BANK BRI DISERANG HACKER RAMSOMWARE BHAZE? NASABAH PANIK TAKUT KEHILANGAN TABUNGAN !
UpcYIBy7b4Q • 2024-12-24
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
peringatan bahwa bank BRI sudah terkena
serangan Hacker itu bukan berasal dari
BRI sendiri tetapi awalnya itu
diviralkan oleh seorang netizen dengan
username Falcon fitsu dan di tweet
tersebut tertulis peringatan ramsonware
di Bank Rakyat Indonesia sudah menjadi
korban beig
ramsonware yo geng tekan tombol
subscribe
geng Halo geng Welcome back to kamar
[Musik]
Jerry geng geng Oke di penghujung tahun
2024 ini Kok banyak banget gitu ya
peristiwa yang menghebohkan di Indonesia
peristiwa yang menghebohkan ini bukan
persoalan prestasi atau hal-hal yang
positif tapi justru hal-hal yang negatif
salah satu contohnya ya ada Agus buntu
ada Agus Miftah Terus kemarin ada Agus
minta donasi terus juga kemarin kita
sudah bahas juga yang terbaru persoalan
sindikat pengedar uang palsu dan ini
yang paling mirislah Karena sekarang
lagi heboh banget dibicarakan karena
masyarakat sekarang sudah mulai parno
dan ketakutan akan penyebaran uang palsu
ini karena memang banyak banget dan udah
mulai digunakan oleh masyarakat bahkan
yang terbaru nih Ini gua kasih lihat
videonya ada seorang bapak-bapak yang
baru narik uang di ATM dan dia
mengatakan kalau uang yang di dia tarik
itu palsu karena uang yang baru saja dia
tarik itu bisa dia belah dua bukan
diobek ya tapi dibelah gitu lapisannya
dibelah dan itu terlihat sangat aneh
kalian boleh lihat
videonya uangnya seperti
ini ada belahan di
uangnya mohon jalan
keluarnya sekarang nih ya untuk alat
tukarnya aja sudah dipalsukan ya kan
uangnya sudah dipalsukan hari ini malah
ada berita yang baru lagi nih yaitu
sebuah kejadian yang sempat menggegerkan
banyak orang kalau yang sebelumnya alat
tukarnya yang bermasalah untuk kali ini
adalah tempat menabungnya yang
bermasalah yaitu salah satu bank yang
bernama Bank BRI Nah ada apa nih dengan
Bank BRI dikabarkan nih geng ada sebuah
kejadian yang bikin kita semua khawatir
terutama bagi para nasabah yang punya
tabungan di bank yang satu ini karena
baru-baru ini Bank BRI dikatakan
mendapatkan serangan hacker dan tentunya
ini sangat mengkhawatirkan mengingat
Sudah beberapa kali Indonesia mengalami
serangan cyber kayak gini dan bahkan
banyak data-data dari rakyat Indonesia
yang bocor serta diperjual belikan oleh
si hacker dan ketika isu tentang
di-hacknya Bank BRI ini sudah mulai
tersebar mulai banyak orang yang
khawatir dengan tabungan mereka Nah
apalagi kabarnya nih ya hacker ini sudah
mengancam akan menyebarkan data-data
milik nasabah ke Dark web kalau mereka
tidak kunjung menerima bayaran Jadi
mereka menganc dengan cara itu nah
padahal ya sebelum Kejadian ini semakin
parah gitu sudah ada seorang ahli it
yang sempat memperingatkan kalau akan
ada serangan cyber yang mana hal
tersebut sudah dia lakukan hampir 1
tahun yang lalu tapi kabarnya peringatan
dari dia tersebut tidak ditanggapi
dengan serius makanya bisa terjadi hal
seperti ini nah di video kali ini kita
bakal membahas nih geng Tentang mengenai
bagaimana bisa Bank BRI mengalami
serangan hacker ini apakah data nasabah
masih aman atau justru sudah dijual
Sudah Terlambat untuk diselamatkan Nah
nanti kita juga akan membahas nih geng
Siapa dalang di balik ini semua dan
apakah heker tersebut hanya satu orang
atau bekerja sama dalam sebuah grup dan
Atas kejadian ini apa yang sudah
dilakukan oleh otoritas Indonesia serta
Bank BRI khususnya untuk menanggulangi
kebocoran data yang terjadi nah semua
bakal kita rangkum Langsung aja kita
bahas secara lengkap di Permisi
peristiwa misteri dari berbagai sisi
[Musik]
gua kasih tahu hati-hati di Bang BRI
lalu gua di situ dipanggil empat kali
sekali lagi empat kali gua dipanggil ke
bank BRI untuk mempertanggungjawabkan
kata-kata gua dan di situ Gua diutdown
lagi
Oke kita langsung masuk ke dalam
