Transcript
tqIOvaDT0So • UANG PALSU DOSEN UIN ALAUDDIN MAKASSAR CETAK HINGGA MILYARAN RUPIAH !
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1307_tqIOvaDT0So.txt
Kind: captions Language: id untuk menggerebek universitas UIN Makassar secara keseluruhan pada tanggal 15 Desember tahun 2024 dan di sanalah akhirnya polisi menemukan adanya uang senilai 446,7 juta yang disimpan di salah satu gedung kampus dengan pecahan uang sebesar Rp100.000 yo geng tekan tombol subscribe geng Halo geng Welcome back to kamar [Musik] jeri genggeng beberapa hari yang lalu ada sebuah kasus yang cukup mengherankan sekaligus mencengkangkan bagi banyak orang sebab ini kasus yang enggak main-main gua sebagai warga negara Indonesia tuh makin berpikir ya geng kok negara kita se amburadul ini ya kayak apa ya I gua gak gua enggak bisa menggambarkan gitu dari segala Lini itu ada aja problemnya kursi-kursi pejabat yang sebagian kecilnya diisi oleh orang-orang yang tidak kompeten Ya sudah terbukti tidak kompeten tapi tidak kunjung ditindak gitu sampai ke masyarakat bawahnya pun juga banyak problemnya banyak masalahnya hari ini ada lagi nih kasusnya nih lebih gila lagi yaitu sindikat uang palsu kebayang ya kita mati-matian nih pontang-panting nih ya setiap pagi harus bangun belajar ada yang kuliah dulu baru dapat kerjaan Semuanya tujuannya untuk apa biar mendapatkan uang rupiah dan bertahan hidup mengejar kebahagiaan dan lain-lain ya selama ini tanpa kalian sadari kalian tuh capek banget hidup tuh cuma buat ngerjar itu tuh tuh kertas tuh yang bergambar pahlawan dan pemerintah itu mungkin fenomena kayak gini atau kasus pemalsuan uang kertas kayak gini ya sudah lumrahlah sudah sering Kalian Dengar gitu nah tapi kali ini tuh benar-benar bikin miris karena pelakunya itu bukanlah orang-orang yang bisa kita sebut sebagai ee apa ya orang yang berprofesi sebagai penjahat gitu kalau misalkan mereka memang profesinya adalah penjahat ya Ya udah kita bisa mewajarkan namanya juga orang jahat nah tapi di kasus Kali ini yang melakukan tindakan kejahatan pemalsuan uang kertas ini adalah oknumoknum yang ber asal dari universitas orang-orang yang ada di balik ee tiang generasiah gitu ya jadi generasi bangsa ini akan terdidik akan Pintar ya karena mereka-mereka orang tapi justru mereka yang membuat kecurangan ini ini benar-benar miris banget dan yang paling gilanya adalah kalau selama ini kasus-kasus kayak gini tuh biasanya pabriknya atau tempat percetakannya itu di rumah kosong kontrakan atau gudang ya tempat-tempat yang bisa kita katakan memang pantas untuk untuk dicurigai gitu nah tapi tidak dengan kasus yang ini geng pabriknya atau tempat dicetaknya uang palsu tersebut justru di sebuah perpustakaan kampus yaitu di Universitas Islam Negeri atau UIN Alaudin Makassar atas kasus ini pihak kampus pun menonaktifkan kepala perpustakaan dan dua staf kampus yang jadi tersangka kacau Enggak tuh Padahal kan di sana banyak mahasiswa-mahasiswinya dosen staf kampus dan lain-lain Kok bisa percetakan uang palsu bisa beroperasi di sana apa orang-orang di sana enggak ada yang curiga atau sadar selama ini kalau yang dicetak itu buku palsu ya mungkin aja orang enggak sadar tapi kalau uang palsu orang-orang jelas Lihatlah uang yang diprint ya kan pecahan 100.000 r50.000 itu kan apa ya untuk manusia modern fitrahnya lah ya fitrah manusia modern tuh ngelihat uang udah pasti kayak sekali lihat kayak eh uang tuh apalagi tumpukannya banyak kayak gitu masa enggak ada yang curiga gitu dan yang menyedihkannya ada Lah ternyata uang palsu ini sudah beredar di kabupaten Gowa yang mana itu artinya sudah banyak masyarakat