Transcript
cYlvEhX1ye0 • T3W4S FIREFIGHTERS! EQUIPMENT CORRUPTED?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1260_cYlvEhX1ye0.txt
Kind: captions
Language: id
memang benar adanya dan bukan sebuah
kebohongan yang dia buat karena sudah
menyampaikan mengenai kerusakan alat
tersebut namun tidak kunjung diperbaiki
sampai pada akhirnya sekarang menelan
korban yaitu
Martin yo geng tekan tombol subscribe
geng Halo geng Welcome back to kamar
jeri
[Musik]
genggeng di video kali ini kita bakal
membahas sebuah cerita mengenai
meninggalnya seorang petugas Damkar atau
pemadam kebakaran di wilayah Depok yang
bernama martinius Reja Panjaitan dia
gugur di dalam tugas untuk memadamkan
api ketika adanya sebuah musibah
kebakaran di saat itu apa yang menarik
dari pembahasan ini kenapa kok gua
tiba-tiba ngebahas soal ini nah menurut
gua nih geng ya pembahasan ini patut
untuk kita bahas Karena setelah
ditelusuri Mengapa bisa si petugas
Damkar yang bernama Martinus ini
meninggal dunia ternyata disebabkan
karena adanya dugaan kalau para petugas
Damkar ini tidak memiliki peralatan yang
memadai sehingga terjadilah kecelakaan
kerja yang berakhir pada terenggutnya
nyawa dari martinius nah kalian bisa
bayangkan geng betapa mirisnya kondisi
ini betapa mirisnya ya kondisi para
petugas Damkar kita yang mana mereka
bekerja dengan bertaruh nyawa tapi hanya
menggunakan peralatan yang seadanya dan
semenjak kejadian dari martinius ini
akhirnya perhatian publik tertuju pada
kasus ini geng karena isu mengenai
kurangnya peralatan yang memadai untuk
petugas Damkar sebelumnya pernah
disuarakan oleh salah satu petugas
Damkar yang lain yang juga berasal dari
petugas Damkar Depok Nah mungkin kalian
pernah ingat video yang ini Coba dicek
dulu kebakaran Kota Depok Ya silakan
untuk warga masyarakat kota Depok saya
mohon maaf sekaliap adaelep petugas
Damkar tersebut Bern petugas inieluhkan
supaya pemadaman api yang dia lakukan
bersama dengan petugas Damkar yang lain
itu tidak berjalan dengan maksimal
karena banyaknya alat-alat Damkar yang
rusak dan tidak kunjung diganti dengan
peralatan yang baru jadi enggak kunjung
di-upgrade dan video dari sandi itu juga
sempat viral banget di media sosial dan
Sandi kabarnya setelah viral dengan
video protesnya itu dia mendapatkan
tekanan dari pihak atas nah tapi sandi
ini enggak peduli dia tetap bersuara
karena menurutnya apa yang dia Suarakan
itu ya demi kepentingan dan keselamatan
teman-temannya sama profesi dan hari ini
semua yang dikeluhkan oleh sandi itu
terbukti apa yang dia keluhkan apa yang
dia takutkan akhirnya berdampak buruk
kepada salah satu petugas Damkar lainnya
yang mana Kejadian ini benar-benar miris
banget pembahasan Ini akhirnya membuat
kita jadi berpikir ya geng tingginya
angka korupsi tingginya angka kecurangan
di dalam badan pemerintahan negara kita
akhirnya berdampak sangat fatal terutama
kepada para pekerja yang bekerja
bertaruh nyawa kayak pemadam kebakaran
Ini bagaimana cerita selengkapnya dan
bagaimana korelasinya antara kasus ini
dengan beberapa kecurangan-kecurangan
atau penyelewengan dana yang ada di
pihak atas hari ini kita bakal bahas
secara lengkap langsung aja di Permisi
peristiwa misteri dari berbagai sisi
