Transcript
yZ0BA8AYNIw • COUNTER MONEY EMERGENCY! Celebrities and state-owned enterprise employees have been caught using ...
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1409_yZ0BA8AYNIw.txt
Kind: captions Language: id kasir di toko tersebut sama orangnya jeli-jeli gitu. Dia enggak mau sembarangan karena kan itu tanggung jawab dia. Nah, dia mengecek uang yang diberikan oleh Sekar terlebih dahulu dan terbukti kalau uang tersebut lagi-lagi palsu. Nah, saat si Sujari ini mau ngambil tas tersebut, polisi langsung mendatangi dan menginterogasi dia. Sempat terjadi perdebatan antara Sujari dengan polisi. Karena di saat itu polisi meminta agar Sujari membuka tas. Namun permintaan itu ditolak sama Sujari. Dia bilang, "Enggak mau, Pak. Kenapa saya harus buka?" gitu. Namun karena terus didesak oleh polisi, akhirnya Sujari mau enggak mau membuka tas dan memperlihatkan isinya kepada polisi yang ternyata semuanya adalah uang palsu. Yo, Geng. Tekan tombol subscribe, Geng. Halo, Geng. Welcome back to Kamar [Musik] Jerry genggeng. Hari ini kita bakal membahas tentang sebuah kasus uang palsu. Ya, ini gila banget, Geng. Karena gua makin berpikir, ya begini amat kondisi negara kita sekarang. Karena kasus ini eh yang gua enggak habis pikir ya itu dilakukan oleh dua orang yang mungkin di dalam bayangan kita enggak akan berani melakukan tindakan ini. Yah, pelaku yang pertama ya dari cerita pertama pelakunya itu adalah seorang artis alias aktor atau aktris pemain film kolosal terkenal. Terus dari kasus yang kedua, pelakunya itu adalah e seorang pegawai BUMN. Segitunya berarti negara kita sedang tidak baik-baik aja. Kenapa? Karena orang-orang yang punya status sosial ini dengan beraninya secara terang-terangan menggunakan uang palsu untuk ee apa ya? ee melakukan alat tukar ya, jual beli, ee menjalani hidup, menyambung hidup pakai uang palsu. Ini kan gila banget. Berarti mereka tuh sudah ada anggapan bahwa ada dua poin. Yang pertama antara negara kita sedang krisis banget karena sulitnya untuk mencari uang atau yang kedua sebegitu remehnya hukum di negara kita sehingga mereka dengan beraninya melakukan hal ini dengan terang-terangan. Bahkan di kasus yang pertama, Geng, yang gilanya adalah si artis kolosal itu membelanjakan uang palsu di mall besar terkenal di ibu kota. Ibuota, Geng. Bukan di kampung, bukan di daerah. Yang nota bandnya eh sebuah mall besar, sebuah mall mewah di ibu kota sudah punya alat pendeteksi uang asli atau palsu, tapi dia berani membelanjakannya dan jumlahnya juga enggak main-main, bahkan sampai ratusan juta. Gila ya. Setelah beberapa bulan kemarin kita sempat membahas kasus uang palsu ini e tentang pabriknya yang ada di UIN Makassar dan juga di Bogor. Tetapi belakangan ini ternyata masih ada kasus lainnya. Kasus ini ya yang pertama itu melibatkan seorang artis yang bernama Sekar Arum Widara yang kalau kalian dari generasi Genzi dan Milenial gitu e pasti sering menonton TV pasti enggak asing dengan sosok ini karena dia memang terkenal karena menjadi pemeran di sinetron kolosal di salah satu stasiun TV terkenal. Terus Sekar ini juga sempat terjun ke dunia politik. namanya sempat gak terdengar dan mulai mencuat lagi ketika dia menjadi tersangka karena menggunakan uang palsu ini. Nah, terus geng enggak lama setelah kasus si Sekar ini, di daerah lain, polisi kembali menangkap kasus yang sama dengan terbongkarnya keberadaan pabrik pencetak uang palsu di Bogor yang jumlahnya mencapai miliaran rupi uang palsu tersebut juga ada yang berbentuk dolar dan sudah siap edar. Kepolisian Polsek Tanah Abang berhasil membongkar pabrik uang palsu di Bogor usai penemuan tas mencurigakan di gerbong KRL Stasiun Tanah Abang. Ada sebanyak orang yang terungkap yang mana satu orang di antaranya bekerja di perusahaan BUMN. Nah, kita langsung aja nih, Geng. Masuk ke dalam dua kasus ini yang menurut gua seru