Transcript
b1S7bKVAees • KASUS eFishery ! AWALNYA DIPUJI & MEMBANGGAKAN NEGARA ! TERNYATA PENIPU LAPORAN KEUANGAN
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1358_b1S7bKVAees.txt
Kind: captions
Language: id
singkat cerita alat buatannya Gibran ini
banyak digunakan oleh para pembudidaya
ikan dan dia memberi nama alatnya
tersebut sebagai eiciery feeder dan
usahanya tersebut terus berkembang
Gibran kemudian memberi nama
perusahaannya menjadi eiciery sesuai
dengan nama alatnya nah di dalam laporan
tersebut ada dua laporan keuangan geng
yang satu untuk laporan internal yang
satu lagi untuk eksternal yang biasanya
akan diberikan kepada investor jadi yang
eksternal itu untuk dilapor ke investor
Ni loh pengeluaran pendapatan kita Nah
tapi di internalnya malah laporannya
beda gitu Jadi seolah-olah ada salah
satu nih yang palsu atau yang
dibuat-buat yo geng tekan tombol
subscribe
geng e Yo what's good Welcome back to
kamar jeri
[Musik]
gengjeng oke Hari ini kita akan membahas
eh sebuah Kasus penipuan yang dilakukan
oleh sebuah perusahaan startup atas
Indonesia yang bernama eiciery ketika
perusahaan ini diluncurkan eiciery yang
notabandnya adalah sebuah perusahaan
yang bergerak di sektor aquakultur atau
ternak ikan serta udang diharapkan bisa
memajukan industri perikanan di
Indonesia serta eiri ini ya bisa menjadi
sebuah perusahaan ternama di dunia
karena potensi yang sangat besar bagi
eiciery untuk sampai ke Kancah
internasional apalagi seperti yang kita
tahu ya hasil laut di negara kita itu
enggak main-main Nah jadi makanya
diharapkan nih dengan adanya Perusahaan
kayak gini bakal memperbesar penghasilan
negara dan mensejahterakan masyarakat
gitu tapi geng harapan besar ini
sepertinya sirna karena beberapa waktu
lalu akhirnya terungkap kalau ternyata
pendiri dari eisery sudah melakukan
penipuan dengan memanipulasi keuangan
dan berbohong kepada estor-investornya
Haduh enggak ada habis-habisnya ya mau
rakyat mau pemerintahnya otak korupsinya
Enggak hilang-hilang aneh banget Padahal
ya waktu itu ificier ini dikabarkan akan
menjadi sebuah perusahaan Unicorn di
Indonesia ya tapi karena kasus ini
banyak investor yang enggak lagi percaya
dengan eisery dan Enggak cuma itu banyak
investor yang ya Enggak lagi percaya
dengan Indonesia banyak yang menarik
diri gara-gara kasus yang menggemparkan
ini nah di video kali ini kita akan
membahas mengenai penipuan yang cuk
menggemparkan di kalangan pebisnis
Indonesia ini dan bagaimana modus
penipuan ini bisa berjalan Langsung aja
kita bahas secara lengkap di sisi lain
[Musik]
oke sebelumnya Gua takutnya nih Rama
banget Yang komen nih tangan gua Kenapa
tangan gua Kenapa karena ada ginian ya
jadi e kecelakan olahraga pas lagi
olahraga ya gitu deh olahraganya agak
sedikit stream dan akhirnya tangan gua
geser bengkak gitu ya Oke kalau ada yang
komen tangan gua kenapa ya itu
jawabannya Oke kita langsung masuk ke
dalam pembahasan kita kita bahas dulu
nih ya profile dari eiciery
ini nah jadi geng ificiery ini dibuat
oleh seseorang yang bernama Gibran
huzaifah sejak bulan Oktober tahun 2013
yang mana saat itu usia dia masih 24
tahun cukup muda dan enggak heran kalau
pertumbuhan perusahaan nya sangat pesat