[Musik]
untuk pembahasan yang pertama kita masuk
dulu ke dalam pembahasan kronologi
gugurnya martinius Reja Panjaitan saat
bekerja
Kejadian ini terjadi pada tanggal 18
Oktober tahun 2024 jadi sekitar 3 hari
yang lalu ketika gua syuting video ini
di hari itu ada kebakaran yang terjadi
di tempat pemotongan ayam yang berlokasi
di Pasar Cisalak Cimanggis Depok sekitar
jam 740 malam tempat pemotongan ayam ini
terdiri dari dua lantai geng dan yang
pertama kali mengetahui kebakaran itu
adalah karyawan yang bekerja di
perusahaan pemotongan ayam tersebut oleh
karena itu untuk memadamkan api karyawan
tersebut melaporkan adanya ke kebakaran
ini kepada pihak pemadam kebakaran
setempat dan tidak lama kemudian ada
beberapa petugas dari dinas pemadam
kebakaran dan penyelamatan atau dpkp
yang diturunkan untuk memadamkan api di
Pasar Cisalak tersebut salah satu di
antara mereka ada yang bernama martinius
Reja Panjaitan ini martinius atau yang
biasa dipanggil Martin itu selama
bekerja sebagai petugas Damkar dia
dikenal sebagai seseorang yang pendiam
dan jarang merepotkan orang lain baik
itu rekan kerjanya maupun pimpinannya
ketika sedang tugas setiap bertemu
dengan yang lain Martin ini hanya Senyum
Dan memang dikenal sebagai orang yang
baik gitu geng dan selama bertugas pun
dia enggak pernah ngeluh dan menjalankan
semua tugasnya dengan baik dan enggak
pernah aneh-aneh nah sebelum para
petugas ini mendapatkan laporan adanya
kebakaran di sana Martin sempat makan
bersama dengan para teman-temannya dan
dia sempat ngobrol-ngobrol santai dan
ketika Damkar dihubungi oleh warga
karena adanya kebakaran Martin bersama
dengan beberapa rekan kerja yang lain
langsung ditugaskan untuk memadamkan api
besar tersebut hanya saja pada saat dia
memadamkan api itu dia enggak
menggunakan masker penggunaan masker ini
sebenarnya sangat penting geng agar ya
si petugasnya tidak menghirup asap
terlalu banyak dan menghindari dari
sesak nafas dan biasanya penggunaan
masker oleh petugas Damkar juga
dilengkapi dengan tabung udara yang
disebut dengan selfctain breathing
aparatus atau yang disingkat dengan scba
di saat itu geng Martin ini tidak
menggunakan masker menurut Tesi Haryati
selaku kasi penyelamatan dkpd Kota Depok
dengan alasan karena lokasi kebakaran
bukan merupakan ruangan tertutup seperti
rumah atau gedung yang sirkulasi
udaranya ya enggak cukup baik gitu nah
sementara lokasi kebakaran Ini kan di
pasar yang otomatis sekitar 80%nya
adalah ruang terbuka sehingga masih
memungkinkan adanya sirkulasi udara
kabarnya kayak gitu selama melakukan
proses pemadaman Martin tetap
menjalankan tugasnya dia dengan baik dan
tidak mengeluhkan apapun termasuk dengan
kendala yang dia alami ketika memadamkan
api tanpa menggunakan masker lalu ketika
Martin bersama dengan rekannya selesai
memadamkan api proses selanjutnya yang
dia lakukan adalah melakukan pendinginan
nah dalam proses pendinginan ini terjadi
pergantian petugas nih geng jadi yang
sudah bertugas memadamkan api
beristirahat sejenak dan digantikan oleh
personil lain pada saat pergantian
inilah tiba-tiba Martin ini mengeluh
kalau dia mengalami sesak nafas sehingga
dia meminta waktu untuk beristirahat
lebih lama untuk meredakan sesak nafas
