Transcript
qnH05YmLfm0 • ANGGOTA DPR RUSUH SAMPAI BAKAR SMOKE BOMB ! RUANG SIDANG HANCUR LEBUR
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1382_qnH05YmLfm0.txt
Kind: captions Language: id Sementara itu, anggota parlemen oposisi yang lain melemparkan smoke bom. Di sinilah nih mulai keos, kalian lihat sendiri di videonya. Dan sampai ada yang menyemprotkan gas merica. Sidang yang tadinya tertib langsung berubah menjadi kericuhan. Benar-benar seperti ya anak tawuran gitu, Geng. Dan enggak cuma di ruang sidang aja, Geng. Kerusuhan juga terjadi di luar gedung parlemen dengan para warga yang berkumpul di sana dan mereka melempari pintu masuk gedung parlemen menggunakan telur mentah. Yo, Geng. Tekan tombol subscribe, Geng. E yo. What's good? Welcome back to Kamar [Musik] Jiri Genggeng. Oke, kalian tahu enggak, Geng? yang namanya smoke boom yaitu sebuah benda yang bisa menghasilkan asap tebal dan berbagai warna. Biasanya kita melihat smoke boom ini dipergunakan kalau ada pertandingan olahraga, terutama pertandingan bola. Biasanya bakal rusuh banget tuh penontonnya. Nah, tapi gimana jadinya nih, Geng, kalau ada smoke bom di dalam sidang rapat DPR? Wuh, enggak kebayang tuh ricuhnya kayak gimana. Dan hal ini beneran terjadi yaitu di Serbia beberapa hari yang lalu. Ketika anggota parlemen sedang berdiskusi, tiba-tiba saja situasi semakin tidak terkendali dan anggota parlemen itu sampai melemparkan smoke bom di dalam ruangan sidang. Sidang parlemen ketika itu berubah menjadi kericuhan yang enggak bisa dicegah oleh anggotanya. Nah, tapi apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang menjadi alasan kericuhan seperti ini bisa terjadi di parlemen? Padahal ya kalau kita lihat ee di negara kita sendiri ya kericuhan di kantor DPR itu juga ada sampai ada yang nunjuk-nunjuk naik ke meja hampir lempar kursi ada. Nah, tapi ini gila banget sampai lempar smoke bom. Nah, ternyata ini semua berawal hubungannya dengan salah satu peristiwa di Serbia pada akhir tahun yang lalu. Dan kejadian itu membuat sebanyak 15 orang meninggal dunia. Nah, di video kali ini gua akan menjelaskan kepada kalian tentang kasus ini, yaitu dua peristiwa yang nanti akan kita bahas. Apa hubungan kedua peristiwa ini? Peristiwa meninggalnya e 15 orang tadi dan kericuhan di dalam gedung DPR mereka. Langsung aja kita bahas secara lengkap di sisi [Musik] lain. Kita langsung masuk ke dalam pembahasan situasi kericuhan di Parlemen Serbia ini. Jadi, Geng, sidang ini digelar pada hari Selasa tanggal 4 Maret tahun 2025. Agenda sidang tersebut untuk membahas mengenai pengesahan amandemen terhadap undang-undang pendidikan yang menjadi salah satu tuntutan dari mahasiswa yang melakukan protes. Undang-undang ini bertujuan untuk menambah dana universitas. Di Serbia itu memang sedang enggak baik-baik aja, Geng. Dan hal ini membuat banyak mahasiswa jadi turun ke jalanan untuk melakukan demonstrasi. Untuk alasannya kenapa akan gua jelaskan nanti nih, Geng, di belakang. Untuk sekarang kita bahas dulu soal kericuhan yang ada di parlemennya. Jadi, e cerita ini alur mundur gitu ya. Selain untuk membahas pengesahan amandemen undang-undang pendidikan, rapat tersebut juga memiliki agenda untuk pengesahan pengunduran diri pemerintah, termasuk dengan pemungutan suara mengenai pemecatan Ana Brenabic. Nah, dia ini adalah ketua parlemen dan juga Alexander Wudik yaitu selaku Presiden Serbia. Mereka berdua ini berasal dari partai yang sama yaitu partai progresif Serbia atau SNS. Namun partai koalisi di parlemen yang dipimpin oleh SNS malah memaksa untuk membahas sebanyak 62 usulan amandemen