THE FIRST INDONESIAN ASTRONAU! PRATIWI SUDARMONO
GyV5sUuTsTg • 2024-10-22
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id tapi pasti timbul pertanyaan bukannya ketika Bu Pratiwi ingin terbang ke luar angkasa itu juga turut disertakan Satelit Palapa dan Presiden Soeharto pun mendukung ya sebagai pemimpin ketika Satelit Palapa itu akan diterbangkan Kok bisa dibilang orde baru Enggak mendukung penelitian di bidang antariksa nih Yo geng tekan tombol subscribe geng Halo geng Welcome back to kamar jeri [Musik] genggeng Oke Setiap kali kita membahas mengenai luar angkasa atau misalnya mengenai NASA dan astronaut-astronautnya pasti mereka semua itu berasal dari luar negeri ada yang dari Rusia misalkan yang disebut dengan cosmonaut atau justru Astronaut yang berasal dari Amerika Serikat Nah tapi di luar itu belakangan kita juga tahu bahwa negara India juga sudah mengabarkan kalau Astronaut mereka sudah mendarat di bulan kabar seperti itu aja banyak banget yang enggak percaya ya kan malah Banyak yang bilang hoax gitu Mana mungkin sekelas India yang sikmanya selalu jadi olok-olokan gitu ya mengklaim kalau mereka bisa sampai ke tahap menerbangkan astronut Ke Bulan banyak banget yang meragukan walaupun sebenarnya tidak bisa dipungkiri kalau banyak anak muda India yang memang pintar-pintar ya salah satu contohnya nih banyak dari keturunan India yang bekerja di perusahaan besar ternama seperti Microsoft Facebook Google dan lain-lain nah namun geng stigma kayak gini enggak bisa disalahkan juga karena menurut gua ini sebuah pemikiran yang sudah secara berlarut larut dari lama gitu ya ada di tengah-tengah masyarakat nah ini semua dikarenakan memang ilmu pengetahuan dan teknologi dari negara-negara barat jauh lebih maju dibandingkan dengan negara-negara lain apalagi mengingat kalau penjelajahan luar angkasa memang berawal dari persaingan antara Amerika dan Uni Soviet saat mereka berada di perang dingin atau cold war nah namun geng di tengah-tengah remehan atau di tengah-tengah anggapan bahwa negara India terus juga negara Asia gitu ya mungkin enggak bisa seperti negara barat Ternyata gua menemukan sebuah fakta sejarah yang cukup mencengangkan yaitu tentang negara kita yang ternyata dulunya negara kita pernah ada seorang astronut perempuan Bahkan Astronaut perempuan ini menjadi astronut pertama di Asia namanya itu adalah Pratiwi Sudarmo dan Enggak banyak orang Indonesia yang tahu kalau ternyata Indonesia pernah punya seorang astronut perempuan kayak gini Dan ini juga bukan sebuah klaim semata karena Bu Pratiwi itu pernah terlibat di dalam proyeknya Nasa untuk menjalankan misi keluar angkasa nah cuma sedihnya nih geng beliau ini gagal untuk berangkat karena ada sebuah tragedi yang bernama insident Challenger nah Apa itu insident challengers nanti kita bakal bahas selengkapnya karena masih banyak di antara kita yang belum mengetahui mengenai bupratiwi ini gua tertarik nih geng untuk membahas Bagaimana sepak terjang beliau di dalam dunia antariksa sampai akhirnya Bu Pratiwi ini bisa terlibat di dalam proyek NASA dan juga nantinya gua bakal membahas mengenai perkembangan teknologi bidang antariksa di Indonesia yang enggak kalah menarik buat dibahas langsung aja nih kita bahas secara lengkap di sisi lain [Musik] kita masuk ke dalam pembahasan profil dari Bu Pratiwi Sudarmono Oke Nama lengkapnya Pratiwi Puji Lestari Sudarmono dia lahir di Bandung Jawa Barat pada tanggal 31 Juli 1952 bupratiwi ini adalah anak pertama dari enam bersaudara dan walaupun beliau lahir di Jawa Barat sebenarnya bupratiwi ini bukan orang sunda melainkan keturunan Jawa sebenarnya sudah terlihat dari namanya yang sangat kental dengan ciri khas nama orang Jawa dan bupratiwi sendiri juga bukan orang Jawa