Transcript
qnH05YmLfm0 • ANGGOTA DPR RUSUH SAMPAI BAKAR SMOKE BOMB ! RUANG SIDANG HANCUR LEBUR
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1382_qnH05YmLfm0.txt
Kind: captions
Language: id
Sementara itu, anggota parlemen oposisi
yang lain melemparkan smoke bom. Di
sinilah nih mulai keos, kalian lihat
sendiri di videonya. Dan sampai ada yang
menyemprotkan gas merica. Sidang yang
tadinya tertib langsung berubah menjadi
kericuhan. Benar-benar seperti ya anak
tawuran gitu, Geng. Dan enggak cuma di
ruang sidang aja, Geng. Kerusuhan juga
terjadi di luar gedung parlemen dengan
para warga yang berkumpul di sana dan
mereka melempari pintu masuk gedung
parlemen menggunakan telur
mentah. Yo, Geng. Tekan tombol
subscribe,
Geng. E yo. What's good? Welcome back to
Kamar
[Musik]
Jiri Genggeng. Oke, kalian tahu enggak,
Geng? yang namanya smoke boom yaitu
sebuah benda yang bisa menghasilkan asap
tebal dan berbagai warna. Biasanya kita
melihat smoke boom ini dipergunakan
kalau ada pertandingan olahraga,
terutama pertandingan bola. Biasanya
bakal rusuh banget tuh penontonnya. Nah,
tapi gimana jadinya nih, Geng, kalau ada
smoke bom di dalam sidang rapat DPR?
Wuh, enggak kebayang tuh ricuhnya kayak
gimana. Dan hal ini beneran terjadi
yaitu di Serbia beberapa hari yang lalu.
Ketika anggota parlemen sedang
berdiskusi, tiba-tiba saja situasi
semakin tidak terkendali dan anggota
parlemen itu sampai melemparkan smoke
bom di dalam ruangan sidang. Sidang
parlemen ketika itu berubah menjadi
kericuhan yang enggak bisa dicegah oleh
anggotanya.
Nah, tapi apa yang sebenarnya terjadi
dan apa yang menjadi alasan kericuhan
seperti ini bisa terjadi di parlemen?
Padahal ya kalau kita lihat ee di negara
kita sendiri ya kericuhan di kantor DPR
itu juga ada sampai ada yang
nunjuk-nunjuk naik ke meja hampir lempar
kursi ada. Nah, tapi ini gila banget
sampai lempar smoke bom. Nah, ternyata
ini semua berawal hubungannya dengan
salah satu peristiwa di Serbia pada
akhir tahun yang lalu. Dan kejadian itu
membuat sebanyak 15 orang meninggal
dunia. Nah, di video kali ini gua akan
menjelaskan kepada kalian tentang kasus
ini, yaitu dua peristiwa yang nanti akan
kita bahas. Apa hubungan kedua peristiwa
ini? Peristiwa meninggalnya e 15 orang
tadi dan kericuhan di dalam gedung DPR
mereka. Langsung aja kita bahas secara
lengkap di sisi
[Musik]
lain. Kita langsung masuk ke dalam
pembahasan situasi kericuhan di Parlemen
Serbia
ini. Jadi, Geng, sidang ini digelar pada
hari Selasa tanggal 4 Maret tahun 2025.
Agenda sidang tersebut untuk membahas
mengenai pengesahan amandemen terhadap
undang-undang pendidikan yang menjadi
salah satu tuntutan dari mahasiswa yang
melakukan protes. Undang-undang ini
bertujuan untuk menambah dana
universitas. Di Serbia itu memang sedang
enggak baik-baik aja, Geng. Dan hal ini
membuat banyak mahasiswa jadi turun ke
jalanan untuk melakukan demonstrasi.
