Transcript
JoaJ8ZLK0F8 • TERNYATA GALON AIR ISI ULANG MENGANDUNG RACUN ?! FAKTA KANDUNGAN BPA YANG DIANGGAP BERBAHAYA !
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1377_JoaJ8ZLK0F8.txt
Kind: captions
Language: id
ada penelitian terbaru dari Institut
Teknologi Bandung atau ITB dari
seseorang yang bernama Ahmad Zainal
Abidin PHD selaku kepala laboratorium
teknologi polimer dan membran ITB jadi
sejumlah peneliti dan juga ahli polimer
dari ITB ini membuat sebuah uji
laboratorium secara independen untuk
mengetahui apakah kandungan BPA pada
galon kemasan terbukti berbahaya bagi
tubuh Nah jadi ini gimana nih sebenarnya
takut terhadap BPA karena isunya ada di
air galon sementara masih banyak yang
enggak sadar ya BPA itu ya ada di
produk-produk lain juga yang dibuat dari
polikarbonat yo geng tekan tombol
subscribe geng e Yo what's good Welcome
back to kamar
[Musik]
Jerry jeng jeng oke kita sekarang hidup
di era di mana semua informasi dengan
mudahnya bisa diakses tanpa perlu
capek-capek lagi baca buku atau e ke
warnet gitu tinggal search di Google
atau ya search engine lainnya ya kalian
bisa mendapatkan banyak informasi nah
kemudahan akses informasi juga
memberikan edukasi yang memudahkan untuk
kita ya agar bisa mengetahui bagaimana
cara hidup yang sehat namun perkembangan
teknologi ini selalu punya dua sisi
kadang memang ya memudahkan tapi juga
bisa menyesat kan atau biasa disebut
dengan misleading information yang
membuat orang-orang jadi mempercayai
sesuatu yang tidak benar dan Enggak cuma
Google aja bahkan di X terus ada di
Instagram sampai tiktok yang jadi wadah
bagi orang-orang untuk mencari informasi
nah tapi sebenarnya Enggak semua
informasi yang beredar itu bisa
dikatakan benar ataupun valid justru ya
kadang-kadang orang banyak yang percaya
dan menyebarkan kembali informasi
tersebut padahal belum 100% itu benar
Nah maka dari itu jadi semakin banyak
informasi yang tidak benar yang menyebar
di internet dan hal tersebut malah
menjadi Snowball effectfek yang semakin
lama akan bergulir dan dampaknya semakin
membesar salah satu contohnya tentang
yang akan kita bahas hari ini yaitu
mengenai kandungan kimia di dalam air
minum nah ini Jujur aja ya kalian
Mungkin bisa lihat nih perubahan e fisik
gua e perubahan badan gua dari yang
kemarin gendut banget Terus tiba-tiba
sekarang kurus nah ini karena gua
sekarang memang memperhatikan kesehatan
banget rajin olahraga dan ya mengatur
pola makan banyak hal yang mulai gua
tinggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk
mulai gua tinggalkan makanya akhirnya
berat badan gua turun dan hidup gua jauh
lebih sehat saat ini nah Untuk itu hari
ini gua pengin berbagi informasi seputar
ya dunia kesehatan Walaupun mungkin ilmu
gua terbatas untuk hal ini tapi
setidaknya gua berbagi sedikit informasi
supaya kalian tahu tentang hal ini jadi
geng sekarang itu banyak banget orang
yang khawatir dengan adanya kandungan
kimia di dalam air minum dalam kemasan
polikarbonat yang kalau kandungan
tersebut masuk ke dalam tubuh kita bakal
membahayakan kesehatan dan ini cukup
parah nah tapi apa benar nih geng
kandungan ini berbahaya bagi tubuh Terus
