Transcript
EcSTJY1CrE8 • MISTERI PAGAR LAUT TANGERANG ! LAUT SEKARANG BISA DIJUAL & PUNYA SERTIFIKAT ?!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1341_EcSTJY1CrE8.txt
Kind: captions
Language: id
di tanggal 18 September tahun 2024 tim
gabungan yang terdiri dari Dinas
Perikanan Kabupaten Tangerang terus ada
hnsi TNI Angkatan Laut kepolisian
perairan dan udara Satpol PP serta
Kementerian pupr itu menemukan kalau
ternyata panjang pagar tersebut
tiba-tiba sudah bertambah menjadi
13,12 km dari yang tadinya 7 KM Wah gila
bertambahnya itu sekitar
6,12
kilo menurut keterangan dari koordinator
jrp yang bernama sandi Martha Praja dia
bilang kalau pagar laut yang dia sebut
sebagai tanggul ini itu dibuat sebagai
langkah mitigasi bencana tsunami dan
abrasi katanya selain tujuan tersebut Si
Sandi ini bilang kalau keberadaan pagar
di sana bisa meningkatkan perekonomian
masyarakat kalau kondisinya baik area
sekitar pagar laut itu bisa dimanfaatkan
sebagai tambak ikan yang nantinya juga
akan bermanfaat bagi masyarakat yang
rata-rata berprofesi sebagai nelayan
untuk lebih mudah mendapatkan ikan
katanya dia Yo geng tekan tombol
subscribe geng e Yo what's good Welcome
back to kamar
[Musik]
Jerry geng geng di beberapa video gua
itu banyak banget yang komen dan minta
untuk dibahas tentang pagar laut yang
ada di Tangerang yang saat sekarang ini
sedang ramai banget dibahas ya Gimana
Enggak Ramai ya geng dikatakan kalau
pagar ini ketika pertama kali ditemukan
panjangnya sudah mencapai 7 KM cukup
panjang yang menjadi pertanyaannya
adalah siapa yang membangun pagar
sepanjang itu Nah karena menurut
pengakuan warga sekitar bukan mereka
yang membangun pagar tersebut malah
mereka merasa terganggu dengan adanya
pagar tersebut karena seperti yang kita
tahu warga yang tinggal di pesisir pant
itu kebanyakan adalah nelayan ya
sehingga mereka enggak mungkin
memetak-metakkan laut seperti itu karena
laut itu menjadi tempat mereka mencari
rezeki nah di topik Kali ini Gua pengin
membahas nih pertanyaan yang masih
membuat netizen penasaran Bagaimana bisa
pagar sepanjang itu dibangun tanpa
diketahui oleh orang-orang dan Siapa
yang bertanggung jawab atas pembangunan
pagar laut tersebut Nah di sini gua
sudah merangkum tentang pembahasan ini
dan akan gua Jelaskan kepada kalian
secara sesederhana mungkin agar kalian
bisa ee paham atau mengerti dengan
informasi yang gua sampaikan ini nah
cuma di sini gua mau disclaimer dulu nih
geng dalam penyampaian informasi ini gua
enggak ada maksud untuk menggiring opini
dan ataupun menyudutkan salah satu pihak
di sini tugas gua hanya menyampaikan
cerita atau menyampaikan berita sesuai
dengan apa yang ada di media mainstream
jadi di sini gua membantu kalian untuk
paham dengan apa yang ada di media gua
rangkum dan gua ceritakan Nah untuk apa
yang gua sampaikan di sini kalian bisa
bisa cek sendiri sumbernya dan banyak
banget di media-media nah Oke kalau gitu
Langsung aja kita bahas secara lengkap
tentang kontroversi pagar laut yang
sangat panjang ini di sisi
[Musik]
lain oke kita langsung masuk ke dalam
pembahasan kronologi pertama ketika awal
mula penemuan pagar laut di Tangerang
jadi untuk pembahasan pertama ini kita
akan mulai dengan e penemuan pagar laut
tersebut di Tangerang biar runut gitu ya
dengan e waktu yang ada dan juga nanti
kita bakal bercerita di belakang tentang
e penemuan pagar laut pagar laut lainnya
Nah jadi ternyata enggak cuma satu laut
yang sudah dipagerin jadi geng informasi
mengenai keberadaan pagar laut ini
didapatkan oleh dinas Kelautan dan
Perikanan atau DKP Provinsi Banten
setelah adanya laporan pada tanggal 14
Agustus tahun 2024 dari ketua himpunan
nelayan seluruh Indonesia atau yang
disingkat dengan hnsi ranting Mauk nah
para nelayan tersebut tinggal di daerah
pantai yang sudah dipagari ini Dan
mereka mengeluh atas keberadaan pagar
laut di sana yang membuat mereka jadi
kesulitan mencari ikan dan ketika
laporan itu ada tim DKP Banten langsung
mendatangi lokasi yang dimaksud sekitar
5 hari setelah laporan masuk yaitu
tepatnya pada tanggal 19 Agustus tahun
