Transcript
MLfFPe0KvCI • FILM ANIMASI JUMBO ! INDONESIA JADI YANG TERBAIK DI ASIA TENGGARA SIAP BERSAING DENGAN DISNEY ?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1410_MLfFPe0KvCI.txt
Kind: captions
Language: id
Terus, geng, sewaktu gua riset konten
ini, penonton film Jumbo itu udah
mencapai 3,8 juta e penonton. Kebayang
tuh, ya? Dan film Jumbo ini menjadi film
animasi Asia Tenggara sepanjang
masa. Dan Miazaki mengatakan kalau dia
benar-benar merasa jiji ketika melihat
demo tersebut dan menegaskan kalau dia
enggak pernah ingin menggunakan
teknologi ini untuk karya-karyanya.
Yo Geng, tekan tombol subscribe,
Geng. Halo, Geng. Welcome back to Kamar
[Musik]
Jerry, Geng, Geng. Oke, Geng. Hari ini
kita bakal membahas mengenai film lagi
nih, Geng. Kali ini filmnya asal
Indonesia dan juga gak kalah ramai
dibicarakan, yaitu sebuah film animasi
yang berjudul Jumbo. Dan udah lama nih,
Geng, kita tidak menemukan film animasi
yang dibuat oleh seniman asal Indonesia
yang mana terakhir kali yang gua tahu
itu adalah film Nusa yang tayangnya
sekitar 4 tahun lalu dan itu juga ya ada
beberapa kontroversi dicekal, ada yang
membuat propaganda-propaganda yang
enggak baik tentang film itu ya segala
macamlah. Karena di Indonesia sekarang
itu kalau gua lihat ya, pasar yang
paling laku adalah film horor dan juga
film lawak, film lucu. Dan terkadang
antara film horor dan film lucu ini
selalu dibumbuhi dengan hal-hal yang
berbau-bau ee dewasa gitu, yang enggak
cocok untuk ditonton oleh anak kecil.
Dengan kehadiran film Jumbo ini dari
dewasa sampai anak-anak bisa
menontonnya. Apalagi kalau kita berkaca
dengan industri film animasi yang mana
Indonesia masih tertinggal jauh dari
negara lain. Nah, ini bisa
dikatakan angin segarlah untuk dunia
perfilman kita. Dan enggak usah
jauh-jauh dibandingin dengan Disney dari
Amerika atau anime asal Jepang. Dari
negara tetangga kita aja yaitu Malaysia
kita itu masih kalah jauh. Makanya film
Jumbo mendapatkan dukungan dari banyak
orang Indonesia yang sangat antusias
dengan film ini sampai udah mendapatkan
sekitar 3 sampai 4 juta penonton, Geng,
saat ini. Nah, gokil, ya. Nah, apakah
kalian salah satu di antara 3 sampai 4
juta penonton itu? Coba deh absen dulu
nih yang udah nonton film Jumbo. Selain
itu, kehadiran film ini juga menjadi
sebuah gebrakan baru di tengah-tengah
maraknya penggunaan ilustrasi atau
animasi yang dibuat menggunakan AI yang
mana sampai salah satu studio animasi
terkenal asal Jepang yaitu studio Gibli
itu sampai e mengecam siapa saja yang
menggunakan animasi bercirik khas Gibli
menggunakan AI. Nah, karena ya dianggap
tidak menghargai seniman gitu, Geng.
Nah, gua juga bakal ngebahas nih, Geng,
mengenai keberhasilan film Jumbo ini di
tengah-tengah gempuran animasi AI. Jadi,
mari sama-sama kita bahas tentang e film
yang sangat membanggakan ini. Langsung
aja di sisi
[Musik]
lain. Oke, sebelumnya gua disclaimer
dulu nih buat yang belum nonton film
ini. Ini di sini bakal ada spoiler nih.
Jadi mohon maaf ya kalau yang enggak mau
dipoiler boleh nonton dulu filmnya.
Nanti jangan marah-marah ke gua ya. Kan
gua di sini cuma pengin bercerita, cuma
pengin ngasih informasi tentang ya film
animasi yang membanggakan ini. Oke,
sekarang kita langsung masuk nih, Geng,
ke dalam pembahasan pertama yaitu
suksesnya film jumbo di
pasaran. Jadi, geng selama beberapa
tahun terakhir, mungkin sejak pandemi,
kalau kalian nonton bioskop pasti
setidaknya ada satu film horor yang
sedang tayang. Ya, kalau kita berbicara
film Indonesia. Memang, Geng, film horor
itu saat ini lagi hype banget dan
disukai oleh orang Indonesia. Dan
tingginya minat penonton film horor
membuat banyak production house jadi
berbondong-bondong untuk membuat film
dengan genre tersebut. Mau itu e membuat
film dengan cerita yang dibuat sendiri
oleh script director atau
scriptwriternya atau justru mengadaptasi
cerita yang sudah terlebih dulu viral ee
sudah ada di sosial media kemudian
dikembangkan dengan ditambahkan
drama-dramanya. Jadi banyak sumberlah
ada yang kisah nyata juga. Terus kita
juga bisa lihat film apa yang paling
laris nomor satu di Indonesia. Ya udah
pasti film horor yang salah satunya
berjudul KKN di Desa Penari. Hal ini
jelas bisa membuktikan betapa besarnya
pasar film horor di Indonesia.
Nah, tapi mungkin ada di antara kalian
yang sekarang sudah jenuh dengan genenry
horor ini ya. Apa ya? Kayak kayaknya
hantu Indonesia itu-itu aja gitu ya.
