RATU NARK0BA JAMBI ! 1 MINGGU HASILKAN 4 MILYAR RUPIAH DARI JUALAN S4BU
2hMNc2PBG-M • 2025-02-22
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id di saat itu ada video yang terekam Bagaimana aksi dari para emak-emak tersebut menerobos masuk ke dalam sebuah rumah dan masuk ke dalam beberapa kamar yang ada di rumah tersebut nah di sana para emak-emak ini ya menemukan berbagai macam bukti kalau memang orang-orang yang ada di dalam rumah tersebut adalah ya para pengguna narkoboy karena di sana ditemukan adanya alat hisab ee terus ada sisa-sisa dari narkobo yang ditinggalkan oleh para pemakai karena panik gitu terus mereka berdua berperan sebagai koordinator dari tujuh baseecamp di Jambi ya tujuh baseec nih bayangin tuh ada tujuh tempat menikmati narkoboy di Jambi yang dikontrol dankelola oleh mereka dan juga dari sana mereka mendistribusikan narkoboy jenis sabu-sabu sekitar 500 sampai 1000 gram setiap minggu huh banyak banget Dan dari hasil penjualannya tersebut mereka bisa mendapatkan keuntungan mulai dari r00 juta sampai 1 M 1 miliar dalam seminggu Buset kita yang sekolah capek-capek kerjaan susah mereka dapat seminggu R miliar loh dari menjual barang haram e Yo what's good Welcome back to kamar [Musik] Jerry geng geng Oke kalian pasti ingat nih geng Waktu itu gua pernah membahas mengenai sebuah topik tentang kasus seorang wanita asal Aceh yang ternyata dia menjadi pemimpin kartel narkoboy nah orangnya cantik tik berhijab ya layaknya wanita-wanita Aceh gitu ya wajahnya itu kayak campuran Arab atau India nah bahkan nih ya wanita tersebut disebut-sebut sebagai ratu narkoboy dan Katanya sih ratu narkoboy satu-satunya di Indonesia gitu asal Aceh nah tapi ternyata itu enggak benar bukan satu-satunya sekarang akhirnya ditemukan satu orang lagi Ratu narkoboy yang kasusnya mirip banget dengan yang ada di Aceh nah ini adalah seorang perempuan yang disebut sebagai Ratu narkoboy asal Jambi nah perempuan Ini mendapat julukan Ratu narkoboy asal Jambi Karena sepak terjangnya di dunia barang haram ini udah cukup panjang dan namanya itu adalah Helen sebagai Bandar tentu dia enggak bekerja sendiri keluarganya ternyata ikut terlibat di dalam bisnis haram ini dan bersama-sama menjalankan perdagangan narkoboy di sana Nah pengusutan kasusnya juga enggak bisa dikatakan cepat karena Helen ini dengan kaki tangannya itu bisa melarikan diri dari Jambi yang membuat pihak kepolisi memburu mereka semua selama berbulan-bulan bahkan ada yang tahunan sampai pada akhirnya berhasil ditangkap di tahun lalu nah di video kali ini kita bakal merangkum nih geng kasus ini dan membahas tentang kronologi penangkapannya yang mungkin e buat kalian yang belum tahu dan juga enggak tinggal di Jambi gitu ya bisa mengetahui kasus ini dan ini bisa menjadi sebuah informasi yang baru buat kalian yang mungkin tidak tinggal di Jambi jadi langsung aja kita bahas secara lengkap tentang kasus Ratu narkoboy asal Jambi ini di sisi [Musik] lain oke kita langsung ke kronologi awal mula e kasus ini terungkap jadi si ratu ini bisa tertangkap jadi geng Biasanya kasus-kasus seperti ini berawal dari warga yang merasa resah karena adanya kecurigaan t tang sebuah tempat yang diduga sebagai lokasi pembuatan atau penyimpanan narkoboy nah terus warga melaporkan ke polisi baru setelah itu polisi langsung menggerebek tempat tersebut Nah jadi bisa dikatakan ada informannya ada cepunya tapi di kasus Kali ini beda geng apa yang beda ternyata kalau