VIRUS POLIO MENINGKAT AKIBAT STANDAR TIKTOK ! IBU-IBU ENGGAN IMUNISASI ANAK
cxqWFYQSDlI • 2024-12-25
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id biar anak gue tuh ggak sakit dan biasa-biasa aja vaksin polio itu cuma konspirasi cuma dokter nyari duit Bisa jadi kayak gitu tuh nah jadi makanya hal-hal kayak gini kalau memang mau diterapin ke keluarga sendiri ya cukup dikip sendiri aja jangan sampai menginfluence orang lain yo geng tekan tombol subscribe geng Halo geng Welcome back to kamar jeri [Musik] genggeng Oke lagi lagi nih standar tiktok memakan korban isu-isu yang enggak benar membuat orang-orang jadi sesat informasi jadi sesat pemahaman nah hari ini pembahasan kita nih ya tentang ada sebuah video yang sempat viral beberapa waktu yang lalu yaitu sebuah postingan yang ada di sosial media mengenai seorang ibu yang menolak untuk mengimunisasi anaknya karena dia merasa enggak tega melihat anaknya kesakitan Apalagi setelah divaksin biasanya tubuh manusia itu bakal mengalami E apa ya perubahan kayak demam atau nyeri-nyeri untuk beberapa hari dan biasanya terkhusus untuk anak kecil bakal rewel Padahal kita tahu ya geng imunisasi itu sangat penting apalagi bagi anak karena melalui imunisasi inilah akan membentuk kekebalan tubuh agar tidak mudah terinfeksi Virus terserang penyakit pokoknya membuat daya tahan tubuh seorang anak manusia menjadi kuat nah penyakit-penyakit yang dapat menyerang juga itu enggak main-main seperti hepatitis terus campak rubela dan masih banyak lagi dan yang paling sering terjadi ya adalah penyakit polio nah ini paling banyak menyerang anak-anak terus geng di era modern kayak sekarang di era digital yang mana informasi itu sangat mudah diakses ternyata banyak orang yang tidak bertanggung jawab yang memposting atau m-publish berita-berita hoax atau berita-berita yang enggak benar yang sampai pada akhirnya menyesatkan banyak orang yang salah satu fenomenanya adalah ada beberapa orang yang tidak bertanggung jawab yang mengatakan kalau imunisasi terutama imunisasi polio itu Enggak penting kacau banget kan tuh imunisasi polio Enggak penting katanya Enggak penting buat anak-anak bahkan Katanya malah bahaya Nah ada yang bikin isu hoa seolah-olah imunisasi itu adalah program elit global ada yang bilang itu cuma konspirasi ada yang bilang ya zaman dulu manusia purba atau zaman Nabi dulu Enggak ada yang namanya suntik polio Enggak ada tuh yang namanya imunisasi orang-orang tetap sehat kok kenapa sekarang jadi harus ada nah yang begitu-begitu geng padahal nih ya kalau dipikir-pikir memang benar pada zaman dulu itu belum ada yang namanya penyakit polio belum ada yang namanya imunisasi polio nah tapi kan zaman itu berkembang Seiring berjalannya waktu banyak perubahan banyak perubahan dari makanan iklim terus juga teknologi juga semakin berkembang yang mana kita itu hidup di tengah-tengah radiasi radiasi juga banyak radiasi handphone terus radiasi dari sinyal-sinyal yang saat ini kita gunakan dari barang elektronik kita nah pokoknya masih banyak lagi dan itu adalah salah satu Penyebab berubahnya daya tahan tubuh manusia dan timbulnya penyakit-penyakit baru Nah makanya yang namanya pengobatan itu semakin lama semakin berkembang dan muncullah yang namanya imunisasi polio imunisasi polio ini untuk bisa menghindari penyakit polio terutama pada anak kecil hal ini ada yang menganggap tidak penting ada yang menganggap hanya konspirasi akhirnya membuat para ibu-ibu di luar sana Jadi terinfluence dan mereka enggak mau untuk mengimunisasi anak-anak mereka Kejadian ini benar-benar miris geng terutama di negara kita Indonesia dan ternyata tidak hanya satu atau dua orang tua saja yang menolak imunisasi untuk anaknya dan meskipun pemberitaan Ini sebenarnya sudah viral beberapa ya waktu belakangan lah ya bahkan sudah dari Tahun 2022 Tapi gua rasa ini e cukup penting untuk kita bahas dan enggak boleh kita anggap remeh karena fenomena ini terus berlanjut masih ada orang-orang yang tidak mau mengimunisasi anak mereka ee memang salah satu isu besarnya Kenapa terjadi penolakan dan tadi ketakutan akan efek samping dan sebagainya ee juga ya misinformasiminformasi lain lah teori-teori konspirasi yang memang e banyaknya macamnya beda-beda gitu ya Dan yang bikin mirisnya gara-gara kasus ini akhirnya muncullah fenomena polio atau kasus polio lagi di Indonesia yang jumlahnya cukup banyak yang mana sebenarnya padahal nih ya polio di Indonesia sendiri sudah enggak ada sejak lama udah jarang banget kita mendengar bahwa anak kecil di Indonesia lahir besarnya terus punya penyakit polio dan penyakit polio ini enggak main-main geng enggak ada obatnya cuma bisa dicegah dengan cara imunisasi kalau sudah terkena maka itu orang akan seumur hidup tidak bisa menggunakan kakinya alias mengalami kelumpuhan nah gue yakin banget nih buat kalian para Genzi kalian Pasti jarang banget dengar yang namanya orang terkena penyakit polio jarang banget di era kalian karena memang kesadaran itu dari orang tua kalian sudah sangat besar di era gua nih sebagai seorang milenial