Untuk alasannya kenapa akan gua jelaskan
nanti nih, Geng, di belakang. Untuk
sekarang kita bahas dulu soal kericuhan
yang ada di parlemennya. Jadi, e cerita
ini alur mundur gitu ya. Selain untuk
membahas pengesahan amandemen
undang-undang pendidikan, rapat tersebut
juga memiliki agenda untuk pengesahan
pengunduran diri pemerintah, termasuk
dengan pemungutan suara mengenai
pemecatan Ana Brenabic. Nah, dia ini
adalah ketua parlemen dan juga Alexander
Wudik yaitu selaku Presiden Serbia.
Mereka berdua ini berasal dari partai
yang sama yaitu partai progresif Serbia
atau SNS. Namun partai koalisi di
parlemen yang dipimpin oleh SNS malah
memaksa untuk membahas sebanyak 62
usulan amandemen untuk hukum yang baru.
Yang mana hal tersebut di luar dari
susulan yang seharusnya dibahas di dalam
sidang. Dari 62 usulan tersebut, salah
satunya adalah mengkonfirmasi
pengunduran diri dari Perdana Menteri
Serbia yang bernama Milos Fusevic.
Karena dianggap sudah keluar dari agenda
atau konteks yang seharusnya dibahas.
Pihak oposisi di parlemen memprotes nih
pihak koalisi karena dinilai pembahasan
usulan yang begitu banyak tersebut
sebagai cara dari Presiden Serbia yang
bernama Alexander Wudik tadi untuk bisa
mengalihkan tanggung jawabnya sebagai
presiden dengan menyalahkan apa yang
terjadi di Serbia itu adalah kesalahan
si Milos. Jadi kayak pengin cuci tangan,
pengin jadiin orang lain tuh sebagai
orang yang bersalah gitu. Nah, setelah
mundurnya Willos, Alexander Wudik tadi
mengatakan pemerintahan transisi akan
dibentuk pada akhir bulan Maret atau
awal bulan April. Nah, pihak oposisi
menginginkan agar adanya pemerintahan
transisi yang menjamin
diselenggarakannya pemilihan umum yang
bebas dan adil. Hanya saja pihak dari
koalisi menolak tuntutan oposisi karena
menganggap hal tersebut sebagai cara
oposisi untuk menggulingkan pemerintahan
saat ini. Dan sidang berlangsung sangat
alot di saat itu. Pihak koalisi tetap
ingin untuk menyetujui agenda yang
membahas 62 usulan tadi. Sementara pihak
oposisi berusaha untuk menolak hal
tersebut. Sampai pada akhirnya karena
pihak koalisi yang masih bersi keras
untuk membahas usulan-usulan tersebut,
beberapa anggota parlemen dari oposisi
yang berdiri dari kursi mereka itu
akhirnya mendatangi ketua parlemen.
Terjadilah keributan antara anggota
parlemen oposisi dengan petugas keamanan
di saat
itu. Sementara itu, anggota parlemen
oposisi yang lain melemparkan smoke bom.
Di sinilah nih mulai keos, kalian lihat
sendiri di videonya. Dan sampai ada yang
menyemprotkan gas merica. Sidang yang
tadinya tertib langsung berubah menjadi
kericuhan. Benar-benar seperti ya anak
tawuran gitu, Geng. Nah, smoke bom ini
juga enggak cuma satu doang, Geng. Tapi
ada banyak dan sepertinya sudah
dipersiapkan oleh anggota parlemen
oposisi sebelumnya. Terus kemudian ada
lagi pemimpin from hijau kiri atau ZLF
yang tergabung di dalam oposisi yang
bernama Radomir Lazovik yang mana mereka
melepaskan alat pemadam kebakaran dari
tempat duduk mereka. Kebayang tuh alat
pemadam.