di kasus ini warganya memang sudah merasa kalau ada satu rumah yang mencurigakan di kampung yang berlokasi di rt05 payos sigadung Kelurahan Rawasari Kecamatan alam barajok kota Jambi yang mana Di saat itu masyarakat menduga itu rumah sebagai tempat lapak narkoboy narkoboy-narkoboy tersebut disimpan di sana dan bahkan ada banyak para pemakai yang datang ke rumah tersebut untuk berpesta atau mengkonsumsi narkoboy bersama-sama Nah karena sering didatangi oleh para pemakai Kampung tersebut selalu bising dan apalagi warga-warga di sana juga tidak mengenal siapa aja yang keluar masuk di kampung mereka gara-gara ada pedagang narkoboy nah lalu geng karena warga sudah merasa Jengah dengan situasi yang tidak kondusif tersebut di pemukiman mereka bahkan dikatakan warga juga mengalami kerugian yang disebabkan karena banyaknya barang yang hilang seperti motor mesin air Handphone sampai laptop yang dibobol oleh maling dan rata-rata malingnya itu adalah orang-orang yang ingin memakai narkoboy tapi enggak punya uang jadi akhirnya menghalalkan segala cara kehilangan barang ini juga enggak hanya dirasakan atau terjadi di lingkungan RT Mereka aja tapi juga udah sampai ke RT yang lain yang akhirnya di saat itu sudah sangat meresahkan nah warga Ini akhirnya melaporkan kepada pihak kepolisian ini yang uniknya ya geng dikatakan pada saat penggerebekan rumah yang diduga menjadi tempat pesta narkoboy ini penggerebekannya itu bukan dilakukan oleh pihak berwenang seperti polisi atau BNN tetapi melainkan dilakukan oleh para emak-emak atau dengan kata lain ya warganya sendiri yang melakukan penggerebekan tepat pada bulan Juli tahun 2023 di saat itu ada video yang terekam Bagaimana aksi dari para emak-emak tersebut menerobos masuk ke dalam sebuah rumah dan masuk ke dalam beberapa kamar yang ada di rumah tersebut nah di sana para ema-emak ini ya menemukan berbagai macam bukti kalau memang orang-orang yang ada di dalam rumah tersebut adalah ya para pengguna narkoboy karena di sana ditemukan adanya alat hisab e terus ada sisa-sisa dari narkobo yang ditinggalkan oleh para pemakai karena panik Gitu Buk Ini tegak di sini ditangkap polisi dan masih banyak lagi di sana juga ditemukan adanya sejumlah uang yang tergeletak di kamar sebesar Rp20 juta dan di dalam video tersebut juga ada seorang pria yang terlihat sedang teler terus sampai dimarah-marahi oleh salah satu emak-emak yang ikut di dalam penggerebekan tersebut menurut kesaksian dari salah satunya yang berinisial s salah satu dari emak-emak tersebut bercerita pada saat penggerebekan ada sekitar 20 orang pemakai yang berada di dalam rumah nah tapi mereka Langsung melarikan diri Ya ketar-ketir ketika di grebek oleh emak-emak dari 20 orang tersebut semuanya adalah laki-laki namun masih ada yang di bawah umur yang diperkirakan mungkin masih duduk di bangku SMP dan kebanyakan adalah orang-orang yang berasal dari luar Kampung tersebut jadi orang-orang luar yang datang ke sana aktivitas pemakai narkoboy ini ya sudah berlangsung selama setahun geng dan setiap harinya banyak pengguna narkoboy yang datang ke sana dan di dalam penggerebekan tersebut emak-emak ini tidak bertindak sendirian karena dibantu atau didampingi oleh Babinsa dan BAB bcome tipmas yang juga membantu mengamankan penggerebekan tersebut agar mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di video penggerebekan yang dilakukan oleh emak-emak itu ya viral banget dan menuai berbagai pujian dari netizen