2 PENDAKI KELOMPOK FIERSA BESARI TEWAS DI PUNCAK CARSTENZS
iWewPSDaK-c • 2025-03-05
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
tim lain dalam pendakian kartens yang
bernama Dawa gialj sherpa nah tapi upaya
penyelamatan yang dilakukan oleh Dawa
terhenti di teras dua di sanalah dia
akhirnya menemukan lily dan Elsa dalam
kondisi yang sudah tidak tertolong
karena mereka berdua sudah tidak
bernafas lagi ternyata lily dan Elsa itu
mau memasang plakat untuk mengenang
teman mereka yang bernama Hanafi Tanoto
yang meninggal dunia di gunung tersebut
juga pada tahun sebelumnya plakat yang
mereka bawa itu bertuliskan perjumpaan
tidak pernah berakhir seperti awan
menjadi hujan dan kembali persatuanmu
kekal dalam kami dan semesta sang kalik
telah menyambutmu kau wariskan semangat
yang kami teruskan Wah gua merinding
geng sumpah demi Allah ini gua merinding
banget dengan
kata-katanya yo geng tekan tombol
subscribe
geng e Yo what's good Welcome back to
kamar Jerry
[Musik]
geng geng beberapa hari ini sosial media
lagi rame banget geng dengan adanya
sebuah kabar duka dari dua orang pendaki
perempuan ketika sedang mendaki di
gunung carstens dua orang pendaki
tersebut bernama Lily Wijayanti dan Elsa
Laksono nah mereka ini bukan orang yang
baru pertama kali mendaki tetapi
melainkan sudah menjadi pendaki
profesional jadi sudah sering baik Lily
maupun Elsa juga cukup dikenal oleh
sesama pendaki namun sayangnya mereka
harus menghadapi sebuah kemalangan
meninggal dunia di dalam pendakian di
Gunung carstens beberapa hari yang lalu
Nah dari kabar duka ini juga diketahui
kalau ada e seorang pendaki terkenal
sekaligus penyanyi juga dan penulis buku
yaitu yang mungkin kalian kalau aktif di
X pasti kenal dengan dia yaitu virs
besesari yang mana dia ini tergabung ke
dalam rombongan dengan Lili dan juga
nah netizen di saat itu sempat khawatir
dengan kondisi Firsa yang mana ketika
itu masih belum diketahui kabarnya Kalau
yang dua orang tadi sudah dipastikan
meninggal nah namun Virsa birsari itu
belum diketahui nih Apakah dia selamat
atau enggak karena memang benar-benar
putus kontak Nah beruntungnya kemarin
akhirnya virsabisari angkat bicara dan
menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi
ketika itu nah di video Kali ini Gua
akan menceritakan dan merangkum
Bagaimana kronologi kejadiannya dan apa
yang dialami oleh para pendaki ini
selama berada di Gunung carstens Nah gua
berharap video ini bisa menjadi sebuah
informasi serta edukasi buat kalian yang
ingin melakukan pendakian geng jadi
jangan sembarangan dan jangan juga
terlalu percaya dengan tahayul tentang
yang ada di alam tapi juga jangan
nantang alam gitu jadi selayak dan
sewajarnya aja ya Oke Langsung aja nih
kita bahas secara lengkap tentang kasus
yang satu ini di sisi lain
[Musik]
kita langsung masuk ke dalam kronologi
kejadian nih
[Musik]
geng Jadi sempat ramai adanya sebuah
berita duka dari kedua pendaki yaitu
Lily Wijayanti dan Elsa Laksono dalam
sebuah pendakian di Gunung carstens nah
mereka ini adalah dua dari 20 orang yang
tergabung ke dalam rombongan pendaki 20
orang tersebut terdiri dari lima pemandu
tujuh pendaki Indonesia enam pendaki
asing terus ada dua pendaki dari taman
nasional lawence menurut media Kompas
nih ya operator jasa kegiatan pendakian
diduga itu adalah dari pihak Indonesia