2024 yang mana mereka ke sana untuk
ngecek nah pada saat itu geng pagar
tersebut diketahui udah terpasang dan Ya
udah sejauh 7 KM kepasangnya Jadi udah
enggak main-main jaraknya dan itu
panjang banget 7 kilo geng 7 kilo tuh
kayak dari mana ke mana ya pokoknya
panjang deh kita dari rumah ke warung
aja itu kayaknya mager banget nah ini 7
KM jauh banget itu dan keberadaan pagar
laut ini sangat misterius dan kemudian
ini menjadi perhatian bagi tim DKP
Banten karena tidak ada satu orang pun
yang mengakui yang bertanggung jawab
atas kepemilikan pagar laut tersebut
terus singkat cerita geng berlanjut pada
tanggal 4 sampai dengan 5 September
tahun 2024 tim DKP Banten di saat itu
kembali melakukan investigasi atas pagar
laut tersebut Namun investigasi kali ini
berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal
pengawasan sumber daya Kelautan dan
Perikanan atau disingkat dengan Ditjen
psdkp terus ada Kementerian Kelautan dan
Perikanan atau KKP dan juga polisi
khusus atau polsus lalu di kunjungan
yang kedua tim investigasi terbagi
menjadi dua kelompok satu kelompok untuk
memeriksa langsung ke lokasi pagar laut
tersebut sementara kelompok yang lain
itu ditugaskan untuk berkoordinasi
dengan Camat dan kepala desa setempat
Nah jadi ada laporanlah kepada perangkat
desa dan koordinasi di saat itu
menunjukkan kalau keberadaan pagar laut
di sana ternyata tidak memiliki
rekomendasi atau izin dari pemerintah
setempat baik dari pihak Kecamatan
maupun Desa mereka enggak mengakui kalau
mereka ya merasa pernah ngasih izin gitu
Nah itu artinya pagar tersebut dibangun
atau berdiri secara ilegal Karena untuk
membangun rumah aja butuh persetujuan
dari pemerintah apalagi ini perairan
gitu laut yang Bahkan enggak tahu
tujuannya untuk apa Nah Oleh karena itu
DKP Banten mengatakan akan terus
memantau perkembangan dari pagar laut
tersebut dengan melakukan patroli
rutin dan singkat ceritanya nih geng
pada patroli berikutnya di tanggal 18
September tahun 2024 tim gabungan yang
terdiri dari dinas perik kanan kabupaten
Tangerang terus ada hnsi TNI Angkatan
Laut kepolisian perairan dan udara
Satpol PP serta Kementerian pupr itu
menemukan kalau ternyata panjang pagar
tersebut tiba-tiba sudah bertambah
menjadi
13,12 km dari yang tadinya 7 KM Wah gila
bertambahnya tuh sekitar
6,12 kilo hampir 50%-nya ya berarti kan
sembari diperiksa itu pagar terus
dibangun atau terus ditambah dan yang
lebih gila nya lagi terakhir kalinya
ketika dilakukan pengecekan ternyata
panjangnya sudah lebih panjang lagi
bahkan mencapai
30,16 KM
wow terus geng lokasi dari pagar laut
tersebut berada di sejumlah desa dan
kecamatan di Tangerang yang kalau
dirinci pagar laut itu membentang di
tiga desa Kecamatan Kronjo Tiga desa
Kecamatan Kemiri dan empat desa
Kecamatan Mauk dan satu desa
masing-masing di Kecamatan Sukadiri dan
juga Paku Haji serta dua desa di
Kecamatan Teluk Naga pagar ini dibuat
menggunakan bambu dengan tinggi sekitar
6 m pemasangan dari pagar laut tersebut
dibentuk dari anyaman bambu paranet
serta pemberat berupa karung yang diisi
dengan pasir kalau dilihat dari dekat
bagian atas dari beberapa di antara
baris-baris bambu tersebut ada yang
dibuat membentuk jalan jadi semacam
kayak jembatan gitu geng sehingga kalau
dipijak oleh orang yang ingin berjalan
di atasnya itu bisa dan Lalu ada sebuah
video yang diunggah oleh netizen nih
dengan memperlihatkan keberadaan dari
pagar laut yang diambil lewat citra
satelit juga nah dari video tersebut
kita bisa melihat kalau Bagian terluar
dari pagar laut itu membentang lurus
sejauh
6,59 KM dan dari 6,5 KM pagar laut
tersebut terbagi menjadi tiga blok yang
terpisah blok yang pertama ada di
kawasan Desa Kramat yang membentang
sepanjang 3,07 KM terus blok yang kedua
terletak di kawasan desa kohot yang
membentang sepanjang
4,71 KM dan blok yang ketiga terletak di
desa kohot lagi yang membentang
sepanjang 1,47 KM nah terus Geng kalau
dilihat dengan lebih teliti lagi di
dalam pagar tersebut sudah
dipetak-petakkan lagi menggunakan pagar
bambu dengan ukuran yang bervariasi