Gibran ini adalah lulusan dari ITB yang
mengambil pendidikan biologi nah waktu
itu Gibran berdiskusi dengan para pelaku
budidaya ikan yang memiliki 2000 kolam
nah di dalam diskusinya tersebut Gibran
mengatakan kalau dia ingin sekali
membuat sebuah pakan ikan otomatis yang
akan terhubung ke internet yang
fungsinya untuk mempermudah para
pembudidaya memberi makan ikan dan bisa
memantaunya dari handphone aja Jadi
kurang lebih tuh kayak apa ya Ee jadi
peternak jarak jauh lah gitu kayak
sistem remote Nah ada aplikasinya yang
bisa mengontrol itu semua nah ibaratnya
kalau di rumah canggih atau Smart home
gitu kayak Google gitu kan yang bisa
diperintahkan pakai suara doang nah
untuk bisa mewujudkan hal tersebut
Gibran ini mengajak temannya yang
memiliki background pendidikan Teknik
Elektro alatnya pun ya akhirnya dibuat
dan sudah berhasil nah namun yang
menjadi kendalanya adalah soal biayanya
yang relatif mahal untuk para
pembudidaya yang mana hal ini sangat
menyulitkan Gibran karena harga harg
anyanya yang mahal pembudidaya ikan
enggak mau untuk menggunakan alat yang
dibuat oleh Gibran sehingga dia harus
memberikan uang kepada mereka agar
mereka mau mencoba alat tersebut jadi
kayak endorse gitu bahkan di saat itu
butuh 96 hari membujuk para pembudidaya
sampai akhirnya ada satu orang yang mau
mencoba menggunakan alat tersebut jadi
benar-benar kayak apa ya banyak
pembudidaya di saat itu merasa kayak
mereka bukan enggak nerima ee
pembaharuan atau enggak menerima
kemajuan teknologi Tapi menurut mereka
mereka agak ragu gitu untuk Bu buang
waktu menggunakan alat baru Apalagi itu
masih masa uji coba gitu ya mereka lebih
mau pakai yang tradisional tapi pada
akhirnya ada satu orang yang mau dan
hasilnya terlihatlah pertumbuhan dan
produksi ikan ternyata membaik dengan
alat yang diciptakan oleh Gibran ini nah
pemberian pakan ikan juga menjadi lebih
efisien dan panen ikannya jadi lebih
cepat dibandingkan
sebelumnya menyediakan layanan yang
membantu peternak memberi makan ikan
secara otomatis dan peternak bisa
memonitor dengan
ponsel Nah kalau kita lihat dari sini
berarti kan apa yang dilakukan oleh
Gibran ini sebenarnya positif dan ya
cukup berhasil dan dari usahanya yang
cukup sulit tersebut Gibran memutuskan
untuk membangun skema paguyuban Dia
kemudian merekrut pekerja yang dekat
dengan petani perikanan atau para
peternak gitu ya sehingga membuat
hubungan ke pembudidaya menjadi lebih
mudah agar bisa menawarkan mereka alat
yang dibuat oleh gibrand nah dia juga
mengubah skema pemakaian teknologi itu
itu yang tadinya ya para pembudidaya
harus beli tapi Gibran malah mengubahnya
menjadi sistem sewa jadi orang-orang
yang mau coba boleh sewa alatnya singkat
cerita alat buatannya Gibran ini banyak
digunakan oleh para pembudidaya ikan dan
dia memberi nama alatnya tersebut
sebagai ificiery feeder dan usahanya
tersebut terus berkembang Gibran
kemudian memberi nama perusahaannya
menjadi eiciery sesuai dengan nama
alatnya dan pada tahun 2015 ifishery
yang tadinya hanya dijalankan dari
gerasi rumah yang disewa oleh Gibran
perlahan-lahan bisa memiliki kantor
pusat serta gudang untuk tahap produksi
dan penjualan jadi makin lama makin
besar dan setahun kemudian eishery
