BANK BRI DISERANG HACKER RAMSOMWARE BHAZE? NASABAH PANIK TAKUT KEHILANGAN TABUNGAN !
UpcYIBy7b4Q • 2024-12-24
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id peringatan bahwa bank BRI sudah terkena serangan Hacker itu bukan berasal dari BRI sendiri tetapi awalnya itu diviralkan oleh seorang netizen dengan username Falcon fitsu dan di tweet tersebut tertulis peringatan ramsonware di Bank Rakyat Indonesia sudah menjadi korban beig ramsonware yo geng tekan tombol subscribe geng Halo geng Welcome back to kamar [Musik] Jerry geng geng Oke di penghujung tahun 2024 ini Kok banyak banget gitu ya peristiwa yang menghebohkan di Indonesia peristiwa yang menghebohkan ini bukan persoalan prestasi atau hal-hal yang positif tapi justru hal-hal yang negatif salah satu contohnya ya ada Agus buntu ada Agus Miftah Terus kemarin ada Agus minta donasi terus juga kemarin kita sudah bahas juga yang terbaru persoalan sindikat pengedar uang palsu dan ini yang paling mirislah Karena sekarang lagi heboh banget dibicarakan karena masyarakat sekarang sudah mulai parno dan ketakutan akan penyebaran uang palsu ini karena memang banyak banget dan udah mulai digunakan oleh masyarakat bahkan yang terbaru nih Ini gua kasih lihat videonya ada seorang bapak-bapak yang baru narik uang di ATM dan dia mengatakan kalau uang yang di dia tarik itu palsu karena uang yang baru saja dia tarik itu bisa dia belah dua bukan diobek ya tapi dibelah gitu lapisannya dibelah dan itu terlihat sangat aneh kalian boleh lihat videonya uangnya seperti ini ada belahan di uangnya mohon jalan keluarnya sekarang nih ya untuk alat tukarnya aja sudah dipalsukan ya kan uangnya sudah dipalsukan hari ini malah ada berita yang baru lagi nih yaitu sebuah kejadian yang sempat menggegerkan banyak orang kalau yang sebelumnya alat tukarnya yang bermasalah untuk kali ini adalah tempat menabungnya yang bermasalah yaitu salah satu bank yang bernama Bank BRI Nah ada apa nih dengan Bank BRI dikabarkan nih geng ada sebuah kejadian yang bikin kita semua khawatir terutama bagi para nasabah yang punya tabungan di bank yang satu ini karena baru-baru ini Bank BRI dikatakan mendapatkan serangan hacker dan tentunya ini sangat mengkhawatirkan mengingat Sudah beberapa kali Indonesia mengalami serangan cyber kayak gini dan bahkan banyak data-data dari rakyat Indonesia yang bocor serta diperjual belikan oleh si hacker dan ketika isu tentang di-hacknya Bank BRI ini sudah mulai tersebar mulai banyak orang yang khawatir dengan tabungan mereka Nah apalagi kabarnya nih ya hacker ini sudah mengancam akan menyebarkan data-data milik nasabah ke Dark web kalau mereka tidak kunjung menerima bayaran Jadi mereka menganc dengan cara itu nah padahal ya sebelum Kejadian ini semakin parah gitu sudah ada seorang ahli it yang sempat memperingatkan kalau akan ada serangan cyber yang mana hal tersebut sudah dia lakukan hampir 1 tahun yang lalu tapi kabarnya peringatan dari dia tersebut tidak ditanggapi dengan serius makanya bisa terjadi hal seperti ini nah di video kali ini kita bakal membahas nih geng Tentang mengenai bagaimana bisa Bank BRI mengalami serangan hacker ini apakah data nasabah masih aman atau justru sudah dijual Sudah Terlambat untuk diselamatkan Nah nanti kita juga akan membahas nih geng Siapa dalang di balik ini semua dan apakah heker tersebut hanya satu orang atau bekerja sama dalam sebuah grup dan Atas kejadian ini apa yang sudah dilakukan oleh otoritas Indonesia serta Bank BRI khususnya untuk menanggulangi kebocoran data yang terjadi nah semua bakal kita rangkum Langsung aja kita bahas secara lengkap di Permisi peristiwa misteri dari berbagai sisi [Musik] gua kasih tahu hati-hati di Bang BRI lalu gua di situ dipanggil empat kali sekali lagi empat kali gua dipanggil ke bank BRI untuk mempertanggungjawabkan kata-kata gua dan di situ Gua diutdown lagi Oke kita langsung masuk ke dalam