Transcript
yZ0BA8AYNIw • COUNTER MONEY EMERGENCY! Celebrities and state-owned enterprise employees have been caught using ...
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1409_yZ0BA8AYNIw.txt
Kind: captions
Language: id
kasir di toko tersebut sama orangnya
jeli-jeli gitu. Dia enggak mau
sembarangan karena kan itu tanggung
jawab dia. Nah, dia mengecek uang yang
diberikan oleh Sekar terlebih dahulu dan
terbukti kalau uang tersebut lagi-lagi
palsu. Nah, saat si Sujari ini mau
ngambil tas tersebut, polisi langsung
mendatangi dan menginterogasi dia.
Sempat terjadi perdebatan antara Sujari
dengan polisi. Karena di saat itu polisi
meminta agar Sujari membuka tas. Namun
permintaan itu ditolak sama Sujari. Dia
bilang, "Enggak mau, Pak. Kenapa saya
harus buka?" gitu. Namun karena terus
didesak oleh polisi, akhirnya Sujari mau
enggak mau membuka tas dan
memperlihatkan isinya kepada polisi yang
ternyata semuanya adalah uang
palsu. Yo, Geng. Tekan tombol subscribe,
Geng. Halo, Geng. Welcome back to Kamar
[Musik]
Jerry genggeng. Hari ini kita bakal
membahas tentang sebuah kasus uang
palsu. Ya, ini gila banget, Geng. Karena
gua makin berpikir, ya begini amat
kondisi negara kita sekarang. Karena
kasus ini eh yang gua enggak habis pikir
ya itu dilakukan oleh dua orang yang
mungkin di dalam bayangan kita enggak
akan berani melakukan tindakan
ini. Yah, pelaku yang pertama ya dari
cerita pertama pelakunya itu adalah
seorang artis alias aktor atau aktris
pemain film kolosal terkenal. Terus dari
kasus yang kedua, pelakunya itu adalah e
seorang pegawai BUMN. Segitunya berarti
negara kita sedang tidak baik-baik aja.
Kenapa? Karena orang-orang yang punya
status sosial ini dengan beraninya
secara terang-terangan menggunakan uang
palsu untuk ee apa ya? ee melakukan alat
tukar ya, jual beli, ee menjalani hidup,
menyambung hidup pakai uang palsu. Ini
kan gila banget. Berarti mereka tuh
sudah ada anggapan bahwa ada dua poin.
Yang pertama antara negara kita sedang
krisis banget karena sulitnya untuk
mencari uang atau yang kedua sebegitu
remehnya hukum di negara kita sehingga
mereka dengan beraninya melakukan hal
ini dengan terang-terangan. Bahkan di
kasus yang pertama, Geng, yang gilanya
adalah si artis kolosal itu
membelanjakan uang palsu di mall besar
terkenal di ibu kota. Ibuota, Geng.
Bukan di kampung, bukan di daerah. Yang
nota bandnya eh sebuah mall besar,
sebuah mall mewah di ibu kota sudah
punya alat pendeteksi uang asli atau
palsu, tapi dia berani membelanjakannya
dan jumlahnya juga enggak main-main,
bahkan sampai ratusan juta. Gila ya.
Setelah beberapa bulan kemarin kita
sempat membahas kasus uang palsu ini e
tentang pabriknya yang ada di UIN
Makassar dan juga di Bogor. Tetapi
belakangan ini ternyata masih ada kasus
lainnya. Kasus ini ya yang pertama itu
melibatkan seorang artis yang bernama
Sekar Arum Widara yang kalau kalian dari
generasi Genzi dan Milenial gitu e pasti
sering menonton TV pasti enggak asing
dengan sosok ini karena dia memang
terkenal karena menjadi pemeran di
sinetron kolosal di salah satu stasiun
TV terkenal. Terus Sekar ini juga sempat
terjun ke dunia politik. namanya sempat
gak terdengar dan mulai mencuat lagi
ketika dia menjadi tersangka karena
menggunakan uang palsu ini. Nah, terus
geng enggak lama setelah kasus si Sekar
ini, di daerah lain, polisi kembali
menangkap kasus yang sama dengan
terbongkarnya keberadaan pabrik pencetak
uang palsu di Bogor yang jumlahnya
mencapai miliaran rupi uang palsu
tersebut juga ada yang berbentuk dolar
dan sudah siap edar.
Kepolisian Polsek Tanah Abang berhasil
membongkar pabrik uang palsu di Bogor
usai penemuan tas mencurigakan di
gerbong KRL Stasiun Tanah Abang.
Ada sebanyak orang yang terungkap yang
mana satu orang di antaranya bekerja di
perusahaan BUMN. Nah, kita langsung aja
nih, Geng. Masuk ke dalam dua kasus ini
yang menurut gua seru banget untuk kita
bahas dan dari sini kita bisa menelaah
bagaimana menyedihkannya kondisi negara
kita saat ini. Oke, langsung aja kita
bahas secara lengkap di sisi
[Musik]
lain. Untuk kasus yang pertama, kita
bahas dulu kasusnya Sekar Arum Widara
yang ditangkap karena menggunakan uang
palsu. Oke, Sekar Arum Widara. Dia ini
adalah seorang perempuan yang sempat
menghiasi layar kaca beberapa tahun yang
lalu. Mungkin kalau kalian sering nonton
TV udah enggak asing lagi dengan Sekar.