nah ini yang dinamakan The Power of emak-emak Nah jadi jangan pikir The Power of emak-emak itu cuma ada bagi mereka yang naik motor sein kiri belok kanan enggak itu doang tapi The Power of em-ema itu bisa terjadi di kasus-kasus kayak gini kalau mereka udah Jengah banget dengan sesuatu mereka mereka akan bersatu dan mereka grebek dan jarang sekali orang berani gitu kalau melawan emak-emak terus geng singkat cerita ya setelah penggerebekan tersebut kasus ini pun akhirnya ditelusuri oleh pihak kepolisian untuk mencari tahu dari manakah para pemakai narkoboy ini mendapatkan narkoboy dan memperjualkan narkoboy tersebut sampai pada akhirnya polisi mengetahui kalau para pemakai narkoboy di rumah tersebut menjadi bagian dari jaringan perdagangan narkobo yang lebih besar lagi yang ternyata dikendalikan atau dioperasikan oleh seseorang yang bernama Helen yaitu seorang perempuan yang dijuluki sebagai Ratu narkoboy asal Jambi penyelidikan pun dilakukan untuk bisa mengusut kasus ini secara tuntas dengan memburu si ratu narkobo yang bernama Helen tadi beserta dengan para kaki tangannya saat itulah perburuan semakin tajam sekarang kita bakal masuk nih ke dalam pembahasan Penyelidikan dan penangkapan Helen berserta dengan anggota atau kaki tangannya jadi geng terkuaknya sebuah rumah yang di jadikan sebagai tempat untuk memakai narkoboy atau bertransaksi narkoboy nah Helen sebagai pengendali jaringan tersebut dari Jambi itu langsung mengambil tindakan cepat dengan melarikan diri dari kota tersebut hal ini membuat polisi jadi kesulitan pada saat itu untuk mencari jejaknya Helen nah ditambah polisi berkeyakinan kuat kalau dalam menjalankan bisnis haram tersebut Helen ini enggak sendirian pasti ada backupnya dia pasti memiliki kaki tangan juga dan anak buah untuk membantu dia dalam menyebarkan atau ya menjual narkobo hasil buatan dia ini dan oleh karena itu polisi membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan untuk bisa menemukan jejak keberadaan Helen serta anggotanya yang lain nah singkat cerita sampai pada akhirnya polisi pun menemukan titik terang dari sebuah pengungkapan dan penangkapan terhadap seseorang yang terlibat di dalam kasus narkoboy jenis sabu yang berinisial Ay di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi pada 22 Maret tahun 2024 ketika Si aye ini tertangkap polisi langsung memeriksa dia untuk mengetahui dari mana Ay ini mendapatkan narkoboy jenis sabu tersebut nah Ay ini pun mengaku dan polisi mengembangkan atau merunut nih dari pengakuan si aye Ini yang mana dia mengatakan kalau dia mendapatkan sabu tersebut dari seseorang dengan inisial Aa nah mendapatkan informasi itu dari Ay pihak kepolisian dengan cepat bergerak mencari keberadaan dari si Aa dan si Aa pun tertangkap nah singkat cerita polisi setelah berhasil menangkap aa tapi bukan di Jambi di saat itu melainkan di kabupaten Indragiri Hilir Riau pada tanggal 28 Juli tahun 2024 nah ketika ditangkap Polisi menyita barang bukti yaitu narkoboy jenis habbu sebanyak 4 gram pada saat si Aa ini diinterogasi dia pun mengaku bahwa mendapatkan barang haram tersebut dari dua orang yang selama ini dicari oleh Polisi yaitu Helen dan juga kaki tangannya yang berinisial Dede Dede yang kemudian ya diketahui namanya Didin ya Didin namanya jadi ini benar-benar penjualan narkobo yang berantai gitulah jadi dede Ini salah satu orang kepercayaan ya Helen jadi penjualannya itu udah manjang banget mengakar banget Dari orang