VIRUS POLIO MENINGKAT AKIBAT STANDAR TIKTOK ! IBU-IBU ENGGAN IMUNISASI ANAK
cxqWFYQSDlI • 2024-12-25
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
biar anak gue tuh ggak sakit dan
biasa-biasa aja vaksin polio itu cuma
konspirasi cuma dokter nyari duit Bisa
jadi kayak gitu tuh nah jadi makanya
hal-hal kayak gini kalau memang mau
diterapin ke keluarga sendiri ya cukup
dikip sendiri aja jangan sampai
menginfluence orang lain yo geng tekan
tombol subscribe
geng Halo geng Welcome back to kamar
jeri
[Musik]
genggeng Oke lagi lagi nih standar
tiktok memakan korban isu-isu yang
enggak benar membuat orang-orang jadi
sesat informasi jadi sesat
pemahaman nah hari ini pembahasan kita
nih ya tentang ada sebuah video yang
sempat viral beberapa waktu yang lalu
yaitu sebuah postingan yang ada di
sosial media mengenai seorang ibu yang
menolak untuk mengimunisasi anaknya
karena dia merasa enggak tega melihat
anaknya kesakitan Apalagi setelah
divaksin biasanya tubuh manusia itu
bakal mengalami E apa ya perubahan kayak
demam atau nyeri-nyeri untuk beberapa
hari dan biasanya terkhusus untuk anak
kecil bakal rewel Padahal kita tahu ya
geng imunisasi itu sangat penting
apalagi bagi anak karena melalui
imunisasi inilah akan membentuk
kekebalan tubuh agar tidak mudah
terinfeksi Virus terserang penyakit
pokoknya membuat daya tahan tubuh
seorang anak manusia menjadi kuat nah
penyakit-penyakit yang dapat menyerang
juga itu enggak main-main seperti
hepatitis terus campak rubela dan masih
banyak lagi dan yang paling sering
terjadi ya adalah penyakit polio nah ini
paling banyak menyerang anak-anak terus
geng di era modern kayak sekarang di era
digital yang mana informasi itu sangat
mudah diakses ternyata banyak orang yang
tidak bertanggung jawab yang memposting
atau m-publish berita-berita hoax atau
berita-berita yang enggak benar yang
sampai pada akhirnya menyesatkan banyak
orang yang salah satu fenomenanya adalah
ada beberapa orang yang tidak
bertanggung jawab yang mengatakan kalau
imunisasi terutama imunisasi polio itu
Enggak
penting kacau banget kan tuh imunisasi
polio Enggak penting katanya Enggak
penting buat anak-anak bahkan Katanya
malah bahaya Nah ada yang bikin isu hoa
seolah-olah imunisasi itu adalah program
elit global ada yang bilang itu cuma
konspirasi ada yang bilang ya zaman dulu
manusia purba atau zaman Nabi dulu
Enggak ada yang namanya suntik polio
Enggak ada tuh yang namanya imunisasi
orang-orang tetap sehat kok kenapa
sekarang jadi harus ada nah yang
begitu-begitu geng padahal nih ya kalau
dipikir-pikir memang benar pada zaman
dulu itu belum ada yang namanya penyakit
polio belum ada yang namanya imunisasi
polio nah tapi kan zaman itu berkembang
Seiring berjalannya waktu banyak
perubahan banyak perubahan dari makanan
iklim terus juga teknologi juga semakin
berkembang yang mana kita itu hidup di
tengah-tengah radiasi radiasi juga
banyak radiasi handphone terus radiasi
dari sinyal-sinyal yang saat ini kita
gunakan dari barang elektronik kita nah
pokoknya masih banyak lagi dan itu
adalah salah satu Penyebab berubahnya
daya tahan tubuh manusia dan timbulnya
penyakit-penyakit baru Nah makanya yang
namanya pengobatan itu semakin lama
semakin berkembang dan muncullah yang
namanya imunisasi polio imunisasi polio
ini untuk bisa menghindari penyakit
polio terutama pada anak kecil hal ini
ada yang menganggap tidak penting ada
yang menganggap hanya konspirasi
akhirnya membuat para ibu-ibu di luar
sana Jadi terinfluence dan mereka enggak
mau untuk mengimunisasi anak-anak
mereka Kejadian ini benar-benar miris
geng terutama di negara kita Indonesia
dan ternyata tidak hanya satu atau dua
orang tua saja yang menolak imunisasi
untuk anaknya dan meskipun pemberitaan
Ini sebenarnya sudah viral beberapa ya
waktu belakangan lah ya bahkan sudah
dari Tahun 2022 Tapi gua rasa ini e
cukup penting untuk kita bahas dan
enggak boleh kita anggap remeh karena
fenomena ini terus berlanjut masih ada
orang-orang yang tidak mau mengimunisasi
anak mereka ee memang salah satu isu
besarnya Kenapa terjadi penolakan dan
tadi ketakutan akan efek samping dan
sebagainya
ee juga ya misinformasiminformasi lain
lah teori-teori konspirasi yang memang e
banyaknya macamnya beda-beda gitu ya Dan
yang bikin mirisnya gara-gara kasus ini
akhirnya muncullah fenomena polio atau
kasus polio lagi di Indonesia yang
jumlahnya cukup banyak yang mana
sebenarnya padahal nih ya polio di
Indonesia sendiri sudah enggak ada sejak
lama udah jarang banget kita mendengar
bahwa anak kecil di Indonesia lahir
besarnya terus punya penyakit polio dan
penyakit polio ini enggak main-main geng
enggak ada obatnya cuma bisa dicegah
dengan cara imunisasi kalau sudah
terkena maka itu orang akan seumur hidup
tidak bisa menggunakan kakinya alias
mengalami kelumpuhan nah gue yakin
banget nih buat kalian para Genzi kalian
Pasti jarang banget dengar yang namanya
orang terkena penyakit polio jarang
banget di era kalian karena memang
kesadaran itu dari orang tua kalian
sudah sangat besar di era gua nih
sebagai seorang milenial itu masih