setempat yang kemungkinan besar sudah punya uang palsu tersebut di tangan mereka dan mereka sudah menggunakannya untuk ee jual beli dan pada akhirnya polisi berhasil mengungkap kasus ini dan menangkap oknum-oknum yang terlibat di dalam sindikat uang palsu tersebut nah di antara oknum-oknum ini ya enggak lain dan enggak bukan mereka adalah bagian atau staf dari kampus itu sendiri dari universitas UIN itu sendiri yang menjabat sebagai kepala perpustakaan ya ini sebenarnya bisa dikatakan penjahat dengan ilmu geng ya kan mereka bergelut dengan buku-buku dan informasi di perpustakaan akhirnya mereka tahu tuh selukbeluk dan detail cara membuat uang sampai akhirnya mereka pun mencetak uang itu sendiri nah hari ini kita bakal membahas kasus yang menggemparkan ini termasuk kasus ini bisa gua bilang Keren Si pelakunya itu punya ilmu bukan orang-orang sembarangan yang langsung nge-print cetak gitu doang dia punya ilmu makanya dia bisa melakukan ini dan kalian harus dengar cerita ini sampai selesai ya bukan untuk menginfluence tapi supaya kalian tahu ternyata enggak ada yang 100% aman di muka bumi ini termasuk uang yang katanya itu adalah barang atau benda yang sangat sakral dan vital di sebuah negara ternyata bisa dipalsukan sedetail dan semirip itu langsung aja kita bahas secara lengkap di Permisi peristiwa misteri dari berbagai sisi [Musik] Oke kita masuk dulu ke dalam kronologi kejadian awal mula terungkapnya percetakan uang palsu ini jadi geng kasus ini berawal dari pihak kepolisian yang mendapatkan Laporan masyarakat kecamatan pelangga kalau Ada dugaan adanya uang palsu yang beredar nah laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti hingga Pak pada akhirnya pihak kepolisian berhasil menangkap seseorang yang bernama mubin yang diduga mengedarkan uang palsu ini senilai Rp500.000 pada awal bulan Desember tahun 2024 di kecamatan Palangga Kabupaten Goa yang menjadi pertanyaannya nih geng Apakah penyebaran uang ini ya oleh si orang yang bernama mubin ini murni ketahuan gara-gara uangnya itu berbeda dengan uang yang asli atau justru ada cepunya paham Enggak maksudnya kayak misalkan nih sebenarnya mubin ini punya teman terus temannya ini udah tahu itu uang palsu Nah mungkin ada perselisihan atau selek antara mubin dengan temannya terus temannya yang bocorin bisa kemungkinan kayak gitu enggak Kalau bisa berarti itu uang benar-benar mirror satu banding satu alias benar-benar mirip banget dengan uang asli hanya orang dalam yang bisa membocorkan informasi tersebut dan Kalau benar begitu kacau sih Apa gunanya kita bekerja keras gitu kan kita kerja keras buat mendapatkan uang gaji kita masih dipotong PPN masih dipotong pajak segala macam orang-orang kayak gini bisa nyetak sendiri dan ggak akan ketahuan kalau dia enggak akan select sama teman-temannya kurang lebih kayak gitu Oke kita lanjutkan lagi Nah si orang ini di saat itu sedang melakukan transaksi dengan menggunakan uang palsu tersebut Nah akhirnya dia ditangkap oleh Polisi atas informasi yang polisi dapatkan dan pihak kepolisian langsung melakukan pengembangan kasus tersebut karena enggak mungkin uang palsu itu bisa beredar tanpa adanya oknum yang mencetak uang tersebut atau sindikat yang lebih besar di belakangnya ya dengan kata lain ada bandarnya lah gitu sampai pada akhirnya singkat cerita nih ya polisi kemudian mendapatkan informasi mengenai dugaan kalau uang palsu tersebut dicetak di UN salah satu universitas yang ada di Makassar yaitu UIN Alaudin Makassar dari informasi yang didapatkan tersebut pihak kepolisian memutuskan untuk menggerebek universitas UIN Makassar secara keseluruhan pada