Transcript
tqIOvaDT0So • UANG PALSU DOSEN UIN ALAUDDIN MAKASSAR CETAK HINGGA MILYARAN RUPIAH !
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1307_tqIOvaDT0So.txt
Kind: captions
Language: id
untuk menggerebek universitas UIN
Makassar secara keseluruhan pada tanggal
15 Desember tahun 2024 dan di sanalah
akhirnya polisi menemukan adanya uang
senilai
446,7 juta yang disimpan di salah satu
gedung kampus dengan pecahan uang
sebesar
Rp100.000 yo geng tekan tombol subscribe
geng Halo geng Welcome back to kamar
[Musik]
jeri genggeng beberapa hari yang lalu
ada sebuah kasus yang cukup mengherankan
sekaligus mencengkangkan bagi banyak
orang sebab ini kasus yang enggak
main-main gua sebagai warga negara
Indonesia tuh makin berpikir ya geng kok
negara kita se amburadul ini ya kayak
apa ya I gua gak gua enggak bisa
menggambarkan gitu dari segala Lini itu
ada aja problemnya kursi-kursi pejabat
yang sebagian kecilnya diisi oleh
orang-orang yang tidak kompeten Ya sudah
terbukti tidak kompeten tapi tidak
kunjung ditindak gitu sampai ke
masyarakat bawahnya pun juga banyak
problemnya banyak masalahnya hari ini
ada lagi nih kasusnya nih lebih gila
lagi yaitu sindikat uang
palsu kebayang ya kita mati-matian nih
pontang-panting nih ya setiap pagi harus
bangun belajar ada yang kuliah dulu baru
dapat kerjaan Semuanya tujuannya untuk
apa biar mendapatkan uang rupiah dan
bertahan hidup mengejar kebahagiaan dan
lain-lain ya selama ini tanpa kalian
sadari kalian tuh capek banget hidup tuh
cuma buat ngerjar itu tuh tuh kertas tuh
yang bergambar pahlawan dan pemerintah
itu mungkin fenomena kayak gini atau
kasus pemalsuan uang kertas kayak gini
ya sudah lumrahlah sudah sering Kalian
Dengar gitu nah tapi kali ini tuh
benar-benar bikin miris karena pelakunya
itu bukanlah orang-orang yang bisa kita
sebut sebagai ee apa ya orang yang
berprofesi sebagai penjahat gitu kalau
misalkan mereka memang profesinya adalah
penjahat ya Ya udah kita bisa mewajarkan
namanya juga orang jahat nah tapi di
kasus Kali ini yang melakukan tindakan
kejahatan pemalsuan uang kertas ini
adalah
oknumoknum yang ber asal dari
universitas orang-orang yang ada di
balik ee tiang generasiah gitu ya jadi
generasi bangsa ini akan terdidik akan
Pintar ya karena mereka-mereka orang
tapi justru mereka yang membuat
kecurangan ini ini benar-benar miris
banget dan yang paling gilanya adalah
kalau selama ini kasus-kasus kayak gini
tuh biasanya pabriknya atau tempat
percetakannya itu di rumah kosong
kontrakan atau gudang ya tempat-tempat
yang bisa kita katakan memang pantas
untuk untuk dicurigai gitu nah tapi
tidak dengan kasus yang ini geng
pabriknya atau tempat dicetaknya uang
palsu tersebut justru di sebuah
perpustakaan kampus yaitu di Universitas
Islam Negeri atau UIN Alaudin
Makassar atas kasus ini pihak kampus pun
menonaktifkan kepala perpustakaan dan
dua staf kampus yang jadi
tersangka kacau Enggak tuh Padahal kan
di sana banyak
mahasiswa-mahasiswinya dosen staf kampus
dan lain-lain Kok bisa percetakan uang
palsu bisa beroperasi di sana apa
orang-orang di sana enggak ada yang
curiga atau sadar selama ini kalau yang
dicetak itu buku palsu ya mungkin aja