banyak sebenarnya penyakit polio ini
Karena di masa gua masih banyak nih
orang tua yang belum bisa menerima yang
namanya vaksin polio yang namanya
imunisasi Nah tapi di era gensi sudah
banyak orang tua yang menerima yang
namanya imunisasi atau suntik vaksin
polio nah tapi kok tiba-tiba sekarang di
era standar tiktok Muncul lagi
orang-orang yang tidak menerima hal itu
dan akhirnya menyebabkan penyakit polio
Muncul lagi di Indonesia nah sekarang
kita bahas nih mengenai fenomena ini
yang benar-benar harus banget Kalian
Dengar terutama buat kalian yang mungkin
punya anak nih supaya tidak terpengaruh
dengan standar-standar tiktok atau
standar-standar media sosial yang
menyesatkan Langsung aja kita bahas
secara lengkap fenomena kembali
munculnya kasus polio di Indonesia di
Permisi peristiwa misteri dari berbagai
sisi
[Musik]
untuk pembahasan pertama kita langsung
masuk ke dalam pembahasan orang
tua-orang tua yang menolak imunisasi
anak
mereka Nah jadi geng gua pengen ngebahas
nih soal postingan seseorang yang
menolak imunisasi pada anaknya yang
dibuat oleh akun tiktok yang bernama
it's meliaalist 23 nah tapi postingan
ini kabarnya Udah dihapus nah Untungnya
ada banyak orang yang screenshoot
sebelum postingan tersebut hilang dan
gua lihat di akun X itu masih ada yang
di-upload oleh ak akun X tanyak RL dalam
postingan tersebut ismialis ini
menuliskan alasan Dia memutuskan untuk
stop imunisasi anaknya yang salah satu
Alasannya karena dia merasa kasihan
dengan sang anak kalau habis diimunisasi
selalu mengalami demam tinggi sampai
nafsu makannya menurun katanya dia
enggak tega melihat anaknya sampai kayak
gitu kemudian geng ada lagi tweet di
akun yang sama yaitu di akun tanyakan RL
di mana ada sebuah screenshot dari situs
WhatsApp seseorang yang menuliskan ini
alas ya Kenapa anak saya enggak pernah
imunisasi katanya nah di status
whatsapp-nya itu ada foto yang diambil
dari aplikasi snack video yang
memperlihatkan seorang bayi dan ada
sebuah tulisan maaf ya sayang Ibu enggak
tahu kalau imunisasi sekarang bakal
kayak gini nah ini yang agak
membingungkan nih Emang imunisasi zaman
dulu sama sekarang Bedanya apa zaman
dulu sama aja anak kecil tuh diimunisasi
setelahnya ya demam gitu Emang zaman
sekarang ada gitu yang enggak demam
semuanya ya demam nah lalu kemudian ada
yang memberikan penjelasan kalau bayi
tersebut diimunisasi di kedua pahanya
sampai di rumah bayi tersebut menangis
terus-menerus dan sampai mengalami demam
nah Oleh karena itu ibunya memberikan
alat penurun panas di bekas suntikan
agar meredakan rasa sakit di bekas
suntikan si anak tersebut Ya memang Ya
geng secara logika ya orang tua mana
yang tega melihat anaknya demam kayak
gitu dan juga merasa kesakitan di bekas
suntikan ya tapi geng balik lagi yang
namanya imunisasi itu adalah reaksi
normal bagi seorang anak sehabis
imunisasi bahkan kan orang dewasa aja
kalau habis divaksin itu pasti mengalami
demam juga bukan cuma pada anak-anak aja
geng Nah mungkin ya edukasi dari si
dokter atau tenaga medisnya yang kurang
yang kurang menjelaskan dan kurang
membuat si Ibu dari si anak itu jadi
paham bahwa efek sampingnya seperti ini
lalu Mengapa bisa kayak gitu Mengapa
bisa setelah divaksin atau diimunisasi
ya orang-orang pada demam ya sebab itu
merupakan suatu bentuk respon tubuh anak
atau respon tubuh manusia dalam
membentuk sistem kekebalan baru yang
merupak akan gabungan dari vaksin yang
disuntikkan sehingga terjadi peningkatan
suhu tubuh dan kondisi seperti itu
bukanlah kondisi yang berbahaya bagi
anak dan reaksi demam pada anak juga
tidak lama biasanya dan bakal hilang
dengan sendirinya dalam jangka waktu 3
sampai 4 hari dari mulai pemberian
imunisasi
tersebut Nah jadi geng demam yang
dialami oleh anak pasca pemberian
imunisasi itu bukan karena dia mengalami
sakit yang parah banget atau berat
banget gitu nah namun itu hanyalah
reaksi atau efek samping sementara lalu
geng postingan mengenai orang tua yang
tidak mau memberikan imunisasi kepada
anaknya ini ya tentu menuai banyak
kritikan dari netizen yang mana pada
waktu itu ada netizen yang mengaku sudah
melihat video tiktok its mealis dan
pemilik dari Akun tersebut sampai
memberhentikan imunisasi ke anaknya
berdasarkan asumsi dia sendiri dan
feelingnya dia yang tidak yakin terhadap
imunisasi nah netizen menyayangkan hal
tersebut sebab seharusnya segala sesuatu
mengenai imunisasi bisa bisa ditanyakan
langsung ke tenaga medis misalkan ke
bidan atau dokter spesialis anak karena
sebagai awam kita enggak bisa Sook
Pintar juga dengan hal itu apalagi
sampai membagikannya di sosial media
yang mana itu bisa menginfluence orang
lain yang mana itu bisa membuat orang
lain nyama-nyamain gitu Oh iya anak gua
kemarin juga sama nih oh berarti enggak
perlu ya imunisasi enggak perlu ya
suntik polio enggak perlu suntik vaksin
biar anak gue tuh enggak sakit dan
biasa-biasa aja vaksin polio itu cuma
konspirasi cuma dokter nyari duit Bisa
jadi kayak gitu tuh nah jadi makanya
hal-hal kayak gini kalau memang mau
diterapin ke keluarga sendiri ya cukup
dikip sendiri aja jangan sampai