Dari profile-nya dikatakan dia ini lahir
di Bogor tanggal 2 November tahun 1984.
Usianya sudah mau menginjak 41 tahun.
Sekar ini adalah seorang lulusan
perguruan tinggi yang memiliki gelar
sarjana ilmu politik. Namun dia
memutuskan untuk terjun ke dunia
hiburan. Sekarang ini memulai karirnya,
Geng, di dunia hiburan pada akhir tahun
1990-an dan mulai dikenal oleh publik
ketika menjadi pemain dari sinetron
kolosal yang berjudul Angling Dharma
yang tayang sejak tanggal 3 Mei tahun
2000.
Jadi, geng, waktu itu sinetron ini
menjadi salah satu tayangan kolosal
paling populer. Nah, kalau kalian tahu
ya e dari mana memes-memes naik naga,
orang mau apa mau berantem bisa
terbang-terbang. Nah, ini dari film-film
kayak gini nih awal mulanya dan ketika
itu nama Sekar jadi terkenal dan
dianggap sebagai salah satu aktris
berbakat dan ya cukup diperhitungkan.
Dan dari sini Sekar mulai tampil di
berbagai produksi TV lainnya sepanjang
tahun 2000-an. Nah, terus singkat
ceritanya di awal tahun 2010-an, Sekar
mulai mencoba menukuni bidang lain yaitu
menjadi seorang host dan juga presenter
di dalam acara TV bertema aksi bela diri
berjudul pendekar yang tayang sekitar
tahun 2010 sampai tahun 2011. Program
ini memiliki sekitar 40 episode dan
program pendekar ini sangat cocok dengan
Sekar karena Sekar sendiri memang
dikenal karena perannya di sinetron
kolosal dan juga eh acting laga gitu,
Geng. Nah, namun setelah itu dia mulai
jarang berseleweran di layar kaca dan
sudah tidak aktif lagi di dunia hiburan.
Dan di sisi lain ternyata di tahun 2014
yang bertepatan dengan tahun pemilu,
Sekar mencoba peruntungan di bidang
lain, yaitu terjun ke dunia politik
sesuai dengan bidang gelar yang dia
miliki. Nah, di tahun tersebut, Geng,
Sekar e jadi nyalonin diri sebagai
anggota legislatif dari Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan atau PDIP. Nah, dia
ini jadi e DPRD Kota Bogor dari daerah
pemilihan 5 Bogor Utara. Mungkin ada
teman-teman yang dari daerah Bogor,
barudak-baruda Bogor nih ya bisa komen
ya. Siapa tahu ya kalian mengenal sosok
sekar ini calon ibu DPRD kalian. Anjay.
Nah, tapi sayangnya geng dia tidak
mendapatkan banyak suara sehingga ya
enggak berhasil lolos di saat itu. Dan
selain itu juga sekarang ini ya akhirnya
bekerja di sektor swasta sebagai seorang
karyawan. Dan menurut salah satu sumber
yang gua dapat nih ya, dia ini bekerja
sebagai konsultan profesional. Nah, tapi
walaupun udah enggak terlihat aktif di
dunia hiburan serta politik, ternyata
Sekar ini sering membagikan aktivitasnya
di Instagram pribadi dengan username
Sekar Dara Aaa. Ya, a-nya ada empat
gitu. Tapi semenjak dia tersandung
kasus, Instagramnya udah enggak pernah
aktif lagi sampai sekarang. Barulah nama
dia kembali menjadi pembicaraan publik
ketika menjadi tersangka atas kasus uang
palsu yang menjadi pembahasan kita hari
ini. Nah, jadi gimana nih akhir dari
kasus ini sampai terungkap? Jadi, Geng,
kasus ini terjadi pada tanggal 2 April
tahun 2025 beberapa hari yang lalu.
Ketika itu Sekar ini dengan beraninya
dia sedang berada di Lipo, Malkemang.
Nah, mungkin buat teman-teman yang di
luar Jakarta perlu gua jelasin sedikit.
Lipo Mall Kemang ini bukan mall kecil.
Ini adalah salah satu mall terkenal di
Jakarta. Mall besar tempat orang-orang
hebat juga yang datang ke sana ya. Jadi
enggak sembarangan. Dan di saat itu
Sekar datang ke sana ingin melakukan
transaksi menggunakan uang palsu yang
dia bawa. Pernah mikir enggak kalian
seberani itu dia? Tempat pertama yang
dia datangi itu Hypermart, Geng. sebuah
supermarket yang ada di mall tersebut.
Dia nyoba buat gunain uang palsu itu
buat beli makanan dan minuman di sana.