biasa Karena beliau ternyata berasal dari kalangan bangsawan kakeknya itu termasuk ke dalam golongan ningrat dari Kesultanan Surakarta Hadi ningrat dengan latar belakang sebagai seorang ningrat sejak dia masih kecil bu Pratiwi ini sudah mendapatkan beberapa privilege seperti misalnya kalau ada sebuah upacara pernikahan dia dan keluarganya bisa duduk di paling depan sementara orang-orang yang enggak memiliki keturunan ningrat itu tidak bisa duduk sejajar dengan mereka tradisi seperti ini masih dipertahankan di Jawa sana terutama di daerah Yogyakarta dan juga Solo yang masih kental akan tradisi adat istiadatnya gelar ningrat yang dimiliki oleh bangsawan-bangsawan Jawa juga masih digunakan di universitas sampai saat sekarang ini nah lalu singkat ceritanya nih geng sejak dia masih kecil beliau sudah tertarik dengan hal-hal yang berhubungan dengan tata surya antariksa serta hal yang berhubungan dengan luar angkasa penasaran dengan apa yang ada di luar angkasa sana Apakah hanya ada bintang dan bagaimana bintang bisa bersinar itu selalu terlintas di dalam benak Bu Pratiwi saat masih kecil dan sewaktu beliau duduk di kelas 2 SD beliau ini ditanyakan apa cita-citanya kalau dia sudah besar nanti dan beliau pun menjawab dengan mantap nih dia bilang dia ingin menjadi bagian dari Indonesian Space experiment atau disingkat dengan inspex dan setelah dia lulus pendidikan SD dan SMP di Bandung Bu Pratiwi ini melanjutkan SMA di Jakarta dan lulus pada tahun 1970-an lalu setelah lulus pendidikan sekolah Bu pratewi kemudian melanjutkan pendidikannya lagi ke tingkat universitas dan masuk ke dalam Universitas Indonesia nah di saat itu beliau ini Saking pintarnya gitu ya mengambil jurusan kedokteran setelah lulus dia lulus S1 bupratiwi kembali melanjutkan ke S2 masih sama juga di UI dan berhasil lulus dengan gelar master pada tahun 1977 lalu singkat ceritanya lagi pasc dia lulus pendidikan di UI Bu Pratiwi mengawali karirnya sebagai staf pengajar dan peneliti laboratorium mikrobiologi di fakultas kedoktoran UI dan kemudian Bu Pratiwi memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Jepang tepatnya di research Institute for microbial diasis yang ada di Osaka University dia pun lulus dengan meraih gelar PhD atau doktor kalau di Indonesia Bukan dokter ya tapi Doktor nah biasanya tuh S3 Nah karena pendidikannya inilah bupratiwi akhirnya menjadi perempuan Indonesia pertama yang mendapatkan gelar doktor dalam bidang kedokteran dengan perguruan tinggi yang ada di Jepang jadi dia orang yang pertama nah walaupun sudah mendapatkan gelar doktor bupratiwi ini enggak bisa menjadi seorang Profesor geng bukan karena dia enggak mau geng tapi melainkan karena background dari keluarganya yang mana sebelumnya sudah gua Jelaskan Kalau Bu prati berasal dari keluarga ningrat yang pasti masih kental dengan adat istiadatnya sangat menghormati orang yang lebih tua termasuk dalam hal pendidikan jadi bupratiwi enggak bisa menjadi seorang Profesor karena orang yang lebih tua di keluarganya belum ada yang mendapatkan gelar tersebut gokil ya padahal Ya mau gimana lagi gitu enggak boleh dilangkahin Padahal dia pintar ya mau gimana lagi ya kan nah jadi Bu Pratiwi ini enggak bisa melangkahi orang yang lebih tua kecuali sudah ada orang yang lebih tua di keluarganya yang terlebih dahulu menjadi Profesor barulah Bu Pratiwi bisa melanjutkan S sampai menjadi Profesor berbakti banget ya dan menurut Bu Pratiwi bahkan tanpa adanya prestasi atau pencapaian secara ilmiah atau akademik orang yang lebih tua bisa mendapatkan apapun terlebih dahulu nah menurut Bu Pratiwi bahkan tanpa adanya prestasi dan pencapaian secara ilmiah atau akademik orang yang lebih tua itu bisa mendapatkannya terlebih dahulu yang mana menurut Bu