feeder kemudian diproduksi secara massal
untuk para pembudidaya ikan karena
sudahah mulai banyak peminatnya dan
dikatakan kalau pertumbuhan perusahaan
mereka semakin masif per tahunnya nah
bahkan pada tahun 2017 produknya
tersebut Enggak cuma bisa digunakan oleh
para petani ikan atau peternak ikan tapi
melainkan juga bisa dipakai untuk para
peternak udang berlanjut lagi di tahun
2018 eiciery membuat sebuah unit bisnis
baru yang bernama eiciery fresh yang
bergerak pada distribusi hasil perikanan
dan lalu pada tahun 2019 ificieri
kembali membuat gebrakan dengan
meluncurkan Kabayan seperti namanya
Kabayan ini menawarkan pinjaman modal
usaha untuk para pembudidaya ikan serta
udang yang bisa dibayarkan ketika panen
pinjamannya ini bisa berupa pakan benih
sampai sarana produksi budidaya lainnya
yang dibutuhkan oleh oleh para peternak
di tahun 2020 efishery membuat efishery
Point untuk bisa menjangkau para petani
di seluruh Indonesia sampai pada akhir
2021 eishery feeders sudah mendapatkan
6.000 petani kelompok dan koperasi ikan
serta udang dari 250 kota di
Indonesia huh maju banget ya 24 tahun
umurnya di saat itu membuat perusahaan
ini Cemerlang banget masa depannya ya
sebenarnya dengan angka tersebut ada
total empat ,6.000 kolam ikan dan udang
yang menggunakan efficiaryy feeders dan
dipakainya eiciary feeders ini oleh para
petani juga sangat membantu mereka jadi
simbiosis mutualismenya jelas gitu
karena pendapatan petani pun ikut
meningkat sampai 45% ketika menggunakan
alat ini dan eiciery juga sudah membantu
sebanyak 1700 para peternak dengan
meminjamkan lebih dari 70 miliar yang
disebarkan kepada mereka dengan
rata-rata pinjaman yang disetujui
senilai Rp75 juta di bulan Janu i Tahun
2022 dengan eicieri yang sudah sebesar
itu yang berencana ingin memperluas
operasional mereka ke luar negeri yaitu
ke Thailand terus ke Cina sampai India
untuk wilayah acn sendiri ekspansi
bisnisnya itu diharapkan lebih cepat di
bulan yang sama juga geng evishery ini
sampai berhasil mengumpulkan pendanaan
tahap investasi dalam siklus pendanaan
startup yang lebih dikenal dengan
pendanaan seri C sebesar r90 juta USD
atau setara dengan rp1,3 triliun nah
pendanaan ini dipimpin oleh temaek
softbank Vision font 2 dan sequoya
Capital Indonesia Nah ada harapan bagi
efficiery yang merupakan perusahaan
startup bisa berkembang menjadi Unicorn
di saat itu Hal inilah yang menjadi
kebanggaan tersendiri bagi Indonesia
karena bisa menghasilkan perusahaan yang
bisa menguntungkan para peternak atau
petani ikan tapi di satu sisi
perusahaannya juga bisa menjadi
perusahaan yang besar nah sebelum
kecurangannya terbongkar eiciery ini ya
dipji-puji dan sudah berhasil menyandang
status perusahaan Unicorn yang
diagung-agungkan lah masa depannya cukup
cerah di saat itu idenya sangat
Cemerlang nah cuma geng di tengah-tengah
harapan besar bagi ificiery ini ada
kendala yang terjadi sebab secara
mendadak dan tiba-tiba ketahuanlah
ifisheri ini diduga melakukan penipuan
atau frouud yang dilakukan oleh si
penemunya petingginya atau pemilik dari
perusahaan ini yaitu Gibran serta satu
orang lainnya yang menjabat sebagai CPO
yang bernama Krishna adityya Nah
sekarang kita akan masuk nih ke dalam
