negara yang satu ini. Yang mana pemilihan topik gua kali ini menurut gua sangat menarik terutama buat kalian yang mencintai dunia otomotif. Nah, kita bisa lihat sendiri, Geng, ya. Seberapa berkembangnya Cina saat ini sebagai negara yang bisa gua katakan memimpin dalam hal perdagangan di berbagai sektor. Dan sektor yang akan kita bahas adalah mengenai industri perdagangan dunia otomotif. yang kalian sadar atau enggak kalau di Indonesia aja kita ambil contohnya sekarang sudah banyak brand-brand mobil asal Cina mau itu Wooling, Cherry, BYD, dan lain-lain. Padahal beberapa tahun lalu brand-brand tersebut tidak pernah kita lihat di jalanan dan bahkan pertama kali muncul ya, salah satunya Woling itu diremehin BYD ya, perusahaan yang berfokus pada mobil listrik. Sempat diremehin juga sama Elon Max ya selaku e pemilik Tesla. Nah, sekarang justru brand-brand tadi termasuk BYD adalah ancaman besar nih bagi Tesla. Nah, ini cukup menarik untuk kita kulik, untuk kita bahas. Gimana bisa negara China mendominasi segala sektor industri sampai pada akhirnya hampir menyingkirkan Eropa, Jepang, serta Amerika di dalam industri otomotif yang sudah ratusan tahun ya di Indonesia khususnya kita itu mengkonsumsi motor, mobil, apapun itulah yang merupakan kendaraan bermesin gitu ya. Itu udah pasti buatan Jepang kalau enggak buatan barat atau Amerika. Nah, sekarang tiba-tiba mereka dalam sekejap mata hampir aja ini hampir nih bisa dikatakan ya udah 60% lah hampir tergeser oleh brand China. Ya mungkin buat teman-teman yang di daerah contoh kayak di Aceh, mungkin di Papua atau mungkin di daerah-daerah lain belum terlalu merasakan efeknya. Tapi kalau kalian tinggal di Jakarta, di Pulau Jawa dan sekitarnya, efek atau dampak dari brand China itu sudah sangat-sangat terasa. mobil-mobil dengan apa ya e look yang kalau kita bayangin ya ini mungkin harganya R miliar gitu. Mereka cuma jual harga R00 juta doang. Contohnya tuh kayak Cherry J6 kalau enggak salah ya. Nah, itu salah satu e mobil yang look-nya itu kayak mobil miliaran. Look-nya itu kayak Mercedes e Gwagon gitu ya. Yang harganya tuh bisa mencapai 5 sampai 16 miliar kalau enggak salah ya. kalau enggak salah. Tapi mereka bikin dengan bentuk yang sama, teknologinya juga canggih. Harganya cuma Rp400 jutaan. Benar-benar kacau banget ya. Nah, langsung aja kita bahas nih tentang fenomena yang satu ini di sisi [Musik] lain. Oke, Geng. Hari ini e sebelum kita lanjut ke kontennya, gua pengen bagi pengalaman gua dulu ke kalian. Jadi, buat kalian nih yang mungkin baru belajar nyetir itu kan biasanya kita belum terlalu lancar tuh, apalagi buat parkir, parkir mundur. Nah, biasanya tuh bakal ragu-ragu dan sepengalaman gua sendiri, gua juga pernah mengalami ya kejadian yang tidak mengenakkan ketika parkir mundur yang sampai bikin mobil gua tuh lecet. Nah, buat kalian yang mau mengantisipasi apa yang terjadi sama gua, gua saranin buat kalian semua pakai desecam deh, Geng. Soalnya ini bakal ngebantu banget buat ngelihat sisi belakang mobil. Ada salah satu desecam mobil yang gua rekomendasi banget, yaitu Apex 3 atau Apex 3 dari dokter Camp Plus. Kenapa gua rekomendasiin produk ini? Karena Apex 3 ini punya layar selebar 3,16 inci dan dilengkapi dengan tiga kamera untuk bagian depan, belakang, dan juga di dalam mobil. Jadi bisa ngerekam dalam kondisi secara langsung. Kamera depannya menggunakan chipset Sony Starfish 2 dengan resolusi 4K. Enggak main-main nih. Kamera belakangnya menggunakan chipset yang sama yaitu Sony Starfish dengan resolusi 2K dan kamera di dalam mobilnya itu menggunakan Full HD