menginfluence orang lain karena sebuah
keputusan yang tidak jelas asal-usulnya
atau tidak ada dasarnya hanya
berdasarkan asumsi pribadi ini sangat
berbahaya untuk diposting di media
sosial dan fenomena kayak gini
benar-benar bikin miris ya apa ya enggak
salah sih banyak yang bilang bahwa di
negara kita masih banyak yang Maaf ya
SDM rendah Kenapa demikian Karena
orang-orang sekarang malah lebih percaya
dengan apa yang ada di media sosial
bukannya dari omongan ahli di bidang
tersebut sehingga timbullah pemikiran
yang tidak benar dan menyesatkan sebelum
viralnya kedua postingan tersebut Memang
udah pernah terjadi fenomena serupa yang
terjadi di Gorontalo seperti cerita dari
seorang ibu yang bernama Inka yang
mengatakan dia tidak melakukan vaksinasi
kepada anaknya karena mewaspadai
kejadian ikutan pasca imunisasi atau
kipi seperti salah satunya demam tinggi
autisme sampai dengan meninggal dunia
nah hal itu dia dapatkan dari cerita
yang berasal dari kenalannya dan dia
pernah membaca informasi tersebut dari
media sosial katanya nah Inc ini mengaku
kalau dia itu pernah membawa dua anaknya
untuk imunisasi wajib Tapi semakin
gencarnya pro dan kontra vaksin di tahun
2017 sampai 2018 membuat dia tidak mau
membawa anaknya yang terakhir untuk
diimunisasi nah anaknya yang terakhir
itu terlewatlah sementara anaknya yang
lain ya itu dia imunisasi yang terakhir
ini kasihan banget tidak mendapatkan
penanganan atau imunisasi atau vaksin
yang baik nah di sisi lain Inka ini
sebenarnya merasa khawatir kalau anaknya
bakal mudah terserang penyakit tertentu
karena tidak divaksin nah namun dia
punya prinsip lain atau punya cara yang
lain yaitu untuk mencegah hal tersebut
terjadi dia melakukan perubahan gaya
hidup katanya dia menerapkan gaya hidup
sehat pada keluarganya Ya udah kalau itu
kan pilihan Ya nah tapi tetap aja yang
namanya daya tahan tubuh ya
sewaktu-waktu kita enggak tahu tiba-tiba
gaya hidup kita agak kebablasan Ya
gampang terserang penyakit ya Tapi itu
semua kembali lagi kepada kepercayaan
masing-masing nah penolakan terhadap
vaksin dan imunisasi kayak gini juga
terjadi di beberapa wilayah lain tapi
yang ini salah satunya Alasannya karena
imunisasi itu haram Wah ada aja nih
informasi-informasi menyesatkan kayak
gini nah seperti yang terjadi di
Kelurahan sangkrah Pasar Kliwon Solo
pada pertengahan tahun 2021 sampai bulan
Maret tahun 2022 ada banyak ibu-ibu yang
menolak anaknya untuk diimunisasi karena
mereka percaya kalau cairan imunisasi
tersebut ada kandungan minyak atau
cairan babi yang membuat imunisasi
tersebut dianggap menjadi haram nah ini
siapa sih yang kasasih informasi kayak
gini nah di saat itu ketua posandu di
sekitar wilayah tersebut yang bernama
Asih Sri Wahyuni itu selalu berusaha
untuk memberikan pemahaman dan edukasi
kepada para ibu agar bersedia
mengimunisasi anak mereka secara lengkap
demi kesehat anaknya sendiri di masa
mendatang dan Jangan mudah percaya
dengan isu-isu hoax mengenai ee apa ya
minyak babilah haramlah karena itu
enggak terbukti semua cara sudah
dilakukan oleh Bu Asih ini termasuk
dengan menyampaikan informasi mengenai
MUI sudah mengeluarkan fatwa mubah dalam
imunisasi yang dikatakan menggunakan
enzim babi mubah sendiri itu adalah
sesuatu yang mulanya diharamkan tetapi
karena ada faktor tertentu membuat
perbuatan tersebut menjadi halal jadi
kayak misalkan untuk pengobatan
keterpaksaan nih misalkan misalkan
kalian tersasar atau hanyut di laut
enggak ada yang bisa kalian makan tapi
di situ ada bangkai babi kalian harus
bertahan hidup kalian boleh memakan itu
Nah itu ada pengecualiannya geng enggak
semuanya benar-benar 100% tank haram
gitu enggak ada gitu Tetapi setelah
dikeluarkannya fatwa bahwa itu mubah
ibu-ibu di sana tetap menolak dan
mengatakan kalau anaknya sakit maka itu
adalah tanggung jawab dia sendiri
sebagai seorang ibu dan itu adalah
takdir menurut ibu-ibu di sana Jadi
ibu-ibunya tetap keras kepala
terus geng singkat cerita nih salah satu
jurnalis dari Kompas itu berhasil
mewawancarai salah satu dari sekian
orang tua yang menolak memberikan
imunisasi kepada anak mereka orang tua
tersebut bernama Rudy yang merupakan
Warga Kelurahan mojong Songo dan dia
memiliki dua orang anak nah Rudy ini
mengaku alasan dia tidak memberikan
imunisasi kepada anaknya karena sumber
yang dia baca di media sosial
menunjukkan kalau cairan imunisasi itu
mengandung cairan babi dan dia baru akan
bersedia mengimunisasi anaknya hanya
kalau vaksin yang tersedia sudah
benar-benar halal nah di media sosial
yang dia baca itu juga dikatakan bahwa
sebenarnya imunisasi yang mengandung
babi dibolehkan bagi muslim tapi
masalahnya ada pada kalimat yang
mengatakan kalau imunisasi itu
dibolehkan hanya dalam kondisi yang
darurat sehingga Rudi memiliki
kesimpulan Kalau tidak ada unsur yang
darurat bagi Anaknya ya enggak perlu
diberikan imunisasi jadi dengan kata
lain tuh ya dia bakal mengimunisasi
anaknya kalau emang anaknya itu udah
butuh obat alias udah sakit gitu nah
padahal fungsinya imunisasi fungsinya
memberikan vaksin di saat anaknya usia
