RATU NARK0BA JAMBI ! 1 MINGGU HASILKAN 4 MILYAR RUPIAH DARI JUALAN S4BU
2hMNc2PBG-M • 2025-02-22
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
di saat itu ada video yang terekam
Bagaimana aksi dari para emak-emak
tersebut menerobos masuk ke dalam sebuah
rumah dan masuk ke dalam beberapa kamar
yang ada di rumah tersebut nah di sana
para emak-emak ini ya menemukan berbagai
macam bukti kalau memang orang-orang
yang ada di dalam rumah tersebut adalah
ya para pengguna narkoboy karena di sana
ditemukan adanya alat hisab ee terus ada
sisa-sisa dari narkobo yang ditinggalkan
oleh para pemakai karena panik
gitu terus mereka berdua berperan
sebagai koordinator dari tujuh baseecamp
di Jambi ya tujuh baseec nih bayangin
tuh ada tujuh tempat menikmati narkoboy
di Jambi yang dikontrol dankelola oleh
mereka dan juga dari sana mereka
mendistribusikan narkoboy jenis
sabu-sabu sekitar 500 sampai 1000 gram
setiap minggu huh banyak banget Dan dari
hasil penjualannya tersebut mereka bisa
mendapatkan keuntungan mulai dari r00
juta sampai 1 M 1 miliar dalam seminggu
Buset kita yang sekolah capek-capek
kerjaan susah mereka dapat seminggu R
miliar loh dari menjual barang haram e
Yo what's good Welcome back to kamar
[Musik]
Jerry geng geng Oke kalian pasti ingat
nih geng Waktu itu gua pernah membahas
mengenai sebuah topik tentang kasus
seorang wanita asal Aceh yang ternyata
dia menjadi pemimpin kartel narkoboy nah
orangnya cantik tik berhijab ya layaknya
wanita-wanita Aceh gitu ya wajahnya itu
kayak campuran Arab atau India nah
bahkan nih ya wanita tersebut
disebut-sebut sebagai ratu narkoboy dan
Katanya sih ratu narkoboy satu-satunya
di Indonesia gitu asal Aceh nah tapi
ternyata itu enggak benar bukan
satu-satunya sekarang akhirnya ditemukan
satu orang lagi Ratu narkoboy yang
kasusnya mirip banget dengan yang ada di
Aceh nah ini adalah seorang perempuan
yang disebut sebagai Ratu narkoboy asal
Jambi nah perempuan Ini mendapat julukan
Ratu narkoboy asal Jambi Karena sepak
terjangnya di dunia barang haram ini
udah cukup panjang dan namanya itu
adalah Helen sebagai Bandar tentu dia
enggak bekerja sendiri keluarganya
ternyata ikut terlibat di dalam bisnis
haram ini dan bersama-sama menjalankan
perdagangan narkoboy di sana Nah
pengusutan kasusnya juga enggak bisa
dikatakan cepat karena Helen ini dengan
kaki tangannya itu bisa melarikan diri
dari Jambi yang membuat pihak kepolisi
memburu mereka semua selama
berbulan-bulan bahkan ada yang tahunan
sampai pada akhirnya berhasil ditangkap
di tahun lalu nah di video kali ini kita
bakal merangkum nih geng kasus ini dan
membahas tentang kronologi
penangkapannya yang mungkin e buat
kalian yang belum tahu dan juga enggak
tinggal di Jambi gitu ya bisa mengetahui
kasus ini dan ini bisa menjadi sebuah
informasi yang baru buat kalian yang
mungkin tidak tinggal di Jambi jadi
langsung aja kita bahas secara lengkap
tentang kasus Ratu narkoboy asal Jambi
ini di sisi
[Musik]
lain oke kita langsung ke kronologi awal
mula e kasus ini terungkap jadi si ratu
ini bisa
tertangkap jadi geng Biasanya
kasus-kasus seperti ini berawal dari
warga yang merasa resah karena adanya
kecurigaan t tang sebuah tempat yang
diduga sebagai lokasi pembuatan atau
penyimpanan narkoboy nah terus warga
melaporkan ke polisi baru setelah itu
polisi langsung menggerebek tempat
tersebut Nah jadi bisa dikatakan ada
informannya ada cepunya tapi di kasus
Kali ini beda geng apa yang beda