ini Martin mencoba untuk merebahkan
badannya di tanah dan Ti Haryati selaku
kasih penyelamatan dkpd meminta rekan
kerja Martin yang bernama Irfan untuk
bisa mendampingi Martin terlebih dahulu
jadi di saat itu martinnya baringan
terus e ditemenin gitu sama Irfan namun
Irfan di saat itu melihat kalau Martin
ini semakin lama semakin kesulitan untuk
bernafas Jadi udah sesek banget geng
sehingga dia meminta agar Martin dibawa
ke rumah sakit menggunakan ambulans
untuk mendapatkan perawatan cuma di saat
itu Pada saat perjalanan menuju ke rumah
sakit terdapat kendala karena jalan
menuju ke rumah sakit mengalami
kemacetan ya bukan Jakarta bukan Depok
bukan Bekasi namanya kalau enggak macet
apalagi kalau ada musibah kebakaran
kayak gini posisi di tengah Nap pas
keluar dari lampu merah itu knya enggak
bisa jalan sama sekali kita kita
trak-terakan G maam dan ketika berada di
dalam ambulans Martin dan Irfan sempat
berbincang sedikit geng namun menurut
Irfan obrolan tersebut seperti obrolan
biasa antara sesama petugas dpkp dan
enggak lama kemudian Irfan yang terus
menjaga Martin di dalam ambulans melihat
kalau ada yang tidak beres dengan
kondisi Martin yang mana pada saat itu
Irfan sempat meminta sopir ambulans
untuk memeriksa kondisi Martin dan pada
saat itu sopirnya mengatakan kalau
Martin Kayaknya udah enggak bergerak
terus sopir ambulans ini meniksa lagi
dia bilang loh udah meninggal nih Nah
perjalanan menuju ke rumah sakit itu
belum sampai geng dan Martin di saat itu
sudah dinyatakan meninggal Nah semuanya
pada kaget kabar meninggalnya Martin ini
diketahui oleh dpkp pada jam 09.35
malam lalu singkat cerita 2 hari
kemudian tepatnya tanggal 20 Oktober
tahun 2024 jenazah Martin pun akhirnya
dipulangkan kepada pihak keluarga dan
dimakamkan di pondok rajek Kecamatan
Cibinong Bogor di dalam proses pemakaman
Martin ini ada pihak keluarga dan
puluhan rekan kerja Martin yang juga
turut menghadiri pemakamannya dia dan
terlihat beberapa Armada dari Damkar
Depok juga mengiringi keberangkatan
jenazah Martin dari rumah duka yang
berada di gedung ronatama Kecamatan
Pancoran Mas menuju ke TPU Pondok rajek
dan dikatakan ada sebanyak 6 unit mobil
Ranger dan empat Armada pemadam dari
Mako kembang perwakilan unit pelaksana
Tugas atau UPT dan pos pengawal ambulan
yang mengantarkan Martin ke tempat
peristirahatan terakhirnya nah Kejadian
ini enggak selesai dengan meninggalnya
Martin aja geng karena ternyata keluarga
Martin sudah memberikan kuasa atas
tindakan hukum kepada seorang kuasa
hukum yang bernama deolpa bersama sekit
ar 80 anggota Damkar kota Depok Pak
deolpa ini menyampaikan kalau sebenarnya
3 minggu sebelum kejadian kebakaran
tersebut ternyata pihak mereka sudah
menyampaikan kepada pemerintah kota
Depok untuk segera memperbaiki peralatan
para petugas Damkar yang saat ini
dinilai sudah tidak layak karena sangat
beresiko untuk para petugas Damkar
karena bisa menyebabkan kecelakaan kerja
ketika bertugas namun sayangnya
peringatan tersebut tidak ditanggapi
dengan serius oleh pemerintah geng dan
meninggalnya Martin ini menurut Pak Deol
Lipa itu menjadi sebuah dampak dari
jumlah peralatan Damkar yang rusak dan
tidak kunjung diperbaharui sehingga
