BOS RENTAL DITEMBAK PENCURI MOBIL YANG DIDUGA OKNUM APARAT MILITER
tzAF0wrA2-U • 2025-01-08
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id namun di saat itu tiba-tiba ada seseorang yang berada di dalam mobil yang mengeluarkan senjata api dan juga berteriak ke arah Pak Ilyas dan juga rekan-rekan yang lain sambil mengatakan siapa lu saya ini anggota TNI Awas enggak lu kayak gitu kurang lebih kata-katanya Nah Pak Ilya serta rombongannya itu berinisiatif mendatangi pihak yang berwajib tepatnya Polsek Cinangka untuk meminta pendampingan namun di saat itu permintaan mereka untuk mendapatkan perlindungan justru ditolak oleh Polsek Cinangka yo geng tekan tombol subscribe geng e Yo what's good Welcome back to kamar [Musik] jeri kingeng Oke baru aja awal tahun kita sudah harus menghadapi problem-proem lagi ada sebuah kasus yang tiba-tiba sangat menggemparkan Indonesia yaitu sebuah kasus yang melibatkan pemilik usaha rental mobil di Kabupaten Tangerang sebenarnya kalau kita berbicara tentang kasus-kasus mengenai ee pemilik usaha rental mobil itu sudah ada beberapa kasus geng sebelumnya yang pernah terjadi dengan modus yang mirip-mirip yaitu si penyewanya bakal e menggadaikan mobil sewa an terus digelapkan atau diserahkan kepada seseorang dibawa kabur Biasanya tindakan-tindakan seperti ini adalah permainan dari sindikat penadah mobil curian dan operasi seperti ini sudah sangat lumrah dan sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir di negara kita Indonesia sama seperti kasus yang bakal gua bahas ini nah di dalam kasus yang satu ini si pemilik rental mobil itu bernama Pak Ilyas Abdurrahman dia menyewakan mobilnya ke seseorang namun si penyewa tersebut justru membawa kabur mobil itu dengan cara melepas GPS dengan sengaja yang terpasang di mobil tersebut nah tapi untungnya ya si pemilik rental pintar dia memasang GPS beberapa titik sehingga jika ada satu GPS yang dilepas maka masih ada GPS lain yang masih terpasang di dalam kejadian yang naas ini Pak Ilias bersama beberapa orang itu mencoba untuk mengejar mobilnya tersebut yang sudah dicuri dan siapa sangka ketika dia menemukan mobilnya tersebut dia harus menghadapi malapetaka yaitu di dia dihadiahi timah panas oleh si pencuri tersebut hingga Pak Ilyas ini tewas kasus ini langsung viral geng Kenapa viral karena ternyata kasus ini itu enggak sesimpel yang kita dengar karena di sini ada kekecewaan dari masyarakat yang mana dari pengakuan keluarga Pak Ilias dikatakan kalau ternyata mereka itu sudah meminta pendampingan dari pihak yang berwajib namun ditolak sampai akhirnya kejadian ini terjadi pasca Kejadian ini juga masyarakat dikecewakan lagi dengan pernyataan dari pimpinan ya instansi yang membawahi si pelaku Ini yang mana Pernyataan tersebut menurut para netizen sangat menyedihkan Terdengar sangat mengecewakan dan terkesan seperti sedikit membela pelaku nah ini menurut pernyataan netizen nah seperti apa sih pernyataannya nanti juga kita bakal bahas Langsung aja kita bahas secara lengkap tentang kasus yang sedang viral ini dipermisi peristiwa misteri dari berbagai sisi [Musik] Oke kita langsung masuk ke dalam pembahasan kronologi kejadiannya jadi geng korbannya itu bernamaas Rahman yang berusia 48 tahun dia ini adalah seorang pemilik rental yang bernama Makmur Jaya yang berlokasi di kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang kita mundur Sedikit nih geng ke beberapa hari sebelum kejadian tepatnya di hari Selasa tanggal 31 Desember tahun 2024 jadi pada hari itu geng ada seorang pria yang bernama Ajat Sudrajat yang datang ke usaha rental milik Pak Ilyas ini untuk menyewa sebuah mobil Honda Brio yang mana rencananya akan disewa selama 3 hari dihitung dari hari Selasa sampai dengan Har hari Kamis tanggal 2 Januari tahun 2025 Pak Ilias ini enggak merasa ada yang salah dan yang aneh dari si penyewa ini karena ya berdekatan dengan hari libur tahun baru sehingga kalau ada yang menyewa mobil untuk kebutuhan liburan ya pasti sangat wajar gitu mobil pun diserahkanlah kepada si Ajat ini dan dibawa Pergilah oleh si Ajat Setelah dia melengkapi semua syarat-syarat dan dokumen di saat itu masih belum ada kecurigaan atau hal-hal yang aneh dari penyewaan yang dilakukan oleh si Azat ini ya transaksinya semua sah jelas dan berbukti gitu tiba-tiba keesokan harinya tepatnya di hari Rabu tanggal 1 Januari tahun 2025 Salah satu perangkat GPS yang terpasang di mobil Honda Brio yang disewa oleh si Azat ini terdeteksi kalau gps-nya dicabut atau dimatikan dan tidak berfungsi dipasangnya GPS di mobil sewaan ini memang menjadi sebuah hal yang wajar dan ini harus banget gitu geng agar si pemilik rental bisa terus memant atau