ternyata kalau di kasus ini warganya
memang sudah merasa kalau ada satu rumah
yang mencurigakan di kampung yang
berlokasi di rt05 payos sigadung
Kelurahan Rawasari Kecamatan alam
barajok kota Jambi yang mana Di saat itu
masyarakat menduga itu rumah sebagai
tempat lapak narkoboy narkoboy-narkoboy
tersebut disimpan di sana dan bahkan ada
banyak para pemakai yang datang ke rumah
tersebut untuk berpesta atau
mengkonsumsi narkoboy bersama-sama Nah
karena sering didatangi oleh para
pemakai Kampung tersebut selalu bising
dan apalagi warga-warga di sana juga
tidak mengenal siapa aja yang keluar
masuk di kampung mereka gara-gara ada
pedagang narkoboy nah lalu geng karena
warga sudah merasa Jengah dengan situasi
yang tidak kondusif tersebut di
pemukiman mereka bahkan dikatakan warga
juga mengalami kerugian yang disebabkan
karena banyaknya barang yang hilang
seperti motor mesin air Handphone sampai
laptop yang dibobol oleh maling dan
rata-rata malingnya itu adalah
orang-orang yang ingin memakai narkoboy
tapi enggak punya uang jadi akhirnya
menghalalkan segala cara kehilangan
barang ini juga enggak hanya dirasakan
atau terjadi di lingkungan RT Mereka aja
tapi juga udah sampai ke RT yang lain
yang akhirnya di saat itu sudah sangat
meresahkan nah warga Ini akhirnya
melaporkan kepada pihak kepolisian ini
yang uniknya ya geng dikatakan pada saat
penggerebekan rumah yang diduga menjadi
tempat pesta narkoboy ini
penggerebekannya itu bukan dilakukan
oleh pihak berwenang seperti polisi atau
BNN tetapi melainkan dilakukan oleh para
emak-emak atau dengan kata lain ya
warganya sendiri yang melakukan
penggerebekan tepat pada bulan Juli
tahun 2023 di saat itu ada video yang
terekam Bagaimana aksi dari para
emak-emak tersebut menerobos masuk ke
dalam sebuah rumah dan masuk ke dalam
beberapa kamar yang ada di rumah
tersebut nah di sana para ema-emak ini
ya menemukan berbagai macam bukti kalau
memang orang-orang yang ada di dalam
rumah tersebut adalah ya para pengguna
narkoboy karena di sana ditemukan adanya
alat hisab e terus ada sisa-sisa dari
narkobo yang ditinggalkan oleh para
pemakai karena panik
Gitu Buk Ini tegak di sini ditangkap
polisi
dan masih banyak lagi di sana juga
ditemukan adanya sejumlah uang yang
tergeletak di kamar sebesar Rp20 juta
dan di dalam video tersebut juga ada
seorang pria yang terlihat sedang teler
terus sampai dimarah-marahi oleh salah
satu emak-emak yang ikut di dalam
penggerebekan tersebut menurut kesaksian
dari salah satunya yang berinisial s
salah satu dari emak-emak tersebut
bercerita pada saat penggerebekan ada
sekitar 20 orang pemakai yang berada di
dalam rumah nah tapi mereka Langsung
melarikan diri Ya ketar-ketir ketika di
grebek oleh emak-emak dari 20 orang
tersebut semuanya adalah laki-laki namun
masih ada yang di bawah umur yang
diperkirakan mungkin masih duduk di
bangku SMP dan kebanyakan adalah
orang-orang yang berasal dari luar
Kampung tersebut jadi orang-orang luar
yang datang ke sana aktivitas pemakai
narkoboy ini ya sudah berlangsung selama
setahun geng dan setiap harinya banyak
pengguna narkoboy yang datang ke sana
dan di dalam penggerebekan tersebut
emak-emak ini tidak bertindak sendirian
karena dibantu atau didampingi oleh
Babinsa dan BAB bcome tipmas yang juga
membantu mengamankan penggerebekan
tersebut agar mengantisipasi hal-hal
yang tidak diinginkan di video
penggerebekan yang dilakukan oleh
emak-emak itu ya viral banget dan menuai
berbagai pujian dari netizen nah ini