dini dan belum terkena penyakit adalah
untuk mencegah penyakit itu datang Nah
ini pemahaman yang sebenarnya udah k
bolak-balik gitu dia juga mengaku
Meskipun tidak diimunisasi anaknya tuh
terlihat sehat-sehat aja namun ketika
ditanya Apakah Rudy ini mencoba untuk
mencari kebenaran dari informasi yang
dia dapatkan di media sosial terutama ke
ulama mungkin atau ke dokter anak nah
dia enggan untuk menjawab itu k kayak No
komen gitu saya Belum nanya k gitu dan
Rudi ini juga mengakhiri pembicaraan
tersebut dengan mengatakan kalau urusan
sehat sakit ini dia serahkan ke Allah
subhanahu wa taala dia serahkan kepada
Tuhan ya enggak ada yang salah sih dari
kalimatnya benar semua orang berhaklah
menyerahkan apapun kepada Tuhan Yang
Maha Esa mau dia agama apapun dia juga
punya hak untuk Berserah diri kepada
tuhan Tapi tetap nih Kita sebagai
manusia dituntut nih dari agama manapun
ya kita dituntut untuk berusaha terlebih
dahulu jangan apa-apa tuh
berserah-berserah doang Tuhan juga
enggak akan bantu kita kalau kita enggak
berusaha men ya kan nah jadi makanya di
dalam kasus ini banyak banget kesesatan
informasi geng kesesatan pemahaman
gara-gara sosial media terus geng isu
mengenai haramnya imunisasi ini juga
terjadi di Aceh Wah ini ini kacau sih di
Aceh juga ada nih dan gua baru dengar
kasus ini yang di mana ternyata di sana
banyak tersiar kabar mengenai vaksin
yang diberikan kepada anak itu
mengandung babi yang mana itu itu adalah
hal yang haram bagi umat Islam Nah jadi
di Solo udah kena sekarang sampai ke
Aceh juga kena dan ini kalau semakin
banyak daerah-daerah di Indonesia yang
mayoritasnya muslim bakal makin banyak
penolakan nih ya mungkin solusinya harus
dicarikan faksin yang tidak mengandung
babi kalau misalkan kasiat tersebut
tidak bisa digantikan dengan kandungan
dari hewan yang lain itu gimana nah
makanya tadi MUI sendiri sudah membuat
pengecualian kalau untuk pengobatan atau
medis kayaknya boleh deh ya walaupun
babi itu haram kan sama-sama ciptaan
tuhan gitu pasti ada manfaatnya walaupun
tidak boleh dikonsumsi secara frontal
banget untuk makanan sehari-hari gitu
kan Nah kejadian di Aceh itu di dalam
berita BBC ya dikatakan mengenai seorang
ibu yang berasal dari kota Biren Aceh
yang bernama Afli zarni yang awalnya
berniat untuk memberikan vaksin kepada
anaknya yang berusia 8 bulan Tetapi dia
enggan dan tidak jadi memberikan vaksin
kepada anaknya nah ini semua gara-gara
ketika dia sedang bincang-bincang atau
berkumpul bersama dengan para tetangga
yang lain dia mendapatkan informasi
kalau vaksinnya tersebut mengandung babi
dan tetangga-tetangganya tersebut banyak
yang melarang dia untuk melakukan
imunisasi kepada anaknya nah Kepala
Dinas Kesehatan Aceh di saat itu yang
bernama Hanif itu mengatakan berbagai
upaya sudah dilakukan untuk meyakinkan
tentang pentingnya vaksin bagi anak di
usia dini yang mana salah satunya adalah
dengan menggelar rapat koordinasi antara
MUI Aceh dengan MUI pusat nah tapi tetap
nih kayak kejadian di Solo ibu-ibu yang
ada di Biren Aceh ini tetap enggan tetap
tidak mau karena menganggap kalau vaksin
itu mengandung babi padahal nih ya di
dalam rapat tersebut ya MUI Aceh sudah
memperbolehkan vaksin tetapi tetap aja
beberapa warga masih memilih untuk tidak
mau memvaksin
anaknya di Aceh memang masih menjadi
polemik dan menuai sorotan karena memang
diketahui e vaksin Mr ini memiliki
kandungan unsur aram atau enzim babi nah
itu adalah dua contoh daerah yang
ibu-ibunya atau para orang tuanya
menolak vaksin untuk anak mereka nah
Sebenarnya masih banyak daerah-daerah
lain lagi yang juga sama menolak vaksin
ini dengan alasan-alasan tertentu ada
yang karena enggak tega anaknya sakit
ada yang faktor agama dan masih banyak
lagi nah tapi kita ambil dua contoh dari
daerah itu aja dari Solo sama dari Aceh
tadi Nah sekarang nih kita akan masuk ke
dalam pembahasan tiba-tiba secara
mendadak munculnya banyak kasus penyakit
terhadap anak karena orang tuanya
menolak imunisasi atau memvaksin anaknya
sejak usia
dini Nah sekarang kita masuk ke dalam
akibatnya nih memang untuk orang tua itu
lebih mengetahui kondisi anak mereka
tetapi imunisasi Ini adalah sebuah hal
yang bisa dikatakan cukup berpengaruh
Kalau dibilang mutlak ya 90% mutlaklah
harus dilakukan untuk anak kecil karena
sangat berpengaruh bagi kesehatan anak
mereka di masa depan orang-orang hanya
terpengaruh dengan berita hoax atau
menelan informasi dengan menelan
mentah-mentah tanpa mengetahui
konsekuensi yang akan menanti mereka
nantinya Apabila anak mereka tidak
diimunisasi dan tidak memiliki daya
tahan tubuh yang baik nah bahkan nih
geng ini tidak hanya akan berpengaruh
kepada si anak tersebut aja tetapi juga
bakal berpengaruh terhadap kekebalan
sekelompok orang di suatu wilayah suatu
saat nanti yaitu Ketika semakin banyak
orang yang tidak melakukan imunisasi
maka akan membuat sebuah kelompok di
suatu wilayah diisi oleh orang-orang
yang yang memiliki kekebalan tubuh yang
kurang baik yang tidak bisa menghadapi
penyakit menular nah seperti kasus yang
sebelumnya gua ceritakan yaitu kejadian
