Transcript
ouCKpNUsgJk • Kitab Ath-Thahawiyah #37: Esensi Rukun Iman Antara Ahlus Sunnah, Falasifah & Ahlul Bid'ah (Part-3)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2546_ouCKpNUsgJk.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Alhamdulillahi al ihsani wasukrulahu ala taufihin asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim. Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Kita masih melanjutkan bahasan kita tentang iman kepada malaikat, kepada para nabi dan kepada kitab-kitab yang Allah turunkan kepada para rasul. Sebagaimana perkataan Attahawi, beliau berkata, "Wukminu bil malaikati w nabiyin." Kami beriman kepada para malaikat dan sudah kita bahas pada pertemuan kemarin. W naabiyin dan para nabi. Walutubil munazzalati alal mursalin. Dan kitab-kitab kami beriman kepada kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul. Waashhadu annahum kanu alal haqqil mubin. Dan kami bersaksi bahwasanya para rasul berada di atas kebenaran yang nyata. Pada kesempatan kali ini kita akan bahas tentang iman kepada kitab-kitab Allah Subhanahu wa taala. Ee saya bagi dua. Pertama terkait dengan iman secara umum kepada kitab-kitab suci. Yang kedua khusus terkait dengan Al-Qur'an. Adapun yang terkait dengan kitab-kitab suci secara umum pertama tentu kita meyakini semuanya merupakan firman Allah. Ya Allah berfirman, "Waqul amantu bima anzalallahu min kitab." Dan katakanlah, "Aku beriman kepada kitab suci mana yang Allah turunkan." Kitab suci mana saja yang Allah turunkan. Ya, surat Asyura ayat 15. Demikian juga dalam akhir surat Albaqarah. Kullun amana billahi wa malaikatihi wa kutubihi wa rasulih la nufarqu baina ahadi rasulih. yaitu semuanya beriman kepada Allah, kepada malaikat, dan kepada kitab-kitab Allah Subhanahu wa taala. Jadi harus yakin bahwasanya kitab-kitab suci tersebut turun dari Allah Subhanahu wa taala. Kemudian kita beriman juga yang kedua bahwasanya semua kitab suci diturunkan kepada para rasul dengan bahasa yang Allah kehendaki. Kepada Nabi Muhammad Al-Qur'an dengan bahasa Arab kepada Nabi Musa dengan bahasa Ibriah atau Ibrani Taurat. Kepada Nabi Isa dengan bahasa Syrianiyah Injil. Kemudian kepada nabi-nabi sebelumnya ada suhuf Ibrahim. Ibrahim Alaih Salam mungkin punya bahasa sendiri ya ee kita tidak tahu. Tetapi Allah menurunkan ee kitab suci dengan bahasa yang Allah kehendaki dan Allah yang mengajarkan kepada makhluknya bahasa. Kemudian yang ketiga, kitab suci tersebut bisa dengan salah satu dari tiga cara ya. Tetapi yang e yang pertama wahyu dari Allah Subhanahu wa taala berupa ilham atau mimpi. Sebagaimana dalam Al-Qur'an kata Allah Subhanahu wa taala, "Wana libasyarin an yukalimahullah illa wahyan miwar hijabin yursila rasulun fuhuhiya biidnihi ma yasya." tidaklah manusia berbicara dengan Allah ya kecuali wahyu. Wahyu berupa ilham atau mimpi. Ya, berupa ilham atau atau mimpi ya. Cuma apakah ee wahyu ini berupa ilham atau mimpi kemudian bisa menjadi kitab suci? Wallahuam bisawab. Ini kita belum. Tapi ini cara-cara Allah berbicara dengan manusia dengan tiga, salah satu dari tiga cara. Lihat dalam surat Asyura ayat 51 ya. Asyura ayat 51 ya. Asyura. Ee iya ayat 42 ayat 51. Kata Allah, wanaasyarin ayukallimahullah illa wahyan. Tidaklah seorang manusia pun Allah berbicara dengan dia kecuali dengan tiga cara. Ya. Yang pertama illa wahyan dengan wahyu. Wahyu itu dengan ilham. Allah melemparkan ilmunya langsung ke hati sang nabi atau lewat mimpi. Karena wahyu bisa juga lewat apa? Mimpi. Awar hijab atau di balik hijab. Maksudnya secara langsung. Secara langsung seperti Taurat. yang Allah berbicara langsung dengan Nabi Musa Alaih Salam. Lalu Allah turunkan Taurat yang Allah tulis tulis dengan tangannya langsung. Demikian juga Nabi sallallahu alaihi wasallam berbicara dengan Allah langsung miwar hijab ketika mikraj. Ketika Isra Mikraj ya, tetapi tidak menurunkan kitab suci hanya Allah berbicara langsung. Jadi cara berbicara menyampaikan ilmu kepada manusia berbicara langsung ee wahyu atau bicara langsung. Yang ketiga, aursila rasulan fayuhya biidnihi ma yasya. Ya, innahu alimun hakim. Atau Allah mengutus Rasul, yaitu malaikat Jibril kemudian memberi wahyu dengan izin Allah Subhanahu wa taala. Apa yang Allah kehendaki. Ya. Jadi kitab suci ee dua cara ini. Adapun cara pertama wallahuam saya tidak tahu apakah ada contohnya. Tapi kalau cara ini ada ya, yaitu Nabi Musa alaihi salam atau mengutus rasul seperti Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Al-Qur'an itu ee Allah turunkan melalui Jibril Alaih Salam. Adapun yang Allah bicarakan dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ketika mikraj maka bukan bagian dari Al-Qur'an. Sudah sering kita sampaikan tidak semua firman Allah adalah kitab suci. Firman Allah banyak. Allah berbicara dengan malaikat ya. Allah memerintahkan para malaikat. Allah bicara dengan para rasul-Nya, tapi tidak semua menjadi kitab kitab suci. Adapun Al-Qur'an maka melalui Jibril, qul nazzalahu ruhul qudusi. Sesungguhnya Al-Qur'an itu diturunkan oleh ruhul kudus yaitu malaikat Jibril. Mir rabbik dari Rabbmu. Ya. Kemudian yang perlu kita ketahui juga tidak semua rasul diketahui kitab sucinya. Tidak semua rasul diketahui kitab sucinya. yang kita ketahui cuma sebagian bahkan tidak semua rasul kita ketahui ya warasulan lamsuhu