dengan chipset Sony Starfish juga. ada white view sampai 150 derajat serta GPS dan juga emergency record. Nah, lalu Apex 3 ini juga dilengkapi dengan perlindungan parkir 24 jam. Jadi, enggak perlu khawatir kalau ada yang mau ya maling atau bawa lari mobil kalian. Nah, terus kalau kalian bosan selama perjalanan karena entertainment bawaan mobil gitu-gitu aja, gua juga punya produk yang bisa jadi solusi buat kalian nih. Nah, di sini gua pakai Gama 9 atau Gama 9 yang layarnya sudah touch screen dan menggunakan keyp, RAM-nya sampai 6 gig dan ROM-nya sampai 128 gig. Selain itu, Gam 9 juga dilengkapi dengan octa arm Cortex prosessor, wireless Android Auto, dan juga Apple CarPlay dan menggunakan Android 13 yang dijamin anti lemot. Nah, tampilan menunya pun trendy, modern, dan user friendly serta bisa dipasang di semua tipe mobil. Jadi, kalian bisa buka Spotify langsung dari Gama 9 bahkan bisa buka YouTube dan nonton Netflix. Nah, udah kayak pakai smart TV gitu, Geng. Nah, makanya dengan fitur-fitur yang menarik dari Vision 3 Pro dan juga Gamma 9 ini, gua saranin kalian buat pakai kedua produk tersebut karena enggak cuma memberikan keamanan, tapi juga kenyamanan buat kalian selama mengendarai mobil. Oke, mungkin sebelum kita masuk ke dalam pembahasan mengenai bagaimana Cina bisa menjadi pesaing bagi Eropa dan Jepang dan juga Amerika dalam industri otomotif, kita harus mundur dulu ke berpuluh-puluh tahun atau ratusan tahun ke belakang untuk bisa mengetahui bagaimana perkembangan dunia otomotif dari tahun ke tahun dan bagaimana bisa negara yang tadinya merajai ee dunia otomotif tergeser oleh China. Nah, kita masuk dulu ke dalam pembahasan Jepang, Eropa, dan Amerika yang sebelumnya mendominasi industri otomotif. Jadi, Geng, memang di beberapa negara sebelum tahun 1920-an sudah memiliki industri otomotif mereka masing-masing. Selain Eropa dan Jepang, Amerika Serikat juga memproduksi kendaraan mereka sendiri. Antara tahun 1919 sampai 1939 itu mulai tumbuh manufaktur mobil di Eropa. Walaupun kalau dibandingkan dengan Amerika, industri otomotif Eropa masih jauh lebih kecil. Jadi Amerika tuh jauh lebih duluan lebih besar juga. Nah, tapi meskipun begitu, Eropa mencoba untuk mengikuti arah bisnis yang sama dengan Amerika, yaitu memproduksi kendaraan secara massal untuk diperjualbelikan. Jadi mereka ngikut-ngikut Amerika, niru Amerika ya sebelum akhirnya mereka jauh lebih besar dari Amerika gitu. Nah, tapi hanya saja di saat itu ada beberapa kendala yang dialami oleh Eropa yang kemudian membuat kemajuan otomotif mereka jauh melambat dibandingkan Amerika. Yang mana salah satunya adalah ya standar hidup yang rendah dengan daya beli yang rendah di saat itu di Eropa, pasar yang lebih kecil karena banyak yang enggak minat dengan otomotif di Eropa dan lebih banyak pembatasan dalam kebijakan pajak dan tarif. Nah, namun di sisi lain permintaan untuk kendaraan sebenarnya ya banyak orang banyak yang pengen tapi memang kekuatan daya beli mereka itu rendah. Tapi perlahan-lahan mereka mulai memperbaiki itu semua dan di saat itulah permintaan untuk kendaraan lama-kelamaan semakin banyak. Dan hal ini bisa terlihat dari produksi otomotif Inggris yang meningkat pada tahun 1922 yang mana produksinya awalnya cuma Rp73.000 meningkat menjadi R239.000 pada tahun 1929. Nah, ada tiga perusahaan yang di saat itu menguasai 75% pasar di Inggris, yaitu brand Austin, Mais, dan juga Singer apa Singer gitu bacanya. Pokoknya tulisannya singer, penyanyi. Mungkin ini brand-brand yang kalian belum pernah dengar, tapi sebenarnya mereka itu ya brand lama