orang enggak sadar tapi kalau uang palsu
orang-orang jelas Lihatlah uang yang
diprint ya kan pecahan 100.000 r50.000
itu kan apa ya untuk manusia modern
fitrahnya lah ya fitrah manusia modern
tuh ngelihat uang udah pasti kayak
sekali lihat kayak eh uang tuh apalagi
tumpukannya banyak kayak gitu masa
enggak ada yang curiga gitu dan yang
menyedihkannya ada Lah ternyata uang
palsu ini sudah beredar di kabupaten
Gowa yang mana itu artinya sudah banyak
masyarakat setempat yang kemungkinan
besar sudah punya uang palsu tersebut di
tangan mereka dan mereka sudah
menggunakannya untuk ee jual beli dan
pada akhirnya polisi berhasil mengungkap
kasus ini dan menangkap oknum-oknum yang
terlibat di dalam sindikat uang palsu
tersebut nah di antara oknum-oknum ini
ya enggak lain dan enggak bukan mereka
adalah bagian atau staf dari kampus itu
sendiri dari universitas UIN itu sendiri
yang menjabat sebagai kepala
perpustakaan ya ini sebenarnya bisa
dikatakan penjahat dengan ilmu geng ya
kan mereka bergelut dengan buku-buku dan
informasi di perpustakaan akhirnya
mereka tahu tuh selukbeluk dan detail
cara membuat uang sampai akhirnya mereka
pun mencetak uang itu sendiri nah hari
ini kita bakal membahas kasus yang
menggemparkan ini termasuk kasus ini
bisa gua bilang Keren Si pelakunya itu
punya ilmu bukan orang-orang sembarangan
yang langsung nge-print cetak gitu doang
dia punya ilmu makanya dia bisa
melakukan ini dan kalian harus dengar
cerita ini sampai selesai ya bukan untuk
menginfluence tapi supaya kalian tahu
ternyata enggak ada yang 100% aman di
muka bumi ini termasuk uang yang katanya
itu adalah barang atau benda yang sangat
sakral dan vital di sebuah negara
ternyata bisa dipalsukan sedetail dan
semirip itu langsung aja kita bahas
secara lengkap di Permisi peristiwa
misteri dari berbagai sisi
[Musik]
Oke kita masuk dulu ke dalam kronologi
kejadian awal mula terungkapnya
percetakan uang palsu
ini jadi geng kasus ini berawal dari
pihak kepolisian yang mendapatkan
Laporan masyarakat kecamatan pelangga
kalau Ada dugaan adanya uang palsu yang
beredar nah laporan tersebut kemudian
ditindaklanjuti hingga Pak pada akhirnya
pihak kepolisian berhasil menangkap
seseorang yang bernama mubin yang diduga
mengedarkan uang palsu ini senilai
Rp500.000 pada awal bulan Desember tahun
2024 di kecamatan Palangga Kabupaten Goa
yang menjadi pertanyaannya nih geng
Apakah penyebaran uang ini ya oleh si
orang yang bernama mubin ini murni
ketahuan gara-gara uangnya itu berbeda
dengan uang yang asli atau justru ada
cepunya paham Enggak maksudnya kayak
misalkan nih sebenarnya mubin ini punya
teman terus temannya ini udah tahu itu
uang palsu Nah mungkin ada perselisihan
atau selek antara mubin dengan temannya
terus temannya yang bocorin bisa
kemungkinan kayak gitu enggak Kalau bisa
berarti itu uang benar-benar mirror satu
banding satu alias benar-benar mirip
banget dengan uang asli hanya orang
dalam yang bisa membocorkan informasi
tersebut dan Kalau benar begitu kacau
sih Apa gunanya kita bekerja keras gitu
kan kita kerja keras buat mendapatkan
uang gaji kita masih dipotong PPN masih
dipotong pajak segala macam orang-orang
kayak gini bisa nyetak sendiri dan ggak
