Transcript
_xgEJN0JqF8 • RUMAH BOS NARKO PALANGKARAYA ! DI LUAR BEDENG DI DALAM SEPERTI HOTEL BINTANG 5
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1245__xgEJN0JqF8.txt
Kind: captions
Language: id
jadi kayak kita beli tiket aja gitu Nah
mungkin kayak tiket bioskop lah atau
tiket masuk ke festival gitu dan
sepertinya warga di sekitar sana udah
engak aneh lagi sama transaksi
terang-terangan yang dilakukan oleh
Saleh ini dan walaupun menjualnya secara
terang-terangan yo geng tekan tombol
subscribe
geng Halo geng Welcome back to kamar
Jerry
[Musik]
geng geng Kalian pasti udah enggak asing
nih Geng kalau dengar nama Pablo Escobar
ya kartel atau Bos kartel yang sangat
mendunia dan bahkan dikatakan pernah
menjadi orang nomor tujuh terkaya di
dunia nah saking fenomenalnya Pablo
Escobar namanya tuh bakal selalu diingat
kalau membahas mengenai hal-hal yang
berbau narkotika Gimana Enggak Escobar
ini berhasil mendapatkan kekayaan dari
penjualan narkotikanya sampai bisa
membangun kerajaan nya sendiri dari
kekayaannya tersebut itu membuat dia
semakin dikenal karena ditemukannya
banyak sekali harta yang dia sembunyikan
di dalam tembok rumahnya Jadi kalian
bisa bayangkan tuh geng betapa Kayanya
dia dan betapa besarnya kerajaan yang
dibangun oleh Escobar buat kalian yang
mau menonton pembahasan tentang Escobar
selengkapnya gua udah pernah bikin ini
di konten gua yang ini tapi hari ini gua
pengen ngebahas tentang orang Indonesia
yang mana sosoknya Ini digadang-gadang
mirip dengan sosok Pablo Escobar tapi
mungkin versi light gitu ya ee versi
kecil-kecilan tapi walaupun
kecil-kecilan ini enggak main-main juga
kalian bakal kaget ngelihat fakta yang
sebenarnya Nah jadi ceritanya itu ada
seorang bos narkotika namanya itu adalah
Saleh Dia ini asal Palangkaraya 2 tahun
lalu Saleh ini udah pernah ditangkap
namun akhirnya dibebaskan lagi untuk
alasan-alasan tertentulah nah tapi
sekarang si Saleh ini kembali ditangkap
lagi oleh pihak BNN karena
keterlibatannya dia dalam pengedaran
narkotika ada satu hal nih yang membuat
penangkapan Saleh ini menjadi viral dan
men ik banget karena seperti yang kita
tahu ya kalau seseorang yang terlibat di
dalam perdagangan narkotika ini pasti
punya banyak uang Begitu juga dengan
Saleh yang mana kelihatannya nih ya dia
ini agak berbeda sih dengan pengedar
narkotika atau kartel-kartel yang ada di
luar sana yang mungkin hidupnya
mentereng gitu kalau Saleh ini
kelihatannya dia ini seperti orang yang
sederhana orang yang biasa-biasa aja
enggak terlalu terlihat banyak uang gitu
dan hidupnya juga enggak terlalu mewah
gitu dan bahkan kalau kalian lihat dari
bentuk rumahnya nih rumahnya kayak gini
nih lihat dulu deh dari luarnya ya
mungkin enggak dia orang kaya rumahnya
aja tuh bentuknya kayak rumah bedeng dan
kalau dilihat dari ya apa ya Secara
kasat mata gitu ya ya udah kayak gubuk
aja gitu dibangun hanya menggunakan
bahan bangunan semi permanen cuma ada
hal yang unik banget dari sini kalau
kalian lihat ke dalam gubuk tersebut
kalian masuk dan kalian akan menemukan
interior dengan furniture yang dimiliki
oleh Saleh itu mewah-mewah banget
tentunya sangat berbeda atau
