Transcript
kV1ByTaZSRU • Syarah Kitab Ar-Riqaq #31: Titian Jahanam - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2534_kV1ByTaZSRU.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihi wtinanih ashadu alla
ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuiman
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh ridwan allahumma sholli alaihi
wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwanih.
Hadirin dan hadirat yang dirahmati oleh
Allah subhanahu wa taala, kita masih
lanjut pembahasan kitabur riqaq. Masih
ada dua bab lagi,
itu babus sirat tentang sirat. Yang
terakhir bab tentang al-haud, tentang
telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Ee
adapun pada pembahasan kita kali ini
tentang babu atau babun assiratu
jasru jahanam atau jisru jahanam.
Dua-duanya bisa dibaca jasru atau jisru.
sirat maksudnya adalah
ee
jembatan yang ada di atas neraka
jahanam.
Jembatan yang ada di atas neraka jahanam
dan sirat ya pasti dilewati oleh semua
orang. Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Waim minkum illa wariduha
kana ala rabbika hatmam maqdah."
Dan
setiap kalian pasti akan melewati
neraka. Dan itu sudah keputusan yang
telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa
taala. Yang dimaksud setiap kalian pasti
akan mendatangi neraka. Wa minkum illa
wariduha. Dalam surat Maryam setiap
kalian pasti akan mendatangi neraka.
Maksudnya melewati sirat. Melewati
sirat. Jangankan kita, bahkan para nabi,
orang-orang tersaleh
yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wa
taala, hamba-hamba Allah yang paling
saleh, mereka juga harus melewati sirat.
Mereka juga harus melewati sirat. Ya.
Dan Allah juga mengisyaratkan tentang
sirat dalam surat Al-Hadid
di mana orang-orang munafik ya
berkata kepada
orang-orang beriman, "Unzuruna
naqtabis minurikumjiu
warakum faltamisur."
Maka orang munafik berkata kepada yang
beriman, "Tunggulah kami. Berikanlah
kepada kami sebagian cahaya kalian."
Karena untuk melewati sirat harus butuh
cahaya. Harus butuh cahaya. Karena Allah
buat kegelapan di padang mahsyar dan
melewat sirat harus butuh cahaya. Kalau
tidak ada cahaya maka tidak bisa lewat.
Makinalah ee sirat. Kemudian sirat
memiliki
beberapa sifat ya. Di antaranya datang
se riwayat
bahwasanya dia adakqquum minasya'ar
ahadum minasaif. Dia lebih tipis
daripada rambut dan lebih tajam daripada
pedang.
Kemudian disebut juga mazallah madhadah
yaitu mudah untuk menjatuhkan dan mudah
untuk menggelincirkan.
Mudah untuk menjatuhkan, mudah untuk
menggelincirkan.
Dan sirat meskipun sangat tipis dan
sangat tajam, namun cukup untuk seluruh
manusia dari awal diciptakan sampai
akhir diciptakan.
Yang menunjukkan bahwasanya sirat
tersebut sangat panjang dan ini juga
melazimkan neraka jahanam juga sangat
panjang
karena sirat di atas neraka jahanam.
Sirat ber di atas neraka jahanam dan
semua pasti akan melewati sirat ya. J
kalau kita bicara tentang apa dalilnya
tentang sirat datang dalam ayat berupa
isyarat datang dalam hadis-hadis dalam
dalam ayat tadi firman Allah wa minkum
illa wariduha ya tidak tidaklah kalian
kecuali akan melewati neraka maksudnya
melewati neraka di atas apa sirat ya
kemudian juga Allah kisahkan tadi ya ee
bagaimana dalam surat Al-Hadid
orang-orang beriman dikasih cahaya orang
munafik dikasih minta minta kepada orang
beriman dikasih cahaya kemudian
dimatikan cahaya kemudian mereka minta
dibagi cahaya oleh orang-orang beriman.
Ya,
demikian juga dalam Al-Qur'an dalam
surah Tahrim orang-orang beriman
berkata, "Atmim lana nurana wagfirlana."
Ya Allah, sempurnakanlah
cahaya kami dan ampunilah kami. Ada yang
mengatakan ketika mereka di sirat,
mereka minta disempurnakan cahaya dan
mereka tahu cahaya menjadi redup karena
dosa-dosa. Maka mereka berkata, "Atmim
lana nurana wagfirlana." Ya Allah,
sempurnakanlah cahaya kami dan ampunilah
kami. Kenapa orang-orang beriman minta
disempurnakan cahaya? Karena mereka
lihat orang-orang munafik dikerjain oleh
Allah, dikasih cahaya terus diredupkan
sebagaimana mereka selama ini menipu di
dunia seakan-akan beriman namun tidak
beriman. Aljaza menyisil amal pada hari
kiamat kelak balasan sesuai dengan
perbuatan mereka dikasih cahaya mereka
sudah senang ternyata diredupkan. Ketika
itu orang-orang beriman berdoa agar
cahaya mereka tidak redup maka mereka
berkata, "Atmim lana nurana."
Ya Allah sempurnakanlah cahaya kami
wagfirlana dan ampunilah dosa-dosa kami.
Karena yang buat cahaya redup adalah
dosa-dosa.
Kemudian
sirat hanya dilewati oleh orang beriman,
orang munafik. Adapun orang-orang kafir
nanti akan datang penjelasannya
yang dalam bahasa sederhana kita KTP-nya
bukan Islam, maka mereka akan digiring
ke neraka jahanam. Mereka akan mengikuti
sesembahan mereka. Sesembahan mereka
akan menggiring mereka menuju neraka
jahanam. Maka mereka berjatuhan di
neraka jahanam. Yahudi, Nasra, agama
yang lain tanpa melewati sirat langsung
jatuh ke mana? Ke neraka. Yang di sirat
cuma kaum muslimin dan apa? Muna
munafikin. Karena
ee sama-sama KTP-nya Islam dan Allah
ingin kerjain mereka karena selama ini
mereka berbohong.
Kemudian yang melihat sirat
juga ada tiga model. Ada yang selamat,
Najin Musallam selamat,
ada ee
mukhardal
tumma najin, yaitu tercabik-cabik
kemudian selamat dan ada yang makdus
terjungkal di neraka jahanam. Ada tiga
model. Yang satu jalan kemudian selamat
tanpa ada luka sama sekali.
Yang model kedua terluka-luka
dicabik-cabik oleh besi-besi tajam yang
berada di sisi jembatan tersebut.
Kenapa dicabik-cabik? Karena mereka
punya dosa. Namun dosa tersebut tidak
mengharuskan mereka masuk neraka. Maka
mereka dibalas di atas sirat. Tapi
akhirnya mereka sela selamat. Yang
ketiga, dicabik-cabik makdus kemudian
terlemparkan, terjungkal dalam neraka
jahanam. Ini yang berhak masuk neraka
jahanam.
Yang najin musalam, yang selamat itu pun
bertingkat-tingkat.
Ada yang kalbarq seperti cahaya cepat
sekali. Ada yang seperti arihil mursal
seperti angin yang berhembus. Ada yang
seperti ke ajawidil khail seperti
kuda-kuda pilihan yang sangat cepat
berlari. Ada yang seperti al-ibil,
seperti unta yang berlari sampai ada
yang merangk. Ada yang merangk.
Demikian juga cahaya orang berbeda-beda.
Ada yang cahayanya seperti gunung, ada
yang cahayanya seperti pohon kurma, ada
yang cahayanya cuma di jempol kakinya
terkadang nyala dia jalan kalau redup
dia berhenti,
dia tunggu nyala lagi. Dan ini semua
kembali kepada kembali kepada amal saleh
yang mempengaruhi cepat lambatnya,
terjungkal atau tidak, cahaya besar atau
cahaya kecil.
Ini semua kembali kepada amal. Oleh
karena dalam hadis
ketika ada seorang yang merangkak
di atas sirat, dia mengatakan, "Rabbi
lima abth bi." Ya Rabbku, kenapa kau
buat aku lambat berjalan di atas sirat?
Maka Allah menjawab, "Abth bika amaluk."
Amalmu yang buat kau lambat.
Amalmu yang buat kau lambat sehingga
tidak bisa berjalan di atas sirat.