Lazovik menganggap bahwa aksi yang
dilakukan oleh oposisi sebagai respon
atas kekerasan yang sudah dilakukan
pemerintah terhadap warga Serbia selama
13 tahun. Kericuhan itu tidak dapat
dibendung lagi dan sampai ada
suara-suara seperti suara sirine dan
juga teriakan dari anggota parlemen
oposisi yang terdengar ketika itu. Dan
pihak oposisi membentangkan sebuah
spanduk yang bertuliskan di dalam bahasa
Serbia nih ya yang artinya Serbia
bangkit untuk menjatuhkan rezim.
[Tepuk tangan]
Nah, banyak anggota parlemen dari pihak
oposisi juga mengangkat kertas yang
bertuliskan dalam bahasa Serbia nih yang
artinya mogok umum. Nah, keadilan bagi
korban juga ada dan juga ya tulisan yang
lain-lain. Nah, sidang parlemen itu
sampai disiarkan oleh berbagai media
berita secara langsung sehingga
kerusuhan tersebut bisa disaksikan oleh
seluruh warga negara Serbia. Kebayang
malunya gimana? Terus, Geng, di dalam
kondisi ruang sidang yang dipenuhi
dengan asap tebal, Ana di saat itu
menolak untuk mengakhiri sidang. Padahal
kekacauannya sudah seperti itu dan dia
berusaha untuk melanjutkan sidang
tersebut. Dan ketika itu, Ana sempat
menyebutkan pihak oposisi sebagai preman
dan juga bandit teroris yang ingin
menghalangi kinerja dari parlemen. Nah,
sepanjang perdebatan ketika sidang,
anggota parlemen oposisi terus-menerus
berteriak dan mencoba untuk mengganggu
jalannya persidangan dengan mengeluarkan
suara-suara yang keras. Mau itu yang
berteriak, menggunakan sirene, sampai
yang lain sebagainya. Dan enggak cuma di
ruang sidang aja, Geng. Kerusuhan juga
terjadi di luar gedung parlemen dengan
para warga yang berkumpul di sana dan
mereka melempari pintu masuk gedung
parlemen menggunakan telur mentah.
Kemudian sampai demonstrasi tersebut
rencananya bakal digelar secara
besar-besaran di daerah Belgrade pada
tanggal 15 Maret nanti. Nah, namun pihak
koalisi itu menanggapi demonstrasi yang
dilakukan oleh masyarakat itu karena
diakibatkan adanya intervensi dari Badan
Intelijen Barat yang mencoba untuk
mengganggu stabilitas politik Serbia dan
ingin menggulingkan pemerintah dengan
mendukung protes. Nah, jadi lagi-lagi
ada campur tangan barat nih ya. Ya,
siapa lagi orangnya gitu kan. Kalau gak
ada ya kalian bisa tebak sendirilah
negara mana yang selalu mencampuri
urusan negara lain gitu. Dan
sebelum-sebelumnya parlemen Serbia juga
mengalami berbagai insiden di masa lalu
mereka mulai dari penyiraman air sampai
mikrofon yang dicabut. Nah, namun
penggunaan smoke bom di dalam
persidangan itu belum pernah terjadi.
Baru kali ini selama 25 tahun terakhir
tuh enggak ada. Nah, jadi ini kerusuhan
yang bisa terbilang baru dan
sangat-sangat mengagetkan. Tercatat di
dalam sejarah parlemen Serbia bahkan
parlemen dunia. Dan dari kerusuhan
tersebut ada sebanyak tiga anggota
parlemen dari SNS yang terluka. Salah
satu di antaranya bernama Jasmina
Obradovic. Dan Jasmina ini sampai
menderita stroke, Geng. Dan dirawat
secara intensif di rumah sakit akibat
kejadian tersebut. Kemudian satu lagi
adalah seorang wanita hamil yang
mengalami luka-luka akibat kerusuhan
yang terjadi. Nah, cuma di saat itu
wanita hamil dan satu orang lainnya ini
tidak diketahui identitasnya. Kerusuhan
yang terjadi di dalam sidang parlemen
ini juga menuai tanggapan dari Alexander
Wudik sebagai presiden. Dia menyebut
bahwa apa yang terjadi pada saat itu
sebagai higanisme. Nah, holiganisme ini
sendiri adalah aksi agresif yang sering
menggunakan kekerasan. Dan
Wikat yang bertanggung jawab atas
kerusuhan yang terjadi dan akan menyeret
siapa saja yang bertanggung jawab ke
jalur hukum. Nah, Uni Europa juga
bersuara terkait insiden ini dengan
mengaku prihatin atas apa yang terjadi.