pembahasan utamanya nih awal mula
serangan hacker ke bank
BRI Nah jadi Geng kalau kita mundur
Sedikit nih geng peringatan bahwa bank
BRI sudah terkena serangan Hacker itu
bukan berasal dari BRI sendiri tetapi
awalnya itu diviralkan oleh seorang
netizen dengan username Falcon fitsu dan
di tweet tersebut tertulis peringatan
ramsomware di Bank Rakyat Indonesia
sudah menjadi korban beige ramsonware
nah ini bacanya apa base atau by
ranssomware Coba deh kalian koreksi gua
kalau gua salah dalam pengucapan namun
di sini gua bacanya B aja biar gampang
ya terus geng twet tersebut dibuat pada
tanggal 18 Desember tahun 2024 jam 6 lew
54 malam Ya bisa dibilang habis magrib
gitu nah kemudian Akun tersebut juga
memberikan sebuah skrip yang menunjukkan
angka 4D 21h 46m 16s Yang sepertinya
menunjukkan waktu gitu ya jadi kayak
singkatan dari 4 days atau 4 hari 21
hours atau 21 jam dan 46 menit lewat 16
detik atau 16 second gitu nah
kemungkinan besar itu adalah tengkat
waktu yang diberikan oleh si hacker
tersebut atau sebuah kode gitu si hacker
ini minta ya dalam kurun waktu 4 hari
lewat lewat sekian jam tersebut nah
mereka harus dapat tebusan dan tengkat
waktu yang diberikan itu yang artinya
tebusan tersebut paling lambat harus
diberikan ya sekitar tanggal 23 Desember
2 hari setelah gua syuting video ini
tweet dari Akun tersebut langsung viral
di X dan menuai banyak respon dari
netizen yang sebagian besar di antara
mereka ya akhirnya takut takut data
mereka bocor takut uang mereka tidak
bisa e ditarik gitu atau yang paling
parah ya uang mereka yang ada di bank b
R bisa tersodot habis tanpa sisa nah
bahkan ada yang menuliskan kalau jangan
membuka rekening di Bank BUMN seperti
salah satunya Bank BRI karena katanya
beresiko akan terjadinya kebocoran data
lebih besar mengingat Sudah beberapa
kali kasus seperti ini terjadi yaitu
kasus serangan hacker ke database milik
pemerintah serangan hacker ini patut
untuk diwaspadai karena tidak hanya data
penting negara yang akan terkuak namun
bahkan data pribadi masyarakat terancam
nah namun geng di balik itu semua ada
juga nih netizen yang tidak panik
menunggu klarifikasi dari pihak bri-nya
dulu sebelum bisa memastikan Apakah
benar BRI diserang oleh ramsomware atau
enggak nah di saat itu orang-orang lebih
percaya nih keterangan dari pihak BRI
sendiri daripada peringatan dari pihak
lain dan sekitar 4 jam kemudian tepatnya
di jam 101 malam BRI itu lewat akun X
resmi mereka itu memberikan sebuah
klarifikasi tweet di kolom replay
tweet-nya yaitu dengan memberikan tiga
poin poin yang pertama BRI memastikan
kalau saat ini data Maupun dana nasabah
dalam keadaan aman terus seluruh Sistem
perbankan berjalan dengan normal dan
seluruh layanan transaksi dapat
beroperasi dengan lancar Nah itu poin
yang pertama terus poin yang kedua
nasabah tetap bisa menggunakan seluruh
sistem layanan perbankan BRI terus poin
yang terakhir BRI menegaskan kalau
sistem keamanan teknologi informasi yang
dimiliki oleh BRI sudah memenuhi standar
internasional dan terus di Perbaharui
untuk menghadapi berbagai potensi
ancaman nah namun nih geng klarifikasi
tersebut ternyata tidak memuaskan
netizen ya padahal udah dari pihak
resminya lah gitu ya bri-nya langsung
tapi di saat itu netizen justru enggak
percaya dan kalian lihat sendiri
komen-komen netizen di kolom replay-nya
itu benar-benar kontra semuanya
berbanding terbalik dengan apa yang
dijelaskan oleh BRI dan bahkan ada
beberapa dari mereka yang menceritakan
pengalaman mereka yang ternyata mereka
pernah kehilangan dana di BRI dan bahkan
yang kehilangan dana itu ada yang
mengaku dananya Enggak kembali alias BRI
mengatakan mereka tidak bertanggung
jawab Terus geng di sisi lain setelah
postingan dari akun Falcon fitziio itu
diunggah direktur digital dan it BRI
yang bernama Arga m Nugraha juga
mengatakan kalau semua data dan dana
nasabah BRI itu saat ini aman dan
semuanya berjalan dengan normal tanpa