banget untuk kita bahas dan dari sini kita bisa menelaah bagaimana menyedihkannya kondisi negara kita saat ini. Oke, langsung aja kita bahas secara lengkap di sisi [Musik] lain. Untuk kasus yang pertama, kita bahas dulu kasusnya Sekar Arum Widara yang ditangkap karena menggunakan uang palsu. Oke, Sekar Arum Widara. Dia ini adalah seorang perempuan yang sempat menghiasi layar kaca beberapa tahun yang lalu. Mungkin kalau kalian sering nonton TV udah enggak asing lagi dengan Sekar. Dari profile-nya dikatakan dia ini lahir di Bogor tanggal 2 November tahun 1984. Usianya sudah mau menginjak 41 tahun. Sekar ini adalah seorang lulusan perguruan tinggi yang memiliki gelar sarjana ilmu politik. Namun dia memutuskan untuk terjun ke dunia hiburan. Sekarang ini memulai karirnya, Geng, di dunia hiburan pada akhir tahun 1990-an dan mulai dikenal oleh publik ketika menjadi pemain dari sinetron kolosal yang berjudul Angling Dharma yang tayang sejak tanggal 3 Mei tahun 2000. Jadi, geng, waktu itu sinetron ini menjadi salah satu tayangan kolosal paling populer. Nah, kalau kalian tahu ya e dari mana memes-memes naik naga, orang mau apa mau berantem bisa terbang-terbang. Nah, ini dari film-film kayak gini nih awal mulanya dan ketika itu nama Sekar jadi terkenal dan dianggap sebagai salah satu aktris berbakat dan ya cukup diperhitungkan. Dan dari sini Sekar mulai tampil di berbagai produksi TV lainnya sepanjang tahun 2000-an. Nah, terus singkat ceritanya di awal tahun 2010-an, Sekar mulai mencoba menukuni bidang lain yaitu menjadi seorang host dan juga presenter di dalam acara TV bertema aksi bela diri berjudul pendekar yang tayang sekitar tahun 2010 sampai tahun 2011. Program ini memiliki sekitar 40 episode dan program pendekar ini sangat cocok dengan Sekar karena Sekar sendiri memang dikenal karena perannya di sinetron kolosal dan juga eh acting laga gitu, Geng. Nah, namun setelah itu dia mulai jarang berseleweran di layar kaca dan sudah tidak aktif lagi di dunia hiburan. Dan di sisi lain ternyata di tahun 2014 yang bertepatan dengan tahun pemilu, Sekar mencoba peruntungan di bidang lain, yaitu terjun ke dunia politik sesuai dengan bidang gelar yang dia miliki. Nah, di tahun tersebut, Geng, Sekar e jadi nyalonin diri sebagai anggota legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP. Nah, dia ini jadi e DPRD Kota Bogor dari daerah pemilihan 5 Bogor Utara. Mungkin ada teman-teman yang dari daerah Bogor, barudak-baruda Bogor nih ya bisa komen ya. Siapa tahu ya kalian mengenal sosok sekar ini calon ibu DPRD kalian. Anjay. Nah, tapi sayangnya geng dia tidak mendapatkan banyak suara sehingga ya enggak berhasil lolos di saat itu. Dan selain itu juga sekarang ini ya akhirnya bekerja di sektor swasta sebagai seorang karyawan. Dan menurut salah satu sumber yang gua dapat nih ya, dia ini bekerja sebagai konsultan profesional. Nah, tapi walaupun udah enggak terlihat aktif di dunia hiburan serta politik, ternyata Sekar ini sering membagikan aktivitasnya di Instagram pribadi dengan username Sekar Dara Aaa. Ya, a-nya ada empat gitu. Tapi semenjak dia tersandung kasus, Instagramnya udah enggak pernah aktif lagi sampai sekarang. Barulah nama dia kembali menjadi pembicaraan publik ketika menjadi tersangka atas kasus uang palsu yang menjadi pembahasan kita hari ini. Nah, jadi gimana nih akhir dari kasus ini sampai terungkap? Jadi, Geng, kasus ini terjadi pada tanggal 2 April tahun 2025 beberapa hari yang lalu. Ketika itu Sekar ini dengan beraninya dia sedang berada di Lipo, Malkemang. Nah, mungkin buat teman-teman yang di luar Jakarta perlu gua jelasin sedikit. Lipo Mall Kemang ini bukan mall kecil. Ini adalah salah satu mall terkenal di Jakarta. Mall besar tempat orang-orang hebat juga yang datang ke sana ya. Jadi enggak sembarangan. Dan di saat itu Sekar datang ke sana ingin melakukan transaksi menggunakan uang palsu