akan ketahuan kalau dia enggak akan
select sama teman-temannya kurang lebih
kayak gitu Oke kita lanjutkan lagi Nah
si orang ini di saat itu sedang
melakukan transaksi dengan menggunakan
uang palsu tersebut Nah akhirnya dia
ditangkap oleh Polisi atas informasi
yang polisi dapatkan dan pihak
kepolisian langsung melakukan
pengembangan kasus tersebut karena
enggak mungkin uang palsu itu bisa
beredar tanpa adanya oknum yang mencetak
uang tersebut atau sindikat yang lebih
besar di belakangnya ya dengan kata lain
ada bandarnya lah gitu sampai pada
akhirnya singkat cerita nih ya polisi
kemudian mendapatkan informasi mengenai
dugaan kalau uang palsu tersebut dicetak
di UN salah satu universitas yang ada di
Makassar yaitu UIN Alaudin Makassar dari
informasi yang didapatkan tersebut pihak
kepolisian memutuskan untuk menggerebek
universitas UIN Makassar secara
keseluruhan pada tanggal 15 Desember
tahun 2024 dan di sanalah akhirnya
polisi menemukan adanya uang senilai 400
rp46,7 juta yang disimpan di salah satu
gedung kampus dengan pecahan uang
sebesar
Rp100.000 dan uang palsu pecahan
Rp100.000 sebanyak
rp446.700.000 Wah gimana tuh kalau
kalian yang ngelihat langsung tuh geng
uang numpuk kayak gitu Apa kalian Enggak
tertarik gitu Nah terus juga polisi
menemukan adanya mesin cetak uang palsu
di ruang perpustakaan kampus tersebut
yang mana mesin cetak uang palsu itu
berada di sebuah ruangan yang kedap
suara sehingga ketika mesin tersebut
sedang beroperasi suara dari mesin itu
enggak bakal terdengar sampai keluar
ruangan mesin cetak tersebut sudah
diamankan oleh pihak kepolisian dari
informasi yang beredar geng ternyata
mesin tersebut dibuat di Cina namun
dibelinya dari Surabaya harga dari mesin
ini adalah Rp600 juta Wah enggak
mainmain juga harganya ya dan masih
belum jelas nih geng Bagaimana bisa
mesin tersebut Sampai akhirnya bisa
masuk ke dalam kampus tapi Kemudian dari
total sebanyak 98 Barang bukti yang
disita oleh polisi di dalam kasus ini
yang disita itu ada uang dalam bentuk
rupiah dengan tahun emisi yang
berbeda-beda nah di sana ada uang tahun
2016 ee sebanyak
4.554 lembar dengan pecahan Rp100.000
dan uang tahun 1999 sebanyak 6 lembar
dengan pecahan
Rp100.000 kemudian ada juga 234 lembar
pecahan 100.000 yang belum
dipotong-potong ya mas dalam bentuk
prinan satu frame gitu sehingga masih
belum masuk ke dalam tumpukan uang yang
sudah dipotong-potong Nah selain uang
palsu dengan mata uang Rupiah polisi
juga menemukan ratusan lembar mata uang
won yaitu mata uang negara Korea Selatan
dan mata uang dong yaitu mata uang
negara Vietnam untuk mata uang won itu
ada sebanyak satu lembar dengan nilai
5.000 Won sementara untuk dong itu
sebanyak 111 lembar senilai 500 dong
Lalu ada juga surat berharga negara atau
SBN senilai 700 triliun
dan satu sertifikat deposit bank
Indonesia atau bank Bi senilai rp45
triliun yang ikut disita oleh
polisi gila geng ini enggak main-main
geng dan untuk saat ini sudah ada 17
tersangka geng yang ditetapkan oleh
polisi yang mana di antara mereka itu
ada kepala perpustakaan UIN Alaudin
Makassar yang bernama Andi Ibrahim dan
berdasarkan dari situs dari kampus Andi
