Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrul lahu ala taufiki wainani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan. Eh, hadirin hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala, kita lanjutkan bahasan kita dari surah al-Fath. Kita sampai pada ayat ke-10 tentang kisah Baiatur Ridwan tentang perjanjian al-Hudaibiyah. Sebagaimana pernah kita sampaikan di awal pengajian. Allah berfirman, "Innalladina yubayiunaka innama yubayiunallah yadullahi fauq aidihim. Sesungguhnya orang-orang yang mengambil janji setia darimu sungguhnya mereka membaiat atau mengambil janji setia kepada Allah Subhanahu wa taala. Yadullahi fauqo aidihim. Tangan Allah di atas tangan mereka. Faman nakata fnama yanu ala nafsih. Maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat itu ia melanggar. Akibat melanggar janjinya itu akan menimpa dirinya sendiri. Waman auf bima ahada alaihullaha fasayutihi ajran adima. Dan barang siapa yang menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberi pahala yang besar. Ayat ini ee tentang peristiwa albaiiah dan sebab terjadinya baiat sebagaimana pernah kita singgung yaitu ketika Rasulullah sahu alaihi wasallam ditahan ketika ingin umrah pada tahun 6 Hijriah di bulan Zulkadah. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengutus Umar untuk masuk menemui para pembesar orang-orang Quraisy untuk berunding sehingga diharapkan menggapai satu keputusan yang disepakati mereka. Namun Umar ee kemudian menyampaikan kepada Nabi, kata Umar, "Ya Rasulullah, sesungguhnya engkau tahu bagaimana kerasnya aku terhadap mereka dahulu dan aku tidak ada orang-orang yang bisa melindungiku dari Bani Adi bin Ka'ab." Karena Umar adalah al-Adawi dari Bani Adi. Dari Quraisy dari Bani Adi. Maka aku akan tunjukkan kepada engkau orang yang lebih dihormati oleh mereka yaitu Utsman bin Affan. Utsman bin Affan. Maka Rasulullah sallallahu alaihi wasallam akhirnya mengirim siapa? Utsman. Ya, ganti dari Umar. Ya, karena Utsman tidak dikenal keras terhadap orang-orang kafir Quraisy dahulu. Beda dengan Umar. Umar keras sehingga khawatir terjadi sesuatu kepada Umar. Maka Umar kasih ide. Kalau ingin perundingan bukan ingin perang. Kalau ingin perundingan jangan saya. Karena kalau saya yang maju bisa jadi terjadi apa yang terjadi. Maka kirim orang lain yang mereka lebih mungkin mau mendengar yaitu Utsman bin Affan. Maka Rasul sahu alaihi wasallam pun ngirim Utsman bin Affan radhiallahu anhu dan dia dari Bani Umayyah. Quraisy juga tapi dari Bani Umayyah. Dan banyak orang-orang Bani Umayyah yang disegani di kota Makkah. Maka masuklah Utsman dengan pakaian ihramnya. Akhirnya ketemu dengan Abu Sufyan, sang pemimpin orang-orang kafir Quraisy. Kemudian Abu Sufyan mengatakan, "Wahai Utsman, silakan kau tawaf dulu. Tawaf, silakan umrah dulu." Kata Utsman, "Saya tidak akan umrah sampai Rasulullah yang umrah terlebih dahulu." Dan ini menunjukkan kesetiaan Utsman ya. Dan ini menunjukkan kesetiaan Utsman radhiallahu taala anhu. Dia tidak mengambil kesempatan ya mumpung diberi kesempatan untuk tawaf umrah, dia umrah di luar gak. Padahal kita tahu bagaimana kerinduan para sahabat ingin umrah. Mereka sudah 6 tahun tidak melihat Ka'bah. Sudah 6 tahun. Padahal dulu mereka tinggal di Makkah dan mereka diusir dan akhirnya mereka harus hijrah dan sekarang mereka ingin umrah. Kita lihat saudara-saudara kita aja 2 tahun pandemi tidak bisa umrah. Ketika dibuka umrah maka orang berjubel berebut-rebutan. ya ingin umrah karena rindu 2 tahun tidak bisa umrah. Nah, bagaimana lagi dengan para sahabat yang memang mereka asalnya tinggal di Makkah? Orang Quraisy seperti Umar, Utsman, para sahabat, Muhajirin, mereka dulu tinggal di Makkah dan mereka kalau mau tawaf kapan-kapan saja bisa tawaf karena dekat rumah mereka ya. Dan mereka kalau mau umrah kapan-kapan saja bisa umrah. Kemudian setelah itu mereka terusir dan 6 tahun mereka tidak bisa umrah. Maka bagaimana kerinduan mereka untuk bisa umrah ketika itu? Dan ketika Utsman ditawarin untuk umrah, dia tidak mau. Dia bilang, "Rasulullah dulu baru saya." Akhirnya tertahanlah Utsman bin Affan tidak bisa umrah. Bukan tidak bisa tapi tidak mau umrah duluan. Utsman tidak mau. Akhirnya ada desas-desus bahwasanya Utsman telah dibunuh dan Rasul sahu alaihi wasallam tidak tahu ilmu gaib. Maka dari situlah kemudian Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Maukah kalian membaiatku? Maukah kalian membaiatku?" Yang disebut dengan baiatur ridwan. Baiatu aridwan. Ya. Sehingga para sahabat baiat Nabi sallallahu alaihi wasallam dan baiat