Terkadang untuk membuat film itu ada
daya tariknya ditambah ada hal-hal yang
sensual, adegan dewasa, atau mungkin ada
adegan lucunya. Biasa film horor di
Indonesia kayak gitu. Sekarang udah
banyak nih yang pengin merasakan
experience baru dengan menonton film
genre lain ya. Enggak pengen lihat
suster ngesot terus itu suster enggak
sembuh-sembuh kakinya ya kan? Ngesot
seumur hidupnya. Di tengah banyaknya
film horor di industri perfilman
Indonesia, ada satu film yang menawarkan
suasana dan konsep yang berbeda, Geng.
Nah, ini gua senang banget nih. Lu lihat
senyum gua nih, Sembringah kan? Film
animasi berjudul
Jumbo. Pengen chest enggak tuh? Jumbo,
Geng.
Jumbo. Jumbo lawan kamu tuh gampang.
Enggak mungkin menang lawan kita. Aduh,
gendut.
Film Jumbo ini adalah sebuah film
animasi yang disutradarai oleh seorang
komika sekaligus animator yang bernama
Rian Adriandi. Udah pasti nih anak-anak
milenial sama Genz- Genzi pasti tahu
nih. Karena dulu dia ini cukup terkenal
bareng Raditi ya kan eh bikin e series
namanya Malam Minggu Miko web
series-nya. Pasti tahu kan? E lucu
banget. Gua senang banget sama nih orang
tuh fight-nya tuh positif banget gitu.
Buat kalian yang suka stand up komedi
juga pasti tahu dan ya dulunya nonton
dia lah ya kan. Dan Rian ini membuat
film jumbo itu membutuhkan waktu selama
5 tahun geng enggak tanggung-tanggung
dengan proses produksi filmnya yang juga
dilakukan bersama dengan 420 kreator
lokal yang terdiri dari animator,
penulis naskah, musisi, seniman visual,
dan lain-lain. Film ini membawa beberapa
bintang ternama Indonesia sebagai eh
dabbernya apa? pengisi suaranya ada Bang
Boril Aril Noah. Nah, perannya sebagai
ayahnya Don. Terus ada BCL atau Bunga
Citra Lestari sebagai ibunya Don. Terus
ada Angga Yunanda sebagai karakter Acil.
Ditambah lagi N Cinta Laora enggak ada
hujan becek enggak ada ojek ya. Dan juga
Ario Wahab yang menjadi pengisi suara di
film ini untuk karakter-karakter lain.
Bahkan aktor terkenal kayak Chiko Jerico
juga jadi pengisi suara untuk kambing
ya. untuk kambing yang jenggotnya kayak
walid ya. Nah, suaranya itu bisa persis
kayak kambing, Geng. Gokil ya. Nama saya
Chico Jericho dan saya di sini berperan
sebagai MB
dan terus pengisi suara untuk karakter
anak-anaknya itu memang dari anak-anak,
Geng. Jadi seperti salah satunya Prince
Putira, terus ada Queen Salman, terus
ada Yusuf Oscar, dan juga Gracila
Abigel.
Hal ini jelas berbeda kalau kita lihat
dari animasi negara lain yang walaupun
karakternya masih anak kecil tapi
pengisi suaranya rata-rata voice actor
yang sudah dewasa
[Musik]
yang suaranya tuh di apa ya
dibocil-bocilin dilembut-lembutin gitu
tapi ini langsung anak kecilnya gitu
keren banget dan susah loh Geng ngarahin
anak kecil untuk ee ng-edubbing kayak
gitu. Nah, alasannya ini karena si
director yaitu Rian ingin agar karakter
film jumbo ini sebagai anak-anak bisa
tersampaikan dengan baik. Sebab dia
ngerasa nih energi seorang anak kecil
enggak bisa digantikan oleh voice actor
dewasa. Jadi karena itulah eh Rian itu
memilih anak kecil sebagai pengisi suara
karakter dari anak-anak kecil di film
jumbo ini, Geng. Keren ya sampai
sedetail itu yang dipikirkan oleh si
sutradaranya. Tepuk tangan dulu buat
Marserian. Gokil. Ada cepek Mas Rian
bagilah. Oke, lanjut lagi. Film jumbo
ini menceritakan tentang seorang anak
yatim piatu yang berusia 10 tahun
bernama Don yang sering diremehkan oleh
teman-temannya karena dia punya tubuh
besar. Nah, Don ini dia tumbuh besar
dengan buku dongeng yang merupakan
warisan dari orang tuanya. Jadi dia
selalu didengarkan atau didongengkan
dengan buku tersebut yang mana buku
tersebut memiliki banyak ilustrasi dan
cerita fiksi kesukaan anak-anak. Dan
bagi Don, buku tersebut enggak cuma
kenang-kenangan dari orang tuanya,
tetapi melainkan juga menjadi sumber
inspirasi di dalam otaknya dia dan juga
pelarian buat dia dari kehidupan yang
dia rasa enggak adil. Ya, gimana enggak,
dia masih kecil tiba-tiba udah jadi
yatim piatu. Ya, sedihlah. Dan untuk
membuktikan dirinya dia supaya dia itu
PD gitu ya, Doni ini memiliki keinginan
buat mengikuti pertunjukan bakat dengan
menampilkan akting di atas panggung yang
terinspirasi dari buku warisan orang
tuanya tersebut. Dari pertunjukan itulah
Don berharap teman-temannya bisa
terinspirasi dan mulai percaya tentang
keajaiban. Jadi nih anak nih punya visi
yang bagus sebenarnya. Nah, tapi
sayangnya mimpinya Don ini malah membuat
dia diejek terus diremehin oleh
teman-temannya ya. Karena itu tadi
dianggap terlalu apaan sih lu gitu loh.
Gendut aja lu apa? Badan lu sebesar itu
aja mau gini-gini jangan macam-macam
dah. Apalagi gitu deh ya. Kehidupan
bocil-bocil gimana sih? Hobi nge-bully.
Terus ada salah satu anak yang bernama
Ata. Nah, ini bukan bapaknya Amina ya.
