File TXT tidak ditemukan.
CAMBODIAN ORGAN SALES! RETURNED WITHOUT A KIDNEY
ShSMw0q7Se0 • 2025-03-28
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Pihak keluarga kemudian mengetahui dari
adanya sebuah laporan yang menyebutkan
kalau saleh itu ditemukan dalam kondisi
tanpa ginjal. Jadi bagian di sininya itu
udah dibeset gitu, udah dirobek gitu.
Berdasarkan pendalaman kasus yang
dilakukan oleh polisi, penjualan ginjal
ini sudah berjalan sejak tahun 2019 dan
selama itu para pelaku bisa mendapatkan
keuntungan sampai dengan
24,4
miliar. Yo, Geng. Tekan tombol
subscribe,
Gengs. Halo, Geng. Welcome back to Kamar
Jerry.
[Musik]
Genggeng, apa yang kalian pikirkan,
Geng? Kalau kalian mendengar nama negara
Kamboja, ya udah pasti langsung mikirnya
judul gitu, ya. Ya, enggak salah sih,
karena memang kalau kita bicara tentang
judul ya, banyak banget praktik tersebut
berasal dari Kamboja, bahkan bisa
dikatakan sebagai markasnya. Judul-judul
yang tersebar ya, linknya atau situsnya
di Indonesia itu rata-rata bermarkas di
sana. Banyak juga orang Indonesia yang
menjadi admin judul di sana. Baik itu
karena keinginan mereka sendiri atau
justru karena mereka ditipu. Dijanjikan
pekerjaan dengan gaji yang tinggi tapi
malah dipaksa untuk menjadi admin judul
dan enggak jarang juga menjadi seorang
scammer atau penipu online. Dan hal ini
sudah menjadi konsern pemerintah selama
beberapa tahun terakhir. Dan di video
kali ini kita memang bakal membahas
tentang Kamboja. Tapi kita tidak lagi
membahas tentang judulnya karena kita
sudah pernah membahas soal judulnya.
Kasus kali ini yang juga marak terjadi
di negara tersebut yang masih menjadi
bagian dari aksi perdagangan manusia
yaitu yang lebih gila daripada judul.
Dan untuk sekarang angkanya hampir ee
mendekati jumlah angka penipuan atau ee
angka judul gitu ya, yaitu penjualan
organ manusia.
Pemirsa, polisi saat ini masih memburu
dua pelaku sindikat tindak pidana
perdagangan sekaligus jual beli ginjal
ilegal ke Kamboja.
Tim gabungan Polda Metro Jaya membongkar
sindikat penjualan ginjal ke Kamboja.
Total ada 12 orang yang ditetapkan
sebagai tersangka dan ditahan termasuk
oknum polisi.
Ini benar-benar mengkhawatirkan, Geng.
Kalau dulu ya orang-orang tuh ditipu
terus e dijadikan admin judul atau
ditipu dijadikan scammer. Nah, setelah
itu mereka disiksa, dikurung gitu ya.
Udah sebatas itu. Selesai dari situ
mereka ada yang dipulangkan atau mungkin
ada yang meninggal dunia karena enggak
kuat. Tapi untuk sekarang para penjahat
atau gengster atau mafia di Kamboja ini
semakin ganas. Mereka enggak mau
menyia-nyiakan sedikit pun atau satu
titik pun dari seseorang yang mereka
tipu. Kalau mereka tidak bisa
mempekerjakan orang tersebut menjadi
admin judul atau scammer, paling tidak
tubuh itu orang bisa dia manfaatkan
untuk diambil organnya lalu dijual. Nah,
sindikat ini sekarang sudah sangat marak
di mana para penjahat dari Kamboja ini
sudah melihat adanya peluang baru untuk
mendapatkan penghasilan atau mendapatkan
keuntungan. Nah, belum lama ini ada
sebuah kasus yang dialami oleh orang
Indonesia yang bernama Saleh yang mana
dia disiksa dan ginjalnya diambil secara
paksa sampai Saleh ini akhirnya
meninggal dunia. Nah, ini kisah nyata,
Geng. Dan menjadi pertanyaan banyak
orang, apakah praktik penjualan organ di
Kamboja ini mulai banyak dilakukan
sebagai alternatif karena sudah banyak
pihak yang mengecam perjudian online di
sana atau justru memang ini menjadi
sebuah ya kesempatan baru untuk mereka
untuk memanfaatkan seluruh tubuh dari
orang yang mereka tipu mulai dari
tenaganya. Kenapa tidak kalau enggak
sekalian organnya juga dijual? Nah, ini
benar-benar mengerikan. Sekarang kita
bakal bahas secara lengkap tentang kasus
ini. Langsung aja di sisi
[Musik]
lain. Oke, kita langsung kepada pokok
pembahasannya. Kasus perdagangan organ
milik Saleh asal Indonesia yang bekerja
di Kamboja.