pembahasan utamanya nih awal mula serangan hacker ke bank BRI Nah jadi Geng kalau kita mundur Sedikit nih geng peringatan bahwa bank BRI sudah terkena serangan Hacker itu bukan berasal dari BRI sendiri tetapi awalnya itu diviralkan oleh seorang netizen dengan username Falcon fitsu dan di tweet tersebut tertulis peringatan ramsomware di Bank Rakyat Indonesia sudah menjadi korban beige ramsonware nah ini bacanya apa base atau by ranssomware Coba deh kalian koreksi gua kalau gua salah dalam pengucapan namun di sini gua bacanya B aja biar gampang ya terus geng twet tersebut dibuat pada tanggal 18 Desember tahun 2024 jam 6 lew 54 malam Ya bisa dibilang habis magrib gitu nah kemudian Akun tersebut juga memberikan sebuah skrip yang menunjukkan angka 4D 21h 46m 16s Yang sepertinya menunjukkan waktu gitu ya jadi kayak singkatan dari 4 days atau 4 hari 21 hours atau 21 jam dan 46 menit lewat 16 detik atau 16 second gitu nah kemungkinan besar itu adalah tengkat waktu yang diberikan oleh si hacker tersebut atau sebuah kode gitu si hacker ini minta ya dalam kurun waktu 4 hari lewat lewat sekian jam tersebut nah mereka harus dapat tebusan dan tengkat waktu yang diberikan itu yang artinya tebusan tersebut paling lambat harus diberikan ya sekitar tanggal 23 Desember 2 hari setelah gua syuting video ini tweet dari Akun tersebut langsung viral di X dan menuai banyak respon dari netizen yang sebagian besar di antara mereka ya akhirnya takut takut data mereka bocor takut uang mereka tidak bisa e ditarik gitu atau yang paling parah ya uang mereka yang ada di bank b R bisa tersodot habis tanpa sisa nah bahkan ada yang menuliskan kalau jangan membuka rekening di Bank BUMN seperti salah satunya Bank BRI karena katanya beresiko akan terjadinya kebocoran data lebih besar mengingat Sudah beberapa kali kasus seperti ini terjadi yaitu kasus serangan hacker ke database milik pemerintah serangan hacker ini patut untuk diwaspadai karena tidak hanya data penting negara yang akan terkuak namun bahkan data pribadi masyarakat terancam nah namun geng di balik itu semua ada juga nih netizen yang tidak panik menunggu klarifikasi dari pihak bri-nya dulu sebelum bisa memastikan Apakah benar BRI diserang oleh ramsomware atau enggak nah di saat itu orang-orang lebih percaya nih keterangan dari pihak BRI sendiri daripada peringatan dari pihak lain dan sekitar 4 jam kemudian tepatnya di jam 101 malam BRI itu lewat akun X resmi mereka itu memberikan sebuah klarifikasi tweet di kolom replay tweet-nya yaitu dengan memberikan tiga poin poin yang pertama BRI memastikan kalau saat ini data Maupun dana nasabah dalam keadaan aman terus seluruh Sistem perbankan berjalan dengan normal dan seluruh layanan transaksi dapat beroperasi dengan lancar Nah itu poin yang pertama terus poin yang kedua nasabah tetap bisa menggunakan seluruh sistem layanan perbankan BRI terus poin yang terakhir BRI menegaskan kalau sistem keamanan teknologi informasi yang dimiliki oleh BRI sudah memenuhi standar internasional dan terus di Perbaharui untuk menghadapi berbagai potensi ancaman nah namun nih geng klarifikasi tersebut ternyata tidak memuaskan netizen ya padahal udah dari pihak resminya lah gitu ya bri-nya langsung tapi di saat itu netizen justru enggak percaya dan kalian lihat sendiri komen-komen netizen di kolom replay-nya itu benar-benar kontra semuanya berbanding terbalik dengan apa yang dijelaskan oleh BRI dan bahkan ada beberapa dari mereka yang menceritakan pengalaman mereka yang ternyata mereka pernah kehilangan dana di BRI dan bahkan yang kehilangan dana itu ada yang mengaku dananya Enggak kembali alias BRI mengatakan mereka tidak bertanggung jawab Terus geng di sisi lain setelah postingan dari akun Falcon fitziio itu diunggah direktur digital dan it BRI yang bernama Arga m Nugraha juga mengatakan kalau semua data dan dana nasabah BRI itu saat ini aman dan semuanya berjalan