kontradiktif banget dengan kondisi luar
rumahnya
menempati rumah dengan fasilitas mewah
meski dari luar nampak seperti
bedek di video kali ini kita bakal
ngebahas nih tentang kasus dari Saleh
ini mulai dari kasus yang menimpa dia
sampai pada akhirnya dia tertangkap dan
terungkapnya bagaimana kondisi di dalam
rumah Saleh yang ternyata berkamuflase
dengan kondisi sederhana tersebut dan
gua juga bakal ngebahas mengenai tempat
tinggal Saleh yang ternyata memiliki
julukan sebagai Kampung narkotika
Palangkaraya Langsung aja kita bahas
secara lengkap tentang kasus yang satu
ini di sisi lain
[Musik]
Oke agak berbeda dengan konten-konten
sebelumnya ya kalau sebelum-sebelumnya
gua membahas tentang kriminal pasti
dipermisi atau peristiwa misteri dari
berbagai sisi gitu Karena kan ini hal
yang mencengangkan mengerikan gitu nah
namun untuk kisahnya Saleh ini gua
justru membahasnya di sisi lain karena
menurut gua unik banget nah untuk
pembahasan pertama kita akan membahas
dulu kronologi tertangkapnya Saleh
[Musik]
oke Oke jadi geng Saleh ini memiliki
nama panjang e salihidin berusia 39
tahun yang berasal dari puntun
Palangkaraya Kalimantan Tengah dia ini
memiliki julukan sebagai raja narkotika
asal Palangkaraya dan sudah melakukan
pengedaran sejak tahun 2016 nah Saleh
ini enggak cuma tertangkap baru-baru ini
aja atau enggak cuma sekali ini aja tapi
dia juga sudah menjadi incaran dari tim
BNN Provinsi Kalimantan Tengah dan juga
polisi dari sejak lama bahkan pada tahun
2020 polisi serta BNN Kalimantan Tengah
itu mendapatkan informasi kalau Saleh
menjadi Bandar narkotika di perkampungan
tempat tinggalnya dengan jarak sekitar 3
km dari Jalan Utama dia ini berhasil
ditangkap pada tahun 2021 dan pada
penangkapannya saat itu BNN itu berhasil
mengamankan barang bukti yaitu sbsb ya
yang putih-putih sebanyak
202,8 gram dari barang bukti tersebut
Saleh ini terbukti menjadi bagian dari
pengedar narkotika dan menjadi seorang
bandar Nah setelah ditangkap Saleh
kemudian itu harus menjalani proses
persidangan tapi geng pada tanggal 24
Mei Tahun 2022 Hakim menyatakan kalau
dakwaan yang diberikan kepada Saleh
tidak memiliki bukti yang kuat ya kita
enggak tahulah Kenapa demikian Mungkin
kalian pahamlah tentang dunia hukum
narkotika ini kok bisa sudah terbukti
ada barang bukti dia pengedar tapi bisa
lolos Nah itu kalian bisa nilai sendiri
dan sehingga nih ya di saat itu Saleh
ini dibebaskan dari segala tuduhan
sebagai seorang pengedar narkotika
meskipun sudah dibebaskan dengan alasan
yang enggak memiliki bukti yang kuat BNN
dan juga Jaksa di saat itu menangani
kasus Saleh ini masih sangat yakin kalau
Saleh ini benar-benar bersalah Wah
Kasihan juga ya pihak BNN dan jaksanya
mereka udah ngumpulin barang bukti
tetapi ya Saleh masih bisa bebas
akhirnya di saat itu pihak BNN dan juga
Jaksa berupaya untuk mengajukan kasasi
dari kasasi inilah akhirnya Saleh
dijatuhi hukuman 7 tahun penjara dan
didenda sebesar Rp1 miliar namun hukuman
tersebut harusnya berhasil untuk
menghentikan aktivitas Saleh dalam
mengendarkan narkotika Namun ternyata
dia malah melarikan diri dan setelah itu
Kejaksaan Negeri Palangkaraya memberi