di Aceh Nah itu sebenarnya berbanding
lurus dengan Angka kejadian atau
insident rate suspek campak di Aceh yang
tertinggi se-indonesia nah ini
penyebabnya karena banyak orang tua di
sana yang masih enggan atau tidak
percaya terhadap vaksin atau imunisasi
untuk anaknya nah yang paling bikin
miris dan sedih banget adalah sebelumnya
Indonesia itu sudah bebas dari yang
namanya penyakit polio berkat imunisasi
lengkap untuk anak-anak enggak ada lagi
tuh anak-anak Indonesia yang lahir
besarnya lumpuh badannya jarang kita
dengar kan Ya kalau memang ada ya hanya
sebagian kecil tapi udah jarang banget
kita dengar anak Indonesia lahirnya
normal tapi pas besarnya lumpuh nah
namun tiba-tiba di Tahun 2022 ini baru
banget nih ya sampai sekarang 2024
penyakit tersebut kembali lagi di
Indonesia yang awalnya Indonesia sudah
dinyatakan bebas polio dari tahun 2014
Nah tapi justru tiba-tiba ramai lagi dan
disebut sebagai kejadian luar biasa
seumur-umur sejak tahun 2014 kasus
pertama ditemukan di Aceh juga yaitu
ditemukan di Kabupaten pidi Aceh yang
dialami oleh seorang anak yang
berinisial A yang pada saat itu masih
berusia 7 tahun berarti di tahun ini
sudah 9 tahun umurnya nah a ini
mengalami gejala awal demam muncul nyeri
pada persendian dan kelemahan anggota
gerak di tubuhnya menurut keterangan
dari keluarganya gejala tersebut mulai
muncul pada tanggal 6 Oktober Tahun 2022
yang mana akhirnya a ini dibawa ke RSUD
tengkuci di Tiros Sigli pada tanggal 18
Oktober Tahun 2022 dokter di saat itu
memeriksa A dan mencurigai kalau
kemungkinan a ini sudah terinfeksi oleh
virus polio Dan untuk memastikan tim
Dokter mengambil dua sampel pada tanggal
21 dan 22 Oktober Tahun 2022 dari
tubuhnya dan sampel tersebut dikirim ke
laboratorium provinsi pada tanggal 25
Oktober Tahun 2022 dan lalu dikirim lagi
ke Jakarta pada tanggal 27 Oktober Tahun
2022 sampai akhirnya sampel tersebut
diterima oleh badan kebijakan
pembangunan kesehatan atau bkpk pada
tanggal 28 Oktober Tahun 2022 nah belum
selesai sampai di situ geng sampel
tersebut kemudian dikirim lagi ke lab
Biofarma dan hasilnya keluar pada
tanggal 10 November Tahun 2022 yang
menyatakan adanya virus polio tipe du
pada tubuh anak tersebut nah akibat
terinfeksi Virus polio anak tersebut
meng mengalami pengecilan otot paha dan
juga betis yang mana tadinya dia
terlihat normal seperti anak pada
umumnya lama-kelamaan mulai itu ada
perubahan pada tubuhnya virus polio ini
diduga berasal dari lingkungan
bermainnya si A dikarenakan di belakang
rumah a terdapat sarana MCK atau mandi
cuci kakus yang pembuangannya mengarah
ke sungai kecil dan si a ini bersama
dengan teman-temannya sering bermain di
tempat tersebut nah ditambah lagi sistem
kekebalan tubuhnya itu lemah entah
karena dia memang tidak imunisasi atau
Justru karena ada faktor lain nah lalu
geng Semenjak itu banyak orang yang
kaget ini bukan hanya menjadi kasus
daerah doang bukan hanya menjadi problem
di daerah doang atau Aceh doang tapi ini
sudah menjadi kasus nasional karena
seperti yang gua sebutkan tadi udah
enggak pernah ada lagi kasus polio
tiba-tiba muncul dan setelah
ditemukannya satu kasus tersebut secara
mengagetkan tiba-tiba Muncul lagi tiga
kasus lain yaitu tiga anak dinyatakan
positif virus polio di wilayah yang sama
yaitu Kabupaten pidi Aceh temuan
tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan
lanjut anak usia di bawah 5 tahun yang
tinggal di sekitar kasus polio yang
pertama jadi ya warga di sekitar
diperiksa nih Ada lagi enggak yang kena
yang sama ternyata dapat tiga orang dan
dilakukanlah pemeriksaan melalui
kotorannya yaitu melalui target healy
toool yaitu sampling yang sesuai dengan
rekomendasi dari WHO nah diambillah 19
sampel kotoran dari 19 anak dan
didapatkanlah ada tiga anak yang positif
virus polio nah tapi berdasarkan pedoman
dari WHO ketiga anak tersebut tidak
dimasukkan ke dalam kriteria khusus
karena tidak memenuhi kriteria adanya
kelumpuhan mendadak nah tetapi adanya
virus polio pada kotoran ketiga anak
tersebut menunjukkan bahwa mereka tidak
menerapkan perilaku hidup bersih dan
sehat atau justru tidak divaksin atau
tidak diimunisasi Nah itu terjadi Tahun
2022 kemenkos melaporkan adanya temuan
tiga anak positif virus polio tanpa
gejala lumpuh layuh mendadak di
Kabupaten pidi
Aceh kemudian beranjak lagi ke tahun
2023 geng ternyata ada kasus polio lagi
semenjak 2022 itu mulai banyak muncul
lagi nih geng dan itu semua berbanding
lurus dengan E apa ya fenomena standar
tiktok karena kan dari Tahun 2022 ke
bawah nih orang-orang Kan di saat itu
semuanya tergila-gila dengan sosial
media karena lagi pandemi banyak hal-hal
yang menyesatkan yang ada di tiktok atau
sosial media lain yang akhirnya
menginfluence mereka dan dampaknya baru
ke kejadian di Tahun 2022 tersebut
bahkan sampai sekarang Nah kita kembali
lagi ke kasus tahun 2023 tadi di tahun
2023 ada kasus polio yang terjadi di
wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang
mana dialami oleh tiga orang anak juga
di saat itu ketiganya mengalami lumpuh
layu kasus pertama dialami oleh anak
