Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu lya wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan. Allahumma sholli alaihi waa alihi wa ashabihi. Wa ikhwani, hadirin dan hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Insyaallah pada pertemuan kali ini kita akan membahas surah Asssaffat. Ya, assffat yang maknanya adalah ee malaikat-malaikat yang bersaf-saf. Ya, sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala dalam surat ini bersumpah dengan para malaikat ya. Wasofati saofa fazzajirati zajr fattaliyati zikro inna ila untuk menekankan apa? Inna ilahakum lawahid. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar maha esa. Ee surat assffat adalah surah Makkiyah. yaitu diturunkan seluruhnya ketika Nabi sebelum berhijrah. Dan surat ini ee dibuka dengan sumpah dengan para malaikat. Dan Allah Subhanahu wa taala ya dalam surat-surat yang juga bersumpah dengan para malaikat ya. Seperti misalnya dalam surah Al-Mursalat ya, di mana Allah bersumpah wal mursalati urfa demi malaikat-malaikat yang diutus membawa kebaikan. Fal asifati asfa demi malaikat yang terbang dengan begitu cepatnya. Wasiroti nasro. Demi malaikat-malaikat yang menyebarkan rahmat Allah. Falfariqati farqo demi malaikat yang membedakan antara hak dan batil. Fal mulqiati zikra. Dan demi para malaikat yang menyampaikan wahyu udron au nudra sebagai uzur untuk menolak alasan-alasan atau sebagai peringatan. Setelah itu Allah menekankan apa yang Allah sumpah. Innama tuaduna lawaqi. Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepada kalian akan benar-benar terjadi. Maksudnya Allah bersumpah dengan para malaikat juga sudah ada surat yang lain seperti surah almursalat. Demikian juga seperti surah Annazi'at. Allah berfirman, "Waziatiqo, demi para malaikat yang mencabut nyawa dengan keras. Wasitati nas, demi para malaikat yang mencabut nyawa kaum mukminin dengan penuh kelembutan. Wasabihati sabha, demi malaikat yang turun dari langit ke bumi dengan begitu cepatnya. Fasabiqati sabqo." Demi malaikat yang mendahului dengan kencang. Fal mudabbirati amroh. Demi para malaikat yang mengatur urusan-urusan dunia. Setelah itu Allah menekankan maksud dari tujuan sumpah tersebut. Yauma tarjufur rojifah. Ya, sungguhnya kamu akan dibangkitkan pada hari ketika ditiupkan sangkakala. Demikian juga pada surat ini ya Allah juga bersumpah dengan para malaikat wasofati asoffa ya. Demi para malaikat yang bersaf-saf. Allah Subhanahu wa taala bebas bersumpah dengan apa yang dia kehendaki. Berbeda dengan kalau kita ya kita hanya boleh bersumpah dengan nama Allah atau dengan sifat-sifat Allah. Manhalafa bighhairillah faqad asroq. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Siapa yang bersumpah dengan selain Allah maka telah berbuat syirik." Kita boleh bersumpah dengan nama Allah. Ya, kita boleh bersumpah dengan warabbil Ka'bah. Dahulu orang-orang bersumpah wal ka'bati demi Ka'bah. Maka Rasulullah suruh ganti dengan warabbil Ka'bah. Demi yang punya Ka'bah. Ya, Aisyah radhiallahu taala anha kalau lagi senang sama Nabi atau lagi mesra sama Nabi, dia bersumpah, "Warabbi Muhammad, demi Rabbnya Muhammad." Tapi kalau lagi ngambek sama Nabi dia mengatakan, "Warabbi Ibrahim." Demi Rabbnya Ibrahim. Makanya Rasulullah bilang, "Saya tahu kalau kau lagi senang dan lagi ngambek." Kata Aisyah, "Bagaimana kau tahu kalau kau lagi senang?" Maka kau bilang warabbi Muhammad. Tapi kau lagi ngambek warabbi Ibrahim. Sama Rabbnya Muhammad sama Rabb Ibrahim beda atau sama? Sama saja ya. Tapi kalau Muhammad demi Muhammad enggak boleh. Wa Ibrahim demi Ibrahim juga tidak. Tidak boleh. Allah Subhanahu wa taala tidaklah bersumpah kecuali dengan hal-hal yang agung. Seperti Allah bersumpah dengan wal asr demi masa atau demi asr. Wal fajar demi fajar. Wasyamsi wal qamari demi matahari demi bulan. Demi siang, demi malam terserah Allah. Allah bersumpah dengan makhluk-makhluknya. Di antaranya Allah bersumpah dengan para malaikat dan tidaklah Allah bersumpah dengan sesuatu kecuali suatu tersebut adalah agung. Di antaranya para malaikat. Dan sebagian ulama seperti Thahir bin Asyur dan juga disirat disebutkan oleh Syekh Utsimin rahimahullahu taala bahwasanya kalau Allah bersumpah dengan makhluk yang agung ya maka untuk menunjukkan apa? Untuk menunjukkan keagungan sang penciptanya. Untuk menunjukkan keagungan sang penciptanya. Ya. Kalau wasyamsi wal qamari wnahari wallaili. Siapa yang bisa bikin ini semua kalau bukan Tuhan yang agung? Sehingga ketika Allah bersumpah dengan makhluk makhluknya yang agung sebagai isyarat kepada sang pencipta yang agung sehingga kembali kepada bersumpah dengan Allah subhanahu wa taala. Atau ketika Allah bersumpah dengan makhluk-makhluk yang dahsyat yang agung untuk menunjukkan perbuatan Allah yang sangat agung. yaitu yang sangat agung dan itu berarti bersumpah dengan sifat-sifat Allah Subhanahu wa taala. Di sini Allah bersumpah dengan ee malaikat ya wasofati asoffa. Demi para malaikat yang bersaf-saf. Para malaikat adalah makhluk yang sangat agung ya. Oleh karenanya Allah tidak menyebut para malaikat kecuali memuji mereka. Allah puji mereka. La ya'sunallaha ma amarahum wafalun yarun. Mereka tidak pernah membangkang kepada Allah dan mereka selalu menjalankan perintah Allah Subhanahu wa taala. Kata Allah ibadu mukramun. Mereka adalah hamba-hamba yang mulia. La yasbiquunahu bilqul wahum biamrihi ymalun. Malaikat tidak pernah mendahului Allah. Tidak pernah menjalankan perintah berlebihan atau kurang. Selalu pas. dengan apa yang Allah perintahkan. Wahrialun dan mereka menjalankan apa yang Allah perintahkan. Allah menyebutkan bagaimana mereka takut kepada Allah. Wamatihi musfun. Mereka takut kepada Allah subhanahu wa taala. Allah juga berfirman, minuqim. Mereka takut Allah yang berada di atas mereka. Kemudian juga mereka ibadah tiada hentinya. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Yusabbihunalila whar yafturun." Mereka bertasbih kepada Allah itu beribadah kepada Allah siang dan malam ya tanpa pernah berhenti. Wamanahu yastakbir ibadati wahsirun. Allah juga berfirman, "Dan para malaikat yang berada di sisi Allah itu mereka dekat dengan Allah." La yastakbirun ibadati tidak pernah angkuh untuk beribadah kepada Allah. W yastahsirun dan tidak pernah letih. Mereka tidak pernah capek untuk beribadah. La yasamun. Mereka tidak pernah bosan untuk beribadah. para malaikat, makhluk-makhluk yang mulia. Ya. Ee Allah berfirman ya ee tentang para malaikat di antaranya dalam surat-surat yang saya sebutkan surah Assffat, surah almursalat, surah an-Nazi'at yaitu surat-surat tersebut dibuka dengan bersumpah dengan para malaikat. Sudah kita sebutkan tadi sekilas bagaimana sifat-sifat yang agung ya. Seperti firman Allah subhanahu wa taala subhanahu wa taala tadi. Waziati garqo wasasyitati nasabihati sabaha. Demi malaikat yang bergerak dengan cepat dari langit turun ke bumi dengan cepat sekali ya. Cepat sekali ya. Lebih cepat dari cahaya cahaya ya. Lebih cepat sekali mata malaikat bergerak. Kemudian fasabiqati sabqo. Demi malaikat yang mendahului dengan dengan cepat. Malaikat lebih hebat daripada jin. Jin memang hebat, mampu untuk bergerak dengan cepat, tapi masih kalah jauh daripada para malaikat. Ya, Tib. Kemudian dalam surat ini Allah buka suratnya dengan wasofati shaffa. Demi malaikat yang bersaf-saf. Di sini ada pembahasan ee Allah mendatangkan asofati saofa dengan jamak mudzakar salim eh jamak muannas salim. Jamak almuannas assalim yaitu jamak untuk ee wanita ya. Wasofati saoffa. Padahal kita tahu bahwasanya para malaikat tidak boleh disifati dengan wanita. Oleh karenanya Allah menyatakan kafir orang-orang musyrikin karena mereka menyatakan bahwasanya para malaikat adalah banatullah, putri-putri Allah. Ya, makanya Allah bantah mereka. Asyahidu khalqahum. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat? Satuktabu syahadatuhumusalun. Akan dicatat persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat kelak. Karena mereka menyatakan para malaikat adalah putri-putri Allah Subhanahu wa taala. Innalladina la yumminuna bil akiratiusmunal malaikata tasmiatal unsa. Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman dengan akhirat, mereka sungguh-sungguh menamakan malaikat dengan penamaan wanita sehingga mereka mengatakan malaikat putri-putri Allah Subhanahu wa taala. J. Jadi yang menyatakan Allah punya anak ada beberapa golongan. Yang pertama kaum musyrikin. Mereka menyatakan malaikat adalah putri-putri Allah. Yahudi mengatakan Uzair putra Allah. Nasra mengatakan Isa putra Allah. Ya waqat yahudu ibnullah waqat nasara alih ibnullahika bwahihim yudhi kafaru minql qalahumullah. Yahudi berkata Uzair putra Allah. Nasra berkata Isa putra Allah. Mereka telah menyamai perkataan orang-orang kafir sebelumnya yaitu yang mengatakan malaikat putri-putri Allah Subhanahu wa taala. Oleh karenanya malaikat tidak boleh disifati dengan wanita. Nah, apakah malaikat boleh disifati dengan sifat lelaki? Maka ada khilaf di kalangan para ulama. Sebagian ulama mengatakan malaikat tidak disifati lelaki maupun wanita. Karena malaikat tidak menikah dan malaikat tidak beranak pinak. Allah ciptakan mereka begitu saja tanpa ada ayah dan tanpa ada ibu. Mereka tidak makan, tidak minum, tidak menikah, tidak ada yatawalad la yatawaladun, tidak beranak-pinak. Kalau gitu tidak perlu ada lelaki maupun perempuan. Ini pendapat sebagian ulama. Seb ulama lain mengatakan malaikat boleh disifati dengan lelaki karena Allah mensifati mereka dengan ee sifat-sifat ee lelaki. Ya, kalau Allah sebut malaikat ya kita Jibril kita bilang Jibril Alaih Salam ya. Ya Jibril ee du quwatin arsyimakin. Zu quwah itu menggunakan ee mudzakar. Nah, demikian juga malaikat menjelma jadi para lelaki. Para malaikat menjelma menjadi para lelaki. Sehingga seb ulama mengatakan malaikat boleh disifati dengan lelaki karena demikian Allah mensifati mereka. Namun mereka tidak berpasang-pasangan, tidak menikah, dan tidak berketurunan. Intinya kalau mensifati malaikat dengan wanita berarti kufur. Karena mengingkari ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala. Adapun di sini disifati dengan dijamak dengan jamak almuannas salim wasofati saoffa. Mohon maaf yang tidak tahu bahasa Arab ya. Kalau bahasa Arab ngerti ada mufrad, ada mutsanna, ada jamak. Dan jamak ada jamak almudzakar salim dan ada jamak almuannas salim. Ada jamak taksir di sini jamak almuannas salim ya. Wasoffati sao seperti demi malaikat yang bersaf-saf. Dan selanjutnya fazzajirati zajra sama. Ini juga jamak muannas salim. Apakah ini karena para malaikat wanita? Tentunya tidak. Dijamak muannas salim karena jamak dari ee kelompok-kelompok malaikat. Kelompok-kelompok malaikat yaitu kelompok asoffah. Asoffah. Asoffah. ya sehingga dijamak dengan asofat ya saofat ya ada yang mengatakan ta seperti