tahu dan berkoordinasi dengan BNN
Kalimantan Tengah untuk melakukan
pencarian terhadap Saleh ini lalu geng
ketika mendapatkan laporan bahwa Saleh
sudah berhasil melarikan diri tim BNN
sekali lagi harus memburu Saleh dengan
memasukkan Saleh ke dalam daftar
pencarian orang atau DPU di saat itu
Saleh pun akhirnya melarikan diri dengan
cara kabur dari Palangkaraya menuju ke
Samarinda Kalimantan Timur nah dia
sempat berpindah-pindah tempat tinggal
selama di Samarinda dari satu hotel ke
Hotel lainnya dan Saleh sempat berada di
Samarinda selama 6 bulan karena di saat
itu dia terus berpindah pindah seperti
enggak ada tujuan Saleh akhirnya
memutuskan untuk pindah lagi ke
Banjarmasin Kalimantan Selatan dan dia
berada di sana selama 1 bulan Jadi kalau
di total nih Ya kurang lebih dia ini di
dalam pelarian itu selama 7 bulan
lamanya dengan berpindah-pindah tempat
tapi masih di lingkup
Kalimantan karena merasa selama dia
melarikan diri ini enggak pernah ada
yang mencari dan memburu dia Saleh
akhirnya berpikir kalau dia sudah aman
dan enggak akan tertangkap lagi akhirnya
dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya
yang berada di Jalan Rindang Banua Gang
akhlak Kelurahan Pahandut Kecamatan
Pahandut Kota Palangkaraya Kalimantan
Tengah Enggak cuma pulang ke rumah aja
geng Saleh bahkan kembali menjalani
perannya sebagai Bandar dan pengedar
narkotika seperti sebelumnya Wah nekat
banget dan ketika Saleh menjalani bisnis
ini dia diketahui memiliki banyak orang
suruhan untuk bisa menjalankan bisnisnya
tersebut dalam mengedarkan narkotika
jenis sbsb di Palangkaraya dan wilayah
sekitarnya lalu timbul pertanyaan dari
manakah Saleh ini mendapatkan bahan
tersebut Apakah dia bikin sendiri lalu
menjualnya nah dikatakan nih dari
informasi kalau dia mendapatkan barang
ini dari seorang bandar besar yang
berinisial Koh a Koh ini berarti sebuah
julukan gitu geng ya si koh a ini
mengaku kepada Saleh kalau dia berasal
dari Semarang Jawa Tengah dan KOH a ini
mengirimkan sbsb kepada Saleh melalui
kota Banjarmasin menggunakan jalur darat
yang nantinya akan diterima oleh anak
buah Saleh yang berinisial Aa setelah
Saleh mendapatkan sbsb tersebut Saleh
bakal membagi SB tersebut menjadi
beberapa bagian dengan ukuran yang
bervariasi kemudian baru dijual jadi
diecer cara menjualnya menurut gua cukup
unik geng karena biasanya orang-orang
yang melakukan transaksi narkotika ini
dengan cara bertemu di tempat yang sudah
dijanjikan baru terjadi transaksi gitu
ya Nah itu pun dilakukan dengan cara
sembunyi-sembunyi kan agar enggak ada
yang mencurigai tapi yang dilakukan oleh
Saleh ini beda bahkan Baru kali ini gua
tahu cara menjual narkotika seperti ini
nah jadi geng di belakang rumah Saleh
ada sebuah tempat yang dijadikan sebagai
loket Nah di situ dia menjual
narkotikanya dan orang-orang yang mau
beli tinggal datang ke sana aja jadi
kayak kita beli tiket aja gitu Nah
mungkin kayak tiket bioskop lah atau
tiket masuk ke festival gitu dan
sepertinya warga di sekitar sana udah
enggak aneh lagi sama transaksi
terang-terangan yang dilakukan oleh
Saleh ini dan walaupun menjualnya secara
terang-terangan banyak orang yang