tanggal 15 Desember tahun 2024 dan di sanalah akhirnya polisi menemukan adanya uang senilai 400 rp46,7 juta yang disimpan di salah satu gedung kampus dengan pecahan uang sebesar Rp100.000 dan uang palsu pecahan Rp100.000 sebanyak rp446.700.000 Wah gimana tuh kalau kalian yang ngelihat langsung tuh geng uang numpuk kayak gitu Apa kalian Enggak tertarik gitu Nah terus juga polisi menemukan adanya mesin cetak uang palsu di ruang perpustakaan kampus tersebut yang mana mesin cetak uang palsu itu berada di sebuah ruangan yang kedap suara sehingga ketika mesin tersebut sedang beroperasi suara dari mesin itu enggak bakal terdengar sampai keluar ruangan mesin cetak tersebut sudah diamankan oleh pihak kepolisian dari informasi yang beredar geng ternyata mesin tersebut dibuat di Cina namun dibelinya dari Surabaya harga dari mesin ini adalah Rp600 juta Wah enggak mainmain juga harganya ya dan masih belum jelas nih geng Bagaimana bisa mesin tersebut Sampai akhirnya bisa masuk ke dalam kampus tapi Kemudian dari total sebanyak 98 Barang bukti yang disita oleh polisi di dalam kasus ini yang disita itu ada uang dalam bentuk rupiah dengan tahun emisi yang berbeda-beda nah di sana ada uang tahun 2016 ee sebanyak 4.554 lembar dengan pecahan Rp100.000 dan uang tahun 1999 sebanyak 6 lembar dengan pecahan Rp100.000 kemudian ada juga 234 lembar pecahan 100.000 yang belum dipotong-potong ya mas dalam bentuk prinan satu frame gitu sehingga masih belum masuk ke dalam tumpukan uang yang sudah dipotong-potong Nah selain uang palsu dengan mata uang Rupiah polisi juga menemukan ratusan lembar mata uang won yaitu mata uang negara Korea Selatan dan mata uang dong yaitu mata uang negara Vietnam untuk mata uang won itu ada sebanyak satu lembar dengan nilai 5.000 Won sementara untuk dong itu sebanyak 111 lembar senilai 500 dong Lalu ada juga surat berharga negara atau SBN senilai 700 triliun dan satu sertifikat deposit bank Indonesia atau bank Bi senilai rp45 triliun yang ikut disita oleh polisi gila geng ini enggak main-main geng dan untuk saat ini sudah ada 17 tersangka geng yang ditetapkan oleh polisi yang mana di antara mereka itu ada kepala perpustakaan UIN Alaudin Makassar yang bernama Andi Ibrahim dan berdasarkan dari situs dari kampus Andi Ibrahim ini selain menjabat sebagai kepala perpustakaan dia juga adalah seorang dosen dari program studi ilmu perpustakaan Andi Ini mendapatkan dua gelar sarjana sebagai sarjana agama di UIN Makassar tahun 1995 dan sarjana sastra di Universitas Indonesia tahun 1998 Kemudian beliau melanjutkan pendidikan s2-nya di Universitas Negeri Malang dan lulus pada tahun 2002 lalu melanjutkan s3-nya di UN Makassar lagi dan lulus pada tahun 2019 Nah jadi ini orang-orang pintar gitu kalau kalian pernah nonton money hay ya money ha yang di netflix ini orang si profesornya lah dia inih profesornya yang bertindak sebagai otaknya gitu nah jadi makanya gua katakan tadi tindak kejahatan yang satu ini mengandung unsur yang cukup keren menurut gua tapi ya tidak pantas untuk ditiru nah terus geng dia ini beberapa kali menjadi narasumber di beamtech salah satunya ketika diadakan workshop literasi perpustakaan yang diselenggarakan oleh UPT perpustakaan UIN Sultan Haji Muhammad Idris yang berada di Samarinda pada tanggal 4 Juli tahun tahun 2024 Nah dari sini kita lihat juga dia ini adalah orang yang dihormati dan sebagai seorang yang menjabat sebagai kepala perpustakaan Andi Ini bertanggung jawab untuk memperkenalkan layanan dan fasilitas yang disediakan oleh perpustakaan kepada mahasiswa baru setiap tahunnya dan menurut informasi yang gua dapatkan Andi Ini