al-allalamah addiyah intinya ini bukan maksudnya jamak bahwasanya mereka adalah wanita tidak seperti firman Allah subhanahu wa taala lahum muaqibatun min baini yadaihi win khalfih muqibat jamak dari muaqibah karena muaqibah maksudnya malaikah jamak di sini bukan menunjukkan malaikat adalah wanita, tetapi digunakan jamak Mannas Salim karena ditinjau dari lafal jemah ya, yaitu malaikat yaitu jamaat malaikat. Wasofati saofa. Apa maksudnya wasofati saofa? Maka kebanyakan ulama menyatakan yang dimaksud dengan wasofati saoffa adalah sifat para malaikat yang bersafsaf. Para malaikat bersafsaf. Dalam satu hadis dari Jabr bin Samsurah radhiallahu taala anhu, beliau berkata, "Kharaja alaina Rasulullah sahu alaihi wasallam faqala." Rasul sahu alaihi wasallam keluar menemui kami. Rasulullah berkata ala tasuna kama tasul malaikatuha. Tidakkah kalian bersafsaf seperti para malaikat bersafsaf di sisi Rab mereka? Faqulna ya Rasulullah. Kami bertanya wahai Rasulullah kaifaful malaikatuha? Bagaimana para malaikat bersaf-saf di sisi Rab mereka? Qutfual mereka memenuhi saf-saf pertama terlebih dahulu menyempurnakan fi. Dan mereka rapat ketika bersaf. Jadi yang bersaf bukan cuma kita saja, malaikat juga bersaf ketika beribadah di hadapan Allah subhanahu wa taala. Dan saf mereka punya dua sifat, yaitu mereka menyempurnakan saf yang pertama terlebih dahulu, kemudian saf kedua dan saf ketiga. Dan saf mereka rapat. Karena Rasulullah menyuruh kita untuk bersab seperti para malaikat. Demikian juga dalam hadis Hudzaifah radhiallahu anhu, Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Fudilna alanasi balatin." Kita dimuliakan daripada umat-umat yang lain dengan tiga kemuliaan. Di antaranya kata Nabi, "Juilna sufufunaufil malaikah." Kemudian masjid ma kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Tiga keutamaan kita tidak ada pada umat-umat sebelumnya. Yang pertama dijadikan saf-saf kita seperti saf mala malaikat." Seperti saf malaikat. Umat-umat terdahulu mereka ibadah tidak bersaf seperti umat Islam. Gak bersaf. Ini keistimewaan umat Islam. Yang kedua kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Bumi di mana saja di masjid kita boleh beribadah di mana saja." Beda dahulu orang-orang ahlul kitab mereka punya saumah semacam kuil. Mereka beribadah di kuil-kuil tertentu. Adapun Islam, orang Islam di mana pun waktu salat silakan apa? Salat. Maka ini khusus buat umat Islam. Yang ketiga, wuilat turb turbatuha lanauran amidul ma. dan dijadikan tanah dari bumi ini sebagai pembersih ya jika tidak ada air. Di antara keistimewaan umat ini adalah wajuilat sufufuna. Dijadikanlah saf-saf kita sufufil malaikah sebagaimana saf-saf para malaikat. Ya. Dan Allah juga berfirman nanti pada hari kiamat kata Allah wajauka wal malaquofan. Dan datang Rabbmu untuk mulai persidangan pada hari kiamat kelak. Dan malaikat mengiringi dengan bersaf-saf. dengan bersafsaf. Jadi, wasofatifa di sini Allah sedang memuji malaikat dengan kondisi mereka yang sedang ber bersafsaf menunjukkan mereka rapi ketika beribadah kepada Allah subhanahu wa taala. Teratur dan rapat. Dan kita disuruh menyuruh disuruh untuk mencontohi saf para malaikat. ini antara tafsiran wasfat ya. Ee sebagian ulama mengatakan asfat maknanya adalah malaikat yang sedang mengepakkan sayapnya, membentangkan sayapnya menunggu perintah Allah Subhanahu wa taala yang membentangkan sayapnya seperti Allah sebutkan tentang burung. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Awalamuahman." "Tidakkah mereka melihat kepada burung di atas mereka yang membuka sayapnya yang menutup sayapnya?" Tidak ada yang bisa membuat mereka tidak jatuh itu Allah tahan mereka di udara kecuali siapa? Allah Subhanahu wa taala. Ya, itu Allah berikan mereka kemampuan kalau sehingga mereka bisa terbang. Sehingga safat ini mirip dengan safatnya burung. Safat punya burung maksudnya burung membuka apa? Sayapnya. Sehingga ada yang mengartikan itu malaikat yang membuka sayapnya siap menerima perintah Allah kapan saja yang menunjukkan ketundukan para para malaikat. Ini masih berbicara tentang ee para malaikat. Demikian juga Allah berfirman tentang burung. Alamallahusbihu fisamawati ardirat. Tidakkah engkau lihat Allah telah bertasbih kepadanya seluruh yang di langit dan di bumi? Dan burung juga bertasbih dengan membuka apa? Sayapnya. Intinya Allah sedang memuji kondisi malaikat yang patuh kepada Allah atau yang rapi ketika beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Setelah itu Allah berfirman, "Fazzajirati zajra." Fazzajirati zajro. Dan demi rombongan para malaikat yang menzajar. Zajar itu menyuruh dengan suara. Ha. Ha. Itu namanya zajar. Itu namanya zajar. Apa maksudnya? Maksudnya banyak ulama mengatakan dimaksud dengan fazzajirati zajra yaitu para malaikat yang menghardik orang-orang dari maksiat kepada Allah Subhanahu wa taala dan menyeruh manusia untuk menjalankan ketaatan Allah, ketaatan kepada Allah Subhanahu wa taala. Ya, kita tahu bahwasanya manusia didekati oleh malaikat dan malaikat memberi nasihat kepada manusia. Ya. Dan sebaik-baik penasihat adalah para malaikat. Dan dalam riwayat disebutkan jika seorang melakukan maksiat maka malaikat menjauh. Malaikat menjauh karena busuknya aroma maksiat tersebut. Yang mendekat apa? Setan. Kemudian menasihati manusia tersebut. Menasihati supaya masuk neraka. Kalau setan. Jadi malaikat ya ee fazzajirati zajra di antaranya adalah