ke orang tapi geng walaupun polisi sudah mendapatkan informasi kalau Aa mendapatkan narkoboynya dari Helen dan juga Didin polisi di saat itu masih kesulitan untuk bisa mengendus jejak dua orang ini karena nih kepala ularnya nih dua orang ini nih Helen dan Didin ini karena mereka diduga di saat itu sudah tidak berada di Pulau Sumatera lagi udah kabur entah ke mana Nah singkat ceritanya lagi geng berbulan-bulan kemudian polisi akhirnya berhasil menemukan keberadaan dari Didin yang ternyata dia berada di sebuah hotel di wilayah setiabuddi Jakarta Selatan nah udah nyeberang ke pulau Jawa dan di saat itu langsunglah meluncur Polisi ke lokasi di mana Didin berada pada saat itu dia sedang bersama dengan istrinya polisi langsung menangkap dan membawa pergi Didin dari sana Nah namun geng di dalam penangkapan ini ada dua versi informasi yang gua dapatkan nih geng ya ini Nanti kalian bisa cross check sendiri informasi mana yang e benar gitu ya jadi di sini gua kasih tahu dua-duanya Jadi ada informasi yang mengatakan kalau penangkapannya terjadi pada tanggal 9 Oktober 2024 pada jam 09.00 malam tapi di informasi lain dikatakan Didin ini justru tertangkap Di keesokan harinya yaitu 10 Oktober 2024 jam 1 dini hari Nah buat kalian yang mungkin lebih dulu mengetahui atau ngikutin kasus ini boleh kasih informasi yang pastinya tanggal berapa sih si Didin ini tertangkap geng Nah tapi berdasarkan pengakuan Didin kepada polisi nih ya dia ini eh dikatakan adalah tangan kanan Helen atau orang kepercayaan yang membantu Helen untuk mengendalikan J jaringan narkoboy yang dijalankan oleh si ratu narkoboy Jambi tersebut Nah dari penangkapan Didin inilah akhirnya polisi bisa mengetahui keberadaan dari Helen yang ternyata juga berada di Jakarta tepatnya di wilayah Kembangan Jakarta Barat dan tanpa berpikir panjang polisi langsung menuju k Kembangan untuk mencari keberadaan Helen dan pada akhirnya Helen si ratu narkoboy asal Jambi ini berhasil ditangkap sekitar jam 4.00 pagi di tanggal 10 Oktober tahun 2024 Nah dengan tertangkapnya Helen enggak semerta-merta membu buat polisi langsung menghentikan kasus ini geng sebab dugaan kuatnya kalau masih ada orang-orang yang terlibat di dalam jaringan ini yang masih belum tertangkap ini bahaya kalau misalkan helennya langsung ditangkap terus polisi menghentikan penangkapan terhadap yang lain bisa-bisa si Helen ini memang di dalam penjara tapi dia masih bisa mengendalikan atau mengontrol bisnisnya dari luar karena kaki tangannya masih ada di luar nah jadinya di saat itu polisi masih melanjutkan pencarian terhadap tersangka atau pelaku yang lain terus masih di tanggal yang sama yaitu tanggal 10 Oktober 2024 polisi kembali melakukan penangkapan terhadap empat orang lain yang berinisial C CH y dan juga a yang berasal dari kota Jambi mereka berempat ini adalah kaki tangan dari Helen yang lain alias anggota kesayangannya lah Nah sampai tiba pada keesokan harinya polisi di saat itu masih melakukan penangkapan dan penangkapan ini dilakukan terhadap tiga orang yaitu yang bernama tikui Ameng dan satu orang yang berinisial m tikui dan Ameng ini adalah saudara dari Helen nah tikui adalah kakaknya sementara Ameng adalah adiknya dan mereka berdua ini sama-sama merupakan Bandar narkoboy seperti Helen nah tikui juga dikenal dengan sebutan Mr T dan dia ini sempat melarikan diri dari pengejaran polisi namun berhasil ditangkap ketika polisi menggerebek rumahnya dia yang berada di kawasan