File TXT tidak ditemukan.
PERUSAHAAN YANG BERDIRI SEJAK ERA NABI MUHAMMAD SAW LAHIR HINGGA SEKARANG | KONGO-GUMI JEPANG !
AGPmlcA-4YE • 2025-03-19
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Ketika Kongogumi dibuat pada tahun 578
Masehi, di tahun yang sama pula ya di
Makkah ya di Makkah di saat itu
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
Nabi Muhammad ya Nabi besar Muhammad
sallallahu alaihi wasallam itu lahir
pada tahun 570 Masehi yang mana artinya
ketika perusahaan Kongogumi ini dibuat
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di
saat itu sudah berumur 8 tahun. Wah,
merinding gua dengan ceritanya.
Nah, jadi Kongkogumi ini melihat peluang
besar untuk berkembang lebih jauh dari
sekedar membangun dan merawat kuil.
Karena itulah mereka pun mulai
berinvestasi besar-besaran di sektor
properti dan berharap bisa dapat untung
besar dari harga tanah dan bangunan yang
terus meroket.
Yo, Geng. Tekan tombol subscribe, Geng.
Eo, what's good? Welcome back to Kamar
Jerry.
[Musik]
Jingjeng. Mungkin kalian sering
mendengar soal perusahaan-perusahaan
besar yang berdiri selama berpuluh-puluh
tahun gitu kan, Geng? Misalkan kayak
Disney, terus ada Adidas, Sony,
Nintendo, atau enggak usah jauh-jauh deh
yang di dalam negeri seperti Indomie ya
kan, Indofood, Wings dan lain-lain. Itu
kan salah satu perusahaan yang udah lama
banget. Oh iya, satu lagi Honda Kawasaki
ya kan. Nah, itu kan perusahaan yang
sudah ada sejak e zaman sebelum Perang
Dunia Kedua bahkan. Nah, tapi kalian
tahu enggak, Geng, kalau ternyata ada
perusahaan yang jauh lebih lama ada di
muka bumi ini. Bahkan sudah berdiri 1400
tahun yang lalu alias berabad-abad yang
lalu. Bahkan sudah ada sebelum VOC
mengeruk rempah-rempah di Nusantara
dulu. Atau bahkan nih yang lebih gilanya
nih, perusahaan yang satu ini sudah
berdiri sejak Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam atau Nabi Besar Muhammad
sallallahu alaihi wasallam masih berusia
8 tahun. Gila enggak tuh? Percaya enggak
percaya perusahaan ini ada. Perusahaan
ini bernama Kongogumi yang dikenal
sebagai perusahaan tertua yang masih
beroperasi di dunia. Kongogumi ini
didirikan pada tahun 5078 Masehi oleh
Sige Mitsu Kongo di Jepang. Dan selama
lebih dari 1400 tahun, perusahaan ini
bertahan dan berkembang dan mereka
khususnya bergerak di dalam bidang
pembangunan kuil Buddha.
Masih belum percaya ya? Kalian harus
dengar kisah sejarah, cerita dari
perusahaan ini. Kita bakal membahas
secara lengkap. Langsung aja di sisi
lain.
[Musik]
Jadi, Geng, pada abad ke-6 sekitar tahun
538 Masehi atau 552 Masehi, Jepang yang
pada saat itu masih menganut kepercayaan
Shinto, jadi agama tradisional mereka.
Di saat itu mereka tiba-tiba mulai
mengenal ajaran Buddha yang
diperkenalkan dari kerajaan Korea yang
bernama kerajaan Paik J. Nah, tulisannya
itu Baike J gitu ya, bacanya Paik C.