yang sudah mulai berevolusi sekarang ya. Kalau kalian lihat brand-brand baru seperti Mini Cooper gitu ya atau brand apa. Nah, Moris ini salah satu cikal bakalnya lah kurang lebih. Coba balik lagi, Geng. Meskipun mengalami peningkatan tapi masih kalah jauh dibandingkan dengan Amerika, Inggris di saat itu sama sekali enggak bersedih. Mereka terus berusaha untuk bisa menciptakan sebuah kendaraan yang lebih unggul daripada Amerika. Sehingga pada tahun 1937 produksi di Inggris mencapai hampir 500.000 dan perusahaan yang mendominasi juga bertambah. Yang awalnya cuma ada tiga perusahaan yang mendominasi ya otomotif di Inggris. Nah, bertambah menjadi enam lagi, yaitu ada Austin Mais, terus ada Singer, terus ada Standard, ada Rutes, ada Ford, dan juga Faell. Nah, yang namanya singer kenapa hilang? Karena sudah berganti nama menjadi standar. Jadi dari singer menjadi standar. Nah, di negara Eropa lain juga memiliki struggle mereka masing-masing untuk bisa mengembangkan produksi kendaraan mereka. Seperti misalkan di Prancis pada tahun 1920-an ada tiga perusahaan di Prancis yang cukup besar yang mana ada Pujo atau tulisannya Pugeot ya. Di sini di Indonesia cukup banyak mobilnya. Terus ada Renault atau tulisannya Renault ya, sekarang juga udah ada di Jakarta. Terus ada Citron yang tulisannya Citron. Nah, sekarang juga udah mulai ada di Indonesia. Jadi kalau kalian enggak pernah lihat terus berpikir itu brand baru, kalian salah. Ini udah ada dari tahun 1920-an. Nah, di saat itu salah satu brand asal Prancis yang bernama Citron tadi berhasil menguasai 40% produksi otomotif di Prancis pada tahun 1925. Ini adalah sebuah prestasi yang sangat membanggakan ketika itu. Namun, keberhasilan yang diperoleh oleh Citron ternyata harus mengorbankan stabilitas keuangan perusahaan yang kemungkinan besar disebabkan karena investasi yang besar atau strategi bisnis yang kurang berjalan. Enggak lama setelah itu, berlanjut lagi ketika Andre Citron, yaitu pemilik atau penemu Citron meninggal dunia yang membuat perusahaan itu akhirnya jatuh ke tangan Micheline Tyreer. Nah, masih di Eropa, Geng, yaitu di Jerman, industri otomotifnya sempat mengalami kemunduran yang mana ini berakibat karena perang dunia pertama sehingga membuat Jerman mengalami kesulitan ekonomi. Di masa itu. Ada dua perusahaan besar, yaitu dua perusahaan mobil milik Jerman yang bernama Daimla, terus ada Benz. atau mungkin yang sekarang terkenal MercedesBenz gitu ya. Ketika kedua pendiri perusahaan tersebut masih hidup, Daimla dan Benz ini adalah kompetitor yang bersaing untuk bisa diakui sebagai penemu dari mobil berbahan bakar bensin pada saat itu. Nah, tapi geng semuanya berubah ketika dua pendiri tersebut meninggal dunia yang mana akhirnya Brand Daimla dan juga Benz melakukan merger pada tahun 1926. Nah, lalu enggak lama setelah itu 3 tahun kemudian, salah satu perusahaan asal Amerika yaitu General Motors membeli sebuah perusahaan mobil di Jerman yang bernama Adam Opel. Nah, ini menjadi tanda masuknya perusahaan otomotif Amerika ke Jerman yang mana ketika orang Jerman sudah terinfluence dengan merek Amerika, sebenarnya orang-orang Jerman suka sama mobil-mobil Ford yang mana itu merupakan mobil andalan dari Amerika ya. Tapi sayangnya Ford enggak bisa menjadi pemain besar dan menguasai industri otomotif di Jerman. Nah, tidak berkembangnya Ford di Jerman menjadi sebuah kesempatan bagi pemerintah Jerman di saat itu yang dikuasai oleh e si Pak kumis eh NA gitu ya, yang mana mereka memproduksi mobil murah dalam jumlah besar yang kemudian sekarang kita kenal sebagai Volkswagen