tersebut yaitu adalah untuk tidak kabur membela Nabi sallallahu alaihi wasallam. Meskipun musuh sangat banyak dan akhirnya mereka tinggal sedikit sampai pada bilangan mereka boleh lari, mereka tidak bakalan lari karena mereka telah membaiat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di sinilah Allah turunkan firmannya atau terkait dengan hal ini Allah turunkan firmannya. Innalladzina yubayiunaka innama yubayiunallah. Sesungguhnya yang baiat engkau sesungguhnya mereka telah membaiat Allah subhanahu wa taala. Ya, karena rasul sahu alaihi wasallam hanyalah perwakilan Allah subhanahu wa taala. Ini sama kata Ibnu Katsir seperti firman Allah mayuti rasula faqod ata Allah. Siapa yang taat kepada rasul dia telah taat kepada Allah Subhanahu wa taala. Jadi sesungguhnya yang mereka baiat bukan nabi tapi Allah subhanahu wa taala. Makanya Allah mengatakan innama yubayunallah yang baiat engkau sesungguhnya mereka membayat Allah. Set Allah tekankan yadullahi fauq aidihim. Tangan Allah berada di atas tangan-tangan mereka. Kata Ibnu Katsir hadirun maahum itu Allah hadir bersama mereka. Yasma aqwalahum. Allah mendengar perkataan mereka ketika membaiat makahum. Dan Allah melihat bagaimana kedudukan mereka, tempat mereka. Wamuum wahirahum. Dan Allah tahu tentang batin mereka dan zahir mereka. Fahua taala hal mubaya. Dialah yang dibaiat Allah Subhanahu wa taala biwasitati rasulihi dengan perantara Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Jadi Rasulullah hanyalah perantara. Ketika membaiat Nabi berarti membaiat Allah Subhanahu wa taala. Dan akhirnya karena Utsman tidak hadir, maka Rasulullah membaiat Utsman dengan tangannya. Kata Nabi, "Inilah baiat Utsman kepadaku." Rasulullah mewakili Utsman karena Utsman tidak datang-datang, bisa jadi meninggal. Dan mereka berbaiat untuk tidak lari, siap sampai titik darah penghabisan membela Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dengan inilah mereka kemudian menjadi orang-orang yang yang mulia. Ee sebagian ulama mengatakan firman Allah, "Innalladzina yubayiunaka." Ya, sungguhnya orang-orang yang bayat engkau diambil dari kata almubayaah, yaitu membeli. Ya, membeli. Karena seakan-akan mereka membeli kepada Allah surga dengan nyawa mereka. Karena mereka siap mati membela Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi mereka membeli surga. Jadi terjadi jual beli antara mereka dengan Allah. Baiat, mubayaah. Mereka membeli kepada Allah surga dengan bayarannya adalah jiwa jiwa mereka. Ya, seperti firman Allah Subhanahu wa taala. Yunilillah. Sesungguhnya Allah membeli dari kaum mukminin, membeli jiwa mereka dan harta mereka dengan bayaran surga. Ya, dengan bayaran surga. Ini ada yang mengatakan mubayiah karena seakan-akan terjadi kesepakatan ya barter antara Allah dengan mereka. Mereka membayarkan ee jiwa mereka sementara Allah membayarkan surga terhadap mereka. Dan ketika mereka membaiat Nabi sallallahu alaihi wasallam ya itu tidak kabur ketika bertemu dengan orang kafir maka Jabir radhiallahu anhu berkata, "Qala lana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam." Rasul sahu alaihi wasallam berkata kepada kami yaumal Hudaibiyah ketika hari Hudaibiyah. Antumiru ahlil ardunna alfan wa arbaah. Kata Nabi, "Kalian adalah penghuni bumi yang terbaik dan kami jumlahnya ketika itu kata Jabir 1400 orang." Ibnu Katsir menyebutkan ada khilaf. Ada yang berpendapat 1300 orang, ada yang berpendapat 1400 orang dan ada yang berpendapat 1500 orang sahabat. Namun pendapat yang dipilih oleh Ibnu Katsir adalah pendapat yang tengah yaitu 1400 orang berdasarkan hadis Jabir radhiallahu taala. anhu. Setelah itu Allah berfirman, "Ya, jadi mereka mulia karena membaiat Nabi dan yadullahi fauq aidihim, yaitu penekanan bahwasanya Allah bersama mereka." Ya, Allah hadir bersama mereka menyaksikan perjanjian tersebut atau baiah tersebut. Allah berfirman, "Faman nak fainnama yanu ala nafsih." Siapa yang membatalkan perjanjian tersebut, ya sesungguhnya dia telah ee menimpakan dirinya keburukan. Ya, dia telah membatalkan dirinya sendiri. Dan ini seb mengatakan Allah tidak mengatakan faman nak fainnama nak al nafsi tapi Allah menggunakan fi'il mudori yangu al nafsih yaitu dia membatalkan memberi kemudaratan kepada dirinya berkesinambungan dia berjanji kemudian dia batalkan selama dia membatalkan maka dia memberikan kemudaratan yang berkesinambungan kepada dirinya akibat dari membatalkan perjanjian suci tersebut sebaliknya waman auffa bima aahada alaihullah Dan siapa yang dan siapa yang menunaikan janjinya kepada Allah, maka kami akan berikan