perempuan berinisial NH yang masih
berusia 6 tahun di Klaten Jawa Tengah
berdasarkan keterangan dari orang tuanya
nhh mengalami kelumpuhan pada tanggal 20
November tahun 2023 nhh ini memiliki
riwayat Im imunisasi polio tetes atau
opv sebanyak dua kali Nah padahal dari
traffic cod-nya dia ini sudah pernah
diimunisasi nah namun kemungkinan besar
imunisasinya itu tidak lengkap bisa
kebayang ya yang enggak lengkap aja bisa
ketular gimana lagi yang enggak sama
sekali nah terus kasus kedua dialami
oleh anak laki-laki berusia 1 tahun 11
bulan berinisial Maf di Jawa Timur Maf
ini mengalami lumpuh pada tanggal 22
November tahun 2023 dengan riwayat
imunisasi lengkap tetapi mengalami
malnutrisi nah dia sudah lengkap
imunisasinya sudah lengkap vaksinnya
tetapi justru mengalami malnutrisi dan
tetap tertular Balik lagi gimana yang
enggak imunisasi sama sekali yang
imunisasi aja bisa kena nah lalu yang
terakhir adalah anak laki-laki yang
berusia 3 tahun 1 bulan yang berinisial
m yang mengalami kelumpuhan pada tanggal
6 Desember tahun 2023 di Jawa Timur Mam
sudah mendapatkan imunisasi poli tetes
atau opv sebanyak 4at kali dan polio
untik ipv sebanyak satu kali Nah namun
dia tetap tertular virus tersebut
menurut keterangan dari direktur
jenderal pencegahan dan pengendalian
penyakit atau p2p k Menkes yang bernama
makiren rondonuu Beliau mengatakan dari
sekitar 30 sampel anak sehat yang ada di
Sampang ya di daerah Sampang Madura sana
orang anak dinyatakan positif virus
polio vaksin atau Sabin yang bermutasi
atau vdpv tipe 2 walaupun mereka Belum
menunjukkan gejala tapi tapi
tanda-tandanya sudah ada nah Pak maksi
ini juga mengatakan kembali munculnya
polio di Indonesia disebabkan karena
rendahnya cakupan imunisasi lingkungan
yang tidak bersih dan perilaku
masyarakat yang tidak sehat mengenai
rendahnya cakupan imunisasi vaksin polio
menurut epidemiolog dari Universitas
Gajah Mada yang bernama Riris Andono
Ahmad Ini semua tidak terlepas dari
pengaruh dinamika sosial dan politik
yang menyebabkan terjadinya penolakan di
beberapa kelompok masyarakat belum lagi
gara-gara pandemi covid-19 saat lalu
yang mana Ini menyebab kan menurunnya
kampanye mengenai vaksin polio di
masyarakat sehingga banyak masyarakat
yang belum teredukasi dan tidak percaya
mengenai pentingnya pemberian imunisasi
untuk mencegah penyakit polio dan
penyakit lainnya ya Ini gara-gara dulu
kan pas covid tuh banyak yang bilang
kalau e vaksin itu curang atau vaksin
itu jahat gitu ya Nah padahal enggak ada
keterkaitannya vaksin covid dengan
vaksin polio itu dua hal yang
benar-benar berbeda kalaupun vaksin
covid itu adalah sebuah konspirasi tapi
tidak dengan vaksin polio karena jauh
sebelum covid ada vaksin polio ini sudah
diterapkan dan memang dampaknya itu baik
dampaknya itu bagus gitu sebenarnya ini
eh penyakit polio dan tidak ada obatnya
tidak ada obatnya virus dan E kalau yang
sudah ada gejala tentu kita e
memaksimalkan mempertahankan eh terutama
masa ototnya dan itu tentu melalui isi
ya kemudian ada rehabilitasi
rehabilitasi eh medik sehingga anak itu
bisa dimaksimalkan
nah hal serupa juga dikemukakan oleh
sekretaris Satgas imunisasi pengurus
pusat Ikatan Dokter anak Indonesia yaitu
yang bernama Prof sujat Miko yang
mengatakan alasan orang tua menolak
imunisasi karena mereka tidak tahu
bahaya dari penyakit yang akan diderita
anak mereka kalau tidak diimunisasi
Selain itu orang tua juga tidak
mengetahui manfaat dan jadwal imunisasi
serta tidak mengetahui kalau ternyata
imunisasi ini dipantau oleh para ahli
yang ada di seluruh dunia dan faktor
yang paling mempengaruhi orang tua
adalah karena banyaknya berita hoax
mengenai imunisasi berita-berita yang
menyesatkan Nah ada yang mengatakan
imunisasi bisa menyebabkan autisme pada
anak itu padahal itu hoax banget ada
juga hoax yang mengatakan kalau
imunisasi itu bertujuan agar anak-anak
Indonesia banyak yang EE bodoh terus
sampai e meninggal gitu dan berita hoax
ini disebarkan oleh beberapa orang yang
mengambil berita tersebut dari berita
hoax negara lain padahal orang yang
menyebarkan berita tersebut juga tidak
mengetahui mengenai bahayanya penyakit
dan informasi yang benar mengenai
imunisasi nah akibatnya adalah makin
banyak muncul penyakit polio di
Indonesia dari mulai Tahun 2022 sampai
2024 sekarang miris banget
geng oke Hah Ini Jujur aja ya sedih
banget sih kita tuh kayak bangsa yang
bodoh banget Ya gampang banget
dibodoh-bodohi oleh berita-berita hoax
yang mungkin ini memang ada orang-orang
yang tidak bertanggung jawab yang memang
mau membuat negara kita terlihat bodoh
dan ya menjadi berpenyakit kayak
sekarang Nah sekarang gua pengin masuk
nih ke dalam pembahasan sejarah dari
penyakit polio itu sendiri
[Musik]
oke seperti yang gu katakan sebelumnya
geng mungkin di zaman dulu banyak yang
mempertanyakan kok sebelum-sebelumnya
enggak ada yang namanya polio Enggak ada
tuh imunisasi zaman purba gak ada imunis
ASI orang tetap hidup zaman Nabi enggak
ada imunisasi orang tetap hidup tapi
kenapa di zaman modern Justru harus
imunisasi supaya enggak polio Nah itulah