yang dinamakan The Power of emak-emak
Nah jadi jangan pikir The Power of
emak-emak itu cuma ada bagi mereka yang
naik motor sein kiri belok kanan enggak
itu doang tapi The Power of em-ema itu
bisa terjadi di kasus-kasus kayak gini
kalau mereka udah Jengah banget dengan
sesuatu mereka mereka akan bersatu dan
mereka grebek dan jarang sekali orang
berani gitu kalau melawan
emak-emak terus geng singkat cerita ya
setelah penggerebekan tersebut kasus ini
pun akhirnya ditelusuri oleh pihak
kepolisian untuk mencari tahu dari
manakah para pemakai narkoboy ini
mendapatkan narkoboy dan memperjualkan
narkoboy tersebut sampai pada akhirnya
polisi mengetahui kalau para pemakai
narkoboy di rumah tersebut menjadi
bagian dari jaringan perdagangan narkobo
yang lebih besar lagi yang ternyata
dikendalikan atau dioperasikan oleh
seseorang yang bernama Helen yaitu
seorang perempuan yang dijuluki sebagai
Ratu narkoboy asal Jambi penyelidikan
pun dilakukan untuk bisa mengusut kasus
ini secara tuntas dengan memburu si ratu
narkobo yang bernama Helen tadi beserta
dengan para kaki tangannya saat itulah
perburuan semakin tajam sekarang kita
bakal masuk nih ke dalam pembahasan
Penyelidikan dan penangkapan Helen
berserta dengan anggota atau kaki
tangannya jadi geng terkuaknya sebuah
rumah yang di jadikan sebagai tempat
untuk memakai narkoboy atau bertransaksi
narkoboy nah Helen sebagai pengendali
jaringan tersebut dari Jambi itu
langsung mengambil tindakan cepat dengan
melarikan diri dari kota tersebut hal
ini membuat polisi jadi kesulitan pada
saat itu untuk mencari jejaknya Helen
nah ditambah polisi berkeyakinan kuat
kalau dalam menjalankan bisnis haram
tersebut Helen ini enggak sendirian
pasti ada backupnya dia pasti memiliki
kaki tangan juga dan anak buah untuk
membantu dia dalam menyebarkan atau ya
menjual narkobo hasil buatan dia ini dan
oleh karena itu polisi membutuhkan waktu
hingga berbulan-bulan untuk bisa
menemukan jejak keberadaan Helen serta
anggotanya yang lain nah singkat cerita
sampai pada akhirnya polisi pun
menemukan titik terang dari sebuah
pengungkapan dan penangkapan terhadap
seseorang yang terlibat di dalam kasus
narkoboy jenis sabu yang berinisial Ay
di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi
pada 22 Maret tahun 2024 ketika Si aye
ini tertangkap polisi langsung memeriksa
dia untuk mengetahui dari mana Ay ini
mendapatkan narkoboy jenis sabu tersebut
nah Ay ini pun mengaku dan polisi
mengembangkan atau merunut nih dari
pengakuan si aye Ini yang mana dia
mengatakan kalau dia mendapatkan sabu
tersebut dari seseorang dengan inisial
Aa nah mendapatkan informasi itu dari Ay
pihak kepolisian dengan cepat bergerak
mencari keberadaan dari si Aa dan si Aa
pun tertangkap nah singkat cerita polisi
setelah berhasil menangkap aa tapi bukan
di Jambi di saat itu melainkan di
kabupaten Indragiri Hilir Riau pada
tanggal 28 Juli tahun 2024 nah ketika
ditangkap Polisi menyita barang bukti
yaitu narkoboy jenis habbu sebanyak 4
gram pada saat si Aa ini diinterogasi
dia pun mengaku bahwa mendapatkan barang
haram tersebut dari dua orang yang
selama ini dicari oleh Polisi yaitu
Helen dan juga kaki tangannya yang
berinisial Dede Dede yang kemudian ya
diketahui namanya Didin ya Didin namanya
jadi ini benar-benar penjualan narkobo
yang berantai gitulah jadi dede Ini
salah satu orang kepercayaan ya Helen
jadi penjualannya itu udah manjang
banget mengakar banget Dari orang ke
orang tapi geng walaupun polisi sudah