dengan normal tanpa adanya kendala jadi secara enggak langsung ya Bri itu e menyangkalah semua tuduhan soal hacker ini dan mereka mengatakan Ya semua Nasabah harusnya tenang Ya enggak perlu panik dan itu mungkin cuma isu nah namun isu ini enggak sekedar isu belaka ternyata ada beberapa hal yang mengarah kepada bukti-bukti serta saksi-saksi yang menyatakan kalau memang Bang BRI ini di-hack gitu geng Nah makanya orang-orang semakin panik karena serangan cyber seperti ini menjadi sesuatu yang sangat fatal seperti yang gua katakan sebelumnya Kalau misalkan data kita berhasil diambil oleh hacker data kita bisa dijual dan disalah gunakan Oleh sebab itu keamanan data menjadi sebuah hal yang sangat penting bagi masyarakat yang seharusnya itu semua bisa dijamin oleh pemerintah nah kabarnya nih geng sudah ada ahli it yang bernama Mr Bird yang pernah memperingatkan akan adanya serangan ramsomware dan peringatan tersebut sudah dia berikan gitu ya dari sekitar 1 tahun yang lalu nah Mr Bird ini sempat bilang kalau dia udah menghubungi pihak B di tanggal 15 Januari tahun 2024 untuk memberikan info kalau ada hacker di dalam sistem BRI nah namun dia tidak mendapatkan respon dari BRI dan di tanggal 22 Maret tahun 2024 Mr Bird ini kembali membuat sebuah video agar masyarakat berhati-hati dengan Bank BRI dan video tersebut viral di media sosial dan Mr Bird di saat itu mengaku kalau dia dibungkam dan istilahnya itu e di shutdown lah gitu geng kurang lebih nah ini informasi dari Mr bird-nya gua kasih tahu hati-hati di Bank BRI lalu gua di situ dipanggil empat kali sekali lagi empat kali gua dipanggil ke bank BRI untuk mempertanggungjawabkan kata-kata gua dan di situ Gua di-shutdown lagi akhirnya geng karena terus tidak ditanggapi pada tanggal 25 Juni tahun 2024 Mr Bird ini membuat sebuah video lagi secara terbuka untuk pak Jokowi yang mana Di video tersebut dia memperingatkan akan adanya serangan cyber tanggal 25 Juni gua kasih tahu ke Pak Jokowi langsung terbuka pak Jokowi akan ada serangan lagi ya Nah berlanjut lagi di tanggal 1 Juli tahun 2024 Mr Bird akhirnya dipanggil ke istana negara dan pada saat audiensi Mr Bird ini mengatakan kalau akan ada serangan cyber lagi dan ternyata benar geng di tanggal yang sama ketika dia dipanggil ke Istana Negara ada data yang bocor di instansi kepolisian nah pada saat itu dia tidak hanya membicarakan soal Bank BRI Tetapi dia membicarakan soal data yang ada di pemerintahan termasuk salah satunya ya Bank BRI yaitu Bank BUMN milik negara enggak sampai di situ aja Mr Bird juga memperingatkan kominfo pada tanggal 8 Agustus tahun 2024 melalui sebuah video mengenai adanya serangan hacker besar-besaran namun video tersebut tidak ditanggapi dengan serius oleh pihak kominfo 8 Agustus gua peringatkan ke kominfo ada akan serangan hacker besar-besaran dan dicuekin dia baru dipanggil pada tanggal 12 Agustus setelah video tersebut viral lagi nah pada pertemuan itu Mr Bird membuktikan kalau dia bisa masuk masuk ke beberapa sistem bank di Indonesia hanya saja Mr Bird mengatakan kalau pihak kominfo justru nyuekin dia dan tidak menanggapi peringatannya dengan serius Nah kalau berdasarkan penjelasan dari Mr Bird ini dia sudah memperingatkan hal tersebut dari lama dan karena enggak adanya penanganan yang serius baik dari pihak bank maupun kominfo terjadilah serangan beneran nah Serangan yang udah diperingatkan jauh-jauh hari oleh Mr Bird ini menurut Mr Bird karena dicuekin akhirnya benar-benar kejadian dan pemerintah kelimpungan Dan inilah yang disayangkan oleh Mr Bird sendiri kalau saja dari awal BRI maupun kominfo mendengarkan apa yang dia sampaikan Mungkin aja serangan tersebut bisa dicegah dan akibatnya tidak akan membahayakan para nasabah terus geng setelah heboh semuanya gara-gara Mr Brad ini yang jadi pertanyaannya Benarkah Bank BRI di-hack Benarkah data nasabah BRI bisa dibobol dan kemungkinan