kepadanya ganjaran yang besar. Tapi kita lanjutkan. Kemudian Allah bercerita tentang orang-orang yang ee mundur ke belakang tentang orang-orang yang tidak mau diajak untuk perjalanan menuju Al-Hudaibiyah. Ya, kalau sahabat mereka masyaallah mereka orang, mereka penuh dengan semangat, rela siap mati membela Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ternyata ada sekelompok orang yang tidak mau ikut dalam perjalanan menuju Hudaibiyah umrah. Ya, karena ketakutan. Allah berfirman, "Sayaquulakal mukallafuna minal a'abi syagolatna amwaluna wa ahluna fastagfirlana." Berkata orang-orang Arab Badui yang tertinggal tidak ikut ke Hudaibiyah itu orang-orang Arab Badui yang tinggal seputar kota Madinah yang mereka sudah masuk Islam. Mereka menyatakan diri mereka masuk Islam. Kita tahu orang Badui iman mereka tidak mendalam. Seperti dalam firman Allah, qalilabu amannaam tminu wakin qulu aslamna. Berkata Arab Badui, kami beriman. Katakanlah lam tumminu. Kalian belum beriman walakin qulu aslama. Tapi katakanlah kami sudah Islam itu Islam mereka masih belum kuat tidak sampai pada derajat keimanan. Ini Arab Badwi tersebut. Sebagian ulama memandang Arab Badwi orang munafik. Orang munafik ada khilaf. Apakah mereka orang-orang Islam yang imannya rendah ataukah mereka orang-orang munafik? Wallahuam bisawab. Tapi ee jelas orang Arab Badui kalau mereka pun Islam maka Islam mereka sangat lemah. Maka mereka tidak mau diajak pergi umrah. Ya, ketika itu Allah mengatakan, "Maka orang-orang yang tertinggal tidak turut ke Hudaibiyah akan berkata kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam,na amwaluna wa ahluna." Sungguhnya harta kami membuat kami sibuk dan keluarga kami membuat kami sibuk sehingga kami tidak bisa berangkat. Fastagfirlana. Mohonlah ampunan bagi kami. Mohonlah ampunan bagi kami. Ee Allah bantah mereka. Yaakuluna bialsinatihim ma laaisa fi qulubihim. Itu hanya ucapan lisan saja. Tapi hati mereka tidak demikian. Artinya mereka ucapkan uzur tersebut hanya ngarang dari mereka. Mereka tidak jujur. Mereka mengatakan, "Ya Rasulullah, seakan-akan kami mohon maaf kami tidak bisa ikut kalian karena kami sibuk ngurusin harta, ngurusin anak istri. Jadi mohonkan ampunan kepada Allah bagi kami. Jadi mereka seakan-akan mengakui kekurangan mereka dan mereka tahu mereka salah tapi mereka jadikan itu sebagai alasan. Ternyata itu omong kosong tidak benar. Kata Allah yaquluna bialsinatihim maaisa fi qulubihim. Itu hanya omongan lisan mereka. Tapi hati mereka tidak demikian. Ternyata mereka tidak mau ikut umrah karena mereka takut. Mereka merasa Rasulullah akan dibantai oleh orang Quraisy. Ternyata itu bukan karena sibuk, karena dunia dan anak-anak. Itu hanya kebohongan yang mereka utarakan. Kata Allah, "Qul fam yamliku lakum minallahian in ar bikum ar bikum naf'a." Katakanlah, "Maka siapakah gerangan yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika dia menghendaki kemudratan bagi kalian atau menghendaki kemanfaatan bagi kalian? Akan tetapi Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Apa yang kamu kerjakan. Kemudian Allah jelaskan sebenarnya alasannya bukan itu. Kata Allahumqasul [Musik] ahlihim abada. Sebenarnya kalian tidak mau ikut berangkat itu bukan karena sibuk ngurus anak-anak dan harta dan istri-istri, tetapi karena kalian menyangka Rasulullah dan kaum mukminin tidak akan balik lagi. Yaitu mereka akan dibunuh, akan dihabisin oleh orang-orang Quraisy. Tidak akan kembali selama-lamanya. Dan kalian telah dihiasi persangkaan tersebut dalam hati kalian dan kalian telah berprasangka-prasangka burukum dan kalian adalah kaum yang binasa. Ini sebabnya. Jadi bukan karena sibuk urusan harta dan anak-anak. Makanya Allah mengatakan bukan itu sebenarnya alasan kalian. itu Allah tadi katakanlikakum minallahianikumikum kalau Allah ingin kalian kemudaratan, siapa yang bisa menghalangi? Dan kalau Allah ingin kalian ber dapat manfaat, siapa yang bisa halangi kalian? Di sini ada yang menafsirkan orang-orang Arab Badwi nanti ini yang tidak mau pergi berangkat ke Hudaibiyah, tidak mau berangkat sama Nabi ketika umrah karena takut mereka akan dihabisi, akan dibunuh, akan dibanti oleh orang Quraisy. Karena jumlah Quraisy yang banyak sementara kaum muslimin cuma 14 orang. Ada di antara mereka Allah sebutkan dua kemungkinan. Qulam yamlikakum minallahian in ar bikum ar bikum naf. Siapa yang bisa menghalangi Allah sama sekali? Jika Allah ingin kebaikan bagi kalian atau ingin keburukan bagi kalian. Allah ingin keburukan bagi kalian. Benar. Setelah itu di zaman Abu Bakar banyak