Ya, dia datang ke sana langsung teriak
bel ya itu di warung ya. Ya, yang jelas
dia ke sana milih-milih dan ketika sekar
ini sudah pilih-pilih, dia langsung
menuju ke kasir. Dia mau bayar di kasir
menggunakan pecahan Rp100.000. Nah, si
kasir di saat itu memproses
pembayarannya sekar sehingga transaksi
sekar menggunakan uang palsu pada
awalnya berhasil. Gokil enggak tuh?
Berarti sebegitu miripnya tuh uang
palsu. Ketika dia tahu kalau uang palsu
yang dia punya bisa digunakan untuk
bertransaksi, dia akhirnya nyoba buat
kedua kalinya melakukan transaksi
menggunakan uang palsu. Itu ketagihan
nih kayak, "Wish, bisa nih." Gitu. Ada
lagi nih, masih banyak nih. Ah, langsung
belanjain aja lah. Nanti dapat kembalian
pakai uang asli kan begitu. Tapi saat
Sekar melakukan transaksi yang kedua
kalinya ini, kasirnya berbeda. Kasir
yang ini enggak langsung memproses
transaksinya Sekar, melainkan kasir yang
satu ini orangnya jeli. Orangnya enggak
sembangan nerima uang. Jadi,
dilakukanlah pengecekan oleh si kasir
yang satu ini. Nah, pas dikasih ke kasir
itu pengecekan tersebut menggunakan
sinar UV. yang menjadi salah satu cara
untuk mendeteksi apakah lembaran uang
yang dipakai untuk bertransaksi adalah
uang asli atau bukan. Nah, ternyata saat
diperiksa kasirnya curiga kalau uang
yang diberikan oleh Sekar adalah uang
palsu. Sehingga kasir di saat itu
membatalkan transaksinya si Sekar ini,
Geng. Dibatalkan tuh langsung. Setelah
transaksinya dibatalkan, akhirnya ya si
Sekar ini alih-ali segera pulang. Dia
sama sekali enggak takut ketahuan gitu
saking yakinnya. Karena mungkin di awal
tadi udah berhasil, dia justru berpindah
toko. Dan di toko selanjutnya yang dia
datangi itu adalah Asco. Sebuah toko
yang menyediakan berbagai alat perabotan
rumah tangga yang dulu dikenal sebagai S
Hardware kalau kalian
tahu. Nah, dia cobalah di sana. Di sana
Sekar ini berbelanja berbagai alat
perabotan rumah tangga yang jumlah
pembayarannya lebih dari Rp1 juta. Nah,
di saat itu dia ngasih sekitar 11 lembar
uang palsu pecahan Rp100.000. Berarti
sekitar
Rp1.100.000 kasir di toko tersebut sama
orangnya jeli-jeli gitu. Dia enggak mau
sembarangan karena kan itu tanggung
jawab dia. Nah, dia mengecek uang yang
diberikan oleh Sekar terlebih dahulu dan
terbukti kalau uang tersebut lagi-lagi
palsu. Nah, namun kali ini ternyata
Sekar enggak dilepaskan gitu aja.
Ditahan di toko tersebut hingga pihak
keamanan mall mengamankan Sekar dan
memberitahukan kejadian ini kepada
manajemen dari Mall Lipo Kemang. Karena
wah mereka udah curiga apa jangan-jangan
lu udah belanjain nih uang sebelumnya.
Makanya ditahan dimintai keterangan dan
pertanggungjawaban. Lalu geng ketika dia
ditahan dan ditanyain sudah berapa kali
Sekar melakukan transaksi menggunakan
uang palsu ini, dia pun dengan polosnya
mengaku kalau sudah menggunakan lebih
dari dua kali di mall tersebut. seperti
yang udah gua ceritakan tadi. Nah, dari
pengakuan dia inilah pihak keamanan mall
kemudian melaporkan kejadian ini ke
polsek Mampang Prapatan dan polisi
langsung datang ke sana secepat kilat ya
sekitar jam 09.00 malam. Kebayang tuh ya
di mall-mall yang harusnya ya jam 09.00
malam tuh udah tutup ya, tapi polisi
langsung datang di sana dan si Sekar ini
masih ditahan di sana. Nah, dari Polsek
Sekar langsung dibawa ke Polres Metro
Jakarta Selatan. Urusannya
panjang terus, Geng. Penangkapan Sekar
ini enggak membuat penyelidikan polisi
terhenti sampai di situ. Setelah itu,
polisi menggeledah tempat tinggal Sekar
yang ternyata ketika itu dia bermalam di
sebuah hotel yang enggak jauh dari mall
tersebut. Jadi, intinya tuh dia lagi
pengen e healing, lagi pengen stay gitu
ya, tapi pakai uang palsu gitu. Tapi ada
juga beberapa sumber lain nih yang gua
dapatkan ya. Katanya sih bukan tinggal
di e hotel, ada yang bilang tinggalnya
sih di kos-kosan ya. Mungkin kos-kosan
3* 4 kamar mandi di luar gua enggak tahu
ya. Soalnya kan duitnya palsu nih gitu.