kalau benar kandungannya berbahaya
Mengapa ya pihak bpo masih
memperbolehkan air minum yang satu ini
beredar di pasaran nah hal ini yang
masih menjadi perdebatan banyak orang
sebenarnya contoh lainnya seperti
influencer-influencer yang memberikan
informasi ee apa ya informasi bisa
dikatakan informasi bodong mengenai
Skincare lah contohnya ada yang
overclaim dan ada juga yang bilang
kandungan di dalam skinc tersebut ya
berbahaya terus informasi tersebut
akhirnya ditelan mentah-mentah oleh
netizen atau masyarakat tanpa berusaha
untuk meng-cross check terlebih dahulu
dari sumber lain seperti jurnal
penelitian atau artikel-artikel yang
terpercaya nah masyarakat kita itu
cenderung mempercayai pernyataan satu
atau segelintir orang saja dan hal
itulah yang membuat semakin banyak orang
Indonesia yang akhirnya terjebak di
dalam berita-berita yang tidak benar
yang mereka dapatkan dari internet tapi
hari ini kita enggak bakal membahas soal
skinc Ya seperti yang gua singgung
sebelumnya kita hari ini bakal fokus ke
dalam satu pembahasan mengenai kandungan
BPA yang ada di dalam air minum yang
instan bisa dikatakan instan atau air
minum kemasan yang siap saji tanpa harus
kita masak terlebih dahulu karena banyak
banget nih geng gua lihat ya Ee
kekhawatiran dengan kandungan BPA ini
sekarang semakin membuat orang-orang ya
pedulilah dengan hal itu nah tapi apa
benar nih geng BPA Ini adalah sebuah
kandungan yang sangat berbahaya Terus
kalau benar kenapa BPOM masih
memperbolehkan air minum yang mengandung
BPA ini beredar di pasaran Nah untuk
bisa mengetahui kebenaran dari ini gua
bakal memberikan penjelasannya biar
kalian mengetahui informasi yang benar
terkait kandungan BPA ini dan bisa
menjadi pembelajaran bagi kalian semua
Jadi langsung aja kita bahas secara
lengkap di sisi lain
[Musik]
kita langsung masuk ke dalam pembahasan
pertama kebenaran mengenai kandungan
BPA jadi geng banyak orang-orang di
Indonesia yang khawatir kalau mereka
bisa terkontaminasi oleh BPA dari
minuman kemasan dalam bentuk galon
berbahan polikarbonat yang mereka beli
di pasaran nah kekhawatiran ini bukan
tanpa alasan sebab badan pengawas obat
dan makanan atau BPOM di pertengahan
tahun ini membuat sebuah peraturan baru
terkait Label Pangan olahan yang
tertuang di dalam peraturan BPOM nomor 6
tahun 2024 di dalam peraturan itu geng
Nah tepatnya di pasal 61a ya itu
disebutkan nih gua sebutin nih air minum
dalam kemasan yang menggunakan kemasan
plastik polikarbonat wajib mencantumkan
tulisan dalam kondisi tertentu kemasan
polikarbonat dapat melepaskan BPA pada
air minum dalam kemasan pada sebuah
label Nah jadi peraturan baru ini
dikatakan bertujuan agar melindungi
resiko kesehatan masyarakat dari paparan
BPA jadi itu semacam e ada tulisan
pengingat gitulah geng Nah berarti kan
BPOM ini menilai kalau BPA ini
sebenarnya bisa meningkatkan resiko
penyakit bagi masyarakat makanya dibuat
peraturan seperti itu ya walaupun
sebenarnya ini agak miris juga ya Ya
udah tahu berbahaya tapi tetap dijual
dengan syarat yang menurut gua enggak
terlalu berpengaruh mungkin ya mungkin
enggak terlalu berpengaruh karena cuma
sekedar tulisan Enggak semua orang bakal