Dan di sirat ketika menimpa sirat tadi
ada besi-besi yang menghadang yang siap
mencabik-cabik.
Yang selamat selamat, yang enggak
selamat selamat. Datang dalam hadis juga
dalam Sahih Muslim
ala jambatai sirat di samping kanan kiri
sirat ada datang
dikirimlah amanah
dan rahim. Amanah dan rahim.
Siapa yang di dunia tidak amanah maka
dia akan tertahan. Dia tidak bisa lewat.
Siapa yang di dunia amanah dia akan
mudah lewat. Kemudian rahim juga
dikirim. Siapa yang di dunia suka
menyambung silaturahmi, maka dia akan
semakin mudah lewat.
Siapa yang di dunia memutuskan
silaturahmi akan ditahan di situ. Dia
tidak bisa lewat, susah.
Oleh karenanya semua ini kembali kepada
amal amal saleh dan setiap kita pasti
melewati sirat. Imam Bukhari
rahimahullah membawakan satu hadis
dalam bab ini, bab
asirat jasru jahanam. Ya, bab
sirat adalah jembatan di atas neraka
jahanam.
Beliau rahimahullah berkata, "Qala
haddasana Abul Yaman qala akhbarana
Syuaib an Zuhri qala akhbarani Said waha
bin Yazid anna Aba Hurairata
akhbarahuma
bahwasanya sahabat yang mulia Abu
Hurairah radhiallahu anhu mengabarkan
kepada
Said dan Atha
anin Nabi sallallahu alaihi wasallam
bahwasanya dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam kemudian wa haddasani Mahmud Q
Hadan Abdur Razak dalam sanad yang lain,
sanad berikutnya disebutkan oleh Imam
Bukhari juga. Wa haddasani Mahmud qala
haddasana Abdur Razzaq Qbar nama Amr an
Zuhri an Atha bin Yazid Alaiiti Abu
Hurairah radhiallahu taala anhu. Dari
Atha bin Yazid alaiiti dari Abu Hurairah
sama sanadnya kembali kepada Abu
Hurairah.
Qala qala unasun. Kata Abu Hurairah,
sebagian orang berkata,
"Ya Rasulullah,
hal naro rabbana yaumalqiamah?"
Wahai Rasulullah, apakah kami akan
melihat Rabb kami pada hari kiamat
kelak?
Ya, karena di dunia mereka tidak pernah
melihat apa? Al Allah.
Dan di dunia tidak mungkin orang bisa
melihat Allah.
Rasulullah bersabda,
"Taalamu annakum lan tarbakum hatta
tamutu." Ketahuilah kalian tidak bisa
melihat Allah sampai kalian meninggal
dunia.
Ya, karena kenapa? Karena kita tidak
punya kemampuan melihat Allah di dunia.
Fisik kita tidak mampu. Kita aja
malaikat enggak bisa lihat, jin enggak
bisa lihat, matahari terlalu terang juga
kita enggak bisa lihat, terlalu kecil
kita enggak bisa lihat.
Berbeda ketika sudah meninggal dunia
maka pandangan berubah. Kata Allah bagi
orang yang meninggal dunia, fabasarukal
yauma hadid. Maka pada hari ini
pandanganmu menjadi tajam. Orang
meninggal dunia dia bisa melihat jin,
dia bisa melihat malaikat, malaikat
maut, malaikat rahmat atau malaikat
azab. Kemudian fisik juga berubah.
Manusia dibangkitkan di bawah terik
matahari di padang mahsyar. Matahari
dalam jarak 1 mil, tapi fisik kuat.
Orang kafir dimasukkan di neraka
dicabik-cabik, dipotong-potong, tidak
mati-mati.
Ya, manusia yang masuk surga dibuat
tubuhnya indah, lebih tampan, dan
tingginya 60 hasta. 30 m seperti
tingginya Nabi A Nabi Adam. Di antaranya
mata mereka mampu untuk melihat apa?
Allah Subhanahu wa taala.
Penghuni neraka juga mereka jadi kuat.
Mata mereka bisa melihat jin, mereka
bisa ketemu iblis. Mudah-mudahan kita
enggak ketemu iblis. Kalau ketemu iblis,
meetingnya di neraka. Masalahnya
meetingnya di mana? Di neraka.
Tapi maksudnya pandangan menjadi
berubah, menjadi kuat. Kenapa dunia kita
enggak bisa lihat Allah? Bukannya Allah
tidak bisa terlihat, tapi mata kita
tidak mampu untuk apa? Melihat.
Makanya ketika Nabi Musa minta melihat
Allah, "Rabbi arini anzur ilaik." Ya
Allah, tunjukkanlah dirimu. Aku ingin
melihatmu.
Karena Nabi Musa rindu ingin ketemu
Allah. Dia sudah bercakap-cakap,
berbincang-bincang dengan Allah dan dia
merasa bahagia. Dia ingin melihat Allah.
Tetapi Allah bilang, "Lan taruni kau
tidak bisa lihat aku." Wakin il jabali
faqanaf.
Tapi lihatlah ke arah gunung. Kalau
gunung kuat, kau akan bisa melihat aku.
Falamma
tajallu jabal ja Musa. Tatkala Allah
menampakkan dirinya di di gunung, gunung
pun hancur, Musa pun ping pingsan. Itu
gunung saja tidak kuat dengan gunung
yang kokoh dari batu yang keras, tidak
kuat dengan cahaya Allah. Bagaimana
dengan manu manusia? Maka Musa pun
pingsan.
Demikian juga Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam ketika mikraj sudah
sangat dekat dengan Allah. Sampai
ditanya oleh sebagian sahabat, "Ya
Rasulullah," yaitu dari hadis Abu Dzar
radhiallahu anhu, "Hal roa rbak?"
"Apakah kau lihat Rabbmu?" Pertanyaan
ini muncul karena Rasulullah sudah
sangat dekat dengan Allah. Maka Nabi
berkata, "Nurun annaarahu." Ada cahaya
bagaimana aku bisa melihat Allah. Cahaya
menghalangi enggak bisa.
Maka di sini para sahabat bertanya,
"Kita di dunia enggak bisa lihat ya."
Ya, ya. Ya Rasulullah, apakah di akhirat
kita bisa lihat?
Tentu di akhirat bisa karena fisik sudah
be berubah. Dirubah oleh Allah Subhanahu
wa taala.
Maka
pertanyaan mereka, "Ya Rasulullah, hal
narobana yaumalqiamah?" "Wahai Rasul,
apa kami bisa melihat Rabb kami pada
hari kiamat?" Qala faqala. Rasulullah
menjawab, "Haludoruna fisyamsi laisa
dunaha sahab." Apa kalian susah melihat
matahari tanpa ada awan? Artinya
matahari kan bisa kelihatan dari jauh.
Dan kalian tidak saling memberi mudarat
karena kalian melihat ke arah mana? Ke
arah a atas. Beda kalau lihatnya ke arah
depan. Maka desak-desakan. Dalam
sebagian riwayat haluna fi rukyati. Apa
kalian akan berdesak-desakan ketika
melihat matahari? Kalian
berdesak-desakan ketika melihat bulan.
Tidak perlu desak-desakan.
Karena yang dilihat di mana? Di atas.
Beda kalau yang dilihat di bawah kecil.
Ahah. Itu pasti desak-desakan. Ada yang
menghadang, ada yang menghalangi. Ya.
Maka Rasulullah berkata, "Haluduna
fisamsi laisunab." Apakah susah bagi
kalian
ketika melihat matahari lagi bersih,
tidak ada awan yang menghalangi? Faqalu
la ya Rasulullah. Tentu tidak ya
Rasulullah.
Kemudian Rasulullah menjelaskan lagi
setelah Rasulullah sebut tentang materi,
Rasulullah sebutkan tentang rembulan.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Haluna filqari lailatal badri
laisaunahu sahab." Apakah kalian susah
melihat bulan di malam di malam bulan
purnama
yang tidak ada awan yang
menghalangi bulan tersebut? Qolu la ya
Rasulullah. Tentu tidak ya Rasulullah. J
dalil bahwasanya Allah akan dilihat oleh
orang beriman pada hari kiamat.