bentuknya tuh mirip kayak tambak-tambak
udang gitu loh geng atau mungkin kayak
pembatas sawah gitu Coba kalian simak di
video ini baik-baik Kelihatan banget Tuh
padahal nih geng lokasi dari pagar laut
tersebut berada di zona pelabuhan laut
zona perikanan tangkap zona pariwisata
dan zona Pelabuhan Perikanan serta zona
pengelolaan energi dan zona perikanan
budidaya pagar tersebut juga dekat
dengan rencana Waduk lepas pantai yang
diinisiasi oleh Bapenas lagi-lagi
pertanyaannya sekarang Siapa yang
membangun pagar laut tersebut yang tidak
berizin sepanjang 30 km itu Kementerian
Kelautan dan Perikanan atau KKP itu
mengatakan kalau pihak mereka enggak
tahu siapa yang membangun pagar tersebut
dan untuk itu pihak Ombudsman lah yang
bakal melakukan penelusuran terkait
Siapa orang yang melakukan pemagaran
laut di Tangerang ini nah namun banyak
yang curiga kalau pemagaran laut ini ada
hubungannya dengan reklamasi jadi kayak
ya pengen menimbun dan membuat Pulau
Baru Nah cuma kalau dari pihak KKP
sendiri itu belum bisa memastikan hal
tersebut karena untuk melakukan
reklamasi juga harus melakukan
pengurusan Izin terlebih dahulu sebelum
memulai reklamasi pihak Ombudsman itu
menduga kalau keberadaan pagar laut ini
berhubungan dengan proyek strategis
nasional atau PSN serta aktivitas ilegal
aktivitas ilegal ini seperti penimbunan
Tambak dan aliran sungai tanpa izin
secara diam-diam dan Ini kata
ombudsmannya langsung geng bukan ee apa
ya isu atau asumsi yang liar terus geng
berdasarkan keterangan dari kepala
perwakilan Ombudsman RI wilayah Banten
yang bernama Fadli Afriadi ketika pihak
Ombudsman melakukan investigasi itu
ternyata pagar tersebut didirikan oleh
warga pada malam hari yang dibayar
dengan upah harian sebesar Rp100.000 nah
ini menurut keterangan mereka nih warga
sempat mengaku menerima upah Rp100.000
per orang untuk memasang pagar pada
malam hari Nah itu Semua sudah dilakukan
sejak bulan Juli tahun 2024 katanya nah
tapi belum diketahui identitas dari
warga yang membangun pagar tersebut
sampai sekarang yang dimaksud tuh warga
mana Kalau warga lokal masalahnya warga
lokal itu ngaku mereka nelayan dan
enggak pernah merasa mereka yang
membangun itu berarti warga yang mana
dan menurut Fadil juga pagar tersebut
memiliki pintu setiap 400 m sehingga
perahu bisa masuk melalui pagar tersebut
tetapi di dalamnya ada pagar lain lagi
jadi berlapis-lapis gitu geng mirip
dengan yang terlihat di video yang tadi
sempat gua Tampilkan dari ket angan yang
dikatakan kalau dibangunnya pagar laut
ini pada malam hari itu ternyata juga
dikonfirmasi dari kesaksian seseorang
yang merupakan warga sekitar yang
bernama suruan suruan ini bilang kalau
pagar-pagar tersebut sudah dipasang
sejak dua e sampai 3 bulan yang lalu lah
Nah jadi pengerjaannya itu dilakukan
pada malam hari dan warga sekitar tidak
dilibatkan sebenarnya dalam pembangunan
pagar laut tersebut sehingga mereka
enggak ada yang tahu keberadaan pagar
itu pokoknya pas pagi-pagi ngelihat udah
ada aja Nah kalau dibilang yang ngerjain
warga ya mungkin looksnya para pekerja
ini kayak warga tapi bukan warga sekitar
gitu dan dia juga menyampaikan kalau ada
nelayan yang melaut Ketika pulang itu
sampai menabrak pagar tersebut karena
mereka sebelumnya enggak tahu kalau di
situ udah ada pagar nah suruan juga
mengaku kalau keberadaan pagar tersebut
mengganggu aktivitas para nelayan dan
membuat nelayan-nelayan itu enggak bisa
melajukan kapalnya secara bebas seperti
ketika sebelum adanya pagar-pagar
tersebut Nah dengan adanya pagar Ini
para nelayan harus melajukan kapal
mereka lebih jauh untuk bisa sampai ke
jalur yang biasanya mereka lintasi yang
mana hal tersebut tentu bakal
menghabiskan banyak solar atau banyak
bahan bakar nah terus lagi geng ada
kesaksian dari seseorang yang bernama
Heru dia ini merupakan warga setempat
yang juga berprofesi sebagai nelayan
Heru ini mengatakan kalau sekitar dua
sampai 3 bulan sebelumnya ada lima truk
yang berukuran besar yang membawa
bambu-bambu ini dan diletakkan di
pesisir Pulau Cangkir Desa Kronjo
Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang
