AMERICAN ASTRONAUTS TRAPPED IN SPACE AND CANNOT RETURN HOME DUE TO DAMAGED PLANES!
FJMYw-DNbbE • 2024-09-07
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id pihak Nasa tetap berusaha untuk menggunakan styleiner padahal sudah mengalami banyak kendala ketika diuji coba dan beruntungnya Sunita dan Berry itu berhasil sampai ke ISS dengan selamat di dalam penerbangan di tahun 2024 ini Tapi sayangnya gak bisa kembali Yo geng tekan tombol subscribe geng Halo geng Welcome back to kamar jeri [Musik] geng geng jadi beberapa hari ini lagi ramai pemberitaan di sosial media nih geng terutama di tiktok soal dua Astronaut yang bernama Sunita William dan Barry wilmore yang dikabarkan saat ini mereka itu sedang terjebak di luar angkasa dan gak bisa pulang ke bumi berita ini jujur aja bikin gua terbingung-bingung gitu ya Kok bisa ada orang dikirim ke luar angkasa ya kan sebagai Astronaut terus tiba-tiba gak bisa pulang ke bumi Apakah dari awal mereka diberangkatkan tuh belum diatur gitu perencanaan Bagaimana nantinya mereka sampai di sana terus mereka baliknya kapan gitu kok bisa-bisanya ada yang gak bisa kembali dan sontak berita ini membuat gempar banyak orang karena kalau sampai persediaan untuk bertahan hidup mereka itu habis ditakutkan kalau kedua Astronaut ini ya enggak bakal bisa bertahan hidupep feeling like bayangin aja Geng kalau kita terjebak di dalam sebuah rumah tanpa bisa ke mana-mana selama beberapa hari ya udah pasti bakal Stres banget apalagi ini terjebak di luar angkasa yang Bahkan kita enggak bisa ngebayangin Gimana cara bertahan hidup di sana ya untuk berjalan napak aja enggak bisa gitu Ya seperti yang kita tahu kan di sana enggak ada gaya gravitasi semua orang melayang-layang bahkan benda-benda pun melayang-layang dari kabar yang meredar dikatakan kalau pihak Nasa itu baru bisa membawa mereka pulang pada tahun 2025 nanti Nah jadi mereka berdua diminta untuk bersabar terlebih dahulu sampai tahun depan di video kali ini kita bakal ngebahas nih secara lengkap mengenai kedua Astronaut yang terjebak itu geng mulai dari bagaimana mereka bisa terjebak di luar angkasa dan apa saja yang dilakukan oleh Nasa untuk menyelamatkan mereka nah Mari sama-sama kita bahas secara lengkap di sisi lain [Musik] Oke jangan lupa buat kalian semua check out genlabs watermelon Bubble Gum bagi yang udah coba Jangan lupa tinggalkan komentarnya gimana experience kalian ketika mencoba genlabs watermelon Bubble Gum Oke Langsung aja kita kita masuk ke dalam pembahasan untuk pembahasan yang pertama kita akan mulai dari profil si astronautnya yaitu yang bernama Sunita Williams dan Barry wilmore Oke sebelum kita membahas jauh terkait kronologi Bagaimana kedua astronut ini bisa terjebak di luar angkasa kita bahas dulu nih geng mengenai profil mereka berdua jadi Sunita Williams dan Barry wilmore ini adalah dua orang Astronaut yang ditugaskan dalam misi keluar angkasa oleh Amerika Serikat Sunita William sendiri adalah seorang perempuan yang lahir pada tanggal 19 September tahun 1965 di yclid Ohio Amerika Serikat dia ini merupakan Astronaut Amerika kedua yang memiliki darah India setelah astronut Amerika lain yang bernama Kalpana chaula pada tahun 1983 Sunita ini masuk ke dalam Akademi Angkatan Laut Amerika Serikat di enapolis maryland yang kemudian Dia diangkat menjadi Perwira Muda pada tahun 1987 dan mengikuti pelatihan penerbangan di komando pelatihan penerbangan angkatan laut terus singkat cerita 2 tahun kemudian tepatnya pada bulan Juli tahun 1989 