besar akan diperjualbikan di Dark web Nah jadi geng setelah Geger dan nya pemberitaan tentang si Mr Bird ini yang mengatakan kalau Bank BRI itu di-hack nah tiba-tiba nih geng semua orang jadi panik terus secara mendadak akun Falcon fitzio yang sebelumnya memberitakan kalau Bank BRI juga di-hack gitu ya Nah itu membuat sebuah tweet klarifikasi geng yaitu tepatnya pada jam 1042 malam yang mana Dia memberikan pernyataan kalau mereka sudah secara sadar dan tidak teliti memberitakan berita hoax katanya nah mereka menyatakan kalau serangan terhadap bank BRI itu hanyalah berita palsu atau hoax dan Akun tersebut mengaku mereka tidak mengkonfirmasi terlebih dahulu kebenaran dari klaim terkait dengan serangan ramsware ke BRI ini nah jadi mereka memastikan kalau serangan hacker ke bank BRI menurut mereka itu hoax atau berita palsu dan untuk sekarang mereka mengatakan kalau data dan uang setiap nasabah yang ada di BRI itu aman lalu geng berita ini juga dikonfirmasi oleh chairman lembaga riset keam cyber atau disingkat dengan cisrek atau cisssrek yang bernama Pratama Persada nah Beliau mengatakan kalau memang ada serangannya nah tapi bisa dilawan BRI memiliki sistem backup dan prosedur recovery yang baik karena bisa dengan waktu singkat mengembalikan layanan perbankan Nah jadi bisa dikatakan ya dalam pemberitaan ini si pemilik akun Falcon tadi itu enggak sepenuhnya salah Mr Bird juga enggak sepenuhnya salah karena kan sifat mereka adalah memperingatkan memperingat kan bahwa sudah ada serangan cyber nah tapi dari si chairman lembaga riset keamanan cyber tadi yang bernama Pratama Persada memastikan bahwa semua serangan tersebut bisa dilawan pihak BRI itu punya backup dan prosedur recovery yang baik gitu jadi enggak bisa ditembus begitu aja nah lalu layanan perbankan BRI maupun mobile banking itu tidak memiliki kendala operasional apapun dan hal ini sangat berbeda dengan apa yang terjadi dengan bank syariah Indonesia atau BSI beberapa waktu yang lalu yang pernah mengalami serangan ramsomware sehingga mengakibatkan kegagalan dalam operasional perbankan dan aplikasi Mobile Banking selama beberapa hari Nah jadi kasus dari bank BSI itu dijadikan contohlah sebagai pembanding dengan apa yang terjadi dengan BRI kalau bank BSI ketika itu memang nyata kejadiannya itu sampai orang enggak bisa narik duit sampai orang-orang enggak bisa menggunakan mobile banking-nya di saat itu nah berbeda dengan kasusnya BRI ini kasusnya BRI itu ada isunya ada peringatannya tapi secara operasionalnya masih terus berjalan Nah itulah yang menjadi pembanding antara kasus BRI dengan kasus BSI terus geng gara-gara hal tersebut pihak cisrek atau cisssrec tadi itu melihat kalau informasi adanya serangan ramsomware ini hanyalah upaya untuk coba-coba untuk memeras BRI agar terlihat seolah-olah memang sedang ada sebuah grup ramsomware base yang memiliki data asli dari BRI dan berhasil melakukan serangan Malware mereka Nah kalau memang grup tersebut benar-benar berhasil menyerang BRI mereka pasti bakal memiliki data asli dari BRI dan mereka pasti bakal mengunggah data tersebut nah namun menurut Investigasi yang dilakukan oleh cesrek tadi dari sampel data yang diberikan oleh grup ramsomware base ini justru identik dengan salah satu unggahan yang ada di scripd yang diunggah oleh akun yang bernama Sony grab bike pada tanggal 17 September tahun 2020 Nah berarti ini hanya sebuah cara menipu gitu yang mana Kalau data yang diunggah oleh ramsomwarebase ini mirip dengan data yang ada di skripti tadi itu berarti ramsomwarebase ini tidak memiliki data asli alias Mereka cuma coba-coba mengancam Nah jadi geng pihak cisrek itu meminta kepada nasabah untuk tidak khawatir lah dengan isu tersebut ya walaupun ini hanyalah sebuah e ajang coba-coba dari seseorang yang mengaku hacker gitu ya untuk mendapatkan keuntungan dari tebusan lah gitu dan ini dianggap sebuah serangan palsu