Transcript
kV1ByTaZSRU • Syarah Kitab Ar-Riqaq #31: Titian Jahanam - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2534_kV1ByTaZSRU.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihi wtinanih ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwanih. Hadirin dan hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala, kita masih lanjut pembahasan kitabur riqaq. Masih ada dua bab lagi, itu babus sirat tentang sirat. Yang terakhir bab tentang al-haud, tentang telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ee adapun pada pembahasan kita kali ini tentang babu atau babun assiratu jasru jahanam atau jisru jahanam. Dua-duanya bisa dibaca jasru atau jisru. sirat maksudnya adalah ee jembatan yang ada di atas neraka jahanam. Jembatan yang ada di atas neraka jahanam dan sirat ya pasti dilewati oleh semua orang. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Waim minkum illa wariduha kana ala rabbika hatmam maqdah." Dan setiap kalian pasti akan melewati neraka. Dan itu sudah keputusan yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Yang dimaksud setiap kalian pasti akan mendatangi neraka. Wa minkum illa wariduha. Dalam surat Maryam setiap kalian pasti akan mendatangi neraka. Maksudnya melewati sirat. Melewati sirat. Jangankan kita, bahkan para nabi, orang-orang tersaleh yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wa taala, hamba-hamba Allah yang paling saleh, mereka juga harus melewati sirat. Mereka juga harus melewati sirat. Ya. Dan Allah juga mengisyaratkan tentang sirat dalam surat Al-Hadid di mana orang-orang munafik ya berkata kepada orang-orang beriman, "Unzuruna naqtabis minurikumjiu warakum faltamisur." Maka orang munafik berkata kepada yang beriman, "Tunggulah kami. Berikanlah kepada kami sebagian cahaya kalian." Karena untuk melewati sirat harus butuh cahaya. Harus butuh cahaya. Karena Allah buat kegelapan di padang mahsyar dan melewat sirat harus butuh cahaya. Kalau tidak ada cahaya maka tidak bisa lewat. Makinalah ee sirat. Kemudian sirat memiliki beberapa sifat ya. Di antaranya datang se riwayat bahwasanya dia adakqquum minasya'ar ahadum minasaif. Dia lebih tipis daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang. Kemudian disebut juga mazallah madhadah yaitu mudah untuk menjatuhkan dan mudah untuk menggelincirkan. Mudah untuk menjatuhkan, mudah untuk menggelincirkan. Dan sirat meskipun sangat tipis dan sangat tajam, namun cukup untuk seluruh manusia dari awal diciptakan sampai akhir diciptakan. Yang menunjukkan bahwasanya sirat tersebut sangat panjang dan ini juga melazimkan neraka jahanam juga sangat panjang karena sirat di atas neraka jahanam. Sirat ber di atas neraka jahanam dan semua pasti akan melewati sirat ya. J kalau kita bicara tentang apa dalilnya tentang sirat datang dalam ayat berupa isyarat datang dalam hadis-hadis dalam dalam ayat tadi firman Allah wa minkum illa wariduha ya tidak tidaklah kalian kecuali akan melewati neraka maksudnya melewati neraka di atas apa sirat ya kemudian juga Allah kisahkan tadi ya ee bagaimana dalam surat Al-Hadid orang-orang beriman dikasih cahaya orang munafik dikasih minta minta kepada orang beriman dikasih cahaya kemudian dimatikan cahaya kemudian mereka minta dibagi cahaya oleh orang-orang beriman. Ya, demikian juga dalam Al-Qur'an dalam surah Tahrim orang-orang beriman berkata, "Atmim lana nurana wagfirlana." Ya Allah, sempurnakanlah cahaya kami dan ampunilah kami. Ada yang mengatakan ketika mereka di sirat, mereka minta disempurnakan cahaya dan mereka tahu cahaya menjadi redup karena dosa-dosa. Maka mereka berkata, "Atmim lana nurana wagfirlana." Ya Allah, sempurnakanlah cahaya kami dan ampunilah kami. Kenapa orang-orang beriman minta disempurnakan cahaya? Karena mereka lihat orang-orang munafik dikerjain oleh Allah, dikasih cahaya terus diredupkan sebagaimana mereka selama ini menipu di dunia seakan-akan beriman namun tidak beriman. Aljaza menyisil amal pada hari kiamat kelak balasan sesuai dengan perbuatan mereka dikasih cahaya mereka sudah senang ternyata diredupkan. Ketika itu orang-orang beriman berdoa agar cahaya mereka tidak redup maka mereka berkata, "Atmim lana nurana." Ya Allah sempurnakanlah cahaya kami wagfirlana dan ampunilah dosa-dosa kami. Karena yang buat cahaya redup adalah dosa-dosa. Kemudian sirat hanya dilewati oleh orang beriman, orang munafik. Adapun orang-orang kafir nanti akan datang penjelasannya yang dalam bahasa sederhana kita KTP-nya bukan Islam, maka mereka akan digiring ke neraka jahanam. Mereka akan mengikuti sesembahan mereka. Sesembahan mereka akan menggiring mereka menuju neraka jahanam. Maka mereka berjatuhan di neraka jahanam. Yahudi, Nasra, agama yang lain tanpa melewati sirat langsung jatuh ke mana? Ke neraka. Yang di sirat cuma kaum muslimin dan apa? Muna munafikin. Karena ee sama-sama KTP-nya Islam dan Allah ingin kerjain mereka karena selama ini mereka berbohong. Kemudian yang melihat sirat juga ada tiga model. Ada yang selamat, Najin Musallam selamat, ada ee mukhardal tumma najin, yaitu tercabik-cabik kemudian selamat dan ada yang makdus terjungkal di neraka jahanam. Ada tiga model. Yang satu jalan kemudian selamat tanpa ada luka sama sekali. Yang model kedua terluka-luka dicabik-cabik oleh besi-besi tajam yang berada di sisi jembatan tersebut. Kenapa dicabik-cabik? Karena mereka punya dosa. Namun dosa tersebut tidak mengharuskan mereka masuk neraka. Maka mereka dibalas di atas sirat. Tapi akhirnya mereka sela selamat. Yang ketiga, dicabik-cabik makdus kemudian terlemparkan, terjungkal dalam neraka jahanam. Ini yang berhak masuk neraka jahanam. Yang najin musalam, yang selamat itu pun bertingkat-tingkat. Ada yang kalbarq seperti cahaya cepat sekali. Ada yang seperti arihil mursal seperti angin yang berhembus. Ada yang seperti ke ajawidil khail seperti kuda-kuda pilihan yang sangat cepat berlari. Ada yang seperti al-ibil, seperti unta yang berlari sampai ada yang merangk. Ada yang merangk. Demikian juga cahaya orang berbeda-beda. Ada yang cahayanya seperti gunung, ada yang cahayanya seperti pohon kurma, ada yang cahayanya cuma di jempol kakinya terkadang nyala dia jalan kalau redup dia berhenti, dia tunggu nyala lagi. Dan ini semua kembali kepada kembali kepada amal saleh yang mempengaruhi cepat lambatnya, terjungkal atau