dia ini mulai memasuki pelatihan helikopter dan mulai menjalani misi di dalam pasukan penerbang helikopter selama persiapan untuk perang di Teluk Persia Nah jadi perjalanan dia sebelum jadi Astronaut cukup panjang geng dan singkat ceritanya lagi nih pada tahun 1993 Sunita Ini akhirnya menjadi pilot uji angkatan laut dan menjadi instruktur pilot uji di mana dia menerbangkan lebih dari 30 pesawat berbeda dan mencatat lebih dari 2770 jam terbang Nah jadi dia ini adalah seorang perempuan yang benar-benar [Musik] berpengalaman lalu Sunita kemudian terpilih untuk mengikuti program Astronaut dan ditempatkan di USS saipan dan semenjak itulah dia terpilih untuk menjadi astronut bagi negara Amerika Serikat Sunita ini mulai semakin mendalami dan melakukan pelatihan astronut itu pada tahun 1998 l Sunita akhirnya Pergi ke Moskow Rusia untuk menjalani serangkaian pelatihan untuk robotika dan juga teknologi operasional International Space station yang disingkat dengan ISS untuk menyiapkan penerbangan menuju ISS Nah jadi ISS tersebut adanya di ruang angkasa geng jadi itu kayak sebuah stasiun atau pangkalan yang ada di ruang angkasa lalu Selain itu geng dia juga bekerja dengan Rusian federalace agency atau yang disebut dengan Ros Cosmos nah singkat cerita pada tanggal 9 Desember tahun 2006 Sunita pun diterbangkan ke ISS di mana dia menjadi Insinyur penerbangan untuk ekspedisi 14 dan 15 Sunita di saat itu berada di sana selama 195 hari dan berhasil pulang pada tanggal 22 Juni tahun 2007 Wah gila enggak tuh kita kayaknya seminggu di ruang angkasa aja udah enek tuh ya enggak bisa ke mall enggak bisa makan ke tooprak dan lain-lain ini 195 hari geng dari di akhir tahun 2006 Dia baru kembali ke bumi pada akhir tahun 2007 Setelah dia balik itu dia akhirnya terbang lagi ke ISS itu pada tanggal 15 Juli tahun 2012 dan kembali ke bumi pada tanggal 11 November tahun 2013 Setelah dia berada di ISS selama 127 hari jadi Di ruang angkasanya itu 127 hari lamanya singkat cerita tahun 2024 ini adalah tahun kali ketiganya Sunita ini dikirimkan untuk perjalanan ke ISS nah 2024 nih Dan di saat itu dia ditemani oleh salah satu Astronaut lain yaitu Barry a wilmore nah sebelum kita masuk ke dalam kronologi dia dikirim ke ISS di tahun 2024 kita bahas dulu Astronaut kedua ini yaitu Barry e wilmore jadi si Berry ewilmore ini ada Adah seorang Astronaut yang lahir pada tanggal 29 Desember tahun 1962 dia ini menempuh pendidikan di Mount Juliet High School yang ada di tennessee kemudian melanjutkan pendidikannya dengan mengambil pendidikan sarjana sains serta pendidikan S2 untuk sains Teknik Elektro di tennesse technological University Berry ini juga mengambil pendidikan S2 untuk sains system penerbangan di University of tennessee dan Berry sudah memiliki lebih dari 8.000 jam terbang dan 663 pendaratan kapal induk di mana semuanya menggunakan pesawat jet jadi untuk pengalaman terbang ini orang kita enggak perlu ragukan [Tepuk tangan] lagi Barry sendiri berhasil menerbangkan pesawatnya Setelah dia lulus sekolah penerbangan angkatan laut Amerika Serikat yaitu United States Naval test Pilot School yang disingkat dengan usntps dan ketika Berry ini menjabat sebagai personil angkatan laut serta pilot dia berhasil menyelesaikan empat penempatan operasional dengan penerbangan pesawat AS 7E dan fa1 dia ini juga sudah menjalankan misi penerbangan untuk operasi badai gurun desert shir and Shen watch yang ada di Irak serta misi ketika di Bosnia Nah jadi bukan hanya pengalaman