Pada masa tersebut Jepang sedang dalam
masa pemerintahan Kaisar Kimei. Nah,
waktu itu Kaisar Kimei ini menerima
patung Buddha dan kitab suci sebagai
hadiah dari kerajaan Paikce lewat utusan
mereka. Ini menjadi tanda resmi
dikenalkannya budaya Buddhism ke Jepang
atau budaya Buddha. Nah, tapi pada saat
itu penyebaran agama Buddha menghadapi
pertentangan gitu, Geng, dari klan-klen
di Jepang yang di saat itu mendukung
kepercayaan Shinto tradisional. Di saat
itu ada satu klen yang mau menerima
agama Buddha ini. Nama clan itu adalah
clen Soga. Nah, clen Soga ini adalah
keluarga imigran yang kuat dan
berpengaruh di Jepang. Dan ada sumber
yang mengatakan kalau mereka ini banyak
yang berasal dari Korea. Nah, setelah
Kaisar Kimei meninggal pada tahun 572
Masehi, putranya yang bernama Bidatsu
naik takhta sebagai kaisar ke-30 Jepang
dan melanjutkan pengenalan agama Buddha
tersebut karena udah punya kekuasaan.
Nah, cuma di saat itu masih ada
pertentangan dan penolakan dari
klan-klan yang menganut shinto
tradisional tersebut. Dan di saat itu
cucu kaisar bidatsu yang bernama
Pangeran Sotoku Taisi itu ternyata suka
banget sama agama Buddha dan getol
banget di dalam mempromosikan agama
Buddha di Jepang. Jadi dia benar-benar
suka lengan kehidupan Buddha yang dia
anggap damai. Saat di sekitar tahun
570-an, Pangeran Sotoku ini akhirnya
memutuskan untuk mendirikan kuil Buddha
pertama di Jepang. Tapi di saat itu
enggak ada satuun tukang kayu di Jepang
yang berpengalaman dalam membuat kuil
Buddha. Karena itu, pangeran Sotoku ini
akhirnya memanggil tiga orang tukang
kayu dari kerajaan Paik yang sekarang
kita kenal dengan nama Korea. Tapi di
masa itu belum terpecah tuh, belum ada
Korea Selatan, Korea Utara, masih satu
Korea. Mereka dipanggil untuk membuat
kuil Buddha atau bisa disebut dengan
Miadaiku oleh orang-orang Jepang. Di
antara tiga tukang kayu tersebut ada
tukang kayu yang bernama Shigetsu Kongo.
Shigetsu Kongo inilah yang nantinya
bakal menjadi founder dari perusahaan
Kongogumi. Nah, di awalnya tuh kayak
gitu, Geng. Karena keahliannya dia
diakui oleh Pangeran Sotoku, akhirnya si
Getsukongo ini sekalian bikin dan
meresmikan Kongogumi sebagai semacam
perusahaan atau pada saat itu ya penjual
jasa di bidang pertukangan kayu. Jadi
kayak ibaratnya kalau zaman sekarang nih
ya, misalkan gua nih, nah ini mungkin
anak-anak kantoran bakal relate, gua nih
misalkan e freelancer, gua freelance di
sebuah perusahaan di kantor freelance,
freelance, freelance dibayar upah gua.
Setelah itu gua merasa kayak ada baiknya
gua bikin PT nih, bikin PT atau bikin
perusahaan yang mana perusahaan gua akan
bekerja dengan perusahaan lain alias
B2B, bisnis to bisnis gitu. Nah, kurang
lebih kayak gitulah kisah dari Kongogumi
ini. Kongogumi ini kalau diartikan itu
jadi keluarga Kongo artinya jadi
Kongogumi, keluarga Kongo. PT Kongogumi,
PT keluarga Kongo. Dan Kongo itu memang
nama marga. Sementara Gumi artinya
memang keluarga. Kongo Gumi pun
diresmikan pada tahun 578 Masehi.
Sementara kuil yang diminta oleh
Pangeran Sotoku untuk dibuat yaitu kuil
Shitenoji. Kuil tersebut akhirnya
dibangun dan selesai dibuat pada tahun
590-an. Dan di saat itu kuil Shitenoji
ini berlokasi di daerah Osaka, Jepang.
Dan sampai sekarang mungkin kalian kalau
ke Jepang masih bisa menemukan
lokasinya. Nah, jadi bukti sejarahnya
ada. Dan atas keahliannya keluarga Kongo
atau Kongogumi tadi dipercaya untuk
terus membangun dan merawat kuil-kuil di
Jepang. Terlebih pada saat itu, tukang
kayu terutama khusus untuk pembangunan
kuil Buddha di Jepang itu sangat
sedikit. Jadi pekerjaan ini termasuk
pekerjaan spesial dan mahal gitu, Geng.
