Transcript
ouCKpNUsgJk • Kitab Ath-Thahawiyah #37: Esensi Rukun Iman Antara Ahlus Sunnah, Falasifah & Ahlul Bid'ah (Part-3)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2546_ouCKpNUsgJk.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Alhamdulillahi al ihsani wasukrulahu ala
taufihin asadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuim.
Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwani. Kita masih melanjutkan bahasan
kita tentang iman kepada malaikat,
kepada para nabi dan kepada kitab-kitab
yang Allah turunkan kepada para rasul.
Sebagaimana perkataan Attahawi, beliau
berkata, "Wukminu bil malaikati w
nabiyin." Kami beriman kepada para
malaikat dan sudah kita bahas pada
pertemuan kemarin. W naabiyin dan para
nabi. Walutubil munazzalati alal
mursalin. Dan kitab-kitab kami beriman
kepada kitab-kitab yang diturunkan
kepada para rasul. Waashhadu annahum
kanu alal haqqil mubin. Dan kami
bersaksi bahwasanya para rasul berada di
atas kebenaran yang nyata.
Pada kesempatan kali ini kita akan bahas
tentang iman kepada kitab-kitab Allah
Subhanahu wa taala. Ee saya bagi dua.
Pertama terkait dengan iman secara umum
kepada kitab-kitab suci. Yang kedua
khusus terkait dengan Al-Qur'an.
Adapun yang terkait dengan kitab-kitab
suci secara umum pertama tentu kita
meyakini semuanya merupakan firman
Allah. Ya Allah berfirman, "Waqul amantu
bima anzalallahu min kitab." Dan
katakanlah, "Aku beriman kepada kitab
suci mana yang Allah turunkan." Kitab
suci mana saja yang Allah turunkan. Ya,
surat Asyura ayat 15. Demikian juga
dalam akhir surat Albaqarah. Kullun
amana billahi wa malaikatihi wa kutubihi
wa rasulih la nufarqu baina ahadi
rasulih. yaitu semuanya beriman kepada
Allah, kepada malaikat, dan kepada
kitab-kitab Allah Subhanahu wa taala.
Jadi harus yakin bahwasanya kitab-kitab
suci tersebut turun dari Allah Subhanahu
wa taala.
Kemudian kita beriman juga yang kedua
bahwasanya semua kitab suci diturunkan
kepada para rasul dengan bahasa yang
Allah kehendaki. Kepada Nabi Muhammad
Al-Qur'an dengan bahasa Arab kepada Nabi
Musa dengan bahasa Ibriah atau Ibrani
Taurat. Kepada Nabi Isa dengan bahasa
Syrianiyah Injil. Kemudian kepada
nabi-nabi sebelumnya ada suhuf Ibrahim.
Ibrahim Alaih Salam mungkin punya bahasa
sendiri ya ee kita tidak tahu. Tetapi
Allah menurunkan
ee kitab suci dengan bahasa yang Allah
kehendaki dan Allah yang mengajarkan
kepada makhluknya bahasa.
Kemudian yang ketiga, kitab suci
tersebut bisa dengan salah satu dari
tiga cara ya. Tetapi yang e yang pertama
wahyu dari Allah Subhanahu wa taala
berupa ilham atau mimpi. Sebagaimana
dalam Al-Qur'an kata Allah Subhanahu wa
taala, "Wana libasyarin
an yukalimahullah
illa wahyan miwar hijabin yursila
rasulun fuhuhiya biidnihi ma yasya."
tidaklah
manusia berbicara dengan Allah ya
kecuali wahyu. Wahyu berupa ilham atau
mimpi. Ya, berupa ilham atau atau mimpi
ya. Cuma apakah ee wahyu ini berupa
ilham atau mimpi kemudian bisa menjadi
kitab suci? Wallahuam bisawab. Ini kita
belum. Tapi ini cara-cara Allah
berbicara dengan manusia dengan tiga,
salah satu dari tiga cara.
Lihat dalam surat Asyura ayat 51 ya.
Asyura ayat 51 ya.
Asyura.
Ee iya
ayat 42 ayat 51.
Kata Allah,
wanaasyarin ayukallimahullah illa
wahyan. Tidaklah seorang manusia pun
Allah berbicara dengan dia kecuali
dengan tiga cara. Ya. Yang pertama illa
wahyan dengan wahyu. Wahyu itu dengan
ilham. Allah melemparkan ilmunya
langsung ke hati sang nabi atau lewat
mimpi. Karena wahyu bisa juga lewat apa?
Mimpi.
Awar hijab atau di balik hijab.
Maksudnya secara langsung. Secara
langsung seperti Taurat.
yang Allah berbicara langsung dengan
Nabi Musa Alaih Salam. Lalu Allah
turunkan Taurat yang Allah tulis tulis
dengan tangannya langsung. Demikian juga
Nabi sallallahu alaihi wasallam
berbicara dengan Allah langsung miwar
hijab ketika mikraj. Ketika Isra Mikraj
ya, tetapi tidak menurunkan kitab suci
hanya Allah berbicara langsung. Jadi
cara berbicara menyampaikan ilmu kepada
manusia berbicara langsung ee wahyu atau
bicara langsung. Yang ketiga, aursila
rasulan fayuhya biidnihi ma yasya.
Ya, innahu alimun hakim. Atau Allah
mengutus Rasul, yaitu malaikat Jibril
kemudian memberi wahyu dengan izin Allah
Subhanahu wa taala. Apa yang Allah
kehendaki. Ya. Jadi kitab suci ee dua
cara ini. Adapun cara pertama wallahuam
saya tidak tahu apakah ada contohnya.
Tapi kalau cara ini ada ya, yaitu Nabi
Musa alaihi salam atau mengutus rasul
seperti Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Al-Qur'an itu ee Allah
turunkan melalui Jibril Alaih Salam.
Adapun yang Allah bicarakan dengan Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
ketika mikraj maka bukan bagian dari
Al-Qur'an. Sudah sering kita sampaikan
tidak semua firman Allah adalah kitab
suci. Firman Allah banyak. Allah
berbicara dengan malaikat ya. Allah
memerintahkan para malaikat. Allah
bicara dengan para rasul-Nya, tapi tidak
semua menjadi kitab kitab suci. Adapun
Al-Qur'an maka melalui Jibril, qul
nazzalahu
ruhul qudusi. Sesungguhnya Al-Qur'an itu
diturunkan oleh ruhul kudus yaitu
malaikat Jibril. Mir rabbik
dari Rabbmu. Ya.
Kemudian yang perlu kita ketahui juga
tidak semua rasul diketahui kitab
sucinya. Tidak semua rasul diketahui
kitab sucinya.
yang kita ketahui cuma sebagian bahkan
tidak semua rasul kita ketahui ya
warasulan lamsuhu alikum alaikaulan
qasnahu
alaika minqlulan lamsusu alik ada
rasul-rasul yang kami sudah ceritakan
kepada engkau wahai Rasulullah dan ada
rasul-rasul yang kami belum ceritakan
kepada kepadamu ya kalau rasul-rasul
saja tidak kita ketahui semuanya apalagi
kitab-kitab sucinya ya tapi kitab suci
Banyak rasul dikasih kitab suci
Tib. Ee kemudian
yang jadi perhatian kita, kitab-kitab
suci terdahulu sebelum Al-Qur'an tidak
terjamin keotentikannya.