adanya kendala jadi secara enggak
langsung ya Bri itu e menyangkalah semua
tuduhan soal hacker ini dan mereka
mengatakan Ya semua Nasabah harusnya
tenang Ya enggak perlu panik dan itu
mungkin cuma isu nah namun isu ini
enggak sekedar isu belaka ternyata ada
beberapa hal yang mengarah kepada
bukti-bukti serta saksi-saksi yang
menyatakan kalau memang Bang BRI ini
di-hack gitu geng Nah makanya
orang-orang semakin panik karena
serangan cyber seperti ini menjadi
sesuatu yang sangat fatal seperti yang
gua katakan sebelumnya Kalau misalkan
data kita berhasil diambil oleh hacker
data kita bisa dijual dan disalah
gunakan Oleh sebab itu keamanan data
menjadi sebuah hal yang sangat penting
bagi masyarakat yang seharusnya itu
semua bisa dijamin oleh pemerintah nah
kabarnya nih geng sudah ada ahli it yang
bernama Mr Bird yang pernah
memperingatkan akan adanya serangan
ramsomware dan peringatan tersebut sudah
dia berikan gitu ya dari sekitar 1 tahun
yang lalu nah Mr Bird ini sempat bilang
kalau dia udah menghubungi pihak B di
tanggal 15 Januari tahun 2024 untuk
memberikan info kalau ada hacker di
dalam sistem BRI nah namun dia tidak
mendapatkan respon dari BRI dan di
tanggal 22 Maret tahun 2024 Mr Bird ini
kembali membuat sebuah video agar
masyarakat berhati-hati dengan Bank BRI
dan video tersebut viral di media sosial
dan Mr Bird di saat itu mengaku kalau
dia dibungkam dan istilahnya itu e di
shutdown lah gitu geng kurang lebih nah
ini informasi dari Mr bird-nya gua kasih
tahu hati-hati di Bank BRI lalu gua di
situ dipanggil empat kali sekali lagi
empat kali gua dipanggil ke bank BRI
untuk mempertanggungjawabkan kata-kata
gua dan di situ Gua di-shutdown
lagi akhirnya geng karena terus tidak
ditanggapi pada tanggal 25 Juni tahun
2024 Mr Bird ini membuat sebuah video
lagi secara terbuka untuk pak Jokowi
yang mana Di video tersebut dia
memperingatkan akan adanya serangan
cyber tanggal 25 Juni gua kasih tahu ke
Pak Jokowi langsung terbuka pak Jokowi
akan ada serangan lagi ya Nah berlanjut
lagi di tanggal 1 Juli tahun 2024 Mr
Bird akhirnya dipanggil ke istana negara
dan pada saat audiensi Mr Bird ini
mengatakan kalau akan ada serangan cyber
lagi dan ternyata benar geng di tanggal
yang sama ketika dia dipanggil ke Istana
Negara ada data yang bocor di instansi
kepolisian nah pada saat itu dia tidak
hanya membicarakan soal Bank BRI Tetapi
dia membicarakan soal data yang ada di
pemerintahan termasuk salah satunya ya
Bank BRI yaitu Bank BUMN milik negara
enggak sampai di situ aja Mr Bird juga
memperingatkan kominfo pada tanggal 8
Agustus tahun 2024 melalui sebuah video
mengenai adanya serangan hacker
besar-besaran namun video tersebut tidak
ditanggapi dengan serius oleh pihak
kominfo
8 Agustus gua peringatkan ke kominfo ada
akan serangan hacker besar-besaran dan
dicuekin dia baru dipanggil pada tanggal
12 Agustus setelah video tersebut viral
lagi nah pada pertemuan itu Mr Bird
membuktikan kalau dia bisa masuk masuk
ke beberapa sistem bank di Indonesia
hanya saja Mr Bird mengatakan kalau
pihak kominfo justru nyuekin dia dan
tidak menanggapi peringatannya dengan
serius Nah kalau berdasarkan penjelasan
dari Mr Bird ini dia sudah
memperingatkan hal tersebut dari lama
dan karena enggak adanya penanganan yang
serius baik dari pihak bank maupun
kominfo terjadilah serangan beneran nah
Serangan yang udah diperingatkan
jauh-jauh hari oleh Mr Bird ini menurut
Mr Bird karena dicuekin akhirnya
benar-benar kejadian dan pemerintah
kelimpungan
Dan inilah yang disayangkan oleh Mr Bird
sendiri kalau saja dari awal BRI maupun
kominfo mendengarkan apa yang dia
sampaikan Mungkin aja serangan tersebut
bisa dicegah dan akibatnya tidak akan
membahayakan para nasabah terus geng
setelah heboh semuanya gara-gara Mr Brad
ini yang jadi pertanyaannya Benarkah
Bank BRI di-hack Benarkah data nasabah
BRI bisa dibobol dan kemungkinan besar