tidak, cahaya besar atau cahaya kecil. Ini semua kembali kepada amal. Oleh karena dalam hadis ketika ada seorang yang merangkak di atas sirat, dia mengatakan, "Rabbi lima abth bi." Ya Rabbku, kenapa kau buat aku lambat berjalan di atas sirat? Maka Allah menjawab, "Abth bika amaluk." Amalmu yang buat kau lambat. Amalmu yang buat kau lambat sehingga tidak bisa berjalan di atas sirat. Dan di sirat ketika menimpa sirat tadi ada besi-besi yang menghadang yang siap mencabik-cabik. Yang selamat selamat, yang enggak selamat selamat. Datang dalam hadis juga dalam Sahih Muslim ala jambatai sirat di samping kanan kiri sirat ada datang dikirimlah amanah dan rahim. Amanah dan rahim. Siapa yang di dunia tidak amanah maka dia akan tertahan. Dia tidak bisa lewat. Siapa yang di dunia amanah dia akan mudah lewat. Kemudian rahim juga dikirim. Siapa yang di dunia suka menyambung silaturahmi, maka dia akan semakin mudah lewat. Siapa yang di dunia memutuskan silaturahmi akan ditahan di situ. Dia tidak bisa lewat, susah. Oleh karenanya semua ini kembali kepada amal amal saleh dan setiap kita pasti melewati sirat. Imam Bukhari rahimahullah membawakan satu hadis dalam bab ini, bab asirat jasru jahanam. Ya, bab sirat adalah jembatan di atas neraka jahanam. Beliau rahimahullah berkata, "Qala haddasana Abul Yaman qala akhbarana Syuaib an Zuhri qala akhbarani Said waha bin Yazid anna Aba Hurairata akhbarahuma bahwasanya sahabat yang mulia Abu Hurairah radhiallahu anhu mengabarkan kepada Said dan Atha anin Nabi sallallahu alaihi wasallam bahwasanya dari Nabi sallallahu alaihi wasallam kemudian wa haddasani Mahmud Q Hadan Abdur Razak dalam sanad yang lain, sanad berikutnya disebutkan oleh Imam Bukhari juga. Wa haddasani Mahmud qala haddasana Abdur Razzaq Qbar nama Amr an Zuhri an Atha bin Yazid Alaiiti Abu Hurairah radhiallahu taala anhu. Dari Atha bin Yazid alaiiti dari Abu Hurairah sama sanadnya kembali kepada Abu Hurairah. Qala qala unasun. Kata Abu Hurairah, sebagian orang berkata, "Ya Rasulullah, hal naro rabbana yaumalqiamah?" Wahai Rasulullah, apakah kami akan melihat Rabb kami pada hari kiamat kelak? Ya, karena di dunia mereka tidak pernah melihat apa? Al Allah. Dan di dunia tidak mungkin orang bisa melihat Allah. Rasulullah bersabda, "Taalamu annakum lan tarbakum hatta tamutu." Ketahuilah kalian tidak bisa melihat Allah sampai kalian meninggal dunia. Ya, karena kenapa? Karena kita tidak punya kemampuan melihat Allah di dunia. Fisik kita tidak mampu. Kita aja malaikat enggak bisa lihat, jin enggak bisa lihat, matahari terlalu terang juga kita enggak bisa lihat, terlalu kecil kita enggak bisa lihat. Berbeda ketika sudah meninggal dunia maka pandangan berubah. Kata Allah bagi orang yang meninggal dunia, fabasarukal yauma hadid. Maka pada hari ini pandanganmu menjadi tajam. Orang meninggal dunia dia bisa melihat jin, dia bisa melihat malaikat, malaikat maut, malaikat rahmat atau malaikat azab. Kemudian fisik juga berubah. Manusia dibangkitkan di bawah terik matahari di padang mahsyar. Matahari dalam jarak 1 mil, tapi fisik kuat. Orang kafir dimasukkan di neraka dicabik-cabik, dipotong-potong, tidak mati-mati. Ya, manusia yang masuk surga dibuat tubuhnya indah, lebih tampan, dan tingginya 60 hasta. 30 m seperti tingginya Nabi A Nabi Adam. Di antaranya mata mereka mampu untuk melihat apa? Allah Subhanahu wa taala. Penghuni neraka juga mereka jadi kuat. Mata mereka bisa melihat jin, mereka bisa ketemu iblis. Mudah-mudahan kita enggak ketemu iblis. Kalau ketemu iblis, meetingnya di neraka. Masalahnya meetingnya di mana? Di neraka. Tapi maksudnya pandangan menjadi berubah, menjadi kuat. Kenapa dunia kita enggak bisa lihat Allah? Bukannya Allah tidak bisa terlihat, tapi mata kita tidak mampu untuk apa? Melihat. Makanya ketika Nabi Musa minta melihat Allah, "Rabbi arini anzur ilaik." Ya Allah, tunjukkanlah dirimu. Aku ingin melihatmu. Karena Nabi Musa rindu ingin ketemu Allah. Dia sudah bercakap-cakap, berbincang-bincang dengan Allah dan dia merasa bahagia. Dia ingin melihat Allah. Tetapi Allah bilang, "Lan taruni kau tidak bisa lihat aku." Wakin il jabali faqanaf. Tapi lihatlah ke arah gunung. Kalau gunung kuat, kau akan bisa melihat aku. Falamma tajallu jabal ja Musa. Tatkala Allah menampakkan dirinya di di gunung, gunung pun hancur, Musa pun ping pingsan. Itu gunung saja tidak kuat dengan gunung yang kokoh dari batu yang keras, tidak kuat dengan cahaya Allah. Bagaimana dengan manu manusia? Maka Musa pun pingsan. Demikian juga Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ketika mikraj sudah sangat dekat dengan Allah. Sampai ditanya oleh sebagian sahabat, "Ya Rasulullah," yaitu dari hadis Abu Dzar radhiallahu anhu, "Hal roa rbak?" "Apakah kau lihat Rabbmu?" Pertanyaan ini muncul karena Rasulullah sudah sangat dekat dengan Allah. Maka Nabi berkata, "Nurun annaarahu." Ada cahaya bagaimana aku bisa melihat Allah. Cahaya menghalangi enggak bisa. Maka di sini para sahabat bertanya, "Kita di dunia enggak bisa lihat ya." Ya, ya. Ya Rasulullah, apakah di akhirat kita bisa lihat? Tentu di akhirat bisa karena fisik sudah be berubah. Dirubah oleh Allah Subhanahu wa taala. Maka pertanyaan mereka, "Ya Rasulullah, hal narobana yaumalqiamah?" "Wahai Rasul, apa kami bisa melihat Rabb kami pada hari kiamat?" Qala faqala. Rasulullah menjawab, "Haludoruna fisyamsi laisa dunaha sahab." Apa kalian susah melihat matahari tanpa ada awan? Artinya matahari kan bisa kelihatan dari jauh. Dan kalian tidak saling memberi mudarat karena kalian melihat ke arah mana? Ke arah a atas. Beda kalau lihatnya ke arah depan. Maka desak-desakan. Dalam sebagian riwayat haluna fi rukyati. Apa kalian akan berdesak-desakan ketika melihat matahari? Kalian berdesak-desakan ketika melihat bulan. Tidak perlu desak-desakan. Karena yang dilihat di mana? Di atas. Beda kalau yang dilihat di bawah kecil. Ahah. Itu pasti desak-desakan. Ada yang menghadang, ada yang menghalangi. Ya. Maka Rasulullah berkata, "Haluduna fisamsi laisunab." Apakah susah bagi kalian ketika melihat matahari lagi bersih, tidak ada awan yang menghalangi? Faqalu la ya Rasulullah. Tentu tidak ya Rasulullah. Kemudian Rasulullah menjelaskan lagi setelah Rasulullah sebut tentang materi, Rasulullah sebutkan tentang rembulan. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Haluna filqari lailatal badri laisaunahu sahab." Apakah kalian susah melihat bulan di malam di malam bulan purnama yang tidak ada awan yang menghalangi bulan tersebut? Qolu la ya Rasulullah. Tentu tidak ya Rasulullah. J dalil bahwasanya Allah akan dilihat oleh orang beriman pada hari kiamat. Dan cara melihatnya ya seperti melihat rembulan atau melihat mata matahari. Yang disamakan oleh Nabi bukan yang terlihat tetapi yang disamakan oleh Nabi cara me melihat. Cara melihat dengan mata ke arah atas bukan yang terlihat dan yang terlihat. Karena Rasulullah menyamakan dengan matahari dan rembulan. itu dua benda yang berbeda. Bukan Allah, bukan Nabi mengatakan Allah seperti matahari atau Allah seperti rem rembulan. Ini dua hal yang berbeda. Satu lembut, satu terang. Satu di malam hari, satu di siang hari. Tapi maksudnya cara melihat matahari sama seperti cara melihat rembulan sama dengan cara melihat apa? Al Allah. Tidak perlu desak-desakan, tidak perlu susah. Tinggal lihat ke atas maka semua bisa melihat. Ya. Dan jelas laisa dunahu sahab. Mudah dilihat dan jelas tanpa ada awan yang menghalangi kalau matahari maupun rembulan. Jadi melihat Allah dengan ee dengan jelas. Dan ini adalah akidah ahlusunah wal jamaah bahwasanya Allah bisa dilihat pada hari kiamat kelak. datang dalam ayat banyak ya dan juga datang dalam hadis-hadis diriwayatkan dari sekitar 26 sahabat sehingga hadisnya mutawatir. Namun melihat Allah diingkari oleh orang-orang Muktazilah. Orang Muktazilah mengatakan tidak mungkin Allah dihat karena kalau dilihat batalah akidah mereka. Kelazimannya berarti Allah begini, berarti Allah begini, Allah begini. Sehingga logika mereka mengatakan Allah enggak mungkin di dilihat ya. Kata mereka, "Allah, enggak mungkin di dilihat." Ada seorang syekh lagi ceramah di musim haji. Ceramah tentang ee apa namanya? Allah bisa dilihat pada hari kiamat kelak. Maka ada yang mengingkari. Dia mengatakan Allah tidak bisa dilihat. Akhirnya sya, "Mari jemaah kita doakan semoga dia tidak lihat Allah." Kata dia, "Jangan, jangan." Kan kau yakin Allah tidak bisa dilihat. Ya sudah kita doain aja biar kau gak usah bisa lihat Allah. Dia enggak berani. Kata dia, "Jangan." Tiib melihat Allah di antaranya ada beberapa kondisi. Melihat Allah ketika di padang mahsyar dan melihat Allah ketika di surga. Kalau melihat Allah ketika di surga adalah bentuk balasan, salah satu kelezatan yang luar biasa. Balasan bagi orang beramal saleh. Makanya Allah berfirman, "Lilladzina ahsanu al husna wazi ziyada." Bagi orang berbuat ihsan, dia mendapatkan surga dan tambahan. Maksudnya tambahan apa? Adalah tambahan memandang wajah Allah. Kenapa memandang wajah Allah disebut dengan tambahan? Karena kenikmatan ini tidak ada miripnya dengan kenikmatan dunia. Adapun kenikmatan surga yang lain mirip seperti dunia. Ada perempuan, makanan, minuman, ada sungai, ada ini. Tapi memandang wajah Allah ini kenikmatan sendiri. Sehingga disebut dengan apa? Tam tambahan. Ini disebut dengan tambahan. Ya, ada juga mengatakan tambahan karena seluruh nikmat dunia sudah seluruh nikmat surga sudah memuaskan tapi Allah kasih tambahan juga. Makanya ketika ee Allah berkata kepada ya para penghuni surga, kata Allah, "Hal azidukum?" "Maukah aku beri tambahan kepada kalian?" Kata para penghuni surga, "Ngapain lagi, ya Allah? Engkau telah selamatkan kami di neraka. Engkau telah membuat kami berselisih berbahagia. Engkau telah memasukkan kami dalam nikmat surga yang seperti ini. Apalagi mau tambahan? Hal azidukum? Saya kasih tambahan. Maka fayaksiful hijab. Jadi penghuni surga sudah merasa tidak perlu lagi karena sudah nikmat sudah di puncak ke segalanya. Tambahan apa lagi? Mereka tidak menuga ada kenikmatan yang lebih daripada ini semua yaitu memandang wajah wajah Allah. Maka kelezatan mandang wajah Allah meliputi melebihi segalanya. Oleh karenanya Rasulullah berdoa asaluka wajik. Ya Allah aku mohon kelezatan memandang wajahmu. Kata Imam Syafi'i, laam yuqin Muhammad bin Idris annahu sayarabbahu. Kalaulah Imam Muhammad Imam Syafi'i Muhammad Idris meyakini tidak tidak yakin akan melihat Allah maka dia tidak akan beribadah. Kalau enggak salah makna perkataannya demikian, yaitu dia mengatakan, "Saya ini kenapa saya beribadah?" "Supaya bisa bertemu dengan Allah, supaya bisa melihat wajah Allah." Karena beliau rindu untuk bertemu dengan Allah Subhanahu wa taala. Kalau ternyata di akhirat saya tidak bisa melihat wajah Allah, tidak bisa bertemu Allah, ngapain saya beribadah? Kata Imam Syafi'i ini karena cintanya kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan ternyata Allah juga bisa dilihat ketika di padang mah M mahsyar, tapi bukan dalam bentuk balasan dari amal saleh, yaitu dalam bentuk yang lain. Ya. Tib. Kita baca di sini. Kata Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ketika ditanya, "Apakah kami bisa melihat Allah?" Nabi mengatakan, "Tidakkah kalian bisa melihat matahari rembulan tanpa ada penghalang?" Ya. Apakah susah melihat rembulan matahari tanpa ada penghalang? Qalu la. Ya Rasulullah. Tentu tidak susah. Maka Rasulullah berkata, "Fa innakum tarunahu yaumalqiamati kadalik." Perhatikan. Sesungguhnya kalian benar-benar akan melihat Allah pada hari kiamat seperti itu juga. Apa yang seperti itu juga? Yang terlihat atau cara melihat? Cara melihat. Cara melihat itu mudah. Lihat ke atas kelihatan semua. Ini dalil bahwasanya Allah terlihat dari atas. Allah terlihat dari mana? Dari atas. Makanya ketika Nabi Musa ingin melihat Allah, Allah suruh lihat ke mana? Ke lembah atau ke atas gunung? Atas gunung. Karena Allah di atas. Makanya Nabi Muhammad ketika bertemu Allah ke mana? Ke atas atau ke Paris? Ke atas. Ke atas. Saking dekatnya sampai timbul pertanyaan, "Apakah kau melihat Allah ya Rasulullah karena saking de dekatnya?" Ini akidah ahlusunah bahwasanya Allah di atas ars, Allah di atas makhluknya. Maka di hari kiamat juga Rasulullah contohkan kalau lihat Allah seperti lihat rem rembulan. Lihat ke mana? Ke ke atas. Makanya Rasulullah mengatakan, "Fainnakum tarunahu yaumalqiamatialik." Kalian melihat Allah pun seperti itu caranya. Tinggal melihat ke atas. Tib. Setelah itu Rasulullah jelaskan tentang kondisi hari kiamat dan kita semua akan mengalami hal tersebut. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Yajmaullahunasa fayakul." Allahu mengumpulkan seluruh manusia. Ya. Kemudian Allah berkata, "Mang kala ya'budu syaian falyattabihu." Siapa yang menyembah sesuatu maka itu ikutilah sesembahannya. Ini hari di mana tudasyams matahari diturunkan dalam jarak berapa? Satu 1 mil. Sehingga orang-orang bercucuran keringat. Ada yang keringatnya sampai di mata kakinya, ada yang sampai di betisnya, ada yang sampai di pinggangnya. Waminhum man yuljimul arq jam sampai di di mulutnya. Tetapi orang beriman dimudahkan. Kata Alhafiz Ibnu Hajar rahimahullahu taala ya. Dalam hadis yang lain, yukhafaful wukufu anil mukmin hatta yakunaatin maktubah wasanadu hasan. Kata Ibnu Hajar datang dalam riwayat, "Diringankan bagi seorang mukmin pada hari kiamat kelak ketika berdiri di bawah matahari sampai seakan-akan seperti menjalankan salat wajib. Jadi tidak dia merasa tidak la lama. Ini bagi orang yang beriman dan sanadnya hasan. Atau dalam riwayat yang lain katallamsi lilubi anagrub. Atau orang-orang merasa sangat panas dia merasa seperti teduh seperti matahari mau terbenam. Kalau matahari terbenam mau terbenam jam sekarang magrib misalnya jam .00 kemudian matahari jam 6 kur4 redup atau terik? Redup. Jadi menunjukkan bahwasanya meskipun mataharinya sama, sangat panas, tetapi orang beriman diberi kemu kemudahan. Dia merasa cepat atau dia merasa panas tersebut tidak begitu dia rasa. Dan kita tahu dalam sebagian hadis bahwasanya ada Allah beri naungan. Naungan mendatangi orang-orang yang berbuat amal saleh. Seperti kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, umriin tahtadqati yaumalqiamah. Setiap orang akan di bawah naungan sedekahnya pada hari kiamat. Kalau siapa yang suka bersedekah, maka naungannya semakin teduh datang menaunginya pada hari kiamat kelak di hari yang sangat dahsyat. Mereka dikumpulkan pada satu dataran yaitu di padang di padang mahsyar. Dalam sebagian riwayat yajmaullahu yaumalqiamatil awalin wal akhirin fusaidin wahid. Allah mengumpulkan seluruh manusia. Bukan manusia, manusia bahkan jin-jin juga dikumpulkan dari yang pertama sampai yang terakhir di suatu dataran itu padang mahsyar. Fayusmiumud dai. Maka ada penyeru yang membuat mereka mendengar seluruhnya. Wanfuduhumul bashar dan pandangan menembus mereka. Pandangan menembus mereka ini maksudnya apa? Ada yang mengatakan, maksudnya Allah melihat mereka semua tidak ada yang bisa bersembunyi. Ada yang mengatakan, "Tidak. Seluruh manusia bisa lihat yang lainnya." Satu dunia kumpul karena manusia pandangannya tajam ketika itu sehingga mereka bisa lihat seluruh seluruhnya. Karena manusia akan dibangkitkan di padang mahsyar yang tidak ada lembah, tidak ada gunung. Waalaisa fiha ma'lamun liahad. Tidak ada bangunan, tidak ada pohon, tidak ada pelang, tidak ada apa-apa. datar semuanya sehingga setiap orang bisa melihat seluruhnya. Kita enggak tahu kondisi hari kiamat. Jadi kalau kita ngelihat semua kelihatan pandangan tajam. Pandangan tajam. Ini kondisi hari kiamat sehingga ketahuan yang dimuliakan, yang dihinakan kelihatan semua di padang mahsyar. Ada yang orang mujahid dibangkitkan dalam kondisi keluar darah, tapi darahnya bau bau bau apa? Minyak kas kasturi. Ada yang orang berpuasa dibangkitkan maka keluar aroma harum di mulutnya. Karena selama ini dia suka ber puasa. Ada yang dihinakan yang suka minta-minta tidak punya malu. Bangkit wajah tengkorak tidak ada dagingnya. Ada yang lelaki bangkit badannya miring karena tidak adil terhadap apa? Istrinya. Saya kaki saya sakit di baru sakit sedikit sudah enggak enak ya. Gimana kalau miring di akhirat? Ngeri ya. Ngeri. Jalan miring enggak enak apalagi pada hari kiamat. Kemudian Allah selur suruh kata suara tersebut setiap orang mengikuti apa yang dia sembah. Setiap orang mengikuti apa yang dia sembah. Manana ya'buduan falyatu. Siapa yang nyembah sesuatu maka ikutilah. Fatbau manana yaudusyams. Maka yang sembah matahari ikut matahari. Watatba manana ya'budul qamar. Yang nyembah rembulan ikut rembulan. Riwayat ba bangkana ya'budut thawagit yang menyembah thaghut-tagut, setan, berhala, dukun-dukun semua diikuti selain Allah. Pergi. Pergi ke mana? Ke neraka. Jadi mereka enggak lewat sirat, mereka menuju ke neraka jahanam. setan berhala ya. Yang menyembah hewan ada menyembah benda mati, menyembah manusia ya digiring ke neraka jahanam ya dalam sebagian riwayat fayadhabu ashabus shib maib menyembah salib. Salib itu akan bawa mereka ke neraka jahanam. Wa ashabuilan maanihim. Maka penyembah berhala, berhala akan mengiring ke neraka jahanam. Setiap yang disembah Tuhannya bawa ke sana ke mereka. Tib. Pertanyaan, bagaimana kalau yang disembah malaikat? Bukankah ada yang menyembah malaikat? Ada. Bukankah ada yang menyembah Nabi Isa? Ada. Bukankah ada yang menyembah Uzair? Ada. Menyembah Latta. Semua ini manusia, orang-orang saleh. Lata, Uzair, Nabi Isa, malaikat. Bagaimana? Ada yang mengatakan, "Maka di dalam sebagian riwayat ya, maka dibuatlah ee fayutamalu lahum ma kanu ya'budun fayantaliquun." Maka seakan-akan ada bentuk Nabi Isa, Nabi Isa palsu. Hadir di neraka kemudian giring mereka. Mereka sudah senang, ternyata digiring ke mana? Ke neraka. Bukan Nabi Isa. Nabi Isa asli di surga. Masuk sur surga. Jadi ada seperti jelmaan menjadi apa yang mereka sembah. Apakah malaikat, apakah Nabi Isa, apakah Uzair, orang-orang saleh menggiring mereka semua ke mana? Ke neraka jahanam. Jadilah pergilah mereka semua sehingga yang tersisa adalah orang-orang yang Islam. Ya, kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, watabqo hadil ummatu fiha munafiquha. Tinggal orang-orang beriman dan orang-orang munafik yang masih tersisa. Fatihimullahu fi ghairi suratillati ya'rifun. Fayakulu ana rbukum. Lalu Allah pun datang kepada mereka dengan bentuk yang mereka ee bentuk yang mereka tidak kenal sebelumnya. Jadi sebelumnya mungkin Allah ilhamkan kepada mereka Allah punya bentuk tertentu. Kali ini Allah datang dalam bentuk yang mereka tidak kenal. Apakah dengan bentuk kita? Wallahualam. Ini masalah sifat kita. Ini masalah hari kiamat. Kita tidak tahu seperti apa. Maka mereka berkata, "Na, Allah berkata, "Ana rbukum." Aku adalah Tuhan kalian. Maka mereka berkata, "Nazubillahi minka." Ini ini hanya ujian. Jadi ikuti aku. Aku tuhan kalian. Kata mereka, "Enggak. Kami berlindung daripada engkau." Hza makanuna hatta yatiana rbuna. Kami akan tetap