malaikat yang menghardik dari perbuatan maksiat ya atau menyampaikan perintah-perintah untuk dikerjakan. Ada yang mengatakan fazzajirati zajra itu para malaikat yang menyeru awan untuk berjalan. Perintah awan untuk berjalan. Pergilah ke sana. Pergilah ke sini. Turunkan hujan di kebun si fulan. Turunkan hujan di kebun si fulan. itu malaikat menghardik awan atau menyuruh awan untuk berjalan. Karena kita tahu di antara sifat para malaikat kata Allah, fal mudabbirati amro. Yaitu malaikat-malaikat yang menjalankan aturan-aturan, perintah-perintah, yaitu pengaturan-pengaturan. Allah menyuruh mereka untuk mengatur-mengatur yang ada yang mengatur ee tumbuhan, ada yang mengatur awan, ada yang mencabut nyawa, ada yang meniupkan roh. Ya, tugas malaikat banyak. Ada yang mengawal manusia muakkibat, ya. Ada yang tugaskan untuk tanya di alam barzakh, malaikat munkar dan nakir dan mereka banyak ada yang menjaga gunung banyak. Jadi fal mudabbirati amr di antaranya malaikat petugas mengatur awan. Ya, seperti datang dalam satu hadis ketika ada seorang mendengar ada suara kepada awan, "Wahai awan, curahkanlah hujanmu ke kebun si fulan." Uh, ada suara. Ternyata betul awan tersebut berjalan menuju kebun si fulan. Ternyata dicek si fulan tadi ternyata suka bersedekah. Kalau punya hasil dari sawahnya dia sedekah dari kebunnya. Jadi fazzajirati zajra. Di antara maknanya itu malaikat yang menghardik dengan suara melarang maksiat atau malaikat yang memerintahkan awan untuk bergerak sesuai dengan perintah yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Kemudian Allah berfirman setelahnya, "Fattaliyati zikra." Yang maknanya fattaliat yaitu demi rombongan-rombongan malaikat yang membacakan zikir-zikir Allah Subhanahu wa taala. Membacakan zikir-zikir Allah Subhanahu wa taala. Apa maksudnya? Sebagian memahami bahwasanya yang membaca firman Allah bukan cuma manusia. Malaikat juga membaca firman-firman Allah. Malaikat juga mengaji. Malaikat juga membaca firman Allah. Di antaranya malaikat menyampaikan firman Allah kepada para rasul. Seperti Jibril Alaih Salam mendikt Al-Qur'an kepada Nabi sebagaimana Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Sebagaimana Jibril Alaih Salam sebelumnya juga mendiktekkan wahyu Allah kepada nabi-nabi sebelumnya. Membacakan firman-firman Allah. Jadi ini dalil bahwasanya para malaikat juga berzikir kepada Allah Subhanahu wa taala dan mereka tidak pernah letih untuk beribadah. Fattali zikra. Setelah Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat ini baru Allah menyebutkan tujuan sumpahnya untuk menekankan apa. Karena tidaklah Allah bersumpah kecuali untuk menekankan sesuatu. Ya, untuk menekankan sesuatu. Demi malaikat yang bersaf-saf. Demi malaikat yang menghardik dari perbuatan kemaksiatan. Demi malaikat yang membaca zikir-zikir Allah Subhanahu wa taala atau mendiktan wahyu-wahyu Allah kepada para rasul. Setelah Allah menyebutkan demi demi demi ada yang ditekankan kata Allah, "Inna ilahakum lawahid." Ya, sesungguhnya Tuhan kalian benar-benar esa. Ini tujuan sumpah dengan malaikat tadi untuk menekankan bahwasanya sungguhnya Tuhan kalian benar-benar esa. Karena ini surah Makkiyah. Kalau dibilang surah Makiyah berarti kita tahu nuansanya ayat-ayat ini turun. Nabi sedang di mana? Di Makkah. Dan kita tahu Nabi di Makkah pembahasan tauhid rata-rata. Baru datang perintah salat pada tahun ke-10 ke-10 kenabian atau tahun ke-11 kenabian setelah Nabi Isra Mikraj baru turun perintah salat. Zakat belum ada, puasa belum ada, apalagi haji belum ada. Hukum-hukum fikih banyak turun ketika Nabi di Madinah. Ketika di Makkah fokus tauhid, tauhid, akidah, akidah, tauhid, akidah. Dan pembahasannya selalu tentang apa? tentang tidak boleh berbuat syirik bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah dan akan adanya hari kiamat. Ini tiga mihwar atau tiga topik utama ketika kita baca surat-surat Makiyah rata-rata seperti itu. Dan di antara surat-surat Makiah adalah juz amma. Juz ammah itu rata-rata surat Makkiah. Kalau kita simpulkan rata-rata membahas tentang akan adanya hari kiamat. Bahwasanya mereka jangan berbuat syirik kepada Allah Subhanahu wa taala dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah atau Al-Qur'an itu wahyu dari Allah. Dan itulah perkara-perkara yang diingkari oleh kufar Quraisy, orang-orang Quraisy yang kafir yang ada di Makkah. Maka Allah membantah mereka dengan berkata, "Inna ilahakum lawahid. Sungguhnya Tuhan kalian Tuhan yang esa." Bukan berbilang seperti yang kalian ee katakan wahai kaum musyrikin. Di antaranya bukti bahwasanya Tuhan adalah esa. Malaikat-malaikat ini semua adalah ciptaan Allah Subhanahu wa taala. Malaikat-malaikat ini semua ciptaan Allah Subhanahu wa taala. Adapun sembahan-sembahan yang kalian sembah tidak ada yang mencipta. Tidak ada yang mencipta. Dan ini dan hal ini diakui oleh kaum musyrikin Arab. Sudah sering kita sampaikan kaum musyrikin Arab secara umum mereka mengakui tauhid rububiyah. Sehingga kalau ditanya siapa yang menciptakan kalian? Winalum man khalaqahum. Kalau ditanya siapa yang ciptakan mereka? Laqulunallah. Kata mereka yang ciptakan kami adalah Allah. Walum man khalaq samawati wal ard. Kalau ditanya kepada mereka, "Siapa pencipta langit dan bumi?" Mereka akan mengatakan siapa? Al. Kalau ditanya siapa pencipta malaikat-malaikat, mereka akan mengatakan Alhanahu wa taala. Jadi Tuhan kalian esa. Setelah itu