Expedition yang mana sementara pemegang
izin pendakian Yang menaungi Indonesia
Expedition ini adalah PT tropis
carstands Jaya nah 2 hari sebelum
kejadian tepatnya di tanggal 26 Februari
tahun 205 rombongan berangkat dari
Bandara Mozes kilangin Timika menuju ke
baseecamp yellow Valley atau Lembah
Kuning dengan menumpang helikopter nah
Sesampainya di sana mereka melakukan
aklimatisasi yaitu proses penyesuaian
diri organisme terhadap lingkungan jadi
mencoba beradaptasi dulu gitu dan Selain
itu para pendaki ini melakukan latihan
naik atau yang biasa disebut dengan
ascanding serta latihan turun
menggunakan tali atau deskanding jadi di
hari mereka sampai itu mereka enggak
langsung muncak mereka ee benar-benar
sudah prepare secara fisik dan juga
latihan jadi Jadi kalau dibilang mereka
ini naik ke sana asal-asalan
nekat-nekatan tanpa adanya persiapan itu
salah besar mereka Udah persiapan banget
dan semua persiapan itu perlu dilakukan
karena Medan Puncak kartens ini itu
berbentuk tebing yang sangat sempit dan
juga terjal dengan ketinggian sekitar
m lalu geng di hari Jumat tanggal 28
Februari tahun 2025 akhirnya rombongan
itu mulai melakukan perjalanan sekitar
jam .00 pagi nah lalu di jam 10 lewat 51
siang ini dari pagi sudahudah menuju
siang gitu ya rombongan melakukan
penyeberangan di jembatan tirolean nah
sekitar jam 2 siang para pendaki
terakhir itu berhasil mencapai puncak
carstans nah rombongan tersebut
sebenarnya sudah dilengkapi oleh HT ya
pakai HT atau handy talk namun HT mereka
pada saat itu dalam kondisi yang low
jadi enggak tahu mau diicharge di mana
sehingga enggak ada komunikasi pada saat
itu Nah setelah mereka sampai ke Puncak
rombongan ini ingin segera turun dari
sana cuma ada kendala yang terjadi sebab
sedang terjadi cuaca buruk dengan
turunnya hujan salju dan hujan deras
juga dan bahkan ditambah dengan angin
kencang hal ini sangat beresiko geng
bagi para pendaki karena di atas puncak
gunung itu kan pasti udaranya dingin
banget dan ditambah dengan turunnya
hujan salju hujan deras serta angin
kencang yang pasti akan menambah udara
dingin dan mereka benar-benar harus
struggle di sana kondisi seperti ini
rawan banget untuk membuat si para
pendaki ini mengalami hipo hipotermia
nah hipotermia sendiri itu adalah
kondisi di mana suhu tubuh Jadi turun di
bawah suhu normal yang diakibatkan
karena tubuh terpapar suhu yang sangat
dingin dan hipotermia ini bisa berdampak
terhadap gangguan jantung saluran
pernafasan sampai ke otak ada lima
pendaki yang terjebak karena cuaca buruk
tersebut dan mengalami hipotermia geng
ada salah satu pemandu yang bernama Nur
Huda yang di saat itu berhasil turun dan
tiba di baseecamp sekitar jam
845 malam padahal pada saat itu dia
sendiri terkena hipotermia tapi
sesampainya dia di baseecamp Nur Huda
itu mengabarkan ke tim yang ada di
baseecamp kalau ada lima pendaki lain
yang sedang terjebak dan terkena
hipotermia di atas Nah di sini
keadaannya itu benar-benar udah mencekam
nah ketika mendapatkan kabar tersebut
tim yang ada di baseecamp itu memutuskan
untuk membantu para pendaki yang masih
terjebak dan Nurhuda pun juga ikut di
dalam penyelamatan ini walaupun
Sebelumnya dia ah terkena hipotermia ya
tapi mau enggak mau karena itu memang
sudah tugasnya dia dan tanggung jawabnya
dia ya dia harus ikut membantu Nah