jelutung kota Jambi terus geng pada tanggal 12 Oktober tahun 2024 tikui Ameng serta m itu diberangkatkan ke Jakarta untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus ini dan mereka bertiga berangkat dari Bandara Sultan Taha Jambi dengan mengenakan masker dan jaket hoodi berwarna abu-abu merah dan hijau sehingga wajah mereka di saat itu tersamarkan mereka juga dikawal ketat oleh para petugas yang berjaga di sekitar mereka dan keempat orang lain yang ditangkap di Jambi yaitu C CH h y dan a sudah dibawa ke Jakarta duluan untuk dilakukan pemeriksaan nah informasi terbaru nih Yang gua dapatkan polisi dikatakan sudah menangkap dua orang lain lagi yang berinisial s dan juga R m yang merupakan sepasang suami istri yang ternyata dia ini adalah ee apa ya Eh partner atau bekerja sama dalam melancarkan operasi peredaran narkoboy di Jambi Bersama si Helen nah para tersangka tersebut memiliki peran yang berbeda-beda jadi bisa dikatakan kelompok ini udah terorganisir strukturnya udah rapi tukang a tukang B tukang masak tukang jual udah ada semua masing-masingnya udah rapi gitu Makanya bisnis mereka ini berjalan ya Bert Tahun Lamanya menurut penjelasan ya dikatakan yang berinisial RM dan juga s itu adalah seorang operator rekening dari Aa yang sudah tertangkap lebih dulu nah jaringan narkoboy Helen ini dioperasikan oleh tikui dan juga Ameng yang membuka lapak atau yang lebih dikenal dengan sebutan baseecamp Nah itu dibukanya di Jambi jadi orang-orang bisa datang ke baseecamp itu menikmati narkoboy terus mereka berdua berperan sebagai koordinator dari tujuh baseecamp di Jambi ya tujuh baseecamp nih bayangin tuh ada tujuh tempat men nikmati narkoboy di Jambi yang dikontrol dan dikelola oleh mereka dan juga dari sana mereka mendistribusikan narkoboy jenis sabu-sabu sekitar 500 sampai 1000 gram setiap minggu wuh banyak banget Dan dari hasil penjualannya tersebut mereka bisa mendapatkan keuntungan mulai dari r00 juta sampai 1 M Rp miliar dalam seminggu Buset kita yang sekolah capek-capek kerjaan susah mereka dapat seminggu R miliar loh dari menjual barang haram untuk bisa melancarkan bisnis haram tersebut jaringan Helen ini disebut-sebut menggunakan modus khusus yaitu melakukan jual putus jadi dijual putus gitu aja enggak ada istilah royalty enggak ada istilah ambil untung enggak ada istilah kerja sama ya caranya di saat itu narkobo yang sudah dikemas oleh mereka disimpan di suatu tempat dan transaksinya hanya dilakukan melalui sambungan telepon jadi kayak Oke transfer duit sekian oke udah ditransfer Oke barangnya ada di bawah batu misalkan atau barangnya di e bawah meja atau apalah gitu dan biasanya ini semua dilakukan oleh orang kepercayaannya Helen yaitu si Didin tadi yang bertanggung jawab untuk mengatur distribusi narkoboy di luar kampung dengan bantuan si Ay dan juga si Aa nah sementara yang inisial m diketahui menjadi tangan kanannya dari sitiki yang bertugas menjadi bendahara serta kurir dari narkoboy yang dijual Nah jadi semua orang yang tertangkap ini adalah eh apa ya posisinya itu penting gitu di dalam jaringan tersebut yang mana ini sangat membantu dinasti kartelnya si Helen ini [Musik] Nah jadi geng selain ditangkapnya Helen serta orang-orang kepercayaan dan kaki tangannya polisi juga sudah menelusuri dari mana Helen ini bisa mendapatkan narkobo yang dia jual tersebut serta berapa banyak aset yang dia punya setelah menjadi seorang Ratu narkoboy Nah sekarang kita masuk ke dalam