pergerakan dari mobil-mobil yang disewa tersebut karena ya Bahaya kalau misalkan enggak ada GPS ee itu bisa ke mana-man l mobilnya nih gua jelasin sedikit ya jadi fungsi GPS ini enggak cuma mendeteksi mobil itu ada di mana tapi GPS ini juga bisa mendeteksi Apakah mobil ini bensinnya full itu bisa dicek Apakah mobil ini sudah keluar dari jangkauan yang seharusnya itu bisa dicek karena GPS sekarang itu udah canggih banget geng Kenapa ada GPS yang dipasang di mobil sampai bisa ngecek bank bin itu biasanya diperuntukkan untuk para suopir-supir truk tuh jadi si Bosnya tahu si suirnya ini isi bensinnya main-main atau enggak biasa kan ada permainan tuh ngisinya cuma R juta tahu-tahu ngerembes atau bikin tagihan R juta r jutanya ditilp gitu nah kurang lebih kayak gitu penjelasannya nah terus geng di dalam kejadian ini ya ketika GPS di mobil Honda Brio milik Pak Ilias ini dicopot beruntungnya di mobil tersebut sudah dipasang 3 GPS nah saking waspadanya nih jadi meskipun sudah dilepas satu ya masih ada dua dan ternyata GPS kedua itu terdeteksi juga nih sama si pencuri ini dan dilepas lagi Jadi udah dua GPS yang dilepas dan tanpa dia sadari masih ada satu GPS lagi yang tersisa sehingga di saat itu pak Ilias masih bisa melihat pergerakan mobilnya tersebut dan sinyal GPS itu mulai hilang di arah Pandeglang Banten nah dikejarlah sampai ke sana Pak Elias saat itu mencurigai dengan GPS yang dicabut itu karena GPS tersebut enggak akan dilepas kecuali ada niat tertentu dan setelah mengetahui kalau dua gps-nya dipotong pak Ilyas bersama dengan anak pertamanya yang bernama Agam Muhammad itu mengajak rekan-rekan mereka dan berusaha untuk menelusuri keberadaan mobil tersebut sekitar jam 10.30 malam berbekal dengan informasi keberadaan terakhir mobil yang diambil dari GPS di saat itu mereka berangkat tuh menggunakan ee sebuah mobil minibus ya rame-rame mereka berangkat ke arah titik GPS tersebut singkat cerita Pak Ilias beserta dengan rekan-rekannya yang lain dan juga anaknya itu melakukan pengajaran terhadap mobil tersebut dan mereka menemukan jejak mobil berada di pertigaan Saketi namanya yaitu kabupaten padeglang Banten nah mereka mengejar ke sana dan berusaha untuk Menghadang mobil tersebut ketika mereka sudah mulai melihat mobil itu di dekat mereka namun di saat itu tiba-tiba ada seseorang yang berada di dalam mobil yang mengeluarkan senjata api dan juga berteriak ke arah Pak Ilias dan juga rekan-rekan yang lain sambil mengatakan siapa lu saya ini anggota TNI Awas enggak lu kayak gitu kurang lebih kata-katanya ketika dia berteriak seperti itu si orang yang mengaku sebagai anggota TNI lebih spesifiknya adalah TNI AU angkatan udara ini menodongkan senpi ke arah mereka dan enggak lama dari itu datanglah sebuah mobil sigra berwarna hitam yang tiba-tiba mundur dan menabrakkan mobilnya ke mobil yang dikendarai oleh pak Ilyas dan rekan-rekannya situasi di saat itu berubah menjadi tidak terkendali mobil sigra yang tadi menabrak mobilnya Pak Ilias tiba-tiba kabur dan tidak jauh dari itu mobil Brio yang dicuri dari Pak Ilyas tadi juga mengikuti jejak mobil sigra tersebut jadilah mereka kejar-kejaran di saat itu pak yias ini masih enggak nyerah dia beserta dengan e tim yang lain itu masih membututi jejak kedua mobil tersebut dengan mengandalkan sinyal dari GPS yang tersisa dari mobil BRI dan diketahui kalau mobilnya itu mengarah ke arah Pantai Carita Anyer Banten Nah jadi bisa dikatakan ya Si Pencuri ini Enggak tahu kalau ya mereka itu diikuti dari GPS mereka pikir mereka itu diikuti dari belakang gitu aja dan mereka kaget padahal udah ngebuka du GPS ternyata di mobil itu masih ada satu GPS yang tersisa terus di sisi lain Pak Ilias dan rekan-rekannya serta anaknya mulai menyadari nih Wah kalau yang mereka hadapi ini bukan orang biasa punya senpi ngaku anggota dan di antara mereka yang membawa senjata itu cukup percaya diri ketika menodongkan senjata Nah Pak Ilias serta rombongannya itu berinisiatif mendatangi pihak yang berwajib tepatnya Polsek Cinangka nah ini dari kabar yang beredar kayak gitu nih geng Nah jadi datanglah mereka ke sana untuk meminta pendampingan ketika melakukan pengejaran terhadap mobil yang dibawa kabur oleh si oknum tersebut yang awalnya di wa oleh orang yang bernama Ajat di saat itu pak Ilias dan anaknya serta rekan-rekannya berpikir tidak mungkin mereka bisa menghadapi para pelaku ini kalau di antara mereka ada yang membawa senpi bisa-bisa justru nantinya akan terjadi hal yang fatal celaka makanya mereka membutuhkan perlindungan dari pihak kepolisian setempat namun di saat itu Ini masih Pengakuan dari e pihaknya Pak Ilyas ya yang diwakilkan oleh rekan-rekannya dan