Tidak terjamin keutentikannya ya.
Kenapa? Karena Allah menyerahkan
penjagaannya kepada para pendeta ya.
Ya. Ee kata Allah Subhanahu wa taala,
"Bimastuhfidu min kitabillah." Ya
yumunadina
aslamu lilladina hadbaniyuna
walbu bimfidu min kitabillah. Makanya
Taurat itu di ditegakkan hukum yang
menegakkan hukumnya adalah ee para nabi,
para ruhban, para akbar ya. Mereka
menjadikan Taurat sebagai hukum bagi
lilladina hadu kepada orang-orang
Yahudi. Jadi orang Yahudi berhukum
dengan Taurat. Tapi Allah mengatakan
bimastuhfidu min kitabillah yang mereka
ditugaskan untuk menjaga kitab Allah.
Ya. Jadi Allah tidak menjamin penjagaan
kitab-kitab sebelumnya tapi ditugaskan
kepada para akhbar, kepada rabbaniun,
kepada para ulama mereka, kepada ahli
ibadah mereka. Namun ternyata mereka
tidak bisa menjaga.
Oleh karenanya ada sekitar empat model
ee tidak terjaganya Taurat atau kitab
Alkitab sebelumnya.
Seperti di antaranya
ee
sebagian mereka mengarang kitab suci,
mereka tambah-tambahkan mengarang
ayat-ayat baru seperti Allah Subhanahu
wa taala fawailadina yaktubunal kitaba
biidihim tumma yaquluna minillahi liyaru
bihian.
Maka celaka ya bagi orang-orang yang
menulis kitab sujud dengan tangan-tangan
mereka.
Kemudian mereka berkata bahwasanya ini
dari Allah Subhanahu wa taala.
Celaka atas apa yang mereka tuliskan.
Dan sungguh celaka perbuatan mereka. Di
sini Allah sebutkan celaka sampai tiga
kali. Allah jelaskan ada pendeta-pendeta
yang mengarang mengarang kitab suci
sendiri. Ya, demikian juga ayat yang
lain Allah berfirman, "Wa in minhum
lafariq yalwuna alsatahum bil kitabi
litahsabuhum minal kitabi w hua minal
kitabuna
hua minillahi w hua minillah wquallahil
wahum yamun." Dan di antara mereka ada
sekelompok orang yang memutar-mutar
lisannya sehingga mengucapkan sesuatu
litahsabuhu minal kitab sehingga kalian
menyangka itu bagian dari Taurat atau
dari Injil. W hua minal kitab. Padahal
itu bukan dari Taurat dan juga bahkan
dari Injil.
Ya, mereka lakukan itu supaya kalian
menyangka itu dari kitab suci. Ini cara
mereka ee menambah-nambah ayat. Mereka
menambah-nambah ayat. Allah kabarkan
mereka menambah-nambah ayat. Ya,
demikian juga ee di antaranya mereka
melupakan ayat. Kata Allah, "Wanasu
hadam mimmaukiru bih." Wasu had
mimmaukiru bih. Mereka lupa ya sebagian
dari yang diingatkan kepada mereka lupa.
Jadi Rasul datang untuk mengingatkan
bahwasanya ada ayat-ayat yang kalian
lupakan. Menunjukkan bahwasanya kitab
mereka tidak otentik lagi karena ada
yang di dilupakan.
Demikian juga di antaranya ada yang
disembunyikan. Ya. Ya.
Yang apa namanya? Katsir mimma kuntum
tukhfun ya.
yubayinakumtumfun
ya datang rasul kepada kalian untuk
menjelaskan kepada kalian banyak yang
kalian sembunyikan. Banyak yang kalian
sembunyikan seperti ketika ee mereka
tidak merajam orang yang berzina. Mereka
rubah ketika terjadi perzinaan di antara
kalangan orang-orang rendahan maka
mereka hukum rajam. Ketika yang
melakukan zina ternyata para pembesar
maka mereka rubah. Mereka rubah, mereka
cuma arak pezina tersebut kemudian
dihitamkan wajahnya kemudian diarak
dikeliling tidak di dirajam. Sampai
akhirnya di antara mereka ketika terjadi
perzinan mereka bilang, "Coba kita tanya
kepada Muhammad ya bagaimana hukumnya."
Akhirnya dihadirkanlah Taurat.
Rasulullah suruh baca Taurat kemudian
mereka baca dan ayat raja mereka
sembunyikan. Mereka tutup dengan tangan
mereka. Akhirnya dikatakan kem coba
angkat tangannya. Ternyata isinya
tentang ayat apa? Ra rajam. Jadi
kebiasaan mereka menyembunyikan
ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala.
Kemudian yang keempat mereka sering
menafsirkan dengan menyimpang ya. Jadi
sudah ayatnya mungkin ada tapi
ditafsirkan dengan menyimpang. Ya. Ya.
Yuharifunal kalima an mawadiihi. Mereka
rubah-rubah
firman-firman Allah dari tempatnya yang
sesungguhnya itu mereka tafsir dengan
menyimpang. Ini model-model
ee penyimpangan yang terjadi pada
kitab-kitab suci sebelumnya. baik
Al-Qur'an eh baik apa Taurat maupun apa
in Injil ya sehingga keotentikannya
tidak tidak terjaga. Keutentikan tidak
terjaga. Tib ini terkait dengan
kitab-kitab suci ee
sebelumnya sebelum Al-Qur'an.
Tayib. Adapun terkait Al-Qur'an. Paham
sampai sini? Paham ya?
Kita lanjut. Adapun Al-Qur'an maka
memiliki kekhususan
Al-Qur'an.
Khusus k Al-Qur'an pertama kita harus
meyakini bahwasanya Al-Qur'an datang
memansuhkan kitab-kitab suci sebelumnya.
Ya, kitab-kitab suci sebelumnya
dimansuhkan oleh Al-Qur'an. Allah
berfirman ee dalam surat Al-Maidah
ee di antaranya whaiminan alaih, yaitu
sebagai saksi atas kebenaran ee enggak
ya atau apa namanya? Ketika turun
Al-Qur'an maka kitab-kitab suci tidak
digunakan lagi karena Allah telah
menjadikan agama sempurna. Ya. Kata
Allah Subhanahu wa taala, "Akmal alyauma
akmaltu lakum dinakum." Aku telah
sempurnakan bagi kalian agama kalian.
Ya, sehingga agama Islam sudah sempurna
tanpa perlu dari agama-agama lainnya.