Tapi yang jelas di saat itu dia ee apa
ya? Kayak diminta oleh polisi, "Tunjukin
di mana kamu tinggal di Jakarta ya."
Karena kan dia warga Bogor ya. Nah,
perlu kalian tahu juga geng antara Bogor
Jakarta itu agak lumayan perjalanannya.
Kalau mau jalan-jalan di Jakarta enggak
jarang juga orang Bogor kadang sampai
nginep gitu. Nah, akhirnya
ditunjukkanlah di sana ternyata polisi
menemukan lebih banyak lagi uang palsu
yang disimpan oleh Sekar. Kilanya total
uang palsu yang dia simpan mencapai
223,5 juta dalam pecahan Rp100.000.
Gila, bisa beli mobil, uang palsunya
banyak banget. Dan selain itu polisi
juga nyita dua HP yaitu iPhone 11 Pro
Max dan Xiaomi Redmi punya siar ini.
Nah, polisi langsung menetapkan Sekar
sebagai tersangka. Sampai gue syuting
video ini, polisi masih terus mendalami
kasus dan akan menyelidiki lebih jauh
dari mana Sekar mendapatkan uang palsu
tersebut dan dia udah mengedarkan uang
itu ke mana aja itu lagi diselidiki.
Penahanan sudah dilakukan oleh I dari
mana? Iya. Kemudian mesin ketik yang ee
mesin pencetaknya itu kita harus lihat.
Nah, polisi juga menduga ada kemungkinan
kalau Sekar bakal menjual kembali uang
palsu tersebut. Dan sejauh ini Sekar
mengaku kalau dia baru menggunakan uang
palsu itu di kawasan Jakarta Selatan.
Nah, sekar akhirnya dijerat dengan pasal
26 ayat 2 dan 3 jungto 36 ayat 2 dan 3
Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang
mata uang dan atau pasal 244 KUHP dan
atau 245 KUHP dengan ancaman pidana
selama 15 tahun
penjara. Aduh, enggak ada penyakit nyari
penyakit. 15 tahun penjara itu enggak
hmm enggak sebentar gitu ya, Geng. Dan
ini benar-benar kasus yang menurut gua
konyol banget gitu. Ngebelanjain uang
palsu di mall besar, di mall terkenal.
Ngapain sih? Kenapa enggak cari tempat
lain? Eh, malah ngajarin penipu gua.
Enggak, maksud gua gini loh ya, kalau
udah tahu lu mau ngelakuin kejahatan
jadi penipu, enggak usah bodoh-bodoh
bangetlah. Itu kan budluk namanya, gitu
ya. Ini nih jiwa sosialita. budget
pas-pasan alias
BPJS. Kebalik ya. Budget eh iya enggak
sih? BPJS gimana sih? Budget pas-pasan
jiwa sosialita. Oh ya kebalik. Oke kita
lanjut nih, Geng. Jadilah di saat itu
dia dipenjara. Nah, dan polisi mulai nih
mencari-cari ee keberadaan uang palsu
lagi. Karena ini bahaya banget. Hanya
berselang beberapa hari dari kasusnya
sekar, polisi akhirnya kembali
mengungkap kasus serupa di tempat lain,
yaitu di Bogor. Di mana ya di Bogor ini
ditemukan pabriknya. Ini kemungkinan
besar mungkin ya. Tapi ini bukan ee
fakta sebenarnya ya. Ini cuma gua
menebak-nebak. Apa mungkin di Bogor ini
adalah tempat di mana Sekar mengambil
atau mendapatkan uang palsunya. Karena
yang ditemukan di Bogor kali ini adalah
pabrik pencetak uang palsu. Dan salah
satu tersangkanya adalah pegawai BUMN.
Wah, ini cowok-cowok luada nih yang
pakai layar BUMN ya kan ke mana-mana ke
coffee shop pakai layar BUMN ya kan.
Mobilnya kredit enggak apa-apa mobilnya
LCDC kredit 5 tahun enggak apa-apa yang
penting pakai layar BUMN. Nah, ini nih.
Nah, sekarang kita bakal masuk nih geng
ya. Sori. Oke, sekarang kita bakal masuk
nih, Geng, ke dalam kasus selanjutnya,
yaitu terbongkarnya pabrik uang palsu di
Bogor. Jadi, geng sebelumnya gua pernah
membahas mengenai pabrik uang palsu di
Bogor juga. Nah, tapi ternyata ini bukan
satu-satunya kasus yang terjadi di
Bogor. Karena kasus yang sekarang yang
bakal gua bahas juga sama terjadinya di
daerah Bogor. Nah, peristiwa ini terjadi
di tanggal 7 April tahun 2025, tepat 5
hari setelah Sekar ditangkap. Jadi, ini
berawal dari adanya tas yang tertinggal
di salah satu gerbong KRL di Stasiun
Tanah Abang.