anaknya permintaan mereka untuk mendapatkan perlindungan justru ditolak oleh Polsek Cinangka Nah untuk penjelasan lebih lengkapnya alasan kenapa Polsek Cinangka menolak gua bakal Jelaskan nanti ya geng e di belakang dan itu merupakan penjelasan menurut E pihak polseknya Nah sekarang kita lanjutkan dulu kronologinya supaya lebih jelas gitu singkat cerita setelah mendapatkan penolakan tersebut Pak Ilyas dan rekan-rekannya itu tidak lantas menghentikan pengejaran karena menurut mereka kalau dibiarkan sampai besok nunggu lagi ini bisa-bisa GPS terakhir tuh bakal dibuka nah di saat itu mereka memilih untuk kembali melakukan pengejaran Meskipun tidak mendapatkan dukungan dan pendampingan dari pihak kepolisian karena situasinya sudah darurat Kepepet Ya mau gimana lagi enggak ada pilihan lain Mereka pun di saat itu langsung bergerak dari Cilegon Banten menuju ke Tangerang pada waktu itu ya udah menunjukan dini hari sekitar jam 41 pagi Pak Ilias dan yang lain itu berhasil menemukan keberadaan dari titik GPS ya itu di daerah rest area tol KM 45 Tangerang Merak nah lalu mereka menuju ke sana dan berhenti di sana terus mereka berkeliling muter-muter untuk mencari Di mana keberadaan mobil Brio milik Pak Ilias ini dan ternyata ditemukanlah mobil tersebut terparkir di depan sebuah miniarket nah di saat itu mereka melihat ada salah satu pelaku yang sedang beristirahat di lokasi tersebut hal ini menjadi kesempatan bagi Pak Ilyas dan timnya untuk langsung mengamankan dia karena Awalnya dia yang menodongkan senpi tadi Nah si pelaku ini dipegang oleh Pak Ilias dan juga yang lain agar dia tidak bisa mengambil senpi untuk ya melakukan tindakan yang mengerikan ini kemudian situasi malah berbalik ketika rekan dari pelaku yang mengandarai mobil sigra dan ternyata para pelaku yang menggunakan mobil sigra ini juga sama-sama punya senpi dan dia langsung mengambil senpinya dan menembakkan senpi tersebut ke arah Pak Ilias dan yang lain Entah kenapa dia melakukan itu entah karena panik atau ada tekanan yang jelas dia langsung melepaskan timah panas itu pada saat itu terdengar suara letusan senpi sebanyak 4 sampai l kali Nah mendengar suara letusan tersebut beberapa orang dari rombongan Pak Ilias sampai berusaha untuk mencari perlindungan dan karena suara ledekan itulah akhirnya para pelaku berkesempatan membawa kabur lagi mobil Brio milik Pak Ilyas karena semua orang di saat itu enggak berani mendekat Nah anak pertama dari Pak Ilyas yaitu Agam Muhammad Kembali ke tempat awal Di mana tempat mereka menangkap salah satu pelaku tadi dan di saat itulah Agam ini mengetahui kalau salah satu rekan mereka yang bernama Ramlee yang berusia 59 tahun ternyata terkena peluru timah panas tepat di bagian tangan samping itu menembus ke perutnya nah Agam pun di saat itu langsung menolong Ramlee yang terluka karena peluru tersebut nah namun pada saat itu barulah dia sadar ternyata korbannya bukan cuma ramlie tapi ayahnya sendiri yaitu Pak Ilias tu turut menjadi korban dan terbaring di dalam minimarket dengan bersimbah cairan merah kebayang gak tuh gimana perasaan anaknya pas melihat atau menemukan ayahnya sudah dalam kondisi kayak gitu jujur aja gua sedih banget sih ngebayangin ya G kalau itu ke terjadi ke orang tua kita gimana ya Anjing gua merinding bro gila [Musik] nyari nari rezeki susah banget man gila bro buka rental baik-baik di dooror Oke kita lanjutkan nah di saat itu pak Ilyas ini sempat berusaha untuk menenangkan anaknya dia masih apa ya masih sadar lah gitu dia bilang kalau dia enggak kenapa-kenapa sambil e dia menahan luka dia menahan luka bekas ee peluru tadi yang berada di bagian dadanya geng ah kebayang engak tuh Eh siapa yang ggak kena Kenapa dapat luka di situ ya buat kalian yang mungkin punya ayah yang Ya udah enggak muda lagiah ya kalau misalkan kalian seumuran gua seumuran si Agam itu kalian lihat sendiri looks-nya udah pasti ayahnya bukan yang masih muda gitu ya kira-kira tubuh rentahnya masih bisa menahan apa enggak rasa sakit kayak gitu kebayang gitu ya gua jujur aja sebagai anak nih ketimbang bapak gue yang ngerasain kayak gitu mending gua aja gitu ini nih biar gua aja yang ngerasain gila enggak tega Bro Masa orang tua kita gitu g kan terus geng singkat cerita ketika dia melihat ayahnya sudah terluka Agam ini segera berfokus ke Pak Ilyas ke ayahnya dan Langsung menangis berteriak berusaha menyelamatkan ayahnya untuk dibawa ke rumah sakit umum daerah bala raja nah sayangnya nih ya selama di perjalanan Pak Elias ini sudah berusaha bertahan dan sampainya di rumah sakit Pak Ilias tidak tertolong dia meninggal dunia sementara yang satunya yang bernama ramlie itu harus dibawa ke RSCM di Jakarta