yaitu mobil VW. Nah, itulah kurang lebih sejarahnya mobil dari Jerman gimana bisa menguasai industri. Nah, sementara di Italia, nah kita bergeser ke Italia nih, masih di Eropa, industri mobil di sana jauh lebih dikenal karena mobil sport dan mobil balap. Karena dari dulu memang Itali ini emang suka banget bikin sport car, mobil balap, mobil kencang. Dan karena pasar mobil sport atau mobil balap itu segmented, pasarnya enggak begitu besar sebenarnya. Makanya produksi mobil di Italia itu kecil dan terbatas sehingga tidak sebesar di Jerman dan Amerika. Tapi mereka itu eksklusif. Sekalinya keluar, harganya mahal, peminatnya banyak gitu. Terus singkat ceritanya lagi, setelah perang dunia pertama, industri otomotif di Jerman dan Italia lah yang mengalami perkembangan yang pesat banget. Yang mana meskipun ketika perang dunia kedua sudah dimulai meletus, produksi VW atau Volkswagen tadi itu di Jerman sempat terhenti karena pemerintah Nazi sedang fokus untuk berperang. Nah, tapi pasca perang dunia kedua berakhir terjadi peningkatan produksi kendaraan mereka. habis-habisan lah kayak balas dendam gitu ya. Kita produksi sebanyak-banyaknya. Bahkan selama 35 tahun total produksi kendaraan mereka untuk dunia sudah meningkat hampir 10 kali lipat bahkan sudah melebihi produksi Amerika. Nah, mereka kayak ngejar setoran lah gitu, Geng. Di saat itu Amerika menjadi produsen utama sampai terjadinya resesi pada awal tahun 1980-an. Kemudian pasca perang dunia kedua muncullah Jepang. Nah, jadi setelah Perang Dunia Kedua, Jepang mulai bangkit dengan industri otomotifnya. Yang padahal sebelum Perang Dunia Kedua terjadi, negara Jepang itu cuma punya sedikit industri manufaktur otomotif. Nah, tapi entah kenapa bisa Jepang bisa muncul sebagai pemeran baru dan saat ini bisa dikatakan mereka menguasai pasar otomotif bahkan melebihi Jerman dan Italia. Huh, gila ya. Jadi ceritanya tuh setelah perang dunia kedua, Jepang kan kalah perang tuh, Geng. Bersama dengan Jerman dan Italia. Nah, tapi setelah kalah Jepang itu enggak apa ya, enggak putus asa. Mereka bukan malah jadi negara merosot, mereka langsung fokus untuk membangun kembali ekonomi negara mereka dengan berinvestasi dalam infrastruktur industri termasuk industri otomotif. Nah, ini kerennya negara orang nih. Bukannya makin mundur tapi makin maju. Ya, sesuailah dengan sejarahnya yang mana ketika e Jepang pertama kali dibom yang ditanya oleh kaisarnya itu bukan berapa orang Sultan Andara yang selamat? Enggak. Enggak gitu. Maksudnya berapa orang menteri enggak yang ditanya berapa orang guru yang selamat gitu. Jadi memang ilmu adalah yang utama bagi orang Jepang makanya mereka maju banget. Terus singkat cerita, ada juga sebuah momen ketika terjadi krisis minyak pada tahun 1973 yang membuat terjadinya pergeseran di industri otomotif karena pasar menginginkan adanya sebuah kendaraan yang lebih hemat bahan bakar, enggak harus menggunakan minyak bumi lagi. Di saat itulah Jepang melakukan inovasi teknologi untuk bisa membuat mobil yang awet bensin dan ternyata berhasil, Geng. Nah, jadi zaman dulu enggak kayak sekarang. Enggak ada tuh yang namanya injeksi-injeksi, mobil bisa isi 1 liter untuk jarak berapa kilo. Enggak ada. Dulu tuh boros banget. Nah, Jepanglah yang berinovasi bisa membuat e mobil kayak sekarang. Ini sekarang termasuk hemat nih mobil-mobilnya. Walaupun bervariasi hematnya ya, tapi di zaman dulu itu bisa bergalon-galon, Geng. Yang menariknya adalah Jepang punya sebuah metode atau filosofis yang bernama Kaisen. Kaisen sendiri berarti perbaikan atau perubahan menjadi lebih