Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman wa asadu anna muhammadan abduhu waasul da ridwan allahumma sholli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani. Ibu-ibu yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, kita lanjutkan bahasan kita tentang ahis islah qulub. Tentang hadis-hadis yang berkaitan dengan perbaikan hati dan kita senantiasa membutuhkan perbaikan terhadap hati kita ya. Nah, hati ini banyak sekali penyakitnya, banyak sekali kotorannya ya dan terpengaruh dengan apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, apa yang kita baca dan terlalu banyak perkara dunia yang buat kita akhirnya lupa untuk perbaiki masalah hati. Dan orang pada dasarnya lebih fokus untuk ee memperbaiki penampilan luar zahirnya dan lupa untuk memperbaiki hatinya. Dan pada kesempatan kali ini kita akan bahas tentang derajat al-ihsan. al-ihsan ya. Ihsan ee dalam maratibuddin dia adalah derajat tertinggi ya. Sebagaimana dalam hadis Jibril ketika Jibril bertanya kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Faakhbirni anil Islam." Kabarkanlah kepadaku tentang Islam. Maka Nabi mengatakan tentang rukun Islam yaitu anash ashadu alla ilahaillallah anna muhammad rasulullah tuqimus tuqimus watuzakah ya e ramadanujal baita ini ilaihi sabila ya itu syahadatain kemudian salat bayar zakat puasa dan haji. Kemudian ketika ditanya faakbirniil iman kabarkanlah tentang iman maka Rasulullah menjawab dengan rukun iman. Billahi waaikatiumil akir bilqarihi. Rukun iman yaitu iman kepada Allah, malaikat kepada kitab-kitab kepada para rasul pada hari kiamat dan pada takdir baik maupun yang buruk. Setelah itu ee malaikat Jibril bertanya, "Faakbirni anil ihsan." Kabarkanlah kepada tentang ihsan. Maka Rasulullah menjawab, "Anta'budallaha kaaka tarahu faillam takun tarahu fainnahu yar." Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya. Jika kau tidak mampu melihatnya, ketahuilah Allah melihatmu. Maka dari sini para ulama membagi namanya maratibuddin. Ya, maratibuddin yaitu tingkatan-tingkatan dalam agama. Tingkatan-tingkatan agama. bahwasanya ee ada namanya al-Islam ya ee atau kita kita kalau kalau kita bikin apa namanya? Bikin himpunan AlIslam dan orangnya disebut dengan Al-Muslim. Ee kemudian ini namanya Muslim. Di dalamnya ada yang lebih spesifik lagi, yang lebih tinggi namanya al-iman atau orangnya disebut almukmin. Dalam himpunan lagi yang lebih spesifik lagi yang namanya al-ihsan. orangnya disebut dengan al-muhsin. Nah, dari sini kita ketahui bahwasanya tidak semua muslim mukmin dan tidak semua mukmin muhsin. Jadi, orang derajat paling rendah adalah derajat Islam. Kemudian diangkat di atasnya adalah derajat iman. Kemudian di atasnya lagi derajat ihsan. Maka dari sini kita tahu bahwasanya ihsan adalah derajat tertinggi. Derajat tertinggi. Makanya dalam Al-Qur'an Allah Subhanahu wa taala berfirman tentang perkataan orang Arab Badui. Kata Allah, "Qtilu amannaam tminu wakinlu aslamna." Berkata orang-orang Arab Badui, "Kami telah beriman." Katakanlah tummin, "Kalian belum beriman wakin aslam." Tapi katakanlah kalian masih Islam yaubikum. Dan iman belum masuk dalam hati kalian. Ya. Jadi Islam itu barang siapa yang ee melakukan amal-amalan zahir ya tapi derajatnya masih di bawah orang beriman. Dan di orang muslim yang lebih tinggi orang beriman. Orang beriman adalah yang lebih tinggi. Orang beriman adalah orang yang fokus dengan ee selain dia mengamalkan yang zahir, dia juga perhatian terhadap amalan batinnya sehingga kokoh ee rukun-rukun imannya. Dan yang lebih tinggi daripada itu derajat ihsan. derajat ihsan. Nah, ketika Rasulullah sallahu alaihi wasallam ditanya tentang al-ihsan, maka Rasulullah menjelaskan ada dua derajat ihsan. Ya. Jadi, Rasulullah menjelaskan Islam dengan rukun Islam yang lima. Kemudian ketika menjelaskan iman, Rasulullah menjelaskan dengan rukun iman. Itu enam rukun iman. Ketika menjelaskan tentang ihsan, maka Rasulullah jelaskan derajat ihsan ada dua. Yang pertama, engkau beribadah kepada Allah. Beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat Allah. Seakan-akan melihat Allah. Faillam takun tarahu fainnahu yarab. Ya, jika kau tidak mampu, maka berpindahlah pada derajat yang kedua. bahwa Allah sedang melihatmu. Sedang melihatmu. Ya. Jadi ee di sini di sini perhatikan Rasulullah mengatakan ini derajat ihsan. Engkau beribadah buudallah kaaka seakan-akan engkau melihat Allah. Kenapa? Kenapa Rasulullah menggunakan kata seakan-akan? Karena tidak mungkin melihat Allah di dunia. Karena tidak mungkin melihat Allah di dunia. Kenapa demikian? Karena kita tidak punya fisik yang kuat untuk bisa melihat Allah Subhanahu wa