Dan cara melihatnya
ya seperti melihat rembulan atau melihat
mata matahari. Yang disamakan oleh Nabi
bukan yang terlihat tetapi yang
disamakan oleh Nabi cara me melihat.
Cara melihat dengan mata ke arah atas
bukan yang terlihat dan yang terlihat.
Karena Rasulullah menyamakan dengan
matahari dan rembulan. itu dua benda
yang berbeda. Bukan Allah, bukan Nabi
mengatakan Allah seperti matahari atau
Allah seperti rem rembulan. Ini dua hal
yang berbeda. Satu lembut, satu terang.
Satu di malam hari, satu di siang hari.
Tapi maksudnya cara melihat matahari
sama seperti cara melihat rembulan sama
dengan cara melihat apa? Al Allah.
Tidak perlu desak-desakan,
tidak perlu susah. Tinggal lihat ke atas
maka semua bisa melihat.
Ya. Dan jelas
laisa dunahu sahab. Mudah dilihat dan
jelas tanpa ada awan yang menghalangi
kalau matahari maupun rembulan. Jadi
melihat Allah dengan ee dengan jelas.
Dan ini adalah akidah ahlusunah wal
jamaah bahwasanya Allah bisa dilihat
pada hari kiamat kelak. datang dalam
ayat banyak ya
dan juga datang dalam hadis-hadis
diriwayatkan dari sekitar 26 sahabat
sehingga hadisnya mutawatir.
Namun melihat Allah diingkari oleh
orang-orang Muktazilah. Orang Muktazilah
mengatakan tidak mungkin Allah dihat
karena kalau dilihat batalah akidah
mereka. Kelazimannya berarti Allah
begini, berarti Allah begini, Allah
begini. Sehingga logika mereka
mengatakan Allah enggak mungkin di
dilihat
ya.
Kata mereka, "Allah, enggak mungkin di
dilihat."
Ada seorang syekh lagi ceramah di musim
haji. Ceramah tentang
ee
apa namanya? Allah bisa dilihat pada
hari kiamat kelak. Maka ada yang
mengingkari.
Dia mengatakan
Allah tidak bisa dilihat.
Akhirnya sya, "Mari jemaah kita doakan
semoga dia tidak lihat Allah." Kata dia,
"Jangan, jangan."
Kan kau yakin Allah tidak bisa dilihat.
Ya sudah kita doain aja biar kau gak
usah bisa lihat Allah. Dia enggak
berani. Kata dia, "Jangan."
Tiib melihat Allah di antaranya ada
beberapa kondisi. Melihat Allah ketika
di padang mahsyar dan melihat Allah
ketika di surga.
Kalau melihat Allah ketika di surga
adalah bentuk balasan, salah satu
kelezatan yang luar biasa. Balasan bagi
orang beramal saleh. Makanya Allah
berfirman, "Lilladzina ahsanu al husna
wazi ziyada." Bagi orang berbuat ihsan,
dia mendapatkan surga dan tambahan.
Maksudnya tambahan apa? Adalah tambahan
memandang wajah Allah.
Kenapa memandang wajah Allah disebut
dengan tambahan? Karena kenikmatan ini
tidak ada miripnya dengan kenikmatan
dunia. Adapun kenikmatan surga yang lain
mirip seperti dunia. Ada perempuan,
makanan,
minuman, ada sungai, ada ini. Tapi
memandang wajah Allah ini kenikmatan
sendiri. Sehingga disebut dengan apa?
Tam tambahan.
Ini disebut dengan tambahan.
Ya,
ada juga mengatakan tambahan karena
seluruh nikmat dunia sudah seluruh
nikmat surga sudah memuaskan tapi Allah
kasih tambahan juga. Makanya ketika ee
Allah berkata kepada ya
para penghuni surga, kata Allah, "Hal
azidukum?" "Maukah aku beri tambahan
kepada kalian?"
Kata para penghuni surga, "Ngapain lagi,
ya Allah?
Engkau telah selamatkan kami di neraka.
Engkau telah membuat kami berselisih
berbahagia. Engkau telah memasukkan kami
dalam nikmat surga yang seperti ini.
Apalagi mau tambahan?
Hal azidukum? Saya kasih tambahan.
Maka fayaksiful hijab. Jadi penghuni
surga sudah merasa tidak perlu lagi
karena sudah nikmat sudah di puncak ke
segalanya.
Tambahan apa lagi? Mereka tidak menuga
ada kenikmatan yang lebih daripada ini
semua yaitu memandang wajah wajah Allah.
Maka kelezatan mandang wajah Allah
meliputi melebihi segalanya.
Oleh karenanya Rasulullah berdoa asaluka
wajik. Ya Allah aku mohon kelezatan
memandang wajahmu.
Kata Imam Syafi'i, laam yuqin Muhammad
bin Idris annahu sayarabbahu.
Kalaulah Imam Muhammad Imam Syafi'i
Muhammad Idris meyakini tidak tidak
yakin akan melihat Allah maka dia tidak
akan beribadah. Kalau enggak salah makna
perkataannya demikian, yaitu dia
mengatakan, "Saya ini kenapa saya
beribadah?" "Supaya bisa bertemu dengan
Allah, supaya bisa melihat wajah Allah."
Karena beliau rindu untuk bertemu dengan
Allah Subhanahu wa taala. Kalau ternyata
di akhirat saya tidak bisa melihat wajah
Allah, tidak bisa bertemu Allah, ngapain
saya beribadah? Kata Imam Syafi'i ini
karena cintanya kepada Allah Subhanahu
wa taala.
Dan ternyata Allah juga bisa dilihat
ketika di padang mah M mahsyar, tapi
bukan dalam bentuk balasan dari amal
saleh, yaitu dalam bentuk yang lain. Ya.
Tib. Kita baca di sini. Kata Rasul
Sallallahu Alaihi Wasallam
ketika ditanya, "Apakah kami bisa
melihat Allah?" Nabi mengatakan,
"Tidakkah kalian bisa melihat matahari
rembulan tanpa ada penghalang?"
Ya. Apakah susah melihat rembulan
matahari tanpa ada penghalang? Qalu la.
Ya Rasulullah.
Tentu tidak susah. Maka Rasulullah
berkata, "Fa innakum tarunahu
yaumalqiamati kadalik." Perhatikan.
Sesungguhnya kalian benar-benar akan
melihat Allah pada hari kiamat seperti
itu juga.
Apa yang seperti itu juga? Yang terlihat
atau cara melihat? Cara melihat. Cara
melihat itu mudah. Lihat ke atas
kelihatan semua. Ini dalil bahwasanya
Allah terlihat dari atas. Allah terlihat
dari mana? Dari atas.
Makanya ketika Nabi Musa ingin melihat
Allah, Allah suruh lihat ke mana? Ke
lembah atau ke atas gunung? Atas gunung.
Karena Allah di atas. Makanya Nabi
Muhammad ketika bertemu Allah ke mana?
Ke atas atau ke Paris? Ke atas. Ke atas.
Saking dekatnya sampai timbul
pertanyaan, "Apakah kau melihat Allah ya
Rasulullah karena saking de dekatnya?"
Ini akidah ahlusunah bahwasanya Allah di
atas ars, Allah di atas makhluknya.
Maka di hari kiamat juga Rasulullah
contohkan kalau lihat Allah seperti
lihat rem rembulan. Lihat ke mana? Ke ke
atas. Makanya Rasulullah mengatakan,
"Fainnakum tarunahu yaumalqiamatialik."
Kalian melihat Allah pun seperti itu
caranya. Tinggal melihat ke atas.
Tib. Setelah itu Rasulullah jelaskan
tentang kondisi hari kiamat
dan kita semua akan mengalami hal
tersebut.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Yajmaullahunasa
fayakul."
Allahu mengumpulkan seluruh manusia.
Ya.
Kemudian Allah berkata, "Mang kala
ya'budu syaian falyattabihu." Siapa yang
menyembah sesuatu maka itu ikutilah
sesembahannya.
Ini hari di mana tudasyams matahari
diturunkan dalam jarak berapa? Satu 1
mil. Sehingga orang-orang bercucuran
keringat. Ada yang keringatnya sampai di
mata kakinya, ada yang sampai di
betisnya, ada yang sampai di
pinggangnya. Waminhum man yuljimul arq
jam sampai di di mulutnya.