pembahasan mengenai penipuan yang
terjadi di i
ini jadi geng kasus ini baru meledak
pada awal tahun ini tapi sebenarnya
kasus ini sudah dilaporkan kepada pihak
kepolisian sejak awal tahun lalu awal
tahun 2024 ada empat laporan yang
diterima oleh Polisi yaitu laporan di
bulan Februari di bulan maret kemudian
di bulan April yang terakhir di bulan
Mei 2024 dan penyelidikannya dilakukan
sepanjang tahun 2024 kalau informasi
yang gua dapatkan dari media Tempo Kasus
penipuan ini mencuat ketika Evis seri
mendapatkan pendanaan seri D Nah seri D
ini adalah tahap pendanaan lanjutan dari
seri C yang sudah gua Sebutkan
sebelumnya yang biasanya dilakukan oleh
perusahaan startup yang masih
membutuhkan modal tambahan untuk alasan
strategi bisnis dikatakan ada seorang
whistleblower atau dengan kata lain
kayak yang membocorkan gitu ya yang
membocorkan informasi yang mana dia ini
mendatangi anggota dewan dengan tuduhan
kalau laporan keuangan yang dibuat oleh
perusahaan tidak akurat geng Nah
kemudian dewan menugaskan penyelidikan
formal melalui pihak independen yaitu
FTI Consulting pada bulan Desember tahun
2024 yang dilakukan oleh para investor
termasuk softbank dan juga temasik
laporan keuangan tersebut ditulis oleh
FTI Consulting serta ditandai sebagai
draft dan dapat berubah lebih lanjut
selama penyelidikan jadi ibaratnya tuh
selama diselidiki ya drafnya Sekian gitu
Ini yang baru ditemukan n nanti akan
bertambah lagi datanya Nah kurang lebih
kayak gitu dan di saat masih draft awal
aja hasilnya ternyata ditemukan kan
adanya hal yang enggak konsisten dari
hitung-hitungan akuntansi perusahaan dan
berakhir dengan dewan yang akhirnya
memecat si Gibran huzaifah si ownernya
atau si foundernya setelah itu nah lalu
pertanyaannya Apanya yang enggak
konsisten dari laporan keuangan tersebut
Kok bisa sampai si foundernya juga
dipecat gitu nah di dalam laporan
tersebut ada dua laporan keuangan geng
yang satu untuk laporan internal yang
satu lagi untuk eksternal yang biasanya
akan diberikan kepada investor jadi yang
eksternal itu untuk lapor ke investor Ni
loh pengeluaran pendapatan kita Nah tapi
di internalnya malah laporannya beda
gitu Jadi seolah-olah ada salah satu nih
yang palsu atau yang dibuat-buat di
dalam laporan internal tertulis kalau
eicieri berhasil memperoleh pendapatan
sebesar 2,6 triliun selama 9 bulan dari
bulan Januari sampai September 2024
tetapi geng di laporan eksternal eiciery
dikatakan mendapatkan keuntungan
4,8 kali lebih besar dibandingkan yang
tertulis di laporan internal yaitu 12,3
triliun rupiah jadi benar-benar Dimar up
bukan Mar up sih kayak digede-gedein
gitu kayak misalkan lu untungnya cuma
r.000 tapi lu ngomong ke orang weh gua
untungnya r.000 nih gitu dan dia
ngomongnya itu kepada Para investor
supaya investor ini makin tertarik kayak
Wih menguntungkan nih mantap juga Dana
gua di sini nah terus geng berdasarkan
laporan keuangan eksternal tersebut
pertumbuhan pendapatan eviseri ini
melonjak dengan cepat itu kan gede
banget gitu dan di tahun 2021
pendapatannya aja nilai r,6 triliun dan
2022 menjadi 5,8 triliun dan 2023
menjadi 10,8 triliun nah angka-angka
yang ada di laporan keuangan eksternal
tersebut berbeda dengan apa yang ditulis