Ada benda atau tas yang
mencurigakan yang itu tertinggal di
salah satu gerbong kereta tujuan Rangkas
Bitung.
Wah, ini kasusnya lebih konyol lagi ya.
Memang ya ee Allah Subhanahu wa taala
atau Tuhan yang Maha Esa itu adil gitu
ya. Membongkar sesuatu atau terjadinya
sesuatu itu tanpa diduga-duga dan tanpa
disangka-sangka. Ini kejadiannya
benar-benar kayak sebuah keajaiban yang
kebetulan gitu, Geng. Jadi, awalnya ya
eh ada sebuah KRL yang tujuannya Kangkas
Bitung. Nah, tiba-tiba ada orang yang
menjadi penumpang di KRL tersebut
meninggalkan tas secara tidak sengaja.
Nah, tas tersebut ya yang enggak sengaja
ditinggalin nih. Kebayang nih ya uang
ratusan juta di dalam tas ya, tapi uang
palsu itu bisa lupa lupa dibawa. Lu
bayangin nih di mana-mana orang bawa
uang mau itu palsu mau asli pasti yang
namanya uang itu bakal dijaga banget
enggak sih? Nah, ini bisa lupa. Nah, tas
tersebut ditemukan oleh seseorang. Nah,
enggak disebutkan nih secara jelas siapa
yang nemuin apakah orang itu penumpang
atau petugas. Nah, tapi orang ini enggak
sempat memeriksa tas. Dia memilih untuk
melaporkannya ke Polsek Tanah Abang
karena kan ya ini punya seseorang ee
takutnya nanti ada yang nyari gitu.
Dilaporkanlah ke Polsek Tanah Abang.
Polsek Tanah Abang setelah dapat laporan
tersebut kemudian menerjunkan beberapa
personil dan ternyata di saat itu pihak
Polsek Tanah Abang udah memeriksa nih oh
isinya duit. kok bisa banyak banget dan
ternyata isinya duit palsu. Nah, di saat
itulah polisi menyusun taktik yang bisa
memancing si pemilik uang ini. Nah, jadi
di saat itu polisi udah ngeh ini
kemungkinan bukan ditinggalin. Duit ini
sengaja ditaruh di sana supaya nanti
orang yang ee udah transaksi atau udah
janjian sama si pemilik awal dari uang
tersebut ngambil di lokasi itu. Jadi
kayak apa ya sebutannya? Ini biasa nih
transaksi narko nih yang kayak gini-gini
nih. Kayak eh nanti lu ambil ya di bawah
batu ini atau eh nanti lu ambil ya di
rak ini gitu. Nah, belum sempat diambil
sama pemilik aslinya ditemuin sama orang
duluan dan dilaporkan ke polisi. Nah,
jadinya di saat itu taktik polisi adalah
membiarkan
tas polisi menduga kalau tas itu sengaja
ditinggalin buat diambil oleh seseorang.
Nah, polisi melakukan pengintaian di
gerbong sembari menunggu momen orang
yang mau mengambil tas itu datang. Dan
ternyata pucuk dicinta, ulam pun tiba.
Jodoh enggak ke mana. Taktik tersebut
membuahkan hasil karena di hari yang
sama ada seorang pria yang kemudian
diketahui bernama Muhammad Sujari. Huh,
gua kesal banget. Kenapa orang-orang
jahat ada yang pakai nama rasul gitu ya.
Nah, jadi Muhammad Sujari ini usianya 45
tahun. Dia datang ke stasiun Tanah
Abang. Kedatangannya ke sana bertujuan
untuk melaporkan kalau dia kehilangan
tas ketika dia menaiki KRL katanya. Nah,
jadi ternyata ee bukan orang yang mau
ngambil tas itu sesuai dengan dugaan
polisi nih. Jadi itu bukan transaksi.
Jadi ini benar-benar orang yang naik KRL
terus lupa ngambil tasnya. Jadi
benar-benar dia ketinggalan tas. Nah,
dan tasnya itu adalah tas yang
sebelumnya ternyata dilaporkan
tertinggal di gerbong kereta yang
menjadi target pengintaian dari pihak
kepolisian. Nah, saat si Sujari ini mau
ngambil tas tersebut, polisi langsung
mendatangi dan menginterogasi dia.
Sempat terjadi perdebatan antara Sujari
dengan polisi. Karena di saat itu polisi
meminta agar Sujari membuka tas. Namun
permintaan itu ditolak sama Sujari. Dia
bilang, "Enggak mau, Pak. Kenapa saya
harus buka?" gitu dan ini juga hak saya,
privasi saya. gitu-gitu deh. Namun
karena terus didesak oleh polisi,
akhirnya Sujari mau enggak mau membuka
tas memperlihatkan isinya kepada polisi
yang ternyata semuanya adalah uang
palsu. Nah, dari desakan polisi, Sujari
ini mengaku kalau ada sebanyak
Rp316 juta uang palsu yang dia bawa di
dalam tas. Kebayang, Geng? Banyaknya?