taala. Ya, kita dunia enggak bisa lihat corona, kita enggak bisa lihat, kita enggak bisa lihat malaikat, kita enggak bisa lihat jin bentuk aslinya, ee kita enggak bisa melihat matahari, kita tidak kuat pandangan kita, ya. Dan banyak hal kita tidak bisa lihat, ya. Ee makanya ketika Nabi Musa Alaih Salam ingin melihat Allah, dia tidak mampu. Kata Nabi Musa, "Rabbi arini anzur ilaik." Sebagian Allah abadikan dalam surat Ala'raf, "Ya Allah, kata Nabi Musa, perlihatkanlah dirimu." Kata Allah Subhanahu wa taala, "Lanaroni, kau tidak akan bisa melihatku." Tapi lihatlah ke arah gunung. Kalau gunung masih kokoh, kau akan bisa melihatku. Ketika Allah mulai menampakkan dirinya di gunung, gunung pun hancur dan Musa pun pingsan. Yaitu Allah jelaskan gunung yang begitu kokoh terbuat dari batu. Tidak seperti manusia dari daging yang lembek yang tidak kuat lemah. Itu saja batu hancur tidak mampu untuk menahan bagaimana ee cahaya Allah Subhanahu wa taala. Bagaimana dengan Musa? Akhirnya Musa pun pingsan ya. tidak mampu. Demikian juga dalam hadis ee Isra Alisra wal Mikraj ketika Nabi Mikraj, Nabi sudah sangat dekat dengan Allah. Sampai Abu Dzar radhiallahu anhu, sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, hal roita rabbak?" Apakah kau melihat Allah? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Nurun anna arah ada cahaya yang menghalangi bagaimana aku bisa melihat Allah subhanahu wa taala." Makanya Rasul mengatakan, "Taalamu annakum lan tarbakum hatta tamutu." Ketahuilah, kalian tidak akan bisa melihat Allah sampai kalian meninggal dunia. Nah, kalau kita sudah meninggal maka berubah fisik kita berubah dirubah orang yang meninggal ketika dia meninggal saja Allah mengatakan wabasarukal yauma hadid. Maka pada hari tersebut ketika kau meninggal pandanganmu menjadi tajam. Kau bisa melihat malaikat maut, bisa melihat malaikat rahmat. Mungkin kalau yang pelaku maksiat melihat melihat malaikat azab. Banyak hal yang bisa dilihat ketika orang sudah meninggal meninggal dunia. Demikian juga apalagi setelah dibangkitkan. dibangkitkan. Maka orang di padang mahsyar dengan fisik yang berbeda. Orang-orang yang dijemur di bawah terik matahari dengan jarak 1 mil panas terik, mereka tetap bisa kuat hidup. Ya, penghuni neraka disiksa. Disiksa mereka tidak mati-mati. Penghuni neraka bisa melihat iblis. Mereka bertemu dengan iblis di neraka jahanam. Mereka bertemu dengan jin-jin. Ya, sama juga penghuni surga. Penghuni surga dirubah tinggi mereka seperti situna ziraan. Seperti tinggi Nabi Adam itu sekitar 30 man. Kemudian mereka dibuat fisiknya berubah sehingga untuk bersiap merasakan kelezatan di surga kelak di antaranya mereka bisa melihat Allah subhanahu wa taala. Intinya selama di dunia enggak mungkin bisa melihat Allah. Makanya Rasulullah mengatakan kaannaka tarahu. Ihsan itu an ta'budallaha. Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat Allah karena kau tidak mau melihat. Terus apa maksudnya beribadah seakan-akan melihat Allah? Kita tahu pada hari kiamat kelak orang-orang beriman akan memandang wajah Allah. Itu puncak kelezatan. Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam berdoa, wajik. Aku mohon agar bisa melihat kelezatan memandang wajahmuqik dan agar bisa bertemu kerinduan untuk bertemu dengan engkau. Maka jika seorang melihat Allah pada hari kiamat kelak di surga, maka dia akan melihat dengan penuh ee kecintaan, dengan penuh pengharapan. Maka seorang ketika beribadah kepada Allah, dia seakan-akan dia sedang berhadapan dengan Allah. Seakan-akan dia melihat Allah di hadapan dia. Seakan-akan dia sedang melihat Allah sehingga dia khusyuk, sehingga dia berharap, sehingga dia takut, sehingga dia menghadirkan dalam dunia keagungan Allah. Seakan-akan dia sedang salat di hadapan Allah Subhanahu wa taala seakan-akan dia sedang beribadah di hadapan Allah. Apakah mungkin dilakukan seakan-akan ini? Mungkin. Makanya Rasul sebutkan derajat ini. Seorang tinggal mencoba dia beribadah seakan-akan dia sedang berhadapan dengan Allah Subhanahu wa taala. Tentunya kita tidak bisa bayangkan fisik Allah karena kita tidak tahu. Laisa kamli tidak ada suatu yang serupa dengan Allah. Tetapi kita seakan-akan berhadapan dengan zat yang maha kuasa yang sedang melihat kita sedang beribadah. Maka ini derajat tertinggi. Siapa yang bisa connecting menghadirkan dalam dirinya seakan-akan dia sedang berhadapan dengan Allah, dia sedang melihat Allah, maka dia pasti khusyuk. pasti dia langsung terfokus hatinya untuk bisa khusyuk. Namun jika tidak mampu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ya kalau kita seakan-akan di hadapan Allah apa yang kita kita akan berharap kita akan takut