itu masih banyak sebenarnya penyakit polio ini Karena di masa gua masih banyak nih orang tua yang belum bisa menerima yang namanya vaksin polio yang namanya imunisasi Nah tapi di era gensi sudah banyak orang tua yang menerima yang namanya imunisasi atau suntik vaksin polio nah tapi kok tiba-tiba sekarang di era standar tiktok Muncul lagi orang-orang yang tidak menerima hal itu dan akhirnya menyebabkan penyakit polio Muncul lagi di Indonesia nah sekarang kita bahas nih mengenai fenomena ini yang benar-benar harus banget Kalian Dengar terutama buat kalian yang mungkin punya anak nih supaya tidak terpengaruh dengan standar-standar tiktok atau standar-standar media sosial yang menyesatkan Langsung aja kita bahas secara lengkap fenomena kembali munculnya kasus polio di Indonesia di Permisi peristiwa misteri dari berbagai sisi [Musik] untuk pembahasan pertama kita langsung masuk ke dalam pembahasan orang tua-orang tua yang menolak imunisasi anak mereka Nah jadi geng gua pengen ngebahas nih soal postingan seseorang yang menolak imunisasi pada anaknya yang dibuat oleh akun tiktok yang bernama it's meliaalist 23 nah tapi postingan ini kabarnya Udah dihapus nah Untungnya ada banyak orang yang screenshoot sebelum postingan tersebut hilang dan gua lihat di akun X itu masih ada yang di-upload oleh ak akun X tanyak RL dalam postingan tersebut ismialis ini menuliskan alasan Dia memutuskan untuk stop imunisasi anaknya yang salah satu Alasannya karena dia merasa kasihan dengan sang anak kalau habis diimunisasi selalu mengalami demam tinggi sampai nafsu makannya menurun katanya dia enggak tega melihat anaknya sampai kayak gitu kemudian geng ada lagi tweet di akun yang sama yaitu di akun tanyakan RL di mana ada sebuah screenshot dari situs WhatsApp seseorang yang menuliskan ini alas ya Kenapa anak saya enggak pernah imunisasi katanya nah di status whatsapp-nya itu ada foto yang diambil dari aplikasi snack video yang memperlihatkan seorang bayi dan ada sebuah tulisan maaf ya sayang Ibu enggak tahu kalau imunisasi sekarang bakal kayak gini nah ini yang agak membingungkan nih Emang imunisasi zaman dulu sama sekarang Bedanya apa zaman dulu sama aja anak kecil tuh diimunisasi setelahnya ya demam gitu Emang zaman sekarang ada gitu yang enggak demam semuanya ya demam nah lalu kemudian ada yang memberikan penjelasan kalau bayi tersebut diimunisasi di kedua pahanya sampai di rumah bayi tersebut menangis terus-menerus dan sampai mengalami demam nah Oleh karena itu ibunya memberikan alat penurun panas di bekas suntikan agar meredakan rasa sakit di bekas suntikan si anak tersebut Ya memang Ya geng secara logika ya orang tua mana yang tega melihat anaknya demam kayak gitu dan juga merasa kesakitan di bekas suntikan ya tapi geng balik lagi yang namanya imunisasi itu adalah reaksi normal bagi seorang anak sehabis imunisasi bahkan kan orang dewasa aja kalau habis divaksin itu pasti mengalami demam juga bukan cuma pada anak-anak aja geng Nah mungkin ya edukasi dari si dokter atau tenaga medisnya yang kurang yang kurang menjelaskan dan kurang membuat si Ibu dari si anak itu jadi paham bahwa efek sampingnya seperti ini lalu Mengapa bisa kayak gitu Mengapa bisa setelah divaksin atau diimunisasi ya orang-orang pada demam ya sebab itu merupakan suatu bentuk respon tubuh anak atau respon tubuh manusia dalam membentuk sistem kekebalan baru yang merupak akan gabungan dari vaksin yang disuntikkan sehingga terjadi peningkatan suhu tubuh dan kondisi seperti itu bukanlah kondisi yang berbahaya bagi anak dan reaksi demam pada anak juga tidak lama biasanya dan bakal hilang dengan sendirinya dalam jangka waktu 3 sampai 4 hari dari mulai pemberian imunisasi tersebut Nah jadi geng demam yang dialami oleh anak pasca pemberian imunisasi itu bukan karena dia mengalami sakit yang parah banget atau berat banget gitu nah namun itu hanyalah reaksi atau efek samping sementara lalu geng postingan mengenai orang tua yang tidak mau memberikan imunisasi kepada anaknya ini ya tentu menuai banyak kritikan dari netizen yang mana pada waktu itu ada netizen yang mengaku sudah melihat video tiktok its mealis dan pemilik dari Akun tersebut sampai memberhentikan imunisasi ke anaknya berdasarkan asumsi dia sendiri dan feelingnya dia yang tidak yakin terhadap imunisasi nah netizen menyayangkan hal tersebut sebab seharusnya segala sesuatu mengenai imunisasi bisa bisa ditanyakan langsung ke tenaga medis misalkan ke bidan atau dokter spesialis anak karena sebagai awam kita enggak bisa Sook Pintar juga dengan hal itu apalagi sampai membagikannya di sosial media yang mana itu bisa menginfluence orang lain yang mana itu bisa membuat orang lain nyama-nyamain gitu Oh iya anak gua kemarin juga sama nih oh berarti enggak perlu ya imunisasi enggak perlu ya suntik polio enggak perlu suntik vaksin biar anak gue tuh enggak sakit dan biasa-biasa aja vaksin polio itu cuma konspirasi cuma dokter nyari duit Bisa jadi kayak gitu tuh nah jadi makanya hal-hal kayak gini kalau memang mau diterapin ke keluarga sendiri ya cukup dikip