yang dia bawa. Pernah mikir enggak kalian seberani itu dia? Tempat pertama yang dia datangi itu Hypermart, Geng. sebuah supermarket yang ada di mall tersebut. Dia nyoba buat gunain uang palsu itu buat beli makanan dan minuman di sana. Ya, dia datang ke sana langsung teriak bel ya itu di warung ya. Ya, yang jelas dia ke sana milih-milih dan ketika sekar ini sudah pilih-pilih, dia langsung menuju ke kasir. Dia mau bayar di kasir menggunakan pecahan Rp100.000. Nah, si kasir di saat itu memproses pembayarannya sekar sehingga transaksi sekar menggunakan uang palsu pada awalnya berhasil. Gokil enggak tuh? Berarti sebegitu miripnya tuh uang palsu. Ketika dia tahu kalau uang palsu yang dia punya bisa digunakan untuk bertransaksi, dia akhirnya nyoba buat kedua kalinya melakukan transaksi menggunakan uang palsu. Itu ketagihan nih kayak, "Wish, bisa nih." Gitu. Ada lagi nih, masih banyak nih. Ah, langsung belanjain aja lah. Nanti dapat kembalian pakai uang asli kan begitu. Tapi saat Sekar melakukan transaksi yang kedua kalinya ini, kasirnya berbeda. Kasir yang ini enggak langsung memproses transaksinya Sekar, melainkan kasir yang satu ini orangnya jeli. Orangnya enggak sembangan nerima uang. Jadi, dilakukanlah pengecekan oleh si kasir yang satu ini. Nah, pas dikasih ke kasir itu pengecekan tersebut menggunakan sinar UV. yang menjadi salah satu cara untuk mendeteksi apakah lembaran uang yang dipakai untuk bertransaksi adalah uang asli atau bukan. Nah, ternyata saat diperiksa kasirnya curiga kalau uang yang diberikan oleh Sekar adalah uang palsu. Sehingga kasir di saat itu membatalkan transaksinya si Sekar ini, Geng. Dibatalkan tuh langsung. Setelah transaksinya dibatalkan, akhirnya ya si Sekar ini alih-ali segera pulang. Dia sama sekali enggak takut ketahuan gitu saking yakinnya. Karena mungkin di awal tadi udah berhasil, dia justru berpindah toko. Dan di toko selanjutnya yang dia datangi itu adalah Asco. Sebuah toko yang menyediakan berbagai alat perabotan rumah tangga yang dulu dikenal sebagai S Hardware kalau kalian tahu. Nah, dia cobalah di sana. Di sana Sekar ini berbelanja berbagai alat perabotan rumah tangga yang jumlah pembayarannya lebih dari Rp1 juta. Nah, di saat itu dia ngasih sekitar 11 lembar uang palsu pecahan Rp100.000. Berarti sekitar Rp1.100.000 kasir di toko tersebut sama orangnya jeli-jeli gitu. Dia enggak mau sembarangan karena kan itu tanggung jawab dia. Nah, dia mengecek uang yang diberikan oleh Sekar terlebih dahulu dan terbukti kalau uang tersebut lagi-lagi palsu. Nah, namun kali ini ternyata Sekar enggak dilepaskan gitu aja. Ditahan di toko tersebut hingga pihak keamanan mall mengamankan Sekar dan memberitahukan kejadian ini kepada manajemen dari Mall Lipo Kemang. Karena wah mereka udah curiga apa jangan-jangan lu udah belanjain nih uang sebelumnya. Makanya ditahan dimintai keterangan dan pertanggungjawaban. Lalu geng ketika dia ditahan dan ditanyain sudah berapa kali Sekar melakukan transaksi menggunakan uang palsu ini, dia pun dengan polosnya mengaku kalau sudah menggunakan lebih dari dua kali di mall tersebut. seperti yang udah gua ceritakan tadi. Nah, dari pengakuan dia inilah pihak keamanan mall kemudian melaporkan kejadian ini ke polsek Mampang Prapatan dan polisi langsung datang ke sana secepat kilat ya sekitar jam 09.00 malam. Kebayang tuh ya di mall-mall yang harusnya ya jam 09.00 malam tuh udah tutup ya, tapi polisi langsung datang di sana dan si Sekar ini masih ditahan di sana. Nah, dari Polsek Sekar langsung dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan. Urusannya panjang terus, Geng. Penangkapan Sekar ini enggak membuat penyelidikan polisi terhenti sampai di situ. Setelah itu, polisi menggeledah tempat tinggal Sekar yang ternyata ketika itu dia bermalam di sebuah hotel yang enggak jauh dari mall tersebut. Jadi, intinya tuh dia lagi pengen e healing, lagi