Banten nah kemudian dia juga lihat ada
beberapa pekerja yang Bert gas untuk
menurunkan bambu-bambu dari truk lalu
membawa bambu-bambu tersebut ke tengah
laut menggunakan perahu nah kemudian
bambu-bambu ini baru dipasang membentuk
seperti pagar nah Heru ini bilang kalau
nelayan yang menggunakan kapal kecil
pasti mencari ikan di sekitar tempat
pagar itu dipasang karena cuma
kapal-kapal besar aja yang bisa mencari
ikan hingga ke tengah laut yang lebih
jauh sementara yang kecil-kecil cuma
bisa sampai ke area yang dekat dengan
daratan yang mana saat ini ya sayangnya
udah dipasangi pagar yang kemungkinan
membuat ikan-ikan jadi terganggu dan Hal
inilah yang membuat aktivitas mencari
ikan bagi nelayan itu ya cukup
mengganggulah di saat itu karena adanya
pagar laut tersebut Nah kemudian ada
satu lagi nih geng warga yang bersaksi
namanya itu ya inisial an nah an ini
bilang kalau untuk membangun pagar di
daerah kohot pekerjaan tersebut sudah
dimulai sejak setahun yang lalu dan
bahkan terus berlangsung sampai beberapa
waktu belakangan katanya gila ya udah
setahun dan kabarnya yang mengerjakan
pembangunan tersebut bukanlah warga
sekitar tapi just justru dari kalang
Serang dan Tanjung Kait nah pengakuan
dari si a ini berbeda dengan pengakuan
dari surwan dan juga Heru Nah kalau si a
ini bilang kalau pembangunan pagar bambu
ini dikerjakan pada siang hari dan
dipasang dalam beberapa hari kerja nah
para pekerjanya ini menancapkan bambu
dengan berjalan kaki ke tengah laut
tersebut karena laut yang berada di
perairan pantai kohot itu dangkal Ya
hanya sepinggang orang dewasa dan
bambu-bambu yang datang ke sana berasal
dari sebuah proyek di sebelah timur
Kampung kohot dengan cara diapungkan Nah
jadi di sini ini ada dua informasi
berbeda dengan informasi yang dikatakan
oleh saksi yang bernama surwan dan juga
Heru mereka menyaksikan kalau
pembangunan di daerah mereka itu pada
malam hari sementara an di daerahnya dia
pada siang hari dan tidak menggunakan
perahu melainkan langsung berjalan
karena dangkal nah memang geng
keterangan dari saksi ini beda-beda
karena mungkin jaraknya juga cukup
panjang jadi waktu pengerjaannya juga
berbeda beda Nah misalkan salah satunya
keterangan dari salah satu nelayan dari
Desa Karang Serang yang bernama Pak
Trisno dia ini mengatakan kalau
pemasangan bambu itu dilakukan pada pagi
hari justru dan Pak Trisno ini melihat
kalau ada beberapa kapal kecil yang
mengangkut beberapa orang untuk memasang
pagar tersebut ya kalau
sepengelihatannya dia kapal-kapal kecil
tersebut berasal dari Tanjung Kait juga
nah jadi dari sini sudah bisa kita
bayangkan ya geng Dari mana asal muasal
pagar bambu tersebut se pada saat itu
awal mula tahunya Seperti apa Pak
nelaian di sini ya awalnya sih ada e
kiriman material bambu itui B I yang E
ngompoy itu nma mobil malam malam hari
itu malam harinya ya nah jadi geng dari
kesaksian para nelayan serta warga
sekitar bisa kita lihat nih geng
pemasangan di beberapa wilayah itu
beda-beda ada yang pagi siang dan ada
juga yang malam hari berarti memang
pembangunan pagar ini dilakukan secara
masif meskipun masih belum tahu siapa
orang-orang yang memasang pagar tersebut
dan siapa orang-orang yang membayar
mereka nah kemudian beredar lagi kabar
Kalau biaya pembangunan pagar laut ini
bahkan mencapai sekitar
420.000 per meternya kaliin aja tuh
420.000 permer ini sudah mencapai ya
belasan kilometer bahkan puluhan kilmer
terus Ditambah lagi dengan biaya untuk
orang-orang yang memasang pagar tersebut
sekitar 100 sampai 20000.000 per hari
otomatis biayanya enggak kecil sehingga
kalau di total-total nih ya biaya
pembangunannya itu bisa mencapai Rp15
miliar lebih jadi mungkin enggak
kira-kira Menurut kalian itu dilakukan
oleh para nelayan sendiri dengan uang
sebesar R1 miliar enggak mungkin banget
gitu kan Nah sementara itu untuk
kerugian yang dialami oleh nelayan
sendiri itu sebesar Rp miliar
berdasarkan catatan dari pihak Ombudsman
Nah untuk saat ini KKP itu sudah
menyegel pagar laut di sepanjang pesisir
Utara Tangerang karena sudah dipastikan