Kemudian juga ee ketika Umar bin Khattab
radhiallahu anhu datang membawa lembaran
dari kitab-kitab suci terdahulu, maka
Rasulullah pun marah. Ya, Rasulullah pun
marah. Rasulullah berkata kepada Umar,
"Amutahawiquuna anta ya bnal Khattab."
Wahai Umar, apakah kau mutahawikun?
Maksudnya ada yang mengatakan maknanya
mutahayyirun, ragu. Apa kau bimbang? Apa
kau bingung? Wahai Umar, kenapa harus
baca dari kitab suci sebelumnya?
Laana Musa ma. Kalau Nabi Musa masih
hidup, tidak boleh bagi dia kecuali jadi
pengikutku. Tidak boleh bagi dia kecuali
jadi pengikutku. Oleh karenanya
Al-Qur'an memansuhkan kitab-kitab suci
sebelumnya. Maka kalau mencari petunjuk
hanya dari Al-Qur'an, tidak perlu
kitab-kitab suci terdahulu. Kenapa tadi
katakan agama sudah sempurna?
Agama sudah sempurna. Alyaum akmaltu
lakum dinukum lakum dinakum. tanpa perlu
perlu kitab suci lain.
Kemudian yang kedua ee bahwasanya Nabi
melarang sallallahu alaihi wasallam
melarang Umar.
Umar membaca dari kitab suci terdahulu
dari lembaran kitab suci terdahulu.
Ya, Rasulullah sahu alaii wasallam
ketika marah menunjukkan bahwasanya
tidak boleh lagi kita berdalil dengan
kitab suci terdahulu. Kemudian Allah
mengabarkan juga kata Allah subhanahu wa
taala inna hadal Quran
yahdi lillati hiya awam.
Dalam surat Al-Isra kata Allah Subhanahu
wa taala, "Al-Qur'an
memberi petunjuk kepada yang terbaik."
Petunjuk kepada yang terbaik.
Sehingga kita tidak butuh filsafat,
tidak butuh ajaran-ajaran terdahulu.
Al-Qur'an sudah lengkap dan para sahabat
mereka berhasil dan mereka jaya tanpa
harus ada kitab suci yang lain, tanpa
ajaran lain, tanpa filsafat yang lain,
tanpa yang lain-lain. Cukup Al-Qur'an
dan sunah dan mereka sudah jaya dan
berhasil. Ya, oleh karena saya mungkin
sampaikan ee apa sebelumnya lagi ada
yang lupa bahwasanya kitab-kitab suci
terdahulu ya berlaku pada umat-umat
masing masing ya.
Ini kita tambahkan di sini
enam kitab-kitab suci terdahulu
hanya berlaku pada umat masing-masing.
Hanya berlaku pada umat masing-masing.
Ya.
ee
sehingga datang kitab terakhir yang
memansuhkan seluruh kitab-kitab
sebelumnya.
Makanya Al-Qur'an harus menjadi standar
karena dia adalah kitab suci terakhir.
Kitab suci terakhir bab kita lanjutkan
ya.
Jadi Nabi melarang Umar membaca dari
lembaran kitab suci. Bahkan Nabi
mengatakan seandainya Musa masih hidup
dia akan menjadi pengikutku. Ya.
Kemudian ee berikutnya
ee mungkin saya tambahkan lagi,
Al-Qur'an berlaku sampai hari kiamat.
Hingga hari kiamat
ya. Jadi, tidak ada lagi yang
dimansuhkan Al-Qur'an berlaku sampai
hari kiamat ya. Karena dia adalah kitab
terakhir,
adalah kitab suci terakhir.
Tib di antaranya yang berikutnya,
Al-Qur'an terjaga keautentikannya karena
Allah yang menjamin dan menjaganya.
Inna nahnu nazzalnaikra wa inna lahu
lahafidun. Sesungguhnya kami yang telah
Al-Qur'an, kami akan menjaganya. Berbeda
dengan kitab suci sebelumnya yang di
mana Allah menugaskan para ulamanya
untuk menjaganya. Namun mereka tidak
mampu untuk menjaganya dengan hikmah
Allah Subhanahu wa taala. Al-Qur'an
Allah yang tanggung jawab penjagaannya
ya karena memang akan harus berlaku
sampai hari kiamat. Makanya Al-Qur'an di
antara bentuk penjagaan Allah, Al-Qur'an
diriwayatkan dengan mutawatir. Dengan
mutawatir ya. Dan ee nanti akan
disebutkan juga mudah untuk dihafal. Ini
di antara bentuk penjagaan Allah
terhadap Al-Qur'an. Diriwayatkan dengan
mutawatir dan mudah untuk dihafal ya.
Kemudian di antara terkait Al-Qur'an
secara spesifik adalah yang ketiga,
Al-Qur'an adalah muhaimin, saksi atas
kebenaran kitab-kitab suci terdahulu.
Ya. Jadi di antara fungsi Al-Qur'an
Allah berfirman, "Wa anzalna ilaikal
kitaba bilhaq musdiqon lima baina
yadaihi minal kitab." Untuk membenarkan
kitab-kitab suci sebelumnya. Wa muhaimin
alaih dan menjadi saksi asat kebenaran
kitab-kitab suci sebelumnya. Makanya
seharusnya orang Yahudi senang dengan
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Orang Nasra juga benar.
Kenapa? Karena Al-Qur'an ini
membenarkan. Dulu pernah ada namanya
Taurat, dulu pernah ada namanya Injil,
dulu namanya suhuf Ibrahim. Duluanya
Zabur. Yang membenarkan siapa?
Al-Qur'an. Al-Qur'an dua pernah ada. Dan
bahkan Al-Qur'an mengabarkan
perkara-perkara yang pernah disebutkan
dalam kitab-kitab suci sebelumnya. Itu
sebagian isi dari kitab-kitab suci
terbut.
Maka adalah saksi ya fungsinya di
antaranya saksi atas kebenaran
kitab-kitab suci sebelumnya. Bahwasannya
pernah turun kitab-kitab suci tersebut.
Bahkan Al-Qur'an menukil sebagian isi
dari kitab-kitab suci tersebut. Maka
seharusnya Yahudi ahlul kitab bangga dan
beriman kepada Rasulullah karena
Rasulullah membenarkan bahwasanya mereka
benar-benar ahlul kitab. Pernah turun ee
kitab suci kepada mereka.
Kemudian di antara keistiman Al-Qur'an,
Al-Qur'an adalah mukjizat. Allah
menantang manusia untuk mendatangkan
semisalnya. Dan ini tidak berlaku pada
kitab-kitab suci sebelumnya. ya,
Al-Qur'an khusus dan dia adalah mukjizat
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Ya, adapun nabi-nabi
sebelumnya mukjizatnya
bukan berupa ee kitab suci, tapi berupa
mukjizat yang lainnya, umur hissiah,
perkara yang bisa diperhatikan, dilihat.