terbang tapi pengalaman menghadapi konflik berada di tengah peperangan dia juga sudah kham banget nah lalu singkat cerita Barry ini terpilih menjadi Astronaut oleh Nasa pada bulan Juli tahun 2000 dan dia mulai melakukan pelatihan pada bulan Agustus di tahun yang sama setelah mulai pelatihan selama lebih hampir 2 tahun Berry ini kemudian ditugaskan untuk memegang bagian teknis bagi pesawat-pesawat untuk penerbangan ke luar angkasa serta memimpin tim pendukung astronaot yang melakukan perjalanan ke pusat antariksa Kennedy Nasa yang berada di Florida untuk mendukung operasi peluncuran dan [Musik] pendaratan nah Berry ini menyelesaikan penerbangan pertamanya sebagai pilot pesawat STS STP 129 dengan mencatat lebih dari 11 hari di luar angkasa dari bulan September sampai bulan November tahun 2014 Berry ini bertugas sebagai Insinyur penerbangan di ISS untuk ekspedisi 41 dan kemudian sebagai komandan ekspedisi 42 dari bulan November tahun 2014 sampai dengan bulan Maret tahun 2015 dengan total waktu dia di luar angkasa itu selama 167 hari Wah gila lama banget jadi dari sini kita bisa lihat ya kedua Astronaut ini Baik Sunita dan juga Berry itu memiliki banyak sekali pengalaman Nah sekarang kita masuk nih ke dalam pembahasan mengenai perjalanan mereka berdua yaitu n dan Berry ke Pangkalan ISS tadi sampai akhirnya mereka terjebak di pangkalan ruang angkasa tersebut dan tidak bisa pulang sampai sekarang serta dikabarkan mereka bakal bisa pulang atau dijemput oleh pihak Nasa tahun depan sekarang kita [Musik] bahas jadi geng ceritanya Sunita dan Berry ini Seharusnya melakukan perjalanan ke ruang angkasa pada bulan Mei tahun ini menggunakan starliner jadi starliner ini sendiri adalah pesawat luar angkasa yang diproduksi oleh perusahaan Boeing Nah sebagai bentuk kerja sama Boeing di dalam program komersial crew development milik Nasa Wah lagi-lagi nih ya kita membahas pesawat Boeing kemarin kita sempat bahas pesawat Boeing ini kalian bisa nonton kontennya yaitu ada salah satu unit pesawat mereka yang sering sekali mengalami masalah dan bertanggung jawab atas kecelakaan pesawat yang cukup banyak di dunia nah termasuk di Indonesia tuh banyak banget yang kecelakaan menggunakan pesawat Boeing ini Oke sekarang kita lanjut lagi nih jadi geng keputusan dari Nasa untuk menggunakan PES pesawat dari Boeing ini sebenarnya menimbulkan perdebatan karena pesawat-pesawat Boeing itu beberapa kali mengalami kecelakaan dan memang saking seringnya mengalami kecelakaan pemerintah Amerika Serikat sempat melarang beberapa unit atau beberapa jenis pesawat Boeing untuk diterbangkan dan dioperasikan ini malah Nasa menggunakan starliner dari produknya Boeing yang sudah jelas-jelas sering sekali terjadi problem nah lalu penerbangan Sunita dan Berry di bulan Mei juga karena hal yang sama starliner yang digunakan produk dari Boeing ini ternyata mengalami masalah pada katup roketnya karena adanya kebocoran helium sehingga para teknisi harus memperbaiki kerusakan tersebut makanya jadwalnya sampai ditunda mental Of Being in space for so many Mon also conc lalu singka cerita sty liner ini kemudian berhasil diperbaiki di dalam penerbangan kali ini Barry itu ditugaskan sebagai komandan sementara Sunita sebagai pilotnya pada tanggal 5 Juni tahun 2024 Berry dan Sunita pun akhirnya Lepas Landas dari stasiun angkat luar angkasa cape caneveral yang berada di Florida Amerika Serikat mereka tetap menggunakan pesawat sty liner dari produk Boeing yang bermasalah tersebut styliner ini