Pratiwi bahkan tanpa adanya prestasi pencapaian secara akademik yang namanya orang tua gitu ya itu mereka sudah makan asam garam terlebih dahulu jadi Sudah wajar mereka itu harus dihormati walaupun secara akademik mungkin Bu Pratiwi lebih pintar dan hal seperti ini memang sudah dipraktikkan di dalam kehidupan keluarga mereka bahkan ketika Belanda masih menjajah Indonesia katanya dan mereka masih mempertahankan tradisi [Musik] itu nah background keluarga bupratiwi yang seperti itu bukan cuma berkaitan dengan akademis aja tapi juga berkaitan dengan gendernya ya bukan bermaksud untuk menjelek-jelekkan tapi di Indonesia bahkan sampai sekarang nih geng perempuan sering sekali dinomor duakan gitu itu dan terkadang dianggap ya lebih lemahlah dibanding laki-laki dalam banyak hal mau itu jabatan pendidikan dan lain sebagainya begitu juga yang awalnya dialami oleh Bu Pratiwi beliau yang notabandnya berasal dari keluarga ningrat Jawa pasti mendapatkan banyak tantangan sebagai seorang perempuan Jawa Apalagi kalau berasal dari keluarga ningrat yang banyak aturannya pada zaman dulu Enggak seperti sekarang yang sudah ya lebih bebas dan lebih openmed lebih terbuka gitu kalau dulu apa-apa tuh dikaitkan dengan gendernya ya misalkan kayak kamu tuh perempuan enggak boleh mimpin orang-orang banyak perempuan enggak boleh mimpin atau kamu tuh perempuan enggak boleh kerja terlalu keras enggak boleh kerjain kerjaan laki-laki ya kurang lebih kayak gitu dan bahkan di zaman dulu perempuan sering sekali terhambat untuk bisa memiliki pendidikan dan karir hanya karena dia seorang perempuan nah namun background keluarganya tersebut ternyata tidak membuat Bu Pratiwi menyerah terhadap mimpi-mimpi dan cita-citanya dia Bu Pratiwi ini membuktikan kepada keluarganya sebagai perempuan Jawa dia bisa memiliki pendidikan yang tinggi dan bisa melakukan apa yang juga dilakukan oleh laki-laki bahkan untuk sebuah pencapaian yang sering sekali dianggap terlalu tinggi dan mustahil dimiliki oleh seorang perempuan itu digapai oleh dia Nah makanya dia benar-benar gigih yang mana pada awalnya dia berkuliah di Jurusan Kedokteran akhirnya dia mengejar cita-cita lamanya untuk menjadi bagian dari dunia antariksa alias ya Dia pengen jadi astronut sekarang kita masuk ke dalam pembahasan perjalanan bupratiwi Sudarmono dan dalam dunia antariksa jadi geng singkat ceritanya nih ya prestasi yang dimiliki oleh Bu Pratiwi ini enggak sampai di sana aja karena Setelah dia menyelesaikan pendidikannya di Jepang pada tahun 1985 bupratiwi ini berangkat pergi ke jansson Space center yang ada di Amerika Serikat tujuannya untuk mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat Astronaut spesialis muatan sebagai cara agar bupratiwi bisa mewujudkan cita cita-citanya menjadi bagian dari inspex karena kecintaannya terhadap antariksa jadi sampai akhirnya nih ya ilmu kedokterannya dia itu ya kan akhirnya dia apa ya kayak Ya udah dia simpan dia pendam dan dia tetap dengan cita-citanya ingin menjadi bagian dari anggota inspek tadi sampai pada akhirnya cita-cita ini hampir terwujud geng karena Bu Pratiwi akhirnya berhasil untuk terlibat dalam sebuah misi penerbangan keeluar angkasa bersama dengan Nasa Wah di saat itu ada dua seleksi yaitu ada seleksi orang dan juga seleksi program penelitian dan Bu Pratiwi mengikuti seleksi program penelitian dengan memasukkan proposal riset ke inspeks Dan di saat itu ada lima buah penelitian yang disetujui oleh NASA dan salah satu penelitiannya adalah penelitian yang diajukan dan dibuat oleh Bu Pratiwi nah Lalu ada empat kandidat lain dari Indonesia untuk bisa terbang ke luar angkasa ada Bu Pratiwi sendiri dan kemudian ada yang namanya Taufik Akbar yang merupakan lulusan dari teknik telekomunikasi ITB