sebab dalam kondisi yang kritis karena terkena peluru tadi Nah ada sebuah video memperlihatkan ketika korban serta yang lain sempat bertengkar sempat cek cok dengan si pelaku dan video ini sempat viral beredar di media sosial kalian bisa lihat sendiri mobil di dalam video tersebut terlihat ada salah satu seorang pelaku yang disergap oleh beberapa orang serta terdengar suara ledakan senpi tadi Nah kemudian ada video lainnya yang memperlihatkan e korban sudah tergeletak di dalam minimarket yang kemungkinan besar itu adalah Pak Ilias setelah para pelaku ini berhasil kabur dari tempat kejadian huh sedih banget ya Nah sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan yaitu proses penyelidikan terhadap kasus pencurian mobil dan penembakan terhadap Pak Ilias ini yang mengakibatkan dia harus meregang nyawa jadi geng Kejadian ini di tangan oleh Kepolisian Resort kota atau pooresta Tangerang Nah setelah mengetahui adanya insiden tersebut pooresta Tangerang langsung melakukan olah TKP hasilnya polisi di saat itu menemukan adanya lima selongsong peluru dengan kaliber 9 mm merek luger di dalam hasil uji balistik yang dilakukan oleh Polresta Tangerang diketahui kalau selongsong jenis tersebut dipastikan digunakan dalam senjata jenis pistol dan peluru kaliber 9 mm merek luger ini atau luger kali ya atau bacanya gimana tuh nah yang jelas tulisannya lu Ger dan ini sudah dikenal sebagai salah satu amunisi paling umum baik untuk pistol dan senjata militer jadi bisa dikatakan ini pasti digunakan oleh Angkatan Bersenjata resmi negara dan peluru ini memiliki beberapa varian mulai dari tipe yang tajam untuk penetrasi tinggi hingga tipe subsonic yang bisa mengurangi suara tembakan untuk di lingkungan militer sendiri peluru jenis ini sering digunakan di pistol P1 atau P2 serta pistol Mitra liur seperti pm2 atau pm2 nah peluru 9 mm ini dirancang untuk jarak dekat meskipun digunakan untuk militer enggak jarang juga peluru jenis ini beredar di kalangan warga sipil untuk olahraga menembak atau eh koleksi gitu nah namun geng mengingat di Indonesia perdagangan senpi Itu adalah sebuah hal yang ilegal dan hanya orang-orang tertentu aja yang punya dalam hal ini aparat penegak hukum yang memiliki senpi banyak yang mencurigai kalau aksi ini melibatkan oknum aparat negara ara terlebih lagi memang ada salah satu di antara pelaku yang sudah mengaku atau menyebut diri mereka adalah anggota TNI Angkatan Udara nah namun ada kemungkinan lain kalau para pelaku bisa memiliki senpi ini karena membeli dari pasar gelap atau mungkin senpi itu adalah rakitan tapi pelurunya tetap peluru asli di dalam hal ini Polresta Tangerang memeriksa sejumlah rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian untuk bisa menyelidiki jejak dari para pelaku ini geng setidaknya di saat itu ada tujuh saksi yang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan Nah jadi berbekal informasi yang sudah didapatkan pihak polesta Tangerang langsung melakukan penyergapan terhadap para pelaku yang sudah diketahui identitasnya pihak kepolisian di saat itu langsung menangkap yang pertama dulu nih yang melakukan transaksi penyewaan yaitu Ajat Supriatna yang mana dia ini sedang berada di kontrakan milik saudaranya yang berlokasi di Bitung kabupaten Pandeglang Banten pada hari Jumat tanggal 3 Januari tahun 2025 Ajat ini ditangkap oleh Polres Pandeglang dan langsung diserahkan ke polesta Tangerang sempat bersembunyi di rumah kontrakan saudaranya di wilayah Picung Pandeglang Banten penyewa mobil yang diduga terkait dengan penembakan Bos rental akhirnya ditangkap polisi saat ini polisi Tengah memeriksa insentif penyewa mobil yang diduga ikut berperan membawa kabur mobil sewaan dan setelah Ajat ini ditangkap pihak kepolisian juga berhasil menangkap seseorang yang berinisial Im nah namun di beberapa media disebutkan kalau inisialnya ini ini sebenarnya bukan Im tapi bisa saja I atau ih nah tapi biar lebih gampang di sini kita sebut aja inisialnya Im geng jadi di dalam kasus ini Berdasarkan informasi yang diperoleh oleh Polisi Ajat ini berperan untuk mencari mobil sewaan atau mencari targetnya agar bisa dibawa kabur setelah Ajat berhasil mendapatkan mobil Ajat ini memberikan mobil tersebut kepada si penadah yaitu si Im untuk melancarkan aksinya Ajat memberikan identitas palsu kepada pihak penyewa mobil dengan mengubah tempat dan tanggal lah akhirnya yang tercantum di KTP itu nah jadi mungkin namanya Tetap asli tapi alamat dan nomor ktp-nya beda dan Enggak cuma itu dia juga mengubah identitasnya yang ada di SIM dan semua identitas palsu ini sudah disiapkan oleh cem nah Jadi cem ini yang menyediakan Tuh semua dokumen-dokumen palsu