diluncurkan di atas roket atlas V atau atlas 5 dan keduanya berhasil diterbangkan diluncurkan dan sampailah di ISS keesokan harinya yaitu di tanggal 6 Juni tahun 2024 pada mulanya misi ini hanya dijadwalkan untuk kedua astronot ini berada di sana selama 8 hari geng jadi untuk menjalankan misi dengan menguji pesawat styliner tersebut dan melihat bagaimana pesawat tersebut bisa beroperasi Dengan awak manusia ketika berada di luar angkasa namun sayangnya seperti yang kita tahu dari berita-berita yang beredar ternyata mereka justru enggak bisa pulang ke bumi lagi gara-gara pesawat styliner itu kembali mengalami kerusakan namun kali ini yang mengerikannya adalah kerusakannya itu ketika berada di luar angkasa gila enggak tuh mau nyari bengkel di mana Di sana ya kan sementara ini Astronaut cewek dan cowok itu cuma berdua di sana dan menurut Nasa ada tiga kebocoran helium yang terjadi pada styliner yang pertama kebocorannya itu terjadi sebelum mereka terbang yaitu pada bulan Mei tadi dan sementara dua kebocoran lainnya itu adalah kebocoran yang baru saja terjadi dan enggak sempat diketahui atau terdeteksi oleh pihak Nasa nah lalu geng selain kebocoran helium ada kerusakan lainnya yaitu terdapat pada pendorong kontrol pesawat tersebut sehingga harus diperbaiki oleh Sunita dan Berry selama mereka berada di ISS bayang tuh ya kalau lu punya mobil tiba-tiba mogok di tengah hutan lu sebagai sopir ya harus memperbaiki hal itu Dan mungkin itu masih lumrah gitu mobil dan biasanya sopirnya laki-laki gitu Ini Astronaut mesti memperbaiki pesawat yang digunakan untuk perjalanan luar angkasa udah gitu astronautnya cewek lagi ya kan ya Satu cowok tapi satunya cewek disuruh jadi montir perbaiki pesawat gokil Enggak tuh dan pendorong pesawat tersebut dikatakan rusak gara-gara adanya kebocoran helium jadi benar-benar parah produk dari Boeing ini sampai di sini Kalian pasti penasaran Bagaimana kondisi dari Sunita dan Berry Berita terakhir dari pihak Nasa mengatakan kalau mereka mereka berdua ternyata tidak berada dalam bahaya katanya dan enggak benar-benar terjebak nah tapi ini kita enggak tahu ya Karena ini kan jawaban dari Nasa pihak yang bertanggung jawab untuk memulangkan dua Astronaut ini bisa aja keterangan mereka itu hanya untuk ngenakin doang kan enggak ada yang tahu gitu dikatakan oleh Nasa lagi kedua Astronaut ini dalam keadaan aman di ISS kemudian menurut media time Sunita mengabarkan melalui konferensi pers virtual dari ISS kalau mereka sedang bersenang-senang di ISS dan tampak baik-baik aja katanya kayak gitu dan bahkan Sunita mengatakan kalau dia dan Berry seperti pulang ke rumah karena mereka berdua sudah pernah ke sana sebelumnya jadi mereka merasa senang dan tenang-tenang aja dan dikatakan juga kalau di ISS hanya memiliki enam kamar tidur terus ada bilik telepon tempat penyimpanan untuk makanan dan perlengkapan pribadi serta ada dua laptop lalu mereka juga mengatakan ternyata di ISS sendiri sudah ada satu Astronaut yang berada di sana sebelum mereka tiba hanya saja tidak disebutkan nih oleh media time siapa Astronaut yang dimaksud Benarkah di dia ada atau ini hanya karangan belaka Dikatakan lagi Astronaut tersebut bersama Sunita tidur di kamar tidur yang disebut dengan kasa yang merupakan sebuah singkatan dari crew alternate sleep accommodation di modul Colombus yaitu sebuah laboratorium yang dibangun oleh badan antariksa Eropa nah sementara Berry itu tidur di modul Kibo yang dimiliki oleh badan antariksa Jepang Nah kurang lebih