Jadi untuk mengawali topik pembahasan
kali ini, kita langsung bahas mengenai
kasus yang dialami oleh Saleh, Geng.
Nah, kenapa bisa dia berakhir di Kamboja
dan ya dia menjadi korban? Jadi, Soaleh
ini nama lengkapnya adalah Soleh
Darmawan. Dia merupakan lulusan dari
Universitas ASA Indonesia dengan
mengambil jurusan tataboga. Menurut
berita yang beredar, Soaleh ini memiliki
seorang teman kuliah yang bernama Sally
yang menawarkan sebuah pekerjaan sebagai
seorang koki di luar negeri, yaitu
tepatnya di Thailand. Ketika Soleh
mendengar akan mendapatkan pekerjaan di
Thailand, dia ya merasa sangat excited,
senang, antusias karena jumlah uang yang
ditawarkan akan jauh lebih besar
dibandingkan kalau dia bekerja di
Indonesia. Oleh karena itu, Soleh
tertarik dengan tawaran tersebut dan
setelah itu dia setuju. Dia pun dibawa
ke sebuah yayasan yang berlokasi di
Tanjung Periuk oleh seorang perempuan
yang bernama Ade. Nah, ini merupakan
kenalannya si S. Yang menjadi titik awal
dari perjalanan mengerikan yang membawa
Saleh ke Kamboja adalah ketika dia
mengenal AD ini. Terus, "Geng, siapa
sangka Soaleh ternyata terjebak di dalam
jaringan perdagangan organ setelah dia
diasingkan di Tanjung Periuk. Nah, untuk
keberangkatan Saleh dia membutuhkan
dokumen-dokumen keberangkatan. Misalkan
kayak visa atau visa kerja gitu. Nah,
Sally lah yang mengurus hal tersebut dan
dia bertanggung jawab untuk mengurus
segala dokumen penting yang diperlukan
untuk kepergian Saleh. Diketahui, Geng,
kalau Sell ini mendapatkan bayaran
sebesar Rp20 juta per kepala dari
perusahaan yang terlibat di dalam
praktik perdagangan organ ini. Setelah
semua dokumen selesai diurus, Soleh pun
diberangkatkan. Menurut keterangan dari
ibunya Saleh yang bernama Diana, Soaleh
ini berangkat ke luar negeri pada
tanggal 18 Februari tahun 2025 kemarin.
Di saat itu, Soleh mengatakan kepada
keluarganya kalau dia akan bekerja di
Thailand sebagai koki sesuai dengan
keahliannya. Namun di sisi lain menurut
cerita dari Diana ketika Soaleh
berkomunikasi terakhir kalinya dengan
keluarga, dia meyakinkan Diana kalau dia
akan bekerja di sebuah toko roti dengan
gaji yang cukup besar. Nah, Saleh di
saat itu mencoba menenangkan Diana agar
tidak perlu khawatir mengenai kondisi
Saleh dan enggak usah dengar cerita
buruk dari orang lain mengenai kerja di
luar negeri. Ya, mungkin ketika itu
sudah ada yang memberitahu Diana kalau
ditakutkan Soleh ini mengalami penipuan
kerja di luar negeri. Ya, jadi dia
wanti-wanti. Ditambah lagi ketika Soleh
pergi ke Thailand, dia terlebih dahulu
transit di Singapura. Nah, ini terdengar
sangat mencurigakan. Nah, cuma di saat
itu komunikasi saleh dengan keluarganya
sempat terputus, Geng. Makanya
keluarganya itu juga khawatir akan
kondisi saleh selama berada di luar
negeri yang dikabarkan di Thailand ini.