karena dia mengalami hipotermia juga
sebelum kembali ke Puncak bersama tim
Nurhuda ini sempat beristirahat sebentar
di baseecamp agar bisa mengumpulkan
energi baru dia kembali lagi naik
setelah pemulihan nah terus geng ada
salah satu pemandu lokal yang bernama
Yustinus segau dia ini sempat berusaha
naik menuju ke pendaki yang bernama
Indira Alaika terus ada Saroni dan juga
Alvin regy nah Alvin ini adalah gate
yang ikut terjebak di Puncak Nah posisi
mereka pada saat itu berada di Summit
reach yaitu punggungan Puncak nah
Yustinus di saat itu berjalan ke arah
mereka dengan membawa bantuan berupa
sleeping bag terus ada flashit air panas
dan juga membawa sebuah radio nah cuma
upaya penyelamatan diaat itu terhenti
karena cuaca semakin memburuk Jadi
mereka berhenti di yang namanya teras
besar nah ketika sudah enggak bisa lagi
melakukan penyelamatan Yustinus
memutuskan untuk kembali turun Namun
semua peralatan yang dia bawa untuk
penyelamatan dia tinggal di teras besar
dalam perjalanannya di saat itu dia
sempat bertemu dengan seorang pendaki
yang termasuk ke dalam rombongan yang
bernama Ludi nah saat itulah dia
langsung mendampingi Ludi hingga sampai
ke baseecamp upaya pertolongan juga
dilakukan oleh pemandu asal Nepal tim
lain dalam pendakian kartens yang
bernama Dawa gialj sherpa nah tapi upaya
penyelamatan yang dilakukan oleh Dawa
terhenti di teras dua di sanalah dia
akhirnya menemukan lily dan Elsa dalam
kondisi yang sudah tidak tertolong
karena mereka berdua sudah tidak
bernafas lagi nah jadi si Dawa ini yaitu
pemandu asal Nepal inilah yang menemukan
dua korban tadi gate Loka lainnya yang
bernama poxy dan Damar itu kembali
mencoba naik ke teras 2 untuk memberikan
bantuan kepada lily dan Elsa mereka
menghubungi tim di BS camp dan
melaporkan sudah memberikan pertolongan
kepada lily dan Elsa salah satu Git yang
bernama octris yang berkomunikasi dengan
poxy dan Dawa menginformasikan dari
baseecamp kalau ada dua pendaki
perempuan yaitu lily dan Elsa tadi yang
sudah tidak tertolong di teras du alias
sudah meninggal dunia Nah selanjutnya
seorang J yang bernama Huda itu naik
menuju ke puncak untuk menolong Indira
Alvin dan Saroni di Summit Rich tadi Nah
namun Huda mengabarkan kalau dia itu
udah enggak sanggup untuk meneruskan
perjalanan ke titik di mana Indira dan
Alvin dan saruni berada karena udah wah
kedinginan parah hipotermia capek dan
oleh karena itu Huda kemudian meletakkan
peralatan bantuan untuk mereka berdua di
bawah Summit Rich tadi Nah jadi di saat
itu emang udah enggak kuat lagi dia
untuk menuju
ke titik para pendaki yang terjebak nah
upaya penyelamatan selanjutnya di saat
itu membentuk dua tim penyelamat tim
pertama terdiri atas tiga gate
internasional yang bernama Garet Madison
tashi serpa dan juga Ben Jones nah
mereka bertiga bertugas untuk mendaki
kembali ke Summit R untuk menyelamatkan
Indira Alvin dan Saroni yang masih
selamat di saat itu nah sementara tim
yang kedua terdiri dari Dr Adnan dan
juga Meidi yang berjalan dengan tujuan
menjemput yang sudah meninggal yaitu
lily dan Elsa di teras du tim pertama
itu berhasil menjemput Indira Alvin dan
Saroni pada tanggal 1 Maret tahun 2025
nah ketiga gate asing tersebut langsung
memberikan kabar ke baseecamp kalau
Ketiga orang yang mereka tolong itu
masih hidup hanya saja dalam kondisi
yang kritis udah hampir meninggal dan