keterangannya kayak gitu lalu geng Sunita mengatakan kalau Berry ini harus menjalani hidup yang sedikit sulit selama di ISS Nah mungkin yang dimaksud oleh Sunita ini adalah karena si Berry ini sudah berumur hampir 62 tahun jadi udah tua Nah kalau menurut informasi yang diberikan oleh Sunita sepertinya baik dia maupun Barry sedang dalam kondisi yang memang baik-baik aja mereka cukup menikmati pekerjaan mereka ini tapi geng meskipun Berry dan Sunita berada dalam kondisi yang baik-baik aja pihak Nasa serta buing itu tetap waswas mereka tetap berupaya untuk menyelamatkan mereka berdua dari ISS Nah karena ini nyawa manusia ya kan walaupun mereka berdua ya memang sudah mengabdikan diri untuk menjadi seorang Astronaut Mereka senang dengan pekerjaan tersebut dan umur mereka berdua juga udah tua gitu ya bukan berarti mereka bisa dibiarkan di sana sampai mereka meninggal gitu Nah akhirnya ada upaya untuk menyelamatkan kedua Astronaut ini sekarang kita masuk ke dalam pembahasan mengenai upaya penyelamatan Sunita dan Berry jadi geng setelah mendapatkan laporan kalau dan Berry terjebak di ISS Nasa akhirnya mengadakan pertemuan dengan pihak boing untuk sama-sama bertanggung jawab dan memikirkan cara agar bisa membawa pulang kedua Astronaut tersebut menurut media New York post pertemuan itu dihadiri oleh karyawan senior dari NASA dan juga pihak buing yang saling berdebat terkait penyebab dari styliner mengalami kerusakan nah di saat itu mereka udah saling tunjukmenunjuk tuduh-menuduh dan dikatakan kalau perdebatan tersebut sangat panas karena ya mau gimanapun juga Boeing benar-benar harus bertanggung jawab atas unit mereka yang bermasalah ini tapi di sisi lain Boeing di saat itu merasa yakin kalau styliner milik mereka itu dalam kondisi yang cukup baik untuk bisa membawa pulang Sunita dan Berry namun Nasa itu enggak sependapat dengan hal tersebut dan mereka enggak mau mengambil resiko besar dengan membawa pulang kedua Astronaut menggunakan sty liner yang dikatakan mengalami kerusakan tersebut karena kan bisa aja nanti di dalam perjalanan tiba-tiba meledak ya kedua astronautnya meninggal dunia nah di dalam hal ini Nasa berpendapat kalau sikap boing tersebut sangat tidak bertanggung jawab dan mereka dianggap tidak memikirkan risiko-resiko mengenai keselamatan dari Sunita dan Berry sebagai astronot nah di dalam situasi ini Boeing benar-benar dihadapkan dengan mimpi buruk ini kita enggak tahu ya geng Apakah ini ada unsur misi atau modus ingin menjatuhkan nama Boeing atau hal tersebut benar-benar terjadi benar-benar pesawat Boeing ini rusak karena kan menurut Boeing mereka yakin pesawat mereka itu baik-baik aja dan bisa membawa pulang si Astronaut sementara Nasa bersih keras enggak mau ngambil resiko Nah jadi Hal ini nanti bisa terbukti nih ya Apakah pesawat styliner milik Boeing ini benar-benar bermasalah setelah kembali ke bumi nanti akan diperiksa benar enggak ada kebocoran dan segala macam atau mungkin ini hanya akal-akalan untuk menjatuhkan perusahaan Boeing karena nih geng misi diterbangkannya sty liner dengan dua Astronaut menuju ke ISS Ini adalah sebuah misi uji coba yang mana Kalau nantinya berhasil styliner ini akan menjadi opsi yang bisa dipakai untuk penerbangan luar angkasa yang akan menerbangkan manusia secara komersil dan bisa bersaing dengan kapsul Dragon milik spacex milik Elon masx gitu The Dragon spacecraft That will be using to Carry astronuts to the Space station bring them home Nah jadi bisa dikatakan diciptakannya sty