bahasan penelusuran jejak kejahatan Ratu narkoboy yang bernama Helen ini jadi geng Helen beserta kaki Tangannya sudah mengoperasikan perdagangan narkoboy sejak tahun 2014 berarti sudah dia jalankan sejak 10 tahun yang lalu sebelum dia akhirnya ditangkap nah selama 10 tahun dia mendapatkan narkoboy untuk bisa diperdagangkan dari kota Medan Sumatera Utara Wah dari Medan ternyata nah helad ini sendiri sudah menyerahkan nama dari seseorang yang ber berperan untuk memasok narkoboy itu kepada dia nah tapi dari informasi yang gua dapatkan pihak kepolisian belum bisa mempublish identitas orang tersebut karena sedang mendalami lebih lanjut posisi atau ya Di mana orang itu berada dan polisi juga belum bisa menjawab Apakah pemasuk dari Medan ini juga merupakan produsen narkoboy atau justru narkoboy-nya juga dia dapatkan dari pemasok lain Jadi ibaratnya tuh Apakah dia punya mesin untuk membuat narkobo itu atau mencetak narkobo itu atau justru dia memasok dari luar negeri misalnya atau mungkin dari pemasok lain yang ada di kota lain misalkan gitu kan Ya seperti yang kita tahu ya Beberapa narkoboy yang berasal dari Medan kadang itu ya bersumber dari Aceh misalkan kayak ganjo ya kan ganjo itu biasanya dari Aceh atau sabu juga bisa dari Aceh ada satu daerah yang terkenal banget dengan Para produsen sabunya Nah jadi ini masih belum jelas nah Namun semua ini masih dalam pengusutan oleh pihak kepolisian nah waktu itu katanya sempat beredar isu kalau jaringan Helen ini juga terafiliasi dengan jaringan internasional seperti jaringannya Freddy Pratama nah cuma polisi memastikan kalau Helen hanya mengoperasikan jaringan tersebut dari Jambi aja atau dari lokal dan tidak terhubung dengan jaringan internasional lain seperti Freddy Pratama terus geng polisi juga turut menyita aset yang dimiliki oleh jaringan Helen ini senilai Rp10 miliar dan dari informasi lain aset milik salah satu tersangka yaitu Aa jumlahnya lebih besar lagi yaitu dia punya harta sebanyak Rp12 miliar dan aset-asetnya itu berupa satu unit toko yang berada ada di jalan TP Sriwijaya kota Jambi dua unit rumah di Tanjung Jabung Barat dan Riau sampai dengan tanah serta kebun Pinang seluas 5 hektar Selain itu polisi juga menemukan 7 jam tangan mewah 4 Handphone satu mobil dua motor satu speedbot kalung emas sebesar 33,5 gram dan uang tunai senilai 1,4 miliar aduh Kaya banget ya mafia-mafia begini nih gokil dan sementara dari e yang namanya tikui ada beberapa aset yang disita yaitu empat unit mobil 6 unit motor lima sertifikat rumah dan satu tanda terima setor tanah pajak tanah dan bangunan nah semua aset tersebut bikin melongo dan sudah disita atas tindak pidana pencucian uang nah menurut sekretariat utama pusat pelaporan dan analisis transaksi keuangan atau PPATK yang bernama Teddy berhard Sianipar jumlah perputaran uang dari jaringan Helen ini bisa mencapai triliunan rupiah tepatnya hampir 1,1 triliun sepanjang tahun 2010 sampai 2014 Nah estimasi itu berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh PPATK terhadap aset-aset milik jaringan Helen ini dari semua kekayaan yang mereka dapatkan atas tindak kejahatan mereka udah pastikan mereka tuh harus money laundry atau cuci uang gitu ya untuk membuat jejak uang haram tersebut terbebaslah gitu tppu atau hendak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh jaringan Helen ini juga dilakukan melalui beberapa cara salah satunya adalah dengan setor tarik tunai dengan jumlah yang besar