tim penyelamat memberikan pertolongan
pertama dan mengganti pakaian mereka dan
memberikan isotonik makanan serta
obat-obatan setelah itu tim penyelamat
serta tiga korban yang terjebak kembali
turun menuju ke Lembah Kuning Indira
Alvin dan Saroni yang tadi tadinya
terjebak langsung dilarikan ke rumah
sakit yang ada di daerah Timika
sementara itu jenazah dari lily dan Elsa
yang sudah tidak bisa diselamatkan
diturunkan sampai ke Lembah Kuning pada
Sabtu sore tanggal 1 Maret tahun 2025
namun menurut Rahman Muklis sebagai
ketua Asosiasi pemandu gunung Indonesia
atau apgi dia menyebutkan kalau evakuasi
korban baru akan dilakukan di hari
Minggu tanggal 2 Maret tahun 2025 dan
jenazahnya diinapkan di Lembah Kuning
pada pagi hari Basarnas melakukan
evakuasi terhadap jenazah Elsa dengan
mengguna akan helikopter Nah jadi proses
evakuasinya tuh benar-benar E seribet
itu geng gila banget dan jenazahnya
keduanya diturunkan di helipad Bandara
upbu Mozes kilangin Timika Kabupaten
Mimika Provinsi Papua Tengah untuk
dikirimkan ke RSUD Timika pada saat itu
evakuasi dilakukan sampai jam 300 sore
dan evakuasi kemudian dihentikan
sementara karena cuaca yang tidak
mendukung jadi cuacanya ekstrem banget
dan rencana pelaksanaan evakuasi
dilanjutkan di hari Senin tanggal 3
Maret tahun 2025 terhadap Lili dan para
pendaki yang selamat nah di hari Senin
pagi salah satu operator lokal pendakian
kartens yang bernama Irfan Erianto itu
mengatakan kalau jenazah Lily sudah
berhasil dievakuasi dari Lembah Kuning
dan lily pun dibawa ke RSUD Timika sama
seperti Elsa itu berhasil dievakuasi
kurang lebih jam an ya E itu berhasil
dievakuasi menuju Moses kilangin dan E
langsung dibawa menuju Rumah Sakit Umum
Daerah di tim
m Nah sekarang kita bakal masuk nih geng
ke dalam pembahasan mengenai siapa lily
dan Elsa ini sampai akhirnya ditemukan
meninggal dunia di puncak kartens nah
kabarnya Mereka berdua adalah pendaki
profesional Kok bisa sampai kayak gini
kita
bahas jadi geng lily dan Elsa merupakan
seorang pendaki senior yang sudah
bersahabat sejak di bangku SMP lily dan
Elsa juga merupakan alumni SMA Katolik
Albertus atau Dempo Malang angkatan 1984
mereka sama-sama memiliki hobi mendaki
gunung berawal dari sinilah keduanya
melakukan pendakian bersama sejak usia
18 tahun yang mana pada saat itu mereka
berhasil menaklukkan Gunung Bromo nah
Lily Wijayanti pogiono lahir di Malang
pada tanggal 2 Oktober tahun 1965 dan di
dalam kesehariannya Lily ini adalah
seorang desainer melalui usaha bisnis
yang diberi nama labelfame atau yang
disingkat dengan lbf dan ber domisili di
Bandung nah dia ini sudah mendaki
sekitar 30 gunung termasuk dengan gunung
Merbabu cirmai Manglayang Slamet
Burangrang Kelut Kerinci Semeru Rinjani
Bukit Raya Latimojong dan binaya Nah
jadi udah cukup berpengalaman dia dan
untuk bisa menjaga ketahanan fisiknya
Lily ini bahkan melakukan latihan panjat
tebing di Citatah 90 Kabupaten Bandung
Barat Lily memiliki sebuah akun
Instagram dengan username Mam pendaki
yang dia jadikan sebagai media untuk
mengunggah hobinya tersebut yaitu ya
mendaki gunung dan lily diketahui sudah
mendaki tujuh gunung yang ada di dalam
negeri atau yang dikenal dengan the
Seven summits nah yang mana 4 hari
sebelum pendagiannya ke carstands Lily
ini sempat membuat sebuah video yang