Tetapi orang beriman dimudahkan. Kata
Alhafiz Ibnu Hajar rahimahullahu taala
ya.
Dalam hadis yang lain, yukhafaful wukufu
anil mukmin hatta yakunaatin maktubah
wasanadu hasan. Kata Ibnu Hajar datang
dalam riwayat, "Diringankan bagi seorang
mukmin pada hari kiamat kelak ketika
berdiri di bawah matahari
sampai seakan-akan seperti menjalankan
salat wajib.
Jadi tidak dia merasa tidak la lama. Ini
bagi orang yang beriman dan sanadnya
hasan.
Atau dalam riwayat yang lain katallamsi
lilubi
anagrub. Atau orang-orang merasa sangat
panas dia merasa seperti teduh seperti
matahari mau terbenam. Kalau matahari
terbenam mau terbenam jam
sekarang magrib misalnya jam .00
kemudian matahari jam 6 kur4 redup atau
terik? Redup.
Jadi menunjukkan bahwasanya meskipun
mataharinya sama, sangat panas, tetapi
orang beriman diberi kemu kemudahan. Dia
merasa cepat atau dia merasa panas
tersebut tidak begitu dia rasa. Dan kita
tahu dalam sebagian hadis bahwasanya ada
Allah beri naungan.
Naungan mendatangi orang-orang yang
berbuat amal saleh.
Seperti kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, umriin tahtadqati
yaumalqiamah. Setiap orang akan di bawah
naungan
sedekahnya pada hari kiamat. Kalau siapa
yang suka bersedekah, maka naungannya
semakin teduh datang menaunginya pada
hari kiamat kelak di hari yang sangat
dahsyat.
Mereka dikumpulkan pada satu dataran
yaitu di padang di padang mahsyar.
Dalam sebagian riwayat
yajmaullahu yaumalqiamatil awalin wal
akhirin fusaidin wahid. Allah
mengumpulkan seluruh manusia. Bukan
manusia, manusia bahkan jin-jin juga
dikumpulkan
dari yang pertama sampai yang terakhir
di suatu dataran
itu padang mahsyar. Fayusmiumud dai.
Maka ada penyeru yang membuat mereka
mendengar seluruhnya. Wanfuduhumul
bashar dan pandangan menembus mereka.
Pandangan menembus mereka ini maksudnya
apa? Ada yang mengatakan, maksudnya
Allah melihat mereka semua tidak ada
yang bisa bersembunyi.
Ada yang mengatakan, "Tidak. Seluruh
manusia bisa lihat yang lainnya."
Satu dunia kumpul karena manusia
pandangannya tajam ketika itu sehingga
mereka bisa lihat seluruh seluruhnya.
Karena manusia akan dibangkitkan di
padang mahsyar yang tidak ada lembah,
tidak ada gunung. Waalaisa fiha ma'lamun
liahad. Tidak ada bangunan, tidak ada
pohon, tidak ada pelang, tidak ada
apa-apa. datar semuanya
sehingga setiap orang bisa melihat
seluruhnya. Kita enggak tahu kondisi
hari kiamat. Jadi kalau kita ngelihat
semua kelihatan
pandangan tajam.
Pandangan tajam. Ini kondisi hari kiamat
sehingga ketahuan yang dimuliakan,
yang dihinakan kelihatan semua di padang
mahsyar.
Ada yang orang mujahid dibangkitkan
dalam kondisi keluar darah, tapi
darahnya bau bau bau apa? Minyak kas
kasturi. Ada yang orang berpuasa
dibangkitkan maka keluar aroma harum di
mulutnya. Karena selama ini dia suka ber
puasa. Ada yang dihinakan yang suka
minta-minta tidak punya malu. Bangkit
wajah tengkorak tidak ada dagingnya.
Ada yang lelaki bangkit badannya miring
karena tidak adil terhadap apa?
Istrinya.
Saya kaki saya sakit
di baru sakit sedikit sudah enggak enak
ya. Gimana kalau miring di akhirat?
Ngeri ya. Ngeri.
Jalan miring enggak enak
apalagi pada hari kiamat.
Kemudian Allah selur suruh kata suara
tersebut setiap orang mengikuti apa yang
dia sembah. Setiap orang mengikuti apa
yang dia sembah.
Manana ya'buduan falyatu. Siapa yang
nyembah sesuatu maka ikutilah.
Fatbau manana yaudusyams.
Maka yang sembah matahari ikut matahari.
Watatba manana ya'budul qamar. Yang
nyembah rembulan ikut rembulan.
Riwayat ba bangkana ya'budut thawagit
yang menyembah thaghut-tagut, setan,
berhala,
dukun-dukun semua diikuti selain Allah.
Pergi. Pergi ke mana? Ke neraka.
Jadi mereka enggak lewat
sirat, mereka menuju ke neraka jahanam.
setan berhala ya.
Yang menyembah hewan ada menyembah benda
mati, menyembah manusia ya
digiring ke neraka jahanam ya
dalam sebagian riwayat fayadhabu ashabus
shib maib menyembah salib. Salib itu
akan bawa mereka ke neraka jahanam. Wa
ashabuilan maanihim. Maka penyembah
berhala, berhala akan mengiring ke
neraka jahanam. Setiap yang disembah
Tuhannya bawa ke sana ke mereka.
Tib. Pertanyaan, bagaimana kalau yang
disembah malaikat? Bukankah ada yang
menyembah malaikat? Ada. Bukankah ada
yang menyembah Nabi Isa? Ada. Bukankah
ada yang menyembah Uzair? Ada. Menyembah
Latta. Semua ini manusia, orang-orang
saleh. Lata, Uzair, Nabi Isa, malaikat.
Bagaimana? Ada yang mengatakan, "Maka di
dalam sebagian riwayat ya, maka
dibuatlah
ee
fayutamalu lahum ma kanu ya'budun
fayantaliquun." Maka seakan-akan ada
bentuk Nabi Isa, Nabi Isa palsu. Hadir
di neraka kemudian giring mereka. Mereka
sudah senang, ternyata digiring ke mana?
Ke neraka. Bukan Nabi Isa. Nabi Isa asli
di surga. Masuk sur surga.
Jadi ada seperti jelmaan menjadi apa
yang mereka sembah. Apakah malaikat,
apakah Nabi Isa, apakah Uzair,
orang-orang saleh menggiring mereka
semua ke mana? Ke neraka jahanam.
Jadilah pergilah mereka semua
sehingga yang tersisa adalah orang-orang
yang
Islam. Ya,
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
watabqo hadil ummatu fiha munafiquha.
Tinggal orang-orang beriman dan
orang-orang munafik
yang masih tersisa.
Fatihimullahu fi ghairi suratillati
ya'rifun.
Fayakulu ana rbukum. Lalu Allah pun
datang kepada mereka dengan bentuk yang
mereka
ee
bentuk yang mereka tidak kenal
sebelumnya.
Jadi sebelumnya mungkin Allah ilhamkan
kepada mereka Allah punya bentuk
tertentu. Kali ini Allah datang dalam
bentuk yang mereka tidak kenal.
Apakah dengan bentuk kita? Wallahualam.
Ini masalah sifat kita. Ini masalah hari
kiamat. Kita tidak tahu seperti apa.
Maka mereka berkata, "Na, Allah berkata,
"Ana rbukum." Aku adalah Tuhan kalian.
Maka mereka berkata, "Nazubillahi
minka." Ini ini hanya ujian. Jadi ikuti
aku. Aku tuhan kalian. Kata mereka,
"Enggak.
Kami berlindung daripada engkau." Hza
makanuna hatta yatiana rbuna. Kami akan
tetap sini. Kami enggak mau ngikut
sampai yang datang adalah Al. Jadi,
Allah datang saja menguji mereka.
Sementara yang lain datang Nabi Isa
ikut, padahal Nabi Isa palsu. Datang
Uzair ikut, datang matahari ikut, datang
rembulan ikut semuanya nyemplung ke
mana? Ke neraka. Fayatasaqatun. Dalam
sebagian riwayat maka Nasra dan Yahudi
yatasaqatun berjatuhan di neraka
jahanam.