Beda nih, ini beda Atta nih. Nah, Atta
ini sampai mencuri buku dongeng milik
Don di saat itu. Dan beruntungnya di
dalam perjalanan Don di film ini, dia
selalu mendapatkan dukungan dari omanya
dan kedua sahabatnya yang bernama Nurman
dan Mae. Don ini kemudian berusaha buat
mendapatkan kembali bukunya itu dan di
tengah-tengah usahanya tersebut dia
sempat bertemu dengan Mary, yaitu
seorang anak perempuan yang berasal dari
dunia lain yang membutuhkan bantuan Don
untuk mencari orang tuanya. Jadi Mary
ini tuh hantu, Geng. Dalam cerita ini
dia hantu. Nah, jadi si Mary ini tuh
punya orang tua yang sama-sama udah jadi
hantu juga, udah meninggoy ya. Nah, di
saat itu dia butuh nih bantuan Don buat
mencari arwah orang tuanya. Di saat itu
Don tuh enggak pernah menyangka, Geng.
ketika dia diremehkan oleh semua orang
gitu ya dan bukunya dia dicuri dan
ketika dia mencari bukunya malah dia
bertemu dengan hantunya Mary ini dan di
saat itu dia mau membantu Mary dan
ketika dia mencari orang tuanya Mary
sekaligus Don ini berusaha untuk
mempertahankan dongeng peninggalan
keluarganya menjadi dua hal yang saling
terhubung satu sama lain. Jadi ceritanya
itu ya kayak kas pertualangan anak kecil
gitu, Geng. Tapi untuk mengembangkan
cerita ini juga enggak bisa dikatakan
mudah karena ya e directornya Rian itu
untuk bisa membuat cerita film Jumbo ini
diperlukan riset yang menyeluruh
sehingga apa yang ditampilkan dan
disampaikan di film tersebut terasa
sangat otentik dan mencerminkan budaya
Indonesia banget. Nah, inspirasi film
ini berasal dari perhatian Rian terhadap
anak-anak yang merasa enggak diterima
atau enggak dianggap atau bisa juga
dikatakan tuh dianggap berbeda di
lingkungan mereka, diasingkan. Nah,
fakta tersebut menjadi salah satu
keunggulan dari film jumbo ini. Jadi,
walaupun film animasi tapi sangat
menyentuh hati gitu, Geng. Nah, karena
kalau kita nonton film animasi dari luar
negeri, terkadang apa yang disampaikan
dari film tersebut kan enggak relate
buat kita ya. Sebagai orang Indonesia
tuh kehidupannya enggak relate kayak
Donald Duck. Mana relate sama kita ya
kan? Bebek di negara kita bebek entok
udah ada di pecelele. Kalau di sana
bebek mah terbang-terbang di danau gitu
kan enggak relate gitu. Terus juga kayak
Tom and Jerry bukan gua ya. Tom and
Jerry. E apa? Tikus sama kucing.
Tikusnya makan keju lah. Di sini tulang
ikan di wartek ya kan? Mana ada makanya
enggak relate. Nah, tapi kalau film
jumbo ini, film animasi jumbo maksudnya
ini relate banget sama kehidupan
sehari-hari di Indonesia.
Nah, oleh karena itu Jumbo yang memang
diproduksi oleh orang asli Indonesia itu
pengin ngangkat sesuatu yang sangat
dekat dengan orang-orang Indonesia
sehingga ya mereka menciptakan perasaan
yang familiar eh terhadap para penonton
dan orang-orang yang menonton tuh memang
kayak nonton ih kayak kehidupan
sehari-hari ya gitu. Apalagi kayak gua
nih, milenial-milenial nih, nonton kayak
gitu. Gila kayak masa kecil gua ya.
Kerasa banget ya. Walaupun gua bukan
yatim piatu ya, maksudnya itu kayak
dunianya gitu. Selingkarnya tuh kan gua
pasti punya teman-teman yang benar-benar
dibully banget atau dia yatim piatu,
diasingkan tuh ada gitu di lingkungan
kita dan keseharian mereka tuh wah dekat
banget gitu. Kayak kita-kita tuh
nostalgia apalagi kalau yang berasal
dari kampung nih kayak gua nih masa
kecilnya di kampung kayak nostalgia ke
masa lalu gitu. di dalam proses
development untuk film ini itu cukup
panjang, Geng. Karena memikirkan konsep
sampai ke eksekusi bagaimana film ini e
agar bisa menjadi sebuah film animasi
yang bagus dan sesuai dengan ekspektasi
e si director Mas Riannya selaku
director maupun kepada penonton. Mas
Rian ini mengaku lamanya development
film Jumbo enggak terlepas dari dirinya
dia sendiri yang mengidap ADHD yaitu
sebuah apa ya? Gua enggak bisa bilang
ini penyakit, enggak bisa apa ya kayak
kondisi mental seseorang atau eh dengan
kepanjangannya itu adalah attention
deficit hyperactivity disorder. Yaitu
sebuah gangguan perkembangan syaraf yang
mempengaruhi cara kerja otak seseorang.
Bagi orang-orang yang mengidap ADHD ini
bakal membuat mereka antara enggak bisa
fokus atau sebaliknya bisa jadi terlalu
fokus. Nah, jadi ini orang spesial gitu.
Nah, kalau Mas Rian ini dia tuh yang
kedua yaitu terlalu fokus. Kalau dia
sudah menekuni sesuatu, dia bakal fokus
banget. Dan inilah salah satu alasan
mengapa Rian ini bisa fokus untuk
mengerjakan film jumbo bahkan sampai 5
tahun lamanya. Bagi dia, waktu 5 tahun
itu enggak kerasa, Geng. Saking fokusnya
dia untuk membuat film ini dan pengin
film ini bisa sesuai dengan
ekspektasinya dia. Ya, kita sendiri juga
bisa lihat gimana animasi ini
ditampilkan di film Jumbo. Dan
animasinya itu enggak kaku.