Seperti Nabi Musa adalah tongkatnya jadi
ular atau keluar cahaya dari tangannya
ya, Nabi Saleh berupa ee unta yang
keluar dari batu dan macam-macam. kepada
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
adalah khusus Al-Qur'an menjadi
mukjizatnya. Maka Allah tantang manusia
untuk mendatangkan semisal Al-Qur'an.
Ini bukti bahwasanya Al-Qur'an adalah
firman Allah bukan karangan manusia.
Karena kalau Al-Qur'an karangan manusia
orang bisa niru. Orang bisa niru. Tapi
Al-Qur'an adalah firman Allah Subhanahu
wa taala. Allah tantang dengan
mendatangkan Al-Qur'an semisalnya. Allah
berfirman,
kalau manusia dan jin berkumpul untuk
mendatangkan semisal Alquran, mereka
tidak mampu.
Allah turunkan tantangan jadi 10 suratri
muftarin. Kalau tidak mampu datangkan 10
surat aja. Enggak mampu datang semisal
Al-Qur'an lengkap ya 114 surat datangkan
yang 10 surat. Ternyata tidak ada yang
mampu lagi. Kalau gitu satu lagi
tantangannya fu bisatim mli ya datangkan
satu surah ternyata ya tidak ada yang
mampu.
Tidak ada yang yang mampu. Maka inilah
mukjizat sampai hari kiamat. Di antara
kesimpulan Alqur'an, Al-Qur'an adalah
mudah untuk dihafal. Ini di antara cara
Allah menjaga Al-Qur'an. Walaq yassarnal
qurana lidzikr. Sungguh kami mudahkan
Al-Qur'an untuk dihafal dan untuk
dipelajari.
Kita dapati di antara keajaiban
Al-Qur'an bahwasanya anak-anak pun bisa
hafal Al-Qur'an dan tentunya keajaiban
Al-Qur'an sangat banyak. Ini sebagian
aja yang saya singgung pada kesempatan
kali kali ini.
Tayib.
Paham?
Tib. Adapun bentuk-bentuk kufur kepada
kitab suci, apa saja bentuk kufur?
Pertama, kufur atau mengingkari seluruh
kitab-kitab suci dari Allah. mengatakan
kitab suci bukan dari Allah. Ini
kekufuran ya. Seperti orang ateis tentu
Allah saja dia tidak beriman apalagi
kitab suci. Ateis dia tidak beriman
kepada Allah. Seperti juga
adalah kaum musyrikin Arab,
kaum Quraisy.
Kafir Quraisy.
Kaum kafir Quraisy mereka meyakini Allah
tapi mereka tidak meyakini
Allah turunkan Al-Qur'an kepada Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya,
mereka tidak percaya. Jadi mereka bilang
Al-Qur'an in had illa qulul basyar.
Al-Qur'an hanyalah perkataan manusia. In
illa sihrun yar. Ini hanyalah sihir yang
Muhammad dapatkan dari orang-orang
sebelumnya. In illa quul basyar hanyalah
perkataan manu manusia. Ya. Ya. Sehingga
mereka menamakan Al-Qur'an adalah sihir.
Ya. Kafir Quraisy meyakini Allah tapi
mereka tidak meyakini Allah menurunkan
Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Kalau ateis
Allah pun mereka tidak percaya. Tib. Di
antaranya
adalah para filsuf. Sudah kita sebutkan
kemarin. Para filsuf tidak meyakini ada
malaikat menyampaikan wahyu kepada para
nabi, tapi hanyalah sekedar ya
khayalan-khayalan dari akal fa'al atau
dan macam-macam. Sudah kita jelaskan
sebelumnya ya. bahwasanya Nabi harus
memiliki quat ya quatun nafs dan
beberapa kekuatan sehingga akhirnya
dikhayalkan seperti ada ayat-ayat Allah
tapi mereka tidak meyakini ada Allah
berbicara menurunkan Al-Qur'an kepada
para rasul.
sama meyakini kitab suci perkataan
manusia ini juga adalah kekufuran
atau meyakini firman Allah adalah
makhluk ya ini juga adalah kekufuran ya
berarti bukan firman Allah Subhanahu wa
taala ini juga kekufuran ini model
kekufuran mengingkari kitab-kitab suci
tersebut dari Allah siapa yang
mengingkari kitab sucinya dari Allah
berarti dia telah kafir.
Kemudian di antaranya beriman kepada
sebagian kitab su saja. Ini juga
menunjukkan kekufuran. Seperti Yahudi
hanya beriman kepada Taurat, tidak
beriman kepada Injil dan Al-Qur'an.
Yahudi tidak beriman kepada Injil dan
Al-Qur'an sehingga mereka kafir. Hanya
mau beriman kepada Taurat. Nasra hanya
beriman kepada Taurat dan Injil, tapi
tidak beriman kepada apa? Al-Qur'an.
Maka ini tidak beriman kepada satu kitab
sama seperti tidak beriman kepada
seluruh kitab sama tidak beriman kepada
satu rasul seperti tidak beriman kepada
seluruh rasul. Jadi siapa yang hanya
mengimani sebagian kitab suci
mengingkari sebagian yang lain maka dia
telah kufur. Telah kufur.
W yakfur billahi wa malaikatihi
wautubihiasul wal yaumil akhir faqad
dolalan baida. Siapa yang kafir kepada
ee Allah, kepada hari akhirat, kepada
kitab-kitab sucinya, kepada hari
akhirat, maka dia telah sesat. Yang
ketiga, di antara bentuk kufur kepada
kitab suci, beriman kepada sebagian isi
kitab suci dan menolak sebagian yang
lain. Seperti beriman sebagian ayat
dalam Al-Qur'an, tapi menolak sebagian
ayat yang yang lain. Kalau bagi zaman
sekarang ya Allah berfirman, ba'il
kitabi ba. Ini cerita orang Yahudi.
Orang Yahudi mereka hanya beriman kepada
sebagian Taurat dan mereka menolak
sebagian isi apa? Taurat. Ya. Nah, siapa
yang meniru mereka sama kufur. Jadi,
orang Yahudi dulu menyiman, mengimani
sebagian ayat Taurat dan menolak
sebagian ayat Taurat. Perbuatan mereka
mengimani sebagian kitab isi kitab
Taurat dan menolak sebagian isi kitab
Taurat adalah kekufuran. Ya, maka tidak
boleh ee
meniru-niru mereka. Siapa yang beriman
kepada sebagian isi Al-Qur'an, saya
hanya beriman sebagian, menolak
sebagian, maka ini juga merupakan
kekufuran.
Di antaranya memperolok ayat-ayat Allah
Subhanahu wa taala. Memperolok ayat-ayat
Allah. Qul abillahi wa ayati wa rasulihi
kuntum tastahziun. Apa kalian memperolok
Allah dan ayat-ayatnya dan para
rasulnya? Siapa yang mengejek ayat-ayat
Allah, maka dia telah kufur. Ya, di
antara kekufuran terhadap Alkitab
[Musik]
menganggap
Al-Qur'an itu
ada
tafsir,
[Musik]
ada tafsir zahir
dan ada tafsir apa ba? Batin ini
firkah-firkah batiniah. Mereka selalu
mengatakan Al-Qur'an itu ada zahirnya,
ada batinnya. Dan yang benar itu yang
batinnya. Ini salah.