Karena sangat memalukan parlemen yang
seharusnya menjadi tempat untuk
perdebatan secara demokratis. Ya, debat
enggak apa-apa gitu ya. Tapi jangan
sampai menggunakan aksi kekerasan
apalagi sampai melempar smoke bom karena
akan berdampak kepada jatuhnya korban.
Parlemen juga seharusnya bisa berfungsi
sepenuhnya sesuai dengan peran dan
kewenangan untuk menyuarakan aspirasi
masyarakat. Nah, oleh karena itu Uni
Eropa menyerukan deklarasi atau
pengurangan ketegangan dengan
menciptakan sebuah kondisi yang
memungkinkan untuk terjadinya dialog
yang melibatkan semua pihak, termasuk
politisi, institusi, dan juga masyarakat
sipil agar bisa membahas reformasi yang
diperlukan bagi masa depan Serbia. Nah,
dikabarkan juga nih, Geng, kalau kantor
kejaksaan sudah memulai penyelidikan
untuk mencari tahu siapa yang membawa
smoke bom ke dalam ruangan dan
menggunakan smoke bom itu. Namun, pihak
dari front kiri hijau sudah secara
terbuka mengakui kalau anggotanyalah
yang bertanggung jawab dan siap untuk
mempertanggungjawabkan apa yang sudah
mereka lakukan. Di saat itu, Radomir
Lazovic itu mengatakan kalau salah satu
anggota parlemen dari Zlf yang bernama
Profesor Diorde Pavisevik itu pernah
mengalami pemukulan di bagian kepala dan
beberapa anggota Zlf yang lain juga
beberapa kali dipukul oleh polisi dan
anggota parlemen dari pihak koalisi.
Nah, jadi ini seperti sebuah reaksi
kemarahan yang sudah dipendam oleh
oposisi atas penyelewengan yang selama
ini terjadi di Serbia.
Serbia overhead.
Sampai di sini kalian bisa membayangkan
betapa keosnya di saat itu ya. Ternyata
yang keos enggak cuma DPR kita ya, DPR
orang lebih gila lagi gitu, Geng. Nah,
tapi apa sebenarnya yang terjadi di
Serbia? Mengapa ada aksi protes yang
dilakukan oleh mahasiswa? Dan apa yang
menjadi alasan mundurnya Milos Fusevik?
Nah, ini semua ternyata tidak terlepas
dari sebuah insiden yang bernama Noviset
dan kontroversi dari Presiden Serbia
yang bernama Alexander Fusik. Nah,
sekarang kita masuk ke dalam pembahasan
tragedi Noviset dan kontroversi
tersebut. Langsung
aja. Jadi, Geng, Noviset ini adalah
salah satu daerah yang ada di Serbia. Di
sana ada sebuah stasiun kereta api utama
yang sudah dibangun sejak tahun 1964.