memperlihatkan momennya dia ketika
memilih berbagai keperluan yang akan dia
kenakan nanti ketika mendaki carsts
mulai dari jaket celana dan juga sepatu
nah sementara Elsa merupakan seorang
pendaki perempuan asal Malang Jawa Timur
yang lahir pada tanggal 24 Juli 1965 dan
tinggal di Jakarta Nah dia ini dikenal
sebagai Mamak gigi panggilan ini karena
Elsa yang ternyata berprofesi sebagai
seorang dokter gigi geng Nah jadi bisa
dilihat ya background mereka berdua
bukan orang-orang biasa-biasa gitu yang
satu desainer yang satu dokter Nah Elsa
ini memiliki ruko yang dijadikan klinik
gigi yang bernama Radian dental care
yang berada di kawasan Tebet dia juga
tinggal di ruku tersebut bersama dengan
suaminya yang bernama Andi Mulya Halim
Elsa itu memiliki akun Instagram GR
explore with Elsa dan sejak dia masih
muda Elsa sudah memiliki rasa cinta
dengan alam dia diketahui sudah mendaki
gunung Sumbing Papandayan Samet dan juga
Mahameru nah bersama dengan Lily Elsa
juga diketahui pernah mendaki gunung
tertinggi di dunia yaitu gunung Everest
yang berada di Nepal pada tahun 2019
jadi saking cintanya mereka berdua
dengan gunung ketika Elsa berulang tahun
ke-50 mereka ingin merayakannya dengan
mendaki gunung Semeru namun di saat itu
ya berakhir gagal nah namun hal itu
tidak membuat mereka putus asa di saat
itu tapi justru mereka melanjutkan
pendakian mereka ke berbagai Gunung yang
lain geng sampai-sampai Lili ini
memberikan julukan kepada mereka berdua
nih ya nama Apa ya nama bestinya lah
nama persahabatan mereka yaitu Ratu
pendaki atau dengan kata lain hiking
Queen Nah jadi memang dua sahabat yang
sefrekuensi yang hobinya sama dan suka
mendaki gunung nah mereka berdua ini ya
memang dipertemukan untuk menghabiskan
waktu bersama dengan hobi yang sama dan
sedihnya ya mereka harus bertemu dengan
ajalnya dengan cara mereka sendiri dan
di jalan yang mereka sukai yaitu mendaki
gunung ya bisa dikatakan secara enggak
langsung saking cintanya sama alam ya
sampai jiwa dan raga mereka mereka
persembahkan untuk Alam eh kita bacakan
Alfatihah untuk kedua korban ya geng
Oke kita lanjut lagi Nah pasti timbul
pertanyaan lalu Dalam rangka apa mereka
berdua mendaki gunung kartens ini nah
jadi geng kabarnya pendakian ini tidak
hanya mereka lakukan untuk
bersenang-senang tapi ada alasan
tersendiri ternyata lily dan Elsa itu
mau memasang plakat untuk mengenang
teman mereka yang bernama Hanafi Tanoto
yang meninggal dunia di Gunung tersebut
juga pada tahun sebelumnya plakat yang
mereka bawa itu bertuliskan perjumpaan
tidak pernah berakhir seperti awan
menjadi hujan dan kembali persatuanmu
kekal dalam kami dan semesta sang kalik
telah menyambutmu kau wariskan semangat
yang kami teruskan Wah gua merinding
geng sumpah demi Allah ini gua merinding
banget dengan kata-katanya Wah gila
mereka kayak mau ngasih plang itu
sebagai Bukan perpisahan ya mengenang ya
tapi akhirnya Tuhan ngasih mereka jalan
untuk bertemu langsung dengan sahabat
mereka di alam yang
berbeda gua merinding banget Dan di saat
itu geng setelah mereka berhasil
mencapai puncak carstance lily dan Elsa
berhasil memasang pelakat tersebut dan
sayangnya seperti yang kita tahu ya hal
yang tidak diinginkan terjadi di gunung
yang sama tempat meninggalnya Hanafi
lily dan Elsa juga akhirnya berpulang
dan apa yang sebenarnya terjadi ketika