Lalu ada MK Yus dan seorang wartawan dari tempo yang bernama Bambang Harimurti dari empat orang tersebut yang terpilih untuk menjadi bagian dalam penerbangan Hanya dua orang yaitu Bu Pratiwi dan taufi [Musik] Akbar tapi di dalam penerbangan itu yang dari Indonesia yang memang mereka berdua nah namun ada Astronaut lain yaitu sebanyak en astronut yang ikut terbang bersama mereka di Nasa selama 7 hari untuk penelitian inspex nah penelitian yang akan dilakukan oleh Bu Pratiwi dan temannya yang lain yaitu itu percobaan sel darah merah dalam kondisi tanpa bobot pemantauan flora mikroba dan pengembangan awal pertumbuhan sel binatang dan tumbuhan di luar angkasa Nah jadi bisa dikatakan ya ilmu kedokterannya dia tuh membawa dia bisa menjadi bagian dari penerbangan ke luar angkasa ya untuk penelitian gitu dan di dalam misi tersebut juga dikatakan mereka akan membawa tiga satelit yang salah satunya adalah satelit kebanggaan dari Indonesia yaitu Palapa B3 nah Nasa juga menawarkan Indonesia untuk terlibat di dalam misi ini k karena sebelumnya Indonesia pernah mencoba untuk meluncurkan satelit hanya saja gagal hingga akhirnya Nasa menawarkan bantuan untuk meluncurkan satelit supaya tidak gagal gitu dan hal ini disambut baik oleh pemerintah Indonesia yang di saat itu masih dipimpin oleh Presiden Soeharto karena ini akan menjadi sebuah momentum bersejarah bagi Indonesia untuk terlibat di dalam dunia antariksa dan sebagai acuan bagi negara kita dalam bidang tersebut terus Selain itu dengan adanya orang Indonesia yang nantinya berhasil untuk mengorbit di luar angkasa Presiden Soeharto berharap kalau Indonesia akan lebih maju dalam segi teknologi komunikasi dengan diterbangkannya satelit Palapa tersebut rencananya Bu Pratiwi dan teman-temannya yang lain yang akan diterbangkan menggunakan pesawat ulangalik yang bernama Challenger pada bulan Juni tahun 1986 nah namun geng sedihnya ada sebuah insiden yang terjadi beberapa bulan sebelum jadwal dari penerbangan Bu Pratiwi terlaksanakan tepatnya pada tanggal 28 Januari tahun 1986 yaitu ada sebuah kecelakaan pesawat ulang alik Challenger jenis pesawat yang sama yang akan dipakai oleh Bu Pratiwi dan teman-temannya yang lain untuk misinya nanti sebenarnya misi penerbangan Challenger di tanggal 28 Januari ini direncanakan berangkat pada tanggal 22 Januari atau 6 hari sebelumnya Hanya saja karena ada berbagai kendala seperti kerusakan teknis di pesawat dan juga cuaca sehingga peluncurannya harus diundur terus beberapa kali Sampai akhirnya dijadwalkan terbang pada tanggal 28 namun menurut brita Nika ditundanya peluncuran tersebut disebabkan karena keterlambatan yang dialami oleh misi pesawat ulang alik yang sebelumnya yaitu 61 sipse yang belum kunjung mendarat dikatakan ada tujuh orang kru yang berada di dalam pesawat tersebut yaitu yang bernama Francis kobi Lalu ada Michael Smith Elison Onizuka Judith resnick Ronald mcneir gregory Jarvis dan kraista mcet koreksi gua kalau salah dalam pengucapan namanya nah misi yang mereka bertujuhi ini dikenal dengan sebutan 51 STP l untuk meluncurkan satelit komunikasi tdrs STP 2 di satelit tdrs trp 2 ini juga membawa satelit Kecil Untuk mengamati komet Heli ketika mendekat ke matahari dan misi tersebut dikatakan akan dilakukan selama 6 hari dan mendaratkan Challenger di cape caneveral Florida Nah Tapi sayangnya mereka ini belum mendarat sehingga penerbangan selanjutnya itu harus ditunda terus-menerus terus nah namun geng setelah itu akhirnya peluncuran pun dilakukan pada tanggal 28 Januari tahun 1986 pada pukul 11.38 pagi awalnya dikatakan semuanya berjalan normal-normal aja sampai pada akhirnya 73 detik setelah peluncuran dan di ketinggian 14.000 m pesawat Challenger tiba-tiba saja meledak dan Challenger