Detail-detailnya juga terlihat nyata.
Salah satunya adalah rambut dari tiap
karakternya yang mirip banget kayak
rambut manusia beneran. Kalau
karakternya bergerak, rambutnya juga
ikut bergerak. Ini detail yang sangat
dipikirkan. Rian juga mencurahkan
perasaannya melalui film jumbo ini,
Geng. Sebab, karakter Don memiliki
cerita hidup yang kurang lebih sama
dengan eh Mas Rian karena sama-sama
pernah merasakan dibully oleh
teman-temannya di masa kecil.
Lalu, Geng, kedekatan antara Don dengan
omanya juga sama dengan Rian ini yang
sama-sama dekat dengan neneknya. Terus
salah satu temannya Don, yaitu Nurman
adalah karakter yang diciptakan untuk
mengenang Feris Yamarno, pemeran
karakter mahar di film Laskar Pelangi.
Hal ini disampaikan oleh Rian di salah
satu tweetnya di X. Wah, merinding gua.
Nah, buat sekedar informasi, Feramarno
ini sudah almarhum, sudah meninggal
dunia. Nah, terus geng trailer perdana
film Jumbo ditayangkan pada acara Jogja
Netpark Asean Film Festival atau
disingkat dengan JAF JA FF pada tahun
2024 dan langsung mendapatkan sambutan
yang luar biasa di saat itu. Sampai pada
akhirnya film jumbo ini ditayangkan
tepat di hari libur Lebaran, tepat di
tanggal 31 Maret 2025 kemarin. Awalnya
film ini ketika pertama kali dirilis itu
sempat diremehkan, Geng, kalau enggak
bakal sebagus itu. Tapi ternyata
hasilnya justru kebalikannya. Banyak
orang yang antusias dengan film ini dan
mengaku puas dengan apa yang dikerjakan
oleh Rian serta tim. Penontonnya juga
bukan cuma anak-anak aja, tapi banyak
orang dewasa yang menonton film ini.
Bahkan ada yang mengaku terharu ketika
menonton film jumbo ini karena merasa
sangat relate dengan kehidupan mereka.
Sampai ada yang merasa tertolong karena
ada ee seseorang ya yang menyerah dengan
hidupnya tapi kembali bersemangat
setelah dia menonton film jumbo ini
karena sangat menginspirasi. Nah, banyak
dari penonton yang juga merekomendasikan
agar orang-orang yang belum menonton
film jumbo ini ya untuk menonton dan ini
berdampak terhadap meningkatnya jumlah
penonton tersebut. Jadi bisa dikatakan
ya ini sama kayak gua sekarang nih. Ini
film enggak perlu buzer. Ini film enggak
perlu banyak promonya. Tapi orang-orang
yang suka dengan film ini dengan
sendirinya tertarik dan tergerak untuk
mempromokan. Ada yang dari mulut ke
mulut, ada yang bikin konten kayak gue
gini. Karena emang sebagus itu, Geng.
Dan ini adalah bentuk dukungan terhadap
perfilman animasi Indonesia. Karena ini
emang bagus. Semoga nih ke depannya
animator kita ya tergerak hatinya untuk
bikin sebanyak-banyaknya film animasi
ya. Jangan kalah sama Disney, jangan
kalah sama anim-enim Jepang gitu. Dan
saking antusiasnya orang-orang untuk
menonton film jumbo ini, film ini
menambah 912 layar di seluruh bioskop
Indonesia pada hari ke-15
penayangannya. Karena penuh terus, full
terus, orang enggak kebagian. Jadi
ditambahlah diperluas lagi semakin
banyak penontonnya di saat
itu. Terus geng, sewaktu gua riset
konten ini, penonton film Jumbo itu udah
mencapai 3,8 juta e penonton. Kebayang
tuh ya? Dan film Jumbo ini menjadi film
animasi Asia Tenggara sepanjang masa.
Dan ini bukan overclaim. Mentang-mentang
yang buatnya itu orang Indonesia jadinya
overclaim gitu. Enggak juga. Film ini
emang sudah mengumpulkan lebih dari 8
juta dolar atau sekitar Rp134 miliar
hasil penjualannya. Dan film Jumbo bisa
menggeser Mekamato Movie, yaitu film
animasi asal Malaysia sebagai film
animasi absanlari sepanjang masa. Gila,
Meamato Movie sebelumnya bisa
mendapatkan
7,68 juta Doara dengan
R19, miliar.
Nah, di Indonesia sendiri Jumbo sudah
menyalib film animasi dari Disney yaitu
Moana 2 untuk menjadi film animasi
kedua. Dan Moana 2 itu mengumpulkan
sebanyak 3,1 juta tiket ketika dirilis
pada bulan November 2024. Nah, kalah tuh
sama Jumbo. Dan saat ini Jumbo berada di
posisi kedua tepat berada di bawah film
animasi Disney lain, yaitu Frozen 2 yang
masih berada di puncak dengan
mendapatkan pendapatan sebesar
14,8 juta Do atau setara dengan Rp250
miliar. Itu untuk penonton di Indonesia.
Terus, Geng, enggak sampai di situ aja,
Geng, kesuksesan dari film Jumbo, karena
film ini dijadwalkan akan tayang di 17
negara lain dan ini merupakan prestasi
yang sangat membanggakan bagi Indonesia.
Bahkan soundtrack dari film ini juga
terkenal banget. Salah satunya berjudul
Selalu Ada di Nadimo.
Usah kau takut pada keras dunia.