Pada awalnya, Geng, Diana yang tadinya
sempat tenang dengan perkataan Saleh
tiba-tiba menjadi khawatir karena ada
temannya Saleh yang bernama Chavin itu
menghubungi Diana dengan maksud untuk
menanyakan apakah Saleh memiliki riwayat
penyakit mah akut atau enggak. Dan di
saat itu Diana pun terkejut mendengar
pertanyaan dari Chafin karena pihak
keluarga mengetahui Saleh dalam kondisi
yang sehat walafiat ketika berangkat ke
luar negeri dan mereka bertanya-tanya
kok bisa Cfi nanya kayak gitu? Lalu
beberapa hari berlalu, keluarga Saleh
kemudian mendapatkan fakta yang
mengejutkan setelah mereka mendapatkan
informasi kalau ternyata Soleh
sebenarnya tidak bekerja di toko roti di
Thailand, melainkan dia terjebak di
sebuah pekerjaan di situs judul dan
bukan ke Thailand tapi justru ke
Kamboja.
Saya tahunya dia perginya ke Thailand
izinnya. Terus terus bantu-bantu itu
sama temannya Kak Selim pergi ketemu
sama orang yayasannya. atau di Tanjung
Priuk.
Lalu pihak keluarga mencoba untuk
mengkonfirmasi kabar tersebut dari Cin
dan dia pun membenarkan informasi
tersebut. Cavin mengirimkan rekaman yang
memperlihatkan kondisi Saleh di dalam
panggilan video atau di dalam video call
yang mana ketika itu Soleh sudah dalam
kondisi yang lemah. Dia udah lemas
banget. Sampai pada akhirnya Soleh
dikabarkan tiba-tiba banget nih dia
tewas meninggal dunia. Ada yang
mengatakan Soleh meninggal pada tanggal
3 Maret. Namun ada informasi lain yang
mengatakan kalau Saleh justru meninggal
pada tanggal 7 Maret 2025. Meninggalnya
Saleh ini menjadi tanda tanya besar bagi
keluarga. Bagaimana bisa Saleh berakhir
setragis itu? Pertanyaan keluarga
semakin menjadi-jadi ketika surat
kematian dari kedutaan besar mengungkap
penyebab kematian Saleh karena dianggap
mengalami pendarahan pada sistem
pencernaan atau yang disebut dengan
bleeding in the digestive system. Terus
enggak sampai di situ aja, Geng. Pihak
keluarga kemudian mengetahui dari adanya
sebuah laporan yang menyebutkan kalau
saleh itu ditemukan dalam kondisi tanpa
ginjal. Jadi bagian di sininya itu udah
dibeset gitu, udah dirobek gitu, dibelah
terus diambil ginjalnya. Dari sinilah
diduga kalau Soaleh sudah menjadi korban
penyiksaan dan ginjalnya diambil selama
dia berada di Kamboja. Dan di saat
itulah Soaleh dianggap sebagai korban
perdagangan organ.
Singkat cerita, jenazah Saleh pun
akhirnya butuh proses yang panjang untuk
bisa dipulangkan ke Indonesia. Jenazah
Saleh akhirnya tiba di rumah orang
tuanya di Kampung Dua Kelurahan
Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat,
Kota Bekasi tepat pada tanggal 15 Maret
2025 pada jam 11.00 malam. Kepulangan
jenazah Saleh ini berkat kerja sama
banyak pihak seperti LBH Perisai Putra
Bekasi, BP2MI Jawa Barat, Walikota
Bekasi, Dinas Ketenagakerjaan Kota
Bekasi, Lurah Jaka Sampurna, dan pihak
lainnya. Nah, kebayang tuh, Geng, ya,
kekhawatiran Diana pada awalnya itu
akhirnya terbukti ya, Saleh pulang
dengan kondisi yang sudah tidak bernyawa
dan yang bahkan lebih parahnya lagi,
salah satu organnya sudah hilang. Tangis
pun pecah ketika peti jenazah Saleh tiba
di rumah keluarga Diana. Di saat itu
tidak kuasa menahan tangis ketika
melihat pemulangan jenazah Saleh anaknya
yang kembali dalam keadaan yang sudah
tidak bernyawa.
[Musik]
Paman Saleh yang bernama Syahruddin
mengatakan kalau jenazah Saleh
dimakamkan di samping rumah keluarga
pada hari Minggu tanggal 16 Maret 2025.