kita akan semua harapan kita akan cinta kita akan semua kita hadirkan ketika berhadapan dengan Tuhan pencipta alam semesta, pencipta kita yang beri kita rezeki selama ini tentunya akan ada perasaan pengagungan yang luar biasa. Namun kalau kita tidak mampu, maka kita beranjak kepada yang kedua. Faillam takun tarahu fainnahu yar. Bahwa Allah sedang melihatmu. Bahwa Allah sedang melihatmu. Ya. Maka kita beranjak pada yang yang kedua. Nah, ini orang yang bisa beribadah dengan ini maka dia telah luar biasa telah mencapai derajat iman yang tinggi. Orang-orang spesial yang selalu beribadah seperti ini. Kebanyakan kita beriman dan kita beribadah tanpa menghadirkan hal ini. Kita salat, ya salat aja. Kita bersedekah, ya bersedekah saja. Tapi siapakah di antara kita berhenti sejenak ketika dia bersedekah, dia merasakan, menghadirkan dalam dirinya Allah sedang melihat dia. Siapakah di antara kita ketika dia sedang berbakti kepada orang tua? Dia menghadirkan dalam dunia bahwasanya Allah sedang melihatku. Gak usah derajat pertama, derajat kedua. Kita bicara tentang derajat ke kedua. Derajat pertama sulit ya. Tapi kalau bisa bisa alhamdulillah. Siapakah di antara kita ketika dia sedang misalnya baca Quran kemudian dia menghadirkan dalam dirinya bahwasanya Allah sedang melihat dia baca Quran, sedang menilai dia baca Quran. Siapakah di antara kita ketika sedang berkhidmat kepada suami, dia tahu Allah sedang melihatnya, sedang menilainya, dia sedang berkhidmat kepada suaminya? Siapa yang di arah ibu-ibu ketika sedang ngurus anak, menyusui anak, dia sedang menghadirkan dalam dirinya bahwasanya Allah sedang menilainya? Siapa di antara kita? Banyak di antara kita melakukan ibadah dan amal saleh tapi tidak menghadirkan perasaan tersebut. Dia tidak berdosa karena ini derajat yang tinggi. Dia sudah mencapai derajat Islam, derajat iman, tapi derajat ihsan derajat yang lebih tinggi. Derajat yang lebih tinggi. Makanya pahalanya sangat banyak. Pahalanya sangat sangat banyak. Baik. Ee berikutnya kita akan sebutkan tentang ee dalil-dalilnya ihsan. Dalil-dalil ihsan. bahwasanya Allah-d dalil ihsan bahwasanya Allah maha melihat kita. Allah mengawasi kita, menilai kita, mengawasi kita, yaitu mengawasi, menilai ya memperhatikan gerak-gerik kita. Namanya ihsan. gerak-gerik kita, gerak-gerik hati kita, dan lain-lain. Tib kita bisa bagi dalil ihsan menjadi dua dalil umum. Yang pertama dalil umum dan kedua dalil khusus. Ibu-ibu mungkin silakan buka dalam bukunya Syekh Abdur Razak. Ketika saya membuka menyebutkan tentang dalil-dalil umum bahwasanya Allah maha maha melihat ya di akhir perhatikan lihat halaman 409 mulai halaman 409 saya bacakan atau dalam bekal Islam 417 ya dalil-dalil umum ya contoh Allah berfirman berfir berfirman ya misalnya wallahu bikulli syaaiin alim wallahu bikulli syaiin alim maha mengetahui atas segala sesuatu wallahu samiun alim maha mendengar lagi maha mengetahu wallahu bima tammaluna alim lihat wallahu bima tammaluun Silakan Ibu baca ya. Sesungguhnya saya tidak akan tulis semuanya. Ini sekedar contoh saja, sampel ayat-ayat yang begitu banyak ya. Bahwasanya Allah mengetahui apa yang kalian kerjakan. Ayat berikutnya, wallahu alimun bil muttaqin. Allah maha mengetahui orang-orang yang bertakwa. Kemudian lebih spesifik, innallah alimun bidzati sudur. Allah mengetahui innallaha alimun bidzati sudur. Di sini ada lebih spesifik Allah mengetahui isi hati. Mengetahui isi hati ya. Dan alim itu berarti sedang Allah sedang atau selalu mengetahui isi hati Allah senantiasa mengawasi kita, melihat kita. dan selalu mengetahui isi hati kita. Innallah alimum bima yafalun. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang sedang mereka kerjakan. Apa yang sedang kita kerjakan. Allah melihat, Allah mengawasi. Wallahu alimun bima ymalun. Sama. Innallah alimun bima yasnaun. Allah yasnaun ymalun yaf'alun. Mirip apa yang kalian perbuat, apa yang kalian kerjakan. Wahua bikulli khalqin alim. Dan dia maha mengetahui segala makhluk yang dia ciptakan. Berikutnya, innallah khabirun bima tamalun. Sesungguhnya Allah maha mengetahui. Khabir maha tahu dengan detail apa yang kalian kerjakan. Sini khabir ya. Innallaha khabirun bima tamalun. Khabir itu maksudnya mengetahui dengan detail. Mengetahui yang pelik-pelik, yang detail-detail. Kata Allah, "Awamallah yamir, tidakkah mereka tahu Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan apa yang mereka tampakkan?" Wallam Allah tahu kalian tidak mengetahui. Ini ayat berikutnya Allah tahu tentang lirikan atau pengkhianatan pandangan mata dan apa yang disembuny dada-dada. Inallah yam fi anfusikum faru. Allah tahu isi hati kalian. Waspadalah. Ingat