Dan ini dalil bahwasanya
yang tidak bertauhid pasti masuk nera
neraka. bantahan tegas kepada
orang-orang liberal yang mereka
mengatakan semua penganut agama masuk
surga.
Kata mereka orang Islam jangan monopoli
surga. Surga luas. Ada surga Islam, ada
surga Yahudi, ada surga Nasrani, surga
Buddha, surga Hindu, mungkin surga
ateis.
Ya,
ini dalil sangat tegas bahwasanya mereka
masuk neraka jahanam.
Akhirnya faanaahu.
Kalau Tuhan kami datang, kami kenal dia.
Fatihimullahi
yifun. Maka Allah pun datang dalam
bentuk yang mereka kenal. Fakul anukum.
Kata Allah, "Aku adalah Tuhanmu."
Fayquuna antabuna. Maka mereka kenal
kata mereka, "Engkau benar adalah Tuhan
kami." Fayatbaunahu. Maka mereka pun
mengikuti apa yang Allah arahkan.
Kemudian kata Nabi, "Wudrobu jisru
jahanam. Maka dibentangkanlah
sirat,
jembatan di atas neraka jahanam.
Jahanam itu sangat luas. Saking luasnya
dia minta tambahan. Sudah diisi semua
hal mim masjid. Masih ada tambahan
enggak? Jadi jangan bilang neraka sudah
penuh, insyaallah kita enggak masuk.
Enggak ada. Neraka enggak penuh-penuh
luas. Matahari masuk, rembulan masuk.
Matahari besarnya kayak apa? Rembulan
dimasukin dalam neraka jahanam.
luas.
Makanya saking luasnya maka sirat itu
sangat panjang.
Wudrobu jisru jahanam. Maka
dibentangkanlah
jembatan di atas neraka jahanam. Qala
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Rasul sahu alaihi wasallam bersabda,
"Faakunu awal man yujiz." Aku adalah
orang yang pertama kali melewati sirat.
Jadi, Nabi pun harus lewat.
Nabi pun harus lewat. Kata Allah, "Wain
minkum illa wariduha." Setiap kalian
pasti melewati, pasti mendatangi neraka.
Maksudnya lewat di atas nera neraka. Gak
ada yang enggak lewat, semuanya lewat.
Bahkan Nabi yang pintu surga tidak
terbuka kecuali nabi yang mengetuknya
pun harus lewat neraka jahanam. Ada
hikmahnya
kata para ulama. Banyak hikmahnya. Di
antara hikmahnya sehingga orang
benar-benar tahu tentang kenikmatan
surga karena dia pernah lihat dahsyatnya
neraka.
Dia pernah melewati suatu kondisi di
mana mungkin saja dia jatuh tapi
kemudian dia selamat. Maka ini nikmat
luar biasa ya. Maka seorang benar-benar
merasakan bersyukur ketika dia pernah
melewati masa-masa su sulit. Dia tahu
ini kenikmatan luar biasa. Tapi kalau
orang langsung dapat kenikmatan tidak
tahu masalah-masalah sulit, terkadang
dia kurang mensyukuri nikmat tersebut.
Dan agar dia tahu bahwasanya dia selamat
karena ampunan Allah Subhanahu wa taala.
Makanya seorang jangan ujub dengan apa
yang dia lakukan.
Di antara tafsir yang menakjubkan dari
Al-Alusi dalam kitabnya Ruhul Ma'ani
ketika dia membawakan atau dia
menafsirkan firman Allah, perkataan Nabi
Nuh kepada orang-orang beriman yang
jumlahnya sangat sedikit. Wama amana
maahu illa qolil. Tidak beriman kepada
Nabi Nuh kecuali cuma sedikit. Sekitar
70 orang.
Sekitar berapa orang? 70 70 80 orang.
Dan itu Nabi Nuh sudah berdakwah 950
tahun.
pengikutnya cuma 70 sampai 80.
Kalau kita mau bagi rata-rata setiap 11
tahun satu orang dapat hidayah.
Kan Nabi Nuh, waqalarkabu fiha
bismillahi majreha wa mursaha inna rabbi
lagofurur rahim. Kata Nabi Nuh, naiklah
kalian di atas kapal dengan menyebut
nama Allah majreha wa mursaha. Dia
berlabuh dan dia bersandar dengan nama
Allah. selamat karena dengan nama Allah.
Ini kapal sangat sederhana sementara
ombak setinggi gunung.
Wah tajri bihim fi maujin kal jibal. Dan
kapar sederhana ini terbuat dari papan
dan paku membawa mengangkut mereka di
tengah-tengah ombak setinggi gunung.
Tapi bisa selamat karena dengan nama
Allah yang menakjubkan. Nabi Nuh berkata
di akhirnya, "Bismillahi majreha wa
mursaha inna rabbi lahfurur rahim."
Sesungguhnya Rabbku maha pengampun lagi
maha penyayang.
Ayat ini
saya pikir Nabi Nuh mengatakan inna
rabbi lasyadidul iqab. Sesungguhnya
Allah azabnya sangat pedih. Orang kafir
akan tenggelam dunia. Tenggelam tewas
karena Allah turunkan azab yang pedih.
Tetapi ternyata Nabi Nuh berkata, "Inna
rabbi lag gfurur rahim." Sesungguhnya
Rabbku sangat maha pengampun lagi maha
penyayang. Kata Alusi. Yaitu Nabi Nuh
ingin mengingatkan kepada umatnya. Kita
selamat ini bukan karena amal dan iman
kita tidak seberapa, tapi karena Allah
mengampuni dan sayang.
Sehingga tidak ujub kita ini selamat
karena Allah maha mengampuni dan maha
menya men kita selamat. Ini kita lewat
sirat. Kalau kita seorang lewat sirat
dengan dahsyatnya orang-orang berjatuhan
berguguran di depan mata dia kemudian
dia selamat dia tahu bagaimana kasih
sayang Allah dan dia tahu dia bersyukur
kalau masuk sur surga. Tib kita lanjut.
Waduaur rasuli kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Dan doa para rasul
yaumaidzin Allahumma salim salim.
Seluruh nabi berdoa cuma tiga. Ya Allah
selamatkan umat kami. Ya Allah
selamatkan umat kami. Selamatkan umat
kami. Allahumma salim salim cuma dua. Ya
Allah selamatkan umat kami, selamatkan
umat kami. Nabi Muhammad berdoa, Nabi
Isa berdoa, Nabi Musa berdoa, Nabi
Ibrahim berdoa, Nabi Yusuf, semua Nabi
berdoa, "Ya Allah selamatkanlah umat
kami." Tapi apakah umat mereka semuanya
selamat? Tidak.
Akan banyak yang berjatuhan.
Sehingga tidak semua syafaat Nabi tidak
mengenai semua umatnya.
Tidak semua syafaat. Ini Nabi beri
syafaat dengan mendoakan. Tapi apakah
semua umatnya selamat? Tidak. Yang
menentukan siapa yang berhak dapat
syafaat cuma Allah Subhanahu wa taala.
Kalau tidak diizin dapat syafaat tidak
bakalan dapat. Padahal Rasulullah sudah
berdoa Allahumma sallim ya Allah
selamat-selamatkan. Tapi tidak semuanya
selamat.
Kata Nabi, "Wabihi kalalib mlu suki
sa'dan."
Dan di situ ada kalalib. Kalib itu besi
yang bengkok di pinggiran. Di pinggiran
apa? Di pinggiran jembatan ada besi-besi
yang bengkok yang gantung, siap
mencabik-cabik siapa yang lewat. Seperti
duri tanaman namanya Sa'dan. Ini tanaman
di padang pasir. Nanti antum kalau lihat
di Google Suku S'adan seperti bulatan
terus ada duri-durinya ya. Ya.
Ama roitum syauq Sa'dan. Tidakkah kalian
melihat duri Sa'dan? Qolu bala ya
Rasulullah. Ya seperti itu. Kata kami
tahu duri s'dan.
Fainnaha mluuki s'dan. Maka kalalib
seperti suki s'dan seperti s'dan.
[Musik]
Hanya saja tidak ada yang tahu besarnya
seperti apa kecuali Allah subhanahu wa
taala.