mereka terjebak nih nah Apa penyebab
mereka meninggal dunia Jadi menurut
informasi yang gua dapatkan dari
keterangan Kapolres Mimika yang bernama
AKBP belianda hild Rio lily dan Elsa ini
meninggal ketika perjalanan turun dari
puncak carstance karena indikasi gejala
akut mountain sickness atau disingkat
dengan AMS nah AMS ini adalah kondisi
ketika tubuh tidak bisa beradaptasi
dengan kadar Oksigen yang rendah di
ketinggian sebuah tempat nah jadi itu
semakin tinggi tempatnya oksigennya
semakin enggak ada makin sesek dan makin
dingin pastinya dan AMS ini bisa
menyerang siapa saja termasuk pendaki
gunung sampai pemain Ski dan Billy juga
memastikan tidak ada unsur kelalaian
dari pihak sponsor pendakian atas
meninggalnya lily dan Elsa sehingga ini
semuanya murni ya kecelakaan murni eh
tragedi yang tidak disengaja dan
penyebabnya adalah AMS
dan pihak keluarga Lily meminta agar
jenazahnya sekalian dimandikan
dibersihkan dan didoakan di rumah sakit
pada hari Senin tanggal 3 Maret tahun
2025 kedua jenazah akhirnya diterbangkan
ke Jakarta sekitar jam
1045 pagi nah suami dari Lily yang
bernama freegard di saat itu berencana
ingin memakamkan jenazah Lily di San
Diego Hill Memorial Park yaitu yang ada
di Karawang nah sementara jenazah dari
Elsa Sesampainya di Jakarta langsung
disem amkan di rumah duka Carolus yang
berada di Salemba Jakarta Pusat jenazah
Elsa ini akan dikremasi ya sesuai dengan
kepercayaan yang dianut oleh
keluarga Setelah beredarnya kabar
mengenai lily dan Elsa yang meninggal
dunia terdengar kabar juga ada salah
seorang selebritas Indonesia yaitu
seorang penyanyi dan penulis yang
bernama Virsa Besari yang mana ternyata
dia juga berada di dalam rombongan yang
sama di saat itu sempat ada kekhawatiran
mengenai bagaimana kondisi dari Virsa
geng karena dia sempat hilang kontak
dengan keluarga namun beruntungnya Virsa
di saat itu berhasil selamat dan dia
yang menceritakan apa yang sebenarnya
terjadi saat itu nah sekarang kita akan
masuk ke dalam penjelasan dan cerita
dari Virsa Besari pada saat
kejadian nah Virsa ini diketahui
termasuk ke dalam rombongan yang sama
dengan dua korban tadi yaitu lily dan
Elsa keberadaannya dia sempat dipert
tanyakan dan tidak diketahui ketika dia
hilang kontak dengan istrinya banyak
orang yang merasa khawatir dengan
kondisi Virsa di saat itu termasuk
rekannya sesama musisi yaitu Sal Priadi
yang mengungkapkan kekhawatirannya di
salah satu tweet yang ada di
X bahkan di saat itu tersebar luas isi
chat dari sang istri yang terakhir kali
menghubungi virsabesari yang mana Udah
centang satu wah ini kondisinya
benar-benar bikin cemas gitu ya bayangin
kalian di posisi istrinya nghubungin
pasangan kalian atau saudara kalian
keluarga kalian tapi udah ceklis satu
dan diketahui dia di dalam kelompok
orang yang meninggal dunia apa enggak
Wah hancur runtuh banget rasanya hidup
gitu ya dan chat ini sempat diposting
oleh istrinya di Story Dan itu menjadi
heboh dan sangat viral namun geng
alhamdulillahnya gitu ya kekhawatiran
akan hilangnya virs Besari Ini akhirnya
terjawab sudah jadi di tanggal 3 Maret
kemarin ya Virsa Besari akhirnya memberi
update meng ai kondisinya dia dan
menceritakan apa yang dia alami ketika
berada di puncak carstance di sebuah
postingan di Instagramnya Virsa
menyatakan kalau dia sudah sampai di
Timika dia selamat dia bersama dengan