Allah bukan hanya melihat apa yang di luar kita. Allah juga melihat pandangan kita. Allah juga melihat isi hati kita. Wallahu yamu mauna w taktumun. Allah mengetahui apa yang kalian tampakkan apa yang kalian sembunyikan. Yang kita sembunyikan Allah tahu. Allah mengetahui apa yang kalian sembunyi. Apa yang tampakkan Allahubikum. Allah mengetahui isi hati kalian. Wallahuamakumwakum. Allah tahu bagaimana tempat usaha tempat kamu berusaha dan tempat tinggal kalian. Wallahuamakum. Allah tahu amalan kalian. Inah dan ini ayat seperti ini banyak. Ini dalil umum. Sekarang kita sebutkan dalil secara spesifik yang juga disebut oleh Syekh Abdur Razzaq hafidahullahu taala ya. Seperti contohnya ayat halaman 408 atau 416 dalam surat Yunus 61. Quran surah Yunus 10 ayat 61. Apa kata Allah Subhanahu wa taala? Wama takunu fi sanin. Ya kata Allah wama takunu fi sya'nin wama takunu fi sya'nin wama tatlu minhu min quran wama tatlu minhu min quran w wala tammaluna min amal wala tammaluna min amal illa kunna syuhudan illa kunna syuhudan alaikum tufiduna fi terputus ya tya surat Yunas ayat 10 kita bacakan ulang H. Oke, perhatikan Ibu-ibu. Kita bacakan sini. Pertama, Allah berfirman, "Tidaklah kamu berada dalam suatu keadaan." Wama takunu fi sya'nin itu dalam keadaan apapun. Sya itu keadaan apapun Allah tahu. Wlum min quran. Apapun yang kalian baca, ayat Quran mana yang kalian baca? Subhanallah. Agar kita tahu bahwasanya ketika kita baca Quran, Allah sedang menilai, Allah sedang perhatikan. Wala tamaluna min amal. Ini umum amal apapun. Amal apapun. Illa kunna syuhudan alaikum. Kami jadi saksi atas kalian. Tufiduna fi. Ya, kami jadi saksi atas kalian. Menyaksikan kalian. Inilah kalau kita menghadirkan inilah namanya ihsan kita Allah sedang menyaksikan ini dalil khusus pertama dalam surat Yunus ayat 61. W takunu fiin w tatlu minhu min quranin waluna min amalin illa kunnaudan alikumudan tufiduna fib. Lihat juga Asyuara ayat 279 Quran Asyuara. ayat 217 sampai 219 ya. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Watawakal alal azizir rahim." Bertawakallah kepada Allah yang maha perkasa lagi maha penyayang. Lihat halaman 41 ya atau 416 di bekal Islam atau halaman 408 di buku. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Alladzi yaroka hinatakum." alladzi yaroka takum waqaka fajidin innahu hu samiul alim kata Allah alladzi yarahinatakum yang melihat engkau ketika kau berdiri salat yang melihatmu ketika sedang salat ketika sedang salat Kemudian wat taqallubaka fajidin. Perubahan gerakmu. Perubahan gerak-gerikmu bersama orang-orang yang salat. Jadi ketika kita sedang salat, Allah lihat dari awal sampai akhir. Allah lihat dari awal sampai akhir. Ya, jangankan kita ya Allah mengatakan wama tasquatin illa y'lamuha. Tidak ada daun yang jatuh kecuali Allah mengetahui. Jangankan kita, daun saja benda mati, bukan benda bernyawa. Kata Allah, wqut warqatin illa yam. Tidak ada satu daun yang jatuh kecuali Allah mengetahuinya. Maka ini kita hadirkan dalam diri kita tentang ihsan. Bahwasanya Allah maha melihat. Tib. Apa faedah kalau kita berbuat ihsan, Ibu-ibu? Ini sudah, Ibu-ibu. Kita lanjut, ya. Jadi, ee namun sebelumnya saya akan sampaikan ee dua model ihsan. Kalau tadi dua tingkatan ihsan. Kalau ini tadi dua tingkatan ihsan. Ini tadi dua derajat atau tingkatan ihsan. Nah, ini dua derajat. Yang pertama seakan-akan kau melihat Allah. Yang kedua, yakin bahwasanya Allah melihatmu. Sekarang yang kedua. Kedua, derajat ihsan. Model dua model ihsan pertama adalah ihsan ketika beribadah kepada Allah. beribadah kepada Allah. Ini ihsan kepada Allah. Ini seperti apa? Ketika salat, tatkala salat, baca Quran, ketika zikir, ya ini ee hadirkan dalam diri kita bahwasanya Allah sedang melihat melihat kita. Yang kedua adalah al-ihsan kepada sesama makhluk. Ihsan kepada sesama makhluk. Sama makhluk misalnya kepada kedua orang tua, kepada kerabat, kepada orang-orang lemah. Ya seperti Allah berfirman, wus wabil ihsqana. Berbaktilah, berbuat ihsanan kepada kedua orang tua. Waudullaha w tus b ya wabil walidaini ihsana widil qurba walatama wal masakin. Kata Allah, beribadahlah kepada Allah semata dan berbuat baiklah ya kepada kedua orang tua. Kemudian kepada orang lemah seperti kata Allah Subhanahu wa taala misalnya anak yatim e kepada kerabat tadi sudah anak yatim kepada fakir miskin. kepada ibn sabil yang kehabisan bekal misalnya ee dan lain-lainnya orang-orang miskin. Ini contoh ihsan. Kemudian di antaranya ihsan kepada hewan. Kepada hewan kita memelihara mereka. Nah, ini namanya ihsan kepada semua makhluk. Berbuat baik kepada mereka tanpa pamrih kecuali dari Allah subhanahu wa taala. Ini pun ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala bisa kita kerjakan ini ihsan ini bisa kita kerjakan model kedua dengan tetap menghadirkan tetap menghadirkan bahwasanya Allah sedang melihat kita, sedang menilai kita. Dari sini ketika kita sedang bermuamalah dengan orang tua, benar kita sedang bermalah orang tu, tapi sebenarnya kita hadirin dalam diri kita, kita sedang bermuamalah dengan Allah, bukan dengan orang tua. Karena kita sedang ihsan. Ketika kita berbuat baik, kita yakin Allah sedang menilai. Ketika kita membantu orang, membantu tetangga, membantu orang susah, benar kita sedang berinteraksi dengan dia. Tapi ketahuilah sesungguhnya kita sedang bermuamalah dengan Allah. Allah sedang menilai kita. Kalau kita sudah berbuat baik, Allah sudah tahu, sudah selesai. Dan ini membantu kita untuk ikhlas kepada Allah Subhanahu wa taala. Karena yang kita butuhkan cuma validasi dari Allah. Kalau Allah sudah tahu, sudah selesai. Sehingga kita enggak butuh validasi dari manusia, pengakuan manusia gak. Maka di antara faedah utama dari ihsan, seorang mudah untuk ikhlas. Dari sinilah perkataan indah dari Syekh Abdurrahman bin Nasir As'di bahwasanya beliau mengatakan dua pilar kebahagiaan adalah pertama ikhlas kepada Allah. Yang kedua al-ihsan ilal khalq. Siapa yang bisa menggabungkan keduanya, maka dia orang yang bahagia, yaitu ikhlas ketika beribadah. Yang kedua, berusaha berbuat baik kepada orang lain. Dan yang bisa melakukan ini adalah orang-orang yang ihsan. Karena dia senantiasa menghadirkan dalam dirinya Allah senantiasa mengawasi apa yang dia lakukan. Allah senantiasa menilai apa yang sedang dia lakukan. Inilah dua model ihsan. Ihsan ketika beribadah dan ihsan kepada sesama makhluk. Ihsan kepada sesama makhluk. Dengan demikian kita akan bahagia. Kenapa tidak kita tidak bahagia? Ketika ihsan hilang, ikhlas ikhlas hilang. Kita berbuat baik mengharap pambri dari orang lain. Tib apa keutamaan ihsan? Keutamaan ihsan. Yang pertama, orang yang ihsan akan melihat Allah di surga. Akan melihat Allah di surga. Kata Allah subhanahu wa taala, ahsanul husna wazi ziyadah. Bagi orang yang melakukan ihsan, maka dia akan mendapatkan surga dan tambahan. Ya, surat Yunus ayat 26 ya. 10 ayat 26. Saya baca, saya tuliskan ayatnya ya. Perhatikan. Lilladzina ahsanu alhusna wa ziyadah. Kata Allah, "Bagi orang yang ihsan apa?" Mendapat al-husna. Al-husni maksudnya apa? Surga. Ziadah. Tafsir mengatakan memandang wajah Allah. Memandang wajah Allah. Wajah Allah. Kenapa? Karena aljaza menjil amal selama ini ketika dia beribadah dia merasa sedang melihat Allah. atau dia merasa sedang berhadapan dengan Allah atau dia merasa Allah sedang melihatnya maka di hari kiamat dia beri diberi ganjaran oleh Allah dengan dia memandang wajah Allah yang selama ini dia selalu merasa seperti melihat Allah maka pada hari kiamat dia akan memandang wajah Allah subhanahu wa taala dan dikatakan ziadah karena nikmat memandang wajah Allah tidak seperti nikmat-nikmat yang lain. Adapun nikmat surga yang lain mirip-mirip dengan nikmat dunia. Ada makanan, ada minuman, ada pasangan dan macam-macam. Tapi melihat wajah Allah ini kenikmatan tambahan. Makanya ketika Allah berkata kepada penghuni surga, "Hal azidukum?" Maukah aku tambahkan kenikmatan bagi kalian? Kata mereka, "Apalagi, ya Allah. Alam tubayit wujuhana. Bukan kau telah membuat kami berseri-seri, ya Allah. Alam tunajjina minanar. Bukankah engkau telah membuat kami selamat dari neraka jahanam?" Terus apaagi? Fayaksiful hijab. Maka Allah singkap hijabnya. Maka mereka melihat wajah Allah. Mereka tu kenikmatan puncak buat mereka lupa dengan kenikmatan-kenikmatan surga yang yang lainnya. Ini yang pertama. Bahwasanya orang yang ihsan maka dia akan melihat wajah Allah di surga. Yang kedua, faedah ihsan bahagia di dunia. Bahagia di dunia sebelum di akhirat. Dari dua sisi. Pertama karena ikhlas. Karena orang insan pasti ikhlas. Karena dia pasti ikhlas. Orang yang ikhlas berarti kan dia butuh pengakuan Allah. Kalau dia butuh pengakuan Allah tidak butuh pengakuan netizen. Kenapa kita sengsara? Karena kita butuh pengakuan orang lain. Validasi netizen. Netizen kasih jempol kita bahagia. Netizen tidak kasih jempol kita menderita. Ya. Apalagi dimaki-maki oleh orang. Maka orang yang ihsan dia pasti bahagia. Karena dia yang penting Allah sudah tahu selesai. W taf'alu min khairin fainnallaha yalamu. Apapun yang kalian kerjakan Allah tahu. Sudah selesai apa yang dia cari lagi. Allah berfirman misalnya ee kata Allah w taf'alu min khairin fainnallah bihi alim. Misalnya dalam surah Al-Baqarah 215 kata Allah wama taf'alu min khairin fainnallaha bihi alim. Kata Allah, "Apapun kebaikan yang