aware tentang hal itu tapi Ya udah yang
penting udah ada usahanya dari pihak
otoritas tersebut gitu kan dan tentunya
peraturan ini membuat masyarakat menjadi
resah dan khawatir karena air minum yang
beredar di pasaran yang dikemas
menggunakan galon terbuat dari bahan
polikarbonat ditambah lagi informasi ini
juga sempat disuarakan oleh
influencer-influencer mengenai betapa
berbahayanya BPA di dalam galon air yang
banyak dijual di pasaran makin
Percayalah masyarakat kalau BPA ini bisa
membuat masyarakat terkena penyakit
berbahaya nah tapi pertanyaannya kalau
memang berbahaya Kenapa masih boleh
beredar air-air dengan kemasan yang
mengandung BPA tersebut Nah jadi
jawabannya gini Geng sebenarnya kalau
kalian cek lagi soal BPA ada penelitian
terbaru dari Institut Teknologi Bandung
atau ITB dari seseorang yang bernama
Ahmad Zainal Abidin PHD selaku kepala
laboratorium teknologi polimer dan
membran ITB jadi sejumlah peneliti dan
juga ahli polimer dari ITB ini membuat
sebuah uji laboratorium secara
independen untuk mengetahui apakah
kandungan BPA pada galon kemasan
terbukti berbahaya bagi tubuh dan tim
riset ini menggunakan sampel dari
berbagai merek air minum yang terkenal
yang mana merek-merek tersebut
menggunakan galon yang mengandung
polikarbonat tim riset juga melakukan
uji penelitian di Jawa Barat sebab
wilayah tersebut memiliki jumlah sarana
Produksi Industri air minum dalam
kemasan terbanyak di Indonesia dari
hasil penelitian ini Ahmad Zainal
mengatakan kalau semua sampel air minum
dalam kemasan galon yang diuji itu
terbukti aman karena tim risetnya enggak
mendeteksi adanya BPA dari semua sampel
air minum yang diuji sehingga kadar BPA
di dalam sampel air minum masih sangat
aman untuk dikonsumsi dan berada jauh di
bawah ambang batas yang ditetapkan oleh
otoritas keamanan pangan nasional maupun
internasional seperti standar nasional
Indonesia atau SNI BPOM sampai dengan
Who dan dari penelitian ini menunjukkan
kalau semua sampel air minum yang diuji
sudah bebas dari kandungan zat berbahaya
termasuk dengan BPA nah produk dengan
kemasan yang mengandung BPA ini
Seharusnya tetap aman selama kadarnya
sesuai dengan batas yang sudah
ditetapkan oleh BPOM yang ada di
peraturan BPOM nomor 20 tahun 2019
mengenai ambang batas maksimum migrasi
BPA dalam wadah penyimpanan yaitu 600
mg/ l atau 0,6 PPM selain BPA ada lebih
banyak lagi bahan berbahaya yang
dilarang oleh BPOM dan seharusnya dengan
adanya label BPOM itu bisa menjamin
kalau semua bahan pangan yang beredar
sudah aman tanpa harus ditulis satu
persatu nah tapi kenapa di dalam
peraturan BPOM cuma mengatur galon
polikarbonat sementara kemasan lain
Salah satunya kemasan kaleng itu yang
mempunyai potensi paparan yang jauh
lebih tinggi dibandingkan galon
polikarbonat nah ternyata Penelitian
yang dilakukan oleh Ahmad Zainal beserta
dengan tim dari ITB menjadi salah satu
upaya untuk mengedukasi masyarakat
tentang kualitas dan keamanan air minum
dalam kemasan galon berbahan
polikarbonat yang diisukan membahayakan
kesehatan masyarakat dari penelitian ini
terbukti geng walaupun air minum dikemas
dengan bahan yang terbuat dari
polikarbonat itu enggak berarti