itu untuk si Azat dan kalau Azat ini berhasil mendapatkan mobil curian ternyata Azat akan diberikan komisi oleh Im sebesar Rp5 juta Nah namun Ajat di saat itu ya keburu ditangkap sebelum mendapatkan komisinya di dalam kasus ini si Im ini geng memang dia itu enggak ada ketika peristiwa mengerikan ini terjadi ditangkapnya Im ini berdasarkan hasil penelusuran dan pengembangan kasus yang dilakukan oleh pihak kepolisian setelah Ajat ditangkap jadi ternyata ya yang terlibat di sini tuh sindikat dan rameai gitu dan selain Ajat dan Im barulah diduga ada oknum TNI AL nah ya kalau sebelumnya disebut au gitu ya pengakuannya Tuh saya TNI Angkatan Udara nah ternyata ditemukan faktanya adalah TNI Al yang terlibat di dalam kasus ini oleh sebab itu pihak kepolisian melakukan koordinasi dengan puspom TNI AL untuk menyelidiki Apakah anggotanya benar terlibat di dalam kejadian ini di sisi lain di saat itu Panglima komando Armada Republik Indonesia atau Pangko Armada RI yang bernama Laksamana Madya Deni Hendrata itu mengatakan kalau pihaknya sempat mendapatkan laporan terkait insiden ini di tanggal 2 Januari tahun 2025 dari asintel Pangko Armada RI sekitar jam 00 malam dari informasi tersebut disebutkan kalau ada tiga orang anggotanya yang berinisial Sersan Satu atau Sertu yaitu Sertu Aa dan Sertu RH dan kelasi kepala atau klkba yang berada di pangkalan Pondok dayung Tanjung Priuk Jakarta Utara nah di saat itu dikatakan tiga orang anggotanya tersebut mengalami pengeroyokan oleh sekitar 15 orang yang tidak dikenal di Rest Area Km 45 Tol Merak Tangerang dan pengeroyokan ini terjadi disebabkan karena pemilian mobil yang mana salah satu di antara mereka melepas kan timah panas tersebut nah ini kalimat yang sebenarnya ini agak kontroversial dan agak mengecewakan masyarakat dan netizen-netizen Indonesia terus geng Dikatakan lagi dari ketiga oknum TNI tersebut dua orang ini berasal dari satuan komando pasukan katak TNI AL sementara satu orang lainnya bertugas Di Kri Bontang nah ketiga Num ini saling kenal geng Sertu Aa adalah keponakan dari klkba dan RH adalah rekan dari Aa yang juga ikut terlibat di dalam sindikat pencurian mobil tersebut Nah jadi cukup apa ya Kompleks gitu ya problem ini nah menurut informasi yang gua dapatkan dari beberapa sumber nih mereka bertiga ini turut terlibat di dalam aksi pencurian mobil ini dan setelah Im ya yang tersangka sebelumnya yang sudah ditangkap mendapatkan mobil dari si Azat si penyewa Im ini menyerahkan mobil tersebut kepada si oknum TNI yang berinisial RH untuk dijual dengan harga rp23 juta kemudian RH menjual mobilnya lagi kepada oknum TNI yang lain yang berinisial Aa melalui seseorang yang berinisial SJ seharga Rp135 juta hanya saja penjualan tersebut belum lunas karena si Aa ini hanya membayar DP sejumlah Rp40 juta Nah harga tersebut jauh lebih tinggi dari harga yang diberikan oleh Im kepada RH dan dikatakan kalau Aa mengetahui adanya orang yang menjual mobil ini dari sosial media Nah jadi Udah berani banget nih penjualan mobil bodong curian kayak gini di sosmet dan oleh karena itu Aa meminta RH dan ba untuk nemenin dia COD mobil tersebut dan ketika COD Aa dan pelaku yang menyediakan mobil itu sepakat agar Aa membayar DP terlebih dahulu dan akan melunasinya ketika berkas-berkas mobil tersebut sudah lengkap nah padahal sebenarnya Aa sendiri sudah berniat ingin meng-cancel pembelian mobil tersebut hanya saja dia terus dibujuk yang membuat dia berubah pikiran dan akhirnya jadi untuk membeli mobil [Musik] itu kemudian geng singkat cerita diketahui dari penyelidikan yang dilakukan oleh puspom kalau si Aa ini adalah seorang ajudan yang memang dipersenjatai dengan senpi makanya enggak heran kalau terjadi penembakan pada saat itu hanya saja yang menembaknya itu bukan aa tapi melainkan pamannya yang berinisial ba nah akibat dari keterlibatan oknum TNI Inilah banyak asumsi yang beredar kalau sindikat ini dibackingi oleh aparat nah ini adalah asumsi ya kita enggak bisa 100% percaya geng karena ya yang namanya asumsi itu liar gitu penyelidikan masih berjalan nanti kita tunggu aja keterangan dan statement dari pihak yang berwenang gitu ya terus geng mendapati kabar tersebut Pangko Armada yang bernama Laksamana Madia Denny Hendrata itu mengatakan kalau sejauh ini belum ditemukan keterlibatan upaya untuk membekingi sindikat penggelapan e mobil kayak gini karena pembelan mobil tersebut untuk pemakaian pribadinya si Aa katanya nah namun untuk memastikan dugaan ini pihak dari TNI akan melakukan pengembangan kasus ini Nah untuk saat ini ketiga anggota tersebut sedang menjalani proses hukuman di pusat Polisi Militer TNI AL selama 20 hari ke depan Nah Pak Deni ini juga