mendapatkan informasi kalau Aa
mendapatkan narkoboynya dari Helen dan
juga Didin polisi di saat itu masih
kesulitan untuk bisa mengendus jejak dua
orang ini karena nih kepala ularnya nih
dua orang ini nih Helen dan Didin ini
karena mereka diduga di saat itu sudah
tidak berada di Pulau Sumatera lagi udah
kabur entah ke mana Nah singkat
ceritanya lagi geng berbulan-bulan
kemudian polisi akhirnya berhasil
menemukan keberadaan dari Didin yang
ternyata dia berada di sebuah hotel di
wilayah setiabuddi Jakarta Selatan nah
udah nyeberang ke pulau Jawa dan di saat
itu langsunglah meluncur Polisi ke
lokasi di mana Didin berada pada saat
itu dia sedang bersama dengan istrinya
polisi langsung menangkap dan membawa
pergi Didin dari sana Nah namun geng di
dalam penangkapan ini ada dua versi
informasi yang gua dapatkan nih geng ya
ini Nanti kalian bisa cross check
sendiri informasi mana yang e benar gitu
ya jadi di sini gua kasih tahu
dua-duanya Jadi ada informasi yang
mengatakan kalau penangkapannya terjadi
pada tanggal 9 Oktober 2024 pada jam
09.00 malam tapi di informasi lain
dikatakan Didin ini justru tertangkap Di
keesokan harinya yaitu 10 Oktober 2024
jam 1 dini hari Nah buat kalian yang
mungkin lebih dulu mengetahui atau
ngikutin kasus ini boleh kasih informasi
yang pastinya tanggal berapa sih si
Didin ini tertangkap geng Nah tapi
berdasarkan pengakuan Didin kepada
polisi nih ya dia ini eh dikatakan
adalah tangan kanan Helen atau orang
kepercayaan yang membantu Helen untuk
mengendalikan J jaringan narkoboy yang
dijalankan oleh si ratu narkoboy Jambi
tersebut Nah dari penangkapan Didin
inilah akhirnya polisi bisa mengetahui
keberadaan dari Helen yang ternyata juga
berada di Jakarta tepatnya di wilayah
Kembangan Jakarta Barat dan tanpa
berpikir panjang polisi langsung menuju
k Kembangan untuk mencari keberadaan
Helen dan pada akhirnya Helen si ratu
narkoboy asal Jambi ini berhasil
ditangkap sekitar jam 4.00 pagi di
tanggal 10 Oktober tahun 2024 Nah dengan
tertangkapnya Helen enggak semerta-merta
membu buat polisi langsung menghentikan
kasus ini geng sebab dugaan kuatnya
kalau masih ada orang-orang yang
terlibat di dalam jaringan ini yang
masih belum tertangkap ini bahaya kalau
misalkan helennya langsung ditangkap
terus polisi menghentikan penangkapan
terhadap yang lain bisa-bisa si Helen
ini memang di dalam penjara tapi dia
masih bisa mengendalikan atau mengontrol
bisnisnya dari luar karena kaki
tangannya masih ada di luar nah jadinya
di saat itu polisi masih melanjutkan
pencarian terhadap tersangka atau pelaku
yang lain terus masih di tanggal yang
sama yaitu tanggal 10 Oktober 2024
polisi kembali melakukan penangkapan
terhadap empat orang lain yang
berinisial C CH y dan juga a yang
berasal dari kota Jambi mereka berempat
ini adalah kaki tangan dari Helen yang
lain alias anggota kesayangannya lah Nah
sampai tiba pada keesokan harinya polisi
di saat itu masih melakukan penangkapan
dan penangkapan ini dilakukan terhadap
tiga orang yaitu yang bernama tikui
Ameng dan satu orang yang berinisial m
tikui dan Ameng ini adalah saudara dari
Helen nah tikui adalah kakaknya
sementara Ameng adalah adiknya dan
mereka berdua ini sama-sama merupakan
Bandar narkoboy seperti Helen nah tikui
juga dikenal dengan sebutan Mr T dan dia
ini sempat melarikan diri dari
pengejaran polisi namun berhasil
ditangkap ketika polisi menggerebek
rumahnya dia yang berada di kawasan
jelutung kota Jambi terus geng pada