kandungan BPA itu bisa mengkontaminasi
begitu aja air mineral yang ada di dalam
kemasan polikarbonat tersebut karena BPA
yang ada di dalam kemasan itu masih di
bawah batas yang sudah ditetapkan baik
oleh SNI ppom maupun Who sehingga kita
semua ya bisa dikatakan enggak perlu
khawatir terhadap minuman air kemasan
yang selama ini dikonsumsi setiap hari
jadi ibaratnya kalau obat itu ya
kadarnya atau secara resepnya itu masih
sesuai tapi kalau terlalu berlebihan Nah
itu bisa jadi berbahaya tapi kalau
misalnya kadarnya masih sesuai dan masih
aman untuk tubuh ya Sah harusnya enggak
kenapa-napa Nah justru dari sini Ahmad
Zainal menekankan betapa pentingnya
pemahaman mengenai air minum dalam
kemasan galon yang dijual di pasaran
kalau diberikan informasi yang tepat
mengenai hal tersebut masyarakat enggak
perlu merasa khawatir lagi terhadap air
kemasan galon yang beredar di pasaran
untuk mereka konsumsi Ya intinya
komunikasinya informasinya jelas bagus
ya masyarakat Harusnya bisa lebih tenang
gitu geng Nah Selain itu geng selain
dari pihak ITB ada Penelitian yang
dilakukan juga di Makassar oleh Endah
Dwijayanti SSI MSI dia ini adalah kepala
program studi Kimia Universitas Islam
Makassar yang mana hasil dari penelitian
tersebut itu serupa Endah ini
menjelaskan kalau Penelitian yang
dilakukan terhadap beberapa galon yang
bermerek yang beredar di Kota Makassar
ya hasilnya sama atau serupa dan tim
peneliti mengumpulkan beberapa sampel
galon dari lima titik di lima kecamatan
di Makassar dan hasilnya tidak ditemukan
migrasi BPA dari galon ke air yang
artinya penggunaan galon polikar bonat
sebagai kemasan air masih aman katanya
gitu geng Nah selanjutnya ada penelitian
lain yaitu dari seorang dokter spesialis
penyakit dalam dengan subspesialis
endokrinologi metabolisme dan diabetes
yang bernama do Dr laurentius Aswin
Pramono nah dikatakan oleh Beliau
masyarakat jangan parno dulu dengan
berbagai pemberitaan atau informasi
adanya kandungan BPA di dalam air minum
dalam kemasan galon karena selama ini
enggak ada kasus orang yang terkena
penyakit akibat BPA di dalam kandungan
air minum Nah tapi di saat ini banyak
narasi yang berkembang di masyarakat
mengenai bahan BPA bagi kesehatan
masyarakat padahal belum ada riset dan
kesepakatan ahli yang bisa membuktikan
hal tersebut katanya Nah jadi kalau ada
nih yang e bilang Wah ini bahaya banget
ini bisa menyebabkan Apalah apa kanker
segala macam nah tahan-tahan dulu kalau
yang ngomong itu baru sebatas apa ya
kalau memang profesinya dokter ya kalian
juga harus lihat dokternya tuh
background-nya apa apakah dokter
influencer doang atau mungkin malah
dokter Skin Care yang ngomong jadi kan
kayak kurang nyambung aja nah tapi ini
udah ahlinya yang ngomong gitu kan yaitu
spesialis penyakit dalam Ya seharusnya
apa yang mereka Nyatakan statement
mereka itu bisa dipertanggungjawabkan
penelitian yang ada saat ini justru
membuktikan ketika BPA masuk ke dalam
tubuh akan
didetoksifikasi oleh hati dan kemudian
dibuang menjadi urin dan vases sehingga
BPA tidak akan masuk ke dalam sistem
peredaran darah dan enggak akan
berbahaya bagi kesehatan tubuh jadi dia
itu ibaratnya tuh jadi ampas gitu geng