Dan setelah itu, Sujari langsung
ditangkap oleh polisi dan menjadi tokoh
kunci dari terbongkarnya sindikat
pengedaran uang palsu di Bogor. Wih,
pengembangan kasus. Aduh, Sujari,
Sujari. Asu Jari. Oke, lanjut. Oke,
terus, Geng. Pasca ditangkapnya Sujari
ini, dia pun diperiksa dan polisi
berusaha buat nyari lebih dalam mengenai
dugaan adanya tersangka lain dari kasus
ini, Geng. Polisi di saat itu
ngelanjutin penyelidikan ke wilayah
Mangga Besar, Jakarta Pusat. Di mana di
saat itu dari keterangan-keterangan yang
sudah didapatkan oleh polisi, polisi
berhasil menangkap dua pelaku lain yang
terlibat di dalam kasus peredaran uang
palsu ini. Yaitu yang pertama seorang
pria yang bernama Budi Irawan usianya 50
tahun dan juga Elias yang berusia 42
tahun. Polisi di saat itu masih mencari
pelaku lainnya karena diketahui kalau
masih ada beberapa orang yang menjadi
pelaku atas kasus tersebut. Nah, singkat
ceritanya polisi berhasil menangkap lagi
pelaku lainnya yaitu seseorang yang
bernama Bayu Setyo yang berusia 40 tahun
dan juga Babai Bahrum Ulum berusia 42
tahun. Polisi di saat itu langsung
mengamankan beberapa lembar uang pecahan
Rp100.000 yang diduga adalah uang palsu
dari mobil yang dikendarai oleh Bayu
Setyo. Nah, penyelidikan di saat itu
terus berlanjut, Geng. Dan polisi
berhasil menangkap Amir Yadi yang
usianya 70 tahun di daerah Subang, Jawa
Barat. Karena Amir tinggal di Subang.
Ketika dia diinterogasi, Amir ini ngaku
kalau uang palsu yang dia punya itu
dicetak oleh seseorang yang bernama Dian
Slamet. Usianya 41 tahun. Nah, lokasi
pencetakannya itu di sebuah rumah yang
dijadikan sebagai tempat atau pabrik
percetakan uang palsu yang berada di
Bogor, tepatnya di perumahan Gria Melati
1 Blok C3A RT03 RW5 Kelurahan Bubulak,
Kecamatan Bogor Barat. Dan berbekal
informasi tersebut, polisi langsung
menuju lokasi rumah yang diduga menjadi
pabrik uang palsu tersebut dan
dilakukanlah penggerebekan.
Penggerebekan ini merupakan hasil
pengembangan dari pengungkapan kasus
temuan uang palsu di stasiun Tanah
Abang. Di sana polisi menangkap satu
pelaku.
Nah, dan di sana polisi mengamankan yang
namanya Dian. Dan dari si Dian inilah
didapatkan informasi kalau rumah
tersebut disediakan oleh seseorang yang
bernama Lasmino Broto yang sudah berusia
50 tahun. Sejauh ini udah ada delapan
tersangka yang ditangkap oleh polisi,
Geng. Dan berikut peran dari
masing-masing tersangka. Yang pertama,
Sujari berperan sebagai orang yang
mengambil uang palsu. Ya, kayak
kurirnya. Lalu Budi Irawan dan Elias
berperan sebagai penjual uang palsu.
Terus Bayu Setyo dan Babai Bahrum Ulum
itu berperan sebagai pemesan uang palsu
yang ngorder. Nah, Amir Yadi berperan
sebagai perantara antara tim produksi
uang palsu dengan penjual uang palsu.
Terus sementara Dian Slamet berperan
sebagai pencetak uang palsu. Sementara
Lasmino Broto berperan sebagai pembantu
atau membantu yang namanya Dian dan
menyediakan rumah tempat produksi di
Bogor tersebut. Jadi kayak investornya
lah. Namun status dari rumah tersebut
apakah milik dari Lasmino atau hanya
dikontrak oleh si Lasmino ini? Nah, ini
masih dalam penyelidikan polisi. Tapi di
dalam penggerebekan di rumah yang
dijadikan sebagai pabrik uang palsu ini,
polisi mengamankan uang palsu siap edar
senilai enggak tanggung-tanggung. Aduh,
gua merinding. 1,3 M dalam bentuk
pecahan Rp100.000. Buset, itu enggak
perlu kerja, tinggal diprint. Ada juga
uang palsu senilai R miliar yang belum
siap edar. alias belum dipotong. Nah,
terus ada beberapa alat yang digunakan
untuk mencetak uang palsu seperti alat
cetak serta printer yang diamankan oleh
polisi. Nah, selain uang palsu dalam
bentuk rupiah, ditemukan juga uang palsu
dalam bentuk mata uang dolar Amerika dan
ada sebanyak 15 lembar dan tiap
lembarnya tertera 10000 Amerika.