alikum alaikaulan qasnahu alaika minqlulan lamsusu alik ada rasul-rasul yang kami sudah ceritakan kepada engkau wahai Rasulullah dan ada rasul-rasul yang kami belum ceritakan kepada kepadamu ya kalau rasul-rasul saja tidak kita ketahui semuanya apalagi kitab-kitab sucinya ya tapi kitab suci Banyak rasul dikasih kitab suci Tib. Ee kemudian yang jadi perhatian kita, kitab-kitab suci terdahulu sebelum Al-Qur'an tidak terjamin keotentikannya. Tidak terjamin keutentikannya ya. Kenapa? Karena Allah menyerahkan penjagaannya kepada para pendeta ya. Ya. Ee kata Allah Subhanahu wa taala, "Bimastuhfidu min kitabillah." Ya yumunadina aslamu lilladina hadbaniyuna walbu bimfidu min kitabillah. Makanya Taurat itu di ditegakkan hukum yang menegakkan hukumnya adalah ee para nabi, para ruhban, para akbar ya. Mereka menjadikan Taurat sebagai hukum bagi lilladina hadu kepada orang-orang Yahudi. Jadi orang Yahudi berhukum dengan Taurat. Tapi Allah mengatakan bimastuhfidu min kitabillah yang mereka ditugaskan untuk menjaga kitab Allah. Ya. Jadi Allah tidak menjamin penjagaan kitab-kitab sebelumnya tapi ditugaskan kepada para akhbar, kepada rabbaniun, kepada para ulama mereka, kepada ahli ibadah mereka. Namun ternyata mereka tidak bisa menjaga. Oleh karenanya ada sekitar empat model ee tidak terjaganya Taurat atau kitab Alkitab sebelumnya. Seperti di antaranya ee sebagian mereka mengarang kitab suci, mereka tambah-tambahkan mengarang ayat-ayat baru seperti Allah Subhanahu wa taala fawailadina yaktubunal kitaba biidihim tumma yaquluna minillahi liyaru bihian. Maka celaka ya bagi orang-orang yang menulis kitab sujud dengan tangan-tangan mereka. Kemudian mereka berkata bahwasanya ini dari Allah Subhanahu wa taala. Celaka atas apa yang mereka tuliskan. Dan sungguh celaka perbuatan mereka. Di sini Allah sebutkan celaka sampai tiga kali. Allah jelaskan ada pendeta-pendeta yang mengarang mengarang kitab suci sendiri. Ya, demikian juga ayat yang lain Allah berfirman, "Wa in minhum lafariq yalwuna alsatahum bil kitabi litahsabuhum minal kitabi w hua minal kitabuna hua minillahi w hua minillah wquallahil wahum yamun." Dan di antara mereka ada sekelompok orang yang memutar-mutar lisannya sehingga mengucapkan sesuatu litahsabuhu minal kitab sehingga kalian menyangka itu bagian dari Taurat atau dari Injil. W hua minal kitab. Padahal itu bukan dari Taurat dan juga bahkan dari Injil. Ya, mereka lakukan itu supaya kalian menyangka itu dari kitab suci. Ini cara mereka ee menambah-nambah ayat. Mereka menambah-nambah ayat. Allah kabarkan mereka menambah-nambah ayat. Ya, demikian juga ee di antaranya mereka melupakan ayat. Kata Allah, "Wanasu hadam mimmaukiru bih." Wasu had mimmaukiru bih. Mereka lupa ya sebagian dari yang diingatkan kepada mereka lupa. Jadi Rasul datang untuk mengingatkan bahwasanya ada ayat-ayat yang kalian lupakan. Menunjukkan bahwasanya kitab mereka tidak otentik lagi karena ada yang di dilupakan. Demikian juga di antaranya ada yang disembunyikan. Ya. Ya. Yang apa namanya? Katsir mimma kuntum tukhfun ya. yubayinakumtumfun ya datang rasul kepada kalian untuk menjelaskan kepada kalian banyak yang kalian sembunyikan. Banyak yang kalian sembunyikan seperti ketika ee mereka tidak merajam orang yang berzina. Mereka rubah ketika terjadi perzinaan di antara kalangan orang-orang rendahan maka mereka hukum rajam. Ketika yang melakukan zina ternyata para pembesar maka mereka rubah. Mereka rubah, mereka cuma arak pezina tersebut kemudian dihitamkan wajahnya kemudian diarak dikeliling tidak di dirajam. Sampai akhirnya di antara mereka ketika terjadi perzinan mereka bilang, "Coba kita tanya kepada Muhammad ya bagaimana hukumnya." Akhirnya dihadirkanlah Taurat. Rasulullah suruh baca Taurat kemudian mereka baca dan ayat raja mereka sembunyikan. Mereka tutup dengan tangan mereka. Akhirnya dikatakan kem coba angkat tangannya. Ternyata isinya tentang ayat apa? Ra rajam. Jadi kebiasaan mereka menyembunyikan ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala. Kemudian yang keempat mereka sering menafsirkan dengan menyimpang ya. Jadi sudah ayatnya mungkin ada tapi ditafsirkan dengan menyimpang. Ya. Ya. Yuharifunal kalima an mawadiihi. Mereka rubah-rubah firman-firman Allah dari tempatnya yang sesungguhnya itu mereka tafsir dengan menyimpang. Ini model-model ee penyimpangan yang terjadi pada kitab-kitab suci sebelumnya. baik Al-Qur'an eh baik apa Taurat maupun apa in Injil ya sehingga keotentikannya tidak tidak terjaga. Keutentikan tidak terjaga. Tib ini terkait dengan kitab-kitab suci ee sebelumnya sebelum Al-Qur'an. Tayib. Adapun terkait Al-Qur'an. Paham sampai sini? Paham ya? Kita lanjut. Adapun Al-Qur'an maka memiliki kekhususan Al-Qur'an. Khusus k Al-Qur'an pertama kita harus meyakini bahwasanya Al-Qur'an datang memansuhkan kitab-kitab suci sebelumnya. Ya, kitab-kitab suci sebelumnya dimansuhkan oleh Al-Qur'an. Allah berfirman ee dalam surat Al-Maidah ee di antaranya whaiminan alaih, yaitu sebagai saksi atas kebenaran ee enggak ya atau apa namanya? Ketika turun Al-Qur'an maka kitab-kitab suci tidak digunakan lagi karena Allah telah menjadikan agama sempurna. Ya. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Akmal alyauma akmaltu lakum dinakum." Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian. Ya, sehingga agama Islam sudah sempurna tanpa perlu dari agama-agama lainnya. Kemudian juga ee ketika Umar bin Khattab radhiallahu anhu datang membawa lembaran dari kitab-kitab suci terdahulu, maka Rasulullah pun marah. Ya, Rasulullah pun marah. Rasulullah berkata kepada Umar, "Amutahawiquuna anta ya bnal Khattab." Wahai Umar, apakah kau mutahawikun? Maksudnya ada yang mengatakan maknanya mutahayyirun, ragu. Apa kau bimbang? Apa kau bingung? Wahai Umar, kenapa harus baca dari kitab suci sebelumnya? Laana Musa ma. Kalau Nabi Musa masih hidup, tidak boleh bagi dia kecuali jadi pengikutku. Tidak boleh bagi dia kecuali jadi pengikutku. Oleh karenanya Al-Qur'an memansuhkan kitab-kitab suci sebelumnya. Maka kalau mencari petunjuk hanya dari Al-Qur'an, tidak perlu kitab-kitab suci terdahulu. Kenapa tadi katakan agama sudah sempurna? Agama sudah sempurna. Alyaum akmaltu lakum dinukum lakum dinakum. tanpa perlu perlu kitab suci lain. Kemudian yang kedua ee bahwasanya Nabi melarang sallallahu alaihi wasallam melarang Umar. Umar membaca dari kitab suci terdahulu dari lembaran kitab suci terdahulu. Ya, Rasulullah sahu alaii wasallam ketika marah menunjukkan bahwasanya tidak boleh lagi kita berdalil dengan kitab suci terdahulu. Kemudian Allah mengabarkan juga kata Allah subhanahu wa taala inna hadal Quran yahdi lillati hiya awam. Dalam surat Al-Isra kata Allah Subhanahu wa taala, "Al-Qur'an memberi petunjuk kepada yang terbaik." Petunjuk kepada yang terbaik. Sehingga kita tidak butuh filsafat, tidak butuh ajaran-ajaran terdahulu. Al-Qur'an sudah lengkap dan para sahabat mereka berhasil dan mereka jaya tanpa harus ada kitab suci yang lain, tanpa ajaran lain, tanpa filsafat yang lain, tanpa yang lain-lain. Cukup Al-Qur'an dan sunah dan mereka sudah jaya dan berhasil. Ya, oleh karena saya mungkin sampaikan ee apa sebelumnya lagi ada yang lupa bahwasanya kitab-kitab suci terdahulu ya berlaku pada umat-umat masing masing ya. Ini kita tambahkan di sini enam kitab-kitab suci terdahulu hanya berlaku pada umat masing-masing. Hanya berlaku pada umat masing-masing. Ya. ee sehingga datang kitab terakhir yang memansuhkan seluruh kitab-kitab sebelumnya. Makanya Al-Qur'an harus menjadi standar karena dia adalah kitab suci terakhir. Kitab suci terakhir bab kita lanjutkan ya. Jadi Nabi melarang Umar membaca dari lembaran kitab suci. Bahkan Nabi mengatakan seandainya Musa masih hidup dia akan menjadi pengikutku. Ya. Kemudian ee berikutnya ee mungkin saya tambahkan lagi, Al-Qur'an berlaku sampai hari kiamat. Hingga hari kiamat ya. Jadi, tidak ada lagi yang dimansuhkan Al-Qur'an berlaku sampai hari kiamat ya. Karena dia adalah kitab terakhir, adalah kitab suci terakhir. Tib di antaranya yang berikutnya, Al-Qur'an terjaga keautentikannya karena Allah yang menjamin dan menjaganya. Inna nahnu nazzalnaikra wa inna lahu lahafidun. Sesungguhnya kami yang telah Al-Qur'an, kami akan menjaganya. Berbeda dengan kitab suci sebelumnya yang di mana Allah menugaskan para ulamanya untuk menjaganya. Namun mereka tidak mampu untuk menjaganya dengan hikmah Allah Subhanahu wa taala. Al-Qur'an Allah yang tanggung jawab penjagaannya ya karena memang akan harus berlaku sampai hari kiamat. Makanya Al-Qur'an di antara bentuk penjagaan Allah, Al-Qur'an diriwayatkan dengan mutawatir. Dengan mutawatir ya. Dan ee nanti akan disebutkan juga mudah untuk dihafal. Ini di antara bentuk penjagaan Allah terhadap Al-Qur'an. Diriwayatkan dengan mutawatir dan mudah untuk dihafal ya. Kemudian di antara terkait Al-Qur'an secara spesifik adalah yang ketiga, Al-Qur'an adalah muhaimin, saksi atas kebenaran kitab-kitab suci terdahulu. Ya. Jadi di antara fungsi Al-Qur'an Allah berfirman, "Wa anzalna ilaikal kitaba bilhaq musdiqon lima baina yadaihi minal kitab." Untuk membenarkan kitab-kitab suci sebelumnya. Wa muhaimin alaih dan menjadi saksi asat kebenaran kitab-kitab suci sebelumnya. Makanya seharusnya orang Yahudi senang dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Orang Nasra juga benar. Kenapa? Karena Al-Qur'an ini membenarkan. Dulu pernah ada namanya Taurat, dulu pernah ada namanya Injil, dulu namanya suhuf Ibrahim. Duluanya Zabur. Yang membenarkan siapa? Al-Qur'an. Al-Qur'an dua pernah ada. Dan bahkan Al-Qur'an mengabarkan perkara-perkara yang pernah disebutkan dalam kitab-kitab suci sebelumnya. Itu sebagian isi dari kitab-kitab suci terbut. Maka adalah saksi ya fungsinya di antaranya saksi atas kebenaran kitab-kitab suci sebelumnya. Bahwasannya pernah turun kitab-kitab suci tersebut. Bahkan Al-Qur'an menukil sebagian isi dari kitab-kitab suci tersebut. Maka seharusnya Yahudi ahlul kitab bangga dan beriman kepada Rasulullah karena Rasulullah membenarkan bahwasanya mereka benar-benar ahlul kitab. Pernah turun ee kitab suci kepada mereka. Kemudian di antara keistiman Al-Qur'an, Al-Qur'an adalah mukjizat. Allah menantang manusia untuk mendatangkan semisalnya. Dan ini tidak berlaku pada kitab-kitab suci sebelumnya. ya, Al-Qur'an khusus dan dia adalah mukjizat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya, adapun nabi-nabi sebelumnya mukjizatnya bukan berupa ee kitab suci, tapi berupa mukjizat yang lainnya, umur hissiah, perkara yang bisa diperhatikan, dilihat. Seperti Nabi Musa adalah tongkatnya jadi ular atau keluar cahaya dari tangannya ya, Nabi Saleh