Karena bangunan ini sudah lama, akhirnya
di awal tahun 2000-an stasiun ini
direnovasi karena sudah ketinggalan
zaman dan struktur bangunannya udah
enggak bagus lagi. Terus kemudian di
tahun 2013 berbarengan dengan Cina yang
menjalankan program Belt and Root
Inisiatif atau BRI membuat Cina,
Hungaria, dan Serbia menandatangani
kerja sama untuk membangun jalur kereta
api Budapest Belgrade yang dimulai pada
tahun 2015. Nah, stasiunnya juga
dibangun lagi, Geng. Mulai dari tahun
2021 sampai pertengahan tahun 2024,
renovasi tersebut mencakup rekonstruksi
total bagian peron kereta api, termasuk
underp peron serta kanopi. Namun
sayangnya kejadian buruk terjadi pada
tanggal 1 November tahun 2024 sekitar
jam 1152 pagi waktu setempat. Kanopi
beton yang berada di stasiun sepanjang
48 m itu ambruk sehingga menimpa
orang-orang yang sedang berjalan dan
duduk tepat di bawah kanopi tersebut. 14
orang dinyatakan tewas di tempat dan
semuanya adalah warga negara Serbia
kecuali ada satu orang yang merupakan
warga negara Makedonia Utara. Lalu ada
tiga orang yang mengalami luka-luka.
Salah seorang wanita yang ikut menjadi
korban menghembuskan nafas terakhir
setelah 16 hari kecelakaan terjadi yang
disebabkan karena parahnya luka yang
diderita oleh wanita tersebut. Dan
gara-gara kejadian ini, pemerintah
Serbia mengumumkan hari bergabung
nasional pada keesokan harinya yaitu
tanggal 2 November tahun 2024. Sementara
Provinsi Otonom Voivodina dan kota
Noviset itu mengumumkan 3 hari bergabung
di kota tersebut. Para warga berkumpul
di Freedom Square dan di depan stasiun
kereta api untuk menyalakan lilin dan
meletakkan bunga. Selain bergabung, para
warga Serbia yang berasal dari berbagai
golongan termasuk mahasiswa itu
melakukan demonstrasi untuk mengkritik
pemerintah karena rubuhnya kanopi
stasiun. Mereka menduga bahwa pemerintah
Serbia melakukan praktik korupsi di
prosedur pengadaan sehingga renovasi
stasiun tersebut tidak berjalan dengan
transparan. Makanya konstruksi
bangunannya menjadi enggak aman dan
membahayakan masyarakat karena ee
biayanya itu dikorupsi. Uang hasil
korupsi tersebut dipakai untuk
memperkaya beberapa kontraktor yang
sudah ditunjuk oleh pemerintah dan
dikabarkan di saat itu demonya sampai
20.000 orang yang turun ke jalan dan
alun-alun. Nah, yang mana ini menjadi
aksi protes terbesar yang terjadi di
Noviset selama beberapa puluh tahun
terakhir. Dan selama aksi protes
dilakukan, masa aksi tersebut
menggunakan slogan korupsi membunuh di
dalam demonstrasi tersebut. Nah,
gara-gara kejadian ini, Jaksa
memerintahkan adanya pemeriksaan dan
penyelidikan terhadap 11 orang yang
terkait dengan pembangunan atau renovasi
stasiun Noviset. Di antara 11 orang ini
ada mantan menteri pembangunan Serbia
yang bernama Goran Fesik yang ikut
diperiksa. Nah, FI ini akhirnya
mengundurkan diri beberapa hari setelah
insiden runtuhnya kanopi. Cuma FI di
saat itu membantah kalau dia sudah
melakukan korupsi dan juga ya berbuat
curang atas renovasi stasiun. Dia enggak
mau ngaku. Nah, meskipun begitu, Fesic
mengatakan bahwa dia bersedia untuk
memenuhi panggilan pihak yang berwenang
sebagai saksi yang koperatif. Selain
Vesik, Milos serta Milan Diurik yang
juga merupakan walikota Noviset juga
menawarkan pengunduran diri atas
kejadian tersebut. Nah, inilah bedanya
pemerintah luar ya. mereka tahu malu
gitu. Nah, tapi tetap harus bertanggung
jawab. Nah, namun pengajuan pengunduran
diri Milos ini harus disetujui oleh
parlemen dan itulah yang menjadi salah
satu agenda di sidang parlemen yang
berakhir ricuh tadi, Geng. Nah, jadi itu
adalah salah satu agendanya yaitu ya
penyetujuan pengunduran diri Milos yang
mana akhirnya ricuh dengan adanya ya bom
asap tadi. Nah, bukannya meredakan
kemarahan publik dan demonstrasi,
penawaran pengunduran diri Milos ini
justru semakin menambah eskalasi konflik
di Serbia. Karena semakin banyak rakyat
Serbia yang jadi tambah enggak suka
dengan presiden mereka, yaitu Alexander
Wudik. Alexander Wik sudah berkuasa
selama 10 tahun di Serbia. Sebelum
menjadi presiden, Wudik ini menjabat
sebagai Perdana Menteri pada tahun 2014
dan menjadi presiden 3 tahun kemudian.