sini. Kami enggak mau ngikut sampai yang datang adalah Al. Jadi, Allah datang saja menguji mereka. Sementara yang lain datang Nabi Isa ikut, padahal Nabi Isa palsu. Datang Uzair ikut, datang matahari ikut, datang rembulan ikut semuanya nyemplung ke mana? Ke neraka. Fayatasaqatun. Dalam sebagian riwayat maka Nasra dan Yahudi yatasaqatun berjatuhan di neraka jahanam. Dan ini dalil bahwasanya yang tidak bertauhid pasti masuk nera neraka. bantahan tegas kepada orang-orang liberal yang mereka mengatakan semua penganut agama masuk surga. Kata mereka orang Islam jangan monopoli surga. Surga luas. Ada surga Islam, ada surga Yahudi, ada surga Nasrani, surga Buddha, surga Hindu, mungkin surga ateis. Ya, ini dalil sangat tegas bahwasanya mereka masuk neraka jahanam. Akhirnya faanaahu. Kalau Tuhan kami datang, kami kenal dia. Fatihimullahi yifun. Maka Allah pun datang dalam bentuk yang mereka kenal. Fakul anukum. Kata Allah, "Aku adalah Tuhanmu." Fayquuna antabuna. Maka mereka kenal kata mereka, "Engkau benar adalah Tuhan kami." Fayatbaunahu. Maka mereka pun mengikuti apa yang Allah arahkan. Kemudian kata Nabi, "Wudrobu jisru jahanam. Maka dibentangkanlah sirat, jembatan di atas neraka jahanam. Jahanam itu sangat luas. Saking luasnya dia minta tambahan. Sudah diisi semua hal mim masjid. Masih ada tambahan enggak? Jadi jangan bilang neraka sudah penuh, insyaallah kita enggak masuk. Enggak ada. Neraka enggak penuh-penuh luas. Matahari masuk, rembulan masuk. Matahari besarnya kayak apa? Rembulan dimasukin dalam neraka jahanam. luas. Makanya saking luasnya maka sirat itu sangat panjang. Wudrobu jisru jahanam. Maka dibentangkanlah jembatan di atas neraka jahanam. Qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Faakunu awal man yujiz." Aku adalah orang yang pertama kali melewati sirat. Jadi, Nabi pun harus lewat. Nabi pun harus lewat. Kata Allah, "Wain minkum illa wariduha." Setiap kalian pasti melewati, pasti mendatangi neraka. Maksudnya lewat di atas nera neraka. Gak ada yang enggak lewat, semuanya lewat. Bahkan Nabi yang pintu surga tidak terbuka kecuali nabi yang mengetuknya pun harus lewat neraka jahanam. Ada hikmahnya kata para ulama. Banyak hikmahnya. Di antara hikmahnya sehingga orang benar-benar tahu tentang kenikmatan surga karena dia pernah lihat dahsyatnya neraka. Dia pernah melewati suatu kondisi di mana mungkin saja dia jatuh tapi kemudian dia selamat. Maka ini nikmat luar biasa ya. Maka seorang benar-benar merasakan bersyukur ketika dia pernah melewati masa-masa su sulit. Dia tahu ini kenikmatan luar biasa. Tapi kalau orang langsung dapat kenikmatan tidak tahu masalah-masalah sulit, terkadang dia kurang mensyukuri nikmat tersebut. Dan agar dia tahu bahwasanya dia selamat karena ampunan Allah Subhanahu wa taala. Makanya seorang jangan ujub dengan apa yang dia lakukan. Di antara tafsir yang menakjubkan dari Al-Alusi dalam kitabnya Ruhul Ma'ani ketika dia membawakan atau dia menafsirkan firman Allah, perkataan Nabi Nuh kepada orang-orang beriman yang jumlahnya sangat sedikit. Wama amana maahu illa qolil. Tidak beriman kepada Nabi Nuh kecuali cuma sedikit. Sekitar 70 orang. Sekitar berapa orang? 70 70 80 orang. Dan itu Nabi Nuh sudah berdakwah 950 tahun. pengikutnya cuma 70 sampai 80. Kalau kita mau bagi rata-rata setiap 11 tahun satu orang dapat hidayah. Kan Nabi Nuh, waqalarkabu fiha bismillahi majreha wa mursaha inna rabbi lagofurur rahim. Kata Nabi Nuh, naiklah kalian di atas kapal dengan menyebut nama Allah majreha wa mursaha. Dia berlabuh dan dia bersandar dengan nama Allah. selamat karena dengan nama Allah. Ini kapal sangat sederhana sementara ombak setinggi gunung. Wah tajri bihim fi maujin kal jibal. Dan kapar sederhana ini terbuat dari papan dan paku membawa mengangkut mereka di tengah-tengah ombak setinggi gunung. Tapi bisa selamat karena dengan nama Allah yang menakjubkan. Nabi Nuh berkata di akhirnya, "Bismillahi majreha wa mursaha inna rabbi lahfurur rahim." Sesungguhnya Rabbku maha pengampun lagi maha penyayang. Ayat ini saya pikir Nabi Nuh mengatakan inna rabbi lasyadidul iqab. Sesungguhnya Allah azabnya sangat pedih. Orang kafir akan tenggelam dunia. Tenggelam tewas karena Allah turunkan azab yang pedih. Tetapi ternyata Nabi Nuh berkata, "Inna rabbi lag gfurur rahim." Sesungguhnya Rabbku sangat maha pengampun lagi maha penyayang. Kata Alusi. Yaitu Nabi Nuh ingin mengingatkan kepada umatnya. Kita selamat ini bukan karena amal dan iman kita tidak seberapa, tapi karena Allah mengampuni dan sayang. Sehingga tidak ujub kita ini selamat karena Allah maha mengampuni dan maha menya men kita selamat. Ini kita lewat sirat. Kalau kita seorang lewat sirat dengan dahsyatnya orang-orang berjatuhan berguguran di depan mata dia kemudian dia selamat dia tahu bagaimana kasih sayang Allah dan dia tahu dia bersyukur kalau masuk sur surga. Tib kita lanjut. Waduaur rasuli kata Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan doa para rasul yaumaidzin Allahumma salim salim. Seluruh nabi berdoa cuma tiga. Ya Allah selamatkan umat kami. Ya Allah selamatkan umat kami. Selamatkan umat kami. Allahumma salim salim cuma dua. Ya Allah selamatkan umat kami, selamatkan umat kami. Nabi Muhammad berdoa, Nabi Isa berdoa, Nabi Musa berdoa, Nabi Ibrahim berdoa, Nabi Yusuf, semua Nabi berdoa, "Ya Allah selamatkanlah umat kami." Tapi apakah umat mereka semuanya selamat? Tidak. Akan banyak yang berjatuhan. Sehingga tidak semua syafaat Nabi tidak mengenai semua umatnya. Tidak semua syafaat. Ini Nabi beri syafaat dengan mendoakan. Tapi apakah semua umatnya selamat? Tidak. Yang menentukan siapa yang berhak dapat syafaat cuma Allah Subhanahu wa taala. Kalau tidak diizin dapat syafaat tidak bakalan dapat. Padahal Rasulullah sudah berdoa Allahumma sallim ya Allah selamat-selamatkan. Tapi tidak semuanya selamat. Kata Nabi, "Wabihi kalalib mlu suki sa'dan." Dan di situ ada kalalib. Kalib itu besi yang bengkok di pinggiran. Di pinggiran apa? Di pinggiran jembatan ada besi-besi yang bengkok yang gantung, siap mencabik-cabik siapa yang lewat. Seperti duri tanaman namanya Sa'dan. Ini tanaman di padang pasir. Nanti antum kalau lihat di Google Suku S'adan seperti bulatan terus ada duri-durinya ya. Ya. Ama roitum syauq Sa'dan. Tidakkah kalian melihat duri Sa'dan? Qolu bala ya Rasulullah. Ya seperti