berupa ee unta yang keluar dari batu dan macam-macam. kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam adalah khusus Al-Qur'an menjadi mukjizatnya. Maka Allah tantang manusia untuk mendatangkan semisal Al-Qur'an. Ini bukti bahwasanya Al-Qur'an adalah firman Allah bukan karangan manusia. Karena kalau Al-Qur'an karangan manusia orang bisa niru. Orang bisa niru. Tapi Al-Qur'an adalah firman Allah Subhanahu wa taala. Allah tantang dengan mendatangkan Al-Qur'an semisalnya. Allah berfirman, kalau manusia dan jin berkumpul untuk mendatangkan semisal Alquran, mereka tidak mampu. Allah turunkan tantangan jadi 10 suratri muftarin. Kalau tidak mampu datangkan 10 surat aja. Enggak mampu datang semisal Al-Qur'an lengkap ya 114 surat datangkan yang 10 surat. Ternyata tidak ada yang mampu lagi. Kalau gitu satu lagi tantangannya fu bisatim mli ya datangkan satu surah ternyata ya tidak ada yang mampu. Tidak ada yang yang mampu. Maka inilah mukjizat sampai hari kiamat. Di antara kesimpulan Alqur'an, Al-Qur'an adalah mudah untuk dihafal. Ini di antara cara Allah menjaga Al-Qur'an. Walaq yassarnal qurana lidzikr. Sungguh kami mudahkan Al-Qur'an untuk dihafal dan untuk dipelajari. Kita dapati di antara keajaiban Al-Qur'an bahwasanya anak-anak pun bisa hafal Al-Qur'an dan tentunya keajaiban Al-Qur'an sangat banyak. Ini sebagian aja yang saya singgung pada kesempatan kali kali ini. Tayib. Paham? Tib. Adapun bentuk-bentuk kufur kepada kitab suci, apa saja bentuk kufur? Pertama, kufur atau mengingkari seluruh kitab-kitab suci dari Allah. mengatakan kitab suci bukan dari Allah. Ini kekufuran ya. Seperti orang ateis tentu Allah saja dia tidak beriman apalagi kitab suci. Ateis dia tidak beriman kepada Allah. Seperti juga adalah kaum musyrikin Arab, kaum Quraisy. Kafir Quraisy. Kaum kafir Quraisy mereka meyakini Allah tapi mereka tidak meyakini Allah turunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya, mereka tidak percaya. Jadi mereka bilang Al-Qur'an in had illa qulul basyar. Al-Qur'an hanyalah perkataan manusia. In illa sihrun yar. Ini hanyalah sihir yang Muhammad dapatkan dari orang-orang sebelumnya. In illa quul basyar hanyalah perkataan manu manusia. Ya. Ya. Sehingga mereka menamakan Al-Qur'an adalah sihir. Ya. Kafir Quraisy meyakini Allah tapi mereka tidak meyakini Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kalau ateis Allah pun mereka tidak percaya. Tib. Di antaranya adalah para filsuf. Sudah kita sebutkan kemarin. Para filsuf tidak meyakini ada malaikat menyampaikan wahyu kepada para nabi, tapi hanyalah sekedar ya khayalan-khayalan dari akal fa'al atau dan macam-macam. Sudah kita jelaskan sebelumnya ya. bahwasanya Nabi harus memiliki quat ya quatun nafs dan beberapa kekuatan sehingga akhirnya dikhayalkan seperti ada ayat-ayat Allah tapi mereka tidak meyakini ada Allah berbicara menurunkan Al-Qur'an kepada para rasul. sama meyakini kitab suci perkataan manusia ini juga adalah kekufuran atau meyakini firman Allah adalah makhluk ya ini juga adalah kekufuran ya berarti bukan firman Allah Subhanahu wa taala ini juga kekufuran ini model kekufuran mengingkari kitab-kitab suci tersebut dari Allah siapa yang mengingkari kitab sucinya dari Allah berarti dia telah kafir. Kemudian di antaranya beriman kepada sebagian kitab su saja. Ini juga menunjukkan kekufuran. Seperti Yahudi hanya beriman kepada Taurat, tidak beriman kepada Injil dan Al-Qur'an. Yahudi tidak beriman kepada Injil dan Al-Qur'an sehingga mereka kafir. Hanya mau beriman kepada Taurat. Nasra hanya beriman kepada Taurat dan Injil, tapi tidak beriman kepada apa? Al-Qur'an. Maka ini tidak beriman kepada satu kitab sama seperti tidak beriman kepada seluruh kitab sama tidak beriman kepada satu rasul seperti tidak beriman kepada seluruh rasul. Jadi siapa yang hanya mengimani sebagian kitab suci mengingkari sebagian yang lain maka dia telah kufur. Telah kufur. W yakfur billahi wa malaikatihi wautubihiasul wal yaumil akhir faqad dolalan baida. Siapa yang kafir kepada ee Allah, kepada hari akhirat, kepada kitab-kitab sucinya, kepada hari akhirat, maka dia telah sesat. Yang ketiga, di antara bentuk kufur kepada kitab suci, beriman kepada sebagian isi kitab suci dan menolak sebagian yang lain. Seperti beriman sebagian ayat dalam Al-Qur'an, tapi menolak sebagian ayat yang yang lain. Kalau bagi zaman sekarang ya Allah berfirman, ba'il kitabi ba. Ini cerita orang Yahudi. Orang Yahudi mereka hanya beriman kepada sebagian Taurat dan mereka menolak sebagian isi apa? Taurat. Ya. Nah, siapa yang meniru mereka sama kufur. Jadi, orang Yahudi dulu menyiman, mengimani sebagian ayat Taurat dan menolak sebagian ayat Taurat. Perbuatan mereka mengimani sebagian kitab isi kitab Taurat dan menolak sebagian isi kitab Taurat adalah kekufuran. Ya, maka tidak boleh ee meniru-niru mereka. Siapa yang beriman kepada sebagian isi Al-Qur'an, saya hanya beriman sebagian, menolak sebagian, maka ini juga merupakan kekufuran. Di antaranya memperolok ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala. Memperolok ayat-ayat Allah. Qul abillahi wa ayati wa rasulihi kuntum tastahziun. Apa kalian memperolok Allah dan ayat-ayatnya dan para rasulnya? Siapa yang mengejek ayat-ayat Allah, maka dia telah kufur. Ya, di antara kekufuran terhadap Alkitab [Musik] menganggap