di laporan keuangan internal yang
internal ini yang sebenar-benarnya yang
menunjukkan pendapatan eicieri di tahun
2021 sebenarnya enggak segede itu dia
cuma 1 triliun 2022 senilai 4,3 triliun
dan 2023 sebesar 6 triliun sebenarnya
gede juga sih tapi yang bikin bingungnya
Kenapa Harus dibikin seolah-olah lebih
besar daripada itu 6 triliun aja udah
besar kan nah tapi tunggu dulu Nanti
kalian akan paham nah walaupun sama-sama
meningkat ya setiap tahunnya namun angka
yang tertulis itu lebih besar di laporan
eksternal dibandingkan dengan Internal
kan Nah laporan yang berbeda satu sama
lain ini sangat terlihat dari pencatatan
profit sebelum pajak dan berdasarkan
laporan eksternalnya ifishery membukukan
profit sebelum pajak senilai 261 miliar
selama bulan Januari sampai September
2002 4 namun di laporan internalnya
menunjukkan kalau eicieri justru merugi
sebesar
578 miliar di bulan yang sama nah sejak
tahun 2021 sampai bulan ke-9 di tahun
2024 laporan stnal efficiery
memperlihatkan pertumbuhan profit
sebelum pajak yang positif dan juga
stabil nah hal ini berbeda dengan
laporan internalnya yang menunjukkan
kalau perusahaan ternyata terus merugi
sejak tahun 2021 kerugian yang paling
parah terjadi pada Tahun 2022 yaitu
senilai 784 mili yang kemudian berlanjut
di tahun 2023 sebesar
rp759 miliar dari sini kita bisa lihat
geng dengan angka yang dituliskan
berbeda di laporan internal dan
eksternal menunjukkan kalau apa yang
terjadi dengan evicier ini adalah
penggelembungan nilai pendapatan yang
sebenarnya enggak ada ya Apa tujuannya
kalau bukan untuk menarik investor ya
dia tuh cuman pengen membuat investor
tuh jadi ngiler kayak Wah untungnya gede
banget gua mau nginvest mau nginvest mau
nginvest dan kalau kayak gitu dia gali
lubang tutup lubang mencari investor
baru untuk menutupi kerugian investor
lain itu juga kalau ketutup Kalau enggak
ya cuma buat operasional perusahaan aja
biar terus jalan tapi lagi-lagi rugi dan
rugi dengan laporan eksternal yang terus
menunjukkan peningkatan pendapatan
investor banyak yang percaya dan
tertarik untuk berinvestasi di eiciery
ini dan dengan laporan tersebut itu
artinya ada lebih dari 75% dari angka
yang dilaporkan oleh perusahaan itu
semuanya
palsu gila banget the real penipu handal
dan penipuan ini enggak cuma di lakukan
di catatan laporan aja geng tapi
melainkan Gibran selaku pemilik dan
pendiri eiciery selaku sekaligus
penipunya gitu ya dia mengaku ke
investor kalau perusahaannya memiliki
lebih dari 400.000 fasilitas pakan
padahal
kenyataannya fasilitas pakan yang
dimiliki oleh eviser ini di lapangan
cuma ada
24.000
Buset terus 300 sekian ribunya di mane
Gibran dan jauh banget dari angka yang
diklaim oleh Gibran ke investor Gibran
juga diduga sengaja memerintahkan untuk
mengelembungkan biaya modal perusahaan
untuk pembelian pakan ya sama si apa
namanya orang finance-nya gitu kayak Eh
lu tulis ya kayak ee kita modalnya tuh
harusnya sekian gitu Padahal misalkan
modalnya cuma r.000 nah lu tulis 1 juta
deh biar investor kita Ya tahunya
modalnya R juta gitu nah lebihnya itu
dia kantongin Dan di saat itu tujuan dia
adalah untuk menutupi kondisi keuangan
perusahaan yang terus-menerus merugi
setiap tahunnya yaitu itu gua bilang