Ibrahim ini selain menjabat sebagai
kepala perpustakaan dia juga adalah
seorang dosen dari program studi ilmu
perpustakaan Andi Ini mendapatkan dua
gelar sarjana sebagai sarjana agama di
UIN Makassar tahun 1995 dan sarjana
sastra di Universitas Indonesia tahun
1998 Kemudian beliau melanjutkan
pendidikan s2-nya di Universitas Negeri
Malang dan lulus pada tahun 2002 lalu
melanjutkan s3-nya di UN Makassar lagi
dan lulus pada tahun 2019 Nah jadi ini
orang-orang pintar gitu kalau kalian
pernah nonton money hay ya money ha yang
di netflix ini orang si profesornya lah
dia inih profesornya yang bertindak
sebagai otaknya gitu nah jadi makanya
gua katakan tadi tindak kejahatan yang
satu ini mengandung unsur yang cukup
keren menurut gua tapi ya tidak pantas
untuk ditiru nah terus geng dia ini
beberapa kali menjadi narasumber di
beamtech salah satunya ketika diadakan
workshop literasi perpustakaan yang
diselenggarakan oleh UPT perpustakaan
UIN Sultan Haji Muhammad Idris yang
berada di Samarinda pada tanggal 4 Juli
tahun tahun 2024 Nah dari sini kita
lihat juga dia ini adalah orang yang
dihormati dan sebagai seorang yang
menjabat sebagai kepala perpustakaan
Andi Ini bertanggung jawab untuk
memperkenalkan layanan dan fasilitas
yang disediakan oleh perpustakaan kepada
mahasiswa baru setiap tahunnya dan
menurut informasi yang gua dapatkan Andi
Ini pernah bertemu dengan oknum dosen
yang bernama Firman Saleh yang sekarang
sedang tersandung kasus pelecehan
terhadap mahasiswi FIB Universitas
Hasanuddin atau Unhas yang kasusnya juga
sedang ramai di sana n mereka pernah
bertemu sekitar 2 tahun yang lalu
tepatnya tanggal 26 Maret Tahun 2022 dan
2 tahun yang lalu di kampus UNHAS juga
yang berlokasi di tamalan rea Makassar
karena sedang ada agenda benchmarking
fakultas adab dan humaniora UIN Makassar
di FIB
Unhas Nah itu baru pelaku utama dan
otaknya lah gitu selain Andi Ini ada
lagi nih seseorang yang bernama Ambo ala
nah dia ini yang berperan sebagai
pembuat dan penyuplai benang untuk
proses pencetakan uang palsu dalam
menjalankan aksinya tersebut amboala ini
mengaku diberikan imbalan sebesar Rp3
juta oleh Andi dan ditangkapnya amboala
ini merupakan hasil koordinasi antara
Polres Wajo dengan Polres Goa dan peran
Ambo ala ini dikatakan sangat penting
geng karena dia yang mencetak garis
benang di tengah uang kertas nah tanpa
dia ya uang kertasnya enggak akan
kelihatan asli Nah keberadaan benang ini
bisa membuat uang palsu itu terlihat
benar-benar ya Mirip bangetlah sama asli
karena sama-sama memiliki hologram dan
ada 15 orang lain lagi yang bisa kalian
lihat di daftar yang gua kasih ini yang
mana mereka ini semua terlibat di dalam
kasus tersebut aksi yang mereka lakukan
ini ternyata sudah berlangsung cukup
lama geng dari tahun 2010 hanya saja
sempat nih mereka berhenti di tahun 2014
dan baru dijalankan kembali Tahun 2022
sampai 2024 ini jadi kebayang ya berapa
ratus juta eh enggak juta sih tapi
miliaran ya sampai bahkan tadi kan ada
triliunan aset gitu yang sudah mereka
cetak tapi semuanya palsu dan terlihat
asli kameraalu ke depan zom
aja setelah mereka semua tertangkap
polisi pun membeberkan kronologi lengkap
mengenai penangkapan dari semua