[Musik]
Fenomena ini menjadi sebuah hal yang
sangat baik karena Indonesia saat ini
sudah kekurangan lagu yang sesuai dengan
umur anak-anak. Bahkan anak-anak kecil
di zaman sekarang malah hafal lagu-lagu
percintaan atau lagu-lagu TikTok yang eh
enggak banget gitu ya. Kadang
kata-katanya jorok gitu dibandingkan
dengan lagu anak-anak mereka lebih hafal
lagu itu. Suksesnya film jumbo pastinya
enggak lepas dari marketingnya, Geng.
Dan ini ya cukup menyenangkan buat kita,
ya. Akhirnya adik-adik kita tuh punya ee
referensi yang baguslah untuk mereka
tonton. Dari ketika trailer perdana film
ini pertama kali diperlihatkan sampai
filmnya rilis, kru film dari Jumbo ini
terus mempromosikan film jumbo mulai
dari menunjukkan karakternya, mengungkap
proses di balik layar ketika proses
produksi. Nah, itu kalian bisa lihat
semua nih. Kalian lihat sendiri dari
video yang gua tampilkan ini. Demi
mendapatkan suara yang sesuai dengan
karakter Acil yang kakinya sakit, Angga
itu harus menggunakan tongkat ketika
record suara. Jadi biar apa ya?
Chemistry-nya dapat gitu, vibe-nya
dapat. Nah, sampai ada karakter Don yang
di halaman Candi Prambanan. Nah, cara
ini membuat semakin banyak orang yang
penasaran dan pengin menonton jumbo
ketika nanti tayang di bioskop. Ya,
meskipun juga ada isu-isu yang menerpa
film ini yang mengatakan keberadaan
karakter hantu di film tersebut eh
dianggap terlalu berlebihan melewati
batas akidah sampai ada yang menyebutnya
musyrik. Ah, biasalah
pengkritik-pengkritik yang ribet ada aja
gitu. Nah, tapi ya bagi banyak orang,
cerita yang diangkat di film Jumbo ini
adalah cerita fiksi dan sudah banyak
yang mengadaptasi dari cerita yang
berkaitan dengan hantu seperti film
animasi dari Disney Pixar yang berjudul
Koko atau sihir seperti di film Disney
Pixar lainnya yang berjudul Encanto.
Terlepas dari itu, yang ditekankan dari
film ini adalah pesan yang disampaikan
ya sehingga banyak yang menilai kritikan
kalau jumbo ini enggak sesuai dengan
akidah itu, itu malah yang lebay gitu.
Berlebihan amat ya. Udah sih, kan cuman
film ya apa ya? Gua juga enggak bisa ini
lagi. Kayaknya bisa dipilah-pilih lah
mana yang baik, mana yang enggak. Tapi
kayaknya untuk karakter hantu di dalam
film itu enggak benar-benar ngeganggu
akidah amat deh kayaknya. Toh di dalam
agama mana nih ya? Kalau gua secara
orang muslim gitu ya, kita juga
dipercayaakan adanya arwah kan,
dipercayakan adanya hal gaib gitu. Jadi
ini yang melanggar dari agama mana nih?
Anda bingung nih, Gan. Ya, oke, kita
lanjutkan. Menurut Rian selaku
sutradaranya, kesuksesan dari Jumbo ini
adalah bukti bahwa animasi Indonesia
masih mendapatkan tempat di hati
penontonnya. Dan dia berharap pencapaian
film Jumbo bisa menjadi penyemangat bagi
para animator untuk terus berkarya dan
enggak meragukan potensi dari orang
lokal Indonesia. Jangan apa-apa tuh
banggain bule. Dan jangan juga dengerin
kata-kata anak Facebook ya. Ingat nih
anak Facebook cut aja deh. Malas suka
ngomong gini mentang-mentang ada
Indonesia overpr. Overpr. Lu paham arti
overpr enggak sih? Baru tahu kalimat
bahasa Inggris sekela mambo aja langsung
diucapin terus. Oh ada Indonesia
overprot. Over. Enggak apa-apa overprot.
Biarin. Kenapa emangnya kalau gua mau
bangga sama negara gua ya bodo amat.
Makanya buat seniman-seniman,
orang-orang yang senang dengan membuat
karya, ya tunjukkan karya kalian. Mau
dikatain overproud, bodo amat memang gua
proud dengan karya gua. Oke, tunjukkan
dan ya biarinlah tuh keyboard- keyboard
warrior itu mau bilang overprin dia
stuck dengan jalannya. Kita lanjutkan,
Geng. Hah, emosi gua kalau ingat-ingat
kalimat-kalimat itu, ya. Biarin deh.
Nah, selain sukses secara komersial,
film karyanya ini juga memberikan dampak
positif kepada anak-anak karena banyak
yang terinspirasi akhirnya menggambar
karakter-karakter di dalam film jumbo.
Yang mana menurut Rian ini menjadi
keberhasilannya dia yang enggak ternilai
harganya. Gua setuju banget nih ya kan?
Jadi anak-anak tuh jadi apa ya? Pengin
ngegambar, jadi mau melampiaskan
ekspresi dan bakatnya gitu. Dan
kesuksesan film jumbo ini mendapatkan
atensi juga, Geng, dari pemerintah. Nah,
di dalam hal ini, Pak Teku Rifki Harsya
selaku Menteri Ekonomi Kreatif ikut
menonton film ini dan menilai kalau film
Jumbo ini sebagai pencapaian yang
membanggakan bagi industri animasi
Indonesia. Nah, beliau juga berharap
keberhasilan film Jumbo ini ya bisa
menjadi awal dari kebangkitan animasi
Indonesia di kancah global. Wah, setuju
banget nih, Pak.
keren. Dan untuk bisa mencapai hal
tersebut tentunya animator Indonesia
enggak bisa bekerja sendiri, Geng. Sebab
ya membutuhkan peran pemerintah juga
yang bisa mendukung industri tersebut.