sendiri aja jangan sampai menginfluence orang lain karena sebuah keputusan yang tidak jelas asal-usulnya atau tidak ada dasarnya hanya berdasarkan asumsi pribadi ini sangat berbahaya untuk diposting di media sosial dan fenomena kayak gini benar-benar bikin miris ya apa ya enggak salah sih banyak yang bilang bahwa di negara kita masih banyak yang Maaf ya SDM rendah Kenapa demikian Karena orang-orang sekarang malah lebih percaya dengan apa yang ada di media sosial bukannya dari omongan ahli di bidang tersebut sehingga timbullah pemikiran yang tidak benar dan menyesatkan sebelum viralnya kedua postingan tersebut Memang udah pernah terjadi fenomena serupa yang terjadi di Gorontalo seperti cerita dari seorang ibu yang bernama Inka yang mengatakan dia tidak melakukan vaksinasi kepada anaknya karena mewaspadai kejadian ikutan pasca imunisasi atau kipi seperti salah satunya demam tinggi autisme sampai dengan meninggal dunia nah hal itu dia dapatkan dari cerita yang berasal dari kenalannya dan dia pernah membaca informasi tersebut dari media sosial katanya nah Inc ini mengaku kalau dia itu pernah membawa dua anaknya untuk imunisasi wajib Tapi semakin gencarnya pro dan kontra vaksin di tahun 2017 sampai 2018 membuat dia tidak mau membawa anaknya yang terakhir untuk diimunisasi nah anaknya yang terakhir itu terlewatlah sementara anaknya yang lain ya itu dia imunisasi yang terakhir ini kasihan banget tidak mendapatkan penanganan atau imunisasi atau vaksin yang baik nah di sisi lain Inka ini sebenarnya merasa khawatir kalau anaknya bakal mudah terserang penyakit tertentu karena tidak divaksin nah namun dia punya prinsip lain atau punya cara yang lain yaitu untuk mencegah hal tersebut terjadi dia melakukan perubahan gaya hidup katanya dia menerapkan gaya hidup sehat pada keluarganya Ya udah kalau itu kan pilihan Ya nah tapi tetap aja yang namanya daya tahan tubuh ya sewaktu-waktu kita enggak tahu tiba-tiba gaya hidup kita agak kebablasan Ya gampang terserang penyakit ya Tapi itu semua kembali lagi kepada kepercayaan masing-masing nah penolakan terhadap vaksin dan imunisasi kayak gini juga terjadi di beberapa wilayah lain tapi yang ini salah satunya Alasannya karena imunisasi itu haram Wah ada aja nih informasi-informasi menyesatkan kayak gini nah seperti yang terjadi di Kelurahan sangkrah Pasar Kliwon Solo pada pertengahan tahun 2021 sampai bulan Maret tahun 2022 ada banyak ibu-ibu yang menolak anaknya untuk diimunisasi karena mereka percaya kalau cairan imunisasi tersebut ada kandungan minyak atau cairan babi yang membuat imunisasi tersebut dianggap menjadi haram nah ini siapa sih yang kasasih informasi kayak gini nah di saat itu ketua posandu di sekitar wilayah tersebut yang bernama Asih Sri Wahyuni itu selalu berusaha untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada para ibu agar bersedia mengimunisasi anak mereka secara lengkap demi kesehat anaknya sendiri di masa mendatang dan Jangan mudah percaya dengan isu-isu hoax mengenai ee apa ya minyak babilah haramlah karena itu enggak terbukti semua cara sudah dilakukan oleh Bu Asih ini termasuk dengan menyampaikan informasi mengenai MUI sudah mengeluarkan fatwa mubah dalam imunisasi yang dikatakan menggunakan enzim babi mubah sendiri itu adalah sesuatu yang mulanya diharamkan tetapi karena ada faktor tertentu membuat perbuatan tersebut menjadi halal jadi kayak misalkan untuk pengobatan keterpaksaan nih misalkan misalkan kalian tersasar atau hanyut di laut enggak ada yang bisa kalian makan tapi di situ ada bangkai babi kalian harus bertahan hidup kalian boleh memakan itu Nah itu ada pengecualiannya geng enggak semuanya benar-benar 100% tank haram gitu enggak ada gitu Tetapi setelah dikeluarkannya fatwa bahwa itu mubah ibu-ibu di sana tetap menolak dan mengatakan kalau anaknya sakit maka itu adalah tanggung jawab dia sendiri sebagai seorang ibu dan itu adalah takdir menurut ibu-ibu di sana Jadi ibu-ibunya tetap keras kepala terus geng singkat cerita nih salah satu jurnalis dari Kompas itu berhasil mewawancarai salah satu dari sekian orang tua yang menolak memberikan imunisasi kepada anak mereka orang tua tersebut bernama Rudy yang merupakan Warga Kelurahan mojong Songo dan dia memiliki dua orang anak nah Rudy ini mengaku alasan dia tidak memberikan imunisasi kepada anaknya karena sumber yang dia baca di media sosial menunjukkan kalau cairan imunisasi itu mengandung cairan babi dan dia baru akan bersedia mengimunisasi anaknya hanya kalau vaksin yang tersedia sudah benar-benar halal nah di media sosial yang dia baca itu juga dikatakan bahwa sebenarnya imunisasi yang mengandung babi dibolehkan bagi muslim tapi masalahnya ada pada kalimat yang mengatakan kalau imunisasi itu dibolehkan hanya dalam kondisi yang darurat sehingga Rudi memiliki kesimpulan Kalau tidak ada unsur yang darurat bagi Anaknya ya enggak perlu diberikan imunisasi jadi dengan kata lain tuh ya dia bakal mengimunisasi anaknya kalau emang anaknya itu udah butuh obat alias udah sakit gitu nah padahal fungsinya imunisasi fungsinya memberikan