Dan atas kasus ini, keluarga Saleh sudah
menyerahkannya kepada pihak yang
berwenang untuk menyelidiki bagaimana
bisa Saleh diberangkatkan ke luar negeri
dan berakhir kayak gini. Apakah ada
kemungkinan Soaleh ini diberangkatkan ke
sana dengan cara yang ilegal? Nah, di
saat itu keluarga meminta tolong agar
segera dicek oleh pihak berwenang. Dan
saat ini polisi juga sedang mendalami
peran dari Sell dan juga Ade yang
disebut-sebut sebagai orang yang
bertanggung jawab karena sudah
memberangkatkan Saleh ke Kamboja dengan
menipunya. Yang awalnya dikatakan dia
ditawarkan ke Thailand untuk jadi koki
tapi malah dikirim ke Kamboja ya sebagai
admin judul dan berakhir dengan kasus
perdagangan organ. Nah, untuk sekarang
ya belum ada perkembangan kasus tentang
Sally dan si Ad ini. Nanti kita tunggu
aja ya, semoga terjawab apa yang dialami
oleh Saleh
sebenarnya. Terus, Geng, kasus seperti
ini ternyata enggak cuma hanya sekali
terjadi, tapi sebelumnya sudah pernah
terjadi di mana polisi berhasil
mengungkapkan adanya kasus penjualan
ginjal orang Indonesia ke Kamboja. Oke,
sekarang kita akan masuk ke dalam
pembahasan kasus selanjutnya yang
terbongkar yaitu sindikat penjualan
ginjal Indonesia Kamboja selain korban
yang bernama Saleh
tadi. Jadi, Geng, tim gabungan Polda
Metro Jaya itu berhasil membongkar
jaringan TPPO penjualan ginjal ke
Kamboja pada tahun 2023. Kasus ini
awalnya terbongkar di Tambun Selatan,
Kabupaten Bekasi. Nah, dari sana polisi
berhasil mengamankan sejumlah orang yang
sudah lebih dulu ditampung dan akan
dibawa ke Kamboja untuk melakukan
transplantasi ginjal. Menurut informasi
yang didapatkan oleh polisi, sudah ada
sebanyak 122 WNI yang melakukan
transplantasi ginjal di Rumah Sakit
Prehket Mealea, sebuah rumah sakit
militer yang berada di Kamboja. Dalam
kurun waktu 1 bulan aja, Geng, udah ada
lebih dari 800 orang yang ditetapkan
oleh polisi sebagai tersangka sejak
dibentuknya Satgas TPPO. Sementara untuk
kasus ini sendiri itu ada sebanyak 12
orang tersangka yang udah ditetapkan
yang mana tiga di antaranya ditangkap
bukan di Indonesia melainkan ditangkap
di Kamboja. Nah, dari 12 orang ini sudah
ada yang berperan sebagai koordinator di
Indonesia dan juga Kamboja. Lalu ada
juga yang berperan sebagai penghubung
koordinator yang di Indonesia itu
bernama Septian. Terus yang bertugas
untuk melayani di Kamboja, rumah sakit
dan menjemput para korban itu bernama
Lukman. Di antara para tersangka juga
ada yang berasal dari kalangan penegak
hukum, yaitu oknum polisi yang
berinisial Aida M serta oknum imigrasi.
Nah, mereka ini saling bekerja sama
untuk meloloskan setiap orang yang akan
mereka kirim. Peran dari Aida M itu
menyuruh sindikat tersebut untuk
menghilangkan barang bukti agar tidak
terlacak oleh pihak kepolisian. Nah, dia
berusaha untuk mencegah baik secara
langsung maupun tidak langsung proses
penyidikan yang dilakukan oleh
kepolisian mulai dari menyuruh membuang
handphone dan berpindah-pindah tempat
untuk menghindari kejaran
polisi. Nah, jadi yang membocorkan
informasi atau informan pihak kriminal
ini di dalam Badan Kepolisian ya si
AIBDA M ini. Dan AIBDA M di saat itu
menerima sejumlah uang dari sindikat
tersebut yaitu sebesar Rp612 juta. Wah,
gila gede banget. dan dia menjanjikan
seolah-olah bisa mengurus agar kasus ini
tidak dilanjutkan oleh polisi, tidak
akan diperiksa dan para pelaku bisa
leluasa melakukan tindakan kriminalnya.
Terus kemudian untuk 122 korban, pihak
kepolisian akan melakukan pendampingan
dan sudah ada enam korban yang melakukan
pemeriksaan medis secara lengkap. Dan
dari hasil keenam korban tersebut, tidak
ada organ lain yang diambil selain
ginjal. Karena memang ginjal ini yang
sangat dibutuhkan. Dan karena proses
transplantasi dilakukan di rumah sakit
yang nota bandnya adalah milik
pemerintah, pihak kepolisian perlu
melakukan komunikasi dengan otoritas
setempat yang lebih tinggi untuk
melakukan komunikasi yang intens dengan
kepolisian Kamboja. Nah, terus Geng
berdasarkan pendalaman kasus yang
dilakukan oleh polisi, penjualan ginjal
ini sudah berjalan sejak tahun 2019 dan
selama itu para pelaku bisa mendapatkan
keuntungan sampai dengan
24,4 miliar.