yang disebut dengan perkembangan zaman
geng semakin ke sini ya penyakit semakin
banyak muncul penyakit baru baik
penyakit yang sengaja dibuat ataupun
penyakit yang muncul dengan sendirinya
nah penyakit yang sengaja dibuat itu
kayak apa ya penyakit-penyakit hasil
buatan para ilmuwan yang bertujuan untuk
bisnis yang mana misalkan penyakitnya
sengaja dibuat agar bisa menjual obat
obatnya Jadi kalau misalkan enggak ada
Penyakitnya gimana obatnya Bisa laku nah
hal-hal seperti itulah yang terjadi di
muka bumi ini geng Nah sekarang kita
bakal bahas nih tentang sejarah dari
penyakit polio seberapa bahayanya polio
di masa lalu sampai-sampai ketika
Penyakit ini hadir lagi sekarang di
Indonesia disebut sebagai kejadian luar
biasa dan menghebohkan Jadi sebelumnya
gua Jelaskan sedikit polio Ini adalah
sebuah penyakit yang sangat mudah
menular dan kebanyakan menyerang
anak-anak Penyakit ini menyerang sistem
saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan
tu ulang belakang serta pernafasan nah
parahnya di beberapa kasus bisa
menyebabkan seorang anak meninggal dunia
naah polio sendiri sebenarnya udah ada
dari zaman prasejarah kalau menurut para
ilmuwan nah yang mana hal ini bisa
terlihat dari beberapa gambar yang ada
di peradaban Mesir kuno yang menunjukkan
anak-anak berjalan menggunakan tongkat
dengan anggota tubuh yang lumpuh yang
menjadi ciri khas dari polio ya walaupun
gambar-gambar tersebut belum bisa
dipastikan benar polio atau bukan dan
walaupun Penyakit ini menyerang
anak-anak yang ada di seluruh dunia
selama ribuan tahun tetapi deskripsi
secara klinis mengenai polio pertama
kali diketahui oleh seorang dokter asal
Inggris yang bernama Michael Underwood
pada tahun
1789 dan penyakit ini secara resmi
diakui sebagai sebuah kondisi medis pada
tahun
1840-an oleh seorang dokter asal Jerman
bernama Yakob heini nah di akhir abad
ke-19 dan awal abad ke-20 polio sering
banget terjadi sehingga hingga menjadi
penyakit yang paling ditakuti di muka
bumi Nah jadi bisa dikatakan pada zaman
itu polio ini udah mirip kayak covid
geng sebuah penyakit yang dianggap baru
padahal udah ada sejak lama tapi baru
bisa dijelaskan secara medis atau
keilmuan sehingga menyebabkan Banyak
masyarakat di saat itu
ketakutan nah polio itu pernah menyerang
kota New York pada tahun 1916 yang
sampai menewaskan lebih dari 2.000 orang
dan puncaknya pada tahun 1952 di mana
saat itu tercatat orang yang tewas
karena polio sudah menyentuh angka lebih
dari 3.000 orang nah tapi banyak juga
orang yang berhasil selamat dari polio
hanya saja mereka harus mendapatkan
konsekuensi yang harus mereka terima
seumur hidup yang mana mereka harus
mengalami cacat pada tubuhnya seperti
lumpuh ya enggak bisa bergerak sama
sekali seluruh anggota badannya dan
mereka harus memakai penyangga kaki
kursi roda atau tongkat untuk bisa
berjalan sampai ada yang memerlukan alat
bantu pernafasan menggunakan tabung besi
di di mana alat bantu pernapasan ini
diciptakan untuk pengobatan bagi pasien
polio Nah jadi polio ini pada masanya
tuh menyeramkan sekali geng makanya
ketika zaman sekarang itu bisa timbul
lagi itu jadi heboh banget Terus geng
singkat cerita ya pada pertengahan abad
ke-20 virus polio ini sudah menyebar ke
seluruh dunia dan menjadi ancaman serius
bagi peradaban manusia pada masa itu
Yang mana lebih dari setengah juta orang
setiap tahunnya meninggal dunia karena
polio dan parahnya polio saat itu
disebabkan karena belum adanya obat
sementara penyakit polionya terus
berkembang dan semakin mematikan jadi di
zaman itu belum ada yang namanya vaksin
belum ada yang namanya imunisasi jadi
orang tuh gampang banget terkena virus
ini dan oleh karena itu kebutuhan akan
vaksin polio di masa itu itu terus
meningkat dan para ilmuwan terus
berusaha untuk mencari tahu bagaimana
cara mencegah penyakit polio ini lalu
singkat ceritanya pada tahun 1949
akhirnya para ilmuwan berhasil
menciptakan pencegahnya atau vaksinnya
yang mana virus polio di saat itu
berhasil dikembang biakkan di jaringan
manusia oleh John andenders Thomas
weller dan juga frederck Robbins nah
tidak lama kemudian di awal tahun
1950-an vaksin pertama itu berhasil
diciptakan oleh dokter Amerika yang
bernama Jonas suk di mana dia menguji
langsung vaksin tersebut kepada dirinya
sendiri dan keluarganya Pada tahun 1953
dan vaksin yang dia ciptakan ini adalah
vaksin jenis ipv yaitu melalui suntikan
setelah berhasil dia memberikan vaksin
tersebut kepada 1,6 juta anak di Kanada
Finlandia dan Amerika Serikat hasilnya
Pada tahun 1957 kasus tahunan polio
mulai menurun dari yang tadinya 58.000
menjadi hanya 5.600 kasus saja dan pada
tahun 1961 hanya tersisa sebanyak
161 kasus nah ini semua gara-gara si
Dokter Amerika yang bernama Jonas salk
tadi yang mana dia sudah berhasil
menciptakan vaksin tersebut nah lalu
jenis vaksin polio kedua yaitu vaksin
melalui oral atau tetes di mulut atau
dengan singkatan opv itu dikembangkan
oleh dokter lain dan ahli mikrobiologi
yang bernama Albert Sabin vaksin yang
dikembangkan oleh Sabin ini adalah virus
hidup yang dilemahkan dan dapat