akan diperjualbikan di Dark web Nah jadi
geng setelah Geger dan nya pemberitaan
tentang si Mr Bird ini yang mengatakan
kalau Bank BRI itu di-hack nah tiba-tiba
nih geng semua orang jadi panik terus
secara mendadak akun Falcon fitzio yang
sebelumnya memberitakan kalau Bank BRI
juga di-hack gitu ya Nah itu membuat
sebuah tweet klarifikasi geng yaitu
tepatnya pada jam 1042 malam yang mana
Dia memberikan pernyataan kalau mereka
sudah secara sadar dan tidak teliti
memberitakan berita hoax katanya nah
mereka menyatakan kalau serangan
terhadap bank BRI itu hanyalah berita
palsu atau hoax dan Akun tersebut
mengaku mereka tidak mengkonfirmasi
terlebih dahulu kebenaran dari klaim
terkait dengan serangan ramsware ke BRI
ini nah jadi mereka memastikan kalau
serangan hacker ke bank BRI menurut
mereka itu hoax atau berita palsu dan
untuk sekarang mereka mengatakan kalau
data dan uang setiap nasabah yang ada di
BRI itu
aman lalu geng berita ini juga
dikonfirmasi oleh chairman lembaga riset
keam cyber atau disingkat dengan cisrek
atau
cisssrek yang bernama Pratama Persada
nah Beliau mengatakan kalau memang ada
serangannya nah tapi bisa dilawan BRI
memiliki sistem backup dan prosedur
recovery yang baik karena bisa dengan
waktu singkat mengembalikan layanan
perbankan Nah jadi bisa dikatakan ya
dalam pemberitaan ini si pemilik akun
Falcon tadi itu enggak sepenuhnya salah
Mr Bird juga enggak sepenuhnya salah
karena kan sifat mereka adalah
memperingatkan memperingat kan bahwa
sudah ada serangan cyber nah tapi dari
si chairman lembaga riset keamanan cyber
tadi yang bernama Pratama Persada
memastikan bahwa semua serangan tersebut
bisa dilawan pihak BRI itu punya backup
dan prosedur recovery yang baik gitu
jadi enggak bisa ditembus begitu aja nah
lalu layanan perbankan BRI maupun mobile
banking itu tidak memiliki kendala
operasional apapun dan hal ini sangat
berbeda dengan apa yang terjadi dengan
bank syariah Indonesia atau BSI beberapa
waktu yang lalu yang pernah mengalami
serangan ramsomware sehingga
mengakibatkan kegagalan dalam
operasional perbankan dan aplikasi
Mobile Banking selama beberapa hari Nah
jadi kasus dari bank BSI itu dijadikan
contohlah sebagai pembanding dengan apa
yang terjadi dengan BRI kalau bank BSI
ketika itu memang nyata kejadiannya itu
sampai orang enggak bisa narik duit
sampai orang-orang enggak bisa
menggunakan mobile banking-nya di saat
itu nah berbeda dengan kasusnya BRI ini
kasusnya BRI itu ada isunya ada
peringatannya tapi secara operasionalnya
masih terus berjalan Nah itulah yang
menjadi pembanding antara kasus BRI
dengan kasus
BSI terus geng gara-gara hal tersebut
pihak cisrek atau
cisssrec tadi itu melihat kalau
informasi adanya serangan ramsomware ini
hanyalah upaya untuk coba-coba untuk
memeras BRI agar terlihat seolah-olah
memang sedang ada sebuah grup ramsomware
base yang memiliki data asli dari BRI
dan berhasil melakukan serangan Malware
mereka Nah kalau memang grup tersebut
benar-benar berhasil menyerang BRI
mereka pasti bakal memiliki data asli
dari BRI dan mereka pasti bakal
mengunggah data tersebut nah namun
menurut Investigasi yang dilakukan oleh
cesrek tadi dari sampel data yang
diberikan oleh grup ramsomware base ini
justru identik dengan salah satu
unggahan yang ada di scripd yang
diunggah oleh akun yang bernama Sony
grab bike pada tanggal 17 September
tahun 2020 Nah berarti ini hanya sebuah
cara menipu gitu yang mana Kalau data
yang diunggah oleh ramsomwarebase ini
mirip dengan data yang ada di skripti
tadi itu berarti ramsomwarebase ini
tidak memiliki data asli alias Mereka
cuma coba-coba mengancam Nah jadi geng
pihak cisrek itu meminta kepada nasabah
untuk tidak khawatir lah dengan isu
tersebut ya walaupun ini hanyalah sebuah
e ajang coba-coba dari seseorang yang
mengaku hacker gitu ya untuk mendapatkan
keuntungan dari tebusan lah gitu dan ini
dianggap sebuah serangan palsu nah tapi