tanggal 12 Oktober tahun 2024 tikui
Ameng serta m itu diberangkatkan ke
Jakarta untuk dilakukan penyelidikan
lebih lanjut terhadap kasus ini dan
mereka bertiga berangkat dari Bandara
Sultan Taha Jambi dengan mengenakan
masker dan jaket hoodi berwarna abu-abu
merah dan hijau sehingga wajah mereka di
saat itu tersamarkan mereka juga dikawal
ketat oleh para petugas yang berjaga di
sekitar mereka dan keempat orang lain
yang ditangkap di Jambi yaitu C CH h y
dan a sudah dibawa ke Jakarta duluan
untuk dilakukan pemeriksaan nah
informasi terbaru nih Yang gua dapatkan
polisi dikatakan sudah menangkap dua
orang lain lagi yang berinisial s dan
juga R m yang merupakan sepasang suami
istri yang ternyata dia ini adalah ee
apa ya Eh partner atau bekerja sama
dalam melancarkan operasi peredaran
narkoboy di Jambi Bersama si Helen nah
para tersangka tersebut memiliki peran
yang berbeda-beda jadi bisa dikatakan
kelompok ini udah terorganisir
strukturnya udah rapi tukang a tukang B
tukang masak tukang jual udah ada semua
masing-masingnya udah rapi gitu Makanya
bisnis mereka ini berjalan ya Bert Tahun
Lamanya menurut penjelasan ya dikatakan
yang berinisial RM dan juga s itu adalah
seorang operator rekening dari Aa yang
sudah tertangkap lebih dulu nah jaringan
narkoboy Helen ini dioperasikan oleh
tikui dan juga Ameng yang membuka lapak
atau yang lebih dikenal dengan sebutan
baseecamp Nah itu dibukanya di Jambi
jadi orang-orang bisa datang ke
baseecamp itu menikmati narkoboy terus
mereka berdua berperan sebagai
koordinator dari tujuh baseecamp di
Jambi ya tujuh baseecamp nih bayangin
tuh ada tujuh tempat men nikmati
narkoboy di Jambi yang dikontrol dan
dikelola oleh mereka dan juga dari sana
mereka mendistribusikan narkoboy jenis
sabu-sabu sekitar 500 sampai 1000 gram
setiap minggu wuh banyak banget Dan dari
hasil penjualannya tersebut mereka bisa
mendapatkan keuntungan mulai dari r00
juta sampai 1 M Rp miliar dalam seminggu
Buset kita yang sekolah capek-capek
kerjaan susah mereka dapat seminggu R
miliar loh dari menjual barang haram
untuk bisa melancarkan bisnis haram
tersebut jaringan Helen ini
disebut-sebut menggunakan modus khusus
yaitu melakukan jual putus jadi dijual
putus gitu aja enggak ada istilah
royalty enggak ada istilah ambil untung
enggak ada istilah kerja sama ya caranya
di saat itu narkobo yang sudah dikemas
oleh mereka disimpan di suatu tempat dan
transaksinya hanya dilakukan melalui
sambungan telepon jadi kayak Oke
transfer duit sekian oke udah ditransfer
Oke barangnya ada di bawah batu misalkan
atau barangnya di e bawah meja atau
apalah gitu dan biasanya ini semua
dilakukan oleh orang kepercayaannya
Helen yaitu si Didin tadi yang
bertanggung jawab untuk mengatur
distribusi narkoboy di luar kampung
dengan bantuan si Ay dan juga si Aa nah
sementara yang inisial m diketahui
menjadi tangan kanannya dari sitiki yang
bertugas menjadi bendahara serta kurir
dari narkoboy yang dijual Nah jadi semua
orang yang tertangkap ini adalah eh apa
ya posisinya itu penting gitu di dalam
jaringan tersebut yang mana ini sangat
membantu dinasti kartelnya si Helen ini
[Musik]
Nah jadi geng selain ditangkapnya Helen
serta orang-orang kepercayaan dan kaki
tangannya polisi juga sudah menelusuri
dari mana Helen ini bisa mendapatkan
narkobo yang dia jual tersebut serta
berapa banyak aset yang dia punya
setelah menjadi seorang Ratu narkoboy
Nah sekarang kita masuk ke dalam bahasan
penelusuran jejak kejahatan Ratu