Bayangin tuh 100 per lembarnya aja udah
Rp1.700 sekarang. Kalau 15 rembar ya lu
kaliin aja tuh ada berapa. Kalau 10.000
R.000 aja udah R juta ya kan? 15 lembar.
Waduh
gila. Dari hasil pemeriksaan diketahui
produksi uang palsu ini dilakukan setiap
kali ada yang mesan. Jadi kalau ada yang
order lewat gua, lewat Gojek. Enggak.
Maksudnya kalau ada yang order, "Bang,
mau beli uang palsu." Dicetak seenak
itu, sesimpel itu. Nah, kalau lu nih
pengen cari uang mesti bangun jam 5.00
pagi, pulang jam 09.00 sore, ya kan?
pantat lu sampai ada kuahnya gitu baru
dapat tuh uang. Kalau mereka enggak
tinggal print aja. Dan orang-orang yang
mengorder atau memesan uang palsu ini
akan dihubungi oleh Amir barulah Amir
akan menyampaikan orderan ini ke Dian
dan juga Lasmino. Dan setiap uang palsu
senilai Rp300 juta dibayar dengan uang
asli sebesar Rp90 juta. Begitulah
harganya. Untung banget ya. Kayak
melipat gandakan tiga kali lipat lebih
gitu. R0 juta untuk dapat Rp300 juta.
Siapa yang enggak tergiur?
Terus, Geng, enggak cuma terbongkarnya
pabrik uang palsu di Bogor yang
menggemparkan publik, tapi salah satu
tersangka yaitu yang bernama Bayu Setyo
ternyata adalah seorang karyawan BUMN.
Tepatnya dia ini bekerja ee di maskapai
penerbangan Garuda Indonesia. Aduh, gila
kurang apa sih, Bang? Hidup lu udah enak
kerja di maskapai. Nah, karena jadi ikut
terseret dalam kasus ini, pihak Garuda
Indonesia pun buka suara. Nah, di saat
itu direktur Human Capital and Corporate
Service Garuda Indonesia yang bernama
Ennie Kristiani itu mengatakan kalau
pihak Garuda tidak akan segan memberikan
sanksi maksimal kepada Bayu. Nah, hal
yang sama juga dikatakan oleh Dicky
Irhamyah yang mana dia ini adalah head
of corporate communication Garuda
Indonesia yang menyebutkan Bayu akan
ditindak tegas sesuai dengan peraturan
yang berlaku. Ya mungkin dipecat kali ya
atau ada yang lain kali. Cuma, Geng,
menurut keterangan dari pihak Garuda
Indonesia, Bayu ini sudah menjadi
karyawan nonaktif sebenarnya karena
statusnya cuti di luar tanggungan
perusahaan atau CDTP sejak tahun 2022.
Nah, jadi ketika kasus ini terungkap,
Bayu masih belum bekerja sebagai pegawai
aktif dan tidak tercatat menjalankan
tugas di dalam lingkup operasional
perusahaan. Jadi meskipun statusnya
masih pegawai tidak aktif, Garuda
Indonesia tetap akan memberlakukan
sanksi tegas, termasuk dengan memberikan
surat peringatan tingkat 3 atau SP3 dan
akan mematuhi ya setiap proses hukum
yang berlangsung. Nah, jadinya atas
perbuatan yang dilakukan oleh para
tersangka ini mereka pun dijerat dengan
Pasal 26 Undang-Undang Nomor 7 Tahun
2011 tentang mata uang jungto pasal 224
KUHP dan atau pasal 245 KUHP dengan
ancaman penjara paling lama 15 tahun
penjara. Nah, dua kasus tadi menjadi
kasus uang palsu di awal tahun ini. Dan
dari kasus ini membuat masyarakat
menjadi lebih khawatir karena masyarakat
ee apa ya? Bertanya dengan peredaran
uang palsu ini di tengah-tengah
masyarakat.
Bagaimana cara membedakannya dan
bagaimana bisa membuat orang tidak
tergiur di tengah-tengah kondisi negara
kita yang penuh dengan PHK, pengangguran
semakin banyak? Dan bagaimana sebenarnya
kasus uang palsu di Indonesia saat ini?
Apakah masih banyak terjadi? Ya,
sekarang kita bakal masuk nih, Geng, ke
dalam pembahasan mengenai fakta
peredaran uang palsu di Indonesia yang
mana orang-orang yang sudah semakin
terjepit merasa tidak takut lagi
menggunakan uang palsu tersebut karena
berpikir enggak punya jalan lain.
Sekarang kita bahas fakta kasus
peredaran uang palsu di Indonesia.
Jadi, Geng, dengan terungkapnya dua
kasus uang palsu tadi, ini membuat
masyarakat kembali heboh dan menimbulkan
kekhawatiran di tengah-tengah ee
masyarakat karena ditakutkan.