Oleh karena itu, Pak Teku Rifki
mengatakan pemerintah siap mendukung
industri animasi agar terus berkembang.
Nah, salah satu caranya adalah dengan
memperkuat promosi agar film-film lokal
mendapatkan perhatian yang lebih luas,
Geng. Nah, menurut beliau industri
animasi di Indonesia menunjukkan
kemajuan yang signifikan. Namun masih
ada beberapa hal yang perlu ya untuk
diperhatikan demi menunjang kesuksesan
animasi Indonesia ini. Terutama dari
segi pemasaran dan promosinya.
Pemerintah menyadari pentingnya akses ke
pasar internasional agar film animasi
Indonesia enggak cuma e sukses di dalam
negeri, tapi juga bisa sukses di luar
negeri seperti animasi dari negara
lain. Bentuk dukungan pemerintah lainnya
juga terlihat ketika wakil presiden
yaitu Gibran Rakabuming Raka mengajak
anak yatim untuk saksikan film jumbo ini
di bioskop dan berpesan untuk enggak
takut menjadi diri sendiri. berani
bermimpi besar dan pantang menyerah
dalam menghadapi segala tentangan hidup
yang mana ketiga pesan tersebut ada di
dalam film
jumbo. Memang ya, Geng, dengan
kemunculannya film jumbo ini ya memiliki
animasi sendiri dan enggak kalah bagus
dengan negara lain memang sudah menjadi
harapan besar bagi negara kita. Walaupun
kalau dibandingkan dengan Disney atau
studio animasi dari negara yang lebih
besar gitu ya, animasi asal Indonesia ya
mungkin ada kalahnya, ada kalahnya
sedikitlah, enggak jauh gitu. Nah,
seperti yang gua katakan sebelumnya,
enggak usah jauh-jauh ke Amerika atau ke
Jepang. Faktanya sama negara tetangga
aja yaitu Malaysia, Indonesia itu ya
masih kalah dari segi animasi memang.
Lihat gimana animasi Upin-Ipin terus
Bobo Boy yang sudah sangat terkenal
sampai ke negara-negara lain ya. Tapi
dengan kehadiran Jumbo di industri film
animasi Indonesia ini menjadi sebuah
harapan baru terhadap perkembangan
animasi Indonesia ya, sekaligus jadi
sebuah angin segar bagi industri
perfilman saat ini yang sudah terlalu
banyak diisi oleh genre horor. Dan
kemudian jumbo sebagai sebuah gerakan
dari animator Indonesia untuk melawan
maraknya penggunaan AI yang mengancam
karir mereka sebagai animator dan
menghancurkan industri animasi itu
sendiri. Ya, sampai studio animasi asal
Jepang yaitu studio Gibli juga
menyatakan sikap kepada para pengguna
animasi AI ini. Nah, kita mungkin ee
seru nih kalau membahas tentang ancaman
AI di tengah-tengah industri animasi
ini. Ya, gimana enggak, Geng? Kita lihat
ya, betapa bangganya kita dengan film
animasi Jumbo yang dihasilkan langsung
dari tangan-tangan seniman animasi
negara kita, seniman lokal Indonesia.
Nah, tapi dengan adanya gempuran AI,
kasihan juga mereka. Karya-karya mereka
yang mereka buat dengan susah payah tapi
dengan mudahnya ditiru oleh AI. Sekarang
kita masuk ke dalam pembahasan ancaman
AI di tengah industri
animasi. Jadi, Geng, AI menjadi sebuah
teknologi yang menandakan kalau zaman
sekarang udah canggih banget. Segala
aktivitas yang kita jalani saat ini juga
enggak terlepas dari AI. Entah kalian
sadar atau enggak, kalau kalian bingung
bisa tanya ke chat GPT. Bahkan chat GPT
udah bisa diajak chat seperti kalian
chat dengan orang asli. Dan wawasannya
juga luar biasa luasnya melampaui ya
wawasan manusia bias lah. Dan itu adalah
sebagian dari fungsi AI yang bisa
memudahkan kita dan bisa bermanfaat
kalau dimanfaatkan secara positif. Tapi
di sisi lain, AI ternyata memiliki
dampak yang sangat merugikan bagi
seniman mulai dari animator ataupun
musisi. Ya, namanya juga karya seni.
Setiap karya yang dihasilkan itu
value-nya adalah pada seni di karya
tersebut yang mana seni itu dibuat oleh
manusia. Idenya, proses pengerjaannya
itu adalah bagian dari seni. Nah, ketika
semua proses itu malah diganti oleh AI,
maka prosesnya hilang. Secara enggak
langsung esensi dari seni itu sendiri
juga pasti bakal pudar dan hilang. AI
ini juga bisa dikategorikan jahat
banget, Geng. Sama seniman khususnya.
Terkhususnya yang gua bicarakan di sini
adalah animator karena kita sedang
membicarakan soal animasi ya. Untuk bisa
menghasilkan gambar sesuai dengan prom
yang kalian minta. AI ini bakal
mengambil gambar milik orang lain dan
mengganti beberapa elemen atau hal yang
ada di dalam gambar tersebut.
menyesuaikan prom barulah ya diberikan
kepada si peminta atau si user e AI
tadi. Misalnya nih ada animator yang
membuat animasi tentang dirinya sendiri
ee sedang duduk di kursi dan animasi
tersebut diunggah ke internet maka
karakter yang seharusnya itu adalah
haknya si animator dan itu adalah si
animator sendiri. Tapi oleh AI malah
diganti jadi karakter yang sesuai dengan
yang kalian mau ee yang sesuai kalian
ketik di prom tersebut. Jadi, AI ini
bisa mencuri segala hal yang ada di
internet dan bisa dikatakan semacam
melanggar hak cipta. Enggak terkecuali
data diri kalian sendiri. Enggak asik
banget ya. Bukan cuma enggak asik sih,
bahaya lebih
tepatnya. Terus untuk yang menggunakan
animasi dari AI, sebagus apapun atau
seterkenal apapun animasi yang dibuat
enggak akan bisa diklaim hak ciptanya.