vaksin di saat anaknya usia dini dan belum terkena penyakit adalah untuk mencegah penyakit itu datang Nah ini pemahaman yang sebenarnya udah k bolak-balik gitu dia juga mengaku Meskipun tidak diimunisasi anaknya tuh terlihat sehat-sehat aja namun ketika ditanya Apakah Rudy ini mencoba untuk mencari kebenaran dari informasi yang dia dapatkan di media sosial terutama ke ulama mungkin atau ke dokter anak nah dia enggan untuk menjawab itu k kayak No komen gitu saya Belum nanya k gitu dan Rudi ini juga mengakhiri pembicaraan tersebut dengan mengatakan kalau urusan sehat sakit ini dia serahkan ke Allah subhanahu wa taala dia serahkan kepada Tuhan ya enggak ada yang salah sih dari kalimatnya benar semua orang berhaklah menyerahkan apapun kepada Tuhan Yang Maha Esa mau dia agama apapun dia juga punya hak untuk Berserah diri kepada tuhan Tapi tetap nih Kita sebagai manusia dituntut nih dari agama manapun ya kita dituntut untuk berusaha terlebih dahulu jangan apa-apa tuh berserah-berserah doang Tuhan juga enggak akan bantu kita kalau kita enggak berusaha men ya kan nah jadi makanya di dalam kasus ini banyak banget kesesatan informasi geng kesesatan pemahaman gara-gara sosial media terus geng isu mengenai haramnya imunisasi ini juga terjadi di Aceh Wah ini ini kacau sih di Aceh juga ada nih dan gua baru dengar kasus ini yang di mana ternyata di sana banyak tersiar kabar mengenai vaksin yang diberikan kepada anak itu mengandung babi yang mana itu itu adalah hal yang haram bagi umat Islam Nah jadi di Solo udah kena sekarang sampai ke Aceh juga kena dan ini kalau semakin banyak daerah-daerah di Indonesia yang mayoritasnya muslim bakal makin banyak penolakan nih ya mungkin solusinya harus dicarikan faksin yang tidak mengandung babi kalau misalkan kasiat tersebut tidak bisa digantikan dengan kandungan dari hewan yang lain itu gimana nah makanya tadi MUI sendiri sudah membuat pengecualian kalau untuk pengobatan atau medis kayaknya boleh deh ya walaupun babi itu haram kan sama-sama ciptaan tuhan gitu pasti ada manfaatnya walaupun tidak boleh dikonsumsi secara frontal banget untuk makanan sehari-hari gitu kan Nah kejadian di Aceh itu di dalam berita BBC ya dikatakan mengenai seorang ibu yang berasal dari kota Biren Aceh yang bernama Afli zarni yang awalnya berniat untuk memberikan vaksin kepada anaknya yang berusia 8 bulan Tetapi dia enggan dan tidak jadi memberikan vaksin kepada anaknya nah ini semua gara-gara ketika dia sedang bincang-bincang atau berkumpul bersama dengan para tetangga yang lain dia mendapatkan informasi kalau vaksinnya tersebut mengandung babi dan tetangga-tetangganya tersebut banyak yang melarang dia untuk melakukan imunisasi kepada anaknya nah Kepala Dinas Kesehatan Aceh di saat itu yang bernama Hanif itu mengatakan berbagai upaya sudah dilakukan untuk meyakinkan tentang pentingnya vaksin bagi anak di usia dini yang mana salah satunya adalah dengan menggelar rapat koordinasi antara MUI Aceh dengan MUI pusat nah tapi tetap nih kayak kejadian di Solo ibu-ibu yang ada di Biren Aceh ini tetap enggan tetap tidak mau karena menganggap kalau vaksin itu mengandung babi padahal nih ya di dalam rapat tersebut ya MUI Aceh sudah memperbolehkan vaksin tetapi tetap aja beberapa warga masih memilih untuk tidak mau memvaksin anaknya di Aceh memang masih menjadi polemik dan menuai sorotan karena memang diketahui e vaksin Mr ini memiliki kandungan unsur aram atau enzim babi nah itu adalah dua contoh daerah yang ibu-ibunya atau para orang tuanya menolak vaksin untuk anak mereka nah Sebenarnya masih banyak daerah-daerah lain lagi yang juga sama menolak vaksin ini dengan alasan-alasan tertentu ada yang karena enggak tega anaknya sakit ada yang faktor agama dan masih banyak lagi nah tapi kita ambil dua contoh dari daerah itu aja dari Solo sama dari Aceh tadi Nah sekarang nih kita akan masuk ke dalam pembahasan tiba-tiba secara mendadak munculnya banyak kasus penyakit terhadap anak karena orang tuanya menolak imunisasi atau memvaksin anaknya sejak usia dini Nah sekarang kita masuk ke dalam akibatnya nih memang untuk orang tua itu lebih mengetahui kondisi anak mereka tetapi imunisasi Ini adalah sebuah hal yang bisa dikatakan cukup berpengaruh Kalau dibilang mutlak ya 90% mutlaklah harus dilakukan untuk anak kecil karena sangat berpengaruh bagi kesehatan anak mereka di masa depan orang-orang hanya terpengaruh dengan berita hoax atau menelan informasi dengan menelan mentah-mentah tanpa mengetahui konsekuensi yang akan menanti mereka nantinya Apabila anak mereka tidak diimunisasi dan tidak memiliki daya tahan tubuh yang baik nah bahkan nih geng ini tidak hanya akan berpengaruh kepada si anak tersebut aja tetapi juga bakal berpengaruh terhadap kekebalan sekelompok orang di suatu wilayah suatu saat nanti yaitu Ketika semakin banyak orang yang tidak melakukan imunisasi maka akan membuat sebuah kelompok di suatu wilayah diisi oleh orang-orang yang yang memiliki kekebalan tubuh yang kurang baik yang tidak bisa menghadapi penyakit menular nah seperti kasus yang