liner ini oleh Boeing adalah untuk menyaingi pesawat milik spacex dan sementara itu spacex sendiri itu sudah lebih dahulu dipakai untuk membawa Astronaut Nasa dari bumi menuju ke ISS sejak tahun 2020 dan rencana untuk menggunakan sty liner ini sebagai saingan untuk pesawat kapsul milik spacex itu sebenarnya sudah dari lama geng hanya saja hal ini terus mengalami kendala sehingga tertunda selama bertahun-tahun dan akhirnya di tahun 201 2019 styliner melakukan penerbangan uji coba mereka hanya saja kapsul dari styliner ini melewati lintasan yang salah karena adanya kesalahan software sehingga sty liner di saat itu enggak berhasil sampai ke ISS sty liner ini kembali di uji coba pada tahun 2021 namun kembali ditunda karena masalah katupnya nah lalu pada Tahun 2022 tepatnya di bulan Mei kapsul styliner tanpa awak itu akhirnya berhasil mencapai [Musik] ISS nah tetapi sejak itu styliner mengalami banyak problem salah satunya adalah ditemukannya celotip yang mudah terbakar di dalam kabin dan sistem parasut pesawat tersebut yang cukup lemah Nah tapi di dalam hal ini Entah kenapa ya enggak tahu alasannya pihak Nasa tetap berusaha untuk menggunakan styiner padahal sudah mengalami banyak kendala ketika diuji coba dan beruntungnya Sunita dan Berry itu berhasil sampai ke ISS dengan selamat di dalam penerbangan di tahun 2024 ini Tapi sayangnya enggak bisa kembali nah Lalu setelah perundingan yang cukup panjang akhirnya pihak Nasa enggak mau ambil resiko enggak mau sampai Astronaut ini meninggal dunia gara gara kecelakaan jika tetap menggunakan styiner milik Boeing nah Nasa memutuskan untuk meminta bantuan spacex yaitu menggunakan kapsul crew n Dragon agar bisa membawa pulang Sunita dan juga Berry Nas International spaceation e monle on space dragonu nah hanya saja Nasa di dalam hal ini mengatakan kalau kemungkinan Berry dan Sunita baru bisa balik ke bumi itu pada bulan Februari tahun depan dan misi tersebut akan dijalankan paling cepat pada tanggal 24 September tahun 2024 di mana Pada awalnya dikatakan ada empat awak yang akan berada di dalam pesawat tersebut namun yang ditugaskan Hanya dua orang agar bisa memberikan ruang di pesawat bagi Sunita dan juga Berry dan mereka pun bisa dibawa pulang Nah Lalu bagaimana dengan pesawat sty liner milik bueing Kan kasihan kalau ditinggalin jadi bangke di ruang angkasa gitu kan Nah ternyata styliner itu akan dibawa pulang ke bumi dengan sistem tanpa awak jadi enggak ada pilot tidak dalamnya dan diperkirakan hal tersebut akan dilakukan pada awal bulan September tahun 2024 Nah jadi Sunita dan Berry harus bertahan hidup nih geng sampai bulan Februari tahun depan Nah jadi mereka harus benar-benar menjaga kesehatan terus juga ya dipastikan makanan mereka harus Cukup Sampai akhirnya mereka dijemput lalu geng ternyata keputusan yang diambil oleh pihak Nasa ini membuat pihak buing benar-benar sakit hati mereka enggak senang mereka kecewa dengan keputusan Nasa yang seolah-olah ya mereka ini kayak harga dirinya diinjak-injak gitu dan Boeing tetap bersikukuh kalau styiner mereka itu bisa membawa Sunita dan Berry kembali ke bumi dengan selamat namun seperti yang ku katakan sebelumnya Nasa tetap enggak mau ambil resiko Nasa berpendapat kalau sampai hal buruk terjadi yaitu Sunita dan Berry tewas ketika penerbangan kembali ke bumi bukan hanya buing yang akan mendapatkan reputasi buruk namun Nasa juga akan dianggap sudah menewaskan mereka karena keputusan penyelamatan mereka sepenuhnya merupakan tanggung jawab pihak