cesrek ini menyoroti adanya data nasabah
yang kemungkin ini benar-benar bocor
yang mana data nasabah tersebut diunggah
atau dipublish di skripdi tadi yang
berisikan 99 data pribadi yang memuat
nama tanggal lahir nomor handphone nomor
kartu bank yang menyetujui nama ibu
kandung serta alamat lengkap termasuk
dengan nama perusahaan sehingga bukan
sesuatu yang enggak mungkin nih kalau
ada potensi terjadinya serangan seperti
ini di waktu-waktu ked depan jadi bisa
dilihat tuh kayak Wah ini kayaknya
memang pernah ada kebocoran tapi enggak
begitu parah gitu nah jaga-jaga nih
Jangan sampai ke depannya benar-benar
bocor dalam skala yang lebih besar nah
sehingga hal ini patut untuk diwaspadai
oleh seluruh pihak baik oleh perusahaan
maupun oleh kominfo nah sampai di sini
kalian sudah paham ya geng bahwa isu
tentang Bank BRI ini sudah dibobol oleh
hacker ternyata datang dari beberapa isu
yang dianggap tidak benar dan pihak BRI
sudah mengklarifikasi ya pihak-pihak
terkait juga sudah mengklarifikasi Nah
tapi geng sebelum adanya informasi
mengenai BR R yang kabarnya kena
serangan cyber itu sempat ada beberapa
netizen yang mengeluhkan kalau uang di
tabungan mereka sempat terpotong dengan
saldo yang bervariasi ada yang cuma
dalam jumlah ribuan tapi ada juga yang
sampai ratusan juta geng dan itu bukan
terjadi sekali dua kali dan dialami oleh
satu atau dua orang aja tapi banyak nah
salah satu contohnya Ini ada yang dari
Bali nasabahnya kehilangan uang puluhan
juta dan kasus ini juga belum menemukan
titik terangnya pokoknya masih banyak
lagi geng kalian tinggal cari aja di SOS
Sal media mau itu dix ataupun tiktok
karena BRI sudah sering mendapatkan
komplain dari nasabah yang melaporkan
kalau uang mereka hilang begitu aja dari
rekening mereka dan pihak BRI menurut
para nasabah ini tidak bertanggung jawab
atas uang yang hilang tersebut nah mulai
ada nih orang-orang yang menyuarakan
agar jangan menyimpan uang di bank
tersebut nah tapi Menurut kalian gimana
geng uang nasabah yang hilang itu apakah
bagian dari serangan ramsomware atau
bukan karena enggak masuk akal aja kalau
uang tersebut tiba-tiba bisa hilang gitu
aja Padahal mereka sendiri enggak pernah
menarik uang tersebut gimana Menurut
kalian boleh tinggalkan komentar di
bawah harus di mana lagi kami nyimpan
duit Mendi bank beda aman simpan di Put
nimpan di bawah kor lapokan nyimpan di
BRI Bank BRI hilang jadi di mana lagi
kami narah duitnya nih gak percaya
dengan siapa lagi kami nah namun buat
kalian kalian lebih percaya mana kalian
lebih percaya kalau Bank BRI benar-benar
di-hack atau justru ini hanya Hoa belaka
Coba deh tinggalkan komentar di
bawah nah sekarang kita bakal masuk ke
dalam pembahasan apa sebenarnya yang
dimaksud dengan ramsomware base dan
bagaimana cara mereka bekerja dan Sudah
berapa lama mereka beroperasi sekarang
kita bahas
oke grup ransomware B atau bashe atau
besy gitu bacanya Ya nah grup ini
sebelumnya dikenal dengan nama APT 73
dan juga era Lake nah sebelum akhirnya
berganti menjadi bashe atau base ini APT
memiliki kepanjangan geng yaitu Advance
persistent treat yaitu sebuah istilah
yang biasa digunakan untuk pelaku cyber
yang canggih dan memiliki sumber daya
yang besar nah mereka ini adalah
kelompok ramsomware baru yang muncul di
pertengahan bulan April tahun 2024 base
ini sendiri merupakan cabang dari
kelompok ramsomware lockbit Karena
kemiripan struktur situs kebocoran data
atau yang biasa disebut dengan data leak
site atau dls Nah jadi mereka mirip
banget cara kerjanya dan dls milik base
ini meliputi fitur contak us How to buy
Bitcoin web Security bakbanti dan
Mirrors yang identik dengan pengaturan
dls milik lockbit bit ini beroperasi
dari sebuah jaringan yang disebut dengan
Thor yaitu sebuah infrastruktur yang
servernya berada di Republik Ceko Nah
jadi mereka itu bergerak dari luar
negeri dan kelompok ini menggunakan
as9009 ASM untuk hostingnya ini
merupakan meran sebuah jaringan yang