tersangka ini seperti yang gua ceritakan
sebelumnya Kalau awalnya polisi
menangkap mubin yang diduga mengedarkan
uang palsu terlebih dahulu kemudian
setelah pemeriksaan yang dilakukan
kepada mubin barulah diketahui kalau
mubin ini baru melakukan transaksi uang
palsu dengan Andi Ibrahim di sekitar
wilayah Goa dan juga Makassar dengan
perbandingan satu uang asli ditukar
dengan dua uang palsu jadi Rp100.000
asli dihargai dengan Rp200.000 palsu
uang palsu dari Andi Ibrahim ini juga
didapatkan dari syahruna yang mana Andi
Ibrahim bisa mengenal syahruna ini
melalui seorang tersangka lain yang saat
ini masih DPO yang namanya itu adalah
anar Salahuddin sampetoding yang mana
dia ini menghilang secara tiba-tiba
setelah mengetahui kalau sindikatnya dia
ini mulai tertangkap terus geng uang
palsu tersebut dicetak sendiri oleh
sharuna di rumahnya yang berada di Jalan
Sanu Makassar sementara mubin yang sudah
mendapatkan uang palsu tersebut langsung
melakukan jual beli uang palsu ke
tersangka lain yang bernama kamarang
terus ada Irfandi satariah Sukmawati dan
Andi kairudin lalu polisi baru
mendapatkan informasi Geng kalau
Pembelian bahan baku untuk pembuatan
uang palsu pecahan Rp100.000 itu
dibiayai oleh anar Salahuddin sampe
tooding tadi melalui perantara yang
bernama John biliater Panjaitan nah
bahan baku tersebut ada yang diimpor
melalui seorang importir yang bernama
Reza dan barang-barang tersebut berupa
kertas tinta dan sementara bahan baku
lainnya itu ada yang dibeli Melalui
aplikasi online yang memang mudah untuk
didapatkan di Indonesia terus geng Andi
Ibrahim ini ditangkap pada tanggal 8
Desember tahun 2024 di rumahnya sharuna
juga ditangkap di jalan Sunu yang
merupakan rumah dari anar Salahuddin
sampe toding di mana Dia sedang berada
di sana Nah kemudian berlanjut pada
tanggal 9 Desember tahun 2024 pihak
kepolisian pun menangkap Sukmawati dan
satariah di rumah mereka masing-masing
yang berada di Makassar lalu polisi
melakukan penangkapan lagi di rumahnya
anar terhadap John biliater Panjaitan
keesokan harinya Nah setelah itu barulah
tah ditangkap Andi kairudin di kantor
BRI yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani
Makassar terus berlanjut 2 hari kemudian
setelah pengembangan kasus ada tujuh
orang yang lain ditangkap juga di daerah
Mamuju dan Majene dan ada satu orang di
daerah wajo yang di Mamuju ada tersangka
dengan inisial MB yang merupakan staf
dari UIN Alauddin Makassar dan setelah
MB ini ditangkap polisi mencari adanya
tersangka lain dari keterangan MB dan
akhirnya berhasil menangkap lagi dua
oknum aparatur sipil negara atau ASN di
wilayah Sulawesi Barat yang berinisial
ta dan juga
mmb hasil keterangan MB kemudian
ditangkaplah dua oknum ASN di Sulbar
yakni ta 52 tahun dan mmb 40 tahun
kemudian dari pengembangan penyidikan
yang dilakukan oleh polisi ditangkap
lagi dua orang yang berinisial ih dan
berinisial W dan dua tersangka terakhir
ini ternyata sama-sama bekerja sebagai
wirra swasta dan mereka semua ditangkap
di daerah Mamuju dari beberapa informasi
yang berhasil didapatkan oleh Polisi
dari keterangan para tersangka yang
sudah ketangkap uang palsu tersebut