Nasa karena Fokus utama Nasa adalah membawa mereka berdua kembali selamat sampai ke bumi lalu sementara itu geng Mark nepi selaku kepala program kru komersial Boeing mengatakan kalau keputusan Nasa ini bukanlah hal yang diharapkan oleh mereka namun Boeing tetap akan melaksanakan segala sesuatu yang diperlukan untuk mendukung penuh keputusan Nasa Mark mengatakan kalau timnya sudah mempersiapkan sty liner ini untuk bisa menjaga awaknya dalam kondisi yang aman ketika sampai di bumi buing pun menganggap kalau keputusan Nasa ini terlalu terlalu berhati-hati katanya terlalu takut katanya nah namun kalau kita perhatikan nih geng ya keputusan yang diambil oleh Nasa ini mungkin ya bisa dianggap sangat masuk akal karena berkaitan dengan nyawa seseorang makanya Segala keputusan itu harus dipikirkan oleh pihak Nasa dengan sangat berhati-hati Nah kenapa buing sepertinya kayak memaksakan banget gitu kan agar tetap menggunakan styliner mereka dibandingkan dengan pesawat spacex itu justru menimbulkan tanda tanya bagi banyak orang Nah kalau menurut media New York post dikatakan nih selama 10 tahun terakhir Boeing dan spacex ini memang bersaing untuk bisa menerbangkan pesawat mereka dalam misi penerbangan Nasa geng dan di balik itu semua Nasa sendiri Memang memberikan kontrak kepada Boeing dan juga spacex pada tahun 2014 di mana Boeing itu mendapatkan 4,2 miliar USD yang setara dengan rp65,2 triliun untuk membangun kapsul yang bisa membawa 6 awak ke ISS sementara spacex itu menerima hanya sebesar 2,6 miliar USD atau setara rp40,4 triliun lebih kecil di mingkan Boeing nah tapi kalau dilihat dari progresnya Boeing yang mendapatkan suntikan dana yang lebih besar tapi selalu gagal dalam menerbangkan pesawatnya karena selalu saja mengalami kerusakan sedangkan spacex dengan uang yang lebih sedikit itu berhasil menyelesaikan semilan penerbangan di kapsul crew 9 Dragon milik mereka dan penerbangan ke-10 mereka itu adalah misi penyelamatan Sunita dan Berry nantinya kegagalan Boeing pada stalener ini semakin menambah daftar betapa bermasalahnya pesawat Boeing dan membuat perusahaan tersebut lagi-lagi mendapatkan Citra yang buruk bahkan dikatakan sudah ada 20 whistleblower yang sudah menyuarakan mengenai kekhawatiran mereka terkait keselamatan dan kualitas dari pesawat-pesawat yang dibuat oleh perusahaan bueing yang seharusnya menjadi pertimbangan Nasa sejak awal untuk tidak bekerja sama dengan perusahaan tersebut Lalu geng di dalam dunia antariksa seperti ini sepanjang sejarahnya ternyata enggak cuma Sunita aja enggak cuma Sunita dan Berry yang pernah mengalami hal kayak gini tetapi sebelumnya juga pernah terjadi ee hal seperti ini yaitu Astronaut enggak bisa pulang ke bumi yang mana Ini dialami oleh Astronaut asal Amerika Serikat yang bernama Frank rubio yang harus menghabiskan waktunya di ruang angkasa lebih lama dibandingkan Sunita dan Berry yaitu selama 371 hari atau 1 tahun lebih Nah mungkin ini agak menarik untuk kita bahas juga nih karena di sini kita enggak bisa nebak-nebak nih Apakah Sunita dan Berry nantinya bisa selamat pulang atau enggak Nah kita coba berkaca dari kasusnya Frank rubio ini sekarang kita bahas jadi geng di dalam kisah ini Frank rubio itu terbang bersama dua cosmonaut yang bernama Ros Cosmos sergi prokopyev dan Dimitri petelin pada tanggal 21 September tahun 2021 menggunakan pesawat soyus Nah di sini gua Terangkan sedikit penyebutan Astronaut itu untuk pilot luar angkasa milik Amerika sementara cosmonaut itu untuk pilot