narkoboy yang bernama Helen
ini jadi geng Helen beserta kaki
Tangannya sudah mengoperasikan
perdagangan narkoboy sejak tahun 2014
berarti sudah dia jalankan sejak 10
tahun yang lalu sebelum dia akhirnya
ditangkap nah selama 10 tahun dia
mendapatkan narkoboy untuk bisa
diperdagangkan dari kota Medan Sumatera
Utara Wah dari Medan ternyata nah helad
ini sendiri sudah menyerahkan nama dari
seseorang yang ber berperan untuk
memasok narkoboy itu kepada dia nah tapi
dari informasi yang gua dapatkan pihak
kepolisian belum bisa mempublish
identitas orang tersebut karena sedang
mendalami lebih lanjut posisi atau ya Di
mana orang itu berada dan polisi juga
belum bisa menjawab Apakah pemasuk dari
Medan ini juga merupakan produsen
narkoboy atau justru narkoboy-nya juga
dia dapatkan dari pemasok lain Jadi
ibaratnya tuh Apakah dia punya mesin
untuk membuat narkobo itu atau mencetak
narkobo itu atau justru dia memasok dari
luar negeri misalnya atau mungkin dari
pemasok lain yang ada di kota lain
misalkan gitu kan Ya seperti yang kita
tahu ya Beberapa narkoboy yang berasal
dari Medan kadang itu ya bersumber dari
Aceh misalkan kayak ganjo ya kan ganjo
itu biasanya dari Aceh atau sabu juga
bisa dari Aceh ada satu daerah yang
terkenal banget dengan Para produsen
sabunya Nah jadi ini masih belum jelas
nah Namun semua ini masih dalam
pengusutan oleh pihak kepolisian nah
waktu itu katanya sempat beredar isu
kalau jaringan Helen ini juga
terafiliasi dengan jaringan
internasional seperti jaringannya Freddy
Pratama nah cuma polisi memastikan kalau
Helen hanya mengoperasikan jaringan
tersebut dari Jambi aja atau dari lokal
dan tidak terhubung dengan jaringan
internasional lain seperti Freddy
Pratama terus geng polisi juga turut
menyita aset yang dimiliki oleh jaringan
Helen ini senilai Rp10 miliar dan dari
informasi lain aset milik salah satu
tersangka yaitu Aa jumlahnya lebih besar
lagi yaitu dia punya harta sebanyak Rp12
miliar dan aset-asetnya itu berupa satu
unit toko yang berada ada di jalan TP
Sriwijaya kota Jambi dua unit rumah di
Tanjung Jabung Barat dan Riau sampai
dengan tanah serta kebun Pinang seluas 5
hektar Selain itu polisi juga menemukan
7 jam tangan mewah 4 Handphone satu
mobil dua motor satu speedbot kalung
emas sebesar 33,5 gram dan uang tunai
senilai 1,4 miliar aduh Kaya banget ya
mafia-mafia begini nih gokil
dan sementara dari e yang namanya tikui
ada beberapa aset yang disita yaitu
empat unit mobil 6 unit motor lima
sertifikat rumah dan satu tanda terima
setor tanah pajak tanah dan bangunan nah
semua aset tersebut bikin melongo dan
sudah disita atas tindak pidana
pencucian uang nah menurut sekretariat
utama pusat pelaporan dan analisis
transaksi keuangan atau PPATK yang
bernama Teddy berhard Sianipar jumlah
perputaran uang dari jaringan Helen ini
bisa mencapai triliunan rupiah tepatnya
hampir 1,1 triliun sepanjang tahun 2010
sampai 2014 Nah estimasi itu berdasarkan
penelusuran yang dilakukan oleh PPATK
terhadap aset-aset milik jaringan Helen
ini dari semua kekayaan yang mereka
dapatkan atas tindak kejahatan mereka
udah pastikan mereka tuh harus money
laundry atau cuci uang gitu ya untuk
membuat jejak uang haram tersebut
terbebaslah gitu tppu atau hendak pidana
pencucian uang yang dilakukan oleh
jaringan Helen ini juga dilakukan
melalui beberapa cara salah satunya
adalah dengan setor tarik tunai dengan
jumlah yang besar sehingga saldo yang
ada di rekening para pelaku terlihat