pengen stay gitu ya, tapi pakai uang palsu gitu. Tapi ada juga beberapa sumber lain nih yang gua dapatkan ya. Katanya sih bukan tinggal di e hotel, ada yang bilang tinggalnya sih di kos-kosan ya. Mungkin kos-kosan 3* 4 kamar mandi di luar gua enggak tahu ya. Soalnya kan duitnya palsu nih gitu. Tapi yang jelas di saat itu dia ee apa ya? Kayak diminta oleh polisi, "Tunjukin di mana kamu tinggal di Jakarta ya." Karena kan dia warga Bogor ya. Nah, perlu kalian tahu juga geng antara Bogor Jakarta itu agak lumayan perjalanannya. Kalau mau jalan-jalan di Jakarta enggak jarang juga orang Bogor kadang sampai nginep gitu. Nah, akhirnya ditunjukkanlah di sana ternyata polisi menemukan lebih banyak lagi uang palsu yang disimpan oleh Sekar. Kilanya total uang palsu yang dia simpan mencapai 223,5 juta dalam pecahan Rp100.000. Gila, bisa beli mobil, uang palsunya banyak banget. Dan selain itu polisi juga nyita dua HP yaitu iPhone 11 Pro Max dan Xiaomi Redmi punya siar ini. Nah, polisi langsung menetapkan Sekar sebagai tersangka. Sampai gue syuting video ini, polisi masih terus mendalami kasus dan akan menyelidiki lebih jauh dari mana Sekar mendapatkan uang palsu tersebut dan dia udah mengedarkan uang itu ke mana aja itu lagi diselidiki. Penahanan sudah dilakukan oleh I dari mana? Iya. Kemudian mesin ketik yang ee mesin pencetaknya itu kita harus lihat. Nah, polisi juga menduga ada kemungkinan kalau Sekar bakal menjual kembali uang palsu tersebut. Dan sejauh ini Sekar mengaku kalau dia baru menggunakan uang palsu itu di kawasan Jakarta Selatan. Nah, sekar akhirnya dijerat dengan pasal 26 ayat 2 dan 3 jungto 36 ayat 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dan atau pasal 244 KUHP dan atau 245 KUHP dengan ancaman pidana selama 15 tahun penjara. Aduh, enggak ada penyakit nyari penyakit. 15 tahun penjara itu enggak hmm enggak sebentar gitu ya, Geng. Dan ini benar-benar kasus yang menurut gua konyol banget gitu. Ngebelanjain uang palsu di mall besar, di mall terkenal. Ngapain sih? Kenapa enggak cari tempat lain? Eh, malah ngajarin penipu gua. Enggak, maksud gua gini loh ya, kalau udah tahu lu mau ngelakuin kejahatan jadi penipu, enggak usah bodoh-bodoh bangetlah. Itu kan budluk namanya, gitu ya. Ini nih jiwa sosialita. budget pas-pasan alias BPJS. Kebalik ya. Budget eh iya enggak sih? BPJS gimana sih? Budget pas-pasan jiwa sosialita. Oh ya kebalik. Oke kita lanjut nih, Geng. Jadilah di saat itu dia dipenjara. Nah, dan polisi mulai nih mencari-cari ee keberadaan uang palsu lagi. Karena ini bahaya banget. Hanya berselang beberapa hari dari kasusnya sekar, polisi akhirnya kembali mengungkap kasus serupa di tempat lain, yaitu di Bogor. Di mana ya di Bogor ini ditemukan pabriknya. Ini kemungkinan besar mungkin ya. Tapi ini bukan ee fakta sebenarnya ya. Ini cuma gua menebak-nebak. Apa mungkin di Bogor ini adalah tempat di mana Sekar mengambil atau mendapatkan uang palsunya. Karena yang ditemukan di Bogor kali ini adalah pabrik pencetak uang palsu. Dan salah satu tersangkanya adalah pegawai BUMN. Wah, ini cowok-cowok luada nih yang pakai layar BUMN ya kan ke mana-mana ke coffee shop pakai layar BUMN ya kan. Mobilnya kredit enggak apa-apa mobilnya LCDC kredit 5 tahun enggak apa-apa yang penting pakai layar BUMN. Nah, ini nih. Nah, sekarang kita bakal masuk nih geng ya. Sori. Oke, sekarang kita bakal masuk nih, Geng, ke dalam kasus selanjutnya, yaitu terbongkarnya pabrik uang palsu di Bogor. Jadi, geng sebelumnya gua pernah membahas mengenai pabrik uang palsu di Bogor juga. Nah, tapi ternyata ini bukan satu-satunya kasus yang terjadi di Bogor. Karena kasus yang sekarang yang bakal gua bahas juga sama terjadinya di daerah Bogor. Nah, peristiwa ini terjadi di tanggal 7 April tahun 2025, tepat 5 hari setelah Sekar ditangkap. Jadi, ini berawal dari adanya tas yang tertinggal di salah satu gerbong KRL di