seseorang yang bernama furki shahroni
dan kondisinya sudah stabil
penyelamatannya dia pada saat itu sempat
mengalami kendala yang disebabkan karena
cuaca buruk yang berdampak pada lalu
lintas helikopter
dan di dalam postingan tersebut Virsa
juga menyampaikan belasngkawa terhadap
Lily serta Elsa dan dia kemudian
menjelaskan walaupun berada di dalam
rombongan yang sama dengan lily dan Elsa
tapi rombongan tersebut sebenarnya
terdiri dari sejumlah grup dengan
operator pendakian yang berbeda-beda Nah
jadi Firsa mengatakan kalau dia tidak
berada di dalam grup yang sama dengan
lily dan Elsa karena operator yang
digunakan Virsa berbeda dengan mereka
timnya Virsa ini terdiri dari tiga orang
dan Selain itu ada pendaki yang
merupakan warga negara asing serta ada
yang dari pihak Balai taman nasional
yang bersama
Virsa Virsa dan furki tiba di baseecamp
yellow Valley pada tanggal 28 Februari
tahun 2025 tepat jam
2248 malam dan baru mendapatkan kabar
bahwa ada lima pendaki yaitu Lily Elsa
Indira Alvin dan Sahroni yang terjebak
di atas itu pada tanggal 1 Maret tahun
2025 sekitar jam 4 pagi nah rombongan
yang berada di baseecamp berusaha untuk
mengontak korban yang terjebak
menggunakan HT agar tetap merespon
sampai pada akhirnya para korban
dijemput oleh para relawan baik yang
lokal maupun internasional pada tanggal
1 Maret 2025 nah di dalam tulisannya
tersebut Virsa juga mengucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang supportif
dalam proses evakuasi terutama untuk
seluruh kru dan pendaki di yellow Valley
namun di akhir tulisannya tersebut Virsa
menghimbau agar netizen tidak
mengeluarkan asumsi teori apalagi
komentar yang tidak berempati untuk
untuk menjaga perasaan keluarga yang
ditinggalkan Ya karena memang seperti
yang kita tahu Ya dari kasus ini banyak
banget kayak netizen-netizen yang enggak
tahu apa-apa enggak tahu cerita
sebenarnya itu langsung mencela yang
kayak Siapa suruh ngedaki bikin capek
timsar bikin ngabis dana e bensin
helikopter nolong kalian ya sekalian
begini sekalian Begitu pokoknya
kejam-kejam bangetlah padahal ya ada
nyawa yang melayang di sini ada nyawa
yang hilang ada keluarga yang berduka
jadi kita juga enggak bisa menyalahkan
siapapun geng Nah terus di pembahasan
kali ini dirasa kurang lengkap kalau
kita tidak menjelaskan tentang Gunung
ini gunung yang memakan korban ini yaitu
yang bernama gunung carstens seberapa
beresiko gunung tersebut Sekarang kita
akan masuk ke dalam pembahasan mengenai
fakta-fakta tentang Gunung karstens
[Musik]
ini jadi geng gunung kstens dikenal juga
sebagai Gunung Jayawijaya nah sebenarnya
sering kita dengarlah Gunung ini sering
kita dengar di dalam pemberitaan tentang
Papua dan gunung tersebut menjadi bagian
dari pegunungan barisan Sudirman yang
terletak di Kabupaten Mimika Provinsi
Papua Tengah Puncak carstens ini atau
Puncak Jaya ini memiliki ketinggian
mencapai
4.884 mdpl sehingga tercatat sebagai
puncak tertinggi di Indonesia bahkan
tercatat menjadi salah satu paling
tinggi di dunia sementara di kawasan
Asia Gunung ini termasuk tertinggi
ketujuh sehingga ya masuk ke dalam
daftar Seven Summit dan Selain itu
puncak ksens ini termasuk Pegunungan
yang unik di dunia di sekitar gunungnya
terdapat glisterer carstens yang menjadi
satu-satunya glisterer Tropika yang ada
di Indonesia yang masih tersisa hingga