Jangan-jangan kita juga sedang memiliki
uang palsu ee untuk kita belanjakan
selama ini. Hanya saja kita enggak sadar
kalau itu adalah uang palsu. Nah, untuk
membantu penyelidikan, Bank Indonesia
siap menyatakan dan mendukung polisi
untuk memberikan klarifikasi terhadap
uang yang diragukan keasliannya dan akan
menyediakan tenaga ahli untuk bisa
memeriksa keaslian uang rupiah tersebut.
MBI juga sudah menyatakan kalau uang
yang diamankan dalam kasus uang palsu di
Tanah Abang adalah uang palsu dengan
kualitas yang sangat rendah sebenarnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal yang
dilakukan oleh BI terhadap uang palsu
tersebut, enggak ada unsur pengaman uang
yang berhasil dipalsukan. Uang juga
dicetak menggunakan teknik cetak dan
bahan kertas yang ee biasa sehingga
mudah diidentifikasi dengan mudah hanya
melalui metode 3D yang dikenal dengan
dilihat, diraba, dan diterawang. Jadi
kayak secara kasat mata kita udah paham
kalau itu palsu. Di sisi lain,
berdasarkan catatan BI, walaupun sudah
terungkap dua kasus baru mengenai
peredaran uang palsu, namun tren uang
palsu disebutkan menurun, Geng. Seiring
dengan meningkatnya kualitas uang
seperti bahan uangnya, teknologi
cetaknya, dan unsur pengamanan yang
semakin modern saat ini enggak bisa
ditiru tuh sama ya pencetak-pencetak
uang palsu ini. Dan sepanjang tahun
2024, Geng, rasio uang palsu tercatat ya
hanya sebesar 4 pie peringkat dengan ppm
atau 4 lembar dalam setiap 1 juta uang
yang beredar. Anjir. Tapi tetap aja ya
misalkan ya kalau R1 juta katakanlah
uangnya itu pecahan Rp100.000 RI berarti
Rp400.000-nya adalah uang palsu gitu
kali ya cara hitungnya. Tapi kalau
misalkan pecahan Rp50.000 berarti 4
lembar Rp200.000-nya uang palsu. Wah
tetap aja gitu banyak gitu ya. Tapi ya
udahlah ya pernyataan dari pemerintah
kita begitu. Angka ini dikatakan menurun
kalau dibandingkan dengan tahun 2023
yang kabarnya tercatat ada sebanyak 5
ppm. Faktor penurunannya karena BI ya
berupaya melakukan penguatan kualitas
uang rupiah dan ini menjadi strategi
dari BI. agar desain dari uang rupiah
semakin mudah dikenali dan menyulitkan
pemalsuan oleh sindikat pemalsu uang.
Dan dengan temuan kasus ini, masyarakat
sudah seharusnya bisa mengenali
ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan
menggunakan metode dilihat di raba, dan
ditarawang tadi. Dan pihak BI juga
mengingatkan kepada masyarakat mengenai
hukuman terhadap tindak pidana uang
rupiah sebagaimana diatur di dalam
Undang-Undang Mata Uang Pasal 36. Setiap
orang yang memalsukan rupiah akan
dipidana penjara paling lama 10 tahun
dan pidana denda paling banyak Rp10
miliar. Selain itu, setiap orang yang
mengedarkan dan atau membelanjakan
rupiah yang dia tahu kalau uang tersebut
adalah uang palsu akan dikenakan pidana
penjara paling lama 15 tahun dan denda
paling banyak Rp50 miliar. Secara
berkala, Bank BI melakukan koordinasi
dengan Bota Supal yang terdiri dari
berbagai instansi, yaitu BIN atau Badan
Intelijen Negara, terus juga Polri,
Kejaksaan, dan Direktorat Jenderal Bea
dan Cukai atau DJBC. Nah, kemudian Bank
BI juga melakukan koordinasi dengan
pihak perbankan dan juga instansi
terkait lainnya untuk melakukan
pencegahan dan juga pemberantasan uang
palsu ini. Nah, untuk masyarakat Bank BI
melakukan edukasi dengan menjelaskan
mengenai ciri keaslian uang rupiah dan
menghimbau masyarakat untuk selalu
memastikan keaslian uang rupiah
tersebut. Nah, jadi ya kita bisa lihat
ya, Geng. Berarti ya sebegininya ya
kondisi negara kita saat ini sangat
carut-marut ya.
Hah. Itu dia, Geng, pembahasan kita hari
ini mengenai terungkapnya dua kasus uang
palsu. Dan dari kasus ini kita bisa
berhati-hati lagi dan selalu memeriksa
keaslian uang yang kita miliki. Ya,
jangan sampai ini merugikan diri kita
sendiri. Sebab yang pertama ya, kalau
kita punya uang itu ya kita enggak bisa
makai uang itu kalau hampai ketahuan, ya
kan? Atau kalau misalkan uang itu ada di
tangan kita, ketahuan terus kita bisa
menjadi tersangkanya, ya tidak tertutup
kemungkinan. Nah, makanya harus
hati-hati banget.
Gimana, Geng, menurut kalian tentang
pembahasan kita hari ini?