itu. Kata kami tahu duri s'dan. Fainnaha mluuki s'dan. Maka kalalib seperti suki s'dan seperti s'dan. [Musik] Hanya saja tidak ada yang tahu besarnya seperti apa kecuali Allah subhanahu wa taala. Maka dia pun mencabik-cabik orang sesuai dengan amalan mereka. Cabik-cabik. Dalam riwayat disebut ada kalalib, ada khatif, ada hasakah. Ini tiga yang tajam-tajam. Ada yang ulama mengatakan kalau ee ee kalup kalalib atau kalub atau kalup itu ada yang mengatakan besi yang ujungnya bengkok khatatif. Jadi dia lurus tapi ujungnya apa? Bengkok untuk ngait. Kalau orang itu tinggal ngait daging dibakar nga daging dibakar namanya kaluk. Khatatif juga untuk kaitkan tapi dia bengkok. Intinya maknanya seperti itu. Ada besi yang bengkok untuk ngaitin apa? Orang. Kalau hasakah seperti duri. Jadi seakan-akan ada orang lewat ngait. Hmm. Cemplong neraka. Nga cemplong neraka. Ngeri. Dikaitkan besi kemudian dicemplungkan ke neraka. Tetapi besi-besi tajam ini hanya mencabik-cabik atau mengkait berdasarkan amalan. Oh, ini ini enggak. Oh, ini lewat. Ini cuma luka aja. Oh, ini langsung masuk ke jurang neraka. Mereka sudah dapat tugas. Ya, makanya kata Nabi, fattoalihim. Maka besi-besi tersebut mencabik-cabik manusia berdasarkan amalan mereka. Minhul mubaq biamalihi waminhumul mukardal tma yanju. Di antara mereka ada yang dicabik-cabik kemudian terjungkal ke neraka. Ini yang masuk neraka. Orang mukmin tapi masuk apa? Neraka. Demikian juga orang munafik masuk ke ke neraka lewat cungkel masuk semua. Orang beriman juga ada tercungkil mubak dicungkil masuk neraka. Yang model kedua waminhumal mukhardal tumma yanju. Di antara mereka ada yang tercabik-cabik, terpotong, terobek-robek tangannya, badannya, dicabik-cabik oleh besi, tapi sela selamat. Ini siapa orang ini? Orang ini punya dosa-dosa tapi kadar dosanya tidak mengharuskan dia masuk nera neraka. Makanya dia cuma disiksa di atas sirat kemudian dia selamat. Model ketiga kita pahami yaitu najin musalam. Tidak tercabik sama sekali dan sela selamat. Jadi tiga model orang lewat sirat. Dicabik terjungkal, dicabik selamat, tidak tercabik sama sekali. Semoga kita termasuk dari model yang ke ketiga. Hatta faragallahu minalq baina ibadihi. Ketika Allah sudah selesai dari menghukumi hamba-hambnya, sudah masuk surga, sudah masuk neraka, sudah selesai masuk surga masuk neraka semua sudah yang dibakar dibakar yang di surga surga. Ketemu bidadari, ketemu keluarga semua sudah senang, sudah selesai. Kemudian Allah ingin mengeluarkan wa arada an yukhrija minanar man arada an yukhrij. Dan saatnya sekarang tiba saatnya Allah ingin mengeluarkan sebagian orang-orang Islam, orang beriman dari neraka yang sudah tadi yang terjungkal masuk neraka. Sudah waktunya sebagian mereka harus keluar dari apa? Neraka. Karena orang beriman tidak akan kekal di neraka. Yang kekal di neraka adalah orang kafir, orang beriman. Selama masih beriman meskipun transet dia pasti masuk sur surga. Tapi jangan coba-coba transit ya. Ngeri. Kita aja dibakar dengan lilin 1 menit kita enggak kuat. Itu baru api lilin. Gimana api neraka ketika Allah ingin mengeluarkan sebagian dari neraka. Mimman kana yashhadu alla ilahaillallah. Dari kalangan orang yang mengatakan lailahaillallah yang yaitu muslim. Amaral malaikata yukhrijuhum. Maka Allah suruh malaikat keluarkan mereka. Tentu dalam sebagian riwayat Allah izinkan orang beriman beri syafaat. Kata Nabi, "Syafaatil malaikah wasyafaatil anbiya wasyafaatil mukminun." Maka malaikat kasih syafaat agar orang keluar. Malaikat bilang, "Ya Allah, ini hamba-Mu beriman." Kata Allah, "Keluarkan." Para nabi memberi syafaat kepada umatnya. Ya Allah ham keluarkan orang beriman. Ya Allah ini kawan kami, saudara kami ini, ini ini keluarin. Ketika semua sudah Allah sendiri ada juga yang Allah keluarkan dengan kasih sayang sayangnya. Inilah yang dimaksud ya. Wabaqiyat rahmatu rabbil alamin. Tinggal baqiat rahmat rabil alamin. Tinggal rahmat Allah. Semua syafaat sudah selesai. Allah juga punya hak untuk mengeluarkan siapa yang ingin Allah keluarkan. Maka Allah suruh malaikat untuk keluarkan orang-orang tersebut. Fayfunahum bialamati bialamati aari sujud. Maka para malaikat mengenal orang-orang tersebut yang hendak dikeluarkan ada bekas sujud yaitu mereka sering salat. Makanya ini ada yangil bahasanya kalau orang enggak pernah salat kekal di neraka. Gimana mau dikenal? Enggak ada bekas su sujud. Kalau dan ini juga dalil bahwasanya ada orang salat masuk neraka. Ada enggak? Ada. Mungkin dia salat tapi durhaka sama orang tua. Mungkin dia salat tapi dia berzina. Mungkin dia salat tapi dia nipu orang. Ya. Mungkin dia salat tapi dia merampas harta orang lain. Banyak. Ini ada orang salat masuk neraka jahanam dibakar. Maka kata Allah kata kata Nabi, malaikat mengenal dengan bekas sujudnya. Ada khilaf di kalata Nabi, waamallahu alar min ibni adam sujud. Dan Allah mengharamkan api neraka untuk memakan membakar dari tubuh bani Adam bekas sujudnya. Khilaf di kalangan para ulama. Kalau gitu orang yang sering salat kita tahu kita sujud di atas tujuh tulang. Umirtu an asjuda al sabati a'zum. Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh tulang. Itu ini satu dahi sama hidung satu. Ini satu dan dua ya. Dahi hidung satu dua terus telapak kanan apa? Tiga. Empat lutut kanan lima. Oh salah ya. Ini dihitung satu ya. Mohon maaf. Dahi sama hidung hitung apa? Satu ya. Ini 2 3 lutut kanan 4 5 kaki kanan kaki kiri 6 tuuh. Ini hitung satu. Nah, khilaf apakah yang tidak terbakar oleh neraka meskipun ini orang salat masuk neraka, apakah cuma dahi dan hidungnya saja ataukah tujuh tulang ini semua tidak terbakar? Ada khilaf di kalangan para ulama. Karena datang dalam sebagian riwayat sebagian orang yang sebelum dikasih syafaat badannya tenggelam dalam api sampai apinya melewati sampai ke pinggangnya sampai ke badannya berarti lututnya juga terbakar, kakinya juga terbakar. Sehingga seb ulama mengatakan maksudnya tidak terbakar cuma bagian dahi dan hidung. Bagian dahi ini di kepalanya ada khilaf. Ada yang mengatakan gak. Sebagaimana zahir daripada hadis Allah mengharamkan neraka untuk membakar bagian tubuh yang suka su sujud. Makanya kalau sujud jangan cepat-cepat sujud nikmati. Semoga bagian tubuh ini tidak dibakar oleh neraka jahanam. Bahkan seluruh tubuh jangan dibakar. Jangan dibakar. Dan ini keutamaan