Nah, jadi kalau kalian nih merasa kalian
pengin bikin film misalkan atau bikin
karya tapi enggak mau pakai jasa
animator, maunya pakai AI. Nah, itu
enggak bisa kalian hak ciptakan. Jadi,
itu enggak ada lcens-nya. Suatu waktu
kalian disu atau dituntut oleh
seseorang, kalian bisa kena. Atau eh
hasil karya kalian ini yang karena
animasinya berasal dari AI itu juga bisa
disalahgunakan oleh orang. Salah satu
contohnya nih pernah kejadian pada
animasi tung tung tung sahur yang waktu
bulan puasa kemarin sempat ramai banget
dibicarakan di TikTok. Tung tung tung
tung tung tung tung tung tung sahur.
Animasi tersebut enggak cuma terkenal di
Indonesia aja, tapi ternyata orang-orang
dari luar negeri juga tahu animasi AI
ini. Bahkan ada yang membandingkan
dengan animasi AI serupa dari negara
lain. Dan saking viralnya sampai ada
yang membuat figur mainan tungtung
tersebut. Dan biasanya kan kalau ada
karakter animasi kerja sama dengan brand
mainan atau fashion, brand tersebut
harus membayar lisensi tuh kepada si
kreatornya. Ya katakanlah misalkan gua
menggambar diri gua sendiri dalam bentuk
animasi, terus tiba-tiba ada perusahaan
mainan ngebuat patungnya atau bonekanya.
Nah, itu perusahaan harus bayar gua
seharusnya. Nah, tapi di dalam hal yang
terjadi kepada si tungtung tung sahur
ini ya berbeda gak berlaku. Sebab si
pembuatnya yaitu Noxa, akun TikTok yang
mempopulerkan ya animasi ini tidak bisa
mendapatkan hak cipta dan meminta
lisensi kepada pembuat figur mainan
tersebut karena ya animasi ini dibuat
menggunakan AI. Jadi dia enggak bisa
mendapatkan uang hak cipta, uang
lisensi. Itu enggak ada karena enggak
ada hak ciptanya. Nah, jadinya akhirnya
ya udah karya dia tuh bisa seenak hati
diambil oleh orang ya untuk mencari
uang. Terus geng kemarin juga sempat
rameai banyaknya orang-orang yang
mengunggah sebuah foto AI dengan style
animasi yang mengambil referensi dari
studio animasi terkenal asal Jepang
yaitu Studio Gibli. Tadi udah sempat gua
singgung-singgung juga nih. Buat kalian
yang belum tahu, studio Gibli ini
didirikan oleh sutradara yang bernama
Hayao Miazaki dan Isao Takahata. serta
ada satu produser yang namanya Tosio
Suzuki. Nah, setelah mereka mengakuisisi
aset Top Crave pada tanggal 15 Juni
tahun 1985, ya studio ini mereka
dirikan. Studio ini gak cuma terkenal di
Jepang, Geng. Tapi juga di seluruh dunia
karena sudah membuat berbagai film
animasi seperti Grave of the Fireflies,
terus ada Ponyo, terus ada My Neighbor
Totoro, terus ada Spirit Away, dan masih
banyak lagi. Nah, gue yakin enggak cuma
kalian yang e mungkin background-nya
wibu gitu ya. Enggak cuma wibu-wibu aja
yang tahu film-film produksi dari studio
Gibli ini. Tapi yang gak wibu juga pasti
pernah nonton atau setidaknya tahu
beberapa di antara film dari studio
Gibly ini, Geng. Kalian bisa lihatlah
dari gambarnya pasti familiar. Dan dari
semua film tersebut, Studio Gibli itu
punya ciri khas sendiri di dalam
animasinya. Enggak bisa ditiru oleh
orang. Bisa sih, cuman ee apa ya? Kayak
ide dasarnya itu dari mereka. Merekalah
Ojinnya. Nah, jadi orang-orang pasti
bakal tahu kalau animasi seperti ini
udah pasti itu adalah studio Gibli yang
buat. Singkat cerita nih, Geng, enggak
lama setelah chat GPT mengeluarkan fitur
terbaru mereka, berbagai situs web dan
platform langsung menghujani internet
dengan animasi Gibli buatan AI. Ada
gambar dari tokoh-tokoh dan e peristiwa
yang diubah menjadi animasi Gibli
seperti Albert Einstein, ada Donald
Trump, terus Putin, Zalenski, bahkan
foto-foto netizen atau warga sipil biasa
pun bisa diubah ke dalam bentuk animasi
cas Gibli ini. Fenomena ini tentunya
membuat heboh para animator enggak
terkecuali di Indonesia. Dengan adanya
fitur tersebut menunjukkan kalau Chat
GPT memiliki fitur yang canggih hingga
bisa membuat sebuah animasi yang mirip
banget yang dibuat oleh studio Gibli
dengan cara yang
instan. Tapi geng di sisi lain itu juga
menjadi sebuah ancaman karena AI yang
meniru karya seni yang dibuat oleh
manusia terlebih lagi animasi Gibli
tersebut udah memiliki hak cipta ya ini
benar-benar mengkhawatirkan terutama
untuk para seniman dari studio Gibli.