enggak bisa digunakan dengan baik oleh
petugas dan Martin enggak menggunakan
masker itu bukan karena permasalahan
tempatnya nah menurut Pak deolipa Kenapa
Martin tidak menggunakan masker Ya
karena memang peralatan yang disediakan
itu enggak lengkap Jadi bukan karena dia
sengaja enggak pakai masker beda nih
penjelasannya dengan temannya Martin
yang tadi Nah hal ini juga dikatakan
oleh Pak Deol Lipa menjadi tanggung
jawab dari Pemerintah Kota Depok dan
instansi terkait atas hilangnya nyawa
Martin Nah jadi pihak keluarga bersama
Kuasa hukumnya ini meminta
pertanggungjawaban geng terus geng
pernyataan yang sama juga disuarakan
oleh anggota dari dpkp lainnya yang
bernama Heru mansah yang merupakan
senior dari Martin Heru ini meminta agar
pemerintah kota Depok lebih
memperhatikan lagi keberadaan mereka
dengan memperbaiki sarana dan prasarana
di dinas Damkar kota Depok karena
menurut Heru dia melihat selama ini
seolah-olah petugas Damkar itu diabaikan
dianggap seperti tidak ada sehingga
enggak pernah ada penambahan anggaran
untuk memperbaiki sarana dan prasarana
mereka yang menyebabkan meninggalnya
rekan kerja mereka yaitu salah satunya
adalah
Martin Heru juga meminta kepada
pemerintah kota Depok untuk mengubah
sistem dan pejabat untuk dinas Damkar
yang mana kedua hal itu sangat penting
bagi mereka agar mereka merasa
terlindungi ketika sedang menunaikan
tugas nah selama ini mereka cukup
was-was dengan apa yang mereka jalani
geng karena selama ini mereka itu
terjebak di dalam sistem dan pejabat
yang dianggap oleh mereka tidak peduli
terhadap keselamatan mereka nah
herumansyah juga mengatakan cukup Martin
saja yang terakhir jangan sampai ada
kejadian seperti ini lagi Jangan sampai
terulang lagi kepada rekan-rekan mereka
yang lain dan mirisnya mereka ini kan
tugasnya untuk menyelamatkan orang lain
geng sementara keselamatan mereka enggak
terjamin gimana Mereka bisa kerja dengan
baik kalau gini kan dan Ya wajar aja
mereka mengeluh dan selain mereka
meminta kepada pemerintah kota Depok
untuk memperbaiki sarana serta
prasarananya Heru juga mengungkapkan
fakta yang jadi pada saat kejadian di
mana ternyata enggak ada ambulans sama
sekali yang berjaga di lokasi kebakaran
padahal seharusnya menurut Heru dinas
Damkar memiliki ambulans yang bisa
digunakan dan Heru yang sudah bertugas
selama 11 tahun di dinas Damkar Depok
mengaku tidak pernah melihat ambulans
yang bersiaga ketika mereka bertugas
untuk memadamkan api dan kalaupun ada
nih ambulans yang berjaga Contohnya
kayak yang membawa Martin ketika dia
sesak gitu ya Nah itu juga bukan
merupakan ambulans dari dinas tapi
justru dari relawan dan jadi bisa
dikatakan kan kalau ambulans yang
ditugaskan untuk mengangkut Martin pada
saat kejadian itu bukan ambulans milik
dinas tapi justru pihak relawan atau
ambulans dari swasta padahal keberadaan
ambulans ini sangat penting geng untuk
para korban apalagi korban kebakaran
ataupun petugas Damkar agar bisa
mendapatkan perawatan yang cepat kalau
mereka mengalami luka dan kesulitan
bernafas ya karena sesak nafas akibat
menghirup terlalu banyak asap itu kan
bahaya banget jadi perlu ada ambulans
untuk bersiapsaga kemudian nih geng gua
mencoba untuk mencari sop untuk untuk