kita minum ya enggak akan mengalir di
tubuh kita enggak akan jadi apapun jadi
dia bakal jadi ampas keluar bersama
kotoran Jadi kurang lebih kayak gitu
terus geng dikatakan juga kita sebagai
masyarakat juga harus menyaring
informasi yang tepat Jangan sampai kita
percaya dengan informasi yang salah sama
halnya dengan informasi mengenai BPA ini
geng yang mengancam kesehatan katanya
banyak orang yang pada akhirnya percaya
kalau air minum dalam kemasan yang
beredar di pasaran itu berbahaya karena
sudah terkontaminasi dengan BPA yang ada
di dalam kemasan produk yang digunakan
nah tapi ternyata hal tersebut dibantah
dari penelitian yang dilakukan oleh
Ahmad Zainal tadi dan memang ya mengenai
pemberitaan miring tentang BPA ini kita
tuh enggak bisa mencegah informasi yang
sesaat beredar di internet dan ya
akhirnya tuh terciptalah hoax gitu tapi
kita bisa memfilternya sendiri dengan
mencari lebih banyak e informasi dari
sumber-sumber lain lalu kita bandingkan
yang mungkin sumber-sumber yang lebih
Kredibel dan terpercaya atau dari
informasi penelitian terbaru nah barulah
Setelah itu kita kita bisa mengambil
kesimpulannya jadi enggak bisa menelan
mentah-mentah satu informasi aja namun
edukasi mengenai BPA yang dapat
menyebabkan kanker hingga gangguan
kesuburan Oke sekarang kita akan masuk
ke dalam pembahasan mengenai Apa itu BPA
dan fakta-fakta sebenarnya dari BPA yang
dianggap berbahaya dan mengkhawatirkan
ini kita
bahas Nah jadi geng BPA ini adalah eh
singkatan dari bispenol A atau yang
paling sering disebut BPA dan ini adalah
senyawa organik yang masuk ke dalam
klasifikasi kelompok fenol BPA ini
dibuat secara sintetik melalui reaksi
antara fenol dan aseton dengan asam kuat
nah BPA pertama kali disintesiskan pada
tahun 1891 oleh seorang ilmuwan Rusia
yang bernama Alexander pedianin tapi
walaupun begitu geng BPA baru pertama
kali disebut di dalam jurnal imiah pada
tahun 1905 oleh Thomas zinkel dari
Universitas marberg Jerman dan singkat
cerita produksi BPA Ini akhirnya secara
komersial untuk berbagai alat dan bahan
plastik itu baru dibuat atau dilakukan
pada tahun 1957 di Amerika dan 1958 di
Eropa nah awalnya tuh belum dijadikan
bahan untuk alat-alat rumah tangga
ataupun kayak apa ya ya benda-benda yang
mungkin terbuat dari bahan
plastik nah terus geng BPA ini sebagai
bahan material memiliki berbagai
kelebihan yaitu pertama tahan terhadap
suhu sampai dengan 40 sampai dengan 145
derajat Celcius sehingga BPA ini ya
adalah bahan yang sangat kuat dan juga
keras serta tahan terhadap panas terus
tahan terhadap asam bahkan minyak
sekalipun Nah terus juga BPA ini
bentuknya transparan geng yang membuat
BPA cocok untuk menjadi produk kemasan
untuk botol air untuk botol susu Bai
kaleng kotak makanan mainan alat
kesehatan dan lain-lain karena itu tadi
jadi dia transparan jernih gitu jadinya
ya cocoklah nah lalu Karena luasnya
penggunaan dari BPA ini sampai sekarang
BPA dianggap sebagai bahan yang ada di
mana-mana saja di belahan muka bumi ini
jadi banyak banget BPA digunakan untuk
ya segala macam peralatan Nah kita bisa
menemukan BPA ada di udara tanah dan air
bahkan bisa masuk ke dalam tubuh kita