nah tapi cesrek ini menyoroti adanya data nasabah yang kemungkin ini benar-benar bocor yang mana data nasabah tersebut diunggah atau dipublish di skripdi tadi yang berisikan 99 data pribadi yang memuat nama tanggal lahir nomor handphone nomor kartu bank yang menyetujui nama ibu kandung serta alamat lengkap termasuk dengan nama perusahaan sehingga bukan sesuatu yang enggak mungkin nih kalau ada potensi terjadinya serangan seperti ini di waktu-waktu ked depan jadi bisa dilihat tuh kayak Wah ini kayaknya memang pernah ada kebocoran tapi enggak begitu parah gitu nah jaga-jaga nih Jangan sampai ke depannya benar-benar bocor dalam skala yang lebih besar nah sehingga hal ini patut untuk diwaspadai oleh seluruh pihak baik oleh perusahaan maupun oleh kominfo nah sampai di sini kalian sudah paham ya geng bahwa isu tentang Bank BRI ini sudah dibobol oleh hacker ternyata datang dari beberapa isu yang dianggap tidak benar dan pihak BRI sudah mengklarifikasi ya pihak-pihak terkait juga sudah mengklarifikasi Nah tapi geng sebelum adanya informasi mengenai BR R yang kabarnya kena serangan cyber itu sempat ada beberapa netizen yang mengeluhkan kalau uang di tabungan mereka sempat terpotong dengan saldo yang bervariasi ada yang cuma dalam jumlah ribuan tapi ada juga yang sampai ratusan juta geng dan itu bukan terjadi sekali dua kali dan dialami oleh satu atau dua orang aja tapi banyak nah salah satu contohnya Ini ada yang dari Bali nasabahnya kehilangan uang puluhan juta dan kasus ini juga belum menemukan titik terangnya pokoknya masih banyak lagi geng kalian tinggal cari aja di SOS Sal media mau itu dix ataupun tiktok karena BRI sudah sering mendapatkan komplain dari nasabah yang melaporkan kalau uang mereka hilang begitu aja dari rekening mereka dan pihak BRI menurut para nasabah ini tidak bertanggung jawab atas uang yang hilang tersebut nah mulai ada nih orang-orang yang menyuarakan agar jangan menyimpan uang di bank tersebut nah tapi Menurut kalian gimana geng uang nasabah yang hilang itu apakah bagian dari serangan ramsomware atau bukan karena enggak masuk akal aja kalau uang tersebut tiba-tiba bisa hilang gitu aja Padahal mereka sendiri enggak pernah menarik uang tersebut gimana Menurut kalian boleh tinggalkan komentar di bawah harus di mana lagi kami nyimpan duit Mendi bank beda aman simpan di Put nimpan di bawah kor lapokan nyimpan di BRI Bank BRI hilang jadi di mana lagi kami narah duitnya nih gak percaya dengan siapa lagi kami nah namun buat kalian kalian lebih percaya mana kalian lebih percaya kalau Bank BRI benar-benar di-hack atau justru ini hanya Hoa belaka Coba deh tinggalkan komentar di bawah nah sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan apa sebenarnya yang dimaksud dengan ramsomware base dan bagaimana cara mereka bekerja dan Sudah berapa lama mereka beroperasi sekarang kita bahas oke grup ransomware B atau bashe atau besy gitu bacanya Ya nah grup ini sebelumnya dikenal dengan nama APT 73 dan juga era Lake nah sebelum akhirnya berganti menjadi bashe atau base ini APT memiliki kepanjangan geng yaitu Advance persistent treat yaitu sebuah istilah yang biasa digunakan untuk pelaku cyber yang canggih dan memiliki sumber daya yang besar nah mereka ini adalah kelompok ramsomware baru yang muncul di pertengahan bulan April tahun 2024 base ini sendiri merupakan cabang dari kelompok ramsomware lockbit Karena kemiripan struktur situs kebocoran data atau yang biasa disebut dengan data leak site atau dls Nah jadi mereka mirip banget cara kerjanya dan dls milik base ini meliputi fitur contak us How to buy Bitcoin web Security bakbanti dan Mirrors yang identik dengan pengaturan dls milik lockbit bit ini beroperasi dari sebuah jaringan yang disebut dengan Thor yaitu sebuah infrastruktur yang servernya berada di Republik Ceko Nah jadi mereka itu bergerak dari luar negeri dan kelompok ini menggunakan as9009 