pemadam kebakaran dan di sana gua
menemukan sebuah sop dari pemadam
kebakaran Kota Semarang nih Nah ini gua
Yakin banget mungkin sop-nya mirip-mirip
lah enggak mungkinlah masih dalam satu
negara sop-nya beda enggak mungkin gitu
kan beda kota beda sop atau mungkin
memang benar beda sop gua enggak tahu
juga nih Coba deh tinggalkan komentar di
bawah kalau kalian tahu tentang hal ini
jadi Geng kalau gua lihat nih dari sop
pemadam kebakaran Kota Semarang nih ya
kita berkaca dari kasus ini jadi setiap
Petugas pemadam yang sedang bertugas
seharusnya menggunakan beberapa
perlengkapan yang mana di antaranya
adalah masker dan scba Geng dan di dalam
sop tersebut juga enggak dijelaskan
apakah penggunaan masker ini hanya untuk
lokasi kebakaran di ruangan tertutup
atau enggak jadi seharusnya mau
bagaimanapun lokasinya keadaannya mau
itu ruang terbuka ruang tertutup para
petugas itu wajib menggunakan masker nah
tapi gua enggak tahu nih geng Apakah
Damkar di Depok memiliki sop yang beda
mungkin atau gimana ya kalian boleh
kalau misalkan tahu tentang informasinya
tinggalkan komentar di bawah
nah terus geng sementara itu ya keluarga
dari Martin itu mendapatkan santunan
sebesar rp290 juta melalui BPJS ke
Tenaga kerjaan karena Martin sudah
terdaftar di dalam program BPJS
ketenagakerjaan yang memberikan jaminan
kalau terjadinya kecelakaan kerja dan
rincian dari santunan tersebut terdiri
dari
163,2 juta yang didapatkan dari gaji
bulanan Martin dikali 48 kemudian
santunan berkala sebesar R1 juta dan
biaya pemakaman sebesar 10 juta serta
jaminan hari tua sebesar
rp18.700.000 Lalu ada uang yang
diberikan kepada anaknya Martin juga
sebagai beasiswa pendidikan sejak TK
sampai perguruan tinggi dengan total
maksimal mencapai rp87 juta yang mana
Kalau keseluruhannya diakumulasikan
santunan tersebut mencapai
rp90 juta sekian-sekian rupiah Ya
lumayanlah tapi kan ya tidak bisa
mengganti nyawa seseorang gitu ya Dan
dari sini ya kita bisa lihat ya geng bah
bahwa isu tentang kurangnya peralatan
bagi Damkar yang ada di Kota Depok Itu
bukan isapan jempol belaka karena ini
diakui langsung oleh para petugasnya nah
isu mengenai kurangnya sarana dan
prasarana untuk Damkar kota Depok ini
sebenarnya dari jauh-jauh hari sempat
disuarakan juga geng oleh seorang
anggota Damkar yang bernama sandi
butar-butar yang mana dia sempat viral
setelah membuat video yang berisikan
keluhan soal ya peralatan Damkar di
Depok yang tidak memadai Nah sekarang
kita coba bahas nih geng mengenai sosok
sandi ini yang merupakan anggota Damkar
yang berani menyuarakan keresahannya
terkait minimnya sarana dan prasarana
Damkar Depok sampai akhirnya kejadian
seperti Martin ini
terjadi jadi geng sandi ini mengeluhkan
mengenai sarana dan prasarana Damkar ini
dan dia membuat video yang
memperlihatkan bagaimana peralatan yang
dimiliki oleh Damkar Depok sudah dalam
kondisi yang rusak geng seperti gergaji
mesin rem tangan dari mobil pemadam yang
sudah enggak lagi berfungsi dan ini
tentunya sangat berbahaya bagi petugas
ketika mereka mengendarai mobil tersebut
dalam keadaan rem tangan yang udah blong
gitu dan ini merupakan bagian paling
vital untuk keselamatan dalam berkendara
tapi justru enggak berfungsi di dalam