Al-Qur'an itu ada tafsir, [Musik] ada tafsir zahir dan ada tafsir apa ba? Batin ini firkah-firkah batiniah. Mereka selalu mengatakan Al-Qur'an itu ada zahirnya, ada batinnya. Dan yang benar itu yang batinnya. Ini salah. Jangan ikut tafsir zahir. Yang benar tafsir apa? Batin. Ya. Batinnya dapat dari mana? Ini batinmu sendiri. Ya, ini ngeri ya. Sehingga mereka tafsirkan dengan tafsir yang aneh-aneh. Ini dilakukan kebanyakan oleh batiniah. Seperti dari golongan Ismailiyah ya. Seperti sebagian orang Syiah mereka tafsir dengan tafsir batin. Sebafsirkan inallahukum. Allah perintah kalian menyembelih sapi. Sapi betina maksudnya Aisyah misalnya batin ya. Seperti Allah berfirman, kafarinaun disebut dalam buku tafsir mereka ini ya. Saya nukil dalam buku saya 33 banyolan akidah Syiah. Dan Allah beri perumpamaan kepada orang beriman tentang istri Firaun. Ya. Ketika istri Firaun itu Asiah bintu Muzahim berdoa, "Ya Allah, bangunkanlah aku isata mereka, yang dimaksud dengan Firaun adalah Utsman bin Affan. Yang dimaksud dengan istrinya adalah Ruqayyah binti Muhammad." Ini tafsir ba batin ya. Dan banyak mereka tafsir ya ee banyak ya. Seperti asyamsu walqamaru biusban saya lupa kalau enggak salah itu Hasan dan Husein. Pokoknya tafsir aneh-aneh. Mereka punya tafsir aneh-aneh. Sama seperti mereka tafsirkan haji ini Qaramitah. Syiah Qaramitah mereka mengatakan haji adalah menuju menuju maksudnya apa? Menuju ee guru-guru. Bukan menuju Ka'bah. Menuju apa? Guru-guru. Asum. Puasa maksudnya imsak menjaga menjaga rahasia. maksudnya menjaga rahasia kelompok kita. Jadi saum artinya menahan maksudnya menahan apa? Rahasia. Ini repot seperti ini tafsir batin dan ee Al-Ghazali punya buku Fadih al-Batiniyah yaitu dia membahas tentang keburukan firkah-firqah kebatinan. Ini pernah ada pernah ada ee seperti ini ya. Kemudian sekarang muncul namanya tafsir hermeneutika ya. Tafsirnya orang-orang liberal. tafsir seenaknya tanpa kaidah. Tanpa kaidah. Lebih ngeri lagi tafsirnya. Ya, makanya ketika dalam buku ee sebagian buku mereka, saya tidak pengin sebut nama ya, ketika mereka menukil ee di mukadimah oleh Nur Khalis Majid. Nur Khalis Majid kasih mukadimah tentang buku hermeneutika. Kemudian mengatakan bahwasanya teori hermenutika ini sudah didahului oleh ee ilmuwan-ilmuwan Islam sebelumnya. Dia contohkan siapa? Dia contohkan pertama kebatinan. Bukankah ada tafsir semirip hermeneutika itu tafsir kebatinan? Ini dia berdalil dengan kerusakan. Kesesatan dijadikan dalil. Dan kita bilang benar sebagaimana tafsir kebatinan sesat maka hermeneutika adalah kelanjutan dari kesesatan tersebut. Ya. Kemudian juga dia berdalil dengan tafsirnya filsuf yang filsuf kata dia mengingkari adanya adanya hari kiamat. Ya, cuma kata seorang ahli filsafat, para nabi berdusta demi kemaslahatan. Para nabi berdusta demi kemaslahatan. Dia menggambarkan seakan-akan ada apa namanya? Ada hari kiamat, ada hari kebangkitan. Itu sebenarnya enggak ada. Itu cuma supaya orang itu berakhlak dan orang awam tidak bisa berakhlak mulia kecuali ditakut-takuti seperti itu. Ini contoh tafsir kebatinan yang dijadikan dalil oleh Nur Khalis Majid. Bolehnya tafsir hermeneutika bahwasanya ini bukan hal yang baru, sudah ada di dunia Islam sebelumnya, tapi itu kerusakan semuanya ya. Kerusakan semuanya. Oleh karena sebagian mereka, saya tidak pengin sebut nama sudah jadi pada sudah jadi pada pejabat sekarang. Jadi ini mengatakan bahwasanya ya seperti ee mereka mengatakan kisah Nabi Nuh Alaih Salam tidak ada. Ya, itu juga sempat ada makalah judulnya antara kisah Nabi Nuh dengan Spider-Man. Spider-Man kan k tokoh fiktif yang dibuat untuk menjelaskan sesuatu seperti kisah kancil dan apa? Buaya ya. Kancil dan buaya. Benar ya? Ya, seperti itu. Nah, Allah bikin kisah Nabi itu enggak ada dalam sebenarnya enggak ada. Mana ada nabi diutus kemudian berdakwah 950 tahun enggak mau kemudian kirim banjir mati semua. Itu enggak bisa bagi gak gak pantas bagi Tuhan kata mereka. mereka bilang kisah Nabi itu enggak ada. Itu cuma kisah fik fiktif. Ini dijadikan dalil untuk tafsir hermeneutika. Apa bedanya dengan perkataan orang musyrikin? Asatirul awalin. Al-Qur'an hanyalah dongeng-dongeng orang terdahulu. Ini contoh bentuk kekufuran kepada Al-Qur'an ketika menganggap isi Al-Qur'an hanyalah fiktif. Akhirnya tafsir manetika ya tentunya bertingkat-tingkat. Seperti sebagian mereka ketika ditanya tentang bukankah dalam Al-Qur'an Allah ee mengharamkan perbuatan kaum Nabi Luth, homoseksual sampai Allah turunkan azab yang begitu pedih. Dan kata mereka itu diharamkan bukan karena perbuatannya tapi karena cara bermainnya yang salah. Ya. Jadi kata dia homoseksual itu sudah anug apa? Given ya from God ya. Dari dari sananya ya dari pemberian dari yaitu given itu artinya apa? Anugerah ya. hadiah ya pemberian dari Allah. Seorang suka sesama jenis itu pemberian dari siapa? Allah. Subhanallah. Itu hasil dari tafsir hermeneutika. Sehingga orang liberal ini susah. Mereka menolak semua kaidah. Terus kita bilang, "Coba tunjukkan kaidahmu. Bagaimana cara kaidah tafsir hermeneutika." Mereka tidak bakalan bisa datangkan kaidah. Kapan mereka datangkan kaidah berarti tidak liberal. Liberal itu harus bebas lepas tanpa ka kaidah. Bagaimana e suatu disiplin ilmu tanpa kaidah? Disiplin ilmu mana saja pasti ada kaidahnya. Mau