sebelumnya gua ceritakan yaitu kejadian di Aceh Nah itu sebenarnya berbanding lurus dengan Angka kejadian atau insident rate suspek campak di Aceh yang tertinggi se-indonesia nah ini penyebabnya karena banyak orang tua di sana yang masih enggan atau tidak percaya terhadap vaksin atau imunisasi untuk anaknya nah yang paling bikin miris dan sedih banget adalah sebelumnya Indonesia itu sudah bebas dari yang namanya penyakit polio berkat imunisasi lengkap untuk anak-anak enggak ada lagi tuh anak-anak Indonesia yang lahir besarnya lumpuh badannya jarang kita dengar kan Ya kalau memang ada ya hanya sebagian kecil tapi udah jarang banget kita dengar anak Indonesia lahirnya normal tapi pas besarnya lumpuh nah namun tiba-tiba di Tahun 2022 ini baru banget nih ya sampai sekarang 2024 penyakit tersebut kembali lagi di Indonesia yang awalnya Indonesia sudah dinyatakan bebas polio dari tahun 2014 Nah tapi justru tiba-tiba ramai lagi dan disebut sebagai kejadian luar biasa seumur-umur sejak tahun 2014 kasus pertama ditemukan di Aceh juga yaitu ditemukan di Kabupaten pidi Aceh yang dialami oleh seorang anak yang berinisial A yang pada saat itu masih berusia 7 tahun berarti di tahun ini sudah 9 tahun umurnya nah a ini mengalami gejala awal demam muncul nyeri pada persendian dan kelemahan anggota gerak di tubuhnya menurut keterangan dari keluarganya gejala tersebut mulai muncul pada tanggal 6 Oktober Tahun 2022 yang mana akhirnya a ini dibawa ke RSUD tengkuci di Tiros Sigli pada tanggal 18 Oktober Tahun 2022 dokter di saat itu memeriksa A dan mencurigai kalau kemungkinan a ini sudah terinfeksi oleh virus polio Dan untuk memastikan tim Dokter mengambil dua sampel pada tanggal 21 dan 22 Oktober Tahun 2022 dari tubuhnya dan sampel tersebut dikirim ke laboratorium provinsi pada tanggal 25 Oktober Tahun 2022 dan lalu dikirim lagi ke Jakarta pada tanggal 27 Oktober Tahun 2022 sampai akhirnya sampel tersebut diterima oleh badan kebijakan pembangunan kesehatan atau bkpk pada tanggal 28 Oktober Tahun 2022 nah belum selesai sampai di situ geng sampel tersebut kemudian dikirim lagi ke lab Biofarma dan hasilnya keluar pada tanggal 10 November Tahun 2022 yang menyatakan adanya virus polio tipe du pada tubuh anak tersebut nah akibat terinfeksi Virus polio anak tersebut meng mengalami pengecilan otot paha dan juga betis yang mana tadinya dia terlihat normal seperti anak pada umumnya lama-kelamaan mulai itu ada perubahan pada tubuhnya virus polio ini diduga berasal dari lingkungan bermainnya si A dikarenakan di belakang rumah a terdapat sarana MCK atau mandi cuci kakus yang pembuangannya mengarah ke sungai kecil dan si a ini bersama dengan teman-temannya sering bermain di tempat tersebut nah ditambah lagi sistem kekebalan tubuhnya itu lemah entah karena dia memang tidak imunisasi atau Justru karena ada faktor lain nah lalu geng Semenjak itu banyak orang yang kaget ini bukan hanya menjadi kasus daerah doang bukan hanya menjadi problem di daerah doang atau Aceh doang tapi ini sudah menjadi kasus nasional karena seperti yang gua sebutkan tadi udah enggak pernah ada lagi kasus polio tiba-tiba muncul dan setelah ditemukannya satu kasus tersebut secara mengagetkan tiba-tiba Muncul lagi tiga kasus lain yaitu tiga anak dinyatakan positif virus polio di wilayah yang sama yaitu Kabupaten pidi Aceh temuan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan lanjut anak usia di bawah 5 tahun yang tinggal di sekitar kasus polio yang pertama jadi ya warga di sekitar diperiksa nih Ada lagi enggak yang kena yang sama ternyata dapat tiga orang dan dilakukanlah pemeriksaan melalui kotorannya yaitu melalui target healy toool yaitu sampling yang sesuai dengan rekomendasi dari WHO nah diambillah 19 sampel kotoran dari 19 anak dan didapatkanlah ada tiga anak yang positif virus polio nah tapi berdasarkan pedoman dari WHO ketiga anak tersebut tidak dimasukkan ke dalam kriteria khusus karena tidak memenuhi kriteria adanya kelumpuhan mendadak nah tetapi adanya virus polio pada kotoran ketiga anak tersebut menunjukkan bahwa mereka tidak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat atau justru tidak divaksin atau tidak diimunisasi Nah itu terjadi Tahun 2022 kemenkos melaporkan adanya temuan tiga anak positif virus polio tanpa gejala lumpuh layuh mendadak di Kabupaten pidi Aceh kemudian beranjak lagi ke tahun 2023 geng ternyata ada kasus polio lagi semenjak 2022 itu mulai banyak muncul lagi nih geng dan itu semua berbanding lurus dengan E apa ya fenomena standar tiktok karena kan dari Tahun 2022 ke bawah nih orang-orang Kan di saat itu semuanya tergila-gila dengan sosial media karena lagi pandemi banyak hal-hal yang menyesatkan yang ada di tiktok atau sosial media lain yang akhirnya menginfluence mereka dan dampaknya baru ke kejadian di Tahun 2022 tersebut bahkan sampai sekarang Nah kita kembali lagi ke kasus tahun 2023 tadi di tahun 2023 ada kasus polio yang terjadi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang mana dialami oleh tiga orang anak juga di saat itu ketiganya mengalami