Allah berdalil dengan rububiyah Allah bahwasanya Tuhan yang berhak disembah adalah Tuhan yang mencipta. Tuhan yang tidak mencipta tidak berhak untuk di disembah. yang mencipta malaikat dan juga menciptakan langit dan bumi. Setelah itu Allah berfirman pada ayat kelima, "abbus samawati wal ardhi w bainahuma warbul masyariq." Kata Allah subhanahu wa taala, "Tuhan kalian yang esa itu siapa?" "Dialah penguasa, pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Dan dialah penguasa atau pencipta timur, Masyarik. Masyarik jambar dari masyriq yaitu arah-arah timur. Dan tuan yang kalian sembah, Lata, Uzza, Manat, Hubal, tidak ada yang mencipta. Kalian tahu mereka tidak mencipta. Mereka tidak mengurusi alam semesta ini. Adapun langit dengan begitu megahnya tujuh lapisnya, bumi dan apa yang ada di antara keduanya? Segala makhluk yang ada di antara keduanya, ya manusia. Malaikat, jin, hewan-hewan, tuh tumbuhan semuanya yangciptakan siapa? Allah. Itulah yang berhak disembah. Maka ini adalah pendalilan dengan tauhid rububiyah untuk tauhid ulu uluhiyah. Artinya yang berhak diibadahi adalah sang pencipta. Adapun yang tidak menciptakan tidak berhak untuk diibadahi. Saya sering sampaikan kalau seandainya yang menciptakan saya dua zat Allah dan zat yang lain, maka saya akan sembah keduanya. Tetapi yang menciptakan kita hanya satu Allah, maka dia saja yang berhak untuk disembah. Seandainya pencipta alam semesta ini pemilik langit dan bumi dan apa di antara keduanya, dua zat Allah dan yang lainnya, maka kita harusnya menyembah keduanya karena keduanya yang menciptakan alam semesta ini. Namun ketika yang memiliki alam semesta ini hanyalah Allah semata, maka hanya Dia yang berhak untuk di disembah. Makanya Allah mengatakan, "Wama qadarullahaq qadrih." Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya. Itu kaum musyrikin yang menyembah selain Allah. Mereka tidak mengagungkan Allah. Bagaimana mereka bisa menyembahkan Rabbus samawati wal ard w bainahuma dengan mayat yang mereka sembah, dengan nabi yang mereka sembah, dengan malaikat yang mereka sembah. Apa dibandingkan dengan penguasa alam semesta ini? Allah mengatakan wama qadarullah haqqo qadrih. Mereka tidak maungkan Allah sebagaimana mestinya. Wal ardu jamian qdatu yaumalqiam wasamawat matwiatunamini. Bumi pada hari kiamat kelak dalam genggaman Allah dan langit dilipat dengan tangan kanan Allah. Itu yang berhak disembah. Yang bisa genggam bumi, yang bisa melipat langit, itu yang disembah. Ngapain sembah mayat-mayat? Ngapain sembah wali-wali yang mereka tidak bisa menolak kemudaratan dari diri mereka sendiri? Ngapain sembah malaikat yang hanya taat kepada perintah Allah? Tidak bisa mengeksekusi seenaknya. Enggak bisa. Hanya tinggal perintah. La yasbiquun hu bilqul. Taat kepada Allah. Jalankan persis sebagaimana perintah Allah. Ngapain sembah para nabi yang tidak bisa menolak kemudaratan dari dari mereka? Apalagi batu, apalagi pohon. Maka yang berhak disembah ilahun wahid. Inna ilahakum la wahid. Sesungguhnya Tuhan kalian adalah maha esa. Siapa Tuhan tersebut? Rabbus samawati wal ardhi w bainahuma warabbul masyariq. Pencipta langit dan bumi dan apa di antara keduanya? Dan penguasa al-masyariq. Yaitu tempat-tempat terbit. matahari. Tib. Kalau kita perhatikan dalam Al-Qur'an Allah sebut tentang masyrik dan magrib datang dalam beberapa model ayat. Di antaranya Allah berfirman misalnya, "Walillahil masyriqu wal maghrib." Milik Allahlah timur dan barat. Timur tempat terbit matahari. Barat tempat terbenah mata matahari. Dalam ayat yang lain Allah berfirman, "Rabbul masyriqaini waabbul magribain." Pemilik dua timur dan pemilik dua baat. Apa maksudnya? Nanti kita akan jelaskan dalam ayat yang lain. Fala uqsimu masyariqi wal magari. Sungguh aku bersumpah dengan Tuhan sang penguasa timur-timur, yaitu kumpulan timur dan kumpulan barat-barat. Bab di sini Allah mengatakan, warabbul masyariq. Masyarik jamak dari masyrik. Masyrik itu apa? Tempat terbit matahari. Kenapa dijamak? Karena ternyata matahari itu terbit setiap hari beda titiknya. Setiap hari beda titiknya. Setiap hari ada perubahan. Dan itu sangat jelas kalau ikut tiap bulan awal bulan terbit di sini. Nanti bulan depan pindah tempat, pindah tempat. Pindah tempat, pindah tempat. tentunya orang-orang fisikawan bisa menjelaskan akan hal ini. Ya, mau teori bumi bulat mudah karena kita belajar dari kecil. Kalau teori bumi datar wallahuam gimana penjelasannya ya. Intinya kalau secara fisikawan mereka jelaskan secara sederhana ya, bahwasanya matahari bulan berotasi dengan kemiringan 23 derajat kemudian berevolusi memuningi matahari sehingga karena kemiringannya itu sehingga terbit matahari berubah setiap setiap hari. Sekali berotasi maka titiknya berubah. Titiknya berubah sehingga Allah mengatakan warabbul masyariq. Bukan rbul masyriq. Dan ini di antara ijaz qurani bahwasanya dalam Al-Qur'an ada perkara-perkara sains. Ketika Allah menyebutkan tempat terbit matahari, Allah tidak menyebutkan dengan mufrad, tapi dengan jamak. Karena memang matahari setiap hari terbit dari titik yang berbeda. Tadi ada kemiringan 23 derajat itu 20 derajat sekian. Ini sehingga ada 360 sekian titik terbit matahari. sama almagharib terbenam hati juga berbeda-beda berubah pindah-pindah tempatnya almagharib magrib magrib tempat terbenam matahari kalau magharib jamak dari itu ya plural kalau plural berarti tempat terbenah matahari