Nah, uniknya nih, Geng, ketika Kongogumi
dibuat pada tahun 578 Masehi, di tahun
yang sama pula ya di Makkah, ya di
Makkah di saat itu Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam, Nabi Muhammad ya, Nabi
besar Muhammad sallallahu alaihi
wasallam itu lahir pada tahun 570
Masehi. yang mana artinya ketika
perusahaan Kongogumi ini dibuat,
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di
saat itu sudah berumur 8 tahun. Wah,
merinding gua dengan ceritanya. Tapi
inilah kisah nyatanya dan ini pun
menjadi tanda kalau perusahaan Kongogumi
itu telah ada di masa-masa besar yang
ada di dunia, Geng.
Nah, selama berabad-abad kongumi
bertanggung jawab atas pemeliharaan dan
juga rekonstruksi Shitenoji yang mana
beberapa kali sempat hancur karena
perang dan bencana alam. Nah, mereka
lagi nih yang membangun dan merawat.
Keahlian mereka dalam arsitektur kayu
tradisional Jepang sangat dihargai dan
dipercaya. Dan mereka terlibat di dalam
pembangunan banyak kuil terkenal di
Jepang juga. Dan enggak cuma kuil si
Tenoji aja, Kongogumi juga terlibat
dalam pembangunan kuil-kuil besar lain
seperti pembangunan kuil Horioji pada
tahun 607 Masehi yang menjadi salah satu
bangunan kayu tertua di dunia dan
buktinya juga masih ada. Terus juga
sempat membangun kuil Koyasan pada tahun
816 Masehi yang menjadi pusat agama
Buddha di Jepang. Kemudian yang paling
fenomenalnya adalah Kongogumi juga
terlibat dalam pembangunan istana Osaka
pada tahun 1583
yang mana ini menjadi salah satu
bangunan paling ikonik di Jepang atas
perintah Toyotomi Hideyosi, kepala
menteri kekaisaran di Jepang pada saat
itu. Nah, masa keemasan Kongogumi
terjadi selama masa Kesogunan Tokugawa,
yaitu dari rentang 1603 sampai dengan
1867.
di mana di saat itu kuil-kuil Buddha
mendapatkan dukungan finansial yang
besar dan Kongogumi yang sudah terkenal
pun menjadi semacam kebanjiran
pekerjaan. Jadi kebanjiran project di
saat itu karena mereka memang yang
paling dipercaya.
Namun geng usai mengalami masa keemasan
di era kesogunan Tokugawa tadi, ternyata
Kongogumi ini juga mengalami semacam
masa yang sebenarnya kelam bagi mereka.
Karena usai era Kesogunan Tokugawa yaitu
ketika era Meiji yang berlangsung
sekitar tahun 1868 hingga 1912 terjadi
era di mana Jepang di saat itu jadi pro
shinto. Jadi mereka pro terhadap agama
leluhur mereka lagi. Jadi selain agama
Shinto, agama lain-lain yang ada di
Jepang itu udah mulai diblokir dan
kurang diterima. Dan juga itu berdampak
kepada para penganut agama Buddha di
Jepang yang dianggap sebagai agama
pendatang dari Korea. Nah, karena inilah
jadinya banyak kuil-kuil Buddha di
Jepang itu pada dihancurkan. Jadi,
banyak didemo, dirusak, dan dipaksa
untuk ditutup. Nah, tapi di saat itu
kuil Buddha pertama yang dibangun oleh
si Gegitsukongo yang di awal tadi kita
ceritakan, nah itu tidak terkena
penghancuran itu. Ee entah kenapa
mungkin mereka menganggap ya udahlah ini
nilai sejarahnya ada gitu atau mungkin
ini adalah perintah penguasa di masa
itu. Akhirnya enggak dihancurin. Nah,
jadi bisa dikatakan masih ada bukti
sejarahnya sampai sekarang. Dan juga
sebenarnya kuil sienoji yang sempat kita
ceritakan juga tadi itu sudah beberapa
kali juga mengalami kerusakan karena
sempat terbakar ketika pengepungan Osaka
pada tahun 1614. Terus tercatat beberapa
kali juga rusak karena perang dan
bencana alam gitu. Nah, ketika hal-hal
tersebut terjadi pada saat itu yang
mengurus kuil tersebut adalah perusahaan
dari Kongogumi. Dihancurin, dibangun
lagi, diperbaiki lagi, dirawat lagi. Itu
semua adalah proyeknya Kongogumi. Mereka
yang bertanggung jawab dan mereka yang
mendapatkan hasilnya.