untuk hukum yang baru. Yang mana hal tersebut di luar dari susulan yang seharusnya dibahas di dalam sidang. Dari 62 usulan tersebut, salah satunya adalah mengkonfirmasi pengunduran diri dari Perdana Menteri Serbia yang bernama Milos Fusevic. Karena dianggap sudah keluar dari agenda atau konteks yang seharusnya dibahas. Pihak oposisi di parlemen memprotes nih pihak koalisi karena dinilai pembahasan usulan yang begitu banyak tersebut sebagai cara dari Presiden Serbia yang bernama Alexander Wudik tadi untuk bisa mengalihkan tanggung jawabnya sebagai presiden dengan menyalahkan apa yang terjadi di Serbia itu adalah kesalahan si Milos. Jadi kayak pengin cuci tangan, pengin jadiin orang lain tuh sebagai orang yang bersalah gitu. Nah, setelah mundurnya Willos, Alexander Wudik tadi mengatakan pemerintahan transisi akan dibentuk pada akhir bulan Maret atau awal bulan April. Nah, pihak oposisi menginginkan agar adanya pemerintahan transisi yang menjamin diselenggarakannya pemilihan umum yang bebas dan adil. Hanya saja pihak dari koalisi menolak tuntutan oposisi karena menganggap hal tersebut sebagai cara oposisi untuk menggulingkan pemerintahan saat ini. Dan sidang berlangsung sangat alot di saat itu. Pihak koalisi tetap ingin untuk menyetujui agenda yang membahas 62 usulan tadi. Sementara pihak oposisi berusaha untuk menolak hal tersebut. Sampai pada akhirnya karena pihak koalisi yang masih bersi keras untuk membahas usulan-usulan tersebut, beberapa anggota parlemen dari oposisi yang berdiri dari kursi mereka itu akhirnya mendatangi ketua parlemen. Terjadilah keributan antara anggota parlemen oposisi dengan petugas keamanan di saat itu. Sementara itu, anggota parlemen oposisi yang lain melemparkan smoke bom. Di sinilah nih mulai keos, kalian lihat sendiri di videonya. Dan sampai ada yang menyemprotkan gas merica. Sidang yang tadinya tertib langsung berubah menjadi kericuhan. Benar-benar seperti ya anak tawuran gitu, Geng. Nah, smoke bom ini juga enggak cuma satu doang, Geng. Tapi ada banyak dan sepertinya sudah dipersiapkan oleh anggota parlemen oposisi sebelumnya. Terus kemudian ada lagi pemimpin from hijau kiri atau ZLF yang tergabung di dalam oposisi yang bernama Radomir Lazovik yang mana mereka melepaskan alat pemadam kebakaran dari tempat duduk mereka. Kebayang tuh alat pemadam. Lazovik menganggap bahwa aksi yang dilakukan oleh oposisi sebagai respon atas kekerasan yang sudah dilakukan pemerintah terhadap warga Serbia selama 13 tahun. Kericuhan itu tidak dapat dibendung lagi dan sampai ada suara-suara seperti suara sirine dan juga teriakan dari anggota parlemen oposisi yang terdengar ketika itu. Dan pihak oposisi membentangkan sebuah spanduk yang bertuliskan di dalam bahasa Serbia nih ya yang artinya Serbia bangkit untuk menjatuhkan rezim. [Tepuk tangan] Nah, banyak anggota parlemen dari pihak oposisi juga mengangkat kertas yang bertuliskan dalam bahasa Serbia nih yang artinya mogok umum. Nah, keadilan bagi korban juga ada dan juga ya tulisan yang lain-lain. Nah, sidang parlemen itu sampai disiarkan oleh berbagai media berita secara langsung sehingga kerusuhan tersebut bisa disaksikan oleh seluruh warga negara Serbia. Kebayang malunya gimana? Terus, Geng, di dalam kondisi ruang sidang yang dipenuhi dengan asap tebal, Ana di saat itu menolak untuk mengakhiri sidang. Padahal kekacauannya sudah seperti itu dan dia berusaha untuk melanjutkan sidang tersebut. Dan ketika itu, Ana sempat menyebutkan pihak oposisi sebagai preman dan juga bandit teroris yang ingin menghalangi kinerja dari parlemen. Nah, sepanjang perdebatan ketika