Jangan ikut tafsir zahir. Yang benar
tafsir apa? Batin. Ya. Batinnya dapat
dari mana? Ini batinmu sendiri. Ya, ini
ngeri ya. Sehingga mereka tafsirkan
dengan tafsir yang aneh-aneh. Ini
dilakukan kebanyakan oleh batiniah.
Seperti dari golongan Ismailiyah ya.
Seperti sebagian orang Syiah mereka
tafsir dengan tafsir batin.
Sebafsirkan inallahukum.
Allah perintah kalian menyembelih sapi.
Sapi betina maksudnya Aisyah misalnya
batin ya. Seperti Allah berfirman,
kafarinaun
disebut dalam buku tafsir mereka ini ya.
Saya nukil dalam buku saya 33 banyolan
akidah Syiah. Dan Allah beri perumpamaan
kepada orang beriman tentang istri
Firaun.
Ya. Ketika istri Firaun itu Asiah bintu
Muzahim berdoa, "Ya Allah, bangunkanlah
aku isata mereka, yang dimaksud dengan
Firaun adalah Utsman bin Affan. Yang
dimaksud dengan istrinya adalah Ruqayyah
binti Muhammad." Ini tafsir ba batin ya.
Dan banyak mereka tafsir ya
ee
banyak ya.
Seperti asyamsu walqamaru biusban saya
lupa kalau enggak salah itu Hasan dan
Husein. Pokoknya tafsir aneh-aneh.
Mereka punya tafsir aneh-aneh. Sama
seperti mereka tafsirkan haji ini
Qaramitah. Syiah Qaramitah mereka
mengatakan haji adalah menuju menuju
maksudnya apa? Menuju ee guru-guru.
Bukan menuju Ka'bah. Menuju apa?
Guru-guru.
Asum. Puasa maksudnya imsak menjaga
menjaga rahasia. maksudnya menjaga
rahasia kelompok kita. Jadi saum artinya
menahan maksudnya menahan apa? Rahasia.
Ini repot seperti ini tafsir batin dan
ee Al-Ghazali punya buku Fadih
al-Batiniyah yaitu dia membahas tentang
keburukan firkah-firqah kebatinan. Ini
pernah ada pernah ada ee seperti ini ya.
Kemudian sekarang muncul namanya tafsir
hermeneutika ya. Tafsirnya orang-orang
liberal. tafsir seenaknya tanpa kaidah.
Tanpa kaidah. Lebih ngeri lagi
tafsirnya. Ya, makanya ketika dalam buku
ee sebagian buku mereka, saya tidak
pengin sebut nama ya,
ketika mereka menukil ee di mukadimah
oleh Nur Khalis Majid. Nur Khalis Majid
kasih mukadimah tentang buku
hermeneutika. Kemudian mengatakan
bahwasanya teori hermenutika ini sudah
didahului oleh ee
ilmuwan-ilmuwan Islam sebelumnya. Dia
contohkan siapa? Dia contohkan pertama
kebatinan. Bukankah ada tafsir semirip
hermeneutika itu tafsir kebatinan? Ini
dia berdalil dengan kerusakan. Kesesatan
dijadikan dalil. Dan kita bilang benar
sebagaimana tafsir kebatinan sesat maka
hermeneutika adalah kelanjutan dari
kesesatan tersebut. Ya. Kemudian juga
dia berdalil dengan tafsirnya filsuf
yang filsuf kata dia mengingkari adanya
adanya hari kiamat. Ya, cuma kata
seorang ahli filsafat,
para nabi berdusta demi kemaslahatan.
Para nabi berdusta demi kemaslahatan.
Dia menggambarkan seakan-akan ada
apa namanya? Ada hari kiamat, ada hari
kebangkitan. Itu sebenarnya enggak ada.
Itu cuma supaya orang itu berakhlak dan
orang awam tidak bisa berakhlak mulia
kecuali ditakut-takuti seperti itu. Ini
contoh tafsir kebatinan yang dijadikan
dalil oleh Nur Khalis Majid. Bolehnya
tafsir hermeneutika bahwasanya ini bukan
hal yang baru, sudah ada di dunia Islam
sebelumnya, tapi itu kerusakan semuanya
ya. Kerusakan semuanya. Oleh karena
sebagian mereka, saya tidak pengin sebut
nama sudah jadi pada sudah jadi pada
pejabat sekarang. Jadi ini mengatakan
bahwasanya ya seperti ee mereka
mengatakan
kisah Nabi Nuh Alaih Salam tidak ada.
Ya, itu juga sempat ada makalah judulnya
antara kisah Nabi Nuh dengan Spider-Man.
Spider-Man kan k tokoh fiktif yang
dibuat untuk menjelaskan sesuatu seperti
kisah kancil dan apa? Buaya ya. Kancil
dan buaya. Benar ya? Ya, seperti itu.
Nah, Allah bikin kisah Nabi itu enggak
ada dalam sebenarnya enggak ada. Mana
ada nabi diutus kemudian berdakwah 950
tahun enggak mau kemudian kirim banjir
mati semua. Itu enggak bisa bagi gak gak
pantas bagi Tuhan kata mereka. mereka
bilang kisah Nabi itu enggak ada. Itu
cuma kisah fik fiktif.
Ini dijadikan dalil untuk tafsir
hermeneutika. Apa bedanya dengan
perkataan orang musyrikin? Asatirul
awalin. Al-Qur'an hanyalah
dongeng-dongeng orang terdahulu. Ini
contoh bentuk kekufuran kepada Al-Qur'an
ketika menganggap isi Al-Qur'an hanyalah
fiktif. Akhirnya tafsir manetika ya
tentunya bertingkat-tingkat. Seperti
sebagian mereka ketika ditanya tentang
bukankah dalam Al-Qur'an Allah ee
mengharamkan
perbuatan kaum Nabi Luth, homoseksual
sampai Allah turunkan azab yang begitu
pedih. Dan kata mereka itu diharamkan
bukan karena perbuatannya tapi karena
cara bermainnya yang salah. Ya. Jadi
kata dia homoseksual itu sudah anug apa?
Given ya from God ya. Dari dari sananya
ya dari pemberian dari yaitu given itu
artinya apa? Anugerah ya. hadiah ya
pemberian dari Allah. Seorang suka
sesama jenis itu pemberian dari siapa?
Allah. Subhanallah. Itu hasil dari
tafsir hermeneutika.
Sehingga orang liberal ini susah. Mereka
menolak semua kaidah. Terus kita bilang,
"Coba tunjukkan kaidahmu. Bagaimana cara
kaidah tafsir hermeneutika."