video tersebut sandi ini menyebutkan
kalau kondisi peralatan yang sudah
enggak layak pakai itu sudah dilaporkan
ke atasannya namun belum ada respon
terkait keluhan mengenai peralatan
tersebut nah video yang dibuat oleh
sandi Ini akhirnya langsung viral di
sosial media Nah bukannya langsung
bergerak setelah viral atau
Penanganannya jadi lebih cepat gitu ya
tapi justru sandi ini dikatakan sempat
dipanggil oleh atasannya bersama dengan
beberapa temannya yang lain sandi di
saat itu mengaku kalau dia dan
teman-temannya disalah-salahin
dimarah-marahin di omel omelin setelah
membuat video viral tersebut nah namun
sandi di saat itu dengan beraninya
mengatakan kalau dia enggak takut
Kalaupun dia harus diperiksa bahkan
sandi meminta kalau dia diperiksa
sekalian Nah pemeriksaannya itu diadakan
secara terbuka agar publik bisa
mengetahui fakta sebenarnya dan Sandi
juga meminta agar pejabat di Damkar
Depok bisa diperiksa oleh aparat penegak
hukum dan kalau memang terjadi
penyelewengan anggaran untuk Damkar maka
aparat penegak hukum bisa menangkap
pejabat nakal di Damkar Depok tersebut
Lalu sandi juga siap kalau dia harus
disalahkan dan disebut sebagai
pengkhianat dinas dibandingkan dia harus
disebut sebagai pengkhianat negara geng
karena menurut dia ya Apa yang dia
lakukan ini Demi kemajuan bangsa dan
keselamatan para petugas gitu Pokoknya
dia berani banget dan wakil walikot Kota
Depok yang bernama Imam Budi Hartono
merespon keluhan sandi tersebut Nah Pak
Imam ini mengatakan kalau selama ini
yang bekerja untuk menebang pohon-pohon
yang sudah rusak yang mengganggu
kenyamanan lingkungan gitu ya itu selalu
dikerjakan oleh dinas lingkungan hidup
dan kebersihan Kota Depok jadi menurut
beliau si bapak wakil walikota tadi
enggak ada urgensinya untuk memperbaiki
gergaji mesin milik Damkar katanya huh
gila gua engak habis pikir deh sama
negara kita nih huh dan apa yang
dikeluhkan oleh sandi ini akan
disampaikan ke pihak Dinas Lingkungan
Hidup dan Pak Pak Imam di saat itu
sempat mengkritik sandi kalau dia
seharusnya tidak membawa masalah
internal dinas seperti ini ke media
sosial karena seharusnya permasalahan
tersebut diselesaikan secara internal
dan ini semua berkaitan dengan etika
profesi kata Pak Imam Ya tapi kan
kembali lagi ya enggak viral enggak
bergerak ini aja udah viral ya geraknya
masih lama gitu jadi kayaknya Menurut
kalian nih kalian lebih support sandi
atau Pak Imam coba deh tinggalkan
komentar di bawah pejabat Berjiwa Besar
kalau mau nyerang nyerang saya aja gu
usah teman-teman saya ditekan kalau lu
punya mental kalau lu punya nyali gua
usah ke teman-teman gua Serang
gua sebelum video tersebut menjadi viral
sandi Ini sebenarnya sudah pernah viral
juga geng di tahun 2021 yang mana pada
saat itu dia dengan beraninya berbicara
mengenai adanya dugaan korupsi pengadaan
sepatu dan pemotongan intensif mitigasi
dan penyemprotan disinfektan kasus
tersebut sudah diusut oleh Kejaksaan
Negeri Depok dan Sandi juga diperiksa
oleh Kemendagri dan singkat cerita dari
kasus itu ada dua tersangka yang
diyakini terlibat yaitu salah satunya
mantan sekretaris dinas Damkar yang
berinisial as dan bendahara pengeluaran
pembantu pada dinas Damkar yang
berinisial A Nah jadi sandi ini memang