membeli SB dari Saleh kayak enggak takut
sama sekali Dan setelah semua uang
terkumpul dari penjualan tersebut
uangnya bakal diserahkan kepada
seseorang yang berinisial e nah kemudian
uang-uang yang sudah terkumpul ke e ini
akan diserahkan kepada anak buah Saleh
yang lain yang berinisial us setiap
seminggu sekali Nah dari US inilah uang
tersebut akan diserahkan kepada Koh a
yang menjadi Bandar utama dari
pengedaran narkotika ini nah komunikasi
yang dilakukan antara saleh dan koha ini
hanya sebatas laporan Berapa jumlah uang
yang akan disetorkan us kepada dia
selebihnya mereka enggak bakal
berkomunikasi lagi satu sama lain dan
dari penjualan SB ini Saleh bisa
mendapatkan pendapatan antara Rp50
sampai Rp100 juta dan uang tersebut
nantinya akan dibagi-bagi ada yang untuk
Koh a ada yang untuk Saleh baru ada yang
untuk anak buahnya dan e sendiri sebagai
orang yang mengumpulkan uang dari hasil
penjualan sebelum diserahkan kepada us
itu bakal mendapatkan upah sebesar Rp50
juta untuk setiap 1 kg penjualan SB
sementara jumlah uang setoran yang harus
diberikan kepada Koh A itu mencapai 750
kg untuk setiap penjualan ya lu kaliin
aja tuh berapa miliar tuh yang harus
dietor
dari sisi lain ketika Saleh ini kembali
menekuni bisnisnya Setelah dia ya
melakukan pelarian gitu ya polisi serta
BNN ternyata masih terus melakukan
pengejaran terhadap Saleh sampai pada
tanggal 3 September tahun 2024 BNN pun
berhasil menangkap kaki tangannya Saleh
yaitu si e tadi dan menyita barang bukti
yaitu uang tunai sebesar rp902 juta dari
e hampir 1 m dan hanya saja di saat itu
pihak BNN masih belum bisa mengetahui
dan menangkap Saleh pada saat itu
kemudian BNN dan polisi akhirnya
berhasil nih mendapatkan informasi
keesokan harinya tepat pada tanggal 4
September tahun 2024 yang mana dikatakan
kalau Saleh ternyata sedang bersembunyi
di Jalan Rindang Banu Gang sayur
Kecamatan Pahandut Palangkaraya di saat
itu Saleh juga mengetahui kalau dia
bakal ditangkap dan dia langsung
berusaha untuk melarikan diri dari
kejaran polisi dan BNN dia sempat
bersembunyi di balik semak buukar yang
berada di sekitar rawa-rawa Nah sebagai
upaya untuk mencegah Saleh kabur lebih
jauh polisi di saat itu sampai
melepaskan tembakan sehingga mengenai
tubuh saleh dan Saleh pun terkapar tidak
berdaya di saat itu petugas langsung
mengevakuasi Saleh untuk diamankan dan
dibawa ke rumah sakit hendak melarikan
diri Saleh pun terpaksa dilumpuhkan
dengan timah panas nah selain Saleh di
dalam penangkapan tersebut ada satu
orang lain yang berinisial m alias u
yang juga ikut bersembunyi bersama Saleh
m alias u ini memiliki peran sebagai
penjaga rumah tempat Saleh bersembunyi
selama ini dan ada sebanyak 10 orang
lain yang ikut diamankan oleh Polisi
untuk dimintai keterangan dan memas
pastikan Apakah 10 orang ini ikut
terlibat di dalam bisnis yang dijalankan
oleh Saleh atau enggak dan ketika polisi
menangkap Saleh ini ada hal yang
sangat-sangat menarik ini lebih menarik
dibandingkan penangkapan bandar lainnya
seperti yang gua mention di awal yaitu
mengenai rumahnya sekarang kita bahas
kondisi rumahnya Saleh yang benar-benar
mind
blowing jadi geng seperti yang gua