Gila, bayangin, Geng. Selama itu bisa
berapa banyak korbannya? Dan kalau
informasi yang didapatkan polisi, para
korban ini berasal dari berbagai
kalangan. Ada yang memiliki pendidikan
S2 bahkan dari universitas ternama.
Terus ada yang berprofesi sebagai guru
privat, pedagang, security, sampai ke
buruh. Mereka nekad menjual ginjal
karena satu alasan, Geng, yaitu
terhimpit permasalahan ekonomi. Dan
modus yang dilakukan oleh para tersangka
adalah mencari calon donor melalui
Facebook dengan iming-iming akan
memberikan uang sebesar Rp135 juta.
Mereka memposting pemberitahuan mengenai
donor ginjal ini di dua grup Facebook,
yaitu Donor Ginjal Indonesia dan juga
Donor Ginjal Luar negeri. Gila ya
sefrontal itu. Selain menyebarkannya
melalui Facebook, para tersangka juga
merekrut para korbannya dari mulut ke
mulut. Bahkan nih, Geng ya, para
tersangka ini ya itu merupakan para
pendonor sebelumnya. Jadi, orang-orang
yang udah kejebak jadi korban. Terus ya
mereka enggak punya pilihan lain, mereka
ngejebak orang lain lagi. Nah, jadi
mereka akhirnya jadi pelaku dari yang
tadinya korban malah jadi pelaku. Nah,
di dalam praktiknya juga sindikat ini
juga memalsukan rekomendasi perusahaan.
calon donor yang akan diambil ginjalnya
di Kamboja berangkat ke luar negeri
seolah-olah akan mengikuti family
gathering. Nah, jadi semisalkan ditanya
oleh petugas imigrasi ya jawabannya akan
ikut family gathering. Nah, kalau
ditanya dari perusahaan apa? Nah, mereka
semua sudah mengantongi surat tugas
perusahaan yang dipalsukan sehingga bisa
lolos dari imigrasi.
Sindikat ini juga memalsukan rekomendasi
perusahaan dengan cara calon donor yang
berangkat ke luar negeri seakan hendak
mengikuti family gathering di Kamboja.
Nah, itu baru dua kasus yang gua
ceritakan. Sebenarnya masih banyak lagi
kasus orang Indonesia yang terkena scam
dengan dijanjikan mereka akan
mendapatkan pekerjaan atau ya seperti
kasus yang kedua tadi, terang-terangan
menawarkan bagi siapa saja yang mau
menjadi pendonor ginjal. Jadi ada yang
ditipu, ada yang memang frontal
diberitahu kalau memang ya ada yang mau
jual ginjalnya ayo gitu. Nah, jadi di
Kamboja ini enggak cuma marak
orang-orang yang dijadikan sebagai admin
judul, tapi juga termasuk orang-orang
yang diambil organnya untuk dijual oleh
sindikat perdagangan orang. Ada yang
berakhir, tewas, tidak selamat seperti
saleh. Namun ada juga yang masih hidup,
namun harus hidup dengan satu ginjal
seumur hidup mereka. Dan bahkan mereka
yang sudah menjadi korban ada yang ya
malah jadi pelaku juga. Setelah itu
semakin lama korban dari perdagangan
orang ini menjadi semakin luas karena
enggak cuma orang-orang yang memiliki
latar belakang pendidikan rendah aja,
Geng, yang cuma lulusan sekolah atau
justru enggak sekolah sama sekali gitu,
ya. Enggak cuma itu. Nah, sekarang
mereka para sindikat perdagangan orang
ini sudah bisa menjaring orang-orang
yang memiliki pendidikan tinggi.
Alasannya apalagi kalau bukan karena
masalah ekonomi. Jadi enggak peduli lu
mau S1, S2 kalau memang belum ada kerja
nganggur gitu. Otomatis lu akan
berpikiran pendek. Yang penting ya perut
lu kenyang. Karena di zaman sekarang
orang-orang dengan pendidikan tinggi
juga tidak menjamin bisa mendapatkan
pekerjaan dengan gaji yang layak. Dan
tren ini dimulai ketika terjadinya
pandemi COVID yang membuat banyak orang
kehilangan pekerjaan. Jadi mereka
terpaksa untuk melakukan hal itu karena
membutuhkan uang. Apalagi kalau mereka
ditawarkan untuk bekerja di luar negeri,
pasti mereka senang banget. Padahal
sampai di sana mereka bakal disiksa dan
diperlakukan dengan tidak layak. Bahkan
gaji yang mereka dapatkan juga enggak
seberapa. Sepertinya ini, Geng, ya.