berbeda berbeda-beda. Fala uqsimu masyariqiil magarib yaal magari falabil masyariqi wal magaribi. Sungguh aku bersumpah dengan Rabb penguasa masyarik, yaitu kumpulan tempat terbit matahari. Wal magharib, kumpulan tempat terbenah mata matahari. Bab kenapa? Di di kadang Allah mengatakan rabbul masyriqaini waabbul magribain di tasniah dua. Pemilik dua tempat terbit matahari dan pemilik dua terbena mata matahari. Ya. Maka ini ee ada yang mengatakan bahwasanya ee yaitu tempat masyrikus syita dan masyrikus ee asif wa wa maghribaihima. Secara umum kalau di Arab Saudi di daerah yang ada musim dingin, musim panas, maka bisa diklasifikasikan tempat terbit matahari ketika musim dingin berbeda dengan tempat terbit matahari ketika musim musim panas. Ada yang mengatakan dia 180 setengah tahun nanti dia kembali lagi. Ini orang fisik yang lebih tahu. Sehingga diklasifisikan dua model. dia akan berpindah kemudian dia balik lagi sehingga jadi dua kelompok musim panas musim apa dingin. Demikian juga titik terbenamnya berpindah setiap hari nanti sudah pada pertangan tahun dia balik lagi. Dia balik balik lagi sehingga bisa diklasifikasikan menjadi dua model tempat terbit ketika kumpulan tempat terbit di musim panas dan kumpulan tempat terbit di musim apa? dingin sama kumpulan tempat terbit tempat terbenam di musim panas dan kumpulan tempat terbenam di musim dingin. Apa azan? Oke, kita azan kita salat insyaallah kita lanjutkan lagi. Wallahuam ba. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi was walah. Kita lanjutkan pada ayat berikutnya. ee saya sempurnakan tadi dalam sebagian ayat Allah mengatakan ee rabbul masyik wal maghrib ya bahwasanya Allah subhanahu wa taala pemilik timur dan barat ya. Walillahil masyriqu wal maghrib. Ya, bagi Allah adalah timur dan barat. Datang dalam bentuk mufrad. Walillahil masyriq wal maghrib. Yaitu kalau mufrad menunjukkan jenis. Sehingga kalau datang dalam bentuk ee mufrad atau mutsanna atau jamak maka ada taujihnya, ada arahannya masing-masing sebagaimana tadi kita jelaskan. Tib ayat berikutnya pada ayat ke6 Allah berfirman, "Innaama dunya bizinatinil kawakibi." Ya, sungguhnya kami menghiasi langit dunia dengan hiasan yaitu alkawakibi. Ya, sini zinatin dengan majrur. Kemudian alkawakibi dengan majrur juga. Itu badal dari zina. Cuma kalau kita artikan, "Sesungguhnya kami menghiasi langit dunia dengan perhiasan yaitu adalah bintang bintang-bintang." Dan dalam Al-Qur'an banyak walaqanama dunya bimobih walah rujumin. Kami telah menghiasi langit-langit dengan bintang-bintang, dengan lampu-lampu. Maksudnya bintang-bintang dan kami jadikan bintang-bintang tersebut untuk melempar setan-setan. Ya. Ya. Demikian juga ee dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa taala ee berfirman, "Walaqad ja'alna fisama buruja waayannaha linadirin." Kami jadikan di langit gugusan bintang dan kami jadikan bintang-bintang tersebut hiasan bagi para orang yang memandangnya. Qotadah rahimahullah, salah seorang tabiin berkata, "Bintang itu fungsinya tiga. Sebagian datang dalam Al-Qur'an." Yang pertama adalah zinah, perhiasan langit. Yaitu Allah tidak menciptakan langit begitu saja. Kalau langit kosong gitu kurang indah ya. Kosong melompong. Maka kalau malam dikasih bintang-bintang ya. Jadi alam semesta ini tidak terjadi. Kebetulan di antara bantahan kepada orang-orang ee ateis yang mengatakan alam terjadi dengan kebetulan atau terjadi seleksi alam dan segalanya seharusnya tanpa perlu ada keindahan. Yang penting asal jadi ya. Tapi ketika bukan sekedar jadi dihiasi menunjukkan ini ada yang bikin. Ada yang yang bikin. Tapi kalau sekedar kebetulan harusnya dia pada bentuk awal yang minimal sudah jalan ya sudah selesai ya. Tetapi ternyata Allah menjadikan banyak keindahan ya. keindahan. Dan keindahan itu salah satu bantahan kepada orang-orang ateis bahwasanya ada pencipta yang menginginkan adanya keindahan tersebut. Karena kalau alam terjadi dengan kebetulan tanpa sengaja tidak ada keindahan. Bentuk seadanya. Di antaranya Allah tidak menjadikan langit cuma plong begitu aja tapi Allah beri hiasan. Ini fungsi pertama bintang-bintang. Fungsi kedua adalah untuk rujuman layanatin. Untuk melempari setan-setan yang ingin mencuri berita dari langit. Yang ketiga adalah untuk memberi petunjuk. Wa alamat wabinajmi hum yahtadun kata Allah. Dan dengan bintang-bintang mereka dapat petunjuk. Yaitu orang dulu melihat gugusan bintang ini berarti arah mana arah mana mereka tahu dengan bintang-bintang tersebut. Adapun fungsi selain daripada itu maki kesesatan seperti untuk meramal. Ya, ini tentu ngawur ya. Ramal masa depan dengan bintang tentu ngawur atau meyakini bintang ini punya pengaruh terhadap kejadian alam gerakannya. Ini juga ngaur ya. Sebenarnya bintang-bintang cuma tiga tersebut ya. Di antaranya Allah sebutkan sini, innaamaad dunya. Kami hiasi langit dunia. Langit dunia maksudnya langit yang paling rendah. Karena kita tahu langit ada berapa? Tujuh. Tujuh lapis. Cuma khilaf di kalangan para ulama, apakah tujuh lapis langit ini mutawasilah atau mutafasilah? Mutawasilah maksudnya langit pertama langsung langit kedua, langit ketiga, langit keempat nyambung sampai langit ketujuh atau langit pertama ada space kosong baru langit kedua. Langit kedua ada space kosong lagi. Baru langit ketiga ada khilaf di kalangan para ulama. Dua pendapat. Dan satu langit jaraknya 500 tahun perjalanan. Yang kita