lumpuh layu kasus pertama dialami oleh anak perempuan berinisial NH yang masih berusia 6 tahun di Klaten Jawa Tengah berdasarkan keterangan dari orang tuanya nhh mengalami kelumpuhan pada tanggal 20 November tahun 2023 nhh ini memiliki riwayat Im imunisasi polio tetes atau opv sebanyak dua kali Nah padahal dari traffic cod-nya dia ini sudah pernah diimunisasi nah namun kemungkinan besar imunisasinya itu tidak lengkap bisa kebayang ya yang enggak lengkap aja bisa ketular gimana lagi yang enggak sama sekali nah terus kasus kedua dialami oleh anak laki-laki berusia 1 tahun 11 bulan berinisial Maf di Jawa Timur Maf ini mengalami lumpuh pada tanggal 22 November tahun 2023 dengan riwayat imunisasi lengkap tetapi mengalami malnutrisi nah dia sudah lengkap imunisasinya sudah lengkap vaksinnya tetapi justru mengalami malnutrisi dan tetap tertular Balik lagi gimana yang enggak imunisasi sama sekali yang imunisasi aja bisa kena nah lalu yang terakhir adalah anak laki-laki yang berusia 3 tahun 1 bulan yang berinisial m yang mengalami kelumpuhan pada tanggal 6 Desember tahun 2023 di Jawa Timur Mam sudah mendapatkan imunisasi poli tetes atau opv sebanyak 4at kali dan polio untik ipv sebanyak satu kali Nah namun dia tetap tertular virus tersebut menurut keterangan dari direktur jenderal pencegahan dan pengendalian penyakit atau p2p k Menkes yang bernama makiren rondonuu Beliau mengatakan dari sekitar 30 sampel anak sehat yang ada di Sampang ya di daerah Sampang Madura sana orang anak dinyatakan positif virus polio vaksin atau Sabin yang bermutasi atau vdpv tipe 2 walaupun mereka Belum menunjukkan gejala tapi tapi tanda-tandanya sudah ada nah Pak maksi ini juga mengatakan kembali munculnya polio di Indonesia disebabkan karena rendahnya cakupan imunisasi lingkungan yang tidak bersih dan perilaku masyarakat yang tidak sehat mengenai rendahnya cakupan imunisasi vaksin polio menurut epidemiolog dari Universitas Gajah Mada yang bernama Riris Andono Ahmad Ini semua tidak terlepas dari pengaruh dinamika sosial dan politik yang menyebabkan terjadinya penolakan di beberapa kelompok masyarakat belum lagi gara-gara pandemi covid-19 saat lalu yang mana Ini menyebab kan menurunnya kampanye mengenai vaksin polio di masyarakat sehingga banyak masyarakat yang belum teredukasi dan tidak percaya mengenai pentingnya pemberian imunisasi untuk mencegah penyakit polio dan penyakit lainnya ya Ini gara-gara dulu kan pas covid tuh banyak yang bilang kalau e vaksin itu curang atau vaksin itu jahat gitu ya Nah padahal enggak ada keterkaitannya vaksin covid dengan vaksin polio itu dua hal yang benar-benar berbeda kalaupun vaksin covid itu adalah sebuah konspirasi tapi tidak dengan vaksin polio karena jauh sebelum covid ada vaksin polio ini sudah diterapkan dan memang dampaknya itu baik dampaknya itu bagus gitu sebenarnya ini eh penyakit polio dan tidak ada obatnya tidak ada obatnya virus dan E kalau yang sudah ada gejala tentu kita e memaksimalkan mempertahankan eh terutama masa ototnya dan itu tentu melalui isi ya kemudian ada rehabilitasi rehabilitasi eh medik sehingga anak itu bisa dimaksimalkan nah hal serupa juga dikemukakan oleh sekretaris Satgas imunisasi pengurus pusat Ikatan Dokter anak Indonesia yaitu yang bernama Prof sujat Miko yang mengatakan alasan orang tua menolak imunisasi karena mereka tidak tahu bahaya dari penyakit yang akan diderita anak mereka kalau tidak diimunisasi Selain itu orang tua juga tidak mengetahui manfaat dan jadwal imunisasi serta tidak mengetahui kalau ternyata imunisasi ini dipantau oleh para ahli yang ada di seluruh dunia dan faktor yang paling mempengaruhi orang tua adalah karena banyaknya berita hoax mengenai imunisasi berita-berita yang menyesatkan Nah ada yang mengatakan imunisasi bisa menyebabkan autisme pada anak itu padahal itu hoax banget ada juga hoax yang mengatakan kalau imunisasi itu bertujuan agar anak-anak Indonesia banyak yang EE bodoh terus sampai e meninggal gitu dan berita hoax ini disebarkan oleh beberapa orang yang mengambil berita tersebut dari berita hoax negara lain padahal orang yang menyebarkan berita tersebut juga tidak mengetahui mengenai bahayanya penyakit dan informasi yang benar mengenai imunisasi nah akibatnya adalah makin banyak muncul penyakit polio di Indonesia dari mulai Tahun 2022 sampai 2024 sekarang miris banget geng oke Hah Ini Jujur aja ya sedih banget sih kita tuh kayak bangsa yang bodoh banget Ya gampang banget dibodoh-bodohi oleh berita-berita hoax yang mungkin ini memang ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang memang mau membuat negara kita terlihat bodoh dan ya menjadi berpenyakit kayak sekarang Nah sekarang gua pengin masuk nih ke dalam pembahasan sejarah dari penyakit polio itu sendiri [Musik] oke seperti yang gu katakan sebelumnya geng mungkin di zaman dulu banyak yang mempertanyakan kok sebelum-sebelumnya enggak ada yang namanya polio Enggak ada tuh imunisasi zaman purba gak ada imunis ASI orang tetap hidup zaman Nabi enggak ada imunisasi orang tetap hidup tapi kenapa di zaman modern