ruang angkasa milik Rusia atau unisoviet di kita lanjutkan nih geng Jadi mereka ini dijadwalkan untuk melakukan misi rutin 6 bulan sehingga seharusnya mereka itu setelah misi tersebut itu bisa pulang pada tanggal 28 Maret Tahun 2022 tapi justru pada bulan Desember Tahun 2022 pesawat yang mereka gunakan itu mengalami kebocoran cairan pendingin ketika mereka sampai di ISS nah kebocoran tersebut bisa terjadi kemungkinan karena hantaman meteoroid jadi ada batu meteor yang menghantam pesawat mereka oleh sebab itu badan antariksa Rusia akhirnya mengembalikan pesawat tersebut ke bumi sebagai tindakan pencegahan kecelakaan serta untuk diperiksa kembali nah namun pengembalian pesawat tersebut enggak disertai dengan kepulangan mereka bertiga sehingga pesawat tersebut dipulangkan tanpa awak jadi diterbangkan tanpa awak menuju ke bumi dan mengharuskan astronot dan kmonut tadi untuk tinggal di ISS sampai mereka berhasil dipulangkan akhirnya misi Mereka pun terpaksa diperpanjang yang seharusnya dilakukan hanya 180 hari atau 6 bulan Tapi tiba-tiba menjadi 371 hari di dalam kejadian ini Frank yang berada setahun lebih di ISS menjadi Astronaut pertama Amerika yang terlama terbang di luar bumi dan dia berhasil melampaui rekor Astronaut yang bernama Mark Van dehey yang terbang hanya selama 355 hari dan Scott Kelly yang terbang selama 340 hari terus geng selama berada di ISS Frank ini memanfaatkan waktunya untuk bisa mengamati dampak penerbangan luar angkasa yang sangat berpengaruh terhadap tubuh para Astronaut dia juga melakukan beberapa kegiatan di laboratorium mulai dari meneliti kesehatan manusia sampai penelitian tanaman bahkan dikatakan untuk menghabiskan waktu selama di ISS Frank ini menanam tomat tapi itu semua dia lakukan juga karena dia sedang meneliti teknik menanam menggunakan air dan udara bisa kebayang tuh geng di ruang angkasa enggak ketemu siapa-siapa pasti apa ya bosan nah yang namanya orang jenius dia pasti akan bisa menghabiskan waktunya dengan hal-hal yang bermanfaat lalu geng singkat cerita akhirnya Frank bersama dengan dua temannya yang lain yang berasal dari Rusia berhasil diselamatkan dan mendarat di sebuah desa kecil yang berada dekat dengan kota zeskasgan yang ada di Kazakhstan pada tanggal 27 September tahun 2023 lalu Frank rubio karena Frank yang terpaksa tinggal di ISS membuat tubuhnya jadi terbiasa dengan kondisi yang ada di sana sehingga ketika dia kembali ke bumi dia jadi kesulitan untuk berjalan dia jadi lupa cara berjalan karena gravitasi bumi yang lebih berat dibandingkan di luar angkasa dan Frank mengatakan kalau dia merasa badannya sakit-sakitan setelah beberapa hari mendarat di Bumi khususnya pada telapak tangan dan punggung bagian bawah ya karena sudah terbiasa tidak mendapatkan gaya tarikan gravitasi bumi nah tapi pada akhirnya Frank pun perlahan-lahan diterapi sampai akhirnya bisa normal lagi itu dia geng pembahasan kita hari ini mengenai Sunita dan Berry serta Frank dan dua cosmonaut asal Rusia yang terjebak di luar angkasa nah sedihnya Astronaut yang bernama Sunita dan Berry sampai saat ini belum bisa diselamatkan untuk kembali ke bumi semoga nih ya sampai Tiba Waktunya mereka diselamatkan mereka ini masih dalam kondisi yang baikbaik aja ya kita doakan yang terbaik kita juga pengin tahu gitu ya kita pengin lihat nanti keterangan dari mereka setelah mereka sampai di bumi gimana Menurut kalian geng Tentang pembahasan kita kali ini coba tuliskan pendapat kalian di kolom komentar di bawah
Resume
Categories