baik. Dan prinsip utama dari Kaaizen sendiri adalah perbaikan terus-menerus sehingga enggak ada batasan untuk berinovasi yang mana ini melibatkan semua orang dalam rantai pasokan mulai dari karyawan tingkat bawah hingga manajemen. Nah, mereka menghilangkan pemborosan seperti pemborosan waktu, tenaga, dan juga sumber daya. Pendekatan bisnis yang berbasis dengan data dan analisis agar keputusan yang dibuat didasarkan pada fakta, bukan cuma asumsi. Jadi, semuanya dicatat, dipelajari sesuai dengan pengalaman yang sudah mereka lewati. Nah, makanya Jepang tuh maju banget. Serta mereka juga berkoordinasi dengan tim untuk bisa menerapkan Kaizen dengan baik. Dari sini kita bisa lihat, Geng, kenapa Jepang bisa berhasil dalam mengembangkan industri otomotifnya karena struktur mereka lebih tertata. Selain karena momentum krisis minyak, orang-orang Jepang itu sangat patuh dengan aturan untuk menjalankan prinsip Kaizen lagi. Selain itu, pemerintahnya juga mendukung inovasi yang dilakukan oleh rakyat mereka. bahkan membuat kebijakan yang mendukung produsen otomotif di Jepang seperti subsidi, pendanaan penelitian, dan berbagai regulasi lainnya sehingga membantu produsen otomotif Jepang untuk bisa terus berinovasi dan juga berkembang. Wah, gila ya pemerintahnya support gitu untuk penelitian mendukung penemuan-penemuan anak bangsa gitu. enggak kayak di gitulah kalau ada di sebuah negara sana ya penemuan anak bangsa itu malah menjadi apa ya menjadi kepanikan bagi pemerintah ya adalah suatu negara yang gua contohin aja dulu ada mobil listrik spot car namanya Selo ya dihalangin terus ada seorang petani yang berhasil mengembangkan benih padi yang lebih baik daripada benih padi pemerintah di penjara ada lagi penemuan an apa ya? Kayak pembunuh sel kanker pakai helm gitu ya. Dicegat penemuan vaksin lokal dicegat, difitnah. Wah, pokoknya negara aneh. Nah, dari Jepang kita bisa lihat ini keren banget dan oleh karena itu posisi Eropa di masa tersebut khhususnya Jerman untuk industri otomotif itu langsung digeser oleh Jepang yang berada di peringkat pertama. Makanya jangan salah kenapa Honda terus ada Suzuki, terus ada Toyota, Daihatsu, semua mendominasi. Kalau kalian cari Toyota, seluruh dunia ada Toyota. Ya, mungkin ada beberapa negara yang enggak ada, tapi bisa dikatakan banyak banget negara di muka bumi ini pasti ada mobil Toyota. Bahkan di negara-negara perang seperti Sudan, seperti negara Afrika-Afrika lainnya pakai mobil Toyota buatan Jepang untuk berperang. Dan untuk di negara kita sendiri yaitu Indonesia, brand mobil Jepang sudah menguasai 98,39% pasar mobil di negara kita dengan lima merek mobil Jepang yang teratas. Ada Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi, dan Suzuki. Nah, padahal, geng, pada tahun 1960-an, mobil-mobil asal Jepang ini sama sekali enggak populer di kota-kota besar di Indonesia. Bahkan dirasisin, Geng, dengan menyebut mobil Jepang sebagai kaleng kerupuk. Karena berbeda dengan mobil buatan barat, ya dulu. Mobil barat tuh banyak di Indonesia. Bahkan kalau kalian tahu sejarahnya, Indonesia punya mobil ee sendiri namanya Timur. Dan bahkan dulu Lamborghini itu pernah e hak kepemilikannya itu dimiliki oleh Indonesia ya, di bawah tangan anaknya Pak Harto yaitu Tommy Soeharto pernah dulunya. Nah, sampai akhirnya ya sahamnya dijual lagi. Nah, jadi jangan salah dulu Indonesia bisa sombong banget terhadap mobil Jepang. Nganggapnya tuh ah kerupuk kaleng gitu. Karena dulu kita makainya mobil Eropa. Nah, tapi ujung-ujungnya ya mobil Jepang menguasai Indonesia. Nah, walaupun mobil-mobil barat seperti