diberikan melalui mulut dalam bentuk
tetes nah vaksin opv ini dipergunakan
secara luas pada akhir tahun 1950-an
karena kemudahan dan tidak menimbulkan
rasa sakit karena enggak perlu disuntik
gitu ya berbeda dengan vaksin ipv
akhirnya vaksin opv ini digunakan untuk
vaksinasi asal di berbagai negara
seperti Hungaria dan juga
kuba dan kedua jenis vaksin ini memang
ada perbedaannya vaksin ipv memang
melindungi anak dari polio tetapi tidak
menghentikan penyebaran virus polio
sementara vaksin opiv itu bisa memutus
rantai penularan dari polio itu sendiri
nah jadilah di saat itu di luar negeri
itu kasus polio mulai berkurang banyak
Nah tapi bagi Bagaimana dengan nasib
anak-anak yang sudah terlanjur kena
polio yang mana mereka belum mendapatkan
vaksin di masanya mereka udah ya
terlanjur terkena polio dan lumpuh nah
seperti yang gu katakan sebelumnya
mereka harus menanggung penderitaan itu
seumur hidup karena tidak berfungsinya
anggota tubuh mereka yang diserang oleh
virus polio jadi virus polio itu enggak
ada obat adanya pencegah ada yang seumur
hidup menggunakan tongkat kursi roda
bahkan yang enggak bisa beraktivitas
sama sekali hanya bisa berbaring dan di
dalam tabung besi untuk membantu dia
bernafas tabung besi tersebut bekerja
dengan menciptakan ruang hampa untuk
secara mekanis menarik oksigen ke
paru-paru si penderita polio yang sistem
saraf pusat dan fungsi pernafasannya
sudah rusak akibat polio Ya intinya udah
kayak maaf nih ya jasad hidup atau hidup
yang sudah seharusnya Ya udahlah
diikhlaskan aja tapi orang tuanya atau
keluarganya masih mengupayakan supaya
dia tetap hidup Nah jadi makanya
sebahaya itu geng penyakit polio seperti
cerita mengenai salah satu penderita
polio yang bernama Paul Thunder yang
menjadi manusia terakhir di dunia yang
hidup dengan bantuan tabung besi jadi
sistem cara tabung besi ini udah enggak
dipakai lagi sekarang Nah ada seseorang
yang bernama Paul Alexander ini adalah
orang yang terakhir nah jadi Paul ini
terinfeksi polio pada tahun 1952 saat
usia dia masih 6 tahun saat itu dia
secara tiba-tiba merasa tidak enak badan
dan lehernya kaku ketika dia sedang
bermain di luar rumah enggak lama dari
itu dia langsung mengalami demam yang
awalnya Dia hanya bisa berbaring di
tempat tidur orang tuanya sambil
mewarnai atau sambil ngegambar namun 5
hari setelahnya kondisi Paul ini semakin
memburuk Karena dia sudah enggak bisa
lagi memegang krayon enggak bisa ngomong
enggak bisa Nelan bahkan batuk pun
enggak bisa karena mati semua sistem
syarafnya dan akhirnya orang tuanya
membawa Paul ke rumah sakit yang mana
Rumah Sakit tersebut khusus untuk pasien
polio Tetapi dia tidak langsung dirawat
karena fasilitas kesehatan di Rumah
Sakit tersebut sedang penuh beruntungnya
ada dokter lain yang melihat kondisi
Paul dan langsung mengambil tindakan ke
Paul dengan mengeluarkan ciran yang
menumpuk di paru-parunya dan ketika Paul
terbangun dia sudah berada di dalam
tabung besi Dan mulai saat itulah dia
tidak pernah lagi keluar dari tabung
besi itu dan menghabiskan sisa hidupnya
atau sisa umurnya di dalam tabung besi
tersebut dan hanya menyisakan bagian
kepala aja di
luar nah meskipun harus berada di dalam
paru-paru besi tetapi Paul tetap
bersemangat menjalani hidup dan ini
terbukti dengan dia lulus dari Sekolah
Menengah di dasas dan menjadi siswa
pertama yang lulus tanpa pernah hadir di
kelas secara langsung jadi dia Kayak
harus homeschooling gitulah belajar dari
rumah nah dan dia tetap bisa hidup
normal sampai dia E menjadi seorang
pengacara dan bisa mewakili para
kliennya di pengadilan dia juga belajar
mengenai cara bernafas tanpa menggunakan
tabung besi tersebut dan beberapa tahun
kemudian dia akhirnya bisa bernafas
tanpa bantuan alat itu jadi bisa dilatih
dan dia terus melatih pernafasannya
Sampai akhirnya dia bisa bernafas tanpa
alat bantu dalam jangka waktu yang lama
Namun sayangnya Paul sudah meninggal
dunia saat umur 78 tahun dan penyebab
meninggalnya itu belum diungkap ke
publik dengan jelas tetapi pada bulan
Februari kemarin dia sempat dikatakan
terinfeksi covid-19 yang membuat
kesehatannya dia jadi menurun dan kisah
Paul Alexander ini sangat menginspirasi
banyak orang untuk meneruskan hidup dan
tetap semangat apapun kondisi yang
sedang dialami nah namun di balik itu
semua kita tetap harus ingat Paul adalah
salah satu contoh orang yang mengalami
penderitaan seumur hidupnya akibat dari
virus polio
geng Nah itu di ya geng pembahasan kita
hari ini mengenai fenomena orang tua
yang menolak imunisasi dan dampak yang
ditimbulkan kalau imunisasi tidak
diberikan kepada anak yang mana
sekaligus menjelaskan mengenai betapa
berbahayanya penyakit yang akan timbul
yaitu penyakit polio yang sempat menjadi
wabah mematikan pada zaman dulu gua
harap konten ini bisa mengedukasi kita
semua agar tidak terjadi kejadian serupa
dan tidak terpengaruh dengan
informasi-informasi yang menyesatkan Oke
gimana geng Menurut kalian tentang
pembahasan ini coba tinggalkan komentar
di bawah
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:14 UTC
Categories
Manage