tidak berizin alias ilegal dan pada
tanggal 9 Januari tahun 2025 ada belasan
petugas yang dipimpin oleh Direktur
Jenderal pengawasan sumber daya Kelautan
dan Perikanan dari Kementerian Kelautan
yang bernama Pung Nugroho saksono Nah
itu mereka Langsung memasang spanduk
berwarna merah yang bertuliskan
penghentian kegiatan pemagaran laut
tanpa izin tepat di atas bambu-bambu
tersebut karena dinilai sudah melanggar
pasal 18 angka 12 undang-undang Nomor 6
Tahun 2023 tentang penetapan peraturan
pemerintah pengganti undang-undang Nomor
2 Tahun 2022 tentang Cipta
kerja nah kan Ini baru penyagilan doang
geng terhadap pagar bambu ters but ini
belum masuk ke dalam tindakan
pembongkaran terhadap pagar-pagar
tersebut Dan penyegelan ini juga menjadi
sorotan bagi banyak pihak karena KKP di
saat itu baru menyegel setelah 5 bulan
Sejak pertama kali warga melaporkan hal
ini nah jadi kayak setelah viral baru
ditindak gitu dan menurut berbagai pihak
ketika pihak KKP akhirnya tahu kalau
adanya pemasangan pagar laut ilegal ini
Seharusnya bisa dilakukan tindakan di
saat itu juga nah tapi ini malah
membutuhkan waktu kurang lebih 5 bulan
lamanya untuk bisa menyegel tempat
tersebut dan dan untuk pembongkarannya
Pak Pung Nugroho saksono selaku Direktur
Jenderal pengawasan sumber daya Kelautan
dan Perikanan atau KKP itu memberikan
tenggat waktu 20 hari kepada pemilik
pagar laut untuk mencabut pagar-pagar
tersebut kalau tidak pihak KKP akan
mengambil tindakan pembongkaran nah tapi
meskipun begitu pagar laut tersebut yang
ada di Tangerang itu masih menyisakan
tanda tanya besar Siapa yang sebenarnya
bertanggung jawab dan siapa yang punya
pagar tersebut nah lalu singkat cerita
setelah dilakukan penyegelan oleh pihak
KKP permasalahan pagar laut ini
benar-benar enggak berhenti sampai di
situ aja geng karena ada beberapa fakta
yang kemudian terungkap dan ada pihak
yang mengaku sebagai pekerja yang
membuat pagar tersebut Nah jadi ada
beberapa orang yang mengaku kalau ya
kami yang ngerjain itu itu demi nelayan
itu demi rakyat dan segala macamlah
isu-isunya Nah sekarang kita masuk ke
dalam pembahasan menguak dalang di balik
pembuat pagar laut
tersebut jadi geng pihak KKP yang pada
awalnya nya hanya melakukan penyegelan
aja terhadap pagar laut yang ada di
Tangerang ini dan enggak langsung
melakukan pembongkaran Nah itu dikritik
oleh masyarakat geng Nah terutama
netizen di internet Kenapa harus tunggu
20 hari baru dibongkar kan sudah tahu
itu enggak berizin dari awal nunggu apa
lagi gitu nah Menteri Kelautan dan
Perikanan yang bernama Sakti Wahyu
trenggono itu menyebutkan kalau
pemerintah enggak bisa langsung mencabut
pagar laut itu karena harus melalui
prosedur sebelum tindakan lebih lanjut
diambil nah langkah pertama yang harus
dilakukan itu memang disegel terlebih
lebih dahulu Nah setelah disegel
pemerintah akan melanjutkan dengan
melakukan penyelidikan tentang Siapa
yang bertanggung jawab atas pemasangan
pagar tersebut kalau udah diketahui KKP
bakal memberikan denda dan meminta
pelaku untuk membongkar pagar tersebut
jadi katanya Ya enggak bisa langsung
dibongkar gitu aja nah tapi informasi
terupdate-nya nih geng ya yang ada di
media Tempo yang dibuat pada tanggal 21
Januari tahun 2025 dikatakan pagar laut
yang berada di kawasan Tanjung Pasir itu
sedang dilakukan pembongkaran oleh TNI
Angkatan Laut yang dipimpin oleh
Komandan pangkalan Utama al3 Jakarta
yaitu Brigjen TNI hari Indarto nah dalam
melakukan perobohan dan pembongkarannya
tersebut tnial juga dibantu oleh nelayan
dengan cara mengikat pagar menggunakan
tali yang ditarik oleh kapal sampai
roboh nah namun geng Pak Sakti Wahyu
trenggono selaku Menteri Kelautan dan
Perikanan di saat itu justru meminta
agar pagar laut itu enggak langsung
dibongkar karena menurut beliau pagar
laut tersebut seharusnya menjadi barang
bukti terlebih dahulu nah di Ambah
beliau sama sekali enggak mengetahui
kalau pagar laut tersebut ternyata sudah
dibongkar oleh TNI AL serta nelayan
setempat nah beliau ini mengaku kayak
enggak dapat kabar gitu nah ini tuh
dianggap aneh oleh netizen Kok bisa