sujud ya. Meskipun masuk neraka tetap tidak dibakar bagian tersebut. Kemudian fayukhrijunahum. Maka malaikat pun mengeluarkan orang-orang ini. Qadim tuhisyu. Mereka telah hangus. Telah hangus. Saya kemarin ke Kuala Lumpur beberapa waktu lalu dekat bandara. Dekat bandara KL. Ini sekedar intermezo aja. Saya juga bingung maksudnya apa. Tahu-tahu ada restoran judulnya apa? Restoran judulnya nasi kambing hangus. Ini maksudnya apa? Nasi kambing hangus itu saya saya tanya orang Malaysia dia juga bingung maksudnya apa. Apa maksudnya nasi kambing bakar? Ya kalau kita hangus berarti apa? Hangus ya. Gosong ini sudah gosong ya. Fuhrijunahum qimuhisu ihtar. Mereka sudah terbakar, sudah gosong. Fayusbu alaihim maun. Karena mereka sudah gosong maka dituangkan kepada mereka ini air. Yuqalu lahu maul hayat. Ini mereka mau dikeluarkan dari neraka menuju sur surga. Dituangkanlah air disebut dengan air kehidupan. Fayanuna nabatal hibbati fi hamil sail. Maka tumbuhlah mereka dalam se riwayat mereka dilemparkan di nahrul hayat, yaitu di ee sungai kehidupan. Mereka dilemparkan dan mereka tumbuh. Sebagai pernah kita bahas pada pertemuan sebelumnya. Fayambutun. Maka mereka tumbuh nabatal hibbati fi hamili saif. Mereka tumbuh seperti hibbah yang terbawa oleh aliran air. Jadi hibbah itu maksudnya tumbuhan di padang di Sahra. Beda dengan habbah. Kalau habba adalah seperti biji-bijian yang ditanam. Hibbah itu di padang di Sahra dari ee buzur apa? Sahra. Yaitu biji-bijian yang ada di Sahra itu kalau datatang air sail air maka dibawa dia dibawa dibawa. Hamiltu ma hamilusail maknanya ma yahmiluhuil yaitu apa yang di digeret oleh air tersebut ketika kena air dia mudah tumbuh tumbuhnya cepat beda kalau habba biji-bijian tumbuhnya akan lama kalau dia cepat maka Rasulullah ingin menggambarkan bahwasanya ketika mereka dituangkan air mereka tumbuhnya cepat tidak lama langsung diperbaiki semua jadi manusia yang normal siap masuk sur surga semua najis sudah hilang karena sudah dibakar dalam neraka jahanam dosa-dosa mereka masuk semua sudah dibakar, sudah habis. Karena surga adalah negeri yang bersih, tidak boleh dimasuki kecuali orang yang bersih tidak boleh ada najis sama sekali. Semua najis-najis dosa sudah dibakar di neraka jahanam. Neraka tumbuh. waqaka wajinarullah maka tinggal satu orang wajahnya masih ke arah neraka dia mau balik ke surga enggak bisa wajahnya ke arah mana neraka kemudian dia berdoa ya rabku qod qqasabani rihu Anginnya telah menggosong, telah membuat aku apa ya maksudnya? Masuk ke hidung sehingga susah bernapas sehingga membakar dia. Anginnya membakar apa dia? Wahaqaniakaha dan nyala apinya telah membakarku. Ya, telah membakarku. Yaitu panas anginnya menyiksaku. Fasrif wajaninar. Jauhkanlah wajahku dari neraka. Dia masih terus wajahnya ke arah neraka. dia terus berdoa kepada Allah. Fqu laallaka maka Allah mengatakan laallaka in aituka antasalani ghairahu. Kata Allah dia bilang, ya Allah masukkan aku surga, selamatkan aku dari neraka. Dia minta permintaan cuma ringan. Selamatkan aku dari apa? Neraka. Yang penting wajahku bisa belok, tidak menghadap apa? Neraka. Dia cuma minta itu saja. Kata Allah, "Jangan-jangan kalau saya kabulkan permintaanmu, kau malah minta yang lain." Kata dia, "La wa izzatika." Demi Allah, demi Engkau ya Allah, demi keperkasaanmu. La asaluka ghair, saya enggak akan minta lain. Yang penting wajahku jangan lihat ke neraka. Itu aja saya minta, enggak minta lain. Ini manusia seperti itu. Janji tapi nanti di dilawan, dilanggar. Fasrifu wajinar. Maka Allah palingkan wajahnya dari neraka. Selamat dari neraka. Udah anginnya sudah enggak kerasa, apinya sudah enggak kerasa, sudah selamat. Ternyata dia minta lagi. Summa yaakulu ba'da dzalik. Setelah itu dia bertanya lagi, minta lagi. Ya Rabbi qoribni ila babil jannah. Ya Allah dekatkanlah aku ke pintu surga. Dalam sebagian riwayat tiba-tiba ada dia sudah selamat neraka, tiba-tiba ada pohon. Waduh, ya Allah dekati aku pohon itu. Saya ingin bernaung panas neraka ini semua. Tapi di luar surga. Di luar apa? Surga. Pohon saya pengin minum airnya. Setelah itu kau enggak minta lagi? Enggak, ya Allah. Ini yang terakhir. Tadi sudah minta, minta lagi. Benar enggak, Ya Allah? Tiba-tiba Allah tampakkan pohon yang lebih indah lagi. Ya Allah yang itu ya Allah minta terus terus. Sampai akhirnya dia minta ke dekat pintu surga. Sampai dia berkata, "Ya rab ya Rabbi qoribni ila babil jannah. Ya Allah dekatkan aku pintu surga." Dia tidak minta masuk surga pengin dekat-dekat aja. Ya Allah. Allah berkata, "Alaisaq zaamtairu." Bukankah kau tadi bilang tidak meminta-minta yang lain? Wailakna adam ma. Wahai anak Adam, payah kamu. Engkau sering berkhianat, melupakan janji. Kau sering apa? Melanggar janji. Akdarak kau sering melanggar janji. Dia fala yazal yadu. Dia berdoa, berdoa terus. Allah bilang fayquli inikairu. Nanti kalau saya dekatkan kau surga, kau minta yang lain lagi. Tidak, demi Allah, demi keperkasaanmu aku tidak minta lagi. Ini cukup yang penting dekat-dekat surga. Futillahu min uhudin waq. Allah ambil janjinya. Benar ya? Benar ya. Benar ya? Ya Allah. Iya. Benar. Benar. Pokoknya Allah ambil janjinya. Aku tidak akan minta selain ini. Faqorahu ilail jann. Allah dekatkan dia pintu surga. Faid roa ma fiha sakata. Masyaallah. Kemudian dia lihat dalam surga. Woh. Dia diam lama mikir-mikir. Sudah terlanjur janji. Kata Ibnu Hajar mungkin Allah buka tersingkap sebagian pintu apa dinding surga mungkin dari kaca sehingga uh ada bidadari ada ini. Masyaallah. Ih, ada kawan situ. Pokoknya dia diam. Fasakata masyaallah dia diam. Anyaskut diam lama bingung dia minta lagi atau sudah terlanjutnya. Akhirnya dia nekat untuk minta lagi. Jannah. Ya Allah masukkan aku surga. Gak kuat dia Allah ingatkan lagi. Awalaisaqamta allalanirahu. Bukankah kau telah berjanji kau menyatakan kau tidak akan minta yang lain? Waillaka ya bna adam ma akdaroka. Celaka engkau wahai anak Adam betapa sering melanggar janji. Fayakul dia berkata dia berhujah di hadapan Allah. Kalau bilang enggak kau udah kan janji enggak mau minta lagi. Kata dia, "Ya Rabbi la taja'alni asq khqik. Jangan kau jadikan aku hambamu yang paling ciloko. Jangan jadikan aku hambamu yang paling celaka." Ya, ada yang menafsirkan, "Aku ini celaka banget. Sudah di pintu surga tinggal masuk." Enggak masuk