Mereka tidak bakalan bisa datangkan
kaidah. Kapan mereka datangkan kaidah
berarti tidak liberal. Liberal itu harus
bebas lepas tanpa ka kaidah. Bagaimana e
suatu disiplin ilmu tanpa kaidah?
Disiplin ilmu mana saja pasti ada
kaidahnya.
Mau kedokteran, mau fisika, mau kimia,
memang bicara tanpa kaidah bicara ngawur
namanya. Datangkan wahai orang-orang
liberal kara sudah doktor, sudah
profesor. Datangkan tafsir kaidah tafsir
hermeneutika versi kalian. Kalian
menolak kaidah ahli tafsir sebelumnya.
Datangkan tafs kaidah tafsir menurut
kalian hermeneutika. Enggak bakalan
bisa.
Makanya ngeri ini di antara salah satu
ee kekufuran dalam Al-Qur'an. Di antara
kekufuran ini dia mereka bangun di atas
apa? Seperti keenam saya tambah lagi.
Mereka mengatakan Al-Qur'an
produk produk budaya produk apa ya?
Produk kerja sama
antara Allah dan Muhammad.
Jadi mereka untuk menghilangkan
kesakralan Al-Qur'an sehingga mereka
leluasa untuk mentafsir Al-Qur'an.
Mereka bikin isu seperti ini. Kata
mereka, "Allah tidak punya bahasa. Kalau
gitu Allah hanya kasih ide pokok kepada
Muhammad." Kemudian sallallahu alaihi
wasallam mengungkapkan dengan bahasa dia
yaitu bahasa Arab yang bahasa Arab
tersebut Muhammad ungkapkan 1400 tahun
yang lalu ya. yang relevan dengan
orang-orang di zaman itu ya. Sehingga
kita jangan terikat dengan tekstual
karena tekstual itu hanya khusus
Muhammad berbahasa Arab 14 tahun yang
yang lalu. Terus bagaimana? Yang penting
kita kenali ide pokok Al-Qur'an kemudian
kita kelola lagi. Ini repot. Akhirnya
mereka tidak menganggap kesucian
tekstual Al-Qur'an sehingga mereka
berani mengatakan saya nukil dalam
disertasi saya tidak asal ngomong ya.
Mereka mengatakan Al-Qur'an itu produk
budaya kerja sama antara Allah dengan
siapa? Dengan Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. yang di mana
Muhammad itu terikat
dengan
kondisinya sebagai orang Arab
dengan tradisi orang Arab dan kondisi
saat itu. Maka tidak boleh kita ambil
tekstual yang karena tekstual Al-Qur'an
ini hanya cocok untuk orang-orang Arab
15 tahun yang lalu. Nah, sekarang kita
harus berijtihad ya.
Sudahlah capek kalau bicara mereka ya.
Tapi ya ini saya ingat, saya sudah
sering tapi saya ingatkan kembali
bahwasanya ini sebenarnya kufur kepada
Al-Qur'an ya. Berarti Al-Qur'an bukan
bukan dari Allah Subhanahu wa taala.
Produk kerja kerja sama
tayib. Kita lanjutkan.
Paham
kita lanjutkan perkataan atahawi setelah
itu. Beliau berkata,
"Wusammi ahla qiblatina muslimin
mukminin." Dan kami menamakan ahlul
kiblat di antara kami dengan nama
muslimin mukminin. Wusammi ahla
kiblatina muslimin mukminin. Kami
menamakan ahlul kiblat dengan kaum
muslimin atau kaum mukminin dengan
syarat madamu bima jaa bihin nabi
shallallahu alaihi wasallam muktarifin
selama mereka mengakui apa yang dibawa
ee dibawa oleh nabi.
dibawa oleh nabi ya
dibawa oleh nabi
Heeh. Selama mereka mengakui apa yang
dibawa oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Muktarifin yaitu mengakui.
M mengakui
walahu ee
ya walahu bikulli maqalahu wa akhbaro
musoddiqin. Dan membenarkan semua yang
dikatakan dan dikabarkan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Musoddiqin
membenarkan.
Ini pembahasan disinggung oleh At
Thaahawi rahimahullahu taala dalam
kitabnya, kitab akidahnya ini untuk
tidak bermudah-mudah mengkafirkan
dan tidak bermudah-mudah mengeluarkan
seorang dari hukum zahir. Ya.
Jadi beliau mengatakan wusammi ahla
kiblatina. Semua ahlul kiblat yaitu yang
sama-sama salat menghadap kiblat.
Maksudnya adalah muslimin mukminin ya.
mukminin dan muslimin,
yaitu siapa yang mengaku siapa yang
mengaku Islam?
Yang mengaku Islam dan menghadap kiblat
meskipun ahlul bidah dan pelaku maksiat
selama tidak membatkan Islamnya, maka
kami namakan dia Islam. Ada orang datang
secara zahirnya dia salat menghadap
kiblat, bukan menghadap Baitul Maqdis,
bukan menghadap timur. Ya. Kemudian dia
salat dengan salat cara salat kita, maka
dia muslim. Mau dia ahlul bidah, maukah
dia pelaku maksiat, ya. Mau siapapun
dia, selama dia menghadap kiblat, maka
dia adalah muslim.
Selama dia mengakui apa yang Nabi bawa
dan membenarkan apa yang Nabi kabarkan
itu selama dia tidak mendatangkan
pembatal keislaman. Hukum asal seorang
muslim adalah muslim.
Dan istilah ini datang dalam hadis Rasul
Sallahu Alaih Wasallam bersabda,
"Man sha, siapa yang salat dengan salat
kami, wastaqbala kiblatana dan menghadap
kiblat kami." Yaitu ke mana kiblat kaum
muslimin? Ke Ka'bah. Ka'bah ya? Ke
Ka'bah. Wa akalabihatana. Dan makan
sembelihan kami tidak ragu-ragu ya.
Karena sama muslimnya makanan orang
muslim mereka makan. Bedanya Yahudi.
Yahudi sebagian makan Islam dia enggak
mau. Dia punya dia punya kriteria yang
ketat ya. Lebih ketat daripada orang
orang Islam.
Makanya saya punya kawan di Melbourne,
dia punya teman Yahudi kerja sama.
Dikasihlah sesuatu makanan kepada kawan
saya. Kata kawan saya ini halal enggak?
Kata Yahudi tadi, "Kami lebih halal
daripada kalian. Lebih ketat
kriterianya."
Intinya ee siapa yang salat dengan salat
cara salat kita, ya. kemudian menghadap
kiblat dan dia tidak ragu-ragu untuk
makan sembelihan kita. Fahual muslim,
maka dia seorang muslim. Lahu ma lana,
maka bagi dia apa yang bagi kita
berlaku. Wa alaihi alai. Nah, apa yang
wajib bagi dia e wajib bagi kita wajib
juga bagi dia. Apa yang boleh bagi kita
boleh dia boleh juga bagi dia. Lahu ma
lana. Yaitu apa yang boleh bagi kita
boleh bagi dia. Wa alaihi ma alaina. Dan
apa yang wajib bagi kita juga wajib
baginya. Ini salah satu hadis yang
menguatkan pernyataan ee Athawi.