Justru harus imunisasi supaya enggak polio Nah itulah yang disebut dengan perkembangan zaman geng semakin ke sini ya penyakit semakin banyak muncul penyakit baru baik penyakit yang sengaja dibuat ataupun penyakit yang muncul dengan sendirinya nah penyakit yang sengaja dibuat itu kayak apa ya penyakit-penyakit hasil buatan para ilmuwan yang bertujuan untuk bisnis yang mana misalkan penyakitnya sengaja dibuat agar bisa menjual obat obatnya Jadi kalau misalkan enggak ada Penyakitnya gimana obatnya Bisa laku nah hal-hal seperti itulah yang terjadi di muka bumi ini geng Nah sekarang kita bakal bahas nih tentang sejarah dari penyakit polio seberapa bahayanya polio di masa lalu sampai-sampai ketika Penyakit ini hadir lagi sekarang di Indonesia disebut sebagai kejadian luar biasa dan menghebohkan Jadi sebelumnya gua Jelaskan sedikit polio Ini adalah sebuah penyakit yang sangat mudah menular dan kebanyakan menyerang anak-anak Penyakit ini menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan tu ulang belakang serta pernafasan nah parahnya di beberapa kasus bisa menyebabkan seorang anak meninggal dunia naah polio sendiri sebenarnya udah ada dari zaman prasejarah kalau menurut para ilmuwan nah yang mana hal ini bisa terlihat dari beberapa gambar yang ada di peradaban Mesir kuno yang menunjukkan anak-anak berjalan menggunakan tongkat dengan anggota tubuh yang lumpuh yang menjadi ciri khas dari polio ya walaupun gambar-gambar tersebut belum bisa dipastikan benar polio atau bukan dan walaupun Penyakit ini menyerang anak-anak yang ada di seluruh dunia selama ribuan tahun tetapi deskripsi secara klinis mengenai polio pertama kali diketahui oleh seorang dokter asal Inggris yang bernama Michael Underwood pada tahun 1789 dan penyakit ini secara resmi diakui sebagai sebuah kondisi medis pada tahun 1840-an oleh seorang dokter asal Jerman bernama Yakob heini nah di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 polio sering banget terjadi sehingga hingga menjadi penyakit yang paling ditakuti di muka bumi Nah jadi bisa dikatakan pada zaman itu polio ini udah mirip kayak covid geng sebuah penyakit yang dianggap baru padahal udah ada sejak lama tapi baru bisa dijelaskan secara medis atau keilmuan sehingga menyebabkan Banyak masyarakat di saat itu ketakutan nah polio itu pernah menyerang kota New York pada tahun 1916 yang sampai menewaskan lebih dari 2.000 orang dan puncaknya pada tahun 1952 di mana saat itu tercatat orang yang tewas karena polio sudah menyentuh angka lebih dari 3.000 orang nah tapi banyak juga orang yang berhasil selamat dari polio hanya saja mereka harus mendapatkan konsekuensi yang harus mereka terima seumur hidup yang mana mereka harus mengalami cacat pada tubuhnya seperti lumpuh ya enggak bisa bergerak sama sekali seluruh anggota badannya dan mereka harus memakai penyangga kaki kursi roda atau tongkat untuk bisa berjalan sampai ada yang memerlukan alat bantu pernafasan menggunakan tabung besi di di mana alat bantu pernapasan ini diciptakan untuk pengobatan bagi pasien polio Nah jadi polio ini pada masanya tuh menyeramkan sekali geng makanya ketika zaman sekarang itu bisa timbul lagi itu jadi heboh banget Terus geng singkat cerita ya pada pertengahan abad ke-20 virus polio ini sudah menyebar ke seluruh dunia dan menjadi ancaman serius bagi peradaban manusia pada masa itu Yang mana lebih dari setengah juta orang setiap tahunnya meninggal dunia karena polio dan parahnya polio saat itu disebabkan karena belum adanya obat sementara penyakit polionya terus berkembang dan semakin mematikan jadi di zaman itu belum ada yang namanya vaksin belum ada yang namanya imunisasi jadi orang tuh gampang banget terkena virus ini dan oleh karena itu kebutuhan akan vaksin polio di masa itu itu terus meningkat dan para ilmuwan terus berusaha untuk mencari tahu bagaimana cara mencegah penyakit polio ini lalu singkat ceritanya pada tahun 1949 akhirnya para ilmuwan berhasil menciptakan pencegahnya atau vaksinnya yang mana virus polio di saat itu berhasil dikembang biakkan di jaringan manusia oleh John andenders Thomas weller dan juga frederck Robbins nah tidak lama kemudian di awal tahun 1950-an vaksin pertama itu berhasil diciptakan oleh dokter Amerika yang bernama Jonas suk di mana dia menguji langsung vaksin tersebut kepada dirinya sendiri dan keluarganya Pada tahun 1953 dan vaksin yang dia ciptakan ini adalah vaksin jenis ipv yaitu melalui suntikan setelah berhasil dia memberikan vaksin tersebut kepada 1,6 juta anak di Kanada Finlandia dan Amerika Serikat hasilnya Pada tahun 1957 kasus tahunan polio mulai menurun dari yang tadinya 58.000 menjadi hanya 5.600 kasus saja dan pada tahun 1961 hanya tersisa sebanyak 161 kasus nah ini semua gara-gara si Dokter Amerika yang bernama Jonas salk tadi yang mana dia sudah berhasil menciptakan vaksin tersebut nah lalu jenis vaksin polio kedua yaitu vaksin melalui oral atau tetes di mulut atau dengan singkatan opv itu dikembangkan oleh dokter lain dan ahli mikrobiologi yang bernama Albert Sabin vaksin yang dikembangkan