pernah bertemu dengan oknum dosen yang bernama Firman Saleh yang sekarang sedang tersandung kasus pelecehan terhadap mahasiswi FIB Universitas Hasanuddin atau Unhas yang kasusnya juga sedang ramai di sana n mereka pernah bertemu sekitar 2 tahun yang lalu tepatnya tanggal 26 Maret Tahun 2022 dan 2 tahun yang lalu di kampus UNHAS juga yang berlokasi di tamalan rea Makassar karena sedang ada agenda benchmarking fakultas adab dan humaniora UIN Makassar di FIB Unhas Nah itu baru pelaku utama dan otaknya lah gitu selain Andi Ini ada lagi nih seseorang yang bernama Ambo ala nah dia ini yang berperan sebagai pembuat dan penyuplai benang untuk proses pencetakan uang palsu dalam menjalankan aksinya tersebut amboala ini mengaku diberikan imbalan sebesar Rp3 juta oleh Andi dan ditangkapnya amboala ini merupakan hasil koordinasi antara Polres Wajo dengan Polres Goa dan peran Ambo ala ini dikatakan sangat penting geng karena dia yang mencetak garis benang di tengah uang kertas nah tanpa dia ya uang kertasnya enggak akan kelihatan asli Nah keberadaan benang ini bisa membuat uang palsu itu terlihat benar-benar ya Mirip bangetlah sama asli karena sama-sama memiliki hologram dan ada 15 orang lain lagi yang bisa kalian lihat di daftar yang gua kasih ini yang mana mereka ini semua terlibat di dalam kasus tersebut aksi yang mereka lakukan ini ternyata sudah berlangsung cukup lama geng dari tahun 2010 hanya saja sempat nih mereka berhenti di tahun 2014 dan baru dijalankan kembali Tahun 2022 sampai 2024 ini jadi kebayang ya berapa ratus juta eh enggak juta sih tapi miliaran ya sampai bahkan tadi kan ada triliunan aset gitu yang sudah mereka cetak tapi semuanya palsu dan terlihat asli kameraalu ke depan zom aja setelah mereka semua tertangkap polisi pun membeberkan kronologi lengkap mengenai penangkapan dari semua tersangka ini seperti yang gua ceritakan sebelumnya Kalau awalnya polisi menangkap mubin yang diduga mengedarkan uang palsu terlebih dahulu kemudian setelah pemeriksaan yang dilakukan kepada mubin barulah diketahui kalau mubin ini baru melakukan transaksi uang palsu dengan Andi Ibrahim di sekitar wilayah Goa dan juga Makassar dengan perbandingan satu uang asli ditukar dengan dua uang palsu jadi Rp100.000 asli dihargai dengan Rp200.000 palsu uang palsu dari Andi Ibrahim ini juga didapatkan dari syahruna yang mana Andi Ibrahim bisa mengenal syahruna ini melalui seorang tersangka lain yang saat ini masih DPO yang namanya itu adalah anar Salahuddin sampetoding yang mana dia ini menghilang secara tiba-tiba setelah mengetahui kalau sindikatnya dia ini mulai tertangkap terus geng uang palsu tersebut dicetak sendiri oleh sharuna di rumahnya yang berada di Jalan Sanu Makassar sementara mubin yang sudah mendapatkan uang palsu tersebut langsung melakukan jual beli uang palsu ke tersangka lain yang bernama kamarang terus ada Irfandi satariah Sukmawati dan Andi kairudin lalu polisi baru mendapatkan informasi Geng kalau Pembelian bahan baku untuk pembuatan uang palsu pecahan Rp100.000 itu dibiayai oleh anar Salahuddin sampe tooding tadi melalui perantara yang bernama John biliater Panjaitan nah bahan baku tersebut ada yang diimpor melalui seorang importir yang bernama Reza dan barang-barang tersebut berupa kertas tinta dan sementara bahan baku lainnya itu ada yang dibeli Melalui aplikasi online yang memang mudah untuk didapatkan di Indonesia terus geng Andi Ibrahim ini ditangkap pada tanggal 8 Desember tahun 2024 di rumahnya sharuna juga ditangkap di jalan Sunu yang merupakan rumah dari anar Salahuddin sampe toding di mana Dia sedang berada di sana Nah kemudian berlanjut