sempat mention sebelum nya ketika kita
lihat dari luar rumah yang dimiliki oleh
Saleh ini seperti rumah yang tidak
layaklah untuk seorang bos narkotika dan
ini mirip seperti Bedeng atau gubuk gitu
video penampakan Rumah Saleh ini ramai
banget geng di sosial media yang awalnya
ini diketahui oleh anggota BNN yang
memasuki rumahnya Saleh yang berada di
Jalan Rindang Banua dari tampak depan
rumahnya itu terbuat dari sengseng yang
terlihat sudah berkarat dan berada di
bantaran sungai untuk ke rumahnya aja
harus melalui sebuah jembatan yang
terbuat dari kayu kayu kecil kalau
dilihat dari luar orang akan berpikir
kalau ini memang rumah tidak layak huni
atau mungkin ya masyarakat menengah ke
bawah tapi semua anggapan itu berubah
ketika petugas BNN masuk ke dalam rumah
Saleh karena Ketika dilihat di dalam
rumahnya itu sangat berbanding terbalik
dari apa yang terlihat dari luar
rumahnya memiliki fitur yang mewah
seperti kasur tv lampu kristal toilet
duduk bahkan bisa memiliki shower dan
betup ini bukan betup sih lebih ke
jacuzzi gitu kalian bisa lihat sendiri
nih video dan
foto-fotonya K kamar tidur lengkap
dengan televisi hingga kamar mandi yang
dilengkapi jacuzzi atau tempat berendam
air panas sungguh kontras perbandingan
penampilan Rah rumah dengan fasilitas
yang ada di
dalamnya biasanya hanya orang-orang yang
memiliki rumah besar atau rumah gedongan
yang punya semua peralatan kayak gitu
tapi Saleh bisa memiliki semua fasilitas
itu di rumahnya yang dari luar tampaknya
sangat sederhana nah tampilan luar rumah
Saleh seperti gubuk tapi di dalamnya
benar-benar mewah serasa masuk ke dalam
penginapan Ya seperti di hotel-hotel
mewah bintang lima dan dia tinggal di
sana ternyata enggak sendirian doang
karena di sebelah rumahnya ada lima
rumah lain yang juga dihubungkan dengan
jembatan kayu kecil yang mana rumah
tersebut ditinggali oleh anak-anak
buahnya diduga furnitur rumah mewah
milik Saleh ini berasal dari keuntungan
yang dia dapatkan dari hasil penjualan
narkotika Nah dari situlah ketika
divideokan terus dijadikan pemberitaan
Wah hebohnya luar biasa semua orang
enggak nyangka bahwa di dalam rumah
tersebut ada fasilitas hotel bintang
lima nah tetap tangga tetangganya tuh
pada kayak Hah gitu Yah selama ini kita
punya rumah gubuk panas ya emang panas
dari sank ternyata Saleh tuh cuman
melapisi bagian luarnya doang dalamnya
itu buset adem banget ada AC ada jacuzzi
ya Ada spring bed mewah yang gua bingung
ya selama ini Ketika barang-barang itu
dimasukin dia itu ngemasukin a di jam
berapa ya kan kalau misalkan kayak betup
jacuzzi ya tempat tidur spring bed yang
mewah dimasukin ke situ pasti kan
orang-orang pada lihat kalau dimasukin
siang hari Nah coba deh Menurut kalian
tuh geng udah pasti malam hari sih ya
atau subuh-subuh pas lagi
sepi-sepinya dan untuk saat ini geng
akhirnya Saleh harus menjalani hukuman
setelah ditangkap dia dikenakan pasal
114 ayat 2 jungto pasal 112 ayat 2
undang-undang narkotika yang mana pasal
tersebut juga yang dijatuhkan kepada dia
di Tahun 2022 dan agar Saleh ini enggak
kabur lagi dan bisa menjalankan
bisnisnya kembali Saleh bakal dipenjara