Maka dia pun mencabik-cabik orang sesuai
dengan amalan mereka. Cabik-cabik. Dalam
riwayat disebut ada kalalib, ada khatif,
ada hasakah. Ini tiga yang tajam-tajam.
Ada yang ulama mengatakan kalau ee
ee kalup kalalib atau kalub atau
kalup itu ada yang mengatakan besi yang
ujungnya bengkok
khatatif. Jadi dia lurus tapi ujungnya
apa? Bengkok untuk ngait. Kalau orang
itu tinggal ngait daging dibakar nga
daging dibakar namanya kaluk. Khatatif
juga untuk kaitkan tapi dia bengkok.
Intinya maknanya seperti itu. Ada besi
yang bengkok untuk ngaitin apa? Orang.
Kalau hasakah seperti duri. Jadi
seakan-akan ada orang lewat ngait. Hmm.
Cemplong neraka. Nga cemplong neraka.
Ngeri.
Dikaitkan besi kemudian dicemplungkan ke
neraka.
Tetapi besi-besi tajam ini hanya
mencabik-cabik atau mengkait berdasarkan
amalan.
Oh, ini ini enggak. Oh, ini lewat. Ini
cuma luka aja. Oh, ini langsung masuk ke
jurang neraka.
Mereka sudah dapat tugas.
Ya, makanya kata Nabi, fattoalihim.
Maka besi-besi tersebut mencabik-cabik
manusia berdasarkan amalan mereka.
Minhul mubaq biamalihi waminhumul
mukardal tma yanju.
Di antara mereka ada yang dicabik-cabik
kemudian terjungkal ke neraka. Ini yang
masuk neraka. Orang mukmin tapi masuk
apa? Neraka. Demikian juga orang munafik
masuk ke ke neraka lewat cungkel masuk
semua.
Orang beriman juga ada tercungkil mubak
dicungkil masuk neraka. Yang model kedua
waminhumal mukhardal tumma yanju. Di
antara mereka ada yang tercabik-cabik,
terpotong, terobek-robek tangannya,
badannya, dicabik-cabik oleh besi, tapi
sela selamat. Ini siapa orang ini? Orang
ini punya dosa-dosa
tapi kadar dosanya tidak mengharuskan
dia masuk nera neraka. Makanya dia cuma
disiksa di atas sirat
kemudian dia selamat.
Model ketiga kita pahami yaitu najin
musalam. Tidak tercabik sama sekali dan
sela selamat. Jadi tiga model orang
lewat sirat. Dicabik terjungkal, dicabik
selamat, tidak tercabik sama sekali.
Semoga kita termasuk dari model yang ke
ketiga.
Hatta faragallahu minalq baina ibadihi.
Ketika Allah sudah selesai dari
menghukumi hamba-hambnya, sudah masuk
surga, sudah masuk neraka,
sudah selesai masuk surga masuk neraka
semua sudah yang dibakar dibakar yang di
surga surga. Ketemu bidadari, ketemu
keluarga semua sudah senang, sudah
selesai.
Kemudian Allah ingin mengeluarkan wa
arada an yukhrija minanar man arada an
yukhrij.
Dan saatnya sekarang tiba saatnya Allah
ingin mengeluarkan sebagian orang-orang
Islam, orang beriman dari neraka yang
sudah tadi yang terjungkal masuk neraka.
Sudah waktunya sebagian mereka harus
keluar dari apa? Neraka. Karena orang
beriman
tidak akan kekal di neraka. Yang kekal
di neraka adalah orang kafir,
orang beriman.
Selama masih beriman meskipun transet
dia pasti masuk sur surga. Tapi jangan
coba-coba transit ya.
Ngeri.
Kita aja dibakar dengan lilin 1 menit
kita enggak kuat. Itu baru api lilin.
Gimana api neraka
ketika Allah ingin mengeluarkan sebagian
dari neraka. Mimman kana yashhadu alla
ilahaillallah. Dari kalangan orang yang
mengatakan lailahaillallah yang yaitu
muslim.
Amaral malaikata yukhrijuhum.
Maka Allah suruh malaikat keluarkan
mereka.
Tentu dalam sebagian riwayat
Allah izinkan orang beriman beri
syafaat. Kata Nabi, "Syafaatil malaikah
wasyafaatil anbiya wasyafaatil
mukminun."
Maka malaikat kasih syafaat agar orang
keluar. Malaikat bilang, "Ya Allah, ini
hamba-Mu beriman." Kata Allah,
"Keluarkan." Para nabi memberi syafaat
kepada umatnya. Ya Allah ham
keluarkan orang beriman. Ya Allah ini
kawan kami, saudara kami ini, ini ini
keluarin. Ketika semua sudah Allah
sendiri ada juga yang Allah keluarkan
dengan kasih sayang sayangnya. Inilah
yang dimaksud
ya. Wabaqiyat rahmatu rabbil alamin.
Tinggal baqiat rahmat rabil alamin.
Tinggal rahmat Allah. Semua syafaat
sudah selesai. Allah juga punya hak
untuk mengeluarkan siapa yang ingin
Allah keluarkan. Maka Allah suruh
malaikat untuk keluarkan orang-orang
tersebut. Fayfunahum bialamati bialamati
aari sujud. Maka
para malaikat mengenal orang-orang
tersebut yang hendak dikeluarkan ada
bekas sujud yaitu mereka sering salat.
Makanya ini ada yangil bahasanya kalau
orang enggak pernah salat kekal di
neraka. Gimana mau dikenal? Enggak ada
bekas su sujud.
Kalau dan ini juga dalil bahwasanya ada
orang salat masuk neraka. Ada enggak?
Ada. Mungkin dia salat tapi durhaka sama
orang tua. Mungkin dia salat tapi dia
berzina. Mungkin dia salat tapi dia nipu
orang. Ya. Mungkin dia salat tapi dia
merampas harta orang lain. Banyak. Ini
ada orang salat masuk neraka jahanam
dibakar.
Maka kata Allah kata kata Nabi, malaikat
mengenal dengan bekas sujudnya. Ada
khilaf di kalata Nabi, waamallahu alar
min ibni adam sujud. Dan Allah
mengharamkan api neraka untuk memakan
membakar dari tubuh bani Adam bekas
sujudnya.
Khilaf di kalangan para ulama.
Kalau gitu orang yang sering salat kita
tahu kita sujud di atas tujuh tulang.
Umirtu an asjuda al sabati a'zum. Aku
diperintahkan untuk sujud di atas tujuh
tulang. Itu ini satu dahi sama hidung
satu.
Ini satu dan dua ya. Dahi hidung satu
dua terus telapak kanan apa? Tiga.
Empat lutut kanan lima. Oh salah ya. Ini
dihitung satu ya. Mohon maaf. Dahi sama
hidung hitung apa? Satu ya. Ini 2 3
lutut kanan 4 5 kaki kanan kaki kiri 6
tuuh. Ini hitung satu.
Nah, khilaf apakah yang tidak terbakar
oleh neraka meskipun ini orang salat
masuk neraka, apakah cuma dahi dan
hidungnya saja ataukah tujuh tulang ini
semua tidak terbakar? Ada khilaf di
kalangan para ulama.
Karena datang dalam sebagian riwayat
sebagian orang yang sebelum dikasih
syafaat badannya tenggelam dalam api
sampai apinya melewati sampai ke
pinggangnya sampai ke badannya berarti
lututnya juga terbakar, kakinya juga
terbakar. Sehingga seb ulama mengatakan
maksudnya tidak terbakar cuma bagian
dahi dan hidung. Bagian dahi ini di
kepalanya
ada khilaf. Ada yang mengatakan gak.
Sebagaimana zahir daripada hadis Allah
mengharamkan neraka untuk membakar
bagian tubuh yang suka su sujud.
Makanya kalau sujud jangan cepat-cepat
sujud nikmati. Semoga bagian tubuh ini
tidak dibakar oleh neraka jahanam.
Bahkan seluruh tubuh jangan dibakar.
Jangan dibakar.
Dan ini keutamaan sujud ya. Meskipun
masuk neraka tetap tidak dibakar bagian
tersebut.
Kemudian fayukhrijunahum. Maka malaikat
pun mengeluarkan orang-orang ini. Qadim
tuhisyu. Mereka telah hangus.