sidang, anggota parlemen oposisi terus-menerus berteriak dan mencoba untuk mengganggu jalannya persidangan dengan mengeluarkan suara-suara yang keras. Mau itu yang berteriak, menggunakan sirene, sampai yang lain sebagainya. Dan enggak cuma di ruang sidang aja, Geng. Kerusuhan juga terjadi di luar gedung parlemen dengan para warga yang berkumpul di sana dan mereka melempari pintu masuk gedung parlemen menggunakan telur mentah. Kemudian sampai demonstrasi tersebut rencananya bakal digelar secara besar-besaran di daerah Belgrade pada tanggal 15 Maret nanti. Nah, namun pihak koalisi itu menanggapi demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat itu karena diakibatkan adanya intervensi dari Badan Intelijen Barat yang mencoba untuk mengganggu stabilitas politik Serbia dan ingin menggulingkan pemerintah dengan mendukung protes. Nah, jadi lagi-lagi ada campur tangan barat nih ya. Ya, siapa lagi orangnya gitu kan. Kalau gak ada ya kalian bisa tebak sendirilah negara mana yang selalu mencampuri urusan negara lain gitu. Dan sebelum-sebelumnya parlemen Serbia juga mengalami berbagai insiden di masa lalu mereka mulai dari penyiraman air sampai mikrofon yang dicabut. Nah, namun penggunaan smoke bom di dalam persidangan itu belum pernah terjadi. Baru kali ini selama 25 tahun terakhir tuh enggak ada. Nah, jadi ini kerusuhan yang bisa terbilang baru dan sangat-sangat mengagetkan. Tercatat di dalam sejarah parlemen Serbia bahkan parlemen dunia. Dan dari kerusuhan tersebut ada sebanyak tiga anggota parlemen dari SNS yang terluka. Salah satu di antaranya bernama Jasmina Obradovic. Dan Jasmina ini sampai menderita stroke, Geng. Dan dirawat secara intensif di rumah sakit akibat kejadian tersebut. Kemudian satu lagi adalah seorang wanita hamil yang mengalami luka-luka akibat kerusuhan yang terjadi. Nah, cuma di saat itu wanita hamil dan satu orang lainnya ini tidak diketahui identitasnya. Kerusuhan yang terjadi di dalam sidang parlemen ini juga menuai tanggapan dari Alexander Wudik sebagai presiden. Dia menyebut bahwa apa yang terjadi pada saat itu sebagai higanisme. Nah, holiganisme ini sendiri adalah aksi agresif yang sering menggunakan kekerasan. Dan Wikat yang bertanggung jawab atas kerusuhan yang terjadi dan akan menyeret siapa saja yang bertanggung jawab ke jalur hukum. Nah, Uni Europa juga bersuara terkait insiden ini dengan mengaku prihatin atas apa yang terjadi. Karena sangat memalukan parlemen yang seharusnya menjadi tempat untuk perdebatan secara demokratis. Ya, debat enggak apa-apa gitu ya. Tapi jangan sampai menggunakan aksi kekerasan apalagi sampai melempar smoke bom karena akan berdampak kepada jatuhnya korban. Parlemen juga seharusnya bisa berfungsi sepenuhnya sesuai dengan peran dan kewenangan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Nah, oleh karena itu Uni Eropa menyerukan deklarasi atau pengurangan ketegangan dengan menciptakan sebuah kondisi yang memungkinkan untuk terjadinya dialog yang melibatkan semua pihak, termasuk politisi, institusi, dan juga masyarakat sipil agar bisa membahas reformasi yang diperlukan bagi masa depan Serbia. Nah, dikabarkan juga nih, Geng, kalau kantor kejaksaan sudah memulai penyelidikan untuk mencari tahu siapa yang membawa smoke bom ke dalam ruangan dan menggunakan smoke bom itu. Namun, pihak dari front kiri hijau sudah secara terbuka mengakui kalau anggotanyalah yang bertanggung jawab dan siap untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah mereka lakukan. Di saat itu, Radomir Lazovic itu mengatakan kalau salah satu anggota parlemen dari Zlf yang bernama