Demikian hadis yang lain. Umirtu an
uqtilas hatta yaaklu lailahaillallah.
Aku diperintahkan untuk memerangi
manusia sampai mereka mengucapkan
lailahaillallah. Mengucapkan laillallah
secara zahir. Lailahaillallah.
Kalau mereka sudah mengucapkan
lailahaillallah wasatana. Jadi sudah
ucapkan syahadin. Kemudian salat seperti
salat kita. Wastaqbaliblatana. Dan
mereka menghadap kiblat sebagaimana
kiblat kita, yaitu di Ka'bah.
Dan mereka juga sembelih seperti kita
menyembelih. Fahua
eh
maka haram bagi kita darahnya. Waalum
tidak boleh kita ambil hartanya bihaqiha
kecuali dengan haknya wahum alallah dan
hisab mereka kembali kepada Allah. Ya.
Kecuali kalau mereka melanggar. Kalau
mereka melanggar harus dibunuh ya sudah
kita bunuh secara zahirnya. Mereka
murtad, mereka melakukan kekufuran, maka
kita bunuh hisab mereka kembali kepada
Allah. Jadi Rasul mengajarkan kita hukum
dengan zahir. Maka dalam dua hadis ini
atau yang di yang diambil ee sarinya
dari at Thaahawi dari hadis ini
bahwasanya kita menghukum orang dengan
apa? Zahirnya dengan zahirnya.
Selama dia salat seperti salat kita.
Selama dia menghadap kiblat seperti
kiblat kita. Mau dia pelaku maksiat, mau
dia ahlul bidah, selama dia menyembelih
seperti kita, dia makan sembilan kita.
Maka dia adalah orang muslim mukmin.
Orang muslim mukmin tay.
Hukum asal maka diambil dari faedah ini.
Hukum asal siapa yang melakukan tiga hal
maka dihukum muslim dan dikenal dengan
ahlul kiblat. Dengan ahlul kiblat.
Sama-sama ahlul kiblat. Itu istilah
istilah dari yang diambil dari
hadis-hadis tadi. Kita sama-sama ahlul
kiblat yaitu sama-sama menghadap ka'bah.
Ya sudahlah masih sama muslim ya. Ada
hukum-hukum yang berlaku di antara kita.
Kemudian hukum istilah hukum asal adalah
kita menilai zahirnya. Maka ini mencakup
apa? Mencakup muslim yang benar dan
taat. Ahlul kiblat mencakup muslim yang
benar taat. Kemudian kata seb ulama
mencakup seluruh firqah yang belum
kafir. 73 firqah semua termasuk dari
ahlul kiblat
yang kata Rasul sahu alaihi wasallam
hadil umah firqah. Dan umat ini akan
terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya
ahlul kiblat. Oleh karenanya banyak
ulama berpendapat bahwasanya 73 golongan
ini semua masih muslim sehingga mereka
mengeluarkan rafidah dari kelompok ini.
Mereka keluarkan Jahmiyah dari 73
golongan. Kata mereka Jahmiyah bukan
Islam tetapi Muktazilah, Khawarij ini
semua masih ee muslim ya. Murjiah
semuanya masih muslim. Sehingga kalimat
ahlul kiblat mencakup muslim yang taat,
mencakup pelaku maksiat, mencakup ahlul
bidah. Selama bidahnya tidak sampai pada
kekuuran.
Ya, bahkan munafik yang menyembunyikan
kekufurannya selama dia menampakkan
Islam, maka kita juga bilang ahlul apa?
Kiblat. Kita memperlakukan dirinya
dengan hukum zahir sebagai seorang
muslim. Adapun dia kafir, urusannya
dengan Allah subhanahu wa taala. Makanya
Nabi sallallahu alaihi wasallam
memperlakukan orang-orang munafik dengan
hukum Islam karena secara zahir mereka
ahlul kiblat. Ahlul kiblat.
Tib.
Berikutnya, hukum asal bisa berubah jika
melakukan pembatal keislaman. Ya. Ya. Ee
kalau mereka membatalkan keislaman baru
hukumnya bukan ahlul kiblat lagi. Sudah
kafir. Sudah kafir. Dan ini secara umum
dalam rangka membantah orang khawarij
dan muktazilah yang mudah mengeluarkan
seorang dari nama muslim atau mukmin.
Sebagaimana sudah kita bahas pada
pertemuan lalu, pelaku dosa besar
menurut Khawarij adalah kafir dan
menurut Muktazilah adalah fi manzilah
bainal manzilatain. Mereka tidak mau
pasang nama muslim atau mukmin, enggak
mau. Maka seakan-akan atahawi bantah
mereka. Mereka mengatakan hukum asal
adalah kita katakan muslimin, mukminin
meskipun pelaku dosa besar. Selama
mereka salat dengan salat kami,
sebagaimana sabda Nabi, selama mereka
salat menghadap kiblat kita, selama
makan dari sembilan kita, maka mereka
muslim.
Ya, meskipun pelaku dosa besar, meskipun
pelaku bidah, ya ee maka mereka adalah
muslim. Tidak seperti perkataan Khawarij
yang mengatakan pelaku dosa besar kafir
atau Muktazilah yang mengatakan pelaku
dosa besar keluar dari Islam meskipun
tidak kafir. Yaitu di antara dua
kedudukan.
Tib. Paham?
Bab. Berikutnya
kita bahas sekarang ini persyaratan tadi
dikatakan ahlul kiblat punya syarat
yaitu kata kata Thahawiam bima jaa bihin
nabi sallallahu alaihi wasallam marifin
dengan syarat selama mereka mengakui apa
yang dibawa oleh Nabi. Walahu bikulli
maq akbar musdiqin. Dengan syarat yang
kedua mereka membenarkan semua yang
dikatakan oleh Nabi. Kalau mereka tidak
mempunyai syarat maka mereka bukan ahlul
kib kiblat. Tib kita singgung di sini
sedikit.
E tadi muktarifin madamu ya kata dari
madamu
selama mereka mengakui dan membenarkan.
Nah di sini ada lawan-lawannya. Lawan
dari mengakui dan membenarkan ya. Di
antaranya adalah aljahad. Mengingkari.
Mengingkari.
Lawan dari al-iktiraf. Aliktiraf
lawannya adalah aljahdu. Mengingkari.
Mengingkari. mengingkari maksudnya
gimana ya? Dia menolak hukum dalam Islam
yang masyhur. Dia mengatakan salat tidak
wajib. Salat tidak wajib. Berarti dia
mengingkari hukum apa? Islam. Dia
mengatakan salat tidak wajib. Padahal
semua orang muslim tahu namanya salat
itu wa wajib. Dia mengatakan salat tidak
wajib.