nominalnya jadi kecil padahal perputaran
uangnya besar banget cara lain yang
digunakan oleh orang-orang ini untuk
menyamarkan keuntungan penjualan
narkoboy mereka adalah melalui rekening
palsu atau mengatasnamakan orang lain
Jadi kayak anonim gitu jadi rekeningnya
itu atas nama siapa aja tapi atm-nya itu
atau internet banking-nya u tabungannya
semua dikuasai oleh para pelaku nah
terus cara terakhirnya adalah
menggabungkan bisnis ilegal dan legal
mereka secara bersamaan dan para
tersangka membuka usaha jual beli
pakaian terus toko aksesoris hp sampai
dengan menyediakan jasa di tempat gym
Nah itu semua dari hasil penjualan
narkoboy tadi tapi di sisi lain Helen
dan yang lainnya juga diselidiki atas
distribusi miras ilegal nah udah jual
narkoboy jual miras lagi ilegal pula Dan
dari hasil aksi mereka tersebut mereka
pakai untuk biaya hidup foya-foya membel
aset dan digunakan lagi untuk membiayai
tindak kejahatan yang lain uang yang ada
di rekening mereka itu jumlahnya kecil
banget tapi ternyata aset mereka ya yang
pintarnya mereka tuh dijadikan aset
kayak mobil tanah dan lain-lain tuh ada
di mana-mana yang uangnya mereka
dapatkan dari usaha narkoboy mereka
tersebut terus geng satu persatu dari
para tersangka ini kasusnya akan
dilimpahkan ke meja hijau berkas dari
Didin sudah masuk ke Kejaksaan pada
tanggal 12 November tahun 2000 2024
terus beberapa hari yang lalu yang
berinisial Aa yang menjadi orang
kepercayaan dari tikui sudah menjalani
sidang di pengadilan negeri Jambi pada
tanggal 4 Februari tahun 2025 nah di
dalam dakwaan dari jaksa penuntut umum
disebutkan Kalau sebelum Aa ini menjadi
bagian dari jaringannya Helen dia ini
udah lebih dulu mengenal Didin ketika
menjalani hukuman di Lapas kelas 2A
Jambi nah jadi mantan residivis juga
yang enggak kapok ternyata terus geng
pada tahun 2024 Didin menelepon Aa untuk
menawarkan pekerjaan menjual narkoboy
jenis dan juga pil ekstasi nah Aa enggak
serta-merta mengiakan itu semua dia
nanya dulu nih kepada Didin Apakah
pekerjaan itu aman Atau enggak Didin
menjawab kalau pekerjaan itu akan aman
karena akan dijual ke luar kota katanya
dan di sisi lain ketika Didin menelepon
Aa Didin mengeraskan speaker
handphone-nya agar pembicaraan tersebut
bisa didengar oleh Helen nah lalu Didin
bertanya kepada Aa untuk menanyakan
apakah Aa tertarik dengan pekerjaan itu
atau enggak Terus Helen juga sampai
bilang ke Aa pokoknya kalau mau kerja
urusannya sama did lah Ya aman itu nanti
kalau ada masalah saya yang urus begitu
kurang lebih ya kata-kata Helen untuk
meyakinkan si Aa Nah masih dalam
pembicaraan sambungan telepon itu tuh
geng Nah Helen ini pada saat itu sempat
meminta kepada Aa untuk menjualkan
narkoboy sebanyak 20 kg di dalam satu
bulan Uh banyak banget 20 kg dan hal itu
enggak disanggupi oleh Aa karena dia
merasa itu banyak banget nah Didin
kemudian meringankan dia bilang ya udah
kalau 20 kilo enggak kuat Gimana kalau
10 kilo aja aja 10 kilo itu kan masih
banyak gitu ya Nah di saat itu Aa merasa
Enggak sanggup juga dan dia bilang dia
cuma sanggup menjual 1u sampai 2 KG aja
itu juga udah banyak banget nah tapi
pada akhirnya Aa Didin dan Helen
mencapai sebuah kesepakatan yang berbeda
yaitu di saat itu Aa diminta untuk
menjual sebanyak 4 sampai 5 kg sabu dan
juga pil ekstasi dengan pembagian harga
yang mana disepakati per kilogram Sabu
itu r450 juta harganya nah sementara pil
ekstasi itu seharga Rp10.000 per
butirnya huh gila duit segar tuh