di Nusakambangan yang menjadi penjara
paling mengerikan di Indonesia dan
menjadi tempat bagi para Bandar serta
pengedar narkotika terbesar di Indonesia
di penjara terus Selain itu kenapa Saleh
ini harus dipindahkan ke Nusakambangan
karena dia berperan sebagai Bandar di
Palangkaraya dan memiliki jaringan yang
sangat kuat dan masih memiliki pengaruh
yang besar dalam mengedarkan narkotika
sehingga diharapkan dengan dia di
penjara di Nusakambangan bisa menjauhkan
Saleh dari anak buahnya sehingga
peredaran narkotika di bawah jaringannya
dia bisa dihentikan nah kemudian anak
buah Saleh yang berinisial us juga
menjadi buron dan masih dicari
keberadaannya oleh Polisi untuk negara
dalam pemberantasan narkoba khususnya di
Kalimantan Tengah nantinya gembong
narkoba asal palang karea ini akan
menjalankan hukumannya di Lapas Nusa
Kambangan terus geng usut punya usut Nih
ternyata di tempat di mana Saleh ini
menjalankan bisnisnya tersebut Enggak
cuma dia aja yang menjalankan bisnis
narkotika tapi ada beberapa kasus lain
yang sempat terjadi di sana Nah kita
bahas dulu nih geng beberapa kasus lain
yang terjadi di Palangkaraya
[Musik]
kasus yang satu ini terjadi pada tanggal
23 April tahun 2020 di tempat yang sama
yaitu di daerah puntun Palangkaraya
Kalimantan Tengah polisi pada saat itu
menangkap seorang perempuan yang
kedapatan membawa empat pil ekstasi dan
perempuan tersebut mengaku
mendapatkannya dari sana sebagai
pengembangan dari kasus tersebut
akhirnya daerah itu digerebek oleh
Polresta Palangkaraya dan ada sebanyak
lima orang yang diamankan oleh Polisi
Dan di saat itu kelima orang itu
berusaha untuk menghalangi polisi yang
sedang melakukan penggerebekan dan
dikatakan kalau lima orang tersebut
sudah pernah ditangkap sebelumnya bahkan
sudah berkali-kali ditangkap tapi ketika
mereka semua ditangkap pada saat itu
enggak ditemukan adanya barang bukti
berupa narkotika hal itu dikarenakan
mereka hanya berperan sebagai mata-mata
aja tapi dalam penggerbekan di sana
polisi itu berhasil menyita beberapa
barang bukti yaitu 16 paket sbsb dan 20
alat hisap sbsb senapan senjata tajam
jenis Katana dan uang tunai sebesar rp16
juta sayangnya di dalam penggerbekan ini
polisi enggak berhasil menangkap para
bandarnya karena diyakini mereka itu
sudah kabur sebelum Polisi datang dan
sudah mempersiapkan akses untuk kabur
dari sana dan untuk itu polisi pun
memutuskan untuk membakar lokasi
tersebut karena polisi sudah
berkali-kali melakukan penggerebekan di
sana dan para bandar ini selalu berhasil
kabur karena mereka ini selalu
berpindah-pindah
tempat merupakan target operasi dan
sudah berkali-kali dilakukan
penggerbakan baik dari tingkat Polda
maupun tingkat
Polres nah terus kasus yang sama terjadi
lagi jadi jadi di daerah ini Emang
sering sekali berulang geng Kayak udah
jadi sarangnya gitu terjadinya pada
tanggal 2 Desember Tahun 2022 dan ini
menimpa seorang petugas polisi yang
bernama aibda Andre Wibisono yang
bertugas di bidokes Polda Kalimantan
Tengah saat itu aibda Andre ini sedang
mendatangi kampung puntun untuk meminta
sejumlah uang dan narkotika jenis SB dia
ini mendapatkan SB seberat 0,5 gr dan