sebelumnya digunakan oleh beberapa
kelompok jahat dan Malware termasuk
dengan Dark Angels F Society trickbot
Medusa steeler dan rimutta nah mereka
semua itu pakai jaringan tersebut nah
base ini memilih infrastruktur cyber
tersebut yang mana ini menunjukkan kalau
mereka itu memanfaatkan sistem yang
sudah dikenal agar bisa terhindar dari
deteksi nah lalu siapakah target dari
ramsomware base ini geng Nah dikatakan
kalau mereka itu lalu menargetkan
organisasi yang ada di Amerika Utara
Inggris Prancis Jerman India dan
Australia mereka ini biasa memfokuskan
untuk menyerang negara-negara yang sudah
maju dengan aset data yang bernilai
tinggi Nah makanya Kenapa mereka di saat
itu diisukan menyerang BRI karena
menurut mereka Bank BRI ini kan milik
negara kalau misalkan mereka membobol
dan mereka minta tebusan bisa aja mereka
mendapatkan keuntungan yang fantastis
dengan menargetkan negara-negara maju
mereka ini bisa mendapatkan data
bernilai tinggi dan uang yang banyak
sementara dari sisi industri base ini
menargetkan sektor industri yang
bernilai tinggi juga termasuk sektor
teknologi layanan bisnis manfaktur
layanan konsumen dan layanan keuangan
seperti bank nah Selain itu mereka juga
sempat nyerang sektor transportasi terus
logistik dan konstruksi yang menjadi
target mereka dengan menyerang sektor
yang memiliki data penting base ini bisa
meningkatkan peluang keberhasilan dalam
menuntut tebusan mereka ya apa ya kurang
lebih kayak nyulik gitu bedanya mereka
nyulik data Nah karena kalau data yang
memiliki aset tinggi Pasti korbannya
enggak mau kehilangan data tersebut
sehingga base akan memberikan tarif
tebusan yang mahal banget supaya data
tersebut bisa dikembalikan Sebenarnya
gua udah sering banget membahas tentang
ramsware Ya udah berkali-kaliah udah
banyak gitu pembahasan tentang hal ini
Nah mungkin di sini ada yang masih belum
paham gua ulang Sedikit nih ya ramsware
ini geng itu adalah serangan virus
komputer atau yang disebut dengan
Malware yang dikirim oleh hacker untuk
mengunci dan mengenskripsi perangkat
komputer dari korbannya nah lalu hacker
ini bakal minta uang tebusan untuk bisa
memulihkan aksesnya jadi ibaratnya
kalian enggak bisa mengakses data
pribadi kalian sendiri atau data
perusahaan kalian sendiri karena dikunci
dan dikontrol oleh si hacker kalau
kalian mau mendapatkan data kalian lagi
ya kalian harus bayar ke si hacker
kurang lebih kayak gitu penjelasan
sederhananya dan dulu ramsomware Ini
digunakan hanya untuk memeras aja geng
tapi dalam beberapa tahun terakhir para
hacker Sudah berani mencoba untuk
membocorkan data tersebut secara online
dengan uang tebusan yang lebih tinggi
dibandingkan yang sebelumnya Nah karena
mereka tuh lebih lebih frontal lebih
berani untuk sekarang bahkan ada yang ah
transfer uang tebusan tetap aja mereka
bocorin dulu korbannya itu biasanya
hanya perseorangan tapi semakin hari
targetnya semakin besar dengan
menargetkan organisasi yang membuat
mereka semakin berbahaya dan sulit untuk
ditangani nah berdasarkan data yang
dicatat oleh IBM exforce Street
intelligence index pada tahun 2023 itu
ada 20% dari seluruh serangan cyber itu
pasti melibatkan ramsware dan serangan
ini juga sangat cepat karena ketika
hacker sudah mendapatkan akses ke
jaringan mereka hanya membutuhkan waktu
kurang lebih dari 4 hari untuk
menyebarkan ramsware nah kecepatan
inilah yang memberikan para
korban-korbannya itu hanya punya sedikit
waktu untuk bisa mendeteksi para hacker
ini dan para hacker ini juga cuma butuh
sedikit waktu untuk bisa berhasil
melakukan potensi serangan cyber mereka
korban dan negosiatoran sware itu enggak
mau memberitahukan berapa nominal
tebusan yang diminta oleh hacker nah
tapi dikatakan kalau hackernya itu
sering menuntut jumlah yang enggak
main-main Biasanya nih ya sampai 7
Hingga 8 digit ya bisa miliaran rupiah
dan pembayaran tersebut hanya sebagian