memang diproduksi di UIN Makassar geng
tapi sebagiannya ada yang diproduksi di
rumah para tersangka nah kemudian
uang-uang tersebut barulah dibawa ke
Kabupaten Mamuju pada pertengahan bulan
November kemarin uang palsu itu bisa
sampai ke Mamuju karena dibawa oleh MB
karena dia yang mendapatkan perintah
dari Andi secara langsung untuk mencari
jaringan dimamuju atas perintah tersebut
MB ini kemudian menghubungi relasinya
yaitu si Ta tadi melalui telepon dan MB
meminta kepada ta agar mencari orang
yang mau membeli uang palsu tersebut
dengan mengiming-imingkan bahwa ta akan
diberikan bonus kalau ada yang mau
membeli uang itu dan setelah itu ta
kemudian mendatangi Iha yang bekerja
sebagai tukang jahit untuk menawarkan
uang palsu dari MB ini nah Ta bilang ke
Iha agar dia bisa menyiapkan uang
sebesar r0 juta dan nantinya ta bakal
memberikan R juta Kepada Iha ketika
mendengar akan mendapatkan uang lebih
banyak Iha pun menyetujui dan menerima
tawaran dari ta dan terjadilah
pertukaran dan transaksi tersebut antara
ta dan Iha kemudian ta sempat mengabari
MB kalau dia berhasil menjual uang
tersebut dan sebagai bentuk Terima kasih
MB memberikan uang sebesar R juta Kepada
ta terus enggak sampai di situ yang
berinisial mmb oknum ASN yang lain juga
diberikan uang palsu sebesar r3,5 juta
ya dan juga yang berinisial W diberikan
uang palsu senilai Rp2 juta dan uang
tersebut kemudian mereka belanjakan di
banyak Toko swalayan agar bisa beredar
di Mamuju dan dikatakan ada sekitar Rp9
juta nilai uang yang beredar di Mamuju
saat ini dan Peredaran uang tersebut
terjadi di sekitaran kampus nah hal ini
diketahui karena Ada petugas SPBU
Pertamina di Kelurahan Samata Kabupaten
Goa yang menemukan adanya beberapa uang
palsu yang digunakan ketika transaksi
Nah jadi secara bentuk uang palsu itu
memang gimana ya geng ya enggak bisa
kita lihat secara Kasat Mat lah tapi
ketika uang tersebut masuk ke mesin ATM
mau disetor ke mesin ATM gitu mau
ditabung itu pasti ditolak karena ada
sesuatu yang tidak lengkap di dalam
unsur fisik uang tersebut pasti itu ada
tanda pahlawan ya diahnya itu hanya bisa
dilihat kalau kita terawangkan ya tapi
kalau uang palsu tidak diterawangkan pun
biasanya sudah terlihat ya jadi karena
dia digambar
terus geng dari tempat beredarnya uang
palsu tersebut terutama di daerah Kampus
dan SPBU tadi jarak dari SPBU ke kampus
2 uwin Makassar itu sekitar 1 km dan
diketahui adanya uang palsu yang beredar
di SPBU tersebut sekitar awal bulan ini
dengan ditemukannya tiga lembar uang
palsu dengan pecahan
Rp100.000 dari hasil penggerebekan di
kampus UIN Makassar itu banyak sekali
orang-orang yang kaget tidak menyangka
kalau universitas yang satu ini yang
mana Ini universitas yang cukup ternama
gitu ya bisa ada skandal kayak gini dan
melalui peran salah satu tersangka yang
bernama Ambo ala uang palsu tersebut
bisa sangat mirip dengan uang asli Nah
kalau kalian lihat sekilas ya enggak
akan tahu Geng kalau itu uang palsu dan
benar-benar semirip itu apalagi para
tersangka ini juga cukup banyak yang
artinya potensi pengedarannya juga cukup
tinggi apalagi berdasarkan penyelidikan
yang dilakukan oleh polisi kalau
ternyata uang palsu tersebut sudah