tadi dia terus menutupi luobang dengan
dana dari investor baru Nah upaya Untuk
memanipulasi ini sudah dilakukan oleh
Gibran dan timnya sejak tahun 2018 agar
bisa mendapatkan pendanaan Seri A yaitu
tahap pertama dalam siklus pendanaan
startup setelah pendanaan awal dan di
Tahun 2022 ada lima perusahaan yang
dibentuk dan dikendalikan oleh si Gibran
ini nah cuma geng dari kelima perusahaan
tersebut enggak ada satuun nama Gibran
yang tercantum sebagai pemilik
perusahaan pintar banget nih orang nah
dia memakai nama orang lain sebagai
pemilik perusahaan biar enggak ketahuan
kalau kelima-limanya ternyata ya
kepemilikannya satu orang yaitu nama dia
yaitu nama Gibran dengan ificieri tadi
dan hitungannya udah perusahaan fiktif
nah perusahaan-perusahaan ini juga
berfungsi untuk pencatatan perputaran
uang untuk bisa menaikkan pendapatan dan
pengeluaran perusahaan manipulasi
keuangan ini terus berlanjut pada tahun
2023 di mana Gibran dan beberapa orang
lain melakukan upaya pemalsuan
dokumen-dokumen seperti invoice kontrak
serta pembukuan palsu nah sehingga kalau
di total uang yang digelapkan oleh
ifiseri ini udah mencapai 600 juta USD
atau setara dengan 9,7 triliun wuh gila
gimana bentuknya itu 9,7 triliun nah
akibat dari kasus ini manajemen dari
eviciery melakukan penindakan tegas
dengan mencopot Gibran serta Krishna
dari jabatannya pada pertengahan bulan
Desember tahun 2024 sebagai penggantinya
posisi Gibran akhirnya diisi oleh
seseorang yang bernama Adi Wibisono yang
sebelumnya menjabat sebagai cfo Karena
sekarang dia bertugas menggantikan
gibrand posisi dia yang sebelumnya saat
ini digantikan oleh Albertus sasmra dan
keputusan tersebut diambil bersama
dengan shareholder perusahaan sebagai
bentuk komitmen mereka untuk
meningkatkan tata kelola perusahaan yang
baik manajemen efficiery juga memberikan
perhatian penuh dalam penyelidikan kasus
ini dan tidak akan ragu untuk membantu
penyidik jika memang membutuhkan
informasi mengenai data internal
perusahaan nah jadi di sini yang jahat
tuh bukan perusahaan eiciery-nya Enggak
semua orang di dalam eiciery itu
terlibat sebenarnya jadi yang gila ini
adalah si Gibran ini dan si Krishna dan
untuk bisa melakukan penyelidikan
menyeluruh polisi melakukan koordinasi
dengan lembaga terkait yaitu Otoritas
Jasa Keuangan atau OJK geng dalam
laporan tersebut diperkirakan manajemen
menggelembungkan pendapatan hampir 600
juta us do atau rp9,7 triliun selama
Januari hingga September
2024 laporan itu juga menyebutkan lebih
dari 75% dari angka-angka Yang
dilaporkan adalah
palsu Nah jadi geng kecurangan yang
dilakukan oleh Gibran serta Krishna ini
benar-benar luar biasa dan Enggak cuma
menghancurkan Citra dari perusahaan yang
akan mempengaruhi kepercayaan investor
tapi juga berdampak terhadap para
pekerja mereka yang harus di PHK Nah
sekarang kita akan masuk ke dalam
pembahasan mengenai staff eiciery yang
terkena PHK imbas dari kasus manipulasi
yang dilakukan oleh Gibran dan
Krishna Nah jadi geng duga an frud atau
kecurangan dalam perusahaan Unicorn
eiciery sampai berimbas kepada staf-staf
mereka di bulan yang sama ketika
manajemen eiciery mengganti Gibran serta
Krishna yang menjabat di sana perusahaan