Stasiun Tanah Abang. Ada benda atau tas yang mencurigakan yang itu tertinggal di salah satu gerbong kereta tujuan Rangkas Bitung. Wah, ini kasusnya lebih konyol lagi ya. Memang ya ee Allah Subhanahu wa taala atau Tuhan yang Maha Esa itu adil gitu ya. Membongkar sesuatu atau terjadinya sesuatu itu tanpa diduga-duga dan tanpa disangka-sangka. Ini kejadiannya benar-benar kayak sebuah keajaiban yang kebetulan gitu, Geng. Jadi, awalnya ya eh ada sebuah KRL yang tujuannya Kangkas Bitung. Nah, tiba-tiba ada orang yang menjadi penumpang di KRL tersebut meninggalkan tas secara tidak sengaja. Nah, tas tersebut ya yang enggak sengaja ditinggalin nih. Kebayang nih ya uang ratusan juta di dalam tas ya, tapi uang palsu itu bisa lupa lupa dibawa. Lu bayangin nih di mana-mana orang bawa uang mau itu palsu mau asli pasti yang namanya uang itu bakal dijaga banget enggak sih? Nah, ini bisa lupa. Nah, tas tersebut ditemukan oleh seseorang. Nah, enggak disebutkan nih secara jelas siapa yang nemuin apakah orang itu penumpang atau petugas. Nah, tapi orang ini enggak sempat memeriksa tas. Dia memilih untuk melaporkannya ke Polsek Tanah Abang karena kan ya ini punya seseorang ee takutnya nanti ada yang nyari gitu. Dilaporkanlah ke Polsek Tanah Abang. Polsek Tanah Abang setelah dapat laporan tersebut kemudian menerjunkan beberapa personil dan ternyata di saat itu pihak Polsek Tanah Abang udah memeriksa nih oh isinya duit. kok bisa banyak banget dan ternyata isinya duit palsu. Nah, di saat itulah polisi menyusun taktik yang bisa memancing si pemilik uang ini. Nah, jadi di saat itu polisi udah ngeh ini kemungkinan bukan ditinggalin. Duit ini sengaja ditaruh di sana supaya nanti orang yang ee udah transaksi atau udah janjian sama si pemilik awal dari uang tersebut ngambil di lokasi itu. Jadi kayak apa ya sebutannya? Ini biasa nih transaksi narko nih yang kayak gini-gini nih. Kayak eh nanti lu ambil ya di bawah batu ini atau eh nanti lu ambil ya di rak ini gitu. Nah, belum sempat diambil sama pemilik aslinya ditemuin sama orang duluan dan dilaporkan ke polisi. Nah, jadinya di saat itu taktik polisi adalah membiarkan tas polisi menduga kalau tas itu sengaja ditinggalin buat diambil oleh seseorang. Nah, polisi melakukan pengintaian di gerbong sembari menunggu momen orang yang mau mengambil tas itu datang. Dan ternyata pucuk dicinta, ulam pun tiba. Jodoh enggak ke mana. Taktik tersebut membuahkan hasil karena di hari yang sama ada seorang pria yang kemudian diketahui bernama Muhammad Sujari. Huh, gua kesal banget. Kenapa orang-orang jahat ada yang pakai nama rasul gitu ya. Nah, jadi Muhammad Sujari ini usianya 45 tahun. Dia datang ke stasiun Tanah Abang. Kedatangannya ke sana bertujuan untuk melaporkan kalau dia kehilangan tas ketika dia menaiki KRL katanya. Nah, jadi ternyata ee bukan orang yang mau ngambil tas itu sesuai dengan dugaan polisi nih. Jadi itu bukan transaksi. Jadi ini benar-benar orang yang naik KRL terus lupa ngambil tasnya. Jadi benar-benar dia ketinggalan tas. Nah, dan tasnya itu adalah tas yang sebelumnya ternyata dilaporkan tertinggal di gerbong kereta yang menjadi target pengintaian dari pihak kepolisian. Nah, saat si Sujari ini mau ngambil tas tersebut, polisi langsung mendatangi dan menginterogasi dia. Sempat terjadi perdebatan antara Sujari dengan polisi. Karena di saat itu polisi meminta agar Sujari membuka tas. Namun permintaan itu ditolak sama Sujari. Dia bilang, "Enggak mau, Pak. Kenapa saya harus buka?" gitu dan ini juga hak saya, privasi saya. gitu-gitu deh. Namun karena terus didesak oleh polisi, akhirnya Sujari mau enggak mau membuka tas memperlihatkan isinya kepada polisi yang ternyata semuanya adalah uang palsu. Nah, dari desakan polisi, Sujari ini mengaku kalau ada sebanyak Rp316 juta uang palsu yang dia bawa di dalam tas. Kebayang, Geng? Banyaknya? Dan setelah itu, Sujari langsung