orangnya cukup vokal geng dia berani
menyuarakan sesuatu yang
benar terus geng permasalahan kembali
berlanjut ketika sandi ini sedang
bertugas untuk memadamkan api di Gereja
Sidang Tuhan Jemaat Agape ministri yang
berada di Depok pada tanggal tanggal 23
Juli tahun 2024 lalu Damkar menerima
Laporan mengenai kebakaran yang terjadi
di gereja tersebut dari Seorang warga
yang bernama Josep sekitar pukul 7.50
malam dan setelah mendapatkan laporan
dari Josep petugas Damkar kota Depok
langsung menuju lokasi kebakaran bersama
dengan 20 personil yang salah satunya
adalah Si Sandi dan untuk memadamkan api
di sana petugas Damkar tersebut
dilengkapi dengan bantuan unit dari
sejumlah pos termasuk dua unit dari UPT
Cimanggis dan dua unit dari Mako dua
unit dari UPT Tapos dan satu unit dari
pos merdeka di saat itu para petugas
berupaya untuk memadamkan api selama
kurang lebih 2 jam dan api baru berhasil
dipadamkan sekitar jam 101 malam Nah
walaupun berhasil memadamkan api
dikatakan ada satu kendala yang dialami
oleh para petugas Damkar di saat itu
sehingga upaya untuk memadamkan api
menjadi terhambat yaitu di saat itu ya
penghambatnya adalah truk yang
berkapasitas 8.000 l air yang enggak
bisa digunakan untuk menyedot air ke
dalam tangki sementara truk kecil yang
berkapasitas 1000 Lit itu sedang dalam
perbaikan sehingga enggak bisa digunakan
juga Karena mobilit yang kecil ini lagi
perbaikan kita masuk mobil
gede tapi sulit Kang sempit jadinya kan
di saat itu para petugas serba salah
harus pakai yang mana nih semuanya rusak
gitu dan oleh karena itu pemadaman
menggunakan alat itu sempat tertunda
sekitar 15 sampai 20 menit geng petugas
Damkar bersama dengan warga sekitar
selama rentang waktu tersebut berusaha
untuk memadamkan api menggunakan
peralatan yang seadanya yait ya itu
dengan menyambung selang ke tangki air
sepanjang 50 m Hal ini dikarenakan
peralatan yang tidak memadai dan upaya
pemadaman yang terhambat akhirnya
membuat para petugas Damkar tidak bisa
dengan cepat memadamkan api sehingga api
terlanjur membakar gereja tersebut dan
untungnya enggak ada korban jiwa di saat
itu ya tapi gereja tersebut ludes
terbakar lalu geng setelah menyelesaikan
tugas untuk memadamkan api akhirnya
sandi kembali membuat video dengan
kondisi matanya yang sudah berkaca-kaca
seperti menahan tangis kita bisa lihat
sendirilah dari raut wajahnya yang ada
di dalam video ini geng dia di saat itu
merasa sedih kesal dan marah di video
tersebut dia bercerita kalau dia bersama
dengan rekan-rekannya serta warga
sekitar berjuang keras untuk memadamkan
api yang membakar gereja namun apa yang
mereka semua lakukan itu enggak berjalan
maksimal karena ada alat-alat yang
dipergunakan oleh mereka tidak berfungsi
dengan baik sehingga dia mengucapkan
permintaan maaf kepada masyarakat Depok
karena dia merasa gagal untuk memadamkan
api di gereja tersebut sandi di saat itu
juga mengatakan dia dan rekan rekannya
sebenarnya memiliki kesempatan untuk
bisa menyelamatkan kondisi bangunan
gereja namun apa boleh buat peralatannya
rusak gitu Kalaupun pihak Damkar Depok
meminta bantuan kepada UPT lain hal
tersebut menurut sandi juga enggak bisa
mengubah keadaan karena api sudah