sehingga saldo yang ada di rekening para pelaku terlihat nominalnya jadi kecil padahal perputaran uangnya besar banget cara lain yang digunakan oleh orang-orang ini untuk menyamarkan keuntungan penjualan narkoboy mereka adalah melalui rekening palsu atau mengatasnamakan orang lain Jadi kayak anonim gitu jadi rekeningnya itu atas nama siapa aja tapi atm-nya itu atau internet banking-nya u tabungannya semua dikuasai oleh para pelaku nah terus cara terakhirnya adalah menggabungkan bisnis ilegal dan legal mereka secara bersamaan dan para tersangka membuka usaha jual beli pakaian terus toko aksesoris hp sampai dengan menyediakan jasa di tempat gym Nah itu semua dari hasil penjualan narkoboy tadi tapi di sisi lain Helen dan yang lainnya juga diselidiki atas distribusi miras ilegal nah udah jual narkoboy jual miras lagi ilegal pula Dan dari hasil aksi mereka tersebut mereka pakai untuk biaya hidup foya-foya membel aset dan digunakan lagi untuk membiayai tindak kejahatan yang lain uang yang ada di rekening mereka itu jumlahnya kecil banget tapi ternyata aset mereka ya yang pintarnya mereka tuh dijadikan aset kayak mobil tanah dan lain-lain tuh ada di mana-mana yang uangnya mereka dapatkan dari usaha narkoboy mereka tersebut terus geng satu persatu dari para tersangka ini kasusnya akan dilimpahkan ke meja hijau berkas dari Didin sudah masuk ke Kejaksaan pada tanggal 12 November tahun 2000 2024 terus beberapa hari yang lalu yang berinisial Aa yang menjadi orang kepercayaan dari tikui sudah menjalani sidang di pengadilan negeri Jambi pada tanggal 4 Februari tahun 2025 nah di dalam dakwaan dari jaksa penuntut umum disebutkan Kalau sebelum Aa ini menjadi bagian dari jaringannya Helen dia ini udah lebih dulu mengenal Didin ketika menjalani hukuman di Lapas kelas 2A Jambi nah jadi mantan residivis juga yang enggak kapok ternyata terus geng pada tahun 2024 Didin menelepon Aa untuk menawarkan pekerjaan menjual narkoboy jenis dan juga pil ekstasi nah Aa enggak serta-merta mengiakan itu semua dia nanya dulu nih kepada Didin Apakah pekerjaan itu aman Atau enggak Didin menjawab kalau pekerjaan itu akan aman karena akan dijual ke luar kota katanya dan di sisi lain ketika Didin menelepon Aa Didin mengeraskan speaker handphone-nya agar pembicaraan tersebut bisa didengar oleh Helen nah lalu Didin bertanya kepada Aa untuk menanyakan apakah Aa tertarik dengan pekerjaan itu atau enggak Terus Helen juga sampai bilang ke Aa pokoknya kalau mau kerja urusannya sama did lah Ya aman itu nanti kalau ada masalah saya yang urus begitu kurang lebih ya kata-kata Helen untuk meyakinkan si Aa Nah masih dalam pembicaraan sambungan telepon itu tuh geng Nah Helen ini pada saat itu sempat meminta kepada Aa untuk menjualkan narkoboy sebanyak 20 kg di dalam satu bulan Uh banyak banget 20 kg dan hal itu enggak disanggupi oleh Aa karena dia merasa itu banyak banget nah Didin kemudian meringankan dia bilang ya udah kalau 20 kilo enggak kuat Gimana kalau 10 kilo aja aja 10 kilo itu kan masih banyak gitu ya Nah di saat itu Aa merasa Enggak sanggup juga dan dia bilang dia cuma sanggup menjual 1u sampai 2 KG aja itu juga udah banyak banget nah tapi pada akhirnya Aa Didin dan Helen mencapai sebuah kesepakatan yang berbeda yaitu di saat itu Aa diminta untuk menjual sebanyak 4 sampai 5 kg sabu dan juga pil ekstasi dengan pembagian harga yang mana disepakati per kilogram Sabu itu r450 juta harganya nah sementara pil ekstasi itu seharga