di antara mereka yang murtad. Banyak Arab Badu yang murtad. Banyak. Ini adalah ee kelanjutan dari pembangkangan mereka. Karena mereka tidak mau berangkat berjihad. Maka mereka akhirnya ketika di zaman Abu Bakar Assiddiq ketika Nabi sudah meninggal, banyak di antara mereka yang murtad. Ya. Dan sebaliknya di antara mereka ada juga yang ternyata dapat manfaat. Setelah mereka ditegur oleh Allah ternyata mereka sadar dan mereka menjadi pembela Islam setelah wafatnya Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ini ee karena Allah mengatakan ada dua kalian nanti ada yang dapat mudarat dan ada yang dapat manfaat. Yang dapat mudarat maksudnya ada di antara mereka yang murtad. Dan dapat manfaat dari di antara mereka yang setelah ditegur oleh Nabi akhirnya oleh Allah Subhanahu wa taala ditegur akhirnya menjadi orang-orang Arab Badui yang baik. Tib di sini Allah sebutkan Allah bongkar isi hati mereka ternyata kalian tidak mau ikut jihad karena kalian berprasangka buruk. Kalian menyangka Rasul dan orang-orang mukminin yang berangkat 14 orang tidak bakalan kembali lagi. Itu mereka akan dibunuh oleh orang-orang Quraisy di Mekah. Wazuyadalika fi qulubikum. Dan kalian dihiasi hatinya oleh setan. Dan setan menghiasi hati seorang dalam berprasangka buruk kepada Allah. Sebenarnya kan kalau mau prasangka ada beberapa prasangka, bukan satu prasangka aja. Sebenarnya mereka bisa berprasangka bahwasanya Rasulullah dan para sahabat mati tidak balik lagi. Ini satu prasangka. Sebenarnya ada prasangka yang lain. Bisa jadi Nabi dan para sahabatnya menang. Balik membawa kemenangan. Tetapi ketika dihiasi oleh setan, setan hanya membatasi satu prasangka saja dan dijadikan prasangka tersebut seakan-akan prasangka yang benar. Dan itu di antara kerjaan setan. Menjadikan seorang suuzon dan membatasi prasangka. Hanya satu prasangka. Seperti seorang ketika menilai saudaranya prasangka buruk kepada saudaranya. Sebenarnya masih banyak kemungkinan, tetapi setan hanya membatasi pada satu kemungkinan sehingga dia berprasangka buruk kepada saudaranya. Kenapa bisa terbatasi? Padahal secara logika ada kemungkinan-kemungkinan yang lain, tetapi dibatasi satu kemungkinan agar berprasangka berprasangka buruk. Dan itulah setan. Setan tugasnya hanya membisik-bisik ya sehingga menjadikan seorang membatasi prasangka yang banyak, kemungkinan yang banyak menjadi satu kemungkinan saja. Nah, di sinilah maka Allah mengatakan wuyinaalika fi qulubikum. Dan itu dihiasi pada diri kalian prasangka buruk tersebut. Wadantum donu. Dan kalian telah berprasangka yang buruk. Wauntum kauman buro. Dan kalian adalah kaum yang binasa. Buro maknanya halka. Ada yang menafsirkan maknanya wauntum kauman fasidin. Kalian adalah orang-orang yang yang rusak. Orang-orang yang rusak. Bagaimana tidak rusak? Berprasangka. Nah, Allah akan membinasakan nabi dan pengikutnya. Bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang membawa risalah Allah akan binasa. Bukan cuma dia, bahkan pengikutnya mesti akan binasa semua. Seakan-akan Allah tidak akan menolong agamanya. Ini adalah prasangka yang sangat sangat buruk. Gak mungkin. Tapi setan telah menghiasi persangkaan kalian. Kemudian Allah berfirman, "Wamam ymin billahi waasulihi fainnaadna lil kafirinair." Siapa yang tidak beriman kepada Allah dan rasulnya, maka kami siapkan bagi orang-orang kafir neraka yang menyala-nyala. Ya. Jadi ini sebab kedua. Jadi mereka dua sebab tidak mau berangkat ketika Rasulullah ingin umrah. Sebagaimana kita ceritakan, pertama mereka berprasangka buruk. Yang kedua, mereka tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Inilah yang dijadikan oleh seban ulama dalil bahwasanya mereka ini orang munafik. Orang-orang Arab Badu ini orang munafik. Ya, orang-orang Arab Badu ini adalah orang-orang munafik. Dan Allah sebutkan dalam surat at-taubah ayat 101. Wamimman haulakum minal a'abi munafiquun. Dan sesungguhnya di sekitar kalian, di sekitar Madinah ada orang-orang Arab Badui yang merupakan orang-orang munafik. Dan mereka ini yang tidak mau ikut perang dengan alasan sibuk sama keluarga, sibuk sama anak-anak, sibuk urusan harta. Ini orang munafik. Buktinya Allah mengatakan pada ayat ke-13, waman yukmin billahi wa rasulihi. Siapa yang tidak beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka kami siapkan bagi orang-orang kafir neraka yang menyala-nyala. Berarti mereka orang-orang munafik. Tadi ada khilaf, ada yang mengatakan mereka bukan orang munafik. Ada yang mereka mengatakan bahwasanya mereka adalah orang munafik. Karena orang Arab padui ada dua