itu hancur berkeping-keping dan puing-puingnya itu sampai jatuh ke samudraa Atlantik [Musik] nah Kejadian ini benar-benar memilukan karena ketika proses evakuasi dilakukan tidak ditemukan adanya keberadaan dari tujuh kru yang berada di dalam pesawat sehingga diasumsikan kalau seluruh kru meninggal dan hancur berkeping-keping ketika terjadinya insiden tersebut nah tragedi ini disaksikan oleh seluruh orang di dunia melalui siaran TV di saat itu enggak terkecuali orang-orang yang ada di Indonesia yang mana semuanya benar-benar terenyuh sedih melihat situasi tersebut investigasi pun dilakukan oleh pihak NASA dan Komisi yang ditunjuk oleh presiden Amerika Serikat pada saat itu adalah Ronald RAN yang terdiri dari mantan menteri luar negeri William Rogers dan Astronaut yaitu Neil Armstrong serta Selly Wright dan juga Chuck jageger selaku pilot uji dan seorang Fisikawan yang bernama Richard feinman timbul kecurigaan dan asumsi kalau sebenarnya kegagalan tersebut terjadi karena dana yang dimiliki oleh Nasa di saat itu terlalu sedikit sementara Nasa memiliki banyak misi untuk dijalankan jadi bisa dikatakan tuh kayak ya misi ini tuh kekurangan support dari segi keuangan lah dan berdasarkan hasil penyelidikan beberapa minggu setelah insiden ini terjadi penyebab kecelakaan akhirnya diduga karena adanya kegagalan di bagian o-ing yang ada pada roket pendorong yang disebabkan karena temperatur yang ekstrem yang mana temperaturnya itu sekitar 8 derajat Celcius padahal oringnya hanya mampu menahan sampai suhu 4 derajat Celcius aja kalau menurut Pratiwi ada bagian di dalam Challenger yang aus sehingga terjadi kebocoran dan bagian tersebut sebelumnya engak terpantau oleh komputer dan hal ini yang membuat adanya kebocoran bahan bakar dan menyebabkan semburan api yang begitu besar lalu barulah terjadi ledakan komisi yang menyelidiki kecelakaan ini itu langsung menyalahkan pihak NASA dan pusat penerbangan antariksa Marshall yang ada di hansfield Alabama yang mana mereka inilah yang bertanggung jawab atas pendorong mesin dan Tangki pesawat ulang-alik tersebut kemudian pihak yang turut disalahkan lagi adalah kontraktor dari morton tiocol di okdin Utah yang memproduksi mesin pendorong dan merakit pesawat tersebut di cape canaveral Florida dan insiden ini Tentunya berpengaruh terhadap misi yang akan dijalankan oleh Pratiwi karena pemerintah Amerika langsung menghentikan program pesawat ulang alik yang akan diluncurkan oleh Nasa untuk beberapa waktu ke depan sehingga misi perjalanan ke luar angkasa untuk Pratiwi di saat itu menjadi enggak jelas sama sekali jadi atau tidaknya ya kalau jadi tinggal pastinya kapan gitu tapi intinya enggak ada kejelasan sama sekali semenjak kecelakaan Challenger ini yang terjadi di tanggal 28 Januari tersebut Namun Enggak seperti Pratiwi Satelit Palapa B3 yang Rencananya akan diterbangkan bersama dengan Pratiwi di misi tersebut akhirnya diluncurkan duluan sekitar kurang lebih 1 tahun setel setelah insiden Challenger terjadi tepatnya pada tanggal 21 Maret tahun 1987 untuk mengantisipasi meninggalnya kru seperti sebelumnya Satelit Palapa di saat itu dibawa menggunakan roket Delta tanpa awak yang dioperasikan oleh Nasa karena Nasa udah Kapok lah Wah ini enggak mungkin nih kalau misalkan sampai meledak lagi entar memakan korban jiwa jadi mending pakai roket Delta tanpa adanya [Musik] manusia nah lalu geng walaupun gagal dalam menjalankan misi tersebut kontribusi Pratiwi di bidang ilmu pengetahuan enggak putus sampai di situ aja ya memang dia gagal untuk terbang bersama Nasa ke luar angkasa Nah Tapi beliau menjadi peneliti di Nasa sampai dengan tahun 1987 nah cuma di saat itu terjadi krisis moneter di Indonesia yang membuat kesempatan untuk Pratiwi bisa terbang