Profesor Diorde Pavisevik itu pernah mengalami pemukulan di bagian kepala dan beberapa anggota Zlf yang lain juga beberapa kali dipukul oleh polisi dan anggota parlemen dari pihak koalisi. Nah, jadi ini seperti sebuah reaksi kemarahan yang sudah dipendam oleh oposisi atas penyelewengan yang selama ini terjadi di Serbia. Serbia overhead. Sampai di sini kalian bisa membayangkan betapa keosnya di saat itu ya. Ternyata yang keos enggak cuma DPR kita ya, DPR orang lebih gila lagi gitu, Geng. Nah, tapi apa sebenarnya yang terjadi di Serbia? Mengapa ada aksi protes yang dilakukan oleh mahasiswa? Dan apa yang menjadi alasan mundurnya Milos Fusevik? Nah, ini semua ternyata tidak terlepas dari sebuah insiden yang bernama Noviset dan kontroversi dari Presiden Serbia yang bernama Alexander Fusik. Nah, sekarang kita masuk ke dalam pembahasan tragedi Noviset dan kontroversi tersebut. Langsung aja. Jadi, Geng, Noviset ini adalah salah satu daerah yang ada di Serbia. Di sana ada sebuah stasiun kereta api utama yang sudah dibangun sejak tahun 1964. Karena bangunan ini sudah lama, akhirnya di awal tahun 2000-an stasiun ini direnovasi karena sudah ketinggalan zaman dan struktur bangunannya udah enggak bagus lagi. Terus kemudian di tahun 2013 berbarengan dengan Cina yang menjalankan program Belt and Root Inisiatif atau BRI membuat Cina, Hungaria, dan Serbia menandatangani kerja sama untuk membangun jalur kereta api Budapest Belgrade yang dimulai pada tahun 2015. Nah, stasiunnya juga dibangun lagi, Geng. Mulai dari tahun 2021 sampai pertengahan tahun 2024, renovasi tersebut mencakup rekonstruksi total bagian peron kereta api, termasuk underp peron serta kanopi. Namun sayangnya kejadian buruk terjadi pada tanggal 1 November tahun 2024 sekitar jam 1152 pagi waktu setempat. Kanopi beton yang berada di stasiun sepanjang 48 m itu ambruk sehingga menimpa orang-orang yang sedang berjalan dan duduk tepat di bawah kanopi tersebut. 14 orang dinyatakan tewas di tempat dan semuanya adalah warga negara Serbia kecuali ada satu orang yang merupakan warga negara Makedonia Utara. Lalu ada tiga orang yang mengalami luka-luka. Salah seorang wanita yang ikut menjadi korban menghembuskan nafas terakhir setelah 16 hari kecelakaan terjadi yang disebabkan karena parahnya luka yang diderita oleh wanita tersebut. Dan gara-gara kejadian ini, pemerintah Serbia mengumumkan hari bergabung nasional pada keesokan harinya yaitu tanggal 2 November tahun 2024. Sementara Provinsi Otonom Voivodina dan kota Noviset itu mengumumkan 3 hari bergabung di kota tersebut. Para warga berkumpul di Freedom Square dan di depan stasiun kereta api untuk menyalakan lilin dan meletakkan bunga. Selain bergabung, para warga Serbia yang berasal dari berbagai golongan termasuk mahasiswa itu melakukan demonstrasi untuk mengkritik pemerintah karena rubuhnya kanopi stasiun. Mereka menduga bahwa pemerintah Serbia melakukan praktik korupsi di prosedur pengadaan sehingga renovasi stasiun tersebut tidak berjalan dengan transparan. Makanya konstruksi bangunannya menjadi enggak aman dan membahayakan masyarakat karena ee biayanya itu dikorupsi. Uang hasil korupsi tersebut dipakai untuk memperkaya beberapa kontraktor yang sudah ditunjuk oleh pemerintah dan dikabarkan di saat itu demonya sampai 20.000 orang yang turun ke jalan dan alun-alun. Nah, yang mana ini menjadi aksi protes terbesar yang terjadi di Noviset selama beberapa puluh tahun terakhir. Dan selama aksi protes dilakukan, masa aksi tersebut menggunakan slogan korupsi membunuh di dalam demonstrasi tersebut. Nah, gara-gara kejadian ini, Jaksa memerintahkan