ASM untuk hostingnya ini merupakan meran sebuah jaringan yang sebelumnya digunakan oleh beberapa kelompok jahat dan Malware termasuk dengan Dark Angels F Society trickbot Medusa steeler dan rimutta nah mereka semua itu pakai jaringan tersebut nah base ini memilih infrastruktur cyber tersebut yang mana ini menunjukkan kalau mereka itu memanfaatkan sistem yang sudah dikenal agar bisa terhindar dari deteksi nah lalu siapakah target dari ramsomware base ini geng Nah dikatakan kalau mereka itu lalu menargetkan organisasi yang ada di Amerika Utara Inggris Prancis Jerman India dan Australia mereka ini biasa memfokuskan untuk menyerang negara-negara yang sudah maju dengan aset data yang bernilai tinggi Nah makanya Kenapa mereka di saat itu diisukan menyerang BRI karena menurut mereka Bank BRI ini kan milik negara kalau misalkan mereka membobol dan mereka minta tebusan bisa aja mereka mendapatkan keuntungan yang fantastis dengan menargetkan negara-negara maju mereka ini bisa mendapatkan data bernilai tinggi dan uang yang banyak sementara dari sisi industri base ini menargetkan sektor industri yang bernilai tinggi juga termasuk sektor teknologi layanan bisnis manfaktur layanan konsumen dan layanan keuangan seperti bank nah Selain itu mereka juga sempat nyerang sektor transportasi terus logistik dan konstruksi yang menjadi target mereka dengan menyerang sektor yang memiliki data penting base ini bisa meningkatkan peluang keberhasilan dalam menuntut tebusan mereka ya apa ya kurang lebih kayak nyulik gitu bedanya mereka nyulik data Nah karena kalau data yang memiliki aset tinggi Pasti korbannya enggak mau kehilangan data tersebut sehingga base akan memberikan tarif tebusan yang mahal banget supaya data tersebut bisa dikembalikan Sebenarnya gua udah sering banget membahas tentang ramsware Ya udah berkali-kaliah udah banyak gitu pembahasan tentang hal ini Nah mungkin di sini ada yang masih belum paham gua ulang Sedikit nih ya ramsware ini geng itu adalah serangan virus komputer atau yang disebut dengan Malware yang dikirim oleh hacker untuk mengunci dan mengenskripsi perangkat komputer dari korbannya nah lalu hacker ini bakal minta uang tebusan untuk bisa memulihkan aksesnya jadi ibaratnya kalian enggak bisa mengakses data pribadi kalian sendiri atau data perusahaan kalian sendiri karena dikunci dan dikontrol oleh si hacker kalau kalian mau mendapatkan data kalian lagi ya kalian harus bayar ke si hacker kurang lebih kayak gitu penjelasan sederhananya dan dulu ramsomware Ini digunakan hanya untuk memeras aja geng tapi dalam beberapa tahun terakhir para hacker Sudah berani mencoba untuk membocorkan data tersebut secara online dengan uang tebusan yang lebih tinggi dibandingkan yang sebelumnya Nah karena mereka tuh lebih lebih frontal lebih berani untuk sekarang bahkan ada yang ah transfer uang tebusan tetap aja mereka bocorin dulu korbannya itu biasanya hanya perseorangan tapi semakin hari targetnya semakin besar dengan menargetkan organisasi yang membuat mereka semakin berbahaya dan sulit untuk ditangani nah berdasarkan data yang dicatat oleh IBM exforce Street intelligence index pada tahun 2023 itu ada 20% dari seluruh serangan cyber itu pasti melibatkan ramsware dan serangan ini juga sangat cepat karena ketika hacker sudah mendapatkan akses ke jaringan mereka hanya membutuhkan waktu kurang lebih dari 4 hari untuk menyebarkan ramsware nah kecepatan inilah yang memberikan para korban-korbannya itu hanya punya sedikit waktu untuk bisa mendeteksi para hacker ini dan para hacker ini juga cuma butuh sedikit waktu untuk bisa berhasil melakukan potensi serangan cyber mereka korban dan negosiatoran sware itu enggak mau memberitahukan berapa nominal tebusan yang diminta oleh hacker nah tapi dikatakan kalau hackernya itu sering menuntut jumlah yang enggak main-main Biasanya nih ya sampai 7 Hingga 8 digit ya bisa miliaran rupiah