dari total biaya infeki ramsware
berdasarkan data dari IBM cost of a data
Bridge biaya rata-rata pelanggaran
ramsware itu sekitar 5,13 juta USD Dan
itu enggak termasuk dengan pembayaran
tebusan udah beberapa kali geng ya
sistem data di berbagai negara
mendapatkan serangan ramsware dan di
bulan Mei Tahun 2022 salah satu maskapai
penerbangan terbesar di India itu
mengalami serangan rams juga yang
menyebabkan penundaan dan pembatalan
penerbangan kebayang tuh sampai batal
terbang dan kemudian bulan Maret Tahun
2022 sistem pos Yunani itu menjadi
korban dari ramsware yang membuat mereka
akhirnya ya apa ya enggak bisa mengirim
surat mempengaruhi pemrosesan transaksi
keuangan untuk sementara dan berlanjut
pada bulan Desember tahun 2021 serangan
ramsware ini juga terjadi di sebuah
perusahaan yang membuat sistem
penggajian dan juga sistem cuti untuk
klien itu yang ters simpan di dalam
sistem Cloud mereka jadi acak-acakan
pokoknya dihancurinlah sama si hacker
ramsomware
ini pada bulan Mei tahun 2021 saluran
bahan bakar Amerika Serikat itu sampai
mematikan layanan mereka untuk bisa
mencegah Serangan ramsware yang membobol
ribuan Informasi pribadi dari
karyawannya ini bahaya banget geng dan
hal ini berdampak terhadap kenaikan
harga BBM di Amerika terutama di seluruh
pantai timur nah gara-gara serangan
hacker jadi mahal bensin di Amerika di
saat itu dan di bulan Mei tahun 2021
salah satu pemasuk daging terbesar di
dunia itu menjadi target dari serangan
ramsomware juga dan untuk bisa
menyelamatkan data-data perusahaan
mereka mereka sampai mematikan situs
web-nya untuk sementara dan menghentikan
produksi Jadi mereka rugi besar dan
karena sudah terlanjur banyak Data yang
dicuri akhirnya perusahaan tersebut
membayar uang tebusan kepada si hacker
sebesar 11 juta USD dalam bentuk Bitcoin
dan Pada bulan April tahun 2021
perusahaan distribusi kimia Jerman juga
pernah mengalami serangan ramsomw ini
dan ada lebih dari 6.000 data yang
dicuri mulai dari tanggal lahir nomor
jaminan sosial nomor Sim dan beberapa
data medis orang-orang di sana Nah
sekarang kita bakal mengerucut lagi nih
geng pembahasannya kalau tadi itu kan
luas banget ya banyak negara yang
diserang oleh ramsware sekarang Coba
kita bahas mengenai ramsware yang pernah
menyerang
Indonesia Oke jadi geng ramsware ini
menjadi ancaman serius bagi data-data
negara di pertengahan tahun ini aja
sudah ada 10 institusi besar yang
menjadi korban dari ramsomware baik dari
institusi swasta maupun pemerintah dan
dari berbagai industri seperti logistik
logistik makanan Shopping Center
consumer Finance bank Finance service IT
Service transportasi dan juga pialang
saham itu semua pernah terkena serangan
ramsware jadi enggak ada yang aman di
internet yang paling parahnya adalah ada
satu institusi keuangan yang sampai dua
kali menjadi korban ramsomware yang
berbeda pada saat yang berbeda juga
institusi keuangan atau bank Ini pertama
kali terkena ranssomware pada Juli tahun
2023 di mana si hackernya berhasil
mencuri data dan dienskripsi sebanyak
450 GB nah nama penyerangnya itu adalah
Ransom house nah mereka ini mengambil
semua data tersebut dan data itu banyak
memuat Informasi seperti data nasabah
dan fasilitas kredit di saat itu pihak
bank ini benar-benar panik geng mereka
masih enggak bisa membenahi sistem
keamanan data mereka yang akhirnya bank
tersebut terkena serangan untuk kesekian
kalinya Pada bulan April tahun 2024 nah
kelompok kali ini berbeda dengan yang
sebelumnya yang kali ini namanya Medusa
dengan data yang berhasil dicuri oleh
mereka dan dienskripsi sebanyak 108 gig
Nah jadi bisa kebayang tuh geng data
yang dicuri sangat besar nah namun
enggak ada pemberitaan ya bagaimana
kelanjutan dari kasus itu apakah
berhasil diselamatkan atau enggak nah
terus geng pdns juga pernah mengalami
serangan ramsware nah namun ini bukan
serangan yang paling fatal yang paling
fatalnya justru dialami oleh salah satu