menteri tidak mengetahui kalau ya barang
bukti tersebut sudah dibongkar oleh
tnial padahal kedua institusi ini
Seharusnya melakukan koordinasi Nah ini
kan kayak terkesan Ya gimana ya kita
kayak percaya enggak ya dibilang enggak
tahu masa ia enggak tahu sih gitu dan
kasus khususnya sebesar itu nah meskipun
diminta untuk dihentikan pembongkaran
tersebut Jenderal Agus Subianto selaku
Panglima TNI mengatakan kalau
pembongkaran tersebut harus tetap terus
berlanjut sebab ini sesuai dengan
perintah dari Presiden Prabowo Subianto
dan ditargetkan akan selesai secepatnya
tapi pada akhirnya nih geng pihak KKP
setuju juga untuk melakukan pembongkaran
tersebut dan mengikuti instruksi dari
Presiden dengan menerjunkan ratusan
personil Nah setelah Pak Sakti Wahyu
trenggono bertemu dengan pak presiden
Beliau mengatakan kalau berdirinya pagar
laut di sana bisa terjadi karena
kurangnya pengawasan Hal ini disebabkan
karena luasnya perairan Indonesia namun
Armada patroli kita itu terbatas dan
pihak KKP menduga kalau pagar laut
tersebut itu adalah penangkaran kerang
milik nelayan makanya pada awalnya KKP
tidak melakukan tindakan apapun jadi
dikirain tuh ah punya nelayan tuh
mungkin Tambak atau tempat biar
ngumpulnya kerang gitu atau apalah gitu
nah sementara itu Kementerian lingkungan
hidup atau klh itu ikut turun tangan
untuk menyelidiki keberadaan pagar laut
tersebut pihak dari kla itu mengungkap
kalau pemasangan pagar di sana tidak
disertai dengan sejumlah dokumen
lingkungan seperti analisis mengenai
dampak lingkungan atau Amdal terus upaya
pengelolaan lingkungan atau UKL dan
upaya pemantauan lingkungan atau UPL
Jadi benar-benar fix kalau pagar laut di
sana itu ilegal enggak resmi sama sekali
dan melanggar hukum kalau dari hasil
penyelidikan klh nanti ditemukan adanya
kerusakan lingkungan maka klh akan
mengambil langkah hukum sesuai aturan
yang berlaku terus geng di tengah-tengah
rasa penasaran orang-orang tentang siapa
yang membangun pagar ini dan apa
tujuannya tiba-tiba ada sekelompok
nelayan yang tergabung di dalam jaringan
rakyat pantura atau jrp yang mengklaim
kalau mereka yang membuat pagar laut
tersebut yang membentang sampai laut
pantai utara atau Pantura Loh kok bisa
gitu ya Ada nelayan yang mengaku kalau
mereka yang membangun pagar ini atau
masyarakat sekitarlah padahal ya
nelayan-nelayan lain yang terdampak itu
merasa marah tapi di sini jujur ada yang
ngaku kalau mereka yang berinisiatif dan
sekaligus melakukan pembangunan tersebut
nah gegerlah di saat itu saat pihak jrp
ini mengklaim kayak gitu geng menurut
keterangan dari koordinator jrp yang
bernama sandi Marta Praja dia bilang
kalau pagar laut yang dia sebut sebagai
tanggul ini itu dibuat sebagai langkah
mitigasi bencana tsunami dan abrasi
katanya selain tujuan tersebut Si Sandi
ini bilang kalau keberadaan pagar di
sana bisa meningkatkan perekonomian
masyarakat kalau kondisinya baik area
sekitar pagar laut itu bisa dimanfaatkan
sebagai tambak ikan yang nantinya juga
akan bermanfaat bagi masyarakat yang
rata-rata berprofesi sebagai nelayan
untuk lebih mudah mendapatkan ikan
katanya dia nah Oleh karena itu
pembangunan pagar laut ini dibangun
secara Swadaya oleh masyarakat yang dana
pembangunannya didapatkan dari kerja
gotongroyong dan patungan warga masih
keterangan dari Si Sandi ini tapi tadi
gua udah coba ya hitung-hitung kasar kan
total-totalnya itu bisa sampai 151
miliar sekarang secara logika ya nelayan
Mana yang mau patungan sampai R Miliar
untuk bikin pagar bambu kayak gitu kalau
uangnya berasal dari uang patungan warga
sandi selaku koordinator mengatakan
kalau pihaknya tidak mengetahui besaran
dari biaya yang sudah terkumpul tersebut
karena tidak ada rincian yang pasti soal
biaya yang dibutuhkan untuk membangun
pagar itu aneh banget kan bisa bikin
statement tapi enggak ada datanya gitu
dan menurut kalian masuk akal enggak
geng bangunan pagar sepanjang itu enggak
punya catatan keuangan yang terkumpul
Berapa biaya yang habis berapa
ya Siapa aja yang apa ya yang patungan
gitu kan aneh banget nah Si Sandi ini