Terus, Geng, ada sumber yang mengatakan
kalau pada era Meiji tersebut si Tenoji
itu tanah kuilnya disita. Jadi, enggak
bisa beroperasi dan fungsi lahannya itu
diambil alih. Dan gara-gara hal itu,
Kongogumi pun juga jadi kehilangan
pendapatan tahunan yang mereka terima
dari kuil itu. Nah, peristiwa ini
merupakan pukulan finansial yang
signifikan bagi Kongogumi dan memaksa
mereka untuk mencari sumber pendapatan
lain. Restorasi Meiji membawa
modernisasi pesat di Jepang, termasuk
dalam teknologi konstruksi yang mana
akhirnya untuk beradaptasi pihak
Kongogumi mulai bereksperimen dengan
bangunan-bangunan non Buddha, proyek
konstruksi untuk kelas bangsawan,
samurai, termasuk rumah-rumah mewah dan
istana. Nah, jadi di saat itu mereka
tetap pengin nih mempertahankan
perusahaannya, tapi enggak mungkin nih
bergantung sama bikin kuil mulu gitu,
udah harus move on atau justru
mengembangkan lebih besar lagi gitu
lingkup produk yang mereka bangun. Di
saat itu, selain bangunan tempat
tinggal, Kongogumi juga akhirnya mulai
terlibat di dalam pembangunan bangunan
komersial seperti toko dan rumah teh.
Dan mereka mulai menggunakan bahan-bahan
baru yang mana di saat itu kan mereka
dikenal dengan pandai kayu nih kan ya.
Mulai nih mereka pakai semen, beton,
baja, meskipun tetap mempertahankan
keahlian tradisional mereka yaitu dalam
arsitektur kayu. Penggunaan bahan modern
itu memungkinkan mereka untuk
mengerjakan berbagai jenis proyek
konstruksi. Jadi bukan berarti mereka
meninggalkan ee keahlian mereka di kayu
gitu ya, supaya mereka bisa memperluas
bisnis aja. Nah, di saat itu mereka
termasuk membangun bangunan yang lebih
besar dan lebih tahan lama ya dari
bangunan-bangunan yang selama ini mereka
bangun menggunakan kayu.
Terus, Geng, seiring berjalannya waktu,
perusahaan ini sudah berjalan cukup
lama. Hingga pada tahun 1920-an
terjadilah krisis keuangan di Jepang.
Apalagi di saat itu pasca perang dunia
pertama sama ada gempa besar juga yang
menyebabkan kerugian besar yang akhirnya
membuat Jepang jadi dilanda krisis. Dan
lagi-lagi Kongogumi beradaptasi dan kali
ini dengan cara memaksimalkan penggunaan
teknologi modern. Nah, tidak terlalu
dijelaskan nih apa inovasi teknologi
modern yang mereka pakai saat krisis
finansial sha. Hanya saja itu menjadi
usaha yang mereka lakukan untuk bisa
menyelamatkan e perusahaan mereka dari
dampak krisis finansial yang terjadi di
saat itu. Nah, sebenarnya nih, Geng, ada
semacam tragedi yang terjadi saat krisis
finansial Showa ini. Jadi, di saat itu,
Kongogumi itu dipimpin oleh eh seseorang
yang bernama Haruhi Kongo. Ini adalah
generasi ke-37
dari awal Kongogumi ini dibangun oleh
kakek buyutnya. Krisis finansialowa itu
kan sangat berdampak banget nih sama
perusahaan Kongogumi ini. Meskipun di
akhirnya mereka bisa survive lah gitu.