saat ini dan berdasarkan cerita dari
gali donikara seorang pegiat alam yang
diwawancarai oleh BBC pendakian ke
Puncak carstens ini memiliki tingkat
kesulitan dan keunikan khusus bahkan
bagi pendaki internasional yang sudah
berpengalaman dan Hal ini disebabkan
karena Medan dan cuacanya yang basah
serta super dingin karena faktor
tersebut dibutuhkan beberapa hal yang
harus di persiapkan untuk mendaki Puncak
carstance nah yang pertama yaitu
kemampuan teknik yang memadai yaitu
pengetahuan tentang teknik pemanjatan
dan alat-alat panjat tebing terus
selanjutnya adalah kondisi cuaca di
carstens yang merupakan kombinasi antara
air hujan tropis dan juga salju nah
sebab menurut gali terkadang pendaki
hanya fokus untuk menyiapkan alat-alat
untuk menghangatkan tubuh tapi mereka
lupa untuk mempersiapkan alat di saat
kehujanan nah Hujan Basah itu
menyebabkan kelembaban yang mempersulit
untuk seseorang melakukan pernafasan di
area tinggi yang sangat minim oksigen
nah udara dingin dan hujan menjadi
pengaruh penting dalam meningkatkan
potensi terjadinya hipotermia kalau
pakaian sampai basah dan dinginnya
sampai ke kulit kita Nah itu akan
mempercepat proses kehilangan panas di
tubuh yang bisa menyebabkan halusinasi
hingga pingsan nah pingsan yang tidak
tertangani inilah yang bisa berujung ke
kematian nah hal selanjutnya yang enggak
kalah penting adalah analisis cuaca
sebelum pendakian Karena wilayah
carstens ini memiliki cuaca yang
berubah-rubah biasanya ini terjadi
karena pendaki suka mengab baikan cuaca
buruk karena alasan waktu yang tinggal
sedikit lagi dan mereka tuh ya udah gitu
daripada ya buang-buang waktu hajar aja
L gitu modal nekad dan mereka biasanya
merasa tanggung kalau enggak segera
diselesaikan padahal inilah yang bisa
meningkatkan resiko
keselamatan Galih menyoroti kalau
pengabaian cuaca sering terjadi di
tingkat regulator yaitu pihak yang
memiliki otoritas di kawasan menurutnya
regulator harus berani untuk
mengeluarkan instruksi stop pendakian di
saat cuaca ekstrem saat ini dan biasanya
bulan Januari sampai Maret pendakian itu
ditutup dan baru dibuka lagi bulan April
tapi sekarang malah udah dibuka padahal
carstens itu sudah lama ditutup sejak
covid dan untuk itu pihak yang
bertanggung jawab di kawasan carstens
itu haruslah mengetahui kondisi Gunung
tersebut apakah aman atau justru
membahayakan ya jangan sampai kayak gini
dan ditambah lagi pihak regulator harus
melakukan seleksi ketat bagi para
pendaki yang ingin naik ke puncak
carstance mulai dari pemeriksaan medis
alat-alat jumlah Porter dan juga
skenario operasi penyelamatan jika hal
buruk
terjadi Nah itu dia geng pembahasan kita
kali ini mengenai dua pendaki yang
meninggal dunia yang bernama lily dan
Elsa di puncak carstens atau yang
disebut dengan puncak Jayawijaya dan
juga ya kasus ini kenapa viral banget ya
karena melibatkan salah satu selebritas
tanah air yang bernama Virsa Besari
yaitu seorang penyanyi dan gua harap
Dari video ini bisa menjadi informasi
tambahan buat kalian yang mau mendakai
gunung ya lebih pikir panjang dulu apa
apa di antara kalian yang mungkin juga
hobi mendaki gunung Coba deh Tuliskan
pendapat kalian dan Mungkin kalian bisa
sharing tips-tips mendaki gunung di
kolom komentar
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:31 UTC
Categories
Manage