akhirnya terjadilah kesepakatan dan
setelah kesepakatan itu terjadi Didin
sempat nanya kepada Helen Kapan
penjualan tersebut akan mulai dijalankan
nah namun Helen di saat itu cuma
menjawab Ya udah nanti kamu pulang dulu
aja pokoknya nanti dihubungin atau
ditelepon nah di saat itulah keesokan
harinya Didin pun ditelepon oleh Helen
untuk memberitahukan kalau ada
penyerahan narkobo yang bakal dilakukan
di daerah Pulau Pandan kota Jambi
sekitar jam 4.00 sore di saat itu Didin
diminta untuk menunggu orang suruhan
dari Helen yang bernama Tono Untuk
mengantarkan narkoboy kepada dia di atas
jembatan Pulau Pandan nah Tono di saat
itu menyerahkan sebesar 4 Kg sabu dan
2000 pil ekstasi yang dibungkus di dalam
plastik kresek berwarna hitam setelah
diterima Didin menyimpan semua barang
tersebut di semak-semak yang jaraknya
200 m dari jembatan tempat penyerahan
benda haram tadi Nah lalu Didin menelpon
Aa Dengan mengatakan kalau barangnya
sudah ada dan sudah jadi dan langsung
aja diambil di semak-semak yang sudah Ee
diberitahukan titiknya lah gitu lalu
sekitar jam .00 malam Aa sempat
menghubungi Didin untuk memberitahu
ciri-ciri dari orang suruhan Aa yang
akan mengambil narkoboy dengan memakai
sepeda motor berwarna merah dan
mengenakan jaket berwarna hitam
Perkiraannya akan sampai sekitar jam .00
malam di lokasi tersebut dan Didin pun
sempat melihat orang suruhan Aa ini dan
langsung menyerahkan kepada orang
tersebut nah kurang lebih begitulah cara
mereka bertransaksi begitulah alur
cerita kenapa bisa Aa ini e terlibat di
dalam jaringan narkoboy-nya Ratu
narkoboy asal Jambi yang bernama Helen
[Musik]
ini lalu geng singkat cerita nih Ya
sementara ini berkas perkara dari Helen
itu baru dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri
pada tanggal 10 Februari kemarin Nah
informasi terakhir dari kasus ini Bares
krim Polri dan Polda Jambi sudah
menggelar rekonstruksi untuk kasus
narkoboy yang melibatkan jaringan Ratu
kartel narkoboy Jambi yang bernama Helen
ini untuk menget ahui transaksi yang
mereka lakukan rekonstruksi ini
dilakukan di dua lokasi yaitu di Pulau
Pandan kota Jambi sebanyak 12 adegan dan
rumah sekaligus tempat Jim milik Helen
yang berada di Jalan Haji samamsuddin
uban Kelurahan kebun Handil Kecamatan
jelutung sebanyak 13
adegan lokasi kedua yakni di tempat
olahraga kebugaran badan di Kelurahan
kebun Handil Kecamatan jelotok yang juga
Jadi lokasi transaksi jaringan narkoba
Helen dan kawan-kawan di dalam adegan
rekonstruksi Didin menerima sabu 4 Kg gr
dan menyimpannya di semak-semak sesuai
dengan cerita aa terus selanjutnya
rekonstruksi dilakukan di rumah Helen
ketika Didin mengantar uang Rp3 miliar
menggunakan dua plastik besar setelah
rekonstruksi dilakukan Didin dan Helen
ditahan di Jambi sampai menunggu
persidangannya dan Helen ditahan di
Lapas perempuan Muaro Jambi sementara
Didin di Lapas kelas 2A
Jambi nah itu dia geng kasus dari ratu
narkoboy asal Jambi yang bernama Helen
dan kasus ini masih terus berjalan di
pengadilan jadi kita tunggu aja Update
selanjutnya mengenai kasus ini geng
untuk saat ini ya mungkin itu dulu
informasi yang bisa gua ceritakan gimana
Menurut kalian tentang adanya Ratu
narkoboy ini gila ya ternyata kaum
perempuan juga Wah kalau udah masuk ke
dunia hitam enggak main-main langsung
jadi ratunya oke Apa tanggapan kalian
tentang pembahasan kita kali ini coba
tinggalkan komentar di bawah
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:35 UTC
Categories
Manage