Nah, di tengah-tengah perdebatan
tersebut muncul sebuah video dari HYAo
Miazaki di tahun 2016 ketika dia
berkomentar mengenai peran AI di dalam
dunia animasi. Nah, ternyata nih sudah
dari sejak lama yang mana di saat itu
Miazaki mengomentari sebuah demo AI yang
dibuat oleh tim pengembang yang terdiri
dari sekelompok animator dan desainer
yang menunjukkan animasi tubuh yang
bergerak dengan cara menyeret diri
menggunakan kepala. Nah, ternyata geng,
adegan itu merupakan cuplikan dokumenter
mengenai Miazaki sendiri yang berjudul
Never Ending Man. Hayao Miazaki. Dan
Miazaki mengatakan kalau dia benar-benar
merasa jiji ketika melihat demo tersebut
dan menegaskan kalau dia enggak pernah
ingin menggunakan teknologi ini untuk
karya-karyanya. Ya, walaupun berbentuk
animasi, apa yang ditampilkan di dalam
animasi tersebut haruslah sesuai dengan
perasaan manusia agar pesannya bisa
tersampaikan. Tapi sementara itu, AI itu
gak bisa memahami perasaan manusia yang
sebenarnya. Jadi, Miazaki pun bilang
kalau penggunaan AI adalah bentuk
penghinaan terhadap kehidupan itu
sendiri. Nah, itu anggapan dia tuh deep
banget, dalam banget. Dan gua rasa,
Geng, statement dari Miazaki ini juga
menjadi suara bagi para animator ya.
Buat apa mereka belajar capek-capek
membuat animasi kalau pada akhirnya
pekerjaan mereka akan digantikan oleh
robot atau kecerdasan buatan atau dengan
kata lain AI, artificial intelligence.
ya. Kalau kondisi ini terus ya berjalan
terus ya, berlanjut terus, cepat atau
lambat pekerjaan mereka bakal diganti
oleh robot-robot ini, oleh AI ini. Dan
inilah yang menimbulkan kekhawatiran
baru bagi publik, terutama mereka yang
bekerja sebagai animator. Ya, dengan
kemampuan chat GPT yang bisa meniru
animasi studio Gibli itu memicu
kontroversi terkait hak kekayaan
intelektual para seniman. Ya, menurut
sebuah laporan di Amerika itu udah ada
lebih dari 400 artis Hollywood yang
melaporkan Open AI, developer dari chat
GPT dan juga Google dengan menuduh
perusahaan tersebut sudah menggunakan
karya dari para seniman tanpa izin alias
mencuri. Nah, terus gimana nih kalau
kasusnya seperti studio Gibli ini ya?
Kalau berdasarkan hukum yang berlaku di
Jepang, ada sebuah Undang-Undang Hak
Cipta yang direvisi di tahun 2018 yang
justru memberikan kelonggaran untuk AI.
Kasihan banget ya para animator Jepang.
Di pasal
30-4 dikatakan konten berhak cipta bisa
digunakan untuk analisis, penelitian,
pelatihan, dan pengembangan AI selama
tujuannya adalah mendukung inovasi
teknologi. Terus para seniman dapat apa?
Dan juga bahkan nih, Geng, AI itu enggak
perlu izin dari pemegang hak cipta untuk
hal ini selama masih di dalam koridor
pelatihan AI. Dan sayangnya di dalam
undang-undang tersebut tidak dijelaskan
apakah hasil dari pelatihan tersebut
boleh dipergunakan untuk kepentingan
pribadi maupun komersial. Jadi itu
abu-abu banget ya. Akhirnya orang
menggunakan untuk kepentingan komersial
alias ya buat bikin karya yang lain.
Sementara seniman yang menciptakan
dasarnya enggak dapat apa-apa. Nah,
makanya oleh karena itu ini adalah hal
yang legal kalau banyak perusahaan bisa
menggunakan konten berhak cipta dari
Jepang seperti studio Gibli untuk
melatih AI bahkan mendapatkan keuntungan
dari hasilnya. Nah, namun sementara itu
dari Open AI sendiri sudah mengeluarkan
pernyataan sebagai respon atas
kekhawatiran publik mengenai dampak AI
pada karya seni. Nah, mereka mengatakan
bahwa pihak mereka mengakui para
pengguna itu menggunakan chat GPT untuk
membuat konten. Dan di sisi lain, Open
AI mengklaim sedang berupaya ya
menyesuaikan kebijakan sembari memantau
penggunanya untuk memastikan penggunaan
fitur ini tetap dalam koridor dan
batasan etika yang bisa diterima. Nah,
ini kita-kita nih, Geng. yang bukan
seorang animator lebih baik ya ee
hati-hati dalam memanfaatkan tren ini,
dalam memanfaatkan tren animasi
Gibliatan EAI ini sebagai bentuk
dukungan dan respect kita kepada para
animator yang sudah capek-capek membuat
animasi tersebut ya. Karena kalau
terus-terusan dibiarkan gini ya ini bisa
mengancam karir dari para animator itu
sendiri. Kalau mereka sampai kehilangan
pekerjaan karena sudah digantikan AI
yang ada ya bakal semakin meningkat ya
pengangguran di dunia ini. Dan dengan
adanya film jumbo yang gua ceritakan
tadi ya ini membuktikan bahwa di
tengah-tengah pesatnya perkembangan AI
sampai sudah menyentuh industri animasi
ya animasi buatan manusia sungguhan,
buatan tangan sungguhan masih banyak
digemari sebenarnya. Nah, ini menjadi
awal yang baik bagi Indonesia untuk
terus meningkatkan kualitas animasi agar
bisa bersaing di pasar film animasi
internasional. Ya, syukur-syukur, Geng,
ke depannya ya industrinya bisa
menyaingi Disney Pixar. Amin ya rabbal
alamin, ya. Nah, itu dia, Geng e
pembahasan kita kali ini mengenai film
jumbo dan ancaman AI bagi industri
animasi. Dan ya, gimana menurut kalian
pembahasan kita kali ini? Sekalian kalau
ada yang sudah menonton film Jumbo, coba
dong geng kasih review kalian terhadap
film ini di kolom komentar.