ke luar angkasa akhirnya semakin Kandas karena sudah enggak ada lagi dana untuk membiayai program latihan astronut Indonesia dan akhirnya pupus sudah semuanya Bu Pratiwi kemudian memutuskan untuk mengabdikan diri dengan melakukan berbagai penelitian sekaligus men menjadi staf pengajar di UI jadi dia kembali ke Indonesia dan di tahun 2008 Bu Pratiwi diangkat menjadi guru besar ilmu mikrobiologi fakultas kedokteran UI dan di tahun 2019 beliau mendapatkan penghargaan recognation for inspiring woman in stem yaitu science technology engineering and maematic Nah jadi ini benar-benar sebuah kisah yang membanggakan sekaligus ya bikin kita sedih juga gitu andai aja Bu Pratiwi bisa terbang di saat itu ya berarti tercatat di dalam sejarah kita sudah punya Astronaut pertama seorang perempuan gitu ya dan gua Yakin banget kalau Bu Pratiwi bisa terbang di saat itu bakal ada astronut-astronaut lainnya karena tadi gua membahas mengenai bupratiwi yang menjadi seorang astronut pertama perempuan dari Indonesia gua jadi tertarik juga nih geng untuk membahas mengenai perkembangan ilmu pengetahuan antariksa di Indonesia jadi sekarang kita masuk nih ke dalam pembahasan mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa yang ada di Indonesia Oke Indonesia ketika masih dipimpin oleh Presiden Soekarno sebenarnya sudah sadar akan pentingnya pengetahuan dan teknologi antariksa apalagi ketika Presiden Soekarno menjadi seorang pemimpin negara kita yang melihat langsung Bagaimana persaingan teknologi antara Amerika dengan Uni Soviet ketika perang dingin dan hal itulah yang membuat Presiden Soekarno juga concern terhadap hal tersebut terlebih lagi untuk dunia antariksa bagi Presiden Soekarno sendiri luar angkasa adalah sebuah ilmu pengetahuan yang harus orang-orang Indonesia miliki Dan sebagaimana Amerika Serikat dan Uni Soviet itu berlomba-lomba untuk berkompetisi dalam bidang antariksa ini dan menurut Presiden Soekarno di saat itu adalah sebuah hal yang revolusioner untuk mempelajari hal tersebut bahkan ketika Presiden Soekarno berpidato pada tanggal 25 Januari tahun 1960 dalam pembukaan Musyawarah Nasional untuk perdamaian Presiden Soekarno menyebutkan ada lima tahap revolusi dunia yaitu revolusi agama komersial industri atom dan luar angkasa yang mana hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kedaulatan sebuah negara mulai dari semangat Itulah Nih geng pemerintah mendirikan sebuah lembaga yang bernama Lembaga Antariksa dan penerbangan nasional atau Pan Pada tahun 1963 untuk menjadi media penelitian antariksa yang ada di Indonesia jadi kayak ibaratnya itu nasaanya Indonesia lah dan hal ini berdampak terhadap banyak mahasiswa yang jadi termotivasi untuk melakukan berbagai riset mengenai luar angkasa terkhususnya mahasiswa dari ITB dan UGM mereka melakukan berbagai eksperimen peluncuran roket dan dilibatkan dalam beberapa proyek roket milik pemerintah seperti proyek Prima pada tahun 1967 dan juga proyek S pada tahun 1965 di tahun 1964 Indonesia berhasil meluncurkan roket Kartika 1 ke antariksa pada saat itu cukup menghebohkan dunia lah dan keberhasilan Indonesia itu yang menjadikan Indonesia cukup diperhitungkan di mata dunia pada masanya dan menjadi negara kedua di asiaafrika setelah Jepang yang bisa meluncurkan roket ilmiah buatan sendiri ke luar angkasa kalau ditanya sekarang apakah masih ya gua enggak tahu deh Jawabannya coba cari sendiri dan sayangnya nih geng awal mula prestasi negara kita ini enggak berlanjut jadi karena bergantinya rezim pemerintah dari orde lama ya ketika Soekarno menjadi Orde Baru dipimpin oleh e Soeharto pergantian rezim ini enggak cuma mengganti pemimpin negaranya aja tapi juga merubah arah politik yang juga mengubah kepentingan nasional karena