ditangkap oleh polisi dan menjadi tokoh kunci dari terbongkarnya sindikat pengedaran uang palsu di Bogor. Wih, pengembangan kasus. Aduh, Sujari, Sujari. Asu Jari. Oke, lanjut. Oke, terus, Geng. Pasca ditangkapnya Sujari ini, dia pun diperiksa dan polisi berusaha buat nyari lebih dalam mengenai dugaan adanya tersangka lain dari kasus ini, Geng. Polisi di saat itu ngelanjutin penyelidikan ke wilayah Mangga Besar, Jakarta Pusat. Di mana di saat itu dari keterangan-keterangan yang sudah didapatkan oleh polisi, polisi berhasil menangkap dua pelaku lain yang terlibat di dalam kasus peredaran uang palsu ini. Yaitu yang pertama seorang pria yang bernama Budi Irawan usianya 50 tahun dan juga Elias yang berusia 42 tahun. Polisi di saat itu masih mencari pelaku lainnya karena diketahui kalau masih ada beberapa orang yang menjadi pelaku atas kasus tersebut. Nah, singkat ceritanya polisi berhasil menangkap lagi pelaku lainnya yaitu seseorang yang bernama Bayu Setyo yang berusia 40 tahun dan juga Babai Bahrum Ulum berusia 42 tahun. Polisi di saat itu langsung mengamankan beberapa lembar uang pecahan Rp100.000 yang diduga adalah uang palsu dari mobil yang dikendarai oleh Bayu Setyo. Nah, penyelidikan di saat itu terus berlanjut, Geng. Dan polisi berhasil menangkap Amir Yadi yang usianya 70 tahun di daerah Subang, Jawa Barat. Karena Amir tinggal di Subang. Ketika dia diinterogasi, Amir ini ngaku kalau uang palsu yang dia punya itu dicetak oleh seseorang yang bernama Dian Slamet. Usianya 41 tahun. Nah, lokasi pencetakannya itu di sebuah rumah yang dijadikan sebagai tempat atau pabrik percetakan uang palsu yang berada di Bogor, tepatnya di perumahan Gria Melati 1 Blok C3A RT03 RW5 Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat. Dan berbekal informasi tersebut, polisi langsung menuju lokasi rumah yang diduga menjadi pabrik uang palsu tersebut dan dilakukanlah penggerebekan. Penggerebekan ini merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan kasus temuan uang palsu di stasiun Tanah Abang. Di sana polisi menangkap satu pelaku. Nah, dan di sana polisi mengamankan yang namanya Dian. Dan dari si Dian inilah didapatkan informasi kalau rumah tersebut disediakan oleh seseorang yang bernama Lasmino Broto yang sudah berusia 50 tahun. Sejauh ini udah ada delapan tersangka yang ditangkap oleh polisi, Geng. Dan berikut peran dari masing-masing tersangka. Yang pertama, Sujari berperan sebagai orang yang mengambil uang palsu. Ya, kayak kurirnya. Lalu Budi Irawan dan Elias berperan sebagai penjual uang palsu. Terus Bayu Setyo dan Babai Bahrum Ulum itu berperan sebagai pemesan uang palsu yang ngorder. Nah, Amir Yadi berperan sebagai perantara antara tim produksi uang palsu dengan penjual uang palsu. Terus sementara Dian Slamet berperan sebagai pencetak uang palsu. Sementara Lasmino Broto berperan sebagai pembantu atau membantu yang namanya Dian dan menyediakan rumah tempat produksi di Bogor tersebut. Jadi kayak investornya lah. Namun status dari rumah tersebut apakah milik dari Lasmino atau hanya dikontrak oleh si Lasmino ini? Nah, ini masih dalam penyelidikan polisi. Tapi di dalam penggerebekan di rumah yang dijadikan sebagai pabrik uang palsu ini, polisi mengamankan uang palsu siap edar senilai enggak tanggung-tanggung. Aduh, gua merinding. 