juga mengatakan kalau inisiatif untuk
membangun pagar ini berasal dari
solidaritas warga yang berada di
beberapa desa aja geng dan dia bilang
Enggak semua desa ikut dalam pembangunan
pagar Ini nah tapi lagi-lagi nih geng Si
Sandi ini tidak menjawab dengan jelas
Desa mana aja yang ikut patungan untuk
membangun pagar sepanjang itu masalahnya
ya kalau dia bisa Sebut nih ya kita bisa
langsung mengkonfirmasi ke desa-desa
yang dia sebutkan namanya nya Nah tapi
dia ini kayak enggan dan ya enggak mau
nyebutin Desa mana aja kan aneh berarti
ya Nah lalu singkat cerita statement
dari Si Sandi ini dipertanyakan oleh
banyak orang mulai dari klaim kalau itu
dibangun oleh warga sendiri dengan
patungan tapi enggak disebutkan warganya
Dari mana aja bahkan enggak tahu
biayanya habis berapa untuk membangun
pagar tersebut Nah terus juga pernyataan
Si Sandi yang bilang kalau pagar Ini
dibangun untuk tujuan yang baik yaitu
mencegah abrasi dan meningkatkan
perekonomian nelayan Padahal di di satu
sisi warga sekitar yang berprofesi
sebagai nelayan justru mengeluhkan kalau
adanya pagar di sana membuat aktivitas
mereka itu jadi terganggu mereka agak
kesulitan untuk melaut atau mencari ikan
nah tapi si Sandi ini bilang malah itu
baik buat nelayan kan aneh banget nah
terus kalau Alasannya karena ingin
mencegah abrasi Ya enggak mungkin
efektif lah kalau hanya dipasang bambu
kayak gitu kena ombak tinggi juga bakal
hanyut tuh bambu-bambunya Nah apalagi
kalau dari banyak kabar yang beredar
biaya yang dihabiskan yaitu Rp15 miliar
tadi logikanya ya enggak masuk yang
mengeluarkan uang itu dengan cara
patungan itu enggak masuk akal banget
apalagi dengan kondisi ekonomi
masyarakat yang saat ini sedang
kesulitan untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari aja ya agak sulit gitu
gimana harus mengeluarkan uang miliaran
rupiah untuk membuat pagar yang Entah
untuk apa fungsinya dan sementara data
yang diambil oleh Ombudsman para nelayan
ini mendapatkan kerugian jauh lebih
besar yaitu sekitar rp16 miliar kan
enggak masuk akal Geng kalau si Sandi
ini bilang biaya pembangunannya berasal
dari patungan warga warga yang mana gitu
akibat dari State dia inilah justru dia
terkesan membela keberadaan dari pagar
laut dan netizen jadi menyoroti sosok Si
Sandi ini siapa dia katanya dia ini
koordinator jrp yang isinya adalah
nelayan tapi kok malah statementnya
seperti tidak berpihak kepada nelayan
gitu kalau kemudian saya sebagai
penanggung jawab dan segala macam dan
segala macam Masih pakai motor saya
datang ke sini tidak benar dibayar
berarti tidak benar ya Mas ya Siapa yang
dibayar anda jrp dan lain-lain kan
Tudingan seperti itu Arnya dikonfirmasi
tidak benar saya ini
aduh nah Apalagi setelah Dia hadir di
salah satu stasiun TV dan sempat
berdebat dengan seorang nelayan yang
bernama Pak Kholid ekspresinya dia tuh
terlihat songong banget sampai-sampai
ada yang mengejek dia seperti orang yang
enggak mandilah atau orang lagi maka lah
segala macam gitu dan pada saat sandi
ini mengatakan kalau dia adalah
mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah
Tangerang namun setelah dicek pihak dari
kampus tersebut justru mengkonfirmasi
kalau Sandi memang pernah menjadi
mahasiswa di di sana tepatnya mahasiswa
ilmu pemerintahan di visip namun
Sayangnya dia itu sudah di Drop Out
alias di DO dikeluarkan dari kuliahnya
pada tahun 2021
kemarin Nah terus timbul pertanyaan
ngapain gitu kan dia bawa-bawa almaater
kampusnya yang dulu padahal dia udah
enggak berstatus sebagai mahasiswa di
kampus tersebut ya karena udah Drop Out
lagi itu kan ibaratnya ya dikeluarkan
secara tidak hormat gitu dan pada saat
debat di televisi itu juga Pak Kholid
selaku nelayan juga membantah semua
statement yang dikatakan oleh sandi
karena apa yang dia katakan itu sangat
bertolak belakang dengan Apa yang
dirasakan atau dialami oleh para nelayan
dan qualit ini mengatakan kalau dia
serta nelayan yang lain sudah mengetahui
tentang adanya keberadaan pagar laut Ini
kata dia namun pada saat itu belum
dipetak-petakkan seperti sekarang dan
Pak Kholid yang juga pernah berbicara