kalian lakukan, Allah sudah tahu. Kalau Allah tahu, maka selesai." Ya. Wama taf'alu min khairin ya'lamullah. Dalam ayat sebelumnya, wama taf'alu min khairin ya'lamullah. min khairin ya'lamullah. Jadi apapun kebaikan yang kalian lakukan, yalamhullah Allah sedang mengetahui bukan Allah ikuti perbuatan hambanya ya. Yaamullah fainnallaha bihi alim. Allah senantiasa mengetahui perbuatan hambanya ya. Ya wnallaha bihi alima. Dan banyak ayat seperti ini. Ya. Apapun yang kalian infakkan maka Allah tahu. Selesai. Maka orang seperti ini dia akan bahagia karena ini mencari validasi Allah subhanahu wa taala. Allah sudah tahu selesai urusan. Mau orang enggak tahu enggak ada yang jempol enggak enggak ada masalah. Yang kedua, karena orang ihsan itu membahagiakan orang lain. Kalau dia membahagiakan orang lain, dia akan dibahagiakan oleh Allah subhanahu wa taala. Aljaza minil amal. Siapa yang bagi kebahagiaan dia akan bahagia, maka dia juga akan bahagia. Dia akan dibahagiakan oleh Allah. Maka di antara cara untuk bahagia, bahagiakan orang. Allah akan kasih kita bahagia kalau kita berbuat ihsan kepada orang lain. Bab ini di antara keutamaan ihsan. Keutamaan yang lain ya saya sebutkan ya seperti dalam surat Al-An'am. Surah Al-An'am. Siapa yang ihsan Allah kasih Allah kasih keturunan yang baik. Diberi keturunan yang baik, keturunan yang saleh. Dalilnya adalah surah Al-An'am 84. Quran surah 684. Saya bacakan ya. Waahabna lahu Ishaq wa Yaakub. Kami anugerahkan kepadanya, kepada Ibrahim, Ishak, kemudian cucunya Yaakub. Kullan hadaina semuanya kami kasih hidayah. Ishak dan Yakub wa Nuh hadaina minql. Dan Nabi Nuh sebelumnya telah kami kasih hidayah. Sebelum Nabi Ibrahim ada Nabi Nuh jauh sebelumnya. Waminriyati. Dan di antara anak-anak Ibrahim adalah Daud atau anak-anak Yakub adalah Daud wa Sulaiman wa Ayyub wa Yusufa wa Musa wa Harun. Nabi-nabi. Kata Allahika najzil muhsinin. Demikianlah kami beri balasan kepada orang-orang ihsan. Orang insan kami berikan anak keturunan yang saleh. Kalau ingin punya anak saleh, berbuat baik sama orangor lain. Merasa selalu diawasi oleh Allah Subhanahu wa taala. Kemudian orang berbuat ihsan akan diberi ilmu, diberi hikmah oleh Allah, diberi pemahaman cahaya. Contohnya dalam surat Yusuf ayat 22. Quran surah 12 ayat 22 saya bacakan. Walamma balag asudahuahu hukma wazalika najizil muhsinin. Tatkala Yusuf telah mencapai dewasa, kami berikan kepada dia hikmah dan ilmu. Kenapa? Wakalika najizil muhsinin. Demikianlah kami beri balasan kepada orang yang ihsan. Orang nuntut ilmu berbuat ihsan. Allah tambah ilmunya. Allah tambah hikmahnya. Allah tambah kebijakannya. Allah tambah sopan santunnya karena dia sertai ilmu dengan ee kebaikan. Ya, ini juga Allah sebutkan misalnya dalam surat Al-Qasas tentang Nabi Musa. Walam balag asud wastawa. Tatkala dia telah mencapai umur dewasa dan sudah sempurna yaitu umur 40 tahun. Ada yang mengatakan demikian kami berikan kepada dia hikmah dan ilmu. Wadalika najzil muhsinin. Demikianlah kami beri balasan kepada orang yang telah berbuat ihsan. Ya. Jadi orang berbuat ihsan maka akan diberi balasan dari Allah Subhanahu wa taala. Kemudian kalau kita lihat muhsinin dalam Al-Qur'an disebutkan mungkin lebih dari 30 33 kali 30 kali banyak sekali ya. Di antaranya Allah berikan lagi ee siapa yang berbuat ihsan Allah kasih tambahan. Allah kasih tambahan nikmat, kasih tambahan karunia. Dalilnya adalah Quran surah Quran surah Albaqarah ayat 58. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Wasanazidul muhsinin." Kami akan beri tambahan kepada orang-orang yang berbuat ihsan. Ya, kami akan berikan tambahan kepada orang-orang berbuat ihsan. Tib apalagi sebentar ya. Ini anak nih. Halo. Ambil lagi kajian. Salam. Ambil lagi kajian ya. Ya. Asalamualaikum. Tib di antaranya ee orang yang berbuat ihsan dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya, tambah sini kita yang ke berapa? Yang ke enam. Wallahu yuhibbul muhsinin. Dicintai Allah. Subhanallah. Kalau sudah dicintai Allah, apalagi? Allah berarti ingin kebaikan bagi kita. Kita ingin kebaikan sama orang. Aljaza menjil amal. Allah ingin kebaikan bagi kita. Kenapa selalu kita ingin kebaikan bagi orang? Kita berbuat baik sama kita merasa selalu diawasi oleh Allah maka Allah akan berikan, Allah akan mencintai kita. Kalau sudah dicintai, maka Allah akan berikan kebaikan. Surat Al Imran 134. Quran 3134. Demikian juga dalam surat 48. Wallahu yuhibbul muhsinin. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang berbuat ihsan. Demikian juga dalam surah Almaidah ayat 13. Innallaha yuhibbul muhsinin. Ya, sungguhnya ee Allah mencintai orang berbuat ihsan. Wallahu yuhibbul muhsin. Allah menyebutkan Allah mencintai orang muhsin banyak sekali dalam ayat tadi. Bukan cuma satu ayat. Ternyata ada empat, ada banyak tadi. Ada lima ya. Bentar ya. Tadi anak sekarang istri. Tib. Di antara keutamaan ihsan. Perhatikan ibu-ibu. Allah merahmati orang yang berbuat ihsan. Yang keenam, ketujuh dirahmati Allah. Bagaimana tidak dirahmati Allah? Dia sayang sama orang. Sayang sama orang. Man yarham yurham. Siapa yang merahmati orang dia akan dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Irhamu man fil ard, yarhamkum fama. Rahmatilah penghuni bumi. Kau akan dirahmati oleh yang di langit, yaitu Allah Subhanahu wa taala. Dalam surat Ala'raf ayat ke-56 kata Allah subhanahu wa taala, "Inna rahmatallahi qoribum minal muhsinin." Sesungguhnya rahmat Allah dekat dengan orang-orang yang berbuat ihsan. Semakin dia semakin berbuat ihsan maka Allah ya akan merahmatinya. Di antaranya yang kedelapan bahwasanya Allah tidak akan pernah melupakan kebaikan orang yang ihsan. Allah pasti balas di dunia. Allah balas di dunia. Di dunia kebaikannya tidak akan terlupakan. Seperti perkataan Nabi Yusuf alaihi salam ya. Nabi Yusuf berkata ya ee fa innahu dan banyak dalam Al-Qur'an tapi saya sebutkan salah satunya aja Yusuf ayat 90 kata Allah subhanahu wa taala Nabi Yusuf berkata, "Innahu yattaqi waasbir fainnallaha la yu ajral muhsin sesungguhnya siapa yang bertakwa dan bersabar Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik." Perhatikan orang berbuat ihsan bukan cuma dibalas di akhirat, di dunia juga Allah balas. Yusuf alaihi salam berbuat ihsan. Dia ketika dipenjara, inna naroka minal musuhsidin. Kau berbuat orang yang ihsan. Yusuf Yusuf alaihi salam ketika dipenjara berbuat ihsan. Dia ada orang sakit dia jenguk. Ada orang lagi butuh nasihat dia nasihati. Dia bantu orang kalau dia tidak mampu dia cari bantuan untuk orang. Ini sampai disebutkan dalam buku tafsir, ada orang keluar penjara pengin dipenjara lagi sama Yusuf karena dia merasakan kenikmatan hidup sama Yusuf karena orangnya muhsin berbuat baik. Sehingga ada ketika dua orang minta dir ramalkan mimpinya oleh Nabi Yusuf, mereka berdua berkata, "Nabina'na bitawilih inna naroka minal muhsinin." Sampaikanlah kepada kami tafsir mimpi kami ini wahai Yusuf, sesungguhnya kami memandang engkau adalah orang yang ihsan. Jadi orang ihsan Nabi Yusuf berbuat ihsan. Ketika dalam kondisi sulit dia tetap berbuat ihsan. Maka ketika akhirnya Allah balas di dunia, dia menjadi seorang bangsawan. Ketika dia menjadi bangsawan, dia mengatakan kepada kakak-kakaknya yang telah menzalimi dia. Dia berkata, "Innahu ini kesimpulan hidup. Innahu yattaqi waasbir." Siapa yang bertakwa, bersabar, fainnallaha la yud ajral muhsin. Sesungguhnya Allah tidak akan menyak pahala orang yang berbuat ihsan. Kemudian di antara ketutamaan orang ihsan bahwasanya Allah bersama orang ihsan. Innallaha maadzinaq walladina hum muhsinun. Yang ke berapa ya? Tadi delan. Ini yang kesembilan saya carikan ayat dalam surat An-Nahl ayat 128. Quran surah 16 ayat 128. Kata Allah Subhanahu wa taala itu Allah bersama orang-orang ihsan. Allah bersamanya. Innallaha maadzinaqo. Sesungguhnya Allah bersama orang yang bertakwa. walladzina hum muhsinun dan orang-orang yang berbuat ihsan. Kalau Allah sudah bersamanya tentunya dia akan ditolong oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya Tib ini keutamaan ihsan banyak sekali. Ini di antaranya baik baik dapat keutamaan di dunia apalagi di di akhirat dan dia adalah derajat tertinggi daripada iman. Sekarang bagaimana cara kita berbuat ihsan? Bagaimana kita bisa ihsan? Agar kita bisa ihsan. Di antaranya, Ibu-ibu dirahmati Allah Subhanahu wa taala, kita ingat ya. Ya, di antara cara agar bisa berbuat ihsan, agar mudahkan kita berbuat ihsan yang membantu kita untuk ihsan. di antaranya ya mengingat Allah telah berbuat ihsan kepada kita mengingat kebaikan Allah. Makanya nasihat kepada Qarun kata Allah wa ahsin kama ahsanallah ilaik. Berbuat ihsanlah sebagaimana Allah telah berbuat ihsan kepadamu. Ya, kata Allah, "Berbuat ihsanlah kepada orang lain ihsan. Sebagaimana Allah telah berbuat ihsan kepadamu." Sebagaimana Allah telah ihsan kepadamu. Ini dalam ketika kita lihat orang susah, jangan ragu-ragu untuk berbuat baik. Allah berbuat baik sama kita. Allah yang kasih kita harta, Allah kasih kita kemampuan, Allah kasih kita potensi. Apa usnya kita bantu orang? Bantu aja. Semakin kita bantu, Allah terus berbuat ihsan kepada kita. Maka jangan ragu-ragu untuk ee berbuat ihsan dengan mengingat kebaikan Allah kepada kita. Ini bantu kita berbuat ihsan kepada kita. Kemudian yang kedua mengingat bahwasanya ee kualitas ibadah kita akan naik