dan pembayaran tersebut hanya sebagian dari total biaya infeki ramsware berdasarkan data dari IBM cost of a data Bridge biaya rata-rata pelanggaran ramsware itu sekitar 5,13 juta USD Dan itu enggak termasuk dengan pembayaran tebusan udah beberapa kali geng ya sistem data di berbagai negara mendapatkan serangan ramsware dan di bulan Mei Tahun 2022 salah satu maskapai penerbangan terbesar di India itu mengalami serangan rams juga yang menyebabkan penundaan dan pembatalan penerbangan kebayang tuh sampai batal terbang dan kemudian bulan Maret Tahun 2022 sistem pos Yunani itu menjadi korban dari ramsware yang membuat mereka akhirnya ya apa ya enggak bisa mengirim surat mempengaruhi pemrosesan transaksi keuangan untuk sementara dan berlanjut pada bulan Desember tahun 2021 serangan ramsware ini juga terjadi di sebuah perusahaan yang membuat sistem penggajian dan juga sistem cuti untuk klien itu yang ters simpan di dalam sistem Cloud mereka jadi acak-acakan pokoknya dihancurinlah sama si hacker ramsomware ini pada bulan Mei tahun 2021 saluran bahan bakar Amerika Serikat itu sampai mematikan layanan mereka untuk bisa mencegah Serangan ramsware yang membobol ribuan Informasi pribadi dari karyawannya ini bahaya banget geng dan hal ini berdampak terhadap kenaikan harga BBM di Amerika terutama di seluruh pantai timur nah gara-gara serangan hacker jadi mahal bensin di Amerika di saat itu dan di bulan Mei tahun 2021 salah satu pemasuk daging terbesar di dunia itu menjadi target dari serangan ramsomware juga dan untuk bisa menyelamatkan data-data perusahaan mereka mereka sampai mematikan situs web-nya untuk sementara dan menghentikan produksi Jadi mereka rugi besar dan karena sudah terlanjur banyak Data yang dicuri akhirnya perusahaan tersebut membayar uang tebusan kepada si hacker sebesar 11 juta USD dalam bentuk Bitcoin dan Pada bulan April tahun 2021 perusahaan distribusi kimia Jerman juga pernah mengalami serangan ramsomw ini dan ada lebih dari 6.000 data yang dicuri mulai dari tanggal lahir nomor jaminan sosial nomor Sim dan beberapa data medis orang-orang di sana Nah sekarang kita bakal mengerucut lagi nih geng pembahasannya kalau tadi itu kan luas banget ya banyak negara yang diserang oleh ramsware sekarang Coba kita bahas mengenai ramsware yang pernah menyerang Indonesia Oke jadi geng ramsware ini menjadi ancaman serius bagi data-data negara di pertengahan tahun ini aja sudah ada 10 institusi besar yang menjadi korban dari ramsomware baik dari institusi swasta maupun pemerintah dan dari berbagai industri seperti logistik logistik makanan Shopping Center consumer Finance bank Finance service IT Service transportasi dan juga pialang saham itu semua pernah terkena serangan ramsware jadi enggak ada yang aman di internet yang paling parahnya adalah ada satu institusi keuangan yang sampai dua kali menjadi korban ramsomware yang berbeda pada saat yang berbeda juga institusi keuangan atau bank Ini pertama kali terkena ranssomware pada Juli tahun 2023 di mana si hackernya berhasil mencuri data dan dienskripsi sebanyak 450 GB nah nama penyerangnya itu adalah Ransom house nah mereka ini mengambil semua data tersebut dan data itu banyak memuat Informasi seperti data nasabah dan fasilitas kredit di saat itu pihak bank ini benar-benar panik geng mereka masih enggak bisa membenahi sistem keamanan data mereka yang akhirnya bank tersebut terkena serangan untuk kesekian kalinya Pada bulan April tahun 2024 nah kelompok kali ini berbeda dengan yang sebelumnya yang kali ini namanya Medusa dengan data yang berhasil dicuri oleh mereka dan dienskripsi sebanyak 108 gig Nah jadi bisa kebayang tuh geng data yang dicuri sangat besar nah namun enggak ada pemberitaan ya bagaimana kelanjutan dari kasus itu apakah berhasil diselamatkan atau enggak nah terus geng pdns juga pernah mengalami serangan ramsware nah namun ini bukan serangan yang paling