dengan pekerja yang diminta untuk
memasang pagar laut tersebut dan
pekerjanya itu mengaku kalau mereka
diperintahkan oleh sebuah korporasi atau
perusahaan yang cukup ternama di Jakarta
geng Nah Oleh karena itu Pak Kholid
membantah statementnya sandi yang
mengatakan kalau pagar laut tersebut
sengeja dibuat oleh nelayan apalagi
dengan alasan untuk mencegah abrasi itu
enggak efektif dan enggak masuk akal
banget nah terus geng karena perkataan
kalau mereka Ini disuruh oleh perusahaan
ternama Jakarta netizen jadi
menduga-duga nih Apa jangan-jangan yang
dimaksud ini adalah mega proyek piik 2
karena memang lokasi pagar laut itu yang
berada dengan Pik 2 dan rumor ini
membuat manajemen dari pihak Pik 2
sampai buka suara mereka membantah sudah
terlibat di dalam pembuatan pagar laut
di Tangerang tersebut manajemen dari PIK
2 juga menjelaskan kalau proyek
strategis nasional atau PSN juga tidak
ada hubungannya dengan Pik 2 sebab dua
hal tersebut adalah sesuatu yang berbeda
banget dan dikatakan Pik 2 adalah proyek
yang orientasinya untuk membangun real
estate dan itu sudah berjalan sejak
tahun 2009 Oleh karena itu pembangunan
kawasan Pik 2 sudah berjalan sebelum
adanya penetapan PSN oleh Presiden
Jokowi pada tahun 2024 nah PSN ini
sendiri merupakan sebuah proyek yang
investasinya murni dari swasta yaitu
dari pengembang kawasan Pik 2 atau Agung
Sedayu Group senilai rp9,7 triliun
uhuh walaupun berinvestasi di PSN tetap
nih proyek Pik 2 dan PSN adalah dua hal
yang dijalankan dengan regulasi yang
berbeda itu menurut manajemen Pik 2 nih
geng mengkonfirmasi pernyataan dari
manajemen Pik 2 yaitu Pak Airlangga
Hartanto selaku menteri koordinator
bidang perekonom omian Beliau mengatakan
kalau pagar laut yang ada di pesisir
Utara Tangerang itu bukan menjadi bagian
dari PSN Pik 2 dan Pak Air langangga ini
menegaskan PSN yang ada di kawasan
tersebut hanya mencakup pagar laut dan
sementara pembangunan pagar laut yang
ada di Tangerang itu tidak termasuk ke
dalam proyek PSN ataupun kawasan Pik 2
Nah jadi kurang lebih kayak gitu tuh
pembelaan dari pihak Pik 2 dan selain
Pik 2 ada pihak lain lagi yang dituduh
atau diduga terlibat di dalam pemasangan
pagar laut ini geng yaitu kepala desa
kohot yang bernama Pak Arsin dugaan ini
mencuat karena bereder sebuah video yang
kelihatannya si Pak Arsin ini sedang
memantau serta memberikan arahan kepada
para pekerja ketika sedang memasang
pagar bambu Nah terus juga katanya Pak
Arsin ini juga punya koleksi mobil mewah
yang salah satunya adalah Rubicon Wow
gila banget ya kepala desa tapi bisa
beli Rubicon Gimana caranya tuh yakni
kepala desa yang punya mobil Rubicon dan
garasi R rahnya yang seperti showroom
mobil kepala desa yang dimaksud adalah
Arsin bin Asif kepala desa kohot
Kecamatan Paku Haji Kabupaten Tangerang
nah tapi geng Pak Arsin ini membantah
kalau dia terlibat di dalam pemasangan
pagar laut dan video yang viral tersebut
dia bilang adalah rekaman ketika dia
menyuruh para pekerja untuk memasang
pagar tersebut Ya itu dia bilang enggak
benar geng karena kejadian di video itu
tahun lalu sebelum pagar laut itu
dibangun di sana dan Pak Arsin sendiri
itu mengaku enggak kenal dengan para
pekerja yang diminta untuk membangun
pagar bambu tersebut malah dia yang
memberitahu ketua RT serta RW kalau ada
pagar di perairan mereka dan oleh karena
itu Pak Arsin ini mengaku siap kalau
harus memberikan keterangan semisalnya
ada pihak atau lembaga yang ingin
mengetahui informasi mengenai pagar laut
tersebut dan yang sangat-sangat
mengejutkan ya geng ini saat ini Aduh
hancur banget sih gua enggak nyangka aja
sampai sejauh ini kalian harus tahu laut
di sana yang sudah dipagari ternyata
sudah memiliki SH GB dan SHM atas
kepemilikan laut di Tangerang kacau
Enggak tuh Biasanya kan adanya surat
tanah ini udah ada surat untuk Sepetak
bidang yang diisi oleh air dan udah bisa
disertifikatkan atau disuratkan secara
resmi Kok bisa nah sekarang kita masuk
nih geng ke dalam pembahasan selanjutnya
yaitu terbitnya shgb dan SHM atas
kepemilikan laut di Tangerang lanjut ke
part 2