Kalau kita perhatikan ya, mulai banyak
kasus yang terungkap yang berkaitan
dengan penjualan organ di Kamboja.
Apakah ini menjadi salah satu alternatif
bagi sindikat kejahatan di sana untuk
terus mengoperasikan bisnis gelap
mengingat aksi mereka yang mulai
terganggu karena banyaknya pihak yang
sudah mulai mengecam Kamboja yang
terlalu banyak praktik judulnya. Jadi
mereka tuh mencoba untuk ya banting
setir gitu. Nah, sekarang kita akan
masuk ke dalam pembahasan selanjutnya
mengenai maraknya perdagangan organ di
Kamboja semenjak kapan dan kenapa bisa.
[Musik]
Jadi, Geng, praktik-praktik perdagangan
manusia ini memang marak terjadi di
Kamboja. Dan dari dua kasus yang gua
ceritakan sebelumnya, ya, semoga bisa
menjadi informasi tambahan untuk kalian.
Tapi memang kalau kita berbicara tentang
penjualan atau praktik perdagangan organ
di Kamboja ini ya enggak sefamiliar atau
enggak seheboh ee admin judul. Karena
kalau kita berbicara tentang Kamboja
udah pasti orang mikirnya tuh ya jadi
admin judul ya. Padahal nih ya, banyak
kasus kriminal yang disebabkan karena
kecanduan judul. Sementara untuk
perdagangan organ dampaknya cuma
terbatas ke korbannya aja. Nah, tapi
padahal nih ya kedua praktik ini
berjalan beriringan yang mana menurut
data dari Kementerian Luar Negeri,
jumlah WNI yang ada di Kamboja itu sudah
meningkat secara signifikan dari tahun
2020 sampai dengan tahun 2023, Geng. Dan
angkanya mencapai 638%.
Jumlah ini bisa lebih besar lagi karena
ada kemungkinan warga negara Indonesia
di Kamboja yang tidak melaporkan diri
karena mereka berasal dari een yang
tidak resmi atau berangkat secara
ilegal. Salah satu faktor terbesar
kenapa banyak WNI yang datang ke Kamboja
ya karena maraknya bisnis judul dan
penipuan online yang cukup menggiurkan
buat mereka. Nah, salah satu daerah di
Kamboja yang paling terkenal diisi oleh
orang-orang Indonesia yang bekerja
sebagai admin judul itu adalah daerah
Shihanokfield yang mana disebut-sebut
sebagai surga bagi judul karena di
sanalah operator-operator judul banyak
ditemukan dan aksesnya sampai ke negara
kita Indonesia. Polisi Indonesia juga
sebenarnya ya sudah merasa sangat
kesulitan untuk menangkap bandar-bandar
yang beroperasi dari Kamboja ini dan
mereka bersembunyi di sana dan ya mereka
enggak tersentuh gitu, Geng. Karena ya
perjudian sendiri adalah hal yang legal
dan dilindungi oleh pemerintah Kamboja.