model. Memang ada yang munafik sebaga dalam surat at-Taubah ayat 101 dan ada yang tidak munafik Islamnya merendah seperti dalam surat Al-Hujurat. Berkata orang Arab Badui, "Kami telah beriman." Katakanlah kalian belum beriman. Aslamna, kalian masih Islam. Ya. Nah, siapakah orang Arab Badui yang tidak mau ikut perang ini? Ada khilaf. Ada yang mengatakan mereka munafik. Dalilnya tadi kita sebutkan. Ada yang mengatakan mereka orang beriman imannya lemah. Karena nanti ternyata di antara mereka ada yang dapat manfaat di kemudian hari. Wallahuam bawab. Kemudian Allah berfirman, "Walillahi mulkus samawati wal ardhi yagfiru lima yasya wauadibu yasya wallallahu gofur rahima." Sesungguhnya milik Allahlah kepunyaan Allah. Semua kerajaan langit dan bumi semuanya milik Allah. Terserah Allah mau mengampuni siapa yang Allah kehendaki. Allah ingin mengazab siapa yang Allah kehendaki. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Seakan-akan ini peringatan kepada mereka sekaligus anjuran untuk bertobat. Sesungguhnya kalian telah bersalah, kalian bohong, kalian tidak mau ikut perang karena kalian berprasangka buruk, karena kalian tidak beriman. Maka bertobatlah karena semua alam semesta ini milik Allah. Bukan cuma kalian saja, tidak ada yang keluar dari aturan Allah. Ya, orang Quraisy pun dibawa kekuasaan Allah. Jangan menyangka Muhammad dan pengikutnya akan binasa di kalangan orang Quraisy. Orang Quraisy juga Allah yang kuasai. Maka bertobatlah kalian karena Allah maha pengampun. Tapi kalau kalian tidak berobat, Allah maha mengazab. Wakallahu gfurar rahima. Dan sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala maha pengampun lagi maha penyayang. Sairan. Sair adalah salah satu dari nama-nama neraka. Nama neraka banyak. Ada jahanam, ada jahim, ada sair, ada ladha. Ya, nama neraka banyak. Dan masing-masing nama tersebut menjelaskan tentang sifat neraka. Ya, di antaranya syair maksudnya neraka yang apinya menyala-nyala. Apinya menyala-nyala ya. Salah satu nama neraka jahanam. Tib. Selanjutnya Allah berfirman, "Jadi Allah Maha Pengampun sampai mereka masih ditawarin ampunan." Seperti firman Allah, "Nabbi ibadi anni analofurur rahim wazabi hualzabul alim." Seperti ayat itu kata Allah dalam surat Alhijr, "Sampaikanlah kepada hamba-hambaku analofurahim." Sesungguhnya aku ini maha pengampun lagi maha penyayang. Tetapi ingat sekaligus waabiul alim. Sesungguhnya azabku adalah azab yang pedih. Seperti dalam ayat ini, walillahi mulkwati walardasya. Seluruhnya ini milik Allah. Langit, bumi, malaikat, isi manusia, hewan, jin, semuanya milik Allah. Allah mengampuni siapa yang Allah kehendaki dan Allah mengazab siapa yang Allah kehendaki. Wallahu gfur rahima. Tapi Allah maha pengampun lagi maha ee penyayang. Ya, hati-hati kalau bermaksiat kalian terus di atas kekufuran kalian, kalian akan diazab. Kalau kalian bertobat, kalian akan diampuni. Setelah itu Allah cerita lagi tentang mereka ini. Jadi, setelah Nabi dan para sahabat pulang dari perjanjian Hudaibiyah yang kata Allah, "Inna fatahna laka fatan mubina." Sesungguhnya kami telah memberikan kepada kalian, kepada engkau wahai Muhammad kemenangan yang nyata. Yaitu kemenangan di sini sebagian ahli tafsir atau banyak yang menafsirkan al-Fath di sini maksudnya adalah Al-Hudaibiyah ya. Karena di balik perjanjian Hudaibiyah ternyata banyak kemenangan. Di antara kemenangan tersebut banyak orang masuk Islam. Sebagaimana pernah kita jelaskan karena terjadi perjanjian damai dari tahun ke-6 sampai tahun 8 Hijriah. Kaum muslimin waktu itu yang berangkat cuma 1400 orang. Ditambah mungkin yang tidak ikut berangkat di Madinah taruhlah jumlah kaum muslimin 2.000 orang atau 3.000 orang taruhlah. Tapi pada tahun 8 Hijriah kaum muslimin jadi 10.000 orang. Berarti dalam 2 tahun masuk Islam 7.000 orang. Dalam kondisi damai masuk Islam 7.000 orang. Dan ini adalah kemenangan yang nyata. Sementara Nabi setelah berdakwah 13 tahun di Makkah dan 6 tahun di Madinah yaitu ee 19 tahun jumlah kaum muslimin cuma 2.000 3.000. Kemudian perjanjian damai, perjanjian Hudaibiyah gencatan senjata selama 10 tahun baru 2 tahun 8 Hijriah bertambah jadi 10.000 pengikut kaum muslimin sehingga ada masuk Islam 7.000 orang. Ini yang pertama. Yang kedua, di antara kemenangan yang nyata, kaum muslimin setelah itu menyerang Khaibar. Karena Yahudi bikin masalah. Mereka yang provokator sehingga terjadi perang Khond. Saatnya mereka dihukum oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tapi kalau Nabi perang sama Quraisy repot nanti Quraisy gabung sama Yahudi. Nah, sekarang ada