perusahaan logistik Indonesia pada
tanggal 21 Juni tahun 2024 yang diserang
oleh kelompok ramsomware yang bernama
Dark fault nah pihak Dark fault ini
memberikan tenggat waktu nih kepada
pihak perusahaan untuk bisa membayar
uang tebusan dan jika tidak dilakukan
maka data mereka yang sudah berhasil
di-download akan dibagikan oleh darkfult
ini secara gratis nah untuk kasus ini
juga enggak tahu nih keberlanjutannya
kayak gimana apakah perusahaan tersebut
membayar tebusan atau enggak nah terus
selain darkfold pernah ada juga grup
ransomware yang bernama rans somhub yang
berhasil menyerang lembaga pemerintah
yang bergerak di bidang consumer Finance
untuk pembiayaan usaha kecil dan
menengah di bawah kewenangan dari
Kementerian Koperasi nah sekelas
Kementerian aja udah bisa diserang oleh
mereka jadi benar-benar gila banget
sadis banget nih dan kejadian tersebut
terjadi pada bulan Mei tahun 2024 data
yang berhasil dicuri dan disebarkan oleh
Ransom hopeub ini berjumlah lebih dari
15 TB nah jumlah yang enggak main-main
nah enggak berhenti sampai di situ
kemudian di awal bulan Mei tahun 2024
pengelola Shopping Center terkenal di
Indonesia juga pernah menjadi korban
dari ramsomware yaitu lockbit 3 yang
memang sudah dikenal mengincar institusi
besar dan lembaga pemerintah yang tidak
melindungi data mereka dengan baik
intinya nih Geng kalau gua sebutin
satu-satu banyak banget data-data yang
ada di Indonesia yang udah bocor karena
berhasil dibobol dan dicuri oleh para
hacker belum lagi BSI yang menjadi
korban serangan hacker ramsomware
lockbit pada bulan Mei tahun 2023 terus
bank Bi yang pernah terkena serangan
ramsomware konti pada tanggal 21 Januari
Tahun 2022 sekelas bank Bi loh Bank
Indonesia Nah bisa kena serangan hacker
nah Bank Sentral yang seharusnya
memiliki keamanan data yang super ketat
tapi tetap bisa jebol lewat akun Twitter
mereka membagikan potongan tangkapan
layar dari situs gelap geng ransomware
County terlihat tampilan file yang
dinamai
cop.b.go.id terus geng menurut David
Chin selaku senior partner and global
leader cyber security practice nah
beliau ini pernah bilang ada empat
alasan penyebab Indonesia rentan terjadi
serangan cyber yang pertama itu karena
terbatasnya perencanaan ketika terjadi
insiden keamanan cyber yang kedua karena
kebijakan keamanan cyber perlu
dijelaskan dan ditingkatkan yang ketiga
karena risiko cyber dipandang sebagai
masalah bagian it Bukan masalah bisnis
oleh negara kita dan yang keempat karena
rendahnya kewaspadaan pekerja atas isu
keamanan cyber sehingga sering banget
nih pekerja tidak waspada dengan link
berbahaya yang dikirim melalui email
atau dengan sembarangan menancapkan USB
ke komputer kantor mereka yang ternyata
di dalamnya ada virus atau ramsomware
Dari keempat alasan tersebut menurut
David Ini alasan keempat yang paling
mengkhawatirkan karena sering banget tuh
orang-orang nemu apa ya USB di mana gitu
ah main colok aja karena penasaran isi
dalamnya enggak tahunya itu adalah
jebakan dan oleh karena itu David ini
menyebutkan di era industri seperti
sekarang pertahanan cyber di Indonesia
mesti lebih ditingkatkan lagi sehingga
dia menyarankan agar pemerintah dan
perusahaan Indonesia bisa membenahi
pertahanan cyber mereka sebab sekarang
Indonesia berada di peringkat ke-70 dari
165 negara secara global dalam keamanan
cyber Menurut data internasional
telecommunication
Union Nah jadi ya cukup mengkhawatirkan
lah geng dan itu dia geng pembahasan
kita hari ini mengenai serangan
ramsomware terhadap BRI ya walaupun
kabarnya dikatakan ini masih hoax tapi
ada beberapa kasus eh orang-orang yang
kehilangan uang di bank tersebut dan
sampai sekarang belum tahu nih
permasalahannya akan diselesaikan
Seperti apa nah gimana geng Menurut
kalian tentang pembahasan kita kali ini
coba tinggalkan komentar di bawah
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:14:12 UTC
Categories
Manage