bicarakan ini ada bintang-bintang langit dun dunia. Siapa yang pernah langit kedua? Pernah pergi ke langit kedua? Enggak ada yang pernah. J alam semesta sangat luas. Makanya kalau mau sombong mikir-mikir kamu tuh siapa ya? kita ini enggak ada apa-apanya. Tib kata Allah setelah itu setelah untuk menjadi perhiasan kata Allah wifi sit marid dan sebagai penjaga dari setan pembangkang yang durhaka. Marat. Marit maksudnya durhaka. Seperti Allah Subhanahu wa taala. Madinah. Di antara orang-orang Arab Badwi sekitar Madinah ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah ada orang-orang munafik yang durhaka. Maradu yaitu apa? Ee bertahan dalam kemunafikannya. Tapi kau tidak mengenali mereka wahai Rasulullah. Nahnu naamuhum. Tapi kami tahu siapa mereka karena Nabi tidak tahu isi hati manusia. Jadi maradu maksudnya ee durhaka, pembangkang, ngeyel keras kepala itu namanya marad. Makanya jin-jin yang parah disebut maradah. Ya. Dalam hadis ketika Rasulullah menyebutkan tentang ee bulan Ramadan, jin-jin dibelenggu. Dalam sebagian riwayat, wasufidat maratusatin dan dibelenggu gembong-gembong setan. Artinya setan-setan keroco masih berkeliaran. Kalau ada orang maksiat di bulan Ramadan berarti imannya lemah. Karena digoda sama yang keroco sudah jatuh. Karena yang gembung-gembung sedang dibelenggu. Jadi maradah yaitu marid jamak dari marid. Di sini Allah mengatakan wah min kulli marid untuk menjaga dari setan pembangkang. Apa kerjaan mereka? yamaalilib mereka tidak dapat mendengarkan pembicaraan para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Jadi setan-setan dahulu mereka suka mencuri berita dari langit. Jadi kalau Allah memutuskan perkara jadilah pembicaraan dari malaikat yang ada di langit yang paling atas kemudian diover ke langit kedua sampai ke langit dunia. Setan-setan ee malaikat di langit kedua berbicara Allah memutuskan demikian-demikian. Ada setan saking hebatnya dia terbang menuju ke ke langit dan dia cari-cari berita. Ngomong apa nih? Ngomong apa nih? Dia dengar-dengar dia tangkap-tangkap berita kemudian dia lapor kepada dukun. Makanya Allah mengatakan di sini aa ya mereka tidak mampu mendengar pembicaraan kenapa ada bintang ada lemparan bintang yang menghantam mereka. Dan mereka dilempar dari segala sisi duhuran dan mereka terusir terhina wumabun wasib dan bagi mereka azab yang kekallauunqib. Kecuali yang berhasil mencuri-curi sedikit tiba-tiba dihantam dengan syihab yaitu api yang menembus. Api yang menembus. Tib kita bahas ee jadi dahulu sebelum Nabi diutus, sebelum Nabi diutus maka banyak sekali dukun-dukun kalau ngeramal benar. Karena jin-jin ketika itu punya kemampuan untuk mendengar berita-berita pembicaraan para malaikat tentang masa depan. Jadi Allah putuskan salat tentang masa depan dibicarakan oleh malaikat yang langit pertama sampai kepada langit yang ke bawah. Ayat langit keetuuh sampai langit pertama ketika mereka bicara, setan tidak mampu menebus langit. Dia cuma paling dekat-dekat langit. Kemudian dia dengar. Dia dengar pun tidak bisa dengar dengan apa? Sempurna. Makanya kata Nabi, "Fayakibu maaha miata kadbah." Dia dengar satu kalimat, dia tambah dengan 100 kedustaan. Kemudian dia over kepada setan di bawahnya. Mereka kerja sama over lagi setan ke bawahnya. Setan ke bawahnya sampai hatta yulqiaha alisania kadib. sampai disampaikanlah berita itu kepada dukun atau kepada pe penyihir. Makanya terkadang dukun meramal benar. Jadi kalau ada dukun suka meramal benar itu dukun asli berarti punya teman setan. Kalau dukun ngeramal salah terus dukun-dukunan itu namanya sok jadi dukun. Tapi kalau ngeramal benar justru wah ini jangan dianggap wali. Ini dukun berarti dia ngaku-ngaku tahu masa depan dukun berarti karena kerja sama dengan setan. Di zaman sebelum Nabi diutus mudah banyak sekali. Ketika Nabi diutus sebagai bentuk pemuliaan kepada Nabi, maka langit dijaga. Dalam surah aljin kata para jin waamnama dunya fawajadnaha mulat harasanadidanuba. Kami dahulu sering ke langit cari-cari berita. Tiba-tiba kami dapati langit sudah banyak penjaganya dan banyak api yang menghantam. Sudah susah sekarang. rada kata kata kata jin, "Kami dulu punya pos-pos di langit, pos untuk curi berita. Sekarang siapa yang mau coba-coba mendengar berita dari pembicaraan malaikat langsung kena hantaman apa? Bintang. Tib. Apa yang dimaksud dengan lemparan bintang? Rujum lyayatin? Bukan bintang itu kemudian lepas dari tempatnya. Enggak. Cuma percikan atau api. Karena Allah mengatakan syihab, syuhub. Syihab itu maksudnya api. Dan secara bahasa Arab eh syihab maksudnya apa? A api. Atikum bisyihabin qobasin. Seperti perkataan Nabi Musa, "Wahai istriku, sabar saya cari percikan api." Dalam ayat yang lain, jadwatan minanar, yaitu suluh api. Maksudnya jin-jin ketika mau mencuri berita maka Allah jadikan bintang itu keluarin api untuk me menghantam bintang, menghantam setan-setan tersebut. api tersebut menghantam setan-setan tersebut. Bukan bintangnya kemudian jatuh, enggak. Tapi percikannya atau potongan dari kecil dari bintang-bintang tersebut. Dan Allah mengatakan dalam tadi dalam ayat yang ee ke-10. Khatifal khatah. Kecuali setan yang mencuri-curi berita. Dia dapat berita tetapi apa? Faatbaahuqib. maka dia dikejar oleh api yang menembus. Sakif maksudnya menembus. Sehingga dijadikan dia oleh para ulama bahwasanya jin itu berfisik, berjisim, berfisik dan bisa ditembus oleh api tersebut. Tentu malaikat berfisik, manusia berfisik, roh ada fisiknya, cuma kita enggak tahu seperti apa. Jin juga berfisik. Makanya bisa ditembus oleh apa? oleh api tadi. Kalau enggak ada fisik apinya enggak ada kena apa-apa. Berarti dia kena api enggak kena. Bahkan kata Allah saakqib tembus ke tubuhnya. Tembus ke tubuhnya. Oleh karenanya jin bisa masuk dalam tubuh manusia. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Initana yajri min bani adam majram." Sesungguhnya setan masuk dalam tubuh manusia seperti aliran dara. Dia berfisik. Fisik dia masuk ke dalam fisik manu manusia. Cuma fisiknya seperti apa kita enggak tahu. Karena unsur penciptaannya tidak sama dengan kita. kita dari tanah, mereka dari api. Tetapi setan marid ngayal. Sudah tahu banyak teman-temannya mati kena api, dia tetap aja mau curi-curi terus. Kok bisa ngeyel begitu? Ya namanya juga setan. Seperti antum hewan lalat lah. Lalat sudah datang kemudian datang ke kotoran. Sudah tahu kotoran kita bunuh lat tersebut tetap aja datang meskipun teman-temannya sudah pada mati. Iya. Enggak ya. Namanya juga akhlak lalat seperti itu. Nah, jin juga seperti itu. Hobinya seperti itu. Nyuri berita. Nyuri berita. Sampai ketika Nabi diutus maka mereka sudah tidak bisa lagi curi berita. Maka ketika itu heboh datang dalam sebagai riwayat mereka heboh. Mereka lapor sama iblis. Iblis, "Bos, sudah enggak bisa lagi curi berita. Ada apa ini?" Kata iblis. "Pasti ada sesuatu." Cek cek cek. Oh, ternyata Muhammad diutus menjadi seorang nabi. Sudah enggak bisa lagi. Repot nih para ulama khilaf setelah Rasulullahu alaihi wasallam wafat, setelah Al-Qur'an turun dengan sempurna, apakah kembali seperti dulu? Bisa curi berita lagi atau sudah tidak bisa sama sekali? Ketika di zaman Nabi enggak bisa sama sekali. Nah, setelah Nabi meninggal dunia, apakah masih bisa curi berita lagi? Ada yang bilang sudah tidak bisa lagi. Ada yang bilang bisa tapi sudah susah. Makanya dukun-dukun sekarang banyak gagalnya. Tidak kayak dulu. Zaman dulu dukun kalau ngeramal-ngeramal biasanya benar. Karena mereka kerja sama dengan apa? S setan. Sekarang dukun ngeramal ngacau semua. Akan ada orang terkenal yang mati. Ya mesti adalah memang orang terken ada akan artis yang mati. Ya artis pasti ada yang mati. Emang artis hidup terus ya. Jadi mereka marit sudah ee apa namanya? ee sudah banyak temannya yang mati, tetap aja pengin curi curi berita. Kata Allah, "Las la yasammauna ilal malail a'la." Mereka tidaklah, mereka tidak dapat mendengar. Sammaun itu yatasammaun itu benar-benar berusaha mendengar. Jadi, curi curi-curi gitu. Jadi tidak dengar gini, eh ngomong apa malaikat? Mereka curi-curi, berusaha, diam-diam, curi-curi, tapi mereka tidak berhasil. Ketika Nabi Adam, mereka tidak berhasil. Di sini Allah menyebutkan ilal malail a'la. Mereka tidak mendengar dari pembicaraan alala. Almala itu yaitu rombongan yang mulia. Ala'la di tempat tinggi. Ini sebagai bentuk pujian kepada para malaikat. Allah mensifati para malaikat dengan almalaul a'la. Karena mereka rombongan mulia yang ada di atas. Waukzafuna min kulli janib. Dan mereka ditembak dengan tembakan api dari segala sisi. Mereka tewas tapi tidak mau tobat. Duhuran. Akhirnya mereka terusir dengan hina. Kata Allah, walahum adzabu wasib. Dan bagi mereka azab yang kekal. Wasib maksudnya kekal. Seperti firman Allah wahudin wasiraqu. Dan bagi Allah adalah ketaatan yang kekal, yang abadi. Agama yang abadi. Wasiban maksudnya kekal. Jadi walahumabun wasib. Mereka disiksa di dunia dengan lemparan api dari bintang dan di akhirat mereka disiksa dengan api neraka dengan kekal abadi. Karena mereka kafir. Ini menunjukkan bahwasanya yang masuk surga bukan cuma manusia saja. Jin juga kalau taat masuk surga. Dan yang masuk neraka bukan manusia pembangkang pendosa saja. Jin juga masuk apa? Neraka. Dan jin juga ada yang kafir, ada yang pelaku maksiat. WQ minal jinni wal insi. Sungguh kami telah penuhi neraka dengan banyak jin dan banyak apa? Manusia. Di sini Allah mengatakan, "Wahumabu wasib." Dan bagi mereka azab yang abadi maksudnya kekal di neraka karena mereka kafir. Kalau ada yang bertanya, "Ustaz, jin kan tercipta dari api. Masa disiksa dengan api?" Iya. Dia cipta dari api tapi dia sudah berubah bentuk. Kamu juga dicipta dari tanah. Memang kalau saya kasih tanah di mukamu sakit enggak? Sama. Kita dari tanah, tapi kalau ditabok dengan tanah sakit enggak? Sakit. Ya tabok dengan batu sakit bisa pecah kepala dari tanah tapi sudah mengalami perubahan. Jin pun demikian. meskipun tercipta dari api, tapi dia sudah mengalami proses perubahan dan mereka disiksa juga dengan a api. Oleh karena jin ketika mencuri berita kena tembakan api dari bintang, maka terbakar tubuhnya tembus ya. Tubuhnya te tembus. Dan setelah Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam wafat tadi maka khilaf di kalangan para ulama apakah mereka masih bisa mencuri berita atau tidak? Wallahuam. Kalau bisa meskipun bisa mencuri, maka sudah sangat sulit. Oleh karenanya zaman sekarang banyak dukun yang salah dan sering ngawur. Karena tidak seperti dahulu sebelum diutus Nabi. Mereka sangat mudah meramal karena banyak berita yang mereka curi dari para malaikat Bab. Demikian saja ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Insyaallah kita lanjutkan bulan depan biillahi taala. Wallahuam bisawab. Demikian saja kajian kita. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.