Di bawah kepemimpinan Woodik, kebebasan
dan praktik demokrasi di Serbia jadi
nurun.
President Alexander Vuuchic of being
increasingly authoritarian and curbing
democratic freedoms. Vuuchic held his
own rally with thousands of his
supporters meeting in the central town
of Yagod.
Jadi orang-orang tuh kayak dibungkam
gitu ya. Enggak boleh ngomong ini
ditangkap media enggak boleh berita ini
apapun ditangkap gitu. Dan hal ini
disebabkan karena serangan terhadap
media dan pemusatan kekuasaan yang
berada di tangan presiden. Menurut
analis politik, rezimnya Wudik ini sulit
dikategorikan. Rezimnya itu enggak
serepresif negara Belarus yang dipimpin
oleh Alexander Lukashenko, tapi enggak
sebebas Hungaria yang dipimpin oleh
Victor Orban. Nah, namun di bawah
kendali Wudik, Serbia sudah menjadi
seperti Rusia ketika awal tahun 1990-an
yang condong ke arah negara kriminal,
korup, dan tanpa adanya supremasi hukum.
Nah, di sisi lain ada yang menilai Wudik
ini sebagai seorang yang cerdik karena
dia bisa menyesuaikan diri untuk
berbagai kepentingan dan tidak condong
untuk memihak blok tertentu. Dan Serbia
sendiri menjadi sekutu lama Rusia. Nah,
namun ada upaya negara barat untuk bisa
merebut Serbia dari Rusia. Tapi Rusia
melihat kalau Serbia ini bisa bertahan
dari iming-iming yang dijanjikan oleh
Barat kepada Serbia. Enggak kayak
Ukraina. Bagi Cina yang juga sekutu
Rusia melihat Serbia ini sebagai pihak
yang bisa meluaskan program BRI milik
mereka. Namun meskipun masih menjadi
sekutu Rusia, beberapa pihak di Amerika
ternyata memiliki kepentingan di Serbia,
Geng. Nah, menantu Donald Trump yang
bernama Jared Kushner itu dikabarkan
sedang menjalin kesepakatan untuk
membangun hotel yang bernama Trump di
Belgrade yang modalnya berasal dari
beberapa negara teluk. Nah, kalau
diperhatikan dari segi ideologi memang
terlihat kontradiktif antara satu negara
dengan negara yang satunya. Sekutu Rusia
tapi bisa jalin bisnis dengan Amerika
itu enggak masuk akal. Nah, agak beda
nih memang sekutu Rusia yang satu ini.
Dia tidak sama seperti Cina dan Iran.
Terus uniknya, Serbia ini menjual
senjata ke Ukraina yang otomatis berarti
Serbia seolah memihak ke Ukraina untuk
melawan Rusia. Tapi waktu negara Eropa
memberikan sanksi kepada Rusia, Serbia
enggak mau ikut-ikutan. Nah, agak aneh
memang dengan cara diplomasi Serbia ini,
tapi dampaknya sangat positif bagi
Serbia. Negara tersebut mendapatkan
banyak investasi dari berbagai negara
dua blok tersebut. Jadi, karena terlalu
netral ya, dia enggak dimusuhin sama
Rusia. enggak dimusuhin juga sama Amri.