dengan ihsan. Kita ini salat tiap hari juga salat tiap hari juga salat. Tiap hari juga insyaallah kalau ada waktu baca Quran. Tiap hari juga kita berbagi sama orang. Tinggal kita menghadirkan aja ihsan. Begitu kita hadirkan ihsan, Allah sedang melihat kita, sedang meny, maka derajat ibadah kita naik, kualitas kita naik. Karena kita pasti ikhlas, kita pasti fokus. Kita baca Quran tahu Allah sedang menilai kita, maka kita bacanya serius. Kita lagi baca Quran ada yang telepon, kita cuekin aja. Kata Allah sedang melihat saya baca baca Quran sehingga kita bisa ihsan. Kita bisa ihsan. Ya. Maka dengan kita ingin kualitas ibadah kita meningkat, kita akan berusaha untuk ihsan. Ibu-ibu bisa coba ketika ibu-ibu salat, ibu-ibu merasa sedang berhadapan dengan Allah, maka untuk khusyuk lebih mudah. zat yang menciptakan kita, hadir di hadapan kita yang kita harapkan kasih sayangnya, kita harapkan ampunannya, kita harapkan kebaikan sedang hadir di hadapan kita sehingga otak kita akan fokus ya ee mengharapkan karunia dari Allah Subhanahu wa taala. Ya, ini di antara hal yang membantu kita untuk berbuat berbuat ihsan. Kemudian ketika tadi menghadirkan ya menghadirkan ayat-ayat bahwasanya Allah maha mengetahui. Bahwa Allah maha mengetahui. Maha mengetahui, maha melihat ya dan seterusnya. Maha melihat, Maha mendengar, dan lain-lain. Kalau ini hadir dalam diri kita, maka mudah bagi kita untuk berbuat ihsan. Ya. Tayib. Ee mungkin ini yang bisa sampaikan. Ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Ya, adapun orang yang berbuat ihsan maka dia mampu melakukan amalan-amalan yang hebat. Dia mampu melakukan amalan hebat yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain. Seperti Allah sebut dalam surat Al Imran. Kata Allah subhanahu wa taala, "Wasariu ila magfiratibikum wa jannatin ardamawati wal ard waidat lil muttaqin alladina yunfiquun farira waladi minal git walinainas wallahu yuhibbul muhsin dalam surat alim ini sudah pernah kita singgung ketika kita membahas tentang memaafkan yaitu dalam surat Al Imran ayat 133 dan 134 ini contoh kata Allah sungguhnya bersegeralah kalian menuju ampunan Allah dan menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang Allah siapkan bagi orang bertakwa. Siapa? Alladzina yunfiquuna far wra yang senantiasa berinfak. Dalam kondisi lapang dia berinfak, dalam kondisi sulit tetap berinfak. Dan itu Allah menggunakan present tense yang menunjukkan kesinambungan selalu. Uang banyak, infak, banyak, uang sedikit, infaknya kurang tapi tidak meninggalkan infak. Dan ini butuh. Siapa yang bisa seperti ini? orang yang ihsan yang tahu bahwasanya Allah sedang menilai dia sehingga dia tidak tidak sungkan, tidak tidak sulit untuk mengeluarkan uangnya karena Allah. Kemudian waladzi minal ghaamah padahal dia mampu untuk melampiaskannya padahal amarah tersebut sudah di puncak. Kadim alkadim alkadim gis maksudnya seakan-akan air sudah dipunjak sedikit lagi meluber tapi dia ikat. Bagaimana dia mampu meninggalkan kemarahan padahal dia mampu melampiaskan di puncak kemarahan kalau dia ihsan. Dia tahu Allah sedang melihatnya, maka bisa bagi dia. Wal afina aninas. Bagaimana dia bisa memaafkan orang lain? Dia bisa kalau dia ihsan. Dia tahu Allah sedang melihat saya, Allah sedang menilai saya. Maka mudah bagi dia untuk memaafkan orang lain. Orang yang ihsan dia bisa melakukan amalan-amalan yang luar luar biasa yang tidak bisa dilakukan oleh orang orang lain. Ini saja yang in sampaikan. E ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang muhsinin. Dan ini perlu latihan. Setiap hari kita perlu latihan. Karena ilmu kalau tidak dilatih maka tidak akan menjadi sajiah, tidak akan menjadi perangai. Sering-seringlah kita mencoba kalau mau salat kita coba hadirkan bahwasanya saya sedang berhadapan dengan Allah. Sesekali ketika baca Quran kita hadirkan Allah sedang menilai saya sehingga saya akan baca Quran dengan fokus. Ketika saya sedang membantu orang lain hadirkan sejenak bahwasanya Allah sedang melihat saya memberi dia interaksi saya bukan dengan orang tapi interaksi saya dengan Allah Subhanahu wa taala. Kalau sering seperti itu, jadilah sajiah, jadilah perangai sehingga kita terbiasa untuk ihsan. Kalau sudah seperti itu, maka derajat kita naik tinggi di sisi Allah Subhanahu wa taala. Demikian saja apa yang saya sampaikan kepada Ibu sekalian yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Mudah-mudahan kita bertemu di kesempatan yang lain. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, mengangkat derajat kita. Semoga Allah kumpulkan kita semuanya di surganya kelak. Amin ya rabbal alamin. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.