adanya pemeriksaan dan penyelidikan terhadap 11 orang yang terkait dengan pembangunan atau renovasi stasiun Noviset. Di antara 11 orang ini ada mantan menteri pembangunan Serbia yang bernama Goran Fesik yang ikut diperiksa. Nah, FI ini akhirnya mengundurkan diri beberapa hari setelah insiden runtuhnya kanopi. Cuma FI di saat itu membantah kalau dia sudah melakukan korupsi dan juga ya berbuat curang atas renovasi stasiun. Dia enggak mau ngaku. Nah, meskipun begitu, Fesic mengatakan bahwa dia bersedia untuk memenuhi panggilan pihak yang berwenang sebagai saksi yang koperatif. Selain Vesik, Milos serta Milan Diurik yang juga merupakan walikota Noviset juga menawarkan pengunduran diri atas kejadian tersebut. Nah, inilah bedanya pemerintah luar ya. mereka tahu malu gitu. Nah, tapi tetap harus bertanggung jawab. Nah, namun pengajuan pengunduran diri Milos ini harus disetujui oleh parlemen dan itulah yang menjadi salah satu agenda di sidang parlemen yang berakhir ricuh tadi, Geng. Nah, jadi itu adalah salah satu agendanya yaitu ya penyetujuan pengunduran diri Milos yang mana akhirnya ricuh dengan adanya ya bom asap tadi. Nah, bukannya meredakan kemarahan publik dan demonstrasi, penawaran pengunduran diri Milos ini justru semakin menambah eskalasi konflik di Serbia. Karena semakin banyak rakyat Serbia yang jadi tambah enggak suka dengan presiden mereka, yaitu Alexander Wudik. Alexander Wik sudah berkuasa selama 10 tahun di Serbia. Sebelum menjadi presiden, Wudik ini menjabat sebagai Perdana Menteri pada tahun 2014 dan menjadi presiden 3 tahun kemudian. Di bawah kepemimpinan Woodik, kebebasan dan praktik demokrasi di Serbia jadi nurun. President Alexander Vuuchic of being increasingly authoritarian and curbing democratic freedoms. Vuuchic held his own rally with thousands of his supporters meeting in the central town of Yagod. Jadi orang-orang tuh kayak dibungkam gitu ya. Enggak boleh ngomong ini ditangkap media enggak boleh berita ini apapun ditangkap gitu. Dan hal ini disebabkan karena serangan terhadap media dan pemusatan kekuasaan yang berada di tangan presiden. Menurut analis politik, rezimnya Wudik ini sulit dikategorikan. Rezimnya itu enggak serepresif negara Belarus yang dipimpin oleh Alexander Lukashenko, tapi enggak sebebas Hungaria yang dipimpin oleh Victor Orban. Nah, namun di bawah kendali Wudik, Serbia sudah menjadi seperti Rusia ketika awal tahun 1990-an yang condong ke arah negara kriminal, korup, dan tanpa adanya supremasi hukum. Nah, di sisi lain ada yang menilai Wudik ini sebagai seorang yang cerdik karena dia bisa menyesuaikan diri untuk berbagai kepentingan dan tidak condong untuk memihak blok tertentu. Dan Serbia sendiri menjadi sekutu lama Rusia. Nah, namun ada upaya negara barat untuk bisa merebut Serbia dari Rusia. Tapi Rusia melihat kalau Serbia ini bisa bertahan dari iming-iming yang dijanjikan oleh Barat kepada Serbia. Enggak kayak Ukraina. Bagi Cina yang juga sekutu Rusia melihat Serbia ini sebagai pihak yang bisa meluaskan program BRI milik mereka. Namun meskipun masih menjadi sekutu Rusia, beberapa pihak di Amerika ternyata memiliki kepentingan di Serbia, Geng. Nah, menantu Donald Trump yang bernama Jared Kushner itu dikabarkan sedang menjalin kesepakatan untuk membangun hotel yang bernama Trump di Belgrade yang modalnya berasal dari beberapa negara teluk. Nah, kalau diperhatikan dari segi ideologi memang terlihat kontradiktif antara satu negara dengan negara yang satunya. Sekutu Rusia tapi bisa jalin bisnis dengan Amerika itu enggak masuk akal. Nah, agak beda nih memang sekutu Rusia yang satu