fatal yang paling fatalnya justru dialami oleh salah satu perusahaan logistik Indonesia pada tanggal 21 Juni tahun 2024 yang diserang oleh kelompok ramsomware yang bernama Dark fault nah pihak Dark fault ini memberikan tenggat waktu nih kepada pihak perusahaan untuk bisa membayar uang tebusan dan jika tidak dilakukan maka data mereka yang sudah berhasil di-download akan dibagikan oleh darkfult ini secara gratis nah untuk kasus ini juga enggak tahu nih keberlanjutannya kayak gimana apakah perusahaan tersebut membayar tebusan atau enggak nah terus selain darkfold pernah ada juga grup ransomware yang bernama rans somhub yang berhasil menyerang lembaga pemerintah yang bergerak di bidang consumer Finance untuk pembiayaan usaha kecil dan menengah di bawah kewenangan dari Kementerian Koperasi nah sekelas Kementerian aja udah bisa diserang oleh mereka jadi benar-benar gila banget sadis banget nih dan kejadian tersebut terjadi pada bulan Mei tahun 2024 data yang berhasil dicuri dan disebarkan oleh Ransom hopeub ini berjumlah lebih dari 15 TB nah jumlah yang enggak main-main nah enggak berhenti sampai di situ kemudian di awal bulan Mei tahun 2024 pengelola Shopping Center terkenal di Indonesia juga pernah menjadi korban dari ramsomware yaitu lockbit 3 yang memang sudah dikenal mengincar institusi besar dan lembaga pemerintah yang tidak melindungi data mereka dengan baik intinya nih Geng kalau gua sebutin satu-satu banyak banget data-data yang ada di Indonesia yang udah bocor karena berhasil dibobol dan dicuri oleh para hacker belum lagi BSI yang menjadi korban serangan hacker ramsomware lockbit pada bulan Mei tahun 2023 terus bank Bi yang pernah terkena serangan ramsomware konti pada tanggal 21 Januari Tahun 2022 sekelas bank Bi loh Bank Indonesia Nah bisa kena serangan hacker nah Bank Sentral yang seharusnya memiliki keamanan data yang super ketat tapi tetap bisa jebol lewat akun Twitter mereka membagikan potongan tangkapan layar dari situs gelap geng ransomware County terlihat tampilan file yang dinamai cop.b.go.id terus geng menurut David Chin selaku senior partner and global leader cyber security practice nah beliau ini pernah bilang ada empat alasan penyebab Indonesia rentan terjadi serangan cyber yang pertama itu karena terbatasnya perencanaan ketika terjadi insiden keamanan cyber yang kedua karena kebijakan keamanan cyber perlu dijelaskan dan ditingkatkan yang ketiga karena risiko cyber dipandang sebagai masalah bagian it Bukan masalah bisnis oleh negara kita dan yang keempat karena rendahnya kewaspadaan pekerja atas isu keamanan cyber sehingga sering banget nih pekerja tidak waspada dengan link berbahaya yang dikirim melalui email atau dengan sembarangan menancapkan USB ke komputer kantor mereka yang ternyata di dalamnya ada virus atau ramsomware Dari keempat alasan tersebut menurut David Ini alasan keempat yang paling mengkhawatirkan karena sering banget tuh orang-orang nemu apa ya USB di mana gitu ah main colok aja karena penasaran isi dalamnya enggak tahunya itu adalah jebakan dan oleh karena itu David ini menyebutkan di era industri seperti sekarang pertahanan cyber di Indonesia mesti lebih ditingkatkan lagi sehingga dia menyarankan agar pemerintah dan perusahaan Indonesia bisa membenahi pertahanan cyber mereka sebab sekarang Indonesia berada di peringkat ke-70 dari 165 negara secara global dalam keamanan cyber Menurut data internasional telecommunication Union Nah jadi ya cukup mengkhawatirkan lah geng dan itu dia geng pembahasan kita hari ini mengenai serangan ramsomware terhadap BRI ya walaupun kabarnya dikatakan ini masih hoax tapi ada beberapa kasus eh orang-orang yang kehilangan uang di bank tersebut dan sampai sekarang belum tahu nih permasalahannya akan diselesaikan Seperti apa nah gimana geng Menurut kalian tentang pembahasan kita kali ini coba tinggalkan komentar di bawah
Resume
Categories