Telah hangus.
Saya kemarin ke Kuala Lumpur beberapa
waktu lalu dekat bandara. Dekat bandara
KL. Ini sekedar intermezo aja. Saya juga
bingung maksudnya apa. Tahu-tahu ada
restoran judulnya
apa? Restoran judulnya nasi kambing
hangus. Ini maksudnya apa? Nasi kambing
hangus
itu saya saya tanya orang Malaysia dia
juga bingung maksudnya apa. Apa
maksudnya nasi kambing bakar? Ya kalau
kita hangus berarti apa? Hangus ya.
Gosong
ini sudah gosong ya.
Fuhrijunahum qimuhisu ihtar. Mereka
sudah terbakar, sudah gosong.
Fayusbu alaihim maun. Karena mereka
sudah gosong maka dituangkan kepada
mereka ini air. Yuqalu lahu maul hayat.
Ini mereka mau dikeluarkan dari neraka
menuju sur surga. Dituangkanlah air
disebut dengan air kehidupan.
Fayanuna nabatal hibbati fi hamil sail.
Maka tumbuhlah mereka dalam se riwayat
mereka dilemparkan di nahrul hayat,
yaitu di ee sungai kehidupan. Mereka
dilemparkan dan mereka tumbuh. Sebagai
pernah kita bahas pada pertemuan
sebelumnya. Fayambutun. Maka mereka
tumbuh nabatal hibbati fi hamili saif.
Mereka tumbuh seperti hibbah yang
terbawa oleh aliran air. Jadi hibbah itu
maksudnya tumbuhan di padang di Sahra.
Beda dengan habbah. Kalau habba adalah
seperti biji-bijian yang ditanam. Hibbah
itu di padang di Sahra dari ee buzur
apa? Sahra. Yaitu biji-bijian yang ada
di Sahra itu kalau datatang air sail air
maka dibawa dia dibawa
dibawa. Hamiltu ma hamilusail maknanya
ma yahmiluhuil yaitu apa yang di digeret
oleh air tersebut ketika kena air dia
mudah tumbuh tumbuhnya cepat beda kalau
habba biji-bijian tumbuhnya akan lama
kalau dia cepat maka Rasulullah ingin
menggambarkan bahwasanya ketika mereka
dituangkan air mereka tumbuhnya cepat
tidak lama langsung diperbaiki semua
jadi manusia yang normal siap masuk sur
surga semua najis sudah hilang karena
sudah dibakar dalam neraka jahanam
dosa-dosa mereka masuk semua sudah
dibakar, sudah habis. Karena surga
adalah
negeri yang bersih, tidak boleh dimasuki
kecuali orang yang bersih tidak boleh
ada najis sama sekali. Semua najis-najis
dosa sudah dibakar di neraka jahanam.
Neraka tumbuh.
waqaka
wajinarullah
maka tinggal satu orang
wajahnya masih ke arah neraka dia mau
balik ke surga enggak bisa wajahnya ke
arah mana neraka
kemudian dia berdoa ya rabku
qod qqasabani rihu Anginnya telah
menggosong, telah membuat aku apa ya
maksudnya? Masuk ke hidung sehingga
susah bernapas sehingga membakar dia.
Anginnya membakar apa dia? Wahaqaniakaha
dan nyala apinya telah membakarku. Ya,
telah membakarku. Yaitu panas anginnya
menyiksaku. Fasrif wajaninar. Jauhkanlah
wajahku dari neraka. Dia masih terus
wajahnya ke arah neraka.
dia terus berdoa kepada Allah.
Fqu laallaka maka Allah mengatakan
laallaka
in aituka antasalani ghairahu.
Kata Allah dia bilang, ya Allah masukkan
aku surga, selamatkan aku dari neraka.
Dia minta permintaan cuma ringan.
Selamatkan aku dari apa? Neraka. Yang
penting wajahku bisa belok, tidak
menghadap apa? Neraka. Dia cuma minta
itu saja. Kata Allah, "Jangan-jangan
kalau saya kabulkan permintaanmu, kau
malah minta yang lain."
Kata dia, "La wa izzatika." Demi Allah,
demi Engkau ya Allah, demi
keperkasaanmu. La asaluka ghair, saya
enggak akan minta lain. Yang penting
wajahku jangan lihat ke neraka. Itu aja
saya minta, enggak minta lain.
Ini manusia seperti itu. Janji tapi
nanti di dilawan, dilanggar. Fasrifu
wajinar. Maka Allah palingkan wajahnya
dari neraka.
Selamat dari neraka. Udah anginnya sudah
enggak kerasa, apinya sudah enggak
kerasa, sudah selamat.
Ternyata dia minta lagi.
Summa yaakulu ba'da dzalik. Setelah itu
dia bertanya lagi, minta lagi. Ya Rabbi
qoribni ila babil jannah. Ya Allah
dekatkanlah aku ke pintu surga.
Dalam sebagian riwayat tiba-tiba ada dia
sudah selamat neraka, tiba-tiba ada
pohon. Waduh, ya Allah dekati aku pohon
itu. Saya ingin bernaung panas neraka
ini semua. Tapi di luar surga. Di luar
apa? Surga.
Pohon saya pengin minum airnya. Setelah
itu kau enggak minta lagi? Enggak, ya
Allah. Ini yang terakhir. Tadi sudah
minta, minta lagi. Benar enggak, Ya
Allah? Tiba-tiba Allah tampakkan pohon
yang lebih indah lagi. Ya Allah yang itu
ya Allah minta terus terus. Sampai
akhirnya dia minta ke dekat pintu surga.
Sampai dia berkata,
"Ya rab ya Rabbi qoribni ila babil
jannah. Ya Allah dekatkan aku pintu
surga." Dia tidak minta masuk surga
pengin dekat-dekat aja. Ya Allah.
Allah berkata, "Alaisaq zaamtairu."
Bukankah kau tadi bilang tidak
meminta-minta yang lain?
Wailakna adam ma. Wahai anak Adam, payah
kamu. Engkau sering berkhianat,
melupakan janji. Kau sering apa?
Melanggar janji. Akdarak kau sering
melanggar janji. Dia fala yazal yadu.
Dia berdoa, berdoa terus.
Allah bilang fayquli inikairu.
Nanti kalau saya dekatkan kau surga, kau
minta yang lain lagi.
Tidak, demi Allah, demi keperkasaanmu
aku tidak minta lagi. Ini cukup yang
penting dekat-dekat surga.
Futillahu min uhudin waq. Allah ambil
janjinya. Benar ya? Benar ya. Benar ya?
Ya Allah. Iya. Benar. Benar. Pokoknya
Allah ambil janjinya.
Aku tidak akan minta selain ini.
Faqorahu ilail jann. Allah dekatkan dia
pintu surga.
Faid roa ma fiha sakata. Masyaallah.
Kemudian dia lihat dalam surga. Woh. Dia
diam lama mikir-mikir. Sudah terlanjur
janji.
Kata Ibnu Hajar mungkin Allah buka
tersingkap sebagian pintu apa dinding
surga mungkin dari kaca sehingga uh ada
bidadari ada ini. Masyaallah.
Ih, ada kawan situ.
Pokoknya dia diam. Fasakata masyaallah
dia diam. Anyaskut diam lama bingung dia
minta lagi atau sudah terlanjutnya.
Akhirnya dia nekat untuk minta lagi.
Jannah. Ya Allah masukkan aku surga. Gak
kuat dia
Allah ingatkan lagi. Awalaisaqamta
allalanirahu.
Bukankah kau telah berjanji
kau menyatakan kau tidak akan minta yang
lain? Waillaka ya bna adam ma akdaroka.
Celaka engkau wahai anak Adam betapa
sering melanggar janji.
Fayakul dia berkata dia berhujah di
hadapan Allah. Kalau bilang enggak kau
udah kan janji enggak mau minta lagi.
Kata dia, "Ya Rabbi la taja'alni asq
khqik. Jangan kau jadikan aku hambamu
yang paling ciloko.
Jangan jadikan aku hambamu yang paling
celaka." Ya, ada yang menafsirkan, "Aku
ini celaka banget. Sudah di pintu surga
tinggal masuk." Enggak masuk celaka. Ya
Allah, mending aku enggak lihat mereka.