menegaskan kalau akan menindak secara tegas kepada tiga oknum TNI tersebut kalau mereka terbukti bersalah atau ternyata memang mereka ini terlibat di dalam operasi sindikat pencurian mobil Nah tunggu aja nanti geng Gimana keputusannya nah terus geng dari sebelumnya kan di cerita ini tuh ada yang mengaku sebagai TNI AU Angkatan Udara nah bagaimana geng dengan si oknum dari TNI I Au ini nah sebab sudah ada Pengakuan dari dia nah berdasarkan keterangan dari kepala dinas penerangan TNI Angkatan Udara atau Kadis pen yang bernama marsama TNI Ardi Syahri itu mengatakan kalau penyelidikan sudah dilakukan oleh dinas pengamanan dan persandian tniau terus ada polisi militer tniau serta berkoordinasi juga dengan Polresta Tangerang dan hasilnya enggak ada keterlibatan anggota TNI AU di dalam insiden ini nah jadi si orang tersebut cuma ngaku-ngaku jadi entah itu adalah sebenar nya Eh oknum TNI AL yang berbohong dengan menyebut dia dari tniau atau justru memang ada pelaku lain tapi yang jelas di dalam hal ini tidak disebutkan atau tidak diakui ada personel dari tniau yang terlibat di dalam kejadian tersebut terus geng Setelah semua pelaku dan alur dari operasi sindikat pencurian mobil ini sudah kita ketahui nih dari cerita tadi Nah sekarang gua mau ngebahas sesuatu yang masih menjadi pertanyaan buat kita semua Apa alasan dari pihak berwenang atau pihak berwajib yang mana Di Sini yang berperan adalah Polsek Cinangka yang kabarnya sempat menolak pendampingan terhadap Pak Ilias dan rekannya yang lain ketika mereka berusaha untuk mengejar para pelaku ini Nah sekarang kita masuk nih geng ke dalam pembahasan mengenai alasan ditolaknya permintaan dan laporan mereka jadi geng ketika gua menjelaskan kronologi Kejadian ini gua kan sempat bercerita nih Kalau Pak Ilias dan rekannya yang lain sempat mendatangi Polsek Cinangka di sela-sela pengeajaran pelaku yang mana tujuannya adalah Meminta perlindungan Sebab di antara para pelaku ada yang membawa senpi nah hanya saja permintaan tersebut ternyata ditolak oleh Polsek Cinangka nah sebenarnya apa sih alasan dari pihak Polsek Cinangka menolak e permintaan tersebut jadi geng berdasarkan cerita dari anak kedua dari Pak Ilyas yang bernama Rizki Agam yang juga ikut dalam pengejaran bersama ayahnya di saat itu nah pihak Polsek Cinangka sempat salah paham terhadap mereka sebab dikiranya gitu ya mereka ini adalah pihak lasing yang sedang mengejar mobil Brio yang disewa oleh si Azat padahal pak Ilias sudah menjelaskan kalau mobil yang dibawa oleh si Azat si penyewa ini adalah mobil pribadi mereka yang disewakan dan Pak Ilyas juga membawa dokumen-dokumen yang mendukung klaim tersebut seperti BPKB STNK dan kunci cadangan nah semisalnya pihak Polsek Cinangka mengira mereka adalah orang lising ya Pak Ilyas tidak akan berani menunjukkan dokumen-dokumen tersebut tetapi pihak Polsek tetap tidak percaya dan masih berpikir kalau mereka adalah orang lising nah ini menurut keterangan dari anaknya Pak ilas saya minta perlindungan atau pendampingan ya untuk mengambilot tersebut eh polisi yang bertugas pada saat itu ternyata tidak bersedia untuk mendampingi ada kecewa rasa kecewa di situ ya di saat itu anggota polisi yang menera mka di kantor Polsek Cinangka juga sudah menelpon Kapolsek Cinangka yang bernama AKP Asep Iwan Kurniawan tapi di saat itu Kapolsek juga tidak bersedia untuk memenuhi permintaan dari Pak Ilias dan kawan-kawan oleh karena itu Mereka menolak ketika diminta untuk melakukan pendampingan terhadap Pak Elias dan kawan-kawan ini Nah anak pak Elias yaitu Rizki Agam juga bercerita personel yang berjaga di malam itu malah memberikan saran kepada Pak Elias serta yang lain untuk mengejar atau mengambil mobil tersebut sendiri Jadi disuruh kayak Ya udah kjar sendiri aja gitu mereka itu datang ke sana karena tahu kalau pelaku itu membawa senpi tapi mereka justru diminta untuk mengejar sendiri nah ini menurut keterangan dari pihak Pak Ilyas melalui anaknya dan Ya enggak tahu kenapa ada pemikiran seperti itu terlintas dari si personil polisi tersebut geng karena kalau kita pikir-pikir kan itu bahaya banget gitu ya Nah itu kan cerita dari pihaknya Pak Ilyas melalui anaknya nah berbeda dari cerita pihak kepolisian dari kapol se Cinangka yang bernama AKP Asep Iwan Kurniawan ini berbeda lagi dan beliau mengaku kalau pihaknya tidak menolak permintaan perdampingan terhadap Pak Ilyas tapi justru pihaknya sempat menawarkan kepada Pak Ilyas untuk membuat laporan polisi terlebih dahulu agar personel posek Cinangka bisa bertindak Pak Asep menjelaskan ketika dikonfirmasi perihal kasus tersebut Pak Ilyas ini menyatakan kalau mobilnya itu dari lesing katanya gitu yang