Transcript
6-AsIVZukKM • Selamat Lahir Anak Tuhan ? - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2651_6-AsIVZukKM.txt
Kind: captions Language: id Innalhamdalillah nahmaduhu wainuhu wafiruhu watubu ilaih wa naud nazubillahi min syururi anfusinaati may yahdihillahu fala mudillalah wam yudlil fala hadiyaalah asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu anna muhammadan abduhuasuluhu huda huda Muhammadin shallallahu alaihi wasallam umri wa muhid wa bidah wainar maasiral muslimin bqwallah faq fazal muttaquun sungguhnya selamat dari cercaan manusia adalah perkara yang mustahil. Sebagaimana dikatakan ridanas gayatun la tudra. Mencari keridaan seluruh manusia adalah tujuan yang mustahil. Orang baik maka akan dicela oleh orang yang buruk. Jangankan kita, bahkan para nabi pun tidak selamat dari cercaan. Lihatlah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam sosok yang sangat sempurna yang dahulunya dijuluki dengan asodqul amin. Orang yang jujur dan terpercaya. Kemudian akhirnya berubah menjadi celaan dengan berbagai macam gelaran. Dikatakan sebagai kadzab sang pendusta. Dikatakan sebagai kahin dukun. dikatakan sebagai sahir. Orang yang menyihir. Dikatakan sebagai mashur yang disihir. Dikatakan sebagai majnun, orang gila. Dikatakan sebagai syair, penyair. Dan dikatakan dikatakan sebagai sabi, yaitu orang yang keluar dari tradisi nenek moyangnya. Ternyata jangankan Nabi sallallahu alaihi wasallam bahkan pencipta alam semesta, Allah subhanahu wa taala juga tidak selamat dari cercaan para makhluknya. Allah Subhanahu wa taala menyebutkan cerca-cerca dalam Al-Qur'an yang disematkan oleh makhluk kepada Allah Subhanahu wa taala. Contoh kata Allah Subhanahu wa taala, waqatil yahudu yadullahi maglulah. Orang-orang Yahudi berkata, "Tangan Allah terbelenggu." Orang Yahudi berkata, "Tangan Allah terbelenggu. Justru tangan merekalah yang belenggu. Bahkan dan waluin bimaq dan mereka terlaknat akibat perbuatan mereka." Bahkan kedua tangan Allah terbentang. Allah berinfak dengan apa yang Allah kehendaki. Mereka juga berkata bahwasanya Allah fakir. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Laq samiallahuina q inallaha faqirun wahnu agniyaaktubu mau." Kata Allah subhanahu wa taala, "Sungguh Allah telah mendengar perkataan mereka yang mengatakan, Allah miskin, kamilah yang kaya." Itu mereka mencela. "Kenapa perlu ada sedekah?" Allah miskin, kami yang kaya. Mereka menghina Allah Subhanahu wa taala. Mereka juga mencela Allah dengan mengatakan Allah letih setelah menciptakan alam semesta. Allah istirahat pada hari yang ketujuh. Maka Allah membantah walaq khalaq samawati wal ard w bainahuma fi sittati ayyamin wana minub. Sungguh kami telah menciptakan langit dan bumi dalam waktu 6 hari dan kami tidak ditimpa dengan keletihan sama sekali. Ini semua adalah cercaan-cercaan kepada Allah Subhanahu wa taala. Namun di antara cercaan yang sangat parah adalah mengatakan Allah punya anak. Oleh karenanya dalam hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, Allah berfirman, "Kadzabani ibnu Adam walam yakun lahu dalik wasatamani ibnu Adam walam yakun lahu dik." Sesungguhnya Ibnu Adam telah mendustakan aku dan tidak pantas dia berdusta kepadaku. Tidak pantas dia mendustakan aku. Dan Ibnu Adam, anak Adam telah mencaciku dan tidak pantas bagi dia untuk mencaciku. Amma takzibuhu iaya. Adapun dia mendustakan aku. Yaakl ma yiduni kama badaani. Dia mengatakan, "Aku tidak bisa membangkitkan saya sebagaimana Allah tidak bisa membangkitkan saya sebagaimana Allah pernah menciptakan saya." Itu adalah kedustaan terhadap Allah Subhanahu wa taala. Kemudian kata Allahuayakna lahu waladan. Adapun dia mencaciku maka dia berkata bahwasanya Allah punya anak. Maka inilah perkataan yang paling buruk bagi Allah subhanahu wa taala. Makanya Allah menyatakan bukan cuma Allah yang murka bahkan alam semesta hampir-hampir hancur gara-gara perkataan seperti ini. Kata Allah Subhanahu wa taala waquahmanu walada. Mereka mengatakan arrahman punya anak. Kata Allahumidda sungguh kalian telah mendatangkan perkara yang sangat mungkar. Takadusamawatu hampir langit terbelah. ardu hampir bumi terbelahirul jibalu had hampir gunung-gunung yang begitu kokoh hancur lebur kenapa andaahmani walada tatkala mereka mengatakan bahwasanya Allah punya anak wagahman dan tidak pantas bagi Allah untuk punya anak tidak pantas tidak layak in fisamawati wal ardhi illaahmani abda sungguh yang ada di langit dan di bumi semua akan datang sebagai hamba Allah Subhanahu wa taala. Malaikat Jibril akan datang sebagai hamba Allah Subhanahu wa taala. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam akan datang sebagai hamba Allah Subhanahu wa taala. Dan Nabi Isa akan datang sebagai hamba Allah Subhanahu wa taala. Oleh karenanya terlalu banyak ayat dalam Al-Qur'an mengingkari akan hal ini. Kenapa hal ini adalah celaan yang sangat buruk? Karena ini membatalkan keesaan Allah Subhanahu wa taala. kontradiksi dengan keesaan Allah Subhanahu wa taala yang telah Allah telah memuji dirinya tentang keesaannya. Allah berfirman, "Qul huwallahu ahad." Katakanlah, "Dialah Allah yang Maha Esa. Allahus somad." Dialah yang semuanya membutuhkannya bergantung kepadanya. Lam yalid walam yulad. Allah subhanahu wa taala tidak melahirkan dan juga tidak dilahirkan. Walam yakun lahu kufuwan ahad. Dan tidak ada suatuun yang serupa dengan Allah. Allah juga memuji dirinya dengan berkata, "Wlilhamdulillahilladzi lam yattak walada walam yakun lahu syarikun fil mulk walam yakun lahu waliyum minadul wakabbirhu takbir." Dan katakanlah segala puji bagi Allah yang tidak punya anak Allah muji dirinya bahwasanya dia tidak punya anak tidak ada penolong baginya. Tidak ada sekutu baginya dan agungkanlah Allah dengan seagung-agungnya. Allah berfirman, "Waqallahu walada subhanah." Mereka berkata, "Allah punya anak. Maha suci Allah. Allah suci. Jika Allah punya anak maka Allah tidak suci lagi." Dalam ayat yang lain, waquallahu walada subhana hual gani mereka berkata Allah punya anak. Maha suci Allah. Dia maha kaya dan dia tidak membutuhkan kepada anak, tidak butuh kepada istri, tidak butuh kepada partner dan tidak butuh kepada siapapun. Dialah Maha Esa. Isau Maryamunillahiadin subhanah. Itulah hakikat Nabi Isa adalah seorang hamba dari apa yang mereka perselisihkan. Makana lillahi waladin subhanah. Tidak pantas bagi Allah untuk punya anak. Maha suci Allah dari punya anak. Ketahuilah mereka dengan kedustaannya mereka berkata, mereka bilang Allah punya anak dan sungguh mereka benar-benar pendusta. Maasyiral muslimin. Oleh karenanya, begitu banyak ayat menegaskan bahwasanya Allah Maha Esa. Dan siapa yang mengatakan bahwasanya Allah punya anak, maka dia telah mencoreng kesucian Allah dan dia telah membatalkan keesaan Allah subhanahu wa taala. Oleh karenanya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam di antara tujuan dakwah beliau adalah menebarkan tauhid keesaan Allah di seluruh alam semesta. Maka beliau mengirim surat kepada raja-raja Nasrani ketika itu agar mentauhidkan Allah Subhanahu wa taala. Maka beliau mengirim surat kepada Heroklius, raja Romawi, raja yang paling hebat di zaman itu. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam risalahnya, "Aslim taslam, masuk Islamlah maka kau akan selamat. Ytikallahu ajratain. Maka Allah akan berikan engkau ganjaranmu dua kali lipat. Fain tawallait. Kalau kau berpaling, tidak mau masuk Islam, fnama alaikaul arisin, maka kau akan menanggung dosa rakyatmu. Bukan cuma dosamu saja, bahkan dosa rakyatmu akan kau tanggung. Kemudian Nabi menyebutkan firman Allah, "Ya ahlal kitabi taalau ila kalimatin sawain bainanaum all na'buda illallah wyrak bauna ba'bunillahuana muslimun. Wahai ahlal kitab, kemarilah kita menuju kepada satu kesepakatan yang sama. In sawa ila kalimatin sawa. Perkataan yang sama yang kita sepakati. Apa itu yang kita sepakati? Alla na'buda illallah. Kita tidak beribadah kecuali hanya kepada Allah. Wala nusyrika bihi. Dan kita tidak berbuat syirik. Mensekutukan Allah dengan siapapun. Jangan mensekutukan Allah dengan siapapun. Tidak dengan malaikat, tidak dengan nabi, tidak dengan wali, tidak dengan siapapun yang disembah hanya Allah Subhanahu wa taala. Watt ba'duna ba'dan arbab minunillah. Dan jangan sampai sebagian kita mengambil menjadikan sebagian lain sebagai tuhan-tuhan selain Allah. Inilah risalah yang Nabi kirimkan kepada