tersebut akhirnya menghentikan juga
operasional mereka namun geng enggak
sampai di situ karena ifiseri juga
melakukan pemangkasan pekerja atau
memphk 90% dari 1500 staf mereka para
pekerja dikatakan sudah diberitahu
sebelumnya dan prosesnya akan dilakukan
secara bertahap mulai dari akhir bulan
Januari kemarin Dan di saat itu menurut
informasi yang gua dapat kan walaupun
stafnya di PHK tapi mereka sudah
mendapatkan hak mereka yang sesuai
dengan undang-undang Cipta kerja jadi di
PHK tetap dikasih tunjangan hanya saja
belum ada informasi lebih lanjut
mengenai bagaimana keberlanjutan
operasional perusahaan tersebut setelah
perusahaan melakukan PHK terhadap Para
stafnya jadi enggak jelas nih nih
perusahaan Gimana udah ngerugiin banyak
orang Apakah lanjut atau Ya udah
akhirnya dibubarkan belum tahu dan
walaupun dikatakan hak pekerjanya sudah
dipenuhi namun tetap aja kasus ini
membuat Para stafnya mendapatkan Stigma
yang buruk ya pokoknya kasihanlah yang
kerja di sana tuh keluar dari eisery
dianggap sekaligus pembohong padahal
yang melakukan penipuan atau kebohongan
adalah Gibran dan Krishna sebab ada
karyawan yang juga resain karena
ketidakpastian operasional perusahaan
sehingga mereka akhirnya mencari
pekerjaan yang baru Nah namun ketika
mereka melamar di perusahaan yang baru
mereka dighosting gitu aja geng karena
karyawannya itu dicap sebagai mantan
karyawan dari perusahaan yang melakukan
penipuan kasihan banget dan hal ini ya
tentu merugikan para pekerja yang mana
mereka jadi kena imbas yang Padahal
mereka tidak menikmati e hasil penipuan
tersebut enggak terlibat yang terlibat
cuma petingginya nah tapi mereka harus
ya apa ya jadi jelek namanya nah para
pekerjanya Enggak tahu apa-apa tapi ikut
terdampak Nah kalau begini akan banyak
orang yang menjadi Pengangguran karena
tidak bisa lagi bekerja di tempat lain
Mereka di blacklist udah cari kerja
Susah Ditambah lagi dengan oknum-oknum
yang ingin mencari keuntungan untuk diri
sendiri namun berimbas sama orang-orang
kecil start up efficiaryy kembali
melakukan pemutusan hubungan kerja
terhadap karyawannya informasi terbaru
mengungkapkan jumlah karyawan yang akan
di PHK mencapai 300
orang terus enggak cuma itu geng Kasus
penipuan yang dilakukan oleh eviseri ini
juga pada akhirnya bisa berdampak
terhadap ekosistem startup Indonesia
padahal peningkatan perusahaan lokal
saat ini sudah lebih baik dibandingkan
sebelumnya apa yang terjadi dengan
eiciery tentunya sangat memalukan dan
merusak nama Indonesia serta komunitas
startup menurut seorang coofounder dan
co-anaging partner dari North Star group
yang namanya adalah Patrick walujo yang
mana perusahaan dia juga ikut memberikan
dana kepada eiciery dalam putaran seri c
dan d dia ini bilang sulit untuk
memproyeksikan keberlanjutan dari
eiciery meskipun sudah menunjuk pimpinan
yang baru Nah Patrick mengatakan kalau
penipuan seperti ini bukanlah yang
pertama kali terjadi karena beberapa
tahun terakhir ada beberapa startup yang
pada akhirnya bangkrut karena dugaan
frout atau penipuan kayak gini yang
seolah-olah terlihat sukses kantornya
mewah banget Padahal mah rugi terus nah
Oleh karena itu dari kasus ifiseri harus
menjadi pelajaran bagi semua perusahaan