Nah, di saat itu si pemimpin dari
generasi ke-37 ini yang bernama Harui
Chikongo itu melakukan sepuku di depan
makam leluhurnya karena dia di saat itu
merasa gagal menghidupi keluarganya dan
juga para pekerja mereka. Budaya sepuku
ini itu adalah ritual untuk menghabisi
diri sendiri dan untuk mempertahankan
kehormatan dan harga diri saat mengalami
kegagalan yang mana ini sangat lumrah di
masa-masa ya Jepang pada saat itu. Ya,
kita juga sering dengar kan istilah
harak kiri yang dilakukan oleh samurai
yang mengalami kegagalan saat
menjalankan tugas. Dan karena memang
budaya malu di Jepang itu sangat kental,
makanya sepuku dilakukan oleh Haruichi
ini. Dia merasa gagal dalam menjalankan
perusahaan Kongogumi dan akhirnya ya
demi kehormatannya dia melakukan hal
tersebut di makam keluarganya. Namun
karena enggak mau Kongogumi berakhir
gitu aja tanpa sisa, akhirnya di saat
itu istrinya Haruichi yang masih hidup
itu mengambil alih kepemimpinan. Nah,
istrinya ini namanya Yoshi Kongo. Nah,
dia mengambil alih ee Kongogumi sebagai
generasi ke-38. Dia menggantikan
suaminya Haruhi yang meninggal karena
sepupu tersebut. Yosi ini juga menjadi
perempuan pertama yang menjadi pemimpin
Kongogumi. Nah, sepak terjang Yosi ini
adalah salah satu yang sangat terlihat
saat pasca krisis finansial Showa ketika
Shiten Tenoji, yaitu kuil yang menjadi
karya pertama Kongogumi itu colaps
karena angin topan Moruto. Jadi,
gara-gara bencana alam. Nah, Kongogumi
diperintahkan kembali untuk membangun
kuil tersebut dan di tangan Yoshi, kuil
si Tenoji kembali pulih seperti sedia
kalah. Dan mereka di saat itu bisa
memperbaiki finansial dari Kongogumi.
Nah, terus geng setelah krisis finansial
SOA, terbitlah dampak dari Perang Dunia
Kedua. Nah, Perang Dunia Kedua itu
memiliki dampak yang signifikan untuk
Jepang. Jangankan Jepang, perang dunia
kedua ini sendiri juga berdampak buat
kita secara sejarah gitu kan. Nah,
Indonesia sendiri bisa terselamatkan
atas penjajahan Jepang ya karena Jepang
kalah di dalam Perang Dunia Kedua. Nah,
di masa itu pekerjaan untuk Kongogumi
itu semakin lama semakin sedikit karena
sedang pada sibuk perang dan bertahan
hidup. Nah, pekerjaan mereka kan cuma
sebatas pembangunan kuil Gokoku. Semacam
kuil untuk menghormatan kepada
orang-orang yang meninggal dalam keadaan
mengorbankan nyawa mereka. Sama mereka
juga bikin kuil untuk memuja dewa
perang. Nah, karena pada saat itu Jepang
sedang di dalam kondisi berperang yang
luar biasa
sampai pada akhirnya geng, Kongogumi pun
kembali putar otak supaya bisa
beradaptasi. Dan waktu itu yang mereka
lakukan adalah untuk bisa bertahan itu
dengan cara menjual peti mati kayu. Nah,
jadi melihat wah banyak nih jenazah
bergelimpangan ya udah kita bisnisin
peti mati kayu. Nah, jadi di saat itu
Yoshi si pemimpin perempuan pertama
Kongogumi memohon kepada pemerintah
untuk mengizinkan perusahaan mereka
bertahan hidup melalui pengambil alihan
produksi peti mati kayu untuk memperluas
cakupan perusahaan mereka. Dan dia juga
mereformasikan manajemen perusahaannya
dengan memisahkan posisi manajerial dari
posisi pertukangan. Kangogumi itu
selamat dari perang di saat itu dan pada
tahun 1955 di bawah kepemimpinan
generasi ke-39 yaitu Kongoitaka,
perusahaan Kongogumi ini melakukan
penawaran saham perdana atau IPO dan
menjadi perusahaan terbuka yang
terdaftar di bursa. Nah, kemudian geng
menjelang akhir abad ke-20 sekitar tahun
1980-an, Jepang di saat itu mengalami
ledakan ekonomi besar-besaran. Bank of
Japan atau BOJ itu menerapkan kebijakan
moneter yang sangat longgar pada
pertengahan tahun 1980-an untuk
merangsang ekonomi dan mengurangi dampak
apresiasi Yen atau Yendaka setelah
perjanjian Plaza atau Plaza Accord pada
tahun 1985.