pada tanggal 9 Desember tahun 2024 pihak kepolisian pun menangkap Sukmawati dan satariah di rumah mereka masing-masing yang berada di Makassar lalu polisi melakukan penangkapan lagi di rumahnya anar terhadap John biliater Panjaitan keesokan harinya Nah setelah itu barulah tah ditangkap Andi kairudin di kantor BRI yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Makassar terus berlanjut 2 hari kemudian setelah pengembangan kasus ada tujuh orang yang lain ditangkap juga di daerah Mamuju dan Majene dan ada satu orang di daerah wajo yang di Mamuju ada tersangka dengan inisial MB yang merupakan staf dari UIN Alauddin Makassar dan setelah MB ini ditangkap polisi mencari adanya tersangka lain dari keterangan MB dan akhirnya berhasil menangkap lagi dua oknum aparatur sipil negara atau ASN di wilayah Sulawesi Barat yang berinisial ta dan juga mmb hasil keterangan MB kemudian ditangkaplah dua oknum ASN di Sulbar yakni ta 52 tahun dan mmb 40 tahun kemudian dari pengembangan penyidikan yang dilakukan oleh polisi ditangkap lagi dua orang yang berinisial ih dan berinisial W dan dua tersangka terakhir ini ternyata sama-sama bekerja sebagai wirra swasta dan mereka semua ditangkap di daerah Mamuju dari beberapa informasi yang berhasil didapatkan oleh Polisi dari keterangan para tersangka yang sudah ketangkap uang palsu tersebut memang diproduksi di UIN Makassar geng tapi sebagiannya ada yang diproduksi di rumah para tersangka nah kemudian uang-uang tersebut barulah dibawa ke Kabupaten Mamuju pada pertengahan bulan November kemarin uang palsu itu bisa sampai ke Mamuju karena dibawa oleh MB karena dia yang mendapatkan perintah dari Andi secara langsung untuk mencari jaringan dimamuju atas perintah tersebut MB ini kemudian menghubungi relasinya yaitu si Ta tadi melalui telepon dan MB meminta kepada ta agar mencari orang yang mau membeli uang palsu tersebut dengan mengiming-imingkan bahwa ta akan diberikan bonus kalau ada yang mau membeli uang itu dan setelah itu ta kemudian mendatangi Iha yang bekerja sebagai tukang jahit untuk menawarkan uang palsu dari MB ini nah Ta bilang ke Iha agar dia bisa menyiapkan uang sebesar r0 juta dan nantinya ta bakal memberikan R juta Kepada Iha ketika mendengar akan mendapatkan uang lebih banyak Iha pun menyetujui dan menerima tawaran dari ta dan terjadilah pertukaran dan transaksi tersebut antara ta dan Iha kemudian ta sempat mengabari MB kalau dia berhasil menjual uang tersebut dan sebagai bentuk Terima kasih MB memberikan uang sebesar R juta Kepada ta terus enggak sampai di situ yang berinisial mmb oknum ASN yang lain juga diberikan uang palsu sebesar r3,5 juta ya dan juga yang berinisial W diberikan uang palsu senilai Rp2 juta dan uang tersebut kemudian mereka belanjakan di banyak Toko swalayan agar bisa beredar di Mamuju dan dikatakan ada sekitar Rp9 juta nilai uang yang beredar di Mamuju saat ini dan Peredaran uang tersebut terjadi di sekitaran kampus nah hal ini diketahui karena Ada petugas SPBU Pertamina di Kelurahan Samata Kabupaten Goa yang menemukan adanya beberapa uang palsu yang digunakan ketika transaksi Nah jadi secara bentuk uang palsu itu memang gimana ya geng ya enggak bisa kita lihat secara Kasat Mat lah tapi ketika uang tersebut masuk ke mesin ATM mau disetor ke mesin ATM gitu mau ditabung itu pasti ditolak karena ada sesuatu yang tidak lengkap di dalam unsur fisik uang tersebut pasti itu ada tanda pahlawan ya diahnya itu hanya bisa dilihat kalau kita terawangkan ya tapi kalau uang palsu tidak diterawangkan pun biasanya sudah terlihat ya jadi karena dia digambar terus geng dari tempat beredarnya uang palsu