Mery, BMW saat ini juga masih disukai oleh orang-orang kaya. Cuma di sisi lain selama beberapa dekade terakhir muncul konsumen kelas menengah yang mampu membeli mobil dan memilih mobil Jepang karena dirasa lebih worth it isi kantong mereka dan juga kualitasnya. Dari segi harga enggak semahal mobil Eropa. Untuk segi kualitas juga enggak sembarangan. Nah, beberapa faktor lain kenapa mobil Jepang juga diminati oleh orang Indonesia ya karena lebih mudah untuk menjual mobil Jepang di pasaran barang bekas dan jauh lebih mudah serta lebih murah untuk memesan komponennya atau suku cadang mobilnya daripada mobil-mobil buatan barat atau buatan Eropa. Nah, jadi gitulah strategi Jepang di awal-awal mereka menguasai pasar industri otomotif. [Musik] Tapi geng, walaupun saat ini Jepang dikatakan masih memimpin dalam industri otomotif, enggak cuma Indonesia tapi juga dunia gitu ya dan juga Eropa melalui sejarah panjangnya di dunia otomotif. Nah, namun saat ini mulai ada sebuah negara yang masuk ke dalam area kompetisi industri manufaktur yaitu China. Nah, sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan utama kita mengenai perkembangan industri otomotif China yang mengancam bahkan hampir menggeser produsen otomotif dari Jepang dan juga [Musik] Eropa. Perkembangan industri di Cina sudah enggak usah diragukan lagi, Geng. yang awalnya mungkin Cina itu hanya dijadikan sebagai negara tempat pabrik-pabrik dari perusahaan internasional karena dianggap tenaga kerja mereka yang murah dan juga ya banyak yang bisa diambill lah dari sana. Nah, tapi saat ini Cina sudah bisa membuat perusahaan mereka sendiri untuk negara mereka sendiri yang ibaratnya ya dulunya mereka diperbudak lah sama brand-brand terkenal, brand-brand besar asal barat. Sekarang mereka udah enggak mau lagi. Mereka maunya seiring dengan pesatnya pesanan ke negara mereka untuk brand-brand tersebut, mereka juga sekaligus membangun brand mereka sendiri. Cina yang selama ini selalu menjual barang-barang mereka dengan harga yang murah tentu bisa menjadi ancaman yang baru di dunia otomotif. Ya, kalau mobil Jepang dinilai lebih murah dari mobil Barat, nah mobil Cina malah jauh lebih murah dibandingkan mobil Jepang. Gimana tuh? Makanya bisa-bisa posisi Jepang sebagai pemain utama di dalam industri ini terancam dan tergeser. Ya, siapa yang sangka Cina bisa memproduksi mobil yang mungkin sekarang sering kita temui di jalan raya. Mau itu Woling, Cherry, BYD, dan lain-lain. Terus, Gengs, sebagai sebuah negara ya tentunya secara material Cina sudah siap untuk bisa menjadi sebuah negara yang bisa menghasilkan produk-produk mereka sendiri. Ya, namun pemerintah mereka sadar kalau hal itu aja belum cukup karena harus ada upaya untuk meningkatkan SDM atau sumber daya manusia yang ada di China. Dengan meningkatnya standar hidup, akses ke teknologi, ya intinya kualitas hidup secara keseluruhannya ditingkatkan oleh pemerintah. Nah, pemerintah Cina di saat itu sadar kalau yang mereka butuhkan itu bukan cuma untuk pertumbuhan ekonomi aja, tapi juga gimana caranya untuk meningkatkan kehidupan warga mereka dan membuat Cina bisa berkontribusi pada kemajuan global. Dan dengan visi tersebut, Cina melakukan modernisasi dan industrialisasi dalam waktu yang singkat dengan waktu hanya dalam tempo 70 tahun aja. Padahal ketika negara-negara barat melakukan hal tersebut, itu butuh waktu ya ratusan tahun. dan modernisasi serta industrialisasi yang dilakukan oleh China ini pada akhirnya membuat China yang seperti kita tahu sekarang negara mereka banyak memproduksi barang-barang yang memiliki