Salah satunya adalah dengan menekan suku
bunga dengan sangat rendah dan itu
menyebabkan gelembung aset. Nah, karena
ini aset-aset di Jepang seperti properti
dan saham pun jadi naik gila-gilaan.
Karena suku bunga rendah banget, banyak
perusahaan yang tergiur untuk ambil
pinjaman, hutang untuk kredit dalam
jumlah besar, termasuk juga ya
perusahaan Kongogumi ini. Nah, jadi
Kongogumi ini melihat peluang besar
untuk berkembang lebih jauh dari sekedar
membangun dan merawat kuil. Karena
itulah mereka pun mulai berinvestasi
besar-besaran di sektor properti dan
berharap bisa dapat untung besar dari
harga tanah dan bangunan yang terus
meroket. Kebayang tuh, Geng, ya, dari
yang awalnya cuma tukang kayu, ya, di
tahun 500-an dulu membangun kuil,
sekarang sudah mulai menjamah bisnis
properti.
Tapi geng, masuk awal tahun 1990-an,
gelembung ekonomi Jepang pecah. Harga
properti dan saham yang tadinya naik
terus tiba-tiba anjlok drastis.
Aset-aset yang dibeli oleh Kokogumi jadi
enggak ada nilainya, sementara hutang
mereka tetap menumpuk. Dan situasi ini
semakin diperparah karena bisnis intim
mereka yaitu konstruksi dan renovasi
kuil juga mulai lesu. Jepang sudah
berubah. Tidak sebanyak dulu orang yang
membangun atau merenovasi kuil. Jadi
pemasukan utama mereka makin seret. Nah,
Kongogumi berusaha bertahan selama
hampir 20 tahun dengan berjuang membayar
hutang mereka. Tapi tekanan finansial
terus bertambah. Bahkan sampai tahun
2004 revenue mereka turun sebesar 35%.
Sehingga pemimpin Kongogumi pada saat
itu yaitu yang bernama Masakazukongo
harus mempphk karyawannya dan efisiensi
anggaran operasional kantor mereka.
Sampai pada akhirnya di tahun 2006
mereka resmi collaps dengan hutang yang
membengkak hingga 343
juta Do atau setara dengan Rp3,17
triliun. Wah, sedih banget ya. Udah
ribuan tahun. Ratusan tahun apa? Ribuan
tahun. Ribuan tahun ya. Berdiri
tiba-tiba bangkrut. Dengan beban hutang
yang begitu berat, akhirnya mereka harus
menyerah. Pada bulan Januari tahun 2006,
karena pendapatan yang diperoleh oleh
Kongogumi tidak lagi cukup untuk
membayar hutang, pada akhirnya aset
milik Kongogumi dibeli oleh Takamatsu
Construction Group. Nah, mereka pun
jadinya merger dengan Takamatsu
Construction Group pada tahun 2006 dan
menjadi anak perusahaan Takamatsu di
saat itu. Ya, meskipun mereka sudah
bukan lagi perusahaan independen, tapi
teknik-teknik tradisional mereka masih
dipertahankan. Bahkan lebih dari 120
tukang kayu dan pegawai mereka masih
terus bekerja di bidang konstruksi kuil.
Hingga saat ini perusahaan ini tetap
beroperasi dan spesialisasinya tetap
dalam pembangunan, pemeliharaan, dan
perbaikan kuil Buddha. Nah, mereka
bahkan sampai saat ini masih menggunakan
alat dan teknik tradisional yang
diwariskan dari pendirinya dulu.
Walaupun sekarang ya pemiliknya bukan
lagi dari keluarga Kongogumi yang asli.
Nah, sebenarnya sedih juga ya, Geng.
Mendengar sepak terjang Kongogumi yang
menjadi perusahaan tertua di dunia.