terlanjur menghanguskan seluruh bangunan
gereja dan kalau UPT lain menuju ke sana
itu pasti bakal membutuhkan waktu jadi
memang enggak ada cara lain selain
memperbaiki peralatan milik Damkar Depok
ini bukan dengan cara bergantung pada
bantuan UPT lain Oleh karena itu sandi
ini lagi-lagi memberikan kritik kepada
pada pejabat Kota Depok khususnya Wakil
Walikota Depok yang bernama Bapak Imam
Budi Hartono tadi yang sebelumnya
menyindir sandi karena videonya yang
sempat viral Dengan mengatakan kalau
Sandi ini tidak memiliki etika karena
menyampaikan kritiknya mengenai
peralatan Damkar yang rusak di sosial
media dia maunya semua itu ya
dibicarakan secara internal dan tidak
perlu tahu masyarakat menurut Pak Imam
Budi Hartono untuk bapak wakil nyalain
saya bilang saya enggak ada etika ya
saya sudah bicarakan loh pak semenjak
saya viral dan ini buktinya Pak yang
puasa ngasih lihat Pak Dan di saat itu
sandi mengatakan kalau kebakaran yang
menghabiskan bangunan gereja Ini adalah
cara Tuhan untuk menunjukkan kalau
kritik yang dia sampaikan sebelumnya
memang benar adanya dan bukan sebuah
kebohongan yang dia buat karena sudah
menyampaikan mengenai kerusakan alat
tersebut namun tidak kunjung diperbaiki
sampai pada akhirnya sekarang menelan
korban yaitu Martin Nah akhirnya Sandy
melaporkan dugaan korupsi nih geng ke
Kejaksaan Negeri Depok pada hari Senin
tanggal 9 September tahun 2024 gara-gara
dia sudah enek banget karena ya
peralatan mereka tuh enggak kunjung
diperbaiki enggak kunjung diperbaharui
nah lalu ketika melaporkan kasus ini
sandi juga didampingi oleh Pak Deol Lipa
dan para anggota Damkar sandi di saat
itu bersama dengan Pak Deol Lipa membawa
beberapa dokumen yang berisikan bukti
mengenai dugaan korupsi alat-alat Damkar
Depok yang rusak dan tidak sesuai dengan
anggaran yang ada dan dokumen tersebut
terdiri dari 60 lembar dan 30 video yang
diserahkan ke Kejari Depok yang mana
rencananya sandi akan dimintai
keterangan pada tanggal 23 Oktober tahun
2024 dengan dikirimkannya sebuah surat
pemanggilan dari Kejari Depok yang sudah
dia terima sebelumnya pada tanggal 18
Oktober tahun 204 sandi di saat itu
memastikan kalau dia akan hadir dalam
pemeriksaan tersebut dan akan didampingi
oleh Pak deolipa Nah sandi juga
mengatakan akan memperjuangkan kasus ini
sampai tuntas geng dan dia enggak bakal
menyerah dengan tekanan apapun nah salut
banget ya geng dengan keberanian sandi
ini Serta teman-teman yang lain yang
berani melaporkan mengenai permasalahan
yang selama ini mereka alami ya semoga
nih kasus ini bisa terselesaikan agar
petugas Damkar yang memiliki tugas Mulia
ini bisa mendapatkan perlindungan yang
baik dan enggak ada korban Selanjutnya
ya sedih banget kan kalau sampai petugas
Damkar kita yang ingin menyelamatkan
nyawa para korban ya justru mereka yang
meninggal dunia karena peralatan yang
tidak
[Musik]
memadai oke itu dia geng pembahasan kita
hari ini mengenai petugas Damkar yang
bernama Martin yang gugur di dalam tugas
dan permasalahan sarana dan prasarana
yang kurang memadai dari jamkar Depok
semoga dengan ini Pemerintah Kota Depok
lebih memperhatikan lagi tentang hal
tersebut gimana Menurut kalian geng
Tentang pembahasan ini coba tinggalkan
komentar di bawah