daya saing tapi dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan jenis barang yang sama yang diproduksi oleh negara lain. Ya, sama halnya dengan perkembangan industri otomotif China juga menjadi dampak langsung dari modernisasi yang dilakukan oleh China yang mana mereka meniru apa yang dilakukan oleh negara-negara barat serta Jepang juga yang sudah lebih dulu bermain di industri ini. Dan China ingin membuat versi mereka sendiri yang mana lebih canggih tapi jauh lebih murah. Dan untuk bisa masuk ke dalam industri otomotif, China juga enggak bisa sembarangan untuk join the game tanpa adanya persiapan atau strategi. Apalagi semenjak adanya kebijakan untuk mengurangi BBM dan menggantinya dengan kendaraan listrik. Nah, China tentu enggak mau kehilangan momentum untuk memproduksi mobil listrik juga. Dan strategi mereka adalah ya pemerintah China memanfaatkan produsen otomotif lokal seperti BYD dengan berbagai bantuan langsung maupun enggak langsung. Nah, ada sebuah studi yang dilakukan oleh salah satu lembaga di Jerman yang bernama Kill Institute yang mana mereka menunjukkan kalau pengeluaran subsidi China ternyata melebihi subsidi yang dikeluarkan oleh negara-negara yang tergabung dalam Organization for Economic Cooperation and Development atau OECD seperti Amerika dan juga Jerman yang mana sebanyak 3 sampai 9 kali lipat China lebih besar subsidinya. Gila enggak tuh? Dan dalam penelitian tersebut juga disebutkan kalau penerima utama bantuan dari pemerintah China adalah produsen baterai dan juga produsen mobil BYD yang saat ini mendominasi enggak cuma di China tapi juga di beberapa negara lainnya. Nah, bahkan BYD saat ini sudah berkembang menjadi salah satu produsen kendaraan listrik terbesar di dunia yang melampaui Tesla untuk pertama kalinya dalam kuartal terakhir tahun 2023. Padahal ya sebelumnya Elon Max itu sempat ngetawain BYD, sempat ngetawain produsen mobil listrik asal China ini. Dia bilang, "Ya, BYD gak akan bisa menyaingi Tesla." Tapi lihat sekarang model mobilnya keren banget. Terus kecanggihannya juga ya enggak kalah dari Tesla. Dan bahkan mereka berani menjamin atau memberikan garansi ya ada yang seumur hidup ada yang 8 tahun katanya kayak gitu untuk mobil-mobil tersebut. This is BYD's Jungo Giga factory and it's massive spanning over 50 square mil or 130 squ. Jadi ini semua karena apa? Karena subsidi dari pemerintah China yang berani jor-joran. Ya, akhirnya perusahaan BYD juga berani jor-joran terhadap konsumennya. Dan subsidi yang diberikan oleh pemerintah China kepada BYD membawa hasil yang positif untuk bisa menyaingi brand-brand yang sudah lebih dulu populer di industri otomotif. salah satunya Tesla tadi. Dan di tahun 2020 aja BYD menerima sekitar 220 jutao atau sekitar Rp3,7 triliun dalam bentuk subsidi langsung. Dan di tahun 2022 jumlah subsidinya meningkat secara signifikan menjadi 2,1 miliar euro yang setara dengan Rp35,8 triliun. Ya, kalau dibandingkan dengan perusahaan yang juga berasal dari China, BYD tetap menjadi perusahaan yang paling tinggi yang mendapatkan subsidi dan sudah melampaui pesaing mereka yaitu GAC atau GAC Motor dalam hal penerima utama subsidi langsung dari pemerintah China. Selain mendapatkan subsidi dari pemerintah, BYD juga mendapatkan manfaat pelanggan yang menerima insentif pemerintah untuk membeli mobil listrik baterai mereka. Ya, walaupun dana itu bukanlah berupa uang tunai yang langsung masuk ke dalam perusahaan, tapi hal ini bisa membantu untuk meningkatkan permintaan atas produk-produk mereka dan efektif untuk menurunkan harga produk-produknya. Yang