perjanjian dengan Quraisy. Jadi Quraisy gak ikut perang sehingga Nabi bisa fokus menyerang Yahudi. Dan Yahudi tidak dibantu oleh Quraisy. Maka ini kesempatan untuk menyerang mereka pada tahun 7 Hijriah dalam perang Khaibar. Perang apa? Khaibar. Nah, ketika Nabi berangkat menuju perang Khaibar, orang Arab Badwi tadi datang lagi. Orang-orang Arab Badui yang tidak ikut ke Hudaibiyah tersebut, mereka berkata, "Ketika kalian hendak pergi mengambil ghanimah di Khaibar, ya di Khaibar litakzuha. Kalian akan menang dalam Khaibar karena Allah sudah janjikan akan dapat ganonimah." Kata mereka, "Daruna biarkan kami ikut kalian kali ini." Yuriduna kalamallah. Mereka ingin merubah firman Allah, keputusan Allah. Karena Allah sudah kasih keputusan yang boleh ngambil ghanimah di Khaibar yang pernah berangkat ke Hudaibiyah. Adapun yang tidak berangkat karena uzur-uzur yang tidak benar tidak boleh ikut. Tidak boleh ikut. Sudah ada aturan kalian yang kemarin tidak ikut uzur, yang tidak berangkat karena uzurnya tidak benar, tidak boleh berangkat ke Khaibar. Karena mereka tahu kaum muslimin akan mendapatkan gonima yang banyak. Kali ini mereka minta ikut. Sebelumnya gak mau ikut, alasan banyak sekarang minta apa? Ikut. Dan ini dalil bahwasanya mereka beriman kepada Allah karena Allah janjikan ya fathan qorib Allah menjanjikan mereka setelah Hudaibiyah mereka akan mendapatkan ghanimah. Jadi mereka percaya ini kali ini bakalan menang maka mereka minta minta ikut. Tapi kata Allah yuriduna ayyubaddilu kalamallah. Mereka ingin merubah keputusan Allah Subhanahu wa taala. Yaitu Allah menyatakan yang berhak mengambil gonimah tersebut hanyalah yang ikut serta dalam perang. Hudaibiyah dalam peristiwa Hudaibiyah sebagai bentuk pemuliaan kepada mereka yang dulu tidak mau berangkat tidak boleh berangkat tatabi katakanlah kepada mereka wahai Rasulullah lan tatabiun kalian tidak boleh ikut kami berangkat ke Khaibaralikum qallahu minqbl dan ini sudah keputusan Allah sebelumnya keputusan Allah sebelumnyaquuna tahsudunana ternyata mereka bilang ah kalian itu tidak boleh, tidak mau ngajak kami karena kalian hasad, kalian tidak pengin bagi-bagi gonimah ya. Kalian mau ambil gonimah sendiri 1400 orang mau ambil gonimah sendiri tidak mau bagi-bagi kami. Padahal Rasulullah sudah jelaskan kalian tidak boleh ikut sebagai hukuman. Kata kata Syekh Sa'di rahimahullah, karena mereka tidak ikut ke Hudaibiyah, maka Allah kasih hukuman duniawi sebelum hukuman ukhrawi. Hukuman duniawi mereka tidak boleh ikut serta dalam perang berikutnya untuk ambil ghanimah. Enggak boleh. Maka ini hukuman, tidak boleh. Tapi mereka ketika dihukum tidak boleh ikut perang lagi, mereka nuduh. Kata mereka, "Bal tahsudunana." Kalian larang kami ikut karena kalian tidak mau bagi-bagi apa? Gonimah. Kalian hasad kalau gonimah dibagi. Kata Allah, "Bal kanu la yafqahuna illa qolila." Mereka ini tidak paham kecuali cuma sedikit. Sudah dikasih tahu enggak ngerti-ngerti. Sudah dibilang ini keputusan Allah, masih ngomong kalian ini hasad tidak mau bagi-bagi apa? Gonimah. Ini Arab Baduihi. Kemudian kalau kalian pengin perang bukan sekarang kata Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nanti ada perang waktunya. Turun ayat berikutnya. Ini semua tentang Arab Badwi tersebut dari awal yang tidak mau perangilad. Katakanlah kepada Arab-Arab Badui yang tidak ikut perang sejak awal dalam Hudaibiyah, sesungguhnya kalian akan diseru untuk berperang diajak memerangi kaum yang mempunyai kekuatan yang besar. Tuqatunahum yuslimun. Kalian akan memerangi mereka atau mereka masuk Islam. Kalau kalian taat ikut perang melawan mereka, Allah akan berikan ganjaran yang besar. Kalau kalian ternyata berpaling sebagaimana kalian berpaling ketika di Hudaibiyah, ketika diajak ke Hudaibiyah sebelumnya, maka Allah akan mengazab kalian dengan azab yang pedih. Jadi di sini dijadikan oleh sebagian ulama bahwasanya mereka ini bukan orang munafik, mereka orang beriman. Di antara dalilnya ini karena Allah masih mengajak mereka untuk bertobat. Nah, nanti aja perangnya. Bukan sekarang. Sekarang kalian tidak bisa ikut ke Khaibar karena kaum muslimin akan menang. Allah kabarkan akan menang dan akan dapat gonima yang banyak. Kalian tidak boleh ikut karena kalian sebagai hukuman awal tidak mau perang ke Hudaibiyah. Nanti kalau mau perang nanti ada kesempatan. Silakan kalian perang dan kalian akan diampuni oleh Allah dan Allah akan berikan ganjaran yang besar. kesalahan kalian akan diampuni. Karena Allah mengatakan eh fainu yikumullah ajran hasana. Jika kalian ikut perang