sejumlah uang tetapi Berdasarkan
informasi yang gua dapat nih ya dari
media Andre ini malah marah-marah ketika
mendatangi lokasi pertama dan tidak lama
Dar itu Andre ini berlanjut ke lokasi
kedua Andre yang marah-marah ini
akhirnya membuat salah satu orang yang
berada di sana tersulut emosi sehingga
terjadilah perkelahian orang tersebut
kemudian dibantu oleh beberapa orang
temannya itu mengeroyok Andre sehingga
Andre pun terpojok dan masuk ke dalam
rawa-rawa enggak sampai di situ aja
mereka ngejar Andre yang sudah berada di
rawa-rawa dengan memukul menggunakan
kayu serta Palu bahkan ada satu di
antara mereka yang menembakkan senjata
air shoftgun ke arah kepala Andre
sebanyak lima kali setelah mereka
melakukan itu semua mereka meninggalkan
Andre dengan kondisi yang sudah terkapar
tidak berdaya warga sekitar yang
mengetahui kejadian tersebut berusaha
untuk nolong Andre dan membawanya ke
rumah sakit namun sayangnya nyawanya
enggak tertolong Nah dari kejadian
tersebut polisi akhirnya mengejar para
pelaku dan polisi berhasil menangkap
delapan pelaku dari kejadian tersebut
Nah kalau kita lihat kejadiannya miris
banget ya geng ya karena ada oknum
aparat yang mencoba bermain dengan para
pengedar tapi justru dia jadi korbannya
di dalam kasus ini malah dikeroyok oleh
para pengedar tersebut Seorang personel
kepolisian bernama aibda Andre Wibisono
ditemukanudara dengan sejumlah luka
ditubuh korban di kawasan Kampung Nar
nah terus geng setelah kejadian tersebut
singkat ceritanya polisi juga sempat
menangkap dua pengedar sbsb yang lain
yang berinisial AJ dan RC mereka ini
berhasil ditangkap Setelah membeli
narkotika jenis SB di kampung puntun
kemudian dires narkoba Polda Kalimantan
Tengah juga menggerebek Kampung tersebut
untuk kesekian kalinya dari kasus-kasus
yang sudah gua ceritakan tadi bisa kita
nilai sendiri geng sepertinya memang
wilayah ini sangat berbahaya dan enggak
kenal hukum kayaknya karena
orang-orangnya dengan bebas mengedarkan
narkotika tanpa harus sembunyi-sembunyi
jadi benar-benar parah
[Musik]
banget sekarang kita bahas nih geng
mengenai Kampung puntun ini yang
dikatakan sebagai sarang pengedar
narkotika di Palangkaraya dan ini bukan
julukan yang gua berikan ya geng tetapi
memang sudah dikenal oleh masyarakat di
sana dan para netizen
[Musik]
jadi Geng kalau kita berbicara tentang
Kampung puntun tempat asalnya si
pengedar yang bernama Saleh ternyata
memang dikenal dengan Kampung narkotika
karena banyak banget Bandar dan pengedar
narkotikanya di sana sehingga lokasi
tersebut menjadi kawasan dengan
peredaran narkotika jenis SB tertinggi
di Palangkaraya untuk bisa mencapai
Kampung puntun ini dikatakan enggak
mudah karena akses ke sana itu harus
melalui jalan yang sempit dan hanya bisa
dilalui oleh sepeda motor dan Enggak
semua orang bisa masuk ke sana geng
karena di kampung ini memiliki tiga
lapis gerbang masuk yang dijaga oleh
anggota dari sindikat narkotika Wah
keren Enggak tuh udah kayak di Meksiko
di Brazil sana dan wilayahnya itu
benar-benar dijaga ketat wilayahnya
boleh perkampungan tapi memiliki
penjagaan yang super ketat seperti
markas besar bahkan ada yang menyamakan