saat itu ketika di konfirmasi yang bersangkutan eh menyatakan bahwa itu dari lesing nah sementara kawannya lagi menyatakan kalau mobil tersebut adalah mobil rental nah personil Polsek Cinangka bermaksud untuk menanyakan legalitas atau dokumen dari kendaraan tersebut serta mencari tahu apa permasalahan yang sedang dihadapi oleh pak Ilyas sehingga mereka melakukan pengejaran terhadap si mobil itu nah namun masih menurut Kapolsek nih karena Pak Ilias dan yang lain terburu-buru karena enggak sempat menunjukkan surat atau dokumen mobil ut atau membuat laporan sementara surat mobil dan laporan polisi adalah hal yang dibutuhkan sebagai dasar tindakan pihak kepolisian agar menghindari dan meminimalisir pelanggaran hukum nah Oleh karena itu tidak ada sedikit pun maksud untuk menolak pendampingan itu menurut pihak kepolisian rupanya yang bersangkutan memburu waktu atau tergesa-gesa sehingga tidak sempat menunjukkan dokumen yang diminta oleh petugas nah tapi karena terburu-buru sehingga tidak sempat menunjukkan surat mobil serta laporan polisi akhirnya pendampingan tersebut tidak terlaksanakan dan Pak Asep juga mengatakan kalau keputusan untuk tidak mendampingi Pak Ilias didasarkan pada pertimbangan resiko keselamatan anggota dan sop yang berlaku nah pernyataan ini justru menimbulkan kritikan nih geng karena di sini ya menurut netizen nih Bukankah sudah seharusnya atau Bukankah sudah sepantasnya atau memang itu sudah tugasnya polisi untuk ya bekerja di dalam resiko tersebut karena menurut netizen gini logikanya nih ya si pelakunya memiliki senjata Sementara Pak Ilias enggak punya senjata yang punya senjata adalah polisi Nah sudah seharusnya si pelaku yang memiliki senjata dihadapi oleh penegak hukum yang juga sama-sama memiliki senjata Nah itu menurut pemikiran netizen karena kalau berbicara tentang resiko keselamatan lebih beresiko pak iliasnya yang enggak punya apa-apa mengejar orang atau mengejar pelaku yang punya senjata dan ternyata benar di dalam kasus ini Pak Elias menjadi korban nah di dalam hal ini netizen semakin mengkritik institusi kepolisian yang mana netizen mempertanyakan sikap Pasif dari pihak kepolisian dalam situasi darurat padahal jelas-jelas pada saat itu pak Ilias meminta bantuan kepada mereka nah perbedaan keterangan antara pihaknya Pak Ilias dengan keterangan polisi itu menarik perhatian seorang kriminolog dari Universitas Indonesia yang bernama Adrianus Meliala Pak Adrianus ini menilai kalau sepertinya Pak Elias pernah punya pengalaman mendapatkan penyewa mobil yang nakal hal ini bisa dilihat dari Bagaimana upaya yang dilakukan oleh Pak Ilias ketika melakukan pengejaran terhadap mobil tersebut sampai ke daerah Pandeglang dan menurut gua juga benar gitu ya kita bisa lihat ya dari cara dia memasang GPS sampai 3 berarti dia memang sudah punya pengalaman yang kayak gini-gini ya ibaratnya tuh udah pemain lama di rental gitu perbedaan keterangan ini menjadi sebuah hal yang menarik menurut Pak Adrianus karena dari sini timbulah sebuah pertanyaan Siapa yang benar di antara mereka karena kalau cerita dari anaknya Pak Ilias yaitu Rizki Agam pihaknya sudah berusaha untuk menunjukkan bukti-bukti kelengkapan surat mobil sementara menurut pihak Polsek Cinangka mengatakan kalau Pak Ilyas belum sempat menunjukkan ee surat-surat tersebut karena merasa terburu-buru melakukan pengejaran nah menurut Adrianus dirasa tidak mungkin gitulah ya gitu ya Sebagai seorang pemilik rental yang sedang melakukan pengejaran terhadap mobilnya yang dicuri pastinya Pak lias ini membawa dokumen lengkap terus Selain itu Pak AD us juga menyoroti kata-kata pendampingan yang dikatakan oleh polisi dan juga pihak korban sebab menurut Adrianus kata-kata tersebut seperti upaya dari pihak korban untuk menghaluskan maksud mereka untuk meminta pertolongan kepada kepolisian karena sebenarnya yang diharapkan oleh Pak Ilias dan yang lain agar polisi bisa melakukan penangkapan terhadap pelaku nah sementara bagi pihak polisi upaya penangkapan harus ada dasar yang kuat agar polisi tidak salah paham ketika melakukan tindakan Nah tapi di dalam hal ini tuh jadi kita sebagai masyarakat yang bingung gitu ya geng Menurut kalian tuh gimana geng sebenarnya pernyataan Siapa yang benar pernyataan dari Rizki Agam selaku anak pak Ilias atau korban sekaligus pemilik rental atau justru keterangan dari Pak Asep selaku Kapolsek Cinangka Coba deh Menurut kalian ya Siapa yang benar di dalam pernyataan ini terus geng dari Kejadian ini gua malah terpikir gitu ya kan kalau di luar negeri Katakanlah di Amerika gitu mereka tuh punya hotline atau nomor telepon darurat yaitu 911 yang biasa mereka gunakan ketika mereka berada di