melalui saluran cerna lalu saluran nafas
dan juga kontak melalui kulit banyak
sumber pangan yang mengandung BPA
sebenarnya dan memang kandungan BPA
tertinggi itu ada di makanan yang
dikemas di dalam kaleng Nah jadi Menurut
data dari WHO anak usia di atas 3 tahun
memiliki paparan BPA yang rata-rata
adalah 70 ng atau 70 n per kg berat
badan per harinya dan yang tertinggi
adalah 190 ng per kg berat badan per
hari sementara untuk orang dewasa
paparan BPA ini rata-rata adalah
140 nanogr/ kg berat badan per hari dan
maksimalnya adalah
420 nang/ kg berat badan per hari ada
sebuah studi yang meneliti BPA pada
berbagai makanan baik makanan segar beku
serta kaleng ditemukan juga ada BPA
sebanyak 73% di makanan-makanan kaleng
Sementara untuk makanan segar dan beku
juga ditemukan BPA tapi kecil yaitu
hanya sebanyak 7%. Nah jadi semua
makanan yang kita konsumsi Sebenarnya
ada bpa-nya geng Dan itu enggak cuma ada
di air minum aja atau air minum kemasan
aja tapi juga banyak di hal-hal lainnya
Terus bagaimana kalau BPA tersebut masuk
ke dalam tubuh kita Apakah nanti bakal
bereaksi gitu kan Nah jadi ini sama
dengan yang dikatakan oleh Ahmad Zainal
tadi berdasarkan review yang dibuat oleh
Ikatan Dokter Indonesia atau Idi BPA
yang terkonsumsi oleh kita akan
dialirkan ke organ hati dan BPA tersebut
akan diolah yang membuat BPA ini menjadi
tidak aktif lagi jadi diolah oleh hati
kita ya kan dirubah gitu racun-racunnya
dan akhirnya aman BPA yang tidak aktif
ini kadarnya sangat rendah dan ya tidak
berbahaya di dalam tubuh dan ada sebuah
studi yang melaporkan kalau rata-rata
katar BPA aktif di dalam darah manusia
adalah 4,3 nog/ ML pada anak-anak 2,8
nang/ ML pada remaja dan 2,3 sampai 2,4
nanog/ ML pada dewasa namun untuk BPA
yang sudah tidak aktif ini akan
dikeluarkan oleh tubuh melalui empedu
serta urin Jadi pas kalian pipis itu
keluar semua nah di dalam tubuh kita
juga sebenarnya ditemukan BPA dan yang
paling banyak ditemukan di jaringan
lemak dan juga otak Nah jadi kalau
kalian khawatir dengan BPA ya
tunggu-tunggu dulu karena di tubuh
kalian sendiri udah ada bpa-nya gitu nah
Selain itu BPA juga ditemukan di ASI
atau cairan ketuban dan juga darah
plasenta darah janin dan hati janin ya
pokoknya terhadap yang baru lahir dan
ibunya gitu ya Yang mana BPA ini
ternyata ditransfer dari darah ibunya ke
dalam janin kandungan Si Ibu jadi kurang
lebih kayak gitu nah terus yang jadi
pertanyaannya sebegitu Bahayakah BPA dan
gangguan penyakitnya apa aja gitu nah
dikatakan nih geng gangguan penyakit
yang bisa terjadi kalau tubuh manusia
terpapar oleh BPA salah satunya pernah
ada sumber dari tah tahun 1996 BPA yang
mana diduga sebagai senyawa kimia yang
bisa mengganggu hormon manusia yaitu
hormon endokrin kalau BPA masih dalam
bentuk aktif senyawa ini bisa memiliki
aktivitas seperti hormon estrogen yang
kalau masuk ke dalam tubuh bisa
menyerupai kerja dari hormon estrogen
tersebut nah Selain itu BPA juga
merupakan salah satu senyawa yang bisa
mengganggu produksi kerja dan
metabolisme dari hormon tertentu nah
padahal faktanya BPA yang masuk ke dalam
tubuh melalui makanan akan disalurkan ke
organ hati yang membuat BPA ini menjadi