tersebut terutama di daerah Kampus dan SPBU tadi jarak dari SPBU ke kampus 2 uwin Makassar itu sekitar 1 km dan diketahui adanya uang palsu yang beredar di SPBU tersebut sekitar awal bulan ini dengan ditemukannya tiga lembar uang palsu dengan pecahan Rp100.000 dari hasil penggerebekan di kampus UIN Makassar itu banyak sekali orang-orang yang kaget tidak menyangka kalau universitas yang satu ini yang mana Ini universitas yang cukup ternama gitu ya bisa ada skandal kayak gini dan melalui peran salah satu tersangka yang bernama Ambo ala uang palsu tersebut bisa sangat mirip dengan uang asli Nah kalau kalian lihat sekilas ya enggak akan tahu Geng kalau itu uang palsu dan benar-benar semirip itu apalagi para tersangka ini juga cukup banyak yang artinya potensi pengedarannya juga cukup tinggi apalagi berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh polisi kalau ternyata uang palsu tersebut sudah beredar di pertengahan bulan November yang berarti uang itu sudah beredar sebelum Pilkada karena di saat Pilkada berlangsung pada tanggal 27 November kemarin ya itu kan banyak juga uang yang beredar ya di masyarakat gitu perputaran uang kampanye itu juga besar banget di masyarakat nah hal ini menjadi kecurigaan kalau ada orang-orang besar yang mungkin bermain dengan sindikat tersebut terus ditambah lagi kalau kita lihat dari harga mesin cetaknya yaitu sekitar Rp600 juta dapat dari mana uang sebanyak itu berarti kan ada orang yang memang memiliki banyak uang yang menjadi donatur untuk bisa membeli mesin tersebut makanya mesin itu bisa kebeli gitu dan oleh karena itu pihak kepolisian masih melakukan upaya mengembangkan kasus ini untuk melihat apakah ada orang besar yang terlibat dan apakah kemungkinan ada oknum lain yang ikut menjalankan sindikat ini sebab dari 17 tersangka tersebut itu belum semuanya karena masih ada tiga orang yang masuk ke dalam daftar pencarian orang atau DPO termasuk dengan yang namanya anar Salahuddin sampetoding nah namun kemudian Ada dugaan dari pihak kepolisian terhadap kasus ini geng Ya itu bisa jadi produksi uang palsu ini memang diperuntukkan untuk keperluan Pilkada kemarin sebab diketahui si tersangka yang bernama anar ini adalah seorang politisi yang sempat ingin maju pada Pilgup Sulawesi Selatan kemarin namun dia kurang mendapatkan dukungan dia juga diketahui sempat mencalonkan diri jadi calon walikota Makassar pada tahun 2013 dan kemudian anar beserta dua DPO yang lain sempat mengajukan proposal kepada salah satu calon kepala daerah di kabupaten baru pada Pilkada kemarin hanya saja ternyata enggak diterima dan anar juga memiliki peran yang tidak kalah penting karena uang palsu tersebut sempat diproduksi di rumahnya dia nah jadi mungkin buat kalian nih ya orang-orang yang sempat menerima apa ya Serangan Fajar gitu ya black campaign uang-uang yang enggak halal lah dari kampanye-kampanye pejabat ini ketika pencalonan mereka kemarin coba cek deh kalian udah belanjain belum tuh uang kalau belum ya periksa lagi asli apa Enggak takutnya nanti malah kalian yang terseret-seret geng [Musik] nah terus geng sementara itu para tersangka yang sudah tertangkap itu akan dikenakan pasal 36 ayat 1 2 dan 3 dan pasal 37 ayat 1 dan 2 undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman pindana penjara minimal 10 tahun dan paling lama seumur hidup Nah karena pelaku dan mesin cetaknya ini berada di dalam kampus UIN Makassar ya gua bakal membahas Sedikit nih geng mengenai tanggapan dari pihak kampus serta tanggapan dari pihak bank Indonesia terhadap kasus ini kita bahas jadi geng dikarenakan pencetakan uang palsu tersebut dilakukan di