Kau sudah buat aku lihat mereka terus
kau biarkan aku nongkrong di luar. Ini
celaka seperti ini.
Jangan jadikan aku hambamu paling apa?
Celaka.
Ya. Ada yang mengatakan, "Jangan jadikan
aku hambaMu yang tidak minta kepada Rabb
yang maha pemberi. Kesempatan minta
dikabulkan, kenapa tidak minta? Goblok
banget.
langsung ada Allah minta Allah kabulkan.
Kenapa enggak minta? Sementara Allah
maha baik. Rabbun karim maha baik.
Dia minta fala fala yazalu yad'u hatta
yadhaq.
Dia berdoa, berdoa, berdoa, berdoa
terus. Ya Allah sampai dia tersenyum. Ah
kalau tersenyum berarti dikabulkan.
Faidika minhu adin lahu bidukhul.
Ketika Allah ya tersenyum darinya, maka
Allah pun mengizinkan dia untuk masuk
dalam surga.
Faidakala fiha ketika dia masuk surga
dikatakan kepadanya, dia masuk surga ini
sudah selesai. Ya,
ini dalil kata para ulama
bahwasanya Allah suka orang meminta.
Orang kalau semakin banyak minta sama
Allah, semakin disayang oleh Allah.
Allah bilang, "Sudah, ya, jangan minta
lagi ya." Tapi ketika dia minta, Allah
kasih lagi. Jangan minta lagi. Oh, demi
Allah. Enggak, enggak, ya Allah.
Terakhir, terakhir. Minta lagi. Kasih
lagi. Berarti Allah suka diminta minta.
Kata seorang penyair, "La tasalanna
bunatan
wasal abwabu
jangan kau minta keperluanmu kepada anak
Adam, tapi mintalah kepada Allah yang
pintunya tidak pernah tertutup."
Ya
Allahu yaqdar sualah wun ya adam
saaltahu yaqdabu. Allah murka kalau kau
tidak minta sama Allah. Adapun anak Adam
kalau diminta-minta ngamuk.
Makanya Allah suka kalau kita banyak
minta sama Allah. Di antara dalilnya ini
enggak minta lagi ya janji janji ya
Allah. Janji kita Allah kasih lagi.
Sampai berapa kali dia mengingkari
janji? Banyak diingkari janji. Janji
mengingkari lagi. Ingkari. Tapi Allah
kasih terus. Kenapa Allah suka? Jika
hambanya meminta kepada Allah. Karena
ketika hamba meminta kepada Allah
membuktikan hamba tersebut butuh kepada
Allah. Membuktikan hamba tersebut
bersandar kepada Allah. membuktikan
hamba tersebut husnudan kepada Allah
Subhanahu wa taala. Membuktikan hamba
tersebut yakin Tuhannya mampu atas
segalanya.
Dan itu Allah suka dari seorang hamba
seperti seperti apalagi sang hamba
merengek-rengek menangis minta kepada
Allah di pertiga malam yang terakhir
tidak hatinya terlepas dari segala
keterkaitan dunia fokus hanya kepada
Allah. Maka ini kondisi yang paling
Allah cintai, yang Allah sangat cintai.
Ketika dia masuk, dikatakan kepada orang
ini,
"Tamanna
ya, silakan berangan-angan min kata
fayamanna." Dia angan, "Oh, saya pengin
ini, pengin ini, pengin ini, pengin
dalam sebagian riwayat Allah tegur, "Kau
lupa belum in?" "Oh iya lupa itu, ya
Allah itu juga, itu juga." Subhanallah.
Allah ajarin dia bagaimana cara
berangan-angan.
Mungkin disuruh minta lupa. Oh, itu
kelupaan itu. Lupa.
Saking baiknya Allah, Allah ingatkan.
Ingat ini. Oh, iya ingat. I itu juga.
Itu juga ya Allah. Itu juga.
Faatamanna. Maka dia berangan-angan.
Subhanallah. Kata Nabi. Fatamanna hatta
tanqihil amanu. Dia berangan-angan
sampai selesai. Tidak bisa lagi dia
berangan-angan. Karena di surga pengin
apa saja dikabulkan enggak? Ah, sekarang
masuk surga pengin apa? Pengin ini ting
pengin tingya. Masyaallah.
Sampai ada seorang salaf dikatakan,
"Kalau kau masuk surga, kau ingin apa?"
"Saya ingin hujan lewat terus turun
hujan hujan bidadari." Tapi katanya
bukan hujan emas. Hujan apaari?
Pengin angan-angan angan angan,
angan-angan sampai selesai
angan-angannya tidak bisa dia lanjutkan
lagi karena semua sudah dia minta.
Fayaquulu lahu. Maka Allah berkata
kepadanya, "H laka semua yang kau
angan-angankan untukmu. Wluhu maahu."
Dan doble. Allah kasih apa? Dobel.
Kata Abu Hurairah radhiallahu anhu,
"Wzalik rajulu akhir ahlil jannati
dukhulan." Ini adalah lelaki terakhir
yang terakhir masuk surga. Jadi setelah
orang ini tadi dituangin air kehidup kan
luar neraka dibakar
dikeluarin sudah hangus dituangin air
apa ke kehidupan. Ketika dia sudah hidup
wajahnya masih ke mana? Ke neraka. Tadi
kisahnya masih ingat tadi kan? Ini yang
paling terakhir masuk surga. Ternyata
nikmatnya luar luar biasa. Siapa yang
pengin jadi orang ini?
Sudah kayak gini masih enggak mau.
Enggak maulah. Kita pengin lebih apa?
Ting tinggi
qala
kata
wa Abu Said alkhudri jalisun ma Abu
Hurairah. Ya, Abu Said al-Khudri duduk
bersama Abu Hurairah. Sahabat lain Abu
Said al radhiallahu anhu.
La yugyiru alaihian min hadisi hattaha
ila quihi. Dan Abu Said Alkud mendengar
hadis Abu Hurairah dan dia tidak dia
tidak komentar karena dia juga tahu
hadis tersebut.
Ini contoh maksudnya dua orang sahabat
mendengar hadis yang sama dari Nabi.
Jadi Abu Hurairah cerita cerita cerita
Ustaz diam aja dia tidak komentar
dia tidak rubah. Hatta ila quihi sampai
ketika Abu Hurairah meriwayatkan hadis
maka Allah berkata atau malaikat berkata
kepada orang ini apa yang kau inginkan
semuanya untukmu dan doble yaitu
semisalnya. Abu Said mengomentari
dia berkata, "Samiu Rasul sahu alaihi
wasallam yaakul." Adapun yang aku dengar
dari Nabi bukan seperti itu lafalnya.
Yang aku dengar dari Nabi, Nabi berkata
had laka wa asratu amsalihi. Ini yang
kau inginkan semua dikabulkan dan 10
kali lipatnya. Bukan sekali lipatnya,
bukan doble, tapi 10 kali lipat. Berarti
dia dapat 11 10 11
kata Abu
kata Abu Said Alkhudri qala Abu Hurairah
hafizu mlahu maahu adapun yang aku hafal
tadi yang saya sampaikan ya
ini bisa dijamakkan oleh Ibnu Hajar
maksudnya Abu Hurairah mendengar hadis
seperti itu dan Abu Said mendengar hadis
dengan lafal yang yang lain ya bisa jadi
setelah itu Allah tambah lagi semisalnya
bisa lagi enggak tambah lagi. bisa jadi
seperti sebelumnya sehingga Allah kasih
sampai 10 kali lipat.
Demikian ikhwan dan akhwat yang
dirahmati Allah Subhan kali ini tentang
ee sirat. Semoga Allah mudahkan kita
melewati sirat dengan cepat ya.
Sesungguhnya sangat berat di antara
perkara yang mengerikan adalah sirat dan
dia adalah perjuangan terakhir.
Perjuangan siapa yang lolos dari sirat
masuk sur surga. Dia perjuangan terakhir
setelah hisab, setelah mizan, setelah
sidang, setelah zulmah sirat. Maka ini
kondisi yang paling mengerikan. Siapa
yang selamat maka dia masuk surga bab
demikian saja kajian kita. Subhanakallah
wabihamdik ashaduillahik. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.