pemerintah Orde Baru lebih fokus kepada bidang pertanian karena dinilai jauh lebih realistis untuk memberikan kesejahteraan bagi rakyat Karena itulah yang duukung pada pertanian itu yang harus nomor satu ah sedih ya tapi ya udahlah mau gimana lagi gitu Udah lewat tapi pasti timbul pertanyaan bukannya ketika Bu Pratiwi ingin terbang ke luar angkasa itu juga turut disertakan Satelit Palapa dan Presiden Soeharto pun mendukung ya sebagai pemimpin ketika Satelit Palapa itu akan diterbangkan Kok bisa dibilang orde baru Enggak mendukung penelitian di bidang antariksa nih Nah hal itu ternyata enggak terlepas dari kepentingan politik Pak Harto di zaman itu geng yang mana pada saat saat itu kita tahu sendiri bagaimana kondisi politiknya dan bagaimana bisa Pak Harto menjabat sampai 32 tahun Satelit Palapa itu memang diperuntukkan untuk komunikasi tapi dalam agenda pemilu yang diadakan di zaman tersebut jadinya karena dianggap menguntungkan dalam situasi Pemilu makanya didukung penuh Nah jadi dengan kata lain tuh itu merupakan alat kampanye di masa itulah kurang lebih terus Apakah sebenarnya Indonesia perlu untuk mengembangkan teknologi dan ilmu pengetahuan mengenai antariksa ini Nah kalau menurut Bu bupratiwi hal itu sangat perlu geng untuk memahami bidang kedirgantaraan termasuk mengenai fenomena luar angkasa ditambah dengan wilayah Indonesia yang strategis karena berada di Katulistiwa sehingga kekuatan untuk meluncurkan pesawat itu lebih kecil dibandingkan wilayah lain yang tidak berada di Katulistiwa karena adanya gravitasi bumi Nah jadi kalau dilihat dari sini Sebenarnya Indonesia itu sudah unggul perihal lokasi kemudian sebenarnya kalau dibandingkan dengan India dan Cina Bu Pratiwi mengatakan kalau Indonesia memang sudah lebih dulu menguasai bidang ini karena di antara negara-negara dunia ketiga yang lain indonesial yang pertama kali memiliki satelit bahkan Singapura dan Thailand aja dulu numpang satelit di kita dan kalau kata bupratiwi geng sekarang memang Indonesia sudah punya banyak tapi itu semua beli seperti Satelit Palapa nah menurut dia Hal itulah yang menyebabkan perkembangan Indonesia di dunia antariksa menjadi terhenti karena enggak ada media untuk belajarnya teknologi untuk membuat satelitnya juga udah ketinggalan kalau Indonesia enggak ikut mempelajari antariksa ini akan Tertinggal jauh lagi dan menurut bupratiwi juga Indonesia memang sudah ketinggalan karena menganggap bidang astronomi ini bukanlah sebuah prioritas terutama dimulai ketika zamannya Pak Harto dan bahkan sampai sekarang karena bukan menjadi sebuah prioritas jadi inilah akhirnya enggak ada dana yang digelontorkan dialirkan untuk mempelajari dunia antariksa yang sudah pasti menelan banyak biaya gitu nah tapi ya dengan kondisi negara kita kayak gini korupsinya aja banyak gitu ya Dan yang pejabat aneh-anehnya aja dibiarin kayak gitu aja kayaknya makin mustahil gitu untuk bisa mendapatkan yang namanya media untuk mempelajari dunia antariksa ini dan tidak fokusnya Indonesia di bidang tersebutlah menjadi salah satu indikator Mengapa negara kita bisa dikatakan Tertinggal dibandingkan India yang selalu ya dianggap kotorlah dianggap apalah gitu tapi ternyata justru India yang lebih mampu untuk membuktikan kalau mereka berhasil di bidang ilmu pengetahuan mungkin ini menjadi sebuah hal yang harus diperhitungkan oleh pemerintah Indonesia ke depannya untuk juga bisa fokus ke bidang antariksa nah itu dia geng pembahasan kita hari ini mengenai Bu Pratiwi Sudarmono sebagai Astronaut perempuan pertama di Indonesia dan bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi antariksa yang ada di Indonesia gimana geng Menurut kalian tentang pembahasan kita ini coba tinggalkan komentar di bawah
Resume
Categories