nanti yang berikutnya melawan kaum yang kuat, yutikumullahu ajran hasanah. Allah akan berikan ganjaran yang besar. Berarti menunjukkan dosa mereka diampuni karena dapat ganjaran besar. Berarti mereka bukan orang munafik karena masih di kesempatan untuk mendapatkan ganjaran yang besar. Nah, siapakah yang dimaksud dengan ila kaumin uli bin syadid? Akan datang perang berikutnya. Kalian akan diajak melawan orang-orang yang kuat, yang melihat yang kuat. Ada khilaf. Ada yang mengatakan maksudnya adalah di zaman Abu Bakar ketika berperang melawan Banu Hanifah. Banu Hanifah adalah pasukan yang sangat kuat. Mereka adalah pengikut Musailimah al-Kadzab. Musailimah al-Kadzab ya. Yang mereka dari kabilah Rabiah ya. Dan mereka ketika meyakini ada nabi baru, Nabi Musailimah al-Kadzab, semuanya karena fanatik kesukuan. Karena ketika Nabi masih hidup, Musailimah datang kepada Nabi. Dia berkata, "Ya Muhammad, kita bagi kenabian Muhammad. Setengah kamu, setengah saya. Jangan kau sendiri jadi nabi." Karena Muhammad dari Mudar. Muhammad dari Mudar, mereka dari Rabiah. Jadi bagi dua. Rasul bilang, "Enggak." Kalau saya bilang enggak. Setelah Rasul Sallahu Alaihi Wasallam meninggal maka Musailimah tetap mengaku diri sebagai nabi dan pengikutnya tidak mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi. Tapi mereka mengatakan Muhammad nabi, Musailimah juga nabi, tapi dia mudar kami Rabiah. Sampai ada yang ditanya, "Apakah kau meyakini bahwasanya Musailimah benar? Akhirnya ada pengikutnya berkata, "Babu ahabua minq." Pendusta dari Rabiah lebih kami cintai daripada orang yang jujur dari Mudar. Ini karena kesukuan sehingga pengikutnya banyak. Musailima disebutkan sampai 40 atau 50.000 pasukan. Dan semuanya siap mati syahid. Mati syahid maksudnya mati sangit ya karena mereka membela nabi baru. Sehingga perang luar biasa. Di antara perang yang paling dahsyat ada adalah Makqatul Yamamah ya. Hadiqatul Hadiqaturrahman ya. Mereka mereka mengatakan arrahman arrahmanul yamamah. Mereka sebut Musailimah sebagai Rahmanul Yamamah. Dan kemudian perang di situ sampai banyak sahabat yang terluka sampai ee Khalid bin Walid pun terluka parah. Padahal jag kayak apa? Dan banyak yang rela mati karena pasukan Musailima juga siap mati syahid karena versi mereka. Mati syahid versi versi mereka membela seorang nabi. Ada yang mengatakan yang dimaksud satu dauna ilain uli syadid. Wahai kaum Arab Badui yang minta-minta ikut perang nanti kau akan diajak kalian akan diajak perang lewat kaum yang hebat bukan lawan Yahudi Khaibar. Enggak. Yahudi Khaibar enggak bisa. Kalian dihukum karena tidak ikut perang awal. Nanti kalian akan diajak untuk melawan perang yang lebih hebat. Kalian perangi mereka atau mereka masuk Islam. Tidak ada pilihan jiziah. Perang menang atau mereka masuk Islam. Gak ada pilihan jiziah. Ada yang mengatakan maksudnya adalah Banu Hanifah. Pendapat yang kedua maksudnya adalah Romawi dan Persia. Karena yang dikenal dengan pemiliki kekuatan yang hebat adalah Persia dan Romawi. Tidak sama seperti melawan suku-suku Arab, kabilah-kabilah Arab. Tidak sama. Rasulullah berperang melawan kabilah-kabilah Arab, para sahabat. Dan ketika melawan Persia dan Romawi, negara adidaya ya, negara hebat di zaman tersebut, Romawi dan Persia. Tentara mereka mungkin ratusan ribu atau mungkin juta tentara mereka sangat banyak. Sementara kaum muslimin tentara cuma cuma puluhan ribu. Cuma puluhan ribu. Jadi maksudnya adalah Romawi dan Persia. Nah, saat itulah kalian lawan mereka. Kalau kalian ikut, kalian akan dapat ganjaran yang besar. Tapi kalau ternyata kalian penakut seperti awal ketika diajak ke Hudaibiyah kalian takut, maka Allah akan mengazab kalian dengan azab yang pedih. Dijadikan oleh sebagian ulama bahwasanya kekhilafahan Abu Bakar dan Umar diakui oleh Allah Subhanahu wa taala dengan istimbat. Kenapa? Karena dengan tafsiran pertama melawan Banu Hanifah, khalifahnya siapa ketika itu? Abu Bakar. Ketika melawan Persia dan Romawi, khalifahnya adalah Umar. Ini menunjukkan bahwasanya kekhilafan Abu Bakar dan Umar diakui dalam Al-Qur'an dengan dalil ayat ini. Kalian akan diajak berperang melawan suatu kaum yang kuat. Di antara tafsirannya Banu Hanifah itu di zaman Abu Bakar berarti kekhilafahannya benar. Atau Persia dan Romawi di zaman khilafan Umar. Berarti khilafnya benar. Tib. Setelah itu Allah berfirman, "Laisa alal a'ma harajun wala alal a'raji harajun." Baru Allah jelaskan sebenarnya uzur yang benar tuh seperti ini. Tidak ikut perang. Ada. Adapun uzur kalian hanyalah uzur abal-abal. Bilang sibuk cari hartalah, sibuk