tidak aktif lagi karena dia itu ya semi
racunlah untuk badan nah seperti yang
sudah gua Jelaskan sebelumnya BPA ini
memiliki sifat yang larut di dalam air
sehingga bisa dikeluarkan dari tubuh
melalui urin dan enggak cukkup sampai di
situ aja isu mengenai BPA ini yang
dianggap berbahaya bahkan dianggap
berbahaya untuk bayi karena dikatakan
bayi memiliki potensi yang lebih besar
daripada kelompok umur lainnya sementara
banyak produk bayi seperti susu formula
yang dikemas menggunakan kaleng dan
botol susu bayi yang dibuat dari
polikarbonat Nah jadi ini gimana nih
sebenarnya takut terhadap BPA karena
isunya ada di air galon sementara masih
banyak yang gak sadar ya BPA itu ya ada
di produk-produk lain juga yang dibuat
dari
polikarbonat namun faktanya nih geng ya
saat ini belum ada penelitian yang bisa
memastikan adanya hubungan yang pasti
mengenai BPA dengan gangguan
perkembangan dan syaraf pada bayi kalau
ada isu yang mengatakan bayinya bakal
bodoh karena mengkonsumsi air yang
mengandung BPA ya tunggu Tunggu dulu
belum ada penelitiannya nah sebab
kontaminasi BPA pada manusia itu akan
selalu bersamaan dengan interaksi
terhadap bahan kimia lain geng yang mana
ini bisa menjadi faktor resiko juga
kalaupun ada penelitian BPA objeknya
adalah hewan yang mana hewan ini akan
sangat berbeda efeknya terhadap manusia
yang memiliki struktur organ yang
berbeda dengan hewan Nah inilah nih
kayak Aduh gimana ya kayak ada sesuatu
yang baru gitu obat baru vaksin baru uji
cobanya ke hewan kalau berhasil baru
diuji coba ke manusia padahal kan ya
enggak semuanya konsepnya begitu gitu
kan dan sampai saat ini belum juga ada
alat yang sempurna untuk bisa menilai
efek dari BPA ini terhadap perkembangan
saraf nah kebanyakan alat yang digunakan
hanya kuisioner yang sering banget
menimbulkan banyak bias Lalu ada juga
yang menyebut kalau BPA yang
terkontaminasi oleh ibu hamil itu bisa
menyebabkan obesitas terhadap bayi yang
dilahirkan pada 6 bulan pertama dan
dugaan kalau BPA dengan dosis tinggi
mencapai 0,01 PPM itu bisa meningkatkan
resiko terjadinya penyakit
kardiovaskular seperti penyumbatan
pembuluh darah hipertensi atau darah
tinggi dan juga diabetes melitus nah
tapi geng penelitian-penelitian yang
berkaitan dengan hubungan antara BPA
dengan obesitas dan kardiovaskular itu
hanya dilakukan pada hewan dan studio
invitro atau Penelitian yang dilakukan
di luar organisme hidup Sehingga sulit
untuk menemukan efek klinis pada manusia
sementara studi pada manusia masih
terbatas dan ya masih terbatas pada
studi observasional yang hasilnya
berbeda karena berbagai faktor seperti
salah satu contohnya tuh kriteria yang
enggak seragam terus diagnosis klinis
yang berbeda dan sistem scoring yang
tidak
sama terus geng ada juga kekhawatiran
mengenai BPA yang bisa meningkatkan
risiko kanker seperti kanker payudara
ovarium dan prostat katanya Ya memang
ada Penelitian pada hewan yang
menunjukkan kontaminasi BPA pada bayi
hewan yang berkaitan dengan perubahan
pada ovarium dan meningkatnya jumlah di
ovarium dan juga penebalan dinding rahim
tapi geng sampai sekarang data yang
menunjukkan BPA yang menyebabkan kanker
pada manusia itu masih terbatas banget