Tidak wajib. Tidak wajib salat seperti
ini. Yang wajib yang penting iling
katanya. Karena salat artinya doa. Doa
artinya ingat. Ingat eling. Sudah iling
Allah. Selesai. Sudah sa salat. Ya, dia
mengingkari salat seperti saya pernah
ketemu orang dia salat saya salat.
Salatnya gimana? Duduk gelar kain putih
semedi. Itu salat saya kata ini bukan
salat. Salat yang kayak kita ke masjid.
Oh, itu enggak wajib.
Ini ini bukan orang Islam. Ini bukan
orang Islam. Kar dia mengingkari hukum
salat yang makruf yang kita jalankan.
Dan itulah ciri-ciri is Islam ya. Jadi
Islam dia mengingkari ee salat seperti
mengingkari wajibnya zakat. Zakat tidak
wajib. Padahal dia rukun Islam. Zakat
tidak wajib. Seperti menolak haramnya
khamar. Khamar tidak haram. Ini namanya
dia tidak mengakui, tapi dia menolak.
Hukum-hukum yang secara Islam diketahui
semua orang tahu. Namanya orang muslim
pasti tahu zina itu haram. Tahu tidak
tahu? Semua orang muslim tahu mabok itu
pasti haram. Tahu tidak? Enggak ada yang
ragu. Enggak tahu kalau Genzet sekarang
ya genzi. Tapi semua orang musim dari
kita kecil kita tahu semuanya haram.
Semua orang tahu salat itu wa wajib.
Semua orang tahu nikah sesama mahram
tidak tidak boleh. Oleh karenanya datang
dalam satu hadis ada seorang di zaman
Nabi dia menikahi
ee mantan istri bapaknya.
Padahal Allah berfirman, "Wankihu ma
nakaha abaukum." Janganlah kalian
menikahi wanita yang pernah dinikahi
oleh bapak kalian. Dinikahi oleh bapak
meskipun bapak meninggal atau bapak
cerekan, enggak boleh dinikahi karena
otomatis menjadi mahram.
Ada seorang kemudian dia nekad nikah ya.
Maka akhirnya Nabi menyuruh seorang
sahabat untuk membunuhnya dan mengambil
hartanya dibagi menjadi lima. Itu dijadi
seperti gonimah karena dianggap murtad.
Di antara penjelasan para ulama disebut
oleh Ibnu Taimiyah dan juga Ibnu Hajar.
Ibnu Hajar membawakan maksudnya karena
dia menghalalkan perbuatan tersebut,
yaitu mengingkari pengharaman nikah
sesama mahram. Dia mengingkari, makanya
dia praktikkan. Karena dia mengingkari
tersebut maka Nabi suruh untuk
membunuhnya karena dia bukan lagi ahlul
kiblat. Paham?
Ini contoh lawan daripada mengakui,
membenarkan adalah mengingkari.
Mengingkari jahat.
Mengingkari hukum Islam yang sudah jelas
diingkari. Tib. Yang kedua, di antara
lawan dari mengakui membenarkan adalah
alimtina. Menolak.
Apa maksudnya menolak? Iltizam. Yaitu
iltizam. Maksudnya saya menganggap kalau
iltizam itu saya mengakui ini saya wajib
untuk melakukan hukum ini. Tapi kalau
imtina yaitu dia bilang ini hukum hanya
berlaku pada orang lain. Adapun bagi
saya tidak.
Bagi saya tidak. Misalnya dia mengatakan
salat wajib memang tapi saya sudah
mencapai hakikat saya tidak perlu salat.
Ini contoh dia yamtadi dia tidak mau
saya tidak saya tidak wajib karena dia
menganggap bahwasanya yang wajib hanya
orang yang belum mencapai makrifat.
Adapun saya sudah mencapai mencapai
makrifat. Makrifat atau meripat mencapai
sehingga dia sudah makrifat saya tidak
perlu salat. Kau sama Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam mana lebih
makrifat? Rasulullah aja salat sampai
pingsan-pingsan tetap aja salat. Kau
sama Umar mana lebih makrifat? Umar saja
lagi terluka parah masih pengin salat
lagi. Mana yang makrifat? Ya.
Jadi dia menganggap sudah tidak ee dia
tidak termasuk dari dia tidak
terlazimkan oleh hukum ini karena dia
keluar karena dia punya kelebihan. Sama
seperti di zaman Abu Bakar sebagian
orang tidak mau bayar zakat. Kata dia,
"Ayat itu berlaku ketika Muhammad masih
hidup. Sekarang sudah enggak berlaku
bagi kami." Allah berfirman, "Khuz min
amwalihim." Ambillah wahai Muhammad dari
harta mereka. Akhirnya diperangi oleh
Abu Bakar, dianggap kafir oleh Abu Bakar
Assiddiq.
Di antaranya mendustakan seperti
Jahmiyah, mendustakan seperti Jaad bin
Dirham mengatakan, "Lam yukallimillahu
Musa taklima." Allah tidak pernah bicara
Nabi Musa. Walam yattillahu Ibrahim
khila. Allah tidak pernah menjadikan
Ibrahim sebagai kasihnya. Jelas menolak,
mendustakan ayat. Ayat Allah bilang,
"Wattah Ibrahima khalila." Allah
menjadikan Ibrahim sebagai kasihnya.
Kata dia, "Enggak ada." Allah mengatakan
Allah berbicara dengan Nabi Musa. Dia
bilang, "Enggak ada. Allah bicara dari
Musa. Maka Jaad bin Dirham ya bosnya
Jahmiyah atau gurunya Jahm bin Safwan
dikafirkan karena dia menolak
mendustakan ayat-ayat Allah Subhanahu wa
taala. Sampai diriwayatkan oleh sebagian
ahlul bidah ketika baca ayat dia pengin
kalau bisa saya pengin hapus ini ayat
ini.
Dia dia tidak pas ini ayat kok begini
ya. Kayaknya dia pengin pengin hapus.
Nah berbeda dengan orang-orang yang
mentakwil sifat. Berbeda dengan para
pentakwil sifat.
para pentakwil sifat
apalagi ada wajhun filg apalagi memang
dalam secara bahasa ada kemungkinan
mereka ini tidak mendustakan mereka
tidak mengingkari mereka menerim tetapi
mereka takwil oleh karena sebab itu
mereka tidak dikafirkan dan mereka masih
dianggap ahlul kiblat ya karena mereka
membenarkan ayat-ayat Allah tetapi
mereka tak takwil ya seperti mereka
bilang ini adalah maknanya ini Ya,
mereka menolak sifat wajah, mereka
menolak sifat-sifat Allah banyak. Mereka
takwil ya karena mereka dalam bahasa ada
menunjukkan hal demikian. Ya, maka ini
tidak dikafirkan. Tapi ee meskipun
mereka terjerumus dalam bidah takwil
karena mereka tidak mengingkari. Beda
dengan bin Dirham dia mengingkari kata
dia enggak ada begini enggak ada. Ya,
ini kalau mengingkari ayat maka kafir
Tib. Demikian saja ya.