ngurus unta lah, sibuk ngurus tanamanlah, sibuk ngurus anak-anaklah. Itu kan kesibukan yang bisa ditunda. Kalau perang gak bisa ditunda, ya. Dan uzur itu bisa ditunda. Harusnya kalian tinggalkan. Dan itu pun uzur kalian cuma abal-abal. Buktinya kalian itu bukan uzur. Yang benar kalian menyangka nabi dan kaum mukminin akan mati. Tidak balik lagi. Uzur yang benar Allah jelaskan dalam surat ayat 17. Kata Allah subhanahu wa taala, "Laisa alal a'ama haraj." Tidak ada dosa bagi orang-orang yang buta untuk tidak ikut jihad. Wala alal aji haraj. Dan juga tidak bagi orang yang pincang untuk tidak ikut jihad tidak ada dosa bagi baginya. Dia pincang gimana mau jihad ya bagaimana mau jihad tidak bisa memberi perlawanan dan tinggal mati sama saja hanya membuat tertawa orang-orang kafir. Hanya bertawa orang kafir. Maka orang buta tidak bisa berperang tidak bisa melihat. Orang pincang juga tidak bisa. Ya. Ya. Di zaman itu tentunya perang dengan pedang. Zaman sekarang ya orang pincang bisa berperang dengan teknologi ya. Bisa perang dengan apa? Tekno teknologi. Tapi zaman dulu namanya perang harus turun di medan pertempuran. Maka orang pinjang beruzur tidak bisa perang. Wala alal marid haraj. Dan demikian juga orang yang sedang sakit ketika itu tidak mengapa tidak ikut perang. Di sini Allah menyebutkan uzur secara bertahap. Uzur yang paling par adalah buta. Buta gak bisa tahu bagaimana perang. Kalau pincang masih bisa lihat tapi kemampuan dia terbatas. Kemudian pincang. pincang karena dia adalah ee sakit yang ee apa namanya? permanen. Ini sakit yang model kedua ini juga uzur. Yang ketiga, marad. Dia hanya dapat uzur ketika sedang sakit. Kalau tidak sakit maka tidak ada uzur. Jadi Allah sebutkan uzur tersebut secara tingkatan. Kemudian kata Allah, "Inilah uzur yang benar yang boleh seorang tidak ikut jihad." yilhu janntinhal anhar. Siapa yang taat kepada Allah dan rasulnya maka Allah akan masukkan dia dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Yaatawallaaban alima. Siapa yang berpaling maka Allah akan azab dia dengan azab yang pedih. Azab yang pedih. Ikhwan, ketika Allah sebutkan, "Siapa yang begini taat akan dapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai." Jangan bayangkan kita seperti sungai-sungai di sini ya. Jangan bayangkan kita seperti taman-taman di dunia ya. Surga tentu tidak sama dengan yang ada di dunia. Seperti perkataan orang-orang liberal yang mengatakan Al-Qur'an itu jangan ditafsirkan secara tekstual. Kata mereka buktinya apa? Allah sebutkan tentang ganjaran di akhirat. Surga sungai-sungai, taman, sungai, taman sungai. Karena Al-Qur'an turun sama orang Arab, orang-orang Arab yang tinggal di padang pasir yang tidak pernah lihat sungai dan apa? Taman. Jadinya diiming-imingin yang taman dan sungai. Ini perkataan mereka. Jadi kita jangan tekstual, kita harus rubah. Seperti kata mereka, ayat-ayat yang turun hanya relevan dengan orang-orang Arab Badui zaman tersebut. Zaman sekarang kita harus memahami dengan kontekstual. Jangan terikat pada tekstual. Kalau tekstual apa? Apa enak? Apa enaknya di akhirat cuma dapat taman sungai-taman sungai ya. Dia bayangin taman seperti taman Bogor mungkin ya. Ya, akhi taman itu bukan taman sembarangan yang di surga dijelaskan. Paling tidak taman tersebut ada bidadari di dalamnya. Bidadari bukan seperti istri lu. Bukan ya. Bidadarinya luar biasa, tamannya luar biasa, ya. Istananya luar biasa, indahnya luar biasa. Ya. Dan sampai sekarang orang-orang semuanya masih suka dengan taman dan bukan Arab Badui saja yang suka taman dan sungai. Memang cuma orang padang pasir. Sampai saya pernah waktu ke Papua, saya ketemu orang Swedia satu saat dengan saya pengin pergi ke Raja Ampat karena pengin lihat apa? Air. Bayangkan ya. Ya, berarti yang suka dengan sampai sekarang orang kalau ke mana-mana pergi cari apa? cari taman sama cari air. Sampai sekarang di zaman modern tahun 2025 mau dari mana pun di dunia ini orang masih bosan dengan hidup kekotaan yang gedung-gedung tinggi mereka kalau liburan ke mana? Liburan ke taman-taman. Itu baru taman-taman dunia. Bagaimana taman-taman di akhirat? Wam yatawalla yuadbu adaban alima. Siapa yang berpaling maka akan diazab oleh Allah dengan azab yang pedih. Tayib. Sampai sini saja ya. Sudah ya sudah. Alhamdulillah. Sudah berapa menit Win? 40 menit cukup ya siang hari ya. Belum makan siang kan? Insyaallah nanti kita lanjutkan di kesempatan yang lain ya. Wallahu taala alam b. Demikian saja insyaallah kita lanjutkan kesempatan yang lain. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.