Ya, bahkan negara mereka sekarang
berkembang ee pembangunannya sangat
pesat yaitu karena dari uang judi dan
juga uang judul. Jadi otomatis
pemerintahnya akan melindungi warga
negaranya. Meskipun kalau kita lihat
upaya dari pemerintah Kamboja yang kayak
niat enggak niat dalam memberantas judul
ini. Ya, kalau perjudian di
kasino-kasino masih okelah, tapi kalau
judul ini tingkat kejahatannya lebih
tinggi karena ya mengandung unsur
penipuan gitu, bukan gambling, bukan
hoki-hokian. Nah, makanya ini sangat
rentan untuk terjadinya kasus
perdagangan orang atau TPPO di saat si
pemilik perusahaan enggak puas dengan
apa yang dia dapatkan. Kominfo ketika
itu mencatat transaksi judul di
Indonesia itu perputaran uangnya bisa
mencapai R50 triliun yang mana server
judul tersebut berasal dari Kamboja dan
juga Filipina tapi kebanyakannya dari
Kamboja. Gila ya duit negara Indonesia,
duit warga negara Indonesia itu lari ke
Kamboja semua. Dan selain itu, Kominfo
mencatat ada beberapa iklan judul yang
berasal dari kedua negara tersebut. Dan
berdasarkan temuan dari PPATK, sebanyak
2,8 juta masyarakat Indonesia itu
bermain judul atau judi slot. Ada 2,2
juta yang merupakan mahasiswa, ibu rumah
tangga sampai ke petani yang mana ya
mohon maaf mungkin pendapatannya enggak
seberapa, tapi memilih untuk ya mengadu
nasib atau mencoba peruntungan dengan
bermain judul. Dan karena sudah sangat
meresahkan, banyak negara-negara yang
sudah mengecam Kamboja dan meminta
mereka atau meminta pemerintah Kamboja
bisa menindak tegas para bandar-bandar
yang menjalankan judul ini. Salah satu
negara yang jelas ee memohon agar
pemerintah Kamboja menindak ini adalah
ya negara kita
Indonesia. Lalu geng karena banyaknya
desakan dan kecaman dari berbagai negara
untuk Kamboja atau untuk pemerintah
Kamboja segera memberantas judul ini di
negara mereka. Nah, tapi apakah dengan
banyaknya negara yang mengecam
pemerintah Kamboja ee untuk judul ini
dan lantas ya praktik judul ini akan
berhenti? Ya tentu aja enggak. Karena
nyatanya sampai sekarang masih banyak
orang-orang yang dipekerjakan sebagai
admin judul dan penipu online. Nah, tapi
mungkin mereka juga akhirnya sadar kalau
bisnis ini bisa terancam kalau Kamboja
sendiri berniat untuk memberantas hal
tersebut. Nah, oleh karena itu ada
asumsi yang mengatakan kalau perdagangan
organ adalah ya alternatif yang nantinya
akan menggantikan admin judul sebagai
modus TPPO terbanyak sehingga segala
pekerjaan yang ditawarkan baik dari
orang terdekat maupun orang lain kita
benar-benar harus cross check terlebih
dahulu apakah perusahaannya benar-benar
ada atau enggak. Kalaupun perusahaannya
benar-benar ada, dicari lagi apa benar
perusahaan tersebut sedang membuka
lowongan pekerjaan atau enggak. Nah,
karena negara-negara Asia Tenggara
seperti Kamboja itu sedang menjadi
sorotan atas kasus-kasus perdagangan
orang. Dari data yang didapatkan dari
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak
Asasi Manusia atau OHCR tahun 2023. Nah,
di sana disebutkan ada ratusan ribu
orang di Asia Tenggara yang dipaksa
untuk melakukan tindakan kriminal atau
force criminality seperti judul atau
penipuan investasi. Nah, sumber dari
OHCR ini menyebutkan korban TPPO itu
sebenarnya banyaknya tuh di Myanmar
yaitu sebanyak
120.000 orang. Dan Kamboja yang enggak
kalah banyaknya hanya sedikit di bawah
Myanmar yaitu sebanyak 100.000 orang.
Dan di saat itu OHR juga menemukan
adanya kasus di Laos, Filipina, serta di
Thailand. Nah, namun geng data yang
dimiliki oleh OHCHR ini dibantah oleh
pemerintah Kamboja dengan alasan hal
tersebut tidak berdasar katanya. Nah,
jadi dibelain tuh sama pemerintahnya.
Dan meskipun perjudian adalah suatu
praktik yang legal di Kamboja, tapi yang
boleh berjudi cuma turis dan warga
asing, katanya. Kalau orang Kamboja asli
enggak diperbolehkan berjudi oleh
pemerintahnya dan kalau sampai ketahuan,
mereka bisa dipenjara serta dikenakan
denda. Setelah ramai keluhan perihal
banyaknya penipuan online dari Kamboja,
pemerintah negara tersebut akhirnya
mengeluarkan larangan judul di negara
mereka pada tahun 2019. Lalu 2 tahun
kemudian, pemerintah Kamboja melakukan
razia besar-besaran dan menangkap
orang-orang di balik perusahaan judul
dan juga online scamming. Nah, mereka
semua ditangkap dengan jumlah ribuan
orang serta langsung dideportasi. Tapi
seperti yang gua katakan sebelumnya,
judul ini masih banyak aja dan tersebar
di mana-mana. Dan hal ini disebabkan
karena perusahaan-perusahaan tersebut
bukannya menutup bisnis mereka setelah
razia pemerintah. Yang mana mereka ini
hanya memindahkan tempat bisnisnya ke
daerah yang lebih aman. Dan berdasarkan
catatan dari migran care ya Kamboja
adalah negara terbanyak untuk pengiriman
korban TPPO dari Indonesia untuk bekerja
di sektor penipuan dan juga judul. Nah,
sekarang malah merambah kepada
perdagangan organ. Nah, ASEAN sendiri
pernah mengeluarkan deklarasi
pemberantasan TPPO yang disebabkan oleh
penyalahgunaan teknologi di tahun 2023
ketika itu yang mana Indonesia yang
menjadi ketuanya. Deklarasi ini
dikeluarkan karena prihatin melihat
banyaknya TPPO yang terjadi di Asia
Tenggara atau tindak perdagangan orang.