dalam universitas UIN Makassar Rektor dari UIN Makassar yang bernama profor Hamdan juhanis itu mengatakan di dalam Konferensi pers kalau aksi yang dilakukan ini membuat dia geram serta malu sebab baik pihak rekorat Dekanat sampai dengan staf kampus itu berusaha untuk membangun reputasi kampus sebaik mungkin Nah karena keterlibatan dari salah satu staf kampus itu sendiri Hamdan menegaskan kalau Andi serta satu orang lagi yang terlibat di kasus ini sudah diberhentikan secara tidak hormat dari posisi mereka di Universitas tersebut dan pihak UIN Makassar mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam mengungkapkan kasus ini dan mereka akan mendukung polisi agar bisa mengusut secara tuntas sampai ke akar-akarnya ya Ya jelas Universitas malulah geng dengan kasus tersebut selaku pimpinan tertinggi di Win Laudi selaku rekor Saya marah Saya malu saya tertampar terus geng pihak bank Indonesia ya ini kan berhubungan banget dengan lembaga yang satu ini mereka juga buka suara terkait kasus ini melalui marlison Hakim sebagai kepala Departemen pengelolaan uang di bank Indonesia marlison itu mengatakan kalau Bi sudah melakukan koordinasi intensif bersama dengan Polda Sulawesi Selatan dalam mengungkapkan kasus ini Bi juga siap untuk mendukung Polri dalam proses penyidikan dengan melakukan klarifikasi atas barang bukti uang palsu dan siap untuk memberikan bantuan ahli rupiah kalau memang dibutuhkan dan upaya yang bi serta Polri lakukan itu sebagai bagian dari unsur badan koordinasi pemberantasan uang palsu atau disingkat dengan Bota supal Nah dengan upaya tersebut diharapkan agar potensi peredaran uang palsu nantinya bisa ditekan serendah mungkin sehingga bisa meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan terhadap uang Rupiah di masyarakat Sekarang aja nilai dari uang rupiah kan anjlok ter terus terhadap dolar ditambah dengan masalah beredarnya uang palsu ini ya ditakutkan bakal menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap rupiah itu sendiri bisa-bisa perputaran ekonomi di negara kita makin anjlok sebab undang-undang negara kita juga mengatur Geng kalau selain bank Bi itu enggak boleh ada oknum yang memproduksi uang bank-bank biasa seperti BNI BRI BCA dan yang lain-lain itu enggak boleh tuh mencetak uang ya apalagi masyarakat biasa Hal ini diatur dalam pasal 26 ayat 1 undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang yang mengatakan kalau setiap orang dilarang memalsukan uang rupiah dan Kalau sampai ada yang melakukannya akan dikenakan sanksi pidana dan kurungan penjara nah kemudian larangan ini juga ada di dalam pasal 374 undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2023 KUHP kalau pemerintah akan menindak tegas setiap yang memalsukan uang dengan bermaksud untuk diedarkan atau meminta mengedarkan sebagai uang asli dan bisa dipidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar ditegaskan lagi nih geng pada pasal 3 75 ayat 2 KUHP kalau pelaku yang mengedarkan uang dan membelanjakan uang palsu ini sebagaimana yang dimaksud di dalam pasal 374 akan dipidana paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp50 miliar ya Jadi sebenarnya pemerintah sudah sangat berusaha tapi memang para penjahat-penjahat ini lihai banget gitu ya dalam melakukan aksi kejahatan mereka Nah itu dia geng pembahasan kita hari ini mengenai terungkapnya kasus uang palsu di UIN Makassar yang ternyata melibatkan staf dari kampus tersebut dan beberapa ASN lain sampai ke politisi yang sampai sekarang Sedang diburu oleh pihak kepolisian gimana geng Menurut kalian tentang pembahasan kita hari ini coba tinggalkan komentar di bawah