sekarang juga belum ada penelitian
mengenai potensi efek BPA jangka panjang
terhadap manusia nah begitu juga dengan
kekhawatiran BPA yang bisa menyebabkan
gangguan infertilitas atau kesuburan dan
kelahiran prematur nah namun lagi-lagi
belum ada penelitian lebih lanjut yang
bisa membuktikan kedua hal tersebut nah
Oleh karena itu hingga saat ini BPA
masih dianggap sebagai sebuah kandungan
yang tidak mengancam kesehatan manusia
sama
sekali tapi meskipun begitu geng BPA
yang ada di kemasan dan bahan-bahan yang
berkontak dengan makanan dan minuman
memiliki aturan di berbagai negara sebab
ada beberapa temuan dari studi-studi
yang ada kalau BPA dalam dosis Tertentu
bisa mengubah fungsi dan organ yang
terkait hormon berkaitan dengan kejadian
berbagai penyakit yang ee enggak menular
pada manusia terus makanya walaupun
dikategorikan aman dan enggak mengancam
kesehatan tapi BP tetap dipantau agar
tidak melebihi kadar dan dosis yang
seharusnya Nah kalau untuk Uni Eropa
sendiri dari organisasi the Europe
commission batas BPA yang masih
diperbolehkan untuk berpindah dari
kemasan ke makanan dan minuman itu hanya
sebesar 0,6 mg/ kg makanan dengan batas
maksimal konsumsi BPA sebesar 0,01 mg/
kg berat badan per hari Nah ini di Eropa
nih geng dan batas ini ternyata juga
berlaku di Indonesia Korea Selatan dan
Cina yang menetapkan batas migrasi
maksimum dari ba pada semua kemasan
yaitu 0,6 bagian per juta atau bpj nah
di Indonesia sendiri BPOM melakukan
pengawasan terhadap kemasan galon air
minum yang terbuat dari polikarbonat
selama 5 tahun terakhir dan menunjukkan
bahwa migrasi BPA berada di bawah 0,01
bpj atau 10 mikg/ kg sehingga masih
dalam batas aman pada tahun 2021 BPOM
juga menyampaikan hasil pengawasan
mereka bahwa migrasi BPA dari kemasan
galon rata-rata sebesar 0,033 bpj yang
masih sangat jauh di bawah batas Aman
yang ditetapkan badan kesehatan dunia
nah tapi memang geng ada beberapa negara
ya salah satunya untuk Amerika dan
beberapa negara lain mereka itu sudah
melarang penggunaan BPA sebagai bahan
dasar produksi botol susu bayi dan
peralatan makanan bayi sementara untuk
Jepang batas aman penggunaan BPA tidak
boleh melebihi 2,5 mg/ kgnya Nah dari
sini kita bisa tahu ya Geng kalau belum
ada bukti tentang BPA yang membahayakan
kesehatan kita dan di Indonesia sendiri
sudah ada ketetapan mengenai bat bas
aman penggunaan BPA yang mana semua
produk air minum yang beredar di pasaran
ini juga berada di bawah batas yang
ditetapkan oleh BPOM Jadi enggak usah
khawatirlah geng ya kalau kalian meminum
air kemasan yang dikemas di dalam galon
polikarbonat ya itu semua sudah sesuai
dengan takarannya sudah sesuai dengan
kadarnya dan dosisnya jadi aman karena
ya Enggak cuma negara kita yang
menggunakannya bahkan di Eropa juga sama
Walaupun ada beberapa negara yang sudah
melarang ya terkhususnya untuk bahan dan
pembuatan peralatan makanan bayi Jadi
bukan untuk galon
oke itu dia geng pembahasan kita hari
ini mengenai BPA yang terkandung di
dalam galon polikarbonat yang banyak
kita gunakan di negara kita nah
kira-kira Menurut kalian tentang
pembahasan kita kali ini apa yang bisa
kalian sampaikan di kolom komentar