kedokteran, mau fisika, mau kimia, memang bicara tanpa kaidah bicara ngawur namanya. Datangkan wahai orang-orang liberal kara sudah doktor, sudah profesor. Datangkan tafsir kaidah tafsir hermeneutika versi kalian. Kalian menolak kaidah ahli tafsir sebelumnya. Datangkan tafs kaidah tafsir menurut kalian hermeneutika. Enggak bakalan bisa. Makanya ngeri ini di antara salah satu ee kekufuran dalam Al-Qur'an. Di antara kekufuran ini dia mereka bangun di atas apa? Seperti keenam saya tambah lagi. Mereka mengatakan Al-Qur'an produk produk budaya produk apa ya? Produk kerja sama antara Allah dan Muhammad. Jadi mereka untuk menghilangkan kesakralan Al-Qur'an sehingga mereka leluasa untuk mentafsir Al-Qur'an. Mereka bikin isu seperti ini. Kata mereka, "Allah tidak punya bahasa. Kalau gitu Allah hanya kasih ide pokok kepada Muhammad." Kemudian sallallahu alaihi wasallam mengungkapkan dengan bahasa dia yaitu bahasa Arab yang bahasa Arab tersebut Muhammad ungkapkan 1400 tahun yang lalu ya. yang relevan dengan orang-orang di zaman itu ya. Sehingga kita jangan terikat dengan tekstual karena tekstual itu hanya khusus Muhammad berbahasa Arab 14 tahun yang yang lalu. Terus bagaimana? Yang penting kita kenali ide pokok Al-Qur'an kemudian kita kelola lagi. Ini repot. Akhirnya mereka tidak menganggap kesucian tekstual Al-Qur'an sehingga mereka berani mengatakan saya nukil dalam disertasi saya tidak asal ngomong ya. Mereka mengatakan Al-Qur'an itu produk budaya kerja sama antara Allah dengan siapa? Dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. yang di mana Muhammad itu terikat dengan kondisinya sebagai orang Arab dengan tradisi orang Arab dan kondisi saat itu. Maka tidak boleh kita ambil tekstual yang karena tekstual Al-Qur'an ini hanya cocok untuk orang-orang Arab 15 tahun yang lalu. Nah, sekarang kita harus berijtihad ya. Sudahlah capek kalau bicara mereka ya. Tapi ya ini saya ingat, saya sudah sering tapi saya ingatkan kembali bahwasanya ini sebenarnya kufur kepada Al-Qur'an ya. Berarti Al-Qur'an bukan bukan dari Allah Subhanahu wa taala. Produk kerja kerja sama tayib. Kita lanjutkan. Paham kita lanjutkan perkataan atahawi setelah itu. Beliau berkata, "Wusammi ahla qiblatina muslimin mukminin." Dan kami menamakan ahlul kiblat di antara kami dengan nama muslimin mukminin. Wusammi ahla kiblatina muslimin mukminin. Kami menamakan ahlul kiblat dengan kaum muslimin atau kaum mukminin dengan syarat madamu bima jaa bihin nabi shallallahu alaihi wasallam muktarifin selama mereka mengakui apa yang dibawa ee dibawa oleh nabi. dibawa oleh nabi ya dibawa oleh nabi Heeh. Selama mereka mengakui apa yang dibawa oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Muktarifin yaitu mengakui. M mengakui walahu ee ya walahu bikulli maqalahu wa akhbaro musoddiqin. Dan membenarkan semua yang dikatakan dan dikabarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Musoddiqin membenarkan. Ini pembahasan disinggung oleh At Thaahawi rahimahullahu taala dalam kitabnya, kitab akidahnya ini untuk tidak bermudah-mudah mengkafirkan dan tidak bermudah-mudah mengeluarkan seorang dari hukum zahir. Ya. Jadi beliau mengatakan wusammi ahla kiblatina. Semua ahlul kiblat yaitu yang sama-sama salat menghadap kiblat. Maksudnya adalah muslimin mukminin ya. mukminin dan muslimin, yaitu siapa yang mengaku siapa yang mengaku Islam? Yang mengaku Islam dan menghadap kiblat meskipun ahlul bidah dan pelaku maksiat selama tidak membatkan Islamnya, maka kami namakan dia Islam. Ada orang datang secara zahirnya dia salat menghadap kiblat, bukan menghadap Baitul Maqdis, bukan menghadap timur. Ya. Kemudian dia salat dengan salat cara salat kita, maka dia muslim. Mau dia ahlul bidah, maukah dia pelaku maksiat, ya. Mau siapapun dia, selama dia menghadap kiblat, maka dia adalah muslim. Selama dia mengakui apa yang Nabi bawa dan membenarkan apa yang Nabi kabarkan itu selama dia tidak mendatangkan pembatal keislaman. Hukum asal seorang muslim adalah muslim. Dan istilah ini datang dalam hadis Rasul Sallahu Alaih Wasallam bersabda, "Man sha, siapa yang salat dengan salat kami, wastaqbala kiblatana dan menghadap kiblat kami." Yaitu ke mana kiblat kaum muslimin? Ke Ka'bah. Ka'bah ya? Ke Ka'bah. Wa akalabihatana. Dan makan sembelihan kami tidak ragu-ragu ya. Karena sama muslimnya makanan orang muslim mereka makan. Bedanya Yahudi. Yahudi sebagian makan Islam dia enggak mau. Dia punya dia punya kriteria yang ketat ya. Lebih ketat daripada orang orang Islam. Makanya saya punya kawan di Melbourne, dia punya teman Yahudi kerja sama. Dikasihlah sesuatu makanan kepada kawan saya. Kata kawan saya ini halal enggak? Kata Yahudi tadi, "Kami lebih halal daripada kalian. Lebih ketat kriterianya." Intinya ee siapa yang salat dengan salat cara salat kita, ya. kemudian menghadap kiblat dan dia tidak ragu-ragu untuk makan sembelihan kita. Fahual muslim, maka dia seorang muslim. Lahu ma lana, maka bagi dia apa yang bagi kita berlaku. Wa alaihi alai. Nah, apa yang wajib bagi dia e wajib bagi kita wajib juga bagi dia. Apa yang boleh bagi kita boleh dia boleh juga bagi dia. Lahu ma lana. Yaitu apa yang boleh bagi kita boleh bagi dia. Wa alaihi ma alaina. Dan apa yang wajib bagi kita juga wajib baginya. Ini salah satu hadis yang menguatkan pernyataan ee Athawi. Demikian hadis yang lain. Umirtu an uqtilas hatta yaaklu lailahaillallah. Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan lailahaillallah. Mengucapkan laillallah secara zahir. Lailahaillallah. Kalau mereka sudah mengucapkan lailahaillallah wasatana. Jadi sudah ucapkan syahadin. Kemudian salat seperti salat kita. Wastaqbaliblatana. Dan mereka menghadap kiblat sebagaimana kiblat kita, yaitu di Ka'bah. Dan mereka juga sembelih seperti kita menyembelih. Fahua eh maka haram bagi kita darahnya. Waalum tidak boleh kita ambil hartanya bihaqiha kecuali dengan haknya wahum alallah dan hisab mereka kembali kepada Allah. Ya. Kecuali kalau mereka melanggar. Kalau mereka melanggar harus dibunuh ya sudah kita bunuh secara zahirnya. Mereka murtad, mereka melakukan kekufuran, maka kita bunuh hisab mereka kembali kepada Allah. Jadi Rasul mengajarkan kita hukum dengan zahir. Maka dalam dua hadis ini atau yang di yang diambil ee sarinya dari at Thaahawi dari hadis ini bahwasanya kita menghukum orang dengan apa? Zahirnya dengan zahirnya. Selama dia salat seperti salat kita. Selama dia menghadap kiblat seperti kiblat kita. Mau dia pelaku maksiat, mau dia ahlul bidah, selama dia menyembelih seperti kita, dia makan sembilan kita. Maka dia adalah orang muslim mukmin. Orang muslim mukmin tay. Hukum asal maka diambil dari faedah ini. Hukum asal siapa yang melakukan tiga hal maka dihukum muslim dan dikenal dengan ahlul kiblat. Dengan ahlul kiblat. Sama-sama ahlul kiblat. Itu istilah istilah dari yang diambil dari hadis-hadis tadi. Kita sama-sama ahlul kiblat yaitu sama-sama menghadap ka'bah. Ya sudahlah masih sama muslim ya. Ada hukum-hukum yang berlaku di antara kita. Kemudian hukum istilah hukum asal adalah kita menilai zahirnya. Maka ini mencakup apa? Mencakup muslim yang benar dan taat. Ahlul kiblat mencakup muslim yang benar taat. Kemudian kata seb ulama mencakup seluruh firqah yang belum kafir. 73 firqah semua termasuk dari ahlul kiblat yang kata Rasul sahu alaihi wasallam hadil umah firqah. Dan umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya ahlul kiblat. Oleh karenanya banyak ulama berpendapat bahwasanya 73 golongan ini semua masih muslim sehingga mereka mengeluarkan rafidah dari kelompok ini. Mereka keluarkan Jahmiyah dari 73 golongan. Kata mereka Jahmiyah bukan Islam tetapi Muktazilah, Khawarij ini semua masih ee muslim ya. Murjiah semuanya masih muslim. Sehingga kalimat ahlul kiblat mencakup muslim yang taat, mencakup pelaku maksiat, mencakup ahlul bidah. Selama bidahnya tidak sampai pada kekuuran. Ya, bahkan munafik yang menyembunyikan kekufurannya selama dia menampakkan Islam, maka kita juga bilang ahlul apa? Kiblat. Kita memperlakukan dirinya dengan hukum zahir sebagai seorang muslim. Adapun dia kafir, urusannya dengan Allah subhanahu wa taala. Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam memperlakukan orang-orang munafik dengan hukum Islam karena secara zahir mereka ahlul kiblat. Ahlul kiblat. Tib. Berikutnya, hukum asal bisa berubah jika melakukan pembatal keislaman. Ya. Ya. Ee kalau mereka membatalkan keislaman baru hukumnya bukan ahlul kiblat lagi. Sudah kafir. Sudah kafir. Dan ini secara umum dalam rangka membantah orang khawarij dan muktazilah yang mudah mengeluarkan seorang dari nama muslim atau mukmin. Sebagaimana sudah kita bahas pada pertemuan lalu, pelaku dosa besar menurut Khawarij adalah kafir dan menurut Muktazilah adalah fi manzilah bainal manzilatain. Mereka tidak mau pasang nama muslim atau mukmin, enggak mau. Maka seakan-akan atahawi bantah mereka. Mereka mengatakan hukum asal adalah kita katakan muslimin, mukminin meskipun pelaku dosa besar. Selama mereka salat dengan salat kami, sebagaimana sabda Nabi, selama mereka salat menghadap kiblat kita, selama makan dari sembilan kita, maka mereka muslim. Ya, meskipun pelaku dosa besar, meskipun pelaku bidah, ya ee maka mereka adalah muslim. Tidak seperti perkataan Khawarij yang mengatakan pelaku dosa besar kafir atau Muktazilah yang mengatakan pelaku dosa besar keluar dari Islam meskipun tidak kafir. Yaitu di antara dua kedudukan. Tib. Paham? Bab. Berikutnya kita bahas sekarang ini persyaratan tadi dikatakan ahlul kiblat punya syarat yaitu kata kata Thahawiam bima jaa bihin nabi sallallahu alaihi wasallam marifin dengan syarat selama mereka mengakui apa yang dibawa oleh Nabi. Walahu bikulli maq akbar musdiqin. Dengan syarat yang kedua mereka membenarkan semua yang dikatakan oleh Nabi. Kalau mereka tidak mempunyai syarat maka mereka bukan ahlul kib kiblat. Tib kita singgung di sini sedikit. E tadi muktarifin madamu ya kata dari madamu selama mereka mengakui dan membenarkan. Nah di sini ada lawan-lawannya. Lawan dari mengakui dan membenarkan ya. Di antaranya adalah aljahad. Mengingkari. Mengingkari. Lawan dari al-iktiraf. Aliktiraf lawannya adalah aljahdu. Mengingkari. Mengingkari. mengingkari maksudnya gimana ya? Dia menolak hukum dalam Islam yang masyhur. Dia mengatakan salat tidak wajib. Salat tidak wajib. Berarti dia mengingkari hukum apa? Islam. Dia mengatakan salat tidak wajib. Padahal semua orang muslim tahu namanya salat itu wa wajib. Dia mengatakan salat tidak wajib. Tidak wajib. Tidak wajib salat seperti ini. Yang wajib yang penting iling katanya. Karena salat artinya doa. Doa artinya ingat. Ingat eling. Sudah iling