celaka. Ya Allah, mending aku enggak lihat mereka. Kau sudah buat aku lihat mereka terus kau biarkan aku nongkrong di luar. Ini celaka seperti ini. Jangan jadikan aku hambamu paling apa? Celaka. Ya. Ada yang mengatakan, "Jangan jadikan aku hambaMu yang tidak minta kepada Rabb yang maha pemberi. Kesempatan minta dikabulkan, kenapa tidak minta? Goblok banget. langsung ada Allah minta Allah kabulkan. Kenapa enggak minta? Sementara Allah maha baik. Rabbun karim maha baik. Dia minta fala fala yazalu yad'u hatta yadhaq. Dia berdoa, berdoa, berdoa, berdoa terus. Ya Allah sampai dia tersenyum. Ah kalau tersenyum berarti dikabulkan. Faidika minhu adin lahu bidukhul. Ketika Allah ya tersenyum darinya, maka Allah pun mengizinkan dia untuk masuk dalam surga. Faidakala fiha ketika dia masuk surga dikatakan kepadanya, dia masuk surga ini sudah selesai. Ya, ini dalil kata para ulama bahwasanya Allah suka orang meminta. Orang kalau semakin banyak minta sama Allah, semakin disayang oleh Allah. Allah bilang, "Sudah, ya, jangan minta lagi ya." Tapi ketika dia minta, Allah kasih lagi. Jangan minta lagi. Oh, demi Allah. Enggak, enggak, ya Allah. Terakhir, terakhir. Minta lagi. Kasih lagi. Berarti Allah suka diminta minta. Kata seorang penyair, "La tasalanna bunatan wasal abwabu jangan kau minta keperluanmu kepada anak Adam, tapi mintalah kepada Allah yang pintunya tidak pernah tertutup." Ya Allahu yaqdar sualah wun ya adam saaltahu yaqdabu. Allah murka kalau kau tidak minta sama Allah. Adapun anak Adam kalau diminta-minta ngamuk. Makanya Allah suka kalau kita banyak minta sama Allah. Di antara dalilnya ini enggak minta lagi ya janji janji ya Allah. Janji kita Allah kasih lagi. Sampai berapa kali dia mengingkari janji? Banyak diingkari janji. Janji mengingkari lagi. Ingkari. Tapi Allah kasih terus. Kenapa Allah suka? Jika hambanya meminta kepada Allah. Karena ketika hamba meminta kepada Allah membuktikan hamba tersebut butuh kepada Allah. Membuktikan hamba tersebut bersandar kepada Allah. membuktikan hamba tersebut husnudan kepada Allah Subhanahu wa taala. Membuktikan hamba tersebut yakin Tuhannya mampu atas segalanya. Dan itu Allah suka dari seorang hamba seperti seperti apalagi sang hamba merengek-rengek menangis minta kepada Allah di pertiga malam yang terakhir tidak hatinya terlepas dari segala keterkaitan dunia fokus hanya kepada Allah. Maka ini kondisi yang paling Allah cintai, yang Allah sangat cintai. Ketika dia masuk, dikatakan kepada orang ini, "Tamanna ya, silakan berangan-angan min kata fayamanna." Dia angan, "Oh, saya pengin ini, pengin ini, pengin ini, pengin dalam sebagian riwayat Allah tegur, "Kau lupa belum in?" "Oh iya lupa itu, ya Allah itu juga, itu juga." Subhanallah. Allah ajarin dia bagaimana cara berangan-angan. Mungkin disuruh minta lupa. Oh, itu kelupaan itu. Lupa. Saking baiknya Allah, Allah ingatkan. Ingat ini. Oh, iya ingat. I itu juga. Itu juga ya Allah. Itu juga. Faatamanna. Maka dia berangan-angan. Subhanallah. Kata Nabi. Fatamanna hatta tanqihil amanu. Dia berangan-angan sampai selesai. Tidak bisa lagi dia berangan-angan. Karena di surga pengin apa saja dikabulkan enggak? Ah, sekarang masuk surga pengin apa? Pengin ini ting pengin tingya. Masyaallah. Sampai ada seorang salaf dikatakan, "Kalau kau masuk surga, kau ingin apa?" "Saya ingin hujan lewat terus turun hujan hujan bidadari." Tapi katanya bukan hujan emas. Hujan apaari? Pengin angan-angan angan angan, angan-angan sampai selesai angan-angannya tidak bisa dia lanjutkan lagi karena semua sudah dia minta. Fayaquulu lahu. Maka Allah berkata kepadanya, "H laka semua yang kau angan-angankan untukmu. Wluhu maahu." Dan doble. Allah kasih apa? Dobel. Kata Abu Hurairah radhiallahu anhu, "Wzalik rajulu akhir ahlil jannati dukhulan." Ini adalah lelaki terakhir yang terakhir masuk surga. Jadi setelah orang ini tadi dituangin air kehidup kan luar neraka dibakar dikeluarin sudah hangus dituangin air apa ke kehidupan. Ketika dia sudah hidup wajahnya masih ke mana? Ke neraka. Tadi kisahnya masih ingat tadi kan? Ini yang paling terakhir masuk surga. Ternyata nikmatnya luar luar biasa. Siapa yang pengin jadi orang ini? Sudah kayak gini masih enggak mau. Enggak maulah. Kita pengin lebih apa? Ting tinggi qala kata wa Abu Said alkhudri jalisun ma Abu Hurairah. Ya, Abu Said al-Khudri duduk bersama Abu Hurairah. Sahabat lain Abu Said al radhiallahu anhu. La yugyiru alaihian min hadisi hattaha ila quihi. Dan Abu Said Alkud mendengar hadis Abu Hurairah dan dia tidak dia tidak komentar karena dia juga tahu hadis tersebut. Ini contoh maksudnya dua orang sahabat mendengar hadis yang sama dari Nabi. Jadi Abu Hurairah cerita cerita cerita Ustaz diam aja dia tidak komentar dia tidak rubah. Hatta ila quihi sampai ketika Abu Hurairah meriwayatkan hadis maka Allah berkata atau malaikat berkata kepada orang ini apa yang kau inginkan semuanya untukmu dan doble yaitu semisalnya. Abu Said mengomentari dia berkata, "Samiu Rasul sahu alaihi wasallam yaakul." Adapun yang aku dengar dari Nabi bukan seperti itu lafalnya. Yang aku dengar dari Nabi, Nabi berkata had laka wa asratu amsalihi. Ini yang kau inginkan semua dikabulkan dan 10 kali lipatnya. Bukan sekali lipatnya, bukan doble, tapi 10 kali lipat. Berarti dia dapat 11 10 11 kata Abu kata Abu Said Alkhudri qala Abu Hurairah hafizu mlahu maahu adapun yang aku hafal tadi yang saya sampaikan ya ini bisa dijamakkan oleh Ibnu Hajar maksudnya Abu Hurairah mendengar hadis seperti itu dan Abu Said mendengar hadis dengan lafal yang yang lain ya bisa jadi setelah itu Allah tambah lagi semisalnya bisa lagi enggak tambah lagi. bisa jadi seperti sebelumnya sehingga Allah kasih sampai 10 kali lipat. Demikian ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah Subhan kali ini tentang ee sirat. Semoga Allah mudahkan kita melewati sirat dengan cepat ya. Sesungguhnya sangat berat di antara perkara yang mengerikan adalah sirat dan dia adalah perjuangan terakhir. Perjuangan siapa yang lolos dari sirat masuk sur surga. Dia perjuangan terakhir setelah hisab, setelah mizan, setelah sidang, setelah zulmah sirat. Maka ini kondisi yang paling mengerikan. Siapa yang selamat maka dia masuk surga bab demikian saja kajian kita. Subhanakallah wabihamdik ashaduillahik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.