Rp10.000 per butirnya huh gila duit segar tuh akhirnya terjadilah kesepakatan dan setelah kesepakatan itu terjadi Didin sempat nanya kepada Helen Kapan penjualan tersebut akan mulai dijalankan nah namun Helen di saat itu cuma menjawab Ya udah nanti kamu pulang dulu aja pokoknya nanti dihubungin atau ditelepon nah di saat itulah keesokan harinya Didin pun ditelepon oleh Helen untuk memberitahukan kalau ada penyerahan narkobo yang bakal dilakukan di daerah Pulau Pandan kota Jambi sekitar jam 4.00 sore di saat itu Didin diminta untuk menunggu orang suruhan dari Helen yang bernama Tono Untuk mengantarkan narkoboy kepada dia di atas jembatan Pulau Pandan nah Tono di saat itu menyerahkan sebesar 4 Kg sabu dan 2000 pil ekstasi yang dibungkus di dalam plastik kresek berwarna hitam setelah diterima Didin menyimpan semua barang tersebut di semak-semak yang jaraknya 200 m dari jembatan tempat penyerahan benda haram tadi Nah lalu Didin menelpon Aa Dengan mengatakan kalau barangnya sudah ada dan sudah jadi dan langsung aja diambil di semak-semak yang sudah Ee diberitahukan titiknya lah gitu lalu sekitar jam .00 malam Aa sempat menghubungi Didin untuk memberitahu ciri-ciri dari orang suruhan Aa yang akan mengambil narkoboy dengan memakai sepeda motor berwarna merah dan mengenakan jaket berwarna hitam Perkiraannya akan sampai sekitar jam .00 malam di lokasi tersebut dan Didin pun sempat melihat orang suruhan Aa ini dan langsung menyerahkan kepada orang tersebut nah kurang lebih begitulah cara mereka bertransaksi begitulah alur cerita kenapa bisa Aa ini e terlibat di dalam jaringan narkoboy-nya Ratu narkoboy asal Jambi yang bernama Helen [Musik] ini lalu geng singkat cerita nih Ya sementara ini berkas perkara dari Helen itu baru dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri pada tanggal 10 Februari kemarin Nah informasi terakhir dari kasus ini Bares krim Polri dan Polda Jambi sudah menggelar rekonstruksi untuk kasus narkoboy yang melibatkan jaringan Ratu kartel narkoboy Jambi yang bernama Helen ini untuk menget ahui transaksi yang mereka lakukan rekonstruksi ini dilakukan di dua lokasi yaitu di Pulau Pandan kota Jambi sebanyak 12 adegan dan rumah sekaligus tempat Jim milik Helen yang berada di Jalan Haji samamsuddin uban Kelurahan kebun Handil Kecamatan jelutung sebanyak 13 adegan lokasi kedua yakni di tempat olahraga kebugaran badan di Kelurahan kebun Handil Kecamatan jelotok yang juga Jadi lokasi transaksi jaringan narkoba Helen dan kawan-kawan di dalam adegan rekonstruksi Didin menerima sabu 4 Kg gr dan menyimpannya di semak-semak sesuai dengan cerita aa terus selanjutnya rekonstruksi dilakukan di rumah Helen ketika Didin mengantar uang Rp3 miliar menggunakan dua plastik besar setelah rekonstruksi dilakukan Didin dan Helen ditahan di Jambi sampai menunggu persidangannya dan Helen ditahan di Lapas perempuan Muaro Jambi sementara Didin di Lapas kelas 2A Jambi nah itu dia geng kasus dari ratu narkoboy asal Jambi yang bernama Helen dan kasus ini masih terus berjalan di pengadilan jadi kita tunggu aja Update selanjutnya mengenai kasus ini geng untuk saat ini ya mungkin itu dulu informasi yang bisa gua ceritakan gimana Menurut kalian tentang adanya Ratu narkoboy ini gila ya ternyata kaum perempuan juga Wah kalau udah masuk ke dunia hitam enggak main-main langsung jadi ratunya oke Apa tanggapan kalian tentang pembahasan kita kali ini coba tinggalkan komentar di bawah
Resume
Categories