beredar di pertengahan bulan November
yang berarti uang itu sudah beredar
sebelum Pilkada karena di saat Pilkada
berlangsung pada tanggal 27 November
kemarin ya itu kan banyak juga uang yang
beredar ya di masyarakat gitu perputaran
uang kampanye itu juga besar banget di
masyarakat nah hal ini menjadi
kecurigaan kalau ada orang-orang besar
yang mungkin bermain dengan sindikat
tersebut terus ditambah lagi kalau kita
lihat dari harga mesin cetaknya yaitu
sekitar Rp600 juta dapat dari mana uang
sebanyak itu berarti kan ada orang yang
memang memiliki banyak uang yang menjadi
donatur untuk bisa membeli mesin
tersebut makanya mesin itu bisa kebeli
gitu dan oleh karena itu pihak
kepolisian masih melakukan upaya
mengembangkan kasus ini untuk melihat
apakah ada orang besar yang terlibat dan
apakah kemungkinan ada oknum lain yang
ikut menjalankan sindikat ini sebab dari
17 tersangka tersebut itu belum semuanya
karena masih ada tiga orang yang masuk
ke dalam daftar pencarian orang atau DPO
termasuk dengan yang namanya anar
Salahuddin
sampetoding nah namun kemudian Ada
dugaan dari pihak kepolisian terhadap
kasus ini geng Ya itu bisa jadi produksi
uang palsu ini memang diperuntukkan
untuk keperluan Pilkada kemarin sebab
diketahui si tersangka yang bernama anar
ini adalah seorang politisi yang sempat
ingin maju pada Pilgup Sulawesi Selatan
kemarin namun dia kurang mendapatkan
dukungan dia juga diketahui sempat
mencalonkan diri jadi calon walikota
Makassar pada tahun 2013 dan kemudian
anar beserta dua DPO yang lain sempat
mengajukan proposal kepada salah satu
calon kepala daerah di kabupaten baru
pada Pilkada kemarin hanya saja ternyata
enggak diterima dan anar juga memiliki
peran yang tidak kalah penting karena
uang palsu tersebut sempat diproduksi di
rumahnya dia nah jadi mungkin buat
kalian nih ya orang-orang yang sempat
menerima apa ya Serangan Fajar gitu ya
black campaign uang-uang yang enggak
halal lah dari kampanye-kampanye pejabat
ini ketika pencalonan mereka kemarin
coba cek deh kalian udah belanjain belum
tuh uang kalau belum ya periksa lagi
asli apa Enggak takutnya nanti malah
kalian yang terseret-seret geng
[Musik]
nah terus geng sementara itu para
tersangka yang sudah tertangkap itu akan
dikenakan pasal 36 ayat 1 2 dan 3 dan
pasal 37 ayat 1 dan 2 undang-undang
Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang
dengan ancaman pindana penjara minimal
10 tahun dan paling lama seumur hidup
Nah karena pelaku dan mesin cetaknya ini
berada di dalam kampus UIN Makassar ya
gua bakal membahas Sedikit nih geng
mengenai tanggapan dari pihak kampus
serta tanggapan dari pihak bank
Indonesia terhadap kasus ini kita
bahas jadi geng dikarenakan pencetakan
uang palsu tersebut dilakukan di dalam
universitas UIN Makassar Rektor dari UIN
Makassar yang bernama profor Hamdan
juhanis itu mengatakan di dalam
Konferensi pers kalau aksi yang
dilakukan ini membuat dia geram serta
malu sebab baik pihak rekorat Dekanat
sampai dengan staf kampus itu berusaha
untuk membangun reputasi kampus sebaik
mungkin Nah karena keterlibatan dari
salah satu staf kampus itu sendiri
Hamdan menegaskan kalau Andi serta satu