ini. Dia tidak sama seperti Cina dan Iran. Terus uniknya, Serbia ini menjual senjata ke Ukraina yang otomatis berarti Serbia seolah memihak ke Ukraina untuk melawan Rusia. Tapi waktu negara Eropa memberikan sanksi kepada Rusia, Serbia enggak mau ikut-ikutan. Nah, agak aneh memang dengan cara diplomasi Serbia ini, tapi dampaknya sangat positif bagi Serbia. Negara tersebut mendapatkan banyak investasi dari berbagai negara dua blok tersebut. Jadi, karena terlalu netral ya, dia enggak dimusuhin sama Rusia. enggak dimusuhin juga sama Amri. Jadi dia bisa mera keuntungan dari kedua belah pihak. Di balik keuntungan yang didapatkan dari Serbia atas sikap politiknya ternyata enggak beriringan dengan kepuasan masyarakat Serbia itu sendiri. Geng rakyat Serbia udah muak dengan situasi politik di Serbia. Para mahasiswa di sana kecewa dengan retorika politiknya Wiki. Kebijakan serta pernyataan Wudik dinilai tidak konsisten. Kecaman keras dari masyarakat kepada pemerintah sudah terjadi bertahun-tahun lamanya. Dan di bulan Mei tahun 2023 terjadi dua penembakan massal di Serbia membuat masyarakat protes budaya kekerasan yang marak terjadi di negara tersebut. Kemudian demonstrasi juga banyak terjadi setelah pemilu yang disengketakan di akhir tahun 2023 yang mana pada saat itu oposisi menyerukan agar diadakannya pemilu ulang. Aksi demo juga berlangsung selama berminggu-minggu, namun akhirnya bisa meredah dan aksi-aksi demo sebelumnya berhasil diredakan oleh Woodik karena dia memberikan janji akan melakukan perubahan. Tapi itulah hanya sebatas janji. Terus dia juga enggak segan untuk menyingkirkan orang terdekatnya kalau diperlukan agar bisa meredakan tekanan politik. Dia menyingkirkan oposisi. Dia membuat propaganda untuk mendiskreditkan para demonstran menggunakan counter narasi. Jadi ini orang tuh ya pergerakannya cukup keras. Tapi demonstrasi setelah terjadinya insiden di Noviside ini berbeda, Geng, daripada yang sebelumnya. Sebab akhirnya masyarakat mulai aware dengan kondisi negara mereka yang dipenuhi oleh skandal korupsi. yang mana hal tersebut ternyata bisa berbahaya terhadap keselamatan mereka dan demonstrasi yang dilakukan murni karena keresahan masyarakat tanpa adanya intervensi atau dukungan dari pihak asing seperti Eropa yang sebelumnya menjadi narasi wudik kalau demo yang dilakukan itu karena ditunggangi oleh aliansi negara tersebut. Nah, aksi ini juga melibatkan sebagian besar masyarakat Serbia. Selain masyarakat sipil dan mahasiswa, ada guru serta petani yang ikut serta. Bahkan ada juga hakim yang ikut melakukan demonstrasi. Nah, biasanya para hakim ini tidak pernah berani untuk ikut demo. Tapi sekarang enggak lagi. Mereka udah muak. Mereka semua tergerak untuk mengkritik pemerintahan dan melengserkan Wudik dari tampuk kekuasaannya sebab merasa kalau kekuasaan Wudik ini sudah merampas hak rakyat Serbia sebagai warga negara. Ditambah dengan rencana pengunduran diri Milos yang dianggap sebagai cara wudik untuk melimpahkan kesalahan kepada Milos. Nah, kita tunggu aja nih, Geng. Perkembangan seperti apa yang akan terjadi pada Serbia nanti. Nah, dari sini kalian udah paham, ya, Geng, kenapa bisa keos banget DPR di sana? Ya, keosnya sampai lempar-lempar bom asap. Ini udah enggak masuk akal, udah kayak tawuran antar suporter. Dan itulah yang terjadi. Nah, itu dia, Geng. Pembahasan kita kali ini mengenai kerusuhan di sidang Parlemen Serbia sebagai imbas dari insiden runtuhnya kanopi di stasiun Noviset dan kekecewaan masyarakat terhadap Presiden Serbia. Gimana menurut kalian tentang kejadian ini? Silakan tinggalkan komentar di bawah.