Kampung puntun ini seperti Colombia dan
selain adanya gerbang tiga lapis
tersebut tadi di kampung puntun ini juga
ada beberapa pos pantau atau kayak Tower
untuk mengintip lah gitu mengintip ada
siapa yang datang Apakah polisi atau BNN
gitu dan ada beberapa pos di sana yang
setiap harinya dijaga oleh para anggota
dari sindikat narkotika yang beroperasi
di sana pos tersebut terbuat dari kayu
dengan luas 2* 2 M kalau ada polisi yang
datang ke sana dengan jumlah anggota
yang sedikit sudah pasti bakal dihabisi
oleh mereka Jadi mereka enggak takut
sama
[Musik]
sekali lalu geng untuk memperdagangkan
narkotika di sana rata-rata semuanya
menggunakan cara yang sama dengan Saleh
yaitu dengan membuat sebuah loket dan di
loket tersebut disediakan sebuah papan
untuk tarif harga per paket sbsb dan
Enggak cuma peredaran narkotika yang
sangat masif di kampung tersebut Tapi di
sana juga menyediakan lokasi untuk
aktivitas perjudian tempatnya berada
dekat dengan portal masuk ke area
penjualan narkotika setelah melewati Pos
2 Kampung puntun ini itu benar-benar
pusat dari kriminalitas narkotika ada
judi pun ada dan enggak heran kalau
Kampung tersebut menjadi target operasi
dari pihak kepolisian serta BNN saking
banyaknya kriminalitas di sana Nah
Setelah meninggalnya aibda Andre itu
petugas kepolisian baik dari Polda
maupun Polres itu sering melakukan
patroli dan penertiban di kampung
[Musik]
puntun pasti timbul pertanyaan Apakah
semua warga di sana adalah Bandar serta
pengedar narkotika jawabannya ya enggak
geng ada warga yang memilih untuk tidak
terlibat dalam bisnis gelap tersebut dan
sangat menyayangkan lingkungannya
mendapat stigma jelek dari banyak orang
karena tingginya peredaran narkotika di
sana sebagian besar warga di sana
berharap agar Kampung tersebut menjadi
kawasan yang bersih dari peredaran
narkotika dan menurut ketua RT setempat
yang bernama Pak Imam sejak dulu warga
di sana sudah ingin membersihkan Kampung
puntun dari peredaran narkotika Apalagi
setelah Kampung tersebut sudah dicap
sebagai sarang narkotika tapi mungkin
warga sekitar tidak punya power yang
besar untuk bisa melawan para bandar ini
dan pengedar narkotika di sana ya mereka
sangat berkuasa dan meskipun Pak Imam
sendiri mengatakan kalau dia tidak
pernah mendapatkan ancaman dari para
Bandar serta pengedar narkotika di sana
namun para warga yang ada di sana merasa
terancam dengan adanya aktivitas ilegal
yang sangat meresahkan ini sehingga
upaya yang dilakukan oleh Polisi serta
BNN sangat diharapkan oleh warga dan
membantu para warga yang ada di sana
untuk membersihkan dan memulihkan nama
baik dari kampung
tersebut dalam penggerobekan polisi pun
juga membakar sebuah bangunan yang
diduga sebagai menara
pengawas Nah itu dia geng pembahasan
kita hari ini mengenai Saleh si raja
narkotika yang berasal dari Palangkaraya
dan kampung puntun yang menjadi jadi
tempat tinggal Saleh yang memang yang
menjadi pusat dari peredaran narkotika
di Palangkaraya gimana Menurut kalian
geng Tentang pembahasan kita kali ini
Apakah kalian setuju dengan Saleh yang
mirip sekali seperti Pablo Escobar tapi
versi light-nya gitu coba tinggalkan
komentar di bawah