orang lagi yang terlibat di kasus ini
sudah diberhentikan secara tidak hormat
dari posisi mereka di Universitas
tersebut dan pihak UIN Makassar
mengapresiasi langkah yang dilakukan
oleh pihak kepolisian dalam
mengungkapkan kasus ini dan mereka akan
mendukung polisi agar bisa mengusut
secara tuntas sampai ke akar-akarnya ya
Ya jelas Universitas malulah geng dengan
kasus
tersebut selaku pimpinan tertinggi di
Win Laudi selaku rekor
Saya
marah Saya malu saya
tertampar terus geng pihak bank
Indonesia ya ini kan berhubungan banget
dengan lembaga yang satu ini mereka juga
buka suara terkait kasus ini melalui
marlison Hakim sebagai kepala Departemen
pengelolaan uang di bank Indonesia
marlison itu mengatakan kalau Bi sudah
melakukan koordinasi intensif bersama
dengan Polda Sulawesi Selatan dalam
mengungkapkan kasus ini Bi juga siap
untuk mendukung Polri dalam proses
penyidikan dengan melakukan klarifikasi
atas barang bukti uang palsu dan siap
untuk memberikan bantuan ahli rupiah
kalau memang dibutuhkan dan upaya yang
bi serta Polri lakukan itu sebagai
bagian dari unsur badan koordinasi
pemberantasan uang palsu atau disingkat
dengan Bota supal Nah dengan upaya
tersebut diharapkan agar potensi
peredaran uang palsu nantinya bisa
ditekan serendah mungkin sehingga bisa
meningkatkan kredibilitas dan
kepercayaan terhadap uang Rupiah di
masyarakat Sekarang aja nilai dari uang
rupiah kan anjlok ter terus terhadap
dolar ditambah dengan masalah beredarnya
uang palsu ini ya ditakutkan bakal
menurunkan kepercayaan masyarakat
terhadap rupiah itu sendiri bisa-bisa
perputaran ekonomi di negara kita makin
anjlok sebab undang-undang negara kita
juga mengatur Geng kalau selain bank Bi
itu enggak boleh ada oknum yang
memproduksi uang bank-bank biasa seperti
BNI BRI BCA dan yang lain-lain itu
enggak boleh tuh mencetak uang ya
apalagi masyarakat biasa Hal ini diatur
dalam pasal 26 ayat 1 undang-undang
Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang
yang mengatakan kalau setiap orang
dilarang memalsukan uang rupiah dan
Kalau sampai ada yang melakukannya akan
dikenakan sanksi pidana dan kurungan
penjara nah kemudian larangan ini juga
ada di dalam pasal 374 undang-undang RI
Nomor 1 Tahun 2023 KUHP kalau pemerintah
akan menindak tegas setiap yang
memalsukan uang dengan bermaksud untuk
diedarkan atau meminta mengedarkan
sebagai uang asli dan bisa dipidana
penjara paling lama 10 tahun dan denda
paling banyak Rp5 miliar ditegaskan lagi
nih geng pada pasal 3 75 ayat 2 KUHP
kalau pelaku yang mengedarkan uang dan
membelanjakan uang palsu ini sebagaimana
yang dimaksud di dalam pasal 374 akan
dipidana paling lama 15 tahun dan denda
paling banyak Rp50 miliar ya Jadi
sebenarnya pemerintah sudah sangat
berusaha tapi memang para
penjahat-penjahat ini lihai banget gitu
ya dalam melakukan aksi kejahatan
mereka Nah itu dia geng pembahasan kita
hari ini mengenai terungkapnya kasus
uang palsu di UIN Makassar yang ternyata
melibatkan staf dari kampus tersebut dan
beberapa ASN lain sampai ke politisi
yang sampai sekarang Sedang diburu oleh
pihak kepolisian gimana geng Menurut
kalian tentang pembahasan kita hari ini
coba tinggalkan komentar di bawah