kayak gua bilang tadi ya, mereka bisa jual murah, mereka bisa kasih garansi bertahun-tahun atau bahkan seumur hidup ya karena mereka enggak akan rugi. Udah ada uang dari pemerintah. Tujuan pemerintahnya yang penting brand mereka bisa jualan dan laku, bisa dikenal dan menguasai pasar. Nah, terus geng selain memberikan subsidi dan bantuan kepada BYD, pemerintah Cina juga menawarkan subsidi ke berbagai perusahaan lain. Dan berdasarkan laporan dari Kill Institute, terdapat 99% emiten di China yang menerima insentif pada tahun 2022. Nah, emiten ini adalah perusahaan atau entitas yang menerbitkan dan membuat sekuritas pada publik melalui pasar modal. Temuan ini bisa muncul ketika produsen mobil di China sudah mulai berusaha untuk masuk ke pasar luar negeri seperti Eropa. Dan di Eropa sendiri produsen mobilnya sudah ngeluh karena subsidi besar yang diberikan oleh pemerintah China kepada produsen mobil mereka membuat produsen mobil di Eropa jadi sulit bersaing dengan produk Cina. Ya, karena mereka udah enggak mungkin bersaing secara harga teknologi. Kalau teknologinya ditingkatin, enggak mungkin jual murah. Kalau diturunin, ya teknologi Cina bakal mengalahkan mereka. Jadi mereka serba salah. Dan di tahun 2023, presiden pabrik BV Toyota yang bernama Takero Kato mengadakan kunjungan bisnis ke China. Dan di saat itu Kato mengaku terkejut melihat seberapa pesatnya pertumbuhan industri otomotif di China. Dan menurut mereka, produsen kendaraan di China enggak cuma mempelajari teknologi otomotif, tapi juga melakukan transformasi manufaktur yang sangat cepat. bahkan bisa menggunakan alat dan mesin produksi yang jauh lebih canggih dibandingkan yang digunakan oleh Jepang saat ini. Elon Mas selaku CEO dari Tesla sebenarnya udah lebih dulu mengakui perkembangan dari industri otomotif China walaupun ya dia sempat mengolok-ngolok lah gitu. Dan pengakuan ini akhirnya disampaikan oleh Elon Mask ketika penjualan mobil Tesla itu sudah dikalahkan oleh BYD. Elon Mas juga mengatakan kalau cuma mobil buatan China yang bisa ngimbangin Tesla bahkan bisa dikatakan menjadi pesaing berat Tesla saat ini. Dan Elon Musk itu mengakui kehebatan dari eh produk dari Cina dan bisa memproduksi mobil semasif ini. Ya, kalau menurut pengamat otomotif senior sekaligus pakar desain produk dari ITB yang bernama Pak Yanes Pasarbu. Nah, beliau mengatakan industri kendaraan di China memang mengalami pertumbuhan yang pesat terutama di segmen kendaraan listrik. Hal ini disebabkan karena mobil buatan China memiliki dua nilai jual utama, yaitu fitur yang canggih dan harga yang sangat terjangkau. Nah, menurut beliau lagi China sudah mengembangkan mobil listrik sejak 14 sampai dengan 15 tahun yang lalu. Yang mana pada saat itu belum banyak perusahaan yang menaruh minat untuk melakukan inovasi kendaraan listrik ini. Itulah kenapa China saat ini bisa menguasai pasar kendaraan listrik di dunia yang sekarang sudah bisa kita jumpai di mana-mana. Dan banyak orang Indonesia yang sudah menggunakan mobil-mobil dari China ini. Ya, bisa jadi dalam waktu beberapa tahun lagi Chinalah yang akan mengalahkan Jepang di dalam industri mobil murah tapi canggih. Nah, itu dia, Geng, kenyataan saat ini. Kita bisa lihat ya, seharusnya negara kita Indonesia udah punya juga nih kendaraan listrik ya kayak spot car yaitu Selo. Tapi sayangnya ya terhalang-halangi gitu ya. Kalau kalian mau tahu terhalangi oleh siapa, ya kalian nonton aja video go yang ini. Nah, gimana, Geng, menurut kalian tentang pembahasan kita kali ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Categories