Jadi dia bisa mera keuntungan dari kedua
belah pihak. Di balik keuntungan yang
didapatkan dari Serbia atas sikap
politiknya ternyata enggak beriringan
dengan kepuasan masyarakat Serbia itu
sendiri. Geng rakyat Serbia udah muak
dengan situasi politik di Serbia. Para
mahasiswa di sana kecewa dengan retorika
politiknya Wiki. Kebijakan serta
pernyataan Wudik dinilai tidak
konsisten. Kecaman keras dari masyarakat
kepada pemerintah sudah terjadi
bertahun-tahun lamanya. Dan di bulan Mei
tahun 2023 terjadi dua penembakan massal
di Serbia membuat masyarakat protes
budaya kekerasan yang marak terjadi di
negara tersebut. Kemudian demonstrasi
juga banyak terjadi setelah pemilu yang
disengketakan di akhir tahun 2023 yang
mana pada saat itu oposisi menyerukan
agar diadakannya pemilu ulang. Aksi demo
juga berlangsung selama
berminggu-minggu, namun akhirnya bisa
meredah dan aksi-aksi demo sebelumnya
berhasil diredakan oleh Woodik karena
dia memberikan janji akan melakukan
perubahan. Tapi itulah hanya sebatas
janji. Terus dia juga enggak segan untuk
menyingkirkan orang terdekatnya kalau
diperlukan agar bisa meredakan tekanan
politik. Dia menyingkirkan oposisi. Dia
membuat propaganda untuk mendiskreditkan
para demonstran menggunakan counter
narasi. Jadi ini orang tuh ya
pergerakannya cukup keras. Tapi
demonstrasi setelah terjadinya insiden
di Noviside ini berbeda, Geng, daripada
yang sebelumnya. Sebab akhirnya
masyarakat mulai aware dengan kondisi
negara mereka yang dipenuhi oleh skandal
korupsi. yang mana hal tersebut ternyata
bisa berbahaya terhadap keselamatan
mereka dan demonstrasi yang dilakukan
murni karena keresahan masyarakat tanpa
adanya intervensi atau dukungan dari
pihak asing seperti Eropa yang
sebelumnya menjadi narasi wudik kalau
demo yang dilakukan itu karena
ditunggangi oleh aliansi negara
tersebut. Nah, aksi ini juga melibatkan
sebagian besar masyarakat Serbia. Selain
masyarakat sipil dan mahasiswa, ada guru
serta petani yang ikut serta. Bahkan ada
juga hakim yang ikut melakukan
demonstrasi. Nah, biasanya para hakim
ini tidak pernah berani untuk ikut demo.
Tapi sekarang enggak lagi. Mereka udah
muak. Mereka semua tergerak untuk
mengkritik pemerintahan dan melengserkan
Wudik dari tampuk kekuasaannya sebab
merasa kalau kekuasaan Wudik ini sudah
merampas hak rakyat Serbia sebagai warga
negara. Ditambah dengan rencana
pengunduran diri Milos yang dianggap
sebagai cara wudik untuk melimpahkan
kesalahan kepada Milos. Nah, kita tunggu
aja nih, Geng. Perkembangan seperti apa
yang akan terjadi pada Serbia nanti.
Nah, dari sini kalian udah paham, ya,
Geng, kenapa bisa keos banget DPR di
sana? Ya, keosnya sampai lempar-lempar
bom asap. Ini udah enggak masuk akal,
udah kayak tawuran antar suporter. Dan
itulah yang
terjadi. Nah, itu dia, Geng. Pembahasan
kita kali ini mengenai kerusuhan di
sidang Parlemen Serbia sebagai imbas
dari insiden runtuhnya kanopi di stasiun
Noviset dan kekecewaan masyarakat
terhadap Presiden Serbia. Gimana menurut
kalian tentang kejadian ini? Silakan
tinggalkan komentar di bawah.