dalam ke keadaan darurat sehingga mereka enggak perlu datang ke kantor polisi terus ee bikin laporan dulu minta dulu sungkem dulu dan lain-lain untuk bisa ditangani kasus daruratnya kita bisa lihat itu di banyak kejadian ya kalian cek di YouTube aja banyak gitu anak kecil bahkan ya anak Bocil yang baru belajar ngomong nelpon ke 911 itu ditanggapi dengan serius oleh 911 banyak kok e dokumentasinya ya kan kayak halo e Ibuku sakit Ibuku sesak nafas Tolong datang n onewnya datang polisi-polisinya datang Ang yang jadi pertanyaannya Apakah di negara kita Indonesia punya yang kayak gitu juga enggak sih gitu punya enggak sih e nomor darurat yang bisa langsung ee ditindak atau justru memang semua prosedurnya itu harus melaporkan terlebih dahulu atau nunggu 1 kali 24 jam atau gimana gitu ternyata nih Setelah gua cek di Indonesia sebenarnya punya dua hotline darurat yang pertama adalah 110 atau 110 yang merupakan hotline dari layanan polisi Indonesia dan yang satu lagi adalah 112 yaitu center yang dibuat oleh pemerintah daerah Nah untuk 110 atau 110 itu nomornya bakal langsung terhubung ke agen yang akan memberikan layanan berupa informasi pelaporan seputar kecelakaan bencana kerusuhan dan lain-lain serta pengaduan yang meliputi penghinaan ancaman dan tindakan kekerasan dan sebagainya yang berdasarkan dari penjelasan situs Polri gua enggak menemukan kepastian Apakah kasus pencurian mobil bisa ditindak lanjuti melalui hotline tersebut atau enggak Hanya saja karena Pak Ilyas dan yang lain sempat diancam menggunakan ee todongan senpi ke arah mereka seharusnya masuk enggak sih ke dalam kategori ancaman dan tindakan kekerasan dan ini termasuk ke dalam kategori darurat enggak sih Apa Enggak termasuk Nah ini nih Jadi bingung kan Terus kalau emang enggak termasuk fungsinya nomor darurat 110 sama 112 itu buat laporan apa ya gitu Menurut kalian gimana tuh geng Nah mungkin karena masyarakat Indonesia masih belum banyak yang mengetahui adanya nomor darurat kayak gini Jadi kita masih memilih untuk langsung datang ke kantor polisi dibandingkan menghubungi hotline darurat tersebut Yang pastinya ya akan memakan waktu lebih lama kebayang enggak nih misalkan ya nih misalkan nih Ada pencuri masuk ke rumah kalian serba salah enggak di negara kita tuh serba salah mau dihajar pencurinya loun terjadi tersangka kagak dihajar barang kita habis atau justru mungkin ada anggota keluarga kita yang bakal jadi korban nah satu-satunya jalan yang paling bagus adalah nelepon nomor darurat biar kayak di luar negeri 911 Tolong rumah saya kem masukan maling Nah tapi di dalam kasus ini yang udah kejadian aja apa ya ya yang udah langsung melapor aja tuh ternyata ya dianggap oleh netizen ya Ini bukan anggapan gua dianggap oleh netizen tuh pasif gitu tidak langsung mendapat tindakan Nah makanya nih e gua belum tahu apakah kasus pencurian mobil seperti ini yang dialami oleh pak Ilyas bisa diadukan melalui hotline darurat atau enggak Tapi kalau kita lihat dari kejadiannya dia sudah diancam menggunakan senjata Harusnya sih bisa ya tapi ya enggak tahu gitu ya namanya manusia boy bukan Nabi Ya kan buat kalian yang tahu soal ini mungkin bisa kasih informasi nih geng di kolom komentar agar kita semua jadi lebih mudah untuk melaporkan sebuah insiden semoga nih ya ya ee apa ya ini mohon maaf buat keluarga Pak Ilyas pengorbanan Pak Ilias dalam kasus ini bisa merevolusi e mental penegak hukum kita dan bisa merevolusi informasi serta pengetahuan masyarakat bahwa ada hotline yang bernomor 110 dan 112 yang memungkinkan kalian enggak perlu datang ke kantor polisi atau enggak perlu datang ke kantor kantor yang lain untuk melaporkan situasi darurat Nah jadi mungkin selama ini yang masyarakat tahu kalau situasi darurat itu nelponnya Damkar nah buat kalian kalian sekarang sudahudah tahu Teleponlah 110 dan 112 Apakah nanti ditanggapi ya itu gua enggak tahu tapi gua udah ngasih informasi ke kalian kalau ada situasi darurat telepon ke nomor itu supaya nomor itu berfungsi Nah kenapa gua katakan demikian karena setiap harinya ya kalian itu ada pajak gitu yang kalian bayarkan Nah itu untuk membayar gaji orang orang yang berada di balik nomor handphone tersebut Kalau nomor handphone itu tidak kalian gunakan sebagai layanan untuk diri kalian sendiri ketika darurat maka rugilah kalian Gitu geng jadi digunakan dengan sebaik-baiknya itu dia geng pembahasan kita hari ini tentang insiden yang mengerikan yaitu ya tewasnya seorang pemilik rental yang bernama Pak Ilias serta fakta-fakta terkait kasus ini yang sekarang ya masih diperdebatkan gimana Menurut kalian geng tentang kasus yang satu ini ini coba tinggalkan komentar di bawah
Resume
Categories