Heroklius mengajaknya untuk mentauhidkan Allah subhanahu wa taala. Demikian juga Nabi kirim kepada Raja Najasyi, seorang raja Nasrani yang menguasai Habasyah, Etiopia. Dengan surat yang sama, Nabi mengajaknya untuk bertauhid dan akhirnya beliau masuk Islam di kemudian hari. Dengan surat yang sama Rasul Sallahu Alaihi Wasallam kirimkan juga kepada Al-Muqauqis yaitu penguasa Mesir yang juga beragama Nasrani. Nabi mengajak mereka untuk mentauhidkan Allah Subhanahu wa taala. Maka tauhid, tauhid adalah intisari dari ajaran Islam yang kata Allah Subhanahu wa taala islamiqbal wahua akirati minal khasirin. Siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu wa taala. Siapa yang mencari mencari kebahagiaan dengan agama kesyirikan, maka tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu wa taala. Innadinaallahil Islam. Sesungguhnya satu-satunya agama yang didudai oleh Allah hanyalah Islam. Astagfirullahakum muslimahfiru inahu gurahim. Alhamdulillahi ala ihsanih wasyukrulahu ala taufiqihi wamtinanih ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahu takziman lisya'nih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwanumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan maasyiral muslimin berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia bahwasanya kita sebagai bangsa Indonesia, sebagai warga negara hendaknya menjunjung toleransi. Dan arti toleransi artinya masing-masing menjaga identitasnya. Sehingga disebutkan tidak boleh mencampuradukan antara akidah, mencampuradukan antara ibadah, ya mencaburkan antara atribut-atribut, dua keyakinan yang berbeda. Maka itu adalah toleransi masing-masing menjaga yang lainnya tanpa harus merubah identitasnya. Dan di antara kesempurnaan mentauhidkan Allah Subhanahu wa taala adalah tidak ikut serta dalam mengucapkan selamat lahir anak Tuhan. Oleh karenanya di antara tafsir salaf terhadap firman Allah Subhanahu wa taala tentang sifat-sifat ibadurrahman yang mereka adalah para penghuni surga yang Allah mengatakan ibadurrahmanilladina yamsyuna alal ardhi hauna. Ibadurrahman yang sifatnya demikian dan demikian. Di antara sifat mereka penghuni surga walladina lahadunazura adalah mereka tidak pernah menghadiri Azzur. Dan di antara pengertian Azzur sebagaimana tafsiran sebagian salaf a'yadal kuffar yaitu peringatan-peringatan hari keagamaan agama-agama nonmuslim. Maka seorang menghormati tanpa harus mengikuti tetap identitas dijaga. Kalau jika ada seorang melakukan kemaksiatan, maka tidak mungkin kita mengatakan selamat bermaksiat. Tidak mungkin kita makan selamat bermaksiat. Kalau kita mengucapkan selamat bermaksiat secara zahir, bahwasanya kita ikut gembira akan kemaksiatan tersebut. Jikalau ada seorang berzina, gak mungkin kita mengatakan selamat berzina. Seakan-akan kita setuju dengan perzinaan tersebut. Bagaimana lagi jika seorang melakukan kesyirikan apalagi melakukan perbuatan yang secara kacamata Islam adalah perbuatan yang sangat dicela oleh Allah Subhanahu wa taala. Di antara celaan-celaan kepada Allah inilah celaan yang paling buruk kepada Allah subhanahu wa taala yaitu mengatakan Allah punya anak. Dan sebelum Nasra sudah ada umat-umat yang lain juga yang mengatakan demikian. Allah berkata, "Waqatil yahudu uinun ibnullah waqatin nasar masih ibnullahika quuhum bwahihim. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Orang Yahudi mengatakan Uzair adalah putra Allah. Orang Nasra mengatakan almasih adalah putra Allah." Itulah ucapan dari mulut mereka menyerupai ucapan orang-orang terdahulu. Yaitu banyak kaum musyrikin yang mengatakan almalaikatu banatullah. Bahwasanya malaikat adalah putri-putri Allah. Ini semua tidak disukai oleh Allah Subhanahu wa taala. Ini semua mencoreng tauhid. Maka tidak perlu kita mengucapkan selamat atas lahirnya Nabi Isa sebagai anak. Sebagai anak Allah tentunya tidak sesuai dengan akidah umat Islam. Maka seorang berusaha menjaga akidahnya sehingga dia bertemu dengan Allah di atas tauhid dan dia tidak berbasa-basi dalam urusan tauhid. Toleransi dijaga ya, kebersamaan dijaga, bineka tunggal ika dijaga, tetap masing-masing menjaga identitasnya. Inallah malaikatahu al nabi ya aina amanu shu alaihi wasallimu taslima. Yeah.