oleh Sabin ini adalah virus hidup yang dilemahkan dan dapat diberikan melalui mulut dalam bentuk tetes nah vaksin opv ini dipergunakan secara luas pada akhir tahun 1950-an karena kemudahan dan tidak menimbulkan rasa sakit karena enggak perlu disuntik gitu ya berbeda dengan vaksin ipv akhirnya vaksin opv ini digunakan untuk vaksinasi asal di berbagai negara seperti Hungaria dan juga kuba dan kedua jenis vaksin ini memang ada perbedaannya vaksin ipv memang melindungi anak dari polio tetapi tidak menghentikan penyebaran virus polio sementara vaksin opiv itu bisa memutus rantai penularan dari polio itu sendiri nah jadilah di saat itu di luar negeri itu kasus polio mulai berkurang banyak Nah tapi bagi Bagaimana dengan nasib anak-anak yang sudah terlanjur kena polio yang mana mereka belum mendapatkan vaksin di masanya mereka udah ya terlanjur terkena polio dan lumpuh nah seperti yang gu katakan sebelumnya mereka harus menanggung penderitaan itu seumur hidup karena tidak berfungsinya anggota tubuh mereka yang diserang oleh virus polio jadi virus polio itu enggak ada obat adanya pencegah ada yang seumur hidup menggunakan tongkat kursi roda bahkan yang enggak bisa beraktivitas sama sekali hanya bisa berbaring dan di dalam tabung besi untuk membantu dia bernafas tabung besi tersebut bekerja dengan menciptakan ruang hampa untuk secara mekanis menarik oksigen ke paru-paru si penderita polio yang sistem saraf pusat dan fungsi pernafasannya sudah rusak akibat polio Ya intinya udah kayak maaf nih ya jasad hidup atau hidup yang sudah seharusnya Ya udahlah diikhlaskan aja tapi orang tuanya atau keluarganya masih mengupayakan supaya dia tetap hidup Nah jadi makanya sebahaya itu geng penyakit polio seperti cerita mengenai salah satu penderita polio yang bernama Paul Thunder yang menjadi manusia terakhir di dunia yang hidup dengan bantuan tabung besi jadi sistem cara tabung besi ini udah enggak dipakai lagi sekarang Nah ada seseorang yang bernama Paul Alexander ini adalah orang yang terakhir nah jadi Paul ini terinfeksi polio pada tahun 1952 saat usia dia masih 6 tahun saat itu dia secara tiba-tiba merasa tidak enak badan dan lehernya kaku ketika dia sedang bermain di luar rumah enggak lama dari itu dia langsung mengalami demam yang awalnya Dia hanya bisa berbaring di tempat tidur orang tuanya sambil mewarnai atau sambil ngegambar namun 5 hari setelahnya kondisi Paul ini semakin memburuk Karena dia sudah enggak bisa lagi memegang krayon enggak bisa ngomong enggak bisa Nelan bahkan batuk pun enggak bisa karena mati semua sistem syarafnya dan akhirnya orang tuanya membawa Paul ke rumah sakit yang mana Rumah Sakit tersebut khusus untuk pasien polio Tetapi dia tidak langsung dirawat karena fasilitas kesehatan di Rumah Sakit tersebut sedang penuh beruntungnya ada dokter lain yang melihat kondisi Paul dan langsung mengambil tindakan ke Paul dengan mengeluarkan ciran yang menumpuk di paru-parunya dan ketika Paul terbangun dia sudah berada di dalam tabung besi Dan mulai saat itulah dia tidak pernah lagi keluar dari tabung besi itu dan menghabiskan sisa hidupnya atau sisa umurnya di dalam tabung besi tersebut dan hanya menyisakan bagian kepala aja di luar nah meskipun harus berada di dalam paru-paru besi tetapi Paul tetap bersemangat menjalani hidup dan ini terbukti dengan dia lulus dari Sekolah Menengah di dasas dan menjadi siswa pertama yang lulus tanpa pernah hadir di kelas secara langsung jadi dia Kayak harus homeschooling gitulah belajar dari rumah nah dan dia tetap bisa hidup normal sampai dia E menjadi seorang pengacara dan bisa mewakili para kliennya di pengadilan dia juga belajar mengenai cara bernafas tanpa menggunakan tabung besi tersebut dan beberapa tahun kemudian dia akhirnya bisa bernafas tanpa bantuan alat itu jadi bisa dilatih dan dia terus melatih pernafasannya Sampai akhirnya dia bisa bernafas tanpa alat bantu dalam jangka waktu yang lama Namun sayangnya Paul sudah meninggal dunia saat umur 78 tahun dan penyebab meninggalnya itu belum diungkap ke publik dengan jelas tetapi pada bulan Februari kemarin dia sempat dikatakan terinfeksi covid-19 yang membuat kesehatannya dia jadi menurun dan kisah Paul Alexander ini sangat menginspirasi banyak orang untuk meneruskan hidup dan tetap semangat apapun kondisi yang sedang dialami nah namun di balik itu semua kita tetap harus ingat Paul adalah salah satu contoh orang yang mengalami penderitaan seumur hidupnya akibat dari virus polio geng Nah itu di ya geng pembahasan kita hari ini mengenai fenomena orang tua yang menolak imunisasi dan dampak yang ditimbulkan kalau imunisasi tidak diberikan kepada anak yang mana sekaligus menjelaskan mengenai betapa berbahayanya penyakit yang akan timbul yaitu penyakit polio yang sempat menjadi wabah mematikan pada zaman dulu gua harap konten ini bisa mengedukasi kita semua agar tidak terjadi kejadian serupa dan tidak terpengaruh dengan informasi-informasi yang menyesatkan Oke gimana geng Menurut kalian tentang pembahasan ini coba tinggalkan komentar di bawah
Resume
Categories