Malah terjerat hutang dan jadi mesti
bergabung dengan perusahaan lain,
perusahaan orang. Padahal mereka sendiri
ada masa ketika sedang jaya-jayanya dan
bahkan menorehkan sejarah di Jepang.
Tapi meskipun akhirnya menjadi merger
dan jadi anak perusahaan orang, alasan
kenapa Kongogumi bisa berhasil bertahan
hingga 1440 tahun itu ya sejatinya
karena prinsip-prinsip bisnis dan hidup
yang diwariskan turun-temurun oleh kakek
buyut mereka. Jadi pemimpin Kongogumi
ke-32 yaitu Yoshi Sada Kongo menulis
pedoman yang berjudul Shokuke Kokoro
Nokoto yang mencakup 16 prinsip yang
tidak hanya mengatur bisnis tetapi juga
mengatur cara hidup keluarga Kongo.
Seperti cara berpakaian harus sesuai
dengan status, minum alkohol secukupnya,
bersikap sopan santun, enggak boleh
arogan dan ngomongin orang, menghormati
orang lain, dan mematuhi ajaran
Konfusianisme Buddha dan juga Shinto.
Nah, jadi antara agama Buddha dan
Shinto, mereka tuh tetap menganut
dua-duanya, enggak dibedain dan kualitas
pekerjaan mereka juga sangat dihargai
dan diutamakan. Nah, bahkan pekerja di
Kongogumi harus kerja dulu sebanyak 10
sampai 20 tahun untuk bisa disebut
sebagai ahli, Geng.
Dan selain itu, perusahaan ini selalu
menjaga hubungan baik dengan para
pelanggannya seperti Kuil Sintenoji yang
menjadi pelanggan setia selama
berabad-abad. Mereka juga selalu
fleksibel dalam beradaptasi dengan
perubahan zaman seperti saat mengalihkan
fokus dari pembangunan kuil ke proyek
perumahan dan perkantoran saat restorasi
magji dan mengembangkan bisnis peti mati
saat perang dunia kedua. Pokoknya apa
aja diadaptasi. Salah satu prinsip
penting di Kongogumi adalah kepemimpinan
yang kuat. Keahlian pertukangan harus
diwariskan dalam garis keluarga. Begitu
juga dengan kontrol dan kepemilikan atas
perusahaan. Jika tidak ada ahli waris
laki-laki atau jika ahli waris yang ada
dianggap tidak layak untuk menjalankan
bisnis keluarga, kendali perusahaan akan
diserahkan kepada seorang menantu
laki-laki yang akan mengambil nama Kongo
atau kepada seorang istri yang juga bisa
mengambil nama Kongo. Nah, salah satu
contohnya itu adalah kasus pemimpin yang
ke-37 yaitu Haruichi yang melakukan
sepuku. Nah, terus digantikan sama
istrinya Yoshi dan itu enggak
semerta-merta karena titel keluarga aja.
Meskipun di dalam keluarga kemampuan
kepemimpinannya juga harus bagus.
Makanya Kongogumi ini fleksibel, tidak
memandang perempuan atau laki-laki
selama memimpin perusahaan mereka. Dan
perusahaan mereka tuh longless sampai
1400 tahun. Nah, pendekatan dan prinsip
yang diterapkan oleh keluarga Kongo
inilah yang membuat perusahaan Kongogumi
bisa bertahan selama lebih dari 1400
tahun tadi.
Nah, itu dia geng pembahasan tentang
perusahaan tertua di muka bumi ini yang
bernama Kongogumi yang mana mereka sudah
ada sejak zaman Rasul, zaman Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Perang dunia kesatu, perang dunia kedua,
bahkan hingga saat sekarang ini ya lewat
semuanya. Gimana tuh, Geng, menurut
tanggapan kalian? Dari sini kita jadi
paham ya kenapa orang-orang Jepang itu
disiplin dan ulet banget ya kan.
Menjalankan sesuatu mereka benar-benar
fokus hingga ya ada buktinya kayak gini.
Apa tanggapan kalian tentang pembahasan
kita kali ini? Coba tinggalkan komentar
di bawah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:07 UTC
Categories
Manage