Allah. Selesai. Sudah sa salat. Ya, dia mengingkari salat seperti saya pernah ketemu orang dia salat saya salat. Salatnya gimana? Duduk gelar kain putih semedi. Itu salat saya kata ini bukan salat. Salat yang kayak kita ke masjid. Oh, itu enggak wajib. Ini ini bukan orang Islam. Ini bukan orang Islam. Kar dia mengingkari hukum salat yang makruf yang kita jalankan. Dan itulah ciri-ciri is Islam ya. Jadi Islam dia mengingkari ee salat seperti mengingkari wajibnya zakat. Zakat tidak wajib. Padahal dia rukun Islam. Zakat tidak wajib. Seperti menolak haramnya khamar. Khamar tidak haram. Ini namanya dia tidak mengakui, tapi dia menolak. Hukum-hukum yang secara Islam diketahui semua orang tahu. Namanya orang muslim pasti tahu zina itu haram. Tahu tidak tahu? Semua orang muslim tahu mabok itu pasti haram. Tahu tidak? Enggak ada yang ragu. Enggak tahu kalau Genzet sekarang ya genzi. Tapi semua orang musim dari kita kecil kita tahu semuanya haram. Semua orang tahu salat itu wa wajib. Semua orang tahu nikah sesama mahram tidak tidak boleh. Oleh karenanya datang dalam satu hadis ada seorang di zaman Nabi dia menikahi ee mantan istri bapaknya. Padahal Allah berfirman, "Wankihu ma nakaha abaukum." Janganlah kalian menikahi wanita yang pernah dinikahi oleh bapak kalian. Dinikahi oleh bapak meskipun bapak meninggal atau bapak cerekan, enggak boleh dinikahi karena otomatis menjadi mahram. Ada seorang kemudian dia nekad nikah ya. Maka akhirnya Nabi menyuruh seorang sahabat untuk membunuhnya dan mengambil hartanya dibagi menjadi lima. Itu dijadi seperti gonimah karena dianggap murtad. Di antara penjelasan para ulama disebut oleh Ibnu Taimiyah dan juga Ibnu Hajar. Ibnu Hajar membawakan maksudnya karena dia menghalalkan perbuatan tersebut, yaitu mengingkari pengharaman nikah sesama mahram. Dia mengingkari, makanya dia praktikkan. Karena dia mengingkari tersebut maka Nabi suruh untuk membunuhnya karena dia bukan lagi ahlul kiblat. Paham? Ini contoh lawan daripada mengakui, membenarkan adalah mengingkari. Mengingkari jahat. Mengingkari hukum Islam yang sudah jelas diingkari. Tib. Yang kedua, di antara lawan dari mengakui membenarkan adalah alimtina. Menolak. Apa maksudnya menolak? Iltizam. Yaitu iltizam. Maksudnya saya menganggap kalau iltizam itu saya mengakui ini saya wajib untuk melakukan hukum ini. Tapi kalau imtina yaitu dia bilang ini hukum hanya berlaku pada orang lain. Adapun bagi saya tidak. Bagi saya tidak. Misalnya dia mengatakan salat wajib memang tapi saya sudah mencapai hakikat saya tidak perlu salat. Ini contoh dia yamtadi dia tidak mau saya tidak saya tidak wajib karena dia menganggap bahwasanya yang wajib hanya orang yang belum mencapai makrifat. Adapun saya sudah mencapai mencapai makrifat. Makrifat atau meripat mencapai sehingga dia sudah makrifat saya tidak perlu salat. Kau sama Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam mana lebih makrifat? Rasulullah aja salat sampai pingsan-pingsan tetap aja salat. Kau sama Umar mana lebih makrifat? Umar saja lagi terluka parah masih pengin salat lagi. Mana yang makrifat? Ya. Jadi dia menganggap sudah tidak ee dia tidak termasuk dari dia tidak terlazimkan oleh hukum ini karena dia keluar karena dia punya kelebihan. Sama seperti di zaman Abu Bakar sebagian orang tidak mau bayar zakat. Kata dia, "Ayat itu berlaku ketika Muhammad masih hidup. Sekarang sudah enggak berlaku bagi kami." Allah berfirman, "Khuz min amwalihim." Ambillah wahai Muhammad dari harta mereka. Akhirnya diperangi oleh Abu Bakar, dianggap kafir oleh Abu Bakar Assiddiq. Di antaranya mendustakan seperti Jahmiyah, mendustakan seperti Jaad bin Dirham mengatakan, "Lam yukallimillahu Musa taklima." Allah tidak pernah bicara Nabi Musa. Walam yattillahu Ibrahim khila. Allah tidak pernah menjadikan Ibrahim sebagai kasihnya. Jelas menolak, mendustakan ayat. Ayat Allah bilang, "Wattah Ibrahima khalila." Allah menjadikan Ibrahim sebagai kasihnya. Kata dia, "Enggak ada." Allah mengatakan Allah berbicara dengan Nabi Musa. Dia bilang, "Enggak ada. Allah bicara dari Musa. Maka Jaad bin Dirham ya bosnya Jahmiyah atau gurunya Jahm bin Safwan dikafirkan karena dia menolak mendustakan ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala. Sampai diriwayatkan oleh sebagian ahlul bidah ketika baca ayat dia pengin kalau bisa saya pengin hapus ini ayat ini. Dia dia tidak pas ini ayat kok begini ya. Kayaknya dia pengin pengin hapus. Nah berbeda dengan orang-orang yang mentakwil sifat. Berbeda dengan para pentakwil sifat. para pentakwil sifat apalagi ada wajhun filg apalagi memang dalam secara bahasa ada kemungkinan mereka ini tidak mendustakan mereka tidak mengingkari mereka menerim tetapi mereka takwil oleh karena sebab itu mereka tidak dikafirkan dan mereka masih dianggap ahlul kiblat ya karena mereka membenarkan ayat-ayat Allah tetapi mereka tak takwil ya seperti mereka bilang ini adalah maknanya ini Ya, mereka menolak sifat wajah, mereka menolak sifat-sifat Allah banyak. Mereka takwil ya karena mereka dalam bahasa ada menunjukkan hal demikian. Ya, maka ini tidak dikafirkan. Tapi ee meskipun mereka terjerumus dalam bidah takwil karena mereka tidak mengingkari. Beda dengan bin Dirham dia mengingkari kata dia enggak ada begini enggak ada. Ya, ini kalau mengingkari ayat maka kafir Tib. Demikian saja ya.