startup di Indonesia untuk memiliki tata
kelola keuangan perusahaan yang baik
Haduh kacau banget karena memang kalau
kita lihat ya banyak banget anak-anak
muda yang bikin perusahaan terus
langsung tampil di media untuk
gaya-gayaan seolah-olah terlihat sukses
padahal mah hasilnya Enggak seberapa
terus karyawannya juga ya okelah ada
karyawan yang digajinya gede banget tapi
kayak gaji lo itu kayak sebenarnya bisa
diproyeksikan untuk 5 tahun tapi
akhirnya Lu cuma bisa terima setahun
setahun berikutnya lu udah di PHK Karena
perusahaan lu bangkrut gitu jadi enggak
ada yang ngejamin nah kemudian geng ada
seseorang yang bernama Josua Pardede dia
ini adalah kepala ekonom Bank Permata
nah beliau ini menyampaikan transparansi
dan akuntabilitas menjadi hal yang
sangat penting untuk dimiliki oleh
seorang pelaku usaha terlepas dari
statusnya mau itu usaha di bidang
teknologi UMKM atau korporasi pelaku
usaha juga perlu untuk bisa menerapkan
prinsip tata kelola yang baik dalam
menjalankan Setiap kegiatan usaha mereka
lalu diversifikasi penilaian enggak bisa
kalau cuma mengandalkan laporan keuangan
tapi juga harus menggunakan berbagai
pengecekan data seperti historis
pengecekan inventory informasi dari
supplier atau pihak lainnya semua hal
ini penting ketika proses valuasi
perusahaan ataupun audit untuk
meminimalisir frud kasus ini bisa
menjadi pelajaran bagi para investor
untuk melakukan pengecekan serta audit
keuangan secara berkala kepada
perusahaan startup yang menjadi
portofolio investasi mereka ya sama
seperti Patrick Joshua juga mengatakan
kasus ini akan berdampak terhadap
komunitas lain Sebab investor akan lebih
memilih untuk berinvestasi nah Lalu ada
pendapat lagi nih dari peneliti center
of economic and law studies atau selios
yang bernama burani Septia beliau ini
mengatakan kasus penggelomungan
pendapatan dan laba eiseri bisa
berdampak terhadap investasi digital di
Indonesia yang saat ini sedang mengalami
perlambatan banyak orang yang enggak
bakal percaya lagi untuk berinvestasi di
Indonesia apaal lagi frud terjadi pada
startup yang sudah mendapatkan gelar
Unicorn atau bervaluasi lebih dari 1
miliar USD ya orang-orang Mana percaya
lagi sama perusahaan kecil mana percaya
lagi yang gede kayak gini aja yang udah
digadang-gadang bakal Sukses banget aja
nipu gitu dan oleh karena itu startup
perlu untuk belajar pentingnya
mengutamakan pelaporan keuangan yang
akurat dan
transparan Nah itu dia geng pembahasan
kita hari ini mengenai kasus fraud atau
penipuan yang terjadi pada eiciary yang
dilakukan oleh pemilik atau dirinya
sendiri yaitu Gibran bersama dengan
partnernya yang bernama Krishna sayang
banget geng padahal evisher ini memiliki
potensi yang besar dan bisa membanggakan
karena merupakan perusahaan lokal yang
enggak cuma sukses di dalam negeri tapi
juga di luar negeri gua Yakin banget ya
setelah eviseri ini runtuh gagal bakal
ada perusahaan luar yang meniru dan
membuatnya jauh lebih baik lagi-lagi
kita ke cololongan gara-gara apa
gara-gara budaya yang hobi banget nyari
untung duluan alias korupsi ya kan nah
tapi karena kasus ini jadi Pupus sudah
harapan untuk ifishery ya y gimana geng
Menurut kalian tentang kasus ini coba
tinggalkan komentar di bawah