1,3 M dalam bentuk pecahan Rp100.000. Buset, itu enggak perlu kerja, tinggal diprint. Ada juga uang palsu senilai R miliar yang belum siap edar. alias belum dipotong. Nah, terus ada beberapa alat yang digunakan untuk mencetak uang palsu seperti alat cetak serta printer yang diamankan oleh polisi. Nah, selain uang palsu dalam bentuk rupiah, ditemukan juga uang palsu dalam bentuk mata uang dolar Amerika dan ada sebanyak 15 lembar dan tiap lembarnya tertera 10000 Amerika. Bayangin tuh 100 per lembarnya aja udah Rp1.700 sekarang. Kalau 15 rembar ya lu kaliin aja tuh ada berapa. Kalau 10.000 R.000 aja udah R juta ya kan? 15 lembar. Waduh gila. Dari hasil pemeriksaan diketahui produksi uang palsu ini dilakukan setiap kali ada yang mesan. Jadi kalau ada yang order lewat gua, lewat Gojek. Enggak. Maksudnya kalau ada yang order, "Bang, mau beli uang palsu." Dicetak seenak itu, sesimpel itu. Nah, kalau lu nih pengen cari uang mesti bangun jam 5.00 pagi, pulang jam 09.00 sore, ya kan? pantat lu sampai ada kuahnya gitu baru dapat tuh uang. Kalau mereka enggak tinggal print aja. Dan orang-orang yang mengorder atau memesan uang palsu ini akan dihubungi oleh Amir barulah Amir akan menyampaikan orderan ini ke Dian dan juga Lasmino. Dan setiap uang palsu senilai Rp300 juta dibayar dengan uang asli sebesar Rp90 juta. Begitulah harganya. Untung banget ya. Kayak melipat gandakan tiga kali lipat lebih gitu. R0 juta untuk dapat Rp300 juta. Siapa yang enggak tergiur? Terus, Geng, enggak cuma terbongkarnya pabrik uang palsu di Bogor yang menggemparkan publik, tapi salah satu tersangka yaitu yang bernama Bayu Setyo ternyata adalah seorang karyawan BUMN. Tepatnya dia ini bekerja ee di maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Aduh, gila kurang apa sih, Bang? Hidup lu udah enak kerja di maskapai. Nah, karena jadi ikut terseret dalam kasus ini, pihak Garuda Indonesia pun buka suara. Nah, di saat itu direktur Human Capital and Corporate Service Garuda Indonesia yang bernama Ennie Kristiani itu mengatakan kalau pihak Garuda tidak akan segan memberikan sanksi maksimal kepada Bayu. Nah, hal yang sama juga dikatakan oleh Dicky Irhamyah yang mana dia ini adalah head of corporate communication Garuda Indonesia yang menyebutkan Bayu akan ditindak tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ya mungkin dipecat kali ya atau ada yang lain kali. Cuma, Geng, menurut keterangan dari pihak Garuda Indonesia, Bayu ini sudah menjadi karyawan nonaktif sebenarnya karena statusnya cuti di luar tanggungan perusahaan atau CDTP sejak tahun 2022. Nah, jadi ketika kasus ini terungkap, Bayu masih belum bekerja sebagai pegawai aktif dan tidak tercatat menjalankan tugas di dalam lingkup operasional perusahaan. Jadi meskipun statusnya masih pegawai tidak aktif, Garuda Indonesia tetap akan memberlakukan sanksi tegas, termasuk dengan memberikan surat peringatan tingkat 3 atau SP3 dan akan mematuhi ya setiap proses hukum yang berlangsung. Nah, jadinya atas perbuatan yang dilakukan oleh para tersangka ini mereka pun dijerat dengan Pasal 26 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang jungto pasal 224 KUHP dan atau pasal 245 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun penjara. Nah, dua kasus tadi menjadi kasus uang palsu di awal tahun ini. Dan dari kasus ini membuat masyarakat menjadi lebih khawatir karena masyarakat ee apa ya? Bertanya dengan peredaran uang palsu ini di tengah-tengah masyarakat. Bagaimana cara membedakannya dan bagaimana bisa membuat orang tidak tergiur di tengah-tengah kondisi negara kita yang penuh dengan PHK, pengangguran semakin banyak? Dan bagaimana sebenarnya kasus uang palsu di Indonesia saat ini? Apakah masih banyak terjadi? Ya, sekarang kita bakal masuk nih, Geng, ke dalam pembahasan mengenai fakta peredaran uang palsu di Indonesia yang mana orang-orang yang sudah semakin terjepit merasa tidak takut lagi menggunakan uang palsu tersebut karena berpikir enggak punya jalan lain. Sekarang kita bahas fakta kasus peredaran uang palsu di Indonesia. Jadi, Geng, dengan terungkapnya dua kasus uang palsu tadi, ini membuat masyarakat kembali heboh dan menimbulkan kekhawatiran di tengah-tengah ee masyarakat karena ditakutkan. Jangan-jangan kita juga sedang memiliki uang palsu ee untuk kita belanjakan selama ini. Hanya saja kita enggak sadar kalau itu adalah uang palsu. Nah, untuk membantu penyelidikan, Bank Indonesia siap menyatakan dan mendukung polisi untuk memberikan klarifikasi terhadap uang yang diragukan keasliannya dan akan menyediakan tenaga ahli untuk bisa memeriksa keaslian uang rupiah tersebut. MBI juga sudah menyatakan kalau uang yang diamankan dalam kasus uang palsu di Tanah Abang adalah uang palsu dengan kualitas yang sangat rendah sebenarnya. Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan oleh BI terhadap uang palsu tersebut, enggak ada unsur pengaman uang yang berhasil dipalsukan. Uang juga dicetak menggunakan teknik cetak dan bahan kertas yang ee biasa sehingga mudah diidentifikasi dengan mudah hanya melalui metode 3D yang dikenal dengan dilihat, diraba, dan diterawang. Jadi kayak secara kasat mata kita udah paham kalau itu palsu. Di sisi lain, berdasarkan catatan BI, walaupun sudah terungkap dua kasus baru mengenai peredaran uang palsu, namun tren uang palsu disebutkan menurun, Geng. Seiring dengan meningkatnya kualitas uang seperti bahan uangnya, teknologi cetaknya, dan unsur pengamanan yang semakin modern saat ini enggak bisa ditiru tuh sama ya pencetak-pencetak uang palsu ini. Dan sepanjang tahun 2024, Geng, rasio uang palsu tercatat ya hanya sebesar 4 pie peringkat dengan ppm atau 4 lembar dalam setiap 1 juta uang yang beredar. Anjir. Tapi tetap aja ya misalkan ya kalau R1 juta katakanlah uangnya itu pecahan Rp100.000 RI berarti Rp400.000-nya adalah uang palsu gitu kali ya cara hitungnya. Tapi kalau misalkan pecahan Rp50.000 berarti 4 lembar Rp200.000-nya uang palsu. Wah tetap aja gitu banyak gitu ya. Tapi ya udahlah ya pernyataan dari pemerintah kita begitu. Angka ini dikatakan menurun kalau dibandingkan dengan tahun 2023 yang kabarnya tercatat ada sebanyak 5 ppm. Faktor penurunannya karena BI ya berupaya melakukan penguatan kualitas uang rupiah dan ini menjadi strategi dari BI. agar desain dari uang rupiah semakin mudah dikenali dan menyulitkan pemalsuan oleh sindikat pemalsu uang. Dan dengan temuan kasus ini, masyarakat sudah seharusnya bisa mengenali ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan menggunakan metode dilihat di raba, dan ditarawang tadi. Dan pihak BI juga mengingatkan kepada masyarakat mengenai hukuman terhadap tindak pidana uang rupiah sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang Mata Uang Pasal 36. Setiap orang yang memalsukan rupiah akan dipidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp10 miliar. Selain itu, setiap orang yang mengedarkan dan atau membelanjakan rupiah yang dia tahu kalau uang tersebut adalah uang palsu akan dikenakan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp50 miliar. Secara berkala, Bank BI melakukan koordinasi dengan Bota Supal yang terdiri dari berbagai instansi, yaitu BIN atau Badan Intelijen Negara, terus juga Polri, Kejaksaan, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atau DJBC. Nah, kemudian Bank BI juga melakukan koordinasi dengan pihak perbankan dan juga instansi terkait lainnya untuk melakukan pencegahan dan juga pemberantasan uang palsu ini. Nah, untuk masyarakat Bank BI melakukan edukasi dengan menjelaskan mengenai ciri keaslian uang rupiah dan menghimbau masyarakat untuk selalu memastikan keaslian uang rupiah tersebut. Nah, jadi ya kita bisa lihat ya, Geng. Berarti ya sebegininya ya kondisi negara kita saat ini sangat carut-marut ya. Hah. Itu dia, Geng, pembahasan kita hari ini mengenai terungkapnya dua kasus uang palsu. Dan dari kasus ini kita bisa berhati-hati lagi dan selalu memeriksa keaslian uang yang kita miliki. Ya, jangan sampai ini merugikan diri kita sendiri. Sebab yang pertama ya, kalau kita punya uang itu ya kita enggak bisa makai uang itu kalau hampai ketahuan, ya kan? Atau kalau misalkan uang itu ada di tangan kita, ketahuan terus kita bisa menjadi tersangkanya, ya tidak tertutup kemungkinan. Nah, makanya harus hati-hati banget. Gimana, Geng, menurut kalian tentang pembahasan kita hari ini?