Cuma, Geng, melihat realitanya,
deklarasi tersebut seperti hanya menjadi
formalitas dan enggak jadi dasar bagi
pembentukan kebijakan di negara-negara
ASEAN mengenai perlindungan terhadap
pekerja migran dan pencegahan TPPO.
Pemerintah Indonesia melalui berbagai
instansi seperti Kemlu, terus juga
kepolisian dan juga imigrasi sudah
berupaya untuk mencegah TPPO ini di
negara-negara Asia Tenggara. KBRI yang
ada di Penompen itu mengatakan bahwa
mereka sudah menjalin kerja sama dengan
kepolisian dan Imigrasi Kamboja,
termasuk juga dengan para tokoh dan
organisasi masyarakat setempat. Nah,
cuma geng pemerintah Kamboja menyadari
adanya keterbatasan kapasitas yang
mereka miliki serta keterlibatan
jaringan internasional yang semakin
kompleks dan juga canggih. Dan untuk itu
perlu penanganan dengan sumber daya yang
cukup besar melalui pengembangan
kapasitas atau share of expertise dari
negara-negara ASEAN termasuk dengan
Indonesia. Nah, upaya penyuluhan juga
dilakukan oleh pemerintah Indonesia ke
provinsi-provinsi yang banyak menjadi
daerah asal WNI yang pergi ke Kamboja
agar tidak ada lagi korban serupa di
kemudian hari.
Dan pihak imigrasi Indonesia sejak
beberapa tahun lalu sudah memperketat
pemeriksaan terhadap WNI yang akan
berangkat ke Kamboja dengan melakukan
profiling secara detail bagi pemohon
paspor yang terindikasi memberikan
keterangan palsu. Nah, kalau ternyata
mereka berbohong maka permohonan paspor
akan ditangguhkan selama 2 tahun. Lalu
penanganan keduanya adalah memeriksa
ketat di keimigrasian bandara dengan
penundaan keberangkatan kalau ditemukan
indikasi seseorang akan berangkat ke
Kamboja. Jadi benar-benar diperketat nih
kalau mau ke Kamboja ditanya
habis-habisan mau ngapain. Nah, namun
menurut Komnashham berbagai upaya
pemerintah Indonesia di dalam dan di
luar negeri untuk mencegah TPPO masih
belum efektif sepenuhnya. Selalu
kecelongan dan itu terjadi berkali-kali.
Banyak media yang sudah memberitakan
berbagai macam kasus TPPO yang dialami
oleh orang Indonesia. Tapi entah gimana
bisa, masih aja banyak warga negara
Indonesia yang tertipu sehingga diduga
ada faktor lain yang mempengaruhi hal
tersebut. bisa terus terjadi. Apakah
mungkin ada oknum besar yang bermain di
belakang aksi ini sehingga praktik ini
terus bisa dijalankan karena
orang-orangnya kebal hukum atau ada hal
lain lagi. Nah, namun mengingat korban
TPPO ini biasanya berminat untuk pergi
ke Kamboja karena faktor ekonomi. Nah,
itu berarti tugas pemerintah adalah
membuka lapangan pekerjaan
sebesar-besarnya agar semua orang bisa
mendapatkan pekerjaan yang layak di
negara sendiri. Dengan kebijakan seperti
itu, pasti orang yang tergiur untuk
pergi ke Kamboja gak akan bisa semudah
itu untuk mengiakan tawarannya. Dan
seiring berjalannya waktu, kasusnya juga
akan berkurang. Ya, semoga geng ini bisa
menjadi masukan bagi pemerintah untuk
terus melindungi setiap warga negara
Indonesia. Nah, itu dia, Geng,
pembahasan kita kali ini mengenai kasus
perdagangan organ di Kamboja. Gimana
tanggapan kalian tentang kasus ini? Coba
tinggalkan komentar di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:16:53 UTC
Categories
Manage